PERTEMUAN 3
DEFINISI
• Penjelasan Operator merupakan simbol atau karakter yang
biasa dilibatkan dalam program untuk melakukan sesuatu
operasi atau manipulasi, seperti penjumlahan, pengurangan
dan lain-lain. Operator mempunyai sifat sebagai berikut :
– Unary
Sifat Unary pada operator adalah hanya melibatkan
sebuah operand pada suatu operasi aritmatik. Contoh 
-5
– Binary
Sifat Binary pada operator adalah melibatkan dua buah
operand pada suatu operasi aritmatik. Contoh  4 + 8
– Ternary
Sifat Tenary pada operator adalah melibatkan tiga buah
operand pada suatu operasi aritmatik. Contoh  (10 % 3)
Hierarki Operator Aritmatika
Operator Keterangan
* atau / Tingkatan operatorsama, penggunaannya tergantung letak,
yang didepan didahulukan.
% Sisa Pembagian
+ atau - Tingkatan operator sama, penggunaannya tergantung
letak, yang didepan didahulukan
Tabel Hierarki Operator Aritmatika
A = 8 + 2 * 3 / 6
Langkah perhitungannya :
A = 8 + 6 / 6 -> ( 6 / 6 = 1 )
A = 8 + 1
A = 9
Tingkatan operator ini dapat
diabaikan dengan penggunaan tanda
kurung
“(“ dan “)”.
Contoh :
A = (8 + 2) * 3 / 6
Langkah perhitungannya :
A = 10 * 3 / 6
A = 30 / 6
A = 5
Latihan Oprerator
• OPERATOR PENUGASAN
Operator Penugasan (Assignment operator) berupa tanda sama
dengan (“=”).
Contoh :
nilai = 80;
A = x * y;
Penjelasan :
variable “nilai” diisi dengan 80
variable “A” diisi dengan hasil perkalian antara x dan y.
OPERATOR ARITMATIKA
Operator Deskripsi Contoh
+ Penjumlahan (Add) M+n
- Pengurangan (Substract) M-n
* Perkalian (Multiply) M*n
/ Pembagian (Devide) m/n
% Sisa Pembagian Integer (Modulus) M%n
- Negasi (Negate) -m
OPERATOR HUBUNGAN (PERBANDINGAN)
• Operator Hubungan digunakan untuk membandingkan
hubungan antara dua buah operand (sebuah nilai atau
variable). Operator hubungan dalam bahasa C++
Operator Arti Contoh
== Sama Dengan (Bukan Assigment) Apakah X sama dengan Y
!= Tidak Sama Dengan Apakah X tidak sama dengan Y
> Lebih Besar Apakah X lebih besar dari Y
< Lebih Kecil Apakah X lebih kecil dari Y
>= Lebih Besar atau Sama Dengan Apakah X lebih dari sama dengan Y
<= Lebih Kecil atau Sama Dengan Apakah X kurang dari sama dengan Y
OPERATOR NAIK DAN TURUN
(INCREMENT DAN DECREMENT)
Operator Keterangan
++ Penambahan
-- Pengurangan
Kedua bentuk penulisan notasi ini mempunyai arti yang berbeda.
•Jika diletakkan didepan variabel: ++A  A=A+1 maka proses
penambahan atau pengurangan akan dilakukan sesaat sebelum atau
langsung pada saat menjumpai ekspresi ini, sehingga nilai variabel
tadi akan langsung berubah begitu ekspresi ini ditemukan, sedangkan
•Jika diletakkan dibelakang variabel, maka proses penambahan atau
pengurangan akan dilakukan setelah ekspresi ini dijumpai atau nilai
variabel akan tetap pada saat ekspresi ini ditemukan.
Operator Relasi
Operator Relasi digunakan untuk membandingkan
dua buah nilai. Hasil perbandingan operator ini
menghasilkan nilai numerik 1 (True) atau 0 (False).
