PETA
 Pengertian
 Jenis Peta
 Komponen
 Membaca Peta
 Menentukan
Lokasi Industri
MATERI
PENGETAHUAN PETA
1
 Peta merupakan alat bantu dalam geografi
untuk menyampaikan informasi atau
gagasan
 Peta dalam arti umum merupakan
gambaran konvensional fenomena
permukaan bumi yang di skalakan dan
disajikan pada bidang datar
 Ilmu pengetahuan, seni dan teknologi
tentang pembuatan peta disebut
KATORGRAFI
PENGERTIAN PETA
A
 Beberap pengertian peta yang dikemukakan
oleh para Ahli yaitu sebagi berikut :
 Peta merupakan gambaran keadaan permukaan
bumi, termasuk unsur-unsur almaiah dan unsur-
unsur buatan manusia
 Peta merupakan gambaran permukaan bumi yang
diperkecil dengan skala tertentu
 Peta digabrkan dengan menggunkan proyeksi
tertentu
PENGERTIAN PETA
A
 Tidak membingungkan
 Mudah dipahami
 Bersih dan rapih
 Teliti dan sesuai dengan
tujuan
 Memberikan gambaran
yang sebenarnya.
Sesuai dengan fungsinya, peta sebagai media, maka
peta harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
PENGERTIAN PETA
A
JENIS PETA
B
• Secara umum peta dapat diklasifikasikan berdasarkan :
1. Isinya
2. Skalanya
3. Nilai Datanya
4. Sifat Datanya
5. Tujuannya
 Peta Umum  = peta yang
menggambarkan permukaan bumi
secara umum.
 peta topografi
 peta korografi
 Peta Tematik / khusus  = peta
yang menggambarkan satu tema
atau unsur tertentu dari permukaan
bumi.
 peta Curah Hujan
 peta Tanah,
 peta Temperatur, dll
JENIS PETA Menurut ISI
B
Peta Topografi
 Peta Skala Besar ( Detail ) 
peta yang mempunyai skala
lebih besar dari 1 : 250.000.
 Peta Skala Menengah  peta
yang mempunyai skala antara 1
: 250.000 s.d 1 : 500.000.
 Peta Skala Kecil  peta yang
mempunyai skala lebih kecil
dari 1 : 500.000.
ITALIA
JENIS PETA Menurut SKALA
B
JENIS PETA Menurut NILAI
dan SIFAT DATA
B
ITALIA
Nilai Data Yang dikandung
 Peta Kualitatif
 Peta Kuantitatif
Sifat Data Yang dikandung
 Peta Stationer
 Peta Dinamis
 Peta Militer
 Peta Navigasi
 Peta Dinding
 Peta Kerja
 Peta Touris
 Peta Aplikasi
 dan lain-lain
JENIS PETA Menurut
TUJUANnya
B
Untuk memenuhi syarat peta tersebut di atas,
maka setiap peta harus dileng kapi dengan :
Judul peta
Simbol peta
Skala peta
Proyeksi peta
Grid peta
Petunjuk arah
Legenda
Inset peta
dll
C KOMPONEN PETA
JUDUL  mengambarkan tentang isi dan daerah
yang dipetakan.
 Peta Hasil Pertanian Indonesia
 Peta Curah Hujan, dll
Simbol peta  lambang-lambang yang terdapat
pada peta yang mengambarkan informasi ayng
dimaksud di dalam peta
Simbol di dalam peta dapat berupa :
Simbol Titik
Simbol Garis
Simbol Luas
Simbol Volume
C KOMPONEN PETA
Sawah Irigasi
Sawah Tadah Hujan
Kebun/Perkebunan
Semak/Belukar
Hutan
Tegalan/Ladang
Tanah Kosong/Rumput
Hutan Rawa
Simbol Peta
Simbol Peta
SKALA  perbandingan yang menunjukkan
jarak antara dua titik di peta dengan jarak dua
titik yang sama di permukaan bumi
Semakin besar skala, isi atau informasi yang
disajikan semakin rinci, dan begitu juga
sebaliknnya
SKALA Numerik/Angka
Grafik
Inchi to Mile
C KOMPONEN PETA
MENENTUKAN
SKALA PETA
• Menentukan skala peta yang tidak
diketahui skalanya dapat dilakukan
dengan cara :
 Membandingkan jarak dua titik
 Membandingkan peta yang tidak
memiliki skala dengan peta yang
memiliki skala pada daerah yang
sama
 Menghitung selisih derajat lintang
atau bujur di peta
 Menggunakan peta Topografi
• Membandingkan Jarak Dua Titik
Dua titik yang sama antara di peta
dengan di permukaan bumi
Contoh :
Jarak antara titik A-B di peta = 4 cm
Diukur di permukaan bumi jarak
A-B = 2 km.
