PERPRES No. 13 Tahun 2012 Ttg RTR Pulau Sumatera
Ir. Imam S. Ernawi, MCM, M.Sc.
Direktur Jenderal Penataan Ruang, Departemen Pekerjaan Umum
LATAR BELAKANG
 RTR PULAU adalah Rencana Rinci (UUPR Pasal 14 ayat 3) yang disusun sebagai
penjabaran dan perangkat operasional (UUPR Pasal 14 ayat 4) RTRWN (yaitu:
Sistem Nasional) untuk mewujudkan Struktur Ruang dan Pola Ruang Wilayah
Nasional.
 Sistem Nasional dalam RTR Pulau meliputi:
 Sistem perkotaan nasional
 Sistem transportasi nasional
 Sistem infrastruktur wilayah lainnya (Energi, Telekomunikasi, Sumber daya Air)
 Kawasan Lindung Nasional
 Kawasan Budidaya bernilai strategis nasional (Kawasan Andalan)
 Sebagai Penjabaran RTRWN, RTR Pulau menjabarkan struktur dan pola ruang
nasional (sistem nasional) ke dalam perspektif ruang pulau (tujuan nasional
pembangunan wilayah Pulau berdasarkan isu/tantangan strategik)
 Sebagai Perangkat Operasional, RTR Pulau merupakan acuan pelaksanaan RTRWN
di tingkat Pulau/Kepulauan oleh K/L sektoral.
LANDASAN HUKUM
KONDISI EKONOMI:
 19.2 % ekonomi Nas, Laju Pertumbuhan 6,35% >
Laju Nas 5,86%
 Konsentrasi ekonomi ada di Provinsi Sumatera Utara
(29,8%)
 Sektor unggulan: Pertanian Pertambangan Industri,
dan Perdagangan-Restoran-Hotel
 23,79% ekspor nasional,terutama komoditas CPO,
Karet, hasil industri, Migas
Sumatera
19,2
Jawa Bali
65,4%
Sulawesi
5%
Kalimantan
6,9%
Nusatenggara
1,6%
Maluku
0,4%
Papua
1,5%
Sumbangan Ekonomi Pulau Thd
Nasional
0.0
1.0
2.0
3.0
4.0
5.0
6.0
7.0
8.0
9.0
Laju(%)
LAJU PERTUMBUHAN EKONOMI
PULAU SUMATERA
ACEH
7%
SUMUT
29,8%
SUMBAR
10%
RIAU
12%
JAMBI
4%
SUMSEL
13%
BENGKULU
2%
LAMPUNG
9%
KEP RIAU
10%
BABEL
3%
SUMBANGAN EKONOMI
PROVINSI
Isu Strategik di Pulau Sumatera:
ACEH SUMUT SUMBAR RIAU KEPRI BABEL JAMBI BENGKULU SUMSEL LAMPUNG
Pertanian V VVV V VV v V V V V
Pertambangan V VV VV
Industri VV V VV V V
Utilitas V V
Bangunan V VV V V V
Perdag, Hotel, Res
V V v v v v
Transportasi V V
Jasa Keuangan V V
Jasa Lainnya V V v V
SEKTOR UNGGULAN:
PERTANIAN
PERTAMBANGAN DAN
PENGGALIAN
INDUSTRI PENGOLAHAN
LISTRIK DAN AIR MINUM
BANGUNAN/ KONTRUKSI
PERDAGANGAN, HOTEL DAN
RESTORAN
PENGANGKUTAN DAN
KOMUNIKASI
KEUANGAN, PERSEWAAN DAN
JASA PERUSAHAAN
JASA-JASA
24,6%
17,5%
18,8%
1,1%
4,4%
14,5%
7,3%
4,4%
7,4%
Pertanian
Pertambangan
Industri
Lanjutan …
1. Produsen utama Kelapa Sawit Nasional
(78 %)-Indonesia produsen no.1 Dunia;
Karet Nasional (73 %), dan Kopi Nasional
(72 %) (Kem. Pertanian, 2008).
2. Kaya potensi Perikanan (Perikanan
Tangkap 28 % produksi nasional,
Perikanan Budidaya 16 % produksi
nasional), namun masih mentah (Kem.
Kelautan 2007).
Lanjutan …
3. Kaya potensi Pertambangan Mineral.
Batubara, Panas Bumi dan Migas,
namun belum didukung industri
pengolahan yg memberi nilai tambah
lebih (ekspor mentah).
