KELOMPOK III 
Anastasya Saputri Nurdin 
Muhammad Syahril 
Teguh Novri Kurniawan 
Muhammad Suyudi 
Rustam Gurium 
Suhardin 
Andi Nurul Isma
MAGMA 
cairan atau larutan silikat pijar 
yang terbentuk secara alamiah, 
bersifat mudah bergerak (mobile), 
bersuhu antara 900oC – 1100oC 
dan berasal atau terbentuk pada 
kerak bumi bagian bawah hingga 
selubung bagian atas.
MAGMATIK SISTEM 
Suatu sistem dimana magma yang mempunyai 
berat jenis lebih ringan dari batuan sekelilingnya, 
akan berusaha untuk naik melalui rekahan-rekahan 
yang ada dalam litosfer hingga akhirnya 
mencapai permukaan bumi. Dalam keadaan seperti 
itu magma akan membeku ditempat, dimana ion-ion 
di dalammya akan mulai kehilangan gerak 
bebasnya kemudian menyusun diri , menghablur 
dan membentuk mineral dan batuan beku.
KOMPOSISI MAGMA DALAM 
SISTEM MAGMATIK 
Komposisi magma yang terbentuk dari 
sistem magmatik mencerminkan komposisi 
magma dimana magma akan mengkristal. 
Komposisi magma dipengaruhi oleh : 
1. Komposis kimia dari batuan sumber 
2. Modifikasi komposisi magma setelah 
pembentukan dan ekstrasi dari batuan 
sumber.
PELEBURAN BATUAN ASAL DAN PEMISAHAN 
MAGMA DARI SUMBERNYA 
Peleburan batuan sumber terjadi sebagai respon 
terhadap : 
1. Pemanasan 
2. Infiltrasi H2O yang memiliki temperatur di 
bwah suhu yang dibutuhkan untuk dry 
melting 
3. Pengurangan tekanan pada massa batuan 
pada suhu tepat dibawah titik lebur.
MODIFIKASI KOMPOSISI MAGMA 
Modifikasi komposisi magma terjadi akibat : 
Kristalisasi sebagian , merupakan ciri utama dari sebagian 
besar magma, Proses ini dipengaruhi suhu . Magma akan 
menjadi terbedakan melalui proses tenggelam, mengapung, 
perbedaan aliran kristal, dan pelelehan. Magma yang 
terbedakan ini akan memiliki komposisi magma induk. 
Penggabungan magma akan menyebabkan magma dengan 
komposisi yang berbeda dengan melibatkan dua campuran 
magma, dimana salh satu magma telah mengandung kristal. 
Sehingga proses ini bisa juga disebut sebagai “penggabungan 
kristal dan magma”.
PENYEBAB PEMBEKUAN MAGMA 
1. Magma kehilangan Panas 
Perpindahan panas dari magma ke batuan yang relatif dingin 
merupakan kasus klasik pada intrusi dangkal (lebih dingin) pada mantel 
bumi. Pendinginan mengakibatkan magma kehilangan energi kinetik 
komponen lelehnya hingga titik nuklesi dan kristalisasi atau hingga 
pembekuan yang cepat membentuk gelas. 
2. Magma kehilangan fase Cair 
Pemisahan fase cair pada magma yang mengandung H2O, menyebabkan 
kristalisasi dengan atau tanpa penurunan suhu. Pelepasan H2O 
memungkinkan polimer silikat untuk terbentuk. Menjadi langkah awal 
untuk pembentukan struktur kristal silikat.
Sistem magmatik yang paling luas dipelajari ialah sistem granit 
dan sistem basalt. Sistem granit juga berlaku untuk magma yang 
menghasilkan riolit. Sementara sistem basalt berlaku untuk 
magma yang menghasilkan gabbro. 
Sistem magmatik rendah kandungan silika dicirikan oleh 
kehadiran albit dan k-feldspar yang rendah silika. Reaksi-reaksi 
berikut menunjukan mengapa pembentukan leusit atau 
nepheline dihadapan silika berlebih dihindari jika 
kesetimbangan dicapai dalam sistem siperti : 
NaA1Si2O6 (nepheline) + SiO NaA1Si3O (albite) 
KA1SiO6 (leucite) = SiO KAlSi3O8 (k-feldspar)
MORFOLOGI DARI MINERAL MAGMATIK 
Bentuknya mencerminkan kebebasan 
berkembang dalam bentuk liquid, 
perkembangan khusus akibat dari gangguan 
kristal lain dan lingkungan dinamik, magmatik 
sistem memiliki 2 atau 3 tahapan atau 
pemadatan , tahapan pertama biasanya 
menghasilkan kristal-kristal ukuran besar. 
