1
BACKUP AND
RESTORE
by: Efrizal zaida
.
backup
.
Backup adalah prosesmenyalin datayang dianggap penting dengan tujuan agar
dataasli tetap terjagakeutuhannyadan sewaktu-waktu bisadipakai setelah
dikembalikan ketempat semula.
Mengapa harus melakukan
backup
 Salah satu dari masalah berikut ini menjadikan kita harus
melakukan backup secara rutin:
 Kerusakan perangkat keras,
 Kesalahan manusia,
 Kesalahan perangkat lunak
 Faktor bencana alam.
 backup setiap hari:
 File-file data, semua dokumen, program, lembar kerja elektronik
dan sebagainya mempunyai prioritas backup yang paling besar.
Karena data-data ini tidak bisa didapatkan dari lokasi lain
 File-file system, prioritas backup lebih rendah karena kita bisa
menggenerate ulang dengan mudah dari tempat lain.
Strategi membuat sistem
backup
 seberapa sering user mengubah data,
 seberapa penting data,
 sumber daya manusia dan media yang bisa dipakai untuk
menjalankan strategi backup yang akan Anda buat.
Ditinjau dari cara membackup data proses backup
dibagi menjadi 3 yaitu:
Full Backup, adalah backup keseluruhan data.
Differential Backup, adalah data hanya akan membackup data
yang telah mengalami perubahan dari proses full backup
sebelumnya.
Incremental Backup, adalah proses backup yang membackup file-
file data yang mengalami perubahan dari proses Full Backup atau
Differential Backup terakhir.
Strategi Father/Son
Metode ini adalah metode paling mudah dan
ekonomis. Menggunakan 6 media backup
dimana setiap hari dilakukan proses
Differential Backup atau Incremental Backup,
dan pada hari kelima dilakukan Full Backup.
Media untuk melakukan Full Backup ini
disediakan 2 buah untuk minggu ganjil dan
minggu genap secara selang-seling. Rotasi
dengan metode ini bisa dilihat pada tabel
berikut:
Strategi Father/Son
Mulai proses rotasi dengan Full Backup.
Buatlah Differential Backup atau Incremental Backup pada
hari Senin sampai Kamis.
Gunakan media backup kedua di akhir minggu (hari
Senin Selasa Rabu Kamis Jumat
Minggu 1 Tape1 Tape2 Tape3 Tape4 Tape5
Minggu 2 Tape1 Tape2 Tape3 Tape4 Tape6
Strategi siklus Ten-Tape
Metode ini menyimpan backup perhari,
perminggu, dan perbulan. Setiap tiga
bulan media backup dirotasi, sehingga
kita bisa menyimpan backup data dua
bulan terakhir.
Strategi siklus Ten-Tape
Perhari Perminggu Perbulan
Senin Jumat 1 Bulan 1
Selasa Jumat 2 Bulan 2
Rabu Jumat 3 Bulan 3
Kamis
 Mulailah dengan Full Backup
 Pada setiap hari Senin sampai Kamis dilakukan Differential Backup atau Incremental
Backup.
 Diakhir Minggu dilakukan Full Backup.
 Gunakan media perbulan di akhir bulan/minggu keempat.
 Gunakan media ke-1 pada bulan keempat.
Mengunakan perintah cp
 cp -rfpv /home/amir/dataku /tmp/ ← Backup
 cp -rfpv /tmp/dataku /home/amir/ ← Restore
 Contoh:
#cp -rf /opt/zimbra/store /media/disk
Mengunakan scp
 scp -rp /home/amir/dataku 192.168.98.115:/tmp ←
Backup
 scp -rp 192.168.98.115:/tmp/dataku /home/amir/
 ← Restore
dd
# buat arsip :
[root]# dd if=/u01/* of=/dev/rmt/2m
bs=32k
# merestore arsipnya :
[root]# dd if=/dev/rmt/2m of=/u01/
bs=32k
Menggunakan tar, gz, dan bz2
Program standar untuk membuat file backup di dunia *nix adalah
tar. tar sendiri adalah nama singkat "tape archiver", penamaan
ini hanya dilatar belakangi alasan sejarah semata. Program
pengarsip ini didesain untuk menyimpan dan mengurai
file/direktori dari sebuah file arsip yang disebut dengan tarfile.
File tar ini bisa disimpan dalam sebuah tape atau bisa juga
disimpan sebagai file normal dalam media penyimpanan yang
Menggunakan tar, gz, dan bz2
 efrizal$ tar -czvf ppdt.tar.gz ppdt/
 efrizal$ tar -cjvf kelas.tar.bz2 -C /var/www/ kelas/
 tar -zcvpf /archive/full-backup-`date +%d-%B-%Y`.tar.gz –
directory / –exclude=mnt –exclude=proc –exclude=var/spool/
tar
 tar -xjvf backup.tar.bz2 -C /var/www/html /home
 tar -cjvf /tmp/u01.tar.bz2 /u01
(perintah ini akan merangkum isi direktori /u01 kedalam arsip
bernama u01.tar kemudian mengcompress lagi ukuran dari
file u01.tar dengan metode bz2 kedalam file u01.tar.bz2)
contoh
#su – zimbra
#zmcontrol stop
#tar -czvf /var/data/zimbra.tar.gz
/opt/zimbra
Kalau ingin merestore, direktori
/opt/zimbra dihapus atau dipindahkan
ketempat lain. Kemudian buat file link.
Tar
* Simple Daily Incremental
Backup
# find $DIRS -mtime -1 -
type f -print | tar zcvf
/BackupDir_1/Month_Date.t
gz -T -
Cpio mempunyai tiga modus operasi
Modus copy-out, cpio akan menyalin file-file ke dalam
arsip. Dalam modus ini cpio akan membaca daftar file
satu-persatu dari standar input dan akan menulis arsip ke
standar output.
