KDTK
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Sanjiwani Gianyar
Tahun Ajaran 2022/2023
PERAWATA
N LUKA
DASAR
Outline
Pengkajian Luka
Luka Berdasarkan
Kedalaman Luasnya
Waktu Penyembuhan
Fase-fase Dalam
Penyembuhan Luka
Faktor-Faktor
Penyembuhan Luka
Faktor-Faktor Penghambat
Penyembuhan Luka
Cara Penanganan Luka
Outline
Apersepsi Luka
Definisi Penyembuhan
Luka
Tujuan Perawatan Luka
Klasifikasi Luka
Efek Yang Ditimbulkan
Mekanisme Terjadinya
Luka
Jenis Luka Berdasarkan
Tingkat Kontaminasi
LUKA
4
Luka dalam ilmu kesehatan
diartikan sebagai trauma pada
kulit
Fungsi Kulit?
Untuk melindungi
tubuh dari trauma
luar ataupun
trauma asing
Keadaan
terputusnya
kontinuitas jaringan
tubuh karena
gesekan, tekanan,
suhu, infeksi dll
Akibatnya
terganggunya
fungsi tubuh
sehingga
menganggu
aktivitas sehari-
hari
DEFINISI PENYEMBUHAN
LUKA
5
a. Penyembuhan Tingkat I
1. Defensive  suatu pertahanan yang
dimulai saat terjadi luka dan
berakhir pada 4-6 hari
2. Rekonstruktive  suatu proses
membangun kembali jaringan kulit
atau fibroplasias dan berlangsung
selama 2 minggu hingga 1 bulan
3. Malturative  suatu proses jaringan
telah matang, dimana jaringan parut
berubah dalam bentuk dan ukuran
b. Penyembuhan Tingkat II
1. Waktu penyembuhan relative lebih
lama
2. Kemungkinan terjadinya infeksi
lebih besar
3. Terjadi jaringan parut yang lebih
besar
Membantu
hemostatis
Melindungi luka dari
trauma mekanik
Mengabsorbsi
drainase
Mengimobilisasian
luka
Memberikan rasa
aman bagi fisik dan
mental pasien
Menghambat
pertumbuhan
mikroorganisme
Memberikan
lingkungan fisiologis
yang sesuai untuk
penyembuhan luka
TUJUAN PERAWATAN LUKA
1. Luka Non-Mekanik
•Kimia, thermik, radiasi
2. Luka Mekanik
•Vulnus  scissum, constusum, laceratum, punture,
sclopetorum, morsum, abriaso
KLASIFIKASI LUKA
LUKA MEKANIS PENYEBAB
Vulnus Scissum Luka sayat benda tajam
Pinggir lukanya terlihat rapi
Vulnus
Constusum
Luka memar akibat cedera pada jaringan bawah kulit akibat
benturan benda tumpul
Vulnus
Laceratum
Luka robek akibat terkena mesin aray benda lainnya yang
menyebabkan robeknya jaringan dalam
Vulnus Punture Luka tusuk yang kecil dibagian luar, tetapi besar dibagian dalam
luka
Vulnus
Sclopetorum
Luka tembak akibat tembakan peluru
Vulnus Morsum Luka gigitan yang tidak jelas bentuknya pada bagian luka
Vulnus Abriaso Luka terkikis yang terjadi pada bagian luka dan tidak sampai ke
KLASIFIKASI LUKA MEKANIK
EFEK YANG DITIMBULKAN
9
KEMATIAN SEL
PERDARAHAN DAN
PEMBEKUAN DARAH
HILANGNYA SELURUH ATAU
SEBAGIAN FUNGSI ORGAN
RESPONS STRES SIMPATIS
KONTAMINASI
BAKTERI
MEKANISME TERJADINYA LUKA
1. Luka Insisi (incesed wounds)  terjadi karena teriris oleh
instrument yang tajam. Misalnya terjadi akibat pembedahan. Luka
insisi bersifat bersih (aseptic) biasanya tertutup oleh has steril
seluruh pembuluh darah yang luka diikat (ligasi)
2. Luka Memar (contusion wound)  Terjadi akibat benturan oleh
suatu tekanan dan dikarakteristikan oleh cedera jaringan lunak,
perdarahan dan bengkak
3. Luka Lecet (abrared wound)  terjadi akibat kulit bergesekan
dengan benda lain yang biasanya dengan benda yang tidak tajam
4. Luka Tusuk (puctured wound)  Terjadi akibat adanya
