PENERAPAN APLIKASI PROGRAM REMEDIAL TEACHING
(PRO-Rteach V.345)
DALAM MENCAPAI KETUNTASAN HASIL BELAJAR
PADA KURIKULUM 2013
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Inovasi Pembelajaran IPA
Dosen Dr. H. Riandi, M.Si
Oleh.
Ema Sukaesih
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN IPA
SEKOLAH PASCASARJANA
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
BANDUNG, 2018
i
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah segala puji dan syukur penyusun makalah panjatkan ke
hadirat Allah ‘Azza Wa Jalla, karena atas segala rahmat dan hidayah-Nya, makalah
mata kuliah Inovasi Pembelajaran IPA ini dapat terselesaikan. Salawat dan salam
senantiasa kita curahkan kepada tauladan terbaik umat manusia Rasulullah
Muhammad Sholallahu ‘Alaihi Wassalam beserta keluarga, para sahabat, dan para
pengikutnya.
Makalah Inovasi Pembelajaran IPA ini menyajikan materi terkait Inovasi
media pembelajaran yang berjudul “Penerapan Aplikasi Program Remedial
Teaching (PRO-Rteach V.345) dalam Mencapai Ketuntasan Hasil Belajar Pada
Kurikulum 2013”. Sistematika penulisan yang dilakukan mengacu kepada
pedoman penulisan karya ilmiah. Beberapa sub-judul di cantumkan untuk
mempermudah pembaca dalam mengkaji isi makalah ini. Beberapa referensi yang
menjadi acuan pun dicantumkan pada pustaka acuan. Kelompok kami haturkan
terima kasih kepada semua pihak yang telah memberi kontribusi terselesaikannya
makalah ini, terutama kepada Bapak Dr. H. Riandi, M.Si selaku dosen pengampuh
mata kuliah Inovasi Pembelajaran IPA atas kesempatan dan pengalaman yang
diberikan kepada kelompok kami.
Kelompok kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih
memiliki banyak kekurangan, baik dari segi materi maupun kajiannya. Kelompok
kami mengharapkan adanya saran dan kritik yang membangun sehingga dapat
memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ditemukan dalam makalah ini.
Kelompok kami berharap semoga makalah terkait Inovasi media pembelajaran ini
dapat bermanfaat bagi para pembaca baik sebagai referensi maupun sebagai bahan
bacaan untuk memperluas wawasan.
Bandung, Mei 2018
Penyusun Makalah
ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...............................................................................................i
DAFTAR ISI............................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................... 1
A. Latar Belakang........................................................................................ 1
B. Batasan Masalah..................................................................................... 3
C. Rumusan Masalah................................................................................... 3
D. Tujuan Penulisan .................................................................................... 4
BAB II LANDASAN TOERITIS ........................................................................... 5
A. Konsep Remedial dan Pengayaan........................................................... 5
1. Pengertian........................................................................................ 5
2. Tujuan dan Fungsi Pembelajaran Remedial.................................... 6
3. Konsep............................................................................................. 8
4. Prinsip............................................................................................ 10
5. Lingkup.......................................................................................... 11
6. Metode........................................................................................... 11
B. Strategi dan Implementasi Pelaksanaan Remedial dan Pengayaan ...... 15
1. Strategi Remedial .......................................................................... 15
2. Strategi Pengayaan ........................................................................ 16
3. Teknik............................................................................................ 17
4. Implementasi ................................................................................. 18
C. Prosedur Remedial................................................................................ 21
1. Prosedur dalam Pelaksanaan Remedial Teaching ......................... 21
2. Alur Prosedur Kerja Pembelajaran Remedial dan Pengayaan ...... 24
3. Instruksi Kerja Penentuan Jenis Program Remedial dan Pengayaan
....................................................................................................... 24
4. Contoh Analisis Pencapaian Ketuntasan Belajar .......................... 24
BAB III IMPLEMENTASI APLIKASI REMEDIAL DAN PENGAYAAN ...... 25
A. Tujuan Penerapan Aplikasi Remedial dan Pengayaan ......................... 25
B. Prosedur Penggunaan Aplikasi Program Remedial dan Pengayaan..... 26
C. Fungsi Program Aplikasi PRO-Rteach V.345 ...................................... 31
iii
D. Manfaat Program Aplikasi PRO-Rteach V.345.................................... 32
BAB IV PENUTUP .............................................................................................. 34
A. Kesimpulan........................................................................................... 34
B. Saran ..................................................................................................... 35
1
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Salah satu upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah
adalah melalui proses pembelajaran. Proses pembelajaran diselenggarakan
secara interaktif, menyenangkan,menantang, inspiratif, memotivasi peserta
didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi
prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat,
kemampuan, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Guru
sebagai profesi yang berperan penting dalam peningkatan mutu, diharapkan
mampu mengembangkan dan memilih strategi yang tepat demi tercapainya
kompetensi peserta didik.
Pembelajaran tuntas adalah salah satu usaha dalam pendidikan yang
bertujuan untuk memotivasi peserta didik mencapai penguasaan (mastery
level) terhadap kompetensi tertentu. Pembelajaran tuntas adalah pola
pembelajaran yang menggunakan prinsip ketuntasan secara individual.
Selanjutnya dilakukan penilaian terhadap hasil pembelajaran untuk mengukur
tingkat pencapaian kompetensi peserta didik, serta digunakan sebagai bahan
penyusunan laporan kemajuan hasil belajar dan memperbaiki proses
pembelajaran.
Pengukuran pencapaian kompetensi memerlukan pengembangan
penilaian yang mencakup seluruh kompetensi dasar dengan menggunakan
indikator yang telah ditetapkan oleh pendidik. Penilaian terhadap hasil
pembelajaran menggunakan sistem penilaian berkelanjutan dalam arti semua
indikator ditagih, kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi
dasar yang telah dikuasai dan belum dikuasai serta mengetahui kesulitan
belajar peserta didik.
Dengan mengetahui ketercapaian kompetensi peserta didik melalui
analisis hasil belajar maka pendidik dan peserta didik memiliki arah yang jelas
2
mengenai apa yang harus diperbaiki dan dikembangkan melalui kegiatan
remedial atau pengayaan.
Pada jaman globalisasi seperti sekarang ini bahwa dalam dunia
pendidikan membutuhkan seorang pendidik yang berkualitas yang tidak hanya
memiliki kemampuan dalam mengajar namun mereka juga mampu
memberikan motivasi jika anak didik mengalami rendahnya gairah untuk
belajar terlebih lagi memiliki nilai yang rendah. Sebagai pendidik yang bijak
seyogyanya kita harus mengenal karakteristik anak didik kita. Karakteristik
anak didik sangatlah beraneka ragam dan memiliki potensi yang berbeda-beda
maka seharusnya sebagai pendidik, kita mampu mengarahkan dan memberikan
motivasi kepada anak didik kita agar dapat menemukan motivasi dalam belajar
sehingga secara tidak langsung dapat meningkatkan pemahaman dan
kemampuan mereka. Jangan sampai kita sebagai pendidik, kita bersikap tidak
peduli terhadap kemampuan dan potensi mereka. Inovasi seorang pendidik
sangat perlu untuk meningkatkan kemampuan dalam pembelajaran. Pendidik
harus mampu mengembangkan hal-hal yang dapat meningkatkan kualitas
pembelajaran.
Remedial Teaching adalah salah satu upaya perbaikan kepada peserta
didik yang belum mencapai ketuntasan belajar. Pada umumnya pendidik
melaksanakan remedial berupa tes ulang tanpa melakukan perbaikan proses
pembelajaran berdasarkan analisis hasil belajar peserta didik. Pada kesempatan
ini penulis mencoba membuat salah satu upaya yang mendukung dan
memudahkan bagi pendidik dalam pelaksanaan pembelajaran remedial. Salah
satu upaya yaitu dengan menggunakan aplikasi program remedial teaching.
Aplikasi program Remedial Teaching ini lebih membantu guru untuk
menerapkan pembelajaran remedial yang dianggap tepat bagi peserta didik.
Dengan aplikasi ini diharapkan guru mudah memetakan cara remedial teaching
yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik yang pada akhirnya dapat
membantu dalam mencapai ketuntasan hasil belajar peserta didik.
3
Berdasarkan pandangan dan alasan-alasan yang diuraikan di atas, maka
penulis mencoba membuat salah satu upaya bagi pendidik untuk memudahkan
dalam pemetaan pembelajaran remedial dan pengayaan dengan membuat salah
satu aplikasi program remedial dan pengayaan. Penulis mencoba membuat
“Penerapan Aplikasi Program Remedial Teaching dalam Mencapai Ketuntasan
Hasil Belajar Pada Kurikulum 2013”.
B. Batasan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah, maka penulis membatasi kajian
makalah ini sebagai berikut.
1. Tujuan dan fungsi remedial teaching.
2. Strategi dan implementasi pelaksanaan remedial dan pengayaan dalam
pembelajaran.
3. Fungsi penggunaan aplikasi program remedial teaching dalam mencapai
ketuntasan hasil belajar peserta didik.
4. Prosedur penggunaan aplikasi program remedial teaching dalam
pembelajaran.
5. Dampak penerapan aplikasi program remedial teaching dalam mencapai
ketuntasan belajar pada kurikulum 2013.
C. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka dapat dirumuskan beberapa
masalah adalah sebagai berikut.
1. Apa tujuan dan fungsi remedial teaching?
2. Bagaimana strategi dan implementasi pelaksanaan remedial dan
pengayaan dalam pembelajaran?
3. Apakah Fungsi penggunaan aplikasi program remedial teaching dalam
mencapai ketuntasan hasil belajar peserta didik?
4. Bagaimana prosedur penggunaan aplikasi program remedial teaching
dalam pembelajaran?
5. Apakah dampak penerapan aplikasi program remedial teaching dalam
mencapai ketuntasan belajar pada kurikulum 2013?
4
D. Tujuan Penulisan
Pada bagian ini dijelaskan tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah sebagai
berikut:
1. untuk mengetahui tujuan dan fungsi remedial teaching;
2. untuk mengetahui strategi dan implementasi pelaksanaan remedial dan
pengayaan dalam pembelajaran?
3. untuk mengetahui Fungsi penggunaan aplikasi program remedial
teaching dalam mencapai ketuntasan hasil belajar peserta didik?
4. untuk mengetahui prosedur penggunaan aplikasi program remedial
teaching dalam pembelajaran?
5. untuk mengetahui dampak penerapan aplikasi program remedial teaching
dalam mencapai ketuntasan belajar pada kurikulum 2013?
5
BAB II LANDASAN TOERITIS
A. Konsep Remedial dan Pengayaan
1. Pengertian
Dalam Webster’s New Twentieth Century Dictionary, kita
menemukan keterangan sebagai berikut: Remedi berasal dari bahasa latin,
yang berarti menyembuhkan kembali;dari re- ‘kembali’ dari mederi
‘menyembuhkan’.
a. Setiap obat atau pengobatan/perawatan yang menyembuhkan,
menghilangkan atau membebaskan penyakit atau gangguan
jasmaniah, mengurangi kesakitan atau perasaan sakit, atau upaya
memulihkan kesehatan.
b. Sesuatu yang memperbaiki, menetralkan, atau memberhentikan suatu
kejahatan atau kesalahan; pertolongan, pembebasan; menebus,
memperbaiki.
Sementara itu, remediasi dalam pendidikan berarti tindakan atau
proses penyembuhan/peremedian atau penanggulangan ketidakmampuan
atau masalah-masalah pembelajaran” (1983:1528).
Dalam Random House Webster’s College Dictionary (1991),
remedial diartikan sebagai intended to improve poor skill in specified field.
Remedial adalah kegiatan yang dilaksanakan untuk memperbaiki
keterampilan yang kurang baik dalam suatu bidang tertentu. Kalau kita
kaitkan dengan kegiatan pembelajaran, kegiatan remedial dapat diartikan
sebagai suatu kegiatan yang dilaksanakan untuk memperbaiki kegiatan
pembelajaran yang kurang berhasil. Kekurang berhasilan pembelajaran ini
biasanya ditunjukan oleh ketidak berhasilan peserta didik dalam
menguasai materi yang dibahas dalam kegiatan pembelajaran.
Berdasarkan pengertian tersebut diketahui bahwa suatu kegiatan
pembelajaran dianggap sebagai kegiatan remedial apabila kegiatan
pembelajaran tersebut ditujukan untuk membantu peserta didik yang
6
mengalami kesulitan dalam memahami materi pelajaran atau dalam
menguasai kompetensi yang telah diterapkan. Kegiatan remedial adalah
kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan untuk membantu peserta didik
yang mengalami kesulitan dalam menguasai materi pelajaran.
2. Tujuan dan Fungsi Pembelajaran Remedial
Tujuan guru melaksanakan kegiatan remedial adalah membantu
peserta didik yang mengalami kesulitan dalam memahami materi pelajaran
agar mencapai hasil belajar yang lebih baik. Secara umum, tujuan kegiatan
remedial adalah sama dengan pembelajaran biasa, yaitu membantu peserta
didik mencapai kompetensi atau tujuan pembelajaran yang telah
ditetapkan berdasarkan kurikulum yang berlaku. Secara khusus, kegiatan
remedial bertujuan untuk membantu peserta didik yang belum menguasai
materi pelajaran melalui kegiatan pembelajaran tambahan.
Sebagai salah satu upaya membantu peserta didik yang mengalami
kesulitan belajar, kegiatan remedial memiliki beberapa fungsi yang
penting bagi keseluruhan proses pembelajaran.
Secara umum tujuan pengajaran remedial tidak berbeda dengan
pengajaran pada umumnya, yaitu agar peserta didik dapat mencapai
prestasi belajar optimal sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah
dirumuskan. Bahkan harus pula dapat memenuhi kriteria penguasaan
materi belajar atau daya serap. Adanya pengajaran remedial diharapkan
agar peserta didik dapat mencapai tujuan pembelajaran melalui proses
penyembuhan atau perbaikan baik segi proses belajar mengajar.
Secara terinci tujuan pengajaran ialah:
a. Agar peserta didik memahami dan mengenali dirinya khususnya yang
menyangkut prestasi belajar, misal: segi kemampuannya segi
kelemahannya dan jenis serta sifat kesulitannya.
b. Dapat mengubah dan memperbaiki strategi belajar peserta didik
sesuai dengan kesulitan yang dialami.
c. Dapat memilih materi dan fasilitas belajar secara tepat.
7
d. Dapat mengatasi hambatan atau gangguan belajar yang menjadi
penyebab dan latar belakang.
e. Mampu membangkitkan dan mengembangkan sikap-sikap serta
kebiasaan baru yang merangsang tercapainya hasil belajar.
f. Dapat menyelesaikan dan melakukan tugas belajar yang diberikan
dengan benar dan baik.
