ARAH KEBIJAKAN STRATEGISKABINET MERAH PUTIH TERKAIT
MANAJEMEN ASN
Memperkuat reformasi politik, hukum dan birokrasi, serta
memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi, narkoba,
judi dan penyelundupan
4.
• The Forumestimates that by 2025, 85
million jobs may be displaced by a shift in
the division of labour between humans and
machines.
• But even more jobs – 97 million – may
emerge that are more adapted to the new
division of labour between humans,
machines and algorithms.
RUANG LINGKUP MANAJEMENASN
UU 20/2023
Pasal 31
a. perencanaan kebutuhan;
b. pengadaan;
c. penguatan budaya kerja dan citra
institusi;
d. pengelolaan kinerja;
e. pengembangan talenta dan karier;
f. pengembangan kompetensi;
g. pemberian penghargaan dan
pengakuan; dan
h. pemberhentian.
MANAJEMEN ASN
8.
HAK ASN
Pegawai ASNberhak memperoleh penghargaan dan pengakuan
berupa materiel dan/atau nonmateriel.
9.
DASAR HUKUM
PENGEMBANGAN KOMPETENSIDAN KARIER ASN
PerLAN No. 10 Tahun 2018
tentang Pengembangan
Kompetensi PNS
• Pasal 4 setiap PNS memiliki hak dan kesempatan
pengembangan kompetensi paling sedikit 20 JP/tahun
• Pasal 21 penyusunan kebutuhan dan rencana
pengembangan kompetensi nasional disusun dalam
forum yang terdiri dari Kementerian Aparatur
Negara, LAN, BKN, Instansi Teknis/Pembina
• Pasal 35 pelaksanaan pengembangan kompetensi
nasional dilaksanakan LAN, Instansi Tenis dan
Pembina JF
Permenpan RB No. 1 Tahun
2023
tentang Jabatan Fungsional
• Pasal 46 Pejabat Fungsional wajib
mengembangkan kompetensi sesuai minat
dan kebutuhan tugas JF
• Pasal 46-47 Instansi Pembina menyusun
konten, strategi, program pengembangan
kompetensi. Menyusun kurikulum,
menyelenggarakan, menganalisis kebutuhan,
akreditasi pelatihan JF
Permenpan RB No. 22 Tahun
2021 tentang Pola Karier PNS
• Pasal 23 Pola karier merupakan bagian sistem
manajemen talenta, pasal 24 dalam bentuk pola
karier nasional, pasal 26 antar Instansi Pusat,
antar Instansi Daerah, antar Isntansi Pusat –
Instansi Daerah (talent mobility)
UU No. 20 Tahun 2023 tentang
Aparatur Sipil Negara
• Pasal 21 angka (8) Pegawai ASN berhak
memperoleh pengembangan talenta dan karier
dan/atau pengembangan kompetensi
• Pasal 31 manajemen ASN salah satunya
pengembangan talenta dan karier,serta
kompetensi
• Pasal 46 angka (2) pengembangan talenta dan
karier dilaksankan melalui mobilitas talenta
• Pasal 49 angka (1-2) pengembangan
kompetensi melalui pembelajaran terintgrasi
Permenpan RB No. 3 Tahun
2020
tentang Manajemen Talenta
• Pasal 2 tujuan Manajemen talenta meningkatkan
profesionalisme, kompetensi, kinerja,kepastian karier
dan akselerasi pengembangan karier talenta
• Pasal 23 pengembangan talenta melalui akselerasi karier,
pengembangan kompetensi, peningkatan kualifikasi.
• Pasal 24 retensi talenta melalui job rotation, enlargement,
enrichment dan penghargaan
• Pasal 28 Manajemen talenta nasional bagian dari
manajemen pengembangan karier nasional melalui
mutasi dan/atau promosi
PerBKN No. 22 Tahun 2013 tentang
Pedoman Penyusunan Rencana
Pengembangan PNS
Pengembangan kapasitas dan kapabilitas PNS bertujuan untuk
meningkatkan karier PNS sesuai dengan rencana pengembangan
PNS yang sistematis, berkelanjutan dan terintegrasi dan
transparan
1
2
3
4
5
6
10.
