SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah
Sistem Informasi Geografis Semester 114
Dosen Pengampu : Drs. Mulyono, M.Kom
COVER
DISUSUN OLEH :
Afny (1313618001)
Nilatil Moena (1313618002)
Agatha Marcella Setiawan (1313618006)
Fatimah Az Zahra (1313618012)
Cindi Tri Fitikasari (1313618025)
Resa Fajar Sukma (1313618029)
PROGRAM STUDI ILMU KOMPUTER
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
2021
ii
DAFTAR ISI
COVER............................................................................................................................................ i
DAFTAR ISI...................................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN............................................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang........................................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah...................................................................................................... 1
1.3 Tujuan........................................................................................................................ 2
BAB II PEMBAHASAN............................................................................................................... 3
2.1 Pengertian Sistem Pendukung Keputusan ................................................................. 3
2.2 Tujuan dan Fungsi Sistem Pendukung Keputusan .................................................... 4
2.3 Tahapan-Tahapan dalam Penerapan SPK.................................................................. 5
2.4 Karakteristik Sistem Pendukung Keputusan ............................................................. 7
2.5 Kriteria Sistem Pendukung Keputusan...................................................................... 8
2.6 Jenis Sistem Pendukung Keputusan .......................................................................... 9
2.7 Perbedaan Sistem Informasi Manajemen dan Sistem Pendukung Keputusan ........ 10
2.8 Keuntungan dan Kekurangan Sistem Pendukung Keputusan ................................. 11
BAB III PENUTUP ...................................................................................................................... 14
3.1 Kesimpulan.............................................................................................................. 14
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................................... 15
1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Keputusan merupakan suatu hal yang sangat berpengaruh dalam proses
menghadapi alternatif yang dipilih. Pada masa ini pengambilan suatu keputusan sudah
tidak lagi hanya dengan akal manusia. Keterbatasan manusia dalam berpikir untuk
memecahkan suatu permasalahan kini dapat dibantu dengan suatu sistem komputer yang
telah diciptakan oleh manusia itu sendiri. Perkembangan Teknologi Informasi telah
memungkinkan pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan cermat.
Penggunaan komputer telah berkembang dari sekadar pengolahan data maupun penyajian
informasi, menjadi mampu untuk menyediakan pilihan-pilihan sebagai pendukung
pengambil keputusan. Sebuah teknologi sistem komputer disebut sistem pendukung
keputusan atau yang disingkat SPK. SPK merupakan suatu sistem berbasis komputer yang
ditujukan untuk membantu pengambil keputusan dalam memanfaatkan data dan model
tertentu untuk memecahkan berbagai persoalan yang tidak terstruktur, yaitu pencarian
solusi yang melibatkan intuisi manusia dalam membuat keputusan yang tepat sasaran dan
betul – betul berguna bagi organisasi. Dengan pemanfaatan yang tepat, SPK akan sangat
berguna untuk pencarian solusi terbaik. Sistem ini mempunyai banyak kelebihan, namun
kekurangan-kekurangan juga tetap dimiliki oleh sistem .
1.2 Rumusan Masalah
Dari latar belakang masalah diatas, dapat ditentukan permasalahan yang akan dibahas,
yaitu :
1. Apakah pengertian sistem pendukung keputusan itu?
2. Apakah tujuan dan fungsi sistem pendukung keputusan?
3. Apa saja tahapan yang harus dilakukan dalam sistem pendukung keputusan?
4. Apa saja kriteria dan karakteristik dari sistem pengambil keputusan?
5. Apa saja jenis – jenis sistem pendukung keputusan?
6. Bagaimana pengambilan keputusan dalam suatu permasalahan?
2
1.3 Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka didapatkan tujuan penulisan makalah, yaitu :
1. Untuk mengetahui tentang pengertian sistem pendukung keputusan.
2. Untuk mengetahui tentang tujuan sistem pendukung keputusan.
3. Untuk mengetahui tahapan apa yang harus dilakukan untuk sistem pendukung
keputusan.
4. Untuk mengetahui kriteria dan karakteristik dari sistem pengambil keputusan.
5. Untuk mengetahui tentang jenis-jenis sistem pendukung keputusan.
6. Dapat mengambil keputusan yang tepat dari suatu permasalahan.
3
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Sistem Pendukung Keputusan
Menurut Raymond McLeod, Jr. (1998), sistem pendukung keputusan merupakan
sebuah sistem yang menyediakan kemampuan untuk penyelesaian masalah dan
komunikasi untuk permasalahan yang bersifat semi-terstruktur.
Sedangkan menurut Wikipedia Sistem pendukung keputusan (Inggris: decision
support systems disingkat DSS) adalah bagian dari sistem informasi berbasis komputer
(termasuk sistem berbasis pengetahuan (manajemen pengetahuan)) yang dipakai untuk
mendukung pengambilan keputusan dalam suatu organisasi atau perusahaan. Dapat juga
dikatakan sebagai sistem komputer yang mengolah data menjadi informasi untuk
mengambil keputusan dari masalah semi-terstruktur yang spesifik.
Sistem Pendukung Keputusan (SPK) atau Decision Support System (DSS) adalah
sebuah sistem yang mampu memberikan kemampuan pemecahan masalah maupun
kemampuan pengkomunikasian untuk masalah dengan kondisi semi terstruktur dan tak
terstruktur. Sistem ini digunakan untuk membantu pengambilan keputusan dalam situasi
semi terstruktur dan situasi yang tidak terstruktur, dimana tak seorangpun tahu secara pasti
bagaimana keputusan seharusnya dibuat (Turban, 2001).
Sprague dan Watson mendefinisikan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) sebagai
sistem yang memiliki lima karakteristik utama yaitu (Sprague et.al, 1993):
Sistem yang berbasis komputer.
1. Dipergunakan untuk membantu para pengambil keputusan.
2. Untuk memecahkan masalah-masalah rumit yang mustahil dilakukan dengan
kalkulasi manual.
3. Melalui cara simulasi yang interaktif.
4. Dimana data dan model analisis sebaai komponen utama.
Jadi sistem pendukung keputusan adalah sistem yang dipakai untuk mendukung
pengambilan keputusan dalam menyelesaikan suatu masalah agar masalah yang ada dapat
diselesaikan dengan baik.
4
2.2 Tujuan dan Fungsi Sistem Pendukung Keputusan
Secara global dapat dikatakan bahwa fungsi dari Sistem Pendukung Keputusan
(SPK) adalah untuk meningkatkan kemampuan para pengambil keputusan dengan
memberikan alternatif-alternatif keputusan yang lebih banyak atau lebih baik, sehingga
dapat membantu untuk merumuskan masalah dan keadaan yang dihadapi. Dengan
demikian Sistem Pendukung Keputusan (SPK) dapat menghemat waktu, tenaga dan biaya.
Jadi dapatlah dikatakan secara singkat bahwa tujuan Sistem Penunjang Keputusan adalah
untuk meningkatkan efektivitas (do the right things) dan efesiensi (do the things right)
dalam pengambilan keputusan. Walaupun demikian penekanan dari suatu Sistem
Penunjang Keputusan (SPK) adalah pada peningkatan efektivitas dari pengambilan
keputusan dari pada efisiensinya.