Dengan demikian pengajaran remedial memiliki fungsi yang amat penting
dalam kesulitan proses pengajaran yaitu:
a. Fungsi korektif artinya dapat membetulkan dan memperbaiki kegiatan
pembelajaran, contoh : akibat sebagian peserta didik belum mencapai
tujuan pembelajaran yang ditetapkan perlu perbaikan dalam
perumusan tujuan, penggunaan strategi atau metode mengajar, materi
dan alat pelajaran yang dipilih, evaluasi dan juga kondisi peserta
didik. Dengan kata lain dengan perbaikan terhadap aspek tersebut
akan berpengaruh terhadap peningkatan prestasi belajar peserta didik.
b. Fungsi pemahaman. Adanya pemahaman terhadap peserta didik,
diharapkan semua personel yang terlihat pada proses pengajaran
menyadari interaksi antar mereka dalam mencapai tujuan pengajaran
yang ditetapkan. Jadi guru, peserta didik dan pihak yang terlibat harus
memahami kegiatan proses pengajaran yang berlangsung.
c. Fungsi penyesuaian, artinya dalam pengajaran remedial agar peserta
didik mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan, dengan tuntutan
proses belajar. Oleh sebab itu peserta didik harus diberikan
kesempatan belajar sesuai dengan kesempatan belajar sesuai dengan
kemampuan pribadi agar memiliki peluang memperoleh prestasi
belajar yang lebih baik. Dengan tuntutan belajar yang sesuai dengan
sifat, jenis dan latar belakang kesulitannya diharapkan mendorong
atau memotivasi belajar yang lebih baik.
d. Fungsi pengayaan, artinya pengajaran remedial akan memperkaya
proses pengajaran. Dengan kata lain pembahasan materi yang
8
mungkin tidak disampaikan pada pengajaran regular terpaksa harus
diberikan untuk memperjelas pengajaran, metode dan teknik
pengelolaan lebih khusus, lebih terperinci. Dengan demikian dapat
diharapkan prestasi belajar lebih dalam, lebih luas lebih banyak dan
lebih kaya.
e. Funsi akselerasi (pencepatan), artinya dengan pengajaran remedial
diharapkan dapat mempercepat proses belajar peserta didik baik
dalam arti waktu serta materi. Contoh: peserta didik yang tergolong
lambat belajar, maka dengan dibantu pengajaran remedial dapat
dipercepat proses belajarnya.
f. Fungsi teriperitik, artinya pengajaran remedial secara langsung atau
tidak langsung dapat menyembuhkan dan memperbaiki kondisi
pribadi peserta didik yang mungkin cenderung adanya penyimpangan.
Penyembuhan terhadap kondisi kepribadian membantu peserta didik
alam pencapaian prestasi belajar secara optimal.
3. Konsep
a. Fungsi
1) Penetapan program pembelajaran remedial atau pengayaan
berdasarkan tingkat penguasaan kompetensi bagi peserta didik
yang diidentifikasi sebagai peserta didik yang lambat atau cepat
dalam belajar dan pencapaian hasil belajar.
2) Pemberian pembelajaran remedial bagi peserta didik yang belum
mencapai tingkat ketuntasan belajarmemerlukan waktu lebih
lama daripada mereka yang telah mencapai tingkat penguasaan.
Disamping itu mereka juga perlu menempuh penilaian kembali
setelah mendapatkan program pembelajaran remedial.
3) Pembelajaran pengayaan merupakan pembelajaran tambahan
dengan tujuan untuk memberikan kesempatan pembelajaran baru
bagi peserta didik yang telah mencapai ketuntasan sehingga
mereka dapat mengoptimalkan perkembangan minat, bakat, dan
9
kecakapannya. Pembelajaran pengayaan berupaya
mengembangkan keterampilan berpikir, kreativitas, keterampilan
seni, keterampilan gerak, dsb.
4) Pembelajaran pengayaan memberikan pelayanan kepada peserta
didik yang memiliki kecerdasan lebih dengan tantangan belajar
yang lebih tinggi untuk membantu mereka mencapai kapasitas
optimal dalam belajarnya.
b. Tujuan
1) Meningkatkan pencapaian kompetensi sikap, pengetahuan, dan
keterampilan peserta didik yang belum mencapai ketuntasan
belajar.
2) Meningkatkan dan mengembangkan kompetensi sikap,
pengetahuan, dan keterampilan peserta didik yang sudah
mencapai ketuntasan belajar.
3) Menetapkan program remedial atau pengayaan berdasarkan
pencapaian ketuntasan belajar.
c. Acuan Penilaian
1) Penilaian menggunakan Acuan Kriteria yang merupakan
penilaian kemajuan peserta didik dibandingkan pencapaian
ketuntasan kriteria yang telah ditetapkan.
2) Bagi yang belum berhasil mencapai kriteria, diberi kesempatan
mengikuti pembelajaran remedial yang dilakukan setelah suatu
kegiatan penilaian (bukan di akhir semester) baik secara
individual, kelompok, maupun kelas. Bagi mereka yang berhasil
mencapai atau melampaui kriteria dapat diberi program
pengayaan sesuai dengan waktu yang tersedia baik secara
individual maupun kelompok. Program pengayaan merupakan
pendalaman atau perluasan dari kompetensi yang dipelajari.
10
4. Prinsip
Pembelajaran remedial merupakan pemberian perlakuan khusus terhadap
peserta didik yang mengalami hambatan dalam kegiatan belajarnya.
Hambatan yang terjadi dapat berupa kurangnya pengetahuan dan
keterampilan prasyarat atau lambat dalam mecapai kompetensi. Beberapa
prinsip yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran remedial sesuai
dengan sifatnya sebagai pelayanan khusus antara lain:
a. Adaptif
Setiap peserta didik memiliki keunikan sendiri-sendiri. Oleh karena
itu program pembelajaran remedial hendaknya memungkinkan
peserta didik untuk belajar sesuai dengan kecepatan, kesempatan, dan
gaya belajar masing-masing. Dengan kata lain, pembelajaran remedial
harus mengakomodasi perbedaan individual peserta didik.
b. Interaktif
Pembelajaran remedial hendaknya memungkinkan peserta didik
untuk secara intensif berinteraksi dengan pendidik dan sumber belajar
yang tersedia. Hal ini didasarkan atas pertimbangan bahwa kegiatan
belajar peserta didik yang bersifat perbaikan perlu selalu mendapatkan
monitoring dan pengawasan agar diketahui kemajuan belajarnya. Jika
dijumpai adanya peserta didik yang mengalami kesulitan segera
diberikan bantuan.
c. Fleksibilitas dalam Metode Pembelajaran dan Penilaian
Sejalan dengan sifat keunikan dan kesulitan belajar peserta didik yang
berbeda-beda, maka dalam pembelajaran remedial perlu digunakan
berbagai metode mengajar dan metode penilaian yang sesuai dengan
karakteristik peserta didik.
d. Pemberian Umpan Balik Sesegera Mungkin
Umpan balik berupa informasi yang diberikan kepada peserta didik
mengenai kemajuan belajarnya perlu diberikan sesegera mungkin.
Umpan balik dapat bersifat korektif maupun konfirmatif. Dengan
11
sesegera mungkin memberikan umpan balik dapat dihindari
kekeliruan belajar yang berlarut-larut yang dialami peserta didik.
e. Kesinambungan dan Ketersediaan dalam Pemberian Pelayanan
Program pembelajaran reguler dengan pembelajaran remedial
merupakan satu kesatuan, dengan demikian program pembelajaran
reguler dengan remedial harus berkesinambungan dan programnya
selalu tersedia agar setiap saat peserta didik dapat mengaksesnya
sesuai dengan kesempatan masing-masing.
5. Lingkup
Ruang lingkup pembelajaran remedial dan pengayaan meliputi:
a. Analisis hasil pekerjaaan peserta didik untuk mengetahui pencapaian
kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
b. Diagnosis kesulitan untuk mengetahui tingkat kesulitan belajar
peserta didik
c. Identifikasi kemampuan berlebih peserta didik dimaksudkan untuk
mengetahui jenis serta tingkat kelebihan belajar peserta didik.
d. Pelaksanaan remedial dan pengayaan dalam rangka peningkatan
kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
6. Metode
Pada umumnya, terdapat 2 jenis program perbaikan belajar mengajar,
yaitu:
a. Program pengayaan. Program pengayaan dilakukan dengan
memberikan kegiatan tambahan yang biasanya tidak tersedia dalam
program biasa. Program pengayaan dapat berbentuk memberikan
tugas tambahan.
b. Program penyembuhan atau pengajaran remedial yang disediakan
bagi murid yang mengalami kesulitan belajar. Pada umumnya
program penyembuhan atau remedial tidak jauh berbeda dari metode
yang berlaku dalam kegiatan belajar mengajar biasa. Cuma tekanan
12
dan pelaksanaanya yang berbeda sesuai dengan masalah atau
kesulitan yang ingin disembuhkan.
Metode yang digunakan dalam pengajaran remedial mempunyai ciri-ciri
yaitu:
a. Memanfaatkan latihan khusus.
b. Menekankan pada pemanfaatan segi-segi kemampuan yang kuat.
c. Menekankan pada penggunaan multi-sensor.
d. Memanfaatkan permainan sebagai alat belajar.
Metode yang digunakan dalam pengajaran remedial yaitu metode yang
dilaksanakan dalam keseluruhan kegiatan bimbingan belajar mulai dari
tingkat identifikasi kasus sampai dengan tindak lanjut. Metode yang dapat
digunakan , yaitu :
a. Tanya Jawab
Metode ini digunakan dalam rangka pengenalan kasus untuk
mengetahui jenis dan sifat kesulitan peserta didik. Tanya jawab dapat
dilakukan secara individual maupun secara kelompok. Dalam rangka
perbaikan serangkaian tanya jawab dapat membantu peserta didik
dalam memahami dirinya, mengetahui kelebihan/kekurangannya, dan
memperbaiki cara belajarnya. Kebaikan metode ini dalam rangka
pengajaran perbaikan yaitu:
1) Memungkinkan terbinanya hubungan baik antara guru dan
peserta didik
2) Meningkatkan motivasi belajar peserta didik
3) Menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik
b. Diskusi
Metode ini digunakan dengan memanfaatkan interaksi antar-individu
dalam kelompok untuk memperbaiki kesulitan belajar yang dialami
oleh sekelompok peserta didik. Kebaikan metode ini dalam rangka
pengajaran perbaikan yaitu
13
1) Setiapa individu dalam kelompok dapat mengenal diri dan
kesulitannya dan menemukan jalan pemecahannya.
2) Interaksi dalam kelompok menumbuhkan sikap percaya
mempercayai.
3) Mengembangkan kerja sama antar pribadi.
4) Menumbuhkan kepercayaan diri.
5) Menumbuhkan rasa bertanggung jawab.
c. Tugas
Metode ini dapat digunakan dalam rangka mengenal kasus dan
pemberian bantuan kepada peserta didik yang mengalami kesulitan
belajar. Dengan metode ini, peserta didik diharapkan dapat lebih
memahami dirinya, dapat memperdalam materi yang telah dipelajari,
dan dapat memperbaiki cara-cara belajar yang pernah dialami.
d. Kerja Kelompok
Metode ini hampir bersamaan dengan pemberian tugas dan diskusi.
Yang terpenting adalah interaksi di antara anggota kelompok dengan
harapan terjadi perbaikan pada diri peserta didik yang mengalami
kesulitan belajar karena:
1) Adanya pengaruh anggota kelompok yang cakap dan
berpengalaman.
2) Kehidupan kelompok dapat meningkatkan minat belajar.
Kehidupan kelompok memupuk tanggung jawab, saling
memahami diri.
e. Tutor
Tutor adalah peserta didik sebaya yang ditugaskan untuk membantu
temannya yang mengalami kesulitan belajar, karena hubungan antara
teman umumnya lebih dekat dibandingkan hubungan guru dengan
peserta didik. Pemilihan tutor ini berdasarkan prestasi, hubungan
sosial yang baik, dan cukup disenangi oleh teman-temannya. Tutor
14
berperan sebagai pemimpin dalam kegiatan kelompok sebagai
pengganti guru.
Kebaikan metode ini dalam rangka pengajaran perbaikan yaitu:
1) Adanya hubungan yang lebih dekat dan akrab.
2) Tutor sendiri kegiatannya merupakan pengayaan dan menambah
motivasi belajar.
3) Dapat meningkatkan rasa tanggung jawab dan kepercayaan diri.
4) Pengajaran Individual
Pengajaran individual adalah interaksi antara guru dengan peserta didik
secara individual dalam proses belajar mengajar. Pendekatan dengan
metode ini bersifat teraputik, artinya mempunyai sifat penyembuhan
dengan cara memperbaiki cara-cara belajar peserta didik. Hasil yang
diharapkan dalam metode ini di samping adanya perubahan prestasi belajar
juga perubahan dalam pemahaman diri peserta didik.
7. Teknik
Penilaian setiap kompetensi hasil pembelajaran mencakup kompetensi
sikap, pengetahuan, dan keterampilan dilakukan secara terpisah, karena
karakternya berbeda. Hasil pekerjaan peserta didik harus segera dianalisis
untuk menentukan pencapaian kompetensi yang diukur oleh instrumen
yang digunakan, sehingga diketahui apakah seorang
pesertadidikmemerlukan atau tidak memerlukan pembelajaran remedial
atauprogram pengayaan. Format berikut dapat digunakan setelah suatu
dilakukan kegiatan penilaian.
Tabel 2.1 Format Analisis Penilaian Hasil Pekerjaan Peserta Didik
No Nama Peserta Didik
Indikator dalam satu
RPP
Kesimpulan
tentang pencapaain
kemampuan
1 2 3 4 Dikuasai
Belum
Dikuasai
15
B. Strategi dan Implementasi Pelaksanaan Remedial dan Pengayaan
1. Strategi Remedial
a. Diagnosis Kesulitan Belajar
Diagnosis kesulitan belajar dimaksudkan untuk mengetahui tingkat
kesulitan belajar peserta didik. Kesulitan belajar dapat dibedakan
menjadi kesulitan ringan, sedang dan berat.
1) Kesulitan belajar ringan biasanya dijumpai pada peserta didik
yang kurang perhatian di saat mengikuti pembelajaran.
2) Kesulitan belajar sedang dijumpai pada peserta didik yang
mengalami gangguan belajar yang berasal dari luar dirinya,
misalnya faktor keluarga, lingkungan tempat tinggal, pergaulan,
dsb.
3) Kesulitan belajar berat dijumpai pada peserta didik yang
mengalami ketunaan pada diri mereka, misalnya tuna rungu, tuna
netra, tuna daksa, dsb.
b. Teknik
Teknik yang dapat digunakan untuk mendiagnosis kesulitan belajar
antara lain: tes prasyarat (prasyarat pengetahuan, prasyarat
keterampilan), tes diagnostik, wawancara, pengamatan, dsb.
