Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Kementerian dalam Negeri
Kebijakan Pengembangan
Kompetensi Jabatan Fungsional
Polisi Pamong Praja
(Permendagri No. 71 Tahun 2020)
bpsdm.kemendagri bpsdm.kemendagri.go.id
DASAR HUKUM PENGEMBANGAN KOMPETENSI
UU 5 Tahun 2014
tentang Aparatur
Sipil Negara
PP Nomor 11
Tahun 2017
tentang
Manajemen PNS
PP Nomor 16
Tahun 2018
tentang Satuan
Polisi Pamong
Praja
PerMendagri No 11
Th 2018 tentang
Sistem
Pengembangan
SDM Aparatur
Berbasis
Kompetensi di
Lingkungan
Kementerian
Dalam Negeri dan
Pemerintah Daerah
Permendagri No.
71 Tahun 2020
tentang
Penyelenggaraan
Diklat Bagi PolPP
Tema RKP Tahun 2020
“Peningkatan Sumber
Daya Manusia untuk
Pertumbuhan Berkualitas”
2020
RPJMN 2020-2024
RPJMN 2020-2024
“Indonesia Berpenghasilan Menengah – Tinggi yang Sejahtera,
Adil, dan Berkesinambungan”
2021 2022 2023 2023
AMANAT PRESIDEN JOKO
WIDODO
FOKUS : INVESTASI SDM
PEMBANGUNAN KARAKTER
POSITIF
ada program komprehensif
terkait karakter positif yang
menyentuh pendidikan anak,
bahkan sejak anak usia dini
PENINGKATAN AKSES DAN
KUALITAS PENDIDIKAN
Memperkuat pendidikan
karakter dan budi pekerti yang
baik
MENDORONG link and
match antara INDUSTRI
DENGAN PENDIDIKAN
“Aset paling penting dari bangsa Indonesia
adalah manusianya. Karena itu, pemerintah
tidak hanya memprioritaskan investasi fisik, tapi
juga investasi sumber daya manusia dengan
terobosan kebijakan untuk meningkatkan kualitas
manusia Indonesia yang mampu bersaing di
dunia Internasional”
TRANSFORMASI BIROKRASI & SDMA
RULE BASED
BUREAUCRACY
PERFORMANCE BASED
BUREAUCRACY
DYNAMIC
GOVERNANCE
2013
2018
2025
ADMINISTRASI
KEPEGAWAIAN
MANAJEMEN
SDM
PENGEMBANGAN
POTENSI HUMAN
CAPITAL
BIROKRASI
BERSIH,
KOMPETEN
DAN
MELAYANI
EFFICIENCY
DRIVEN
PERSIAPAN AKSELERASI KEBERLANJUTAN
PDB Nominal per capita 14.900 US$
FACTOR
DRIVEN
EFFICIENCY
DRIVEN
INDONESIA menjadi
negara High Income
Kebijakan Membangun Sistem Merit ASN
• Tim Penilai Kinerja
• Kelas Jabatan: beban, tanggung
jawab & resiko pekerjaan
• Pangkat melekat pada jabatan
• Remunerasi ditentukan pd kinerja
bukan pd jabatan semata
Meningkatkan kinerja
berkelanjutan
• Anjab & ABK thd Renstra K/L/D
• Geogrfis, Jml Penduduk, Belanja
Pegawai
• Penggunaan sistem elektronik
Menyesuaikan arah
pembangunan nasional
6P
• Training Need Analysis (TNA)
• Diklat, Coaching & Mentoring
berbasis: 20JP/Thn
• Sekolah kader
• Diklat NKRI
Mengurangi kesenjangan
kompetensi
• Talent Mapping,
Succession & Career Planning
• Rotasi nasional (perekat
NKRI)
• Standar Kompetensi
Jabatan dan Rencana
Pengembangan Karier
• Mutasi 2-5 Thn
Menuju ASN
yang dinamis • Rekrutmen berbasis
jabatan
• ADM, TKD & TKB
• Masa Percobaan (CPNS
1x), Orientasi &
engagement utk setiap
penugasan
• Open rekrutmen unt JPT
Mendapatkan talenta
terbaik
• Sistem pensiun & JHT
menjadi iuran pasti
• Sistem kompensasi
Mengapresiasi
secara layak
BUDAYA KERJA &
KEPEMIMPINAN
SISTEM &
INFRASTRUKTUR
KEBIJAKAN &
PROSES
P ERCEP ATAN
PELAYANAN
FLEKS IBILITAS
KERJA
EFISIENSI
P ELAYANAN
AKURASI
P ELAYANAN
BIROKRASI 4.0
BERSIH DARI PRAKTIK KKN
NETRAL & BEBAS INTERVENSI
POLITIK
PROFESIONAL
INTEGRITAS
Apa sesungguhnya
sosok Pegawai
yang dibutuhkan
Untuk mewujudkan
SMART ASN
MAMPU MEMBERI YANLIK
PEREKAT NKRI
Sebagai Pelaksana
Kebijakan Publik
Sebagai Pelayanan
Publik
Sebagai Perekat
dan Pemersatu NKRI
FUNGSI
ASN
X
KINERJA DAN
PRODUKTIVITAS
TINGGI
KOMPETEN
DAN
KOMPETITIF
SMART
ASN
DISIPLIN
BERINTEGRITAS
SINERGI
MEWUJUDKAN SDM
YANG KOMPETEN
BPSDM Kemendagri siap
membantu
mengembangkan
dan memelihara
kompetensi
dalam rangka penyiapan
aparatur ASN Pemdagri,
baik
dalam hal standardisasi,
pelaksanaan
pengembangan
kompetensi maupun
sertifikasi
BPSDM Kemendagri siap
memfasilitasi dan
menjembatani kerja sama
pengembangan SDM ASN
Pemdagri dengan K/L
teknis dan berbagai pihak di
dalam maupun di luar
negeri
BAGAIMANA PERAN BPSDM?
