A.A. Pentingnya RPSPentingnya RPS
RPS penting dimiliki untuk memberi arah
dan bimbingan para pelaku sekolah dalam
rangka menuju perubahan atau tujuan
sekolah yang lebih baik (peningkatan,
pengembangan) dengan resiko yang kecil
dan untuk mengurangi ketidakpastian masa
depan.
B. Arti Perencanaan Sekolah/RPS
• Perencanaan sekolah adalah suatu proses untuk
menentukan tindakan masa depan sekolah yang
tepat, melalui urutan pilihan, dengan
memperhitungkan sumberdaya yang tersedia.
• RPS adalah dokumen tentang gambaran kegiatan
sekolah di masa depan dalam rangka untukmencapai
perubahan/tujuan sekolah yang telah ditetapkan.
C. Istilah-istilah
Penting
• Visi adalah rumusan umum mengenai keadaan
yang diinginkan pada akhir periode
perencanaan;
• Misi adalah rumusan umum mengenai tindakan
(upaya-upaya) yang akan dilaksanakan untuk
mewujudkan visi;
• Tujuan (baku) adalah rumusan mengenai apa
yang diinginkan pada kurun waktu tertentu;
• Sasaran/tujuan situasional adalah rumusan
spesifik mengenai apa yang diinginkan pada
kurun waktu tertentu dengan memperhitungkan
tantangan nyata yang dihadapi (sasaran
merupakan jabaran tujuan);
• Strategi adalah langkah-langkah berisikan
program-program indikatif untuk mewujudkan
visi dan misi;
• Kebijakan adalah arah/tindakan yang diambil
oleh Pemerintah Pusat/Daerah untuk mencapai
tujuan;
D. Tujuan
RPS
RPS disusun dengan tujuan
untuk: (1) menjamin agar
perubahan/tujuan sekolah yang
telah ditetapkan dapat dicapai
dengan tingkat kepastian yang
tinggi dan resiko yang kecil; (2)
mendukung koordinasi antar
pelaku sekolah; (3) menjamin
terciptanya integrasi,
sinkronisasi, dan sinergi baik
antar pelaku sekolah,
antarsekolah dan dinas
pendidikan kabupaten/kota, dan
antarwaktu;
(4) menjamin keterkaitan
dan konsistensi antara
perencanaan, penganggaran,
pelaksanaan, dan
pengawasan; (5)
mengoptimalkan partisipasi
warga sekolah dan
masyarakat; dan (6)
menjamin tercapainya
penggunaan sumber-daya
secara efisien, efektif,
berkeadilan dan
berkelanjutan.
E. Sistem Perencanaan
Sekolah (SPS)
• SPS adalah satu kesatuan tata cara
perencanaan sekolah untuk meng-
hasilkan rencana-rencana sekolah
(RPS) dalam jangka panjang, jangka
menengah, dan tahunan yang
dilaksanakan oleh unsur
penyelenggara sekolah dan
masyarakat (diwakili oleh komite
sekolah).
F. TUJUAN SISTEM PERENCANAAN
PENDIDIKAN
• Mendukung koordinasi antarpelaku
pendidik-an;
• Menjamin terciptanya integrasi,
sinkronisasi, dan sinergi baik antara
sekolah dengan dinas pendidikan, dinas
pendidikan propinsi, dan pusat
• Menjamin keterkaitan dan konsistensi
antara perencanaan, penganggaran,
pelaksanaan, dan pengawasan;
• Mengoptimalkan partisipasi masyarakat;
dan menjamin tercapainya penggunaan
sumber-daya secara efisien, efektif,
berkeadilan, dan berkelanjutan.
G. RPS Jangka Panjang,
Menengah (Strategis),
dan Tahunan
• RPS Jangka Panjang adalah
dokumen perencanaan sekolah
untuk periode 20 (dua puluh)
tahun;
• RPS Jangka Menengah (Rencana
Strategis) adalah dokumen
perenca-naan sekolah untuk
periode 5 (lima) tahun;
• RPS Tahunan adalah dokumen
perencanaan sekolah untuk
periode 1 (satu) tahun.
H. Jenis Perencanaan
Pendidikan
Tergantung dari
kepentingannya, jenis
perencanaan pendidikan
sekolah meliputi:1. Pemerataan Kesempatan
a. Persamaan kesempatan
b. Akses
c. Keadilan atau kewajaran
Contoh-contoh perencanaan pe-
merataan kesempatan misalnya: bea
siswa untuk siswa miskin,
peningkatan angka melanjutkan,
pengurangan angka putus sekolah,
dsb.