Tujuan dari Sistem Pendukung Keputusan adalah sebagai berikut (Turban, 2005):
1. Membantu manajer dalam pengambilan keputusan atas masalah semi terstruktur.
2. Memberikan dukungan atas pertimbangan manajer dan bukannya di maksudkan untuk
menggantikan fungsi manajer.
3. Meningkatkan efektivitas keputusan yang di ambil manajer lebih daripada perbaikan
efisiensinya.
4. Kecepatan komputasi. Komputer memungkinkan para pengambil keputusan untuk
melakukan banyak komputasi secara cepat dengan biaya yang rendah.
5. Peningkatan produktivitas. Membangun suatu kelompok pengambil keputusan,
terutama para pakar, bisa sangat mahal. Pendukung terkomputerisasi bisa mengurangi
ukuran kelompok dan memungkinkan para anggotanya untuk berada di berbagai lokasi
yang berbeda-beda (menghemat biaya perjalanan). Selain itu, produktivitas staf
pendukung (misalnya analisis keuangan dan hukum) bisa di tingkatkan. Produktivitas
juga bisa di tingkatkan menggunakan peralatan optimasi yang menentukan cara terbaik
untuk menjalankan sebuah bisnis.
6. Dukungan kualitas. Komputer bisa meningkatkan kualitas keputusan yang dibuat.
Sebagai contoh, semakin banyak data yang di akses, makin banyak juga alernatif yang
bisa dievaluasi. Analisis resiko bisa di lakukan dengan cepat dan pandangan dari para
pakar (beberapa dari mereka berada di lokasi yang jauh) bisa dikumpulkan dengan
5
cepat dan dengan biaya yang lebih rendah. Keahlian bahkan bisa di ambil langsung dari
sebuah sistem komputer melalui metode kecerdasan tiruan. Dengan komputer, para
pengambil keputusan bisa melakukan simulasi yang kompleks, memeriksa banyak
scenario yang memungkinkan, dan menilai berbagai pengaruh secara cepat dan
ekonomis. Semua kapabilitas tersebut mengarah kepada keputusan yang lebih baik.
7. Berdaya saing. Manajemen dan pemberdayaan sumber daya perusahaan. Tekanan
persaingan menyebabkan tugas pengambilan keputusan menjadi sulit. Persaingan di
dasarkan tidak hanya pada harga, tetapi juga pada kualitas, kecepatan, kustomasi
produk, dan dukungan pelanggan. Organisasi harus mampu secara sering dan cepat
mengubah mode operasi, merekayasa ulang proses dan struktur, memberdayakan
karyawan, serta berinovasi. Teknologi pengambilan keputusan bisa menciptakan
pemberdayaan yang signifikan dengan cara memperbolehkan seseorang untuk
membuat keputusan yang baik secara cepat, bahkan jika mereka memiliki pengetahuan
yang kurang.
8. Mengatasi keterbatasan kognitif dalam pemrosesan dan penyimpanan. Menurut Simon
(1977), otak manusia memiliki kemampuan yang terbatas untuk memproses dan
menyimpan informasi. Orang-orang kadang sulit mengingat dan menggunakan sebuah
informasi dengan cara yang bebas dari kesalahan.
2.3 Tahapan-Tahapan dalam Penerapan SPK
Menurut Herbert A. Simon tahap – tahap yang harus dilalui dalam proses
pengambilan keputusan sebagai berikut :
1. Tahap Pemahaman ( Inteligence Phace )
Tahap ini merupakan proses penelusuran dan pendeteksian dari lingkup problematika
serta proses pengenalan masalah. Data masukan diperoleh, diproses dan diuji dalam
rangka mengidentifikasikan masalah. Kemampuan ini berfungsi untuk
mempersepsikan sebuah informasi, dan mempertahankannya sebagai pengetahuan
yang diterapkan.
6
2. Tahap Perancangan ( Design Phace )
Tahap ini merupakan proses pengembangan dan pencarian alternatif tindakan / solusi
yang dapat diambil. Tersebut merupakan representasi kejadian nyata yang
disederhanakan, sehingga diperlukan proses validasi dan vertifikasi untuk mengetahui
keakuratan model dalam meneliti masalah yang ada.
3. Tahap Pemilihan ( Choice Phace )
Tahap ini dilakukan pemilihan terhadap diantara berbagai alternatif solusi yang
dimunculkan pada tahap perencanaan agar ditentukan / dengan memperhatikan kriteria
– kriteria berdasarkan tujuan yang akan dicapai. Penyelesaian dengan menerapkan
sebuah model adalah nilai spesifik dari alternatif yang dipilih.
4. Tahap Impelementasi ( Implementation Phace )
Tahap ini dilakukan penerapan terhadap rancangan sistem yang telah dibuat pada tahap
perancanagan serta pelaksanaan alternatif tindakan yang telah dipilih pada tahap
pemilihan. Penerapan digunakan untuk mengenali dan menggunakan elemen kode atau
sumber daya pemrograman yang ditulis ke dalam program. Model simon menjelaskan
alur dari sebuah system dengan memanfaatkan adanya informasi yang sudah ada,
Adapun model penerapan pada SPK adalah :
Dalam ke empat tahapan di atas menjelaskan teknik dalam penerapan system
pendukung keputusan, berdasarkan alur yang ada digambar, mempunyai peranan untuk
menghasilkan sebuah keputusan yang tepat.
Gambar 2. 1 Fase Pengambilan Keputusan
7
2.4 Karakteristik Sistem Pendukung Keputusan
Berikut ini adalah karakteristik dan kemampuan dari SPK yaitu :
1. SPK merupakan sistem berbasis komputer dengan antarmuka antara mesin/komputer
dengan pembuat keputusan
2. SPK beradaptasi setiap saat dan bersifat fleksibel
3. Pembuat keputusan memiliki kewenangan penuh untuk mengontrol seluruh tahap
dalam sistem penunjang keputusan
4. SPK mampu memberikan solusi atas masalah yang tidak terstruktur baik bagi
perorangan atau kelompok
5. Dalam penggunaannya, SPK membutuhkan komponen seperti data, basis data
(database), dan metode analisis keputusan
6. Sistem ini hanya membantu menyediakan alternatif pilihan solusi bagi pembuat
keputusan untuk menyelesaikan permasalahan, bukan menjadi pengganti posisi
manusianya sebagai pembuat keputusan
7. Menggunakan model-model matematis dan statistik yang sesuai dengan pembahasan
8. Memiliki kemampuan dialog untuk memperoleh informasi sesuai dengan kebutuhan
9. Memiliki subsistem-subsistem yang terintegrasi sedemikian rupa sehingga dapat
berfungsi sebagai kesatuan sistem. Membutuhkan struktur data komprehensif yang
dapat melayani kebutuhan informasi seluruh tingkatan manajemen
10. Pendekatan easy to use. Ciri suatu sistem pendukung keputusan yang efektif adalah
kemudahannya untuk digunakan dan memungkinkan keleluasaan pemakai untuk
memilih atau mengambangkan pendekatan-pendekatan baru dalam membahas masalah
yang dihadapi
11. Kemampuan sistem untuk beradaptasi secara cepat, di mana pengambil keputusan
dapat menghadapi masalah-masalah baru dan pada saat yang sama dapat menanganinya
dengan cara mengadaptasikan sistem terhadap kondisi-kondisi perubahan yang terjadi
8
2.5 Kriteria Sistem Pendukung Keputusan
Sistem pendukung keputusan dirancang secara khusus untuk mendukung
seseorang yang harus mengambil keputusan-keputusan tertentu. Berikut ini
beberapa karakteristik sistem pendukung keputusan (Oetomo,2002):
1. Interaktif
Memiliki user interface yang komunikatif sehingga pemakai dapat melakukan
akses secara cepat ke data dan memperoleh informasi yang dibutuhkan.