Modus copy-in, cpio akan menyalin file-file dari arsip ke
filesistem atau menampilkan daftar file dari arsip. Arsip
dibaca dari standar input.
Modus copy-pass, cpio akan menyalin sebuah struktur
direktori ke struktur direktori yang lain. Dalam modus ini
cpio menyatukan proses copy-out dan copy-in dalam satu
perintah tanpa memakai file arsip sama sekali.
contoh
 find /home/amir/dataku -print | cpio -o > dataku.cpio
← backup
 cpio -i -v < dataku.cpio ← Restore
contoh
find ppdt/ -print -name ppdt*|cpio -o > ppdt.bak
cpio -i -t < ppdt.bak
cpio -i -v --make-directories *Linux* < ../ppdt.bak
contoh
Membuat file bakup dengan cpio
#ls | cpio -ov >
directory.cpio
#find . -print -depth | cpio -ov > tree.cpio
Mengektrak bakup cpio
# find . -depth -print0 | cpio --null -pvd new-
dir
rsync
Rsync adalah utiliti yang sangat hebat dari Andrew Tridgell
(pembuat SAMBA; website rsync sendiri di host di
samba.org: http://rsync.samba.org). Rsync dapat meng-
copy hanya perubahan file, dapat pula dikompres dan dapat
mempergunakan ssh untuk menjaga keamanan
Menggunakan rsync
 mampu menyalin link, file piranti, kepemilikan dan hak akses,
 mendukung opsi-opsi exclude dan exclude-from seperti GNU tar,
 bisa menggunakan secara transparan remote shell, misalnya ssh atau rsh,
 tidak memerlukan hak akses root,
 mendukung server-server tanpa otentifikasi dan dengan otentifikasi yang
sangat bagus untuk proses mirro data.
Cara menggunakan rsync bisa digolongkan
menjadi delapan cara:
 menyalin file/direktori dari lokal filesistem ke lokal
filesistem,
 menyalin files/direktori dari lokal filesistem ke komputer lain
dengan bantuan program shell,
 menyalin files/direktori dari komputer lain ke filesistem lokal
dengan bantuan program shell,
cont
menyalin files/direktori dari rsync server ke komputer lokal,
menyalin files/direktori dari komputer lokal ke ke rsync server,
menyalin file/direkori ke komputer lokal dari rsync server menggunakan
bantuan program shell,
menyaklin file/direktori dari komputer lokal ke rsync server menggunakan
bantuan program shell,
melihat daftar file di komputer lain.
Contoh
Menyalin sebuah direktori –test/-- beserta isinya ke direktori lain --/tmp:
# rsync -r -R test/ /tmp/
Menyalin sebuah file dari filesistem lokal ke server dengan bantuan program shell ssh.
# rsync --rsh="ssh" test.txt salman@192.168.1.2:/home/salman/
Menyalin data dari modul squid yang terdapat di mesin dengan nomor IP 192.168.1.2
menggunakan protokol rsync dan user bayu ke direktori /tmp.
# rsync -r -R rsync://bayu@192.168.1.2:/squid /tmp/
rsync
Backup direktori
# rsync dira/* dirb/
Untuk melihat proses
#rsync --verbose –progress dirA/* dirB/
rsync
Umumnya, Anda juga akan memberikan
opsi –recursive untuk sinkronisasi rekursif,
sehingga, perintah akan menjadi:
$ rsync --recursive --verbose --progress dirA/* dirB/
rsync
 Contoh:
 Rsync -t *.c foo:src/ (menkopi seluruh file yang berextensi
.c ke direktori src yang ada di mesin foo.
 Rsync -avz foo:src/bar data/tmp (Mnegkopi file secara
recursif dari direktori src/bar ke mesin data/tmp)
rsync
 Local backup
rsync -r -R /home/amir/dataku /tmp/
rsync -r -R /tmp/dataku /home/amir/ ← Restore
#rsync -auvzHKP /opt/zimbra /var/data
cont.
 Remote backup
rsync -avz –rsh=”ssh” /home/amir/dataku 192.168.98.115:/tmp/
rsync -avz –rsh=”ssh” 192.168.98.115:/tmp/dataku /home/amir/
DUMP dan RESTORE
Perintah dump berasal dari AT&T Unix versi 6, kemudian diporting ke Linux
untuk filesistem ext2/ext3. Program ini berfungsi untuk mengevaluasi file-
file dalam filesistem ext2/ext3 dan menentukan file-file mana yang akan
dibackup. File-file ini kemudian akan disimpan ke dalam disk, tape, atau
media penyimpanan yang lainnya.
DUMP dan RESTORE
Untuk membuat backup direktori /home
ke sebuah file dump bernama
home.bak.
[root@warrior /]# dump -f home.bak
/home/
Untuk membandingkan file-file antara
yang terdapat dalam filesistem dan
yang terdapat dalam file backup.
[root@warrior /]# restore -C -f
Penjadualan dengan crontab
Minute - Minutes after the hour (0-59).
Hour - 24-hour format (0-23)
Day - Day of the month (1-31)
Month - Month of the year (1-12)
Weekday - Day of the week (0-6), the 0
refers to Sunday
Jalankan , crontab –e sebagai root
(misal tiap jam 1 pagi)
RAID
RAID adalah singkatan dari Redundant Array of Inexpensive
Disk, yaitu sebuah metode untuk menyimpan data di
beberapa media penyimpanan. Metode yang digunakan
adalah disk striping atau disk mirroring
Tujuannya adalah agar:
*data redundancy,
*lower latency,
*higher bandwidth,
*data recovery.
