PRAKTIKUM SISTEM INFORMASI GEOGRAFI 
LAPORAN PRAKTIKUM 8 
“CITRA SRTM” 
OLEH 
ORIZA STEVA ANDRA (1201575) 
JURUSAN GEOGRAFI 
FAKULTAS ILMU SOSIAL 
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
CITRA SRTM Page 2 
KATA PENGANTAR 
Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah Subhanahu wata’ala, yang telah memberikan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan ini. Laporan ini diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah Praktikum Sistem Informasi Geografi. Terima kasih penulis sampaikan kepada dosen mata kuliah yang turut membantu dalam menyelesaikan laporan ini serta kepada semua pihak yang telah membantu secara langsung maupun tak langsung sehingga ini dapat diselesaikan sesuai dengan waktunya. 
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat diharapkan, sekecil apapun akan penulis perhatikan dan pertimbangkan guna penyempuranaan dalam membuat laporan yang akan datang. 
Semoga laporan ini mampu memberikan nilai tambah bagi pembacanya dan juga bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan bagi kita semua. 
Padang, November 2014 
Penulis
CITRA SRTM Page 3 
BAB I 
PENDAHULUAN 
A. Latar Belakang 
Penggunaan Sistem Informasi Geografi (SIG) meningkat tajam sejak tahun 1980-an. Peningkatan pemakaian system ini terjadi dikalangan pemerintah, militer, akademis, atau bisnis terutama di negara-negara maju. BAKOSURTANAL menjabarkan SIG sebagai kumpulan yang terorganisir dari perangkat keras komputer, perangkat lunak, data geografi, dan personel yang didesain untuk memperoleh, menyimpan,memperbaiki, memanipulasi, menganalisis, dan menampilkan semua bentuk informasi yang berefernsi geografi. 
SIG akan selalu diasosiasikan dengan sistem yang berbasis komputer, walaupun pada dasarnya SIG dapat dikerjakan secara manual, SIG yang berbasis komputer akan sangat membantu ketika data geografis merupakan data yang besar (dalam jumlah dan ukuran) dan terdiri dari banyak tema yang saling berkaitan. 
SRTM (Shuttle Radar Topography Mission) merupakan citra yang saat ini banyak digunakan untuk melihat secara cepat bentuk permukaan. SRTM adalah data elevasi resolusi tinggi merepresentasikan topografi bumi dengan cakupan global (80% luasan dunia). Data SRTM adalah data elevasi muka bumi yang dihasilkan dari satelit yang diluncurkan NASA (National Aeronautics and Space Administration). Data ini dapat digunakan untuk melengkapi informasi ketinggian dari produk peta 2D, seperti kontur, profil. Ketelitian bisa mencapai 15 m dan berguna untuk pemetaan skala menengah sampai dengan skala tinggi (Lili Somantri). 
B. Rumusan Masalah 
1. Pengertian SRTM 
2. Struktur data SRTM 
3. Akurasi Data SRTM 
4. Keuntungan dan kelemahan menggunakan data SRTM 
5. Cara mendownload DEM citra SRTM
CITRA SRTM Page 4 
BAB 2 
PEMBAHASAN 
1. Pengertian SRTM 
Menurut JAEA (1999) SRTM (Shuttle Radar Topography Mission) adalah “mounted on a Space Shuttle and obtains Earth surface data by remote sensing technology utilizing a synthetic aperture radar. Obtained data will be converted into height data called a Digital Elevation Model (DEM), and will be utilized to generate a more precise three-dimensional map of larger observation area of the Earth than has ever been possible” 
SRTM (Shuttle Radar Topography Mission) merupakan citra yang saat ini banyak digunakan untuk melihat secara cepat bentuk permukaan. SRTM adalah data elevasi resolusi tinggi merepresentasikan topografi bumi dengan cakupan global (80% luasan dunia). Data SRTM adalah data elevasi muka bumi yang dihasilkan dari satelit yang diluncurkan NASA (National Aeronautics and Space Administration). Data ini dapat digunakan untuk melengkapi informasi ketinggian dari produk peta 2D, seperti kontur, profil. Ketelitian bisa mencapai 15 m dan berguna untuk pemetaan skala menengah sampai dengan skala tinggi (Lili Somantri). 