2. Peningkatan Kualitas
Kualitas pendidikan sekolah meliputi
input, proses, dan output, dengan
catatan bahwa output sangat
ditentukan oleh proses, dan proses
sangat dipengaruhi oleh tingkat
kesiapan input. Contoh-contoh
perencanaan kualitas misalnya,
pengembangan pendidik dan tenaga
kependidikan (guru, kepala sekolah,
konselor, pustakawan, laboran,
dsb.), pengembangan komite
sekolah, rasio
(siswa/guru, siswa/kelas, siswa/
sekolah), pengembangan bahan
ajar, pengembangan model
pembelajaran (pembelajaran tuntas,
pembelajaran dengan melakukan,
pembelajaran kontekstual,
pembelajaran koope-ratif, dsb.),
pengembangan komite sekolah,
dsb. peningkatan kualitas siswa
(UAN, UAS, keterampilan kejuruan,
kesenian, olahraga, karya ilmiah,
keagamaan, ke-disiplinan, karakter,
3. Peningkatan Efisiensi
Efisiensi merujuk pada hasil yang
maksimal dengan biaya yang wajar.
Efisiensi dapat diklasifikasikan menjadi
dua yaitu efisiensi internal dan efisiensi
eksternal. Efisiensi internal merujuk
kepada hubungan antara output sekolah
(pencapaian prestasi belajar) dan input
(sumberdaya) yang digunakan untuk
memroses/menghasilkan output sekolah.
Efisiensi eksternal merujuk kepada
hubungan antara biaya yang digunakan
untuk menghasilkan tamatan dan
keuntungan kumulatif (individual, sosial,
ekonomik dan non-ekonomik) yang didapat
setelah kurun waktu yang panjang diluar
sekolah. Contoh-contoh perencanaan
peningkatan efisiensi misalnya: peningkatan
angka kelulusan, rasio keluaran/masukan,
angka kenaikan kelas/transisi, penurunan
angka mengulang, angka putus sekolah, dan
peningkatan angka kehadiran.
4. Peningkatan Relevansi
Relevansi merujuk kepada kesesuaian hasil pendidikan dengan
kebutuhan (needs), baik kebutuhan peserta didik, kebutuhan
keluarga, dan kebutuhan pembangunan yang meliputi berbagai
sektor dan sub-sektor. Contoh-contoh perencanaan relevansi
misalnya; program keterampilan kejuruan/
kewirausahaan/usaha kecil bagi siswa- siswa yang tidak
melanjutkan, kurikulum muatan lokal, pendidikan
kecakapan hidup khususnya untuk mencari nafkah, dsb.
5. Pengembangan Kapasitas Sekolah
Pengembangan kapasitas sekolah adalah
upaya-upaya yang dilakukan secara sistematik
untuk menyiapkan kapasitas sumberdaya
sekolah (sumberdaya manusia dan sumberdaya
selebihnya), pengem-bangan kelembagaan
sekolah, dan pengembangan sistem sekolah
agar mampu dan sanggup menjalankan tugas
pokok dan fungsinya dalam kerangka untuk
meng-hasilkan output yang diharapkan.
I. Prinsip-Prinsip
Penyusunan RPS
Penyusunan RPS menerapkan prinsip-
prinsip: memperbaiki prestasi belajar
siswa, membawa perubahan yang lebih baik
(peningkatan/pengembangan), sistematis,
terarah, terpadu (saling terkait & sepadan),
menyeluruh, tanggap terhadap perubahan,
demand driven (berdasarkan kebutuhan),
partisipasi, keterwakilan, transparansi,
data driven, realistik sesuai dengan hasil
analisis SWOT, dan mendasarkan pada hasil
review dan evaluasi.
Rencana Pengembangan
Pendidikan Nasional
Rencana
Pengembangan
Pendidikan
Propinsi
Rencana
Pengembangan
Pendidikan
Propinsi
Rencana
Pengembangan
Pendidikan
Propinsi
Rencana
Pengembangan
Pendidikan
Propinsi
Rencana
Pengembangan
Pendidikan
Propinsi
Rencana
Pengembangan
Pendidikan
Kab./Kota
Rencana
Pengembangan
Pendidikan
Kab./Kota
Rencana
Pengembangan
Pendidikan
Kab./Kota
Rencana
Pengembangan
Pendidikan
Kab./Kota
Rencana
Pengembangan
Pendidikan
Kab./Kota
Rencana
Pengembangan
Pendidikan
Sekolah
Rencana
Pengembangan
Pendidikan
Sekolah
Rencana
Pengembangan
Pendidikan
Sekolah
Rencana
Pengembangan
Pendidikan
Sekolah
Rencana
Pengembangan
Pendidikan
Sekolah
Keterkaitan Antara Jenjang Perencanaan
TEAMWORK
Tujuan sekolah dicapai
melalui upaya secara
teamwork yang kompak,
cerdas, dinamis dan lincah
melalui semboyan “bersatu
kita maju”.
