1
Dasar Pemrograman
Pertemuan ke-6
Nama : Hendro Gunawan
NIM : 200401072103
Kelas : IF-101
BAB 6
OPERASI, OPERATOR, DAN OPERAN
6.1. Definisi
• Operator: simbol yang mempresentasikan suatu tindakan spesifik.
• Operan: objek dari sebuah operasi
• Operasi: pemrosesan data berdasarkan aturan yang spesifik.
Tabel 6.1. Operasi Penjumlahan
Operasi Penjumlahan
X + Y
Operator +
Operan X dan Y
6.2. Jenis-jenis Operators
• Arithmetic Operators
• Assignment Operators
• Bitwise Operators
• Comparison Operators
• Incrementting/Decrementings
• Logical Operators
• String Operators
• Array Operators
6.3. Arithmetic Operators
Operator Aritmatika merupakan operator yang berfungsi untuk operasi matematika.
Tabel 6.2. Arithmetic Operators
Simbol Nama Hasil Operasi Contoh
+ Penjumlahan Penjumlahan dua bilangan X + Y
- Pengurangan Pengurangan dua bilangan X - Y
* Perkalian Perkalian dua bilangan X * Y
/ Pembagian Pembagian dua bilangan X / Y
Catatan:
2
• Pada operasi aritmatika, perhatikan operasi mana yang harus didahulukan.
• Urutan operasi aritmatika
▪ Urutan # 1: * atau /
▪ Urutan # 2: + atau –
Knowledge Check
Bagaimana urutan operasi aritmatika:
a + b + c * d / e - f
Urutan operasi aritmatika ekspresi seperti a + b + c * d / e – f mengikuti urutan prioritas operator atau
operator precedence, yaitu:
1. Operasi dalam tanda kurung () dikerjakan terlebih dahulu (jika ada).
2. Perkalian ( * ) dan pembagian ( / ) memiliki prioritas lebih tinggi dari pada penjumlahan ( + ) dan
pengurangan ( - ).
3. Jika ada operator dengan prioritas yang sama, evaluasi dilakukan dari kiri ke kanan (left-to-right
associativity).
a + b + c * d / e – f
Langkah-langkah evaluasi:
1. Kalikan c * d
2. Bagikan hasilnya dengan e (hasil dari c * d / e).
3. Setelah hasil perkalian dan pembagian selesai, lanjutkan ke penjumlahan dan pengurangan dari kiri
ke kanan:
• Tambahkan a dengan b.
• Tambahkan hasil sebelumnya dengan hasil dari c * d / e.
• Kurangkan hasil tersebut dengan f.
Jadi, urutannya:
1. c * d
2. (c * d) / e
3. a + b
4. (a + b) + ((c * d) / e)
5. ((a + b) + ((c * d) / e)) - f
6.4. Assignment Operators
Operator penugasan merupakan operator yang berfungsi untuk memberi nilai terhadap variabel atau
konstanta.
3
Tabel 6.3. Assignment Operators
Simbol Nama Hasil Operasi Contoh
= Penugasan Operan kiri diberi nilai yang sama seperti pada
ekspresi sebelum kanan.
x = 5
6.5. Bitwise Operators
Operator bitwise merupakan operator yang pakai untuk operasi bit pada nilai operan.
Tabel 6.4. Bitwise Operators
Simbol Nama Hasil Operasi Contoh
& And Hasil operasi And a & b
| Or Hasil operasi Or a | b
^ Xor Hasil operasi Xor a ^ b
~ Not Hasil operasi komplemen ~a
<< Shift Left Geser bit ke kiri a << b
>> Sift Right Geser bit ke kanan a >> b
Catatan:
• Bitwise operator mengevaluasi setiap bit dari suatu operan.
• Perhatikan nilai kebenaran dari hasil operasi.
