Materi 10
validitas dan realibilitas
VALIDITAS
Validitas
• Istilah validitas (validity) dipakai berkaitan dengan hasil pengukuran atau pengamatan, sedang istilah
reliabilitas (reliability) dipakai berkaitan dengan alat yang dipakai untuk melakukan pengukuran (alat ukur
atau instrumen pengumpulan data)
• Validitas atau tingkat ketepatan adalah tingkat kemampuan instrumen penelitian untuk mengungkapkan
data sesuai dengan masalah yang hendak diungkapkannya. Dari sudut instrumen, pengukuran adalah
kemampuan instrumen penelitian untuk mengukur apa yang hendak diukur secara tepat dan benar.
• Validitas berarti juga bahwa instrumen penelitian merupakan bukti kemampuannya dalam mengungkapkan
sesuatu atau yang diukur atau diamati oleh peneliti, sesuai dengan apa yang sesungguhnya ada dalam
kenyataan.
• Menunjukkan sejauhmana suatu alat (instrumrn) mengukur apa yang seharusnya diukur (Ghiselli, 1981).
Sementara itu Azwar (2000) mengartikan validitas sebagai sejauhmana ketepatan dan kecermatan suatu
alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya. Isaac dan Michael (1981) menjelaskan bahwa informasi validitas
menunjukkan tingkat dari kemampuan test untuk mencapai sasarannya. Dengan demikian validitas
mengukur ketepatan (akurasi).
JENIS UJI VALIDITAS DATA
• Validitas Rupa (Face Validity) : Validitas rupa adalah validitas yang
menunjukkan apakah alat pengukur/instrumen penelitian dari segi rupanya
nampak mengukur apa yang ingin diukur, vaiditas ini lebih mengacu pada
bentuk dan penampilan instrumen.
• Validitas isi (Content Validity) : Validitas isi berkaitan dengan kemampuan
suatu instrumen mengukur isi (konsep) yang harus diukur. Ini berarti bahwa
suatu alat ukur mampu mengungkap isi suatu konsep atau variabel yang
hendak diukur. bahwa validitas isi berbeda dengan validitas rupa yang kurang
menggunakan analisis logis yang sistematis, lebih lanjut bahwa sebuah
instrumen yang punya validitas isi biasanya juga mempunyai validitas rupa,
sedang keadaan sebaliknya belum tentu benar.
• Validitas Kriteria (Criterion Validity) : Validitas kriteria adalah validasi suatu
instrumen dengan membandingkannya dengan instrumen pengukuran
lainnya yang sudah valid dan reliabel dengan cara mengkorelasikannya, bila
korelasinya signifikan maka instrumen tersebut mempunyai validitas kriteria.
Terdapat dua bentuk Validitas kriteria yaitu :
a. Validitas konkuren (Concurrent validity) adalah kemampuan suatu
instrumen pengukuran untuk mengukur gejala tertentu pada saat sekarang
kemudian dibandingkan dengan instrumen pengukuran lain untuk konstruk
yang sama.,
b. Validitas ramalan (Predictive validity). Validitas ramalan adalah
kemampuan suatu instrumen pengukuran memprediksi secara tepat
dengan apa yang akan terjadi di masa datang.
• Validitas Konstruk (Construct Validity) : Konstruk adalah kerangka dari suatu
konsep, validitas konstruk adalah validitas yang berkaitan dengan kesanggupan
suatu alat ukur dalam mengukur pengertian suatu konsep yang diukurnya.
Dalam uraian validitas yang telah diuraikan diatas, maka uji validitas
dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
• UJi ini sebenarnya untuk melihat kelayakan butir-butir pertanyaan
dalam kuesioner tersebut dapat mendefinisikan suatu variabel.
• Daftar pertanyaan ini pada umumnya untuk mendukung suatu
kelompok variabel tertentu.
• Uji validitas dilakukan setiap butir soal. Hasilnya dibandingkan
dengan r tabel | df = n – k dengan tingkat kesalahan 0,05.
• Jika r tabel < r hitung, maka butir soal pertanyaan disebut valid.
rhitung =
Keterangan:
r = koefisien pearson’s product moment
N = jumlah individu dan sampel
X = angka mentah untuk variabel X
Y = angka mentah untuk variabel Y
∑ = jumlah
rTabel = DF : n – k ; sig. 5%
rtabel < rhitung = soal pertanyaan valid
•VALIDITAS.
