PSIKOLOLOGI KOMUNIKASI
By Ahmad Kurnia, SPd,MM
SESSION 13
A. DEFINISI  TEAM WORK berasal dari bahasa asing
terdiri dari dua suku kata Team dan Work.
 TEAM adalah sekumpulan orang berakal
yang terdiri atas dua, lima, hingga dua
puluh orang dan memenuhi syarat
terpenuhinya kesepahaman sehingga
terbentuk sinergi antar berbagai aktifitas
yang dilakukan anggotanya.
 WORK (KERJA) adalah kegiatan yang
dijalankan oleh tiap individu yang telah
terpenuhinya syarat kesepahaman di
dalam tim itu sendiri.
• Teamwork : “The essence of
a group is not similarity or
disimilarity of ist mem-bers
but their interdefence”
# TeamWork
Kekuatan yang bekerja dalam kelompok, yang mempengaruhi hasil
kerja kelompok dan kepuasan anggotanya.
Unsur – unsur :
Kegiatan, tindakan verbal maupun non
verbal yang dilakukan oleh anggota
kelompok.
Interaksi, Komunikasi dan kontak antar
pribadi yang terjadi di antara anggota-
anggota kelompok.
Sentimen, Perasaan, sikap,
MENGAPA Diperlukan?
• Teamwork merupakan sarana yang sangat baik
dalam menggabungkan berbagai talenta dan dapat
memberikan solusi inovatif suatu pendekatan yang
mapan.
• Ketrampilan dan pengetahuan yang
beranekaragam yang dimiliki oleh anggota
kelompok juga merupakan nilai tambah yang
membuat teamwork lebih menguntungkan jika
dibandingkan seorang individu yang brilian
sekalipun.
# KETRAMPILAN Yang
Diperlukan
• Ketrampilan managerial (Managerial Skills),
termasuk kemampuan dalam membuat rencana
kerja, menentukan tujuan, memantau kinerja,
memonitor perkembangan dan memastikan
pekerjaan telah dilakukan secara benar, dan lain-
lain.
• Ketrampilan interpersonal (Interpersonal Skills),
termasuk kemampuan berkomunikasi, saling
menghargai pendapat orang lain dan kemampuan
menjalin hubungan interpersonal dengan orang
lain.
INTEGRITAS Sebuah Team
Work
 Way of thinking, keterpaduan pola
pikir. Memiliki keberadaan untuk
melaksanakan tugas yang menjadi
tanggung jawabnya.
 Way of feeling, adanya kebersamaan
pola emosi dan motivasi. Orang-
orang yang ditunjuk untk
menjalankan peran resminya dalam
team.
 Way of action, adanya pola tindak
yang sesuai sebagai common goal
/tujuan bersama. Memiliki struktur,
hubungan tugas serta hirarkis yang
telah digariskan secara jelas.
B. MANFAAT Dari Teamwork
• Sasaran dari tujuan menjadi
realistis dan dapat dicapai
secara maksimal
• Komitmen dan saling
mendukung
• Komunikasi bersifat terbuka
• Pemecahan masalah lebih
mudah dan efektif karena
kemampuan team lebih
memadai
# Keuntungan  Keputusan yang Berkualitas Tinggi
(Higher-quality decisions).
 Meningkatkan Komitmen untuk
Penyelesaian dan Perubahan
(Increased commitment to solutions
and changes)
 Menurunkan tingkat Stres dan
Kompetisi Internal Yang Merusak
(Lower levels of stress and
destructive internal competition)
 Memperbaiki Fleksibilitas dan
Respon (Improved flexibility and
responsiveness)
# Kerugian A. Pemborosan (Inefficiency).
B. Berpikir kelompok
(Groupthink)
C. Mengurangi Motivasi
individu (Diminished
individual motivation).
D. Gangguan struktural
(Structural disruption).
E. Beban kerja berlebihan
(Excessive workloads).
C. JENIS TEAMWORK
• Tim co-acting, semua individu
anggota tim bertindak secara
independent dari yang lain. Kerja
keras kolektif adalah hasil dari kerja
keras individu anggotanya. Contoh
dalam dunia olahraga adalah renang,
golf, dll.
