STANDAR NASIONAL PENELITIAN 
(Permendikbud No. 49 tahun 2014) 
DISAMPAIKAN PADA PELATIHAN PENYUSUNAN RENCANA INDUK PENGEMBANGAN 
PENELITIAN PADA PTS DI LINGKUNGAN KOPERTIS WILAYAH III 
CISARUA, 21-23 OKTOBER 2014 
DIREKTORAT PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 
DITJEN DIKTI – 2014
TRIDHARAM PT 
UU 20 Thn 2003, PS 20 AYAT 2: 
“Perguruan Tinggi berkewajiban 
menyelenggarakan pendidikan, 
penelitian dan pengabdian 
kepada masyarakat”. 
UU 14 Thn 2005, PS 60 (a): 
“Dalam melaksanakan tugas 
keprofesionalan, dosen 
berkewajiban melaksanakan 
pendidikan, penelitian, dan 
Pengabdian kepada 
masyarakat”. 
Secara Normatif: 
UU No.12 TAHUN 2012 
•PENELITIAN MASUK KEDALAM STANDAR NASIONAL PENELITIAN 
•PALING SEDIKIT 30% DANA BOPTN UNTUK PROGRAM PENELITIAN 
•PENELITIAN DIARAHKAN UNTUK PENGEMBANGAN IPTEKS, KESMAS DAN DAYA SAING 
•Permendikbud No. 49 tahun 2014, tentang SN-PT
STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN TINGGI 
(SNPT) 
Terdiri dari 3 bagian: 
1. Standar Nasional Pendidikan 
2. Standar Nasional Penelitian 
3. Standar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat
STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN TINGGI 
(SNPT) 
Tujuan : 
1. Menjamin tercapainya tujuan pendidikan tinggi; 
2. Menjamin agar mutu pembelajaran, penelitian, dan 
pengabdian kepada masyarakat mencapai sesuai 
dengan SNPT; 
3. Mendorong agar PT di seluruh wilayah hukum NKRI 
mencapai mutu pembelajaran, penelitian, dan 
pengabdian kepada masyarakat melampaui kriteria 
yang ditetapkan dalam SNPT secara berkelanjutan.
STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN TINGGI 
(SNPT) 
1. Wajib dipenuhi oleh setiap perguruan tinggi untuk 
mewujudkan tujuan pendidikan nasional; 
2. Dijadikan dasar untuk pemberian izin pendirian perguruan 
tinggi dan izin pembukaan program studi; 
3. Dijadikan dasar penyelenggaraan pembelajaran berdasarkan 
kurikulum pada program studi; 
4. Dijadikan dasar penyelenggaraan penelitian dan pengabdian 
kepada masyarakat; 
5. Dijadikan dasar pengembangan dan penyelenggaraan sistem 
penjaminan mutu internal; 
6. Dijadikan dasar penetapan kriteria sistem penjaminan mutu 
eksternal melalui akreditasi.
1. STANDAR 
HASIL 
STANDAR 
PENELITIAN DAN 
PENGABDIAN 
KEPADA 
MASYARAKAT 
2. STANDAR ISI 
3. STANDAR 
PROSES 
4. STANDAR 
PENILAIAN 
5. STANDAR 
PENELITI / 
PELAKSANA 
PENGABDIAN 
8. STANDAR 
PENDANAAN 
DAN 
PEMBIAYAAN 
7. STANDAR 
PENGELOLAAN 
6. STANDAR 
SARANA & 
PRASARANA 
Copyright : Prof. Lili Warly
STANDAR PENELITIAN
1. STANDAR HASIL 
 Diarahkan untuk pengembangan IPTEK dalam rangka 
meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya 
saing bangsa. 
 Bentuk Diseminasi (Luaran): 
1. Publikasi Ilmiah (Jurnal, Proseding) 
2. Produk yang langsung dapat dimanfaatkan, TTG, 
Rekayasa sosial, karya seni, model, dll. 
3. Buku ajar, bahan ajar, monograf, 
4. Hak Kekayaan Intelektual (HKI), 
5. Laporan tugas akhir, skripsi, thesis, disertasi.
2. STANDAR ISI 
Kedalaman dan keluasan materi penelitian : 
1. Materi penelitian dasar : beroirientasi pada 
penjelasan atau penemuan untuk mengantisipasi 
suatu gejala, fenomena, kaidah, model, atau 
postulat baru; 
2. Materi penelitian terapan : berorientasi pada 
penemuan inovasi dan pengembangan IPTEK yang 
bermanfaat bagi masyarakat, dunia usaha, dan/atau 
industri.