benda seperti peluru, pisau yang masuk kedalam kulit
dengan diameter yang kecil
5. Luka Gores (lacerated wound)  terjadi akibat benda
kecil yang runcing/tajam seperti kawat dan kaca
6. Luka Tembus (penetrating wound)  yaitu luka yang
menembus organ tubuh biasanya pada bagian awal luka
masuk diameternya kecil tetapi pada bagian ujung
biasanya lukanya akan melebar
JENIS LUKA BERDASARKAN TINGKAT
KONTAMINASI
Clean Wound
(luka bersih)
• Luka bedah yg
tidak terinfeksi
• Tidak terjadi proses
peradangan
(inflamasi) pada
bagian tubuh yang
terluka
• Luka bersih
biasanya
menghasilkan luka
yang tertutup
• Resiko infeksi luka
sekitar 1-5%
Clean Contamined
(luka bersih
terkontaminasi)
• Luka pembedahan
seperti saluran
respirasi,
pencernaan
• Luka dalam
keadaan bersih
namun
kemungkinan
tinggi resiko
terkontaminasi
• Resiko infeksi luka
3-11%
Contamined
Wounds (luka
terkontaminasi)
• Termasuk luka
terbuka, fresh, luka
akibat kecelakaan,
dan operasi dengan
kerusakan besar
dengan teknik aseptic
misalnya kontaminasi
dari saluran cerna
• Pada kategori ini
termasuk insisi akut,
inflamasi nonpurulen
• Resiko infeksi luka 10-
17%
Dirty or Infected
Wounds (luka kotor
atau infeksi)
• Terdapatnya
mikroorganisme pada
luka
• Dalam
pengkategorian ini
umumnya luka belum
ditangani atau
mendapatkan
perawatan
• Resiko infeksi luka
>20%
PENGKAJIAN
Pengkajian membantu menganalisa dan
menentukan rencana tindakan yang akan
dilakukan bahkan dapat memprediksi lamanya
perawatan luka pada pasien
Mengumpulkan informasi dan data pasien
PENGKAJIAN LUKA
PENGKAJIAN LUKA
Riwayat Luka
Aspek anamnesis dalam penilaian luka bertujuan untuk mengetahui
faktor-faktor yang dapat mempengaruhi penyembuhan
• Mekanisme terjadinya luka
• Kapan terjadinya luka : setelah 3 jam (golden periode <6 jam),
kolonisasi bakteri dalam luka akan meningkat tajam dimana pasien
mendapatkan luka tersebut.
• Bila saat pasien datang luka telah dibersihkan tetap harus ditanyakan
adakah kontaminan dalam luka, misalnya logam, kotoran hewan atau
karat.
• Adanya kontaminan dalam luka meningkatkan risiko terjadinya infeksi
dan tetanus.
• Perdarahan dan jumlah darah yang keluar
1
PENGKAJIAN LUKA
Kaji tanda infeksi
Respons host terhadap bakteri/ reaksi inflamasi dan
memperlambat penyembuhan luka.
2
 Timbul kemerahan), terjadi pembengkakan, suhu meningkat, adanya pus atau bau
eksudat, proses penyembuhan cenderung lama
PENGKAJIAN LUKA
Diagnostik tes
3
 Untuk menentukan terapi selanjutnya
 Untuk prosedur biopsi
PENGKAJIAN LUKA
Ukuran luka dan lokasi
4
• Ukur panjang, lebar, kedalaman dan luas dasar luka.
• Amati adakah pembentukan sinus, kavitas dan traktus.
• Dinilai adakah penambahan atau pengurangan ukuran
luka.
• Penyembuhan luka ditandai dengan pengurangan ukuran
luka
• Posisi luka mempengaruhi kecepatan penyembuhan dan
pemilihan dressing
PENGKAJIAN LUKA
Wound bed
• Lakukan penilaian kelembaban luka (luka kering,
lembab atau basah)
• Lakukan penilaian jumlah discharge (sedikit,
sedang, banyak).
• Lakukan penilaian konsistensi discharge (berupa
pus)
5
Kulit Sekitar Luka
• Jaringan nekrotik di sekeliling luka menghambat
penyembuhan dan meningkatkan risiko infeksi.
