Kelompok
4Aldina Seldza
Alif Tegar
Humam Fikri
Muhammad Yusuf
Nur Meilia
Shindi Marlina
Syirkah
Syirkah
Secara bahasa:
Syirkah (perseroan) berarti mencampurkan dua
bagian atau lebih hingga tidak dapat
dibedakan lagi antara bagian yang satu dengan
bagian lainnya
Menurut istilah:
Kerja sama antara dua orang atau lebih dalam
berusaha yang keuntungan dan kerugiannya
ditanggung bersama.
Pengertian umum:
Akad kerja sama antara dua pihak atau lebih untuk
suatu usaha tertentu, dimana masing-masing pihak
memberikan kontribusi dana dengan kesepakatan,
bahwa keuangan dan resiko ditanggung bersama.
Rukun dan Syarat Syirkah
Rukun
1. Adanya pihak yang
bersyirkah
2. Kedua pihak atau lebih
melakukan ‘aqidani
3. Ma’qud alaihi mencakup
pekerjaan atau modal
Syarat
1. Ada aktivis yang mengelola
2. Modal harus jelas, halal, dan
sesuai dengan jenisnya
3. Modal-modal dapat dicampur
4. Saling memperbolehkan untuk
membelanjakan modal tsb
5. Untung rugi diterima dengan
ukuran harta masing-masing
Hukum Syirkah
Dalam QS. As Saad: 24
“Daud berkata: "Sesungguhnya dia telah berbuat zalim kepadamu
dengan meminta kambingmu itu untuk ditambahkan kepada
kambingnya. Dan sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang
berserikat itu sebahagian mereka berbuat zalim kepada sebahagian
yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal
yang saleh; dan amat sedikitlah mereka ini". Dan Daud mengetahui
bahwa Kami mengujinya; maka ia meminta ampun kepada Tuhannya
lalu menyungkur sujud dan bertaubat.”
Hukum Syirkah
Dalam QS An Nisaa: 12
“….Tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang, maka
mereka bersekutu dalam yang sepertiga itu, sesudah dipenuhi
wasiat yang dibuat olehnya atau sesudah dibayar hutangnya
dengan tidak memberi mudharat (kepada ahli waris). (Allah
menetapkan yang demikian itu sebagai) syari'at yang benar-
benar dari Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha
Penyantun.”
Hukum Syirkah
Dalam Hadits:
Sesungguhnya Allâh Azza wa Jalla berkata, “Aku adalah pihak
ketiga (Yang Maha Melindungi) bagi dua orang yang melakukan
syirkah, selama salah seorang diantara mereka tidak berkhianat
kepada mitranya. Apabila diantara mereka ada yang berkhianat,
maka Aku akan keluar dari mereka (tidak melindungi)”.
(HR. Abu Daud no.3383, dan Al-Hakim no.2322)
Macam-Macam Syirkah
Syirkah Amlak
Syirkah Amlak yaitu dua orang atau lebih memiliki benda/harta, yang
bukan disebabkan akad syirkah. Syirkah Amlak dibagi menjadi 2:
1. Syirkah jabr, ialah berkumpulnya dua orang atau lebih dalam
pemilikan suatu benda secara paksa
2. Syirkah al-ikhtiyar, kerjasama yang muncul karena adanya kontrak
antara orang yang bersekutu supaya memperoleh hasil dengan
cara mengelola harta itu, bagi setiap yang berserikat memperoleh
bagian yang ditentukan dari keuntungan.
Syirkah Uqud
Akad kerja sama antara dua orang yang bersekutu dalam modal
dan keuntungan, artinya kerjasama ini didahului oleh transaksi
dalam penanaman modal dan kesepakatan pembagian
keuntungan. Syirkah ‘Uqud memiliki 5 macam:
1. Al-’Inaan, syirkah antara dua pihak atau lebih yang masing-
masing memberi konstribusi kerja (‘amal) dan modal lalu
keuntungan dibagi di antara mereka.
Syirkah Uqud
2. ‘Abdan, syirkah antara dua pihak atau lebih yang masing-
masing memberi konstribusi kerja (‘amal) tanpa konstribusi
modal (mal).
3. Mudharabah, syirkah antara dua pihak atau lebih dengan
ketentuan, satu pihak memberikan konstribusi kerja (‘amal),
sedangkan pihak lain memberikan konstribusi modal (mâl).
Syirkah Uqud
4. Wujuh, didasarkan pada kedudukan, atau keahlian seseorang
di tengah masyarakat dimana dua pihak memberikan
konstribusi kerja (‘amal) dengan pihak ketiga yang
memberikan konstribusi modal (mâl).
5. Mufâwadhah adalah syirkah antara dua pihak atau lebih yang
menggabungkan semua jenis syirkah di atas (syirkah inân,
‘abdan, mudhârabah, dan wujûh).