2. Fleksibel
Memiliki sebanyak mungkin variabel masukkan, kemampuan untuk mengolah
dan memberikan keluaran yang menyajikan alternatif-alternatif keputusan
kepada pemakai.
3. Data kualitas
Memiliki kemampuan menerima data kualitas yang dikuantitaskan yang sifatnya
subyektif dari pemakainya, sebagai data masukkan untuk pengolahan data.
Misalnya: penilaian terhadap kecantikan yang bersifat kualitas, dapat
dikuantitaskan dengan pemberian bobot nilai seperti 75 atau 90.
4. Prosedur Pakar
Mengandung suatu prosedur yang dirancang berdasarkan rumusan formal atau
juga beberapa prosedur kepakaran seseorang atau kelompok dalam
menyelesaikan suatu bidang masalah dengan fenomena tertentu.
9
2.6 Jenis Sistem Pendukung Keputusan
1. SPK Berbasis Model
Sistem ini adalah sistem yang berdiri sendiri dan tidak terhubung dengan sistem
informasi perusahaan besar lainnya. Kemampuan analisis sistem ini didukung oleh
beberapa teori (atau model) yang kuat bersama dengan antarmuka pengguna yang baik
sehingga mudah digunakan. Penggunaan berbagai model dalam sistem ini membantu
mereka melakukan analisis bagaimana-jika dan analisis serupa lainnya. Mereka
digunakan untuk membuat model simulasi, melakukan perencanaan dan penjadwalan
produksi, dan membuat laporan statistik dan keuangan.
2. SPK Berbasis Data
Sistem ini dapat menganalisis data dalam jumlah besar dari berbagai sumber,
seperti data organisasi, data dari sistem perusahaan, dan data dari web. Data yang
dikumpulkan dari berbagai sumber disimpan di data Warehouse. Warehouse adalah
basis data yang dapat menyimpan data yang lalu hingga sekarang yang diekstrak dari
berbagai sistem operasional, dan menyediakan alat pelaporan dan kueri tertentu.
Dengan menggunakan sistem ini, manajer dapat mengekstrak informasi data
tersebut. Informasi yang diekstraksi membantu manajer dalam membuat keputusan
yang lebih baik. Perhatikan bahwa sistem informasi perusahaan adalah kelas utama dari
sistem yang menggunakan sistem pendukung keputusan berbasis data. Teknik utama
yang banyak digunakan dalam DSS berbasis data untuk menganalisis data adalah
Online Analytical Processing (OLAP) dan data mining.
 Online Analytical Processing (OLAP): Ini didasarkan pada kueri dan dapat
memberikan jawaban cepat untuk permintaan bisnis yang kompleks. Ini
memungkinkan manajer dan analis untuk secara interaktif memeriksa dan
memanipulasi data yang tersedia di gudang data dari sudut pandang yang berbeda.
 Data Mining: Ini membantu dalam mengekstraksi informasi yang berguna dengan
menemukan pola atau aturan dari data yang ada. Informasi ini kemudian digunakan
untuk memprediksi tren dan perilaku di masa depan.
10
2.7 Perbedaan Sistem Informasi Manajemen dan Sistem Pendukung Keputusan
Sistem informasi manajemen (SIM) memenuhi kebutuhan informasi organisasi
pada tingkat yang lebih besar, tetapi mereka tidak cukup untuk memenuhi semua
kebutuhan informasi dan pengambilan keputusan. Dalam beberapa situasi, dimana sifat
keputusan itu kompleks, pembuat keputusan akan rnernerlukan informasi tambahan,
analisis, model DSS yang sesuai untuk mendukung pengambilan keputusan (Sonia
Kukreja, 2020; Purwanto and Rohmawati, 2020).
Beberapa perbedaan utama antara sistem informasi manajemen (SIM) dan sistem
pendukung keputusan (DSS) adalah sebagai berikut:
1. SIM menangani sebagian besar masalah terstruktur, sedangkan DSS memberikan
informasi yang membantu dalam menganalisis dan menemukan solusi untuk masalah
semi-terstruktur dan tidak terstruktur.
2. SIM memberikan informasi tentang kinerja bisnis jika dalam sebuah perusahaan guna
membantu pimpinan mengendalikan dan mengelola kegiatan bisnis sehari-hari. Di sisi
lain, DSS menyediakan informasi dan berbagai teknik pendukung keputusan yang
membantu pimpinan untuk menganalisis masalah atau peluang tertentu.
3. Sistem pendukung keputusan bersifat interaktif dan memberikan respons cepat
terhadap pertanyaan pengguna. Contoh untuk mendapatkan laporan analisis penjualan
secara kuantitatif berdasarkan wilayah penjualan, tenaga penjualan .dll., Seorang
pimpinan penjualan membutuhkan SIM. Namun, untuk mengetahui pengaruh
perubahan faktor-faktor yang berbeda seperti pengeluaran pada promosi suatu produk,
dan kompensasi kepada wiraniaga terhadap kinerja penjualan maka pimpinan
penjualan dapat secara interaktif menggunakan sistem pendukung keputusan.
4. Sistem informasi manajemen (SIM) menghasilkan informasi dengan mengekstraksi
dan mmanipulasi data, sedangkan sistem pendukung keputusan menghasilkan
informasi dengan melakukan pemodelaan analitis dari data.
11
2.8 Keuntungan dan Kekurangan Sistem Pendukung Keputusan
Pentingnya untuk mengidentifikasi manfaat sistem pendukung keputusan (DSS).
Sistem yang diterapkan tanpa memahami manfaat prospektif umuk konteks tertentu tidak
akan mencapai potensi secara penuh dalam berkontribusi pada kinerja organisasi. Kualitas
suatu sistem dapat diukur dan didokumentasikan dengan berbagai cara.
Keputusan sederhana dapat dibuat segera tanpa banyak pertimbangan. Tetapi
keputusan yang kornpleks diberikan lebih banyak waktu dan pemikiran karena keputusan
tersebut secara langsung menyentuh garis bawah sebuah bisnis. Sistem pendukung
keputusan melaksanakan proses pengambilan keputusan secara terstruktur dan membantu
pembuat keputusan mengidentifikasi solusi terbaik yang dapat diterima untuk masalah
tertentu.