TRANSFORMASI MANAJEMEN SDMBERBASIS
HUMAN CAPITAL MANAGEMENT
(UU ASN No. 20/2023)
HR Model Dave
Ulrich
Pergeseran dari
fungsional ke
fokus strategis
Peningkatan
kolaborasi
Pengembangan
kompetensi
baru
Peningkatan
dampak
organisasi
mengadopsi pola pikir yang lebih strategis,
dengan fokus pada kegiatan yang
berkontribusi pada keberhasilan organisasi
daripada hanya melakukan tugas-tugas
administratif.
mengambil peran kemitraan, mereka perlu
bekerja sama dengan fungsi bisnis/tupoksi
lainnya untuk menyelaraskan upaya mereka
dengan strategi dan tujuan organisasi secara
keseluruhan
mengembangkan beragam keterampilan dan
kemampuan, seperti pemikiran strategis,
manajemen perubahan, dan kecerdasan
finansial, untuk unggul dalam setiap peran
berfokus pada kegiatan penambahan nilai,
profesional SDM dapat secara langsung
berkontribusi pada kinerja organisasi,
mendorong hasil dan hasil yang lebih baik
11.
RUANG LINGKUP MANAJEMENASN
UU 20/2023
perencanaan kebutuhan
pengadaan
penguatan budaya kerja
dan citra institusi
pengelolaan kinerja
pengembangan talenta
dan karier
pengembangan
kompetensi;
pemberian penghargaan
dan pengakuan;
pemberhentian.
1
2
3
4
5
6
7
8
12.
SISTEM MERIT MANAJEMENASN
Sistem Merit meritokrasi. diselenggarakan sesual dengan prinsip Yang dimaksud dengan "prinsip meritokrasi"
adalah prinsip pengelolaan sumber daya manusia yang didasarkan pada kualifikasi, kompetensi, potensi, dan
kinerja, serta integritas dan moralitas yang dilaksanakan secara adil dan wajar dengan tidak membedakan
latar belakang suku, ras, warna kulit, agama, asal-usul, jenis kelamin, status pernikahan, umur, atau
berkebutuhan khusus (UU ASN 20 Tahun 2023 )
Penerapan sistem merit dimaksudkan untuk:
1) menempatkan ASN yang profesional dan berintegritas pada
jabatan birokrasi pemerintah sesuai kompetensinya
2) mempertahankan ASN melalui pemberian kompensasi yang
layak
3) mengembangkan kemampuan ASN melalui bimbingan dan
diklat
4) melindungi karier ASN dari diskriminasi, primordialisme dan
kebijakan lainnya yang bertentangan dengan prinsip merit
13.
TUJUAN PENGEMBANGAN KOMPETENSI
DANKARIER
Membantu pencapaian tujuan
individu dan organisasi dalam
pengembangan karier pegawai
Menunjukan hubungan
kesejahteraan pegawai organisasi
Membantu pegawai menyadari
kemampuan potensinya
Membantu memperkuat
pelaksanaan program –program
organisasi
Mengurangi keusangan profesi
dan manajerial
Memudahkan dalam hal penempatan
pegawai dalam suatu posisis jabatan
yang mmerlukan persyaratan dan
kualifikasi sesuai porsinya
Mengintegrasikan perencanana
kerja dan kepegawaian
14.
MANFAAT PENGEMBANGAN KOMPETENSIDAN
KARIER
ORGANISASI INDIVIDU
Tujuan organisasi dan pegawai selaras
Program pengembangan SDM Lebih
Efektif
Iklim Organisasi menjadi lebih sehat
Pegawai lebih mengetahuai passion nya
Kesejahteraan pegawai menjadi lebih
terjamin
Partisipasi dan komitmen pegawai kepada
organisasi meningkat
15.