Anggota
(Unsur Komite
Sekolah)
Anggota
(Unsur Wali
Murid)
Anggota
(Unsur
Masyarakat)
Anggota
(Unsur Kepala
Sekolah)
Anggota
(Unsur Guru)
Kelompok KerjaKelompok Kerja
Rencana Pengembangan SekolahRencana Pengembangan Sekolah
(KK-RPS)(KK-RPS)
Anggota
(Unsur Komite
Sekolah)
Anggota
(Unsur Wali
Murid)
Anggota
(Unsur
Masyarakat)
Anggota
(Unsur Kepala
Sekolah)
Anggota
(Unsur Guru)
(KK-RPS)(KK-RPS)
PROSES PERENCANAAN STRATEGIS
Dimana kita
sekarang ?
Kemana kita
akan pergi ?
Bagaimana
caranya
mencapai
kesana ?
Apakah kita
sampai disana?
- Analisis lingkungan
eksternal
- Analisis lingkungan
internal
Profil Pendidikan:
-Pemerataan & perluasan
-Mutu & Relevansi
-Managemen &
governance
Isu-isu strategis
pendidikan
Situasi pendidikan yang diharapkan
- Visi, Misi, Tujuan,
Sasaran, Kebijakan,
dan Program
Strategi
pelaksanaan
Formulasi Strategi
Pelaksanaan
Alokasi Sumberdaya
Saran/
Rekomendasi
Evaluasi
Pengumpulan &
Pemaparan
Data
Situasi pendidikan saat ini
Evaluasi & Kontrol
I. Tahap-tahap
Penyusunan RPS
1. Melakukan analisis lingkungan strate-gis
sekolah
2. Melakukan analisis situasi untuk
mengetahui status situasi pendidikan
sekolah saat ini (IPS)
3. Memformulasikan pendidikan yang di-
harapkan di masa mendatang
4. Mencari kesenjangan antara butir2 & 3
5. Menyusun rencana strategis
6. Menyusun rencana tahunan
7. Melaksanakan rencana tahunan
8. Memonitordan mengevaluasi
Analisis Lingkungan
Strategis
Analisis Lingkungan
Strategis
Situasi Pendidikan
saat ini
Situasi Pendidikan
saat ini
Situasi Pendidikan
yang diharapkan
Situasi Pendidikan
yang diharapkan
Rencana Strategis
(5 tahun)
Rencana Strategis
(5 tahun)
Rencana Operasional
(1 tahun)
Rencana Operasional
(1 tahun)
Pelaksanaan
Program
Pelaksanaan
Program
Monitoring &
Evaluasi
Monitoring &
Evaluasi
Gambar 1.
Proses Penyusunan RPS
Kesenjangan
Rencana Strategis Sekolah
Situasi
Sekolah
(tahun ini)
Situasi
Sekolah
(tahun ini)
Situasi
Sekolah
(5 tahun ke
depan)
Situasi
Sekolah
(5 tahun ke
depan)
Strategi
(5Tahun)
• Pemerataan
• Mutu
• Efisiensi
• Relevansi
• Tata kelola
• Pemerataan
• Mutu
• Efisiensi
• Relevansi
• Tata kelola
menuju
Rencana Strategis Sekolah
(Renstra)
• Analisis situasi pendidikan sekolah saat ini
• Analisis situasi pendidikan sekolah yang
diharapkan 5 tahun kedepan (visi, misi, dan
tujuan yang mencakup pemerataan, mutu,
relevansi, efisiensi, kapasitas)
• Kesenjangan antara situasi pendidikan sekolah
saat ini dan yang diharapkan 5 tahun kedepan
• Kebijakan dan program-program strategis untuk
mencapai situasi pendidikan sekolah yang
diharapkan 5 tahun kedepan
• Strategi pelaksanaan
• Milestone (output apa & kapan)
• Rencana biaya (besar, alokasi, dan sumber dana)
• Rencana pemantauan dan evaluasi
Rencana Tahunan Sekolah
Situasi
Sekolah
(tahun ini)
Situasi
Sekolah
(tahun ini)
Situasi
Sekolah
(tahun
depan)
Situasi
Sekolah
(tahun
depan)
Upaya
(1Tahun)
• Pemerataan
• Mutu
• Efisiensi
• Relevansi
• Tata kelola
• Pemerataan
• Mutu
• Efisiensi
• Relevansi
• Tata kelola
menuju
Format Rencana Tahunan Sekolah
(Alternatif I)
• Analisis situasi pendidikan sekolah tahun ini
• Analisis situasi pendidikan sekolah tahun depan
(yang diharapkan)
• Kesenjangan antara pendidikan sekolah tahun ini
dan pendidikan tahun depan (tantangan/loncatan)
• Program-program untuk mengurangi kesenjangan
atau untuk menghadapi tantangan/loncatan
• Tonggak-tonggak kunci keberhasilan (milestones)
• Rencana biaya (besar dana, alokasi, sumber dana)
• Rencana pelaksanaan program
• Rencana pemantauan dan evaluasi
• Jadwal pelaksanaan program
• Penanggungjawab program/kegiatan
FORMAT RENCANA TAHUNAN
SEKOLAH (ALTERNATIF II: SWOT)
• Analisis situasi pendidikan sekolah tahun ini
• Analisis situasi pendidikan sekolah tahun depan (yang diharapkan)
• Kesenjangan antara situasi pendidikan sekolah tahun ini dan tahun
depan (tantangan/loncatan)
• Tujuan tahunan/sasaran berdasarkan hasil kesenjangan/tantangan
• Urusan-urusan sekolah yang perlu dilibatkan untuk mencapai setiap
sasaran dan yang masih perlu diteliti tingkat kesiapannya
• Analisis SWOT (mengenali tingkat kesiapan masing-masing urusan
sekolah melalui analisis SWOT)
• Langkah-langkah pemecahan persoalan, yaitu mengubah
ketidaksiapan menjadi kesiapan urusan sekolah.