Operator Keterangan
== Sama Dengan ( bukan pemberi nilai )
!= Tidak Sama dengan
> Lebih Dari
< Kurang Dari
>= Lebih Dari sama dengan
<= Kurang Dari sama dengan
Operator Logika
Operator Relasi digunakan untuk menghubungkan dua buah
operasi relasi menjadi sebuah ungkapan kondisi. Hasil dari
operator logika ini menghasilkan nilai numerik 1 (True) atau 0
(False).
Operator Keterangan
&& Operator Logika AND
|| Operator Logika OR
! Operator Logika NOT
Bagaimanakah Hasil
Program – Program Berikut?
Latihan 1
#include <iostream>
using namespace std;
int main()
{
int a, b;
a = 8 + 2 * 3 / 6;
b = (8 + 2) * 3 / 6;
cout<<" Hasil dari A = "<<a<<endl;
cout<<" Hasil dari B = "<<b<<endl;
return 0;
}
Latihan 2
/* Penggunaan Notasi Didepan Variabel*/
#include <iostream>
using namespace std;
int main()
{
int a = 10, b = 5;
printf("Nilai A = %d", a);
printf("nNilai ++A = %d", ++a);
printf("nNilai A = %d", a);
printf("nNilai B = %d", b);
printf("nNilai --B = %d", --b);
printf("nNilai B = %d", b);
return 0;
}
/* Penggunaan Notasi Dibelakang Variabel*/
#include <iostream>
using namespace std;
int main()
{
int a = 10, b = 5;
clrscr();
printf("Nilai A = %d", a);
printf("nNilai A++ = %d", a++);
printf("nNilai A = %d", a);
printf("nNilai B = %d", b);
printf("nNilai B-- = %d", b--);
printf("nNilai B = %d", b);
return 0;
}
Latihan 3a & 3b
#include <iostream>
using namespace std;
int main()
{
float a, b, c, d, e, f, x, y;
cout<<"Masukan Nilai X = "; cin>>x;
cout<<"Masukan Nilai Y = "; cin>>y;
a = x == y; b = x != y; c = x > y;
d = x < y;
e = x >= y;
f = x <= y;
cout<<endl;
cout<<"Hasil dari "<<x<<" == "<<y<<" = "<<a<<endl;
cout<<"Hasil dari "<<x<<" != "<<y<<" = "<<b<<endl;
cout<<"Hasil dari "<<x<<" > "<<y<<" = "<<c<<endl;
cout<<"Hasil dari "<<x<<" < "<<y<<" = "<<d<<endl;
cout<<"Hasil dari "<<x<<" >= "<<y<<" = "<<e<<endl;
cout<<"Hasil dari "<<x<<" <= "<<y<<" = "<<f<<endl;
return 0;
}
Latihan 4
#include <iostream>
using namespace std;
int main()
{int a = 21;
printf("n Nilai a = %d",a);
printf("n Nilai a++ = %d",a++);
printf("n Nilai ++a = %d",++a);
printf("n Nilai --a = %d",--a);
printf("n Nilai a = %d",a);
a+=3;
}
printf("n Nilai a = %d",a);
printf("n Nilai ++a = %d",++a);
printf("n Nilai a++ = %d",a++);
printf("n Nilai --a = %d",--a);
printf("n Nilai a-- = %d",a--);
return 0;
}
Latihan 5
Latihan 6
#include <iostream>
using namespace std;
int main()
{
int a = 25;
cout<<endl<<"Nilai a = "<<a;
cout<<endl<<"Nilai a++ = "<<a++;
cout<<endl<<"Nilai ++a = "<<++a;
cout<<endl<<"Nilai a-- = "<<a--;
cout<<endl<<"Nilai a = "<<a;
a*=2;
cout<<endl<<"Nilai a = "<<a;
cout<<endl<<"Nilai ++a = "<<++a;
cout<<endl<<"Nilai a++ = "<<a++;
cout<<endl<<"Nilai --a = "<<--a;
cout<<endl<<"Nilai a-- = "<<a--;
return 0;
}
TERIMA KASIH

Pertemuan 3 Operator

  • 1.
