Teori Continguous Conditioning
Edwin Ray Guthrie
Makalah
Ditulis Untuk Memenuhi Tugas
Mata Kuliah Teori Belajar dan Pembelajaran
Dosen Pengampu :
DR. KH. Kurnali Soebandi , M.M
Ditulis oleh
H. Abdul Halim, S.Tp
Hj.Fatmah, S.Ag
Program Pasca Sarjana
Prodi Manajemen Pendidikan
Universitas Islam Attahiriyah Jakarta
2015 M /1436 H
BAB I. PENDAHULUAN
Teori behavioristik dengan model hubungan
stimulus dan Respon mendudukkan orang yang
belajar sebagai individu yang pasif. munculnya
prilaku akan semakin kuat bila diberikan
penguatan dan akan menghilang bila dikenai
hukuman.
A. Latar Belakang
PENDAHULUAN lanjutan…
Tokoh-tokoh aliran behavioristik diantaranya adalah
Thorndike, Watson, clark, Hull, Edwin Ray Guthrie dan skinner.
Pada makalah ini secara rinci penulis akan membahas
karya dari Edwin Ray Guthrie pencetus aliran “ teori continguous
conditioning” yang merupakan teori penggabungan stimulus-
stimulus yang disertai suatu gerakan, pada waktu timbul kembali
cenderung akan diikuti oleh gerakan yang sama ( Bell, Gredler,
1991).
Menurut Guthrie bahwa hukuman (Punishment) memegang
peranan penting dalam proses belajar. Hukuman yang diberikan
pada saat yang tepat akan mampu mengubah tingkah laku
seseorang.
EDWIN RAY GUTHRIE
Edwin Ray Guthrie lahir pada 1886 dan meninggal pada
1959. Dibesarkan di Lincoln , Nebraska. Setelah lulus dari
SMA , ia kuliah di Universitas of Nebraska dan memperoleh
gelar sarjana matematika kemudian memperoleh gelar
master dibidang filsafat di universiatas yang sama. Ia
seorang professor psikologi di University of Washington dari
tahun 1914 sampai pensiun pada tahun 1956.
B.IDENTIFIKASI MASALAH
1. Konsep teori continguous
conditioning Edwin Ray Guthrie
2. Metode-metode yang digunakan
Guthrie dalam mengubah tingkah
laku
3. Percobaan teori continguous
conditioning Edwin Ray Guthrie
4. Kelebihan dan kekurangan teori
continguous conditioning Edwin Ray
Guthrie
C. TUJUAN
1. Mengetahui Konsep teori continguous
conditioning Edwin Ray Guthrie
2. Mengetahui Metode-metode yang
digunakan Guthrie dalam mengubah
tingkah laku
3. Mengetahui percobaan teori continguous
conditioning Edwin Ray Guthrie
4. Mengetahui kelebihan dan kekurangan
Teori continguous conditioning Edwin Ray
Guthrie
BAB. II. PEMBAHASAN
Lanjutan gan….
Edwin Ray Guthrie adalah seorang behavioris bahkan dia
menganggap Thorndike , Skinner, Hull, Pavlop dan Watson
masih subyektif.
Guthrie menerapkan hukum parsimoni dengan sangat hati-hati
yang memungkinkan dia dapat menjelaskan semua fenomena
belajar dengan menggunakan satu prinsip.
B. Konsep Teori Edwin Ray Guthrie
B.1. Pandangan Guthrie tentang Hukum Belajar
Menurut teori Continguous Conditinoning,
belajar merupakan suatu proses perubahan yang
terjadi karena adanya syarat-syarat (conditions)
yang kemudian menimbulkan reaksi (respons).
Guthrie mengemukakan bahwa tingkah laku manusia
itu secara keseluruhan dapat dipandang sebagai
deretan tingkah laku yang terdiri dari unit-unit.
Guthrie menegaskan dengan hukumnya yaitu “ The
Law Of Association” yang berbunyi : “ A Combination of
stimuli which has accompanied a movement will on its
recurrence tend to be followed by that movement “
(Guthrie, 1952:13). Secara sederhana dapat diartikan
bahwa gabungan atau kombinasi suatu kelas stimuli yang
menyertai atau mengikuti suatu gerakan tertentu, maka
ada kecenderungan gerakan itu akan diulangi pada situasi
stimuli yang sama.
