TEORI AKUNTANSI
IMPLEMENTASI TEORI MANAJEMEN ASET DALAM
PELAPORAN AKUNTANSI
(Studi Kasus Pada Rumah Sakit Pusdikkes Puskesad)
Disusun Oleh:
Norma Selestia - 43222120010
Nama Dosen :
Bpk. Yananto Mihadi Putra, SE. M.Si
PROGRAM STUDI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MERCU BUANA
JAKARTA, 2023
ABSTRAK
Manejemen aset adalah kegiatan pengelolaan suatu barang yang memiliki nilai dan manfaat
yang dapat digunakan untuk mengdukung jalanya suatu organisasi atau institusi dalam mencapai
tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan
Rumah Sakit Pusdikkes Puskesad dalam Pengelolaan Asetnya belum optimal. Beberapa alat
seperti alat-alat penunjang diagnostic tidak berfungsi maksimal karena kurangnya pemeliharaan,
dan masih rendahnya beberapa SDM dalam pengelolaan aset. Aset-aset yang dimiliki pada
kenyataannya membuat biaya operasional dan pemeliharaan yang cukup besar, sementara
kondisinya yang “idle” (tidak digunakan) menyebabkan in-efisiensi bagi pengelola. Sehingga
diperlukan Aplikasi untuk membantu dalam mengelola asset Rumah Sakit.
Kata Kunci: Aset, Manajemen Aset, Pelaporan Akuntansi
PENDAHULUAN
Aset menurut APB mendefinisikan aset sebagai sumber ekonomik karena adanya unsur
kelangkaan sehingga suatu entitas harus mengendalikannya dari akses pihak lain melalui transaksi
ekonomik. APB juga membedakan aset menjadi sumber ekonomik dan nonsumber ekonomik.
APB No. 4 merinci aset yang digolongkan se- bagai sumber ekonomik sebagai berikut:
1. Sumber produktif (productive resources):
a. Sumber produktif kesatuan usaha yang meliputi bahan baku, gedung, pabrik,
perlengkapan, sumber alam, paten dan semacamnya, jasa, dan sumber lain yang
digunakan dalam produksi barang dan jasa.
b. Hak kontraktual atas sumber produktif meliputi semua hak untuk menggunakan sumber
ekonomik pihak lain dan hak untuk mendapatkan barang atau jasa dari pihak lain.
2. Produk (products) yang merupakan keluaran kesatuan usaha terdiri atas: Barang jadi yang
menunggu penjualan dan Barang dalam proses
3. Uang (money)
4. Klaim untuk menerima uang (claims to receive money)
5. Hak pemilikan atau investasi pada perusahaan lain (ownership interest in other enterprise)
Aset perlu diidentifikasi, dikelola, dan dirawat dengan baik, sehingga kondisinya selalu
optimal. Aset juga merupakan modal kerja yang sangat penting dalam menunjang kinerja dalam
suatu instansi termasuk RS Pusdikkes Puskesad.
Rumah Sakit Pusdikkes Puskesad merupakan Rumah Sakit Pemerintah yang berada di
naungan TNI Angkatan Darat. RS merupakan pusat layanan kesehatan bagi masyarakat. Untuk
memberikan layanan operasional yang maksimal, dibutuhkan asset berupa alat kesehatan yang
merupakan salah satu komponen penting di samping tenaga dan obat dalam sarana pelayanan
kesehatan. Semua asset yang ada adalah milik negara yang perlu pemeliharaan, perawatan dan
pengembangan untuk operasional RS. Dalam pengelolaan suatu kekayaan diperlukan ilmu
manajemen yang khusus dan spesifik mengelola kekayaan (asset).
Saat ini, manajemen aset di RS Pusdikkes Puskesad belum optimal. Beberapa alat seperti
alat-alat penunjang diagnostic tidak berfungsi maksimal karena kurangnya pemeliharaan, dan
masih rendahnya beberapa SDM dalam pengelolaan aset. Aset-aset yang dimiliki pada
kenyataannya membuat biaya operasional dan pemeliharaan yang cukup besar, sementara
kondisinya yang “idle” (tidak digunakan) menyebabkan in-efisiensi bagi pengelola
Berdasarkan uraian diatas penulis tertarik untuk membuat artikel tentang “Implementasi
Manajamen Aset Dalam Pelaporan Akuntansi pada Rumah Sakit Pusdikkes Puskesad”.
