Pengertian Administrasi
Pendidikan
Administrasi pendidikan adalah tindakan
mengordinasikan perilaku manusia dalam pendidikan,
untuk semata sumber daya yang ada dengan sebaik-
baiknya sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai secara
produktif. Sehingga di dalam ruang lingkup terlaksana dan
dijalankan sesuai aturan yang berlaku.
Tujuan administrasi pendidikan adalah agar semua
kegiatan yang mendukung tercapainya tujuan pendidikan.
Sedangkan tujuan administrasi pendidikan di Indonesia
yang dilaksanakan di sekolah juga bersumber dari tujuan
pendidikan Nasional yang digariskan dalam GBHN adalah
meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan yang Maha
Esa,mempertinggi budi pekerti,atau memiliki kepribadian
mempertebal semangat kebangsaan agar menjadi manusia
pembangunan ,memiliki kecerdasan serta terampil.
1
Ruang Lingkup Administrasi dan
Manajemen Pendidikan
Administrasi adalah segenap usaha atau kegiatan
dalam mengerahkan, melayani, membantu maupun
mengatur segenap aktivitas baik untuk kepentingan umum
maupun privat dalam rangka mencapai tujuan tertentu dan
melakukan pengelolaan kegiatan, terutama yang
berhubungan dengan urusan publik, kebijaksanaan
pemerintah dan lain-lain.
Administrasi dapat disatukan sebagai suatu kegiatan
atau usaha untuk membantu, melayani, mengarahkan atau
mengatur semua kegiatan didalam mencapai suatu tujuan.
Lingkup administrasi pendidikan menggambarkan sudut
pandang terhadap administrasi pendidikan.
2
sudut pandang terhadap administrasi pendidikan dapat
dikelompokkan menjadi tiga yaitu:
a. Sudut pandang proses
Sudut pandang proses merupakan cara pandang atau
pendekatan terhadap administrasi pendidikan dengan melihat pada
bagaimana proses manajemen dijalankan dan hal ini terkait dengan
fungsi-fungsi manajemen/ administrasi secara umum sebagaimana
dikemukakan terdahulu. Contohnya fungsi Planning Organizing,
Actuating dan controling.
b. Sudut pandang esensi/ substansi
Berkaitan dengan bidang-bidang yang menjadi perhatian
dalam manajemen seperti kepemimpinan, kinerja pegawai,
penjaminan kualitas, iklim dan budaya organisasi.
c. Sudut pandang substansi kerja
Berkaitan dengan bidang-bidang yang berhubungan langsung
dengan dunia pendidikan seperti organisasi sekolah, pembiayaan
pendidikan, kepemimpinan kepala sekolah, fasilitas pendidikan,
kinerja guru dan proses pembelajaran.
3
Secara umum ruang lingkup administrasi
pendidikan meliputi :
4
Peran Guru dalam Administrasi dan
Manajemen Pendidikan
Peranan guru dalam administrasi adalah
mengelola proses belajar-mengajar dalam suatu
lingkungan tertentu yaitu sekolah, karena sekolah
merupakan subsistem pendidikan nasional dan
disamping sekolah, sistem pendidikan nasional itu
juga mempunyai komponen-komponen lainnya.
Guru harus memahami apa yang terjadi di
lingkungan kerjanya.
5
Peranan guru dalam administrasi media pendidikan adalah
sangat penting diantaranya:
a. Ia memilih dan mempergunakan alat media pendidikan di
sekolah. Guru menjadi faktor utama, karena ia yang paling
mengetahui kebutuhan pengajaran anak-anak, kendatipun
unsur murid, kepala sekolah dan pengawas sekolah juga
memegang peranan penting.
b. Guru harus menyadari pentingnya penyediaan alat media
pendidikan secara kontiniu dan pula harus rajin membaca
buku tentang media pendidikan. Hal ini penting untuk
mempertinggi mutu profesinya dan untuk kelancaran
administrasi media pendidikan di sekolahnya.
c. Administrasi yang berhasil sangat bergantung kepada
faktor pembiayaan. Fungsi penyusunan anggaran biaya
adalah tanggung jawab kepada sekolah, akan tetapi
peranan guru dalam hal ini mengajukan kebutuhan alat-alat
yang diperlukan dan berapa biaya yang diperlukan itu.
6
Pola tingkah laku guru yang demokratis yang
seyogyanya dimiliki guru yaitu :
a. Menghormati kepribadian orang seorang.
b. Memperhatikan hak kebebasan orang lain.
c. Kerja sama dengan orang lain.
d.Menggunakan kecakapan-kecakapan mereka untuk
memajukan kesejahteraan umum dan kemajukan
sosial.
e. Lebih menghargai penggunaan kecerdasan secara
efektif dalam memecahkan masalah-masalah daripada
penggunaan kekerasan atau emosi.
f. Menyelidiki, menemukan, menerima kekurangan-
kekurangan diri sendiridan berusaha memperbaikinya.
g.Mereka memimpin atau mengikuti sesuai dengan
kesanggupan mereka bagi keuntungan kelompok atau
bersama.