RAID 0
Juga dikenal dengan modus stripping. Membutuhkan
minimal 2 harddisk. Sistemnya adalah menggabungkan
kapasitas dari beberapa harddisk
contoh:
Kita membutuhkan suatu partisi dengan ukuran 5TR. Harga
sebuah harddisk berukuran 1TR adalah Rp.500.000,-
sedangkan harga harddisk berukuran 5TR adalah
Rp.5.000.000,-. Nah, kita dapat membetuk suatu partisi
berukuran 5TR dari 5 unit harddisk berukuran 1TR
dengan menggunakan RAID 0. Tentunya skenario ini lebih
murah karena memakan biaya lebih murah: 5 x
Rp.500.000,- = Rp.2.500.000,-. Lebih murah daripada
harus membeli harddisk yang berukuran 5TR. Itulah
kenapa pada awalnya disebut redundant array of
inexpensive disk.
Data yang ditulis pada harddisk-harddisk tersebut terbagi-bagi menjadi fragmen-fragmen. Dimana
fragmen-fragmen tersebut disebar di seluruh harddisk. Sehingga, jika salah satu harddisk
mengalami kerusakan fisik, maka data tidak dapat dibaca sama sekali.
Namun ada keuntungan dengan adanya fragmen-fragmen ini: kecepatan. Data bisa diakses lebih
cepat dengan RAID 0, karena saat komputer membaca sebuah fragmen di satu harddisk, komputer
juga dapat membaca fragmen lain di harddisk lainnya
RAID 1
Biasa disebut dengan modus mirroring. Membutuhkan minimal 2
harddisk. Sistemnya adalah menyalin isi sebuah harddisk ke harddisk
lain dengan tujuan: jika salah satu harddisk rusak secara fisik, maka data
tetap dapat diakses dari harddisk lainnya.
Contoh:
Sebuah server memiliki 2 unit harddisk yang berkapasitas masing-
masing 80GB dan dikonfigurasi RAID 1. Setelah beberapa tahun, salah
satu harddisknya mengalami kerusakan fisik. Namun data pada harddisk
lainnya masih dapat dibaca, sehingga data masih dapat diselamatkan
selama bukan semua harddisk yang mengalami kerusakan fisik secara
bersamaan.
 RAID-1, disebut juga RAID Level 1 atau mirroring. Data yang akan ditulis pada beberapa media
untuk mendapatkan efek mirroring. Karena itu proses membaca akan lebih cepat dibandingkan
dengan proses menulis. Keuntungan yang didapatkan adalah jika ada kerusakan di salah satu
media maka data tidak akan hilang. Kerugiannya adalah biaya penyimpanan akan bertambah per
bytenya.
RAID 2
.
 RAID-2, atau RAID Level 2.Adalah jenis RAID yang menggunakan pengoreksian data
menggunakan kode Humming. Metode ini ditujukan untuk media-media yang tidak mempunyai
proses koreksi internal. Piranti-piranti seperti SCSI mempunyai proses koreksi internal sehingga
RAID Level 2 ini sangat jarang digunakan.
RAID 2, juga menggunakan sistem stripping. Namun ditambahkan tiga harddisk lagi untuk pariti
hamming, sehingga data menjadi lebih reliable. Karena itu, jumlah harddisk yang dibutuhkan
adalah minimal 5 (n+3, n > 1). Ketiga harddisk terakhir digunakan untuk menyimpan hamming
code dari hasil perhitungan tiap bit-bit yang ada di harddisk lainnya.
Contoh:
Kita memiliki 5 harddisk (sebut saja harddisk A,B,C, D, dan E) dengan ukuran yang sama, masing-
masing 40GB. Jika kita mengkonfigurasi keempat harddisk tersebut dengan RAID 2, maka
kapasitas yang didapat adalah: 2 x 40GB = 80GB (dari harddisk A dan B). Sedangkan harddisk C,
D, dan E tidak digunakan untuk penyimpanan data, melainkan hanya untuk menyimpan informasi
pariti hamming dari dua harddisk lainnya:A, dan B. Ketika terjadi kerusakan fisik pada salah satu
harddisk utama (A atau B), maka data tetap dapat dibaca dengan memperhitungkan pariti kode
RAID 3
. RAID-3, atau RAID Level 3. Akan menyimpan data-data yang telah dipotong-potong ke beberapa
disk yang berbeda dan menyimpan parity di salah satu media.
RAID 3, juga menggunakan sistem stripping. Juga menggunakan harddisk tambahan untuk
reliability, namun hanya ditambahkan sebuah harddisk lagi untuk parity.. Karena itu, jumlah
harddisk yang dibutuhkan adalah minimal 3 (n+1 ; n > 1). Harddisk terakhir digunakan untuk
menyimpan parity dari hasil perhitungan tiap bit-bit yang ada di harddisk lainnya.
Kita memiliki 4 harddisk (sebut saja harddisk A,B,C, dan D) dengan ukuran yang sama, masing-
masing 40GB. Jika kita mengkonfigurasi keempat harddisk tersebut dengan RAID 3, maka
kapasitas yang didapat adalah: 3 x 40GB = 120GB. Sedangkan harddisk D tidak digunakan untuk
penyimpanan data, melainkan hanya untuk menyimpan informasi parity dari ketiga harddisk
lainnya:A, B, dan C. Ketika terjadi kerusakan fisik pada salah satu harddisk utama (A, B, atau C),
maka data tetap dapat dibaca dengan memperhitungkan parity yang ada di harddisk D. Namun, jika
harddisk D yang mengalami kerusakan, maka data tetap dapat dibaca dari ketiga harddisk lainnya.
RAID 4
RAID-4, atau RAID Level 4. Akan memotong-
motong data dan menyimpannya pada drive
yang berbeda dan paritynya akan disimpan di
salah satu drive. Kecepatan membaca lebih
cepat daripada menulis.
Sama dengan sistem RAID 3, namun
menggunakan parity dari tiap block
harddisk, bukan bit. Kebutuhan
harddisk minimalnya juga sama, 3
(n+1 ; n >1).