LITERATUR TEORI
A. Pengertian Manajemen Aset
Manajemen aset adalah ilmu dan seni untuk memandu pengelolaan kekayaan yang
mencakup proses merencanakan kebutuhan aset, mendapatkan, menginventarisasi, melakukan
legal audit, menilai, mengoperasikan, memelihara, membaharukan atau menghapuskan hingga
mengalihkan aset secara efektif dan efisien (Sugiama, 2013:15). Manajemen aset ini sangat
penting diketahui karena di samping sebagai penentuan aktiva tetap dalam faktor penambah
dalam total aset daerah juga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sumber pendapatan yang
menopang pendapatan asli daerah.
Berdasarkan pada Department of Threaure and Finance (2004) bahwa pengertian
manajemen aset adalah proses pengelolaan suatu barang yang memiliki nilai dan manfaat lebih
dari 1 (satu) tahun yang dilakukan dalam kegiatan operasional Perusahaan.
Sedangkan pengertian manajemen aset daerah sendiri adalah melaksanakan pengelolaan
aset/ Barang Milik Daerah (BMD) berdasarkan prinsip dasar-dasar manajemen aset terhadap
aset/BMD dengan mengikuti landasan kebijakan yang diatur berdasarkan Undang-undang,
Peraturan Pemerintah, Keppres, Kepmen dan Surat Keputusan lainnya yang berhubungan
dengan pengaturan/ pengelolaan aset daerah (Budisusilo, 2005).
Berdasarkan definisi tersebut maka dapat disimpulkan bahwa menejemen aset adalah
kegiatan pengelolaan suatu barang yang memiliki nilai dan manfaat yang dapat digunakan
untuk mengdukung jalanya suatu organisasi atau institusi dalam mencapai tujuan yang telah
ditetapkan sebelumnya. Dalam pengelolaanya, tiap proses tersebut harus diawasi oleh
kementrian atau lembaga tertentu untuk menghindari kesalahan dan kerugian dikemudian hari.
Selain itu pengawasan sangat di perlukan untuk menunjang dan kelancaran organisasi tersebut
agar tujuan awal dapat tercapai.
B. Fungsi Manajemen Aset
Adhani, 2015 mengungkapkan ada 4 Fungsi Manajemen Aset diantaranya:
1. Fungsi Perencanaan
Perencanaan meliputi manusia, uang, sarana, dan metode. Perencanakan dimaksudkan
tentang perumusan tentang apa yang akan dicapai, serta rancangan tindakan yang
dilakukan untuk mencapai tindakan tersebut. Hal tersebut perlu dilakukan untuk
memperhitungkan dan mempertimbangkan terhadap kemampuan yang dimiliki.
2. Fungsi Pengorganisasian
Pengorganisasian berhubungan dengan keseluruhan proses pengelompokan orang-orang,
alat-alat, tugas dan tanggung jawab beserta wewenang yang harus diampu.
Pengorganisasian dibuat sedemikian rupa sehingga tercipta suatu organisasi yang bersifat
kesatuan agar tujuan lebih mudah dicapai.
3. Fungsi Penggerakan
Penggerakan adalah fungsi sebagai penggerak, pembimbing, dan mengarahkan orang agar
mereka mampu bekerja sesuai SOP demi tercapainya tujuan suatu organisasi. Keberhasilan
factor ini didukung oleh factor motivasi, pengarahan, komunikasi, dan kepemimpinan.
4. Fungsi Pengawasan
Pengawasan dilakukan dengan mengukur hasil kerja, membandingkan hasil kerja,
memastikan tidak adanya penyimpangan serta melakukan koreksi jika terjadi
penyimpangan. Pengawasan bisa langsung hadir dan tidak langsung hadir dengan cara
informasi dari orang lain melalui catatan dan laporan
C. Tujuan Manajemen Aset
Menurut Siregar (2018), terdapat empat tujuan utama dalam pengelolaan atau manajemen aset,
yaitu sebagai berikut:
1. Efisiensi pemilikan dan pemanfaatan.
Pengelolaan aset yang baik dan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya akan
berimplikasi pada pemanfaatan aset yang optimal.