3. STANDAR PROSES 
Meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan 
pelaporan. 
1. Memenuhi kaidah dan metode ilmiah secara 
sistematis sesuai dengan otonomi keilmuan dan 
budaya akademik; 
2. Memenuhi standar mutu, keselamatan kerja, 
kesehatan, kenyamanan, serta keamanan peneliti, 
masyarakat, dan lingkungan; 
3. Penelitian oleh mahasiswa harus mengarah pada 
terpenuhinya capaian pembelajaran lulusan.
4. STANDAR PENILAIAN 
Meliputi penilaian terhadap proses dan hasil penelitian. 
Prinsip penilaian : 
1. Prinsip edukatif : memotivasi peneliti agar terus 
meningkatkan mutu penelitiannya; 
2. Prinsip objektif : bebas dari pengaruh subjektivitas; 
3. Prinsip akuntabel : prosedur yang jelas dan dipahami 
oleh peneliti; 
4. Prinsip transparan : prosedur dan hasil penilaiannya 
dapat diakses oleh semua pemangku kepentingan.
5. STANDAR PENELITI 
1.Peneliti wajib menguasai metodologi 
penelitian yang sesuai dengan bidang 
keilmuan, objek penelitian, serta tingkat 
kerumitan dan tingkat kedalaman 
penelitian; 
2.Kemampuan peneliti menentukan 
kewenangan melaksanakan penelitian.
6. STANDAR SARANA DAN PRASARANA 
1. Laboratorium, studio, kebun percobaan, bengkel 
kerja, atau sarana lain sesuai kebutuhan yang 
memenuhi standar mutu, kesehatan dan 
keselamatan; 
2. Sarana teknologi informasi & komunikasi yang 
memadai; 
3. Sarana dan prasarana penelitian pada lembaga lain 
melalui program kerjasama; 
4. Kantor kelembagaan penelitian.
7. STANDAR PENGELOLAAN 
Kewajiban Kelembagaan Penelitian : 
1. Menyusun dan mengembangkan program penelitian sesuai 
Renstra Penelitian PT; 
2. Menyusun dan mengembangkan peraturan, panduan, dan 
SPMI penelitian PT; 
3. Memfasilitasi pelaksanaan penelitian; 
4. Melaksanakan Monev penelitian; 
5. Melakukan diseminasi hasil penelitian; 
6. Memfasilitasi peningkatan kemampuan peneliti; 
7. Sistem penghargaan; dan 
8. Menyusun laporan kegiatan penelitian
8. PENDANAAN DAN PEMBIAYAAN 
Sumber dana penelitian : 
1. Dana pemerintah; 
2. Dana internal perguruan tinggi : 
a. Perencanaan; 
b. Pelaksanaan; 
c. Monitoring & evaluasi; 
d. Pelaporan; 
e. Diseminasi hasil; 
f. Peningkatan kapasitas peneliti; 
h. Insentif publikasi dan HKI 
3. Dana kerjasama penelitian; 
4. Dana masyarakat
STANDAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
STANDAR NASIONAL PPM 
• Standar nasional pengabdian kepada 
masyarakat adalah kriteria minimal tentang 
sistem pengabdian kepada masyarakat pada 
perguruan tinggi yang berlaku di seluruh 
wilayah hukum Negara Kesatuan Republik 
Indonesia.
1. STANDAR HASIL 
 Diarahkan untuk menerapkan, mengamalkan, dan 
membudayakan IPTEK guna memajukan kesejahteraan umum 
dan mencerdaskan kehidupan bangsa. 
 Hasill merupakan penerapan Keahlian dalam kegiatan 
pengabdian: 
1. Layanan ke Masyarakat: Penyelesaian masalah yang dihadapi 
masyarakat (saran kebijakan, model, desain, rekayasa sosial, 
dll); 
2. Publikasi dalam jurnal ilmiah (nasional/internasional) atau 
jurnal ilmiah populer; 
3. Teknologi tepat guna; 
4. Bahan pengembangan IPTEK; atau 
5. Bahan ajar atau modul pelatihan untuk pengayaan sumber 
belajar.