RAID 5
RAID 5 pada dasarnya sama dengan RAID 4, namun dengan
pariti yang terdistribusi. Yakni, tidak menggunakan harddisk
khusus untuk menyimpan paritinya, namun paritinya
tersebut disebar ke seluruh harddisk. Kebutuhan harddisk
minimalnya juga sama, 3 (n+1 ; n >1).
RAID 6
Secara umum adalah peningkatan dari RAID 5, yakni dengan
penambahan parity menjadi 2 (p+q). Sehingga jumlah
harddisk minimalnya adalah 4 (n+2 ; n > 1). Dengan adanya
penambahan pariti sekunder ini, maka kerusakan dua buah
harddisk pada saat yang bersamaan masih dapat ditoleransi.
Misalnya jika sebuah harddisk mengalami kerusakan, saat
proses pertukaran harddisk tersebut terjadi kerusakan lagi di
salah satu harddisk yang lain, maka hal ini masih dapat
ditoleransi dan tidak mengakibatkan kerusakan data di
harddisk bersistem RAID 6.
Storage area network (SAN)
dengan iSCSI
Storage Area Network (SAN) adalah suatu sistem media
penyimpanan terpusat dalam jaringan, yang memungkinkan
komputer server atau client untuk menggunakan media
penyimpanan tersebut seolah olah menggunakan penyimpanan
lokal (local disk). Biasanya SAN menggunakan jaringan fibre
channel dan fibre channel hard drive , yang memiliki performa
sangat tinggi. Tetapi SAN fibre channel sangat mahal dan
komplek. Namun jangan khawatir Anda tetap dapat
memperoleh kuntungan dari SAN, karena kini Anda dapat
menggunakan iSCSI yang murah biaya dan mengurangi
kompleksitas jaringan fibre channel karena iSCSI hanya
memerlukan jaringan TCP/IP
initiator adalah istilah atau nam a dari iSCSI client.
target adalah nam a dari iSCSI server. ISCSI server m enyediakan m edia penyim panan (disk, tape,
cd/dvd dan lain lain) kepada client (initiator).
iSCSI
Keuntungan utama dari SAN adalah:
1. Availability: satu copy dari data jadi dapat di
akses oleh semua host melalui jalur yang
bebeda dan semua data lebih effisien di
manage-nya.
2. Reliability: infrastruktur transport data yang
dapat menjamin tingkat kesalahan yang sangat
minimal, dan kemampuan dalam mengatasi
kegagalan.
3. Scalability: server maupun media penyimpanan
(storage) dapat ditambahkan secara
independent satu dan lainnya, dengan tanpa
pembatas harus menggunakan sistem yang
iSCSI
.
4.Performance: Fibre Channel (standar enabling teknologi untuk
interkonektifitas SAN) mempunyai bandwidth 100MBps bandwidth
dengan overhead yang rendah, dan SAN akan memisahkan trafik
backup dengan trafik standar LAN/WAN.
5.Manageability: berkembangnya perangkat lunak dan standar baik
untuk FC-AL (Fibre Channel Arbitrated Loop) maupun Fibre Channel
fabric memungkinkan managemen dilakukan secara terpusat dan
koreksi dan deteksi kesalahan yang proaktif.
6.Return On Information Management: Karena bertambahkan tingkat
redudansi dan kemampuan managemen yang baik, maupun
kemampuan untuk di tambahkan server dan media penyimpan
(storage) secara independen – SAN pada akhirnya memungkinan biaya
kepemilikan yang rendah pada saat yang sama menaikan Return On
Information Management (ROIM) di bandingkan metoda
High-avaibility cluster dengan
DRBD
DRBD® adalah sebuah sistem
penyimpanan yang terdistribusikan.
Terdiri dari modul kernel, beberapa
userspace aplikasi manajemen dan
beberapa skrip shell.
DRBD®
mengacu pada block device
yang dirancang sebagai sebuah blok
bangunan untuk membentuk cluster
high availability (HA).
DRBD
DRBD dan harddisk RAID bersifat saling
mendukung. DRBD memiliki satu keunggulan
dibandingkan harddisk RAID, yaitu backup server
berada terpisah dengan sumber backup. Dengan
terpisahnya backup dari sumbernya maka akan
menguntungkan untuk pencegahan, jika ada
masalah pada salah satu server, server lainnya
akan bertindak sebagai server pengganti. Jika
server utama sudah kembali pulih, kendali akan
dikembalikan ke server utama (failover).
Mt control magnetic tape drive
operation
#mt –f /dev/st0 status Perintah ini digunakan untuk mengecek
status tape drive st0 (rewind
tape)
Contoh:
root@id-prx-jkt ~# mt -f /dev/st0 status
SCSI 2 tape drive:
File number=0, block number=0, partition=0.
mt
#mt –f /dev/st0 erase
Menghapus / format seluruh isi tape. Hati-hati menggunakan
perintah
ini!. Pastikan anda menggunakan tape baru atau pastikan data
sudah di benar.
mt
#mt –f /dev/st0 densities
Melihat kode list density. Disini kita bisa mencocokan jenis
tape yang kita gunakan.
mt
#mt –f /dev/st0 setdensity 0x25
Menentukan jenis density yang digunakan.
0x25 untuk jenis DDS-3 berkapasitas berapa?.
mt
#mt –f /dev/st0 setblk 32000 Memberikan defaullock
Attribute.
# mt –f /dev/st0 rewind Mengembalikan tape ke posisi awal.
#mt –f /dev/st0 tell Memberitahukan posisi block sekarang
pada tape.
root@id-prx-jkt ~# mt -f /dev/st0 tell At block 0.
Pada tahap ini Drive telah siap untuk menerima backup data.