• Validitas Eksternal
Bila data yang dicapai dapat digeneralisasi kesemua objek, situasi dan waktu yang berbeda.
1. Pemilihan sampel yang tidak bias.
2. Jumlah Sampel besar
3. Melibatkan banyak situasi
4. Periode waktu yang relatif panjang
• Validitas Internal
digunakan untuk menjawab pertanyaan apakah penelitian sudah menggunakan konsep yang
seharusnya (actually).
1. Content Validity
2. Criterion-related validity
3. Construct validity
Validitas internal biasanya membantu mengatasi kelemahan validitas eksternal.
Content Validity
• Face Validity.
Jika instrumen yang digunakan dianggap cukup mencakup topik yang sudah didefinisikan sebagai dimensi dan elemen yang
menggambarkan konsepnya.
Mis: imej perusahaan dengan dimensi opini masyarakat atas tanggung jawab sosialnya.
untuk mengukur validitas instrumen ini biasanya menggunakan judgement ahli (panel evaluation).
Criterion-related validity
Digunakan untuk mengukur perbedaan-perbedaan individual berdasarkan kriteria yang digunakan.
• Validitas concurent (serentak) terjadi ketika skala yang ditetapkan dapat membedakan individual yang telah diketahui
berbeda sehingga skor utk masing-masing instrumen seharusnya juga berbeda. Diukur dengan koef korelasi hasil uji
kelompok yang berbeda harus menunjukkan korelasi yang rendah.
• Validitas Predictive, menunjukkan kemampuan instrumen membedakan individu dalam kriteria masa depan.diukur dengan
koef korelasi antara skor instrumen pengukur dengan skor hasil masadepan yang seharusnya tinggi.
Construct validity
Menunjukkan seberapa baik hasil yang diperoleh dari penggunaan instrumen sesuai dengan teori yang digunakan untuk
mendefinisikan suatu konstruk.
• Validitas konvergen terjadi ketika skor yang dihasilkan oleh dua buah instrumen yang mengukur konsep yang sama memiliki
korelasi yang tinggi. Diukur dengan tingginya koef korelasi dua instrumen.
• Validitas diskriminan terjadi ketika berdasar teori dua buah variabel diperkirakan tidak berkorelasi dan skor hasil
menunjukkan hal yang sama. Diukur dengan analisis faktor.
Goodness
Reliabilitas
Validitas
Stabilitas
Konsistensi
Test-retest
reliability
Pararel Form
reliability
Interitem consis
Tency reliability
Split half
Validitas
Isi
Validitas
muka
Validitas
Dg kriteria
Validitas
Prediktif
Validitas
Concurent
Validitas
Konstruk
Validitas
Convergen
Validitas
Diskriminan
Validitas
Internal
Validitas
Eksternal
RELIABILITAS
2. RELIABILITAS
Seberapa besar variasi tidak sistematik dari penjelasan kuantitatif dari
karakteristik individu jika individu yang sama diukur berkali kali (Ghiseli, 1981).
Ukuran yang menunjukkan stabilitas dan konsistensi suatu instrumen yang
mengukur suatu konsep dan berguna untuk mengukur kebaikan (goodness) dari
suatu pengukur (Sekaran, 2003).
Dengan demikian reliabilitas pada dasarnya adalah sejauh mana hasil suatu
pengukuran dapat dipercaya. Kepercayaan itu dalam bentuk keandalan
instrumen yaitu konsistensi hasil dari waktu kewaktu jika suatu instrumen
digunakan pada subjek.
Reliabilitas
• Reliabilitas atau tingkat ketetapan (consistency atau keajegan) adalah tingkat kemampuan instrumen penelitian untuk mengumpulkan data secara tetap
dari sekelompok sampel.
• Instrumen yang memiliki tingkat reliabilitas tinggi cenderung menghasilkan data yang sama tentang suatu variabel atau unsur-unsurnya, jika diulangi pada
waktu yang berbeda pada kelompok sampel yang sama
• Reliabilitas alat ukur digunakan untuk mengetahui sejauh mana suatu alat ukur dapat diandalkan. Kemudian dalam penelitian ini, uji reliabilitas dilakukan
dengan cara test-retest. Hal tersebut dilakukan agar dapat mengetahui apakah penelitian ini telah valid dan memiliki hasil yang terus konsisten.