Alasan menggunakan SRTM dalam GIS tentu karena kelebihannya. Beberapa kelebihan citra SRTM diantarannya : 
1. Gratis :kelebihan utama yang dimiliki SRTM. Siapa saja dan di mana saja dapat mendownload SRTM tanpa bayar. 
2. Digital : SRTM dapat didownload secara digital melalui aplikasi Global Mapper. SRTM dapat didownload dengan format HGT, ASCII, atau GEOTIFF, kita bisa mengkonversi ke format yang kita inginkan misalnya Grid ArcView 
3. Resolusi : Resolusi lumayan tinggi untuk sakala tinjau. Resolusi horizontal (yang bisa kita download untuk Indonesia) adalah 90m. Tentu saja dengan resolusi ini SRTM tidak bisa digunakan untuk pemetaan secara detail.
CITRA SRTM Page 5 
SRTM memiliki struktur data yang sama seperti format Grid lainnya, yaitu terdiri dari sel-sel yang setiap sel memiliki wakil nilai ketinggian. Nilai ketinggian pada SRTM adalah nilai ketinggian dari datum WGS1984, bukan dari permukaan laut, tapi karena datum WGS1984 hampir berimpit dengan permukaan laut maka untuk skala tinjau dapat diabaikan perbedaan di antara keduanya. 
Meskipun SRTM memiliki resolusi yang rendah sekitar 90m tetapi masih banyak digunakan sebagai informasi untuk pekerjaan lapangan serta dimanfaatkan untuk membuat peta kontur dan lereng (slope). Hasil peta kontur maupun peta lereng dari pengolahan data SRTM maksimal berskala 1:900000, tetapi dalam realisasinya banyak yang memperbesar skalanya hingga skala 1:250000 atau malah lebih besar lagi. Dengan melakukan perbesaran skala tersebut akan memberikan konsekuensi menyangkut akurasi dari peta kontur maupun peta lereng yang dihasilkan. 
Untuk menentukan skala peta hasil dari pengolahan citra satelit sebenarnya sangat mudah, yaitu dengan menggunakan rumus: (skala peta = resolusi citra satelit x 10000). 
Berdasarkan PP No.10 Tahun 2000 Tingkat Ketelitian Peta Tata Ruang Wilayah adalah sebagai berikut: 
 Peta RTRW Nasional skala minimal 1:1000000 (dapat menggunakan citra LANDSAT-MSS 80m) 
 Peta RTRW Provinsi skala minimal 1:250000 (dapat menggunakan citra LANDSAT-TM 25m, SPOT Xs 20m) 
 Peta RTRW Kabupaten skala minimal 1:50000 – 100000 (dapat menggunakan citra IKONOS 10m/5m, foto udara 1:100000) 
 Peta RTRW Kota skala minimal 1:50000 (dapat menggunakan citra IKONOS 5m) 
 Peta skala teknis 1:5000 (dapat menggunakan citra Quickbirt 0.5m). 
2. Struktur Data SRTM 
SRTM memiliki struktur data yang sama seperti format GRID lainnya, yaitu terdiri dari sel-sel yang setiap sel memiliki wakil nilai ketinggian. Nilai ketinggian pada
CITRA SRTM Page 6 
SRTM adalah nilai ketinggian dari datum WGS1984, bukan dari permukaan laut. Tapi karena datum WGS1984 hampir berimpit dengan permukaan laut maka untuk skala tinjau dapat diabaikan perbedaan diantara keduanya. 
