Prinsip & Tujuan
Manajemen Aset
Training
• Aset merupakan hal yang sangat penting bagi suatu
perusahaan. Banyak organisasi/perusahaan masih
menganggap manajemen aset secara fisik hanyalah
sekedar instrumen pengelolaan daftar aset.
• Realita di lapangan menunjukkan banyak kasus yang
sebenarnya dimulai dari salah kelola dan salah urus
masalah aset, sehingga berdampak kerugian yang tidak
sedikit.
• Optimalisasi sumber daya tidak bisa dilakukan secara
maksimal karena tidak teridentifikasi dengan jelasnya
manajemen aset, sehingga sulit untuk mengetahui
apakah suatu alat produksi sudah saatnya untuk diganti
atau masih layak untuk dimainten.
Pentingnya Manajemen ASET
1.Masih terdapatnya barang milik perusahaan/
Instansi yang belum terinventarisasi secara
benar.
2.Kualitas SDM pengelola Aset pada tingkat
pengurus barang, penyimpan barang dan
petugas akuntansi masih perlu ditingkatkan.
3.Kurang memadainya informasi potensi
optimalisasi asset yang layak dipromosikan
4.Sistem informasi manajemen asset tetap yang
masih perlu ditingkatkan.
Permasalahan Pengelolaan Aset
Prinsip MANAJEMEN ASET
• Keputusan manajemen aset adalah terintegrasi
dengan perencanaan strategis (strategic
planning);
• Keputusan perencanaan aset didasarkan atas
evaluasi berbagai alternatif yang
mempertimbangkan biaya ‘siklus-hidup’,
manfaat, dan risiko kepemilikan;
• Akuntabilitas diterapkan untuk kondisi aset,
penggunaan, dan kinerja;
• Struktur pengendalian yang efektif diterapkan
untuk manajemen aset.
Context of the organization
Tujuan MANAJEMEN ASET
• Secara umum tujuan manajemen aset adalah untuk
pengambilan keputusan yang tepat agar aset yang
dikelola berfungsi secara efektif, efisien dan bernilai
tinggi.
• Tujuan inti manajemen aset adalah agar mampu :
1. meminimisasi biaya selama umur aset bersangkutan (to
minimise the whole life cost of assets),
2. dapat menghasilkan laba yang maksimum (profit
maximum), dan
3. dapat mencapai penggunaan serta pemanfaatan aset
secara optimum (optimizing the utilization of assets).
Tujuan khusus Manajemen Asset:
• Menunjukkan kejelasan status kepemilikan aset.
• Menginventarisasi kekayaan dan masa pakai aset.
• Mengoptimasi penggunaan dan pemanfaatan
aset untuk meningkatkan pendapatan, termasuk
pemanfaatan aset yang berstatus idle capacity.
• Pengamanan aset.
• Sebagai dasar penyusunan neraca dalam
akuntansi.
Pengelolaan Aset Perusahaan
• Di dunia internasional manajemen aset telah
berkembang cukup pesat, namun di Indonesia hal ini
belum sepenuhnya dipahami oleh para pengelolanya.
• Manajemen aset Perusahaan/Instansi umumnya dapat
dibagi dalam lima tahap kerja yang meliputi;
1. inventarisasi aset,
2. legal audit,
3. penilaian aset,
4. optimalisasi pemanfaatan dan
5. pengembangan SIMA (Sistem Informasi
Manajemen Aset),
di mana kelima tahapan tersebut adalah saling
berhubungan dan terintegrasi satu dengan yang
lainnya.
Inventarisasi Aset
• Inventarisasi aset adalah serangkaian kegiatan untuk
melakukan pendataan, pencatatan, pelaporan hasil
pendataan aset, dan mendokumentasikannya baik aset
berwujud maupun aset tidak berwujud pada suatu waktu
tertentu.
• Inventarisasi Aset merupakan kegiatan yang terdiri dari dua
aspek, yaitu inventarisasi fisik dan yuridis/legal.
• Aspek fisik terdiri atas bentuk, luas, lokasi,
volume/jumlah, jenis, alamat dan lain-lain.
• Sedangkan aspek yuridis adalah status penguasaan,
masalah legal yang dimiliki, batas akhir penguasaan.
• Proses kerja yang dilakukan adalah pendataan,
kodifikasi/labelling, pengelompokkan dan
pembukuan/administrasi sesuai dengan tujuan
manajemen aset.
