Assalamualaikum Wr.Wb
RMS
REPUBLIK MALUKU
SELATAN
Membahas Tentang :
• A. GAMBAR TOKOH
• B. SEBAB
• C. TUJUAN PEMBERONTAKAN
• D. JALAN NYA PEMBERONTAKAN
• E. PENYELESAIAN
Chris Soumokil, Proklamator
Republik Maluku Selatan (RMS)
PENYEBAB/LATAR BELAKANG
Pemberontakan Andi Azis, Westerling, dan Soumokil
memiliki kesamaan tujuan yaitu, mereka tidak puas
terhadap proses kembalinya RIS ke Negara Kesatuan
Republik Indoneisa (NKRI). Pemberontakan yang mereka
lakukan mengunakan unsur KNIL yang merasa bahwa
status mereka tidak jelas dan tidak pasti setelah KMB.
Tujuan
Pemberontakan RMS yang didalangi
oleh mantan jaksa agung NIT, Soumokil
bertujuan untuk melepaskan wilayah
Maluku dari Negara Kesatuan Republik
Indonesia. Sebelum diproklamasikannya
Republik Maluku Selatan (RMS), Gubernur
Sembilan Serangkai yang beranggotakan
pasukan KNIL dan partai Timur Besar
terlebih dahulu melakukan propaganda
terhadap Negara Kesatuan Republik
Indonesia untuk memisahkan wilayah
Maluku dari Negara Kesatuan RI
JALAN NYA PEMBERONTAKAN
Keberhasilan APRIS mengatasi keadaan
membuat para pemuda semakin bersemangat untuk
kembali ke NKRI. Akan tetapi terjadi banyak terror
dan intimidasi kepada para pemuda terlebih setelah
teror dibantu oleh anggota polisi yang telah dibantu
KNIL bagian dari Korp Speciale Troepen yang
dibentuk oleh Kapten Raymond Westerling di
Batujajar dekat Bandung. Teror tersebut bahkan
menyebabkan terjadinya pembunuhan. Benih
sparatisme muncul dari para birokrat pemerintah
daerah yang memprovokasi seperti dengan
penggabungan wilayah Ambon ke NKRI mengandung
bahaya sehingga seluruh rakyat Ambon diingatkan
akan bahaya tersebut.
Pada 20 April 1950, diajukan mosi tidak percaya
dalam parlemen NIT sehingga kabinet NIT meletakkan
jabatannya dan akhirnya NIT dibubarkan dan bergabung
ke dalam wilayah NKRI. Kegagalan pemberontakan Andi
Aziz, menyebabkan berakhirlah pula Negara Indonesia
Timur. Tetapi Soumokil tidak pantang menyerah untuk
melepaskan Maluku Tengah dari wilayah NKRI. Bahkan
dalam rapat di Ambon dengan pemuka KNIL dan Ir.
Manusama, ia mengusulkan agar daerah Maluku Selatan
dijadikan sebagai daerah merdeka. Jika perlu seluruh
anggota Dewan Maluku Selatan dibunuh. Usul tersebut
ditolak, karena anggota mengusulkan agar yang
melakukan proklamasi kemerdekaan Maluku Selatan
adalah Kepala Daerah Maluku Selatan, yaitu J. Manuhutu.
Sebelum diproklamasikannya “RMS” terlebih
dahulu telah dilakukan propaganda pemisahan diri
dari NKRI yang dilakukan oleh gubernur Sembilan
Serangkai yang beranggotakan KNIL dan Partai
Timur Besar. Sementara menjelang proklamasi
RMS, Soumokil telah berhasil menghimpun
kekuatan di lingkungan Maluku Tengah. Sementara
itu, orang-orang yang menyatakan dukungannya
terhadap NKRI diancam dan dipenjarakan.
Akhirnya pada tanggal 25 April 1950 di Ambon
diproklamasikan Republik Maluku Selatan (RMS) oleh
Mr. Dr. Ch. R.S. Soumokil.
Pada 1942, penjajahan Jepang dimulai dan Soumokil
ditangkap oleh tentara Jepang dan diasingkan ke Burma
dan Thailand. Setelah perang usai, ia kembali ke
Indonesia dan menjadi Jaksa Agung dalam pemerintahan
Negara Indonesia Timur (NIT). Ia kemudian mendirikan
RMS, menjadi Menteri Luar Negeri RMS pada 25 April
1950, dan menjadi presiden pada 3 Mei 1950.