1) Tes prasyarat adalah tes yang digunakan untuk mengetahui
apakah prasyarat yang diperlukan untuk mencapai penguasaan
kompetensi tertentu terpenuhi atau belum. Prasyarat ini meliputi
prasyarat pengetahuan dan prasyarat keterampilan.
2) Tes diagnostik digunakan untuk mengetahui kesulitan peserta
didik dalam menguasai kompetensi tertentu. Misalnya dalam
mempelajari operasi bilangan, apakah peserta didik mengalami
kesulitan pada kompetensi penambahan, pengurangan,
pembagian, atau perkalian.
16
3) Wawancara dilakukan dengan mengadakan interaksi lisan dengan
peserta didik untuk menggali lebih dalam mengenai kesulitan
belajar yang dijumpai peserta didik.
4) Pengamatan (observasi) dilakukan dengan jalan melihat secara
cermat perilaku belajar peserta didik. Dari pengamatan tersebut
diharapkan dapat diketahui jenis maupun penyebab kesulitan
belajar peserta didik.
Ada beberapa teknik yang dapat digunakan untuk menilai sikap
peserta didik, antara lain melalui observasi, penilaian diri, penilaian
teman sebaya, dan penilaian jurnal. Instrumen yang digunakan antara
lain daftar cek atau skala penilaian (rating scale) disertai rubrik. Hasil
akhir observasi sikap dihitung berdasarkan modus. Sedangkan hasil
penilaian diri, penilaian teman sebaya, dan penilaian menggunakan
jurnal dapat dimanfaatkan untuk pembinaan terhadap peserta didik.
Sikap bermula dari perasaan (suka atau tidak suka) yang terkait
dengan kecenderungan seseorang dalam merespon sesuatu/objek.
Sikap juga sebagai ekspresi dari nilai-nilai atau pandangan hidup yang
dimiliki oleh seseorang. Sikap dapat dibentuk, sehingga terjadi
perubahan perilaku atau tindakan yang diharapkan. Untuk
memperbaiki sikap peserta didik dapat dilakukan dengan pembinaan
oleh pendidik agar menjadi pembiasaan yang dapat didahului dengan
cara observasi, wawancara, dsb.
2. Strategi Pengayaan
Identifikasi kemampuan berlebih peserta didik dimaksudkan untuk
mengetahui jenis serta tingkat kelebihan belajar peserta didik. Kelebihan
kemampuan belajar itu antara lain meliputi:
a. Belajar lebih cepat
Peserta didik yang memiliki kecepatan belajar tinggi ditandai dengan
cepatnya penguasaan kompetensi (KI/KD) mata pelajaran tertentu.
b. Menyimpan informasi lebih mudah
17
Peserta didik yang memiliki kemampuan menyimpan informasi lebih
mudah, akan memiliki banyak informasi yang tersimpan dalam
memori/ ingatannya dan mudah diakses untuk digunakan.
c. Keingintahuan yang tinggi
Banyak bertanya dan menyelidiki merupakan tanda bahwa seorang
peserta didik memiliki hasrat ingin tahu yang tinggi.
d. Berpikir mandiri
Peserta didik dengan kemampuan berpikir mandiri umumnya lebih
menyukai tugas mandiri serta mempunyai kapasitas sebagai
pemimpin.
e. Superior dalam berpikir abstrak
Peserta didik yang superior dalam berpikir abstrak umumnya
menyukai kegiatan pemecahan masalah.
f. Memiliki banyak minat
Mudah termotivasi untuk meminati masalah baru dan berpartisipasi
dalam banyak kegiatan.
3. Teknik
Teknik yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi kemampuan
berlebih peserta didik dapat dilakukan antara lain melalui: tes IQ, tes
inventori, wawancara, pengamatan, dsb.
a. Tes IQ (Intelligence Quotient), yaitu tes yang digunakan untuk
mengetahui tingkat kecerdasan seseorang. Dari tes ini dapat diketahui
tingkat kemampuan spasial, interpersonal, musikal, intrapersonal,
verbal, logik/matematik, kinestetik, naturalistik, dsb.
b. Tes Inventori, yaitu tes yang digunakan untuk menemukan dan
mengumpulkan data mengenai bakat, minat, hobi, kebiasaan belajar,
dsb.
c. Wawancara dilakukan melalui interaksi lisan dengan peserta didik
untuk menggali lebih dalam mengenai program pengayaan yang
diminati.
18
d. Pengamatan (observasi), dilakukan dengan jalan melihat secara
cermat perilaku belajar peserta didik. Dari pengamatan tersebut
diharapkan dapat diketahui jenis maupun tingkat pengayaan yang
perlu diprogramkan untuk peserta didik.
4. Implementasi
Pembelajaran remedial dan pengayaan dilaksanakan untuk kompetensi
pengetahuan dan keterampilan, sedangkan kompetensi sikap tidak ada
remedial atau pengayaan.
a. Bentuk Pelaksanaan Remedial
Setelah diketahui kesulitan belajar yang dihadapi peserta didik,
langkah berikutnya adalah memberikan perlakuan berupa
pembelajaran remedial. Bentuk-bentuk pelaksanaan pembelajaran
remedial antara lain:
1) Pemberian pembelajaran ulang dengan metode dan media yang
berbeda. Pembelajaran ulang dapat disampaikan dengan cara
penyederhanaan materi, variasi cara penyajian, penyederhanaan
tes/pertanyaan. Pembelajaran ulang dilakukan bilamana sebagian
besar atau semua peserta didik belum mencapai ketuntasan
belajar atau mengalami kesulitan belajar.
Pendidik perlu memberikan penjelasan kembali dengan
menggunakan metode dan/atau media yang lebih tepat.
2) Pemberian bimbingan secara khusus, misalnya bimbingan
perorangan. Dalam hal pembelajaran klasikal peserta didik
mengalami kesulitan, perlu dipilih alternatif tindak lanjut berupa
pemberian bimbingan secara individual. Pemberian bimbingan
perorangan merupakan implikasi peran pendidik sebagai tutor.
Sistem tutorial dilaksanakan bilamana terdapat satu atau beberapa
peserta didik yang belum berhasil mencapai ketuntasan.
3) Pemberian tugas-tugas latihan secara khusus. Dalam rangka
menerapkan prinsip pengulangan, tugas-tugas latihan perlu
19
diperbanyak agar peserta didik tidak mengalami kesulitan dalam
mengerjakan tes akhir. Peserta didik perlu diberi pelatihan
intensif (drill) untuk membantu menguasai kompetensi yang
ditetapkan.
4) Pemanfaatan tutor sebaya. Tutor sebaya adalah teman sekelas
yang memiliki kecepatan belajar lebih. Mereka perlu
dimanfaatkan untuk memberikan tutorial kepada rekannya yang
mengalami kesulitan belajar. Dengan teman sebaya diharapkan
peserta didik yang mengalami kesulitan belajar akan lebih
terbuka dan akrab.
b. Bentuk Pelaksanaan Pengayaan
Bentuk-bentuk pelaksanaan pembelajaran pengayaan dapat dilakukan
antara lain melalui:
1) Belajar kelompok, yaitu sekelompok peserta didik yang memiliki
minat tertentu diberikan pembelajaran bersama pada jam-jam
pelajaran sekolah biasa, sambil menunggu teman-temannya yang
mengikuti pembelajaran remedial karena belum mencapai
ketuntasan.
2) Belajar mandiri, yaitu secara mandiri peserta didik belajar
mengenai sesuatu yang diminati.
3) Pembelajaran berbasis tema, yaitu memadukan kurikulum di
bawah tema besar sehingga peserta didik dapat mempelajari
hubungan antara berbagai disiplin ilmu.
4) Pemadatan kurikulum, yaitu pemberian pembelajaran hanya
untuk kompetensi/materi yang belum diketahui peserta didik.
Dengan demikian tersedia waktu bagi peserta didik untuk
memperoleh kompetensi/materi baru, atau bekerja dalam proyek
secara mandiri sesuai dengan kapasitas
c. Hasil Penilaian
1) Nilai remedial yang diperoleh diolah menjadi nilai akhir.
20
2) Nilai akhir setelah remedial untuk ranah pengetahuan dihitung
dengan mengganti nilai indikator yang belum tuntas dengan nilai
indikator hasil remedial, yang selanjutnya diolah berdasarkan
rerata nilai seluruh KD.
3) Nilai akhir setelah remedial untuk ranah keterampilan diambil
dari nilai optimal KD
4) Penilaian hasil belajar kegiatan pengayaan tidak sama dengan
kegiatan pembelajaran biasa, tetapi cukup dalam bentuk
portofolio, dan harus dihargai sebagai nilai tambah (lebih) dari
peserta didik yang normal.
d. Prosedur Kerja Pelaksanan Remedial dan Pengayaan
1) Kepala sekolah menugaskan wakasek kurikulum dan TPK
sekolah menyusun rencana kegiatan dan rambu-rambu
pelaksanaan pembelajaran remedial dan pembelajaran
pengayaan;
2) Kepala sekolah memberikan arahan teknis tentang program
remedial dan pengayaan yang sekurang-kurangnya mencakup:
a) Dasar pelaksanaan pembelajaran remedial dan pengayaan;
b) Tujuan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan pembelajaran
remedial dan pengayaan;
c) Manfaat pembelajaran remedial, dan pengayaan;
d) Hasil yang diharapkan dari pembelajaran remedial dan
pengayaan;
e) Unsur-unsur yang terlibat dan uraian tugas dalam
pelaksanaan pembelajaran remedial dan pengayaan.
3) Wakil kepala sekolah bidang kurikulum bersama TPK sekolah
menyusun rencana kegiatan dan rambu-rambu pelaksanaan
pembelajaran remedial dan pengayaan sekurang-kurangnya berisi
uraian kegiatan, sasaran/hasil, pelaksana, dan jadwal
pelaksanaan;
21
4) Kepala sekolah bersama wakasek kurikulum/TPK sekolah dan
guru/MGMP membahas rencana kegiatan dan rambu-rambu
pelaksanaan pembelajaran remedial dan pengayaan;
5) Kepala sekolah mensahkan dan menandatangani rencana
kegiatan dan rambu-rambu pelaksanaan pembelajaran remedial
dan pengayaan;
6) Guru/MGMP menentukan jenis program remedial atau
pengayaan berdasarkan pencapaian kompetensi peserta didik
dengan menggunakan analisis ketuntasan belajar, dengan acuan:
7) Program remedial jika pencapaian kompetensi peserta didik
kurang dari nilai ketuntasan belajar
8) Program pengayaan jika pencapaian kompetensi peserta didik
lebih atau sama dengan nilai ketuntasan belajar
9) Guru/MGMP melaksanakan program pembelajaran pengayaan
dan pembelajaran remedial berdasarkan klasifikasi hasil
pencapaian kompetensi peserta didik;
10) Guru/MGMP memberi penghargaan (reward) bagi peserta didik
yang mengikuti program pengayaan dengan memasukkan
hasilnya ke dalam portofolio
11) Guru/MGMP melaksanakan penilaian ulang bagi peserta didik
yang remedial dan hasilnya sebagai nilai pencapaian kompetensi
peserta didik.
C. Prosedur Remedial
1. Prosedur dalam Pelaksanaan Remedial Teaching
Remedial teaching yang merupakan salah satu bentuk bimbingan belajar
dapat dilaksanakan melalui prosedur sebagai berikut :
a. Meneliti kasus dengan permasalahannya sebagai titik tolak kegiatan-
kegiatan berikutnya.
Tujuan penelitian kembali kasus ini adalah untuk memperoleh
gambaran yang jelas mengenai kasus tersebut, serta cara dan
22
kemungkinan pemecahannya. Berdasarkan penelitian kasus, akan
dapat ditentukan peserta didik yang perlu mendapatkan remedial.
Kemudian ditentukan besarnya kelemahan yang dialami peserta didik
Selanjutnya meneliti dalam domain apa mengalami kesulitan apakah
kognitifnya ataukah aplikasinya.
b. Menentukan tindakan yang harus dilakukan.
Dalam langkah ini, dilakukan usaha-usaha untuk menentukan
karakteristik kasus yang ditangani tersebut. Apakah kasus tersebut
termasuk klasifikasi berat, cukup, atau ringan.
Setelah karakteristik ditentukan, maka tindakan pemecahannya harus
dipikirkan, yaitu sebagai berikut:
1) Kalau kasusnya ringan, tindakan yang ditentukan adalah
memberikan remedial teaching kepada peserta didik tersebut.
2) Kalau kasusnya tergolong cukup dan berat, maka sebelum
diberikan remedial teaching, harus diberikan layanan konseling
terlebih dahulu untuk mengatasi hambatan-hambatan emosional
yang mempengaruhi cara belajarnya.
Berdasarkan karakteristik kasus tersebut, maka pada tahap kedua ini
adalah membuat keputusan tentang cara mana yang harus dipilih.
Untuk itu, beberapa pertimbangan yang dapat dipakai dalam
mengambil keputusan, yaitu:
1) Faktor efektivitas, yaitu ketepatan tercapainya tujuan remedial
teaching.
2) Faktor efisiensi, yaitu sedikitnya tenaga, biaya, dan waktu yang
dipergunakan, namun hasilnya dapat seoptimal mungkin.
3) Faktor kesusilaan dengan jenis masalah, sifat individu, fasilitas,
dan kesempatan yang tersedia.
Berdasarkan atas pertimbangan-pertimbangan tersebut, dan dengan
memperhatikan masalah etika dan moral, maka langkah ke-2
dilakukan.
23
c. Pemberian layanan khusus yaitu bimbingan dan konseling.
Tujuan dari layanan khusus bimbingan konseling ini adalah
mengusahakan agar peserta didik yang terbatas dari hambatan mental
emosional (ketegangan batin), dapat menghadapi kegiatan belajar
secara wajar. Bentuk konseling di sini bisa berupa psikoterapi yang
dilakukan oleh psikolog / psikiater. Tetapi ada kalanya kasus ini dapat
dilakukan oleh guru sendiri bila masalah yang dihadapi adalah sebagai
berikut :
1) Kasus yang mempunyai latar belakang kurang motivasi dan minat
belajar.
Dalam hal ini cara yang ditempuh adalah:
a) Memberikan dorongan agar lebih berhasil dalam belajar pada
waktu berikut-berikutnya.
b) Menciptakan suasana kompetitif yang sehat.
c) Menghindarkan anak dari pertanyaan-pertanyaan yang
negative yang dapat melemahkan semangat belajar.
2) Kasus yang mempunyai latar belakang sikap negatif terhadap
guru.