Maka dari itu manfaat dari sistem pendukung keputusan (DSS) dapat lebih halus
daripada sistem lainnya, seperti:
1. Hemat waktu: Waktu memainkam peran penting tidak peduli di industri mana anda
beroperasi dan pada level apa Anda bekerja. Sejak awal, semua kategori sistem
pendukung keputusan dimaksudkan untuk menyederhanakan berbagai hal dan
menghemat waktu. DSS membantu kegiatan kita dengan cepat membuat keputusan
yang efektif dengan menganalisis pro dan kontra. Waktu yang dibutuhkan untuk
mempelajari data dan membandingkan tindakan yang mungkin dilakukan berkurang
secara signifikan. Siklus waktu pengambilan keputusan semakin pendek,
memungkinkan bisnis untuk bertindak cepat dalam situasi tertentu, pada akhirnya
mengurangi waktu mencapai tujuan.
2. Akurasi Data meningkat: Sistem pendukung keputusan menganalisis data tanpa bias
apa pun dan menyajikan nya dalam bentuk yang akurat. lni memungkinkan untuk
meningkatkan pengambilan keputusan yang lebih baik.
12
3. Strategi yang signifikan: Sistem Pendukung Keputusan mengubah cara bisnis
beroperasi. Sistem pendukung keputusan memperhitungkan faktor ekonomi dan tren
masa lalu dan saat ini untuk menentukan biaya dan keuntungan serta nilai keseluruhan.
lni memberikan hasil atau tindakan yang berbeda yang secara ekonomi berbeda dan
menawarkan nilai yang berbeda. Singkatnya. ini memberi tahu pembuat keputusan
tindakan terbaik yang menciptakan nilai lebih tinggi dengan biaya lebih rendah. Jelas,
bisnis memperoleh keunggulan kompetitif ketika berhasil dan ketika nilai yang
diciptakannya melampaui biaya yang dikeluarkan untuk itu.
4. Cepat dan Terarah: Bergerak ke arah yang benar secepat mungkin membantu bisnis
tetap unggul dalam persaingan. Bahkan, inilah yang membuat organisasi lincah dan
proaktif. Sangat penting bagi mereka untuk cepat menanggapi perubahan pasar.
Pemrosesan data secara manual membutuhkan waktu lebih lama. Sistem pendukung
keputusan, menggunakan informasi yang tersedia, menyajikan angka pendapatan yang
diproyeksikan dan perubahan pasar yang diharapkan di masa mendatang. Sebagai
contoh, sebuah perusahaan real estat bergantung pada DSS untuk memutuskan cara
menetapkan harga untuk setiap apartemen sehingga maksimum mereka dijual dan
keuntungan mencapai batas paling atas.
5. Pengurangan Biaya Pengambilan Keputusan: Penempatan sistem pendukung
keputusan secara dramatis mengurangi biaya pengumpulan, pemilahan, pemrosesan,
dan analisis data.
6. Memperluas kemampuan pengambil keputusan dalam memproses data/informasi
untuk pengambilan keputusan.
7. Mampu memberikan berbagai alternatif dalam pengambilan keputusan, meskipun
seandainya Sistem Pendukung Keputusan (SPK) tidak mampu memecahkan masalah
yang dihadapi oleh pengambil keputusan, namun dapat digunakan sebagai stimulan
dalam memahami persoalan.
8. Memperkuat keyakinan pengambil keputusan terhadap keputusan yang diambilnya.
13
Sistem Pendukung Keputusan dapat menciptakan keuntungan bagi organisasi, namun
membangun dan menggunakan sistem pendukung keputusan juga dapat rnenciptakan hasil
negatif dalarn beberapa situasi. Sistern pendukung keputusan (DSS) membantu orang
rnembuat keputusan dengan rnemberi orang informasi yang tepat dan jawaban yang
disarankan; Meskipun ini bisa membantu, ada beberapa kelemahan.
1. Ada beberapa kemampuan manajemen dan bakat manusia yang tidak dapat
dimodelkan, sehingga model yang ada dalam sistem tidak semuanya mencerminkan
persoalan sebenarnya.
2. Sistem Pendukung Keputusan (SPK) terbatas untuk memberikan alternatif dari
pengetahuan yang diberikan kepadanya (pengatahuan dasar serta model dasar) pada
waktu perancangan program tersebut.
3. Proses-proses yang dapat dilakukan oleh Sistem Pendukung Keputusan (SPK) biasanya
tergantung juga pada kemampuan perangkat lunak yang digunakan.
4. Harus selalu diadakan perubahan secara kontinyu untuk menyesuaikan dengan keadaan
lingkungan yang terus berubah agar sistem tersebut selalu up to date.
5. Bagaimanapun juga harus diingat bahwa Sistem Pendukung Keputusan (SPK)
dirancang untuk membantu/mendukung pengambilan keputusan dengan mengolah
informasi dan data yang diperlukan dan bukan untuk mengambil alih pengambilan
keputusan.
14
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari makalah ini dapat disimpulkan bahwa SPK bukanlah alat untuk pengambilan
keputusan, tetapi merupakan sistem yang menngambil keputusan dengan mengambil
informasi yang ada dan telah diolah dengan relevan, sehingga dapat membantu untuk
membuat keputusan dengan cepat dan akuran. Dan sistem ini juga tidak dimaksudkan
untuk menggantikan pengambilan keputusan dalam proses pembuatan keputusan
15
DAFTAR PUSTAKA
Exa, Vebry. (2015). Kelebihan dan Kekurangan Sistem Pendukung Keputusan (SPK). Diakses
pada 17 Maret 2021, dari https://vebryexap.com/kelebihan-dan-kekurangan-sistem-
pendukung-keputusan-spk.html
Jufran, Restu. 2021. Sistem Pendukung Keputusan. Diakses 17 Maret 2021.
http://anggajufran.blogspot.com/2017/09/makalah-sistem-pendukung-
keputusan.html?m=1
Kukreja, Sonia. (2019) Decision Support Systems (DSS). Diakses pada 17 Maret 2021, dari
https://www.managementstudyhq.com/types-of-decision-support-systems.html
Kurniawan, Aris. (2017). Sistem Pendukung Keputusan (SPK). Diakses pada 17 Maret 2021, dari
https://www.gurupendidikan.co.id/sistem-pendukung-keputusan/
Limbong, Tonni, Muttaqin, Akbar Iskandar, Agus Perdana Windarto, Janner Simarmata, Mesran,
Oris Krianto Sulaiman, Dodi Siregar, Dicky Nofriansyah, Darmawan Napitupulu dan
Anjar Wanto. (2020). Sistem Pendukung Keputusan: Metode & Implementasi. Jakarta:
Yayasan Kita Menulis. Tersedia dari Google Books.
Rahmah, Nidaur. (2020). Mengenal Sistem Penunjang Keputusan (SPK): Tujuan, Karakteristik
dan Kelebihan, Serta Tahapannya. Diakses 16 Maret 2021, dari
https://www.pengadaanbarang.co.id/2020/11/mengenal-sistem-penunjang-keputusan-
spk.html

Sistem Pendukung Keputusan (SPK)

  • 1.
    SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN Makalahini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Sistem Informasi Geografis Semester 114 Dosen Pengampu : Drs. Mulyono, M.Kom COVER DISUSUN OLEH : Afny (1313618001) Nilatil Moena (1313618002) Agatha Marcella Setiawan (1313618006) Fatimah Az Zahra (1313618012) Cindi Tri Fitikasari (1313618025) Resa Fajar Sukma (1313618029) PROGRAM STUDI ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA 2021
  • 2.
    ii DAFTAR ISI COVER............................................................................................................................................ i DAFTARISI...................................................................................................................................ii BAB I PENDAHULUAN............................................................................................................... 1 1.1 Latar Belakang........................................................................................................... 1 1.2 Rumusan Masalah...................................................................................................... 1 1.3 Tujuan........................................................................................................................ 2 BAB II PEMBAHASAN............................................................................................................... 3 2.1 Pengertian Sistem Pendukung Keputusan ................................................................. 3 2.2 Tujuan dan Fungsi Sistem Pendukung Keputusan .................................................... 4 2.3 Tahapan-Tahapan dalam Penerapan SPK.................................................................. 5 2.4 Karakteristik Sistem Pendukung Keputusan ............................................................. 7 2.5 Kriteria Sistem Pendukung Keputusan...................................................................... 8 2.6 Jenis Sistem Pendukung Keputusan .......................................................................... 9 2.7 Perbedaan Sistem Informasi Manajemen dan Sistem Pendukung Keputusan ........ 10 2.8 Keuntungan dan Kekurangan Sistem Pendukung Keputusan ................................. 11 BAB III PENUTUP ...................................................................................................................... 14 3.1 Kesimpulan.............................................................................................................. 14 DAFTAR PUSTAKA................................................................................................................... 15
  • 3.
    1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 LatarBelakang Keputusan merupakan suatu hal yang sangat berpengaruh dalam proses menghadapi alternatif yang dipilih. Pada masa ini pengambilan suatu keputusan sudah tidak lagi hanya dengan akal manusia. Keterbatasan manusia dalam berpikir untuk memecahkan suatu permasalahan kini dapat dibantu dengan suatu sistem komputer yang telah diciptakan oleh manusia itu sendiri. Perkembangan Teknologi Informasi telah memungkinkan pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan cermat. Penggunaan komputer telah berkembang dari sekadar pengolahan data maupun penyajian informasi, menjadi mampu untuk menyediakan pilihan-pilihan sebagai pendukung pengambil keputusan. Sebuah teknologi sistem komputer disebut sistem pendukung keputusan atau yang disingkat SPK. SPK merupakan suatu sistem berbasis komputer yang ditujukan untuk membantu pengambil keputusan dalam memanfaatkan data dan model tertentu untuk memecahkan berbagai persoalan yang tidak terstruktur, yaitu pencarian solusi yang melibatkan intuisi manusia dalam membuat keputusan yang tepat sasaran dan betul – betul berguna bagi organisasi. Dengan pemanfaatan yang tepat, SPK akan sangat berguna untuk pencarian solusi terbaik. Sistem ini mempunyai banyak kelebihan, namun kekurangan-kekurangan juga tetap dimiliki oleh sistem . 1.2 Rumusan Masalah Dari latar belakang masalah diatas, dapat ditentukan permasalahan yang akan dibahas, yaitu : 1. Apakah pengertian sistem pendukung keputusan itu? 2. Apakah tujuan dan fungsi sistem pendukung keputusan? 3. Apa saja tahapan yang harus dilakukan dalam sistem pendukung keputusan? 4. Apa saja kriteria dan karakteristik dari sistem pengambil keputusan? 5. Apa saja jenis – jenis sistem pendukung keputusan? 6. Bagaimana pengambilan keputusan dalam suatu permasalahan?
  • 4.
    2 1.3 Tujuan Berdasarkan rumusanmasalah diatas, maka didapatkan tujuan penulisan makalah, yaitu : 1. Untuk mengetahui tentang pengertian sistem pendukung keputusan. 2. Untuk mengetahui tentang tujuan sistem pendukung keputusan. 3. Untuk mengetahui tahapan apa yang harus dilakukan untuk sistem pendukung keputusan. 4. Untuk mengetahui kriteria dan karakteristik dari sistem pengambil keputusan. 5. Untuk mengetahui tentang jenis-jenis sistem pendukung keputusan. 6. Dapat mengambil keputusan yang tepat dari suatu permasalahan.
  • 5.
    3 BAB II PEMBAHASAN 2.1 PengertianSistem Pendukung Keputusan Menurut Raymond McLeod, Jr. (1998), sistem pendukung keputusan merupakan sebuah sistem yang menyediakan kemampuan untuk penyelesaian masalah dan komunikasi untuk permasalahan yang bersifat semi-terstruktur. Sedangkan menurut Wikipedia Sistem pendukung keputusan (Inggris: decision support systems disingkat DSS) adalah bagian dari sistem informasi berbasis komputer (termasuk sistem berbasis pengetahuan (manajemen pengetahuan)) yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu organisasi atau perusahaan. Dapat juga dikatakan sebagai sistem komputer yang mengolah data menjadi informasi untuk mengambil keputusan dari masalah semi-terstruktur yang spesifik. Sistem Pendukung Keputusan (SPK) atau Decision Support System (DSS) adalah sebuah sistem yang mampu memberikan kemampuan pemecahan masalah maupun kemampuan pengkomunikasian untuk masalah dengan kondisi semi terstruktur dan tak terstruktur. Sistem ini digunakan untuk membantu pengambilan keputusan dalam situasi semi terstruktur dan situasi yang tidak terstruktur, dimana tak seorangpun tahu secara pasti bagaimana keputusan seharusnya dibuat (Turban, 2001). Sprague dan Watson mendefinisikan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) sebagai sistem yang memiliki lima karakteristik utama yaitu (Sprague et.al, 1993): Sistem yang berbasis komputer. 1. Dipergunakan untuk membantu para pengambil keputusan. 2. Untuk memecahkan masalah-masalah rumit yang mustahil dilakukan dengan kalkulasi manual. 3. Melalui cara simulasi yang interaktif. 4. Dimana data dan model analisis sebaai komponen utama. Jadi sistem pendukung keputusan adalah sistem yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan dalam menyelesaikan suatu masalah agar masalah yang ada dapat diselesaikan dengan baik.
  • 6.
