PERSAMAAN DAN
PERTIDAKSAMAAN LINEAR
SMA AR-RIDHA AL SALAAM
Dalam matematika
khususnya aljabar dikenal
beberapa
istilah
kesamaan,
,
da
n
pertidaksamaan
Kesamaan berasal dari kata “Sama” yang berarti serupa (halnya,
keadaannya dan sebagainya), tidak berbeda, tidak berlainan. Dalam KBBI,
kesamaan mempunyai arti perihal sama.
Sedangkan kesamaan dalam merupakan kalimat pernyataan yang
memiliki tanda hubung sama dengan (=)
9 × 8 = 70 + 2
28 : 4 = 12 – 5
12 + 13 = 45 – 20
Persamaan mempunyai arti perihal mempersamakan (tingginya, tingkatnya,
dan sebagainya) atau keadaan yang sama atau yang serupa dengan yang lain.
Sedangkan dalam matematika persamaan memiliki makna yaitu
kalimat terbuka yang memiliki tanda hubung sama dengan (=).
2a = 6
n + 9 =
12 2x – y
= -5
Ketidaksamaan adalah kalimat pernyataan yang menyatakan hubungan
tidak sama.
T
anda hubung tidak sama:
2 kurang dari 6 ditulis 2 < 6
5 lebih dari 3 ditulis 5 > 3
6 < 8 dan 10 > 8 ditulis 6 < 8 <
< dibaca “kurang
dari”
> dibaca “lebih dari”
 dibaca “kurang dari atau sama
dengan”
 dibaca “lebih dari atau sama
dengan”
 dibaca “tidak sama dengan”
Pertidaksamaan adalah kalimat terbuka yang menyatakan hubungan
ketidaksamaan atau kalimat/pernyatan matematika yang menunjukkan
perbandingan ukuran dua objek atau lebih.
x < 4
p + 10 > 12
x + y > 25
Perbedaannya: pertidaksamaan terdapat variabel, ketidaksamaan tidak
terdapat variabel
Himpunan Penyelesaian suatu Kalimat Terbuka
Himpunan penyelesaian adalah himpunan semua pengganti dari
variabel-variabel pada kalimat terbuka yang membuat kalimat
tersebut menjadi benar. Himpunan penyelesaian sering disingkat
sebagai HP.
Contoh:
a + 8 = 12
Pengganti a yang benar adalah 4. penyelesaiannya adalah
a = 4 dan himpunan penyelesaiannya adalah {4}.
Secara umum, persamaan linear adalah persamaan
dengan derajat satu. Ini artinya semua suku pada
persamaan tersebut memuat variabel pangkat tertinggi
yaitu satu.
Contoh:
a + 3 = 2
x + 5y = 7x –
1p - 2q + 3r =
0
Persamaan Linear Satu Variabel
Persamaan linear satu variabel adalah persamaan yang
terdiri atas satu variabel dan pangkat dari variabel
tersebut adalah satu.
Contoh:
6t + 9 = 31
6 + 2y = 3y –
1
Persamaan yang Ekuivalen
Suatu persamaan yang mempunyai himpunan
penyelesaian yang sama, apabila pada persamaan itu
dikenakan suatu operasi tertentu. Notasi ekuivalen adalah
“”
Contoh:
x + 6 = 18, maka himpunan penyelesaiannya adalah {12}
x – 2 = 10, maka himpunan penyelesaiannya adalah {12}
3x – 6 = 30, maka himpunan penyelesaiannya adalah
{12}
Untuk menentukan penyelesaian suatu persamaan
linear dengan satu variabel, kita dapat menggunakan
sifat penambahan, pengurangan, perkalian dan
pembagian.
Contoh 1:
Tentukan himpunan penyelesaian dari persamaan berikut ini
dengan variabel x merupakan anggota himpunan bilangan
asli.
4x – 8 = 6x – 12
Jawab:
4x – 8 = 6x
– 12
 4x – 8 + 12 = 6x – 12 + 12
 4x + 4 = 6x + 0
(persamaan awal)
(kedua ruas ditambah
12)
 4x + 4 = 6x
 4x + 4 – 4x = 6x –
4x
(kedua ruas dikurang
4x)
 0 + 4 = 2x
 4 = 2x
 2x = 4
 2x : 2 = 4 : 2
 x = 2
(kedua ruas dibagi
2)
Jadi, HP = {2}
Contoh 2:
Tentukan 4 bilangan cacah berurutan yang jumlahnya 122.
