A P R E S E N T A T I O N B Y R A F I F F A H N U R A Z I Z A H A N D W I D I A W A T I
MODEL
SUPERVISI PENDIDIKAN
MODEL SUPERVISI
PENDIDIKAN
model supervisi dapat diartikansebagai
pola yang digunakan oleh seorang supervisor untuk
melakukan kegiatan supervisi di bidang pendidikan.
model supervisi pendidikan merupakan
acuan yang dipakai dalam melaksanakan supervisi di
lingkup pendidikan.
S U P ER V I S I P EN D I D I K A N
Supervisi Konvensional
Supervisi klinis
Supervisi Scientific
Supervisi Artistic
Model-Model
Supervisi Pendidikan
Supervisi Konvensional
Tugas pemimpin mencari dan menemukan kesalahan.
Kesalahan yang diketemukan dapat diperbaiki melalui
pengalaman tentang masa lampau.
Tugas supervisor sebagai inspektur yang fungsinya
memberi arah, mengecheck cara-cara guru mengajar
dan menilai hasil belajar sesuai
informasi yang disampaikan serba instruksi.
Supervisi Saintik
M e n u ru t m o d e l p e n d e katan sain s in i p e m b e lajaran
d ip an d an g se b ag ai su atu ilm u atau sc ie n c e . O le h
se b ab itu , m aka p e rb aikan p e m b e lajaran d ilaku kan
d e n g an m e n g g u n akan m e to d e - m e to d e ilm iah .
CIRI
SUPERVISI SCIENTIFIC
0 1 Menggunakan instrumen pengumpulan data
Sistemastis dan menggunakan prosedur dan teknik
tertentu
0 2
Dilaksanakan secara berencana dan kontinyu0 3
0 4
Ada data yang objektif
Jadi bila kita laksanakan supervisi maka kegiatan supervisi itu harus
diikuti dengan penelitian. Dalam hal ini penelitian yang disebut action
research. Berdasarkan hasil penelitian itu kita dapat menyusun
beberapa konsep ke arah perbaikan mutu pelajaran sebagai berikut :
1. Cara-cara menggunakan alat penilai kemampuan guru
2. Peningkatan pelaksanaan mengajar di kelas
3. Program perbaikan dan peningkatan profesi guru
4. Mencontoh guru-guru yang baik, berhasil dan efektif
5. Cara-cara mengajar guru
6. Penguasaan guru dalam tiap bidang individu
adalah suatu pendekatan yang efektif melalui suatu
proses bimbingan dengan menyediakan konsultasi,
dukungan, melayani dan membantupara guru
meningkatkan keprofesionalannya menggunakan
tahap observasi, implementasi pembelajaran, dan
kegiatan diskusi hasil analisis data secara teliti
pegangan untuk perubahan tingkahlaku, memperbaiki
pengajaran, mengetahui, memahami kelebihan dan
kelemahan guru di bidangketerampilan mengajar
serta berusaha meningkatkannya ke arah yang lebih
baik lagi.
Supervisi Klinis
CIRI-CIRISUPERVISIKLINIS
Bimbingan supervisor kepada guru/calon guru bersifat bantuan, bukan perintah atau intruksi
Jenis keterampilan yang akan disupervisi diusulkan oleh guru atau calon guru yang akan
disupervisi, dan disepakati malalui pengkajian bersama antara guru dan supervisor
Supervisor lebih banyak bertanya dan mendengarkan daripada memerintah atau
mengarahkan
Supervisi berlangsung secara terbuka. Meliputi perencanaan, observasi, dan diskusi
Supervisi klinis dapat dipergunakan untuk pembentukan atau peningkatan dan perbaikan
keterampilan mengajar.
1)Meletakkan hubungan yang baik.
2)Merencanakan kebersamaan guru.
3)Merencakan kegiatan observasi.
4)Mengobsevasi.
5)Menganalisa data hasil observasi.
6)Merencanakan percakapan
7)Menadakan percakapan
8)Memperbaiki rencana
tahap supervise klinis menurut Cogan
Supervisi Artistik
supervisi artistik menurut Eisner adalah; peratama-tama rasa
sensitif dan tanggap, dan mengerti cara untuk menghayati
makna yang terdalam dari hubungan proses belajar mengajar
di kelas. Kemudian isi penghayatan itu diungkapkan dalam
ungkapan rasa, yang positif dan seringkali sebagai ungkapan
metafora dalam bahasa yang dirasakan maknanya oleh guru.
dan cara kedua ialah melalui pengamatan interpesonal.
