Definisi
 Ketuban pecah dini (KPD) atau premature rupture
of membrane ( PROM ) adalah ketuban yang pecah
spontan yang terjadi pada sembarang usia
kehamilan sebelum persalinan di mulai
 Ketuban dinyatakan pecah dini bila terjadi sebelum
proses persalinan berlangsung.ketuban pecah dini
di sebabkan oleh karena berkurangnya kekuatan
membrane atau meningkatnya tekanan intra uteri
atau kedua faktor tersebut.berkurangnya kekuatan
membrane disebabkan adanya infeksi yang dapat
berasal dari vagina servik
Faktor Resiko
 1. Kehamilan multiple : kembar dua ( 50%) , kembar tiga ( 90
%).
 2. Riwayat persalinan preterm sebelumnya : risiko 2-4x
 3. Tindakan segama : tidak berpengaruh kepada risiko, kecuali
jika hygiene buruk , predisposisi terhadap infeksi.
 4. perdarahan pervaginam : trimester pertama ( risiko 2x ) ,
trimester kedua/ketiga ( 20x )
 5. Bakteriuria : risiko 2x ( prevalensi 7 % )
 6. PH vagina di atas 4,5 : risiko 32% ( vs. 16%)
 7. Servix tipis / kurang dari 39 mm : risiko 25% ( vs 7%)
 8. Flora vagina abnormal : risiko 2-3x
 9. Fibronectin > 50 mg/ml : risiko 83% ( vs 19% )
 10. Kadar CRH ( corticotropoin releasing hormone ) maternal
tinggi misalnya pada stress psikologis , dsb. Dapat menjadi
stimulasi persalinan preterm.
Manifestasi klinis
 Tanda yang terjadi adalah keluarnya cairan
ketuban merembes melalui vagina. Aroma air
ketuban berbau manis dan tidak seperti bau
amoniak, mungkin cairan tersebut masih
merembes atau menetes, dengan ciri pucat dan
bergaris warna darah. Cairan ini tidak akan
berhenti atau kering karena terus diproduksi
sampai kelahiran.
Penatalaksanaan
 Medikasi
 berdasarkan masa gestasi
medikasi
 Kortikosteroid.
 Antibiotik
 Agen Tokolitik
 Masa gestasi dibawah 24 minggu.
 Masa gestasi 24 – 31 minggu
 Masa gestasi 32 – 33 minggu
 Masa gestasi 34 – 36 minggu
 Pemeriksaan laboraturium
- Tes Lakmus (tes Nitrazin),
- Mikroskopik (tes pakis),
- Pemeriksaan ultrasonografi (USG)
1. Pengkajian :
 Sirkulasi
 Makanan/ cairan
 Nyeri/ketidaknyamanan
 Pernafasan
 Keamanan
 seksualitas
 Interaksi social
 Penyulahan pembelajaran
 Pemeriksaan Umum : Head to toe
 Pemeriksaan Khusus (Obstetri)
 Inspeksi
 Perut membesar dan membujur, pembesaran sesuai usia kehamilan, hiperpigmentasi pada linea alba,
terdapat strie lividae, terdapat gerakan janin dan tidak ada luka bekas operasi.
 Palpasi
 Leopold I : TFU, teraba buncit, lembek dan tidak melenting.
 Leopold II : Teraba seperti papan, bagian – bagian kecil di punggung kanan.
 Leopold III : Letak kepala, teraba bulat, keras dan melenting.
 Kepala HI (+). U
 Leopold IV : kepala masuk ke panggul
 Auskultasi : Djj
 Pemeriksaan Dalam : vagina tuse (VT)
 Pemeriksaan Penunjang : Tes Lakmus (tes Nitrazin), Mikroskopik (tes pakis), Pemeriksaan
ultrasonografi (USG)
Diagnosa Keperawatan
 Resiko gawat janin b.d partus tak maju
 Resiko infeksi intrapartal b.d septicemia
 Intoleransi aktivitas b.d premeturus iminen
 Resiko terjadi komplikasi IUFD b.d ketuban kering
intervensi
Dx Tujuan dan kriteria
hasil
intervensi rasional
1 Tujuan : mengurangi
kegawatan pada proses
persalinan
Kriteria Hasil : partus
normal pada waktunya
Kaji posisi janin
Monitor DJJ
Lakukan pemeriksaan
dalam untuk
mengetahui kemajuan
persalinan
Kolaborasi dengan
dokter bila diperlukan
tindakan operatif
Kolaborasi dengan
dokter anak bila
diperlukan resusitasi
mengetahui letak
janin pada posisi
normal
mengetahui
keadaan janin
analisis proses
persalinan
mengurangi
resiko yang lebih
lanjut..