2. STANDAR ISI 
Kriteria minimum tentang Kedalaman dan keluasan materi 
pengabdian : 
1. Hasil penelitian yang dapat diterapkan langsung dan 
dibutuhkan oleh pengguna; 
2. Pengembangan dan/atau penerapan IPTEK dalam rangka 
memberdayakan masyarakat; 
3. Teknologi tepat guna yang dapat dimanfaatkan; 
4. Model pemecahan masalah, rekayasa sosial, dan/atau 
rekomedasi kebijakan yang dapat diterapkan langsung oleh 
masyarakat, dunia usaha, industri, dan/atau Pemerintah; 
atau 
5. HKI yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat, dunia 
usaha, dan/atau industri.
3. STANDAR PROSES 
1. Perencanaan kegiatan meliputi : 
a. Identifikasi dan analisis masalah yang terdapat pada 
masyarakat, PEMDA, dan/atau kawasan; 
b. Desain pemecahan masalah; 
c. Formulasi kegiatan (sumber daya, bentuk kegiatan, dan 
waktu); 
d. Komitmen PT, masyarakat, dan/atau PEMDA. 
2. Pelaksanaan kegiatan : 
a. Sinergisme keilmuan PT dalam pelayanan kepada masyarakat 
dan/atau PEMDA; 
b. Penerapan IPTEK sesuai bidang keahlian; 
c. Peningkatan kapasitas dan/atau pemberdayaan masyarakat; 
3. Pemantauan kegiatan dilaksanakan 
secara terstruktur dan terprogram.
4. STANDAR PENILAIAN 
 Prinsip : edukatif, objektif, akuntabel, dan transparan. 
 Kriteria penilaian : 
1. Tingkat kepuasan masyarakat; 
2. Terjadinya perubahan sikap, perilaku, pengetahuan, dan 
keterampilan masyarakat; 
3. Dapat dimanfaatkannya IPTEK di masyarakat secara 
berkelanjutan; 
4. Terciptanya pengayaan sumber belajar dan/atau 
pembelajaran; 
5. Teratasinya masalah sosial-ekonomi dan rekomendasi 
kebijakan yang dapat dimanfaatkan oleh pemangku 
kepentingan.
5. PELAKSANA PENGABDIAN 
1. Tim pelaksana pengabdian wajib menguasai metodologi 
penerapan keilmuan yang sesuai dengan bidang keahlian, 
jenis kegiatan, serta tingkat kerumitan dan kedalaman 
sasaran kegiatan. 
2. Kemampuan dan profesionalisme pelaksana pengabdian 
menentukan kewenangan melaksanakan pengabdian 
kepada masyarakat.
6. STANDAR SARANA DAN PRASARANA 
 Sarana dan prasarana perguruan tinggi yang digunakan 
untukmemfasilitasi pengabdian kepada masyarakat 
paling sedikit yang terkait dengan penerapan bidang ilmu 
dari program studi yang dikelola perguruan tinggi dan area 
sasaran kegiatan. 
 Sarana dan prasarana tersebut harus memenuhi standar 
mutu, keselamatan kerja, kesehatan, kenyamanan, dan 
keamanan.
7. STANDAR PENGELOLAAN 
Kewajiban Kelembagaan Pengabdian Kepada Masyarakat : 
1. Menyusun dan mengembangkan program pengabdian sesuai Renstra 
Pengabdian PT; 
2. Menyusun dan mengembangkan peraturan, panduan, dan SPMI 
pengabdian PT; 
3. Memfasilitasi pelaksanaan pengabdian; 
4. Melaksanakan Monev pegabdian; 
5. Melakukan diseminasi hasil pengabdian; 
6. Memfasilitasi peningkatan kemampuan pelaksana pengabdian; 
7. Sistem penghargaan; dan 
8. Menyusun laporan kegiatan pengabdian.
8. PENDANAAN DAN PEMBIAYAAN 
Sumber dana pengabdian : 
1. Dana pemerintah; 
2. Dana internal perguruan tinggi : 
a. Perencanaan; 
b. Pelaksanaan; 
c. Monitoring & evaluasi; 
d. Pelaporan; 
e. Diseminasi hasil; 
f. Peningkatan kapasitas 
pelaksana; 
3. Dana kerjasama pengabdian; 
4. Dana masyarakat.
RENCANA STRATEGIS 
 Merupakan arah kebijakan penelitian perguruan tinggi 
untuk jangka waktu minimal 5 tahun. 
