Sistem Pelayanan
Kesehatan
Kelompok 1
Kelas C 2012
FKM UNDIP
Anggota Kelompok :
SISTEM KESEHATAN NASIONAL
(SKN)
Pengertian Sistem Kesehatan
Nasional (SKN)
Sistem Kesehatan Nasional atau SKN
adalah pengelolaan kesehatan yang
diselenggarakan oleh semua komponen
bangsa Indonesia secara terpadu dan
saling mendukung guna menjamin
tercapainya derajat kesehatan masyarakat
yang setinggi-tingginya. (PP RI No. 72
tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan
Nasional).
Menurut WHO,
Sistem Kesehatan adalah sebuah proses
kumpulan berbagai faktor kompleks yang
berhubungan dalam suatu negara, yang
diperlukan untuk memenuhi tuntutan kebutuhan
dan kesehatan
perseorangan, keluarga, kelompok, dan
masyarakat pada setiap dibutuhkan.
SKN disusun dengan memperhatikan pendekatan
revitalisasi pelayanan kesehatan dasar yang
meliputi:

1. Cakupan pelayanan kesehatan yang adil
dan merata
2. Pemberian pelayanan kesehatan yang
berpihak kepada rakyat
3. Kebijakan pembangunan kesehatan
4. Kepemimpinan
SKN berfungsi dengan baik untuk mencapai
tujuannya apabila terjadi
koordinasi, integrasi, sinkronisasi, dan
sinergisme. Baik antar pelaku, antar
subsistem SKN, maupun dengan subsistem
di luar SKN.
Tujuan Sistem Kesehatan Nasional
adalah terselenggaranya pembangunan
kesehatan oleh semua potensi bangsa, baik
masyarakat, swasta, maupun pemerintah
secara sinergis, berhasil guna dan berdaya
guna, hingga terwujud derajat kesehatan
masyarakat yang setinggi-tingginya.
Landasan Sistem Kesehatan Nasional:
1. Landasan Idiil, yaitu Pancasila
2. Landasan Konstitusional, yaitu UUD 1945
3. Landasan Operasional meliputi seluruh
ketentuan dan perundangan yang berkaitan
dengan penyelenggaraan SKN dan
pembangunan kesehatan
SUBSISTEM UPAYA KESEHATAN
Subsistem Upaya Kesehatan
Tatanan yang menghimpun berbagai upaya
kesehatan masyarakat (UKM) dan upaya
kesehatan perseorangan (UKP) secara
terpadu dan saling mendukung guna
menjamin tercapainya derajat kesehatan
masyarakat yang setinggi-tingginya.
(Menteri Kesehatan Republik Indonesia)
Tujuan Subsistem Upaya Kesehatan
Adalah terselenggaranya upaya kesehatan yang
tercapai (Accessible), terjangkau (Affordable), dan
bermutu (Quality) untuk menjamin
terselenggaranya pembangunan kesehatan guna
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang
setinggi-tingginya.
Subsistem Upaya Kesehatan terdiri dari 2 unsur
utama, yaitu:
1. Upaya Kesehatan Masyarakat
2. Upaya Kesehatan Perorangan
Upaya Kesehatan Masyarakat
Setiap kegiatan
pemerintah, masyarakat, dan
swasta, untuk memelihara dan
meningkatkan kesehatan serta mencegah
dan menanggulangi timbulnya masalah
kesehatan di masyarakat.
Contoh UKM :
Promosi kesehatan
Pemberantasan penyakit menular
Perbaikan gizi masyarakat
Pengamanan narkotika, psikotropika, zat
aditif dan bahan berbahaya
UKM Strata Pertama





UKM tingkat dasar, yaitu yang
mendayagunakan iptek kesehatan dasar
ditujukan ke masyarakat.
Ujung tombak  puskesmas
Sekurangnya 1 puskesmas per
kecamatan
Tiga fungsi puskesmas:
1) Pusat penggerak pemb berwawasan kes.
2) Pusat pemberdayaan masy di bidang kes.
3) Pusat pelayanan kes tingkat dasar.
Peran Serta Masyarakat dalam UKM Strata
Pertama
Diri sendiri
Keluarga
Upaya kesehatan bersama (UKBM)
Contoh UKBM:
• Posyandu
• Polindes
• Pos Obat Desa
• Pos upaya Kesehatan Kerja
• Dokter Kecil dalam Usaha Kes Sekolah
UKM Strata Kedua
Adalah UKM tingkat lanjutan, yaitu yang
mendayagunakan iptek kesehatan
spesialistik yang ditujukan kepada
masyarakat.
