Membaca Dalam Hati
      dan
 Membaca Bahasa
Membaca dalam hati
Membaca dalam hati adalah jenis
 membaca yang dilakukan tanpa
 menyuarakan apa yang dibacanya.
Tujuan utama membaca dalam hati adalah
 untuk memperoleh informasi.
Keterampilan membaca dalam hati
 merupakan kunci bagi semua ilmu
 pengetahuan.
Pada membaca dalam hati, anak mencapai
 kecepatan dalam pemahaman frase-
 frase, memperkaya kosa kata dan
 memperoleh keuntungan dalam hal
 keakraban dengan sastra yang baik.
Pada garis besarnya membaca dalam
   hati dapat dibagi menjadi :
a. Membaca ekstensif

b. Membaca intensif
Membaca ekstensif
Membaca ekstensif berarti membaca
 secara luas. Obyeknya meliputi
 sebanyak mungkin teks dalam waktu
 yang sesingkat mungkin.
Membaca ekstensif adalah untuk
 memahami isi yang penting-penting
 dengan cepat dan efisien.
Membaca ekstensif meliputi :

a.   Membaca survei (survey reading)
b.   Membaca sekilas (skimming
     reading)
c.   Membaca dangkal (superficial
     reading)
Membaca survei (survey reading)
Sebelum kita mulai membaca biasanya kita
   meneliti terlebih dulu apa-apa yang
   akan kita telaah.
Kita mensurvei bahan bacaan yang akan
   dipelajari/ditelaah dengan jalan :
a. Memeriksa, meneliti indeks, daftar kata-
   kata yang terdapat dalam buku.
b. Melihat-lihat, memeriksa, meneliti
   judul-judul bab yang terdapat dalam
   buku-buku yang bersangkutan.
c.  Memeriksa, meneliti bagan, skema,
   outline buku yang bersangkutan.
Kecepatan dan ketepatan dalam
 mensurvei bahan bacaan sangat
 penting, sebab turut menentukan
 berhasil/tidaknya seseorang dalam
 studynya.
Latar belakang pandangan serta ilmu
 pengetahuan seseorang turut
 menentukan tepat/tidaknya, cepat/
 lambatnya mensurvei bahan bacaan
 yang diinginkan.
Pepatah mengatakan bahwa
 permulaan yang baik sudah
Membaca sekilas (skimming reading)
Membaca sekilas adalah sejenis
 membaca yang membuat mata kita
 bergerak dengan cepat melihat,
 memperhatikan bahan tertulis untuk
 mencari serta mendapatkan
 informasi, penerangan.
Ada 3 tujuan utama dalam membaca sekilas :

a.    Untuk memperoleh suatu kesan
      dari suatu buku, atau artikel, serta
      tulisan singkat.
b.    Untuk menemukan hal tertentu dari
      suatu bahan bacaan.
c.    Untuk menemukan/menempatkan
      bahan yang diperlukan dalam
      perpustakaan.
a.   Memperoleh kesan umum
     Untuk memperoleh kesan umum dari
     sesuatu buku non fiksi (sejarah,
     biografi, ilmu pengetahuan seni, dsb)
     dengan cepat maka kita dapat
     melakukannya dengan jalan meneliti
     halaman judul, kata pengantar, daftar
     isi, dan indeks.

     Dengan cara ini kita dapat mempelajari
     sifat hakekat dan jangkauan buku
     tersebut, susunan atau organisasinya
     dan sikap umum sang penulis serta
Kita dapat memperoleh kesan umum dari
  suatu model dengan jalan mengadakan
  pandangan sekilas serta menaruh
  perhatian tertentu pada bagian tertentu
  sambil berjalan.
Kita dapat membaca sekilas suatu artikel
  dalam majalah/lencana dalam suatu
  surat kabar dengan jalan sbb :
  Bacalah pertama sekali paragraf awal dan
  paragraf akhir.
  Kedua paragraf ini biasanya menyatakan
  pada kita pokok masalah artikel tersebut
  dan sikap serta pandangan umum sang
b. Menemukan hal tertentu
  Kita kerap kali membaca sekilas untuk
 mendapatkan fakta/hal tertentu.
 Orang yang teliti hampir terus-menerus
 membaca sekilas dalam kehidupan
 sehari-hari.
Petunjuk untuk mendapatkan informasi yang cepat /
     tepat
a.   Tentukan dengan jelas hal/fakta apa
     yang hendak dicari/disediakan
     pertanyaan yang akan dijawab.
b.   Siapkan/ingat kata atau kata-kata yang
     paling tepat dipakai untuk menunjuk hal
     tersebut.
c.   Bila kita mencari informasi dalam suatu
     buku, baiklah kita melihat apakah kata
     atau detail tersebut tercantum dalam
     indeks. Kalau tidak ada, carilah di
     bawah subyek yang lebih luas yang
     mungkin mencakup bahan/subyek
     tersebut.
d. Liriklah setiap halaman dengan
  cepat hanya untuk mencari kata/
  detail yang diinginkan.
c. Menemukan bahan dalam
  perpustakaan