presentasi-backup.ppt

  • 1.
  • 2.
    backup . Backup adalah prosesmenyalindatayang dianggap penting dengan tujuan agar dataasli tetap terjagakeutuhannyadan sewaktu-waktu bisadipakai setelah dikembalikan ketempat semula.
  • 3.
    Mengapa harus melakukan backup Salah satu dari masalah berikut ini menjadikan kita harus melakukan backup secara rutin:  Kerusakan perangkat keras,  Kesalahan manusia,  Kesalahan perangkat lunak  Faktor bencana alam.
  • 4.
     backup setiaphari:  File-file data, semua dokumen, program, lembar kerja elektronik dan sebagainya mempunyai prioritas backup yang paling besar. Karena data-data ini tidak bisa didapatkan dari lokasi lain  File-file system, prioritas backup lebih rendah karena kita bisa menggenerate ulang dengan mudah dari tempat lain.
  • 5.
    Strategi membuat sistem backup seberapa sering user mengubah data,  seberapa penting data,  sumber daya manusia dan media yang bisa dipakai untuk menjalankan strategi backup yang akan Anda buat.
  • 6.
    Ditinjau dari caramembackup data proses backup dibagi menjadi 3 yaitu: Full Backup, adalah backup keseluruhan data. Differential Backup, adalah data hanya akan membackup data yang telah mengalami perubahan dari proses full backup sebelumnya. Incremental Backup, adalah proses backup yang membackup file- file data yang mengalami perubahan dari proses Full Backup atau Differential Backup terakhir.
  • 7.
    Strategi Father/Son Metode iniadalah metode paling mudah dan ekonomis. Menggunakan 6 media backup dimana setiap hari dilakukan proses Differential Backup atau Incremental Backup, dan pada hari kelima dilakukan Full Backup. Media untuk melakukan Full Backup ini disediakan 2 buah untuk minggu ganjil dan minggu genap secara selang-seling. Rotasi dengan metode ini bisa dilihat pada tabel berikut:
  • 8.
    Strategi Father/Son Mulai prosesrotasi dengan Full Backup. Buatlah Differential Backup atau Incremental Backup pada hari Senin sampai Kamis. Gunakan media backup kedua di akhir minggu (hari Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Minggu 1 Tape1 Tape2 Tape3 Tape4 Tape5 Minggu 2 Tape1 Tape2 Tape3 Tape4 Tape6
  • 9.
    Strategi siklus Ten-Tape Metodeini menyimpan backup perhari, perminggu, dan perbulan. Setiap tiga bulan media backup dirotasi, sehingga kita bisa menyimpan backup data dua bulan terakhir.
  • 10.
    Strategi siklus Ten-Tape PerhariPerminggu Perbulan Senin Jumat 1 Bulan 1 Selasa Jumat 2 Bulan 2 Rabu Jumat 3 Bulan 3 Kamis  Mulailah dengan Full Backup  Pada setiap hari Senin sampai Kamis dilakukan Differential Backup atau Incremental Backup.  Diakhir Minggu dilakukan Full Backup.  Gunakan media perbulan di akhir bulan/minggu keempat.  Gunakan media ke-1 pada bulan keempat.
  • 11.
    Mengunakan perintah cp cp -rfpv /home/amir/dataku /tmp/ ← Backup  cp -rfpv /tmp/dataku /home/amir/ ← Restore  Contoh: #cp -rf /opt/zimbra/store /media/disk
  • 12.
    Mengunakan scp  scp-rp /home/amir/dataku 192.168.98.115:/tmp ← Backup  scp -rp 192.168.98.115:/tmp/dataku /home/amir/  ← Restore
  • 13.
    dd # buat arsip: [root]# dd if=/u01/* of=/dev/rmt/2m bs=32k # merestore arsipnya : [root]# dd if=/dev/rmt/2m of=/u01/ bs=32k
  • 14.
    Menggunakan tar, gz,dan bz2 Program standar untuk membuat file backup di dunia *nix adalah tar. tar sendiri adalah nama singkat "tape archiver", penamaan ini hanya dilatar belakangi alasan sejarah semata. Program pengarsip ini didesain untuk menyimpan dan mengurai file/direktori dari sebuah file arsip yang disebut dengan tarfile. File tar ini bisa disimpan dalam sebuah tape atau bisa juga disimpan sebagai file normal dalam media penyimpanan yang
  • 15.
    Menggunakan tar, gz,dan bz2  efrizal$ tar -czvf ppdt.tar.gz ppdt/  efrizal$ tar -cjvf kelas.tar.bz2 -C /var/www/ kelas/  tar -zcvpf /archive/full-backup-`date +%d-%B-%Y`.tar.gz – directory / –exclude=mnt –exclude=proc –exclude=var/spool/
  • 16.
    tar  tar -xjvfbackup.tar.bz2 -C /var/www/html /home  tar -cjvf /tmp/u01.tar.bz2 /u01 (perintah ini akan merangkum isi direktori /u01 kedalam arsip bernama u01.tar kemudian mengcompress lagi ukuran dari file u01.tar dengan metode bz2 kedalam file u01.tar.bz2)
  • 17.
    contoh #su – zimbra #zmcontrolstop #tar -czvf /var/data/zimbra.tar.gz /opt/zimbra Kalau ingin merestore, direktori /opt/zimbra dihapus atau dipindahkan ketempat lain. Kemudian buat file link.
  • 18.
    Tar * Simple DailyIncremental Backup # find $DIRS -mtime -1 - type f -print | tar zcvf /BackupDir_1/Month_Date.t gz -T -
  • 19.