Jawab:
Misalkan bilangan cacah pertama = x
bilangan cacah kedua = x + 1
bilangan cacah ketiga = x + 2
bilangan cacah keempat = x +
3
Jadi bilangan itu bisa
diurutkan menjadi:
x , x + 1, x + 2, x + 3
Sehingga:
x + x + 1 + x + 2 + x + 3 =
122





4x + 6 = 122
4x + 6 – 6 = 122 –
6
4x = 116
4x : 4 =
116 : 4
x = 29
Jadi, bilangan itu adalah 29, 30, 31 dan
32
Selesaikanlah
Jumlah tiga bilangan genap yang berurutan adalah 126.
apabila bilangan genap yang pertama 2n, nyatakan bilangan
kedua dan ketiga dalam n, serta tentukan ketiga bilangan
itu.
Jawab:
bilangan genap pertama = 2n
bilangan genap kedua = 2n +
2 bilangan genap ketiga = 2n +
4
Sehingga:
2n + 2n + 2 + 2n + 4 =
126





6n + 6 = 126
6n + 6 – 6 = 126 – 6
6n = 120
6n : 6 = 120
: 6
n = 20
Jadi, bilangan itu adalah 40, 42 dan
44
Pertidaksamaan Linear
Pertidaksamaan linear adalah pertidaksamaan yang
terdiri atas variabel dan pangkat dari variabel tersebut
satu.
Contoh:
t + 2 < 13, disebut pertidaksamaan linear dengan satu variabel t
k - l  10, disebut pertidaksamaan linear dengan dua variabel k dan
l
Sifat-Sifat Pertidaksamaan Linear
Jika kedua ruas pertidaksamaan ditambah atau dikurangi
dengan bilangan yang sama maka tanda ketidaksamaannya
tidak berubah.
Secara matematis ditulis:
Jika a < b maka a ± c < b ± c
Jika a > b maka a ± c > b ± c
Jika a  b maka a ± c  b ± c
Jika a  b maka a ± c  b ±
c
Jika kedua ruas pertidaksamaan dikalikan atau dibagi
dengan bilangan positif yang sama maka tanda
ketidaksamaannya tidak berubah.
Secara matematis ditulis:
Jika a < b dan c > 0 maka ac < bc dan 𝑎
< 𝑏
𝑐 𝑐
Jika a > b dan c > 0 maka ac > bc dan 𝑎
> 𝑏
𝑐 𝑐
Jika a  b dan c > 0 maka ac  bc dan 𝑎
≤ 𝑏
𝑐 𝑐
Jika kedua ruas pertidaksamaan dikalikan atau dibagi dengan
bilangan negatif yang sama maka tanda ketidaksamaannya
berubah.
Secara matematis ditulis:
Jika a < b dan c < 0 maka ac > bc dan 𝑎
> 𝑏
𝑐 𝑐
Jika a > b dan c < 0 maka ac < bc dan 𝑎
< 𝑏
𝑐 𝑐
Jika a  b dan c < 0 maka ac  bc dan 𝑎
≥ 𝑏
𝑐 𝑐
𝑎
x <
a
x
a
Tanda < atau > pada garis bilangan digambar
Tanda  atau  pada garis bilangan digambar

x 
a
x
a
Garis Bilangan Pertidaksamaan Linear
x < a atau x >
b
a  x <
b
x
a b
x
b
x
a
x  a atau x 
b
x
b
x
a
Contoh1:
Apabila x adalah variabel pada {1, 2, 3, 4, 5},
tentukan himpunan penyelesaian pertidaksamaan
berikut.
a. x – 2 < 3
b. x + 1  3
Jawab:
Untuk menyelesaikan pertidaksamaan ini dapat dilakukan
dengan substitusi.
Menyelesaikan Pertidaksamaan Linear
a. x – 2 <
3
Jadi, HP = {1, 2, 3, 4}
b. x + 1  3
Jadi, HP = {2, 3, 4, 5}
Variabel (x) 1 2 3 4 5
x – 2 -1 0 1 2 3
< 3? ya ya ya ya tidak
Variabel (x) 1 2 3 4 5
x + 1 2 3 4 5 6
 3? tidak ya ya ya ya
Contoh2:
Tentukan Himpunan penyelesaian pertidaksamaan
15 – 8x > 40 – 13xdengan x  B.