Pad a m o d el g ab u n g an in i, m o d el sain t ifik d ig u n ak an o l eh
su p erviso r u n t u k m en g id en t ifik asi h al - h al yan g seh aru sn ya t erjad i
b erd asark an t em u an em p iris. M o d el art ist ik d ig u n ak an u n t u k sen i
m en afsirk an d an in t erp ret asi at as ap a yan g t erjad i d i d al am k elas.
Sel an ju t n ya m o d el su p erv isi k l in is d alam m o d el in i d ig u n ak an
u n t u k m em p erb aik i at au m en yel esaik an p erm asal ah an
p em b el ajaran .
Model Gabungan Supervisi
Saintifik, Klinis, dan Artistik
Model Supervisi Tradisional
1)Observasi Langsung
a. Praobservasi
Sebelum observasi kelas, supervisor seharusnya melakukan
wawancara serta diskusi dengan guru yang diamati.
b. Observasi
Observasi kelas meliputi pendahuluan (apersepsi), pengembangan,
penerapan, dan penutupan.
c. Post-observasi
supervisor mengadakan wawancara dan diskusi tentang: kesan guru
terhadap penampilannya, identifikasi keberhasilan dan kelemahan guru,
identifikasi keterampilan-keterampilan mengajar yang perlu
ditingkatkan, gagasan-gagasan baru yang akan dilakukan dan
sebagainya.
Model Supervisi Tradisional
Observasi tidak langsung kepada guru dapat dilalukakan dengan tes
dadakan, diskusi kasus, dan metode angket.
Adapun metode angket berisi pokok-pokok pemikiran yang berkaitan
erat dan mencerminkan penampilan kinerja guru, kualifikasi dan
hubungan guru dengan peserta didik.
1) Observasi Tidak Langsung
STUDI KASUS
Program Supervisi Pendidikan yang dilakukan oleh Pengawas Sekolah Dasar pada
Distrik Merauke, ditemui belum optimal, masalah yang Nampak bahwa dalam
pelaksanaan program, pengawas (supervisor) tidak berdasarkan suatu
pedoman/petunjuk, pengawas tidak memiliki Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) yang
jelas, pelaksanaan program supervisi tidak pernah terprogram atau terencana dengan
baik, pengawas melakukan adanya pelaksanaan Ulangan Umum Semester (UUS) &
Ujian Ebta serta Ebtanas, daya pemahaman pengawas tentang program supervisi
masih rendah, pengawas jarang ke sekolah dan ke sekolahpun ada yang mewakili
bukan pihak pengawas yang sebenarnya, hubungan kerja antara pengawas dengan
pihak sekolah tidak harmonis karena sistim perekrutan pengawas tidak sesuai dengan
prosedur dari pihak Dinas Pendidikan, perekrutan bukan berasal dari guru yang senior
tetapi direkrut sistim kekeluargaan. Pada Distrik Merauke Kabupaten Merauke
terdapat 13 Sekolah Dasar Negeri, 24 Sekolah Dasar Swasta, 358 guru SDN- 375 guru
swasta, dan 5.364 murid SDN 7.138 murid swasta
Pemecahan Masalah
Pokok pengawas adalah menilai dan membina penyelenggaraan
pendidikan pada sekolah tertentu baik negeri maupun swasta yang menjadi
tanggung jawabnya. Tugas menilai dan membina bukanlah tugas yang ringan,
yang sekedar datang berkunjung ke sekolah untuk berbincang-bincang sejenak
dan setelah itu pulang tanpa ada tidak lanjutnya. Tugas menilai dan membina
membutuhkan kemampuan dalam hal kecermatan melihat kondisi sekolah,
ketajaman analisis dan sintesis, ketepatan memberikan treatment yang
diperlukan
serta komunikasi yang baik antara pengawas sekolah dengan setiap individu di
sekolah. Arti pembinaan sendiri adalah memberikan arahan, bimbingan, contoh
dan saran dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah, untuk itu diperlukan
keteladanan dari pihak pengawas sekolah dalam melaksanakan tugasnya.
Dengan
kemampuan-kemampuan tersebut diharapkan pengawas sekolah dapat
menjadi
partner kerja yang serasi dengan pihak sekolah dalam memajukan sekolahnya,

powerpoin Model supervisi pendidikan

  • 1.