 Dalam pencarian bahan yang diperlukan
 di perpustakaan kitapun membaca sekilas
 kartu katalog untuk mendapatkan buku-
 buku yang sesuai.
 Kita membaca sekilas untuk menemukan
 artikel majalah.
Kalau kita membiasakan diri dengan
 membaca sekilas dengan tepat dan
 cerdas maka kita akan kagum betapa
 banyaknya informasi buku, majalah, dan
Memang harus disadari benar bahwa
 membaca sekilas merupakan suatu
 keterampilan yang sangat berfaedah
 kalau tidak disalahgunakan.
Dalam penerapannya yang baik,
 membaca sekilas menuntut suatu
 keaktifan dan kesamaan untuk
 mengetahui apa yang dicari serta
 bagaimana cara menghubungkan apa
 yang telah ditemui dengan apa yang
 telah diketahui sebelumnya.
Membaca dangkal (Superficial reading)
Membaca dangkal bertujuan untuk
 memperoleh pemahaman yang dangkal
 yang bersifat luaran, yang tidak
 mendalam dari suatu bahan bacaan.
Membaca dangkal biasanya dilakukan bila
 kita membaca demi kesenangan
 membaca bacaan ringan yang
 mendatangkan kebahagiaan di waktu
 senggang.
Membaca dangkal dapat dilakukan dengan
 santai. Dalam membaca dangkal teknik
 yang dipergunakan ini jelas sangat
Membaca ekstensif biasanya lebih
 banyak dilakukan di luar kelas, tugas
 diberikan guru beberapa kali secara
 teratur.
Di dalam kelas diperlukan sekelumit
 waktu untuk mencek atau memeriksa
 apakah anak mengerti ciri-ciri utama
 sebuah cerita.
Membaca intensif
Membaca intensif adalah studi
   seksama, telaah teliti, dan
   penanganan terperinci yang
   dilaksanakan di dalam kelas
   terhadap suatu tugas yang pendek,
   kira-kira dua sampai empat
   halaman setiap hari.
Yang termasuk membaca intensif
   adalah :
1. Membaca telaah isi (content study
   reading).
2. Membaca telaah bahasa (linguistik
Membaca intensif pada hakekatnya
 memerlukan teks yang panjangnya
 tidak lebih dari 500 patah kata.
Tujuan utama membaca intensif ialah
 untuk memperoleh sukses dalam
 pemahaman penuh terhadap
 argumen-argumen yang logis,
 urutan-urutan retoris atau pola teks,
 pola sosial, pola-pola sikap dan
 tujuan si pengarang.
Keterampilan yang dituntut dalam membaca
                 dalam kelas
Kelas 1
a. Membaca tanpa bersuara, tanpa
   gerakan bibir, tanpa berbisik.
b. Membaca tanpa gerakan kepala.