Maka SKALA PETA :
4
------------ = 1 : 50000
200000
MENENTUKAN
SKALA PETA
• Membandingkan peta yang tidak memiliki skala dengan
peta yang memiliki skala pada daerah yang sama
• Rumus yang digunakan :
d1
P2 = ----- x P1
d2
Ket :
 d1 = jarak yang sudah diketahui
skala
 d2 = jarak yang akan dicari skala
 P1 = penyebut skala yang
diketahui skalanya
 P2 = penyebut skala yang dicari
Skala 1 : 20000
Skala …….. ?
MENENTUKAN
SKALA PETA
1 0
= 110,56 km
• Menghitung selisih derajat lintang atau bujur di peta
• Contoh : Perhatikan gambar
6 0 LU
2
2 4 6 8 10 12 0 BT
MENENTUKAN
SKALA PETA
 Jarak A - B di peta = 2 cm. = 2 0
Berarti = 2 cm = ( 2 x
111 km )
 Jadi skala peta = 2 cm = 222 000 00 cm
1 : 111 000 00
• Menggunakan peta Topografi dengan rumus :
• Ci = Contur interval artinya jarak antara dua kontur
Contoh : Ci = 50 m, berarti skala peta adalah :
1
50 = ------ x penyebut skala.
2000
• Penyebut skala = 2000 x 50 = 100.000
Jadi Skala peta = 1 : 100.000
1
Ci = ------ x penyebut skala
2000
MENENTUKAN
SKALA PETA
PROYEKSI PETA  Upaya pemindahan
ruang muka bumi ke bidang datar.
Sasaran utamanya menjaga agar :
BENAR
• Luas
• Jarak
• Bentuk
 Proyeksi peta dibedakan :
Berdasarkan distorsi (Kesalahan)
Berdasarkan Bidang Proyeksi
Berdasarkan Sumbu Proyeksi
C KOMPONEN PETA
 Menurut Distrosinya
 Equidistant ( Jarak )
 Equivalent ( Luas )
 Conform ( Bentuk )
 Menurut Bidang Proyeksinya
 Bidang Datar ( Azimuthal )
 Bdang Kerucut ( Conical )
 Bidang Silinder ( Cylindrical )
 Menurut Posisi Sumbu
Simetrisnya
 Normal
 Miring
 Transversal
Klasifikasi
PROYEKSI PETA
Klasifikasi
PROYEKSI PETA
Menurut SPESIFIKASInya
PROYEKSI :
 Equidistant ( Jarak )
 Equivalent ( Luas )
 Conform ( Bentuk )
Klasifikasi
PROYEKSI PETA
Menurut Bidang PROYEKSInya
• Bidang Datar
( Azimuthal )
• Bdang Kerucut
( Conical )
• Bidang Silinder
( Cylindrical )
Klasifikasi
PROYEKSI PETA
BANDINGKAN KETIGA
PROYEKSI
Kerucut Silinder
Datar
Menurut SUMBU SIMETRInya
Klasifikasi
PROYEKSI PETA
Normal Transversal
Miring
GRID PETA  Jaringan garis-garis yang
digambar di atas peta secara hozontal
dan vertikal yang mempersentasikan fraksi
pararel dan meredian
Grid
C KOMPONEN PETA
ORIENTASI = PETUNJUK ARAH,  untuk Menentukan
Utara, Timur, Selatan dan Barat
Orinetasi
C KOMPONEN PETA
LEGENDA  menerangkan arti dari simbol-
simbol yang terdapat di dalam peta
Legenda
C KOMPONEN PETA
 INSET PETA  bagian dari peta yang digambar secara
khusus yang diletakkan pada bagian yang masih kosong
untuk menunjukkan lakasi yang dipetakan
Inset Peta
C KOMPONEN PETA
 Untuk dapat membaca peta, terlebih dulu memahami
tentang simbol-simbol yang terdapat di dalam peta
 Untuk memahami simbol atau bahasa peta perlu
melihat informasi tepi yang memuat tentang :
• Judul peta
• Skala peta
• Legenda
• Orientasi
• Tahun peta
• Sumber peta
• DLL
BACA/SMU-52/HRP/11/99
D MEMBACA PETA
 Disamping mencaba peta, juga dilakukan
proses analisis dan interpretasi
 Analisis dan interpretasi mencoba melakukan
penafsiran tentang apa, dimana, dan kenapa
terjadi perbedaan dan persamaan fenomena
geosfer
 Unsur-unsur geografis yang dibaca, analisis
dan interpretasi pada peta antara lain :
 Jarak
 Arah
 Ketinggian
 Kemiringan Lereng
 Lokasi
 Luas
D MEMBACA PETA
A B
C
Jarak horisontal di peta x skala
Selisih nilai
antara dua
kontur di A
dan di C
100
25
C
B
Misal jarak B - C adalah 2 cm di
peta
pada skala 50.000, maka
jarak di lapangan sama dengan
2 cm x 50.000 = 100.000 cm
= 1000 m
Beda Tinggi B-C adalah 100 – 25
= 75 meter.