PAYUNG HUKUM
PENGEMBANGAN KOMPETENSI SDM
ASN PEMDAGRI
PP 17/2020 PP 18/2016
PP 12/2017
UU NO. 5/2014
tentang
Aparatur Sipil Negara
UU NO. 23/2014
tentang
Pemerintahan Daerah
tentang perubahan PP
11/2017 tentang Manajemen
Pegawai Negeri Sipil
tentang Perangkat Daerah
tentang Pembinaan dan
Pengawasan Penyelenggaraan
Pemerintahan Daerah
PERMENDAGRI 11 TAHUN 2018 Tentang
sistem Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Berbasis Kompetensi Di Lingkungan
Kementerian Dalam Negeri Dan Pemerintah Daerah
SISTEM PENGEMBANGAN SDM APARATUR PEMDAGRI
BERBASIS KOMPETENSI
(PERMENDAGRI No 11 Tahun 2018 tentang Sistem Pengembangan
Sumber Daya Manusia Aparatur Berbasis Kompetensi)
UJK
PENGEMBANGAN
KOMPETENSI
SERTIFIKAS
I
BELUM
KOMPETEN
PP NO. 18 THN 2016 -
PASAL 98
LSP-PDN
DIKLAT
KOMPETEN
PROFESIONAL
WORKSHOP
SEMINAR
BIMTEK
KURSUS
LOKAKARYA
SKKPDN
SP2PDN
STANDARISASI
KOMPETENSI
TEKNIS
KOMPETENSI
MANAJERIAL
KOMPETENSI
PEMERINTAHAN
KOMPETENSI
SOSIO KULTURAL
PASAL 233 UU NO 23 TH 2014:
PNS ASN yang menduduki jabatan
kepala perangkat daerah, selain
harus memenuhi persyaratan
kompetensi: teknis, manajerial dan
sosial kultural, harus pula
memenuhi persyaratan
kompetensi pemerintahan.
Ketentuan ini juga berlaku
terhadap pegawai aparatur sipil
negara yang menduduki jabatan
administrator di bawah kepala
perangkat daerah dan jabatan
pengawas.
KOMPETENSI ASN
(UU NO 5 TH 2014; ASN &
UU NO 23 TH 2014: PEMDA
PENGEMBANGAN KOMPETENSI
Berdasarkan UU No. 5 Th.
2014 tentang ASN pasal 21 :
Pengembangan Kompetensi
adalah salah satu HAK PNS –
selain gaji, tunjangan, dan
fasilitas, cuti, jaminan pensiun,
jaminan hari tua dan
perlindungan
KOMPETENSI MANAJERIAL
• Pengetahuan, keterampilan, dan sikap/perilaku
yang dapat diamati, diukur, dan dikembangkan utk
memimpin dan/atau mengelola unit organisasi
• diukur dari tingkat pendidikan, pelatihan struktural atau
manajemen dan pengalaman kepemimpinan
KOMPETENSI SOSIAL KULTURAL
• Pengetahuan, keterampilan, dan sikap/perilaku yang dapat diamati, diukur, dan
dikembangkan terkait dg pengalaman berinteraksi dg masyarakat majemuk dlm hal
agama, suku & budaya, perilaku, wawasan kebangsaan, etika, nilai2 moral, emosi &
prinsip, yg hrs dipenuhi oleh setiap pemegang jabatan utk memperoleh hasil kerja
sesuai dg peran, fungsi, & jabatan
• diukur dari pengalaman kerja berkaitan dengan masyarakat majemuk dalam hal agama, suku, dan
budaya sehingga memiliki wawasan kebangsaan.
