SUMBER,
METODE, DAN
INSTRUMEN
PENGUMPULAN
DATA
Oleh : Ever Dethab-SoE
EVER DETHAN-SOE-NTTEVER DETHAN-SOE-NTT
Sumber Data
primer : data yang dihimpun langsung oleh
peneliti pada sumber data melalui wawancara,
FGD, dll
sekunder : data yang dihimpun dari pihak lain
atau literatur/pustaka
Metode dan Instrumen
Metode pengumpulan data : teknik atau cara yang
digunakan peneliti untuk mendapatkan data.
Metode : abstrak
Konkritnya, melalui:
Angket
Wawancara
Pengamatan
Ujian (tes)
Dokumentasi, dll
Peneliti dapat menggunakan gabungan tergantung
masalah yg dihadapi
Instrumen pengumpulan data
Alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti
dalam kegiatannya mengumpulkan data agar sistematis
dan mudah mendapatkannya.
Contohnya:
Angket (questionaire)
Daftar cocok (check list)
Skala (scale)
Pedoman wawancara (interview guide/schedule)
Lembar/panduan pengamatan (observation sheet/
schedule)
Soal ujian (test)
Inventory, dll
Metode dan instrumen pengumpulan data
no Jenis metode Jenis istrumen
1 angket Angket (questionaire)
Daftar cocok (check list)
Skala (scale)
Inventory
2 wawancara Pedoman wawancara
Daftar cocok
3 Pengamatan Lembar pengamatan
Panduan pengamatan
Panduan observasi
Daftar cocok
4 Ujian Soal ujian
inventori
5 Dokmentasi Daftar cocok
tabel
Angket
Adalah Daftar pertanyaan yg diberikan kepada
orang lain yg bersedia memberikan
respons(responden) sesuai dengan
permintaan pengguna.
Tujuan:
Mencari informasi yang lengkap mengenai suatu
masalah dari responden tanpa merasa kuatir
jawaban tidak sesuai dengan kenyataan.
Responden mengetahui infromasi yang diminta
Jenis angket
1. Angket terbuka (tidak berstruktur): sederhana
sehingga responden memberikan isian sesuai dengan
kehendak dan keadaannya.
Keuntungannya:
Bagi responden: mengisi sesuai dengan keinginan dan
keadaan yang dialaminya
Bagi peneliti : mendapatkan data yg bervariasi bukan hanya
yg sudah disajikan karena sudah diasumsikan oleh peneliti
No Tingkat pendidikan Tempat Tahun kelulusan
1.
2.
3.
2. Angket tertutup (angket berstruktur)
Adalah angket yang disajikan dalam bentuk
sedemikian rupa sehingga responden diminta
ntuk memilih satu jawaban sesuai dengan
karakteristik dirinya (tanda (x)/(√))
Contoh: beri tanda checklist
Apakah saudara termasuk dosen yang aktif
menulis
Ya ( ) Tidak ( )
Jika ya, sudah berapa buku yang saudara tulis dan
terbitkan
checklist
Adalah suatu daftar yang berisi subyek dan aspek-aspek yg
diamati. Checklist dapat menjamin bahwa peneliti dapat
mencatat setiap kejadian sekescil apapun yg dianggap penting.
Contoh: beri tanda check (√)
Kesiapan Manajemen berbasis sekolan Dinas Pendidikan dan
Kebudayaan
No Pernyataan ALTERNATIF JAWABAN
4 3 2 1
S CS KS BS
A. ORGANISASI
1 Pedoman pembuatan struktur organisasi dewan sekolah
telah disosialisaikan
√
2 Dinas telah memiliki data sejumlah sekolah yg telah memiliki struktur
dewan sekolah
√
4 = Siap (S)
3 = Cukup Siap (CS)
2 = Kurang Siap (KS)
1 = Belum Siap (BS)
Wawancara
Adalah suatu cara pengumpulan data yang digunakan
untuk memperoleh informasi langsung dari sumbernya.
Digunakan untuk mengetahui informasi dr responden
secara mendalam serta jumlah responden sedikit.