Khusus untuk download, resolusi horizontal data SRTM adalah 90m. Perlu diingat bahwa data sebenarnya adalah 30m, tetapi direduksi menjadi 90m, 
Contoh Srtm 90m Yang Bisa Di Download 
 SRTM bali,lombok,Sumbawa 
 SRTM banda aceh 
 SRTM aceh utara dan 
sebagian kalimantan barat 
 SRTM Sumatra tengah 
 SRTM pulau siberut dekat 
padang 
 SRTM singapure,kuala 
lumpur,pekanbaru 
 SRTM sumatra barat 
 SRTM bandar lampung 
 SRTM pontianak dan 
sekitarnya 
 SRTM Palembang,P.Bangka, & Ketapang (Kalbar) 
 SRTM Bandar 
Lampung,Jawa Barat 
 SRTM Pegunungan Bawul (Kaltim) 
 SRTM Kalimantan Tengah 
 SRTM Jawa Tengah-Jawa 
Timur 
 SRTM Batuputih (kaltim) 
 SRTMSamarinda,Balikpapan,Banjarmasin,Kota baru 
 SRTM Sulawesi Utara 
 SRTM Sulawesi Tenggara 
 SRTM Flores 
 SRTM Timur-timur 
 SRTM Maluku 
 SRTM Ambon 
 SRTM Pulau Timor 
 SRTM Papua, Monokwari 
 SRTM Batas Provinsi 
Maluku 
 SRTM Nabire Papua 
 SRTM P.Kole pom Papua 
 SRTM Jayapura
CITRA SRTM Page 7 
3. Akurasi Data SRTM 
SRTM singkatan dari Shuttle Radar Topography Mission merupakan pesawat ulang-alik yang mempunyai misi untuk mendapatkan data penginderaan jauh berupa elevasi atau ketinggian permukaan bumi, data ini selanjutnya dikenal sebagai DEM (digital elevation Model). Pesawat ulang-alik ini bekerja selama 11 hari (februari 2000) untuk menyiam seluruh permukaan bumi dengan menggunakan sistem radar (band C : 5,6 cm), data yang dihasilkan memiliki resolusi spasial sebesar 3 detik (setara ≈ 90 meter) dan menurut Ozah and Kufoniyi (2008) data SRTM 90m ini memiliki akurasi vertikal lebih kurang 7.748 sampai 3.926 meter. 
Sebenarnya data SRTM memiliki resolusi spasial 30 meter, tetapi sampai saat ini untuk menghasilkan DEM yang beresolusi 30 meter hanya beberapa wilayah di Amerika karena untuk mengolah data SRTM 30 meter menjadi data DEM seluruh dunia dibutuhkan waktu yang lama (+- 10 tahun/ tolong koreksi kalo salah). 
Perlu diperhatikan dalam penggunaan data DEM dari SRTM ini adalah bahwa data ketinggiannya merupakan ketinggian permukaan bumi termasuk tutupan lahannya (jadi bukan ketinggian permukaan tanah), dalam hal ini termasuk pula ketinggian tajuk (pohon) dan juga gedung-gedung (ingat daya tembus radar dengan panjang gelombang 5,6 cm sangat terbatas, tidak mampu menembus batang/ranting yang lebat-daun sih bisa),. 
4. Keuntungan dan kelemahan menggunakan data SRTM 
a. Keuntungan 
 Gratis, ini yang paling disuka oleh siapapun, siapapun boleh untuk memanfaatkan datanya, jadi kalo ada yang minta bayaran untuk data ini berarti cuma mo nipu aja, kecuali dengan alasan sbg ganti biaya untuk download data – bayar warnet :). kalo mo download silahkan di Global Land Cover Facility, CGIAR Consortium, atau di NASA
CITRA SRTM Page 8 
 Resolusi-nya lumayan tinggi dan cocok untuk skala tinjau (jangan berharap lebih deh untuk data gratis, toh ini sudah cukup baik untuk wilayah indonesia yang sangat luas) 
 Datanya berupa Digital (format HGT, ASCII, atau GEOTIFF) sehingga dengan mudah dapat dikonversi ke semua format, bergantung software + brainware yang menanganinya tentunya 
SRTM memiliki struktur data yang sama seperti format GRID lainnya, yaitu terdiri dari sel-sel yang setiap sel memiliki wakil nilai ketinggian. Nilai ketinggian pada SRTM adalah nilai ketinggian dari datum WGS1984, bukan dari permukaan laut. Tapi karena datum WGS1984 hampir berimpit dengan permukaan laut maka untuk skala tinjau dapat diabaikan perbedaan diantara keduanya. 
b. Kelemahan 
Dalam pengambilan data menggunakan RADAR, antara pesawat dan obyek harus tidak terhalangi. Untuk daerah yang bergunung hal ini sangat sulit dilakukan. SRTM memiliki 0.2% data yang tidak terliputi di muka bumi karena berupa pegunungan. Beberapa teknik telah dikembangkan untuk menutupi kekurangan ini. Salah satunya adalah dengan menggunakan algoritma otomatis dengan SRTM Filler.