Langkah yang dapat dilakukan adalah:
a) Menciptakan hubungan yang hangat antara guru dengan
murid dan murid dengan murid.
b) Menciptakan iklim sosial yang sehat dalam kelas.
c) Memberikan pengalaman yang menyenangkan.
d) Kasus yang mempunyai latar belakang kebiasaan belajar
yang salah.
Cara yang dapat dilakukan adalah:
a) Menunjukkan akibat dari kebiasaan belajar yang salah.
b) Memberikan kesempatan berlatih dengan pola-pola belajar
yang baru.
24
3) Kasus yang mempunyai latar belakang ketidakcocokan antara
keadaan pribadi dengan lingkungannya dan programnya.
Untuk ini dapat diberikan saran:
a) Memberikan bimbingan informasi dalam memilih program
dan cara belajar.
b) Pengenalan dengan memberikan wawasan tentang program
yang ditempuh.
2. Alur Prosedur Kerja Pembelajaran Remedial dan Pengayaan
Terlampir
3. Instruksi Kerja Penentuan Jenis Program Remedial dan Pengayaan
Terlampir
4. Contoh Analisis Pencapaian Ketuntasan Belajar
Terlampir
25
BAB III IMPLEMENTASI APLIKASI REMEDIAL DAN PENGAYAAN
Pada kesempatan ini penulis memcoba menuraikan yang berkaitan dengan aplikasi
berbasis microsotf excel. Nama aplikasi ini sesuai dengan penggunaan dan
fungsinya yaitu PRO-Rteach V.345.
Aplikasi PRO-Rteach V.345 merupakan aplikasi untuk program remedial dan
pengayaan. PRO singkatan dari program Rteach singkatan dari Remedial Teaching,
sedangkan V.345 merupakan program yang dikerjakan selama 3-4 hari pada bulan
Mei tahun 2018.
Aplikasi PRO-Rteach V.345 merupakan program remedial teaching yang bisa
digunakan untuk jenjang SD, SMP, maupun SMA. Aplikasi PRO-Rteach V.345 ini
sangat bermanfaat bagi pendidik dalam memetakan peserta didiknya untuk
mengikuti kelas remedial atau pengayaan.
Aplikasi PRO-Rteach V.345 ini sangat mudah digunakan bagi pendidik, sehingga
bagi pendidik aplikasi ini sangat cocok untuk digunakan dalam analisis penilaian
harian.
A. Tujuan Penerapan Aplikasi Remedial dan Pengayaan
Penerapan aplikasi remedial teaching yang diberi nama PRO-Rteach V.345 ini
memiliki tujuan:
1. Untuk mengetahui jumlah peserta didik yang tuntas dan belum tuntas.
2. Untuk mengetahui jumlah peserta didik yang harus mengikuti kelompok
remedial atau kelompok pengayaan.
3. Untuk mengetahui nama-nama peserta didik yang harus mengikuti
kelompok remedial.
4. Untuk mengetahui bentuk pelaksanaan remedial bagi mereka yang belum
tuntas, apakah dengan pembelajaran ulang, penugasan kelompok, tugas
latihan khusus, maupun melalui tutor sebaya. (ini akan muncul secara
otomatis dalam aplikasi ini yang telah di set dengan sedemikian rupa).
26
5. Untuk mengetahui bentuk pelaksanaan pengayaan bagi mereka yang sudah
tuntas, apakah dengan belajar kelompok, belajar mandiri, pembelajaran
berbasis tema, maupun melalui pemadatan kurikulum.
6. Untuk mengetahui grafik sebaran nilai yang diperoleh dalam penilaian
harian.
7. Untuk mengetahui sebaran butir soal yang belum dikuasai peserta didik,
sehingga pendidik dengan mudah memetakan materi mana yang harus
diutamakan diberikan dalam pembelajaran kelompok remedial maupun
dalam pengayaan.
B. Prosedur Penggunaan Aplikasi Program Remedial dan Pengayaan
1. Buka aplikasi PRO-Rteach V.345, lalu akan muncul tampilan seperti
nampak di bawah ini.
2. Klik icon Biodata Peserta Didik untuk melakukan input data siswa, dan
muncul tampilan seperti berikut ini,
27
3. Apabila data yang kita perlukan sudah di input, klik menu HOME jika kita
ingin kembali ke tampilan awal (HOME), atau bisa klik icon Biodata
Pendidik (yang ada disamping menu home).
4. Jika kita klik menu home maka akan tampil seperti nampak pada poit 1,
dan langkah selanjutnya adalah klik icon bidata pendidik, dan akan muncul
tampilan gambar seperti di bawah ini:
5. Lakukan penginputan biodata pendidik, seperti: nama sekolah,
kabupaten/kota, nama kepala sekolah, nip kepala sekolah, nama guru, nip
guru, nama mata pelajaran, kelas, kkm, tahun pelajaran, dan wali kelas.
6. Langkah selanjutnya untuk penginputan hasil penilaian harian, mulai
penilaian harian 1, 2, 3, 5, 5, 6 (tergantung kebutuhan)
7. Klik PH.1 atau PH yang lainnya untuk penginputan. Setelah klik menu
Penilaian Harian (PH), maka muncul tampilan sebagai berikut.
28
8. Usahakan jika tampilan tidak seperti pada poin 7, maka klik menu input
nilai, maka akan secara otomatis akan nampak seperti pada gambar pada
poin 7.
9. Jika tampilan seperti nampak pada poin 7, ikuti langkah pengisian sebagai
berikut:
a. Terlebih dahulu lakukan pengisian Skor tiap butir soal (tergantung
besar skor yang di perlukan)
b. Seperti nampak pada gambar poin 9, skor tiap butir skor di beri skor
1
c. Selanjutnya, tinggal memasukan skor yang diperoleh peserta didik,
misalkan skor 1 jika jawaban anak benar, dan skor 0 jika jawaban
peserta didik salah.
d. Terus lakukan penginputan hasil setiap peserta didik yang
memilikinya.
e. Jumlah skor, nilai, dan ketuntasan akan muncul dengan sendirinya.
10. Pada tahap selanjutnya, lakukan pengecekan untuk mengetahui hasil
analisis penilaian harian, klik menu analisis, dan akan muncul tampilan
seperti nampak di bawah ini. Dan bisa geser scrol untuk melihat hasil
analisis ketuntasan belajar dan analisis ketuntasan butir soal.
11. Untuk melihat grafik sebaran hasil penilaian tinggal scrol ke bawah dan
akan muncul tampilan sebagai beriku.
29
12. Selanjutnya untuk mengetahui peserta yang perlu dilakukan remedial,
tinggal scrol, dan akan muncul tampilan sebagai berikut. Pada tampilan ini
akan menampilkan peserta didik yang memiliki nilai di bawah kriteria
ketuntasan minimal (KKM), artinya belum tuntas.
13. Selanjutnya untuk mengetahui keterangan bentuk pelaksaan remedial dan
pengayaan tinggal scrol, akan
14. Selanjutnya setiap akan masuk ke setiap menu klik dulu menu input nilai,
lalu klik menu yang kita inginkan.
15. Selanjutnya kita akan mengetahui pemetaan bentuk remedial dan
pengayaan secara individu atau setiap peserta didik, lakukan seperti
langkah poin 14, lalu klik menu pemetaan, yang nampak seperti gambar di
30
bawah ini. Untuk melihat pemetaan seluruh siswa lakukan scrol ke atas
dan ke bawah.
16. Tahap selanjutnya untuk mengetahui hasil remedial dan penginputan hasil
remedian, klik dulu menu input, lalu klik menu hasil remedial, dan akan
muncul tampilan gambar seperti nampak di bawah ini. Tahap berikutnya
lakukan pengisian hasil remedial. (remedial maksimal dilakukan sampai
tiga kali).
17. Nilai akhir yang muncul adalah nilai yang tertinggi dari nilai remedial
yang diperoleh peserta didik.
18. Tampilan hasil remedial akan nampak sebagai berikut.
31
19. Tahap selanjutnya untuk mengetahui nilai pengetahuan secara
keseluruhan, maka klik input nilai, kemudian klik menu nilai raport, lalu
akan muncul tampilan sebagai berikut.
20. Pada tahap ini merupakan tahap akhir untuk mengetahui hasil akhir dari
nilai raport peserta didik untuk aspek pengetahuan. Lakukan hal berikut
ini.
a. Isilah nilai penugasan sesuai dengan kebutuhan.
b. Isilah nilai penilaian tengah semester (PTS)
c. Isilah nilai penilaian akhir semester (PAS) atau penilaian akhir tahun
(PAT)
Nilai akhir (nilai Raport) akan muncul secara otomatis
Catatan:
Untuk melakukan penyimpanan hasil yang telah kita lakukan, maka
dengan klik tombol ctrl + s pada keyboard
Untuk melakukan pencetakan hasil yang kita inginkan bisa dengan klik
tombol ctrl + p pada keyboard
C. Fungsi Program Aplikasi PRO-Rteach V.345
Fungsi utama dari aplikasi PRO-Rteach V.345 ini adalah sebagai berikut:
1. Pemetaan peserta didik apakah masuk kelompok remedial atau pengayaan.
2. Pemetaan bentuk pelaksanaan remedial yang harus dilakukan oleh
pendidik kepada peserta didik.
32
3. Pemetaan bentuk pelaksanaan pengayaan yang harus dilakukan oleh
pendidik kepada peserta didik.
4. Memudahkan pengelompokan kelas remedial maupun pengayaan.
5. Menganalisis butir soal yang belum dikuasai oleh peserta didik
D. Manfaat Program Aplikasi PRO-Rteach V.345
Dengan pembuatan program Aplikasi PRO-Rteach V.345 ini dapat
diambil kegunaan baik itu dari ketika proses pemetaan kelompok remedial dan
pengayaan maupun setelah remedial dan pengayaan dilakukan. Adapun dalam
proses dan hasil kegunaan yang dapat diambil adalah sebagai berikut:
1. Proses
a. Bagi peserta didik, dengan menggunakan aplikasi PRO-Rteach V.345
ini akan secara adil dia masuk ke kelompok kelas remedial atau
pengayaan.
b. Bagi pendidik, dengan menggunakan aplikasi PRO-Rteach V.345 ini
dapat menjadikan bahan untuk pemetaan yang lebih akurat dalam
pengelompokan kelompok kelas remedial atau pengayaan.
2. Hasil
a. Dilihat dari manfaat dalam segi teoritis, dengan penelitian ini dapat
memberikan informasi mengenai pemetaan kelompok remedial dan
pengayaan.
b. Dilihat dari segi praktis, dengan aplikasi ini dapat:
1) Bagi peserta didik dapat mengetahui secara pasti butir soal atau
materi yang sudah dan belum dikuasai.
33
2) Bagi pendidik dapat memberikan kemudahan dalam
pengelompokan soal yang sudah dan yang belum dikuasai
sehingga lebih tepat dalam pemberian menu materi yang akan
diberikan kepada peserta didik.
3) Bagi sekolah dapat dijadikan kontribusi yang positif untuk
mengembangkan program remedial dan pengayaan.
34
BAB IV PENUTUP
Peserta didik memiliki kemampuan dan karakteristik yang berbeda-beda,Dengan
demikian permasalahan yang dihadapi peserta didik pun berbeda-beda pula. Dalam
melaksanakan pembelajaran, pendidik perlu tanggap terhadap kesulitan yang
dihadapi maupun kelebihan yang dimiliki peserta didik. Penilaian yang dilakukan
dengan tujuan mengetahui pencapaian kompetensi sikap, pengetahuan, dan
keterampilan yang sudah dan/atau belum dikuasai peserta didik untuk ditingkatkan
dalam pembelajaran remedial dan pengayaan.
Diharapkan aplikasi program remedial dan pengayaan ini dapat memudahkan guru
dalam merencanakan dan melaksanakan serta pemetaan pembelajaran remedial dan
pengayaan sesuai dengan tuntutan Kurikulum.
A. Kesimpulan
Kegiatan remedial adalah kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan untuk
membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam menguasai materi pelajaran.
Tujuan guru melaksanakan kegiatan remedial adalah membantu peserta didik
yang mengalami kesulitan dalam memahami materi pelajaran agar mencapai
hasil belajar yang lebih baik. Secara umum, tujuan kegiatan remedial adalah
sama dengan pembelajaran biasa, yaitu membantu peserta didik mencapai
kompetensi atau tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan berdasarkan
kurikulum yang berlaku. Secara khusus, kegiatan remedial bertujuan untuk
membantu peserta didik yang belum menguasai materi pelajaran melalui
kegiatan pembelajaran tambahan.
Kegiatan pengayaan adalah kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan untuk
memberikan wawasan materi yang lebih bagi peserta didik yang sudah
menguasai materi pelajaran.
Bentuk pembelajaran remedial bisa dilakukan melalui pembelajaran ulang,
penugasan kelompok, tugas latihan khusus, maupun tutor sebaya. Seadangkan
35
pembelajaran pengayaan bisa dilakukan melalui belajar kelompok, belajar
mandiri, pembelajaran berbasis tema, maupun pemadatan kurikulum.
Penerapan aplikasi remedial teaching yang diberi nama PRO-Rteach V.345 ini
memiliki tujuan: mengetahui jumlah peserta didik yang tuntas dan belum
tuntas, mengetahui jumlah peserta didik yang harus mengikuti kelompok
remedial atau kelompok pengayaan, mengetahui nama-nama peserta didik
yang harus mengikuti kelompok remedial, mengetahui bentuk pelaksanaan
remedial bagi mereka yang belum tuntas, apakah dengan pembelajaran ulang,
penugasan kelompok, tugas latihan khusus, maupun melalui tutor sebaya,
mengetahui bentuk pelaksanaan pengayaan bagi mereka yang sudah tuntas,
apakah dengan belajar kelompok, belajar mandiri, pembelajaran berbasis tema,
maupun melalui pemadatan kurikulum, untuk mengetahui sebaran butir soal
yang belum dikuasai peserta didik, sehingga pendidik dengan mudah
memetakan materi mana yang harus diutamakan diberikan dalam pembelajaran
kelompok remedial maupun dalam pengayaan.
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan dari kajian teoritis dan penggunaan aplikasi PRO-
Rteach V.345 ini, selanjutnya dikemukakan saran-saran dapat menjadikan
PRO-Rteach V.345 sebagai salah satu alternatif dalam pemetaan kelompok
pembelajaran remedial dan pengayaan. Dalam hal ini peran guru diharapkan
lebih berinovasi lagi dalam mengembangkan program remedial dan pengayaan.
Menindak lanjuti hasil remedial teaching, pemetaan kelompok remedial dan
pengayaan, mengetahui butir soal yang belum dikuasai peserta didik, maka
pendidik disarankan mampu membuat pembelajaran remedia dan pengayaan
yang sesuai dengan kebutuhan.