 Ditetapkan dalam keputusan pemimpin PT setelah 
mendapat pertimbangan senat PT. 
 Isi Renstra Penelitian Minimal : 
1. Rumusan program bidang-bidang penelitian 
unggulan; 
2. Peta jalan penelitian; 
3. Indikator capaian penelitian; dan 
4. Rencana pendanaan, sumber daya manusia, serta 
sarana dan prasarana penelitian.
Snpt ( standar nasional pendidikan tinggi )

Snpt ( standar nasional pendidikan tinggi )

  • 1.
    STANDAR NASIONAL PENELITIAN (Permendikbud No. 49 tahun 2014) DISAMPAIKAN PADA PELATIHAN PENYUSUNAN RENCANA INDUK PENGEMBANGAN PENELITIAN PADA PTS DI LINGKUNGAN KOPERTIS WILAYAH III CISARUA, 21-23 OKTOBER 2014 DIREKTORAT PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT DITJEN DIKTI – 2014
  • 2.
    TRIDHARAM PT UU20 Thn 2003, PS 20 AYAT 2: “Perguruan Tinggi berkewajiban menyelenggarakan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat”. UU 14 Thn 2005, PS 60 (a): “Dalam melaksanakan tugas keprofesionalan, dosen berkewajiban melaksanakan pendidikan, penelitian, dan Pengabdian kepada masyarakat”. Secara Normatif: UU No.12 TAHUN 2012 •PENELITIAN MASUK KEDALAM STANDAR NASIONAL PENELITIAN •PALING SEDIKIT 30% DANA BOPTN UNTUK PROGRAM PENELITIAN •PENELITIAN DIARAHKAN UNTUK PENGEMBANGAN IPTEKS, KESMAS DAN DAYA SAING •Permendikbud No. 49 tahun 2014, tentang SN-PT
  • 3.
    STANDAR NASIONAL PENDIDIKANTINGGI (SNPT) Terdiri dari 3 bagian: 1. Standar Nasional Pendidikan 2. Standar Nasional Penelitian 3. Standar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat
  • 4.
    STANDAR NASIONAL PENDIDIKANTINGGI (SNPT) Tujuan : 1. Menjamin tercapainya tujuan pendidikan tinggi; 2. Menjamin agar mutu pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat mencapai sesuai dengan SNPT; 3. Mendorong agar PT di seluruh wilayah hukum NKRI mencapai mutu pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat melampaui kriteria yang ditetapkan dalam SNPT secara berkelanjutan.
  • 5.
    STANDAR NASIONAL PENDIDIKANTINGGI (SNPT) 1. Wajib dipenuhi oleh setiap perguruan tinggi untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional; 2. Dijadikan dasar untuk pemberian izin pendirian perguruan tinggi dan izin pembukaan program studi; 3. Dijadikan dasar penyelenggaraan pembelajaran berdasarkan kurikulum pada program studi; 4. Dijadikan dasar penyelenggaraan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat; 5. Dijadikan dasar pengembangan dan penyelenggaraan sistem penjaminan mutu internal; 6. Dijadikan dasar penetapan kriteria sistem penjaminan mutu eksternal melalui akreditasi.
  • 6.
    1. STANDAR HASIL STANDAR PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 2. STANDAR ISI 3. STANDAR PROSES 4. STANDAR PENILAIAN 5. STANDAR PENELITI / PELAKSANA PENGABDIAN 8. STANDAR PENDANAAN DAN PEMBIAYAAN 7. STANDAR PENGELOLAAN 6. STANDAR SARANA & PRASARANA Copyright : Prof. Lili Warly
  • 7.
  • 8.
    1. STANDAR HASIL  Diarahkan untuk pengembangan IPTEK dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya saing bangsa.  Bentuk Diseminasi (Luaran): 1. Publikasi Ilmiah (Jurnal, Proseding) 2. Produk yang langsung dapat dimanfaatkan, TTG, Rekayasa sosial, karya seni, model, dll. 3. Buku ajar, bahan ajar, monograf, 4. Hak Kekayaan Intelektual (HKI), 5. Laporan tugas akhir, skripsi, thesis, disertasi.
  • 9.