6
PENGKAJIAN LUKA
Tepi Luka
• Teratur, tidak teratur, menggaung, adakah tanda
radang, dinilai kurang lebih sampai 5 cm dari tepi
luka
7
Bau eksudat
• Tidak berbau, berbau, sangat berbau
8
Jaringan di sekeliling luka
Jaringan nekrotik di sekeliling luka menghambat penyembuhan dan
meningkatkan risiko infeksi.
9
STADIUM I
• Luka Superfisial ("non blanching erithema")
• Yaitu luka yang terjadi pada lapisan epidermis kulit
STADIUM II
• Luka ("partial thickness")
• Yaitu hilangnya lapisan epidermis dan bagian atas dermis
• Adanya tanda klinis seperti abrasi atau lubang yang dangkal
STADIUM III
• Luka ("full thickness")
• Yaitu hilangnya kulit keseluruhan meliputi kerusakan atau nekrotik jaringan subkutan. Lokasi luka sampai ke jaringan
epidermis, dermis dan fasia. Akan tetapi tidak sampai ke otot
STADIUM IV
• Luka ('full thickness)
• Yaitu luka yang telah mencapai lapisan otot, tendon dan tulang dengan adanya kerusakan yang keras
JENIS LUKA BERDASARKAN KEDALAMAN DAN LUASNYA
Fase Penyembuhan
Luka Akut
Luka dengan masa
penyembuhan sesuai dengan
konsep penyembuhan
Luka Kronis
Luka yang mengalami kegagalan
dalam proses penyembuhan, oleh
karena faktor eksogen dan
endogen
FASE PENYEMBUHAN LUKA
FASE HEMOSTATIS FASE INFLAMASI
FASE PROLIFERASI (GRANULASI
DAN KONTRAKSI)
FASE REMODELING ATAU
MATURASI
FASE HEMOSTATIS
Pada luka yang menembus epidermis, akan merusak pembuluh darah
menyebabkan pendarahan. Untuk mengatasinya terjadilah proses
hemostasis. Proses ini terjadinya pembuluh darah pecah, sehingga
diperlukan eritrosit untuk menutup kapiler dan menghentikan
pendarahan
FASE INFLAMASI
Reaksi inflamasi adalah respon fisiologis normal tubuh dalam mengatasi
luka. Inflamasi ditandai oleh rubor (kemerahan), tumor (pembengkakan),
calor (hangat), dan dolor (nyeri). Tujuan dari reaksi inflamasi ini adalah
untuk membunuh bakteri yang mengkontaminasi luka.
FASE PROLIFERASI (GRANULASI DAN KONTRAKSI)
Pada fase ini terjadi penurunan jumlah sel – sel inflamasi, tanda – tanda
radang berkurang, munculnya pembentukan pembuluh darah baru,
pembentukan kembali lapisan kulit yang rusak dan kontraksi luka
FASE REMODELING ATAU MATURASI
Fase remodelling jaringan parut adalah fase terlama dari proses
penyembuhan. Proses remodelling akan meningkatkan kekuatan tahanan
luka secara drastic. Kekuatan tahanan luka maksimal akan mencapai 90%
dari kekuatan kulit normal.
FAKTOR PENGHAMBAT
PENYEMBUHAN LUKA
Penanganan luka tidak tepat
Timbulnya rasa sakit
Kesehatan yang buruk
Nutrisi yang buruk
Pemakaian obat-obatan
Sirkulasi tidak lancer
Lokasi luka sering adanya pergerakan atau gesekan
Minum alkohol
Merokok
PENANGANAN LUKA
Penanganan luka terdiri dari beberapa cara sesuai dengan
keperluan luka.
Penanganan luka terdiri dari beberapa cara sesuai
dengan keperluan luka.
1. LUKA LECET
2. LUKA MEMAR
3. LUKA ROBEK
4. LUKA TUSUK
5. LUKA SENGATAN LISTRIK
6. LUKA BAKAR
Any Question
So Far (?)

Perawatan luka dasar

  • 1.
    KDTK Sekolah Menengah Kejuruan(SMK) Sanjiwani Gianyar Tahun Ajaran 2022/2023
  • 2.
  • 3.