• Rencana dan program sekolah berdasarkan hasil langkah-langkah
pemecahan persoalan
• Tonggak-tonggak kunci keberhasilan (milestones)
• Rencana biaya (besar, alokasi, dan sumber dana)
• Rencana pelaksanaan program
• Rencana pemantauan dan evaluasi
• Jadwal pelaksanaan program
• Penanggungjawab program/kegiatan
Desain, Implementasi dan
Evaluasi RPS
Desain
RPS
Desain
RPS
Implementasi
RPS
Implementasi
RPS
Evaluasi
RPS
Evaluasi
RPS
- Cakupan Isi
RPS
- Kualitas RPS
- Kepatuhan
Implementasi
dengan
Desain RPS
- Kesesuaian
Hasil dengan
Desain RPS
Perbaikan RPS secara
terus menerus
Rencana
Implementasi
Evaluasi
Refleksi &
Revisi
KRITERIA RENCANA PENGEMBANGAN
SEKOLAH (RPS)
Elemen Perencanaan
Kriteria
Layak Tidak
Layak
1. Analisis lingkungan strategis
sekolah
2. Analisis situasi pendidikan sekolah
saat ini
3. Situasi pendidikan sekolah yang
diharapkan
4. Analisis kesenjangan (selisih 2 &
3)
5. Renstra & Renop (kelengkapan
elemen)
KRITERIA RENCANA PENGEMBANGAN
SEKOLAH (LANJUTAN)
Elemen RPS
Kriteria
Laya
k
Tidak
Layak
8. Kelayakan strategi implementasi renstra
& renop
9. Kelayakan rencana monitoring & evaluasi
10. Kecukupan, kemutakhiran, dan
kerelevansian data
11. Kelayakan anggaran antara rencana
pendidikan, rencana pendapatan, dan
rencana belanja
12. Tingkat partisipasi & keinklusifan unsur-
unsur yang terkait dengan perencanaan
13. Sustainabilitas SDM, EMIS, dana
pendukung, dsb.
14. Sistem, proses/prosedur, dan mekanisme
penyusunan RPS
15. Kelengkapan elemen RPS
Program-program
Strategis
Tonggak-tonggak Kunci
Keberhasilan
2005 2006 2007 2008 2009
1 Pemerataan & Perluasan
Akses
a. Disparitas prestasi
belajar antar gender
b. Disparitas prestasi
belajar siswa kaya &
miskin
c. Disparitas prespasi
belajar antar mapel
d. Disparitas
kompetensi guru
e. Dsb.
f. Dsb.
g. Dsb.
.
……...
……...
……...
..…....
……...
.……..
……...
….…..
.……..
……...
……...
……...
……...
……...
..…….
..…….
……...
……...
……...
……...
……...
.…….
……..
……...
……...
……...
……...
……...
.…….
.…….
……...
……...
……...
……...
……...
Tonggak-tonggak Kunci Keberhasilan Sekolah
Program-program Strategis
Tonggak-tonggak Kunci
Keberhasilan
2006 2007 2008 2009 2010
2 Peningkatan Mutu &
Relevansi
a. Nilai Ujian Nasional
b. Nilai Ujian Sekolah
c. Prestasi Olah Raga
d. Prestasi Kesenian
e. Lomba Karya Tulis
f. Lomba International
g. (IJSO, Math., Gambar,
dsb.)
h. Kecakapan Hidup
i. Kewirausahaan
j. Budi Pekerti
k. Dsb.
l. Dsb.