4. Tingkat elekterifikasi masih rendah
(±60%),, kebutuhan energi listrik 20
tahun kedepan diprediksi sebesar
21.769 MW (RUKN, 2008).
Isu Strategik di Pulau Sumatera:
Lanjutan …
5. Produksi pertanian pangan (padi) terhadap nasional (23 %, thn 2009) Produksi
Padi Sawah pada Tahun 2009 sebesar 14,696,457.00 Ton.
Isu Strategik di Pulau Sumatera:
PROVINSI (2009)
LUAS PANEN
(HA)
PRODUKSI(Ton)/thn
(2009)
Aceh 359 375 1 556 858
Sumatera Utara 768 407 3 527 899
Sumatera barat 439 542 2 105 790
Riau 149 423 531 429
Jambi 155 802 644 947
Sumatera Selatan 746 465 3 125 236
Bengkulu 132 975 510 160
Lampung 570 417 2 673 844
Bangka Belitung 8 063 19 864
Kepulauan Riau 144 430
Lanjutan …
6. Potensi wisata Alam (Danau Toba, Maninjau, Pantai Babel, Kep Riau) dan cagar
budaya bersejarah, (Istana Maimoon, permukiman tradisionil Tomok, Candi
Muara Takus, Candi Muaro Jambi, Benteng Marlboruogh)
Isu Strategik di Pulau Sumatera:
Potensi wisata Alam
cagar budaya bersejarah
Danau Toba
Pantai Babel
Candi Muara Takus
Benteng Marlboruogh
Lanjutan …
8. Laju Deforestasi mengancam Luas Tutupan Hutan Pulau Sumatera saat ini yg
tinggal hanya ± 13 juta ha (30 %), tapi yg rusak 48%, akibat perubahan menjadi
perkebunan (terus menuju kritis).
9. Ancaman degradasi ekosistem unik Sumatera, antara lain: ekosistem hutan
tropis dan keanekaragaman hayati Sumatera akibat pengembangan
perkebunan dan permukiman.
Isu Strategik di Pulau Sumatera:
Lanjutan …
10. Merupakan kawasan rawan bencana “Ring of fire”: Bagian Tengah (dari Utara
ke Selatan), Pantai Barat dan Pulau-pulau kecil rawan gempa bumi/tsunami, dan
Pantai Timur Bencana Banjir.
Isu Strategik di Pulau Sumatera:
tsunami Gunung api
Longsor
Banjir
Lanjutan …
11. Kesenjangan perkembangan wilayah (79%:21 % ) antara Pantai Timur dengan
Pantai Barat
Isu Strategik di Pulau Sumatera:
1. pusat pengembangan ekonomi perkebunan, perikanan, serta pertambangan yang
berkelanjutan;
2. swasembada pangan dan lumbung pangan nasional;
3. kemandirian energi dan lumbung energi nasional untuk ketenagalistrikan;
4. pusat industri yang berdaya saing;
5. pusat pariwisata berdaya saing internasional berbasis ekowisata, bahari, cagar budaya
dan ilmu pengetahuan, serta penyelenggaraan pertemuan, perjalanan insentif,
konferensi, dan MICE
6. kelestarian kawasan berfungsi lindung bervegetasi hutan tetap paling sedikit 40%
(empat puluh persen) dari luas Pulau Sumatera sesuai dengan kondisi ekosistemnya;
7. kelestarian kawasan yang memiliki keanekaragaman hayati hutan tropis basah;
8. kawasan perkotaan nasional yang kompak dan berbasis mitigasi dan adaptasi
bencana
9. pusat pertumbuhan baru di wilayah pesisir barat dan wilayah pesisir timur Pulau
Sumatera;
10. jaringan transportasi antarmoda yang dapat meningkatkan keterkaitan antarwilayah,
efisiensi ekonomi, serta membuka keterisolasian wilayah; dan
11. kawasan perbatasan negara sebagai beranda depan dan pintu gerbang negara yang
berbatasan dengan Negara India, Negara Thailand, Negara Malaysia, Negara
Singapura, dan Negara Vietnam dengan memperhatikan keharmonisan aspek
kedaulatan, pertahanan dan keamanan negara, kesejahteraan masyarakat, dan
kelestarian lingkungan hidup.