    A P RE S E N T A T I O N B Y R A F I F F A H N U R A Z I Z A H A N D W I D I A W A T I MODEL SUPERVISI PENDIDIKAN
  • 2.
    MODEL SUPERVISI PENDIDIKAN model supervisidapat diartikansebagai pola yang digunakan oleh seorang supervisor untuk melakukan kegiatan supervisi di bidang pendidikan. model supervisi pendidikan merupakan acuan yang dipakai dalam melaksanakan supervisi di lingkup pendidikan. S U P ER V I S I P EN D I D I K A N
  • 3.
    Supervisi Konvensional Supervisi klinis SupervisiScientific Supervisi Artistic Model-Model Supervisi Pendidikan
  • 4.
    Supervisi Konvensional Tugas pemimpinmencari dan menemukan kesalahan. Kesalahan yang diketemukan dapat diperbaiki melalui pengalaman tentang masa lampau. Tugas supervisor sebagai inspektur yang fungsinya memberi arah, mengecheck cara-cara guru mengajar dan menilai hasil belajar sesuai informasi yang disampaikan serba instruksi.
  • 5.
    Supervisi Saintik M en u ru t m o d e l p e n d e katan sain s in i p e m b e lajaran d ip an d an g se b ag ai su atu ilm u atau sc ie n c e . O le h se b ab itu , m aka p e rb aikan p e m b e lajaran d ilaku kan d e n g an m e n g g u n akan m e to d e - m e to d e ilm iah .
  • 6.
    CIRI SUPERVISI SCIENTIFIC 0 1Menggunakan instrumen pengumpulan data Sistemastis dan menggunakan prosedur dan teknik tertentu 0 2 Dilaksanakan secara berencana dan kontinyu0 3 0 4 Ada data yang objektif
  • 7.
    Jadi bila kitalaksanakan supervisi maka kegiatan supervisi itu harus diikuti dengan penelitian. Dalam hal ini penelitian yang disebut action research. Berdasarkan hasil penelitian itu kita dapat menyusun beberapa konsep ke arah perbaikan mutu pelajaran sebagai berikut : 1. Cara-cara menggunakan alat penilai kemampuan guru 2. Peningkatan pelaksanaan mengajar di kelas 3. Program perbaikan dan peningkatan profesi guru 4. Mencontoh guru-guru yang baik, berhasil dan efektif 5. Cara-cara mengajar guru 6. Penguasaan guru dalam tiap bidang individu
  • 8.
    adalah suatu pendekatanyang efektif melalui suatu proses bimbingan dengan menyediakan konsultasi, dukungan, melayani dan membantupara guru meningkatkan keprofesionalannya menggunakan tahap observasi, implementasi pembelajaran, dan kegiatan diskusi hasil analisis data secara teliti pegangan untuk perubahan tingkahlaku, memperbaiki pengajaran, mengetahui, memahami kelebihan dan kelemahan guru di bidangketerampilan mengajar serta berusaha meningkatkannya ke arah yang lebih baik lagi. Supervisi Klinis
  • 9.
    CIRI-CIRISUPERVISIKLINIS Bimbingan supervisor kepadaguru/calon guru bersifat bantuan, bukan perintah atau intruksi Jenis keterampilan yang akan disupervisi diusulkan oleh guru atau calon guru yang akan disupervisi, dan disepakati malalui pengkajian bersama antara guru dan supervisor Supervisor lebih banyak bertanya dan mendengarkan daripada memerintah atau mengarahkan Supervisi berlangsung secara terbuka. Meliputi perencanaan, observasi, dan diskusi Supervisi klinis dapat dipergunakan untuk pembentukan atau peningkatan dan perbaikan keterampilan mengajar.
  • 10.
    1)Meletakkan hubungan yangbaik. 2)Merencanakan kebersamaan guru. 3)Merencakan kegiatan observasi. 4)Mengobsevasi. 5)Menganalisa data hasil observasi. 6)Merencanakan percakapan 7)Menadakan percakapan 8)Memperbaiki rencana tahap supervise klinis menurut Cogan
  • 11.
    Supervisi Artistik supervisi artistikmenurut Eisner adalah; peratama-tama rasa sensitif dan tanggap, dan mengerti cara untuk menghayati makna yang terdalam dari hubungan proses belajar mengajar di kelas. Kemudian isi penghayatan itu diungkapkan dalam ungkapan rasa, yang positif dan seringkali sebagai ungkapan metafora dalam bahasa yang dirasakan maknanya oleh guru. dan cara kedua ialah melalui pengamatan interpesonal.