Tabel 6.5. Tabel Kebenaran
A B ~ A A & B A | B A ^ B
1 1 0 1 1 0
1 0 0 0 1 1
0 0 1 0 0 0
0 = 000 Contoh operasi:
1 = 0001 (0 = 0000) & (5 = 0101) = (0 = 0000)
2 = 0010 (1 = 0001) & (5 = 0101) = (1 = 0001)
4 = 0100 (1 = 0001) | (5 = 0101) = (5 = 0101)
5 = 0101 (1 = 0001) | (5 = 0101) = (5 = 0101)
8 = 1000 (1 = 0000) ^ (5 = 0101) = (5 = 0101)
(1 = 0001) ^ (5 = 0101) = (4 = 0100)
Catatan
• Shift Right: x >> y → geser ke kanan y bit
Contoh:
4 >> 1
4
4 = 01100
Geser 1 bit ke kanan → 2 = 00110
• Shift Left: x << y → geser ke kiri y bit
Contoh:
4 << 1
4 = 0100
Geser 1 bit ke kiri → 8 = 1000
6.6. Comparison Operators
Operator perbandingan merupakan operator yang digunakan untuk membandingkan nilai operan.
Tabel 6.6. Comparison Operators
Simbol Nama Hasil operasi Contoh
== Sama dengan TRUE jika kedua nilai sama a == b
!= Tidak sama dengan TRUE jika kedua nilai berbeda a ! = b
< Lebih kecil TRUE jika operan kiri lebih kecil dari kanan a < b
> Lebih besar TRUE jika operan kiri lebih besar dari kanan a > b
<= Lebih kecil sama dengan TRUE jika operan kiri lebih kecil atau sama
dengan kanan
a < = b
>= Lebih besar sama dengan TRUE jika operan kiri lebih besar atau sama
dengan kanan
a > = b
Contoh
Menentukan total jumlah bilangan
Dengan nilai awal x = 1, maka untuk menyatakan proses perulangan, yaitu selama nilai dalam variabel
X kurang dari 100 maka akan diakumulasikan nilai-nilai dalam variabel X dan hasilnya ditampung
dalam variabel jumlah, dapat dituliskan:
x  1
While (x < = 100) Do
Jumlah  Jumlah + x
x  x + 1
EndWhile
For ( x 1 To 100) Do
Jumlah  Jumlah + x
EndFor
X  1
Repeat
Jumlah  Jumlah + 1
X  x+1
5
Until (x > 100)
6.7. Incrementing/Decrementing Operators
Operator incrementing/decrementing berfungsi untuk menambah/mengurangi nilai suatu variabel.
Tabel 6.7. Tipe data Bilangan Integer
Simbol Nama Hasil Operasi Contoh
++ Increment Nilai bertambah satu a++
-- Decrement Nilai berkurang satu b--
6.8. Logical Operators
Tabel 6.8. Tipe Data Bilangan Integer
Simbol Nama Hasil Operasi Contoh
! Not TRUE jika operan NOT TRUE !a
&& And TRUE jika kedua operan TRUE a &&b
|| Or TRUE jika salah satu operan TRUE a || b
6.9. String Operators
Operator yang digunakan untuk memanipulasi operan yang bertipe string.
Tabel 6.9. String Operators
Simbol Nama Hasil Operasi Contoh
.
Concatenation Menambahkan operan kiri dengan
kanan.
a . b
.=
Concatenating
assignment
Menambahkan argumen pada sisi
kanan dengan kiri
a.=”x”
Catatan:
• Concatenation artinya menambahkan/menyambung dua string
• Contoh:
A = “Hello”
B = “Word”
A.B = “Hello Word”
• Concatenating assignment artinya menambahkan/menyambung argumen pada sisi kanan
dengan kiri
• Contoh:
A = “Hello”
A.= “Word”
Nilai A menjadi “Hello Word”
6
6.10. Array Operators
Operator yang digunakan untuk memanipulasi operan bertipe Array
Tabel 6.10. Array Operators
Simbol Nama Hasil Operasi Contoh
+
Union Menggabungkan elemen-elemen pada kedua
array
a + b
== Sama dengan TRUE jika kedua elemen array sama a==b
!= Tidak sama dengan TRUE jika kedua elemen array sama a!=b
Catatan:
• Union artinya menggabungkan elemen-elemen pada dua array
• Contoh:
A = (“apple”, “banana”)
B = (“pear”, “strawberry”, “cherry”)
A + B = (“apple”, “banana”, “pear”, “strawberry”, “cherry”)
6.11. Operator Logika
Adalah Operator yang digunakan untuk menggabungkan dua kalimat sehingga terbentuk kalimat
gabungan. Nilai kebenaran kalimat gabungan ini ditentukan oleh nilai kebenaran dari kalimat-kalimat
pembentuknya. Operator logika di sini bertindak sebagai fungsi.