Penanggung jawab UKM strata kedua =
Dinkes Kab/Kota (didukung lintas sektor)
2 fungsi utama Dinkes = fungsi manajerial
dan fungsi teknis kesehatan.
UKM Strata Ketiga
UKM tingkat unggulan, yaitu yg
mendayagunakan iptek kes subspesialistik
yang ditujukan kepada masyarakat.
Penanggung jawab = Dinkes Provinsi dan
Depkes didukung lintas sektor.
2 fungsi Dinkes Prov dan Depkes= fungsi
manajerial dan fungsi teknis kesehatan.
Upaya Kesehatan Perseorangan
setiap kegiatan oleh pemerintah, masyarakat &
swasta, untuk memelihara & meningkatkan
kesehatan serta mencegah & menyembuhkan
penyakit serta memulihkan kesehatan
perorangan.
Contoh UKP :
Pencegahan penyakit
Pembatasan dan pemulihan kecacatan
terhadap perorangan
UKP Strata Pertama
UKP tingkat dasar, yaitu yang
mendayagunakan iptek kesehatan yang
ditujukan kepada perorangan.
Penyelenggara =
pemerintah, masyarakat, dan swasta;
UKP melalui pelayanan professional
UKP Strata Pertama oleh Pemerintah 
Puskesmas (pelayanan kesehatan
masyarakat dan pelayanan kesehatan
perorangan)
Kelengkapan puskesmas 
Pustu, Pusling, Polindes, Pos Obat Desa.
Polindes dan Pos Obat Desa  termasuk
bersumber masyarakat.
UKP Strata Kedua
UKP tingkat lanjutan, yaitu yang
mendayagunakan iptek kesehatan
spesialistik yang ditujukan ke perorangan.
Penyelenggara: pemerintah, masyarakat, &
swasta
UKP Strata 2 ini didukung oleh pelayanan
penunjang: apotek, lab klinik, dan optik.
Bentuk UKP strata 2
Praktik dokter spesialis
Praktik dokter gigi spesialis
Klinik spesialis
Balai Pengobatan Penyakit Paru-paru (BP4)
Balai Kesehatan Mata Masyarakat (BKMM)
Rumah Sakit Kelas C dan B non pendidikan milik
pemerintah (termasuk TNI/Polri dan BUMN),
Rumah sakit swasta
UKP Strata Ketiga
UKP tingkat unggulan, yaitu yang
mendayagunakan iptek kesehatan
subspesialistik yang ditujukan kepada
perorangan.
Penyelenggara =
pemerintah, masyarakat, dan swasta
Bentuk UKP strata ke tiga

Praktik dokter spesialis konsultan
Praktik dokter gigi spesialis konsultan
Klinik spesialis konsultan
Rumah sakit kelas B pendidikan dan kelas
A milik pemerintah (termasuk TNI/Polri dan
BUMN)
Rumah sakit khusus dan rumah sakit
swasta
PRINSIP UMUM
PENYELENGGARAAN UPAYA
KESEHATAN
Prinsip Umum Penyelenggaraan Upaya
Kesehatan
1. UKM terutama diselenggarakan oleh
pemerintah dengan peran aktif masyarakat &
swasta.
2. UKP diselenggarakan oleh
masyarakat, swasta, dan pemerintah.
3. Penyelenggaraan upaya kesehatan oleh
swasta harus memperhatikan fungsi sosial.
4. Penyelenggaraan upaya kesehatan harus
bersifat
menyeluruh, terpadu, berkelanjutan, terjangka
u, berjenjang, profesional, & bermutu.
5. Penyelenggaraan upaya kesehatan, termasuk
pengobatan tradisional & alternatif, harus tidak
bertentangan dengan kaidah ilmiah.
6. Penyelenggaraan upaya kesehatan harus
sesuai dengan nilai & norma sosial
budaya, moral, & etika profesi.
UPAYA PELAYANAN KESEHATAN
DI RUMAH SAKIT
Upaya pelayanan kesehatan di
rumah sakit
Sistem Pelayanan Kesehatan merupakan sarana
untuk mewujudkan reaksi sosial yang terorganisasi
terhadap kondisi kesehatan. Jadi, jika kita berbicara
tentang derajat kesehatan, maka ruang lingkupnya
adalah sistem kesehatan dan upaya kesehatannya
adalah pelayanan kesehatan masyarakat.