2. Nilai ekonomis serta potensi yang terjaga.
3. Aset yang dikelola dengan baik akan menjaga nilai ekonomis aset tatap stabil dan akan
meningkatkan keuntungan dari segi pendapatan maupun pencapaian tujuan
perusahaan/organisasi.
4. Objektivitas dalam pengawasan, pengendalian peruntukan, penggunaan, serta pengalihan
kekuasaan.
Pengawasan terhadap aset akan lebih terarah apabila pengelolaan aset dilakukan dengan
baik. Pengawasan juga dilakukan dengan tujuan membantu dalam pencapaian tujuan dari
aset tersebut.
D. Aspek Manajemen Aset
Menurut Mahsun (2020), terdapat beberapa aspek dalam manajemen aset, yaitu kejelasan
status kepemilikan aset, inventarisasi kekayaan daerah dan masa pakai aset, optimasi
penggunaan dan pemanfaatan untuk meningkatkan pendapatan, pengamanan aset dan dasar
penyusunan neraca. Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut:
1. Kejelasan status kepemilikan aset.
Pengelolaan aset yang dilakukan salah satunya dengan melakukan legal audit dari suatu
aset, sehingga dapat diketahui secara jelas kepemilikan aset tersebut. Hal ini untuk
menghindarkan kepemilikan ganda dari satu aset.
2. Inventarisasi kekayaan daerah dan masa pakai aset.
Aset yang sudah diketahui secara jelas status kepemilikannya dapat diinventarisasikan
sesuai dengan status kepemilikannya. Apabila aset itu milik negara maka akan di
inventarisasi sebagai kekayaan negara, apabila aset itu milik pemerintah daerah maka aset
tersebut akan di inventarisasi sebagai kekayaan daerah. Selain itu akan diketahui masa
pakai dan umur ekonomis dari aset tersebut.
3. Optimasi penggunaan dan pemanfaatan untuk peningkatan pendapatan.
Aset yang berstatus idle capacity dapat dimanfaatkan dengan baik sesuai dengan
peruntukkan yang ditetapkan sehingga dapat diketahui pemanfaatannya untuk apa,
peruntukkan dari aset tersebut kepada siapa, dan mampu mendatangkan pendapatan bagi
pengelola aset.
4. Pengamanan aset.
Aset yang dimiliki oleh individu atau pemerintah dapat diamankan dengan baik karena
telah di lakukan inventarisasi, sehingga aset tersebut tidak akan mudah jatuh ke tangan
orang lain. Apabila ada yang mengakui memiliki aset tersebut maka dapat dibuktikan
secara hukum.
PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum RS Pusdikkes Puskesad
Rumah Sakit Pusdikkes Puskesad merupakan Rumah Sakit Pemerintah yang berada di
naungan TNI Angkatan Darat. RS merupakan pusat layanan kesehatan bagi masyarakat. Untuk
memberikan layanan operasional yang maksimal, dibutuhkan asset berupa alat kesehatan yang
merupakan salah satu komponen penting di samping tenaga dan obat dalam sarana pelayanan
kesehatan. Semua asset yang ada adalah milik negara yang perlu pemeliharaan, perawatan dan
pengembangan untuk operasional RS. Dalam pengelolaan suatu kekayaan diperlukan ilmu
manajemen yang khusus dan spesifik mengelola kekayaan (asset).
Rumah Sakit pada umumnya meliputi sistem produktif, sistem pengadaan, sistem
penjualan. Seluruh sistem adalah proses nilai tambah. Sebuah sistem yang rumit dengan
berbagai tugas yang berhubungan dengan dimensi dimensi tugas yang berhubungan dengan
pemangku kepentingan, dan kinerja yang terkait dengan rantai nilai tambah. Perusahaan sistem
kolaborasi adalah sistem informasi lintas fungsional yang enchance komunikasi, koordinasi,
dan kolaborasi di antara para anggota tim bisnis dan kelompok kerja. Dengan demikian sistem
kolaborasi perusahaan untuk memungkinkan bekerja sama lebih mudah dan efektif, membantu
untuk berkomunikasi, berbagi informasi satu sama lain, mengkoordinasikan upaya kerja
individu dan penggunaan sumber daya dengan satu sama lain.