KOMPETENSI TEKNIS
• Pengetahuan, keterampilan, dan
sikap/perilaku yang dapat diamati,
diukur, dan dikembangkan yg spesifik
berkaitan dg bidang teknis jabatan
• diukur dari tingkat dan spesialisasi
pendidikan, pelatihan teknis fungsional
dan pengalaman bekerja secara teknis;
 KOMPETENSI TEKNIS oleh
Instansi Teknis /Pembina
JF (Kementerian / LPNK )
KOMPETENSI ASN & KEBIJAKAN PENGEMBANGANNYA
 KOMPETENSI SOSIAL
KULTURAL oleh Lembaga
Administrasi Negara
 KOMPETENSI MANAJERIAL
oleh Lembaga Administrasi
Negara
KOMPETENSI TEKNIS
•Kompetensi teknis diukur dari :
1. Tingkat dan spesialisasi
pendidikan
2. Pelatihan teknis fungsional
3. Pengalaman bekerja secara
teknis
KOMPETENSI MANAJERIAL
• Kompetensi manajerial diukur
dari :
1. Tingkat pendidikan, pelatihan
struktural
2. Tingkat pendidikan, pelatihan
manajemen
3. Tingkat pengalaman
kepemimpinan
KOMPETENSI SOSIAL KULTURAL
• Kompetensi sosial kultural
diukur dari :
• Pengalaman kerja berkaitan
dengan masyarakat majemuk
dalam hal agama, suku, dan
budaya sehingga memiliki
wawasan kebangsaan
KOMPETENSI PEMERINTAHAN
PERMENDAGRI NO. 108 TAHUN 2017 TENTANG KOMPETENSI PEMERINTAHAN
• Pengetahuan, sikap dan keterampilan yang terkait dengan :
 Kebijakan desentralisasi,
 Hubungan pemerintah pusat dengan daerah,
 Pemerintahan umum,
 Pengelolaan keuangan daerah,
 Urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah,
 hubungan pemerintah daerah dengan DPRD dan
 etika pemerintahan
CATATAN: Kompetensi pemerintahan dibuktikan dengan sertifikasi
penyusunan Kebutuhan dan Rencana
Pengembangan Kompetensi
Standar
Kompetensi
setiap Jabatan
Assessment
Kompetensi ASN
Penilaian Kinerja
ASN Tahunan
Inventari-sasi
Kompetensi yg
perlu
dikembang-kan
Pengelola-an
Data Penilaian
Kinerja
Pelatihan non
Klasikal
Rencana
PengembgnKom
petensi ASN
Database dan
Sistem
Informasi
PERENCANAAN PENGEMBANGAN KOMPETENSI ASN
Standar/
target kinerja
setiap ASN
Analisis Gap
Kompetensi
Analisis Gap
Kinerja
Pengelolaan
Data Penilaian
Kompetensi
Kesenjangan
Kompetensi/ kinerja
tidak ada/Minim
Kesenjangan
Kompetensi/
Kinerja Besar Pelatihan
Klasikal Pelaksana-an
dan Evaluasi
Pasca Pelatihan
PengembgnProg
ram Pelatihan
ASN
pelaksanaan
Pengembangan
Kompetensi
MANAJERIAL &
SOSIAL
KULTURAL
TEKNIS
PELATIHAN BAGI
JABATAN FUNGSIONAL
PRAJABATAN
LATSAR
• Target : CPNS
• Jenis : Tunggal
• Penyelenggara : Instansi
Pembina dan Lemdik
terakreditasi
TEKNIS
• Target : seluruh ASN sesuai
kebutuhan jabatan
• Jenis : Tunggal & Berjenjang
• Penyelenggara : Instansi
Pembina dan Lemdik
terakreditasi
PELATIHAN BAGI
JABATAN
FUNGSIONAL
• Target : Jabatan Fungsional
• Jenis : Tunggal & Berjenjang
• Penyelenggara : Intansi
Pembina dan Lemdik
terakreditasi
MANAJERIAL
• Target : Pejabat struktural
• Berjenjang (Pim IV sd Pim I)
• Penyelenggara : Lemdik
terakreditasi
SISTEM PELATIHAN BAGI ASN
PENGEMBANGAN KOMPETENSI ASN:
JALUR KLASIKAL
Diklat Teknis/Fungsional
Pelatihan
Kepemimpinan
Bimtek
Seminar
Penataran
Sosialisasi
Workshop
PENGEMBANGAN KOMPETENSI ASN :
JALUR NON KLASIKAL
Praktik Kerja di Instansi Lain
di Pusat atau di Daerah
Pertukaran
Kerja dengan
Swasta
Pertukaran
Pengetahuan
Pendampingan
(Coaching, Mentoring)
Orientasi
Tugas
Benchmarking/
Benchlearning
PENGEMBANGAN KOMPETENSI POLISI
PAMONG PRAJA ???
1
Polisi Pamong Praja adalah Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil yang
penetapannya dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan.
3
2 Polisi Pamong Praja diangkat dari pegawai negeri sipil yang memenuhi
persyaratan.
Polisi Pamong Praja harus mengikuti pendidikan dan pelatihan teknis dan
fungsional.
Pasal 256 UU Nomor 23 Tahun 2014 ttg Pemerintahan Daerah,
menyebutkan :
Pendidikan dan pelatihan teknis dan fungsional sebagaimana dimaksud pada
ayat (3) dilakukan oleh Kementerian.
6
Kementerian dalam melakukan pendidikan dan pelatihan teknis dan fungsional
sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dapat berkoordinasi dengan Kepolisian
Republik Indonesia dan Kejaksaan Agung.
Polisi Pamong Praja yang memenuhi persyaratan dapat diangkat sebagai
penyidik pegawai negeri sipil sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan.
Ketentuan lebih lanjut mengenai satuan Polisi Pamong Praja diatur dengan
Peraturan Pemerintah.
4
5
7
29
30
PEMBINAAN UMUM KEMENDAGRI TERHADAP
SATPOL PP PASCA TERBITNYA UU NOMOR 23 THN 2014
DAN PP NOMOR 16 THN 2018
PENINGKATAN KAPASITAS KELEMBAGAAN
PENINGKATAN KAPASITAS SDM
PENINGKATAN KAPASITAS ANGGARAN
PENINGKATAN KAPASITAS SARPRAS
TETAP
DIPRIORITASKAN
PADA
(1)Menteri Dalam Negeri melakukan pembinaan umum Satuan Polisi Pamong Praja (Pasal 30).
(2)Gubernur, Bupati Dan Walikota Melakukan Pembinaan Teknis Operasional Satpol PP (Pasal 21 huruf c)
PENJELASAN :
(1) Pembinaan Umum Meliputi Pemberian Pedoman dan Standard, Bimbingan, Supervisi, Pendidikan dan
Pelatihan, Monitoring dan Evaluasi Penyelenggaraan Tugas Satpol PP.
