Hubungan ANTARA STRES DAN CA MAMMAE
STRES
Kurangnya
produksi
leukosit
Cz tekanan
yg tidak
semestinya
Sistem imun
melemah
Sel asing akan
mudah masuk
Membentuk
sel yg
abnormal
Ganas (jika tdk
dihentikan
pembelahannya)
Cont…
STRES
P’lpsan
hormon yg
lbh bsr
(kortisol)
H. Ini
mematikan s.
imun yg b’fungsi
u/ m’hmbt
pertmbhan
kanker
ANAMNESIS
Pada anamnesa ditanyakan keluhan di
payudara atau daerah aksila dan riwayat
penyakitnya.
o Benjolan, rasa nyeri, nipple discharge,
nipple retraction, krusta pada areola,
kelainan kulit berupa skin dimpling,
peau d’orange, ulserasi, dan perubahan
warna kulit.
o Apakah terdapat penyebaran pada regio
kelenjar limfe, seperti timbulnya
benjolan di aksila, dan adanya benjolan
di leher ataupun tempat lain. Adanya
gejala metastase juga ditanyakan,
seperti sesak napas atau batuk yang
tidak sembuh meskipun sudah diobati,
dan nyeri pada tulang belakang, serta
rasa penuh di ulu hati (sebah).
o Riwayat penyakit yang pernah diderita
pasien, serta obat-obat yang digunakan
dan jenis pengobatan yang didapat,
serta faktor resiko kanker payudara
pada pasien
PEMERIKSAAN FISIK
 Inspeksi
Pengamatan ukuran dan bentuk kedua
payudara pasien, serta kelainan pada
kulit, antara lain : benjolan, perubahan
warna kulit (eritema), tarikan pada
kulit (skin dimpling), luka/ulkus,
gambaran kulit jeruk (peau de orange),
nodul satelit, kelainan pada areola dan
puting, seperti puting susu tertarik
(nipple retraction), eksema dan keluar
cairan dari puting. Ada atau tidaknya
benjolan pada aksila atau tanda-tanda
radang serta benjolan infra dan supra
klavikula juga diperhatikan
 Palpasi
Cara melakukan palpasi ada 3 cara,
yaitu sirkular, radier dan dilakukan dari
pinggir payudara menuju ke areola dan
meraba seluruh bagian payudara
bertahap.
o Bila terdapat benjolan :
lokasi benjolan (5 regio payudara, aksila,
infra dan supra klavikula), konsistensi
(keras,kenyal,lunak/fluktuasi),
permukaan (licin rata, berbenjol-benjol),
mobilitas (dapat digerakkan, terfiksir
jaringan sekitarnya), batas (tegas atau
tidak tegas), nyeri (ada atau tidak
ada), ukuran.
Pada saat palpasi daerah subareola
amati apakah ada keluar sekret dari
puting payudara dan perhatikan warna,
bau, serta kekentalan sekret tersebut.
Sekret yang keluar dari puting payudara
dapat berupa air susu, cairan jernih,
bercampur darah, dan pus.
PENATALAKSANAAN CA MAMMAE
Cont…
1. MASTEKTOMI
1. Mastektomi radikal
2. Mastektomi radikal modifikasi
3. Mastektomi total
4. Mastektomi segmental plus diseksi kelenjar limfe aksilar
5. Mastektomi segmental plus biopsy kelenjar limfe sentinel
2. LUMPECTOMY
Mengangkat tumor dan membersihkan jaringan sekitar tumor.
2. Adjuvant therapy
Adalah pengobatan yg diberikan sebagai
tambahan pengobatan setelah operasi.
Tujuannya mengurangi resiko kanker
utuk kambuh lagi. Adjuvant therapy
terdiri dari:
a. Terapi radiasi
b. Chemotherapy
c. Terapi hormon
d. Targeted therapy
 Efek samping mastektomi
Selain rasa sakit setelah operasi dan perubahan bentuk payudara (s), efek samping yang
mungkin dari mastektomi dan operasi konservasi payudara, adalah termasuk diantaranya:
luka karena infeksi, terbentuknya darah pada luka, terbentuknya cairan bening dalam luka.
Jika kelenjar getah bening aksila juga dihapus, efek samping lain yang mungkin terjadi adalah
pembengkakan pada lengan dan dada (lymphedema.