    Outline Pengkajian Luka Luka Berdasarkan KedalamanLuasnya Waktu Penyembuhan Fase-fase Dalam Penyembuhan Luka Faktor-Faktor Penyembuhan Luka Faktor-Faktor Penghambat Penyembuhan Luka Cara Penanganan Luka Outline Apersepsi Luka Definisi Penyembuhan Luka Tujuan Perawatan Luka Klasifikasi Luka Efek Yang Ditimbulkan Mekanisme Terjadinya Luka Jenis Luka Berdasarkan Tingkat Kontaminasi
  • 4.
    LUKA 4 Luka dalam ilmukesehatan diartikan sebagai trauma pada kulit Fungsi Kulit? Untuk melindungi tubuh dari trauma luar ataupun trauma asing Keadaan terputusnya kontinuitas jaringan tubuh karena gesekan, tekanan, suhu, infeksi dll Akibatnya terganggunya fungsi tubuh sehingga menganggu aktivitas sehari- hari
  • 5.
    DEFINISI PENYEMBUHAN LUKA 5 a. PenyembuhanTingkat I 1. Defensive  suatu pertahanan yang dimulai saat terjadi luka dan berakhir pada 4-6 hari 2. Rekonstruktive  suatu proses membangun kembali jaringan kulit atau fibroplasias dan berlangsung selama 2 minggu hingga 1 bulan 3. Malturative  suatu proses jaringan telah matang, dimana jaringan parut berubah dalam bentuk dan ukuran b. Penyembuhan Tingkat II 1. Waktu penyembuhan relative lebih lama 2. Kemungkinan terjadinya infeksi lebih besar 3. Terjadi jaringan parut yang lebih besar
  • 6.
    Membantu hemostatis Melindungi luka dari traumamekanik Mengabsorbsi drainase Mengimobilisasian luka Memberikan rasa aman bagi fisik dan mental pasien Menghambat pertumbuhan mikroorganisme Memberikan lingkungan fisiologis yang sesuai untuk penyembuhan luka TUJUAN PERAWATAN LUKA
  • 7.
    1. Luka Non-Mekanik •Kimia,thermik, radiasi 2. Luka Mekanik •Vulnus  scissum, constusum, laceratum, punture, sclopetorum, morsum, abriaso KLASIFIKASI LUKA
  • 8.
    LUKA MEKANIS PENYEBAB VulnusScissum Luka sayat benda tajam Pinggir lukanya terlihat rapi Vulnus Constusum Luka memar akibat cedera pada jaringan bawah kulit akibat benturan benda tumpul Vulnus Laceratum Luka robek akibat terkena mesin aray benda lainnya yang menyebabkan robeknya jaringan dalam Vulnus Punture Luka tusuk yang kecil dibagian luar, tetapi besar dibagian dalam luka Vulnus Sclopetorum Luka tembak akibat tembakan peluru Vulnus Morsum Luka gigitan yang tidak jelas bentuknya pada bagian luka Vulnus Abriaso Luka terkikis yang terjadi pada bagian luka dan tidak sampai ke KLASIFIKASI LUKA MEKANIK
  • 9.
    EFEK YANG DITIMBULKAN 9 KEMATIANSEL PERDARAHAN DAN PEMBEKUAN DARAH HILANGNYA SELURUH ATAU SEBAGIAN FUNGSI ORGAN RESPONS STRES SIMPATIS KONTAMINASI BAKTERI
  • 10.
    MEKANISME TERJADINYA LUKA 1.Luka Insisi (incesed wounds)  terjadi karena teriris oleh instrument yang tajam. Misalnya terjadi akibat pembedahan. Luka insisi bersifat bersih (aseptic) biasanya tertutup oleh has steril seluruh pembuluh darah yang luka diikat (ligasi)
  • 11.
    2. Luka Memar(contusion wound)  Terjadi akibat benturan oleh suatu tekanan dan dikarakteristikan oleh cedera jaringan lunak, perdarahan dan bengkak
  • 12.
    3. Luka Lecet(abrared wound)  terjadi akibat kulit bergesekan dengan benda lain yang biasanya dengan benda yang tidak tajam
  • 13.
    4. Luka Tusuk(puctured wound)  Terjadi akibat adanya benda seperti peluru, pisau yang masuk kedalam kulit dengan diameter yang kecil
  • 14.