(2) Pembinaan teknis operasional meliputi: pembinaan etika profesi; koordinasi Satpol PP;
pengembanganpengetahuan dan keterampilan; manajemen penegakan Perda dan perkada; peningkatan
kualitas pelayanan Satpol PP; dan peningkatan kapasitas kelembagaan.
PP No. 16/2018
TENTANG SATPOL PP
31
TINJUT
DARI UU 23
THN 2014
PP No. 16/2018
TENTANG SATUAN POLISI PAMONG PRAJA
PASAL 19
1. Pol PP wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan dasar.
2. Selain mengikuti pendidikan dan pelatihan dasar sebagaimana
dimaksud pada ayat (1), pejabat fungsional Pol PP dan pejabat
PPNS wajib mengikuti dan lulus pendidikan dan pelatihan
teknis dan fungsional.
3. Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan dasar, teknis, dan
fungsional dilaksanakan oleh kementerian yang
menyelenggarakan urusan pemerintahan dalam negeri.
4. Pemerintah Daerah dapat memfasilitasi penyelenggaraan
pendidikan dan pelatihan sebagaimana dimaksud pada ayat (3)
dengan berkoordinasi dengan Menteri.
5. Ketentuan lebih lanjut mengenai pendidikan dan pelatihan
dasar, teknis, dan fungsional diatur dengan Peraturan Menteri.
32
JENIS DIKLAT POL PP
DIKLAT DASAR
DIKLAT TEKNIS
DIKLAT
FUNGSIONAL
PERMENDAGRI
No.71 TAHUN 2020
KEPESERTAAN DIKLAT
DASAR POL PP
1.Pol PP
(Pol PP JPT Pratama,
jabatan administrator,
jabatan pengawas dan
jabatan pelaksana)
2. PNS yang akan diangkat
dalam formasi jabatan
fungsional;
3. PNS yang alih jabatan
/perpindahan;
4. PNS yang diangkat
dan/atau ditetapkan
melalui.
penyesuaian/inpassing
PERMENDAGRI
No.71 TAHUN 2020
Lembaga
Penyelenggara
Diklat Pol PP
meliputi:
1.BPSDM KEMENDAGRI;
2. Pusat Pengembangan
Sumber Daya Manusia
Regional;
3. Balai Pengembangan
Kompetensi Pol PP dan
Pemadam Kebakaran; dan
4. Perangkat daerah provinsi
yang membidangi
pengembangan sumber daya
manusia.
PERMENDAGRI
No.71 TAHUN 2020
Lembaga
Penyelenggara Diklat
Pol PP harus
terakreditasi oleh
BPSDM Kemendagri.
Lembaga
Penyelenggara Diklat
yang belum
terakreditasi, dapat
menyelenggarakan
Diklat Pol PP dengan
Penjaminan Mutu dari
BPSDM Kemendagri.
PERMENDAGRI
No.71 TAHUN 2020
Surat Tanda Tamat
Pendidikan dan
Pelatihan
(STTPP)/Sertifikat
Diklat:
Ditandatangai oleh
kepala BPSDM
dihalaman depan dan
ditandatangani oleh
penyelenggara diklat
pada halaman
belakang.
PERMENDAGRI
No.71 TAHUN 2020
JENIS
DIKLAT
DASAR
DIKLAT DASAR
POLISI
PAMONG PRAJA
KELOMPOK JPT
DAN JABATAN
ADMINISTRASI
DIKLAT DASAR
POLISI PAMONG
PRAJA BAGI PNS
YANG ALIH
JABATAN/PERPINDA
HAN DAN YANG
DISESUAIKAN/INPAS
SING KE JABATAN
JPT PRATAMA (30
JP)
ADMINISTRATOR (50 JP);
PENGAWAS DAN
PELAKSANA (60 JP).
KATEGORI KEAHLIAN
DAN KETERAMPILAN
(100 JP).
KATEGORI KEAHLIAN
DAN KETERAMPILAN
(60 JP
DIKLAT DASAR
POLISI PAMONG
PRAJA BAGI PNS
YANG DIANGKAT
DALAM FORMASI
JABATAN
FUNGSIONAL
PERMENDAGRI
No.71 TAHUN 2020
JENIS
DIKLAT
FUNSIONA
L
1. DIKLAT FUNGSIONAL JENJANG MADYA (120 JP)
3. DIKLAT FUNGSIONAL BAGI POL PP YANG AKAN NAIK
DARI KATEGORI KETERAMPILAN MENJADI KATEGORI
KEAHLIAN (120 JP)
2. DIKLAT FUNGSIONAL JENJANG MUDA (120 JP)
PERMENDAGRI
No.71 TAHUN 2020 4. DIKLAT FUNGSIONAL BAGI JAFUNG POL PP DALAM
KATEGORI KETERAMPILAN (100 JP).