    2. STANDAR ISI Kedalaman dan keluasan materi penelitian : 1. Materi penelitian dasar : beroirientasi pada penjelasan atau penemuan untuk mengantisipasi suatu gejala, fenomena, kaidah, model, atau postulat baru; 2. Materi penelitian terapan : berorientasi pada penemuan inovasi dan pengembangan IPTEK yang bermanfaat bagi masyarakat, dunia usaha, dan/atau industri.
  • 10.
    3. STANDAR PROSES Meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan. 1. Memenuhi kaidah dan metode ilmiah secara sistematis sesuai dengan otonomi keilmuan dan budaya akademik; 2. Memenuhi standar mutu, keselamatan kerja, kesehatan, kenyamanan, serta keamanan peneliti, masyarakat, dan lingkungan; 3. Penelitian oleh mahasiswa harus mengarah pada terpenuhinya capaian pembelajaran lulusan.
  • 11.
    4. STANDAR PENILAIAN Meliputi penilaian terhadap proses dan hasil penelitian. Prinsip penilaian : 1. Prinsip edukatif : memotivasi peneliti agar terus meningkatkan mutu penelitiannya; 2. Prinsip objektif : bebas dari pengaruh subjektivitas; 3. Prinsip akuntabel : prosedur yang jelas dan dipahami oleh peneliti; 4. Prinsip transparan : prosedur dan hasil penilaiannya dapat diakses oleh semua pemangku kepentingan.
  • 12.
    5. STANDAR PENELITI 1.Peneliti wajib menguasai metodologi penelitian yang sesuai dengan bidang keilmuan, objek penelitian, serta tingkat kerumitan dan tingkat kedalaman penelitian; 2.Kemampuan peneliti menentukan kewenangan melaksanakan penelitian.
  • 13.
    6. STANDAR SARANADAN PRASARANA 1. Laboratorium, studio, kebun percobaan, bengkel kerja, atau sarana lain sesuai kebutuhan yang memenuhi standar mutu, kesehatan dan keselamatan; 2. Sarana teknologi informasi & komunikasi yang memadai; 3. Sarana dan prasarana penelitian pada lembaga lain melalui program kerjasama; 4. Kantor kelembagaan penelitian.
  • 14.
    7. STANDAR PENGELOLAAN Kewajiban Kelembagaan Penelitian : 1. Menyusun dan mengembangkan program penelitian sesuai Renstra Penelitian PT; 2. Menyusun dan mengembangkan peraturan, panduan, dan SPMI penelitian PT; 3. Memfasilitasi pelaksanaan penelitian; 4. Melaksanakan Monev penelitian; 5. Melakukan diseminasi hasil penelitian; 6. Memfasilitasi peningkatan kemampuan peneliti; 7. Sistem penghargaan; dan 8. Menyusun laporan kegiatan penelitian
  • 15.
    8. PENDANAAN DANPEMBIAYAAN Sumber dana penelitian : 1. Dana pemerintah; 2. Dana internal perguruan tinggi : a. Perencanaan; b. Pelaksanaan; c. Monitoring & evaluasi; d. Pelaporan; e. Diseminasi hasil; f. Peningkatan kapasitas peneliti; h. Insentif publikasi dan HKI 3. Dana kerjasama penelitian; 4. Dana masyarakat
  • 16.
  • 17.
    STANDAR NASIONAL PPM • Standar nasional pengabdian kepada masyarakat adalah kriteria minimal tentang sistem pengabdian kepada masyarakat pada perguruan tinggi yang berlaku di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  • 18.
    1. STANDAR HASIL  Diarahkan untuk menerapkan, mengamalkan, dan membudayakan IPTEK guna memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.  Hasill merupakan penerapan Keahlian dalam kegiatan pengabdian: 1. Layanan ke Masyarakat: Penyelesaian masalah yang dihadapi masyarakat (saran kebijakan, model, desain, rekayasa sosial, dll); 2. Publikasi dalam jurnal ilmiah (nasional/internasional) atau jurnal ilmiah populer; 3. Teknologi tepat guna; 4. Bahan pengembangan IPTEK; atau 5. Bahan ajar atau modul pelatihan untuk pengayaan sumber belajar.
  • 19.