Bila kita berbicara tentang sistem rujukan maka
ruang lingkupnya adalah sistem pelayanan
kesehatan dan upaya kesehatannya adalah
pelayanan medik.
Peran Rumah Sakit dalam
Sistem pelayanan kesehatan.
Rumah Sakit secara khusus bertanggung jawab
terhadap pelayanan medik pada seluruh jaringan
rujukan di wilayah kabupaten atau kota. Oleh
karena itu, Rumah Sakit merupakan pusat
rujukan dalam sistem pelayanan kesehatan
diwilayah cakupannya.
Sebagai pusat rujukan diwilayahnya, Rumah
Sakit juga merupakan pusat sumber daya
(resource center) ditinjau dari segi teknologi
dan sumber daya manusianya yang
terampil. Oleh karena itu, Rumah Sakit wajib
membina fasilitas pelayanan kesehatan
yang berada di dalam jaringan rujukannnya
Lingkup Pembinaan oleh Rumah Sakit, sesuai
dengan peran dan kemampuannya meliputi :
Rujukan teknologi
Rujukan ini dapat berupa permintaan bantuan
teknologi tertentu dalam bidang yang terkait dengan
unit rumah sakit yang mampu memberikan teknologi
tersebut. Bantuan teknologi yang diberikan harus
tepat guna, dapat dikuasai dan dilaksanakan, serta
dapat dibiayai oleh unit yang meminta bantuan.
Contoh : pembuatan sarana pembuangan
limbah, pemeliharaan, perbaikan, dan kalibrasi
peralatan kesehatan.
Bantuan sumber daya
Dapat berupa biaya, tenaga, peralatan, dan
obat.
Bantuan operasional
Dapat berupa permintaan bantuan kepada
unit dirumah sakit untuk menyelesaikan
suatu masalah tertentu, yang tidak dapat
diatasi sendiri oleh unit pelayanan kesehatan
ini adalah:
Contoh bantuan operasional adalah :
• Survei epidemiologi berbasis rumah sakit
dan masyarakat (hospital and population
based epidemiological surveillance) untuk
menentukan sulitnya permasalahan yang
dihadapi serta metode penanggulangan
yang perlu, sesuai dengan situasi dan
kondisi spesifik daerah.
• Mengatasi wabah atau kejadian luar biasa
dilapangan oleh satuan tugas tingkat
kabupaten/kota, provinsi atau pusat.
 Rujukan pasien dan spesimen
Perlu ditekankan bahwa rumah sakit setelah menangani
pasien atau memeriksa spesimen tersebut ke unit yang
merujuk, baik sebagai informasi maupun untuk tidak
lanjut.
 Rujukan pengetahuan dan ketrampilan
Kegiatan yang termasuk dalam hal ini meliputi hal-hal
berikut :
• Kunjungan dokter spesialis ke rumah sakit dan
puskesmas yang belum ada dokter spesialisnya, tetapi
sudah memiliki sarana untuk keperluan dokter
spesialis yang berkunjung.
• Tugas dokter spesialis yang berkunjung, bukan
untuk memberi pelayanan kepada pasien, tetapi
lebih diutamakan untuk memberi bimbingan
kepada tenaga yang ada dirumah sakit dan
puskesmas yang dibinanya.
• Alih pengetahuan sampai ketrampilan melalui
pelatihan dibidang klinik, manajemen, dan
pengoprasian peralatan.
• Supervisi dan pelatihan kepada tenaga
kesehatan pada fasilitas pelayanan kesahatan
dasar, baik milik pemerintah maupun swasta,
mengenai pelayanan medik.
• Sebagai tempat magang bagi dokter, dan
paramedis yang bekerja di puskesmas untuk
preservice maupun inservice training, agar
mereka dapat memahami dan memanfaatkan
peran rumah sakit sebagai pusat sumber daya
dalam sistem rujukan.
• Penyebarluasan teknik-teknik pengobatan dan
penanganan pasien yang paling besar.