TUJUAN 1
PUSAT PENGEMBANGAN EKONOMI PERKEBUNAN, PERIKANAN, SERTA PERTAMBANGAN YANG BERKELANJUTAN
Produksi Kelapa Sawit
Nasional (78 %),
Karet Nasional (73 %), dan
Kopi Nasional (72 %)
KAWASAN ANDALAN PERKEBUNAN
0.00
1,000,000.00
2,000,000.00
3,000,000.00
4,000,000.00
5,000,000.00
6,000,000.00
Aceh
SumateraUtara
SumateraBarat
Riau
Jambi
SumateraSelatan
Bengkulu
Lampung
BangkaBelitung
KepulauanRiau
Sawit
Karet
Kopi
TUJUAN 1
PUSAT PENGEMBANGAN EKONOMI PERKEBUNAN, PERIKANAN, SERTA PERTAMBANGAN YANG BERKELANJUTAN
Perikanan Tangkap 28 %
produksi nasional
Perikanan Budidaya 16
% produksi nasional
KAWASAN ANDALAN PERIKANAN
0 200,000 400,000
Aceh
Sumut
Sumbar
Riau
Jambi
Sumsel
Bengkulu
Lampung
BaBel
KepRi
Perikanan (Ton/Tahun) 2007
TUJUAN 1
PUSAT PENGEMBANGAN EKONOMI PERKEBUNAN, PERIKANAN, SERTA PERTAMBANGAN YANG BERKELANJUTAN
Ket
Kaw. Peruntukan
Pertambangan Migas
Kaw. Peruntukan
Pertambangan Panas Bumi
Kaw. Peruntukan
Pertambangan Mineral
dan/atau Batubara
Pipa MIGAS
TUJUAN 2
SWASEMBADA PANGAN DAN LUMBUNG PANGAN NASIONAL
PROVINSI
(2009)
LUAS PANEN
(HA)
PRODUKSI
(Ton)/thn
(2009)
Aceh 359 375 1 556 858
Sumut 768 407 3 527 899
Sumbar 439 542 2 105 790
Riau 149 423 531 429
Jambi 155 802 644 947
Sumsel 746 465 3 125 236
Bengkulu 132 975 510 160
Lampung 570 417 2 673 844
BaBel 8 063 19 864
Kepri 144 430
TUJUAN 3
KEMANDIRIAN ENERGI DAN LUMBUNG ENERGI NASIONAL UNTUK KETENAGALISTRIKAN
Ket :
PKN
PKW
SUTET
SUTT
Pembangkit
Kebutuhan energi listrik sebesar 10.029 MW, kebutuhan energi
listrik 20 tahun kedepan diprediksi sebesar 21.769 MW
TUJUAN 4
PUSAT INDUSTRI YANG BERDAYA SAING
TUJUAN 5
PUSAT PARIWISATA BERDAYA SAING INTERNASIONAL
SABANG
BUKITTINGGI
DANAU TOBA
LAGOI BINTAN
BELITUNG
TUJUAN 6
KELESTARIAN KAWASAN BERFUNGSI LINDUNG BERVEGETASI HUTAN TETAP
PALING SEDIKIT 40% (EMPAT PULUH PERSEN) DARI LUAS PULAU SUMATERA
TUJUAN 7
KELESTARIAN KAWASAN YANG MEMILIKI KEANEKARAGAMAN HAYATI
HUTAN TROPIS BASAH
Koridor Aceh-Sumatera Utara yang menghubungkan Taman
Nasional Gunung Leuser-Taman Hutan Raya Bukit Barisan
sebagai koridor satwa badak, gajah, orang utan, harimau, dan
burung
Koridor RIMBA yg menghubungkan SM
Bukit Rimbang-Bukit Baling, CA Batang
Pangean I- CA Batang Pangean II, TN Kerinci
Seblat, SM Bukit Tiga Puluh, TN Berbak, CA
Maninjau Utara, CA Bukit Bungkuk, CA
Cempaka, TWA Sungai Bengkal, dan Tahura
Thaha Saifuddin sebagai koridor satwa
gajah, harimau, dan burung
Koridor Jambi-Bengkulu-
Sumatera Selatan yang
menghubungkan Taman
Nasional Kerinci Seblat dan
Cagar Alam Bukit Kaba
sebagai koridor satwa
burung, gajah, dan harimau
Koridor Jambi-Sumatera
Selatan yang
menghubungkan Taman
Nasional Berbak-Taman
Nasional Sembilang sebagai
koridor satwa burung dan
harimau
Koridor Bengkulu-Sumatera Selatan-
Lampung yang menghubungkan Taman
Nasional Bukit Barisan Selatan-Suaka
Margasatwa Gunung Raya sebagai
koridor satwa harimau, badak, dan
burung
TUJUAN 8
