DECISION TREE
Prof. Dr. ENDANG WIRJATMI, M. Si
PEPI ZULVIA, S.Pd., M.Si
What is
Decision Tree?
Metode lain yang bisa digunakan untuk menyajikan
masalah keputusan adalah POHON KEPUTUSAN, yaitu
suatu pohon terarah yang menggambarkan suatu proses
keputusan secara grafis. Simpul-simpul (node)
menunjukkan titik-titik dimana
(1)salah satu keputusan harus diambil oleh pengambil
keputusan,
(2)pengambil keputusan dihadapkan dengan salah satu
keadaan/kejadian, atau
(3)prosesnya berakhir.
2 Tipe Utama Decision Tree
Classification Tree
Tipe Yes/No
Regression Tree
Tipe Data Continuous
Variabel Decision atau Keputusan
bersifat Categorical, dimana
hasilnya adalah “Ya” atau “Tidak”
Hasil dari variabel outcome
bersifat Continue, artinya
bentuknya bisa berupa angka
seperti 123
Tujuan dan Asumsi Dasar Decision
Tree
Tujuan
• Memahami kasus dan seluruh aspek yang terkait
• Menggambarkan kerangka berfikir yang sistematis
• Menggambarkan struktur pengambilan keputusan yang dilakukan
decision maker sepanjang tahapan/urutan waktu termasuk seluruh
kemungkinan keputusan dan outcomes
Asumsi Dasar
 Decision maker hanya mengambil satu keputusan
 Setiap keputusan hanya mempunyai outcomes tertentu
 Semua proses menunjukkan tahapan waktu (time sequence)
Pemanfaatan Decision Tree
Kelebihan dan Kekurangan Decision Tree
Kelebihan Kekurangan
• Dapat menangani variabel yang
bersifat continue dan
categorical.
• Decision Tree dapat “meniru”
cara berfikir manusia, sehingga
membantu dalam pemahaman
data dan interpretasi yang baik
• Algoritmenya cepat dan dapat
menangani dataset yang besar,
dengan akurasi yang cukup
baik.
Dapat menjadi tidak stabil rentan
mengalami error pada klasifikasi
yang memiliki banyak kelas.
Basic Konsep
Bentuk Diagram
Keputusan
Contoh Bentuk Diagram Keputusan
Tahapan Decision Tree
01 02
03
04
Tahap Pertama
Definisikan dan rinci masalah
secarajelas
Tahap Kedua
Gambarkan struktur dari
pohon keputusan
Tahap Ketiga
Tentukan nilai
payoff dari setiap
kombinasi alternatif
kemungkinan
Tahap Keempat
Tentukan nilai peluang dari
seluruh kemungkinan dan k
eputusan.
Selesaikan masalah
dengan menghitung
Expected Monetary
Value (EMV)
Expected Monetary Value (EMV) :
Dasar Pengambilan Keputusan
Pengambilan Keputusan didasarkan pada nilai
ekonomi yang expected monetary value (EMV)
diharapkan tertinggi.
Secara matematis dapat ditulis :
EMV = Σ(probability xnilai payoff yg diharapkan)
Tiap jalur dalam pohon keputusan, yaitu tiap rangkaian
alternatif dan keputusan akan menghasilkan suatu nilai
payoff tertentu yang dituliskan di ujung tiap cabang pada
pohon keputusan. Dengan demikian untuk menentukan
pilihan diantara alternatif-alternatif yang ada, pertama-tama
harus ditentukan nilai payoff dari setiap alternatif
Penetapan Nilai PayOff
Contoh Kasus Decision Tree
Contoh Bentuk Pohon Keputusan
Contoh Bentuk Pohon Keputusan
Forcasting
Contoh Kasus: Kang Arwan dan Tanah Kosong
Definisi Masalah
Step 1
Untuk membuat
atau
menghasilkan
tanang kosong
menjadi
berdaya guna
List Alternatif
Step 2
1. Bangun
pabrik
besar
2. Bangun
pabrik kecil
3. Tidak
dibangun .
Ident. Outcome
Step 3
Pasar layak
atau tidak
layak serta list
payoff dari
masing-
masing
outcome.
Pilih Model
Step 4
Membuat
tabel
keputusan
dan pohon
keputusan
Pohon Keputusan
Tabel Keputusan
Alternatif
Kondisi
EMV
Pasar Layak
Pasar Tidak
Layak
Bangun Pabrik Besar 200.000 -180.000 200.000*0,5+(-180.000)*0,5 = 10.000
Bangun Pabrik Kecil 100.000 -20.000 100.000*0,5 + (-20.000)*0,5 = 40.000
Tidak Bangun 0 0 0*0,5 + 0*0,5 = 0
Probabilitas 0,5 0,5
Soal
1. Sebagai seorang pengusaha pabrik peralatan elektronik , Tuan X berminat untuk menambah jenis produk yang diproduksi.
Untuk maksud tersebut hingga saat ini terdapat dua pilihan. Pilihan pertama adalah produk A. Meskipun teknologi yang diperlukan
bagi pembuatan produk A tersebut belum tersedia, tetapi dia yakin bahwa staf enginering yang ada akan mampu menguasai
teknologi tersebut. Dengan pertimbangan gal tersebut maka dapat ditetapkan bahwa kemungkinan untuk berhasilnya usaha
tersebut adalah 0.5.