.…….
….….
……..
……..
……..
……..
……..
……..
……..
….….
……..
……..
……..
……..
……..
……..
……..
……..
……..
……..
……...
……..
……..
……..
……..
……..
……..
..........
………
………
……..
………
……..
……..
……..
……..
……..
……..
……..
……..
……..
……..
……..
……..
……..
……..
……..
……..
……..
……..
……..
……..
……..
……..
……..
……..
……..
……..
……..
……..
Program-program Strategis
Tonggak-tonggak Kunci
Keberhasilan
2006 2007 2008 2009 2010
3. Manajemen,
Governance dan
Pencitraan Publik
a. Koordinasi
b. Monitoring &
evaluasi
c. Partisipasi
d. Transparansi
e. Akuntabilitas
f. Dsb.
g. Dsb.
h. Dsb.
……..
……..
……..
……..
……..
……..
……..
……..
……..
……..
……..
……..
……..
……..
……..
……..
……..
……..
……..
……..
……..
……..
……..
……..
……..
……..
……..
……..
……..
……..
……..
……..
……..
……..
……..
……..
……..
……..
……..
……..

Rencana pengembangan sekolah

  • 2.
    A.A. Pentingnya RPSPentingnyaRPS RPS penting dimiliki untuk memberi arah dan bimbingan para pelaku sekolah dalam rangka menuju perubahan atau tujuan sekolah yang lebih baik (peningkatan, pengembangan) dengan resiko yang kecil dan untuk mengurangi ketidakpastian masa depan.
  • 3.
    B. Arti PerencanaanSekolah/RPS • Perencanaan sekolah adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan sekolah yang tepat, melalui urutan pilihan, dengan memperhitungkan sumberdaya yang tersedia. • RPS adalah dokumen tentang gambaran kegiatan sekolah di masa depan dalam rangka untukmencapai perubahan/tujuan sekolah yang telah ditetapkan.
  • 4.
    C. Istilah-istilah Penting • Visiadalah rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan; • Misi adalah rumusan umum mengenai tindakan (upaya-upaya) yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi; • Tujuan (baku) adalah rumusan mengenai apa yang diinginkan pada kurun waktu tertentu; • Sasaran/tujuan situasional adalah rumusan spesifik mengenai apa yang diinginkan pada kurun waktu tertentu dengan memperhitungkan tantangan nyata yang dihadapi (sasaran merupakan jabaran tujuan); • Strategi adalah langkah-langkah berisikan program-program indikatif untuk mewujudkan visi dan misi; • Kebijakan adalah arah/tindakan yang diambil oleh Pemerintah Pusat/Daerah untuk mencapai tujuan;
  • 5.
    D. Tujuan RPS RPS disusundengan tujuan untuk: (1) menjamin agar perubahan/tujuan sekolah yang telah ditetapkan dapat dicapai dengan tingkat kepastian yang tinggi dan resiko yang kecil; (2) mendukung koordinasi antar pelaku sekolah; (3) menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan sinergi baik antar pelaku sekolah, antarsekolah dan dinas pendidikan kabupaten/kota, dan antarwaktu;
  • 6.
    (4) menjamin keterkaitan dankonsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan; (5) mengoptimalkan partisipasi warga sekolah dan masyarakat; dan (6) menjamin tercapainya penggunaan sumber-daya secara efisien, efektif, berkeadilan dan berkelanjutan.
  • 7.
    E. Sistem Perencanaan Sekolah(SPS) • SPS adalah satu kesatuan tata cara perencanaan sekolah untuk meng- hasilkan rencana-rencana sekolah (RPS) dalam jangka panjang, jangka menengah, dan tahunan yang dilaksanakan oleh unsur penyelenggara sekolah dan masyarakat (diwakili oleh komite sekolah).
  • 8.
    F. TUJUAN SISTEMPERENCANAAN PENDIDIKAN • Mendukung koordinasi antarpelaku pendidik-an; • Menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan sinergi baik antara sekolah dengan dinas pendidikan, dinas pendidikan propinsi, dan pusat • Menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan; • Mengoptimalkan partisipasi masyarakat; dan menjamin tercapainya penggunaan sumber-daya secara efisien, efektif, berkeadilan, dan berkelanjutan.
  • 9.
    G. RPS JangkaPanjang, Menengah (Strategis), dan Tahunan • RPS Jangka Panjang adalah dokumen perencanaan sekolah untuk periode 20 (dua puluh) tahun; • RPS Jangka Menengah (Rencana Strategis) adalah dokumen perenca-naan sekolah untuk periode 5 (lima) tahun; • RPS Tahunan adalah dokumen perencanaan sekolah untuk periode 1 (satu) tahun.
