X

www.ProfesiPendidikan.com

Google

Welcome to Our Presentasion

Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 Tentang
Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 19
Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan

Cari





Khairul Jalil
Reni Oktavia
Yunida
Yusran

Kelompok

PP no. 19 tahun 2013

Perubahan pp no. 32
tahun 2005 Tentang
standar pendidikan
UUD 1945
UU No. 20 Tahun 2003 sistem pendidikan

nasional
PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar
Nasional Pendidikan
Apakah yang dimaksud dengan Peraturan
Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang
Standar Nasional Pendidikan?
2) Apa saja perubahan ketentuan pada PP
No. 19 Tahun 2005 tentang Standar
Nasional Pendidikan menurut PP No. 32
Tahun 2013?
3) Apa saja ruang lingkup Peraturan
Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang
Standar Nasional Pendidikan?
1)
PP Nomor 32 Tahun 2013 tentang
Standar Nasional Pendidikan ini
penjabaran dari UU Nomor 20 Tahun
2003 Tentang Sistem Pendidikan
Nasional.
pasal 1 PP Nomor 32 Tahun 2013, yang
dimaksud dengan Standar Nasional
Pendidikan adalah kriteria minimal
tentang sistem pendidikan di seluruh
wilayah hukum Negara Kesatuan
Standar pendidikan
nasional
Fungsi
 sebagai dasar dalam perencanaan,
pelaksanaan, dan pengawasan
pendidikan dalam rangka mewujudkan
pendidikan nasional yang bermutu
 Tujuan
 menjamin mutu pendidikan nasional
dalam rangka mencerdaskan kehidupan
bangsa dan membentuk watak serta
peradaban bangsa yang bermartabat

1.
2.

3.

4.

Tugas BSNP
Mengembangkan standar nasional
pendidikan
Menyelenggarakan ujian nasional
Memberikan rekomendasi kepada
pemerintah dan pemerintah daerah dalam
penjaminan dan pengendalian mutu
pendidikan
Merumuskan kriteria kelulusan dari satuan
pendidikan pada jenjang pendidikan dasar
dan menengah.
ST. KOMPETENSI
LULUSAN

ST. ISI

ST. SARANA DAN
PRASARANA

ST.
PENGELOLAAN

ST. PROSES

ST. PENDIDIK DAN
TENAGA
KEPENDIDIKAN

ST. PENILAIAN
PENDIDIKAN

ST. PEMBIAYAAN
BAB III
STANDAR ISI
Standar Isi adalah kriteria mengenai ruang lingkup materi dan
tingkat Kompetensi untuk mencapai Kompetensi lulusan pada
jenjang dan jenis pendidikan tertentu.
Standar Isi mencakup kriteria:
Pasal 5 : ruang lingkup materi
Pasal 5A :
1.muatan wajib yang ditetapkan dalam ketentuan peraturan
perundang-undangan;
2.konsep keilmuan; dan
3.karakteristik satuan pendidikan dan program pendidikan
Pasal 5 : tingkat Kompetensi
Pasal 5B :
1. tingkat perkembangan Peserta Didik;
2. kualifikasi Kompetensi Indonesia; dan
3. penguasaan Kompetensi yang berjenjang.
BAB IV
STANDAR PROSES