• Pengujian reabilitas instrumen dapat dilakukan secara eksternal maupun internal. Secara eksternal pengujian dapat dilakukan dengan test-retest (stability),
equivalent, dan gabungan keduanya.
• Setiap pengukuran atau deretan pengukuran dapat termasuk dalam klasifikasi :
1. neither valid nor reliable (tidak valid dan tidak reliabel)
2. valid but not reliable (valid tetapi tidak reliabel)
3. reliable but not valid (reliabel tetapi tidak valid)
4. valid and reliable (valid dan reliabel)
• Dalam hal ini kita menyadari bahwa alat ukur dan hasil pengukuran berkaitan atau merupakan satu kesatuan, sehingga kriteria validitas dan reliabilitas
tidak dapat berdiri sendiri. Dan, kita selalu berusaha untuk membuat atau memakai alat ukur yang terpecaya (reliable) dengan hasil pengukuran yang valid.
• Dalam penelitian ini, uji reliabilitas dapat dilakukan dengan metode Alpha-Cronbach dengan bantuan program SPSS
Keterangan :
r : Koefisien Reliabilitas Instrumen (Alpha-Cronbach)
k : Banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal
: Total Varians Butir
: Total Varians
Alpha Tingkat Reliabilitas
0,00 s.d 0,20 Kurang reliable
0,20 s.d 0,40 Agak reliable
0,40 s.d 0,60 Cukup reliable
0,60 s.d 0,80 reliable
0,80 s.d 1,00 Sangat reliable
Tingkat Reliabilitas Alpha-Cronbach
RELIABILITAS
1. Stabilitas
• Teknik Paralel (parallel form)
Pada teknik ini kita membagi kuesioner kepada responden yang intinya sama akan tetapi menggunakan kalimat yang berbeda:
Misalnya:
• Apakah menurut saudara harga tiket di kereta ini tidak mahal ?
• Apakah harga di kereta ini telah sesuai dengan pelayanan yang saudara terima ?
• Teknik Ulang (double test / test pretest)
Pada teknik ini kita membagi kuesioner yang sama pada waktu yang berbeda.
Misalnya:
• Pada minggu I ditanyakan: Bagaimana tanggapan saudara terhadap kualitas dosen di Universitas Calibakal ?
• Pada minggu III ditanyakan: Ditanyakan lagi pada responden yang sama dengan pertanyaan yang sama.
2. Konsistensi
• Inter-item consistency, adalah konsistensi jawaban responden atas semua item quest instrument diukur dengan korelasi yang tinggi antara masing-masing
quest.
• Split-half reliability, menunjukkan korelasi antar dua bagian quest. diukur dengan koef korelasi yang tinggi dari dua kelompok tersebut.
3. Validitas
- External : dapat digeneralisasi (bila diterpakan pada orang, setting dan waktu yang berbeda).
- Internal : apakah test tersebut benar-benar mengukur apa yang seharusnya diukur.
-
Content Validity : Seberapa jauh alat tersebut meliputi atas topik yang diriset
Content Validity : Seberapa jauh alat tersebut meliputi atas topik yang diriset
Criterion-Related Validity : Seberapa suksesnya pengukuran memprediksi atau mengestimasi.
Construct Validity : Apa teorinya bermakna, lihat apakah instrumennya adequate untuk mengukur
Langkah dalam melakukan uji validitas dan reliabilitas internal
adalah sebagai berikut:
1. Cobalah item di lapangan kepada paling sedikit 30 orang responden (batas
sampel besar dalam statistik)
2. Tabulasi data yang telah masuk
3. Ujilah validitas dan reliabilitasnya
• Uji validitas dilakukan dengan mengkorelasikan skor item dengan skor total.
• Korelasi Rank Spearman jika data yang diperoleh adalah data ordinal,
• sedangkan jika data yang diperoleh data interval kita bisa menggunakan korelasi Product Moment.
