Peran mikrobia dalam industri
makanan fermentasi
MK Mikrobiologi Makanan
1
Fermentasi Pangan
Mknan fermentasi adalah mknan yg dibuat
dg bantuan mikrobia atau enzim sehingga
mengalami perubahan secara biokimiawi yg
dikehendaki dan dpt memberikan ciri
spesifik mknan tsb.
Proses fermentasi lbh efisien dibanding
pengawetan lain krn mgnkan energi yg
rendah.
2
Manfaat fermentasi makanan
Makanan akan lebih bergizi
Lebih mudah dicerna
Lebih aman
Memberikan flavor yang lebih baik
3
Mikrobia yg digunakan utk proses
fermentasi tgt pada :
Aktivitas air
pH
Suhu
Komposisi bahan dasar
Adanya zat-zat yang bersifat mendukung
4
Jenis mo yg dominan dlm fermentasi :
Jamur: Amylomyces, Aspergillus,
Monascus, Neurospora, Rhizopus, Mucor
Bakteri : gol BAL meliputi Pediococcus,
Leuconostoc, Lactobacillus, bakteri asam
asetat – Acetobacter, gol Bacillus
Yeast : Saccharomyces, Candida,
Endomycopsis, Torulopsis
5
Penggolongan mknan fermentasi
berdasarkan mo yg berperanan :
Homofermentasi  hanya 1 jenis spesies mo, cth
tempe : Rhizopus oligosporus
Heterofermentasi  lbh dari 1 jenis mo dari
spesies yg berbeda, cth pada ragi tdpt jamur
Amylomyces, yeast Endomycopsis dan
Saccharomyces
Homomultifermentasi  2 atau lbh strain dari
spesies yg sama cth yogurt kedelai perlu 2 strain
L. acidophilus yg berbeda peranannya.
Polifermentasi  dilakukan sejml mo dari strain
& spesies yg berbeda, mrpk tipe ferm mknan
tradisional yg alami
6
Beberapa mknan fermentasi yang
tergolong homofermentatif
Oncom  ferm dari bungkil kcg tnh oleh
Neurospora intermedia
Shofu  tofu yg difermentasi jamur
Actinomucor elegans
Tempe  biji kedelai oleh jamur Rhizopus
oligosporus
7
Heterofermentatif
Tape  jamur Amylomyces, yeast Saccharomyces,
Endomycopsis atau Candida
Teh  yeast Saccharomyces bisporus, Candida sp, bakteri
asam asetat
Kecap  Aspergillus oryzae atau A. sojae serta yeast dan
bakteri sbg pbtk flavor yg khas
Shoyu (soy sauce) : sama dg kecap hanya ditambah
gandum
Tauco  A. oryzae
Miso  spt tauco tapi kedelai dihancurkan sblm
difermentasi, A. sojae, A. oryzae
Sake  beras ketan A. oryzae dan S. cerevisae
Sauerkraut & pickle  BAL, Leuconostoc mesenteroides,
L. plantarum, L. delbrueckii. 8
Penggolongan mknan fermentasi berdsrkan
bhn dsr yg digunakan (Campbell-Platt, 1987)
Minuman beralkohol : wine, bir, sake, brem cair
Mknan fermentasi dari serealia : roti, dll
Mknan fermentasi dari susu : keju, kefir, yogurt, dadih
Mknan fermentasi dari ikan : balacan (Phil), terasi
Mknan fermentasi dari sayuran dan buah : sauerkraut,
pickle, kimchi, tempoyak, asinan sawi
Mknan fermentasi dari kacangan : tempe, kecap, oncom,
tauco, shoyu, miso
Mknan fermentasi dari daging : salami (Aus), nham (Thai)
Mknan fermentasi dari bahan berpati : tape ketela, growol,
gatot
Mknan fermentasi dari bahan lain : dage dari ampas
kelapa, tempe bongkrek dari ampas kelapa, nata de coco, 9
Penggolongan mknan fermentasi di negara2
Asia mnrt Steinkraus (1982)
Mknan ferm yg dihslkan berdsrkan proses proteolisis pada protein
nabati oleh aktivitas enzim mikrobia contoh : soy sauce dari
China, Shoyu dan miso dari Jepang, kecap dan tauco dari Ind
Mknan ferm yg dihslkan berdsrkan proses hidrolisis ikan/udang
dlm lart garam pekat misal petis, terasi
Mknan ferm yg dihslkan memp tekstur yg menyerupai daging dari
bahan serealia atau kacang2an sbg substrat misal tempe, oncom