Standar proses adalah standar nasional
pendidikan
yang
berkaitan
dengan
pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan
pendidikan untuk mencapai standar
kompetensi lulusan.
Pasal 19 :
Proses Pembelajaran diselenggarakan secara interaktif, inspiratif,
menyenangkan, menantang, memotivasi Peserta Didik untuk
berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi
prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat,
dan perkembangan fisik serta psikologis Peserta Didik.
Skriteria mengenai kualifikasi kemampuan
lulusan yang mencakup
sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Pasal 26 :
1) Standar kompetensi lulusan pada jenjang pendidikan dasar bertujuan untuk
meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, ahklak mulia, serta
keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
2) Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah umum bertujuan
untuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, ahklak mulia, serta
keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
3) Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah kejuruan bertujuan
untuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, ahklak mulia, serta
keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai
dengan kejuruannya.
4) Standar kompetensi lulusan pada jenjang pendidikan tinggi bertujuan untuk
mempersiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang berakhlak mulia,
memiliki pengetahuan, keterampilan, kemandirian, dan sikap untuk menemukan,
mengembangkan, serta menerapkan ilmu, teknologi, dan seni, yang bermanfaat
bagi kemanusiaan
Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
adalah kriteria mengenai pendidikan
prajabatan dan kelayakan maupun mental,
serta pendidikan dalam jabatan.
PASAL 28
Pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi
sebagai agen pembelajaran, sehat jasmani dan rohani, serta
memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan
nasional.

Kualifikasi akademik sebagaimana dimaksud adalah tingkat pendidikan
minimal yang harus dipenuhi oleh seorang pendidik yang dibuktikan
dengan ijazah dan/atau sertifikat keahlian yang relevan sesuai
ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Pendidikan Dasar dan Menengah
Jenjang
PAUD
SD/MI
SMP/MTs
SMA/MA/SMK/MAK

Kulifikasi

Kualifikasi
akademik
pendidikan
minimum
diploma empat
(D-IV) atau
sarjana (S1)

Latar belakang pendidikan
tinggi

Sertifikat
Profesi Guru

pendidikan anak usia dini,
kependidikan lain, atau
psikolog

PAUD

pendidikan SD/MI,
kependidikan lain, atau
psikologi

SD/MI

program pendidikan yang
SMP/MTs
sesuai dengan mata pelajaran
SMA/MA/SMK/
yang diajarkan

MAK
Pasal 30
Tenaga kependidikan pada:
a. TK/RA atau bentuk lain yang sederajat sekurang-kurangnya terdiri atas kepala
TK/RA dan tenaga kebersihan TK/RA.
b. SD/MI atau bentuk lain yang sederajat sekurang-kurangnya terdiri atas kepala
sekolah/madrasah, tenaga administrasi, tenaga perpustakaan, dan tenaga
kebersihan sekolah/madrasah.
c. SMP/MTs atau bentuk lain yang sederajat dan SMA/MA, atau bentuk lain yang
sederajat sekurang-kurangnya terdiri atas kepala sekolah/madrasah, tenaga
administrasi, tenaga perpustakaan, tenaga laboratorium, dan tenaga kebersihan
sekolah/madrasah.
d. SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat sekurang-kurangnya terdiri atas kepala
sekolah/madrasah, tenaga administrasi, tenaga perpustakaan, tenaga laboratorium,
dan tenaga kebersihan sekolah/madrasah.
e. SDLB, SMPLB, dan SMALB atau bentuk lain yang sederajat sekurangkurangnya
terdiri atas kepala sekolah, tenaga administrasi, tenaga perpustakaan, tenaga
laboratorium, tenaga kebersihan sekolah, teknisi sumber belajar, psikolog, pekerja
sosial, dan terapis.
f. Paket A, Paket B dan Paket C sekurang-kurangnya terdiri atas pengelola kelompok
belajar, tenaga administrasi, dan tenaga perpustakaan.
g. lembaga kursus dan lembaga pelatihan keterampilan sekurang – kurangnya terdiri
atas pengelola atau penyelenggara, teknisi, sumber belajar, pustakawan, dan
laboran.
kriteria mengenai ruang belajar, tempat berolahraga,
tempat beribadah, perpustakaan, laboratorium, bengkel
kerja, tempat bermain, tempat berkreasi dan berekreasi
serta sumber belajar lain, yang diperlukan untuk menunjang
proses pembelajaran, termasuk penggunaan teknologi
informasi dan komunikasi.
Pasal 42
•Setiap satuan pendidikan wajib memiliki sarana yang meliputi perabot, peralatan
pendidikan, media pendidikan, buku dan sumber belajar lainnya, bahan habis pakai,
serta perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang
teratur dan berkelanjutan.
•Setiap satuan pendidikan wajib memiliki prasarana yang meliputi lahan, ruang kelas,
ruang pimpinan satuan pendidikan, ruang pendidik, ruang tata usaha, ruang
perpustakaan, ruang laboratorium, ruang bengkel kerja, ruang unit produksi, ruang
kantin, instalasi daya dan jasa, tempat berolahraga, tempat beribadah, tempat bermain,
tempat berkreasi, dan ruang/tempat lain yang diperlukan untuk menunjang proses
pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan.
kriteria mengenai perencanaan,
pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan
pendidikan pada tingkat satuan
pendidikan, kabupaten/kota, provinsi,
atau nasional agar tercapai efisiensi dan
efektivitas penyelenggaraan pendidikan.
Pasal 49 : Standar Pengelolaan Oleh Satuan Pendidikan
Pasal 59 : Standar Pengelolaan Oleh Pemerintah Daerah
Pasal 60 : Standar Pengelolaan Oleh Pemerintah
kriteria mengenai komponen dan besarnya
biaya operasi satuan pendidikan yang berlaku
selama satu tahun.