• Tim interacting, semua anggota tim
berperan aktif dalam merealisasikan
tujuan-tujuan bersama yang menjadi
focus tim. Contoh dalam dunia olah
raga adalah permainan sepak bola,
basket, dll
D. PENGAMBILAN KEPUTUSAN
1). Pengambilan Keputusan Berpusat
Kepada Pemimpin
• Cara seorang pemimpin mengambil
sebuah keputusan sangat
dipengaruhi oleh ide-ide anggota tim.
• Jika seorang pemimpin tim
mengambil posisi kekuasaan dan
menggunakan pendekatan direktif
top down, tim akan cenderung dijaga
dan berhati-hati.
• Menurut model keputusan ini
pemimpin harus memiliki kekuatan
 Pemimpin harus fokus pada tugas dan
mengabaikan perasaan pribadi.
 Pemimpin harus tetap mengendalikan
diskusi kelompok,
 Pemimpin harus mencari pendapat dan
mencoba untuk mendapatkan
kesepakatan tetapi tidakpernah
melepaskan hak untuk membuat pilihan
akhir.
 Pemimpin harus mencegah anggota tim
darimengekspresikan perasaan mereka
dan harus berusaha untuk menjaga agar
diskusi tetap logis dan rasional tanpa
ledakan emosional.
 Pemimpin harus waspada terhadap
ancaman atau otoritas dirinya dalam
kelompok.
 Kelemahan model keputusan berpusat
Agar Pemimpin Sukses
Menggunakan Model
2). Pengambilan Keputusan
Berpusat Kepada Tim
A. Model ini lebih disukai karena
informasi dan keahlian dapat
tersebar.
B. Partisipasi diperlukan
untukmemperolah komitmen yang
diperlukan ketika tim sakit dan
keputusan yang tidak popular harus
dibuat.
C. Pendekatan dengan mengambil
keputusan berpusat kepada tim
memberdayakan anggota untuk
membuat keputusan dan tindak
lanjutnya.
D. Para pendukung pendekatan ini
berpendapat bahwa hasil
# Agar model ini sukses
 Pemimpin harus mendengarkan
dengan penuh perhatian dan
mengamati isyarat nonverbal untuk
menyadari kebutuhan anggota ,
perasaan, interaksi, dan konflik.
 Pemimpin berperan sebagai
konsultan, penasihat, guru, fasilitator
bukan sebagai direktur atau manajer
tim.
 Pemimpin harus member contoh
perilaku kepemimpinan yang tepat
dan mendorong anggota untuk
belajar untuk melakukan perilaku
sendiri.
 Pemimpin harus membangun iklim
Keuntungan pengambilan keputusan berpusat kepada tim:
A. Dapat meningkatkan kualitas tindakan pengambilan keputusan.
B. Pemimpin dapat berpikir lebih strategis.
C. Memungkan tanggung jawab menjadi tersebar di antara beberapa orang
sehingga memfasilitasi dukungan untuk beberapa jenis keputusan yang tidak
popular.
D. Dapat menghasilkan komitmen yang lebih tinggi dengan anggota tim untuk
melaksanakan keputusan dibandingkan dengan keputusan yang dibuat sendiri
oleh leader
Kelemahan pengambilan keputusan oleh tim:
 Memakan waktu lebih lama dari pada keputusan yang dibuat sendiri oleh
manajer.
 Melayani diri sendiri sehingga dapat bertentangan dengan kepentingan tebaik
organisasi
 Jika anggota tim memiliki tujuan atau apriori terhadap perbedaan dapat berakhir
dengan kompromi yang bukan solusi optimal.
Untung Dan Rugi Dengan Keputusan
Berdasarkan Tim
E. EFEKTIFITAS TEAMWORK
Ada beberapa masalah mengenai jumlah anggota tim, diantaranya adalah:
 Semakin besar jumlah anggota tim komunikasi semakin kompleks dan
sulit, kondisi seperti ini membuat upaya untuk menyamakan persepsi
semakin minim.