    Cpio mempunyai tigamodus operasi Modus copy-out, cpio akan menyalin file-file ke dalam arsip. Dalam modus ini cpio akan membaca daftar file satu-persatu dari standar input dan akan menulis arsip ke standar output. Modus copy-in, cpio akan menyalin file-file dari arsip ke filesistem atau menampilkan daftar file dari arsip. Arsip dibaca dari standar input. Modus copy-pass, cpio akan menyalin sebuah struktur direktori ke struktur direktori yang lain. Dalam modus ini cpio menyatukan proses copy-out dan copy-in dalam satu perintah tanpa memakai file arsip sama sekali.
  • 20.
    contoh  find /home/amir/dataku-print | cpio -o > dataku.cpio ← backup  cpio -i -v < dataku.cpio ← Restore
  • 21.
    contoh find ppdt/ -print-name ppdt*|cpio -o > ppdt.bak cpio -i -t < ppdt.bak cpio -i -v --make-directories *Linux* < ../ppdt.bak
  • 22.
    contoh Membuat file bakupdengan cpio #ls | cpio -ov > directory.cpio #find . -print -depth | cpio -ov > tree.cpio Mengektrak bakup cpio # find . -depth -print0 | cpio --null -pvd new- dir
  • 23.
    rsync Rsync adalah utilitiyang sangat hebat dari Andrew Tridgell (pembuat SAMBA; website rsync sendiri di host di samba.org: http://rsync.samba.org). Rsync dapat meng- copy hanya perubahan file, dapat pula dikompres dan dapat mempergunakan ssh untuk menjaga keamanan
  • 24.
    Menggunakan rsync  mampumenyalin link, file piranti, kepemilikan dan hak akses,  mendukung opsi-opsi exclude dan exclude-from seperti GNU tar,  bisa menggunakan secara transparan remote shell, misalnya ssh atau rsh,  tidak memerlukan hak akses root,  mendukung server-server tanpa otentifikasi dan dengan otentifikasi yang sangat bagus untuk proses mirro data.
  • 25.
    Cara menggunakan rsyncbisa digolongkan menjadi delapan cara:  menyalin file/direktori dari lokal filesistem ke lokal filesistem,  menyalin files/direktori dari lokal filesistem ke komputer lain dengan bantuan program shell,  menyalin files/direktori dari komputer lain ke filesistem lokal dengan bantuan program shell,
  • 26.
    cont menyalin files/direktori darirsync server ke komputer lokal, menyalin files/direktori dari komputer lokal ke ke rsync server, menyalin file/direkori ke komputer lokal dari rsync server menggunakan bantuan program shell, menyaklin file/direktori dari komputer lokal ke rsync server menggunakan bantuan program shell, melihat daftar file di komputer lain.
  • 27.
    Contoh Menyalin sebuah direktori–test/-- beserta isinya ke direktori lain --/tmp: # rsync -r -R test/ /tmp/ Menyalin sebuah file dari filesistem lokal ke server dengan bantuan program shell ssh. # rsync --rsh="ssh" test.txt salman@192.168.1.2:/home/salman/ Menyalin data dari modul squid yang terdapat di mesin dengan nomor IP 192.168.1.2 menggunakan protokol rsync dan user bayu ke direktori /tmp. # rsync -r -R rsync://bayu@192.168.1.2:/squid /tmp/
  • 28.
    rsync Backup direktori # rsyncdira/* dirb/ Untuk melihat proses #rsync --verbose –progress dirA/* dirB/
  • 29.
    rsync Umumnya, Anda jugaakan memberikan opsi –recursive untuk sinkronisasi rekursif, sehingga, perintah akan menjadi: $ rsync --recursive --verbose --progress dirA/* dirB/
  • 30.
    rsync  Contoh:  Rsync-t *.c foo:src/ (menkopi seluruh file yang berextensi .c ke direktori src yang ada di mesin foo.  Rsync -avz foo:src/bar data/tmp (Mnegkopi file secara recursif dari direktori src/bar ke mesin data/tmp)
  • 31.
    rsync  Local backup rsync-r -R /home/amir/dataku /tmp/ rsync -r -R /tmp/dataku /home/amir/ ← Restore #rsync -auvzHKP /opt/zimbra /var/data
  • 32.
    cont.  Remote backup rsync-avz –rsh=”ssh” /home/amir/dataku 192.168.98.115:/tmp/ rsync -avz –rsh=”ssh” 192.168.98.115:/tmp/dataku /home/amir/
  • 33.
    DUMP dan RESTORE Perintahdump berasal dari AT&T Unix versi 6, kemudian diporting ke Linux untuk filesistem ext2/ext3. Program ini berfungsi untuk mengevaluasi file- file dalam filesistem ext2/ext3 dan menentukan file-file mana yang akan dibackup. File-file ini kemudian akan disimpan ke dalam disk, tape, atau media penyimpanan yang lainnya.
  • 34.
    DUMP dan RESTORE Untukmembuat backup direktori /home ke sebuah file dump bernama home.bak. [root@warrior /]# dump -f home.bak /home/ Untuk membandingkan file-file antara yang terdapat dalam filesistem dan yang terdapat dalam file backup. [root@warrior /]# restore -C -f
  • 35.
    Penjadualan dengan crontab Minute- Minutes after the hour (0-59). Hour - 24-hour format (0-23) Day - Day of the month (1-31) Month - Month of the year (1-12) Weekday - Day of the week (0-6), the 0 refers to Sunday Jalankan , crontab –e sebagai root (misal tiap jam 1 pagi)
  • 36.
    RAID RAID adalah singkatandari Redundant Array of Inexpensive Disk, yaitu sebuah metode untuk menyimpan data di beberapa media penyimpanan. Metode yang digunakan adalah disk striping atau disk mirroring Tujuannya adalah agar: *data redundancy, *lower latency, *higher bandwidth, *data recovery.
  • 37.