Faktor yang mempengaruhi arus informasi dalam
wawancara:
Pewawancara : pertanyaan jelas, mudah dipahami,
mencatat semua informasi.
Responden: informasi jelas dan lengkap, selaras dg
pewawancara
Pedoman wawancara: daftar pertanyaan
Situasi wawancara: waktu dan tempat wawancara
Berdasarkan sifat pertanyaan, wawancara
dibedakan atas:
Wawancara terpimpin: menurut daftar
pertanyaan
Wawancara bebas: tanya jawab bebas
dimana tujuan penelitian sebagai
pedoman
Wawancara bebas terpimpin:
kombinasi
Pengamatan (observasi)
yaitu melakukan pengmatan secara langsung ke
obyek penelitian untuk kegiatan dari dekat.
Sangat baik pada obyek penelitian: perilaku, tindakan
manusia, fenomena ala, proses kerja, dan sedikit
responden.
Catatan anekdot: catatan rangkaian peristiwa tanpa
mengikuti aturan tertentu
Test
Sebagai instrumen pengumupul data tes adalah
serangkaian pertanyaan atau latihan yang digunakan
untuk mengukur keterampilan pengetahuan, inteligensia,
kemampuan, bakat yang dimiliki individu atau
kelompok.
Macam-macam tes:
Tes kepribadian
Tes bakat
Tes prestasi
Tes inteligensia
Tes sikap
Dokumentasi
Ditujukan untuk memperoleh data langsung
dari tempat penelitian, meliputi: buku,
peraturan, laporan kegiatan, foto, film
dokumenter, dan data yang relevan.
Uji Validitas
Esensinya : akurasi
Suatu instrumen dikatakan valid jika dapat mengukur
apa yg harus diukur dan mengukur apa yang
seharusnya diukur atau dapat mengukur construct
sesuai harapan peneliti.
Suatu skala pengukuran tidak valid maka ia tidak
bermanfaat bagi peneliti karena tidak mengukur atau
melakukan apa yang seharusnya dilakukan.
Misal:
Yang ingin diukur adalah kepuasan terhadap tugas
Yng terukur kepuasan terhadap pimpinan maka tidak valid
3 pendekatan pengukuran validitas:
Validitas isi : validitas suatu instrumen ditentukan oleh isi
alat pengukur mewakili semua aspek kerangka konsep.
validitas hubungan kriteria: sebuah ukuran membedakan
individual pada criteria yang akan diperkirakan
Validitas konstruk: bila terdapat konsistensi antara
komponen konstruk yang satu dengan linnya maka konstruk
tersebut memiliki validitas yang tinggi.
Validitas prediktif: Prediktive validity menunjukan
kemampuan sebuah instrumen pengukuran dalam
membedakan individu dalam criteria masa depan.
Validitas eksternal: penggunaan alat pengukur lainnya
memiliki korelasi yg tinggi dan signifikan maka alat tersebut
memiliki validitas yang tinggi.
Validitas rupa
Validitas budaya
Validitas isi
Validitas isi memastikan bahwa ukuran telah cukup
memasukkan sejumlah item yang representative
dalam menyusun sebuah konsep.
Validitas isi merupakan sebuah fungsi yang
menunjukkan seberapa baik dimensi dan elemen
sebuah konsep digambarkan.
Validitas konstruk
3 cara mencari konstruk (kerangka konsep)
Mencari definisi dr para ahli dalam literatur
Penelitian harus mendefinisikan sendiri
Menanyakan definisi kinsep kepada calon
responden.
Content (Face) validity
Jika instrumen memilki butir-butir pertanyaan yang
memadai dan representatif untuk mengukur construct
sesuai dg harapan peneliti.
Suatu instrumen memiliki face validity jika menurut
penilaian subyektif di antara para profesional bahwa
instrumen tersebut logis dan refleksi akurat dari sesuatu
yang harus diukur
Contoh:
berapa jumlah anak yang anda miliki?
Validitas yang berkaitan dengan
criteria (Criterion‐related Validity)
Validitas yang berkaitan dengan criteria terjadi ketika sebuah
ukuran membedakan individual pada criteria yang akan
diperkirakan.
Hal ini dapat dilakukan dengan menetapkan concurrent validity
atau prediktive validity.