Pasal 62
(1)Pembiayaan pendidikan
(2)Biaya investasi satuan pendidikan.
(3)Biaya personal
(4)Biaya operasi satuan pendidikan
(5)Standar biaya operasi satuan pendidikan
1)
2)
3)
4)
5)
6)

Pasal 63 : Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik
Pasal 64 : Penilaian Hasil Belajar oleh Satuan Pendidikan
Pasal 65 : Penilaian Hasil Belajar oleh Pemerintah
Pasal 66 : Penilaian Hasil Belajar oleh Pemerintah
Pasal 67 : penilaian oleh BSNP
Pasal 68 : Hasil ujian nasional
Y. pratiwi : salah satu fungsi bsnp
pengaswasan.. Kesenjangan antara
fasilitas sekolah dikota dan sekolah
didesa.. Mengapa? Sekolah berhak
bukan wajib,..
 Ratna : S.pengelolaan, efisiensi dan
efektifitas penyelenggaraan pend.
bagaimana
 Shella j : St. Pembiayaan, bagaiman
prosesdur penyaluran dana ? Bagaiman
gar tidak dikorupsi

Riki p : st. Pengawasan dan pengelolaan, peran
pemerintah dalam mengawasi sekolah swasta,
bgaimana keadaan siswanya jika sekolah ditutup
 Bg. Reva : SNP. A-Z.. Sudah adakah hasil yang
diperoleh terhadap linkungan global
 Contoh/gambaran standar nasional pendidikan di
negara lain.


