PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF 
TIPE THINK-PAIR-SHARE PADA MATERI MATRIKS DI 
KELAS XII SMA 
IRMAYANI 
1111030035 
IRMAYANIMATEMATIKA@GMAIL.COM 
FB: IRMAYANI MAHDI
Latar Belakang 
Pendidikan 
Matematika 
Model Pembelajaran
Rumusan Masalah 
Bagaimanakah Penerapan Model Pembelajaran 
Kooperatif Tipe Think-Pair-Share pada Materi 
matriks di Kelas XII SMA.
Tujuan 
Pembelajaran 
Mendiskripsikan Model 
Pembelajaran Kooperatif 
Tipe Think-Pair-Share yang 
diajarkan pada Materi 
Matriks Kelas XII SMA.
Studi Literatur 
Menurut Slameto (2003: 2) “Belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang 
untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai 
hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya”. 
Menurut Sadiman (dalam Rohani, Ahmad 2004: 68) menyatakan bahwa “kelas 
pembelajaran tidak hanya diartikan sebagai sebuah ruangan yang berukuran tertentu, 
tetapi kelas pembelajaran merupakan tempat atau wadah berlangsungnya pembelajaran 
(belajar mengajar) baik di dalam ruangan yang biasa dipakai , di laboratorium, 
lapangan dan sebagainya”. 
Menurut Johnson (dalam Trianto, 2010 :60-61) terdapat lima unsur penting dalam 
belajar kooperatif, yaitu : Saling ketergantungan yang bersifat positif antar siswa, 
Interaksi antara siswa semakin meningkat, Tanggung jawab individual, Ketrampilan 
interpersonal, Proses kelompok.
Landasan Teoritis 
Pengertian 
Belajar dan 
Pembelajaran 
Tujuan 
Pembelajaran 
Matematika 
Pengertian 
Pembelajaran 
Kooperatif 
Pembelajaran 
kooperatif Tipe 
Think-Pair- 
Share
Rencana Pelaksanaan Kooperatif Tipe Think- 
Pair-Share 
Think (berpikir) 
Pairing 
(berpasangan) 
Share (berbagi)
MATERI PEMBELAJARAN 
Matriks 
Determinan Invers
Determinan Matriks Berorde 2 x 2
Invers Matriks Berorde 2 x 2
Kesimpulan dan Saran 
Kesimpulan 
Pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share (TPS), merupakan 
model pembelajaran dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi 
siswa. Strategi pembelajaran kooperatif Think-pair-share adalah suatu 
cara yang efektif untuk membuat variasi suasana pola diskusi kelas. 
Dengan asumsi bahwa semua resitasi atau diskusi membutuhkan 
pengaturan untuk mengendalikan kelas secara keseluruhan, dan 
prosedur yang digunakan dalam think-pair-share dapat memberi siswa 
lebih banyak waktu berpikir, untuk merespon dan saling membantu. 
Saran 
Berdasarkan uraian yang dikemukakan diatas maka diharapkan kepada guru, 
khususnya guru bidang studi matematika untuk dapat menerapkan model 
pembelajaran Think-Pair-Share (TPS) pada materi lain yang sesuai, agar semangat 
belajar siswa semakin meningkat terhadap matematika, pemahaman dan 
pengetahuan siswa akan lebih berkembang dan suasana belajar pun tidak 
membosankan.
DAFTAR PUSTAKA 
Soejadi.2000. Kiat Pendidikan Matematika di Indonesia, Konstatasi 
Keadaan Masa Kini Menuju harapan Masa Depan. Jakarta: 
Dekdikbud. 
Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-faktor yang 
Mempengaruhinya. Jakarta: PT. Rineka Cipta 
Rohani, Ahmad. 2004. Pengelolaan Pengajaran. Jakarta: Rineka 
Cipta. 
Trianto. 2010. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif- 
Progresif. Kencana Prenada Media Group: Jakarta

Seminar matematika.irmayani.USM Banda Aceh.

  • 1.
    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARANKOOPERATIF TIPE THINK-PAIR-SHARE PADA MATERI MATRIKS DI KELAS XII SMA IRMAYANI 1111030035 IRMAYANIMATEMATIKA@GMAIL.COM FB: IRMAYANI MAHDI
  • 2.
    Latar Belakang Pendidikan Matematika Model Pembelajaran
  • 3.
    Rumusan Masalah BagaimanakahPenerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Pair-Share pada Materi matriks di Kelas XII SMA.
  • 4.
    Tujuan Pembelajaran MendiskripsikanModel Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Pair-Share yang diajarkan pada Materi Matriks Kelas XII SMA.
  • 5.
    Studi Literatur MenurutSlameto (2003: 2) “Belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya”. Menurut Sadiman (dalam Rohani, Ahmad 2004: 68) menyatakan bahwa “kelas pembelajaran tidak hanya diartikan sebagai sebuah ruangan yang berukuran tertentu, tetapi kelas pembelajaran merupakan tempat atau wadah berlangsungnya pembelajaran (belajar mengajar) baik di dalam ruangan yang biasa dipakai , di laboratorium, lapangan dan sebagainya”. Menurut Johnson (dalam Trianto, 2010 :60-61) terdapat lima unsur penting dalam belajar kooperatif, yaitu : Saling ketergantungan yang bersifat positif antar siswa, Interaksi antara siswa semakin meningkat, Tanggung jawab individual, Ketrampilan interpersonal, Proses kelompok.
  • 6.
    Landasan Teoritis Pengertian Belajar dan Pembelajaran Tujuan Pembelajaran Matematika Pengertian Pembelajaran Kooperatif Pembelajaran kooperatif Tipe Think-Pair- Share
  • 7.
    Rencana Pelaksanaan KooperatifTipe Think- Pair-Share Think (berpikir) Pairing (berpasangan) Share (berbagi)
  • 8.
    MATERI PEMBELAJARAN Matriks Determinan Invers
  • 9.
  • 10.
  • 11.
    Kesimpulan dan Saran Kesimpulan Pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share (TPS), merupakan model pembelajaran dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa. Strategi pembelajaran kooperatif Think-pair-share adalah suatu cara yang efektif untuk membuat variasi suasana pola diskusi kelas. Dengan asumsi bahwa semua resitasi atau diskusi membutuhkan pengaturan untuk mengendalikan kelas secara keseluruhan, dan prosedur yang digunakan dalam think-pair-share dapat memberi siswa lebih banyak waktu berpikir, untuk merespon dan saling membantu. Saran Berdasarkan uraian yang dikemukakan diatas maka diharapkan kepada guru, khususnya guru bidang studi matematika untuk dapat menerapkan model pembelajaran Think-Pair-Share (TPS) pada materi lain yang sesuai, agar semangat belajar siswa semakin meningkat terhadap matematika, pemahaman dan pengetahuan siswa akan lebih berkembang dan suasana belajar pun tidak membosankan.
  • 12.
    DAFTAR PUSTAKA Soejadi.2000.Kiat Pendidikan Matematika di Indonesia, Konstatasi Keadaan Masa Kini Menuju harapan Masa Depan. Jakarta: Dekdikbud. Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT. Rineka Cipta Rohani, Ahmad. 2004. Pengelolaan Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta. Trianto. 2010. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif- Progresif. Kencana Prenada Media Group: Jakarta