36
DAFTAR PUSTAKA
Anna (2014). Pelaksanaan Program Remedial Dan Pengayaan Dalam
Meningkatkan Prestasi Belajar Pai Siswa Kelas Viii Smp N 5 Yogyakarta
Tahun Pelajaran 2013/2014. Yogyakarta: Skripsi, Universitas Islam Negeri
Sunan Kalijaga.
Buna’i (2007). Program Remedial (Solusi Alternatif bagi Siswa yang Kesulitan
Belajar dalam UNAS. Jurnal Tadris Volume 2 Nomor 2.
Izzati, Nurma (2015). Pengaruh Penerapan Program Remedial Dan Pengayaan
Melalui Pembelajaran Tutor Sebaya Terhadap Hasil Belajar Matematika
Siswa. Cirebon: Jurnal IAIN Syekh Nurjati Cirebon.
Kemendikbud. (2015). Panduan Remedial dan Pengayaan Sekolah Menengah
Atas. Jakarta: Kemendikbud, Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah,
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas.
Kemendikbud. (2017). Panduan Penilaian Oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan
Sekolah Menengah Pertama. Jakarta: Kemendikbud, Direktorat Jenderal
Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah
Pertama.
37

Program Remedial dan Pengayaan.docx

  • 1.
    PENERAPAN APLIKASI PROGRAMREMEDIAL TEACHING (PRO-Rteach V.345) DALAM MENCAPAI KETUNTASAN HASIL BELAJAR PADA KURIKULUM 2013 Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Inovasi Pembelajaran IPA Dosen Dr. H. Riandi, M.Si Oleh. Ema Sukaesih PROGRAM STUDI PENDIDIKAN IPA SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA BANDUNG, 2018
  • 2.
    i KATA PENGANTAR Alhamdulillah segalapuji dan syukur penyusun makalah panjatkan ke hadirat Allah ‘Azza Wa Jalla, karena atas segala rahmat dan hidayah-Nya, makalah mata kuliah Inovasi Pembelajaran IPA ini dapat terselesaikan. Salawat dan salam senantiasa kita curahkan kepada tauladan terbaik umat manusia Rasulullah Muhammad Sholallahu ‘Alaihi Wassalam beserta keluarga, para sahabat, dan para pengikutnya. Makalah Inovasi Pembelajaran IPA ini menyajikan materi terkait Inovasi media pembelajaran yang berjudul “Penerapan Aplikasi Program Remedial Teaching (PRO-Rteach V.345) dalam Mencapai Ketuntasan Hasil Belajar Pada Kurikulum 2013”. Sistematika penulisan yang dilakukan mengacu kepada pedoman penulisan karya ilmiah. Beberapa sub-judul di cantumkan untuk mempermudah pembaca dalam mengkaji isi makalah ini. Beberapa referensi yang menjadi acuan pun dicantumkan pada pustaka acuan. Kelompok kami haturkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberi kontribusi terselesaikannya makalah ini, terutama kepada Bapak Dr. H. Riandi, M.Si selaku dosen pengampuh mata kuliah Inovasi Pembelajaran IPA atas kesempatan dan pengalaman yang diberikan kepada kelompok kami. Kelompok kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih memiliki banyak kekurangan, baik dari segi materi maupun kajiannya. Kelompok kami mengharapkan adanya saran dan kritik yang membangun sehingga dapat memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ditemukan dalam makalah ini. Kelompok kami berharap semoga makalah terkait Inovasi media pembelajaran ini dapat bermanfaat bagi para pembaca baik sebagai referensi maupun sebagai bahan bacaan untuk memperluas wawasan. Bandung, Mei 2018 Penyusun Makalah
  • 3.
    ii DAFTAR ISI KATA PENGANTAR...............................................................................................i DAFTARISI............................................................................................................ii BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................... 1 A. Latar Belakang........................................................................................ 1 B. Batasan Masalah..................................................................................... 3 C. Rumusan Masalah................................................................................... 3 D. Tujuan Penulisan .................................................................................... 4 BAB II LANDASAN TOERITIS ........................................................................... 5 A. Konsep Remedial dan Pengayaan........................................................... 5 1. Pengertian........................................................................................ 5 2. Tujuan dan Fungsi Pembelajaran Remedial.................................... 6 3. Konsep............................................................................................. 8 4. Prinsip............................................................................................ 10 5. Lingkup.......................................................................................... 11 6. Metode........................................................................................... 11 B. Strategi dan Implementasi Pelaksanaan Remedial dan Pengayaan ...... 15 1. Strategi Remedial .......................................................................... 15 2. Strategi Pengayaan ........................................................................ 16 3. Teknik............................................................................................ 17 4. Implementasi ................................................................................. 18 C. Prosedur Remedial................................................................................ 21 1. Prosedur dalam Pelaksanaan Remedial Teaching ......................... 21 2. Alur Prosedur Kerja Pembelajaran Remedial dan Pengayaan ...... 24 3. Instruksi Kerja Penentuan Jenis Program Remedial dan Pengayaan ....................................................................................................... 24 4. Contoh Analisis Pencapaian Ketuntasan Belajar .......................... 24 BAB III IMPLEMENTASI APLIKASI REMEDIAL DAN PENGAYAAN ...... 25 A. Tujuan Penerapan Aplikasi Remedial dan Pengayaan ......................... 25 B. Prosedur Penggunaan Aplikasi Program Remedial dan Pengayaan..... 26 C. Fungsi Program Aplikasi PRO-Rteach V.345 ...................................... 31
  • 4.
    iii D. Manfaat ProgramAplikasi PRO-Rteach V.345.................................... 32 BAB IV PENUTUP .............................................................................................. 34 A. Kesimpulan........................................................................................... 34 B. Saran ..................................................................................................... 35
  • 5.
    1 BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang Salah satu upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah adalah melalui proses pembelajaran. Proses pembelajaran diselenggarakan secara interaktif, menyenangkan,menantang, inspiratif, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, kemampuan, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Guru sebagai profesi yang berperan penting dalam peningkatan mutu, diharapkan mampu mengembangkan dan memilih strategi yang tepat demi tercapainya kompetensi peserta didik. Pembelajaran tuntas adalah salah satu usaha dalam pendidikan yang bertujuan untuk memotivasi peserta didik mencapai penguasaan (mastery level) terhadap kompetensi tertentu. Pembelajaran tuntas adalah pola pembelajaran yang menggunakan prinsip ketuntasan secara individual. Selanjutnya dilakukan penilaian terhadap hasil pembelajaran untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi peserta didik, serta digunakan sebagai bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar dan memperbaiki proses pembelajaran. Pengukuran pencapaian kompetensi memerlukan pengembangan penilaian yang mencakup seluruh kompetensi dasar dengan menggunakan indikator yang telah ditetapkan oleh pendidik. Penilaian terhadap hasil pembelajaran menggunakan sistem penilaian berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih, kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dikuasai dan belum dikuasai serta mengetahui kesulitan belajar peserta didik. Dengan mengetahui ketercapaian kompetensi peserta didik melalui analisis hasil belajar maka pendidik dan peserta didik memiliki arah yang jelas
  • 6.
    2 mengenai apa yangharus diperbaiki dan dikembangkan melalui kegiatan remedial atau pengayaan. Pada jaman globalisasi seperti sekarang ini bahwa dalam dunia pendidikan membutuhkan seorang pendidik yang berkualitas yang tidak hanya memiliki kemampuan dalam mengajar namun mereka juga mampu memberikan motivasi jika anak didik mengalami rendahnya gairah untuk belajar terlebih lagi memiliki nilai yang rendah. Sebagai pendidik yang bijak seyogyanya kita harus mengenal karakteristik anak didik kita. Karakteristik anak didik sangatlah beraneka ragam dan memiliki potensi yang berbeda-beda maka seharusnya sebagai pendidik, kita mampu mengarahkan dan memberikan motivasi kepada anak didik kita agar dapat menemukan motivasi dalam belajar sehingga secara tidak langsung dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan mereka. Jangan sampai kita sebagai pendidik, kita bersikap tidak peduli terhadap kemampuan dan potensi mereka. Inovasi seorang pendidik sangat perlu untuk meningkatkan kemampuan dalam pembelajaran. Pendidik harus mampu mengembangkan hal-hal yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Remedial Teaching adalah salah satu upaya perbaikan kepada peserta didik yang belum mencapai ketuntasan belajar. Pada umumnya pendidik melaksanakan remedial berupa tes ulang tanpa melakukan perbaikan proses pembelajaran berdasarkan analisis hasil belajar peserta didik. Pada kesempatan ini penulis mencoba membuat salah satu upaya yang mendukung dan memudahkan bagi pendidik dalam pelaksanaan pembelajaran remedial. Salah satu upaya yaitu dengan menggunakan aplikasi program remedial teaching. Aplikasi program Remedial Teaching ini lebih membantu guru untuk menerapkan pembelajaran remedial yang dianggap tepat bagi peserta didik. Dengan aplikasi ini diharapkan guru mudah memetakan cara remedial teaching yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik yang pada akhirnya dapat membantu dalam mencapai ketuntasan hasil belajar peserta didik.
  • 7.
    3 Berdasarkan pandangan danalasan-alasan yang diuraikan di atas, maka penulis mencoba membuat salah satu upaya bagi pendidik untuk memudahkan dalam pemetaan pembelajaran remedial dan pengayaan dengan membuat salah satu aplikasi program remedial dan pengayaan. Penulis mencoba membuat “Penerapan Aplikasi Program Remedial Teaching dalam Mencapai Ketuntasan Hasil Belajar Pada Kurikulum 2013”. B. Batasan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah, maka penulis membatasi kajian makalah ini sebagai berikut. 1. Tujuan dan fungsi remedial teaching. 2. Strategi dan implementasi pelaksanaan remedial dan pengayaan dalam pembelajaran. 3. Fungsi penggunaan aplikasi program remedial teaching dalam mencapai ketuntasan hasil belajar peserta didik. 4. Prosedur penggunaan aplikasi program remedial teaching dalam pembelajaran. 5. Dampak penerapan aplikasi program remedial teaching dalam mencapai ketuntasan belajar pada kurikulum 2013. C. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas, maka dapat dirumuskan beberapa masalah adalah sebagai berikut. 1. Apa tujuan dan fungsi remedial teaching? 2. Bagaimana strategi dan implementasi pelaksanaan remedial dan pengayaan dalam pembelajaran? 3. Apakah Fungsi penggunaan aplikasi program remedial teaching dalam mencapai ketuntasan hasil belajar peserta didik? 4. Bagaimana prosedur penggunaan aplikasi program remedial teaching dalam pembelajaran? 5. Apakah dampak penerapan aplikasi program remedial teaching dalam mencapai ketuntasan belajar pada kurikulum 2013?
  • 8.
    4 D. Tujuan Penulisan Padabagian ini dijelaskan tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. untuk mengetahui tujuan dan fungsi remedial teaching; 2. untuk mengetahui strategi dan implementasi pelaksanaan remedial dan pengayaan dalam pembelajaran? 3. untuk mengetahui Fungsi penggunaan aplikasi program remedial teaching dalam mencapai ketuntasan hasil belajar peserta didik? 4. untuk mengetahui prosedur penggunaan aplikasi program remedial teaching dalam pembelajaran? 5. untuk mengetahui dampak penerapan aplikasi program remedial teaching dalam mencapai ketuntasan belajar pada kurikulum 2013?
  • 9.
    5 BAB II LANDASANTOERITIS A. Konsep Remedial dan Pengayaan 1. Pengertian Dalam Webster’s New Twentieth Century Dictionary, kita menemukan keterangan sebagai berikut: Remedi berasal dari bahasa latin, yang berarti menyembuhkan kembali;dari re- ‘kembali’ dari mederi ‘menyembuhkan’. a. Setiap obat atau pengobatan/perawatan yang menyembuhkan, menghilangkan atau membebaskan penyakit atau gangguan jasmaniah, mengurangi kesakitan atau perasaan sakit, atau upaya memulihkan kesehatan. b. Sesuatu yang memperbaiki, menetralkan, atau memberhentikan suatu kejahatan atau kesalahan; pertolongan, pembebasan; menebus, memperbaiki. Sementara itu, remediasi dalam pendidikan berarti tindakan atau proses penyembuhan/peremedian atau penanggulangan ketidakmampuan atau masalah-masalah pembelajaran” (1983:1528). Dalam Random House Webster’s College Dictionary (1991), remedial diartikan sebagai intended to improve poor skill in specified field. Remedial adalah kegiatan yang dilaksanakan untuk memperbaiki keterampilan yang kurang baik dalam suatu bidang tertentu. Kalau kita kaitkan dengan kegiatan pembelajaran, kegiatan remedial dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang dilaksanakan untuk memperbaiki kegiatan pembelajaran yang kurang berhasil. Kekurang berhasilan pembelajaran ini biasanya ditunjukan oleh ketidak berhasilan peserta didik dalam menguasai materi yang dibahas dalam kegiatan pembelajaran. Berdasarkan pengertian tersebut diketahui bahwa suatu kegiatan pembelajaran dianggap sebagai kegiatan remedial apabila kegiatan pembelajaran tersebut ditujukan untuk membantu peserta didik yang
  • 10.
    6 mengalami kesulitan dalammemahami materi pelajaran atau dalam menguasai kompetensi yang telah diterapkan. Kegiatan remedial adalah kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan untuk membantu peserta didik yang mengalami kesulitan dalam menguasai materi pelajaran. 2. Tujuan dan Fungsi Pembelajaran Remedial Tujuan guru melaksanakan kegiatan remedial adalah membantu peserta didik yang mengalami kesulitan dalam memahami materi pelajaran agar mencapai hasil belajar yang lebih baik. Secara umum, tujuan kegiatan remedial adalah sama dengan pembelajaran biasa, yaitu membantu peserta didik mencapai kompetensi atau tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan berdasarkan kurikulum yang berlaku. Secara khusus, kegiatan remedial bertujuan untuk membantu peserta didik yang belum menguasai materi pelajaran melalui kegiatan pembelajaran tambahan. Sebagai salah satu upaya membantu peserta didik yang mengalami kesulitan belajar, kegiatan remedial memiliki beberapa fungsi yang penting bagi keseluruhan proses pembelajaran. Secara umum tujuan pengajaran remedial tidak berbeda dengan pengajaran pada umumnya, yaitu agar peserta didik dapat mencapai prestasi belajar optimal sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. Bahkan harus pula dapat memenuhi kriteria penguasaan materi belajar atau daya serap. Adanya pengajaran remedial diharapkan agar peserta didik dapat mencapai tujuan pembelajaran melalui proses penyembuhan atau perbaikan baik segi proses belajar mengajar. Secara terinci tujuan pengajaran ialah: a. Agar peserta didik memahami dan mengenali dirinya khususnya yang menyangkut prestasi belajar, misal: segi kemampuannya segi kelemahannya dan jenis serta sifat kesulitannya. b. Dapat mengubah dan memperbaiki strategi belajar peserta didik sesuai dengan kesulitan yang dialami. c. Dapat memilih materi dan fasilitas belajar secara tepat.