Jawab:
Tanda variabel x positif
15 – 8x > 40 – 13x
 15 – 8x + 13x > 40 – 13x +
13x
(kedua ruas ditambah
13x)
 15 + 5x > 40
 15 + 5x – 15 > 40 –
15
(kedua ruas dikurangi
15)
 5x > 25
 5x : 5 > 25 : 5 (kedua ruas dibagi
5)
 x > 5
Tanda variabel x negatif
15 – 8x > 40 –
13x
 15 – 8x + 8x > 40 – 13x +
8x
 15 > 40 – 5x
 15 – 40 > 40 – 5x – 40
 –25 > –5x
(kedua ruas ditambah
8x)
(kedua ruas dikurangi
40)
 –25 : (–5) > –5x : (–5) (kedua ruas dibagi –5)
 5 < x (tanda ketidaksamaan
berubah)
 x > 5 (penyelesaian)
HP = {6, 7, 8, 9, . . .}
Atau dapat ditulis sebagai HP = {x  x > 5, x
 B}
Garis Bilangan:
x
5
Contoh3:
Selesaikan pertidaksamaan 6 < 2 – 4t < 10 dengan t 
B.
Jawab:
6 < 2 – 4t < 10
 6 – 2 < 2 – 4t – 2 < 10 – 2
 4 < – 4t < 8
 4 : (–4) > – 4t : (–4) > 8 : (–4)
 –1 > t > –2
 –2 < t < –1
HP = {t  –2 < t < –1, t  B} atau HP { }
Contoh4:
Model kerangka balok terbuat dari kawat tembaga dengan
ukuran panjang rusuk-rusuknya x cm, (x + 2) cm, dan (x + 5)
cm. Panjang kawat yang diperlukan seluruhnya tidak
melebihi 100 cm. Jika panjang kawat seluruhnya dinyatakan
dengan s cm maka:
a. Nyatakan s dalam x
b. Tulislah pertidaksamaan dalam x yang paling
sederhana.
Jawab:
a. s = 4x + 4(x + 2) + 4(x + 5)
 s = 4(x + x + 2 + x + 5)
 s = 4(3x + 7)
 s = 12x + 28
b. Karena s tidak melebihi 100 cm berarti s  100, diperoleh:
12x + 28  100
 12x + 28 – 28  100 – 28


12x  72
x  6 (bentuk paling
sederhana)
Selesaikanlah:
Sebuah mobil barang melalui jembatan timbang. Berat
mobil barang itu 2,5 ton, sedangkan muatannya t ton. Berat
maksimum yang diperkenankan untuk melewati jembatan
tersebut adalah 6,5 ton. Tentukan nilai 2t.
Jawab:
2,5 + t  6,5
2,5 + t – 2,5  6,5 – 2,5
t  4
2t  8

PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN LINEAR.pptx

  • 1.
  • 2.
    Dalam matematika khususnya aljabardikenal beberapa istilah kesamaan, , da n pertidaksamaan
  • 4.
    Kesamaan berasal darikata “Sama” yang berarti serupa (halnya, keadaannya dan sebagainya), tidak berbeda, tidak berlainan. Dalam KBBI, kesamaan mempunyai arti perihal sama. Sedangkan kesamaan dalam merupakan kalimat pernyataan yang memiliki tanda hubung sama dengan (=) 9 × 8 = 70 + 2 28 : 4 = 12 – 5 12 + 13 = 45 – 20
  • 5.
    Persamaan mempunyai artiperihal mempersamakan (tingginya, tingkatnya, dan sebagainya) atau keadaan yang sama atau yang serupa dengan yang lain. Sedangkan dalam matematika persamaan memiliki makna yaitu kalimat terbuka yang memiliki tanda hubung sama dengan (=). 2a = 6 n + 9 = 12 2x – y = -5
  • 6.
    Ketidaksamaan adalah kalimatpernyataan yang menyatakan hubungan tidak sama. T anda hubung tidak sama: 2 kurang dari 6 ditulis 2 < 6 5 lebih dari 3 ditulis 5 > 3 6 < 8 dan 10 > 8 ditulis 6 < 8 < < dibaca “kurang dari” > dibaca “lebih dari”  dibaca “kurang dari atau sama dengan”  dibaca “lebih dari atau sama dengan”  dibaca “tidak sama dengan”
  • 7.
    Pertidaksamaan adalah kalimatterbuka yang menyatakan hubungan ketidaksamaan atau kalimat/pernyatan matematika yang menunjukkan perbandingan ukuran dua objek atau lebih. x < 4 p + 10 > 12 x + y > 25 Perbedaannya: pertidaksamaan terdapat variabel, ketidaksamaan tidak terdapat variabel
  • 8.
    Himpunan Penyelesaian suatuKalimat Terbuka Himpunan penyelesaian adalah himpunan semua pengganti dari variabel-variabel pada kalimat terbuka yang membuat kalimat tersebut menjadi benar. Himpunan penyelesaian sering disingkat sebagai HP. Contoh: a + 8 = 12 Pengganti a yang benar adalah 4. penyelesaiannya adalah a = 4 dan himpunan penyelesaiannya adalah {4}.
