TRANSISTOR PNP
OLEH :
SITI ALQUROTU AINI
1710501066
DOSEN PENGAMPU : R. SURYOTO EDY RAHARJO
TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS TIDAR
Pengertian Transistor
Secara fisik, Transistor adalah sebuah komponen elektronika semi
konduktor yang memiliki 3 kaki elektroda (triode), yang masing-masing
kakinya diberi nama basis/dasar (B), collector/pengumpul (C) dan
emitor/pemancar (E). Dalam sebuah sirkuit, fungsi Transistor dapat
digunakan sebagai sebuah penguat (amplifier), sirkuit pemutus dan
penyambung (switching), stabilisasi tegangan (stabilisator), modulasi
sinyal dan berbagai fungsi lainnya.
Basis, Collector dan Emitor
 Kaki basis berfungsi untuk melewatkan elektron yang diinjeksikan
dari emitor ke kolektor
 Kaki kolektor berfungsi untuk mengumpulkan elektron dari basis.
 Emitor berfungsi untuk mengemisikan elektron atau menginjeksi
elektron kedalam basis.
Fungsi Transistor
Pada umumnya, transistor digunakan untuk memperkuat atau
mensaklar sinyal elektronika. Selain itu, penggunaan transistor dalam
sebuah rangkaian analog adalah sebagai amplifier, switch, stabilitas
tegangan, dan lain-lain. Dalam rangkaian digital selain di gunakan
sebagai saklar yang memiliki kecepatan tinggi juga dapat digunakan
sebagai pemroses data yang akurat dan sebagai memory.
Jenis Transistor
Jenis-Jenis Transistor dan cara kerja transistor pada umumnya dibagi
menjadi dua jenis yaitu; Transistor Bipolar (dwi kutub) dan Transistor
Efek Medan (FET – Field Effect Transistor).
Transistor Bipolar (dwi kutub)
Transistor Bipolar adalah jenis transistor yang paling banyak di
gunakan pada rangkaian elektronika. Jenis-Jenis Transistor ini terbagi
atas 3 bagian lapisan material semikonduktor yang terdiri dari dua
formasi lapisan yaitu lapisan P-N-P (Positif-Negatif-Positif) dan lapisan
N-P-N (Negatif-Positif-Negatif). Sehingga menurut dua formasi lapisan
tersebut transistor bipolar dibedakan kedalam dua jenis yaitu transistor
PNP dan transistor NPN. Masing-masing dari ketiga kaki jenis-jenis
transistor ini di beri nama B (Basis), K (Kolektor), dan E (Emiter).
Fungsi transistor bipolar ini adalah sebagai pengatur arus listrik
(regulator arus listrik), dengan kata lain transistor dapat membatasi
arus yang mengalir dari Kolektor ke Emiter atau sebaliknya
(tergantung jenis transistor, PNP atau NPN).
Perbedaan Transistor NPN dan
PNP
Untuk membedakan transistor PNP dan NPN dapat di lihat dari arah
panah pada kaki emitornya. Pada transistor PNP anak panah
mengarah ke dalam dan pada transistor NPN arah panahnya
mengarah ke luar.
Transistor PNP (Positif-Negatif-
Positif)
PNP Transistor adalah pelengkap yang berlawanan dengan perangkat
NPN Transistor dimana tegangan dc positif diterapkan ke emitor.
Transistor PNP menggunakan arus listrik yang kecil dan tegangan
negative pada terminal basis untuk mengendalikan aliran arus dan
tegangan yang lebih besar ke emitor dan kolektor.
Syarat-syarat Konduktivitas Transistor tipe PNP antara
lain :
 Tegangan emitor (Ve) yang terdapat pada transistor PNP harus
lebih positif terhadap tegangan basis (Vb)
 Tegangan kolektor-emitor (Ve) harus lebih besar positif terhadap
tegangan basis (Vb)
 Arus basis (Ib) harus sesuai dengan datasheet
 Mengalirnya arus listrik dari emitor kekolektor
Konfigurasi PNP Transistor
1. Pada dasarnya, dalam jenis konstruksi transistor ini, dua diode dibalik
sehubungan dengan tipe NPN yang memberikan tipe konfigurasi
Positive- Negative- Positive, dengan panah yang juga mendefinisikan
terminal Emitor kali ini yang menunjuk ke dalam simbol transistor.