Standar nasional pendidikan indonesi

  • 1.
    X www.ProfesiPendidikan.com Google Welcome to OurPresentasion Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 Tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Cari
  • 2.
        Khairul Jalil Reni Oktavia Yunida Yusran Kelompok PPno. 19 tahun 2013 Perubahan pp no. 32 tahun 2005 Tentang standar pendidikan
  • 3.
    UUD 1945 UU No.20 Tahun 2003 sistem pendidikan nasional PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
  • 4.
    Apakah yang dimaksuddengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Standar Nasional Pendidikan? 2) Apa saja perubahan ketentuan pada PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan menurut PP No. 32 Tahun 2013? 3) Apa saja ruang lingkup Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Standar Nasional Pendidikan? 1)
  • 5.
    PP Nomor 32Tahun 2013 tentang Standar Nasional Pendidikan ini penjabaran dari UU Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. pasal 1 PP Nomor 32 Tahun 2013, yang dimaksud dengan Standar Nasional Pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan
  • 6.
    Standar pendidikan nasional Fungsi  sebagaidasar dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu  Tujuan  menjamin mutu pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat 
  • 7.
    1. 2. 3. 4. Tugas BSNP Mengembangkan standarnasional pendidikan Menyelenggarakan ujian nasional Memberikan rekomendasi kepada pemerintah dan pemerintah daerah dalam penjaminan dan pengendalian mutu pendidikan Merumuskan kriteria kelulusan dari satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.
  • 8.
    ST. KOMPETENSI LULUSAN ST. ISI ST.SARANA DAN PRASARANA ST. PENGELOLAAN ST. PROSES ST. PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ST. PENILAIAN PENDIDIKAN ST. PEMBIAYAAN
  • 9.
    BAB III STANDAR ISI StandarIsi adalah kriteria mengenai ruang lingkup materi dan tingkat Kompetensi untuk mencapai Kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Standar Isi mencakup kriteria: Pasal 5 : ruang lingkup materi Pasal 5A : 1.muatan wajib yang ditetapkan dalam ketentuan peraturan perundang-undangan; 2.konsep keilmuan; dan 3.karakteristik satuan pendidikan dan program pendidikan Pasal 5 : tingkat Kompetensi Pasal 5B : 1. tingkat perkembangan Peserta Didik; 2. kualifikasi Kompetensi Indonesia; dan 3. penguasaan Kompetensi yang berjenjang.
  • 10.
    BAB IV STANDAR PROSES Standarproses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan. Pasal 19 : Proses Pembelajaran diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi Peserta Didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis Peserta Didik.
  • 11.
    Skriteria mengenai kualifikasikemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Pasal 26 : 1) Standar kompetensi lulusan pada jenjang pendidikan dasar bertujuan untuk meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, ahklak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. 2) Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah umum bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, ahklak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. 3) Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah kejuruan bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, ahklak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya. 4) Standar kompetensi lulusan pada jenjang pendidikan tinggi bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang berakhlak mulia, memiliki pengetahuan, keterampilan, kemandirian, dan sikap untuk menemukan, mengembangkan, serta menerapkan ilmu, teknologi, dan seni, yang bermanfaat bagi kemanusiaan
  • 12.
    Standar Pendidik danTenaga Kependidikan adalah kriteria mengenai pendidikan prajabatan dan kelayakan maupun mental, serta pendidikan dalam jabatan. PASAL 28 Pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
  • 13.
  • 14.
    Kualifikasi akademik sebagaimanadimaksud adalah tingkat pendidikan minimal yang harus dipenuhi oleh seorang pendidik yang dibuktikan dengan ijazah dan/atau sertifikat keahlian yang relevan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Pendidikan Dasar dan Menengah Jenjang PAUD SD/MI SMP/MTs SMA/MA/SMK/MAK Kulifikasi Kualifikasi akademik pendidikan minimum diploma empat (D-IV) atau sarjana (S1) Latar belakang pendidikan tinggi Sertifikat Profesi Guru pendidikan anak usia dini, kependidikan lain, atau psikolog PAUD pendidikan SD/MI, kependidikan lain, atau psikologi SD/MI program pendidikan yang SMP/MTs sesuai dengan mata pelajaran SMA/MA/SMK/ yang diajarkan MAK