CITRA SRTM Page 9 
5. Cara mendownload DEM citra SRTM 
1. Buka web CGIAR-CSI 
2. Klik salah satu kotak grid, sesuai dengan wilayah yang dibutuhkan. Sebagai contoh saya akan mendownload wilayah sumatera barat 
3. Klik "Click here to Begin Search" 
4. Klik "Data Download (FTP)". Agar tak perlu login bisa langsung pilih yang Data Download (HTTP)
CITRA SRTM Page 10 
5. Tunggu proses download hingga selesai. Data hasil download ada dalam format ZIP file. Silahkan di ekstrak terlebih dahulu. 
6. Buka ArcMap, munculkan data SRTM-nya. Kemudian klik kanan untuk membuka Layer Properties
CITRA SRTM Page 11 
7. Pada Symbology, pilih Classified. Color Ramp bisa diubah sesuai selera. Demikian juga jumlah Classes-nya. Jangan lupa centang Use hillshade effect. Isikan angka Z = 1 (atau lebih). Makin besar angka Z, makin kontras ketinggiannya. 
8. Setelah selesai di Symbology, klik Display (masih di Layer Properties). Pilih Bilinear Interpolation (for continuous data) untuk kolom Resample during display. Hal ini untuk membuat tampilan 3D lebih halus.
CITRA SRTM Page 12 
9. Untuk mengetahui rentang ketinggian, bisa di cek melalui tabel-nya. 
10. Tak perlu kawatir karena data DEM ini sudah otomatis mempunyai koordinat sistem, yaitu WGS_1984. 
11. Data sudah siap digunakan sebagai background di layout peta, ataupun diproses menjadi data turunan lainnya (kontur, peta ketinggian, kelas lereng dsb)
CITRA SRTM Page 13 
BAB 3 
PENUTUP 
A. KESIMPULAN 
Penggunaan Sistem Informasi Geografi (SIG) meningkat tajam sejak tahun 1980- an. Peningkatan pemakaian system ini terjadi dikalangan pemerintah, militer, akademis, atau bisnis terutama di negara-negara maju. BAKOSURTANAL menjabarkan SIG sebagai kumpulan yang terorganisir dari perangkat keras komputer, perangkat lunak, data geografi, dan personel yang didesain untuk memperoleh, menyimpan,memperbaiki, memanipulasi, menganalisis, dan menampilkan semua bentuk informasi yang berefernsi geografi. 
SRTM (Shuttle Radar Topography Mission) merupakan citra yang saat ini banyak digunakan untuk melihat secara cepat bentuk permukaan. SRTM adalah data elevasi resolusi tinggi merepresentasikan topografi bumi dengan cakupan global (80% luasan dunia). Data SRTM adalah data elevasi muka bumi yang dihasilkan dari satelit yang diluncurkan NASA (National Aeronautics and Space Administration). Data ini dapat digunakan untuk melengkapi informasi ketinggian dari produk peta 2D, seperti kontur, profil. Ketelitian bisa mencapai 15 m dan berguna untuk pemetaan skala menengah sampai dengan skala tinggi (Lili Somantri). 
SRTM memiliki struktur data yang sama seperti format Grid lainnya, yaitu terdiri dari sel-sel yang setiap sel memiliki wakil nilai ketinggian. Nilai ketinggian pada SRTM adalah nilai ketinggian dari datum WGS1984, bukan dari permukaan laut, tapi karena datum WGS1984 hampir berimpit dengan permukaan laut maka untuk skala tinjau dapat diabaikan perbedaan di antara keduanya. 
Perlu diperhatikan dalam penggunaan data DEM dari SRTM ini adalah bahwa data ketinggiannya merupakan ketinggian permukaan bumi termasuk tutupan lahannya (jadi bukan ketinggian permukaan tanah), dalam hal ini termasuk pula ketinggian tajuk (pohon) dan juga gedung-gedung (ingat daya tembus radar dengan panjang gelombang 5,6 cm sangat terbatas, tidak mampu menembus batang/ranting yang lebat-daun sih bisa),.