 Semakin besar jumlah tim, focus terhadap masalah pribadi dapat
mengalahkan keutuhan agenda tim yang telah terprogram.
 Dalam tim yang terlalu kecil, gap akan muncul dan diskusi akan melebar
dari focus utama yang dibahas dalam forum.
 Dalam jumlah tim yang seimbang, terjadi kesulitan mendapatkan suara
mayoritas. Celah gap pun semakin terbuka lebar. Oleh karena itu,
disarankan anggota tim bersifat individual.

# Jumlah Anggota Tim:
Karakteristik pemimpin tim, baik dari segi psikis
maupun fisik .
A. Karakteristik anggota tim berdasarkan
kapabilitas dan semangat bekerja .
B. Sejauh mana seorang pemimpin menyediakan
waktu bagi dirinya untuk melakukan tugas
nonmanajerial dan manajerial.
C. Tabiat pekerjaan yang ditinjau dari segi
kompleksitas dan kesederhanaannya.
D. Gaya manajerial, dari segi pembagian tugas,
apakah focus pada implementasi kebijakan dan
anggaran untuk membuat program dari pada
mementingkan kepentingan pribadi.
Tim Solid Dan Dinamis
(Ricard Y. Chang,2010)
1. Menyatakan secara jelas misi dan tujuan
2. Beroperasi secara kreatif
3. Mempokuskan pada hasil
4. Memperjelas peran dan tanggung jawab.
5. Diorganisasikan dengan baik
6. Dibangun atas kekuatan individu (kopentesi)
7. Saling mendukung kepepimpinan anggota
lain
8. Mengembangkan iklim tim
9. Menyelesaikan ketidak kesepakatan
10. Berkomunikasi secara terbuka
11. Membuat keputusan secara objektif
12. Mengevaluasi efektifitasnya sendiri
# Tim efektif
a) Dirasa jelas tujuannya (Clear sense of purpose)
Anggota tim memahami dengan jelas tugas yang
ada, apa yang diharapkan dari mereka, dan peran
mereka masing-masing di tim.
b) Komunikasi terbuka dan jujur (Open and honest
communication).
Kultur tim mendorong diskusi dan debat. Anggota
tim berbicara secara terbuka dan dengan jujur,
tanpa ancaman, kemarahan, atau ganti rugi/balas
jasa.
c) Pemikiran kreatif (Creative thinking).
Kerjasama tim efektif mendorong pemikiran asli,
mempertimbangkan opsi di luar yang umum.
Adanya tim memberikan peluang kreatifitas bagi
individu untuk dikembangkan dalam tim.
d) Fokus (Focus)
Anggota tim dapat langsung ke inti masalah dan
tetap fokus pada hal-hal penting. Karena anggota
tim dibentuk bersifat sementara sehingga harus
meninggalkan pekerjaan lain diluar tim.
Tim Efektif
(Stephen P. Robbins, 2005)
 Konteks (Context). Efektifitas tim tergantung
pada kontek ketersediaan sumber daya,
leadersshif dan struktur organisasi yang
digunakan, iklim kepercayaan, evaluasi
performan dan sistem reward yang
digunakan.
 Komposisi (Composition).Sedangkan apabila
dilihat dari komposisi organisasi tim
yangefektif sangat berkaitan dengan
kemampuan anggota tim, kepribadian,
alokasi aturan, diversity, ukuran tim,
pelksibilitas anggota tim, dan member
preference.
 Desain Kerja (Work Design). Dapat dilihat
dari otonomi tim dalam orgnaisasi dengan
sedikit intervensi pimpinan, jenis keahlian
dalam tim, identitas tugas dan tingkat
signifkan tugas.