Fungsi RS dalam sistem
kesehatan
Tanggug jawab pemerintah untuk
meningkatkan derajat kes masy berada
pada :
Depkes pusat
Dinas kes prov
Dinas kab/kota
Sedangkan tanggung jawab pelayanan kes
yang bermutu terletak pd institusi pelayanan
kes, yaitu :
RS pemerintah dan swasta
Puskesmas
Praktik dokter swasta
Rumah bersalin
Puskesmas pembantu
Balai pengobatan swasta
Pondok bersalin desa
Terima Kasih

Skn kelompok 1

  • 1.
  • 2.
  • 3.
  • 4.
    Pengertian Sistem Kesehatan Nasional(SKN) Sistem Kesehatan Nasional atau SKN adalah pengelolaan kesehatan yang diselenggarakan oleh semua komponen bangsa Indonesia secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. (PP RI No. 72 tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Nasional).
  • 5.
    Menurut WHO, Sistem Kesehatanadalah sebuah proses kumpulan berbagai faktor kompleks yang berhubungan dalam suatu negara, yang diperlukan untuk memenuhi tuntutan kebutuhan dan kesehatan perseorangan, keluarga, kelompok, dan masyarakat pada setiap dibutuhkan.
  • 6.
    SKN disusun denganmemperhatikan pendekatan revitalisasi pelayanan kesehatan dasar yang meliputi: 1. Cakupan pelayanan kesehatan yang adil dan merata 2. Pemberian pelayanan kesehatan yang berpihak kepada rakyat 3. Kebijakan pembangunan kesehatan 4. Kepemimpinan
  • 7.
    SKN berfungsi denganbaik untuk mencapai tujuannya apabila terjadi koordinasi, integrasi, sinkronisasi, dan sinergisme. Baik antar pelaku, antar subsistem SKN, maupun dengan subsistem di luar SKN.
  • 8.
    Tujuan Sistem KesehatanNasional adalah terselenggaranya pembangunan kesehatan oleh semua potensi bangsa, baik masyarakat, swasta, maupun pemerintah secara sinergis, berhasil guna dan berdaya guna, hingga terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.
  • 9.
    Landasan Sistem KesehatanNasional: 1. Landasan Idiil, yaitu Pancasila 2. Landasan Konstitusional, yaitu UUD 1945 3. Landasan Operasional meliputi seluruh ketentuan dan perundangan yang berkaitan dengan penyelenggaraan SKN dan pembangunan kesehatan
  • 10.
  • 11.
    Subsistem Upaya Kesehatan Tatananyang menghimpun berbagai upaya kesehatan masyarakat (UKM) dan upaya kesehatan perseorangan (UKP) secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. (Menteri Kesehatan Republik Indonesia)
  • 12.
    Tujuan Subsistem UpayaKesehatan Adalah terselenggaranya upaya kesehatan yang tercapai (Accessible), terjangkau (Affordable), dan bermutu (Quality) untuk menjamin terselenggaranya pembangunan kesehatan guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.
  • 13.
    Subsistem Upaya Kesehatanterdiri dari 2 unsur utama, yaitu: 1. Upaya Kesehatan Masyarakat 2. Upaya Kesehatan Perorangan
  • 14.
    Upaya Kesehatan Masyarakat Setiapkegiatan pemerintah, masyarakat, dan swasta, untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah dan menanggulangi timbulnya masalah kesehatan di masyarakat.
  • 15.
    Contoh UKM : Promosikesehatan Pemberantasan penyakit menular Perbaikan gizi masyarakat Pengamanan narkotika, psikotropika, zat aditif dan bahan berbahaya
  • 16.
    UKM Strata Pertama     UKMtingkat dasar, yaitu yang mendayagunakan iptek kesehatan dasar ditujukan ke masyarakat. Ujung tombak  puskesmas Sekurangnya 1 puskesmas per kecamatan Tiga fungsi puskesmas: 1) Pusat penggerak pemb berwawasan kes. 2) Pusat pemberdayaan masy di bidang kes. 3) Pusat pelayanan kes tingkat dasar.
  • 17.
    Peran Serta Masyarakatdalam UKM Strata Pertama Diri sendiri Keluarga Upaya kesehatan bersama (UKBM) Contoh UKBM: • Posyandu • Polindes • Pos Obat Desa • Pos upaya Kesehatan Kerja • Dokter Kecil dalam Usaha Kes Sekolah
  • 18.