CITRA SRTM Page 14 
DAFTAR PUSTAKA 
http://tukangpeta.blogspot.com/2013/12/download-digital-elevation-model-dem.html 
http://opsi-dian.blogspot.com/2013/02/pengertian-srtm.html 
http://mafiaturatea.blogspot.com/2012/05/pemanfaatan-citra-srtm-dalam-pemetaan.html

CITRA SRTM

  • 1.
    PRAKTIKUM SISTEM INFORMASIGEOGRAFI LAPORAN PRAKTIKUM 8 “CITRA SRTM” OLEH ORIZA STEVA ANDRA (1201575) JURUSAN GEOGRAFI FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI PADANG
  • 2.
    CITRA SRTM Page2 KATA PENGANTAR Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah Subhanahu wata’ala, yang telah memberikan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan ini. Laporan ini diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah Praktikum Sistem Informasi Geografi. Terima kasih penulis sampaikan kepada dosen mata kuliah yang turut membantu dalam menyelesaikan laporan ini serta kepada semua pihak yang telah membantu secara langsung maupun tak langsung sehingga ini dapat diselesaikan sesuai dengan waktunya. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat diharapkan, sekecil apapun akan penulis perhatikan dan pertimbangkan guna penyempuranaan dalam membuat laporan yang akan datang. Semoga laporan ini mampu memberikan nilai tambah bagi pembacanya dan juga bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan bagi kita semua. Padang, November 2014 Penulis
  • 3.
    CITRA SRTM Page3 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penggunaan Sistem Informasi Geografi (SIG) meningkat tajam sejak tahun 1980-an. Peningkatan pemakaian system ini terjadi dikalangan pemerintah, militer, akademis, atau bisnis terutama di negara-negara maju. BAKOSURTANAL menjabarkan SIG sebagai kumpulan yang terorganisir dari perangkat keras komputer, perangkat lunak, data geografi, dan personel yang didesain untuk memperoleh, menyimpan,memperbaiki, memanipulasi, menganalisis, dan menampilkan semua bentuk informasi yang berefernsi geografi. SIG akan selalu diasosiasikan dengan sistem yang berbasis komputer, walaupun pada dasarnya SIG dapat dikerjakan secara manual, SIG yang berbasis komputer akan sangat membantu ketika data geografis merupakan data yang besar (dalam jumlah dan ukuran) dan terdiri dari banyak tema yang saling berkaitan. SRTM (Shuttle Radar Topography Mission) merupakan citra yang saat ini banyak digunakan untuk melihat secara cepat bentuk permukaan. SRTM adalah data elevasi resolusi tinggi merepresentasikan topografi bumi dengan cakupan global (80% luasan dunia). Data SRTM adalah data elevasi muka bumi yang dihasilkan dari satelit yang diluncurkan NASA (National Aeronautics and Space Administration). Data ini dapat digunakan untuk melengkapi informasi ketinggian dari produk peta 2D, seperti kontur, profil. Ketelitian bisa mencapai 15 m dan berguna untuk pemetaan skala menengah sampai dengan skala tinggi (Lili Somantri). B. Rumusan Masalah 1. Pengertian SRTM 2. Struktur data SRTM 3. Akurasi Data SRTM 4. Keuntungan dan kelemahan menggunakan data SRTM 5. Cara mendownload DEM citra SRTM
  • 4.
    CITRA SRTM Page4 BAB 2 PEMBAHASAN 1. Pengertian SRTM Menurut JAEA (1999) SRTM (Shuttle Radar Topography Mission) adalah “mounted on a Space Shuttle and obtains Earth surface data by remote sensing technology utilizing a synthetic aperture radar. Obtained data will be converted into height data called a Digital Elevation Model (DEM), and will be utilized to generate a more precise three-dimensional map of larger observation area of the Earth than has ever been possible” SRTM (Shuttle Radar Topography Mission) merupakan citra yang saat ini banyak digunakan untuk melihat secara cepat bentuk permukaan. SRTM adalah data elevasi resolusi tinggi merepresentasikan topografi bumi dengan cakupan global (80% luasan dunia). Data SRTM adalah data elevasi muka bumi yang dihasilkan dari satelit yang diluncurkan NASA (National Aeronautics and Space Administration). Data ini dapat digunakan untuk melengkapi informasi ketinggian dari produk peta 2D, seperti kontur, profil. Ketelitian bisa mencapai 15 m dan berguna untuk pemetaan skala menengah sampai dengan skala tinggi (Lili Somantri). Alasan menggunakan SRTM dalam GIS tentu karena kelebihannya. Beberapa kelebihan citra SRTM diantarannya : 1. Gratis :kelebihan utama yang dimiliki SRTM. Siapa saja dan di mana saja dapat mendownload SRTM tanpa bayar. 2. Digital : SRTM dapat didownload secara digital melalui aplikasi Global Mapper. SRTM dapat didownload dengan format HGT, ASCII, atau GEOTIFF, kita bisa mengkonversi ke format yang kita inginkan misalnya Grid ArcView 3. Resolusi : Resolusi lumayan tinggi untuk sakala tinjau. Resolusi horizontal (yang bisa kita download untuk Indonesia) adalah 90m. Tentu saja dengan resolusi ini SRTM tidak bisa digunakan untuk pemetaan secara detail.