B.2. Beberapa Pandangan Edwin Ray Guthrie
Terhadap Stimulus dan Respons
Lupa merupakan respon yang
disebabkan karena munculnya
respons alternative dalam satu pola
stimulus. Setelah pola stimulus
menghasilkan respons alternative,
pola stimulus itu kemudian akan
cenderung menghasilkan respons
baru. Menurut Guthrie lupa pasti
melibatkan proses belajar baru.
B.2.1. Lupa
B.2.2. Hukuman
Guthrie mengatakan efektivitas hukuman
(punishment), ditentukan oleh apa
penyebab tindakan yang dilakukan oleh
organisme yang dihukum tersebut.
Hukuman bekerja baik bukan karena rasa
sakit yang dialami oleh si terhukum, tetapi
hukuman mengubah cara individu
merespons stimuli tertentu. Hukuman
akan efektif bila menimbulkan respons
baru terhadap stimuli yang sama.
B.2.3. Motivasi
Menurut Guthrie motivasi fisiologis
merupakan maintaining stimuli (stimulus
yang mempertahankan) yang menjaga
organisme tetap aktif sampai tujuan
akhirnya tercapai. Misalnya rasa lapar
menghasilkan stimuli internal yang terus
ada sampai makanan dikonsumsi. Ketika
makan diperoleh, maintaining stimuli
akan hilang karena kondisi yang
menstimuli telah berubah.
B.2.4. Niat
Respons yang dikondisikan maintaining stimuli dinamakan
intentions (Niat). Respons tersebut dinamakan niat karena
maintaining stimuli dari dorongan biasanya berlangsung
selama periode waktu tertentu (sampai dorongan
berkurang).
B.2.5. Transfer Training
Guthrie dalam hal ini kurang terlalu berharap. Karena
seseorang akan memberikan respons yang sesuai dengan
stimuli bila dalam kondisi yang sama. Kepada peserta didik
atau mahasiswanya Guthrie sering mengatakan, bila anda
ingin mendapatkan manfaat terbesar dari studi anda, anda
harus berlatih dalam situasi yang persis sama , kursi yang
sama tempat anda akan diuji.
B.3. Metode-metode yang digunakan Guthrie
dalam mengubah tingkah laku
A. Metode Respons bertentangan
Metode ini menganggap manusia adalah suatu organisme yang
selalu mereaksi kepada stimulus-stimulus tertentu. Jika suatu
reaksi terhadap stimulus tertentu telah menjadi kebiasaan maka
cara untuk mengubahnya adalah dengan cara menghubungkan
stimulus dengan reaksi yang berlawanan dengan reaksi yang
hendak dihilangkan
B. Metode Membosankan
Contoh metode membosankan misalnya, seorang anak mencoba-
coba menghisap rokok, minta kepadanya untuk merokok terus
sampai bosan, setelah bosan ia akan berhenti merokok dengan
sendirinya.
C. Metode mengubah lingkungan
Contoh metode mengubah lingkungan misalnya, jika anak bosan
belajar, ubahlah lingkungan belajarnya dengan suasana lain yang
lebih nyaman dan menyenangkan sehingga membuat ia menjadi
betah belajar
C. Pendapat Guthrie Tentang Pendidikan
Seperti halnya Thorndike,Guthrie menyarankan proses pendidikan dimulai
dengan menyatakan tujuan , yakni menyatakan respons apa yang harus dibuat
untuk stimuli. Dia menyarankan lingkungan belajar yang akan memunculkan
respons yang diinginkan bersama dengan adanya stimuli yang akan diletakkan
padanya. Jadi motivasi dianggap tidak terlalu penting yang diperlukan adalah
peserta didik harus merespons dengan tepat dalam kehadiran stimuli tertentu.
Latihan (praktek) adalah penting karena dapat menimbulkan lebih banyak
stimuli untuk menghasilkan perilaku yang diinginkan . Setiap pengalaman
adalah unik , seseorang harus belajar ulang berkali-kali. Guthrie mengatakan
bahwa belajar 2 ditambah 2 di papan tulis untuk menjamin peserta didik bisa 2
ditambah 2 ketika di bangku. Karena memungkinkan peserta didik akan belajar
meletakkan respons pada setiap stimuli (didalam kelas atau diluar kelas).