Mknan ferm dg mempergunakan prinsip koji sbg inokulan misal
soy sauce, miso, kecap, tempe, oncom, tape, brem, sake
Mknan ferm yg dihslkan berdsrkan proses yg dpt menghasilkan
asam2 organik sbg hasil utamanya misal kimchi, tape
Mknan ferm yg dihslkan berdsrkan proses fermentasi alkohol
misal sake, tape ketan, tape ketela, brem
10
Penggolongan lain :
Proses fermentasi yang dapat menghasilkan flavor seperti daging dari protein
nabati (soy sauce, shoyu, kecap, miso/tauco)
Proses fermentasi yang dapat menghasilkan flavor spt daging dari protein
hewani (saus ikan, udang, pasta ikan)
Proses fermentasi yg dpt membentuk tekstur spt daging dari bahan serealia
(tempe, oncom)
Proses fermentasi yang ditujukan untuk menaikkan kandungan protein dari
bahan berpati (tape ketan, tape ketela)
Proses fermentasi yg ditujukan untuk memperkaya produk dengan vitamin
(tape, tempe, oncom)
Proses fermentasi yg ditujukan utk produksi roti dari bahan bukan gandum
Proses fermentasi yg ditujukan utk mengurangi waktu pemasakan dan bahan
bakar yg dipergunakan (tempe, oncom)
Proses fermentasi yg ditujukan sbg pengawetan dgn biaya yg relatif rendah
(pickle, sauerkraut, kimchi)
11
Fermentasi Pangan dari Bahan
Protein Nabati
12
Tempe
Ciri-ciri : warna putih, tekstur kompak,
flavor spesifik
Warna putih disebabkan miselia jamur yg
tumbuh pada permukaan biji kedele
Jamur Rhizopus oligosporus
13
Sifat-sifat jamur R. oligosporus
Tidak dapat menggunakan sumber karbon dari KH biji kedele spt stakhiosa,
rafinosa, dan sukrosa, ttpi bisa mgnkan sumber C dari glukosa, fruktosa,
galaktosa, dan maltosa
Memp aktivitas enzim lipase yg tinggi
Sbg sumber N digunakan garam amonium dan aa spt prolin, glisin, asam
aspartat, dan leusin
Memp aktivitas proteolitik yg tinggi
Tdk memp aktivitas pektinase
Dpt mensintesa komponen antioksidan yi isoflavon
Dpt menghslkan aroma dan flavor spesifik tempe
Dpt menghslkan komponen antibakteri
Dpt menghambat pertumbuhan, sporulasi, dan pembentukan aflatoksin oleh A.
flavus dan A. parasiticus
Dpt menghambat pbtkan toksin oleh Pseudomonas cocovenenans pada
pembuatan tempe bongkrek
14
Proses pembuatan
Kedele
Pencucian
Perendaman dlm air 24 jam, smp pH 4,5-5,0
Perebusan 1 jam
Penghilangan kulit
Pendinginan sambil dikeringanginkan
Inokulasi
Pembungkusan
Fermentasi 24 jam
Tempe 15
Tempe … 1
Bak perendam
Boiler/pemanas
Perebusan
16
Peragian
Pengemasan
17
Tempe … 2
18
Kecap
Kecap dalam masakan berperan sbg penguat
flavor
Inokulan : A. oryzae dan A. sojae (dominan), BAL
yg bersifat homofermentatif terutama Pediococcus
cerevisiae, L. delbruekci, dan yeast yg toleran thd
garam tinggi
Utk industri RT banyak yg mgnkan inokulan
tempe
Yg pertama kali tumbuh adalah BAL (membtk
aroma dan flavor yg spesifik)  menghslkan asam
 pH turun  kondisi opt utk pertumbuhan yeast
(menghslkan etanol, komponen flavor) 19
Pembuatan kecap
Biji kedelai
Pencucian
Perebusan
Penirisan dan pendinginan
Fermentasi koji/jamur
Pengeringan dan penghilangan miselia jamur
Fermentasi moromi (dlm larutan garam) 2 mg-2 bl
Ekstraksi dan filtrasi
Perebusan, Penambahan gula kelapa dan bumbu
Pembotolan
Kecap 20
Pembuatan Kecap
21
Pembuatan tauco
Biji kedelai
Pencucian
Perendaman 12 jam
Penghilangan kulit
Perebusan 1-2 jam
Penirisan dan pendinginan
Pencampuran tpg tapioka/beras 1:2
Inokulasi
Inkubasi 2-5 hari
Perendaman dlm lart garam 20%
Inkubasi 21-30 hari
Tauco mentah
Pemasakan dg penambahan bumbu
22
Fermentasi sayuran dan buah-buahan
Sayuran dan buah-buahan digarami terlebih
dahulu, kemudian dilanjutkan dg fermentasi
 asinan
Proses fermentasi berlangsung secara
spontan (tanpa starter)
Contoh :
 Tempoyak : fermentasi durian; asinan sawi
 Di LN : sauerkraut, kimchi
23
Fermentasi Pangan dari Bahan
Protein Hewani
24
Yoghurt
Susu yg difermentasikan oleh L. bulgaricus
dan S. thermophilus yang memp rasa asam
yg segar dan tekstur semi padat
Mrpk produk khas Eropa akan tetapi di
negara2 lain dpt memp nama yg berbeda
mis jugurt  Turki, dahi  India, dadih 
Indonesia
25
Pembuatan yogurt scr tradisional
Susu
Homogenisasi 2000-2500 psi
Pasteurisasi 90 oC, 5-15 menit
Pendinginan suhu 40-45 oC
Inokulasi
Inkubasi 40-45 oC smp menggumpal
yoghurt
26
Pembuatan yogurt
susu ultra low fat 90% (v/v), skim 2% (b/v), gula 10% (b/v), essence 0,3% (b/v)
dicampur
dipasteurisasi 85 o
C, 30 menit
didinginkan 40 o
C
diinokulasi dengan starter 10% (v/v)
tuang ke cup steril @ 50-60 ml
inkubasi 43 o
C, 6-7 jam
disimpan di cool room (4 o
C)
yogurt dingin
Keterangan :
starter dibuat dari campuran kultur L. bulgaricus : S. thermophilus = 1:1 atau
L. bulgaricus : Lactobacillus spp Dad13 : S. thermophilus = 1:1:2 atau
L. bulgaricus : Lactobacillus plantarum Mut7 : S. thermophilus = 1:1:2
27
Keju
Susu yg diinokulasi oleh mikrobia yg
membentuk asam laktat dan membentuk
curd/jendalan  dipress shg air hilang 
ripening/pematangan
Mikrobia yg digunakan gol bakteri asam
laktat dan jamur ttt misal P. roqueforti
28
ā€˜Soft’ cheeses
Possess an outer rind composed of hyphae of
Penicillium camemberti and yeast cells of
Geotrichum candidum.
Swiss cheeses
Propionobacter species produce propionic acid
giving these cheeses their distinctive flavour,
whilst the CO2 released makes the characteristic
holes.
ā€˜Blue’ cheeses
Veination in blue-cheese results from growth of
Penicillium species, most commonly P.roquefortii
and P.glaucum.
29
30
31
32
33
34
Fermentasi Pangan dari Bahan
Berpati
35
Fermentasi ketela pohon & beras ketan :
Tape
Inokulum ragi : yeast & jamur amilolitik,
bakteri asam laktat (BAL)
Yeast & jamur amilolitik akan memecah
pati mjd gula sederhana, fermentasi
dilanjutkan yeast dan BAL
Fermentasi berlangsung 1-2 hari  tekstur
mjd lunak, berair, rasa dan aroma yang
asam beralkohol
36
Fermentasi bahan berpati lainnya :
Bread Saccharomyces cerevisiae converts sugars into
CO2 and ethanol. CO2 expands during baking,
giving an open structure. Amylase breaks down
starch. Proteases digest gluten, altering texture.
Alcohol Saccharomyces cerevisiae (or S.carlsbergensis)
is often used to ferment sugars to alcohol and
CO2 in beer, wine and spirit production.
* In the production of rice wines, filamentous
fungi such as Aspergillus (Saki) and Rhizopus
(Sonti) are used. Other moulds such as Botrytis
may alter the flavour of traditional wines.
37
Requirements for Good Starter
Cultures
Activity
Stable Metabolism
No Objectionable Characteristics
38
Types of Starter Cultures
Single Strain
 One strain of one species
Mixed or Multiple Strains
 More then one strain of 1 Species
Multiple Species
39
Use of Starter Cultures
Butter, Buttermilk, Sour Cream
Yogurt
Kefir
Acidophilus Milk
Cheeses
40
No Starter Culture
Sauerkraut
Pickles
Chocolate
Some Cheeses
Sourdough Bread
41

Peran mo dlm mknn ferm 2013

  • 1.
    Peran mikrobia dalamindustri makanan fermentasi MK Mikrobiologi Makanan 1
  • 2.
    Fermentasi Pangan Mknan fermentasiadalah mknan yg dibuat dg bantuan mikrobia atau enzim sehingga mengalami perubahan secara biokimiawi yg dikehendaki dan dpt memberikan ciri spesifik mknan tsb. Proses fermentasi lbh efisien dibanding pengawetan lain krn mgnkan energi yg rendah. 2
  • 3.
    Manfaat fermentasi makanan Makananakan lebih bergizi Lebih mudah dicerna Lebih aman Memberikan flavor yang lebih baik 3
  • 4.
    Mikrobia yg digunakanutk proses fermentasi tgt pada : Aktivitas air pH Suhu Komposisi bahan dasar Adanya zat-zat yang bersifat mendukung 4
  • 5.
    Jenis mo ygdominan dlm fermentasi : Jamur: Amylomyces, Aspergillus, Monascus, Neurospora, Rhizopus, Mucor Bakteri : gol BAL meliputi Pediococcus, Leuconostoc, Lactobacillus, bakteri asam asetat – Acetobacter, gol Bacillus Yeast : Saccharomyces, Candida, Endomycopsis, Torulopsis 5
  • 6.
    Penggolongan mknan fermentasi berdasarkanmo yg berperanan : Homofermentasi  hanya 1 jenis spesies mo, cth tempe : Rhizopus oligosporus Heterofermentasi  lbh dari 1 jenis mo dari spesies yg berbeda, cth pada ragi tdpt jamur Amylomyces, yeast Endomycopsis dan Saccharomyces Homomultifermentasi  2 atau lbh strain dari spesies yg sama cth yogurt kedelai perlu 2 strain L. acidophilus yg berbeda peranannya. Polifermentasi  dilakukan sejml mo dari strain & spesies yg berbeda, mrpk tipe ferm mknan tradisional yg alami 6
  • 7.
    Beberapa mknan fermentasiyang tergolong homofermentatif Oncom  ferm dari bungkil kcg tnh oleh Neurospora intermedia Shofu  tofu yg difermentasi jamur Actinomucor elegans Tempe  biji kedelai oleh jamur Rhizopus oligosporus 7
  • 8.
    Heterofermentatif Tape  jamurAmylomyces, yeast Saccharomyces, Endomycopsis atau Candida Teh  yeast Saccharomyces bisporus, Candida sp, bakteri asam asetat Kecap  Aspergillus oryzae atau A. sojae serta yeast dan bakteri sbg pbtk flavor yg khas Shoyu (soy sauce) : sama dg kecap hanya ditambah gandum Tauco  A. oryzae Miso  spt tauco tapi kedelai dihancurkan sblm difermentasi, A. sojae, A. oryzae Sake  beras ketan A. oryzae dan S. cerevisae Sauerkraut & pickle  BAL, Leuconostoc mesenteroides, L. plantarum, L. delbrueckii. 8
  • 9.
    Penggolongan mknan fermentasiberdsrkan bhn dsr yg digunakan (Campbell-Platt, 1987) Minuman beralkohol : wine, bir, sake, brem cair Mknan fermentasi dari serealia : roti, dll Mknan fermentasi dari susu : keju, kefir, yogurt, dadih Mknan fermentasi dari ikan : balacan (Phil), terasi Mknan fermentasi dari sayuran dan buah : sauerkraut, pickle, kimchi, tempoyak, asinan sawi Mknan fermentasi dari kacangan : tempe, kecap, oncom, tauco, shoyu, miso Mknan fermentasi dari daging : salami (Aus), nham (Thai) Mknan fermentasi dari bahan berpati : tape ketela, growol, gatot Mknan fermentasi dari bahan lain : dage dari ampas kelapa, tempe bongkrek dari ampas kelapa, nata de coco, 9
  • 10.
    Penggolongan mknan fermentasidi negara2 Asia mnrt Steinkraus (1982) Mknan ferm yg dihslkan berdsrkan proses proteolisis pada protein nabati oleh aktivitas enzim mikrobia contoh : soy sauce dari China, Shoyu dan miso dari Jepang, kecap dan tauco dari Ind Mknan ferm yg dihslkan berdsrkan proses hidrolisis ikan/udang dlm lart garam pekat misal petis, terasi Mknan ferm yg dihslkan memp tekstur yg menyerupai daging dari bahan serealia atau kacang2an sbg substrat misal tempe, oncom Mknan ferm dg mempergunakan prinsip koji sbg inokulan misal soy sauce, miso, kecap, tempe, oncom, tape, brem, sake Mknan ferm yg dihslkan berdsrkan proses yg dpt menghasilkan asam2 organik sbg hasil utamanya misal kimchi, tape Mknan ferm yg dihslkan berdsrkan proses fermentasi alkohol misal sake, tape ketan, tape ketela, brem 10
  • 11.
    Penggolongan lain : Prosesfermentasi yang dapat menghasilkan flavor seperti daging dari protein nabati (soy sauce, shoyu, kecap, miso/tauco) Proses fermentasi yang dapat menghasilkan flavor spt daging dari protein hewani (saus ikan, udang, pasta ikan) Proses fermentasi yg dpt membentuk tekstur spt daging dari bahan serealia (tempe, oncom) Proses fermentasi yang ditujukan untuk menaikkan kandungan protein dari bahan berpati (tape ketan, tape ketela) Proses fermentasi yg ditujukan untuk memperkaya produk dengan vitamin (tape, tempe, oncom) Proses fermentasi yg ditujukan utk produksi roti dari bahan bukan gandum Proses fermentasi yg ditujukan utk mengurangi waktu pemasakan dan bahan bakar yg dipergunakan (tempe, oncom) Proses fermentasi yg ditujukan sbg pengawetan dgn biaya yg relatif rendah (pickle, sauerkraut, kimchi) 11
  • 12.
    Fermentasi Pangan dariBahan Protein Nabati 12
  • 13.
    Tempe Ciri-ciri : warnaputih, tekstur kompak, flavor spesifik Warna putih disebabkan miselia jamur yg tumbuh pada permukaan biji kedele Jamur Rhizopus oligosporus 13
  • 14.
    Sifat-sifat jamur R.oligosporus Tidak dapat menggunakan sumber karbon dari KH biji kedele spt stakhiosa, rafinosa, dan sukrosa, ttpi bisa mgnkan sumber C dari glukosa, fruktosa, galaktosa, dan maltosa Memp aktivitas enzim lipase yg tinggi Sbg sumber N digunakan garam amonium dan aa spt prolin, glisin, asam aspartat, dan leusin Memp aktivitas proteolitik yg tinggi Tdk memp aktivitas pektinase Dpt mensintesa komponen antioksidan yi isoflavon Dpt menghslkan aroma dan flavor spesifik tempe Dpt menghslkan komponen antibakteri Dpt menghambat pertumbuhan, sporulasi, dan pembentukan aflatoksin oleh A. flavus dan A. parasiticus Dpt menghambat pbtkan toksin oleh Pseudomonas cocovenenans pada pembuatan tempe bongkrek 14
  • 15.
    Proses pembuatan Kedele Pencucian Perendaman dlmair 24 jam, smp pH 4,5-5,0 Perebusan 1 jam Penghilangan kulit Pendinginan sambil dikeringanginkan Inokulasi Pembungkusan Fermentasi 24 jam Tempe 15
  • 16.
    Tempe … 1 Bakperendam Boiler/pemanas Perebusan 16
  • 17.
  • 18.
  • 19.
    Kecap Kecap dalam masakanberperan sbg penguat flavor Inokulan : A. oryzae dan A. sojae (dominan), BAL yg bersifat homofermentatif terutama Pediococcus cerevisiae, L. delbruekci, dan yeast yg toleran thd garam tinggi Utk industri RT banyak yg mgnkan inokulan tempe Yg pertama kali tumbuh adalah BAL (membtk aroma dan flavor yg spesifik)  menghslkan asam  pH turun  kondisi opt utk pertumbuhan yeast (menghslkan etanol, komponen flavor) 19
  • 20.
    Pembuatan kecap Biji kedelai Pencucian Perebusan Penirisandan pendinginan Fermentasi koji/jamur Pengeringan dan penghilangan miselia jamur Fermentasi moromi (dlm larutan garam) 2 mg-2 bl Ekstraksi dan filtrasi Perebusan, Penambahan gula kelapa dan bumbu Pembotolan Kecap 20
  • 21.
  • 22.
    Pembuatan tauco Biji kedelai Pencucian Perendaman12 jam Penghilangan kulit Perebusan 1-2 jam Penirisan dan pendinginan Pencampuran tpg tapioka/beras 1:2 Inokulasi Inkubasi 2-5 hari Perendaman dlm lart garam 20% Inkubasi 21-30 hari Tauco mentah Pemasakan dg penambahan bumbu 22
  • 23.
    Fermentasi sayuran danbuah-buahan Sayuran dan buah-buahan digarami terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dg fermentasi  asinan Proses fermentasi berlangsung secara spontan (tanpa starter) Contoh :  Tempoyak : fermentasi durian; asinan sawi  Di LN : sauerkraut, kimchi 23
  • 24.
    Fermentasi Pangan dariBahan Protein Hewani 24
  • 25.
    Yoghurt Susu yg difermentasikanoleh L. bulgaricus dan S. thermophilus yang memp rasa asam yg segar dan tekstur semi padat Mrpk produk khas Eropa akan tetapi di negara2 lain dpt memp nama yg berbeda mis jugurt  Turki, dahi  India, dadih  Indonesia 25
  • 26.
    Pembuatan yogurt scrtradisional Susu Homogenisasi 2000-2500 psi Pasteurisasi 90 oC, 5-15 menit Pendinginan suhu 40-45 oC Inokulasi Inkubasi 40-45 oC smp menggumpal yoghurt 26
  • 27.
    Pembuatan yogurt susu ultralow fat 90% (v/v), skim 2% (b/v), gula 10% (b/v), essence 0,3% (b/v) dicampur dipasteurisasi 85 o C, 30 menit didinginkan 40 o C diinokulasi dengan starter 10% (v/v) tuang ke cup steril @ 50-60 ml inkubasi 43 o C, 6-7 jam disimpan di cool room (4 o C) yogurt dingin Keterangan : starter dibuat dari campuran kultur L. bulgaricus : S. thermophilus = 1:1 atau L. bulgaricus : Lactobacillus spp Dad13 : S. thermophilus = 1:1:2 atau L. bulgaricus : Lactobacillus plantarum Mut7 : S. thermophilus = 1:1:2 27
  • 28.
    Keju Susu yg diinokulasioleh mikrobia yg membentuk asam laktat dan membentuk curd/jendalan  dipress shg air hilang  ripening/pematangan Mikrobia yg digunakan gol bakteri asam laktat dan jamur ttt misal P. roqueforti 28
  • 29.
    ā€˜Soft’ cheeses Possess anouter rind composed of hyphae of Penicillium camemberti and yeast cells of Geotrichum candidum. Swiss cheeses Propionobacter species produce propionic acid giving these cheeses their distinctive flavour, whilst the CO2 released makes the characteristic holes. ā€˜Blue’ cheeses Veination in blue-cheese results from growth of Penicillium species, most commonly P.roquefortii and P.glaucum. 29
  • 30.
  • 31.
  • 32.
  • 33.
  • 34.
  • 35.
    Fermentasi Pangan dariBahan Berpati 35
  • 36.
    Fermentasi ketela pohon& beras ketan : Tape Inokulum ragi : yeast & jamur amilolitik, bakteri asam laktat (BAL) Yeast & jamur amilolitik akan memecah pati mjd gula sederhana, fermentasi dilanjutkan yeast dan BAL Fermentasi berlangsung 1-2 hari  tekstur mjd lunak, berair, rasa dan aroma yang asam beralkohol 36
  • 37.
    Fermentasi bahan berpatilainnya : Bread Saccharomyces cerevisiae converts sugars into CO2 and ethanol. CO2 expands during baking, giving an open structure. Amylase breaks down starch. Proteases digest gluten, altering texture. Alcohol Saccharomyces cerevisiae (or S.carlsbergensis) is often used to ferment sugars to alcohol and CO2 in beer, wine and spirit production. * In the production of rice wines, filamentous fungi such as Aspergillus (Saki) and Rhizopus (Sonti) are used. Other moulds such as Botrytis may alter the flavour of traditional wines. 37
  • 38.
    Requirements for GoodStarter Cultures Activity Stable Metabolism No Objectionable Characteristics 38
  • 39.
    Types of StarterCultures Single Strain  One strain of one species Mixed or Multiple Strains  More then one strain of 1 Species Multiple Species 39
  • 40.
    Use of StarterCultures Butter, Buttermilk, Sour Cream Yogurt Kefir Acidophilus Milk Cheeses 40
  • 41.