    5. Luka Gores(lacerated wound)  terjadi akibat benda kecil yang runcing/tajam seperti kawat dan kaca
  • 15.
    6. Luka Tembus(penetrating wound)  yaitu luka yang menembus organ tubuh biasanya pada bagian awal luka masuk diameternya kecil tetapi pada bagian ujung biasanya lukanya akan melebar
  • 16.
    JENIS LUKA BERDASARKANTINGKAT KONTAMINASI Clean Wound (luka bersih) • Luka bedah yg tidak terinfeksi • Tidak terjadi proses peradangan (inflamasi) pada bagian tubuh yang terluka • Luka bersih biasanya menghasilkan luka yang tertutup • Resiko infeksi luka sekitar 1-5% Clean Contamined (luka bersih terkontaminasi) • Luka pembedahan seperti saluran respirasi, pencernaan • Luka dalam keadaan bersih namun kemungkinan tinggi resiko terkontaminasi • Resiko infeksi luka 3-11% Contamined Wounds (luka terkontaminasi) • Termasuk luka terbuka, fresh, luka akibat kecelakaan, dan operasi dengan kerusakan besar dengan teknik aseptic misalnya kontaminasi dari saluran cerna • Pada kategori ini termasuk insisi akut, inflamasi nonpurulen • Resiko infeksi luka 10- 17% Dirty or Infected Wounds (luka kotor atau infeksi) • Terdapatnya mikroorganisme pada luka • Dalam pengkategorian ini umumnya luka belum ditangani atau mendapatkan perawatan • Resiko infeksi luka >20%
  • 17.
    PENGKAJIAN Pengkajian membantu menganalisadan menentukan rencana tindakan yang akan dilakukan bahkan dapat memprediksi lamanya perawatan luka pada pasien Mengumpulkan informasi dan data pasien PENGKAJIAN LUKA
  • 18.
    PENGKAJIAN LUKA Riwayat Luka Aspekanamnesis dalam penilaian luka bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat mempengaruhi penyembuhan • Mekanisme terjadinya luka • Kapan terjadinya luka : setelah 3 jam (golden periode <6 jam), kolonisasi bakteri dalam luka akan meningkat tajam dimana pasien mendapatkan luka tersebut. • Bila saat pasien datang luka telah dibersihkan tetap harus ditanyakan adakah kontaminan dalam luka, misalnya logam, kotoran hewan atau karat. • Adanya kontaminan dalam luka meningkatkan risiko terjadinya infeksi dan tetanus. • Perdarahan dan jumlah darah yang keluar 1
  • 19.
    PENGKAJIAN LUKA Kaji tandainfeksi Respons host terhadap bakteri/ reaksi inflamasi dan memperlambat penyembuhan luka. 2  Timbul kemerahan), terjadi pembengkakan, suhu meningkat, adanya pus atau bau eksudat, proses penyembuhan cenderung lama
  • 20.
    PENGKAJIAN LUKA Diagnostik tes 3 Untuk menentukan terapi selanjutnya  Untuk prosedur biopsi
  • 21.
    PENGKAJIAN LUKA Ukuran lukadan lokasi 4 • Ukur panjang, lebar, kedalaman dan luas dasar luka. • Amati adakah pembentukan sinus, kavitas dan traktus. • Dinilai adakah penambahan atau pengurangan ukuran luka. • Penyembuhan luka ditandai dengan pengurangan ukuran luka • Posisi luka mempengaruhi kecepatan penyembuhan dan pemilihan dressing
  • 22.
    PENGKAJIAN LUKA Wound bed •Lakukan penilaian kelembaban luka (luka kering, lembab atau basah) • Lakukan penilaian jumlah discharge (sedikit, sedang, banyak). • Lakukan penilaian konsistensi discharge (berupa pus) 5 Kulit Sekitar Luka • Jaringan nekrotik di sekeliling luka menghambat penyembuhan dan meningkatkan risiko infeksi. 6
  • 23.
    PENGKAJIAN LUKA Tepi Luka •Teratur, tidak teratur, menggaung, adakah tanda radang, dinilai kurang lebih sampai 5 cm dari tepi luka 7 Bau eksudat • Tidak berbau, berbau, sangat berbau 8 Jaringan di sekeliling luka Jaringan nekrotik di sekeliling luka menghambat penyembuhan dan meningkatkan risiko infeksi. 9
  • 26.