Pendirian Republik Maluku Selatan ini kemudian
ditentang oleh pemerintah pusat. RMS dianggap
memberontak.
Pemerintah Pusat yang mencoba menyelesaikan
secara damai, mengirim tim yang diketuai Dr. J.
Leimena sebagai misi perdamaian ke Ambon.
Tapi kemudian, misi yang terdiri dari para politikus,
pendeta, dokter dan wartawan, gagal dan
pemerintah pusat memutuskan untuk menumpas
RMS, lewat kekuatan senjata. Dibentuklah pasukan
di bawah pimpinan Kolonel A.E. Kawilarang. Mereka
kemudian menyerbu Maluku dan menumpas habis
RMS.
PENYELESAIAN
• Pemerintah berusaha mengatasi
masalah ini secara damai yaitu
dengan mengirimkan misi damai yang
dipimpin oleh tokoh asli Maluku, yaitu
dr. Leimena. Namun misi ini ditolak
oleh Soumokil. Misi damai yang
dikirim selanjutnya terdiri dari para
politikus, pendeta, dokter, wartawan
pun tidak dapat bertemu dengan
pengikut Soumokil.
Karena upaya damai mengalami jalan buntu maka
pemerintah melakukan operasi militer untuk menumpas
gerakan RMS yaitu Gerakan Operasi Militer (GOM)III yang
dipimpin oleh Kolonel A.E. Kawilarang, Panglima Tentara
dan Teritorium Indonesia Timur. Operasi berlangsung dari
tanggal 14 Juli 1950, berhasil menguasai pos-pos penting di
Pulau Buru, 19 Juli 1950 pasukan APRIS berhasil menguasai
Pulau Seram. Pada tanggal 28 September 1950 Ambon
bagian utara berhasil dikuasai. 3 November 1950 benteng
Nieuw Victoria berhasil dikuasai. Dengan jatuhnya Ambon
maka perlawanan RMS dapat dipatahkan dan sisa-sisa
kekuatan RMS banyak yang melarikan diri ke Pulau Seram
dan dalam beberapa tahun membuat serangkaian
kekacauan.
Ada Pertanyaan?
Sekian dari kami :
Nama Kelompok :
1. Fransiska Waromi (10)
2. Intan Prasetya Mudi (12)
KELAS : XII MIA 4
SMA NEGRI 1 KEJAYAN
Wassalammualaikum
Wr.Wb

RMS DI MALUKU SELATAN

  • 1.
  • 2.
  • 3.
    Membahas Tentang : •A. GAMBAR TOKOH • B. SEBAB • C. TUJUAN PEMBERONTAKAN • D. JALAN NYA PEMBERONTAKAN • E. PENYELESAIAN
  • 4.
  • 7.
    PENYEBAB/LATAR BELAKANG Pemberontakan AndiAzis, Westerling, dan Soumokil memiliki kesamaan tujuan yaitu, mereka tidak puas terhadap proses kembalinya RIS ke Negara Kesatuan Republik Indoneisa (NKRI). Pemberontakan yang mereka lakukan mengunakan unsur KNIL yang merasa bahwa status mereka tidak jelas dan tidak pasti setelah KMB.
  • 8.
    Tujuan Pemberontakan RMS yangdidalangi oleh mantan jaksa agung NIT, Soumokil bertujuan untuk melepaskan wilayah Maluku dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sebelum diproklamasikannya Republik Maluku Selatan (RMS), Gubernur Sembilan Serangkai yang beranggotakan pasukan KNIL dan partai Timur Besar terlebih dahulu melakukan propaganda terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia untuk memisahkan wilayah Maluku dari Negara Kesatuan RI
  • 9.
    JALAN NYA PEMBERONTAKAN KeberhasilanAPRIS mengatasi keadaan membuat para pemuda semakin bersemangat untuk kembali ke NKRI. Akan tetapi terjadi banyak terror dan intimidasi kepada para pemuda terlebih setelah teror dibantu oleh anggota polisi yang telah dibantu KNIL bagian dari Korp Speciale Troepen yang dibentuk oleh Kapten Raymond Westerling di Batujajar dekat Bandung. Teror tersebut bahkan menyebabkan terjadinya pembunuhan. Benih sparatisme muncul dari para birokrat pemerintah daerah yang memprovokasi seperti dengan penggabungan wilayah Ambon ke NKRI mengandung bahaya sehingga seluruh rakyat Ambon diingatkan akan bahaya tersebut.
  • 10.