    RAID 0 Juga dikenaldengan modus stripping. Membutuhkan minimal 2 harddisk. Sistemnya adalah menggabungkan kapasitas dari beberapa harddisk contoh: Kita membutuhkan suatu partisi dengan ukuran 5TR. Harga sebuah harddisk berukuran 1TR adalah Rp.500.000,- sedangkan harga harddisk berukuran 5TR adalah Rp.5.000.000,-. Nah, kita dapat membetuk suatu partisi berukuran 5TR dari 5 unit harddisk berukuran 1TR dengan menggunakan RAID 0. Tentunya skenario ini lebih murah karena memakan biaya lebih murah: 5 x Rp.500.000,- = Rp.2.500.000,-. Lebih murah daripada harus membeli harddisk yang berukuran 5TR. Itulah kenapa pada awalnya disebut redundant array of inexpensive disk.
  • 38.
    Data yang ditulispada harddisk-harddisk tersebut terbagi-bagi menjadi fragmen-fragmen. Dimana fragmen-fragmen tersebut disebar di seluruh harddisk. Sehingga, jika salah satu harddisk mengalami kerusakan fisik, maka data tidak dapat dibaca sama sekali. Namun ada keuntungan dengan adanya fragmen-fragmen ini: kecepatan. Data bisa diakses lebih cepat dengan RAID 0, karena saat komputer membaca sebuah fragmen di satu harddisk, komputer juga dapat membaca fragmen lain di harddisk lainnya
  • 39.
    RAID 1 Biasa disebutdengan modus mirroring. Membutuhkan minimal 2 harddisk. Sistemnya adalah menyalin isi sebuah harddisk ke harddisk lain dengan tujuan: jika salah satu harddisk rusak secara fisik, maka data tetap dapat diakses dari harddisk lainnya. Contoh: Sebuah server memiliki 2 unit harddisk yang berkapasitas masing- masing 80GB dan dikonfigurasi RAID 1. Setelah beberapa tahun, salah satu harddisknya mengalami kerusakan fisik. Namun data pada harddisk lainnya masih dapat dibaca, sehingga data masih dapat diselamatkan selama bukan semua harddisk yang mengalami kerusakan fisik secara bersamaan.
  • 40.
     RAID-1, disebutjuga RAID Level 1 atau mirroring. Data yang akan ditulis pada beberapa media untuk mendapatkan efek mirroring. Karena itu proses membaca akan lebih cepat dibandingkan dengan proses menulis. Keuntungan yang didapatkan adalah jika ada kerusakan di salah satu media maka data tidak akan hilang. Kerugiannya adalah biaya penyimpanan akan bertambah per bytenya.
  • 41.
    RAID 2 .  RAID-2,atau RAID Level 2.Adalah jenis RAID yang menggunakan pengoreksian data menggunakan kode Humming. Metode ini ditujukan untuk media-media yang tidak mempunyai proses koreksi internal. Piranti-piranti seperti SCSI mempunyai proses koreksi internal sehingga RAID Level 2 ini sangat jarang digunakan. RAID 2, juga menggunakan sistem stripping. Namun ditambahkan tiga harddisk lagi untuk pariti hamming, sehingga data menjadi lebih reliable. Karena itu, jumlah harddisk yang dibutuhkan adalah minimal 5 (n+3, n > 1). Ketiga harddisk terakhir digunakan untuk menyimpan hamming code dari hasil perhitungan tiap bit-bit yang ada di harddisk lainnya.
  • 42.
    Contoh: Kita memiliki 5harddisk (sebut saja harddisk A,B,C, D, dan E) dengan ukuran yang sama, masing- masing 40GB. Jika kita mengkonfigurasi keempat harddisk tersebut dengan RAID 2, maka kapasitas yang didapat adalah: 2 x 40GB = 80GB (dari harddisk A dan B). Sedangkan harddisk C, D, dan E tidak digunakan untuk penyimpanan data, melainkan hanya untuk menyimpan informasi pariti hamming dari dua harddisk lainnya:A, dan B. Ketika terjadi kerusakan fisik pada salah satu harddisk utama (A atau B), maka data tetap dapat dibaca dengan memperhitungkan pariti kode
  • 43.
    RAID 3 . RAID-3,atau RAID Level 3. Akan menyimpan data-data yang telah dipotong-potong ke beberapa disk yang berbeda dan menyimpan parity di salah satu media. RAID 3, juga menggunakan sistem stripping. Juga menggunakan harddisk tambahan untuk reliability, namun hanya ditambahkan sebuah harddisk lagi untuk parity.. Karena itu, jumlah harddisk yang dibutuhkan adalah minimal 3 (n+1 ; n > 1). Harddisk terakhir digunakan untuk menyimpan parity dari hasil perhitungan tiap bit-bit yang ada di harddisk lainnya.
  • 44.
    Kita memiliki 4harddisk (sebut saja harddisk A,B,C, dan D) dengan ukuran yang sama, masing- masing 40GB. Jika kita mengkonfigurasi keempat harddisk tersebut dengan RAID 3, maka kapasitas yang didapat adalah: 3 x 40GB = 120GB. Sedangkan harddisk D tidak digunakan untuk penyimpanan data, melainkan hanya untuk menyimpan informasi parity dari ketiga harddisk lainnya:A, B, dan C. Ketika terjadi kerusakan fisik pada salah satu harddisk utama (A, B, atau C), maka data tetap dapat dibaca dengan memperhitungkan parity yang ada di harddisk D. Namun, jika harddisk D yang mengalami kerusakan, maka data tetap dapat dibaca dari ketiga harddisk lainnya.
  • 45.
    RAID 4 RAID-4, atauRAID Level 4. Akan memotong- motong data dan menyimpannya pada drive yang berbeda dan paritynya akan disimpan di salah satu drive. Kecepatan membaca lebih cepat daripada menulis. Sama dengan sistem RAID 3, namun menggunakan parity dari tiap block harddisk, bukan bit. Kebutuhan harddisk minimalnya juga sama, 3 (n+1 ; n >1).