Maka kemiringan lereng adalah
75 / 1000 = 0,075 derajad
atau 75/1000 x 100 % = 7,5 %
CONTOH Menghitung
Kemeringan Lereng
Bentuk medan
Kenampakan di peta
dalam bentuk simbol
titik ketinggian
CONTOH Bentuk Medan
MENENTUKAN LOKASI
INDUSTRI
E
• Pemilihan lokasi industri sangat penting berkaitan
dengan perkembangan dan kelanjutan kegiatan
industri
• Untuk itu, dalam rangka menentukan lokasi industri
perlu diperhatikan faktor-faktor seperti :
1. Bahan Mentah
2. Pasar
3. Sumber Energi
4. Trasnportasi
5. Peraturan
6. Iklim, dll
KLASIFIKASI INDUSTRI
• BERDSARKAN CARA MEMPEROLEH BAHAN
BAKU
• BERDASARKAN HASIL PRODUKSINYA
• BERDASARKAN LOKASINYA
• BERDASARKAN DARI DEPARTEMEN
PERINDUSTRIAN
• BERDASARKAN JUMLAH TENAGA KERJA
• BERDASARKAN PENGELOLAANNYA
• BERDASARKAN STRUKTUR MODALNYA
• BERDASARKAN PRODUKSI BARANGNYA
• BERDASARKAN TAHAPAN/PROSES
PRODUKSINYA
BERDASATKAN CARA
MEMPEROLEH BAHAN BAKU
• INDUSTRI EKSTRAKTIF
• INDUSTRI NON-EKSTRAKTIF
• INDUSTRI FASILITATIF
BERDASARKAN HASIL
PRODUKSINYA
• INDUSTRI BERAT
• INDUSTRI RINGAN
BERDASARKAN LOKASINYA
• INDUSTRI BERORENTASI PASAR
• INDUSTRI BERORENTASI TENAGA KERJA
• INDUSTRI BERORENTASI BAHAN BAKU
BERDASARKAN DEPARTEMEN
PERINDUSTRIAN
• INDUSTRI KIMIA DASAR
• INDUSTRI LOGAM DASAR
• ANEKA INDUSTRI
• INDUSTRI KECIL
BERDASARKAN JUMLAH TENAGA
KERJA
• INDUSTRI RUMAH TANGGA
• INDUSTRI KECIL
• INDUSTRI SEDANG
• INDUSTRI BESAR
BERDASARKAN
PENGELOLAANNYA
• INDUSTRI RAKYAT
• INDUSTRI NEGARA
BERDASARKAN STRUKTUR
MODALNYA
• INDUSTRI PMDN
• INDUSTRI PMA
• INDUSTRI PATUNGAN
BERDASARKAN PRODUKSI
BARANGYA
• INDUSTRI PRIMER
• INDUSTRI SEKUNDER
• INDUSTRI TERSIER
BERDASARKAN OIENTASI
PENGGUNAAN MODAL
• INDUSTRU PADAT MODAL
• INDUSTRI PADAT KARYA
BERDASARKAN TAHAPAN/PROSES
PRODUKSINYA
• INDUSTRI HULU
• INDUSTRI HILIR
MENENTUKAN LOKASI
INDUSTRI
E
• Berdasarkan faktor tersebut, maka kecenderungan
pemilihan pembangunan lokasi industri sebagai
berikut :
2. Industri cenderung di tempatkan dekat
Sumber Tenaga (Energi atau Tenaga Kerja)
1. Industri cenderung di tempatkan dekat
Bahan Mentah
3. Industri cenderung di tempatkan dekat
Pasar

Peta.ppt

  • 1.