 Efek samping CMF
 C : siklofosfamid
Efek samping :
Leukopenia berat terjadi pada hari ke 10-12 setelah pengobatan dan pemulihan pada hari
17-21. Sistitis hemoragik dapat terjadi dgn angka kejadian 20% pada anak dan 10% pada
dewasa. Efek toksik ini sukar diatasi dan mungkin fatal, maka sebaiknya obat ini
dikontraindikasikan pada pasien yang pernah mengalami sititis hemoragik. Untuk
menghindarkan kerusakan kandung kemih akibat metabolit yang bersifat iritatif, pasien
dianjurkan banyak minum dan mengosongkan kandung kemih sesering mungkin. Obat ini juga
menyebabkan anoreksia, disertai mual dan muntah. Sesekali terjadi amenore, stomatitis
aftosa, hiperpigmentasi kulit, enterokolitis, ikterus dan hipoprotrombia. Miokarditis
dilaporkan terjadi pada pemberian dosis tinggi (100 mg/kg BB). Obat ini juga memperberat
efek kardiotoksik doksorubisin.
Dosis siklofosfamid hrs dikurangi sebanyak sepertiga sampai setengahnya, bila diberikan
pada pasien dengan gangguan fungsi sumsum tulang. Kumulasi metaboit aktif dapat terjadi
pada gangguan fungsi ginjal sehingga dosisi harus dikurangi.
 M : Metrotreksat
Efek samping :
Toksisitas obat ini juga terutama megenai saluran cerna, sumsum tulang dan mukosa
mulut.
Pengobatan jangka panjang menyebabkan gangguan gungsi hati, fibrosis menetap dan
sirosis
Sesekali terjadi demam, disertai infiltrasi pulmonum yang mungkin diikuti dgn
trjadinya gangguan fungsi paru yang berat.
Pengobatan dengan metrotreksat hrs dihentikan bila stomatitis dan diare muncul
karena entreritis hemoragik dan perforasi dapat terjadi.
 Fluorourasil
Efek samping terutama mengenai sistem hemopoetik dan saluran cerna. Leukopenia
adalah efek samping primernya, pemulihan terjadi apabila dosis dikurangi.
Trombositopenia lbh jarang terjadi. Stomatitis aftosa merupakan petunjuk bahwa
obat harus dihentikan secara temporer. Alopesia, hiperpigmentasi dan ataksia
serebelar dapat terjadi.

Pbl ca mammae

  • 1.
    Hubungan ANTARA STRESDAN CA MAMMAE STRES Kurangnya produksi leukosit Cz tekanan yg tidak semestinya Sistem imun melemah Sel asing akan mudah masuk Membentuk sel yg abnormal Ganas (jika tdk dihentikan pembelahannya)
  • 2.
    Cont… STRES P’lpsan hormon yg lbh bsr (kortisol) H.Ini mematikan s. imun yg b’fungsi u/ m’hmbt pertmbhan kanker
  • 3.
    ANAMNESIS Pada anamnesa ditanyakankeluhan di payudara atau daerah aksila dan riwayat penyakitnya. o Benjolan, rasa nyeri, nipple discharge, nipple retraction, krusta pada areola, kelainan kulit berupa skin dimpling, peau d’orange, ulserasi, dan perubahan warna kulit. o Apakah terdapat penyebaran pada regio kelenjar limfe, seperti timbulnya benjolan di aksila, dan adanya benjolan di leher ataupun tempat lain. Adanya gejala metastase juga ditanyakan, seperti sesak napas atau batuk yang tidak sembuh meskipun sudah diobati, dan nyeri pada tulang belakang, serta rasa penuh di ulu hati (sebah). o Riwayat penyakit yang pernah diderita pasien, serta obat-obat yang digunakan dan jenis pengobatan yang didapat, serta faktor resiko kanker payudara pada pasien PEMERIKSAAN FISIK  Inspeksi Pengamatan ukuran dan bentuk kedua payudara pasien, serta kelainan pada kulit, antara lain : benjolan, perubahan warna kulit (eritema), tarikan pada kulit (skin dimpling), luka/ulkus, gambaran kulit jeruk (peau de orange), nodul satelit, kelainan pada areola dan puting, seperti puting susu tertarik (nipple retraction), eksema dan keluar cairan dari puting. Ada atau tidaknya benjolan pada aksila atau tanda-tanda radang serta benjolan infra dan supra klavikula juga diperhatikan  Palpasi Cara melakukan palpasi ada 3 cara, yaitu sirkular, radier dan dilakukan dari pinggir payudara menuju ke areola dan meraba seluruh bagian payudara bertahap.