KAWASAN PERKOTAAN NASIONAL YANG KOMPAK DAN BERBASIS MITIGASI DAN
ADAPTASI BENCANA
22
Kawasan Rawan Bencana Tsunami
Kawasan Rawan Bencana Gunung
Api
Kawasan Rawan Bencana Longsor Kawasan Rawan Bencana Banjir
TUJUAN 9
PUSAT PERTUMBUHAN BARU DI WILAYAH PESISIR BARAT DAN WILAYAH PESISIR TIMUR
PULAU SUMATERA
TUJUAN 10
JARINGAN TRANSPORTASI ANTARMODA
24
Ket:
Jaringan Jalan Lintas Barat
Jaringan Jalan Lintas Tengah
Jaringan Jalan Lintas Timur
PKN / PKSN
PKW
Lintas Penyeberangan
Lintas Penyeberangan Antar Negara
Lintas Penyeberangan Antar Provinsi
Bandara Udara
Pelabuhan
Batas Laut Teritorial
Batas Landas Kontinen
Batas ZEE
TUJUAN 11
KAWASAN PERBATASAN NEGARA SEBAGAI BERANDA DEPAN DAN PINTU GERBANG
NEGARA
Pulau Kecil Terluar
Aceh P. Rondo, Simeulucut, Salaut
Besar, Raya, Rusa,
Benggala.
Sumut P. Berhala, Simuk, Wunga,
Sumbar P. Sibarubaru, Sinyaunyau
Riau P. Batu Mandi,
Bengkulu P. Enggano, P. Mega
Lampung P. Batu Kecil
Kepri Pulau Sentut, Tokong
Malang Biru, Damar,
Mangkai, Tokong Nanas,
Tokong Belayar, Tokong
Boro, Semiun, Sebetul,
Sekatung, Senua, Subi Kecil,
KepalaIyu Kecil, Karimun
Kecil, Nipa, Pelampong, Batu
Berhanti, dan Nongsa
26
26
27
27

Rtr pulau sumatera

  • 1.
    PERPRES No. 13Tahun 2012 Ttg RTR Pulau Sumatera Ir. Imam S. Ernawi, MCM, M.Sc. Direktur Jenderal Penataan Ruang, Departemen Pekerjaan Umum
  • 2.
    LATAR BELAKANG  RTRPULAU adalah Rencana Rinci (UUPR Pasal 14 ayat 3) yang disusun sebagai penjabaran dan perangkat operasional (UUPR Pasal 14 ayat 4) RTRWN (yaitu: Sistem Nasional) untuk mewujudkan Struktur Ruang dan Pola Ruang Wilayah Nasional.  Sistem Nasional dalam RTR Pulau meliputi:  Sistem perkotaan nasional  Sistem transportasi nasional  Sistem infrastruktur wilayah lainnya (Energi, Telekomunikasi, Sumber daya Air)  Kawasan Lindung Nasional  Kawasan Budidaya bernilai strategis nasional (Kawasan Andalan)  Sebagai Penjabaran RTRWN, RTR Pulau menjabarkan struktur dan pola ruang nasional (sistem nasional) ke dalam perspektif ruang pulau (tujuan nasional pembangunan wilayah Pulau berdasarkan isu/tantangan strategik)  Sebagai Perangkat Operasional, RTR Pulau merupakan acuan pelaksanaan RTRWN di tingkat Pulau/Kepulauan oleh K/L sektoral. LANDASAN HUKUM
  • 3.
    KONDISI EKONOMI:  19.2% ekonomi Nas, Laju Pertumbuhan 6,35% > Laju Nas 5,86%  Konsentrasi ekonomi ada di Provinsi Sumatera Utara (29,8%)  Sektor unggulan: Pertanian Pertambangan Industri, dan Perdagangan-Restoran-Hotel  23,79% ekspor nasional,terutama komoditas CPO, Karet, hasil industri, Migas Sumatera 19,2 Jawa Bali 65,4% Sulawesi 5% Kalimantan 6,9% Nusatenggara 1,6% Maluku 0,4% Papua 1,5% Sumbangan Ekonomi Pulau Thd Nasional 0.0 1.0 2.0 3.0 4.0 5.0 6.0 7.0 8.0 9.0 Laju(%) LAJU PERTUMBUHAN EKONOMI PULAU SUMATERA ACEH 7% SUMUT 29,8% SUMBAR 10% RIAU 12% JAMBI 4% SUMSEL 13% BENGKULU 2% LAMPUNG 9% KEP RIAU 10% BABEL 3% SUMBANGAN EKONOMI PROVINSI Isu Strategik di Pulau Sumatera:
  • 4.