    PETA  Pengertian  JenisPeta  Komponen  Membaca Peta  Menentukan Lokasi Industri MATERI PENGETAHUAN PETA 1
  • 2.
     Peta merupakanalat bantu dalam geografi untuk menyampaikan informasi atau gagasan  Peta dalam arti umum merupakan gambaran konvensional fenomena permukaan bumi yang di skalakan dan disajikan pada bidang datar  Ilmu pengetahuan, seni dan teknologi tentang pembuatan peta disebut KATORGRAFI PENGERTIAN PETA A
  • 3.
     Beberap pengertianpeta yang dikemukakan oleh para Ahli yaitu sebagi berikut :  Peta merupakan gambaran keadaan permukaan bumi, termasuk unsur-unsur almaiah dan unsur- unsur buatan manusia  Peta merupakan gambaran permukaan bumi yang diperkecil dengan skala tertentu  Peta digabrkan dengan menggunkan proyeksi tertentu PENGERTIAN PETA A
  • 4.
     Tidak membingungkan Mudah dipahami  Bersih dan rapih  Teliti dan sesuai dengan tujuan  Memberikan gambaran yang sebenarnya. Sesuai dengan fungsinya, peta sebagai media, maka peta harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut : PENGERTIAN PETA A
  • 5.
    JENIS PETA B • Secaraumum peta dapat diklasifikasikan berdasarkan : 1. Isinya 2. Skalanya 3. Nilai Datanya 4. Sifat Datanya 5. Tujuannya
  • 6.
     Peta Umum = peta yang menggambarkan permukaan bumi secara umum.  peta topografi  peta korografi  Peta Tematik / khusus  = peta yang menggambarkan satu tema atau unsur tertentu dari permukaan bumi.  peta Curah Hujan  peta Tanah,  peta Temperatur, dll JENIS PETA Menurut ISI B
  • 7.
  • 11.
     Peta SkalaBesar ( Detail )  peta yang mempunyai skala lebih besar dari 1 : 250.000.  Peta Skala Menengah  peta yang mempunyai skala antara 1 : 250.000 s.d 1 : 500.000.  Peta Skala Kecil  peta yang mempunyai skala lebih kecil dari 1 : 500.000. ITALIA JENIS PETA Menurut SKALA B
  • 12.
    JENIS PETA MenurutNILAI dan SIFAT DATA B ITALIA Nilai Data Yang dikandung  Peta Kualitatif  Peta Kuantitatif Sifat Data Yang dikandung  Peta Stationer  Peta Dinamis
  • 13.
     Peta Militer Peta Navigasi  Peta Dinding  Peta Kerja  Peta Touris  Peta Aplikasi  dan lain-lain JENIS PETA Menurut TUJUANnya B
  • 16.
    Untuk memenuhi syaratpeta tersebut di atas, maka setiap peta harus dileng kapi dengan : Judul peta Simbol peta Skala peta Proyeksi peta Grid peta Petunjuk arah Legenda Inset peta dll C KOMPONEN PETA
  • 17.
    JUDUL  mengambarkantentang isi dan daerah yang dipetakan.  Peta Hasil Pertanian Indonesia  Peta Curah Hujan, dll Simbol peta  lambang-lambang yang terdapat pada peta yang mengambarkan informasi ayng dimaksud di dalam peta Simbol di dalam peta dapat berupa : Simbol Titik Simbol Garis Simbol Luas Simbol Volume C KOMPONEN PETA
  • 18.
    Sawah Irigasi Sawah TadahHujan Kebun/Perkebunan Semak/Belukar Hutan Tegalan/Ladang Tanah Kosong/Rumput Hutan Rawa Simbol Peta
  • 19.
  • 20.
    SKALA  perbandinganyang menunjukkan jarak antara dua titik di peta dengan jarak dua titik yang sama di permukaan bumi Semakin besar skala, isi atau informasi yang disajikan semakin rinci, dan begitu juga sebaliknnya SKALA Numerik/Angka Grafik Inchi to Mile C KOMPONEN PETA
  • 21.