DIKLAT TEKNIS POLPP
dilaksanakan berdasarkan
analisis kebutuhan
pengetahuan, keterampilan,
dan sikap/perilaku dan
dikembangkan
secara spesifik berkaitan
dengan bidang teknis Jabatan
di Satuan Polisi Pamong Praja
PERMENDAGRI
No.71 TAHUN 2020
BEBERAPA
MACAM
DIKLAT
TEKNIS/SUBST
ANTIF
1. Diklat Mediasi dan Negosiasi;
3. Diklat Pertolongan Pertama Gawat Darurat
(Bencana);
2. Diklat Pengendalian Massa;
4. Diklat Instruktur Pengembangan Kapasitas
Tugas Linmas;
5. Diklat Publik Relation;
6. Diklat Perencanaan dan Penganggaran Urusan
Trantibumlinmas.;
7. Diklat Inteligen;
BAGAIMANA
IMPLEMENTASI PENGEMBANGAN
KOMPETENSI PADA ERA REVOLUSI
INDUSTRI 4.0
Model PK
Blended Learning : gabungan
antara klasikal dan e-learning
mnggunakan LMS yg dimiliki
oleh Lemdik
Distance Learning : Belajar jarak
jauh dengan
Menggunakan berbagai wahana
yang dimiliki oleh Lemdik
Klasikal dengan presentase
terbatas
1
2
3
9
PENGEMBANGAN
KOMPETENSI ASN
ERA
NEW NORMAL
Sekian dan Terima Kasih

01. Pengembangan Kompetensi Jafung polpp.pptx

  • 1.
    Badan Pengembangan SumberDaya Manusia Kementerian dalam Negeri Kebijakan Pengembangan Kompetensi Jabatan Fungsional Polisi Pamong Praja (Permendagri No. 71 Tahun 2020) bpsdm.kemendagri bpsdm.kemendagri.go.id
  • 2.
    DASAR HUKUM PENGEMBANGANKOMPETENSI UU 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara PP Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS PP Nomor 16 Tahun 2018 tentang Satuan Polisi Pamong Praja PerMendagri No 11 Th 2018 tentang Sistem Pengembangan SDM Aparatur Berbasis Kompetensi di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah Permendagri No. 71 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Diklat Bagi PolPP
  • 3.
    Tema RKP Tahun2020 “Peningkatan Sumber Daya Manusia untuk Pertumbuhan Berkualitas” 2020 RPJMN 2020-2024 RPJMN 2020-2024 “Indonesia Berpenghasilan Menengah – Tinggi yang Sejahtera, Adil, dan Berkesinambungan” 2021 2022 2023 2023
  • 4.
    AMANAT PRESIDEN JOKO WIDODO FOKUS: INVESTASI SDM PEMBANGUNAN KARAKTER POSITIF ada program komprehensif terkait karakter positif yang menyentuh pendidikan anak, bahkan sejak anak usia dini PENINGKATAN AKSES DAN KUALITAS PENDIDIKAN Memperkuat pendidikan karakter dan budi pekerti yang baik MENDORONG link and match antara INDUSTRI DENGAN PENDIDIKAN “Aset paling penting dari bangsa Indonesia adalah manusianya. Karena itu, pemerintah tidak hanya memprioritaskan investasi fisik, tapi juga investasi sumber daya manusia dengan terobosan kebijakan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia yang mampu bersaing di dunia Internasional”
  • 5.
    TRANSFORMASI BIROKRASI &SDMA RULE BASED BUREAUCRACY PERFORMANCE BASED BUREAUCRACY DYNAMIC GOVERNANCE 2013 2018 2025 ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN MANAJEMEN SDM PENGEMBANGAN POTENSI HUMAN CAPITAL BIROKRASI BERSIH, KOMPETEN DAN MELAYANI EFFICIENCY DRIVEN PERSIAPAN AKSELERASI KEBERLANJUTAN PDB Nominal per capita 14.900 US$ FACTOR DRIVEN EFFICIENCY DRIVEN INDONESIA menjadi negara High Income
  • 6.
    Kebijakan Membangun SistemMerit ASN • Tim Penilai Kinerja • Kelas Jabatan: beban, tanggung jawab & resiko pekerjaan • Pangkat melekat pada jabatan • Remunerasi ditentukan pd kinerja bukan pd jabatan semata Meningkatkan kinerja berkelanjutan • Anjab & ABK thd Renstra K/L/D • Geogrfis, Jml Penduduk, Belanja Pegawai • Penggunaan sistem elektronik Menyesuaikan arah pembangunan nasional 6P • Training Need Analysis (TNA) • Diklat, Coaching & Mentoring berbasis: 20JP/Thn • Sekolah kader • Diklat NKRI Mengurangi kesenjangan kompetensi • Talent Mapping, Succession & Career Planning • Rotasi nasional (perekat NKRI) • Standar Kompetensi Jabatan dan Rencana Pengembangan Karier • Mutasi 2-5 Thn Menuju ASN yang dinamis • Rekrutmen berbasis jabatan • ADM, TKD & TKB • Masa Percobaan (CPNS 1x), Orientasi & engagement utk setiap penugasan • Open rekrutmen unt JPT Mendapatkan talenta terbaik • Sistem pensiun & JHT menjadi iuran pasti • Sistem kompensasi Mengapresiasi secara layak BUDAYA KERJA & KEPEMIMPINAN SISTEM & INFRASTRUKTUR KEBIJAKAN & PROSES
  • 7.
    P ERCEP ATAN PELAYANAN FLEKSIBILITAS KERJA EFISIENSI P ELAYANAN AKURASI P ELAYANAN BIROKRASI 4.0
  • 8.
    BERSIH DARI PRAKTIKKKN NETRAL & BEBAS INTERVENSI POLITIK PROFESIONAL INTEGRITAS Apa sesungguhnya sosok Pegawai yang dibutuhkan Untuk mewujudkan SMART ASN MAMPU MEMBERI YANLIK PEREKAT NKRI Sebagai Pelaksana Kebijakan Publik Sebagai Pelayanan Publik Sebagai Perekat dan Pemersatu NKRI FUNGSI ASN X
  • 9.