    ACEH SUMUT SUMBARRIAU KEPRI BABEL JAMBI BENGKULU SUMSEL LAMPUNG Pertanian V VVV V VV v V V V V Pertambangan V VV VV Industri VV V VV V V Utilitas V V Bangunan V VV V V V Perdag, Hotel, Res V V v v v v Transportasi V V Jasa Keuangan V V Jasa Lainnya V V v V SEKTOR UNGGULAN: PERTANIAN PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK DAN AIR MINUM BANGUNAN/ KONTRUKSI PERDAGANGAN, HOTEL DAN RESTORAN PENGANGKUTAN DAN KOMUNIKASI KEUANGAN, PERSEWAAN DAN JASA PERUSAHAAN JASA-JASA 24,6% 17,5% 18,8% 1,1% 4,4% 14,5% 7,3% 4,4% 7,4% Pertanian Pertambangan Industri
  • 5.
    Lanjutan … 1. Produsenutama Kelapa Sawit Nasional (78 %)-Indonesia produsen no.1 Dunia; Karet Nasional (73 %), dan Kopi Nasional (72 %) (Kem. Pertanian, 2008). 2. Kaya potensi Perikanan (Perikanan Tangkap 28 % produksi nasional, Perikanan Budidaya 16 % produksi nasional), namun masih mentah (Kem. Kelautan 2007).
  • 6.
    Lanjutan … 3. Kayapotensi Pertambangan Mineral. Batubara, Panas Bumi dan Migas, namun belum didukung industri pengolahan yg memberi nilai tambah lebih (ekspor mentah). 4. Tingkat elekterifikasi masih rendah (±60%),, kebutuhan energi listrik 20 tahun kedepan diprediksi sebesar 21.769 MW (RUKN, 2008). Isu Strategik di Pulau Sumatera:
  • 7.
    Lanjutan … 5. Produksipertanian pangan (padi) terhadap nasional (23 %, thn 2009) Produksi Padi Sawah pada Tahun 2009 sebesar 14,696,457.00 Ton. Isu Strategik di Pulau Sumatera: PROVINSI (2009) LUAS PANEN (HA) PRODUKSI(Ton)/thn (2009) Aceh 359 375 1 556 858 Sumatera Utara 768 407 3 527 899 Sumatera barat 439 542 2 105 790 Riau 149 423 531 429 Jambi 155 802 644 947 Sumatera Selatan 746 465 3 125 236 Bengkulu 132 975 510 160 Lampung 570 417 2 673 844 Bangka Belitung 8 063 19 864 Kepulauan Riau 144 430
  • 8.
    Lanjutan … 6. Potensiwisata Alam (Danau Toba, Maninjau, Pantai Babel, Kep Riau) dan cagar budaya bersejarah, (Istana Maimoon, permukiman tradisionil Tomok, Candi Muara Takus, Candi Muaro Jambi, Benteng Marlboruogh) Isu Strategik di Pulau Sumatera: Potensi wisata Alam cagar budaya bersejarah Danau Toba Pantai Babel Candi Muara Takus Benteng Marlboruogh
  • 9.
    Lanjutan … 8. LajuDeforestasi mengancam Luas Tutupan Hutan Pulau Sumatera saat ini yg tinggal hanya ± 13 juta ha (30 %), tapi yg rusak 48%, akibat perubahan menjadi perkebunan (terus menuju kritis). 9. Ancaman degradasi ekosistem unik Sumatera, antara lain: ekosistem hutan tropis dan keanekaragaman hayati Sumatera akibat pengembangan perkebunan dan permukiman. Isu Strategik di Pulau Sumatera:
  • 10.