    UKM Strata Kedua AdalahUKM tingkat lanjutan, yaitu yang mendayagunakan iptek kesehatan spesialistik yang ditujukan kepada masyarakat. Penanggung jawab UKM strata kedua = Dinkes Kab/Kota (didukung lintas sektor) 2 fungsi utama Dinkes = fungsi manajerial dan fungsi teknis kesehatan.
  • 19.
    UKM Strata Ketiga UKMtingkat unggulan, yaitu yg mendayagunakan iptek kes subspesialistik yang ditujukan kepada masyarakat. Penanggung jawab = Dinkes Provinsi dan Depkes didukung lintas sektor. 2 fungsi Dinkes Prov dan Depkes= fungsi manajerial dan fungsi teknis kesehatan.
  • 20.
    Upaya Kesehatan Perseorangan setiapkegiatan oleh pemerintah, masyarakat & swasta, untuk memelihara & meningkatkan kesehatan serta mencegah & menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan perorangan.
  • 21.
    Contoh UKP : Pencegahanpenyakit Pembatasan dan pemulihan kecacatan terhadap perorangan
  • 22.
    UKP Strata Pertama UKPtingkat dasar, yaitu yang mendayagunakan iptek kesehatan yang ditujukan kepada perorangan. Penyelenggara = pemerintah, masyarakat, dan swasta; UKP melalui pelayanan professional
  • 23.
    UKP Strata Pertamaoleh Pemerintah  Puskesmas (pelayanan kesehatan masyarakat dan pelayanan kesehatan perorangan) Kelengkapan puskesmas  Pustu, Pusling, Polindes, Pos Obat Desa. Polindes dan Pos Obat Desa  termasuk bersumber masyarakat.
  • 24.
    UKP Strata Kedua UKPtingkat lanjutan, yaitu yang mendayagunakan iptek kesehatan spesialistik yang ditujukan ke perorangan. Penyelenggara: pemerintah, masyarakat, & swasta UKP Strata 2 ini didukung oleh pelayanan penunjang: apotek, lab klinik, dan optik.
  • 25.
    Bentuk UKP strata2 Praktik dokter spesialis Praktik dokter gigi spesialis Klinik spesialis Balai Pengobatan Penyakit Paru-paru (BP4) Balai Kesehatan Mata Masyarakat (BKMM) Rumah Sakit Kelas C dan B non pendidikan milik pemerintah (termasuk TNI/Polri dan BUMN), Rumah sakit swasta
  • 26.
    UKP Strata Ketiga UKPtingkat unggulan, yaitu yang mendayagunakan iptek kesehatan subspesialistik yang ditujukan kepada perorangan. Penyelenggara = pemerintah, masyarakat, dan swasta
  • 27.
    Bentuk UKP stratake tiga Praktik dokter spesialis konsultan Praktik dokter gigi spesialis konsultan Klinik spesialis konsultan Rumah sakit kelas B pendidikan dan kelas A milik pemerintah (termasuk TNI/Polri dan BUMN) Rumah sakit khusus dan rumah sakit swasta
  • 28.
  • 29.
    Prinsip Umum PenyelenggaraanUpaya Kesehatan 1. UKM terutama diselenggarakan oleh pemerintah dengan peran aktif masyarakat & swasta. 2. UKP diselenggarakan oleh masyarakat, swasta, dan pemerintah. 3. Penyelenggaraan upaya kesehatan oleh swasta harus memperhatikan fungsi sosial.
  • 30.
    4. Penyelenggaraan upayakesehatan harus bersifat menyeluruh, terpadu, berkelanjutan, terjangka u, berjenjang, profesional, & bermutu. 5. Penyelenggaraan upaya kesehatan, termasuk pengobatan tradisional & alternatif, harus tidak bertentangan dengan kaidah ilmiah. 6. Penyelenggaraan upaya kesehatan harus sesuai dengan nilai & norma sosial budaya, moral, & etika profesi.
  • 31.
  • 32.
    Upaya pelayanan kesehatandi rumah sakit Sistem Pelayanan Kesehatan merupakan sarana untuk mewujudkan reaksi sosial yang terorganisasi terhadap kondisi kesehatan. Jadi, jika kita berbicara tentang derajat kesehatan, maka ruang lingkupnya adalah sistem kesehatan dan upaya kesehatannya adalah pelayanan kesehatan masyarakat.
  • 33.