Dan dalam kehidupan sehari-hari dapat diambil contoh konjungsi magnetik misalnya:
A: hari ini cuaca mendung
B: Hari ini akan hujan
C: Hari ini cuaca mendung dan hari ini akan hujan
D: Hari ini cuaca mendung karena itu hari ini akan hujan
6.12. Diskusi
Dalam sebuah operasi aritmatika atau sebuah logika, kita sering menemui penggunaan operator '=', ':=',
'!=', dan '=='. Semua operator tersebut memiliki fungsi dan makna yang berbeda-beda. Jelaskan dengan
bahasa Anda sendiri nama dari operator-operator tersebut, serta fungsi dan maknanya.
6.13. Jawaban Diskusi
1. = (Assignment atau Sama dengan)
• Nama: Operator Penugasan atau Sama dengan.
• Fungsi: Menggunakan tanda ini untuk menugaskan nilai ke sebuah variabel.
• Makna: Memindahkan atau memberikan suatu nilai ke suatu variabel.
• Contoh:
x = 5 # x diberikan nilai 5
2. := (Walrus Operator atau Operator Penugasan)
7
• Nama: Walrus Operator (diperkenalkan di Python 3.8).
• Fungsi: Menugaskan nilai sekaligus mengembalikan hasilnya dalam satu ekspresi.
• Makna: Digunakan untuk menghemat kode dengan cara menugaskan dan mengevaluasi nilai
secara bersamaan.
• Contoh:
if (n := len(data)) > 5:
print(f"Data memiliki {n} elemen")
• Penjelasan: Variabel n diberi nilai len (data) sekaligus diperiksa apakah lebih besar dari 5.
3. != (Not Equal atau Tidak Sama dengan)
• Nama: Operator Tidak Sama dengan.
• Fungsi: Digunakan untuk membandingkan dua nilai, apakah keduanya tidak sama.
• Makna: Mengembalikan nilai True jika kedua nilai berbeda, atau False jika sama.
• Contoh:
5 != 3 # Hasil: True (karena 5 tidak sama dengan 3)
5 != 5 # Hasil: False (karena 5 sama dengan 5)
4. == (Equal atau Sama dengan)
• Nama: Operator Kesetaraan.
• Fungsi: Digunakan untuk membandingkan dua nilai, apakah keduanya sama.
• Makna: Mengembalikan nilai True jika kedua nilai sama, atau False jika berbeda.
• Contoh:
5 == 5 # Hasil: True (karena kedua nilai sama)
5 == 3 # Hasil: False (karena nilainya berbeda)
Perbedaan Utama
Tabel 6.11. Perbedaan Utama
Operator Nama Fungsi
= Penugasan Memberikan nilai ke variabel.
:= Penugasan langsung Memberikan nilai sekaligus mengembalikan nilainya.
!= Tidak Sama Membandingkan dua nilai, mengecek apakah berbeda.
== Sama dengan Membandingkan dua nilai, mengecek apakah sama.
Kesimpulan
1. = (Assignment) digunakan untuk menugaskan nilai ke suatu variabel.
2. := (Walrus Operator) digunakan untuk menugaskan nilai sekaligus mengevaluasi hasilnya dalam
satu ekspresi.
3. != (Not Equal) digunakan untuk membandingkan dua nilai, apakah tidak sama.
4. == (Equal) digunakan untuk membandingkan dua nilai, apakah sama.
8
Perbedaan utamanya terletak pada fungsi dan tujuan penggunaannya:
• = dan := adalah operator penugasan, fokusnya pada pemberian nilai.
• != dan == adalah operator pembanding, fokusnya pada pengecekan kesetaraan atau perbedaan
nilai.
Daftar Pustaka
[1] Riad Sahara, S. M. (2024). Algoritma Pemrograman Pertemuan Ke-6. Jakarta: Universitas Siber
Asia.