  • 11.
    7 d. Dapat mengatasihambatan atau gangguan belajar yang menjadi penyebab dan latar belakang. e. Mampu membangkitkan dan mengembangkan sikap-sikap serta kebiasaan baru yang merangsang tercapainya hasil belajar. f. Dapat menyelesaikan dan melakukan tugas belajar yang diberikan dengan benar dan baik. Dengan demikian pengajaran remedial memiliki fungsi yang amat penting dalam kesulitan proses pengajaran yaitu: a. Fungsi korektif artinya dapat membetulkan dan memperbaiki kegiatan pembelajaran, contoh : akibat sebagian peserta didik belum mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan perlu perbaikan dalam perumusan tujuan, penggunaan strategi atau metode mengajar, materi dan alat pelajaran yang dipilih, evaluasi dan juga kondisi peserta didik. Dengan kata lain dengan perbaikan terhadap aspek tersebut akan berpengaruh terhadap peningkatan prestasi belajar peserta didik. b. Fungsi pemahaman. Adanya pemahaman terhadap peserta didik, diharapkan semua personel yang terlihat pada proses pengajaran menyadari interaksi antar mereka dalam mencapai tujuan pengajaran yang ditetapkan. Jadi guru, peserta didik dan pihak yang terlibat harus memahami kegiatan proses pengajaran yang berlangsung. c. Fungsi penyesuaian, artinya dalam pengajaran remedial agar peserta didik mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan, dengan tuntutan proses belajar. Oleh sebab itu peserta didik harus diberikan kesempatan belajar sesuai dengan kesempatan belajar sesuai dengan kemampuan pribadi agar memiliki peluang memperoleh prestasi belajar yang lebih baik. Dengan tuntutan belajar yang sesuai dengan sifat, jenis dan latar belakang kesulitannya diharapkan mendorong atau memotivasi belajar yang lebih baik. d. Fungsi pengayaan, artinya pengajaran remedial akan memperkaya proses pengajaran. Dengan kata lain pembahasan materi yang
  • 12.
    8 mungkin tidak disampaikanpada pengajaran regular terpaksa harus diberikan untuk memperjelas pengajaran, metode dan teknik pengelolaan lebih khusus, lebih terperinci. Dengan demikian dapat diharapkan prestasi belajar lebih dalam, lebih luas lebih banyak dan lebih kaya. e. Funsi akselerasi (pencepatan), artinya dengan pengajaran remedial diharapkan dapat mempercepat proses belajar peserta didik baik dalam arti waktu serta materi. Contoh: peserta didik yang tergolong lambat belajar, maka dengan dibantu pengajaran remedial dapat dipercepat proses belajarnya. f. Fungsi teriperitik, artinya pengajaran remedial secara langsung atau tidak langsung dapat menyembuhkan dan memperbaiki kondisi pribadi peserta didik yang mungkin cenderung adanya penyimpangan. Penyembuhan terhadap kondisi kepribadian membantu peserta didik alam pencapaian prestasi belajar secara optimal. 3. Konsep a. Fungsi 1) Penetapan program pembelajaran remedial atau pengayaan berdasarkan tingkat penguasaan kompetensi bagi peserta didik yang diidentifikasi sebagai peserta didik yang lambat atau cepat dalam belajar dan pencapaian hasil belajar. 2) Pemberian pembelajaran remedial bagi peserta didik yang belum mencapai tingkat ketuntasan belajarmemerlukan waktu lebih lama daripada mereka yang telah mencapai tingkat penguasaan. Disamping itu mereka juga perlu menempuh penilaian kembali setelah mendapatkan program pembelajaran remedial. 3) Pembelajaran pengayaan merupakan pembelajaran tambahan dengan tujuan untuk memberikan kesempatan pembelajaran baru bagi peserta didik yang telah mencapai ketuntasan sehingga mereka dapat mengoptimalkan perkembangan minat, bakat, dan
  • 13.
    9 kecakapannya. Pembelajaran pengayaanberupaya mengembangkan keterampilan berpikir, kreativitas, keterampilan seni, keterampilan gerak, dsb. 4) Pembelajaran pengayaan memberikan pelayanan kepada peserta didik yang memiliki kecerdasan lebih dengan tantangan belajar yang lebih tinggi untuk membantu mereka mencapai kapasitas optimal dalam belajarnya. b. Tujuan 1) Meningkatkan pencapaian kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik yang belum mencapai ketuntasan belajar. 2) Meningkatkan dan mengembangkan kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik yang sudah mencapai ketuntasan belajar. 3) Menetapkan program remedial atau pengayaan berdasarkan pencapaian ketuntasan belajar. c. Acuan Penilaian 1) Penilaian menggunakan Acuan Kriteria yang merupakan penilaian kemajuan peserta didik dibandingkan pencapaian ketuntasan kriteria yang telah ditetapkan. 2) Bagi yang belum berhasil mencapai kriteria, diberi kesempatan mengikuti pembelajaran remedial yang dilakukan setelah suatu kegiatan penilaian (bukan di akhir semester) baik secara individual, kelompok, maupun kelas. Bagi mereka yang berhasil mencapai atau melampaui kriteria dapat diberi program pengayaan sesuai dengan waktu yang tersedia baik secara individual maupun kelompok. Program pengayaan merupakan pendalaman atau perluasan dari kompetensi yang dipelajari.
  • 14.
    10 4. Prinsip Pembelajaran remedialmerupakan pemberian perlakuan khusus terhadap peserta didik yang mengalami hambatan dalam kegiatan belajarnya. Hambatan yang terjadi dapat berupa kurangnya pengetahuan dan keterampilan prasyarat atau lambat dalam mecapai kompetensi. Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran remedial sesuai dengan sifatnya sebagai pelayanan khusus antara lain: a. Adaptif Setiap peserta didik memiliki keunikan sendiri-sendiri. Oleh karena itu program pembelajaran remedial hendaknya memungkinkan peserta didik untuk belajar sesuai dengan kecepatan, kesempatan, dan gaya belajar masing-masing. Dengan kata lain, pembelajaran remedial harus mengakomodasi perbedaan individual peserta didik. b. Interaktif Pembelajaran remedial hendaknya memungkinkan peserta didik untuk secara intensif berinteraksi dengan pendidik dan sumber belajar yang tersedia. Hal ini didasarkan atas pertimbangan bahwa kegiatan belajar peserta didik yang bersifat perbaikan perlu selalu mendapatkan monitoring dan pengawasan agar diketahui kemajuan belajarnya. Jika dijumpai adanya peserta didik yang mengalami kesulitan segera diberikan bantuan. c. Fleksibilitas dalam Metode Pembelajaran dan Penilaian Sejalan dengan sifat keunikan dan kesulitan belajar peserta didik yang berbeda-beda, maka dalam pembelajaran remedial perlu digunakan berbagai metode mengajar dan metode penilaian yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. d. Pemberian Umpan Balik Sesegera Mungkin Umpan balik berupa informasi yang diberikan kepada peserta didik mengenai kemajuan belajarnya perlu diberikan sesegera mungkin. Umpan balik dapat bersifat korektif maupun konfirmatif. Dengan
  • 15.
    11 sesegera mungkin memberikanumpan balik dapat dihindari kekeliruan belajar yang berlarut-larut yang dialami peserta didik. e. Kesinambungan dan Ketersediaan dalam Pemberian Pelayanan Program pembelajaran reguler dengan pembelajaran remedial merupakan satu kesatuan, dengan demikian program pembelajaran reguler dengan remedial harus berkesinambungan dan programnya selalu tersedia agar setiap saat peserta didik dapat mengaksesnya sesuai dengan kesempatan masing-masing. 5. Lingkup Ruang lingkup pembelajaran remedial dan pengayaan meliputi: a. Analisis hasil pekerjaaan peserta didik untuk mengetahui pencapaian kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. b. Diagnosis kesulitan untuk mengetahui tingkat kesulitan belajar peserta didik c. Identifikasi kemampuan berlebih peserta didik dimaksudkan untuk mengetahui jenis serta tingkat kelebihan belajar peserta didik. d. Pelaksanaan remedial dan pengayaan dalam rangka peningkatan kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. 6. Metode Pada umumnya, terdapat 2 jenis program perbaikan belajar mengajar, yaitu: a. Program pengayaan. Program pengayaan dilakukan dengan memberikan kegiatan tambahan yang biasanya tidak tersedia dalam program biasa. Program pengayaan dapat berbentuk memberikan tugas tambahan. b. Program penyembuhan atau pengajaran remedial yang disediakan bagi murid yang mengalami kesulitan belajar. Pada umumnya program penyembuhan atau remedial tidak jauh berbeda dari metode yang berlaku dalam kegiatan belajar mengajar biasa. Cuma tekanan
  • 16.
    12 dan pelaksanaanya yangberbeda sesuai dengan masalah atau kesulitan yang ingin disembuhkan. Metode yang digunakan dalam pengajaran remedial mempunyai ciri-ciri yaitu: a. Memanfaatkan latihan khusus. b. Menekankan pada pemanfaatan segi-segi kemampuan yang kuat. c. Menekankan pada penggunaan multi-sensor. d. Memanfaatkan permainan sebagai alat belajar. Metode yang digunakan dalam pengajaran remedial yaitu metode yang dilaksanakan dalam keseluruhan kegiatan bimbingan belajar mulai dari tingkat identifikasi kasus sampai dengan tindak lanjut. Metode yang dapat digunakan , yaitu : a. Tanya Jawab Metode ini digunakan dalam rangka pengenalan kasus untuk mengetahui jenis dan sifat kesulitan peserta didik. Tanya jawab dapat dilakukan secara individual maupun secara kelompok. Dalam rangka perbaikan serangkaian tanya jawab dapat membantu peserta didik dalam memahami dirinya, mengetahui kelebihan/kekurangannya, dan memperbaiki cara belajarnya. Kebaikan metode ini dalam rangka pengajaran perbaikan yaitu: 1) Memungkinkan terbinanya hubungan baik antara guru dan peserta didik 2) Meningkatkan motivasi belajar peserta didik 3) Menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik b. Diskusi Metode ini digunakan dengan memanfaatkan interaksi antar-individu dalam kelompok untuk memperbaiki kesulitan belajar yang dialami oleh sekelompok peserta didik. Kebaikan metode ini dalam rangka pengajaran perbaikan yaitu
  • 17.
    13 1) Setiapa individudalam kelompok dapat mengenal diri dan kesulitannya dan menemukan jalan pemecahannya. 2) Interaksi dalam kelompok menumbuhkan sikap percaya mempercayai. 3) Mengembangkan kerja sama antar pribadi. 4) Menumbuhkan kepercayaan diri. 5) Menumbuhkan rasa bertanggung jawab. c. Tugas Metode ini dapat digunakan dalam rangka mengenal kasus dan pemberian bantuan kepada peserta didik yang mengalami kesulitan belajar. Dengan metode ini, peserta didik diharapkan dapat lebih memahami dirinya, dapat memperdalam materi yang telah dipelajari, dan dapat memperbaiki cara-cara belajar yang pernah dialami. d. Kerja Kelompok Metode ini hampir bersamaan dengan pemberian tugas dan diskusi. Yang terpenting adalah interaksi di antara anggota kelompok dengan harapan terjadi perbaikan pada diri peserta didik yang mengalami kesulitan belajar karena: 1) Adanya pengaruh anggota kelompok yang cakap dan berpengalaman. 2) Kehidupan kelompok dapat meningkatkan minat belajar. Kehidupan kelompok memupuk tanggung jawab, saling memahami diri. e. Tutor Tutor adalah peserta didik sebaya yang ditugaskan untuk membantu temannya yang mengalami kesulitan belajar, karena hubungan antara teman umumnya lebih dekat dibandingkan hubungan guru dengan peserta didik. Pemilihan tutor ini berdasarkan prestasi, hubungan sosial yang baik, dan cukup disenangi oleh teman-temannya. Tutor
  • 18.
    14 berperan sebagai pemimpindalam kegiatan kelompok sebagai pengganti guru. Kebaikan metode ini dalam rangka pengajaran perbaikan yaitu: 1) Adanya hubungan yang lebih dekat dan akrab. 2) Tutor sendiri kegiatannya merupakan pengayaan dan menambah motivasi belajar. 3) Dapat meningkatkan rasa tanggung jawab dan kepercayaan diri. 4) Pengajaran Individual Pengajaran individual adalah interaksi antara guru dengan peserta didik secara individual dalam proses belajar mengajar. Pendekatan dengan metode ini bersifat teraputik, artinya mempunyai sifat penyembuhan dengan cara memperbaiki cara-cara belajar peserta didik. Hasil yang diharapkan dalam metode ini di samping adanya perubahan prestasi belajar juga perubahan dalam pemahaman diri peserta didik. 7. Teknik Penilaian setiap kompetensi hasil pembelajaran mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan dilakukan secara terpisah, karena karakternya berbeda. Hasil pekerjaan peserta didik harus segera dianalisis untuk menentukan pencapaian kompetensi yang diukur oleh instrumen yang digunakan, sehingga diketahui apakah seorang pesertadidikmemerlukan atau tidak memerlukan pembelajaran remedial atauprogram pengayaan. Format berikut dapat digunakan setelah suatu dilakukan kegiatan penilaian. Tabel 2.1 Format Analisis Penilaian Hasil Pekerjaan Peserta Didik No Nama Peserta Didik Indikator dalam satu RPP Kesimpulan tentang pencapaain kemampuan 1 2 3 4 Dikuasai Belum Dikuasai
  • 19.
    15 B. Strategi danImplementasi Pelaksanaan Remedial dan Pengayaan 1. Strategi Remedial a. Diagnosis Kesulitan Belajar Diagnosis kesulitan belajar dimaksudkan untuk mengetahui tingkat kesulitan belajar peserta didik. Kesulitan belajar dapat dibedakan menjadi kesulitan ringan, sedang dan berat. 1) Kesulitan belajar ringan biasanya dijumpai pada peserta didik yang kurang perhatian di saat mengikuti pembelajaran. 2) Kesulitan belajar sedang dijumpai pada peserta didik yang mengalami gangguan belajar yang berasal dari luar dirinya, misalnya faktor keluarga, lingkungan tempat tinggal, pergaulan, dsb. 3) Kesulitan belajar berat dijumpai pada peserta didik yang mengalami ketunaan pada diri mereka, misalnya tuna rungu, tuna netra, tuna daksa, dsb. b. Teknik Teknik yang dapat digunakan untuk mendiagnosis kesulitan belajar antara lain: tes prasyarat (prasyarat pengetahuan, prasyarat keterampilan), tes diagnostik, wawancara, pengamatan, dsb. 1) Tes prasyarat adalah tes yang digunakan untuk mengetahui apakah prasyarat yang diperlukan untuk mencapai penguasaan kompetensi tertentu terpenuhi atau belum. Prasyarat ini meliputi prasyarat pengetahuan dan prasyarat keterampilan. 2) Tes diagnostik digunakan untuk mengetahui kesulitan peserta didik dalam menguasai kompetensi tertentu. Misalnya dalam mempelajari operasi bilangan, apakah peserta didik mengalami kesulitan pada kompetensi penambahan, pengurangan, pembagian, atau perkalian.
