SUBNETTI 
NG
WHAT IS IP ADDRESS 
• IP address terdiri dari 2 bagian, Network ID dan Host ID 
• Network ID : Alamat yang menjadi Identitas Jaringan 
• Host ID : Alamat Client yang terdapat di dalam Jaringan
IP ADDRESS CLASSES 
• IP address dapat dibagi menjadi 5 Class; A, B, C, D, E
IP ADDRESS CLASSES 
• Class A : Untuk Jaringan dengan jumlah host banyak. Jumlah maks 
imal : 126 Jaringan dan lebih dari 16 juta Host 
• Class B : Untuk Jaringan dengan jumlah host cukup banyak. Jumlah 
maksimal : 16.384 Jaringan dan lebih dari 65 ribu Host. 
• Class C : Untuk Jaringan dengan jumlah host sedikit. Jumlah maksi 
mal : Lebih dari 2 juta Jaringan dan 254 Host. 
• Class D : Alamat khusus yang digunakan untuk multicast 
• Class E : Untuk penggunaan di masa depan dan untuk percobaan
WHAT IS SUBNETTING 
• Subnetting adalah sebuah metode unuk memperbanyak Network ID 
dari Network ID yang sudah ada 
NetID HostID 
NetID SubNetID HostID 
NetID Baru 
Lama 
Baru 
HostID Baru
WHY SUBNETTING? 
• Performa Jaringan 
• Keamanan 
• Hirarki Jaringan
HOW SUBNETTING? 
• Cara Subnetting sebuah jaringan dibagi menjadi 2 : 
• Berdasarkan jumlah jaringan baru yang hendak dibuat 
• Berdasarkan jumlah host yang hendak ditampung
Network Based 
• Network ID awal : 192.168.0.0, Class B 
• Subnet awal : 255.255.0.0 
• Bentuk biner : 11111111.11111111.00000000.00000000 
• Jaringan baru yang hendak dibentuk : 14 
• Bentuk Biner dari 14 :1110 
• Jumlah 1 yang ditambahkan ke dalam subnet baru : 4 
• Bentuk biner subnet baru : 
11111111.11111111.11110000.00000000 
• Subnet baru : 255.255.240.0
Host Based 
• Network ID awal : 192.168.1.0, Class C 
• Subnet awal : 255.255.255.0 
• Bentuk biner : 11111111.11111111.11111111.00000000 
• Jumlah host maksimmal yang dikehendaki: 55 
• Bentuk Biner dari 55 :110111 
• Jumlah 0 yang disisakan di subnet baru : 6 
• Bentuk biner subnet baru : 
11111111.11111111.11111111.11000000 
• Subnet baru : 255.255.255.192
KASUS Network Based 
• Network ID awal : 192.168.0.0, Class B 
• Subnet awal : 255.255.0.0 
• Bentuk biner : 11111111.11111111.00000000.00000000 
• Jaringan baru yang hendak dibentuk : 200 
• Bentuk Biner dari 200 :11001000 
• Jumlah 1 yang ditambahkan ke dalam subnet baru : 8 
• Bentuk biner subnet baru : 
11111111.11111111.11111111.0000000 
• Subnet baru : 255.255.255.0
KASUS Host Based 
• Network ID awal : 192.168.1.0, Class C 
• Subnet awal : 255.255.255.0 
• Bentuk biner : 11111111.11111111.11111111.00000000 
• Jumlah host maksimal yang dikehendaki: 70 
• Bentuk Biner dari 70 :1000110 
• Jumlah 0 yang disisakan di subnet baru :7 
• Bentuk biner subnet baru : 
11111111.11111111.11111111.1000 0000 
• Subnet baru : 255.255.255.128
Network Based 
• Network ID awal : 192.168.2.0, Class C 
• Subnet awal : 255.255.255.0 
• Bentuk biner : 11111111.11111111.11111111.00000000 
• Jaringan baru yang hendak dibentuk : 2 
• Bentuk Biner dari 2 :10 
• Jumlah 1 yang ditambahkan ke dalam subnet baru : 2 
• Bentuk biner subnet baru : 
11111111.11111111.11000000 
• Subnet baru : 255.255.192.0 
• 192.168.2.0-192.168.2. 
• 192.168.2.128-192.168.2.255
Network Based 
• Network ID awal : 192.168.2.0, Class C 
• Subnet awal : 255.255.255.0 
• Bentuk biner : 11111111.11111111.11111111.00000000 
• Jaringan baru yang hendak dibentuk : 5 
• Bentuk Biner dari 5 :101 
• Jumlah 1 yang ditambahkan ke dalam subnet baru : 3 
• Bentuk biner subnet baru : 
11111111.11111111.11111111.11100000 
• Subnet baru : 255.255.255.224 
• 192.168.2.0-192.168.2.31 
• 192.168.2.32-192.168.2.63.
KASUS HYBRID 
NET ID 192.168.1.0 
subnet 255.255.255.0 
3 jaringan 
NET 1 : 63 host 192 192.168.1.128-19 
2.168.1.191 
NET 2 : 14 host 128…192.168.1.0-192 
.168.1.127 
NET 3 : 31 host 192 192.168.1.192-19 
2.168.1.255

Subnetting ii

  • 1.