Concurrent validity terjadi ketika skala yang ditetapkan dapat
membedakan individual yang telah diketahui berbeda,sehingga
skor untuk masing‐masing instrument harus berbeda.
Konsep pengukuran yang menguji tingkat akurasi dari instrumen
Diperoleh dengan menghitung koefisien korelasi antara skor dari
satu instrumen baru dengan instrumen lainnya yang memiliki
kriteria relevan
Jika korelasinya tinggi maka validitas tinggi
Dua Jenis Criterion related validity
Concurent related validity
predictive Validity
Concurent related validity, jika pengukuran 2
instrumen baru dan lainnya dg kriteria relevan
dilakukan pada waktu bersamaan.
predictive Validity:
pengukuran 2 instrumen dg kriteria relevan
dilakukan pada saat yang berbeda.
Pengukuran instrumen baru sebelum pengukuran
instrumen lainnya yang memiliki kriteria yang relevan.
Construct Validity
Konsep pengukuran validitas dengan cara
menguji apakah suatu instrumen mengukur
construct sesuai dengan yg diharapkan.
Ada 2 cara pengujian Construct Validity
Convergent validity: dimana validitas suatu
instrumen ditentukan berdasarkan konvergensinya
dengan instrumen lain yan sejenis dalam mengukur
construct.
Discriminant validity: dimana validitas suatu
instrumen ditentukan berdasarkan rendahnya
korelasi dengan instrumen lain yang digunakan
untuk mengukur construct lainnya.
Uji Reliabilitas
1.
2.
3.
Ide dasar konsep : konsistensi data yg
dikumpulkan
Evaluasi instrumen penelitian berdasarkan
perspektif dan teknik yang berbeda.
Pengukurannya indeks numerik: koefisien
Diukur melalui 3 pendekatan:
Koefisien stabilitas
Koefisien ekuivalensi
Reliabilitas konsistensi internal
Koefisien stabilitas
1.
2.
3.
4.
Penelitian menggunakan data primer setidaknya terkait
4 hal:
Subyek yang diteliti
Construct yg diukur
Instrumen pengukur
Saat pengukur
Stabilitas jawaban responden dari waktu ke waktu
adalah dengan menghitung koefisien korelasi dari skor
jawaban dengan instrumen yang sama pada saat yang
berbeda.
Proses pengujian dikenal dengan test-retest reliability
Metode test-retest pearson correlation (SPSS)
Koefisien ekuivalensi
Disebut juga alternate forms reliability: menekankan
pada bentuk instrumen, subyek penelitian, construct
dan saat pengukurannya sama
Menguji korelasi skor jawaban responden untuk
mengetahui koefisien ekuivalensi antara skor jawaban
dengan menggunakan instrumen pengukuran yang
berbeda.
Reliabilitas Konsistensi Internal
Pengujian konsistensi internal yang dimiliki
oleh suatu instrumen.
Konsep reliabilitas menurut pendekatan ini
adalah konsistensi antara butir pertanyaan
atau pernyataan suatu instrumen.
Tingkat keterkaitan antar butir pertanyaan
atau pernyataan dalam instrumen mengukur
construct tertentu menunjukkan tingkat
reliabiitas konsistensi internal instrumen yang
bersangkutan
Tiga macam teknik yang digunakan
Split haf reliabiity coefficient
Kuder Richardson
Cronbach’s Alpha
Kemungkinan hubungan antara
validitas dan reliabilitas:
Reliabiel tapi kurang valid
Instrumen mengukur laba perusahaan digunakan untuk
mengukur kinerja pada perusahaan yang sama ternyata
hasilnya sama jika menggunakan instrumen mengukur
kinerja perusahaan.
Valid tapi tidak reliabel
Instrumen mengukur kinerja perusahaan dengan
menghitung laba perusahaan (valid krn laba merupakan
salah satu indikator kinerja)
Instrumen tersebut digunakan 2 kali pada perusahaan yang
sama ternyata hasil berbeda signifikan ( kesimpulan bisa
bias)
Valid dan reliabel
Instrumen tersebut digunakan 2 kali pada perusahaan yang
sama ternyata hasil sama( kesmpulan tepat dan benar)

sumber, metode, dan instrumen pengumpulan data

  • 1.