  • 4.
    o Bila terdapatbenjolan : lokasi benjolan (5 regio payudara, aksila, infra dan supra klavikula), konsistensi (keras,kenyal,lunak/fluktuasi), permukaan (licin rata, berbenjol-benjol), mobilitas (dapat digerakkan, terfiksir jaringan sekitarnya), batas (tegas atau tidak tegas), nyeri (ada atau tidak ada), ukuran. Pada saat palpasi daerah subareola amati apakah ada keluar sekret dari puting payudara dan perhatikan warna, bau, serta kekentalan sekret tersebut. Sekret yang keluar dari puting payudara dapat berupa air susu, cairan jernih, bercampur darah, dan pus.
  • 5.
  • 6.
    Cont… 1. MASTEKTOMI 1. Mastektomiradikal 2. Mastektomi radikal modifikasi 3. Mastektomi total 4. Mastektomi segmental plus diseksi kelenjar limfe aksilar 5. Mastektomi segmental plus biopsy kelenjar limfe sentinel 2. LUMPECTOMY Mengangkat tumor dan membersihkan jaringan sekitar tumor.
  • 7.
    2. Adjuvant therapy Adalahpengobatan yg diberikan sebagai tambahan pengobatan setelah operasi. Tujuannya mengurangi resiko kanker utuk kambuh lagi. Adjuvant therapy terdiri dari: a. Terapi radiasi b. Chemotherapy c. Terapi hormon d. Targeted therapy
  • 8.
     Efek sampingmastektomi Selain rasa sakit setelah operasi dan perubahan bentuk payudara (s), efek samping yang mungkin dari mastektomi dan operasi konservasi payudara, adalah termasuk diantaranya: luka karena infeksi, terbentuknya darah pada luka, terbentuknya cairan bening dalam luka. Jika kelenjar getah bening aksila juga dihapus, efek samping lain yang mungkin terjadi adalah pembengkakan pada lengan dan dada (lymphedema.  Efek samping CMF  C : siklofosfamid Efek samping : Leukopenia berat terjadi pada hari ke 10-12 setelah pengobatan dan pemulihan pada hari 17-21. Sistitis hemoragik dapat terjadi dgn angka kejadian 20% pada anak dan 10% pada dewasa. Efek toksik ini sukar diatasi dan mungkin fatal, maka sebaiknya obat ini dikontraindikasikan pada pasien yang pernah mengalami sititis hemoragik. Untuk menghindarkan kerusakan kandung kemih akibat metabolit yang bersifat iritatif, pasien dianjurkan banyak minum dan mengosongkan kandung kemih sesering mungkin. Obat ini juga menyebabkan anoreksia, disertai mual dan muntah. Sesekali terjadi amenore, stomatitis aftosa, hiperpigmentasi kulit, enterokolitis, ikterus dan hipoprotrombia. Miokarditis dilaporkan terjadi pada pemberian dosis tinggi (100 mg/kg BB). Obat ini juga memperberat efek kardiotoksik doksorubisin. Dosis siklofosfamid hrs dikurangi sebanyak sepertiga sampai setengahnya, bila diberikan pada pasien dengan gangguan fungsi sumsum tulang. Kumulasi metaboit aktif dapat terjadi pada gangguan fungsi ginjal sehingga dosisi harus dikurangi.
  • 9.
     M :Metrotreksat Efek samping : Toksisitas obat ini juga terutama megenai saluran cerna, sumsum tulang dan mukosa mulut. Pengobatan jangka panjang menyebabkan gangguan gungsi hati, fibrosis menetap dan sirosis Sesekali terjadi demam, disertai infiltrasi pulmonum yang mungkin diikuti dgn trjadinya gangguan fungsi paru yang berat. Pengobatan dengan metrotreksat hrs dihentikan bila stomatitis dan diare muncul karena entreritis hemoragik dan perforasi dapat terjadi.  Fluorourasil Efek samping terutama mengenai sistem hemopoetik dan saluran cerna. Leukopenia adalah efek samping primernya, pemulihan terjadi apabila dosis dikurangi. Trombositopenia lbh jarang terjadi. Stomatitis aftosa merupakan petunjuk bahwa obat harus dihentikan secara temporer. Alopesia, hiperpigmentasi dan ataksia serebelar dapat terjadi.