  • 9.
    Secara umum, persamaanlinear adalah persamaan dengan derajat satu. Ini artinya semua suku pada persamaan tersebut memuat variabel pangkat tertinggi yaitu satu. Contoh: a + 3 = 2 x + 5y = 7x – 1p - 2q + 3r = 0
  • 10.
    Persamaan Linear SatuVariabel Persamaan linear satu variabel adalah persamaan yang terdiri atas satu variabel dan pangkat dari variabel tersebut adalah satu. Contoh: 6t + 9 = 31 6 + 2y = 3y – 1
  • 11.
    Persamaan yang Ekuivalen Suatupersamaan yang mempunyai himpunan penyelesaian yang sama, apabila pada persamaan itu dikenakan suatu operasi tertentu. Notasi ekuivalen adalah “” Contoh: x + 6 = 18, maka himpunan penyelesaiannya adalah {12} x – 2 = 10, maka himpunan penyelesaiannya adalah {12} 3x – 6 = 30, maka himpunan penyelesaiannya adalah {12}
  • 12.
    Untuk menentukan penyelesaiansuatu persamaan linear dengan satu variabel, kita dapat menggunakan sifat penambahan, pengurangan, perkalian dan pembagian.
  • 13.
    Contoh 1: Tentukan himpunanpenyelesaian dari persamaan berikut ini dengan variabel x merupakan anggota himpunan bilangan asli. 4x – 8 = 6x – 12 Jawab: 4x – 8 = 6x – 12  4x – 8 + 12 = 6x – 12 + 12  4x + 4 = 6x + 0 (persamaan awal) (kedua ruas ditambah 12)
  • 14.
     4x +4 = 6x  4x + 4 – 4x = 6x – 4x (kedua ruas dikurang 4x)  0 + 4 = 2x  4 = 2x  2x = 4  2x : 2 = 4 : 2  x = 2 (kedua ruas dibagi 2) Jadi, HP = {2}
  • 15.
    Contoh 2: Tentukan 4bilangan cacah berurutan yang jumlahnya 122. Jawab: Misalkan bilangan cacah pertama = x bilangan cacah kedua = x + 1 bilangan cacah ketiga = x + 2 bilangan cacah keempat = x + 3 Jadi bilangan itu bisa diurutkan menjadi: x , x + 1, x + 2, x + 3
  • 16.
    Sehingga: x + x+ 1 + x + 2 + x + 3 = 122      4x + 6 = 122 4x + 6 – 6 = 122 – 6 4x = 116 4x : 4 = 116 : 4 x = 29 Jadi, bilangan itu adalah 29, 30, 31 dan 32
  • 17.
    Selesaikanlah Jumlah tiga bilangangenap yang berurutan adalah 126. apabila bilangan genap yang pertama 2n, nyatakan bilangan kedua dan ketiga dalam n, serta tentukan ketiga bilangan itu. Jawab: bilangan genap pertama = 2n bilangan genap kedua = 2n + 2 bilangan genap ketiga = 2n + 4
  • 18.
    Sehingga: 2n + 2n+ 2 + 2n + 4 = 126      6n + 6 = 126 6n + 6 – 6 = 126 – 6 6n = 120 6n : 6 = 120 : 6 n = 20 Jadi, bilangan itu adalah 40, 42 dan 44
  • 19.
    Pertidaksamaan Linear Pertidaksamaan linearadalah pertidaksamaan yang terdiri atas variabel dan pangkat dari variabel tersebut satu. Contoh: t + 2 < 13, disebut pertidaksamaan linear dengan satu variabel t k - l  10, disebut pertidaksamaan linear dengan dua variabel k dan l
  • 20.
    Sifat-Sifat Pertidaksamaan Linear Jikakedua ruas pertidaksamaan ditambah atau dikurangi dengan bilangan yang sama maka tanda ketidaksamaannya tidak berubah. Secara matematis ditulis: Jika a < b maka a ± c < b ± c Jika a > b maka a ± c > b ± c Jika a  b maka a ± c  b ± c Jika a  b maka a ± c  b ± c
  • 21.
    Jika kedua ruaspertidaksamaan dikalikan atau dibagi dengan bilangan positif yang sama maka tanda ketidaksamaannya tidak berubah. Secara matematis ditulis: Jika a < b dan c > 0 maka ac < bc dan 𝑎 < 𝑏 𝑐 𝑐 Jika a > b dan c > 0 maka ac > bc dan 𝑎 > 𝑏 𝑐 𝑐 Jika a  b dan c > 0 maka ac  bc dan 𝑎 ≤ 𝑏 𝑐 𝑐
  • 22.
