Nama : DIAN OKTAVIA
NIM : 41612110089
Materi 7 : Sel Galvani
KIMIA INDUSTRI
UNIVERSITASMERCUBUANA
Dingky_diiant@ymail.com
SEL GALVANI
• Sel Galvani (sel Volta) adalah sel elektrokimia
yang dapat menyebabkan terjadinya energi listrik
dari suatu reaksi redoks yang spontan.
• Katode merupakan kutub positif dan anode
merupakan kutub negatif. Contoh penggunaan
baterai dan aki.
• Penemuan bahwa reaksi kimia dapat
menghasilkan energi listrik oleh Alesandro Volta
berdasarkan eksperimen Luigi Galvani.
• Sel Volta mempunyai elektrode logam yang
dicelupkan ke dalam larutan garamnya.
 Sel galvani terdiri dari beberapa bagian :
1. Voltmeter, untuk menentukan besarnya potensial sel.
2. Jembatan garam (salt bridge), untuk menjaga kenetralan
muatan listrik pada larutan (NaNO3, KCl, KNO3, dll)
3. Anoda, elektroda negatif, tempat terjadinya reaksi oksidasi.
Pada Gambar zing electrode (Zn/seng).
4. Katoda, elektroda positif, tempat terjadinya reaksi reduksi.
Pada gambar copper electrode (Cu/tembaga).
 Berdasarkan kegunaannya, sel Volta dibedakan atas dua
macam :
1. Sel Volta untuk penentuan pH larutan, energi reaksi,
kelarutan garam dsb.
2. Sel Volta untuk menghasilkan tenaga listrik, misalnya untuk
penerangan, penggerak motor, radio transistor dan
kalkulator.
Macam – MacamSel Volta
1. Sel Aki
 Pada aki, PbO2 sebagai katoda
dan H2SO4 sebagai elektrolit. Sel
jenis ini termasuk sel sekunder
karena zat-zat hasil reaksi dapat
diubah menjadi zat-zat semula
 Sel aki merupakan sel galvani
yang dihubungkan seri untuk
menghasilkan suatu voltase yang
lebih besar.
 Suatu sel aki 6 V tersusun dari
tiga sel yang dihubungkan secara
seri. Masing-masing sel
menghasilkan ± 2V.
2. Sel kering atau baterai kering
(Sel Leclanche)
 Baterai kering ditemukan oleh
Leclanche yang mendapat hak paten
atas penemuan itu pada tahun 1866.
 Sel Leclanche terdiri atas suatu
silinder seng yang berisi pasta dari
campuran batu kawi (MnO2), salmiak
(NH4Cl), karbon (C), dan sedikit air.
 Seng sebagai anoda dan katodanya
elektroda inert yaitu grafit yang
dicelupkan di tengah-tengah pasta.
Pasta berfungsi sebagai oksidator.
3. Baterai Nikel Kadmium
Baterai Nikel Kadmium adalah baterai kering yang dapat diisi kembali. Sel jenis ini
dapat menghasilkan potensial ± 1,4 V dan dapat digunakan untuk baterai alat
elektronik.
4. Baterai Merkurium
 Baterai merkurium merupakan baterai kecil pertama yang dikembangkan secara
komersil pada awal tahun 1940-an.
Anoda berupa logam seng dan katoda berupa merkurium (II) oksida
 Elektrolit yang digunakan larutan potassium hidroksida (KOH) pekat.
 Potensial yang dihasilkan ± 1,35 V.
 Keuntungan baterai ini adalah potensial yang dihasilkan mendekati konstan.

sel galvani

  • 1.
    Nama : DIANOKTAVIA NIM : 41612110089 Materi 7 : Sel Galvani KIMIA INDUSTRI UNIVERSITASMERCUBUANA Dingky_diiant@ymail.com
  • 2.
    SEL GALVANI • SelGalvani (sel Volta) adalah sel elektrokimia yang dapat menyebabkan terjadinya energi listrik dari suatu reaksi redoks yang spontan. • Katode merupakan kutub positif dan anode merupakan kutub negatif. Contoh penggunaan baterai dan aki. • Penemuan bahwa reaksi kimia dapat menghasilkan energi listrik oleh Alesandro Volta berdasarkan eksperimen Luigi Galvani. • Sel Volta mempunyai elektrode logam yang dicelupkan ke dalam larutan garamnya.
  • 3.
     Sel galvaniterdiri dari beberapa bagian : 1. Voltmeter, untuk menentukan besarnya potensial sel. 2. Jembatan garam (salt bridge), untuk menjaga kenetralan muatan listrik pada larutan (NaNO3, KCl, KNO3, dll) 3. Anoda, elektroda negatif, tempat terjadinya reaksi oksidasi. Pada Gambar zing electrode (Zn/seng). 4. Katoda, elektroda positif, tempat terjadinya reaksi reduksi. Pada gambar copper electrode (Cu/tembaga).  Berdasarkan kegunaannya, sel Volta dibedakan atas dua macam : 1. Sel Volta untuk penentuan pH larutan, energi reaksi, kelarutan garam dsb. 2. Sel Volta untuk menghasilkan tenaga listrik, misalnya untuk penerangan, penggerak motor, radio transistor dan kalkulator.
  • 4.
    Macam – MacamSelVolta 1. Sel Aki  Pada aki, PbO2 sebagai katoda dan H2SO4 sebagai elektrolit. Sel jenis ini termasuk sel sekunder karena zat-zat hasil reaksi dapat diubah menjadi zat-zat semula  Sel aki merupakan sel galvani yang dihubungkan seri untuk menghasilkan suatu voltase yang lebih besar.  Suatu sel aki 6 V tersusun dari tiga sel yang dihubungkan secara seri. Masing-masing sel menghasilkan ± 2V.
  • 5.
    2. Sel keringatau baterai kering (Sel Leclanche)  Baterai kering ditemukan oleh Leclanche yang mendapat hak paten atas penemuan itu pada tahun 1866.  Sel Leclanche terdiri atas suatu silinder seng yang berisi pasta dari campuran batu kawi (MnO2), salmiak (NH4Cl), karbon (C), dan sedikit air.  Seng sebagai anoda dan katodanya elektroda inert yaitu grafit yang dicelupkan di tengah-tengah pasta. Pasta berfungsi sebagai oksidator.
  • 6.
    3. Baterai NikelKadmium Baterai Nikel Kadmium adalah baterai kering yang dapat diisi kembali. Sel jenis ini dapat menghasilkan potensial ± 1,4 V dan dapat digunakan untuk baterai alat elektronik. 4. Baterai Merkurium  Baterai merkurium merupakan baterai kecil pertama yang dikembangkan secara komersil pada awal tahun 1940-an. Anoda berupa logam seng dan katoda berupa merkurium (II) oksida  Elektrolit yang digunakan larutan potassium hidroksida (KOH) pekat.  Potensial yang dihasilkan ± 1,35 V.  Keuntungan baterai ini adalah potensial yang dihasilkan mendekati konstan.