B. Hambatan dalam Mengelola Aset di RS Pusdikkes Puskesad
Dalam proses pengelolaan aset peralatan medik maupun non alat medik pihak manajemen
Rumah Sakit selalu dihadapkan pada permasalahan-permasalahan yang timbul terutama
peralatan medik seperti Inventarisasi peralatan yang tidak tercatat dengan lengkap dan baik
sehingga menyulitkan pihak manajemen Rumah Sakit dalam melacak keberadaan alat,
mengetahui kondisi riil peralatan ( alat dalam kondisi baik, rusak ringan atau rusak berat),
persen alat yang masih layak pakai dan sudah tidak layak pakai, nilai aset yang telah
diinvestasikan, berapa penyusutan pertahunnya, bagaimana track record / history alat medik,
sudah berapakali mengalami perbaikan selama masa pakainya dan berapa biaya yang
dibutuhkannya, bagaimana catatan atau dokumentasi hasil pemeliharaan yang dilakukan,
bagaimana hasil kalibrasi alat selama ini dan masih banyak lagi permasalahan lainnya. Dalam
rangka membantu pihak manajemen rumah sakit untuk mengelola aset peralatan medik
maupun non alat medik dengan baik, efektif dan efisien maka perlu adanya dukungan berupa
software aplikasi maupun hardware, yang mampu membantu Rumah Sakit dalam mengelola
aset.
C. Solusi dalam Mengelola Aset di RS Pusdikkes Puskesad
Keunggulan menggunakan perancangan Sistem Aset Manajemen RS yang dirancang
berdasarkan kebutuhan manajemen Aset Rumah Sakit, khususnya peralatan medik baik dari
aspek teknis maupun manajemen; memudahkan pihak manajemen rumah sakit untuk
melakukan fungsi kontrol, monitor, evaluasi dan perencanaan yang bisa dijadikan dasar sebuah
pengambilan keputusan terkait dengan Improvement yang harus dilakukan pihak manajemen
rumah sakit; membantu mendokumentasikan dengan baik semua pekerjaan yang berkaitan
dengan inventarisasi, kalibrasi, pemeliharaan, penanganan complain dan perbaikan alat;
mempermudah rumah sakit dalam menghadapi akreditasi rumah sakit.
KESIMPULAN
Manejemen aset adalah kegiatan pengelolaan suatu barang yang memiliki nilai dan manfaat
yang dapat digunakan untuk mengdukung jalanya suatu organisasi atau institusi dalam mencapai
tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Dalam pengelolaanya, tiap proses tersebut harus diawasi
oleh kementrian atau lembaga tertentu untuk menghindari kesalahan dan kerugian dikemudian
hari. Selain itu pengawasan sangat di perlukan untuk menunjang dan kelancaran organisasi
tersebut agar tujuan awal dapat tercapai.
Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan Rumah Sakit Pusdikkes Puskesad
dalam Pengelolaan Asetnya belum optimal. Beberapa alat seperti alat-alat penunjang diagnostic
tidak berfungsi maksimal karena kurangnya pemeliharaan, dan masih rendahnya beberapa SDM
dalam pengelolaan aset. Aset-aset yang dimiliki pada kenyataannya membuat biaya operasional
dan pemeliharaan yang cukup besar, sementara kondisinya yang “idle” (tidak digunakan)
menyebabkan in-efisiensi bagi pengelola. Sehingga diperlukan Aplikasi untuk membantu dalam
mengelola asset Rumah Sakit.
DAFTAR PUSTAKA
Putra, Y. M., (2022). Kerangka Konsep Informasi Akuntansi. Modul Kuliah Teori Akuntansi.
Jakarta : FEB-Universitas Mercu Buana
Nasution, dkk 2015. Pengaruh Manajemen Aset Terhadap Optimalisasi Aset Rumah Sakit Jiwa
Daerah Provinsi Sumatra Utara. Jurnal Ekonomi, Vol 18.No 1 1 januari 2015.
Mahsun, Mohammad, 2020, Analisis Efektifitas Manajemen Aset Properti Riil Pemerintah Daerah
(Studi Kasus pada Pemerintah Kota Yogyakarta Tahun Anggaran 2001/2002). Jurnal
Akuntansi dan Keuangan Sektor Publik, 4(02): 1-9.