 Proses (Process). Dalam proses penyelesaian
harus memperhatikan jenis projek, tujuan
khsusu, eficacy tim, level konflik dan loncatan
sosial organisasi. Untuk lebih jelasnya dapat
dilihat dibawah ini
F. MEMBANGUN KERJASAMA
TIM :
• Untuk membangun sebuah tim yang dapat
bekerjasama, dibutuhkan pemahaman
menyeluruh terhadap :
1. Karakteristik Tim
2. Tahap-tahap Perkembangan Tim
3. Cara-cara mengembangkan Kekompakkan
Tim
4. Faktor-faktor Penentu Efektivitas kerja Tim
Karakteristik Tim
Cara / metode tim untuk mengembangkan :
• Peran kepemimpinan
• Norma
• Kekompakkan
Tahap-tahap Perkembangan Tim
:
• Pembentukkan
• Konflik
• Pemantapan Norma
• Berprestasi
• Pembubaran
Empat Cara Meningkatkan
Kekompakkan Tim :
• Memperkenalkan Persaingan
• Meningkatkan ketertarikan antar pribadi
• Meningkatkan interaksi
• Menciptakan tujuan bersama dan rasa
senasib
Membangun Tim yang Efektif :
• Sasaran Tim harus ditentukan dengan jelas
• Kenali Faktor-faktor penentu efektivitas kerja
• Fokuskan Tim Pada Prestasi kerja
• Wewenang setiap anggota harus jelas
• Pimpinan dipilih berdasarkan kemampuan dan
ketrampilan dalam memimpin
• Ciptakan kondisi yang baik dan disiplin terhadap
tugas-tugas tim
Faktor-faktor Penentu Efektivitas
Tim :
• Faktor saling ketergantungan tugas
(Teknologi, Peraturan dan kedekatan antar anggota)
• Faktor saling ketergantungan Hasil
(Imbalan, pengakuan, sistem Pengendalian)
• Faktor Potensi
(Rencana strategis Organisasi, sejarah dan budaya)
• Faktor Efektivitas tugas
(kriteria-kriteria tugas)
Team Building: Why is it Needed?
Most of the Work In Any Field Accomplished in
Groups
Together
Everybody
Achieves
More
28
F. LANGKAH PEMBETUKAN TIM
Mengakui dan menyebarkan
sukses tim
Memahami tanggung jawab
Menerima tujuan dan tugas
Saling mendengarkan
Setiap orang bekerja aktifMembuat Misi
Membuat Tujuan
Mendudukkan Peran
Mengerti kebutuhan untuk meningkat.
Menentukan identitas, alat dan sumber
daya
Mencari jalan untuk membangun ke-
percayaan
.
Meminta dan menerima masukan
Membangun saling percaya.
Menyadari dan memperkuat
prilaku Sinergi
Saling menghargai untuk
kesuksesan
Berbagi peran kepemimpinan
Berbagi tanggung-jawab
Komit dengan waktu
Memelihara semangat tim
Konsisten dengan pencapaian
tujuan
TK. 1
TK. 2
TK. 4
TK. 3
Pembentukan
Pergolakan
Normal
Berkinerja
29
Mulai saling mengenal,
mulai berfungsi sebagai
kelompok kerja
Anggota tim sudah menya-
dari kemampuannya, meng-
analisa dan menyelesaikan
masalah bersama-sama
Mungkin terjadi konflik
terhadap tugas.
Anggota masih belajar
untuk bekerjasama
Loyalitas tim mulai ter-
bentuk.
Anggota tim mulai be-
kerjasama
TK. 1
TK. 2
TK. 4
TK. 3
TINGKAT PENGEMBANGAN TIM
Pembentukan
Pergolakan
Normal
Berkinerja
Penyelesaian masalah belum ter-
jadi
Masih mencoba ide baru
Orang masih melihat posisi dan
kekuasaan
Terjadi kompetisi yang tinggi
Partisipasi anggota belum sama
Masing-masing belum jelas apa
yang harus dilakukan
Misi belum dimengerti oleh tim
Belum saling percaya
Belum terbentuk norma-2 tim
Masing-2 belum komit thd tim
Bangga akan Tim
empati tinggi
Terbuka dan saling membantu
Saling Percaya
Kinerja tinggi
Terus BelajarMulai timbul kepercayaan
Tugas mulai jelas
Banyak masukan yang objektif
dan bisa diterima
Tim mulai kreatif
Tumbuh komitmen dari semua
anggota
KONDISI
CIRI-CIRI
THANK YOU
SO MUCH

Session 13 Teamwork

  • 1.