DEFINISI
Human Capital DevelopmentPlan (HCDP) adalah kata lain dari
dokumen perencanaan pengembangan sumber daya manusia
organisasi atau bisa disamakan dengan dokumen rencana
peningkatan kompetensi yang dilaksanakan secara sistematis,
terencana, dan berkelanjutan untuk meningkatkan kapasitas
dan kapabilitas guna mengembangkan karier PNS sesuai
dengan tuntutan pekerjaan dan kebutuhan organisasi yang
tercermin dalam grand strategi organisasi dan tusi organisasi
baik melalui pendidikan dan pelatihan maupun non pendidikan
dan pelatihan.
HUMAN CAPITAL
DEVELOPMENT
PLAN
Konsep HCDP ini memandang sumber daya manusia sebagai
aset (modal) pokok dari suatu instansi/organisasi, yang harus
dikelola secara lebih terukur, dimulai dari perencanaan
pendayagunaan dan pengembangannya yang terintegrasi dan
utuh sebagai bagian dari rencana strategis organisasi.
16.
PERMASALAHAN PENGEMBANGAN KOMPETENSI
6
Pengembangankompetensi belum
mendukung rencana pembangunan
dan rencana strategis organisasi
4
Dukungan sumber
daya yang terbatas
2
Dampak pengembangan
kompetensi belum optimal
5
Pembelajaran belum
terintegrasi dengan
manajemen talenta
3
Sistem yang terfragmentasi
dikelola masing-masing instansi
1
Ekosistem Birokrasi yang tidak
mendukung budaya belajar
PENGEMBANGAN KOMPETENSI PEGAWAINEGERI SIPIL
• Pengembangan Kompetensi adalah
upaya untuk pemenuhan kebutuhan
kompetensi PNS dengan standar
kompetensi Jabatan dan rencana
pengembangan karier.
DEFINISI
• penyusunan Kebutuhan dan
Rencana Pengembangan
Kompetensi;
• pelaksanaan Pengembangan
Kompetensi; dan
• evaluasi Pengembangan
Kompetensi.
Tahapan
PERLAN 10 TAHUN 2018
22.
PENYUSUNAN KEBUTUHAN DANRENCANA
PENGEMBANGAN KOMPETENSI
Inventarisasi jenis kompetensi yang perlu
dikembangkan dari setiap PNS
Penyusunan Profil PNS (data hasil analisis
kesenjangan kompetensi, data hasil analisis
kesenjangan kinerja)
Penyusunan standarisasi jabatan
Penyusunan dokumen perencanaan pengembangan
pegawai
23.
KEBUTUHAN DAN RENCANA
PENGEMBANGANKOMPETENSI
ASN yang akan dikembangkan
Jabatan yang akan
dikembangkan
jenis Kompetensi yang perlu
dikembangkan
bentuk dan jalur
Pengembangan Kompetensi
penyelenggara
Pengembangan Kompetensi
jadwal atau waktu pelaksanaan
kebutuhan anggaran
Jumlah JP
24.
STANDAR KOMPETENSI
Standar KompetensiJabatan Aparatur Sipil Negara atau Standar
Kompetensi ASN adalah deskripsi pengetahuan, keterampilan dan
perilaku yang diperlukan seorang Aparatur Sipil Negara dalam
melaksanakan tugas jabatan.
Standar Kompetensi ASN meliputi:
a. Nama jabatan;
b. Uraian jabatan
c. Kode jabatan
d. Pangkat, golongan ruang yang sesuai
e. Kompetensi teknis
f. Kompetensi manajerial
g. Kompetensi sosial kultural
h. Uraian kinerja jabatan
25.