Presentasi tugas bp kurnali s

Presentasi tugas bp kurnali s

  • 1.
    Teori Continguous Conditioning EdwinRay Guthrie Makalah Ditulis Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Teori Belajar dan Pembelajaran Dosen Pengampu : DR. KH. Kurnali Soebandi , M.M Ditulis oleh H. Abdul Halim, S.Tp Hj.Fatmah, S.Ag Program Pasca Sarjana Prodi Manajemen Pendidikan Universitas Islam Attahiriyah Jakarta 2015 M /1436 H
  • 2.
    BAB I. PENDAHULUAN Teoribehavioristik dengan model hubungan stimulus dan Respon mendudukkan orang yang belajar sebagai individu yang pasif. munculnya prilaku akan semakin kuat bila diberikan penguatan dan akan menghilang bila dikenai hukuman. A. Latar Belakang
  • 3.
    PENDAHULUAN lanjutan… Tokoh-tokoh aliranbehavioristik diantaranya adalah Thorndike, Watson, clark, Hull, Edwin Ray Guthrie dan skinner. Pada makalah ini secara rinci penulis akan membahas karya dari Edwin Ray Guthrie pencetus aliran “ teori continguous conditioning” yang merupakan teori penggabungan stimulus- stimulus yang disertai suatu gerakan, pada waktu timbul kembali cenderung akan diikuti oleh gerakan yang sama ( Bell, Gredler, 1991). Menurut Guthrie bahwa hukuman (Punishment) memegang peranan penting dalam proses belajar. Hukuman yang diberikan pada saat yang tepat akan mampu mengubah tingkah laku seseorang.
  • 4.
    EDWIN RAY GUTHRIE EdwinRay Guthrie lahir pada 1886 dan meninggal pada 1959. Dibesarkan di Lincoln , Nebraska. Setelah lulus dari SMA , ia kuliah di Universitas of Nebraska dan memperoleh gelar sarjana matematika kemudian memperoleh gelar master dibidang filsafat di universiatas yang sama. Ia seorang professor psikologi di University of Washington dari tahun 1914 sampai pensiun pada tahun 1956.
  • 5.
    B.IDENTIFIKASI MASALAH 1. Konsepteori continguous conditioning Edwin Ray Guthrie 2. Metode-metode yang digunakan Guthrie dalam mengubah tingkah laku 3. Percobaan teori continguous conditioning Edwin Ray Guthrie 4. Kelebihan dan kekurangan teori continguous conditioning Edwin Ray Guthrie
  • 6.
    C. TUJUAN 1. MengetahuiKonsep teori continguous conditioning Edwin Ray Guthrie 2. Mengetahui Metode-metode yang digunakan Guthrie dalam mengubah tingkah laku 3. Mengetahui percobaan teori continguous conditioning Edwin Ray Guthrie 4. Mengetahui kelebihan dan kekurangan Teori continguous conditioning Edwin Ray Guthrie
  • 7.
  • 8.
    Lanjutan gan…. Edwin RayGuthrie adalah seorang behavioris bahkan dia menganggap Thorndike , Skinner, Hull, Pavlop dan Watson masih subyektif. Guthrie menerapkan hukum parsimoni dengan sangat hati-hati yang memungkinkan dia dapat menjelaskan semua fenomena belajar dengan menggunakan satu prinsip.
  • 9.
    B. Konsep TeoriEdwin Ray Guthrie B.1. Pandangan Guthrie tentang Hukum Belajar Menurut teori Continguous Conditinoning, belajar merupakan suatu proses perubahan yang terjadi karena adanya syarat-syarat (conditions) yang kemudian menimbulkan reaksi (respons). Guthrie mengemukakan bahwa tingkah laku manusia itu secara keseluruhan dapat dipandang sebagai deretan tingkah laku yang terdiri dari unit-unit. Guthrie menegaskan dengan hukumnya yaitu “ The Law Of Association” yang berbunyi : “ A Combination of stimuli which has accompanied a movement will on its recurrence tend to be followed by that movement “ (Guthrie, 1952:13). Secara sederhana dapat diartikan bahwa gabungan atau kombinasi suatu kelas stimuli yang menyertai atau mengikuti suatu gerakan tertentu, maka ada kecenderungan gerakan itu akan diulangi pada situasi stimuli yang sama.
