YOHANES G TAMPATY
11 . 2017 . 1 . 00656
TEMBAGA
Tembaga adalah salah satu dari sekian
banyak macam mineral kelas menengah
yang penggunaan relatif lebih banyak
ketimbang logam mineral yang lain.
Tembaga merupakan konduktor panas dan
pengantar listrik yang baik. Selain itu unsur
ini memiliki korosi yang cepat sekali.
Tembaga murni sifatnya halus dan lunak,
dengan permukaan berwarna kemerahan.
GENESA TEMBAGA
1. Genesa Primer
Proses genesanya berada dalam lingkungan magnetic, yaitu suatu proses yang
berhubungan langsung dengan intrusi magma. Pada keadaan tertentu magma dapat
naik ke permukaan bumi melalui rekahan-rekahan (bagian lemah dari batuan)
membentuk terowongan (intrusi). Ketika mendekati permukaan bumii, tekanan
magma berkurang yang menyebabkan bahan volatile terlepas dan temperatur yang
turun menyebabkan bahan non volatile akan terinjeksi ke permukaan lemah dari
batuan samping (country rock) sehingga akan terbentuk pegmatite dan hidrotermal.
2. Genesa Sekunder
Proses genesanya melalui proses ubahan (alteration) yang terjadi pada mineral –
mineral urat (vein) terutama tembaga yang bersifat tidak stabil bila terkena pengaruh
air dan udara. Logam tembaga mempunyai afinitas yang kuat terhadap belerang,
dimana larutan mengandung tembaga (Cu) akan memebentuk seperti pirit dan
kalkopirit yang kemudian menghasilkan sulfida – sulfida sekunder yang sangat kaya
dengan kandungan mineral kovelit dan kalkosit. Dengan cara seperti ini terbentuk
zona pengayaan sekunder yang mengandung kosentrasi tembaga berkadar tinggi bila
dibanding dengan primer.
A. Fisik
1. Tembaga merupakan logam yang
berwarna kuning.
2. Unsur ini sangat mudah dibentuk,
lunak, sehingga mudah dibentuk
menjadi pipa, lembaran tipis, kawat.
3. Bersifat sebagai konduktor panas
dan listrik yang bagus.
4. Memiliki titik leleh pada 1084,62
°C, sedangkan titik didih pada 2562
°C.
PEMANFAATAN TEMBAGA
1. Sebagai bahan untuk kabel listrik dan kumparan dinamo.
2. Paduan logam. Paduan tembaga 70% dengan seng 30% disebut kuningan,
sedangkan paduan tembaga 80% dengan timah putih 20% disebut perunggu.
3. Mata uang dan perkakas-perkakas yang terbuat dari emas dan perak selalu
mengndung tembaga untuk menambah kekuatan dan kekerasannya.
4. Sebagai bahan penahan untuk bangunan dan beberapa bagaian dari kapal.
5. Serbuk tembaga digunakan sebagai katalisator untuk mengoksidasi metanol
menjadi metana.
6. Sebagai campuran untuk membuat perhiasan .
7. Sebagai campuran membuat duralium untuk komponen pesawat.
PERSEBARAN TEMBAGA DI
INDONESIA
Menurut Pusat Penilitian dan Pengembangan Sumberdaya
Mineral & Batubara (2003) potensi tembaga terbesar yang
dimiliki Indonesia terdapat di Papua Potensi lainnya
menyebar di Jawa Barat, Sulawesi Utara, dan Sulawesi
selatan
 tembaga (cu)

tembaga (cu)

  • 1.
    YOHANES G TAMPATY 11. 2017 . 1 . 00656
  • 2.
    TEMBAGA Tembaga adalah salahsatu dari sekian banyak macam mineral kelas menengah yang penggunaan relatif lebih banyak ketimbang logam mineral yang lain. Tembaga merupakan konduktor panas dan pengantar listrik yang baik. Selain itu unsur ini memiliki korosi yang cepat sekali. Tembaga murni sifatnya halus dan lunak, dengan permukaan berwarna kemerahan.
  • 3.
    GENESA TEMBAGA 1. GenesaPrimer Proses genesanya berada dalam lingkungan magnetic, yaitu suatu proses yang berhubungan langsung dengan intrusi magma. Pada keadaan tertentu magma dapat naik ke permukaan bumi melalui rekahan-rekahan (bagian lemah dari batuan) membentuk terowongan (intrusi). Ketika mendekati permukaan bumii, tekanan magma berkurang yang menyebabkan bahan volatile terlepas dan temperatur yang turun menyebabkan bahan non volatile akan terinjeksi ke permukaan lemah dari batuan samping (country rock) sehingga akan terbentuk pegmatite dan hidrotermal. 2. Genesa Sekunder Proses genesanya melalui proses ubahan (alteration) yang terjadi pada mineral – mineral urat (vein) terutama tembaga yang bersifat tidak stabil bila terkena pengaruh air dan udara. Logam tembaga mempunyai afinitas yang kuat terhadap belerang, dimana larutan mengandung tembaga (Cu) akan memebentuk seperti pirit dan kalkopirit yang kemudian menghasilkan sulfida – sulfida sekunder yang sangat kaya dengan kandungan mineral kovelit dan kalkosit. Dengan cara seperti ini terbentuk zona pengayaan sekunder yang mengandung kosentrasi tembaga berkadar tinggi bila dibanding dengan primer.
  • 4.
    A. Fisik 1. Tembagamerupakan logam yang berwarna kuning. 2. Unsur ini sangat mudah dibentuk, lunak, sehingga mudah dibentuk menjadi pipa, lembaran tipis, kawat. 3. Bersifat sebagai konduktor panas dan listrik yang bagus. 4. Memiliki titik leleh pada 1084,62 °C, sedangkan titik didih pada 2562 °C.
  • 5.
    PEMANFAATAN TEMBAGA 1. Sebagaibahan untuk kabel listrik dan kumparan dinamo. 2. Paduan logam. Paduan tembaga 70% dengan seng 30% disebut kuningan, sedangkan paduan tembaga 80% dengan timah putih 20% disebut perunggu. 3. Mata uang dan perkakas-perkakas yang terbuat dari emas dan perak selalu mengndung tembaga untuk menambah kekuatan dan kekerasannya. 4. Sebagai bahan penahan untuk bangunan dan beberapa bagaian dari kapal. 5. Serbuk tembaga digunakan sebagai katalisator untuk mengoksidasi metanol menjadi metana. 6. Sebagai campuran untuk membuat perhiasan . 7. Sebagai campuran membuat duralium untuk komponen pesawat.
  • 6.
    PERSEBARAN TEMBAGA DI INDONESIA MenurutPusat Penilitian dan Pengembangan Sumberdaya Mineral & Batubara (2003) potensi tembaga terbesar yang dimiliki Indonesia terdapat di Papua Potensi lainnya menyebar di Jawa Barat, Sulawesi Utara, dan Sulawesi selatan