    MENENTUKAN SKALA PETA • Menentukanskala peta yang tidak diketahui skalanya dapat dilakukan dengan cara :  Membandingkan jarak dua titik  Membandingkan peta yang tidak memiliki skala dengan peta yang memiliki skala pada daerah yang sama  Menghitung selisih derajat lintang atau bujur di peta  Menggunakan peta Topografi
  • 22.
    • Membandingkan JarakDua Titik Dua titik yang sama antara di peta dengan di permukaan bumi Contoh : Jarak antara titik A-B di peta = 4 cm Diukur di permukaan bumi jarak A-B = 2 km. Maka SKALA PETA : 4 ------------ = 1 : 50000 200000 MENENTUKAN SKALA PETA
  • 23.
    • Membandingkan petayang tidak memiliki skala dengan peta yang memiliki skala pada daerah yang sama • Rumus yang digunakan : d1 P2 = ----- x P1 d2 Ket :  d1 = jarak yang sudah diketahui skala  d2 = jarak yang akan dicari skala  P1 = penyebut skala yang diketahui skalanya  P2 = penyebut skala yang dicari Skala 1 : 20000 Skala …….. ? MENENTUKAN SKALA PETA
  • 24.
    1 0 = 110,56km • Menghitung selisih derajat lintang atau bujur di peta • Contoh : Perhatikan gambar 6 0 LU 2 2 4 6 8 10 12 0 BT MENENTUKAN SKALA PETA  Jarak A - B di peta = 2 cm. = 2 0 Berarti = 2 cm = ( 2 x 111 km )  Jadi skala peta = 2 cm = 222 000 00 cm 1 : 111 000 00
  • 25.
    • Menggunakan petaTopografi dengan rumus : • Ci = Contur interval artinya jarak antara dua kontur Contoh : Ci = 50 m, berarti skala peta adalah : 1 50 = ------ x penyebut skala. 2000 • Penyebut skala = 2000 x 50 = 100.000 Jadi Skala peta = 1 : 100.000 1 Ci = ------ x penyebut skala 2000 MENENTUKAN SKALA PETA
  • 26.
    PROYEKSI PETA Upaya pemindahan ruang muka bumi ke bidang datar. Sasaran utamanya menjaga agar : BENAR • Luas • Jarak • Bentuk  Proyeksi peta dibedakan : Berdasarkan distorsi (Kesalahan) Berdasarkan Bidang Proyeksi Berdasarkan Sumbu Proyeksi C KOMPONEN PETA
  • 27.
     Menurut Distrosinya Equidistant ( Jarak )  Equivalent ( Luas )  Conform ( Bentuk )  Menurut Bidang Proyeksinya  Bidang Datar ( Azimuthal )  Bdang Kerucut ( Conical )  Bidang Silinder ( Cylindrical )  Menurut Posisi Sumbu Simetrisnya  Normal  Miring  Transversal Klasifikasi PROYEKSI PETA
  • 28.
  • 29.
    Menurut SPESIFIKASInya PROYEKSI : Equidistant ( Jarak )  Equivalent ( Luas )  Conform ( Bentuk ) Klasifikasi PROYEKSI PETA
  • 30.
    Menurut Bidang PROYEKSInya •Bidang Datar ( Azimuthal ) • Bdang Kerucut ( Conical ) • Bidang Silinder ( Cylindrical ) Klasifikasi PROYEKSI PETA
  • 31.
  • 32.
    Menurut SUMBU SIMETRInya Klasifikasi PROYEKSIPETA Normal Transversal Miring
  • 33.
    GRID PETA Jaringan garis-garis yang digambar di atas peta secara hozontal dan vertikal yang mempersentasikan fraksi pararel dan meredian Grid C KOMPONEN PETA
  • 34.
    ORIENTASI = PETUNJUKARAH,  untuk Menentukan Utara, Timur, Selatan dan Barat Orinetasi C KOMPONEN PETA
  • 35.
    LEGENDA  menerangkanarti dari simbol- simbol yang terdapat di dalam peta Legenda C KOMPONEN PETA
  • 36.
     INSET PETA bagian dari peta yang digambar secara khusus yang diletakkan pada bagian yang masih kosong untuk menunjukkan lakasi yang dipetakan Inset Peta C KOMPONEN PETA
  • 37.