  • 15.
    Pasal 30 Tenaga kependidikanpada: a. TK/RA atau bentuk lain yang sederajat sekurang-kurangnya terdiri atas kepala TK/RA dan tenaga kebersihan TK/RA. b. SD/MI atau bentuk lain yang sederajat sekurang-kurangnya terdiri atas kepala sekolah/madrasah, tenaga administrasi, tenaga perpustakaan, dan tenaga kebersihan sekolah/madrasah. c. SMP/MTs atau bentuk lain yang sederajat dan SMA/MA, atau bentuk lain yang sederajat sekurang-kurangnya terdiri atas kepala sekolah/madrasah, tenaga administrasi, tenaga perpustakaan, tenaga laboratorium, dan tenaga kebersihan sekolah/madrasah. d. SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat sekurang-kurangnya terdiri atas kepala sekolah/madrasah, tenaga administrasi, tenaga perpustakaan, tenaga laboratorium, dan tenaga kebersihan sekolah/madrasah. e. SDLB, SMPLB, dan SMALB atau bentuk lain yang sederajat sekurangkurangnya terdiri atas kepala sekolah, tenaga administrasi, tenaga perpustakaan, tenaga laboratorium, tenaga kebersihan sekolah, teknisi sumber belajar, psikolog, pekerja sosial, dan terapis. f. Paket A, Paket B dan Paket C sekurang-kurangnya terdiri atas pengelola kelompok belajar, tenaga administrasi, dan tenaga perpustakaan. g. lembaga kursus dan lembaga pelatihan keterampilan sekurang – kurangnya terdiri atas pengelola atau penyelenggara, teknisi, sumber belajar, pustakawan, dan laboran.
  • 16.
    kriteria mengenai ruangbelajar, tempat berolahraga, tempat beribadah, perpustakaan, laboratorium, bengkel kerja, tempat bermain, tempat berkreasi dan berekreasi serta sumber belajar lain, yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran, termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. Pasal 42 •Setiap satuan pendidikan wajib memiliki sarana yang meliputi perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan, buku dan sumber belajar lainnya, bahan habis pakai, serta perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. •Setiap satuan pendidikan wajib memiliki prasarana yang meliputi lahan, ruang kelas, ruang pimpinan satuan pendidikan, ruang pendidik, ruang tata usaha, ruang perpustakaan, ruang laboratorium, ruang bengkel kerja, ruang unit produksi, ruang kantin, instalasi daya dan jasa, tempat berolahraga, tempat beribadah, tempat bermain, tempat berkreasi, dan ruang/tempat lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan.
  • 17.
    kriteria mengenai perencanaan, pelaksanaan,dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan, kabupaten/kota, provinsi, atau nasional agar tercapai efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan. Pasal 49 : Standar Pengelolaan Oleh Satuan Pendidikan Pasal 59 : Standar Pengelolaan Oleh Pemerintah Daerah Pasal 60 : Standar Pengelolaan Oleh Pemerintah
  • 18.
    kriteria mengenai komponendan besarnya biaya operasi satuan pendidikan yang berlaku selama satu tahun. Pasal 62 (1)Pembiayaan pendidikan (2)Biaya investasi satuan pendidikan. (3)Biaya personal (4)Biaya operasi satuan pendidikan (5)Standar biaya operasi satuan pendidikan
  • 19.
    1) 2) 3) 4) 5) 6) Pasal 63 :Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik Pasal 64 : Penilaian Hasil Belajar oleh Satuan Pendidikan Pasal 65 : Penilaian Hasil Belajar oleh Pemerintah Pasal 66 : Penilaian Hasil Belajar oleh Pemerintah Pasal 67 : penilaian oleh BSNP Pasal 68 : Hasil ujian nasional
  • 20.
    Y. pratiwi :salah satu fungsi bsnp pengaswasan.. Kesenjangan antara fasilitas sekolah dikota dan sekolah didesa.. Mengapa? Sekolah berhak bukan wajib,..  Ratna : S.pengelolaan, efisiensi dan efektifitas penyelenggaraan pend. bagaimana  Shella j : St. Pembiayaan, bagaiman prosesdur penyaluran dana ? Bagaiman gar tidak dikorupsi 
  • 21.
    Riki p :st. Pengawasan dan pengelolaan, peran pemerintah dalam mengawasi sekolah swasta, bgaimana keadaan siswanya jika sekolah ditutup  Bg. Reva : SNP. A-Z.. Sudah adakah hasil yang diperoleh terhadap linkungan global  Contoh/gambaran standar nasional pendidikan di negara lain. 