Kelas 2
a. Membaca tanpa gerakan-gerakan bibir
   atau kepala
b. Membaca lebih cepat secara dalam hati
   daripada bersuara.
Kelas 3
a. Membaca dalam hati tanpa menunjuk-
   nunjuk dengan jari, tanpa gerakan
   bibir.
b. Memahami bahan bacaan yang dibaca
   secara diam atau secara dalam hati.
c. Lebih cepat membaca dalam hati
   daripada membaca bersuara.
Kelas 4
a. Mengerti serta memahami bahan
   bacaan pada tingkat dasar.
b. Kecepatan mata dalam membaca 3
Kelas 5
a. Membaca dalam hati jauh lebih
   cepat daripada membaca bersuara.
b. Membaca dengan pemahaman yang
   baik.
c. Membaca tanpa gerakan bibir atau
   kepala/menunjuk-nunjuk dengan
   jari tangan.
d. Menikmati bahan bacaan yang
   dibaca dalam hati, senang
   membaca dalam hati.
Kelas 6
a. Membaca tanpa gerakan bibir,
   tanpa komat-kamit.
b. Dapat menyesuaikan kecepatan
   membaca dengan tingkat
   kesukaran yang terdapat dalam
   bahan bacaan.
c. Dapat membaca 180 patah kata
   dalam satu menit pada bacaan fiksi
   pada tingkat dasar.
Membaca Telaah Bahasa
Membaca telaah bahasa (language study
 reading)

Pada hakekatnya segala sesuatu, terlebih
 sesuatu yang kongkrit itu terdiri atas
 bentuk dan isi, atas jasmani dan rohani.
Begitu pula dengan bacaan, yang terdiri
 dari isi (content) dan bahasa (language).
Isi dianggap sebagai yang bersifat
  rohani, dan bahasa yang bersifat
  jasmanai.
Keduanya merupakan dwitunggal yang
  utuh. Keserasian antara isi dan
  bahasa suatu bahan bacaan
  mencerminkan keindahan serta
  kemanunggalan.
Membaca telaah bahasa terdiri dari
a.   Membaca bahasa (language
     reading)
b.   Membaca sastra (literary reading)
Membaca bahasa (language reading)

Tujuan membaca bahasa adalah :
a. Memperbesar daya kata (increasing
   word power)
b. Mengembangkan kosa kata
   (developing vocabulary)
Setiap orang mempunyai dua jenis
 umum daya kata.
Yang satu digunakan dalam berbicara
 dab menulis.
Daya memilih serta menggunakan
 kata-kata yang mengekspresikan
 makna secara jelas dan tepat.
Daya untuk menghadapi serta
 menggarap kata baru dan yang
 belum lazim, memperoleh makna
 cukup dari kata-kata tersebut.
Dalam kegiatan membaca bahasa ada
   beberapa hal yang perlu diketahui :
a. Ragam bahasa

b. Mempelajari makna kata dadri
   konteks
c. Bagian-bagian kata

d. Penggunaan kamus

e. Makna-makna uraian

f. Idion

g. Sinonim dan antonim

h. Konotasi dan denotasi
Ragam Bahasa
Dibedakan ragam bahasa :
1. Bahasa formal

2. Bahsa informal

3. Bahasa percakapan

4. Bahasa kasar

5. Bahasa slang

6. Bahasa teknis
Bahasa formal/resmi adalah bahasa yang
 dipakai pada saat-saat resmi oleh
 orang yang dianggap mempergunakan
 bahasa yang terbaik.
Misal : pidato kenegaraan, kuliah di
 perguruan tinggi, dsb
Bahas informal/tidak resmi adalah
 bahasa yang dipakai pada situasi yang
 tidak resmi.
Misal : bercakap-cakap dengan keluarga
 atau teman.
Bahasa formal dan informal
 diklarifikasikan sebagai bahasa
Bahasa percakapan adalah bahasa
 yang umum dipakai dalam
 percakapan atau bahasa yang biasa
 kita pakai semenjak kecil.
Bahasa kasar adalah bahasa yang
 dipakai orang yang tidak
 berpendidikan, mempunyai cara
 sendiri yang konvensional.
Bahasa slang adalah bahasa yang
 ditujukan pada kelompok-kelompok
 khusus serta terbatas.
Bahasa slang bersifat kesementaraan,
 tidak ada bahasa yang lebih jelek
 daripada bahasa slang yang sudah
 ketinggalan jaman/usang.
Bahasa teknis adalah bahasa yang
 dipergunakan pada profesi-profesi
 tertentu.
Misal : dokter, hakim, insinyur, dll.
Mempelajari makna kata dari konteks
Dapat dipelajari melalui pengalaman.
  Semakin banyak pengalaman yang
  kita miliki semakin kaya pulalah kosa
  kata kita dapati.
Kita dapat mempelajari makna kata
  melalui bacaan. Cara yang paling
  baik untuk menghindari kesulitan
  yang tersembunyi ialah berhenti
  sebentar, memeriksa bagian tempat
  kata yang belum lama itu muncul.
Bagian lisan/tulisan tempat sebuah kata muncul
    disebut konteks atau hubungan kata-kata.
Beberapa cara hubungan kata-kata yang dapat
    mencerminkan makna suatu kata adalah :
a. Konteks dapat membatasi kata