    Jika kedua ruaspertidaksamaan dikalikan atau dibagi dengan bilangan negatif yang sama maka tanda ketidaksamaannya berubah. Secara matematis ditulis: Jika a < b dan c < 0 maka ac > bc dan 𝑎 > 𝑏 𝑐 𝑐 Jika a > b dan c < 0 maka ac < bc dan 𝑎 < 𝑏 𝑐 𝑐 Jika a  b dan c < 0 maka ac  bc dan 𝑎 ≥ 𝑏 𝑐 𝑐 𝑎
  • 23.
    x < a x a Tanda <atau > pada garis bilangan digambar Tanda  atau  pada garis bilangan digambar  x  a x a Garis Bilangan Pertidaksamaan Linear
  • 24.
    x < aatau x > b a  x < b x a b x b x a x  a atau x  b x b x a
  • 25.
    Contoh1: Apabila x adalahvariabel pada {1, 2, 3, 4, 5}, tentukan himpunan penyelesaian pertidaksamaan berikut. a. x – 2 < 3 b. x + 1  3 Jawab: Untuk menyelesaikan pertidaksamaan ini dapat dilakukan dengan substitusi. Menyelesaikan Pertidaksamaan Linear
  • 26.
    a. x –2 < 3 Jadi, HP = {1, 2, 3, 4} b. x + 1  3 Jadi, HP = {2, 3, 4, 5} Variabel (x) 1 2 3 4 5 x – 2 -1 0 1 2 3 < 3? ya ya ya ya tidak Variabel (x) 1 2 3 4 5 x + 1 2 3 4 5 6  3? tidak ya ya ya ya
  • 27.
    Contoh2: Tentukan Himpunan penyelesaianpertidaksamaan 15 – 8x > 40 – 13xdengan x  B. Jawab: Tanda variabel x positif 15 – 8x > 40 – 13x  15 – 8x + 13x > 40 – 13x + 13x (kedua ruas ditambah 13x)  15 + 5x > 40  15 + 5x – 15 > 40 – 15 (kedua ruas dikurangi 15)
  • 28.
     5x >25  5x : 5 > 25 : 5 (kedua ruas dibagi 5)  x > 5 Tanda variabel x negatif 15 – 8x > 40 – 13x  15 – 8x + 8x > 40 – 13x + 8x  15 > 40 – 5x  15 – 40 > 40 – 5x – 40  –25 > –5x (kedua ruas ditambah 8x) (kedua ruas dikurangi 40)
  • 29.
     –25 :(–5) > –5x : (–5) (kedua ruas dibagi –5)  5 < x (tanda ketidaksamaan berubah)  x > 5 (penyelesaian) HP = {6, 7, 8, 9, . . .} Atau dapat ditulis sebagai HP = {x  x > 5, x  B} Garis Bilangan: x 5
  • 30.
    Contoh3: Selesaikan pertidaksamaan 6< 2 – 4t < 10 dengan t  B. Jawab: 6 < 2 – 4t < 10  6 – 2 < 2 – 4t – 2 < 10 – 2  4 < – 4t < 8  4 : (–4) > – 4t : (–4) > 8 : (–4)  –1 > t > –2  –2 < t < –1 HP = {t  –2 < t < –1, t  B} atau HP { }
  • 31.
    Contoh4: Model kerangka balokterbuat dari kawat tembaga dengan ukuran panjang rusuk-rusuknya x cm, (x + 2) cm, dan (x + 5) cm. Panjang kawat yang diperlukan seluruhnya tidak melebihi 100 cm. Jika panjang kawat seluruhnya dinyatakan dengan s cm maka: a. Nyatakan s dalam x b. Tulislah pertidaksamaan dalam x yang paling sederhana.
  • 32.
    Jawab: a. s =4x + 4(x + 2) + 4(x + 5)  s = 4(x + x + 2 + x + 5)  s = 4(3x + 7)  s = 12x + 28 b. Karena s tidak melebihi 100 cm berarti s  100, diperoleh: 12x + 28  100  12x + 28 – 28  100 – 28   12x  72 x  6 (bentuk paling sederhana)
  • 33.
    Selesaikanlah: Sebuah mobil barangmelalui jembatan timbang. Berat mobil barang itu 2,5 ton, sedangkan muatannya t ton. Berat maksimum yang diperkenankan untuk melewati jembatan tersebut adalah 6,5 ton. Tentukan nilai 2t. Jawab: 2,5 + t  6,5 2,5 + t – 2,5  6,5 – 2,5 t  4 2t  8