    4 2.2 Tujuan danFungsi Sistem Pendukung Keputusan Secara global dapat dikatakan bahwa fungsi dari Sistem Pendukung Keputusan (SPK) adalah untuk meningkatkan kemampuan para pengambil keputusan dengan memberikan alternatif-alternatif keputusan yang lebih banyak atau lebih baik, sehingga dapat membantu untuk merumuskan masalah dan keadaan yang dihadapi. Dengan demikian Sistem Pendukung Keputusan (SPK) dapat menghemat waktu, tenaga dan biaya. Jadi dapatlah dikatakan secara singkat bahwa tujuan Sistem Penunjang Keputusan adalah untuk meningkatkan efektivitas (do the right things) dan efesiensi (do the things right) dalam pengambilan keputusan. Walaupun demikian penekanan dari suatu Sistem Penunjang Keputusan (SPK) adalah pada peningkatan efektivitas dari pengambilan keputusan dari pada efisiensinya. Tujuan dari Sistem Pendukung Keputusan adalah sebagai berikut (Turban, 2005): 1. Membantu manajer dalam pengambilan keputusan atas masalah semi terstruktur. 2. Memberikan dukungan atas pertimbangan manajer dan bukannya di maksudkan untuk menggantikan fungsi manajer. 3. Meningkatkan efektivitas keputusan yang di ambil manajer lebih daripada perbaikan efisiensinya. 4. Kecepatan komputasi. Komputer memungkinkan para pengambil keputusan untuk melakukan banyak komputasi secara cepat dengan biaya yang rendah. 5. Peningkatan produktivitas. Membangun suatu kelompok pengambil keputusan, terutama para pakar, bisa sangat mahal. Pendukung terkomputerisasi bisa mengurangi ukuran kelompok dan memungkinkan para anggotanya untuk berada di berbagai lokasi yang berbeda-beda (menghemat biaya perjalanan). Selain itu, produktivitas staf pendukung (misalnya analisis keuangan dan hukum) bisa di tingkatkan. Produktivitas juga bisa di tingkatkan menggunakan peralatan optimasi yang menentukan cara terbaik untuk menjalankan sebuah bisnis. 6. Dukungan kualitas. Komputer bisa meningkatkan kualitas keputusan yang dibuat. Sebagai contoh, semakin banyak data yang di akses, makin banyak juga alernatif yang bisa dievaluasi. Analisis resiko bisa di lakukan dengan cepat dan pandangan dari para pakar (beberapa dari mereka berada di lokasi yang jauh) bisa dikumpulkan dengan
  • 7.
    5 cepat dan denganbiaya yang lebih rendah. Keahlian bahkan bisa di ambil langsung dari sebuah sistem komputer melalui metode kecerdasan tiruan. Dengan komputer, para pengambil keputusan bisa melakukan simulasi yang kompleks, memeriksa banyak scenario yang memungkinkan, dan menilai berbagai pengaruh secara cepat dan ekonomis. Semua kapabilitas tersebut mengarah kepada keputusan yang lebih baik. 7. Berdaya saing. Manajemen dan pemberdayaan sumber daya perusahaan. Tekanan persaingan menyebabkan tugas pengambilan keputusan menjadi sulit. Persaingan di dasarkan tidak hanya pada harga, tetapi juga pada kualitas, kecepatan, kustomasi produk, dan dukungan pelanggan. Organisasi harus mampu secara sering dan cepat mengubah mode operasi, merekayasa ulang proses dan struktur, memberdayakan karyawan, serta berinovasi. Teknologi pengambilan keputusan bisa menciptakan pemberdayaan yang signifikan dengan cara memperbolehkan seseorang untuk membuat keputusan yang baik secara cepat, bahkan jika mereka memiliki pengetahuan yang kurang. 8. Mengatasi keterbatasan kognitif dalam pemrosesan dan penyimpanan. Menurut Simon (1977), otak manusia memiliki kemampuan yang terbatas untuk memproses dan menyimpan informasi. Orang-orang kadang sulit mengingat dan menggunakan sebuah informasi dengan cara yang bebas dari kesalahan. 2.3 Tahapan-Tahapan dalam Penerapan SPK Menurut Herbert A. Simon tahap – tahap yang harus dilalui dalam proses pengambilan keputusan sebagai berikut : 1. Tahap Pemahaman ( Inteligence Phace ) Tahap ini merupakan proses penelusuran dan pendeteksian dari lingkup problematika serta proses pengenalan masalah. Data masukan diperoleh, diproses dan diuji dalam rangka mengidentifikasikan masalah. Kemampuan ini berfungsi untuk mempersepsikan sebuah informasi, dan mempertahankannya sebagai pengetahuan yang diterapkan.
  • 8.
    6 2. Tahap Perancangan( Design Phace ) Tahap ini merupakan proses pengembangan dan pencarian alternatif tindakan / solusi yang dapat diambil. Tersebut merupakan representasi kejadian nyata yang disederhanakan, sehingga diperlukan proses validasi dan vertifikasi untuk mengetahui keakuratan model dalam meneliti masalah yang ada. 3. Tahap Pemilihan ( Choice Phace ) Tahap ini dilakukan pemilihan terhadap diantara berbagai alternatif solusi yang dimunculkan pada tahap perencanaan agar ditentukan / dengan memperhatikan kriteria – kriteria berdasarkan tujuan yang akan dicapai. Penyelesaian dengan menerapkan sebuah model adalah nilai spesifik dari alternatif yang dipilih. 4. Tahap Impelementasi ( Implementation Phace ) Tahap ini dilakukan penerapan terhadap rancangan sistem yang telah dibuat pada tahap perancanagan serta pelaksanaan alternatif tindakan yang telah dipilih pada tahap pemilihan. Penerapan digunakan untuk mengenali dan menggunakan elemen kode atau sumber daya pemrograman yang ditulis ke dalam program. Model simon menjelaskan alur dari sebuah system dengan memanfaatkan adanya informasi yang sudah ada, Adapun model penerapan pada SPK adalah : Dalam ke empat tahapan di atas menjelaskan teknik dalam penerapan system pendukung keputusan, berdasarkan alur yang ada digambar, mempunyai peranan untuk menghasilkan sebuah keputusan yang tepat. Gambar 2. 1 Fase Pengambilan Keputusan
  • 9.
    7 2.4 Karakteristik SistemPendukung Keputusan Berikut ini adalah karakteristik dan kemampuan dari SPK yaitu : 1. SPK merupakan sistem berbasis komputer dengan antarmuka antara mesin/komputer dengan pembuat keputusan 2. SPK beradaptasi setiap saat dan bersifat fleksibel 3. Pembuat keputusan memiliki kewenangan penuh untuk mengontrol seluruh tahap dalam sistem penunjang keputusan 4. SPK mampu memberikan solusi atas masalah yang tidak terstruktur baik bagi perorangan atau kelompok 5. Dalam penggunaannya, SPK membutuhkan komponen seperti data, basis data (database), dan metode analisis keputusan 6. Sistem ini hanya membantu menyediakan alternatif pilihan solusi bagi pembuat keputusan untuk menyelesaikan permasalahan, bukan menjadi pengganti posisi manusianya sebagai pembuat keputusan 7. Menggunakan model-model matematis dan statistik yang sesuai dengan pembahasan 8. Memiliki kemampuan dialog untuk memperoleh informasi sesuai dengan kebutuhan 9. Memiliki subsistem-subsistem yang terintegrasi sedemikian rupa sehingga dapat berfungsi sebagai kesatuan sistem. Membutuhkan struktur data komprehensif yang dapat melayani kebutuhan informasi seluruh tingkatan manajemen 10. Pendekatan easy to use. Ciri suatu sistem pendukung keputusan yang efektif adalah kemudahannya untuk digunakan dan memungkinkan keleluasaan pemakai untuk memilih atau mengambangkan pendekatan-pendekatan baru dalam membahas masalah yang dihadapi 11. Kemampuan sistem untuk beradaptasi secara cepat, di mana pengambil keputusan dapat menghadapi masalah-masalah baru dan pada saat yang sama dapat menanganinya dengan cara mengadaptasikan sistem terhadap kondisi-kondisi perubahan yang terjadi
  • 10.