  • 2.
    DEFINISI • Penjelasan Operatormerupakan simbol atau karakter yang biasa dilibatkan dalam program untuk melakukan sesuatu operasi atau manipulasi, seperti penjumlahan, pengurangan dan lain-lain. Operator mempunyai sifat sebagai berikut : – Unary Sifat Unary pada operator adalah hanya melibatkan sebuah operand pada suatu operasi aritmatik. Contoh  -5 – Binary Sifat Binary pada operator adalah melibatkan dua buah operand pada suatu operasi aritmatik. Contoh  4 + 8 – Ternary Sifat Tenary pada operator adalah melibatkan tiga buah operand pada suatu operasi aritmatik. Contoh  (10 % 3)
  • 3.
    Hierarki Operator Aritmatika OperatorKeterangan * atau / Tingkatan operatorsama, penggunaannya tergantung letak, yang didepan didahulukan. % Sisa Pembagian + atau - Tingkatan operator sama, penggunaannya tergantung letak, yang didepan didahulukan Tabel Hierarki Operator Aritmatika
  • 4.
    A = 8+ 2 * 3 / 6 Langkah perhitungannya : A = 8 + 6 / 6 -> ( 6 / 6 = 1 ) A = 8 + 1 A = 9 Tingkatan operator ini dapat diabaikan dengan penggunaan tanda kurung “(“ dan “)”. Contoh : A = (8 + 2) * 3 / 6 Langkah perhitungannya : A = 10 * 3 / 6 A = 30 / 6 A = 5
  • 5.
  • 6.
    • OPERATOR PENUGASAN OperatorPenugasan (Assignment operator) berupa tanda sama dengan (“=”). Contoh : nilai = 80; A = x * y; Penjelasan : variable “nilai” diisi dengan 80 variable “A” diisi dengan hasil perkalian antara x dan y.
  • 7.
    OPERATOR ARITMATIKA Operator DeskripsiContoh + Penjumlahan (Add) M+n - Pengurangan (Substract) M-n * Perkalian (Multiply) M*n / Pembagian (Devide) m/n % Sisa Pembagian Integer (Modulus) M%n - Negasi (Negate) -m
  • 8.
    OPERATOR HUBUNGAN (PERBANDINGAN) •Operator Hubungan digunakan untuk membandingkan hubungan antara dua buah operand (sebuah nilai atau variable). Operator hubungan dalam bahasa C++ Operator Arti Contoh == Sama Dengan (Bukan Assigment) Apakah X sama dengan Y != Tidak Sama Dengan Apakah X tidak sama dengan Y > Lebih Besar Apakah X lebih besar dari Y < Lebih Kecil Apakah X lebih kecil dari Y >= Lebih Besar atau Sama Dengan Apakah X lebih dari sama dengan Y <= Lebih Kecil atau Sama Dengan Apakah X kurang dari sama dengan Y
  • 9.
    OPERATOR NAIK DANTURUN (INCREMENT DAN DECREMENT) Operator Keterangan ++ Penambahan -- Pengurangan Kedua bentuk penulisan notasi ini mempunyai arti yang berbeda. •Jika diletakkan didepan variabel: ++A  A=A+1 maka proses penambahan atau pengurangan akan dilakukan sesaat sebelum atau langsung pada saat menjumpai ekspresi ini, sehingga nilai variabel tadi akan langsung berubah begitu ekspresi ini ditemukan, sedangkan •Jika diletakkan dibelakang variabel, maka proses penambahan atau pengurangan akan dilakukan setelah ekspresi ini dijumpai atau nilai variabel akan tetap pada saat ekspresi ini ditemukan.
  • 10.