Selama tahap kedua, biasanya biji matrik yang 
sangat halus / gelasan terbentuk.
TERIMA KASIH

Proses magmatik

  • 1.
    KELOMPOK III AnastasyaSaputri Nurdin Muhammad Syahril Teguh Novri Kurniawan Muhammad Suyudi Rustam Gurium Suhardin Andi Nurul Isma
  • 2.
    MAGMA cairan ataularutan silikat pijar yang terbentuk secara alamiah, bersifat mudah bergerak (mobile), bersuhu antara 900oC – 1100oC dan berasal atau terbentuk pada kerak bumi bagian bawah hingga selubung bagian atas.
  • 3.
    MAGMATIK SISTEM Suatusistem dimana magma yang mempunyai berat jenis lebih ringan dari batuan sekelilingnya, akan berusaha untuk naik melalui rekahan-rekahan yang ada dalam litosfer hingga akhirnya mencapai permukaan bumi. Dalam keadaan seperti itu magma akan membeku ditempat, dimana ion-ion di dalammya akan mulai kehilangan gerak bebasnya kemudian menyusun diri , menghablur dan membentuk mineral dan batuan beku.
  • 4.
    KOMPOSISI MAGMA DALAM SISTEM MAGMATIK Komposisi magma yang terbentuk dari sistem magmatik mencerminkan komposisi magma dimana magma akan mengkristal. Komposisi magma dipengaruhi oleh : 1. Komposis kimia dari batuan sumber 2. Modifikasi komposisi magma setelah pembentukan dan ekstrasi dari batuan sumber.
  • 5.
    PELEBURAN BATUAN ASALDAN PEMISAHAN MAGMA DARI SUMBERNYA Peleburan batuan sumber terjadi sebagai respon terhadap : 1. Pemanasan 2. Infiltrasi H2O yang memiliki temperatur di bwah suhu yang dibutuhkan untuk dry melting 3. Pengurangan tekanan pada massa batuan pada suhu tepat dibawah titik lebur.
  • 6.
    MODIFIKASI KOMPOSISI MAGMA Modifikasi komposisi magma terjadi akibat : Kristalisasi sebagian , merupakan ciri utama dari sebagian besar magma, Proses ini dipengaruhi suhu . Magma akan menjadi terbedakan melalui proses tenggelam, mengapung, perbedaan aliran kristal, dan pelelehan. Magma yang terbedakan ini akan memiliki komposisi magma induk. Penggabungan magma akan menyebabkan magma dengan komposisi yang berbeda dengan melibatkan dua campuran magma, dimana salh satu magma telah mengandung kristal. Sehingga proses ini bisa juga disebut sebagai “penggabungan kristal dan magma”.
  • 7.
    PENYEBAB PEMBEKUAN MAGMA 1. Magma kehilangan Panas Perpindahan panas dari magma ke batuan yang relatif dingin merupakan kasus klasik pada intrusi dangkal (lebih dingin) pada mantel bumi. Pendinginan mengakibatkan magma kehilangan energi kinetik komponen lelehnya hingga titik nuklesi dan kristalisasi atau hingga pembekuan yang cepat membentuk gelas. 2. Magma kehilangan fase Cair Pemisahan fase cair pada magma yang mengandung H2O, menyebabkan kristalisasi dengan atau tanpa penurunan suhu. Pelepasan H2O memungkinkan polimer silikat untuk terbentuk. Menjadi langkah awal untuk pembentukan struktur kristal silikat.
  • 8.
    Sistem magmatik yangpaling luas dipelajari ialah sistem granit dan sistem basalt. Sistem granit juga berlaku untuk magma yang menghasilkan riolit. Sementara sistem basalt berlaku untuk magma yang menghasilkan gabbro. Sistem magmatik rendah kandungan silika dicirikan oleh kehadiran albit dan k-feldspar yang rendah silika. Reaksi-reaksi berikut menunjukan mengapa pembentukan leusit atau nepheline dihadapan silika berlebih dihindari jika kesetimbangan dicapai dalam sistem siperti : NaA1Si2O6 (nepheline) + SiO NaA1Si3O (albite) KA1SiO6 (leucite) = SiO KAlSi3O8 (k-feldspar)
  • 9.
    MORFOLOGI DARI MINERALMAGMATIK Bentuknya mencerminkan kebebasan berkembang dalam bentuk liquid, perkembangan khusus akibat dari gangguan kristal lain dan lingkungan dinamik, magmatik sistem memiliki 2 atau 3 tahapan atau pemadatan , tahapan pertama biasanya menghasilkan kristal-kristal ukuran besar. Selama tahap kedua, biasanya biji matrik yang sangat halus / gelasan terbentuk.
  • 10.