  • 20.
    16 3) Wawancara dilakukandengan mengadakan interaksi lisan dengan peserta didik untuk menggali lebih dalam mengenai kesulitan belajar yang dijumpai peserta didik. 4) Pengamatan (observasi) dilakukan dengan jalan melihat secara cermat perilaku belajar peserta didik. Dari pengamatan tersebut diharapkan dapat diketahui jenis maupun penyebab kesulitan belajar peserta didik. Ada beberapa teknik yang dapat digunakan untuk menilai sikap peserta didik, antara lain melalui observasi, penilaian diri, penilaian teman sebaya, dan penilaian jurnal. Instrumen yang digunakan antara lain daftar cek atau skala penilaian (rating scale) disertai rubrik. Hasil akhir observasi sikap dihitung berdasarkan modus. Sedangkan hasil penilaian diri, penilaian teman sebaya, dan penilaian menggunakan jurnal dapat dimanfaatkan untuk pembinaan terhadap peserta didik. Sikap bermula dari perasaan (suka atau tidak suka) yang terkait dengan kecenderungan seseorang dalam merespon sesuatu/objek. Sikap juga sebagai ekspresi dari nilai-nilai atau pandangan hidup yang dimiliki oleh seseorang. Sikap dapat dibentuk, sehingga terjadi perubahan perilaku atau tindakan yang diharapkan. Untuk memperbaiki sikap peserta didik dapat dilakukan dengan pembinaan oleh pendidik agar menjadi pembiasaan yang dapat didahului dengan cara observasi, wawancara, dsb. 2. Strategi Pengayaan Identifikasi kemampuan berlebih peserta didik dimaksudkan untuk mengetahui jenis serta tingkat kelebihan belajar peserta didik. Kelebihan kemampuan belajar itu antara lain meliputi: a. Belajar lebih cepat Peserta didik yang memiliki kecepatan belajar tinggi ditandai dengan cepatnya penguasaan kompetensi (KI/KD) mata pelajaran tertentu. b. Menyimpan informasi lebih mudah
  • 21.
    17 Peserta didik yangmemiliki kemampuan menyimpan informasi lebih mudah, akan memiliki banyak informasi yang tersimpan dalam memori/ ingatannya dan mudah diakses untuk digunakan. c. Keingintahuan yang tinggi Banyak bertanya dan menyelidiki merupakan tanda bahwa seorang peserta didik memiliki hasrat ingin tahu yang tinggi. d. Berpikir mandiri Peserta didik dengan kemampuan berpikir mandiri umumnya lebih menyukai tugas mandiri serta mempunyai kapasitas sebagai pemimpin. e. Superior dalam berpikir abstrak Peserta didik yang superior dalam berpikir abstrak umumnya menyukai kegiatan pemecahan masalah. f. Memiliki banyak minat Mudah termotivasi untuk meminati masalah baru dan berpartisipasi dalam banyak kegiatan. 3. Teknik Teknik yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi kemampuan berlebih peserta didik dapat dilakukan antara lain melalui: tes IQ, tes inventori, wawancara, pengamatan, dsb. a. Tes IQ (Intelligence Quotient), yaitu tes yang digunakan untuk mengetahui tingkat kecerdasan seseorang. Dari tes ini dapat diketahui tingkat kemampuan spasial, interpersonal, musikal, intrapersonal, verbal, logik/matematik, kinestetik, naturalistik, dsb. b. Tes Inventori, yaitu tes yang digunakan untuk menemukan dan mengumpulkan data mengenai bakat, minat, hobi, kebiasaan belajar, dsb. c. Wawancara dilakukan melalui interaksi lisan dengan peserta didik untuk menggali lebih dalam mengenai program pengayaan yang diminati.
  • 22.
    18 d. Pengamatan (observasi),dilakukan dengan jalan melihat secara cermat perilaku belajar peserta didik. Dari pengamatan tersebut diharapkan dapat diketahui jenis maupun tingkat pengayaan yang perlu diprogramkan untuk peserta didik. 4. Implementasi Pembelajaran remedial dan pengayaan dilaksanakan untuk kompetensi pengetahuan dan keterampilan, sedangkan kompetensi sikap tidak ada remedial atau pengayaan. a. Bentuk Pelaksanaan Remedial Setelah diketahui kesulitan belajar yang dihadapi peserta didik, langkah berikutnya adalah memberikan perlakuan berupa pembelajaran remedial. Bentuk-bentuk pelaksanaan pembelajaran remedial antara lain: 1) Pemberian pembelajaran ulang dengan metode dan media yang berbeda. Pembelajaran ulang dapat disampaikan dengan cara penyederhanaan materi, variasi cara penyajian, penyederhanaan tes/pertanyaan. Pembelajaran ulang dilakukan bilamana sebagian besar atau semua peserta didik belum mencapai ketuntasan belajar atau mengalami kesulitan belajar. Pendidik perlu memberikan penjelasan kembali dengan menggunakan metode dan/atau media yang lebih tepat. 2) Pemberian bimbingan secara khusus, misalnya bimbingan perorangan. Dalam hal pembelajaran klasikal peserta didik mengalami kesulitan, perlu dipilih alternatif tindak lanjut berupa pemberian bimbingan secara individual. Pemberian bimbingan perorangan merupakan implikasi peran pendidik sebagai tutor. Sistem tutorial dilaksanakan bilamana terdapat satu atau beberapa peserta didik yang belum berhasil mencapai ketuntasan. 3) Pemberian tugas-tugas latihan secara khusus. Dalam rangka menerapkan prinsip pengulangan, tugas-tugas latihan perlu
  • 23.
    19 diperbanyak agar pesertadidik tidak mengalami kesulitan dalam mengerjakan tes akhir. Peserta didik perlu diberi pelatihan intensif (drill) untuk membantu menguasai kompetensi yang ditetapkan. 4) Pemanfaatan tutor sebaya. Tutor sebaya adalah teman sekelas yang memiliki kecepatan belajar lebih. Mereka perlu dimanfaatkan untuk memberikan tutorial kepada rekannya yang mengalami kesulitan belajar. Dengan teman sebaya diharapkan peserta didik yang mengalami kesulitan belajar akan lebih terbuka dan akrab. b. Bentuk Pelaksanaan Pengayaan Bentuk-bentuk pelaksanaan pembelajaran pengayaan dapat dilakukan antara lain melalui: 1) Belajar kelompok, yaitu sekelompok peserta didik yang memiliki minat tertentu diberikan pembelajaran bersama pada jam-jam pelajaran sekolah biasa, sambil menunggu teman-temannya yang mengikuti pembelajaran remedial karena belum mencapai ketuntasan. 2) Belajar mandiri, yaitu secara mandiri peserta didik belajar mengenai sesuatu yang diminati. 3) Pembelajaran berbasis tema, yaitu memadukan kurikulum di bawah tema besar sehingga peserta didik dapat mempelajari hubungan antara berbagai disiplin ilmu. 4) Pemadatan kurikulum, yaitu pemberian pembelajaran hanya untuk kompetensi/materi yang belum diketahui peserta didik. Dengan demikian tersedia waktu bagi peserta didik untuk memperoleh kompetensi/materi baru, atau bekerja dalam proyek secara mandiri sesuai dengan kapasitas c. Hasil Penilaian 1) Nilai remedial yang diperoleh diolah menjadi nilai akhir.
  • 24.
    20 2) Nilai akhirsetelah remedial untuk ranah pengetahuan dihitung dengan mengganti nilai indikator yang belum tuntas dengan nilai indikator hasil remedial, yang selanjutnya diolah berdasarkan rerata nilai seluruh KD. 3) Nilai akhir setelah remedial untuk ranah keterampilan diambil dari nilai optimal KD 4) Penilaian hasil belajar kegiatan pengayaan tidak sama dengan kegiatan pembelajaran biasa, tetapi cukup dalam bentuk portofolio, dan harus dihargai sebagai nilai tambah (lebih) dari peserta didik yang normal. d. Prosedur Kerja Pelaksanan Remedial dan Pengayaan 1) Kepala sekolah menugaskan wakasek kurikulum dan TPK sekolah menyusun rencana kegiatan dan rambu-rambu pelaksanaan pembelajaran remedial dan pembelajaran pengayaan; 2) Kepala sekolah memberikan arahan teknis tentang program remedial dan pengayaan yang sekurang-kurangnya mencakup: a) Dasar pelaksanaan pembelajaran remedial dan pengayaan; b) Tujuan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan pembelajaran remedial dan pengayaan; c) Manfaat pembelajaran remedial, dan pengayaan; d) Hasil yang diharapkan dari pembelajaran remedial dan pengayaan; e) Unsur-unsur yang terlibat dan uraian tugas dalam pelaksanaan pembelajaran remedial dan pengayaan. 3) Wakil kepala sekolah bidang kurikulum bersama TPK sekolah menyusun rencana kegiatan dan rambu-rambu pelaksanaan pembelajaran remedial dan pengayaan sekurang-kurangnya berisi uraian kegiatan, sasaran/hasil, pelaksana, dan jadwal pelaksanaan;
  • 25.
    21 4) Kepala sekolahbersama wakasek kurikulum/TPK sekolah dan guru/MGMP membahas rencana kegiatan dan rambu-rambu pelaksanaan pembelajaran remedial dan pengayaan; 5) Kepala sekolah mensahkan dan menandatangani rencana kegiatan dan rambu-rambu pelaksanaan pembelajaran remedial dan pengayaan; 6) Guru/MGMP menentukan jenis program remedial atau pengayaan berdasarkan pencapaian kompetensi peserta didik dengan menggunakan analisis ketuntasan belajar, dengan acuan: 7) Program remedial jika pencapaian kompetensi peserta didik kurang dari nilai ketuntasan belajar 8) Program pengayaan jika pencapaian kompetensi peserta didik lebih atau sama dengan nilai ketuntasan belajar 9) Guru/MGMP melaksanakan program pembelajaran pengayaan dan pembelajaran remedial berdasarkan klasifikasi hasil pencapaian kompetensi peserta didik; 10) Guru/MGMP memberi penghargaan (reward) bagi peserta didik yang mengikuti program pengayaan dengan memasukkan hasilnya ke dalam portofolio 11) Guru/MGMP melaksanakan penilaian ulang bagi peserta didik yang remedial dan hasilnya sebagai nilai pencapaian kompetensi peserta didik. C. Prosedur Remedial 1. Prosedur dalam Pelaksanaan Remedial Teaching Remedial teaching yang merupakan salah satu bentuk bimbingan belajar dapat dilaksanakan melalui prosedur sebagai berikut : a. Meneliti kasus dengan permasalahannya sebagai titik tolak kegiatan- kegiatan berikutnya. Tujuan penelitian kembali kasus ini adalah untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai kasus tersebut, serta cara dan
  • 26.
    22 kemungkinan pemecahannya. Berdasarkanpenelitian kasus, akan dapat ditentukan peserta didik yang perlu mendapatkan remedial. Kemudian ditentukan besarnya kelemahan yang dialami peserta didik Selanjutnya meneliti dalam domain apa mengalami kesulitan apakah kognitifnya ataukah aplikasinya. b. Menentukan tindakan yang harus dilakukan. Dalam langkah ini, dilakukan usaha-usaha untuk menentukan karakteristik kasus yang ditangani tersebut. Apakah kasus tersebut termasuk klasifikasi berat, cukup, atau ringan. Setelah karakteristik ditentukan, maka tindakan pemecahannya harus dipikirkan, yaitu sebagai berikut: 1) Kalau kasusnya ringan, tindakan yang ditentukan adalah memberikan remedial teaching kepada peserta didik tersebut. 2) Kalau kasusnya tergolong cukup dan berat, maka sebelum diberikan remedial teaching, harus diberikan layanan konseling terlebih dahulu untuk mengatasi hambatan-hambatan emosional yang mempengaruhi cara belajarnya. Berdasarkan karakteristik kasus tersebut, maka pada tahap kedua ini adalah membuat keputusan tentang cara mana yang harus dipilih. Untuk itu, beberapa pertimbangan yang dapat dipakai dalam mengambil keputusan, yaitu: 1) Faktor efektivitas, yaitu ketepatan tercapainya tujuan remedial teaching. 2) Faktor efisiensi, yaitu sedikitnya tenaga, biaya, dan waktu yang dipergunakan, namun hasilnya dapat seoptimal mungkin. 3) Faktor kesusilaan dengan jenis masalah, sifat individu, fasilitas, dan kesempatan yang tersedia. Berdasarkan atas pertimbangan-pertimbangan tersebut, dan dengan memperhatikan masalah etika dan moral, maka langkah ke-2 dilakukan.
  • 27.
    23 c. Pemberian layanankhusus yaitu bimbingan dan konseling. Tujuan dari layanan khusus bimbingan konseling ini adalah mengusahakan agar peserta didik yang terbatas dari hambatan mental emosional (ketegangan batin), dapat menghadapi kegiatan belajar secara wajar. Bentuk konseling di sini bisa berupa psikoterapi yang dilakukan oleh psikolog / psikiater. Tetapi ada kalanya kasus ini dapat dilakukan oleh guru sendiri bila masalah yang dihadapi adalah sebagai berikut : 1) Kasus yang mempunyai latar belakang kurang motivasi dan minat belajar. Dalam hal ini cara yang ditempuh adalah: a) Memberikan dorongan agar lebih berhasil dalam belajar pada waktu berikut-berikutnya. b) Menciptakan suasana kompetitif yang sehat. c) Menghindarkan anak dari pertanyaan-pertanyaan yang negative yang dapat melemahkan semangat belajar. 2) Kasus yang mempunyai latar belakang sikap negatif terhadap guru. Langkah yang dapat dilakukan adalah: a) Menciptakan hubungan yang hangat antara guru dengan murid dan murid dengan murid. b) Menciptakan iklim sosial yang sehat dalam kelas. c) Memberikan pengalaman yang menyenangkan. d) Kasus yang mempunyai latar belakang kebiasaan belajar yang salah. Cara yang dapat dilakukan adalah: a) Menunjukkan akibat dari kebiasaan belajar yang salah. b) Memberikan kesempatan berlatih dengan pola-pola belajar yang baru.
  • 28.