  • 2.
    WHAT IS IPADDRESS • IP address terdiri dari 2 bagian, Network ID dan Host ID • Network ID : Alamat yang menjadi Identitas Jaringan • Host ID : Alamat Client yang terdapat di dalam Jaringan
  • 3.
    IP ADDRESS CLASSES • IP address dapat dibagi menjadi 5 Class; A, B, C, D, E
  • 4.
    IP ADDRESS CLASSES • Class A : Untuk Jaringan dengan jumlah host banyak. Jumlah maks imal : 126 Jaringan dan lebih dari 16 juta Host • Class B : Untuk Jaringan dengan jumlah host cukup banyak. Jumlah maksimal : 16.384 Jaringan dan lebih dari 65 ribu Host. • Class C : Untuk Jaringan dengan jumlah host sedikit. Jumlah maksi mal : Lebih dari 2 juta Jaringan dan 254 Host. • Class D : Alamat khusus yang digunakan untuk multicast • Class E : Untuk penggunaan di masa depan dan untuk percobaan
  • 5.
    WHAT IS SUBNETTING • Subnetting adalah sebuah metode unuk memperbanyak Network ID dari Network ID yang sudah ada NetID HostID NetID SubNetID HostID NetID Baru Lama Baru HostID Baru
  • 6.
    WHY SUBNETTING? •Performa Jaringan • Keamanan • Hirarki Jaringan
  • 7.
    HOW SUBNETTING? •Cara Subnetting sebuah jaringan dibagi menjadi 2 : • Berdasarkan jumlah jaringan baru yang hendak dibuat • Berdasarkan jumlah host yang hendak ditampung
  • 8.
    Network Based •Network ID awal : 192.168.0.0, Class B • Subnet awal : 255.255.0.0 • Bentuk biner : 11111111.11111111.00000000.00000000 • Jaringan baru yang hendak dibentuk : 14 • Bentuk Biner dari 14 :1110 • Jumlah 1 yang ditambahkan ke dalam subnet baru : 4 • Bentuk biner subnet baru : 11111111.11111111.11110000.00000000 • Subnet baru : 255.255.240.0
  • 9.
    Host Based •Network ID awal : 192.168.1.0, Class C • Subnet awal : 255.255.255.0 • Bentuk biner : 11111111.11111111.11111111.00000000 • Jumlah host maksimmal yang dikehendaki: 55 • Bentuk Biner dari 55 :110111 • Jumlah 0 yang disisakan di subnet baru : 6 • Bentuk biner subnet baru : 11111111.11111111.11111111.11000000 • Subnet baru : 255.255.255.192
  • 10.
    KASUS Network Based • Network ID awal : 192.168.0.0, Class B • Subnet awal : 255.255.0.0 • Bentuk biner : 11111111.11111111.00000000.00000000 • Jaringan baru yang hendak dibentuk : 200 • Bentuk Biner dari 200 :11001000 • Jumlah 1 yang ditambahkan ke dalam subnet baru : 8 • Bentuk biner subnet baru : 11111111.11111111.11111111.0000000 • Subnet baru : 255.255.255.0
  • 11.
    KASUS Host Based • Network ID awal : 192.168.1.0, Class C • Subnet awal : 255.255.255.0 • Bentuk biner : 11111111.11111111.11111111.00000000 • Jumlah host maksimal yang dikehendaki: 70 • Bentuk Biner dari 70 :1000110 • Jumlah 0 yang disisakan di subnet baru :7 • Bentuk biner subnet baru : 11111111.11111111.11111111.1000 0000 • Subnet baru : 255.255.255.128
  • 12.
    Network Based •Network ID awal : 192.168.2.0, Class C • Subnet awal : 255.255.255.0 • Bentuk biner : 11111111.11111111.11111111.00000000 • Jaringan baru yang hendak dibentuk : 2 • Bentuk Biner dari 2 :10 • Jumlah 1 yang ditambahkan ke dalam subnet baru : 2 • Bentuk biner subnet baru : 11111111.11111111.11000000 • Subnet baru : 255.255.192.0 • 192.168.2.0-192.168.2. • 192.168.2.128-192.168.2.255
  • 13.
    Network Based •Network ID awal : 192.168.2.0, Class C • Subnet awal : 255.255.255.0 • Bentuk biner : 11111111.11111111.11111111.00000000 • Jaringan baru yang hendak dibentuk : 5 • Bentuk Biner dari 5 :101 • Jumlah 1 yang ditambahkan ke dalam subnet baru : 3 • Bentuk biner subnet baru : 11111111.11111111.11111111.11100000 • Subnet baru : 255.255.255.224 • 192.168.2.0-192.168.2.31 • 192.168.2.32-192.168.2.63.
  • 14.
    KASUS HYBRID NETID 192.168.1.0 subnet 255.255.255.0 3 jaringan NET 1 : 63 host 192 192.168.1.128-19 2.168.1.191 NET 2 : 14 host 128…192.168.1.0-192 .168.1.127 NET 3 : 31 host 192 192.168.1.192-19 2.168.1.255