     Untuk dapatmembaca peta, terlebih dulu memahami tentang simbol-simbol yang terdapat di dalam peta  Untuk memahami simbol atau bahasa peta perlu melihat informasi tepi yang memuat tentang : • Judul peta • Skala peta • Legenda • Orientasi • Tahun peta • Sumber peta • DLL BACA/SMU-52/HRP/11/99 D MEMBACA PETA
  • 38.
     Disamping mencabapeta, juga dilakukan proses analisis dan interpretasi  Analisis dan interpretasi mencoba melakukan penafsiran tentang apa, dimana, dan kenapa terjadi perbedaan dan persamaan fenomena geosfer  Unsur-unsur geografis yang dibaca, analisis dan interpretasi pada peta antara lain :  Jarak  Arah  Ketinggian  Kemiringan Lereng  Lokasi  Luas D MEMBACA PETA
  • 39.
    A B C Jarak horisontaldi peta x skala Selisih nilai antara dua kontur di A dan di C 100 25 C B Misal jarak B - C adalah 2 cm di peta pada skala 50.000, maka jarak di lapangan sama dengan 2 cm x 50.000 = 100.000 cm = 1000 m Beda Tinggi B-C adalah 100 – 25 = 75 meter. Maka kemiringan lereng adalah 75 / 1000 = 0,075 derajad atau 75/1000 x 100 % = 7,5 % CONTOH Menghitung Kemeringan Lereng
  • 40.
    Bentuk medan Kenampakan dipeta dalam bentuk simbol titik ketinggian CONTOH Bentuk Medan
  • 41.
    MENENTUKAN LOKASI INDUSTRI E • Pemilihanlokasi industri sangat penting berkaitan dengan perkembangan dan kelanjutan kegiatan industri • Untuk itu, dalam rangka menentukan lokasi industri perlu diperhatikan faktor-faktor seperti : 1. Bahan Mentah 2. Pasar 3. Sumber Energi 4. Trasnportasi 5. Peraturan 6. Iklim, dll
  • 42.
    KLASIFIKASI INDUSTRI • BERDSARKANCARA MEMPEROLEH BAHAN BAKU • BERDASARKAN HASIL PRODUKSINYA • BERDASARKAN LOKASINYA • BERDASARKAN DARI DEPARTEMEN PERINDUSTRIAN • BERDASARKAN JUMLAH TENAGA KERJA • BERDASARKAN PENGELOLAANNYA • BERDASARKAN STRUKTUR MODALNYA • BERDASARKAN PRODUKSI BARANGNYA • BERDASARKAN TAHAPAN/PROSES PRODUKSINYA
  • 43.
    BERDASATKAN CARA MEMPEROLEH BAHANBAKU • INDUSTRI EKSTRAKTIF • INDUSTRI NON-EKSTRAKTIF • INDUSTRI FASILITATIF
  • 44.
  • 45.
    BERDASARKAN LOKASINYA • INDUSTRIBERORENTASI PASAR • INDUSTRI BERORENTASI TENAGA KERJA • INDUSTRI BERORENTASI BAHAN BAKU
  • 46.
    BERDASARKAN DEPARTEMEN PERINDUSTRIAN • INDUSTRIKIMIA DASAR • INDUSTRI LOGAM DASAR • ANEKA INDUSTRI • INDUSTRI KECIL
  • 47.
    BERDASARKAN JUMLAH TENAGA KERJA •INDUSTRI RUMAH TANGGA • INDUSTRI KECIL • INDUSTRI SEDANG • INDUSTRI BESAR
  • 48.
  • 49.
    BERDASARKAN STRUKTUR MODALNYA • INDUSTRIPMDN • INDUSTRI PMA • INDUSTRI PATUNGAN
  • 50.
    BERDASARKAN PRODUKSI BARANGYA • INDUSTRIPRIMER • INDUSTRI SEKUNDER • INDUSTRI TERSIER
  • 51.
    BERDASARKAN OIENTASI PENGGUNAAN MODAL •INDUSTRU PADAT MODAL • INDUSTRI PADAT KARYA
  • 52.
  • 53.
    MENENTUKAN LOKASI INDUSTRI E • Berdasarkanfaktor tersebut, maka kecenderungan pemilihan pembangunan lokasi industri sebagai berikut : 2. Industri cenderung di tempatkan dekat Sumber Tenaga (Energi atau Tenaga Kerja) 1. Industri cenderung di tempatkan dekat Bahan Mentah 3. Industri cenderung di tempatkan dekat Pasar