  • 5.
    CITRA SRTM Page5 SRTM memiliki struktur data yang sama seperti format Grid lainnya, yaitu terdiri dari sel-sel yang setiap sel memiliki wakil nilai ketinggian. Nilai ketinggian pada SRTM adalah nilai ketinggian dari datum WGS1984, bukan dari permukaan laut, tapi karena datum WGS1984 hampir berimpit dengan permukaan laut maka untuk skala tinjau dapat diabaikan perbedaan di antara keduanya. Meskipun SRTM memiliki resolusi yang rendah sekitar 90m tetapi masih banyak digunakan sebagai informasi untuk pekerjaan lapangan serta dimanfaatkan untuk membuat peta kontur dan lereng (slope). Hasil peta kontur maupun peta lereng dari pengolahan data SRTM maksimal berskala 1:900000, tetapi dalam realisasinya banyak yang memperbesar skalanya hingga skala 1:250000 atau malah lebih besar lagi. Dengan melakukan perbesaran skala tersebut akan memberikan konsekuensi menyangkut akurasi dari peta kontur maupun peta lereng yang dihasilkan. Untuk menentukan skala peta hasil dari pengolahan citra satelit sebenarnya sangat mudah, yaitu dengan menggunakan rumus: (skala peta = resolusi citra satelit x 10000). Berdasarkan PP No.10 Tahun 2000 Tingkat Ketelitian Peta Tata Ruang Wilayah adalah sebagai berikut:  Peta RTRW Nasional skala minimal 1:1000000 (dapat menggunakan citra LANDSAT-MSS 80m)  Peta RTRW Provinsi skala minimal 1:250000 (dapat menggunakan citra LANDSAT-TM 25m, SPOT Xs 20m)  Peta RTRW Kabupaten skala minimal 1:50000 – 100000 (dapat menggunakan citra IKONOS 10m/5m, foto udara 1:100000)  Peta RTRW Kota skala minimal 1:50000 (dapat menggunakan citra IKONOS 5m)  Peta skala teknis 1:5000 (dapat menggunakan citra Quickbirt 0.5m). 2. Struktur Data SRTM SRTM memiliki struktur data yang sama seperti format GRID lainnya, yaitu terdiri dari sel-sel yang setiap sel memiliki wakil nilai ketinggian. Nilai ketinggian pada
  • 6.
    CITRA SRTM Page6 SRTM adalah nilai ketinggian dari datum WGS1984, bukan dari permukaan laut. Tapi karena datum WGS1984 hampir berimpit dengan permukaan laut maka untuk skala tinjau dapat diabaikan perbedaan diantara keduanya. Khusus untuk download, resolusi horizontal data SRTM adalah 90m. Perlu diingat bahwa data sebenarnya adalah 30m, tetapi direduksi menjadi 90m, Contoh Srtm 90m Yang Bisa Di Download  SRTM bali,lombok,Sumbawa  SRTM banda aceh  SRTM aceh utara dan sebagian kalimantan barat  SRTM Sumatra tengah  SRTM pulau siberut dekat padang  SRTM singapure,kuala lumpur,pekanbaru  SRTM sumatra barat  SRTM bandar lampung  SRTM pontianak dan sekitarnya  SRTM Palembang,P.Bangka, & Ketapang (Kalbar)  SRTM Bandar Lampung,Jawa Barat  SRTM Pegunungan Bawul (Kaltim)  SRTM Kalimantan Tengah  SRTM Jawa Tengah-Jawa Timur  SRTM Batuputih (kaltim)  SRTMSamarinda,Balikpapan,Banjarmasin,Kota baru  SRTM Sulawesi Utara  SRTM Sulawesi Tenggara  SRTM Flores  SRTM Timur-timur  SRTM Maluku  SRTM Ambon  SRTM Pulau Timor  SRTM Papua, Monokwari  SRTM Batas Provinsi Maluku  SRTM Nabire Papua  SRTM P.Kole pom Papua  SRTM Jayapura
  • 7.