memberikan
resusitasi setelah
persalinan
Dx Tujuan dan kriteria hasil intervensi rasional
2 Tujuan : mengurangi resiko
infeksi
Kriteria Hasil: tanda-tanda
infeksi tidak ada
Kaji keadaan
ibu selama
persalinan
Monitir TTV
Kolaborasi
dengan
dokter untuk
tindakan
invasive
infuse 30 tpm
Berikan
antibiotic dan
antiseptic
sesuai
mengetahui
keadaan umum
ibu
mengetahui
tanda-tanda vital
ibu
mengurangi
infeksi
mengurangi
Dx Tujuan dan kriteria hasil Intervensi rasional
3 Tujuan : pasien bisa beraktifitas
Kriteria Hasil: pasien bisa
memenuhu kebutuhannya
Anjurkan
bedrest
selama
ketuban
masih keluar
Bantu pasien
dalam
memenuhi
kebutuhanny
a
Anjurkan
untuk
mengurangi
aktifitas
sampai
kehamilan
mengurangi
kelemahan tubuh
membantu pasien
memenuhi
kebutuhan
mempersiapkan
persalinan nornal
Dx Tujuan dan kriteria hasil intervensi Rasional
4 Tujuan : mengurangi komplikasi
Criteria Hasil: air ketuban tidak
kering
Kaji apakah
air ketuban
kering
Kaji umur
kehamilan
pasien
Monitor DJJ
dan gerakan
janin
Kolaborasi untuk
pemeriksaan
mengetahui air
ketuban
mengetahui
waktu persalinan
mengetahui
keadaan janin
mengetahui
keadaan janin
TERIMA
KASIH

PROMil untuk program perencanaan kehamilan

  • 2.
    Definisi  Ketuban pecahdini (KPD) atau premature rupture of membrane ( PROM ) adalah ketuban yang pecah spontan yang terjadi pada sembarang usia kehamilan sebelum persalinan di mulai  Ketuban dinyatakan pecah dini bila terjadi sebelum proses persalinan berlangsung.ketuban pecah dini di sebabkan oleh karena berkurangnya kekuatan membrane atau meningkatnya tekanan intra uteri atau kedua faktor tersebut.berkurangnya kekuatan membrane disebabkan adanya infeksi yang dapat berasal dari vagina servik
  • 3.
    Faktor Resiko  1.Kehamilan multiple : kembar dua ( 50%) , kembar tiga ( 90 %).  2. Riwayat persalinan preterm sebelumnya : risiko 2-4x  3. Tindakan segama : tidak berpengaruh kepada risiko, kecuali jika hygiene buruk , predisposisi terhadap infeksi.  4. perdarahan pervaginam : trimester pertama ( risiko 2x ) , trimester kedua/ketiga ( 20x )  5. Bakteriuria : risiko 2x ( prevalensi 7 % )  6. PH vagina di atas 4,5 : risiko 32% ( vs. 16%)  7. Servix tipis / kurang dari 39 mm : risiko 25% ( vs 7%)  8. Flora vagina abnormal : risiko 2-3x  9. Fibronectin > 50 mg/ml : risiko 83% ( vs 19% )  10. Kadar CRH ( corticotropoin releasing hormone ) maternal tinggi misalnya pada stress psikologis , dsb. Dapat menjadi stimulasi persalinan preterm.
  • 4.
    Manifestasi klinis  Tandayang terjadi adalah keluarnya cairan ketuban merembes melalui vagina. Aroma air ketuban berbau manis dan tidak seperti bau amoniak, mungkin cairan tersebut masih merembes atau menetes, dengan ciri pucat dan bergaris warna darah. Cairan ini tidak akan berhenti atau kering karena terus diproduksi sampai kelahiran.