    Lanjutan … 10. Merupakankawasan rawan bencana “Ring of fire”: Bagian Tengah (dari Utara ke Selatan), Pantai Barat dan Pulau-pulau kecil rawan gempa bumi/tsunami, dan Pantai Timur Bencana Banjir. Isu Strategik di Pulau Sumatera: tsunami Gunung api Longsor Banjir
  • 11.
    Lanjutan … 11. Kesenjanganperkembangan wilayah (79%:21 % ) antara Pantai Timur dengan Pantai Barat Isu Strategik di Pulau Sumatera:
  • 12.
    1. pusat pengembanganekonomi perkebunan, perikanan, serta pertambangan yang berkelanjutan; 2. swasembada pangan dan lumbung pangan nasional; 3. kemandirian energi dan lumbung energi nasional untuk ketenagalistrikan; 4. pusat industri yang berdaya saing; 5. pusat pariwisata berdaya saing internasional berbasis ekowisata, bahari, cagar budaya dan ilmu pengetahuan, serta penyelenggaraan pertemuan, perjalanan insentif, konferensi, dan MICE 6. kelestarian kawasan berfungsi lindung bervegetasi hutan tetap paling sedikit 40% (empat puluh persen) dari luas Pulau Sumatera sesuai dengan kondisi ekosistemnya; 7. kelestarian kawasan yang memiliki keanekaragaman hayati hutan tropis basah; 8. kawasan perkotaan nasional yang kompak dan berbasis mitigasi dan adaptasi bencana 9. pusat pertumbuhan baru di wilayah pesisir barat dan wilayah pesisir timur Pulau Sumatera; 10. jaringan transportasi antarmoda yang dapat meningkatkan keterkaitan antarwilayah, efisiensi ekonomi, serta membuka keterisolasian wilayah; dan 11. kawasan perbatasan negara sebagai beranda depan dan pintu gerbang negara yang berbatasan dengan Negara India, Negara Thailand, Negara Malaysia, Negara Singapura, dan Negara Vietnam dengan memperhatikan keharmonisan aspek kedaulatan, pertahanan dan keamanan negara, kesejahteraan masyarakat, dan kelestarian lingkungan hidup.
  • 13.
    TUJUAN 1 PUSAT PENGEMBANGANEKONOMI PERKEBUNAN, PERIKANAN, SERTA PERTAMBANGAN YANG BERKELANJUTAN Produksi Kelapa Sawit Nasional (78 %), Karet Nasional (73 %), dan Kopi Nasional (72 %) KAWASAN ANDALAN PERKEBUNAN 0.00 1,000,000.00 2,000,000.00 3,000,000.00 4,000,000.00 5,000,000.00 6,000,000.00 Aceh SumateraUtara SumateraBarat Riau Jambi SumateraSelatan Bengkulu Lampung BangkaBelitung KepulauanRiau Sawit Karet Kopi
  • 14.
    TUJUAN 1 PUSAT PENGEMBANGANEKONOMI PERKEBUNAN, PERIKANAN, SERTA PERTAMBANGAN YANG BERKELANJUTAN Perikanan Tangkap 28 % produksi nasional Perikanan Budidaya 16 % produksi nasional KAWASAN ANDALAN PERIKANAN 0 200,000 400,000 Aceh Sumut Sumbar Riau Jambi Sumsel Bengkulu Lampung BaBel KepRi Perikanan (Ton/Tahun) 2007
  • 15.
    TUJUAN 1 PUSAT PENGEMBANGANEKONOMI PERKEBUNAN, PERIKANAN, SERTA PERTAMBANGAN YANG BERKELANJUTAN Ket Kaw. Peruntukan Pertambangan Migas Kaw. Peruntukan Pertambangan Panas Bumi Kaw. Peruntukan Pertambangan Mineral dan/atau Batubara Pipa MIGAS
  • 16.
    TUJUAN 2 SWASEMBADA PANGANDAN LUMBUNG PANGAN NASIONAL PROVINSI (2009) LUAS PANEN (HA) PRODUKSI (Ton)/thn (2009) Aceh 359 375 1 556 858 Sumut 768 407 3 527 899 Sumbar 439 542 2 105 790 Riau 149 423 531 429 Jambi 155 802 644 947 Sumsel 746 465 3 125 236 Bengkulu 132 975 510 160 Lampung 570 417 2 673 844 BaBel 8 063 19 864 Kepri 144 430
  • 17.