  • 10.
    SINERGI MEWUJUDKAN SDM YANG KOMPETEN BPSDMKemendagri siap membantu mengembangkan dan memelihara kompetensi dalam rangka penyiapan aparatur ASN Pemdagri, baik dalam hal standardisasi, pelaksanaan pengembangan kompetensi maupun sertifikasi BPSDM Kemendagri siap memfasilitasi dan menjembatani kerja sama pengembangan SDM ASN Pemdagri dengan K/L teknis dan berbagai pihak di dalam maupun di luar negeri
  • 11.
  • 12.
    PAYUNG HUKUM PENGEMBANGAN KOMPETENSISDM ASN PEMDAGRI PP 17/2020 PP 18/2016 PP 12/2017 UU NO. 5/2014 tentang Aparatur Sipil Negara UU NO. 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah tentang perubahan PP 11/2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil tentang Perangkat Daerah tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah PERMENDAGRI 11 TAHUN 2018 Tentang sistem Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Berbasis Kompetensi Di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri Dan Pemerintah Daerah
  • 14.
    SISTEM PENGEMBANGAN SDMAPARATUR PEMDAGRI BERBASIS KOMPETENSI (PERMENDAGRI No 11 Tahun 2018 tentang Sistem Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Berbasis Kompetensi) UJK PENGEMBANGAN KOMPETENSI SERTIFIKAS I BELUM KOMPETEN PP NO. 18 THN 2016 - PASAL 98 LSP-PDN DIKLAT KOMPETEN PROFESIONAL WORKSHOP SEMINAR BIMTEK KURSUS LOKAKARYA SKKPDN SP2PDN STANDARISASI
  • 15.
    KOMPETENSI TEKNIS KOMPETENSI MANAJERIAL KOMPETENSI PEMERINTAHAN KOMPETENSI SOSIO KULTURAL PASAL 233UU NO 23 TH 2014: PNS ASN yang menduduki jabatan kepala perangkat daerah, selain harus memenuhi persyaratan kompetensi: teknis, manajerial dan sosial kultural, harus pula memenuhi persyaratan kompetensi pemerintahan. Ketentuan ini juga berlaku terhadap pegawai aparatur sipil negara yang menduduki jabatan administrator di bawah kepala perangkat daerah dan jabatan pengawas. KOMPETENSI ASN (UU NO 5 TH 2014; ASN & UU NO 23 TH 2014: PEMDA
  • 16.
    PENGEMBANGAN KOMPETENSI Berdasarkan UUNo. 5 Th. 2014 tentang ASN pasal 21 : Pengembangan Kompetensi adalah salah satu HAK PNS – selain gaji, tunjangan, dan fasilitas, cuti, jaminan pensiun, jaminan hari tua dan perlindungan
  • 17.
    KOMPETENSI MANAJERIAL • Pengetahuan,keterampilan, dan sikap/perilaku yang dapat diamati, diukur, dan dikembangkan utk memimpin dan/atau mengelola unit organisasi • diukur dari tingkat pendidikan, pelatihan struktural atau manajemen dan pengalaman kepemimpinan KOMPETENSI SOSIAL KULTURAL • Pengetahuan, keterampilan, dan sikap/perilaku yang dapat diamati, diukur, dan dikembangkan terkait dg pengalaman berinteraksi dg masyarakat majemuk dlm hal agama, suku & budaya, perilaku, wawasan kebangsaan, etika, nilai2 moral, emosi & prinsip, yg hrs dipenuhi oleh setiap pemegang jabatan utk memperoleh hasil kerja sesuai dg peran, fungsi, & jabatan • diukur dari pengalaman kerja berkaitan dengan masyarakat majemuk dalam hal agama, suku, dan budaya sehingga memiliki wawasan kebangsaan. KOMPETENSI TEKNIS • Pengetahuan, keterampilan, dan sikap/perilaku yang dapat diamati, diukur, dan dikembangkan yg spesifik berkaitan dg bidang teknis jabatan • diukur dari tingkat dan spesialisasi pendidikan, pelatihan teknis fungsional dan pengalaman bekerja secara teknis;  KOMPETENSI TEKNIS oleh Instansi Teknis /Pembina JF (Kementerian / LPNK ) KOMPETENSI ASN & KEBIJAKAN PENGEMBANGANNYA  KOMPETENSI SOSIAL KULTURAL oleh Lembaga Administrasi Negara  KOMPETENSI MANAJERIAL oleh Lembaga Administrasi Negara
  • 18.
    KOMPETENSI TEKNIS •Kompetensi teknisdiukur dari : 1. Tingkat dan spesialisasi pendidikan 2. Pelatihan teknis fungsional 3. Pengalaman bekerja secara teknis
  • 19.
    KOMPETENSI MANAJERIAL • Kompetensimanajerial diukur dari : 1. Tingkat pendidikan, pelatihan struktural 2. Tingkat pendidikan, pelatihan manajemen 3. Tingkat pengalaman kepemimpinan
  • 20.
    KOMPETENSI SOSIAL KULTURAL •Kompetensi sosial kultural diukur dari : • Pengalaman kerja berkaitan dengan masyarakat majemuk dalam hal agama, suku, dan budaya sehingga memiliki wawasan kebangsaan
  • 21.