    SUMBER, METODE, DAN INSTRUMEN PENGUMPULAN DATA Oleh :Ever Dethab-SoE EVER DETHAN-SOE-NTTEVER DETHAN-SOE-NTT
  • 2.
    Sumber Data primer :data yang dihimpun langsung oleh peneliti pada sumber data melalui wawancara, FGD, dll sekunder : data yang dihimpun dari pihak lain atau literatur/pustaka
  • 3.
    Metode dan Instrumen Metodepengumpulan data : teknik atau cara yang digunakan peneliti untuk mendapatkan data. Metode : abstrak Konkritnya, melalui: Angket Wawancara Pengamatan Ujian (tes) Dokumentasi, dll Peneliti dapat menggunakan gabungan tergantung masalah yg dihadapi
  • 4.
    Instrumen pengumpulan data Alatbantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam kegiatannya mengumpulkan data agar sistematis dan mudah mendapatkannya. Contohnya: Angket (questionaire) Daftar cocok (check list) Skala (scale) Pedoman wawancara (interview guide/schedule) Lembar/panduan pengamatan (observation sheet/ schedule) Soal ujian (test) Inventory, dll
  • 5.
    Metode dan instrumenpengumpulan data no Jenis metode Jenis istrumen 1 angket Angket (questionaire) Daftar cocok (check list) Skala (scale) Inventory 2 wawancara Pedoman wawancara Daftar cocok 3 Pengamatan Lembar pengamatan Panduan pengamatan Panduan observasi Daftar cocok 4 Ujian Soal ujian inventori 5 Dokmentasi Daftar cocok tabel
  • 6.
    Angket Adalah Daftar pertanyaanyg diberikan kepada orang lain yg bersedia memberikan respons(responden) sesuai dengan permintaan pengguna. Tujuan: Mencari informasi yang lengkap mengenai suatu masalah dari responden tanpa merasa kuatir jawaban tidak sesuai dengan kenyataan. Responden mengetahui infromasi yang diminta
  • 7.
    Jenis angket 1. Angketterbuka (tidak berstruktur): sederhana sehingga responden memberikan isian sesuai dengan kehendak dan keadaannya. Keuntungannya: Bagi responden: mengisi sesuai dengan keinginan dan keadaan yang dialaminya Bagi peneliti : mendapatkan data yg bervariasi bukan hanya yg sudah disajikan karena sudah diasumsikan oleh peneliti No Tingkat pendidikan Tempat Tahun kelulusan 1. 2. 3.
  • 8.
    2. Angket tertutup(angket berstruktur) Adalah angket yang disajikan dalam bentuk sedemikian rupa sehingga responden diminta ntuk memilih satu jawaban sesuai dengan karakteristik dirinya (tanda (x)/(√)) Contoh: beri tanda checklist Apakah saudara termasuk dosen yang aktif menulis Ya ( ) Tidak ( ) Jika ya, sudah berapa buku yang saudara tulis dan terbitkan
  • 9.
    checklist Adalah suatu daftaryang berisi subyek dan aspek-aspek yg diamati. Checklist dapat menjamin bahwa peneliti dapat mencatat setiap kejadian sekescil apapun yg dianggap penting. Contoh: beri tanda check (√) Kesiapan Manajemen berbasis sekolan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan No Pernyataan ALTERNATIF JAWABAN 4 3 2 1 S CS KS BS A. ORGANISASI 1 Pedoman pembuatan struktur organisasi dewan sekolah telah disosialisaikan √ 2 Dinas telah memiliki data sejumlah sekolah yg telah memiliki struktur dewan sekolah √ 4 = Siap (S) 3 = Cukup Siap (CS) 2 = Kurang Siap (KS) 1 = Belum Siap (BS)
  • 10.