    2. STANDAR ISI Kriteria minimum tentang Kedalaman dan keluasan materi pengabdian : 1. Hasil penelitian yang dapat diterapkan langsung dan dibutuhkan oleh pengguna; 2. Pengembangan dan/atau penerapan IPTEK dalam rangka memberdayakan masyarakat; 3. Teknologi tepat guna yang dapat dimanfaatkan; 4. Model pemecahan masalah, rekayasa sosial, dan/atau rekomedasi kebijakan yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat, dunia usaha, industri, dan/atau Pemerintah; atau 5. HKI yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat, dunia usaha, dan/atau industri.
  • 20.
    3. STANDAR PROSES 1. Perencanaan kegiatan meliputi : a. Identifikasi dan analisis masalah yang terdapat pada masyarakat, PEMDA, dan/atau kawasan; b. Desain pemecahan masalah; c. Formulasi kegiatan (sumber daya, bentuk kegiatan, dan waktu); d. Komitmen PT, masyarakat, dan/atau PEMDA. 2. Pelaksanaan kegiatan : a. Sinergisme keilmuan PT dalam pelayanan kepada masyarakat dan/atau PEMDA; b. Penerapan IPTEK sesuai bidang keahlian; c. Peningkatan kapasitas dan/atau pemberdayaan masyarakat; 3. Pemantauan kegiatan dilaksanakan secara terstruktur dan terprogram.
  • 21.
    4. STANDAR PENILAIAN  Prinsip : edukatif, objektif, akuntabel, dan transparan.  Kriteria penilaian : 1. Tingkat kepuasan masyarakat; 2. Terjadinya perubahan sikap, perilaku, pengetahuan, dan keterampilan masyarakat; 3. Dapat dimanfaatkannya IPTEK di masyarakat secara berkelanjutan; 4. Terciptanya pengayaan sumber belajar dan/atau pembelajaran; 5. Teratasinya masalah sosial-ekonomi dan rekomendasi kebijakan yang dapat dimanfaatkan oleh pemangku kepentingan.
  • 22.
    5. PELAKSANA PENGABDIAN 1. Tim pelaksana pengabdian wajib menguasai metodologi penerapan keilmuan yang sesuai dengan bidang keahlian, jenis kegiatan, serta tingkat kerumitan dan kedalaman sasaran kegiatan. 2. Kemampuan dan profesionalisme pelaksana pengabdian menentukan kewenangan melaksanakan pengabdian kepada masyarakat.
  • 23.
    6. STANDAR SARANADAN PRASARANA  Sarana dan prasarana perguruan tinggi yang digunakan untukmemfasilitasi pengabdian kepada masyarakat paling sedikit yang terkait dengan penerapan bidang ilmu dari program studi yang dikelola perguruan tinggi dan area sasaran kegiatan.  Sarana dan prasarana tersebut harus memenuhi standar mutu, keselamatan kerja, kesehatan, kenyamanan, dan keamanan.
  • 24.
    7. STANDAR PENGELOLAAN Kewajiban Kelembagaan Pengabdian Kepada Masyarakat : 1. Menyusun dan mengembangkan program pengabdian sesuai Renstra Pengabdian PT; 2. Menyusun dan mengembangkan peraturan, panduan, dan SPMI pengabdian PT; 3. Memfasilitasi pelaksanaan pengabdian; 4. Melaksanakan Monev pegabdian; 5. Melakukan diseminasi hasil pengabdian; 6. Memfasilitasi peningkatan kemampuan pelaksana pengabdian; 7. Sistem penghargaan; dan 8. Menyusun laporan kegiatan pengabdian.
  • 25.
    8. PENDANAAN DANPEMBIAYAAN Sumber dana pengabdian : 1. Dana pemerintah; 2. Dana internal perguruan tinggi : a. Perencanaan; b. Pelaksanaan; c. Monitoring & evaluasi; d. Pelaporan; e. Diseminasi hasil; f. Peningkatan kapasitas pelaksana; 3. Dana kerjasama pengabdian; 4. Dana masyarakat.
  • 26.
    RENCANA STRATEGIS Merupakan arah kebijakan penelitian perguruan tinggi untuk jangka waktu minimal 5 tahun.  Ditetapkan dalam keputusan pemimpin PT setelah mendapat pertimbangan senat PT.  Isi Renstra Penelitian Minimal : 1. Rumusan program bidang-bidang penelitian unggulan; 2. Peta jalan penelitian; 3. Indikator capaian penelitian; dan 4. Rencana pendanaan, sumber daya manusia, serta sarana dan prasarana penelitian.