Produk yang kedua adalah produk B. Untuk produk ini tidak dibutuhkan teknologi baru, namun demikian dirasakan bahwa masih
adakemungkinan gagal yaitu sebesar 0.2.
Karena keterbatasan dana maka hanya satu macam produk saja yang dapat dibuat.
Produk A apabila berhasil membutuhakan biaya Rp.200 juta dan jika gagal Rp. 80 juta
Produk B apabila berhasil membutuhkan biaya Rp. 80 juta dan jika gagal Rp -2 juta.
Produk mana yang akan dipilih oleh Tuan X?
2. Suatu hari Pak Arif ingin memanfaatkan tanahnya yang luas untuk dibangun sebuah toko. Pak Arif mempunyai dua kondisi
pemasaran (tidak bagus dan bagus) dengan peluang 0.4 dan 0.6, serta rancangan untuk dibangun toko kecil, sedang, atau besar.
Namun, Pak Arif belum bisa memutuskan akan dibangun toko atau dibiarkan begitu saja. Berikut payoff dari kondisi pemasaran
jika dibangun atau tidak sebuah toko:
Kondisi pemasaran bagus
Ketika dibangun toko yang besar memiliki payoff sebesar 300.000, toko yang sedang memiliki payoff sebesar 200.000, sedangkan
dibangun toko yang kecil memiliki payoff sebesar 150.000. Jika tidak dibangun toko, maka pak Arif tidak memiliki payoff.
Kondisi pemasaran tidak bagus
Ketika dibangun toko yang besar memiliki payoff sebesar -240.000, toko yang sedang memiliki payoff sebesar -100.000
sedangkan dibangun toko yang kecil memiliki payoff sebesar -30.000. Jika tidak dibangun toko, maka pak Arif tidak memiliki payoff.
Dari permasalahan diatas buatlah tabel keputusan dan pohon keputusan dengan menggunakan metode EMV untuk Pak Arif untuk
mengambil suatu keputusan?
Thank you

[Pk] pertemuan 12 Decision Tree

  • 1.
    DECISION TREE Prof. Dr.ENDANG WIRJATMI, M. Si PEPI ZULVIA, S.Pd., M.Si
  • 2.
    What is Decision Tree? Metodelain yang bisa digunakan untuk menyajikan masalah keputusan adalah POHON KEPUTUSAN, yaitu suatu pohon terarah yang menggambarkan suatu proses keputusan secara grafis. Simpul-simpul (node) menunjukkan titik-titik dimana (1)salah satu keputusan harus diambil oleh pengambil keputusan, (2)pengambil keputusan dihadapkan dengan salah satu keadaan/kejadian, atau (3)prosesnya berakhir.
  • 3.
    2 Tipe UtamaDecision Tree Classification Tree Tipe Yes/No Regression Tree Tipe Data Continuous Variabel Decision atau Keputusan bersifat Categorical, dimana hasilnya adalah “Ya” atau “Tidak” Hasil dari variabel outcome bersifat Continue, artinya bentuknya bisa berupa angka seperti 123
  • 4.
    Tujuan dan AsumsiDasar Decision Tree Tujuan • Memahami kasus dan seluruh aspek yang terkait • Menggambarkan kerangka berfikir yang sistematis • Menggambarkan struktur pengambilan keputusan yang dilakukan decision maker sepanjang tahapan/urutan waktu termasuk seluruh kemungkinan keputusan dan outcomes Asumsi Dasar  Decision maker hanya mengambil satu keputusan  Setiap keputusan hanya mempunyai outcomes tertentu  Semua proses menunjukkan tahapan waktu (time sequence)
  • 5.
  • 6.
    Kelebihan dan KekuranganDecision Tree Kelebihan Kekurangan • Dapat menangani variabel yang bersifat continue dan categorical. • Decision Tree dapat “meniru” cara berfikir manusia, sehingga membantu dalam pemahaman data dan interpretasi yang baik • Algoritmenya cepat dan dapat menangani dataset yang besar, dengan akurasi yang cukup baik. Dapat menjadi tidak stabil rentan mengalami error pada klasifikasi yang memiliki banyak kelas.
  • 7.
  • 8.
  • 9.
  • 10.