(Sugiama, 2013)
1
Tahapan Inventarisasi Aset
Legal Audit Aset
• Legal audit aset adalah pemeriksaan (audit)
untuk mendapat gambaran jelas dan
menyeluruh terutama mengenai status
kepemilikan, sistem dan prosedur penguasaan
(penggunaan dan pemanfaatan), pengalihan
aset, mengidentifikasi kemungkinan terjadinya
berbagai permasalahan hukum, serta mencari
solusi atas masalah hukum tersebut.
(Sugiama, 2013)
2
Penilaian Aset
• Kesatuan kerja lanjutan dari manajemen aset,
yaitu berupa kegiatan penilaian aset sebagai
upaya penilaian atas aset yang dikuasai dan
biasanya kegiatan ini dilakukan oleh konsultan
penilaian independent.
• Hasil dari nilai tersebut akan dapat
dimanfaatkan untuk mengetahui nilai
kekayaan, maupun informasi untuk penetapan
harga bagi aset yang ingin dijual.
3
Optimalisasi Pemanfaatan Aset
• Optimalisasi asset merupakan kegiatan untuk
mengoptimalkan potensi fisik, lokasi, nilai,
jumlah/volume, legal dan ekonomi yang dimiliki
asset tersebut.
• Dalam kegiatan ini aset-aset yang dikuasai
diidentifikasi dan dikelompokkan atas aset yang
memiliki potensi dan yang tidak memiliki potensi.
• Aset yang memiliki potensi dapat dikelompokkan
berdasarkan sektor-sektor unggulan yang dapat
menjadi tumpuan dalam strategi pengembangan
ekonomi nasional.
4
• Untuk menentukan hal tersebut harus terukur
dan transfaran.
• Sedangkan aset yang tidak dapat dioptimalkan,
harus dicari faktor penyebabnya, apakah faktor
permasalahan legal, fisik, nilai ekonomi yang
rendah ataupun faktor lainnya, sehinnga setiap
aset nantinya memberikan nilai tersendiri.
• Hasil akhir dari tahapan ini adalah rekomendasi
yang berupa sasaran, strategi dan program untuk
mengoptimalkan aset yang dikuasai.
Optimalisasi Aset . . .
Bentuk Optimalisasi Aset
Bentuk Optimalisasi Aset . . .
Bentuk Optimalisasi Aset . . .
www.slideshare.net/kenkanaidi
(Narasumber)
www.ken-spektakuler.blogspot.com
e-mail: kanaidi63@gmail.com atau
kanaidi@yahoo.com
Fax. 022-4267749 HP. 0812 2353 284
WA. 0877 5871 1905
www.antawijaya.com

Prinsip & Tujuan Manajemen Aset _Materi Training "ASSET MANAGEMENT" Rumah Sakit

  • 1.
  • 2.
    • Aset merupakanhal yang sangat penting bagi suatu perusahaan. Banyak organisasi/perusahaan masih menganggap manajemen aset secara fisik hanyalah sekedar instrumen pengelolaan daftar aset. • Realita di lapangan menunjukkan banyak kasus yang sebenarnya dimulai dari salah kelola dan salah urus masalah aset, sehingga berdampak kerugian yang tidak sedikit. • Optimalisasi sumber daya tidak bisa dilakukan secara maksimal karena tidak teridentifikasi dengan jelasnya manajemen aset, sehingga sulit untuk mengetahui apakah suatu alat produksi sudah saatnya untuk diganti atau masih layak untuk dimainten. Pentingnya Manajemen ASET
  • 3.
    1.Masih terdapatnya barangmilik perusahaan/ Instansi yang belum terinventarisasi secara benar. 2.Kualitas SDM pengelola Aset pada tingkat pengurus barang, penyimpan barang dan petugas akuntansi masih perlu ditingkatkan. 3.Kurang memadainya informasi potensi optimalisasi asset yang layak dipromosikan 4.Sistem informasi manajemen asset tetap yang masih perlu ditingkatkan. Permasalahan Pengelolaan Aset
  • 4.
    Prinsip MANAJEMEN ASET •Keputusan manajemen aset adalah terintegrasi dengan perencanaan strategis (strategic planning); • Keputusan perencanaan aset didasarkan atas evaluasi berbagai alternatif yang mempertimbangkan biaya ‘siklus-hidup’, manfaat, dan risiko kepemilikan; • Akuntabilitas diterapkan untuk kondisi aset, penggunaan, dan kinerja; • Struktur pengendalian yang efektif diterapkan untuk manajemen aset.
  • 6.
    Context of theorganization
  • 7.