  • 10.
    H. Jenis Perencanaan Pendidikan Tergantungdari kepentingannya, jenis perencanaan pendidikan sekolah meliputi:1. Pemerataan Kesempatan a. Persamaan kesempatan b. Akses c. Keadilan atau kewajaran
  • 11.
    Contoh-contoh perencanaan pe- merataankesempatan misalnya: bea siswa untuk siswa miskin, peningkatan angka melanjutkan, pengurangan angka putus sekolah, dsb.
  • 12.
    2. Peningkatan Kualitas Kualitaspendidikan sekolah meliputi input, proses, dan output, dengan catatan bahwa output sangat ditentukan oleh proses, dan proses sangat dipengaruhi oleh tingkat kesiapan input. Contoh-contoh perencanaan kualitas misalnya, pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan (guru, kepala sekolah, konselor, pustakawan, laboran, dsb.), pengembangan komite sekolah, rasio
  • 13.
    (siswa/guru, siswa/kelas, siswa/ sekolah),pengembangan bahan ajar, pengembangan model pembelajaran (pembelajaran tuntas, pembelajaran dengan melakukan, pembelajaran kontekstual, pembelajaran koope-ratif, dsb.), pengembangan komite sekolah, dsb. peningkatan kualitas siswa (UAN, UAS, keterampilan kejuruan, kesenian, olahraga, karya ilmiah, keagamaan, ke-disiplinan, karakter,
  • 14.
    3. Peningkatan Efisiensi Efisiensimerujuk pada hasil yang maksimal dengan biaya yang wajar. Efisiensi dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu efisiensi internal dan efisiensi eksternal. Efisiensi internal merujuk kepada hubungan antara output sekolah (pencapaian prestasi belajar) dan input (sumberdaya) yang digunakan untuk memroses/menghasilkan output sekolah.
  • 15.
    Efisiensi eksternal merujukkepada hubungan antara biaya yang digunakan untuk menghasilkan tamatan dan keuntungan kumulatif (individual, sosial, ekonomik dan non-ekonomik) yang didapat setelah kurun waktu yang panjang diluar sekolah. Contoh-contoh perencanaan peningkatan efisiensi misalnya: peningkatan angka kelulusan, rasio keluaran/masukan, angka kenaikan kelas/transisi, penurunan angka mengulang, angka putus sekolah, dan peningkatan angka kehadiran.
  • 16.
    4. Peningkatan Relevansi Relevansimerujuk kepada kesesuaian hasil pendidikan dengan kebutuhan (needs), baik kebutuhan peserta didik, kebutuhan keluarga, dan kebutuhan pembangunan yang meliputi berbagai sektor dan sub-sektor. Contoh-contoh perencanaan relevansi misalnya; program keterampilan kejuruan/ kewirausahaan/usaha kecil bagi siswa- siswa yang tidak melanjutkan, kurikulum muatan lokal, pendidikan kecakapan hidup khususnya untuk mencari nafkah, dsb.
  • 17.
    5. Pengembangan KapasitasSekolah Pengembangan kapasitas sekolah adalah upaya-upaya yang dilakukan secara sistematik untuk menyiapkan kapasitas sumberdaya sekolah (sumberdaya manusia dan sumberdaya selebihnya), pengem-bangan kelembagaan sekolah, dan pengembangan sistem sekolah agar mampu dan sanggup menjalankan tugas pokok dan fungsinya dalam kerangka untuk meng-hasilkan output yang diharapkan.
  • 18.
    I. Prinsip-Prinsip Penyusunan RPS PenyusunanRPS menerapkan prinsip- prinsip: memperbaiki prestasi belajar siswa, membawa perubahan yang lebih baik (peningkatan/pengembangan), sistematis, terarah, terpadu (saling terkait & sepadan), menyeluruh, tanggap terhadap perubahan, demand driven (berdasarkan kebutuhan), partisipasi, keterwakilan, transparansi, data driven, realistik sesuai dengan hasil analisis SWOT, dan mendasarkan pada hasil review dan evaluasi.
  • 19.
  • 20.
    TEAMWORK Tujuan sekolah dicapai melaluiupaya secara teamwork yang kompak, cerdas, dinamis dan lincah melalui semboyan “bersatu kita maju”.
  • 21.
    Anggota (Unsur Komite Sekolah) Anggota (Unsur Wali Murid) Anggota (Unsur Masyarakat) Anggota (UnsurKepala Sekolah) Anggota (Unsur Guru) Kelompok KerjaKelompok Kerja Rencana Pengembangan SekolahRencana Pengembangan Sekolah (KK-RPS)(KK-RPS)
  • 22.