    CITRA SRTM Page7 3. Akurasi Data SRTM SRTM singkatan dari Shuttle Radar Topography Mission merupakan pesawat ulang-alik yang mempunyai misi untuk mendapatkan data penginderaan jauh berupa elevasi atau ketinggian permukaan bumi, data ini selanjutnya dikenal sebagai DEM (digital elevation Model). Pesawat ulang-alik ini bekerja selama 11 hari (februari 2000) untuk menyiam seluruh permukaan bumi dengan menggunakan sistem radar (band C : 5,6 cm), data yang dihasilkan memiliki resolusi spasial sebesar 3 detik (setara ≈ 90 meter) dan menurut Ozah and Kufoniyi (2008) data SRTM 90m ini memiliki akurasi vertikal lebih kurang 7.748 sampai 3.926 meter. Sebenarnya data SRTM memiliki resolusi spasial 30 meter, tetapi sampai saat ini untuk menghasilkan DEM yang beresolusi 30 meter hanya beberapa wilayah di Amerika karena untuk mengolah data SRTM 30 meter menjadi data DEM seluruh dunia dibutuhkan waktu yang lama (+- 10 tahun/ tolong koreksi kalo salah). Perlu diperhatikan dalam penggunaan data DEM dari SRTM ini adalah bahwa data ketinggiannya merupakan ketinggian permukaan bumi termasuk tutupan lahannya (jadi bukan ketinggian permukaan tanah), dalam hal ini termasuk pula ketinggian tajuk (pohon) dan juga gedung-gedung (ingat daya tembus radar dengan panjang gelombang 5,6 cm sangat terbatas, tidak mampu menembus batang/ranting yang lebat-daun sih bisa),. 4. Keuntungan dan kelemahan menggunakan data SRTM a. Keuntungan  Gratis, ini yang paling disuka oleh siapapun, siapapun boleh untuk memanfaatkan datanya, jadi kalo ada yang minta bayaran untuk data ini berarti cuma mo nipu aja, kecuali dengan alasan sbg ganti biaya untuk download data – bayar warnet :). kalo mo download silahkan di Global Land Cover Facility, CGIAR Consortium, atau di NASA
  • 8.
    CITRA SRTM Page8  Resolusi-nya lumayan tinggi dan cocok untuk skala tinjau (jangan berharap lebih deh untuk data gratis, toh ini sudah cukup baik untuk wilayah indonesia yang sangat luas)  Datanya berupa Digital (format HGT, ASCII, atau GEOTIFF) sehingga dengan mudah dapat dikonversi ke semua format, bergantung software + brainware yang menanganinya tentunya SRTM memiliki struktur data yang sama seperti format GRID lainnya, yaitu terdiri dari sel-sel yang setiap sel memiliki wakil nilai ketinggian. Nilai ketinggian pada SRTM adalah nilai ketinggian dari datum WGS1984, bukan dari permukaan laut. Tapi karena datum WGS1984 hampir berimpit dengan permukaan laut maka untuk skala tinjau dapat diabaikan perbedaan diantara keduanya. b. Kelemahan Dalam pengambilan data menggunakan RADAR, antara pesawat dan obyek harus tidak terhalangi. Untuk daerah yang bergunung hal ini sangat sulit dilakukan. SRTM memiliki 0.2% data yang tidak terliputi di muka bumi karena berupa pegunungan. Beberapa teknik telah dikembangkan untuk menutupi kekurangan ini. Salah satunya adalah dengan menggunakan algoritma otomatis dengan SRTM Filler.
  • 9.