    PSIKOLOLOGI KOMUNIKASI By AhmadKurnia, SPd,MM SESSION 13
  • 2.
    A. DEFINISI TEAM WORK berasal dari bahasa asing terdiri dari dua suku kata Team dan Work.  TEAM adalah sekumpulan orang berakal yang terdiri atas dua, lima, hingga dua puluh orang dan memenuhi syarat terpenuhinya kesepahaman sehingga terbentuk sinergi antar berbagai aktifitas yang dilakukan anggotanya.  WORK (KERJA) adalah kegiatan yang dijalankan oleh tiap individu yang telah terpenuhinya syarat kesepahaman di dalam tim itu sendiri. • Teamwork : “The essence of a group is not similarity or disimilarity of ist mem-bers but their interdefence”
  • 3.
    # TeamWork Kekuatan yangbekerja dalam kelompok, yang mempengaruhi hasil kerja kelompok dan kepuasan anggotanya. Unsur – unsur : Kegiatan, tindakan verbal maupun non verbal yang dilakukan oleh anggota kelompok. Interaksi, Komunikasi dan kontak antar pribadi yang terjadi di antara anggota- anggota kelompok. Sentimen, Perasaan, sikap,
  • 4.
    MENGAPA Diperlukan? • Teamworkmerupakan sarana yang sangat baik dalam menggabungkan berbagai talenta dan dapat memberikan solusi inovatif suatu pendekatan yang mapan. • Ketrampilan dan pengetahuan yang beranekaragam yang dimiliki oleh anggota kelompok juga merupakan nilai tambah yang membuat teamwork lebih menguntungkan jika dibandingkan seorang individu yang brilian sekalipun.
  • 5.
    # KETRAMPILAN Yang Diperlukan •Ketrampilan managerial (Managerial Skills), termasuk kemampuan dalam membuat rencana kerja, menentukan tujuan, memantau kinerja, memonitor perkembangan dan memastikan pekerjaan telah dilakukan secara benar, dan lain- lain. • Ketrampilan interpersonal (Interpersonal Skills), termasuk kemampuan berkomunikasi, saling menghargai pendapat orang lain dan kemampuan menjalin hubungan interpersonal dengan orang lain.
  • 6.
    INTEGRITAS Sebuah Team Work Way of thinking, keterpaduan pola pikir. Memiliki keberadaan untuk melaksanakan tugas yang menjadi tanggung jawabnya.  Way of feeling, adanya kebersamaan pola emosi dan motivasi. Orang- orang yang ditunjuk untk menjalankan peran resminya dalam team.  Way of action, adanya pola tindak yang sesuai sebagai common goal /tujuan bersama. Memiliki struktur, hubungan tugas serta hirarkis yang telah digariskan secara jelas.
  • 7.
    B. MANFAAT DariTeamwork • Sasaran dari tujuan menjadi realistis dan dapat dicapai secara maksimal • Komitmen dan saling mendukung • Komunikasi bersifat terbuka • Pemecahan masalah lebih mudah dan efektif karena kemampuan team lebih memadai
  • 8.
    # Keuntungan Keputusan yang Berkualitas Tinggi (Higher-quality decisions).  Meningkatkan Komitmen untuk Penyelesaian dan Perubahan (Increased commitment to solutions and changes)  Menurunkan tingkat Stres dan Kompetisi Internal Yang Merusak (Lower levels of stress and destructive internal competition)  Memperbaiki Fleksibilitas dan Respon (Improved flexibility and responsiveness)
  • 9.
    # Kerugian A.Pemborosan (Inefficiency). B. Berpikir kelompok (Groupthink) C. Mengurangi Motivasi individu (Diminished individual motivation). D. Gangguan struktural (Structural disruption). E. Beban kerja berlebihan (Excessive workloads).