    makna kata bervaili definisi
b. Konteks dapat memasukkan suatu
    perbandingan/pertentangan
    Konteks dapat menolong kita memahami
    makna kata.
c. Suasana
    Sebagai bagian suatu keseluruhan dapat
    mencerminkan makna kata.
Bagian-bagian kata
Bagian kata terdiri atas :
1. Prefiks (awalan)

2. Roat (dasar kata)

3. Suffiks (akhiran)

4. Infiks (sisipan)
Penggunaan Kamus
Kamus adalah rekaman kata-kata yang
 membangun suatu bahasa.
Bahasa adalah sesuatu yang hidup,
 tumbuh, berkembang, dan berubah.
Kamus dapat bertindak sebagai wasit
 dalam suatu pertandingan.
Kamus akan mengatakan secara tegas
 apakah suatu kata benar/tidak.
Dari kamus kita dapat belajar bentuk, jenis
 dan kekerabatan kata-kata.
Aneka Makna
Kata memiliki suatu kebiasaan
  memperhatikan makna yang berbeda-
  beda yang dikandung oleh suatu kata.
Kita harus paham akan homonim yaitu
  suatu kata-kata yang sama bentuk
  bunyinya, tetapi berlainan maknanya.
Penggunaan kata yang tepat, kata yang
  benar-benar sesuai dalam kalimat
  menuntut kecermatan yang bijaksana
  dari pembaca.
Waktu tambahan yang dipergunakan
 dalam mencari kata yang tepat dan
 terasa dalam suatu konteks akan
 memegang peranan penting pada
 penggunaan bahasa yang lebih
 efektif.
Idiom / Ungkapan
Idiom merupakan ekspresi yang tidak
  dapat dimengerti dari makna
  terpisah, makna sendiri setiap kata
  dalam kelompok itu.
Kata-kata itu harus diperlakukan
  sebagai suatu keseluruhan.
Sinonim dan Antonim
Sinonim adalah kata-kata yang
  mempunyai makna umum yang
  sama / bersamaan, tetapi berbeda
  dalam konotasi / nilai kata.
Contoh : mati → meninggal dunia
             → wafat
             → mampus
             → mangkat
             → mengehembus nafas
                    terakhir
Antonim adalah kata-kata yang
 berlawanan makna.
Pembaca harus sadar bahwa penulis
 dapat mengarahkan perhatian pada
 suatu ide tertentu dengan
 mempergunakan kontras/
 pertentangan.
Contoh : kaya-miskin
        pintar-bodoh
        cantik-jelek
Konotasi
Konotasi suatu kata adalah asosiasi-
 asosiasi yang ditimbulkan dalam hati
 kita.
Konotasi/nilai kata cenderung
 menyentuh hati kita secara
 mendalam dan membangkitkan arus-
 arus dalam yang terpendam yang
 kadang-kadang mempesona kita
 dengan kejutan.
Konotasi ada dua jenis :
1. Konotasi pribadi (personal
   connotations) → hasil dari
   pengalaman pribadi seseorang.
2. Konotasi umum (general
   connotations) → hasil dari
   pengalaman orang-orang sebagai
   suatu kelompok sosial.
Penguasaan serta pemahaman
   konotasi kata sangat diperlukan
   bagi pembaca agar memperoleh
   sukses yang lebih baik dalam usaha
   peningkatan daya kata.
Derivasi kata
Pernakah kita terpikir dalam hati kita
 darimana asal-usul kata-kata dalam
 bahasa kita?
Telaah mengenai asal-usul kata/
 derivasi kata bukan hanya
 merupakan sesuatu yang bermanfaat
 tetapi juga sangat menarik hati.
Kalau kita ingin memperkaya kosa
 kata kita serta meningkatkan daya
 kata maka pengetahuan mengenai
 derivasi atau asal-usul kata sangat
 penting.
Dalam perbendaraan kata-kata bahasa
 Indonesia.
Misal : kita tahu bahwa banyak kata-
 kata asing yang turut memperkaya
 kosa kata bahasa kita. Kosa kata
 yang berasal dari bahsa Arab,
 Belanda, Cina, Portugis dsb.