JENIS KOMPETENSI
Kompetensi Manajerial
KompetensiSosial Kultural
pengetahuan, keterampilan, dan sikap/perilaku yang dapat diamati,
diukur, dikembangkan untuk memimpin dan/atau mengelola unit
organisasi
pengetahuan, keterampilan, dan sikap/perilaku yang dapat diamati, diukur,
dan dikembangkan terkait dengan pengalaman berinteraksi dengan
masyarakat majemuk dalam hal agama, suku dan budaya, perilaku, wawasan
kebangsaan, etika, nilai-nilai, moral, emosi dan prinsip, yang harus dipenuhi
oleh setiap pemegang Jabatan untuk memperoleh hasil kerja sesuai dengan
peran, fungsi dan Jabatan
Kompetensi Teknis
pengetahuan, keterampilan, dan sikap/perilaku yang dapat diamati, diukur
dan dikembangkan yang spesifik berkaitan dengan bidang teknis jabatan.
26.
PENILAIAN KOMPETENSI
Kompetensi
Kompetensi terdiriatas:
a. Kompetensi Teknis;
b. Kompetensi Manajerial; dan
c. Kompetensi Sosial Kultural
d. Kompetensi Digital Literacy
Sistem Penilaian Kompetensi
merupakan mekanisme yang digunakan untuk
mengukur kesenjangan Kompetensi Pegawai dengan
Kompetensi yang dipersyaratkan pada setiap Jabatan.
Penilaian Kompetensi
Penilaian Kompetensi dilakukan oleh instansi yang
berwenang sesuai dengan peraturan perundang-
undangan yang ditetapkan oleh Kepala Badan
Kepegawaian Negara
1
2
3
Data Penilaian Kompetensi
Data hasil penilaian kompetensi yang digunakan
adalah data yang terdapat pada aplikasi SIASN BKN
4
27.
ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN
KAPASISTAS& KAPABILITAS
Peta Kompetensi
Peta Kompetensi di dapat dari hasil
pemetaan kompetensi sesuai dengan
level kompetensi masing-masing
Analisis Gap Kompetensi
Analisis Gap Kompetensi antara hasil
pemetaan kompetensi dengan
standar kompetensi masing-masing
jenjang JF
Kebutuhan Pengembangan
Kapasitas dan Kapabilitas JFK
Identifikasi jenis pengembangan kapasitas dan
kapabilitas masing-masing JFK sesuai dengan
hasil analisis gap kompetensi untuk memuhi
syarat kompetensi masing-masing dan untuk
mempersiapkan JFK di jenjang atau jabatan
future
28.
STRATEGI PEMBELAJARAN
HCDP Instansi:Visi dan Misi, Critical
Occupation List, analisis gap
kompetensi, sumber belajar,
metode pembelajaran
• 10% Formal Learning (aktivitas pembelajaran melalui ceramah dalam kelas/luar kelas)
• 20% Social Learning (aktivitas pembelajaran kolaboratif dalam komunitas/bimbingan/interaksi/observasi pihak lain)
• 70% Experential Learning (Akivitas pembelajaran terintegrasi di tempat kerja )
Formal Learning: formal
education, training development
program, seminars, conferences
Social Learning: seeking
feedbacks, observing others,
brainstorming,
coaching&mentoring
Experential Learning: learning in
real situation, try a new approach
to old problem,delivering
teamwork
Prinsip HCDP: Obyektif, Sistematis,
Berkelanjutan, Terintegrasi, Transparan
29.
PELAKSANAAN PENGEMBANGAN KOMPETENSI
02
01
03
Pelatihanklasikal
Pelatihan Non Klasikal
Pendidikan melalui mekanisme tugas
belajar
• Pelatihan struktural kepemimpinan
• Pelatihan manjerial
• Pelatihan teknis
• Pelatihan fungsional
• Pelatihan sosio kultural
• Seminar/konferensi
• Workshop/kurus/lokakarya
• Bimtek/sosialisasi
• Coaching
• Mentoring
• E-learning
• Pelatihan jarak jauh
• Detasering
• Benchmarking
• Pertukaran PNS
• Belajar mandiri
• Bimbingan
• Magang
• Tugas belajar beasiswa
• Tugas belajar biaya mandiri