Siregar, D.Doli (2018). “Manajemen Aset”, Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah.

Norma Selestia-43222120010-TM05.docx

  • 1.
    TEORI AKUNTANSI IMPLEMENTASI TEORIMANAJEMEN ASET DALAM PELAPORAN AKUNTANSI (Studi Kasus Pada Rumah Sakit Pusdikkes Puskesad) Disusun Oleh: Norma Selestia - 43222120010 Nama Dosen : Bpk. Yananto Mihadi Putra, SE. M.Si PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA, 2023
  • 2.
    ABSTRAK Manejemen aset adalahkegiatan pengelolaan suatu barang yang memiliki nilai dan manfaat yang dapat digunakan untuk mengdukung jalanya suatu organisasi atau institusi dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan Rumah Sakit Pusdikkes Puskesad dalam Pengelolaan Asetnya belum optimal. Beberapa alat seperti alat-alat penunjang diagnostic tidak berfungsi maksimal karena kurangnya pemeliharaan, dan masih rendahnya beberapa SDM dalam pengelolaan aset. Aset-aset yang dimiliki pada kenyataannya membuat biaya operasional dan pemeliharaan yang cukup besar, sementara kondisinya yang “idle” (tidak digunakan) menyebabkan in-efisiensi bagi pengelola. Sehingga diperlukan Aplikasi untuk membantu dalam mengelola asset Rumah Sakit. Kata Kunci: Aset, Manajemen Aset, Pelaporan Akuntansi PENDAHULUAN Aset menurut APB mendefinisikan aset sebagai sumber ekonomik karena adanya unsur kelangkaan sehingga suatu entitas harus mengendalikannya dari akses pihak lain melalui transaksi ekonomik. APB juga membedakan aset menjadi sumber ekonomik dan nonsumber ekonomik. APB No. 4 merinci aset yang digolongkan se- bagai sumber ekonomik sebagai berikut: 1. Sumber produktif (productive resources): a. Sumber produktif kesatuan usaha yang meliputi bahan baku, gedung, pabrik, perlengkapan, sumber alam, paten dan semacamnya, jasa, dan sumber lain yang digunakan dalam produksi barang dan jasa. b. Hak kontraktual atas sumber produktif meliputi semua hak untuk menggunakan sumber ekonomik pihak lain dan hak untuk mendapatkan barang atau jasa dari pihak lain. 2. Produk (products) yang merupakan keluaran kesatuan usaha terdiri atas: Barang jadi yang menunggu penjualan dan Barang dalam proses 3. Uang (money) 4. Klaim untuk menerima uang (claims to receive money) 5. Hak pemilikan atau investasi pada perusahaan lain (ownership interest in other enterprise)
  • 3.
    Aset perlu diidentifikasi,dikelola, dan dirawat dengan baik, sehingga kondisinya selalu optimal. Aset juga merupakan modal kerja yang sangat penting dalam menunjang kinerja dalam suatu instansi termasuk RS Pusdikkes Puskesad. Rumah Sakit Pusdikkes Puskesad merupakan Rumah Sakit Pemerintah yang berada di naungan TNI Angkatan Darat. RS merupakan pusat layanan kesehatan bagi masyarakat. Untuk memberikan layanan operasional yang maksimal, dibutuhkan asset berupa alat kesehatan yang merupakan salah satu komponen penting di samping tenaga dan obat dalam sarana pelayanan kesehatan. Semua asset yang ada adalah milik negara yang perlu pemeliharaan, perawatan dan pengembangan untuk operasional RS. Dalam pengelolaan suatu kekayaan diperlukan ilmu manajemen yang khusus dan spesifik mengelola kekayaan (asset). Saat ini, manajemen aset di RS Pusdikkes Puskesad belum optimal. Beberapa alat seperti alat-alat penunjang diagnostic tidak berfungsi maksimal karena kurangnya pemeliharaan, dan masih rendahnya beberapa SDM dalam pengelolaan aset. Aset-aset yang dimiliki pada kenyataannya membuat biaya operasional dan pemeliharaan yang cukup besar, sementara kondisinya yang “idle” (tidak digunakan) menyebabkan in-efisiensi bagi pengelola Berdasarkan uraian diatas penulis tertarik untuk membuat artikel tentang “Implementasi Manajamen Aset Dalam Pelaporan Akuntansi pada Rumah Sakit Pusdikkes Puskesad”. LITERATUR TEORI A. Pengertian Manajemen Aset Manajemen aset adalah ilmu dan seni untuk memandu pengelolaan kekayaan yang mencakup proses merencanakan kebutuhan aset, mendapatkan, menginventarisasi, melakukan legal audit, menilai, mengoperasikan, memelihara, membaharukan atau menghapuskan hingga mengalihkan aset secara efektif dan efisien (Sugiama, 2013:15). Manajemen aset ini sangat penting diketahui karena di samping sebagai penentuan aktiva tetap dalam faktor penambah dalam total aset daerah juga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sumber pendapatan yang menopang pendapatan asli daerah. Berdasarkan pada Department of Threaure and Finance (2004) bahwa pengertian manajemen aset adalah proses pengelolaan suatu barang yang memiliki nilai dan manfaat lebih dari 1 (satu) tahun yang dilakukan dalam kegiatan operasional Perusahaan.