    Pada 20 April1950, diajukan mosi tidak percaya dalam parlemen NIT sehingga kabinet NIT meletakkan jabatannya dan akhirnya NIT dibubarkan dan bergabung ke dalam wilayah NKRI. Kegagalan pemberontakan Andi Aziz, menyebabkan berakhirlah pula Negara Indonesia Timur. Tetapi Soumokil tidak pantang menyerah untuk melepaskan Maluku Tengah dari wilayah NKRI. Bahkan dalam rapat di Ambon dengan pemuka KNIL dan Ir. Manusama, ia mengusulkan agar daerah Maluku Selatan dijadikan sebagai daerah merdeka. Jika perlu seluruh anggota Dewan Maluku Selatan dibunuh. Usul tersebut ditolak, karena anggota mengusulkan agar yang melakukan proklamasi kemerdekaan Maluku Selatan adalah Kepala Daerah Maluku Selatan, yaitu J. Manuhutu.
  • 11.
    Sebelum diproklamasikannya “RMS”terlebih dahulu telah dilakukan propaganda pemisahan diri dari NKRI yang dilakukan oleh gubernur Sembilan Serangkai yang beranggotakan KNIL dan Partai Timur Besar. Sementara menjelang proklamasi RMS, Soumokil telah berhasil menghimpun kekuatan di lingkungan Maluku Tengah. Sementara itu, orang-orang yang menyatakan dukungannya terhadap NKRI diancam dan dipenjarakan. Akhirnya pada tanggal 25 April 1950 di Ambon diproklamasikan Republik Maluku Selatan (RMS) oleh Mr. Dr. Ch. R.S. Soumokil.
  • 12.
    Pada 1942, penjajahanJepang dimulai dan Soumokil ditangkap oleh tentara Jepang dan diasingkan ke Burma dan Thailand. Setelah perang usai, ia kembali ke Indonesia dan menjadi Jaksa Agung dalam pemerintahan Negara Indonesia Timur (NIT). Ia kemudian mendirikan RMS, menjadi Menteri Luar Negeri RMS pada 25 April 1950, dan menjadi presiden pada 3 Mei 1950. Pendirian Republik Maluku Selatan ini kemudian ditentang oleh pemerintah pusat. RMS dianggap memberontak.
  • 13.
    Pemerintah Pusat yangmencoba menyelesaikan secara damai, mengirim tim yang diketuai Dr. J. Leimena sebagai misi perdamaian ke Ambon. Tapi kemudian, misi yang terdiri dari para politikus, pendeta, dokter dan wartawan, gagal dan pemerintah pusat memutuskan untuk menumpas RMS, lewat kekuatan senjata. Dibentuklah pasukan di bawah pimpinan Kolonel A.E. Kawilarang. Mereka kemudian menyerbu Maluku dan menumpas habis RMS.
  • 15.
    PENYELESAIAN • Pemerintah berusahamengatasi masalah ini secara damai yaitu dengan mengirimkan misi damai yang dipimpin oleh tokoh asli Maluku, yaitu dr. Leimena. Namun misi ini ditolak oleh Soumokil. Misi damai yang dikirim selanjutnya terdiri dari para politikus, pendeta, dokter, wartawan pun tidak dapat bertemu dengan pengikut Soumokil.
  • 16.
    Karena upaya damaimengalami jalan buntu maka pemerintah melakukan operasi militer untuk menumpas gerakan RMS yaitu Gerakan Operasi Militer (GOM)III yang dipimpin oleh Kolonel A.E. Kawilarang, Panglima Tentara dan Teritorium Indonesia Timur. Operasi berlangsung dari tanggal 14 Juli 1950, berhasil menguasai pos-pos penting di Pulau Buru, 19 Juli 1950 pasukan APRIS berhasil menguasai Pulau Seram. Pada tanggal 28 September 1950 Ambon bagian utara berhasil dikuasai. 3 November 1950 benteng Nieuw Victoria berhasil dikuasai. Dengan jatuhnya Ambon maka perlawanan RMS dapat dipatahkan dan sisa-sisa kekuatan RMS banyak yang melarikan diri ke Pulau Seram dan dalam beberapa tahun membuat serangkaian kekacauan.
  • 17.
  • 18.
    Sekian dari kami: Nama Kelompok : 1. Fransiska Waromi (10) 2. Intan Prasetya Mudi (12) KELAS : XII MIA 4 SMA NEGRI 1 KEJAYAN
  • 19.