    Wawancara Adalah suatu carapengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh informasi langsung dari sumbernya. Digunakan untuk mengetahui informasi dr responden secara mendalam serta jumlah responden sedikit. Faktor yang mempengaruhi arus informasi dalam wawancara: Pewawancara : pertanyaan jelas, mudah dipahami, mencatat semua informasi. Responden: informasi jelas dan lengkap, selaras dg pewawancara Pedoman wawancara: daftar pertanyaan Situasi wawancara: waktu dan tempat wawancara
  • 11.
    Berdasarkan sifat pertanyaan,wawancara dibedakan atas: Wawancara terpimpin: menurut daftar pertanyaan Wawancara bebas: tanya jawab bebas dimana tujuan penelitian sebagai pedoman Wawancara bebas terpimpin: kombinasi
  • 12.
    Pengamatan (observasi) yaitu melakukanpengmatan secara langsung ke obyek penelitian untuk kegiatan dari dekat. Sangat baik pada obyek penelitian: perilaku, tindakan manusia, fenomena ala, proses kerja, dan sedikit responden. Catatan anekdot: catatan rangkaian peristiwa tanpa mengikuti aturan tertentu
  • 13.
    Test Sebagai instrumen pengumupuldata tes adalah serangkaian pertanyaan atau latihan yang digunakan untuk mengukur keterampilan pengetahuan, inteligensia, kemampuan, bakat yang dimiliki individu atau kelompok. Macam-macam tes: Tes kepribadian Tes bakat Tes prestasi Tes inteligensia Tes sikap
  • 14.
    Dokumentasi Ditujukan untuk memperolehdata langsung dari tempat penelitian, meliputi: buku, peraturan, laporan kegiatan, foto, film dokumenter, dan data yang relevan.
  • 15.
    Uji Validitas Esensinya :akurasi Suatu instrumen dikatakan valid jika dapat mengukur apa yg harus diukur dan mengukur apa yang seharusnya diukur atau dapat mengukur construct sesuai harapan peneliti. Suatu skala pengukuran tidak valid maka ia tidak bermanfaat bagi peneliti karena tidak mengukur atau melakukan apa yang seharusnya dilakukan. Misal: Yang ingin diukur adalah kepuasan terhadap tugas Yng terukur kepuasan terhadap pimpinan maka tidak valid
  • 16.
    3 pendekatan pengukuranvaliditas: Validitas isi : validitas suatu instrumen ditentukan oleh isi alat pengukur mewakili semua aspek kerangka konsep. validitas hubungan kriteria: sebuah ukuran membedakan individual pada criteria yang akan diperkirakan Validitas konstruk: bila terdapat konsistensi antara komponen konstruk yang satu dengan linnya maka konstruk tersebut memiliki validitas yang tinggi. Validitas prediktif: Prediktive validity menunjukan kemampuan sebuah instrumen pengukuran dalam membedakan individu dalam criteria masa depan. Validitas eksternal: penggunaan alat pengukur lainnya memiliki korelasi yg tinggi dan signifikan maka alat tersebut memiliki validitas yang tinggi. Validitas rupa Validitas budaya
  • 17.
    Validitas isi Validitas isimemastikan bahwa ukuran telah cukup memasukkan sejumlah item yang representative dalam menyusun sebuah konsep. Validitas isi merupakan sebuah fungsi yang menunjukkan seberapa baik dimensi dan elemen sebuah konsep digambarkan.
  • 18.
    Validitas konstruk 3 caramencari konstruk (kerangka konsep) Mencari definisi dr para ahli dalam literatur Penelitian harus mendefinisikan sendiri Menanyakan definisi kinsep kepada calon responden.
  • 19.
    Content (Face) validity Jikainstrumen memilki butir-butir pertanyaan yang memadai dan representatif untuk mengukur construct sesuai dg harapan peneliti. Suatu instrumen memiliki face validity jika menurut penilaian subyektif di antara para profesional bahwa instrumen tersebut logis dan refleksi akurat dari sesuatu yang harus diukur Contoh: berapa jumlah anak yang anda miliki?
  • 20.