  • 23.
    PROSES PERENCANAAN STRATEGIS Dimanakita sekarang ? Kemana kita akan pergi ? Bagaimana caranya mencapai kesana ? Apakah kita sampai disana? - Analisis lingkungan eksternal - Analisis lingkungan internal Profil Pendidikan: -Pemerataan & perluasan -Mutu & Relevansi -Managemen & governance Isu-isu strategis pendidikan Situasi pendidikan yang diharapkan - Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Kebijakan, dan Program Strategi pelaksanaan Formulasi Strategi Pelaksanaan Alokasi Sumberdaya Saran/ Rekomendasi Evaluasi Pengumpulan & Pemaparan Data Situasi pendidikan saat ini Evaluasi & Kontrol
  • 24.
    I. Tahap-tahap Penyusunan RPS 1.Melakukan analisis lingkungan strate-gis sekolah 2. Melakukan analisis situasi untuk mengetahui status situasi pendidikan sekolah saat ini (IPS) 3. Memformulasikan pendidikan yang di- harapkan di masa mendatang 4. Mencari kesenjangan antara butir2 & 3 5. Menyusun rencana strategis 6. Menyusun rencana tahunan 7. Melaksanakan rencana tahunan 8. Memonitordan mengevaluasi
  • 25.
    Analisis Lingkungan Strategis Analisis Lingkungan Strategis SituasiPendidikan saat ini Situasi Pendidikan saat ini Situasi Pendidikan yang diharapkan Situasi Pendidikan yang diharapkan Rencana Strategis (5 tahun) Rencana Strategis (5 tahun) Rencana Operasional (1 tahun) Rencana Operasional (1 tahun) Pelaksanaan Program Pelaksanaan Program Monitoring & Evaluasi Monitoring & Evaluasi Gambar 1. Proses Penyusunan RPS Kesenjangan
  • 26.
    Rencana Strategis Sekolah Situasi Sekolah (tahunini) Situasi Sekolah (tahun ini) Situasi Sekolah (5 tahun ke depan) Situasi Sekolah (5 tahun ke depan) Strategi (5Tahun) • Pemerataan • Mutu • Efisiensi • Relevansi • Tata kelola • Pemerataan • Mutu • Efisiensi • Relevansi • Tata kelola menuju
  • 27.
    Rencana Strategis Sekolah (Renstra) •Analisis situasi pendidikan sekolah saat ini • Analisis situasi pendidikan sekolah yang diharapkan 5 tahun kedepan (visi, misi, dan tujuan yang mencakup pemerataan, mutu, relevansi, efisiensi, kapasitas) • Kesenjangan antara situasi pendidikan sekolah saat ini dan yang diharapkan 5 tahun kedepan • Kebijakan dan program-program strategis untuk mencapai situasi pendidikan sekolah yang diharapkan 5 tahun kedepan • Strategi pelaksanaan • Milestone (output apa & kapan) • Rencana biaya (besar, alokasi, dan sumber dana) • Rencana pemantauan dan evaluasi
  • 28.
    Rencana Tahunan Sekolah Situasi Sekolah (tahunini) Situasi Sekolah (tahun ini) Situasi Sekolah (tahun depan) Situasi Sekolah (tahun depan) Upaya (1Tahun) • Pemerataan • Mutu • Efisiensi • Relevansi • Tata kelola • Pemerataan • Mutu • Efisiensi • Relevansi • Tata kelola menuju
  • 29.
    Format Rencana TahunanSekolah (Alternatif I) • Analisis situasi pendidikan sekolah tahun ini • Analisis situasi pendidikan sekolah tahun depan (yang diharapkan) • Kesenjangan antara pendidikan sekolah tahun ini dan pendidikan tahun depan (tantangan/loncatan) • Program-program untuk mengurangi kesenjangan atau untuk menghadapi tantangan/loncatan • Tonggak-tonggak kunci keberhasilan (milestones) • Rencana biaya (besar dana, alokasi, sumber dana) • Rencana pelaksanaan program • Rencana pemantauan dan evaluasi • Jadwal pelaksanaan program • Penanggungjawab program/kegiatan
  • 30.