  • 10.
    B.2. Beberapa PandanganEdwin Ray Guthrie Terhadap Stimulus dan Respons Lupa merupakan respon yang disebabkan karena munculnya respons alternative dalam satu pola stimulus. Setelah pola stimulus menghasilkan respons alternative, pola stimulus itu kemudian akan cenderung menghasilkan respons baru. Menurut Guthrie lupa pasti melibatkan proses belajar baru. B.2.1. Lupa
  • 11.
    B.2.2. Hukuman Guthrie mengatakanefektivitas hukuman (punishment), ditentukan oleh apa penyebab tindakan yang dilakukan oleh organisme yang dihukum tersebut. Hukuman bekerja baik bukan karena rasa sakit yang dialami oleh si terhukum, tetapi hukuman mengubah cara individu merespons stimuli tertentu. Hukuman akan efektif bila menimbulkan respons baru terhadap stimuli yang sama.
  • 12.
    B.2.3. Motivasi Menurut Guthriemotivasi fisiologis merupakan maintaining stimuli (stimulus yang mempertahankan) yang menjaga organisme tetap aktif sampai tujuan akhirnya tercapai. Misalnya rasa lapar menghasilkan stimuli internal yang terus ada sampai makanan dikonsumsi. Ketika makan diperoleh, maintaining stimuli akan hilang karena kondisi yang menstimuli telah berubah.
  • 13.
    B.2.4. Niat Respons yangdikondisikan maintaining stimuli dinamakan intentions (Niat). Respons tersebut dinamakan niat karena maintaining stimuli dari dorongan biasanya berlangsung selama periode waktu tertentu (sampai dorongan berkurang). B.2.5. Transfer Training Guthrie dalam hal ini kurang terlalu berharap. Karena seseorang akan memberikan respons yang sesuai dengan stimuli bila dalam kondisi yang sama. Kepada peserta didik atau mahasiswanya Guthrie sering mengatakan, bila anda ingin mendapatkan manfaat terbesar dari studi anda, anda harus berlatih dalam situasi yang persis sama , kursi yang sama tempat anda akan diuji.
  • 14.
    B.3. Metode-metode yangdigunakan Guthrie dalam mengubah tingkah laku A. Metode Respons bertentangan Metode ini menganggap manusia adalah suatu organisme yang selalu mereaksi kepada stimulus-stimulus tertentu. Jika suatu reaksi terhadap stimulus tertentu telah menjadi kebiasaan maka cara untuk mengubahnya adalah dengan cara menghubungkan stimulus dengan reaksi yang berlawanan dengan reaksi yang hendak dihilangkan B. Metode Membosankan Contoh metode membosankan misalnya, seorang anak mencoba- coba menghisap rokok, minta kepadanya untuk merokok terus sampai bosan, setelah bosan ia akan berhenti merokok dengan sendirinya. C. Metode mengubah lingkungan Contoh metode mengubah lingkungan misalnya, jika anak bosan belajar, ubahlah lingkungan belajarnya dengan suasana lain yang lebih nyaman dan menyenangkan sehingga membuat ia menjadi betah belajar
  • 15.
    C. Pendapat GuthrieTentang Pendidikan Seperti halnya Thorndike,Guthrie menyarankan proses pendidikan dimulai dengan menyatakan tujuan , yakni menyatakan respons apa yang harus dibuat untuk stimuli. Dia menyarankan lingkungan belajar yang akan memunculkan respons yang diinginkan bersama dengan adanya stimuli yang akan diletakkan padanya. Jadi motivasi dianggap tidak terlalu penting yang diperlukan adalah peserta didik harus merespons dengan tepat dalam kehadiran stimuli tertentu. Latihan (praktek) adalah penting karena dapat menimbulkan lebih banyak stimuli untuk menghasilkan perilaku yang diinginkan . Setiap pengalaman adalah unik , seseorang harus belajar ulang berkali-kali. Guthrie mengatakan bahwa belajar 2 ditambah 2 di papan tulis untuk menjamin peserta didik bisa 2 ditambah 2 ketika di bangku. Karena memungkinkan peserta didik akan belajar meletakkan respons pada setiap stimuli (didalam kelas atau diluar kelas).