Pertemuan 11

  • 1.
    Membaca Dalam Hati dan Membaca Bahasa
  • 2.
    Membaca dalam hati Membacadalam hati adalah jenis membaca yang dilakukan tanpa menyuarakan apa yang dibacanya. Tujuan utama membaca dalam hati adalah untuk memperoleh informasi. Keterampilan membaca dalam hati merupakan kunci bagi semua ilmu pengetahuan. Pada membaca dalam hati, anak mencapai kecepatan dalam pemahaman frase- frase, memperkaya kosa kata dan memperoleh keuntungan dalam hal keakraban dengan sastra yang baik.
  • 3.
    Pada garis besarnyamembaca dalam hati dapat dibagi menjadi : a. Membaca ekstensif b. Membaca intensif
  • 4.
    Membaca ekstensif Membaca ekstensifberarti membaca secara luas. Obyeknya meliputi sebanyak mungkin teks dalam waktu yang sesingkat mungkin. Membaca ekstensif adalah untuk memahami isi yang penting-penting dengan cepat dan efisien.
  • 5.
    Membaca ekstensif meliputi: a. Membaca survei (survey reading) b. Membaca sekilas (skimming reading) c. Membaca dangkal (superficial reading)
  • 6.
    Membaca survei (surveyreading) Sebelum kita mulai membaca biasanya kita meneliti terlebih dulu apa-apa yang akan kita telaah. Kita mensurvei bahan bacaan yang akan dipelajari/ditelaah dengan jalan : a. Memeriksa, meneliti indeks, daftar kata- kata yang terdapat dalam buku. b. Melihat-lihat, memeriksa, meneliti judul-judul bab yang terdapat dalam buku-buku yang bersangkutan. c. Memeriksa, meneliti bagan, skema, outline buku yang bersangkutan.
  • 7.
    Kecepatan dan ketepatandalam mensurvei bahan bacaan sangat penting, sebab turut menentukan berhasil/tidaknya seseorang dalam studynya. Latar belakang pandangan serta ilmu pengetahuan seseorang turut menentukan tepat/tidaknya, cepat/ lambatnya mensurvei bahan bacaan yang diinginkan. Pepatah mengatakan bahwa permulaan yang baik sudah
  • 8.
    Membaca sekilas (skimmingreading) Membaca sekilas adalah sejenis membaca yang membuat mata kita bergerak dengan cepat melihat, memperhatikan bahan tertulis untuk mencari serta mendapatkan informasi, penerangan.
  • 9.
    Ada 3 tujuanutama dalam membaca sekilas : a. Untuk memperoleh suatu kesan dari suatu buku, atau artikel, serta tulisan singkat. b. Untuk menemukan hal tertentu dari suatu bahan bacaan. c. Untuk menemukan/menempatkan bahan yang diperlukan dalam perpustakaan.
  • 10.
    a. Memperoleh kesan umum Untuk memperoleh kesan umum dari sesuatu buku non fiksi (sejarah, biografi, ilmu pengetahuan seni, dsb) dengan cepat maka kita dapat melakukannya dengan jalan meneliti halaman judul, kata pengantar, daftar isi, dan indeks. Dengan cara ini kita dapat mempelajari sifat hakekat dan jangkauan buku tersebut, susunan atau organisasinya dan sikap umum sang penulis serta
  • 11.
    Kita dapat memperolehkesan umum dari suatu model dengan jalan mengadakan pandangan sekilas serta menaruh perhatian tertentu pada bagian tertentu sambil berjalan. Kita dapat membaca sekilas suatu artikel dalam majalah/lencana dalam suatu surat kabar dengan jalan sbb : Bacalah pertama sekali paragraf awal dan paragraf akhir. Kedua paragraf ini biasanya menyatakan pada kita pokok masalah artikel tersebut dan sikap serta pandangan umum sang
  • 12.
    b. Menemukan haltertentu Kita kerap kali membaca sekilas untuk mendapatkan fakta/hal tertentu. Orang yang teliti hampir terus-menerus membaca sekilas dalam kehidupan sehari-hari.
  • 13.