    KOMPETENSI PEMERINTAHAN PERMENDAGRI NO.108 TAHUN 2017 TENTANG KOMPETENSI PEMERINTAHAN • Pengetahuan, sikap dan keterampilan yang terkait dengan :  Kebijakan desentralisasi,  Hubungan pemerintah pusat dengan daerah,  Pemerintahan umum,  Pengelolaan keuangan daerah,  Urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah,  hubungan pemerintah daerah dengan DPRD dan  etika pemerintahan CATATAN: Kompetensi pemerintahan dibuktikan dengan sertifikasi
  • 22.
    penyusunan Kebutuhan danRencana Pengembangan Kompetensi
  • 23.
    Standar Kompetensi setiap Jabatan Assessment Kompetensi ASN PenilaianKinerja ASN Tahunan Inventari-sasi Kompetensi yg perlu dikembang-kan Pengelola-an Data Penilaian Kinerja Pelatihan non Klasikal Rencana PengembgnKom petensi ASN Database dan Sistem Informasi PERENCANAAN PENGEMBANGAN KOMPETENSI ASN Standar/ target kinerja setiap ASN Analisis Gap Kompetensi Analisis Gap Kinerja Pengelolaan Data Penilaian Kompetensi Kesenjangan Kompetensi/ kinerja tidak ada/Minim Kesenjangan Kompetensi/ Kinerja Besar Pelatihan Klasikal Pelaksana-an dan Evaluasi Pasca Pelatihan PengembgnProg ram Pelatihan ASN
  • 24.
  • 25.
    MANAJERIAL & SOSIAL KULTURAL TEKNIS PELATIHAN BAGI JABATANFUNGSIONAL PRAJABATAN LATSAR • Target : CPNS • Jenis : Tunggal • Penyelenggara : Instansi Pembina dan Lemdik terakreditasi TEKNIS • Target : seluruh ASN sesuai kebutuhan jabatan • Jenis : Tunggal & Berjenjang • Penyelenggara : Instansi Pembina dan Lemdik terakreditasi PELATIHAN BAGI JABATAN FUNGSIONAL • Target : Jabatan Fungsional • Jenis : Tunggal & Berjenjang • Penyelenggara : Intansi Pembina dan Lemdik terakreditasi MANAJERIAL • Target : Pejabat struktural • Berjenjang (Pim IV sd Pim I) • Penyelenggara : Lemdik terakreditasi SISTEM PELATIHAN BAGI ASN
  • 26.
    PENGEMBANGAN KOMPETENSI ASN: JALURKLASIKAL Diklat Teknis/Fungsional Pelatihan Kepemimpinan Bimtek Seminar Penataran Sosialisasi Workshop
  • 27.
    PENGEMBANGAN KOMPETENSI ASN: JALUR NON KLASIKAL Praktik Kerja di Instansi Lain di Pusat atau di Daerah Pertukaran Kerja dengan Swasta Pertukaran Pengetahuan Pendampingan (Coaching, Mentoring) Orientasi Tugas Benchmarking/ Benchlearning
  • 28.
  • 29.
    1 Polisi Pamong Prajaadalah Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil yang penetapannya dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan. 3 2 Polisi Pamong Praja diangkat dari pegawai negeri sipil yang memenuhi persyaratan. Polisi Pamong Praja harus mengikuti pendidikan dan pelatihan teknis dan fungsional. Pasal 256 UU Nomor 23 Tahun 2014 ttg Pemerintahan Daerah, menyebutkan : Pendidikan dan pelatihan teknis dan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilakukan oleh Kementerian. 6 Kementerian dalam melakukan pendidikan dan pelatihan teknis dan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dapat berkoordinasi dengan Kepolisian Republik Indonesia dan Kejaksaan Agung. Polisi Pamong Praja yang memenuhi persyaratan dapat diangkat sebagai penyidik pegawai negeri sipil sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan. Ketentuan lebih lanjut mengenai satuan Polisi Pamong Praja diatur dengan Peraturan Pemerintah. 4 5 7 29
  • 30.
    30 PEMBINAAN UMUM KEMENDAGRITERHADAP SATPOL PP PASCA TERBITNYA UU NOMOR 23 THN 2014 DAN PP NOMOR 16 THN 2018 PENINGKATAN KAPASITAS KELEMBAGAAN PENINGKATAN KAPASITAS SDM PENINGKATAN KAPASITAS ANGGARAN PENINGKATAN KAPASITAS SARPRAS TETAP DIPRIORITASKAN PADA
  • 31.
    (1)Menteri Dalam Negerimelakukan pembinaan umum Satuan Polisi Pamong Praja (Pasal 30). (2)Gubernur, Bupati Dan Walikota Melakukan Pembinaan Teknis Operasional Satpol PP (Pasal 21 huruf c) PENJELASAN : (1) Pembinaan Umum Meliputi Pemberian Pedoman dan Standard, Bimbingan, Supervisi, Pendidikan dan Pelatihan, Monitoring dan Evaluasi Penyelenggaraan Tugas Satpol PP. (2) Pembinaan teknis operasional meliputi: pembinaan etika profesi; koordinasi Satpol PP; pengembanganpengetahuan dan keterampilan; manajemen penegakan Perda dan perkada; peningkatan kualitas pelayanan Satpol PP; dan peningkatan kapasitas kelembagaan. PP No. 16/2018 TENTANG SATPOL PP 31 TINJUT DARI UU 23 THN 2014
  • 32.