  • 12.
    Pad a mo d el g ab u n g an in i, m o d el sain t ifik d ig u n ak an o l eh su p erviso r u n t u k m en g id en t ifik asi h al - h al yan g seh aru sn ya t erjad i b erd asark an t em u an em p iris. M o d el art ist ik d ig u n ak an u n t u k sen i m en afsirk an d an in t erp ret asi at as ap a yan g t erjad i d i d al am k elas. Sel an ju t n ya m o d el su p erv isi k l in is d alam m o d el in i d ig u n ak an u n t u k m em p erb aik i at au m en yel esaik an p erm asal ah an p em b el ajaran . Model Gabungan Supervisi Saintifik, Klinis, dan Artistik
  • 13.
    Model Supervisi Tradisional 1)ObservasiLangsung a. Praobservasi Sebelum observasi kelas, supervisor seharusnya melakukan wawancara serta diskusi dengan guru yang diamati. b. Observasi Observasi kelas meliputi pendahuluan (apersepsi), pengembangan, penerapan, dan penutupan. c. Post-observasi supervisor mengadakan wawancara dan diskusi tentang: kesan guru terhadap penampilannya, identifikasi keberhasilan dan kelemahan guru, identifikasi keterampilan-keterampilan mengajar yang perlu ditingkatkan, gagasan-gagasan baru yang akan dilakukan dan sebagainya.
  • 14.
    Model Supervisi Tradisional Observasitidak langsung kepada guru dapat dilalukakan dengan tes dadakan, diskusi kasus, dan metode angket. Adapun metode angket berisi pokok-pokok pemikiran yang berkaitan erat dan mencerminkan penampilan kinerja guru, kualifikasi dan hubungan guru dengan peserta didik. 1) Observasi Tidak Langsung
  • 15.
    STUDI KASUS Program SupervisiPendidikan yang dilakukan oleh Pengawas Sekolah Dasar pada Distrik Merauke, ditemui belum optimal, masalah yang Nampak bahwa dalam pelaksanaan program, pengawas (supervisor) tidak berdasarkan suatu pedoman/petunjuk, pengawas tidak memiliki Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) yang jelas, pelaksanaan program supervisi tidak pernah terprogram atau terencana dengan baik, pengawas melakukan adanya pelaksanaan Ulangan Umum Semester (UUS) & Ujian Ebta serta Ebtanas, daya pemahaman pengawas tentang program supervisi masih rendah, pengawas jarang ke sekolah dan ke sekolahpun ada yang mewakili bukan pihak pengawas yang sebenarnya, hubungan kerja antara pengawas dengan pihak sekolah tidak harmonis karena sistim perekrutan pengawas tidak sesuai dengan prosedur dari pihak Dinas Pendidikan, perekrutan bukan berasal dari guru yang senior tetapi direkrut sistim kekeluargaan. Pada Distrik Merauke Kabupaten Merauke terdapat 13 Sekolah Dasar Negeri, 24 Sekolah Dasar Swasta, 358 guru SDN- 375 guru swasta, dan 5.364 murid SDN 7.138 murid swasta
  • 16.
    Pemecahan Masalah Pokok pengawasadalah menilai dan membina penyelenggaraan pendidikan pada sekolah tertentu baik negeri maupun swasta yang menjadi tanggung jawabnya. Tugas menilai dan membina bukanlah tugas yang ringan, yang sekedar datang berkunjung ke sekolah untuk berbincang-bincang sejenak dan setelah itu pulang tanpa ada tidak lanjutnya. Tugas menilai dan membina membutuhkan kemampuan dalam hal kecermatan melihat kondisi sekolah, ketajaman analisis dan sintesis, ketepatan memberikan treatment yang diperlukan serta komunikasi yang baik antara pengawas sekolah dengan setiap individu di sekolah. Arti pembinaan sendiri adalah memberikan arahan, bimbingan, contoh dan saran dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah, untuk itu diperlukan keteladanan dari pihak pengawas sekolah dalam melaksanakan tugasnya. Dengan kemampuan-kemampuan tersebut diharapkan pengawas sekolah dapat menjadi partner kerja yang serasi dengan pihak sekolah dalam memajukan sekolahnya,