    Petunjuk untuk mendapatkaninformasi yang cepat / tepat a. Tentukan dengan jelas hal/fakta apa yang hendak dicari/disediakan pertanyaan yang akan dijawab. b. Siapkan/ingat kata atau kata-kata yang paling tepat dipakai untuk menunjuk hal tersebut. c. Bila kita mencari informasi dalam suatu buku, baiklah kita melihat apakah kata atau detail tersebut tercantum dalam indeks. Kalau tidak ada, carilah di bawah subyek yang lebih luas yang mungkin mencakup bahan/subyek tersebut.
  • 14.
    d. Liriklah setiaphalaman dengan cepat hanya untuk mencari kata/ detail yang diinginkan.
  • 15.
    c. Menemukan bahandalam perpustakaan Dalam pencarian bahan yang diperlukan di perpustakaan kitapun membaca sekilas kartu katalog untuk mendapatkan buku- buku yang sesuai. Kita membaca sekilas untuk menemukan artikel majalah. Kalau kita membiasakan diri dengan membaca sekilas dengan tepat dan cerdas maka kita akan kagum betapa banyaknya informasi buku, majalah, dan
  • 16.
    Memang harus disadaribenar bahwa membaca sekilas merupakan suatu keterampilan yang sangat berfaedah kalau tidak disalahgunakan. Dalam penerapannya yang baik, membaca sekilas menuntut suatu keaktifan dan kesamaan untuk mengetahui apa yang dicari serta bagaimana cara menghubungkan apa yang telah ditemui dengan apa yang telah diketahui sebelumnya.
  • 17.
    Membaca dangkal (Superficialreading) Membaca dangkal bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang dangkal yang bersifat luaran, yang tidak mendalam dari suatu bahan bacaan. Membaca dangkal biasanya dilakukan bila kita membaca demi kesenangan membaca bacaan ringan yang mendatangkan kebahagiaan di waktu senggang. Membaca dangkal dapat dilakukan dengan santai. Dalam membaca dangkal teknik yang dipergunakan ini jelas sangat
  • 18.
    Membaca ekstensif biasanyalebih banyak dilakukan di luar kelas, tugas diberikan guru beberapa kali secara teratur. Di dalam kelas diperlukan sekelumit waktu untuk mencek atau memeriksa apakah anak mengerti ciri-ciri utama sebuah cerita.
  • 19.
    Membaca intensif Membaca intensifadalah studi seksama, telaah teliti, dan penanganan terperinci yang dilaksanakan di dalam kelas terhadap suatu tugas yang pendek, kira-kira dua sampai empat halaman setiap hari. Yang termasuk membaca intensif adalah : 1. Membaca telaah isi (content study reading). 2. Membaca telaah bahasa (linguistik
  • 20.
    Membaca intensif padahakekatnya memerlukan teks yang panjangnya tidak lebih dari 500 patah kata. Tujuan utama membaca intensif ialah untuk memperoleh sukses dalam pemahaman penuh terhadap argumen-argumen yang logis, urutan-urutan retoris atau pola teks, pola sosial, pola-pola sikap dan tujuan si pengarang.
  • 21.
    Keterampilan yang dituntutdalam membaca dalam kelas Kelas 1 a. Membaca tanpa bersuara, tanpa gerakan bibir, tanpa berbisik. b. Membaca tanpa gerakan kepala. Kelas 2 a. Membaca tanpa gerakan-gerakan bibir atau kepala b. Membaca lebih cepat secara dalam hati daripada bersuara.
  • 22.
    Kelas 3 a. Membacadalam hati tanpa menunjuk- nunjuk dengan jari, tanpa gerakan bibir. b. Memahami bahan bacaan yang dibaca secara diam atau secara dalam hati. c. Lebih cepat membaca dalam hati daripada membaca bersuara. Kelas 4 a. Mengerti serta memahami bahan bacaan pada tingkat dasar. b. Kecepatan mata dalam membaca 3
  • 23.