    24 3) Kasus yangmempunyai latar belakang ketidakcocokan antara keadaan pribadi dengan lingkungannya dan programnya. Untuk ini dapat diberikan saran: a) Memberikan bimbingan informasi dalam memilih program dan cara belajar. b) Pengenalan dengan memberikan wawasan tentang program yang ditempuh. 2. Alur Prosedur Kerja Pembelajaran Remedial dan Pengayaan Terlampir 3. Instruksi Kerja Penentuan Jenis Program Remedial dan Pengayaan Terlampir 4. Contoh Analisis Pencapaian Ketuntasan Belajar Terlampir
  • 29.
    25 BAB III IMPLEMENTASIAPLIKASI REMEDIAL DAN PENGAYAAN Pada kesempatan ini penulis memcoba menuraikan yang berkaitan dengan aplikasi berbasis microsotf excel. Nama aplikasi ini sesuai dengan penggunaan dan fungsinya yaitu PRO-Rteach V.345. Aplikasi PRO-Rteach V.345 merupakan aplikasi untuk program remedial dan pengayaan. PRO singkatan dari program Rteach singkatan dari Remedial Teaching, sedangkan V.345 merupakan program yang dikerjakan selama 3-4 hari pada bulan Mei tahun 2018. Aplikasi PRO-Rteach V.345 merupakan program remedial teaching yang bisa digunakan untuk jenjang SD, SMP, maupun SMA. Aplikasi PRO-Rteach V.345 ini sangat bermanfaat bagi pendidik dalam memetakan peserta didiknya untuk mengikuti kelas remedial atau pengayaan. Aplikasi PRO-Rteach V.345 ini sangat mudah digunakan bagi pendidik, sehingga bagi pendidik aplikasi ini sangat cocok untuk digunakan dalam analisis penilaian harian. A. Tujuan Penerapan Aplikasi Remedial dan Pengayaan Penerapan aplikasi remedial teaching yang diberi nama PRO-Rteach V.345 ini memiliki tujuan: 1. Untuk mengetahui jumlah peserta didik yang tuntas dan belum tuntas. 2. Untuk mengetahui jumlah peserta didik yang harus mengikuti kelompok remedial atau kelompok pengayaan. 3. Untuk mengetahui nama-nama peserta didik yang harus mengikuti kelompok remedial. 4. Untuk mengetahui bentuk pelaksanaan remedial bagi mereka yang belum tuntas, apakah dengan pembelajaran ulang, penugasan kelompok, tugas latihan khusus, maupun melalui tutor sebaya. (ini akan muncul secara otomatis dalam aplikasi ini yang telah di set dengan sedemikian rupa).
  • 30.
    26 5. Untuk mengetahuibentuk pelaksanaan pengayaan bagi mereka yang sudah tuntas, apakah dengan belajar kelompok, belajar mandiri, pembelajaran berbasis tema, maupun melalui pemadatan kurikulum. 6. Untuk mengetahui grafik sebaran nilai yang diperoleh dalam penilaian harian. 7. Untuk mengetahui sebaran butir soal yang belum dikuasai peserta didik, sehingga pendidik dengan mudah memetakan materi mana yang harus diutamakan diberikan dalam pembelajaran kelompok remedial maupun dalam pengayaan. B. Prosedur Penggunaan Aplikasi Program Remedial dan Pengayaan 1. Buka aplikasi PRO-Rteach V.345, lalu akan muncul tampilan seperti nampak di bawah ini. 2. Klik icon Biodata Peserta Didik untuk melakukan input data siswa, dan muncul tampilan seperti berikut ini,
  • 31.
    27 3. Apabila datayang kita perlukan sudah di input, klik menu HOME jika kita ingin kembali ke tampilan awal (HOME), atau bisa klik icon Biodata Pendidik (yang ada disamping menu home). 4. Jika kita klik menu home maka akan tampil seperti nampak pada poit 1, dan langkah selanjutnya adalah klik icon bidata pendidik, dan akan muncul tampilan gambar seperti di bawah ini: 5. Lakukan penginputan biodata pendidik, seperti: nama sekolah, kabupaten/kota, nama kepala sekolah, nip kepala sekolah, nama guru, nip guru, nama mata pelajaran, kelas, kkm, tahun pelajaran, dan wali kelas. 6. Langkah selanjutnya untuk penginputan hasil penilaian harian, mulai penilaian harian 1, 2, 3, 5, 5, 6 (tergantung kebutuhan) 7. Klik PH.1 atau PH yang lainnya untuk penginputan. Setelah klik menu Penilaian Harian (PH), maka muncul tampilan sebagai berikut.
  • 32.
    28 8. Usahakan jikatampilan tidak seperti pada poin 7, maka klik menu input nilai, maka akan secara otomatis akan nampak seperti pada gambar pada poin 7. 9. Jika tampilan seperti nampak pada poin 7, ikuti langkah pengisian sebagai berikut: a. Terlebih dahulu lakukan pengisian Skor tiap butir soal (tergantung besar skor yang di perlukan) b. Seperti nampak pada gambar poin 9, skor tiap butir skor di beri skor 1 c. Selanjutnya, tinggal memasukan skor yang diperoleh peserta didik, misalkan skor 1 jika jawaban anak benar, dan skor 0 jika jawaban peserta didik salah. d. Terus lakukan penginputan hasil setiap peserta didik yang memilikinya. e. Jumlah skor, nilai, dan ketuntasan akan muncul dengan sendirinya. 10. Pada tahap selanjutnya, lakukan pengecekan untuk mengetahui hasil analisis penilaian harian, klik menu analisis, dan akan muncul tampilan seperti nampak di bawah ini. Dan bisa geser scrol untuk melihat hasil analisis ketuntasan belajar dan analisis ketuntasan butir soal. 11. Untuk melihat grafik sebaran hasil penilaian tinggal scrol ke bawah dan akan muncul tampilan sebagai beriku.
  • 33.
    29 12. Selanjutnya untukmengetahui peserta yang perlu dilakukan remedial, tinggal scrol, dan akan muncul tampilan sebagai berikut. Pada tampilan ini akan menampilkan peserta didik yang memiliki nilai di bawah kriteria ketuntasan minimal (KKM), artinya belum tuntas. 13. Selanjutnya untuk mengetahui keterangan bentuk pelaksaan remedial dan pengayaan tinggal scrol, akan 14. Selanjutnya setiap akan masuk ke setiap menu klik dulu menu input nilai, lalu klik menu yang kita inginkan. 15. Selanjutnya kita akan mengetahui pemetaan bentuk remedial dan pengayaan secara individu atau setiap peserta didik, lakukan seperti langkah poin 14, lalu klik menu pemetaan, yang nampak seperti gambar di
  • 34.
    30 bawah ini. Untukmelihat pemetaan seluruh siswa lakukan scrol ke atas dan ke bawah. 16. Tahap selanjutnya untuk mengetahui hasil remedial dan penginputan hasil remedian, klik dulu menu input, lalu klik menu hasil remedial, dan akan muncul tampilan gambar seperti nampak di bawah ini. Tahap berikutnya lakukan pengisian hasil remedial. (remedial maksimal dilakukan sampai tiga kali). 17. Nilai akhir yang muncul adalah nilai yang tertinggi dari nilai remedial yang diperoleh peserta didik. 18. Tampilan hasil remedial akan nampak sebagai berikut.
  • 35.
    31 19. Tahap selanjutnyauntuk mengetahui nilai pengetahuan secara keseluruhan, maka klik input nilai, kemudian klik menu nilai raport, lalu akan muncul tampilan sebagai berikut. 20. Pada tahap ini merupakan tahap akhir untuk mengetahui hasil akhir dari nilai raport peserta didik untuk aspek pengetahuan. Lakukan hal berikut ini. a. Isilah nilai penugasan sesuai dengan kebutuhan. b. Isilah nilai penilaian tengah semester (PTS) c. Isilah nilai penilaian akhir semester (PAS) atau penilaian akhir tahun (PAT) Nilai akhir (nilai Raport) akan muncul secara otomatis Catatan: Untuk melakukan penyimpanan hasil yang telah kita lakukan, maka dengan klik tombol ctrl + s pada keyboard Untuk melakukan pencetakan hasil yang kita inginkan bisa dengan klik tombol ctrl + p pada keyboard C. Fungsi Program Aplikasi PRO-Rteach V.345 Fungsi utama dari aplikasi PRO-Rteach V.345 ini adalah sebagai berikut: 1. Pemetaan peserta didik apakah masuk kelompok remedial atau pengayaan. 2. Pemetaan bentuk pelaksanaan remedial yang harus dilakukan oleh pendidik kepada peserta didik.
  • 36.
    32 3. Pemetaan bentukpelaksanaan pengayaan yang harus dilakukan oleh pendidik kepada peserta didik. 4. Memudahkan pengelompokan kelas remedial maupun pengayaan. 5. Menganalisis butir soal yang belum dikuasai oleh peserta didik D. Manfaat Program Aplikasi PRO-Rteach V.345 Dengan pembuatan program Aplikasi PRO-Rteach V.345 ini dapat diambil kegunaan baik itu dari ketika proses pemetaan kelompok remedial dan pengayaan maupun setelah remedial dan pengayaan dilakukan. Adapun dalam proses dan hasil kegunaan yang dapat diambil adalah sebagai berikut: 1. Proses a. Bagi peserta didik, dengan menggunakan aplikasi PRO-Rteach V.345 ini akan secara adil dia masuk ke kelompok kelas remedial atau pengayaan. b. Bagi pendidik, dengan menggunakan aplikasi PRO-Rteach V.345 ini dapat menjadikan bahan untuk pemetaan yang lebih akurat dalam pengelompokan kelompok kelas remedial atau pengayaan. 2. Hasil a. Dilihat dari manfaat dalam segi teoritis, dengan penelitian ini dapat memberikan informasi mengenai pemetaan kelompok remedial dan pengayaan. b. Dilihat dari segi praktis, dengan aplikasi ini dapat: 1) Bagi peserta didik dapat mengetahui secara pasti butir soal atau materi yang sudah dan belum dikuasai.
  • 37.
    33 2) Bagi pendidikdapat memberikan kemudahan dalam pengelompokan soal yang sudah dan yang belum dikuasai sehingga lebih tepat dalam pemberian menu materi yang akan diberikan kepada peserta didik. 3) Bagi sekolah dapat dijadikan kontribusi yang positif untuk mengembangkan program remedial dan pengayaan.
  • 38.
    34 BAB IV PENUTUP Pesertadidik memiliki kemampuan dan karakteristik yang berbeda-beda,Dengan demikian permasalahan yang dihadapi peserta didik pun berbeda-beda pula. Dalam melaksanakan pembelajaran, pendidik perlu tanggap terhadap kesulitan yang dihadapi maupun kelebihan yang dimiliki peserta didik. Penilaian yang dilakukan dengan tujuan mengetahui pencapaian kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang sudah dan/atau belum dikuasai peserta didik untuk ditingkatkan dalam pembelajaran remedial dan pengayaan. Diharapkan aplikasi program remedial dan pengayaan ini dapat memudahkan guru dalam merencanakan dan melaksanakan serta pemetaan pembelajaran remedial dan pengayaan sesuai dengan tuntutan Kurikulum. A. Kesimpulan Kegiatan remedial adalah kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam menguasai materi pelajaran. Tujuan guru melaksanakan kegiatan remedial adalah membantu peserta didik yang mengalami kesulitan dalam memahami materi pelajaran agar mencapai hasil belajar yang lebih baik. Secara umum, tujuan kegiatan remedial adalah sama dengan pembelajaran biasa, yaitu membantu peserta didik mencapai kompetensi atau tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan berdasarkan kurikulum yang berlaku. Secara khusus, kegiatan remedial bertujuan untuk membantu peserta didik yang belum menguasai materi pelajaran melalui kegiatan pembelajaran tambahan. Kegiatan pengayaan adalah kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan untuk memberikan wawasan materi yang lebih bagi peserta didik yang sudah menguasai materi pelajaran. Bentuk pembelajaran remedial bisa dilakukan melalui pembelajaran ulang, penugasan kelompok, tugas latihan khusus, maupun tutor sebaya. Seadangkan
  • 39.
    35 pembelajaran pengayaan bisadilakukan melalui belajar kelompok, belajar mandiri, pembelajaran berbasis tema, maupun pemadatan kurikulum. Penerapan aplikasi remedial teaching yang diberi nama PRO-Rteach V.345 ini memiliki tujuan: mengetahui jumlah peserta didik yang tuntas dan belum tuntas, mengetahui jumlah peserta didik yang harus mengikuti kelompok remedial atau kelompok pengayaan, mengetahui nama-nama peserta didik yang harus mengikuti kelompok remedial, mengetahui bentuk pelaksanaan remedial bagi mereka yang belum tuntas, apakah dengan pembelajaran ulang, penugasan kelompok, tugas latihan khusus, maupun melalui tutor sebaya, mengetahui bentuk pelaksanaan pengayaan bagi mereka yang sudah tuntas, apakah dengan belajar kelompok, belajar mandiri, pembelajaran berbasis tema, maupun melalui pemadatan kurikulum, untuk mengetahui sebaran butir soal yang belum dikuasai peserta didik, sehingga pendidik dengan mudah memetakan materi mana yang harus diutamakan diberikan dalam pembelajaran kelompok remedial maupun dalam pengayaan. B. Saran Berdasarkan kesimpulan dari kajian teoritis dan penggunaan aplikasi PRO- Rteach V.345 ini, selanjutnya dikemukakan saran-saran dapat menjadikan PRO-Rteach V.345 sebagai salah satu alternatif dalam pemetaan kelompok pembelajaran remedial dan pengayaan. Dalam hal ini peran guru diharapkan lebih berinovasi lagi dalam mengembangkan program remedial dan pengayaan. Menindak lanjuti hasil remedial teaching, pemetaan kelompok remedial dan pengayaan, mengetahui butir soal yang belum dikuasai peserta didik, maka pendidik disarankan mampu membuat pembelajaran remedia dan pengayaan yang sesuai dengan kebutuhan.
  • 40.
    36 DAFTAR PUSTAKA Anna (2014).Pelaksanaan Program Remedial Dan Pengayaan Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Pai Siswa Kelas Viii Smp N 5 Yogyakarta Tahun Pelajaran 2013/2014. Yogyakarta: Skripsi, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga. Buna’i (2007). Program Remedial (Solusi Alternatif bagi Siswa yang Kesulitan Belajar dalam UNAS. Jurnal Tadris Volume 2 Nomor 2. Izzati, Nurma (2015). Pengaruh Penerapan Program Remedial Dan Pengayaan Melalui Pembelajaran Tutor Sebaya Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa. Cirebon: Jurnal IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Kemendikbud. (2015). Panduan Remedial dan Pengayaan Sekolah Menengah Atas. Jakarta: Kemendikbud, Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas. Kemendikbud. (2017). Panduan Penilaian Oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama. Jakarta: Kemendikbud, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama.
  • 41.