• Sedangkan uji reliabilitas yang paling sering digunakan adalah uji, Cronbach Alpha, Hoyt dan Spearman
Brown
Contoh hasil uji validitas Contoh hasil uji validitas
• Validitas concurent (serentak)
Berikut hasil uji suatu instrumen terhadap dua kelompok
mahasiswa yang kehadiran kuliah baik dan kurang baik tentang
imej mereka terhadap perusahaan:
Validitas prediktif.
Berikut hasil uji suatu instrumen terhadap
karyawan pada saat masuk dan setelah bekerja
Correlations
1 .852**
. .002
10 10
.852** 1
.002 .
10 10
Pearson Correlation
Sig. (2-tailed)
N
Pearson Correlation
Sig. (2-tailed)
N
seleksi
kerja
seleksi kerja
Correlation is significant at the 0.01 level
(2-tailed).
**.
Validitas konvergen
Berikut output uji korelasi
Validitas diskriminan
“Pengaruh Komunikasi Internal Terhadap Suasana Kerja”.
Praktek spss & excel
Validitas by SPSS
Analisa :
Dari hasi analisis korelasi antara masing-masing skor pertanyaan, hasil
yang bisa diperoleh adalah :
1. Koefisien korelasi dari butir pertanyaan ke 1 sampai butir
pertanyaan ke – sekian dengan skor untuk masing-masing total
pertanyaan adalah signifikan secara statistik.
2. Dengan semua butir pertanyaan yang berkorelasi “POSITIF”
dengan variabel 001 dst dengan variabel “total”, maka
kesimpulan yang bisa diambil adalah kuesioner terssebut memiliki
instrument pertanyaan yang valid karena nilai yang diperoleh
diatas 0.3 yaitu : 0.559 ; 0.552; 0.354; 0.522
3. Beberapa buku menggunakan korelasi diatas 0.3 tetapi ada juga
yang menentukan nilai korelasi diatas 0.5. batas keduanya diakui
dan diterima
Valid
Valid
Valid
Valid
RELIABILITAS by SPSS
Analisa :
Dari hasil SPSS didapat Cronbarch Alpha 0.667:
1. Hasil jawaban responden dapat dikatakan reliable karena lebih besar dari 0.6
sehingga instrumen penelitian dikatakan reliable.
2. Catatan : ada beberapa buku yang menggunakan batas nilai reliabilitas diatas 0.6,
tetapi ada juga yang menentukan nilai reliabilitas diatas 0.7 batas keduanya diakui
dan diterima

PERTEMUAN 2 - materi 10 OK.pptx

  • 1.
  • 2.
  • 3.
    Validitas • Istilah validitas(validity) dipakai berkaitan dengan hasil pengukuran atau pengamatan, sedang istilah reliabilitas (reliability) dipakai berkaitan dengan alat yang dipakai untuk melakukan pengukuran (alat ukur atau instrumen pengumpulan data) • Validitas atau tingkat ketepatan adalah tingkat kemampuan instrumen penelitian untuk mengungkapkan data sesuai dengan masalah yang hendak diungkapkannya. Dari sudut instrumen, pengukuran adalah kemampuan instrumen penelitian untuk mengukur apa yang hendak diukur secara tepat dan benar. • Validitas berarti juga bahwa instrumen penelitian merupakan bukti kemampuannya dalam mengungkapkan sesuatu atau yang diukur atau diamati oleh peneliti, sesuai dengan apa yang sesungguhnya ada dalam kenyataan. • Menunjukkan sejauhmana suatu alat (instrumrn) mengukur apa yang seharusnya diukur (Ghiselli, 1981). Sementara itu Azwar (2000) mengartikan validitas sebagai sejauhmana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya. Isaac dan Michael (1981) menjelaskan bahwa informasi validitas menunjukkan tingkat dari kemampuan test untuk mencapai sasarannya. Dengan demikian validitas mengukur ketepatan (akurasi).
  • 4.