    Operator Relasi Operator Relasidigunakan untuk membandingkan dua buah nilai. Hasil perbandingan operator ini menghasilkan nilai numerik 1 (True) atau 0 (False). Operator Keterangan == Sama Dengan ( bukan pemberi nilai ) != Tidak Sama dengan > Lebih Dari < Kurang Dari >= Lebih Dari sama dengan <= Kurang Dari sama dengan
  • 11.
    Operator Logika Operator Relasidigunakan untuk menghubungkan dua buah operasi relasi menjadi sebuah ungkapan kondisi. Hasil dari operator logika ini menghasilkan nilai numerik 1 (True) atau 0 (False). Operator Keterangan && Operator Logika AND || Operator Logika OR ! Operator Logika NOT
  • 12.
  • 13.
    Latihan 1 #include <iostream> usingnamespace std; int main() { int a, b; a = 8 + 2 * 3 / 6; b = (8 + 2) * 3 / 6; cout<<" Hasil dari A = "<<a<<endl; cout<<" Hasil dari B = "<<b<<endl; return 0; }
  • 14.
  • 15.
    /* Penggunaan NotasiDidepan Variabel*/ #include <iostream> using namespace std; int main() { int a = 10, b = 5; printf("Nilai A = %d", a); printf("nNilai ++A = %d", ++a); printf("nNilai A = %d", a); printf("nNilai B = %d", b); printf("nNilai --B = %d", --b); printf("nNilai B = %d", b); return 0; } /* Penggunaan Notasi Dibelakang Variabel*/ #include <iostream> using namespace std; int main() { int a = 10, b = 5; clrscr(); printf("Nilai A = %d", a); printf("nNilai A++ = %d", a++); printf("nNilai A = %d", a); printf("nNilai B = %d", b); printf("nNilai B-- = %d", b--); printf("nNilai B = %d", b); return 0; } Latihan 3a & 3b
  • 16.
    #include <iostream> using namespacestd; int main() { float a, b, c, d, e, f, x, y; cout<<"Masukan Nilai X = "; cin>>x; cout<<"Masukan Nilai Y = "; cin>>y; a = x == y; b = x != y; c = x > y; d = x < y; e = x >= y; f = x <= y; cout<<endl; cout<<"Hasil dari "<<x<<" == "<<y<<" = "<<a<<endl; cout<<"Hasil dari "<<x<<" != "<<y<<" = "<<b<<endl; cout<<"Hasil dari "<<x<<" > "<<y<<" = "<<c<<endl; cout<<"Hasil dari "<<x<<" < "<<y<<" = "<<d<<endl; cout<<"Hasil dari "<<x<<" >= "<<y<<" = "<<e<<endl; cout<<"Hasil dari "<<x<<" <= "<<y<<" = "<<f<<endl; return 0; } Latihan 4
  • 17.
    #include <iostream> using namespacestd; int main() {int a = 21; printf("n Nilai a = %d",a); printf("n Nilai a++ = %d",a++); printf("n Nilai ++a = %d",++a); printf("n Nilai --a = %d",--a); printf("n Nilai a = %d",a); a+=3; } printf("n Nilai a = %d",a); printf("n Nilai ++a = %d",++a); printf("n Nilai a++ = %d",a++); printf("n Nilai --a = %d",--a); printf("n Nilai a-- = %d",a--); return 0; } Latihan 5
  • 18.
    Latihan 6 #include <iostream> usingnamespace std; int main() { int a = 25; cout<<endl<<"Nilai a = "<<a; cout<<endl<<"Nilai a++ = "<<a++; cout<<endl<<"Nilai ++a = "<<++a; cout<<endl<<"Nilai a-- = "<<a--; cout<<endl<<"Nilai a = "<<a; a*=2; cout<<endl<<"Nilai a = "<<a; cout<<endl<<"Nilai ++a = "<<++a; cout<<endl<<"Nilai a++ = "<<a++; cout<<endl<<"Nilai --a = "<<--a; cout<<endl<<"Nilai a-- = "<<a--; return 0; }
  • 19.