Link File
👉 https://drive.google.com/file/d/1Zz_bbEc7a2JxMRie1WxdZjbcXkDcJO_T/view?usp=sharing
👉
9

Diskusi Dasar Pemrograman Pertemuan Ke-6.pdf

  • 1.
    1 Dasar Pemrograman Pertemuan ke-6 Nama: Hendro Gunawan NIM : 200401072103 Kelas : IF-101 BAB 6 OPERASI, OPERATOR, DAN OPERAN 6.1. Definisi • Operator: simbol yang mempresentasikan suatu tindakan spesifik. • Operan: objek dari sebuah operasi • Operasi: pemrosesan data berdasarkan aturan yang spesifik. Tabel 6.1. Operasi Penjumlahan Operasi Penjumlahan X + Y Operator + Operan X dan Y 6.2. Jenis-jenis Operators • Arithmetic Operators • Assignment Operators • Bitwise Operators • Comparison Operators • Incrementting/Decrementings • Logical Operators • String Operators • Array Operators 6.3. Arithmetic Operators Operator Aritmatika merupakan operator yang berfungsi untuk operasi matematika. Tabel 6.2. Arithmetic Operators Simbol Nama Hasil Operasi Contoh + Penjumlahan Penjumlahan dua bilangan X + Y - Pengurangan Pengurangan dua bilangan X - Y * Perkalian Perkalian dua bilangan X * Y / Pembagian Pembagian dua bilangan X / Y Catatan:
  • 2.
    2 • Pada operasiaritmatika, perhatikan operasi mana yang harus didahulukan. • Urutan operasi aritmatika ▪ Urutan # 1: * atau / ▪ Urutan # 2: + atau – Knowledge Check Bagaimana urutan operasi aritmatika: a + b + c * d / e - f Urutan operasi aritmatika ekspresi seperti a + b + c * d / e – f mengikuti urutan prioritas operator atau operator precedence, yaitu: 1. Operasi dalam tanda kurung () dikerjakan terlebih dahulu (jika ada). 2. Perkalian ( * ) dan pembagian ( / ) memiliki prioritas lebih tinggi dari pada penjumlahan ( + ) dan pengurangan ( - ). 3. Jika ada operator dengan prioritas yang sama, evaluasi dilakukan dari kiri ke kanan (left-to-right associativity). a + b + c * d / e – f Langkah-langkah evaluasi: 1. Kalikan c * d 2. Bagikan hasilnya dengan e (hasil dari c * d / e). 3. Setelah hasil perkalian dan pembagian selesai, lanjutkan ke penjumlahan dan pengurangan dari kiri ke kanan: • Tambahkan a dengan b. • Tambahkan hasil sebelumnya dengan hasil dari c * d / e. • Kurangkan hasil tersebut dengan f. Jadi, urutannya: 1. c * d 2. (c * d) / e 3. a + b 4. (a + b) + ((c * d) / e) 5. ((a + b) + ((c * d) / e)) - f 6.4. Assignment Operators Operator penugasan merupakan operator yang berfungsi untuk memberi nilai terhadap variabel atau konstanta.
  • 3.
    3 Tabel 6.3. AssignmentOperators Simbol Nama Hasil Operasi Contoh = Penugasan Operan kiri diberi nilai yang sama seperti pada ekspresi sebelum kanan. x = 5 6.5. Bitwise Operators Operator bitwise merupakan operator yang pakai untuk operasi bit pada nilai operan. Tabel 6.4. Bitwise Operators Simbol Nama Hasil Operasi Contoh & And Hasil operasi And a & b | Or Hasil operasi Or a | b ^ Xor Hasil operasi Xor a ^ b ~ Not Hasil operasi komplemen ~a << Shift Left Geser bit ke kiri a << b >> Sift Right Geser bit ke kanan a >> b Catatan: • Bitwise operator mengevaluasi setiap bit dari suatu operan. • Perhatikan nilai kebenaran dari hasil operasi. Tabel 6.5. Tabel Kebenaran A B ~ A A & B A | B A ^ B 1 1 0 1 1 0 1 0 0 0 1 1 0 0 1 0 0 0 0 = 000 Contoh operasi: 1 = 0001 (0 = 0000) & (5 = 0101) = (0 = 0000) 2 = 0010 (1 = 0001) & (5 = 0101) = (1 = 0001) 4 = 0100 (1 = 0001) | (5 = 0101) = (5 = 0101) 5 = 0101 (1 = 0001) | (5 = 0101) = (5 = 0101) 8 = 1000 (1 = 0000) ^ (5 = 0101) = (5 = 0101) (1 = 0001) ^ (5 = 0101) = (4 = 0100) Catatan • Shift Right: x >> y → geser ke kanan y bit Contoh: 4 >> 1
  • 4.