2. Semua polaritas untuk transistor PNP dibalik yang berarti bahwa ia
"tenggelam" saat ini kedalam Basisnya sebagai lawan dari transistor
NPN yang "sumber" saat ini melalui Basisnya.
Konfigurasi PNP Transistor
Tegangan antara Basis dan Emitor( VBE ), negatif di Basis dan positif di Emitor
karena untuk transistor PNP, terminal Basis selalu bias negative sehubungan
dengan Emitor. Tegangan suplai Emitor positif terhadap Kolektor( VCE ). Jadi
untuk transistor PNP untuk melakukan Emitor selalu lebih positif sehubungan
dengan Basis dan Kolektor. Emitor terhubung ketegangan suplaiVCC dengan
resistor beban, RL yang membatasi arus maksimum yang mengalir melalui
perangkat yang terhubung ke terminal kolektor.
Konfigurasi PNP Transistor
Tegangan Basis V B yang bias negative terhadap Emitor dan terhubung ke
resistor BB , yang digunakan untuk membatasi arus Basis maksimum. Untuk
menyebabkan arus basis mengalir dalam transistor PNP, basis harus lebih
negative dari pada emitor (arus harus meninggalkan basis) dengan sekitar 0,7
volt untuk perangkat silicon atau 0,3 volt untuk perangkat germanium dengan
formula yang digunakan untuk menghitung Basis resistor, basis arus atau arus
kolektor sama dengan yang digunakan untuk transistor NPN yang setara dan
diberikan
Konfigurasi PNP Transistor
 PNP Transistor sebagai “OFF” secara normal tetapi arus keluaran
kecil dan tegangan negative pada Basisnya( B ) relative terhadap
Emitornya ( E ) akan mengubahnya "ON" yang memungkin kan
arus Emitor-Kolektor yang jauh lebih besar untuk mengalir .
Transistor PNP bekerja ketikaVe jauh lebih besar dari Vc .
 Transistor Bipolar PNP hanya akan bekerja jika terminal Base dan
Collector negative terhadap Emitter.

Pnp transistor

  • 1.
    TRANSISTOR PNP OLEH : SITIALQUROTU AINI 1710501066 DOSEN PENGAMPU : R. SURYOTO EDY RAHARJO TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS TIDAR
  • 2.
    Pengertian Transistor Secara fisik,Transistor adalah sebuah komponen elektronika semi konduktor yang memiliki 3 kaki elektroda (triode), yang masing-masing kakinya diberi nama basis/dasar (B), collector/pengumpul (C) dan emitor/pemancar (E). Dalam sebuah sirkuit, fungsi Transistor dapat digunakan sebagai sebuah penguat (amplifier), sirkuit pemutus dan penyambung (switching), stabilisasi tegangan (stabilisator), modulasi sinyal dan berbagai fungsi lainnya.
  • 3.
    Basis, Collector danEmitor  Kaki basis berfungsi untuk melewatkan elektron yang diinjeksikan dari emitor ke kolektor  Kaki kolektor berfungsi untuk mengumpulkan elektron dari basis.  Emitor berfungsi untuk mengemisikan elektron atau menginjeksi elektron kedalam basis.
  • 4.
    Fungsi Transistor Pada umumnya,transistor digunakan untuk memperkuat atau mensaklar sinyal elektronika. Selain itu, penggunaan transistor dalam sebuah rangkaian analog adalah sebagai amplifier, switch, stabilitas tegangan, dan lain-lain. Dalam rangkaian digital selain di gunakan sebagai saklar yang memiliki kecepatan tinggi juga dapat digunakan sebagai pemroses data yang akurat dan sebagai memory.
  • 5.
    Jenis Transistor Jenis-Jenis Transistordan cara kerja transistor pada umumnya dibagi menjadi dua jenis yaitu; Transistor Bipolar (dwi kutub) dan Transistor Efek Medan (FET – Field Effect Transistor).
  • 6.