    STADIUM I • LukaSuperfisial ("non blanching erithema") • Yaitu luka yang terjadi pada lapisan epidermis kulit STADIUM II • Luka ("partial thickness") • Yaitu hilangnya lapisan epidermis dan bagian atas dermis • Adanya tanda klinis seperti abrasi atau lubang yang dangkal STADIUM III • Luka ("full thickness") • Yaitu hilangnya kulit keseluruhan meliputi kerusakan atau nekrotik jaringan subkutan. Lokasi luka sampai ke jaringan epidermis, dermis dan fasia. Akan tetapi tidak sampai ke otot STADIUM IV • Luka ('full thickness) • Yaitu luka yang telah mencapai lapisan otot, tendon dan tulang dengan adanya kerusakan yang keras JENIS LUKA BERDASARKAN KEDALAMAN DAN LUASNYA
  • 27.
    Fase Penyembuhan Luka Akut Lukadengan masa penyembuhan sesuai dengan konsep penyembuhan Luka Kronis Luka yang mengalami kegagalan dalam proses penyembuhan, oleh karena faktor eksogen dan endogen
  • 28.
    FASE PENYEMBUHAN LUKA FASEHEMOSTATIS FASE INFLAMASI FASE PROLIFERASI (GRANULASI DAN KONTRAKSI) FASE REMODELING ATAU MATURASI
  • 29.
    FASE HEMOSTATIS Pada lukayang menembus epidermis, akan merusak pembuluh darah menyebabkan pendarahan. Untuk mengatasinya terjadilah proses hemostasis. Proses ini terjadinya pembuluh darah pecah, sehingga diperlukan eritrosit untuk menutup kapiler dan menghentikan pendarahan FASE INFLAMASI Reaksi inflamasi adalah respon fisiologis normal tubuh dalam mengatasi luka. Inflamasi ditandai oleh rubor (kemerahan), tumor (pembengkakan), calor (hangat), dan dolor (nyeri). Tujuan dari reaksi inflamasi ini adalah untuk membunuh bakteri yang mengkontaminasi luka.
  • 30.
    FASE PROLIFERASI (GRANULASIDAN KONTRAKSI) Pada fase ini terjadi penurunan jumlah sel – sel inflamasi, tanda – tanda radang berkurang, munculnya pembentukan pembuluh darah baru, pembentukan kembali lapisan kulit yang rusak dan kontraksi luka FASE REMODELING ATAU MATURASI Fase remodelling jaringan parut adalah fase terlama dari proses penyembuhan. Proses remodelling akan meningkatkan kekuatan tahanan luka secara drastic. Kekuatan tahanan luka maksimal akan mencapai 90% dari kekuatan kulit normal.
  • 32.
    FAKTOR PENGHAMBAT PENYEMBUHAN LUKA Penangananluka tidak tepat Timbulnya rasa sakit Kesehatan yang buruk Nutrisi yang buruk Pemakaian obat-obatan Sirkulasi tidak lancer Lokasi luka sering adanya pergerakan atau gesekan Minum alkohol Merokok
  • 33.
    PENANGANAN LUKA Penanganan lukaterdiri dari beberapa cara sesuai dengan keperluan luka.
  • 34.
    Penanganan luka terdiridari beberapa cara sesuai dengan keperluan luka. 1. LUKA LECET 2. LUKA MEMAR 3. LUKA ROBEK 4. LUKA TUSUK 5. LUKA SENGATAN LISTRIK 6. LUKA BAKAR
  • 35.

Editor's Notes

  • #3 <a href='https://www.freepik.com/photos/head-scarf'>Head scarf photo created by svetlanasokolova - www.freepik.com</a>
  • #5 <a href='https://www.freepik.com/photos/woman-jumping'>Woman jumping photo created by lookstudio - www.freepik.com</a> Photo by Ashim D’Silva on Unsplash
  • #6 <a href='https://www.freepik.com/photos/fashion-dress'>Fashion dress photo created by lookstudio - www.freepik.com</a> Photo by Heidi Fin on Unsplash Photo by Clark Street Mercantile on Unsplash
  • #10 https://unsplash.com/photos/hOCYuLmTTnY