    JENIS UJI VALIDITASDATA • Validitas Rupa (Face Validity) : Validitas rupa adalah validitas yang menunjukkan apakah alat pengukur/instrumen penelitian dari segi rupanya nampak mengukur apa yang ingin diukur, vaiditas ini lebih mengacu pada bentuk dan penampilan instrumen. • Validitas isi (Content Validity) : Validitas isi berkaitan dengan kemampuan suatu instrumen mengukur isi (konsep) yang harus diukur. Ini berarti bahwa suatu alat ukur mampu mengungkap isi suatu konsep atau variabel yang hendak diukur. bahwa validitas isi berbeda dengan validitas rupa yang kurang menggunakan analisis logis yang sistematis, lebih lanjut bahwa sebuah instrumen yang punya validitas isi biasanya juga mempunyai validitas rupa, sedang keadaan sebaliknya belum tentu benar. • Validitas Kriteria (Criterion Validity) : Validitas kriteria adalah validasi suatu instrumen dengan membandingkannya dengan instrumen pengukuran lainnya yang sudah valid dan reliabel dengan cara mengkorelasikannya, bila korelasinya signifikan maka instrumen tersebut mempunyai validitas kriteria. Terdapat dua bentuk Validitas kriteria yaitu : a. Validitas konkuren (Concurrent validity) adalah kemampuan suatu instrumen pengukuran untuk mengukur gejala tertentu pada saat sekarang kemudian dibandingkan dengan instrumen pengukuran lain untuk konstruk yang sama., b. Validitas ramalan (Predictive validity). Validitas ramalan adalah kemampuan suatu instrumen pengukuran memprediksi secara tepat dengan apa yang akan terjadi di masa datang. • Validitas Konstruk (Construct Validity) : Konstruk adalah kerangka dari suatu konsep, validitas konstruk adalah validitas yang berkaitan dengan kesanggupan suatu alat ukur dalam mengukur pengertian suatu konsep yang diukurnya. Dalam uraian validitas yang telah diuraikan diatas, maka uji validitas dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: • UJi ini sebenarnya untuk melihat kelayakan butir-butir pertanyaan dalam kuesioner tersebut dapat mendefinisikan suatu variabel. • Daftar pertanyaan ini pada umumnya untuk mendukung suatu kelompok variabel tertentu. • Uji validitas dilakukan setiap butir soal. Hasilnya dibandingkan dengan r tabel | df = n – k dengan tingkat kesalahan 0,05. • Jika r tabel < r hitung, maka butir soal pertanyaan disebut valid. rhitung = Keterangan: r = koefisien pearson’s product moment N = jumlah individu dan sampel X = angka mentah untuk variabel X Y = angka mentah untuk variabel Y ∑ = jumlah rTabel = DF : n – k ; sig. 5% rtabel < rhitung = soal pertanyaan valid
  • 5.
    •VALIDITAS. • Validitas Eksternal Biladata yang dicapai dapat digeneralisasi kesemua objek, situasi dan waktu yang berbeda. 1. Pemilihan sampel yang tidak bias. 2. Jumlah Sampel besar 3. Melibatkan banyak situasi 4. Periode waktu yang relatif panjang • Validitas Internal digunakan untuk menjawab pertanyaan apakah penelitian sudah menggunakan konsep yang seharusnya (actually). 1. Content Validity 2. Criterion-related validity 3. Construct validity Validitas internal biasanya membantu mengatasi kelemahan validitas eksternal.
  • 6.
    Content Validity • FaceValidity. Jika instrumen yang digunakan dianggap cukup mencakup topik yang sudah didefinisikan sebagai dimensi dan elemen yang menggambarkan konsepnya. Mis: imej perusahaan dengan dimensi opini masyarakat atas tanggung jawab sosialnya. untuk mengukur validitas instrumen ini biasanya menggunakan judgement ahli (panel evaluation). Criterion-related validity Digunakan untuk mengukur perbedaan-perbedaan individual berdasarkan kriteria yang digunakan. • Validitas concurent (serentak) terjadi ketika skala yang ditetapkan dapat membedakan individual yang telah diketahui berbeda sehingga skor utk masing-masing instrumen seharusnya juga berbeda. Diukur dengan koef korelasi hasil uji kelompok yang berbeda harus menunjukkan korelasi yang rendah. • Validitas Predictive, menunjukkan kemampuan instrumen membedakan individu dalam kriteria masa depan.diukur dengan koef korelasi antara skor instrumen pengukur dengan skor hasil masadepan yang seharusnya tinggi. Construct validity Menunjukkan seberapa baik hasil yang diperoleh dari penggunaan instrumen sesuai dengan teori yang digunakan untuk mendefinisikan suatu konstruk. • Validitas konvergen terjadi ketika skor yang dihasilkan oleh dua buah instrumen yang mengukur konsep yang sama memiliki korelasi yang tinggi. Diukur dengan tingginya koef korelasi dua instrumen. • Validitas diskriminan terjadi ketika berdasar teori dua buah variabel diperkirakan tidak berkorelasi dan skor hasil menunjukkan hal yang sama. Diukur dengan analisis faktor.