    4 4 = 01100 Geser1 bit ke kanan → 2 = 00110 • Shift Left: x << y → geser ke kiri y bit Contoh: 4 << 1 4 = 0100 Geser 1 bit ke kiri → 8 = 1000 6.6. Comparison Operators Operator perbandingan merupakan operator yang digunakan untuk membandingkan nilai operan. Tabel 6.6. Comparison Operators Simbol Nama Hasil operasi Contoh == Sama dengan TRUE jika kedua nilai sama a == b != Tidak sama dengan TRUE jika kedua nilai berbeda a ! = b < Lebih kecil TRUE jika operan kiri lebih kecil dari kanan a < b > Lebih besar TRUE jika operan kiri lebih besar dari kanan a > b <= Lebih kecil sama dengan TRUE jika operan kiri lebih kecil atau sama dengan kanan a < = b >= Lebih besar sama dengan TRUE jika operan kiri lebih besar atau sama dengan kanan a > = b Contoh Menentukan total jumlah bilangan Dengan nilai awal x = 1, maka untuk menyatakan proses perulangan, yaitu selama nilai dalam variabel X kurang dari 100 maka akan diakumulasikan nilai-nilai dalam variabel X dan hasilnya ditampung dalam variabel jumlah, dapat dituliskan: x  1 While (x < = 100) Do Jumlah  Jumlah + x x  x + 1 EndWhile For ( x 1 To 100) Do Jumlah  Jumlah + x EndFor X  1 Repeat Jumlah  Jumlah + 1 X  x+1
  • 5.
    5 Until (x >100) 6.7. Incrementing/Decrementing Operators Operator incrementing/decrementing berfungsi untuk menambah/mengurangi nilai suatu variabel. Tabel 6.7. Tipe data Bilangan Integer Simbol Nama Hasil Operasi Contoh ++ Increment Nilai bertambah satu a++ -- Decrement Nilai berkurang satu b-- 6.8. Logical Operators Tabel 6.8. Tipe Data Bilangan Integer Simbol Nama Hasil Operasi Contoh ! Not TRUE jika operan NOT TRUE !a && And TRUE jika kedua operan TRUE a &&b || Or TRUE jika salah satu operan TRUE a || b 6.9. String Operators Operator yang digunakan untuk memanipulasi operan yang bertipe string. Tabel 6.9. String Operators Simbol Nama Hasil Operasi Contoh . Concatenation Menambahkan operan kiri dengan kanan. a . b .= Concatenating assignment Menambahkan argumen pada sisi kanan dengan kiri a.=”x” Catatan: • Concatenation artinya menambahkan/menyambung dua string • Contoh: A = “Hello” B = “Word” A.B = “Hello Word” • Concatenating assignment artinya menambahkan/menyambung argumen pada sisi kanan dengan kiri • Contoh: A = “Hello” A.= “Word” Nilai A menjadi “Hello Word”
  • 6.