    Validitas yang berkaitandengan criteria (Criterion‐related Validity) Validitas yang berkaitan dengan criteria terjadi ketika sebuah ukuran membedakan individual pada criteria yang akan diperkirakan. Hal ini dapat dilakukan dengan menetapkan concurrent validity atau prediktive validity. Concurrent validity terjadi ketika skala yang ditetapkan dapat membedakan individual yang telah diketahui berbeda,sehingga skor untuk masing‐masing instrument harus berbeda. Konsep pengukuran yang menguji tingkat akurasi dari instrumen Diperoleh dengan menghitung koefisien korelasi antara skor dari satu instrumen baru dengan instrumen lainnya yang memiliki kriteria relevan Jika korelasinya tinggi maka validitas tinggi Dua Jenis Criterion related validity Concurent related validity predictive Validity
  • 21.
    Concurent related validity,jika pengukuran 2 instrumen baru dan lainnya dg kriteria relevan dilakukan pada waktu bersamaan. predictive Validity: pengukuran 2 instrumen dg kriteria relevan dilakukan pada saat yang berbeda. Pengukuran instrumen baru sebelum pengukuran instrumen lainnya yang memiliki kriteria yang relevan.
  • 22.
    Construct Validity Konsep pengukuranvaliditas dengan cara menguji apakah suatu instrumen mengukur construct sesuai dengan yg diharapkan. Ada 2 cara pengujian Construct Validity Convergent validity: dimana validitas suatu instrumen ditentukan berdasarkan konvergensinya dengan instrumen lain yan sejenis dalam mengukur construct. Discriminant validity: dimana validitas suatu instrumen ditentukan berdasarkan rendahnya korelasi dengan instrumen lain yang digunakan untuk mengukur construct lainnya.
  • 23.
    Uji Reliabilitas 1. 2. 3. Ide dasarkonsep : konsistensi data yg dikumpulkan Evaluasi instrumen penelitian berdasarkan perspektif dan teknik yang berbeda. Pengukurannya indeks numerik: koefisien Diukur melalui 3 pendekatan: Koefisien stabilitas Koefisien ekuivalensi Reliabilitas konsistensi internal
  • 24.
    Koefisien stabilitas 1. 2. 3. 4. Penelitian menggunakandata primer setidaknya terkait 4 hal: Subyek yang diteliti Construct yg diukur Instrumen pengukur Saat pengukur Stabilitas jawaban responden dari waktu ke waktu adalah dengan menghitung koefisien korelasi dari skor jawaban dengan instrumen yang sama pada saat yang berbeda. Proses pengujian dikenal dengan test-retest reliability Metode test-retest pearson correlation (SPSS)
  • 25.
    Koefisien ekuivalensi Disebut jugaalternate forms reliability: menekankan pada bentuk instrumen, subyek penelitian, construct dan saat pengukurannya sama Menguji korelasi skor jawaban responden untuk mengetahui koefisien ekuivalensi antara skor jawaban dengan menggunakan instrumen pengukuran yang berbeda.
  • 26.
    Reliabilitas Konsistensi Internal Pengujiankonsistensi internal yang dimiliki oleh suatu instrumen. Konsep reliabilitas menurut pendekatan ini adalah konsistensi antara butir pertanyaan atau pernyataan suatu instrumen. Tingkat keterkaitan antar butir pertanyaan atau pernyataan dalam instrumen mengukur construct tertentu menunjukkan tingkat reliabiitas konsistensi internal instrumen yang bersangkutan
  • 27.
    Tiga macam teknikyang digunakan Split haf reliabiity coefficient Kuder Richardson Cronbach’s Alpha
  • 28.
    Kemungkinan hubungan antara validitasdan reliabilitas: Reliabiel tapi kurang valid Instrumen mengukur laba perusahaan digunakan untuk mengukur kinerja pada perusahaan yang sama ternyata hasilnya sama jika menggunakan instrumen mengukur kinerja perusahaan. Valid tapi tidak reliabel Instrumen mengukur kinerja perusahaan dengan menghitung laba perusahaan (valid krn laba merupakan salah satu indikator kinerja) Instrumen tersebut digunakan 2 kali pada perusahaan yang sama ternyata hasil berbeda signifikan ( kesimpulan bisa bias) Valid dan reliabel Instrumen tersebut digunakan 2 kali pada perusahaan yang sama ternyata hasil sama( kesmpulan tepat dan benar)