  • 7.
    Goodness Reliabilitas Validitas Stabilitas Konsistensi Test-retest reliability Pararel Form reliability Interitem consis Tencyreliability Split half Validitas Isi Validitas muka Validitas Dg kriteria Validitas Prediktif Validitas Concurent Validitas Konstruk Validitas Convergen Validitas Diskriminan Validitas Internal Validitas Eksternal
  • 8.
  • 9.
    2. RELIABILITAS Seberapa besarvariasi tidak sistematik dari penjelasan kuantitatif dari karakteristik individu jika individu yang sama diukur berkali kali (Ghiseli, 1981). Ukuran yang menunjukkan stabilitas dan konsistensi suatu instrumen yang mengukur suatu konsep dan berguna untuk mengukur kebaikan (goodness) dari suatu pengukur (Sekaran, 2003). Dengan demikian reliabilitas pada dasarnya adalah sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya. Kepercayaan itu dalam bentuk keandalan instrumen yaitu konsistensi hasil dari waktu kewaktu jika suatu instrumen digunakan pada subjek.
  • 10.
    Reliabilitas • Reliabilitas atautingkat ketetapan (consistency atau keajegan) adalah tingkat kemampuan instrumen penelitian untuk mengumpulkan data secara tetap dari sekelompok sampel. • Instrumen yang memiliki tingkat reliabilitas tinggi cenderung menghasilkan data yang sama tentang suatu variabel atau unsur-unsurnya, jika diulangi pada waktu yang berbeda pada kelompok sampel yang sama • Reliabilitas alat ukur digunakan untuk mengetahui sejauh mana suatu alat ukur dapat diandalkan. Kemudian dalam penelitian ini, uji reliabilitas dilakukan dengan cara test-retest. Hal tersebut dilakukan agar dapat mengetahui apakah penelitian ini telah valid dan memiliki hasil yang terus konsisten. • Pengujian reabilitas instrumen dapat dilakukan secara eksternal maupun internal. Secara eksternal pengujian dapat dilakukan dengan test-retest (stability), equivalent, dan gabungan keduanya. • Setiap pengukuran atau deretan pengukuran dapat termasuk dalam klasifikasi : 1. neither valid nor reliable (tidak valid dan tidak reliabel) 2. valid but not reliable (valid tetapi tidak reliabel) 3. reliable but not valid (reliabel tetapi tidak valid) 4. valid and reliable (valid dan reliabel) • Dalam hal ini kita menyadari bahwa alat ukur dan hasil pengukuran berkaitan atau merupakan satu kesatuan, sehingga kriteria validitas dan reliabilitas tidak dapat berdiri sendiri. Dan, kita selalu berusaha untuk membuat atau memakai alat ukur yang terpecaya (reliable) dengan hasil pengukuran yang valid. • Dalam penelitian ini, uji reliabilitas dapat dilakukan dengan metode Alpha-Cronbach dengan bantuan program SPSS Keterangan : r : Koefisien Reliabilitas Instrumen (Alpha-Cronbach) k : Banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal : Total Varians Butir : Total Varians Alpha Tingkat Reliabilitas 0,00 s.d 0,20 Kurang reliable 0,20 s.d 0,40 Agak reliable 0,40 s.d 0,60 Cukup reliable 0,60 s.d 0,80 reliable 0,80 s.d 1,00 Sangat reliable Tingkat Reliabilitas Alpha-Cronbach
  • 11.