    Tahapan Decision Tree 0102 03 04 Tahap Pertama Definisikan dan rinci masalah secarajelas Tahap Kedua Gambarkan struktur dari pohon keputusan Tahap Ketiga Tentukan nilai payoff dari setiap kombinasi alternatif kemungkinan Tahap Keempat Tentukan nilai peluang dari seluruh kemungkinan dan k eputusan. Selesaikan masalah dengan menghitung Expected Monetary Value (EMV)
  • 11.
    Expected Monetary Value(EMV) : Dasar Pengambilan Keputusan Pengambilan Keputusan didasarkan pada nilai ekonomi yang expected monetary value (EMV) diharapkan tertinggi. Secara matematis dapat ditulis : EMV = Σ(probability xnilai payoff yg diharapkan)
  • 12.
    Tiap jalur dalampohon keputusan, yaitu tiap rangkaian alternatif dan keputusan akan menghasilkan suatu nilai payoff tertentu yang dituliskan di ujung tiap cabang pada pohon keputusan. Dengan demikian untuk menentukan pilihan diantara alternatif-alternatif yang ada, pertama-tama harus ditentukan nilai payoff dari setiap alternatif Penetapan Nilai PayOff
  • 13.
  • 14.
  • 15.
    Contoh Bentuk PohonKeputusan Forcasting
  • 16.
    Contoh Kasus: KangArwan dan Tanah Kosong Definisi Masalah Step 1 Untuk membuat atau menghasilkan tanang kosong menjadi berdaya guna List Alternatif Step 2 1. Bangun pabrik besar 2. Bangun pabrik kecil 3. Tidak dibangun . Ident. Outcome Step 3 Pasar layak atau tidak layak serta list payoff dari masing- masing outcome. Pilih Model Step 4 Membuat tabel keputusan dan pohon keputusan
  • 17.
  • 18.
    Tabel Keputusan Alternatif Kondisi EMV Pasar Layak PasarTidak Layak Bangun Pabrik Besar 200.000 -180.000 200.000*0,5+(-180.000)*0,5 = 10.000 Bangun Pabrik Kecil 100.000 -20.000 100.000*0,5 + (-20.000)*0,5 = 40.000 Tidak Bangun 0 0 0*0,5 + 0*0,5 = 0 Probabilitas 0,5 0,5
  • 19.
    Soal 1. Sebagai seorangpengusaha pabrik peralatan elektronik , Tuan X berminat untuk menambah jenis produk yang diproduksi. Untuk maksud tersebut hingga saat ini terdapat dua pilihan. Pilihan pertama adalah produk A. Meskipun teknologi yang diperlukan bagi pembuatan produk A tersebut belum tersedia, tetapi dia yakin bahwa staf enginering yang ada akan mampu menguasai teknologi tersebut. Dengan pertimbangan gal tersebut maka dapat ditetapkan bahwa kemungkinan untuk berhasilnya usaha tersebut adalah 0.5. Produk yang kedua adalah produk B. Untuk produk ini tidak dibutuhkan teknologi baru, namun demikian dirasakan bahwa masih adakemungkinan gagal yaitu sebesar 0.2. Karena keterbatasan dana maka hanya satu macam produk saja yang dapat dibuat. Produk A apabila berhasil membutuhakan biaya Rp.200 juta dan jika gagal Rp. 80 juta Produk B apabila berhasil membutuhkan biaya Rp. 80 juta dan jika gagal Rp -2 juta. Produk mana yang akan dipilih oleh Tuan X? 2. Suatu hari Pak Arif ingin memanfaatkan tanahnya yang luas untuk dibangun sebuah toko. Pak Arif mempunyai dua kondisi pemasaran (tidak bagus dan bagus) dengan peluang 0.4 dan 0.6, serta rancangan untuk dibangun toko kecil, sedang, atau besar. Namun, Pak Arif belum bisa memutuskan akan dibangun toko atau dibiarkan begitu saja. Berikut payoff dari kondisi pemasaran jika dibangun atau tidak sebuah toko: Kondisi pemasaran bagus Ketika dibangun toko yang besar memiliki payoff sebesar 300.000, toko yang sedang memiliki payoff sebesar 200.000, sedangkan dibangun toko yang kecil memiliki payoff sebesar 150.000. Jika tidak dibangun toko, maka pak Arif tidak memiliki payoff. Kondisi pemasaran tidak bagus Ketika dibangun toko yang besar memiliki payoff sebesar -240.000, toko yang sedang memiliki payoff sebesar -100.000 sedangkan dibangun toko yang kecil memiliki payoff sebesar -30.000. Jika tidak dibangun toko, maka pak Arif tidak memiliki payoff. Dari permasalahan diatas buatlah tabel keputusan dan pohon keputusan dengan menggunakan metode EMV untuk Pak Arif untuk mengambil suatu keputusan?
  • 20.