    CITRA SRTM Page9 5. Cara mendownload DEM citra SRTM 1. Buka web CGIAR-CSI 2. Klik salah satu kotak grid, sesuai dengan wilayah yang dibutuhkan. Sebagai contoh saya akan mendownload wilayah sumatera barat 3. Klik "Click here to Begin Search" 4. Klik "Data Download (FTP)". Agar tak perlu login bisa langsung pilih yang Data Download (HTTP)
  • 10.
    CITRA SRTM Page10 5. Tunggu proses download hingga selesai. Data hasil download ada dalam format ZIP file. Silahkan di ekstrak terlebih dahulu. 6. Buka ArcMap, munculkan data SRTM-nya. Kemudian klik kanan untuk membuka Layer Properties
  • 11.
    CITRA SRTM Page11 7. Pada Symbology, pilih Classified. Color Ramp bisa diubah sesuai selera. Demikian juga jumlah Classes-nya. Jangan lupa centang Use hillshade effect. Isikan angka Z = 1 (atau lebih). Makin besar angka Z, makin kontras ketinggiannya. 8. Setelah selesai di Symbology, klik Display (masih di Layer Properties). Pilih Bilinear Interpolation (for continuous data) untuk kolom Resample during display. Hal ini untuk membuat tampilan 3D lebih halus.
  • 12.
    CITRA SRTM Page12 9. Untuk mengetahui rentang ketinggian, bisa di cek melalui tabel-nya. 10. Tak perlu kawatir karena data DEM ini sudah otomatis mempunyai koordinat sistem, yaitu WGS_1984. 11. Data sudah siap digunakan sebagai background di layout peta, ataupun diproses menjadi data turunan lainnya (kontur, peta ketinggian, kelas lereng dsb)
  • 13.
    CITRA SRTM Page13 BAB 3 PENUTUP A. KESIMPULAN Penggunaan Sistem Informasi Geografi (SIG) meningkat tajam sejak tahun 1980- an. Peningkatan pemakaian system ini terjadi dikalangan pemerintah, militer, akademis, atau bisnis terutama di negara-negara maju. BAKOSURTANAL menjabarkan SIG sebagai kumpulan yang terorganisir dari perangkat keras komputer, perangkat lunak, data geografi, dan personel yang didesain untuk memperoleh, menyimpan,memperbaiki, memanipulasi, menganalisis, dan menampilkan semua bentuk informasi yang berefernsi geografi. SRTM (Shuttle Radar Topography Mission) merupakan citra yang saat ini banyak digunakan untuk melihat secara cepat bentuk permukaan. SRTM adalah data elevasi resolusi tinggi merepresentasikan topografi bumi dengan cakupan global (80% luasan dunia). Data SRTM adalah data elevasi muka bumi yang dihasilkan dari satelit yang diluncurkan NASA (National Aeronautics and Space Administration). Data ini dapat digunakan untuk melengkapi informasi ketinggian dari produk peta 2D, seperti kontur, profil. Ketelitian bisa mencapai 15 m dan berguna untuk pemetaan skala menengah sampai dengan skala tinggi (Lili Somantri). SRTM memiliki struktur data yang sama seperti format Grid lainnya, yaitu terdiri dari sel-sel yang setiap sel memiliki wakil nilai ketinggian. Nilai ketinggian pada SRTM adalah nilai ketinggian dari datum WGS1984, bukan dari permukaan laut, tapi karena datum WGS1984 hampir berimpit dengan permukaan laut maka untuk skala tinjau dapat diabaikan perbedaan di antara keduanya. Perlu diperhatikan dalam penggunaan data DEM dari SRTM ini adalah bahwa data ketinggiannya merupakan ketinggian permukaan bumi termasuk tutupan lahannya (jadi bukan ketinggian permukaan tanah), dalam hal ini termasuk pula ketinggian tajuk (pohon) dan juga gedung-gedung (ingat daya tembus radar dengan panjang gelombang 5,6 cm sangat terbatas, tidak mampu menembus batang/ranting yang lebat-daun sih bisa),.
  • 14.
    CITRA SRTM Page14 DAFTAR PUSTAKA http://tukangpeta.blogspot.com/2013/12/download-digital-elevation-model-dem.html http://opsi-dian.blogspot.com/2013/02/pengertian-srtm.html http://mafiaturatea.blogspot.com/2012/05/pemanfaatan-citra-srtm-dalam-pemetaan.html