    Tujuan MANAJEMEN ASET •Secara umum tujuan manajemen aset adalah untuk pengambilan keputusan yang tepat agar aset yang dikelola berfungsi secara efektif, efisien dan bernilai tinggi. • Tujuan inti manajemen aset adalah agar mampu : 1. meminimisasi biaya selama umur aset bersangkutan (to minimise the whole life cost of assets), 2. dapat menghasilkan laba yang maksimum (profit maximum), dan 3. dapat mencapai penggunaan serta pemanfaatan aset secara optimum (optimizing the utilization of assets).
  • 8.
    Tujuan khusus ManajemenAsset: • Menunjukkan kejelasan status kepemilikan aset. • Menginventarisasi kekayaan dan masa pakai aset. • Mengoptimasi penggunaan dan pemanfaatan aset untuk meningkatkan pendapatan, termasuk pemanfaatan aset yang berstatus idle capacity. • Pengamanan aset. • Sebagai dasar penyusunan neraca dalam akuntansi.
  • 9.
    Pengelolaan Aset Perusahaan •Di dunia internasional manajemen aset telah berkembang cukup pesat, namun di Indonesia hal ini belum sepenuhnya dipahami oleh para pengelolanya. • Manajemen aset Perusahaan/Instansi umumnya dapat dibagi dalam lima tahap kerja yang meliputi; 1. inventarisasi aset, 2. legal audit, 3. penilaian aset, 4. optimalisasi pemanfaatan dan 5. pengembangan SIMA (Sistem Informasi Manajemen Aset), di mana kelima tahapan tersebut adalah saling berhubungan dan terintegrasi satu dengan yang lainnya.
  • 10.
    Inventarisasi Aset • Inventarisasiaset adalah serangkaian kegiatan untuk melakukan pendataan, pencatatan, pelaporan hasil pendataan aset, dan mendokumentasikannya baik aset berwujud maupun aset tidak berwujud pada suatu waktu tertentu. • Inventarisasi Aset merupakan kegiatan yang terdiri dari dua aspek, yaitu inventarisasi fisik dan yuridis/legal. • Aspek fisik terdiri atas bentuk, luas, lokasi, volume/jumlah, jenis, alamat dan lain-lain. • Sedangkan aspek yuridis adalah status penguasaan, masalah legal yang dimiliki, batas akhir penguasaan. • Proses kerja yang dilakukan adalah pendataan, kodifikasi/labelling, pengelompokkan dan pembukuan/administrasi sesuai dengan tujuan manajemen aset. (Sugiama, 2013) 1
  • 11.
  • 12.
    Legal Audit Aset •Legal audit aset adalah pemeriksaan (audit) untuk mendapat gambaran jelas dan menyeluruh terutama mengenai status kepemilikan, sistem dan prosedur penguasaan (penggunaan dan pemanfaatan), pengalihan aset, mengidentifikasi kemungkinan terjadinya berbagai permasalahan hukum, serta mencari solusi atas masalah hukum tersebut. (Sugiama, 2013) 2
  • 13.
    Penilaian Aset • Kesatuankerja lanjutan dari manajemen aset, yaitu berupa kegiatan penilaian aset sebagai upaya penilaian atas aset yang dikuasai dan biasanya kegiatan ini dilakukan oleh konsultan penilaian independent. • Hasil dari nilai tersebut akan dapat dimanfaatkan untuk mengetahui nilai kekayaan, maupun informasi untuk penetapan harga bagi aset yang ingin dijual. 3
  • 14.
    Optimalisasi Pemanfaatan Aset •Optimalisasi asset merupakan kegiatan untuk mengoptimalkan potensi fisik, lokasi, nilai, jumlah/volume, legal dan ekonomi yang dimiliki asset tersebut. • Dalam kegiatan ini aset-aset yang dikuasai diidentifikasi dan dikelompokkan atas aset yang memiliki potensi dan yang tidak memiliki potensi. • Aset yang memiliki potensi dapat dikelompokkan berdasarkan sektor-sektor unggulan yang dapat menjadi tumpuan dalam strategi pengembangan ekonomi nasional. 4
  • 15.
    • Untuk menentukanhal tersebut harus terukur dan transfaran. • Sedangkan aset yang tidak dapat dioptimalkan, harus dicari faktor penyebabnya, apakah faktor permasalahan legal, fisik, nilai ekonomi yang rendah ataupun faktor lainnya, sehinnga setiap aset nantinya memberikan nilai tersendiri. • Hasil akhir dari tahapan ini adalah rekomendasi yang berupa sasaran, strategi dan program untuk mengoptimalkan aset yang dikuasai. Optimalisasi Aset . . .
  • 16.
  • 17.
  • 18.
  • 19.