    PP No. 16/2018 TENTANGSATUAN POLISI PAMONG PRAJA PASAL 19 1. Pol PP wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan dasar. 2. Selain mengikuti pendidikan dan pelatihan dasar sebagaimana dimaksud pada ayat (1), pejabat fungsional Pol PP dan pejabat PPNS wajib mengikuti dan lulus pendidikan dan pelatihan teknis dan fungsional. 3. Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan dasar, teknis, dan fungsional dilaksanakan oleh kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan dalam negeri. 4. Pemerintah Daerah dapat memfasilitasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dengan berkoordinasi dengan Menteri. 5. Ketentuan lebih lanjut mengenai pendidikan dan pelatihan dasar, teknis, dan fungsional diatur dengan Peraturan Menteri. 32
  • 33.
    JENIS DIKLAT POLPP DIKLAT DASAR DIKLAT TEKNIS DIKLAT FUNGSIONAL PERMENDAGRI No.71 TAHUN 2020
  • 34.
    KEPESERTAAN DIKLAT DASAR POLPP 1.Pol PP (Pol PP JPT Pratama, jabatan administrator, jabatan pengawas dan jabatan pelaksana) 2. PNS yang akan diangkat dalam formasi jabatan fungsional; 3. PNS yang alih jabatan /perpindahan; 4. PNS yang diangkat dan/atau ditetapkan melalui. penyesuaian/inpassing PERMENDAGRI No.71 TAHUN 2020
  • 35.
    Lembaga Penyelenggara Diklat Pol PP meliputi: 1.BPSDMKEMENDAGRI; 2. Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Regional; 3. Balai Pengembangan Kompetensi Pol PP dan Pemadam Kebakaran; dan 4. Perangkat daerah provinsi yang membidangi pengembangan sumber daya manusia. PERMENDAGRI No.71 TAHUN 2020
  • 36.
    Lembaga Penyelenggara Diklat Pol PPharus terakreditasi oleh BPSDM Kemendagri. Lembaga Penyelenggara Diklat yang belum terakreditasi, dapat menyelenggarakan Diklat Pol PP dengan Penjaminan Mutu dari BPSDM Kemendagri. PERMENDAGRI No.71 TAHUN 2020
  • 37.
    Surat Tanda Tamat Pendidikandan Pelatihan (STTPP)/Sertifikat Diklat: Ditandatangai oleh kepala BPSDM dihalaman depan dan ditandatangani oleh penyelenggara diklat pada halaman belakang. PERMENDAGRI No.71 TAHUN 2020
  • 38.
    JENIS DIKLAT DASAR DIKLAT DASAR POLISI PAMONG PRAJA KELOMPOKJPT DAN JABATAN ADMINISTRASI DIKLAT DASAR POLISI PAMONG PRAJA BAGI PNS YANG ALIH JABATAN/PERPINDA HAN DAN YANG DISESUAIKAN/INPAS SING KE JABATAN JPT PRATAMA (30 JP) ADMINISTRATOR (50 JP); PENGAWAS DAN PELAKSANA (60 JP). KATEGORI KEAHLIAN DAN KETERAMPILAN (100 JP). KATEGORI KEAHLIAN DAN KETERAMPILAN (60 JP DIKLAT DASAR POLISI PAMONG PRAJA BAGI PNS YANG DIANGKAT DALAM FORMASI JABATAN FUNGSIONAL PERMENDAGRI No.71 TAHUN 2020
  • 39.
    JENIS DIKLAT FUNSIONA L 1. DIKLAT FUNGSIONALJENJANG MADYA (120 JP) 3. DIKLAT FUNGSIONAL BAGI POL PP YANG AKAN NAIK DARI KATEGORI KETERAMPILAN MENJADI KATEGORI KEAHLIAN (120 JP) 2. DIKLAT FUNGSIONAL JENJANG MUDA (120 JP) PERMENDAGRI No.71 TAHUN 2020 4. DIKLAT FUNGSIONAL BAGI JAFUNG POL PP DALAM KATEGORI KETERAMPILAN (100 JP).
  • 40.
    DIKLAT TEKNIS POLPP dilaksanakanberdasarkan analisis kebutuhan pengetahuan, keterampilan, dan sikap/perilaku dan dikembangkan secara spesifik berkaitan dengan bidang teknis Jabatan di Satuan Polisi Pamong Praja PERMENDAGRI No.71 TAHUN 2020
  • 41.
    BEBERAPA MACAM DIKLAT TEKNIS/SUBST ANTIF 1. Diklat Mediasidan Negosiasi; 3. Diklat Pertolongan Pertama Gawat Darurat (Bencana); 2. Diklat Pengendalian Massa; 4. Diklat Instruktur Pengembangan Kapasitas Tugas Linmas; 5. Diklat Publik Relation; 6. Diklat Perencanaan dan Penganggaran Urusan Trantibumlinmas.; 7. Diklat Inteligen;
  • 42.
  • 43.
    Model PK Blended Learning: gabungan antara klasikal dan e-learning mnggunakan LMS yg dimiliki oleh Lemdik Distance Learning : Belajar jarak jauh dengan Menggunakan berbagai wahana yang dimiliki oleh Lemdik Klasikal dengan presentase terbatas 1 2 3
  • 44.
  • 45.

Editor's Notes

  • #5  ----- Meeting Notes (8/22/13 14:05) ----- 1. Rule base: activity base 2. Performance: Output base, outcome base 3. Dynamic: Sensitif dengan perubahan lingkungan, memiliki pemikiran 10th capability, thinking ahead, thinking cross, thinking again
  • #17 © Copyright PresentationGO.com – The free PowerPoint template library
  • #25 © Copyright PresentationGo.com – The free PowerPoint template library