  • 4.
    Sedangkan pengertian manajemenaset daerah sendiri adalah melaksanakan pengelolaan aset/ Barang Milik Daerah (BMD) berdasarkan prinsip dasar-dasar manajemen aset terhadap aset/BMD dengan mengikuti landasan kebijakan yang diatur berdasarkan Undang-undang, Peraturan Pemerintah, Keppres, Kepmen dan Surat Keputusan lainnya yang berhubungan dengan pengaturan/ pengelolaan aset daerah (Budisusilo, 2005). Berdasarkan definisi tersebut maka dapat disimpulkan bahwa menejemen aset adalah kegiatan pengelolaan suatu barang yang memiliki nilai dan manfaat yang dapat digunakan untuk mengdukung jalanya suatu organisasi atau institusi dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Dalam pengelolaanya, tiap proses tersebut harus diawasi oleh kementrian atau lembaga tertentu untuk menghindari kesalahan dan kerugian dikemudian hari. Selain itu pengawasan sangat di perlukan untuk menunjang dan kelancaran organisasi tersebut agar tujuan awal dapat tercapai. B. Fungsi Manajemen Aset Adhani, 2015 mengungkapkan ada 4 Fungsi Manajemen Aset diantaranya: 1. Fungsi Perencanaan Perencanaan meliputi manusia, uang, sarana, dan metode. Perencanakan dimaksudkan tentang perumusan tentang apa yang akan dicapai, serta rancangan tindakan yang dilakukan untuk mencapai tindakan tersebut. Hal tersebut perlu dilakukan untuk memperhitungkan dan mempertimbangkan terhadap kemampuan yang dimiliki. 2. Fungsi Pengorganisasian Pengorganisasian berhubungan dengan keseluruhan proses pengelompokan orang-orang, alat-alat, tugas dan tanggung jawab beserta wewenang yang harus diampu. Pengorganisasian dibuat sedemikian rupa sehingga tercipta suatu organisasi yang bersifat kesatuan agar tujuan lebih mudah dicapai. 3. Fungsi Penggerakan Penggerakan adalah fungsi sebagai penggerak, pembimbing, dan mengarahkan orang agar mereka mampu bekerja sesuai SOP demi tercapainya tujuan suatu organisasi. Keberhasilan factor ini didukung oleh factor motivasi, pengarahan, komunikasi, dan kepemimpinan.
  • 5.