  • 10.
    C. JENIS TEAMWORK •Tim co-acting, semua individu anggota tim bertindak secara independent dari yang lain. Kerja keras kolektif adalah hasil dari kerja keras individu anggotanya. Contoh dalam dunia olahraga adalah renang, golf, dll. • Tim interacting, semua anggota tim berperan aktif dalam merealisasikan tujuan-tujuan bersama yang menjadi focus tim. Contoh dalam dunia olah raga adalah permainan sepak bola, basket, dll
  • 11.
    D. PENGAMBILAN KEPUTUSAN 1).Pengambilan Keputusan Berpusat Kepada Pemimpin • Cara seorang pemimpin mengambil sebuah keputusan sangat dipengaruhi oleh ide-ide anggota tim. • Jika seorang pemimpin tim mengambil posisi kekuasaan dan menggunakan pendekatan direktif top down, tim akan cenderung dijaga dan berhati-hati. • Menurut model keputusan ini pemimpin harus memiliki kekuatan
  • 12.
     Pemimpin harusfokus pada tugas dan mengabaikan perasaan pribadi.  Pemimpin harus tetap mengendalikan diskusi kelompok,  Pemimpin harus mencari pendapat dan mencoba untuk mendapatkan kesepakatan tetapi tidakpernah melepaskan hak untuk membuat pilihan akhir.  Pemimpin harus mencegah anggota tim darimengekspresikan perasaan mereka dan harus berusaha untuk menjaga agar diskusi tetap logis dan rasional tanpa ledakan emosional.  Pemimpin harus waspada terhadap ancaman atau otoritas dirinya dalam kelompok.  Kelemahan model keputusan berpusat Agar Pemimpin Sukses Menggunakan Model
  • 13.
    2). Pengambilan Keputusan BerpusatKepada Tim A. Model ini lebih disukai karena informasi dan keahlian dapat tersebar. B. Partisipasi diperlukan untukmemperolah komitmen yang diperlukan ketika tim sakit dan keputusan yang tidak popular harus dibuat. C. Pendekatan dengan mengambil keputusan berpusat kepada tim memberdayakan anggota untuk membuat keputusan dan tindak lanjutnya. D. Para pendukung pendekatan ini berpendapat bahwa hasil
  • 14.
    # Agar modelini sukses  Pemimpin harus mendengarkan dengan penuh perhatian dan mengamati isyarat nonverbal untuk menyadari kebutuhan anggota , perasaan, interaksi, dan konflik.  Pemimpin berperan sebagai konsultan, penasihat, guru, fasilitator bukan sebagai direktur atau manajer tim.  Pemimpin harus member contoh perilaku kepemimpinan yang tepat dan mendorong anggota untuk belajar untuk melakukan perilaku sendiri.  Pemimpin harus membangun iklim
  • 15.
    Keuntungan pengambilan keputusanberpusat kepada tim: A. Dapat meningkatkan kualitas tindakan pengambilan keputusan. B. Pemimpin dapat berpikir lebih strategis. C. Memungkan tanggung jawab menjadi tersebar di antara beberapa orang sehingga memfasilitasi dukungan untuk beberapa jenis keputusan yang tidak popular. D. Dapat menghasilkan komitmen yang lebih tinggi dengan anggota tim untuk melaksanakan keputusan dibandingkan dengan keputusan yang dibuat sendiri oleh leader Kelemahan pengambilan keputusan oleh tim:  Memakan waktu lebih lama dari pada keputusan yang dibuat sendiri oleh manajer.  Melayani diri sendiri sehingga dapat bertentangan dengan kepentingan tebaik organisasi  Jika anggota tim memiliki tujuan atau apriori terhadap perbedaan dapat berakhir dengan kompromi yang bukan solusi optimal. Untung Dan Rugi Dengan Keputusan Berdasarkan Tim
  • 16.