7

Power point etika

  • 1.
    Pengertian Administrasi Pendidikan Administrasi pendidikanadalah tindakan mengordinasikan perilaku manusia dalam pendidikan, untuk semata sumber daya yang ada dengan sebaik- baiknya sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai secara produktif. Sehingga di dalam ruang lingkup terlaksana dan dijalankan sesuai aturan yang berlaku. Tujuan administrasi pendidikan adalah agar semua kegiatan yang mendukung tercapainya tujuan pendidikan. Sedangkan tujuan administrasi pendidikan di Indonesia yang dilaksanakan di sekolah juga bersumber dari tujuan pendidikan Nasional yang digariskan dalam GBHN adalah meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan yang Maha Esa,mempertinggi budi pekerti,atau memiliki kepribadian mempertebal semangat kebangsaan agar menjadi manusia pembangunan ,memiliki kecerdasan serta terampil. 1
  • 2.
    Ruang Lingkup Administrasidan Manajemen Pendidikan Administrasi adalah segenap usaha atau kegiatan dalam mengerahkan, melayani, membantu maupun mengatur segenap aktivitas baik untuk kepentingan umum maupun privat dalam rangka mencapai tujuan tertentu dan melakukan pengelolaan kegiatan, terutama yang berhubungan dengan urusan publik, kebijaksanaan pemerintah dan lain-lain. Administrasi dapat disatukan sebagai suatu kegiatan atau usaha untuk membantu, melayani, mengarahkan atau mengatur semua kegiatan didalam mencapai suatu tujuan. Lingkup administrasi pendidikan menggambarkan sudut pandang terhadap administrasi pendidikan. 2
  • 3.
    sudut pandang terhadapadministrasi pendidikan dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu: a. Sudut pandang proses Sudut pandang proses merupakan cara pandang atau pendekatan terhadap administrasi pendidikan dengan melihat pada bagaimana proses manajemen dijalankan dan hal ini terkait dengan fungsi-fungsi manajemen/ administrasi secara umum sebagaimana dikemukakan terdahulu. Contohnya fungsi Planning Organizing, Actuating dan controling. b. Sudut pandang esensi/ substansi Berkaitan dengan bidang-bidang yang menjadi perhatian dalam manajemen seperti kepemimpinan, kinerja pegawai, penjaminan kualitas, iklim dan budaya organisasi. c. Sudut pandang substansi kerja Berkaitan dengan bidang-bidang yang berhubungan langsung dengan dunia pendidikan seperti organisasi sekolah, pembiayaan pendidikan, kepemimpinan kepala sekolah, fasilitas pendidikan, kinerja guru dan proses pembelajaran. 3
  • 4.
    Secara umum ruanglingkup administrasi pendidikan meliputi : 4
  • 5.
    Peran Guru dalamAdministrasi dan Manajemen Pendidikan Peranan guru dalam administrasi adalah mengelola proses belajar-mengajar dalam suatu lingkungan tertentu yaitu sekolah, karena sekolah merupakan subsistem pendidikan nasional dan disamping sekolah, sistem pendidikan nasional itu juga mempunyai komponen-komponen lainnya. Guru harus memahami apa yang terjadi di lingkungan kerjanya. 5
  • 6.
    Peranan guru dalamadministrasi media pendidikan adalah sangat penting diantaranya: a. Ia memilih dan mempergunakan alat media pendidikan di sekolah. Guru menjadi faktor utama, karena ia yang paling mengetahui kebutuhan pengajaran anak-anak, kendatipun unsur murid, kepala sekolah dan pengawas sekolah juga memegang peranan penting. b. Guru harus menyadari pentingnya penyediaan alat media pendidikan secara kontiniu dan pula harus rajin membaca buku tentang media pendidikan. Hal ini penting untuk mempertinggi mutu profesinya dan untuk kelancaran administrasi media pendidikan di sekolahnya. c. Administrasi yang berhasil sangat bergantung kepada faktor pembiayaan. Fungsi penyusunan anggaran biaya adalah tanggung jawab kepada sekolah, akan tetapi peranan guru dalam hal ini mengajukan kebutuhan alat-alat yang diperlukan dan berapa biaya yang diperlukan itu. 6
  • 7.
    Pola tingkah lakuguru yang demokratis yang seyogyanya dimiliki guru yaitu : a. Menghormati kepribadian orang seorang. b. Memperhatikan hak kebebasan orang lain. c. Kerja sama dengan orang lain. d.Menggunakan kecakapan-kecakapan mereka untuk memajukan kesejahteraan umum dan kemajukan sosial. e. Lebih menghargai penggunaan kecerdasan secara efektif dalam memecahkan masalah-masalah daripada penggunaan kekerasan atau emosi. f. Menyelidiki, menemukan, menerima kekurangan- kekurangan diri sendiridan berusaha memperbaikinya. g.Mereka memimpin atau mengikuti sesuai dengan kesanggupan mereka bagi keuntungan kelompok atau bersama. 7