    4. Fungsi Pengawasan Pengawasandilakukan dengan mengukur hasil kerja, membandingkan hasil kerja, memastikan tidak adanya penyimpangan serta melakukan koreksi jika terjadi penyimpangan. Pengawasan bisa langsung hadir dan tidak langsung hadir dengan cara informasi dari orang lain melalui catatan dan laporan C. Tujuan Manajemen Aset Menurut Siregar (2018), terdapat empat tujuan utama dalam pengelolaan atau manajemen aset, yaitu sebagai berikut: 1. Efisiensi pemilikan dan pemanfaatan. Pengelolaan aset yang baik dan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya akan berimplikasi pada pemanfaatan aset yang optimal. 2. Nilai ekonomis serta potensi yang terjaga. 3. Aset yang dikelola dengan baik akan menjaga nilai ekonomis aset tatap stabil dan akan meningkatkan keuntungan dari segi pendapatan maupun pencapaian tujuan perusahaan/organisasi. 4. Objektivitas dalam pengawasan, pengendalian peruntukan, penggunaan, serta pengalihan kekuasaan. Pengawasan terhadap aset akan lebih terarah apabila pengelolaan aset dilakukan dengan baik. Pengawasan juga dilakukan dengan tujuan membantu dalam pencapaian tujuan dari aset tersebut. D. Aspek Manajemen Aset Menurut Mahsun (2020), terdapat beberapa aspek dalam manajemen aset, yaitu kejelasan status kepemilikan aset, inventarisasi kekayaan daerah dan masa pakai aset, optimasi penggunaan dan pemanfaatan untuk meningkatkan pendapatan, pengamanan aset dan dasar penyusunan neraca. Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut: 1. Kejelasan status kepemilikan aset. Pengelolaan aset yang dilakukan salah satunya dengan melakukan legal audit dari suatu aset, sehingga dapat diketahui secara jelas kepemilikan aset tersebut. Hal ini untuk menghindarkan kepemilikan ganda dari satu aset.
  • 6.
    2. Inventarisasi kekayaandaerah dan masa pakai aset. Aset yang sudah diketahui secara jelas status kepemilikannya dapat diinventarisasikan sesuai dengan status kepemilikannya. Apabila aset itu milik negara maka akan di inventarisasi sebagai kekayaan negara, apabila aset itu milik pemerintah daerah maka aset tersebut akan di inventarisasi sebagai kekayaan daerah. Selain itu akan diketahui masa pakai dan umur ekonomis dari aset tersebut. 3. Optimasi penggunaan dan pemanfaatan untuk peningkatan pendapatan. Aset yang berstatus idle capacity dapat dimanfaatkan dengan baik sesuai dengan peruntukkan yang ditetapkan sehingga dapat diketahui pemanfaatannya untuk apa, peruntukkan dari aset tersebut kepada siapa, dan mampu mendatangkan pendapatan bagi pengelola aset. 4. Pengamanan aset. Aset yang dimiliki oleh individu atau pemerintah dapat diamankan dengan baik karena telah di lakukan inventarisasi, sehingga aset tersebut tidak akan mudah jatuh ke tangan orang lain. Apabila ada yang mengakui memiliki aset tersebut maka dapat dibuktikan secara hukum. PEMBAHASAN A. Gambaran Umum RS Pusdikkes Puskesad Rumah Sakit Pusdikkes Puskesad merupakan Rumah Sakit Pemerintah yang berada di naungan TNI Angkatan Darat. RS merupakan pusat layanan kesehatan bagi masyarakat. Untuk memberikan layanan operasional yang maksimal, dibutuhkan asset berupa alat kesehatan yang merupakan salah satu komponen penting di samping tenaga dan obat dalam sarana pelayanan kesehatan. Semua asset yang ada adalah milik negara yang perlu pemeliharaan, perawatan dan pengembangan untuk operasional RS. Dalam pengelolaan suatu kekayaan diperlukan ilmu manajemen yang khusus dan spesifik mengelola kekayaan (asset). Rumah Sakit pada umumnya meliputi sistem produktif, sistem pengadaan, sistem penjualan. Seluruh sistem adalah proses nilai tambah. Sebuah sistem yang rumit dengan berbagai tugas yang berhubungan dengan dimensi dimensi tugas yang berhubungan dengan pemangku kepentingan, dan kinerja yang terkait dengan rantai nilai tambah. Perusahaan sistem kolaborasi adalah sistem informasi lintas fungsional yang enchance komunikasi, koordinasi,
  • 7.