    Transistor Bipolar (dwikutub) Transistor Bipolar adalah jenis transistor yang paling banyak di gunakan pada rangkaian elektronika. Jenis-Jenis Transistor ini terbagi atas 3 bagian lapisan material semikonduktor yang terdiri dari dua formasi lapisan yaitu lapisan P-N-P (Positif-Negatif-Positif) dan lapisan N-P-N (Negatif-Positif-Negatif). Sehingga menurut dua formasi lapisan tersebut transistor bipolar dibedakan kedalam dua jenis yaitu transistor PNP dan transistor NPN. Masing-masing dari ketiga kaki jenis-jenis transistor ini di beri nama B (Basis), K (Kolektor), dan E (Emiter). Fungsi transistor bipolar ini adalah sebagai pengatur arus listrik (regulator arus listrik), dengan kata lain transistor dapat membatasi arus yang mengalir dari Kolektor ke Emiter atau sebaliknya (tergantung jenis transistor, PNP atau NPN).
  • 7.
    Perbedaan Transistor NPNdan PNP Untuk membedakan transistor PNP dan NPN dapat di lihat dari arah panah pada kaki emitornya. Pada transistor PNP anak panah mengarah ke dalam dan pada transistor NPN arah panahnya mengarah ke luar.
  • 8.
    Transistor PNP (Positif-Negatif- Positif) PNPTransistor adalah pelengkap yang berlawanan dengan perangkat NPN Transistor dimana tegangan dc positif diterapkan ke emitor. Transistor PNP menggunakan arus listrik yang kecil dan tegangan negative pada terminal basis untuk mengendalikan aliran arus dan tegangan yang lebih besar ke emitor dan kolektor.
  • 9.
    Syarat-syarat Konduktivitas Transistortipe PNP antara lain :  Tegangan emitor (Ve) yang terdapat pada transistor PNP harus lebih positif terhadap tegangan basis (Vb)  Tegangan kolektor-emitor (Ve) harus lebih besar positif terhadap tegangan basis (Vb)  Arus basis (Ib) harus sesuai dengan datasheet  Mengalirnya arus listrik dari emitor kekolektor
  • 10.
    Konfigurasi PNP Transistor 1.Pada dasarnya, dalam jenis konstruksi transistor ini, dua diode dibalik sehubungan dengan tipe NPN yang memberikan tipe konfigurasi Positive- Negative- Positive, dengan panah yang juga mendefinisikan terminal Emitor kali ini yang menunjuk ke dalam simbol transistor. 2. Semua polaritas untuk transistor PNP dibalik yang berarti bahwa ia "tenggelam" saat ini kedalam Basisnya sebagai lawan dari transistor NPN yang "sumber" saat ini melalui Basisnya.
  • 11.
    Konfigurasi PNP Transistor Teganganantara Basis dan Emitor( VBE ), negatif di Basis dan positif di Emitor karena untuk transistor PNP, terminal Basis selalu bias negative sehubungan dengan Emitor. Tegangan suplai Emitor positif terhadap Kolektor( VCE ). Jadi untuk transistor PNP untuk melakukan Emitor selalu lebih positif sehubungan dengan Basis dan Kolektor. Emitor terhubung ketegangan suplaiVCC dengan resistor beban, RL yang membatasi arus maksimum yang mengalir melalui perangkat yang terhubung ke terminal kolektor.
  • 12.
    Konfigurasi PNP Transistor TeganganBasis V B yang bias negative terhadap Emitor dan terhubung ke resistor BB , yang digunakan untuk membatasi arus Basis maksimum. Untuk menyebabkan arus basis mengalir dalam transistor PNP, basis harus lebih negative dari pada emitor (arus harus meninggalkan basis) dengan sekitar 0,7 volt untuk perangkat silicon atau 0,3 volt untuk perangkat germanium dengan formula yang digunakan untuk menghitung Basis resistor, basis arus atau arus kolektor sama dengan yang digunakan untuk transistor NPN yang setara dan diberikan
  • 13.
    Konfigurasi PNP Transistor PNP Transistor sebagai “OFF” secara normal tetapi arus keluaran kecil dan tegangan negative pada Basisnya( B ) relative terhadap Emitornya ( E ) akan mengubahnya "ON" yang memungkin kan arus Emitor-Kolektor yang jauh lebih besar untuk mengalir . Transistor PNP bekerja ketikaVe jauh lebih besar dari Vc .  Transistor Bipolar PNP hanya akan bekerja jika terminal Base dan Collector negative terhadap Emitter.