    Kelas 5 a. Membacadalam hati jauh lebih cepat daripada membaca bersuara. b. Membaca dengan pemahaman yang baik. c. Membaca tanpa gerakan bibir atau kepala/menunjuk-nunjuk dengan jari tangan. d. Menikmati bahan bacaan yang dibaca dalam hati, senang membaca dalam hati.
  • 24.
    Kelas 6 a. Membacatanpa gerakan bibir, tanpa komat-kamit. b. Dapat menyesuaikan kecepatan membaca dengan tingkat kesukaran yang terdapat dalam bahan bacaan. c. Dapat membaca 180 patah kata dalam satu menit pada bacaan fiksi pada tingkat dasar.
  • 25.
    Membaca Telaah Bahasa Membacatelaah bahasa (language study reading) Pada hakekatnya segala sesuatu, terlebih sesuatu yang kongkrit itu terdiri atas bentuk dan isi, atas jasmani dan rohani. Begitu pula dengan bacaan, yang terdiri dari isi (content) dan bahasa (language).
  • 26.
    Isi dianggap sebagaiyang bersifat rohani, dan bahasa yang bersifat jasmanai. Keduanya merupakan dwitunggal yang utuh. Keserasian antara isi dan bahasa suatu bahan bacaan mencerminkan keindahan serta kemanunggalan.
  • 27.
    Membaca telaah bahasaterdiri dari a. Membaca bahasa (language reading) b. Membaca sastra (literary reading)
  • 28.
    Membaca bahasa (languagereading) Tujuan membaca bahasa adalah : a. Memperbesar daya kata (increasing word power) b. Mengembangkan kosa kata (developing vocabulary)
  • 29.
    Setiap orang mempunyaidua jenis umum daya kata. Yang satu digunakan dalam berbicara dab menulis. Daya memilih serta menggunakan kata-kata yang mengekspresikan makna secara jelas dan tepat. Daya untuk menghadapi serta menggarap kata baru dan yang belum lazim, memperoleh makna cukup dari kata-kata tersebut.
  • 30.
    Dalam kegiatan membacabahasa ada beberapa hal yang perlu diketahui : a. Ragam bahasa b. Mempelajari makna kata dadri konteks c. Bagian-bagian kata d. Penggunaan kamus e. Makna-makna uraian f. Idion g. Sinonim dan antonim h. Konotasi dan denotasi
  • 31.
    Ragam Bahasa Dibedakan ragambahasa : 1. Bahasa formal 2. Bahsa informal 3. Bahasa percakapan 4. Bahasa kasar 5. Bahasa slang 6. Bahasa teknis
  • 32.
    Bahasa formal/resmi adalahbahasa yang dipakai pada saat-saat resmi oleh orang yang dianggap mempergunakan bahasa yang terbaik. Misal : pidato kenegaraan, kuliah di perguruan tinggi, dsb Bahas informal/tidak resmi adalah bahasa yang dipakai pada situasi yang tidak resmi. Misal : bercakap-cakap dengan keluarga atau teman. Bahasa formal dan informal diklarifikasikan sebagai bahasa
  • 33.
    Bahasa percakapan adalahbahasa yang umum dipakai dalam percakapan atau bahasa yang biasa kita pakai semenjak kecil. Bahasa kasar adalah bahasa yang dipakai orang yang tidak berpendidikan, mempunyai cara sendiri yang konvensional. Bahasa slang adalah bahasa yang ditujukan pada kelompok-kelompok khusus serta terbatas.
  • 34.
    Bahasa slang bersifatkesementaraan, tidak ada bahasa yang lebih jelek daripada bahasa slang yang sudah ketinggalan jaman/usang. Bahasa teknis adalah bahasa yang dipergunakan pada profesi-profesi tertentu. Misal : dokter, hakim, insinyur, dll.
  • 35.
    Mempelajari makna katadari konteks Dapat dipelajari melalui pengalaman. Semakin banyak pengalaman yang kita miliki semakin kaya pulalah kosa kata kita dapati. Kita dapat mempelajari makna kata melalui bacaan. Cara yang paling baik untuk menghindari kesulitan yang tersembunyi ialah berhenti sebentar, memeriksa bagian tempat kata yang belum lama itu muncul.
  • 36.