    E. EFEKTIFITAS TEAMWORK Adabeberapa masalah mengenai jumlah anggota tim, diantaranya adalah:  Semakin besar jumlah anggota tim komunikasi semakin kompleks dan sulit, kondisi seperti ini membuat upaya untuk menyamakan persepsi semakin minim.  Semakin besar jumlah tim, focus terhadap masalah pribadi dapat mengalahkan keutuhan agenda tim yang telah terprogram.  Dalam tim yang terlalu kecil, gap akan muncul dan diskusi akan melebar dari focus utama yang dibahas dalam forum.  Dalam jumlah tim yang seimbang, terjadi kesulitan mendapatkan suara mayoritas. Celah gap pun semakin terbuka lebar. Oleh karena itu, disarankan anggota tim bersifat individual. 
  • 17.
    # Jumlah AnggotaTim: Karakteristik pemimpin tim, baik dari segi psikis maupun fisik . A. Karakteristik anggota tim berdasarkan kapabilitas dan semangat bekerja . B. Sejauh mana seorang pemimpin menyediakan waktu bagi dirinya untuk melakukan tugas nonmanajerial dan manajerial. C. Tabiat pekerjaan yang ditinjau dari segi kompleksitas dan kesederhanaannya. D. Gaya manajerial, dari segi pembagian tugas, apakah focus pada implementasi kebijakan dan anggaran untuk membuat program dari pada mementingkan kepentingan pribadi.
  • 18.
    Tim Solid DanDinamis (Ricard Y. Chang,2010) 1. Menyatakan secara jelas misi dan tujuan 2. Beroperasi secara kreatif 3. Mempokuskan pada hasil 4. Memperjelas peran dan tanggung jawab. 5. Diorganisasikan dengan baik 6. Dibangun atas kekuatan individu (kopentesi) 7. Saling mendukung kepepimpinan anggota lain 8. Mengembangkan iklim tim 9. Menyelesaikan ketidak kesepakatan 10. Berkomunikasi secara terbuka 11. Membuat keputusan secara objektif 12. Mengevaluasi efektifitasnya sendiri
  • 19.
    # Tim efektif a)Dirasa jelas tujuannya (Clear sense of purpose) Anggota tim memahami dengan jelas tugas yang ada, apa yang diharapkan dari mereka, dan peran mereka masing-masing di tim. b) Komunikasi terbuka dan jujur (Open and honest communication). Kultur tim mendorong diskusi dan debat. Anggota tim berbicara secara terbuka dan dengan jujur, tanpa ancaman, kemarahan, atau ganti rugi/balas jasa. c) Pemikiran kreatif (Creative thinking). Kerjasama tim efektif mendorong pemikiran asli, mempertimbangkan opsi di luar yang umum. Adanya tim memberikan peluang kreatifitas bagi individu untuk dikembangkan dalam tim. d) Fokus (Focus) Anggota tim dapat langsung ke inti masalah dan tetap fokus pada hal-hal penting. Karena anggota tim dibentuk bersifat sementara sehingga harus meninggalkan pekerjaan lain diluar tim.
  • 20.
    Tim Efektif (Stephen P.Robbins, 2005)  Konteks (Context). Efektifitas tim tergantung pada kontek ketersediaan sumber daya, leadersshif dan struktur organisasi yang digunakan, iklim kepercayaan, evaluasi performan dan sistem reward yang digunakan.  Komposisi (Composition).Sedangkan apabila dilihat dari komposisi organisasi tim yangefektif sangat berkaitan dengan kemampuan anggota tim, kepribadian, alokasi aturan, diversity, ukuran tim, pelksibilitas anggota tim, dan member preference.  Desain Kerja (Work Design). Dapat dilihat dari otonomi tim dalam orgnaisasi dengan sedikit intervensi pimpinan, jenis keahlian dalam tim, identitas tugas dan tingkat signifkan tugas.  Proses (Process). Dalam proses penyelesaian harus memperhatikan jenis projek, tujuan khsusu, eficacy tim, level konflik dan loncatan sosial organisasi. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dibawah ini
  • 21.