    dan kolaborasi diantara para anggota tim bisnis dan kelompok kerja. Dengan demikian sistem kolaborasi perusahaan untuk memungkinkan bekerja sama lebih mudah dan efektif, membantu untuk berkomunikasi, berbagi informasi satu sama lain, mengkoordinasikan upaya kerja individu dan penggunaan sumber daya dengan satu sama lain. B. Hambatan dalam Mengelola Aset di RS Pusdikkes Puskesad Dalam proses pengelolaan aset peralatan medik maupun non alat medik pihak manajemen Rumah Sakit selalu dihadapkan pada permasalahan-permasalahan yang timbul terutama peralatan medik seperti Inventarisasi peralatan yang tidak tercatat dengan lengkap dan baik sehingga menyulitkan pihak manajemen Rumah Sakit dalam melacak keberadaan alat, mengetahui kondisi riil peralatan ( alat dalam kondisi baik, rusak ringan atau rusak berat), persen alat yang masih layak pakai dan sudah tidak layak pakai, nilai aset yang telah diinvestasikan, berapa penyusutan pertahunnya, bagaimana track record / history alat medik, sudah berapakali mengalami perbaikan selama masa pakainya dan berapa biaya yang dibutuhkannya, bagaimana catatan atau dokumentasi hasil pemeliharaan yang dilakukan, bagaimana hasil kalibrasi alat selama ini dan masih banyak lagi permasalahan lainnya. Dalam rangka membantu pihak manajemen rumah sakit untuk mengelola aset peralatan medik maupun non alat medik dengan baik, efektif dan efisien maka perlu adanya dukungan berupa software aplikasi maupun hardware, yang mampu membantu Rumah Sakit dalam mengelola aset. C. Solusi dalam Mengelola Aset di RS Pusdikkes Puskesad Keunggulan menggunakan perancangan Sistem Aset Manajemen RS yang dirancang berdasarkan kebutuhan manajemen Aset Rumah Sakit, khususnya peralatan medik baik dari aspek teknis maupun manajemen; memudahkan pihak manajemen rumah sakit untuk melakukan fungsi kontrol, monitor, evaluasi dan perencanaan yang bisa dijadikan dasar sebuah pengambilan keputusan terkait dengan Improvement yang harus dilakukan pihak manajemen rumah sakit; membantu mendokumentasikan dengan baik semua pekerjaan yang berkaitan dengan inventarisasi, kalibrasi, pemeliharaan, penanganan complain dan perbaikan alat; mempermudah rumah sakit dalam menghadapi akreditasi rumah sakit.
  • 8.
    KESIMPULAN Manejemen aset adalahkegiatan pengelolaan suatu barang yang memiliki nilai dan manfaat yang dapat digunakan untuk mengdukung jalanya suatu organisasi atau institusi dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Dalam pengelolaanya, tiap proses tersebut harus diawasi oleh kementrian atau lembaga tertentu untuk menghindari kesalahan dan kerugian dikemudian hari. Selain itu pengawasan sangat di perlukan untuk menunjang dan kelancaran organisasi tersebut agar tujuan awal dapat tercapai. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan Rumah Sakit Pusdikkes Puskesad dalam Pengelolaan Asetnya belum optimal. Beberapa alat seperti alat-alat penunjang diagnostic tidak berfungsi maksimal karena kurangnya pemeliharaan, dan masih rendahnya beberapa SDM dalam pengelolaan aset. Aset-aset yang dimiliki pada kenyataannya membuat biaya operasional dan pemeliharaan yang cukup besar, sementara kondisinya yang “idle” (tidak digunakan) menyebabkan in-efisiensi bagi pengelola. Sehingga diperlukan Aplikasi untuk membantu dalam mengelola asset Rumah Sakit. DAFTAR PUSTAKA Putra, Y. M., (2022). Kerangka Konsep Informasi Akuntansi. Modul Kuliah Teori Akuntansi. Jakarta : FEB-Universitas Mercu Buana Nasution, dkk 2015. Pengaruh Manajemen Aset Terhadap Optimalisasi Aset Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Sumatra Utara. Jurnal Ekonomi, Vol 18.No 1 1 januari 2015. Mahsun, Mohammad, 2020, Analisis Efektifitas Manajemen Aset Properti Riil Pemerintah Daerah (Studi Kasus pada Pemerintah Kota Yogyakarta Tahun Anggaran 2001/2002). Jurnal Akuntansi dan Keuangan Sektor Publik, 4(02): 1-9. Siregar, D.Doli (2018). “Manajemen Aset”, Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah.