PENGUKURAN KINERJA SUPPLY
CHAIN
Oleh: Dwi Yuda Syaputra, S.A.B., M.M
Konsep Supply Chain Excellence
Supply Chain
Excellence
Mendukung strategi
bisnis organisasi
Penyesuaian terhadap
Perubahan strategi
Keseimbangan matrik &
tujuan performansi
Fokus pada
tujuan operasional
Memfokuskan
sumber daya
Peran manajer
supply chain
Memastikan praktek
SC sesuai strategi
Pengukuran Kinerja Supply Chain
Fungsi pengukuran kinerja:
• Melakukan monitoring dan pengendalian
• Mengkomunikasikan tujuan organisasi ke fungsi-
fungsi pada SC
• Mengetahui dimana posisi suatu organisasi relatif
terhadap pesaing maupun tujuan yang hendak
dicapai
• Menentukan arah perbaikan untuk menciptakan
keunggulan dalam bersaing
Pengukuran Kinerja Supply Chain
Pengukuran kinerja supply chain adalah suatu
siklus yang terdiri dari identifikasi masalah,
memahami akar penyebab masalah, merespon
dengan tindakan yang korektif, dan secara
berkelanjutan memvalidasi data, proses, dan
tindakan
(Lee dan Amaral, 2002)
Pengukuran Kinerja Supply Chain
Banyak proses dalam SC yang memang lebih baik
diukur dalam satuan non-finansial :
• Lead time dan waktu setup diukur dalam satuan waktu
• Tingkat persediaan diukur dalam unit
• Kualitas sebuah proses diukur dalam prosentase output
yang di luar batas spesifikasi
Berdasarkan Waktu
Metrik bisa digunakan untuk mengukur kinerja masa lalu atau memprediksi
kinerja masa mendatang (predictive metrics)
Return on Assets (ROA)
Biaya lembur per jam orang
(untuk memprediksi
kekurangan anggaran)
Lead Time
Jumlah sub-proses dan setup
(untuk memprediksi lead
time)
Metric
Focus
Outcome Predictive
Metric Tense
Financial
Operational
Pengukuran Kinerja Supply Chain
Kumpulan beberapa metric membentuk metric sets yang
diperlukan untuk memberikan informasi kinerja sebuah sub sistem.
Contoh: metrik set untuk persedian, terdiri dari individual metrik:
• Ongkos simpan
• Tingkat perputaran
• Utilisasi sumberdaya yang terkait, dsb
Pengukuran Kinerja Supply Chain
Pada level tertinggi kita memiliki sistem
pengukuran kinerja secara keseluruhan yang
menjadi alat untuk menciptakan kesesuaian
(alignment) antara metric sets dengan tujuan
strategis organisasi
Pendekatan Proses dalam PKSC
Menurut Chan & Li (2003) Pendekatan PKSC berdasarkan proses sejalan
dengan hakekat dari SCM dan memberikan kontribusi yang signifikan
terhadap perbaikan berkesinambungan
• Proses adalah kumpulan aktivitas yang melintasi waktu dan tempat, memiliki
awal, akhir, dan input maupun output yang jelas
• Hakekat SCM adalah mendorong terjadinya integrasi antar fungsi
• Pendekatan proses pada PKSC memungkinkan kita untuk mengidentifikasi
masalah pada suatu proses sehingga bisa mengambil tindakan koreksi
sebelum masalah meluas
Tujuh Langkah Merancang Sistem Pengukuran Kinerja
Berdasarkan Proses (Chan & Li, 2003):
• Identifikasi dan hubungkan semua proses yang terlibat (di dalam maupun luar
organisasi)
• Definisikan dan batasi proses inti
• Tentukan misi, tanggung jawab, dan fungsi dari proses inti
• Uraikan dan identifikasi sub-proses
• Tentukan tanggung jawab dan fungsi sub-proses
• Uraikan lebih lanjut sub-proses menjadi aktivitas
• Hubungkan target antar hirarki mulai dari proses sampai ke aktivitas
Model SCOR (Supply Chain Operations Reference)
Model acuan dari operasi supply chain yang mengintegrasikan tiga elemen utama dalam
manajemen
• Bussiness process reengineering
• Menangkap proses kompleks yang terjadi saat ini (as is) dan mendefinisikan proses
yang diinginkan (to be)
• Benchmarking
• Mendapatkan data kinerja operasional dari perusahaan sejenis
• Process measurement
• Berfungsi untuk mengukur, mengendalikan, dan memperbaiki proses-proses SC
SCOR membagi proses-proses menjadi 5 proses inti, yaitu :
1. Plan: proses yang menyeimbangkan permintaan dan pasokan untuk menentukan
tindakan terbaik dalam memenuhi kebutuhan pengadaan, produksi, dan
pengiriman
2. Source: proses pengadaan barang maupun jasa untuk memenuhi permintaan
3. Make: proses untuk mentransformasi bahan baku / komponen menjadi produk
yang diinginkan pelanggan
4. Deliver: proses untuk memenuhi permintaan terhadap barang maupun jasa
5. Return: proses pengembalian atau menerima pengembalian produk karena
berbagai alasan

Pengukuran Kinerja Supply Chain.pptx

  • 1.