    FORMAT RENCANA TAHUNAN SEKOLAH(ALTERNATIF II: SWOT) • Analisis situasi pendidikan sekolah tahun ini • Analisis situasi pendidikan sekolah tahun depan (yang diharapkan) • Kesenjangan antara situasi pendidikan sekolah tahun ini dan tahun depan (tantangan/loncatan) • Tujuan tahunan/sasaran berdasarkan hasil kesenjangan/tantangan • Urusan-urusan sekolah yang perlu dilibatkan untuk mencapai setiap sasaran dan yang masih perlu diteliti tingkat kesiapannya • Analisis SWOT (mengenali tingkat kesiapan masing-masing urusan sekolah melalui analisis SWOT) • Langkah-langkah pemecahan persoalan, yaitu mengubah ketidaksiapan menjadi kesiapan urusan sekolah. • Rencana dan program sekolah berdasarkan hasil langkah-langkah pemecahan persoalan • Tonggak-tonggak kunci keberhasilan (milestones) • Rencana biaya (besar, alokasi, dan sumber dana) • Rencana pelaksanaan program • Rencana pemantauan dan evaluasi • Jadwal pelaksanaan program • Penanggungjawab program/kegiatan
  • 31.
    Desain, Implementasi dan EvaluasiRPS Desain RPS Desain RPS Implementasi RPS Implementasi RPS Evaluasi RPS Evaluasi RPS - Cakupan Isi RPS - Kualitas RPS - Kepatuhan Implementasi dengan Desain RPS - Kesesuaian Hasil dengan Desain RPS
  • 32.
    Perbaikan RPS secara terusmenerus Rencana Implementasi Evaluasi Refleksi & Revisi
  • 33.
    KRITERIA RENCANA PENGEMBANGAN SEKOLAH(RPS) Elemen Perencanaan Kriteria Layak Tidak Layak 1. Analisis lingkungan strategis sekolah 2. Analisis situasi pendidikan sekolah saat ini 3. Situasi pendidikan sekolah yang diharapkan 4. Analisis kesenjangan (selisih 2 & 3) 5. Renstra & Renop (kelengkapan elemen)
  • 34.
    KRITERIA RENCANA PENGEMBANGAN SEKOLAH(LANJUTAN) Elemen RPS Kriteria Laya k Tidak Layak 8. Kelayakan strategi implementasi renstra & renop 9. Kelayakan rencana monitoring & evaluasi 10. Kecukupan, kemutakhiran, dan kerelevansian data 11. Kelayakan anggaran antara rencana pendidikan, rencana pendapatan, dan rencana belanja 12. Tingkat partisipasi & keinklusifan unsur- unsur yang terkait dengan perencanaan 13. Sustainabilitas SDM, EMIS, dana pendukung, dsb. 14. Sistem, proses/prosedur, dan mekanisme penyusunan RPS 15. Kelengkapan elemen RPS
  • 35.
    Program-program Strategis Tonggak-tonggak Kunci Keberhasilan 2005 20062007 2008 2009 1 Pemerataan & Perluasan Akses a. Disparitas prestasi belajar antar gender b. Disparitas prestasi belajar siswa kaya & miskin c. Disparitas prespasi belajar antar mapel d. Disparitas kompetensi guru e. Dsb. f. Dsb. g. Dsb. . ……... ……... ……... ..….... ……... .…….. ……... ….….. .…….. ……... ……... ……... ……... ……... ..……. ..……. ……... ……... ……... ……... ……... .……. …….. ……... ……... ……... ……... ……... .……. .……. ……... ……... ……... ……... ……... Tonggak-tonggak Kunci Keberhasilan Sekolah
  • 36.
    Program-program Strategis Tonggak-tonggak Kunci Keberhasilan 20062007 2008 2009 2010 2 Peningkatan Mutu & Relevansi a. Nilai Ujian Nasional b. Nilai Ujian Sekolah c. Prestasi Olah Raga d. Prestasi Kesenian e. Lomba Karya Tulis f. Lomba International g. (IJSO, Math., Gambar, dsb.) h. Kecakapan Hidup i. Kewirausahaan j. Budi Pekerti k. Dsb. l. Dsb. .……. ….…. …….. …….. …….. …….. …….. …….. …….. ….…. …….. …….. …….. …….. …….. …….. …….. …….. …….. …….. ……... …….. …….. …….. …….. …….. …….. .......... ……… ……… …….. ……… …….. …….. …….. …….. …….. …….. …….. …….. …….. …….. …….. …….. …….. …….. …….. …….. …….. …….. …….. …….. …….. …….. …….. …….. …….. …….. …….. ……..
  • 37.
    Program-program Strategis Tonggak-tonggak Kunci Keberhasilan 20062007 2008 2009 2010 3. Manajemen, Governance dan Pencitraan Publik a. Koordinasi b. Monitoring & evaluasi c. Partisipasi d. Transparansi e. Akuntabilitas f. Dsb. g. Dsb. h. Dsb. …….. …….. …….. …….. …….. …….. …….. …….. …….. …….. …….. …….. …….. …….. …….. …….. …….. …….. …….. …….. …….. …….. …….. …….. …….. …….. …….. …….. …….. …….. …….. …….. …….. …….. …….. …….. …….. …….. …….. ……..