    F. MEMBANGUN KERJASAMA TIM: • Untuk membangun sebuah tim yang dapat bekerjasama, dibutuhkan pemahaman menyeluruh terhadap : 1. Karakteristik Tim 2. Tahap-tahap Perkembangan Tim 3. Cara-cara mengembangkan Kekompakkan Tim 4. Faktor-faktor Penentu Efektivitas kerja Tim
  • 22.
    Karakteristik Tim Cara /metode tim untuk mengembangkan : • Peran kepemimpinan • Norma • Kekompakkan
  • 23.
    Tahap-tahap Perkembangan Tim : •Pembentukkan • Konflik • Pemantapan Norma • Berprestasi • Pembubaran
  • 24.
    Empat Cara Meningkatkan KekompakkanTim : • Memperkenalkan Persaingan • Meningkatkan ketertarikan antar pribadi • Meningkatkan interaksi • Menciptakan tujuan bersama dan rasa senasib
  • 25.
    Membangun Tim yangEfektif : • Sasaran Tim harus ditentukan dengan jelas • Kenali Faktor-faktor penentu efektivitas kerja • Fokuskan Tim Pada Prestasi kerja • Wewenang setiap anggota harus jelas • Pimpinan dipilih berdasarkan kemampuan dan ketrampilan dalam memimpin • Ciptakan kondisi yang baik dan disiplin terhadap tugas-tugas tim
  • 26.
    Faktor-faktor Penentu Efektivitas Tim: • Faktor saling ketergantungan tugas (Teknologi, Peraturan dan kedekatan antar anggota) • Faktor saling ketergantungan Hasil (Imbalan, pengakuan, sistem Pengendalian) • Faktor Potensi (Rencana strategis Organisasi, sejarah dan budaya) • Faktor Efektivitas tugas (kriteria-kriteria tugas)
  • 27.
    Team Building: Whyis it Needed? Most of the Work In Any Field Accomplished in Groups Together Everybody Achieves More
  • 28.
    28 F. LANGKAH PEMBETUKANTIM Mengakui dan menyebarkan sukses tim Memahami tanggung jawab Menerima tujuan dan tugas Saling mendengarkan Setiap orang bekerja aktifMembuat Misi Membuat Tujuan Mendudukkan Peran Mengerti kebutuhan untuk meningkat. Menentukan identitas, alat dan sumber daya Mencari jalan untuk membangun ke- percayaan . Meminta dan menerima masukan Membangun saling percaya. Menyadari dan memperkuat prilaku Sinergi Saling menghargai untuk kesuksesan Berbagi peran kepemimpinan Berbagi tanggung-jawab Komit dengan waktu Memelihara semangat tim Konsisten dengan pencapaian tujuan TK. 1 TK. 2 TK. 4 TK. 3 Pembentukan Pergolakan Normal Berkinerja
  • 29.
    29 Mulai saling mengenal, mulaiberfungsi sebagai kelompok kerja Anggota tim sudah menya- dari kemampuannya, meng- analisa dan menyelesaikan masalah bersama-sama Mungkin terjadi konflik terhadap tugas. Anggota masih belajar untuk bekerjasama Loyalitas tim mulai ter- bentuk. Anggota tim mulai be- kerjasama TK. 1 TK. 2 TK. 4 TK. 3 TINGKAT PENGEMBANGAN TIM Pembentukan Pergolakan Normal Berkinerja Penyelesaian masalah belum ter- jadi Masih mencoba ide baru Orang masih melihat posisi dan kekuasaan Terjadi kompetisi yang tinggi Partisipasi anggota belum sama Masing-masing belum jelas apa yang harus dilakukan Misi belum dimengerti oleh tim Belum saling percaya Belum terbentuk norma-2 tim Masing-2 belum komit thd tim Bangga akan Tim empati tinggi Terbuka dan saling membantu Saling Percaya Kinerja tinggi Terus BelajarMulai timbul kepercayaan Tugas mulai jelas Banyak masukan yang objektif dan bisa diterima Tim mulai kreatif Tumbuh komitmen dari semua anggota KONDISI CIRI-CIRI
  • 30.