    Bagian lisan/tulisan tempatsebuah kata muncul disebut konteks atau hubungan kata-kata. Beberapa cara hubungan kata-kata yang dapat mencerminkan makna suatu kata adalah : a. Konteks dapat membatasi kata makna kata bervaili definisi b. Konteks dapat memasukkan suatu perbandingan/pertentangan Konteks dapat menolong kita memahami makna kata. c. Suasana Sebagai bagian suatu keseluruhan dapat mencerminkan makna kata.
  • 37.
    Bagian-bagian kata Bagian kataterdiri atas : 1. Prefiks (awalan) 2. Roat (dasar kata) 3. Suffiks (akhiran) 4. Infiks (sisipan)
  • 38.
    Penggunaan Kamus Kamus adalahrekaman kata-kata yang membangun suatu bahasa. Bahasa adalah sesuatu yang hidup, tumbuh, berkembang, dan berubah. Kamus dapat bertindak sebagai wasit dalam suatu pertandingan. Kamus akan mengatakan secara tegas apakah suatu kata benar/tidak. Dari kamus kita dapat belajar bentuk, jenis dan kekerabatan kata-kata.
  • 39.
    Aneka Makna Kata memilikisuatu kebiasaan memperhatikan makna yang berbeda- beda yang dikandung oleh suatu kata. Kita harus paham akan homonim yaitu suatu kata-kata yang sama bentuk bunyinya, tetapi berlainan maknanya. Penggunaan kata yang tepat, kata yang benar-benar sesuai dalam kalimat menuntut kecermatan yang bijaksana dari pembaca.
  • 40.
    Waktu tambahan yangdipergunakan dalam mencari kata yang tepat dan terasa dalam suatu konteks akan memegang peranan penting pada penggunaan bahasa yang lebih efektif.
  • 41.
    Idiom / Ungkapan Idiommerupakan ekspresi yang tidak dapat dimengerti dari makna terpisah, makna sendiri setiap kata dalam kelompok itu. Kata-kata itu harus diperlakukan sebagai suatu keseluruhan.
  • 42.
    Sinonim dan Antonim Sinonimadalah kata-kata yang mempunyai makna umum yang sama / bersamaan, tetapi berbeda dalam konotasi / nilai kata. Contoh : mati → meninggal dunia → wafat → mampus → mangkat → mengehembus nafas terakhir
  • 43.
    Antonim adalah kata-katayang berlawanan makna. Pembaca harus sadar bahwa penulis dapat mengarahkan perhatian pada suatu ide tertentu dengan mempergunakan kontras/ pertentangan. Contoh : kaya-miskin pintar-bodoh cantik-jelek
  • 44.
    Konotasi Konotasi suatu kataadalah asosiasi- asosiasi yang ditimbulkan dalam hati kita. Konotasi/nilai kata cenderung menyentuh hati kita secara mendalam dan membangkitkan arus- arus dalam yang terpendam yang kadang-kadang mempesona kita dengan kejutan.
  • 45.
    Konotasi ada duajenis : 1. Konotasi pribadi (personal connotations) → hasil dari pengalaman pribadi seseorang. 2. Konotasi umum (general connotations) → hasil dari pengalaman orang-orang sebagai suatu kelompok sosial. Penguasaan serta pemahaman konotasi kata sangat diperlukan bagi pembaca agar memperoleh sukses yang lebih baik dalam usaha peningkatan daya kata.
  • 46.
    Derivasi kata Pernakah kitaterpikir dalam hati kita darimana asal-usul kata-kata dalam bahasa kita? Telaah mengenai asal-usul kata/ derivasi kata bukan hanya merupakan sesuatu yang bermanfaat tetapi juga sangat menarik hati. Kalau kita ingin memperkaya kosa kata kita serta meningkatkan daya kata maka pengetahuan mengenai derivasi atau asal-usul kata sangat penting.
  • 47.
    Dalam perbendaraan kata-katabahasa Indonesia. Misal : kita tahu bahwa banyak kata- kata asing yang turut memperkaya kosa kata bahasa kita. Kosa kata yang berasal dari bahsa Arab, Belanda, Cina, Portugis dsb.