    PENGUKURAN KINERJA SUPPLY CHAIN Oleh:Dwi Yuda Syaputra, S.A.B., M.M
  • 2.
    Konsep Supply ChainExcellence Supply Chain Excellence Mendukung strategi bisnis organisasi Penyesuaian terhadap Perubahan strategi Keseimbangan matrik & tujuan performansi Fokus pada tujuan operasional Memfokuskan sumber daya Peran manajer supply chain Memastikan praktek SC sesuai strategi
  • 3.
    Pengukuran Kinerja SupplyChain Fungsi pengukuran kinerja: • Melakukan monitoring dan pengendalian • Mengkomunikasikan tujuan organisasi ke fungsi- fungsi pada SC • Mengetahui dimana posisi suatu organisasi relatif terhadap pesaing maupun tujuan yang hendak dicapai • Menentukan arah perbaikan untuk menciptakan keunggulan dalam bersaing
  • 4.
    Pengukuran Kinerja SupplyChain Pengukuran kinerja supply chain adalah suatu siklus yang terdiri dari identifikasi masalah, memahami akar penyebab masalah, merespon dengan tindakan yang korektif, dan secara berkelanjutan memvalidasi data, proses, dan tindakan (Lee dan Amaral, 2002)
  • 5.
    Pengukuran Kinerja SupplyChain Banyak proses dalam SC yang memang lebih baik diukur dalam satuan non-finansial : • Lead time dan waktu setup diukur dalam satuan waktu • Tingkat persediaan diukur dalam unit • Kualitas sebuah proses diukur dalam prosentase output yang di luar batas spesifikasi
  • 6.
    Berdasarkan Waktu Metrik bisadigunakan untuk mengukur kinerja masa lalu atau memprediksi kinerja masa mendatang (predictive metrics) Return on Assets (ROA) Biaya lembur per jam orang (untuk memprediksi kekurangan anggaran) Lead Time Jumlah sub-proses dan setup (untuk memprediksi lead time) Metric Focus Outcome Predictive Metric Tense Financial Operational
  • 7.
    Pengukuran Kinerja SupplyChain Kumpulan beberapa metric membentuk metric sets yang diperlukan untuk memberikan informasi kinerja sebuah sub sistem. Contoh: metrik set untuk persedian, terdiri dari individual metrik: • Ongkos simpan • Tingkat perputaran • Utilisasi sumberdaya yang terkait, dsb
  • 8.
    Pengukuran Kinerja SupplyChain Pada level tertinggi kita memiliki sistem pengukuran kinerja secara keseluruhan yang menjadi alat untuk menciptakan kesesuaian (alignment) antara metric sets dengan tujuan strategis organisasi
  • 9.
    Pendekatan Proses dalamPKSC Menurut Chan & Li (2003) Pendekatan PKSC berdasarkan proses sejalan dengan hakekat dari SCM dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perbaikan berkesinambungan • Proses adalah kumpulan aktivitas yang melintasi waktu dan tempat, memiliki awal, akhir, dan input maupun output yang jelas • Hakekat SCM adalah mendorong terjadinya integrasi antar fungsi • Pendekatan proses pada PKSC memungkinkan kita untuk mengidentifikasi masalah pada suatu proses sehingga bisa mengambil tindakan koreksi sebelum masalah meluas
  • 10.
    Tujuh Langkah MerancangSistem Pengukuran Kinerja Berdasarkan Proses (Chan & Li, 2003): • Identifikasi dan hubungkan semua proses yang terlibat (di dalam maupun luar organisasi) • Definisikan dan batasi proses inti • Tentukan misi, tanggung jawab, dan fungsi dari proses inti • Uraikan dan identifikasi sub-proses • Tentukan tanggung jawab dan fungsi sub-proses • Uraikan lebih lanjut sub-proses menjadi aktivitas • Hubungkan target antar hirarki mulai dari proses sampai ke aktivitas
  • 11.
    Model SCOR (SupplyChain Operations Reference) Model acuan dari operasi supply chain yang mengintegrasikan tiga elemen utama dalam manajemen • Bussiness process reengineering • Menangkap proses kompleks yang terjadi saat ini (as is) dan mendefinisikan proses yang diinginkan (to be) • Benchmarking • Mendapatkan data kinerja operasional dari perusahaan sejenis • Process measurement • Berfungsi untuk mengukur, mengendalikan, dan memperbaiki proses-proses SC
  • 12.
    SCOR membagi proses-prosesmenjadi 5 proses inti, yaitu : 1. Plan: proses yang menyeimbangkan permintaan dan pasokan untuk menentukan tindakan terbaik dalam memenuhi kebutuhan pengadaan, produksi, dan pengiriman 2. Source: proses pengadaan barang maupun jasa untuk memenuhi permintaan 3. Make: proses untuk mentransformasi bahan baku / komponen menjadi produk yang diinginkan pelanggan 4. Deliver: proses untuk memenuhi permintaan terhadap barang maupun jasa 5. Return: proses pengembalian atau menerima pengembalian produk karena berbagai alasan