    6 6.10. Array Operators Operatoryang digunakan untuk memanipulasi operan bertipe Array Tabel 6.10. Array Operators Simbol Nama Hasil Operasi Contoh + Union Menggabungkan elemen-elemen pada kedua array a + b == Sama dengan TRUE jika kedua elemen array sama a==b != Tidak sama dengan TRUE jika kedua elemen array sama a!=b Catatan: • Union artinya menggabungkan elemen-elemen pada dua array • Contoh: A = (“apple”, “banana”) B = (“pear”, “strawberry”, “cherry”) A + B = (“apple”, “banana”, “pear”, “strawberry”, “cherry”) 6.11. Operator Logika Adalah Operator yang digunakan untuk menggabungkan dua kalimat sehingga terbentuk kalimat gabungan. Nilai kebenaran kalimat gabungan ini ditentukan oleh nilai kebenaran dari kalimat-kalimat pembentuknya. Operator logika di sini bertindak sebagai fungsi. Dan dalam kehidupan sehari-hari dapat diambil contoh konjungsi magnetik misalnya: A: hari ini cuaca mendung B: Hari ini akan hujan C: Hari ini cuaca mendung dan hari ini akan hujan D: Hari ini cuaca mendung karena itu hari ini akan hujan 6.12. Diskusi Dalam sebuah operasi aritmatika atau sebuah logika, kita sering menemui penggunaan operator '=', ':=', '!=', dan '=='. Semua operator tersebut memiliki fungsi dan makna yang berbeda-beda. Jelaskan dengan bahasa Anda sendiri nama dari operator-operator tersebut, serta fungsi dan maknanya. 6.13. Jawaban Diskusi 1. = (Assignment atau Sama dengan) • Nama: Operator Penugasan atau Sama dengan. • Fungsi: Menggunakan tanda ini untuk menugaskan nilai ke sebuah variabel. • Makna: Memindahkan atau memberikan suatu nilai ke suatu variabel. • Contoh: x = 5 # x diberikan nilai 5 2. := (Walrus Operator atau Operator Penugasan)
  • 7.
    7 • Nama: WalrusOperator (diperkenalkan di Python 3.8). • Fungsi: Menugaskan nilai sekaligus mengembalikan hasilnya dalam satu ekspresi. • Makna: Digunakan untuk menghemat kode dengan cara menugaskan dan mengevaluasi nilai secara bersamaan. • Contoh: if (n := len(data)) > 5: print(f"Data memiliki {n} elemen") • Penjelasan: Variabel n diberi nilai len (data) sekaligus diperiksa apakah lebih besar dari 5. 3. != (Not Equal atau Tidak Sama dengan) • Nama: Operator Tidak Sama dengan. • Fungsi: Digunakan untuk membandingkan dua nilai, apakah keduanya tidak sama. • Makna: Mengembalikan nilai True jika kedua nilai berbeda, atau False jika sama. • Contoh: 5 != 3 # Hasil: True (karena 5 tidak sama dengan 3) 5 != 5 # Hasil: False (karena 5 sama dengan 5) 4. == (Equal atau Sama dengan) • Nama: Operator Kesetaraan. • Fungsi: Digunakan untuk membandingkan dua nilai, apakah keduanya sama. • Makna: Mengembalikan nilai True jika kedua nilai sama, atau False jika berbeda. • Contoh: 5 == 5 # Hasil: True (karena kedua nilai sama) 5 == 3 # Hasil: False (karena nilainya berbeda) Perbedaan Utama Tabel 6.11. Perbedaan Utama Operator Nama Fungsi = Penugasan Memberikan nilai ke variabel. := Penugasan langsung Memberikan nilai sekaligus mengembalikan nilainya. != Tidak Sama Membandingkan dua nilai, mengecek apakah berbeda. == Sama dengan Membandingkan dua nilai, mengecek apakah sama. Kesimpulan 1. = (Assignment) digunakan untuk menugaskan nilai ke suatu variabel. 2. := (Walrus Operator) digunakan untuk menugaskan nilai sekaligus mengevaluasi hasilnya dalam satu ekspresi. 3. != (Not Equal) digunakan untuk membandingkan dua nilai, apakah tidak sama. 4. == (Equal) digunakan untuk membandingkan dua nilai, apakah sama.
  • 8.
    8 Perbedaan utamanya terletakpada fungsi dan tujuan penggunaannya: • = dan := adalah operator penugasan, fokusnya pada pemberian nilai. • != dan == adalah operator pembanding, fokusnya pada pengecekan kesetaraan atau perbedaan nilai. Daftar Pustaka [1] Riad Sahara, S. M. (2024). Algoritma Pemrograman Pertemuan Ke-6. Jakarta: Universitas Siber Asia. Link File 👉 https://drive.google.com/file/d/1Zz_bbEc7a2JxMRie1WxdZjbcXkDcJO_T/view?usp=sharing 👉
  • 9.