    8 2.5 Kriteria SistemPendukung Keputusan Sistem pendukung keputusan dirancang secara khusus untuk mendukung seseorang yang harus mengambil keputusan-keputusan tertentu. Berikut ini beberapa karakteristik sistem pendukung keputusan (Oetomo,2002): 1. Interaktif Memiliki user interface yang komunikatif sehingga pemakai dapat melakukan akses secara cepat ke data dan memperoleh informasi yang dibutuhkan. 2. Fleksibel Memiliki sebanyak mungkin variabel masukkan, kemampuan untuk mengolah dan memberikan keluaran yang menyajikan alternatif-alternatif keputusan kepada pemakai. 3. Data kualitas Memiliki kemampuan menerima data kualitas yang dikuantitaskan yang sifatnya subyektif dari pemakainya, sebagai data masukkan untuk pengolahan data. Misalnya: penilaian terhadap kecantikan yang bersifat kualitas, dapat dikuantitaskan dengan pemberian bobot nilai seperti 75 atau 90. 4. Prosedur Pakar Mengandung suatu prosedur yang dirancang berdasarkan rumusan formal atau juga beberapa prosedur kepakaran seseorang atau kelompok dalam menyelesaikan suatu bidang masalah dengan fenomena tertentu.
  • 11.
    9 2.6 Jenis SistemPendukung Keputusan 1. SPK Berbasis Model Sistem ini adalah sistem yang berdiri sendiri dan tidak terhubung dengan sistem informasi perusahaan besar lainnya. Kemampuan analisis sistem ini didukung oleh beberapa teori (atau model) yang kuat bersama dengan antarmuka pengguna yang baik sehingga mudah digunakan. Penggunaan berbagai model dalam sistem ini membantu mereka melakukan analisis bagaimana-jika dan analisis serupa lainnya. Mereka digunakan untuk membuat model simulasi, melakukan perencanaan dan penjadwalan produksi, dan membuat laporan statistik dan keuangan. 2. SPK Berbasis Data Sistem ini dapat menganalisis data dalam jumlah besar dari berbagai sumber, seperti data organisasi, data dari sistem perusahaan, dan data dari web. Data yang dikumpulkan dari berbagai sumber disimpan di data Warehouse. Warehouse adalah basis data yang dapat menyimpan data yang lalu hingga sekarang yang diekstrak dari berbagai sistem operasional, dan menyediakan alat pelaporan dan kueri tertentu. Dengan menggunakan sistem ini, manajer dapat mengekstrak informasi data tersebut. Informasi yang diekstraksi membantu manajer dalam membuat keputusan yang lebih baik. Perhatikan bahwa sistem informasi perusahaan adalah kelas utama dari sistem yang menggunakan sistem pendukung keputusan berbasis data. Teknik utama yang banyak digunakan dalam DSS berbasis data untuk menganalisis data adalah Online Analytical Processing (OLAP) dan data mining.  Online Analytical Processing (OLAP): Ini didasarkan pada kueri dan dapat memberikan jawaban cepat untuk permintaan bisnis yang kompleks. Ini memungkinkan manajer dan analis untuk secara interaktif memeriksa dan memanipulasi data yang tersedia di gudang data dari sudut pandang yang berbeda.  Data Mining: Ini membantu dalam mengekstraksi informasi yang berguna dengan menemukan pola atau aturan dari data yang ada. Informasi ini kemudian digunakan untuk memprediksi tren dan perilaku di masa depan.
  • 12.
    10 2.7 Perbedaan SistemInformasi Manajemen dan Sistem Pendukung Keputusan Sistem informasi manajemen (SIM) memenuhi kebutuhan informasi organisasi pada tingkat yang lebih besar, tetapi mereka tidak cukup untuk memenuhi semua kebutuhan informasi dan pengambilan keputusan. Dalam beberapa situasi, dimana sifat keputusan itu kompleks, pembuat keputusan akan rnernerlukan informasi tambahan, analisis, model DSS yang sesuai untuk mendukung pengambilan keputusan (Sonia Kukreja, 2020; Purwanto and Rohmawati, 2020). Beberapa perbedaan utama antara sistem informasi manajemen (SIM) dan sistem pendukung keputusan (DSS) adalah sebagai berikut: 1. SIM menangani sebagian besar masalah terstruktur, sedangkan DSS memberikan informasi yang membantu dalam menganalisis dan menemukan solusi untuk masalah semi-terstruktur dan tidak terstruktur. 2. SIM memberikan informasi tentang kinerja bisnis jika dalam sebuah perusahaan guna membantu pimpinan mengendalikan dan mengelola kegiatan bisnis sehari-hari. Di sisi lain, DSS menyediakan informasi dan berbagai teknik pendukung keputusan yang membantu pimpinan untuk menganalisis masalah atau peluang tertentu. 3. Sistem pendukung keputusan bersifat interaktif dan memberikan respons cepat terhadap pertanyaan pengguna. Contoh untuk mendapatkan laporan analisis penjualan secara kuantitatif berdasarkan wilayah penjualan, tenaga penjualan .dll., Seorang pimpinan penjualan membutuhkan SIM. Namun, untuk mengetahui pengaruh perubahan faktor-faktor yang berbeda seperti pengeluaran pada promosi suatu produk, dan kompensasi kepada wiraniaga terhadap kinerja penjualan maka pimpinan penjualan dapat secara interaktif menggunakan sistem pendukung keputusan. 4. Sistem informasi manajemen (SIM) menghasilkan informasi dengan mengekstraksi dan mmanipulasi data, sedangkan sistem pendukung keputusan menghasilkan informasi dengan melakukan pemodelaan analitis dari data.
  • 13.