  • 47.
    RAID 5 RAID 5pada dasarnya sama dengan RAID 4, namun dengan pariti yang terdistribusi. Yakni, tidak menggunakan harddisk khusus untuk menyimpan paritinya, namun paritinya tersebut disebar ke seluruh harddisk. Kebutuhan harddisk minimalnya juga sama, 3 (n+1 ; n >1).
  • 49.
    RAID 6 Secara umumadalah peningkatan dari RAID 5, yakni dengan penambahan parity menjadi 2 (p+q). Sehingga jumlah harddisk minimalnya adalah 4 (n+2 ; n > 1). Dengan adanya penambahan pariti sekunder ini, maka kerusakan dua buah harddisk pada saat yang bersamaan masih dapat ditoleransi. Misalnya jika sebuah harddisk mengalami kerusakan, saat proses pertukaran harddisk tersebut terjadi kerusakan lagi di salah satu harddisk yang lain, maka hal ini masih dapat ditoleransi dan tidak mengakibatkan kerusakan data di harddisk bersistem RAID 6.
  • 59.
    Storage area network(SAN) dengan iSCSI Storage Area Network (SAN) adalah suatu sistem media penyimpanan terpusat dalam jaringan, yang memungkinkan komputer server atau client untuk menggunakan media penyimpanan tersebut seolah olah menggunakan penyimpanan lokal (local disk). Biasanya SAN menggunakan jaringan fibre channel dan fibre channel hard drive , yang memiliki performa sangat tinggi. Tetapi SAN fibre channel sangat mahal dan komplek. Namun jangan khawatir Anda tetap dapat memperoleh kuntungan dari SAN, karena kini Anda dapat menggunakan iSCSI yang murah biaya dan mengurangi kompleksitas jaringan fibre channel karena iSCSI hanya memerlukan jaringan TCP/IP
  • 60.
    initiator adalah istilahatau nam a dari iSCSI client. target adalah nam a dari iSCSI server. ISCSI server m enyediakan m edia penyim panan (disk, tape, cd/dvd dan lain lain) kepada client (initiator).
  • 61.
    iSCSI Keuntungan utama dariSAN adalah: 1. Availability: satu copy dari data jadi dapat di akses oleh semua host melalui jalur yang bebeda dan semua data lebih effisien di manage-nya. 2. Reliability: infrastruktur transport data yang dapat menjamin tingkat kesalahan yang sangat minimal, dan kemampuan dalam mengatasi kegagalan. 3. Scalability: server maupun media penyimpanan (storage) dapat ditambahkan secara independent satu dan lainnya, dengan tanpa pembatas harus menggunakan sistem yang
  • 62.
    iSCSI . 4.Performance: Fibre Channel(standar enabling teknologi untuk interkonektifitas SAN) mempunyai bandwidth 100MBps bandwidth dengan overhead yang rendah, dan SAN akan memisahkan trafik backup dengan trafik standar LAN/WAN. 5.Manageability: berkembangnya perangkat lunak dan standar baik untuk FC-AL (Fibre Channel Arbitrated Loop) maupun Fibre Channel fabric memungkinkan managemen dilakukan secara terpusat dan koreksi dan deteksi kesalahan yang proaktif. 6.Return On Information Management: Karena bertambahkan tingkat redudansi dan kemampuan managemen yang baik, maupun kemampuan untuk di tambahkan server dan media penyimpan (storage) secara independen – SAN pada akhirnya memungkinan biaya kepemilikan yang rendah pada saat yang sama menaikan Return On Information Management (ROIM) di bandingkan metoda
  • 63.
    High-avaibility cluster dengan DRBD DRBD®adalah sebuah sistem penyimpanan yang terdistribusikan. Terdiri dari modul kernel, beberapa userspace aplikasi manajemen dan beberapa skrip shell. DRBD® mengacu pada block device yang dirancang sebagai sebuah blok bangunan untuk membentuk cluster high availability (HA).
  • 65.
    DRBD DRBD dan harddiskRAID bersifat saling mendukung. DRBD memiliki satu keunggulan dibandingkan harddisk RAID, yaitu backup server berada terpisah dengan sumber backup. Dengan terpisahnya backup dari sumbernya maka akan menguntungkan untuk pencegahan, jika ada masalah pada salah satu server, server lainnya akan bertindak sebagai server pengganti. Jika server utama sudah kembali pulih, kendali akan dikembalikan ke server utama (failover).
  • 66.
    Mt control magnetictape drive operation #mt –f /dev/st0 status Perintah ini digunakan untuk mengecek status tape drive st0 (rewind tape) Contoh: root@id-prx-jkt ~# mt -f /dev/st0 status SCSI 2 tape drive: File number=0, block number=0, partition=0.
  • 67.
    mt #mt –f /dev/st0erase Menghapus / format seluruh isi tape. Hati-hati menggunakan perintah ini!. Pastikan anda menggunakan tape baru atau pastikan data sudah di benar.
  • 68.
    mt #mt –f /dev/st0densities Melihat kode list density. Disini kita bisa mencocokan jenis tape yang kita gunakan.
  • 69.
    mt #mt –f /dev/st0setdensity 0x25 Menentukan jenis density yang digunakan. 0x25 untuk jenis DDS-3 berkapasitas berapa?.
  • 70.
    mt #mt –f /dev/st0setblk 32000 Memberikan defaullock Attribute. # mt –f /dev/st0 rewind Mengembalikan tape ke posisi awal. #mt –f /dev/st0 tell Memberitahukan posisi block sekarang pada tape. root@id-prx-jkt ~# mt -f /dev/st0 tell At block 0. Pada tahap ini Drive telah siap untuk menerima backup data.