    RELIABILITAS 1. Stabilitas • TeknikParalel (parallel form) Pada teknik ini kita membagi kuesioner kepada responden yang intinya sama akan tetapi menggunakan kalimat yang berbeda: Misalnya: • Apakah menurut saudara harga tiket di kereta ini tidak mahal ? • Apakah harga di kereta ini telah sesuai dengan pelayanan yang saudara terima ? • Teknik Ulang (double test / test pretest) Pada teknik ini kita membagi kuesioner yang sama pada waktu yang berbeda. Misalnya: • Pada minggu I ditanyakan: Bagaimana tanggapan saudara terhadap kualitas dosen di Universitas Calibakal ? • Pada minggu III ditanyakan: Ditanyakan lagi pada responden yang sama dengan pertanyaan yang sama. 2. Konsistensi • Inter-item consistency, adalah konsistensi jawaban responden atas semua item quest instrument diukur dengan korelasi yang tinggi antara masing-masing quest. • Split-half reliability, menunjukkan korelasi antar dua bagian quest. diukur dengan koef korelasi yang tinggi dari dua kelompok tersebut. 3. Validitas - External : dapat digeneralisasi (bila diterpakan pada orang, setting dan waktu yang berbeda). - Internal : apakah test tersebut benar-benar mengukur apa yang seharusnya diukur. - Content Validity : Seberapa jauh alat tersebut meliputi atas topik yang diriset Content Validity : Seberapa jauh alat tersebut meliputi atas topik yang diriset Criterion-Related Validity : Seberapa suksesnya pengukuran memprediksi atau mengestimasi. Construct Validity : Apa teorinya bermakna, lihat apakah instrumennya adequate untuk mengukur
  • 12.
    Langkah dalam melakukanuji validitas dan reliabilitas internal adalah sebagai berikut: 1. Cobalah item di lapangan kepada paling sedikit 30 orang responden (batas sampel besar dalam statistik) 2. Tabulasi data yang telah masuk 3. Ujilah validitas dan reliabilitasnya • Uji validitas dilakukan dengan mengkorelasikan skor item dengan skor total. • Korelasi Rank Spearman jika data yang diperoleh adalah data ordinal, • sedangkan jika data yang diperoleh data interval kita bisa menggunakan korelasi Product Moment. • Sedangkan uji reliabilitas yang paling sering digunakan adalah uji, Cronbach Alpha, Hoyt dan Spearman Brown
  • 13.
    Contoh hasil ujivaliditas Contoh hasil uji validitas • Validitas concurent (serentak) Berikut hasil uji suatu instrumen terhadap dua kelompok mahasiswa yang kehadiran kuliah baik dan kurang baik tentang imej mereka terhadap perusahaan: Validitas prediktif. Berikut hasil uji suatu instrumen terhadap karyawan pada saat masuk dan setelah bekerja Correlations 1 .852** . .002 10 10 .852** 1 .002 . 10 10 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N seleksi kerja seleksi kerja Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). **. Validitas konvergen Berikut output uji korelasi Validitas diskriminan
  • 14.
    “Pengaruh Komunikasi InternalTerhadap Suasana Kerja”.
  • 15.
  • 16.
    Validitas by SPSS Analisa: Dari hasi analisis korelasi antara masing-masing skor pertanyaan, hasil yang bisa diperoleh adalah : 1. Koefisien korelasi dari butir pertanyaan ke 1 sampai butir pertanyaan ke – sekian dengan skor untuk masing-masing total pertanyaan adalah signifikan secara statistik. 2. Dengan semua butir pertanyaan yang berkorelasi “POSITIF” dengan variabel 001 dst dengan variabel “total”, maka kesimpulan yang bisa diambil adalah kuesioner terssebut memiliki instrument pertanyaan yang valid karena nilai yang diperoleh diatas 0.3 yaitu : 0.559 ; 0.552; 0.354; 0.522 3. Beberapa buku menggunakan korelasi diatas 0.3 tetapi ada juga yang menentukan nilai korelasi diatas 0.5. batas keduanya diakui dan diterima Valid Valid Valid Valid
  • 17.
    RELIABILITAS by SPSS Analisa: Dari hasil SPSS didapat Cronbarch Alpha 0.667: 1. Hasil jawaban responden dapat dikatakan reliable karena lebih besar dari 0.6 sehingga instrumen penelitian dikatakan reliable. 2. Catatan : ada beberapa buku yang menggunakan batas nilai reliabilitas diatas 0.6, tetapi ada juga yang menentukan nilai reliabilitas diatas 0.7 batas keduanya diakui dan diterima