    Bila kita berbicaratentang sistem rujukan maka ruang lingkupnya adalah sistem pelayanan kesehatan dan upaya kesehatannya adalah pelayanan medik.
  • 34.
    Peran Rumah Sakitdalam Sistem pelayanan kesehatan. Rumah Sakit secara khusus bertanggung jawab terhadap pelayanan medik pada seluruh jaringan rujukan di wilayah kabupaten atau kota. Oleh karena itu, Rumah Sakit merupakan pusat rujukan dalam sistem pelayanan kesehatan diwilayah cakupannya.
  • 35.
    Sebagai pusat rujukandiwilayahnya, Rumah Sakit juga merupakan pusat sumber daya (resource center) ditinjau dari segi teknologi dan sumber daya manusianya yang terampil. Oleh karena itu, Rumah Sakit wajib membina fasilitas pelayanan kesehatan yang berada di dalam jaringan rujukannnya
  • 36.
    Lingkup Pembinaan olehRumah Sakit, sesuai dengan peran dan kemampuannya meliputi : Rujukan teknologi Rujukan ini dapat berupa permintaan bantuan teknologi tertentu dalam bidang yang terkait dengan unit rumah sakit yang mampu memberikan teknologi tersebut. Bantuan teknologi yang diberikan harus tepat guna, dapat dikuasai dan dilaksanakan, serta dapat dibiayai oleh unit yang meminta bantuan. Contoh : pembuatan sarana pembuangan limbah, pemeliharaan, perbaikan, dan kalibrasi peralatan kesehatan.
  • 37.
    Bantuan sumber daya Dapatberupa biaya, tenaga, peralatan, dan obat. Bantuan operasional Dapat berupa permintaan bantuan kepada unit dirumah sakit untuk menyelesaikan suatu masalah tertentu, yang tidak dapat diatasi sendiri oleh unit pelayanan kesehatan ini adalah:
  • 38.
    Contoh bantuan operasionaladalah : • Survei epidemiologi berbasis rumah sakit dan masyarakat (hospital and population based epidemiological surveillance) untuk menentukan sulitnya permasalahan yang dihadapi serta metode penanggulangan yang perlu, sesuai dengan situasi dan kondisi spesifik daerah. • Mengatasi wabah atau kejadian luar biasa dilapangan oleh satuan tugas tingkat kabupaten/kota, provinsi atau pusat.
  • 39.
     Rujukan pasiendan spesimen Perlu ditekankan bahwa rumah sakit setelah menangani pasien atau memeriksa spesimen tersebut ke unit yang merujuk, baik sebagai informasi maupun untuk tidak lanjut.  Rujukan pengetahuan dan ketrampilan Kegiatan yang termasuk dalam hal ini meliputi hal-hal berikut : • Kunjungan dokter spesialis ke rumah sakit dan puskesmas yang belum ada dokter spesialisnya, tetapi sudah memiliki sarana untuk keperluan dokter spesialis yang berkunjung.
  • 40.
    • Tugas dokterspesialis yang berkunjung, bukan untuk memberi pelayanan kepada pasien, tetapi lebih diutamakan untuk memberi bimbingan kepada tenaga yang ada dirumah sakit dan puskesmas yang dibinanya. • Alih pengetahuan sampai ketrampilan melalui pelatihan dibidang klinik, manajemen, dan pengoprasian peralatan. • Supervisi dan pelatihan kepada tenaga kesehatan pada fasilitas pelayanan kesahatan dasar, baik milik pemerintah maupun swasta, mengenai pelayanan medik.
  • 41.
    • Sebagai tempatmagang bagi dokter, dan paramedis yang bekerja di puskesmas untuk preservice maupun inservice training, agar mereka dapat memahami dan memanfaatkan peran rumah sakit sebagai pusat sumber daya dalam sistem rujukan. • Penyebarluasan teknik-teknik pengobatan dan penanganan pasien yang paling besar.
  • 42.
    Fungsi RS dalamsistem kesehatan Tanggug jawab pemerintah untuk meningkatkan derajat kes masy berada pada : Depkes pusat Dinas kes prov Dinas kab/kota
  • 43.
    Sedangkan tanggung jawabpelayanan kes yang bermutu terletak pd institusi pelayanan kes, yaitu : RS pemerintah dan swasta Puskesmas Praktik dokter swasta Rumah bersalin Puskesmas pembantu Balai pengobatan swasta Pondok bersalin desa
  • 44.