  • 5.
  • 6.
  • 7.
     Masa gestasidibawah 24 minggu.  Masa gestasi 24 – 31 minggu  Masa gestasi 32 – 33 minggu  Masa gestasi 34 – 36 minggu
  • 8.
     Pemeriksaan laboraturium -Tes Lakmus (tes Nitrazin), - Mikroskopik (tes pakis), - Pemeriksaan ultrasonografi (USG)
  • 9.
    1. Pengkajian : Sirkulasi  Makanan/ cairan  Nyeri/ketidaknyamanan  Pernafasan  Keamanan  seksualitas  Interaksi social  Penyulahan pembelajaran
  • 10.
     Pemeriksaan Umum: Head to toe  Pemeriksaan Khusus (Obstetri)
  • 11.
     Inspeksi  Perutmembesar dan membujur, pembesaran sesuai usia kehamilan, hiperpigmentasi pada linea alba, terdapat strie lividae, terdapat gerakan janin dan tidak ada luka bekas operasi.  Palpasi  Leopold I : TFU, teraba buncit, lembek dan tidak melenting.  Leopold II : Teraba seperti papan, bagian – bagian kecil di punggung kanan.  Leopold III : Letak kepala, teraba bulat, keras dan melenting.  Kepala HI (+). U  Leopold IV : kepala masuk ke panggul  Auskultasi : Djj  Pemeriksaan Dalam : vagina tuse (VT)  Pemeriksaan Penunjang : Tes Lakmus (tes Nitrazin), Mikroskopik (tes pakis), Pemeriksaan ultrasonografi (USG)
  • 12.
    Diagnosa Keperawatan  Resikogawat janin b.d partus tak maju  Resiko infeksi intrapartal b.d septicemia  Intoleransi aktivitas b.d premeturus iminen  Resiko terjadi komplikasi IUFD b.d ketuban kering
  • 13.
    intervensi Dx Tujuan dankriteria hasil intervensi rasional 1 Tujuan : mengurangi kegawatan pada proses persalinan Kriteria Hasil : partus normal pada waktunya Kaji posisi janin Monitor DJJ Lakukan pemeriksaan dalam untuk mengetahui kemajuan persalinan Kolaborasi dengan dokter bila diperlukan tindakan operatif Kolaborasi dengan dokter anak bila diperlukan resusitasi mengetahui letak janin pada posisi normal mengetahui keadaan janin analisis proses persalinan mengurangi resiko yang lebih lanjut.. memberikan resusitasi setelah persalinan
  • 14.
    Dx Tujuan dankriteria hasil intervensi rasional 2 Tujuan : mengurangi resiko infeksi Kriteria Hasil: tanda-tanda infeksi tidak ada Kaji keadaan ibu selama persalinan Monitir TTV Kolaborasi dengan dokter untuk tindakan invasive infuse 30 tpm Berikan antibiotic dan antiseptic sesuai mengetahui keadaan umum ibu mengetahui tanda-tanda vital ibu mengurangi infeksi mengurangi
  • 15.
    Dx Tujuan dankriteria hasil Intervensi rasional 3 Tujuan : pasien bisa beraktifitas Kriteria Hasil: pasien bisa memenuhu kebutuhannya Anjurkan bedrest selama ketuban masih keluar Bantu pasien dalam memenuhi kebutuhanny a Anjurkan untuk mengurangi aktifitas sampai kehamilan mengurangi kelemahan tubuh membantu pasien memenuhi kebutuhan mempersiapkan persalinan nornal
  • 16.
    Dx Tujuan dankriteria hasil intervensi Rasional 4 Tujuan : mengurangi komplikasi Criteria Hasil: air ketuban tidak kering Kaji apakah air ketuban kering Kaji umur kehamilan pasien Monitor DJJ dan gerakan janin Kolaborasi untuk pemeriksaan mengetahui air ketuban mengetahui waktu persalinan mengetahui keadaan janin mengetahui keadaan janin
  • 17.