    TUJUAN 3 KEMANDIRIAN ENERGIDAN LUMBUNG ENERGI NASIONAL UNTUK KETENAGALISTRIKAN Ket : PKN PKW SUTET SUTT Pembangkit Kebutuhan energi listrik sebesar 10.029 MW, kebutuhan energi listrik 20 tahun kedepan diprediksi sebesar 21.769 MW
  • 18.
    TUJUAN 4 PUSAT INDUSTRIYANG BERDAYA SAING
  • 19.
    TUJUAN 5 PUSAT PARIWISATABERDAYA SAING INTERNASIONAL SABANG BUKITTINGGI DANAU TOBA LAGOI BINTAN BELITUNG
  • 20.
    TUJUAN 6 KELESTARIAN KAWASANBERFUNGSI LINDUNG BERVEGETASI HUTAN TETAP PALING SEDIKIT 40% (EMPAT PULUH PERSEN) DARI LUAS PULAU SUMATERA
  • 21.
    TUJUAN 7 KELESTARIAN KAWASANYANG MEMILIKI KEANEKARAGAMAN HAYATI HUTAN TROPIS BASAH Koridor Aceh-Sumatera Utara yang menghubungkan Taman Nasional Gunung Leuser-Taman Hutan Raya Bukit Barisan sebagai koridor satwa badak, gajah, orang utan, harimau, dan burung Koridor RIMBA yg menghubungkan SM Bukit Rimbang-Bukit Baling, CA Batang Pangean I- CA Batang Pangean II, TN Kerinci Seblat, SM Bukit Tiga Puluh, TN Berbak, CA Maninjau Utara, CA Bukit Bungkuk, CA Cempaka, TWA Sungai Bengkal, dan Tahura Thaha Saifuddin sebagai koridor satwa gajah, harimau, dan burung Koridor Jambi-Bengkulu- Sumatera Selatan yang menghubungkan Taman Nasional Kerinci Seblat dan Cagar Alam Bukit Kaba sebagai koridor satwa burung, gajah, dan harimau Koridor Jambi-Sumatera Selatan yang menghubungkan Taman Nasional Berbak-Taman Nasional Sembilang sebagai koridor satwa burung dan harimau Koridor Bengkulu-Sumatera Selatan- Lampung yang menghubungkan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan-Suaka Margasatwa Gunung Raya sebagai koridor satwa harimau, badak, dan burung
  • 22.
    TUJUAN 8 KAWASAN PERKOTAANNASIONAL YANG KOMPAK DAN BERBASIS MITIGASI DAN ADAPTASI BENCANA 22 Kawasan Rawan Bencana Tsunami Kawasan Rawan Bencana Gunung Api Kawasan Rawan Bencana Longsor Kawasan Rawan Bencana Banjir
  • 23.
    TUJUAN 9 PUSAT PERTUMBUHANBARU DI WILAYAH PESISIR BARAT DAN WILAYAH PESISIR TIMUR PULAU SUMATERA
  • 24.
    TUJUAN 10 JARINGAN TRANSPORTASIANTARMODA 24 Ket: Jaringan Jalan Lintas Barat Jaringan Jalan Lintas Tengah Jaringan Jalan Lintas Timur PKN / PKSN PKW Lintas Penyeberangan Lintas Penyeberangan Antar Negara Lintas Penyeberangan Antar Provinsi Bandara Udara Pelabuhan
  • 25.
    Batas Laut Teritorial BatasLandas Kontinen Batas ZEE TUJUAN 11 KAWASAN PERBATASAN NEGARA SEBAGAI BERANDA DEPAN DAN PINTU GERBANG NEGARA Pulau Kecil Terluar Aceh P. Rondo, Simeulucut, Salaut Besar, Raya, Rusa, Benggala. Sumut P. Berhala, Simuk, Wunga, Sumbar P. Sibarubaru, Sinyaunyau Riau P. Batu Mandi, Bengkulu P. Enggano, P. Mega Lampung P. Batu Kecil Kepri Pulau Sentut, Tokong Malang Biru, Damar, Mangkai, Tokong Nanas, Tokong Belayar, Tokong Boro, Semiun, Sebetul, Sekatung, Senua, Subi Kecil, KepalaIyu Kecil, Karimun Kecil, Nipa, Pelampong, Batu Berhanti, dan Nongsa
  • 26.
  • 27.

Editor's Notes

  • #13 Nikelnasional: ProduksiBarang Tambang Mineral, 1996-2009Minyakbumilaporantahunanproduksiminyakbumi