    11 2.8 Keuntungan danKekurangan Sistem Pendukung Keputusan Pentingnya untuk mengidentifikasi manfaat sistem pendukung keputusan (DSS). Sistem yang diterapkan tanpa memahami manfaat prospektif umuk konteks tertentu tidak akan mencapai potensi secara penuh dalam berkontribusi pada kinerja organisasi. Kualitas suatu sistem dapat diukur dan didokumentasikan dengan berbagai cara. Keputusan sederhana dapat dibuat segera tanpa banyak pertimbangan. Tetapi keputusan yang kornpleks diberikan lebih banyak waktu dan pemikiran karena keputusan tersebut secara langsung menyentuh garis bawah sebuah bisnis. Sistem pendukung keputusan melaksanakan proses pengambilan keputusan secara terstruktur dan membantu pembuat keputusan mengidentifikasi solusi terbaik yang dapat diterima untuk masalah tertentu. Maka dari itu manfaat dari sistem pendukung keputusan (DSS) dapat lebih halus daripada sistem lainnya, seperti: 1. Hemat waktu: Waktu memainkam peran penting tidak peduli di industri mana anda beroperasi dan pada level apa Anda bekerja. Sejak awal, semua kategori sistem pendukung keputusan dimaksudkan untuk menyederhanakan berbagai hal dan menghemat waktu. DSS membantu kegiatan kita dengan cepat membuat keputusan yang efektif dengan menganalisis pro dan kontra. Waktu yang dibutuhkan untuk mempelajari data dan membandingkan tindakan yang mungkin dilakukan berkurang secara signifikan. Siklus waktu pengambilan keputusan semakin pendek, memungkinkan bisnis untuk bertindak cepat dalam situasi tertentu, pada akhirnya mengurangi waktu mencapai tujuan. 2. Akurasi Data meningkat: Sistem pendukung keputusan menganalisis data tanpa bias apa pun dan menyajikan nya dalam bentuk yang akurat. lni memungkinkan untuk meningkatkan pengambilan keputusan yang lebih baik.
  • 14.
    12 3. Strategi yangsignifikan: Sistem Pendukung Keputusan mengubah cara bisnis beroperasi. Sistem pendukung keputusan memperhitungkan faktor ekonomi dan tren masa lalu dan saat ini untuk menentukan biaya dan keuntungan serta nilai keseluruhan. lni memberikan hasil atau tindakan yang berbeda yang secara ekonomi berbeda dan menawarkan nilai yang berbeda. Singkatnya. ini memberi tahu pembuat keputusan tindakan terbaik yang menciptakan nilai lebih tinggi dengan biaya lebih rendah. Jelas, bisnis memperoleh keunggulan kompetitif ketika berhasil dan ketika nilai yang diciptakannya melampaui biaya yang dikeluarkan untuk itu. 4. Cepat dan Terarah: Bergerak ke arah yang benar secepat mungkin membantu bisnis tetap unggul dalam persaingan. Bahkan, inilah yang membuat organisasi lincah dan proaktif. Sangat penting bagi mereka untuk cepat menanggapi perubahan pasar. Pemrosesan data secara manual membutuhkan waktu lebih lama. Sistem pendukung keputusan, menggunakan informasi yang tersedia, menyajikan angka pendapatan yang diproyeksikan dan perubahan pasar yang diharapkan di masa mendatang. Sebagai contoh, sebuah perusahaan real estat bergantung pada DSS untuk memutuskan cara menetapkan harga untuk setiap apartemen sehingga maksimum mereka dijual dan keuntungan mencapai batas paling atas. 5. Pengurangan Biaya Pengambilan Keputusan: Penempatan sistem pendukung keputusan secara dramatis mengurangi biaya pengumpulan, pemilahan, pemrosesan, dan analisis data. 6. Memperluas kemampuan pengambil keputusan dalam memproses data/informasi untuk pengambilan keputusan. 7. Mampu memberikan berbagai alternatif dalam pengambilan keputusan, meskipun seandainya Sistem Pendukung Keputusan (SPK) tidak mampu memecahkan masalah yang dihadapi oleh pengambil keputusan, namun dapat digunakan sebagai stimulan dalam memahami persoalan. 8. Memperkuat keyakinan pengambil keputusan terhadap keputusan yang diambilnya.
  • 15.
    13 Sistem Pendukung Keputusandapat menciptakan keuntungan bagi organisasi, namun membangun dan menggunakan sistem pendukung keputusan juga dapat rnenciptakan hasil negatif dalarn beberapa situasi. Sistern pendukung keputusan (DSS) membantu orang rnembuat keputusan dengan rnemberi orang informasi yang tepat dan jawaban yang disarankan; Meskipun ini bisa membantu, ada beberapa kelemahan. 1. Ada beberapa kemampuan manajemen dan bakat manusia yang tidak dapat dimodelkan, sehingga model yang ada dalam sistem tidak semuanya mencerminkan persoalan sebenarnya. 2. Sistem Pendukung Keputusan (SPK) terbatas untuk memberikan alternatif dari pengetahuan yang diberikan kepadanya (pengatahuan dasar serta model dasar) pada waktu perancangan program tersebut. 3. Proses-proses yang dapat dilakukan oleh Sistem Pendukung Keputusan (SPK) biasanya tergantung juga pada kemampuan perangkat lunak yang digunakan. 4. Harus selalu diadakan perubahan secara kontinyu untuk menyesuaikan dengan keadaan lingkungan yang terus berubah agar sistem tersebut selalu up to date. 5. Bagaimanapun juga harus diingat bahwa Sistem Pendukung Keputusan (SPK) dirancang untuk membantu/mendukung pengambilan keputusan dengan mengolah informasi dan data yang diperlukan dan bukan untuk mengambil alih pengambilan keputusan.
  • 16.
    14 BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Darimakalah ini dapat disimpulkan bahwa SPK bukanlah alat untuk pengambilan keputusan, tetapi merupakan sistem yang menngambil keputusan dengan mengambil informasi yang ada dan telah diolah dengan relevan, sehingga dapat membantu untuk membuat keputusan dengan cepat dan akuran. Dan sistem ini juga tidak dimaksudkan untuk menggantikan pengambilan keputusan dalam proses pembuatan keputusan
  • 17.
    15 DAFTAR PUSTAKA Exa, Vebry.(2015). Kelebihan dan Kekurangan Sistem Pendukung Keputusan (SPK). Diakses pada 17 Maret 2021, dari https://vebryexap.com/kelebihan-dan-kekurangan-sistem- pendukung-keputusan-spk.html Jufran, Restu. 2021. Sistem Pendukung Keputusan. Diakses 17 Maret 2021. http://anggajufran.blogspot.com/2017/09/makalah-sistem-pendukung- keputusan.html?m=1 Kukreja, Sonia. (2019) Decision Support Systems (DSS). Diakses pada 17 Maret 2021, dari https://www.managementstudyhq.com/types-of-decision-support-systems.html Kurniawan, Aris. (2017). Sistem Pendukung Keputusan (SPK). Diakses pada 17 Maret 2021, dari https://www.gurupendidikan.co.id/sistem-pendukung-keputusan/ Limbong, Tonni, Muttaqin, Akbar Iskandar, Agus Perdana Windarto, Janner Simarmata, Mesran, Oris Krianto Sulaiman, Dodi Siregar, Dicky Nofriansyah, Darmawan Napitupulu dan Anjar Wanto. (2020). Sistem Pendukung Keputusan: Metode & Implementasi. Jakarta: Yayasan Kita Menulis. Tersedia dari Google Books. Rahmah, Nidaur. (2020). Mengenal Sistem Penunjang Keputusan (SPK): Tujuan, Karakteristik dan Kelebihan, Serta Tahapannya. Diakses 16 Maret 2021, dari https://www.pengadaanbarang.co.id/2020/11/mengenal-sistem-penunjang-keputusan- spk.html