Wassalamu’alaikum

Syirkah

  • 1.
    Kelompok 4Aldina Seldza Alif Tegar HumamFikri Muhammad Yusuf Nur Meilia Shindi Marlina
  • 2.
  • 3.
    Syirkah Secara bahasa: Syirkah (perseroan)berarti mencampurkan dua bagian atau lebih hingga tidak dapat dibedakan lagi antara bagian yang satu dengan bagian lainnya Menurut istilah: Kerja sama antara dua orang atau lebih dalam berusaha yang keuntungan dan kerugiannya ditanggung bersama. Pengertian umum: Akad kerja sama antara dua pihak atau lebih untuk suatu usaha tertentu, dimana masing-masing pihak memberikan kontribusi dana dengan kesepakatan, bahwa keuangan dan resiko ditanggung bersama.
  • 4.
    Rukun dan SyaratSyirkah Rukun 1. Adanya pihak yang bersyirkah 2. Kedua pihak atau lebih melakukan ‘aqidani 3. Ma’qud alaihi mencakup pekerjaan atau modal Syarat 1. Ada aktivis yang mengelola 2. Modal harus jelas, halal, dan sesuai dengan jenisnya 3. Modal-modal dapat dicampur 4. Saling memperbolehkan untuk membelanjakan modal tsb 5. Untung rugi diterima dengan ukuran harta masing-masing
  • 5.
    Hukum Syirkah Dalam QS.As Saad: 24 “Daud berkata: "Sesungguhnya dia telah berbuat zalim kepadamu dengan meminta kambingmu itu untuk ditambahkan kepada kambingnya. Dan sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu sebahagian mereka berbuat zalim kepada sebahagian yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh; dan amat sedikitlah mereka ini". Dan Daud mengetahui bahwa Kami mengujinya; maka ia meminta ampun kepada Tuhannya lalu menyungkur sujud dan bertaubat.”
  • 6.
    Hukum Syirkah Dalam QSAn Nisaa: 12 “….Tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang, maka mereka bersekutu dalam yang sepertiga itu, sesudah dipenuhi wasiat yang dibuat olehnya atau sesudah dibayar hutangnya dengan tidak memberi mudharat (kepada ahli waris). (Allah menetapkan yang demikian itu sebagai) syari'at yang benar- benar dari Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun.”
  • 7.
    Hukum Syirkah Dalam Hadits: SesungguhnyaAllâh Azza wa Jalla berkata, “Aku adalah pihak ketiga (Yang Maha Melindungi) bagi dua orang yang melakukan syirkah, selama salah seorang diantara mereka tidak berkhianat kepada mitranya. Apabila diantara mereka ada yang berkhianat, maka Aku akan keluar dari mereka (tidak melindungi)”. (HR. Abu Daud no.3383, dan Al-Hakim no.2322)
  • 8.
  • 9.
    Syirkah Amlak Syirkah Amlakyaitu dua orang atau lebih memiliki benda/harta, yang bukan disebabkan akad syirkah. Syirkah Amlak dibagi menjadi 2: 1. Syirkah jabr, ialah berkumpulnya dua orang atau lebih dalam pemilikan suatu benda secara paksa 2. Syirkah al-ikhtiyar, kerjasama yang muncul karena adanya kontrak antara orang yang bersekutu supaya memperoleh hasil dengan cara mengelola harta itu, bagi setiap yang berserikat memperoleh bagian yang ditentukan dari keuntungan.
  • 10.
    Syirkah Uqud Akad kerjasama antara dua orang yang bersekutu dalam modal dan keuntungan, artinya kerjasama ini didahului oleh transaksi dalam penanaman modal dan kesepakatan pembagian keuntungan. Syirkah ‘Uqud memiliki 5 macam: 1. Al-’Inaan, syirkah antara dua pihak atau lebih yang masing- masing memberi konstribusi kerja (‘amal) dan modal lalu keuntungan dibagi di antara mereka.
  • 11.
    Syirkah Uqud 2. ‘Abdan,syirkah antara dua pihak atau lebih yang masing- masing memberi konstribusi kerja (‘amal) tanpa konstribusi modal (mal). 3. Mudharabah, syirkah antara dua pihak atau lebih dengan ketentuan, satu pihak memberikan konstribusi kerja (‘amal), sedangkan pihak lain memberikan konstribusi modal (mâl).
  • 12.
    Syirkah Uqud 4. Wujuh,didasarkan pada kedudukan, atau keahlian seseorang di tengah masyarakat dimana dua pihak memberikan konstribusi kerja (‘amal) dengan pihak ketiga yang memberikan konstribusi modal (mâl). 5. Mufâwadhah adalah syirkah antara dua pihak atau lebih yang menggabungkan semua jenis syirkah di atas (syirkah inân, ‘abdan, mudhârabah, dan wujûh).
  • 13.