PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 1
NAHWU AL MUYASSAR
LI ASHABIS SAHAR
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 2
MOTTO
‫الشيوح‬ ‫أقدام‬ ‫تحت‬ ‫ترابا‬ ‫فليصر‬ ‫الفالح‬ ‫أراد‬ ‫من‬
“Barang siapa yg menginginkan kebahagiaan (Dunia-
Akhirat) maka jadilah engkau debu dibawah kaki para Guru”.
~ Sulthonul Auliya' Syaih Abdul Qodir Al-Jailani ~
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 3
MUQODDIMAH
Sebagai Tholabul Ilmi Kita harus semngat dengan kondisi dan keadaan apapun itu karena allah sangat
melarang kita untuk putus asa dalam firmanya ِ ّ
‫َللا‬ ِ‫ة‬َ‫م‬ْ‫ح‬َ‫ر‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬ ‫وا‬ُ‫ط‬َ‫ن‬ْ‫ق‬َ‫ت‬ َ
‫َل‬ janganlah kamu berputus asa dari rahmat
Allah. Oleh sebab itu, kami mempunyai secuil mahabah/cinta pada ilmu agama yang mempertemukan kita
dalam naungan sorogan malam dengan kitab kajian fathul qorib yang di ikuti oleh santri putri pk junior serta
khodimut thullab al faqir senantias menjaga kesemangatan dan eksistensi kita dalam belajar dan mendalami
kitab kuning ini.
Manusia pasti merasakan bosan dan jenuh dengan keadaan apapun itu entah senang, sukses dan
mendapat pangkat apalagi dalam keadaan hati gunda gulita maka ber implementasi pada semngat santri untuk
menuntut ilmu lebih-lebih agama yang berkedok ikhlas beramal niscaya ide, gagasan dan kreatifitas diri kita
sendirilah yang berperan utama dalam kesemngatan ini. Munculnya buku Nahwu Muyassar li Majmuatis
Sahar adalah saran untuk membentengi kita dari rasa malas dalam belajar ilmu agama yang tak berijazah
hanya beriming-iming pahala dan surga juga hal itu tak kasap mata.
Nahwu Muyassar li Majmuatis Sahar sedikit membahas ilmu nahwu dasar dengan skema, analisis
lafadz yang sering muncul dan sekelumit nadzom dari Imrith, Maqsud, Qowaidul I’rob, Mulhatul I’rob dan
Alfiyah Ibnu Malik serta di akhir buku terdapat quotes-quotes motivasi yang menggugah hati para tholabul
ilmi. Para pembaca yang mudiman menarik dan pentingnya kitab ini bagi mubtadi’ yaitu banyak variasi model
pembahasa mulai dari pengertian, pembagian, contoh, skema dan dalil nadzomnya seperti di atas menjadi
keunggulan buku kecil ini.
Harapan kami sebagai santri Pondok Pesantren Assunniyyah Al Jauhari bisa mewarnai meski warna
itu abu-abu bagi pendidikan agama di pondok kami tercinta ini, besar keinginan bisa bermanfaat bagi banyak
umat, namun al faqir sadar semua harus berawal dari dasar seperti pribahasa yang berbunyi “sedikit – sedikit
lama – lama jadi bukit” semoga buku mungil ini bisa bermanfaat dan membawa berkah bagi semua santri
khususnya santri majmuatis sahar serta amal jariyah yang menjadikan selamatnya al faqir dari siksa api neraka
wa fiha. Dari Al faqir yang masih jahil Jika terdapat kesalahan mohon beribu maaf dan kami buka pintu
konsultasi serta akan segera kami revisi agar menjadi referensi bermutu tinggi walaupun itu hanya mimpi.
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 4
DAFTAR ISI
COVER BUKU
MOTTO
MUQODDIMAH
DAFTAR ISI
FASAL 1
A. KALAM
B. MU’ROB MABNI
C. ISIM MUFROD
D. ISIM TASNIYAH
E. ISIM JAMAK MUDZAKAR SALIM
F. ISIM JAMAK MUDZAKAR SALIM
G. ISIM JAMAK TAKSIR
FASAL 2
A. NAKIROH
B. MAKRIFAT
C. MUDZAKAR
D. MUANNATS
E. ISIM ADAD
F. ISIM JAMID
G. ISIM MUSYTAQ
FASAL 3
A. FI’IL MADHI, MUDHORE’ DAN AMR
B. FI’IL MUJARRAD DAN MAZID
C. FI’IL MUTA’ADI DAN LAZIM
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 5
D. FI’IL MA’LUM DAN MAJHUL
E. FI’IL SHOHIH DAN MU’TAL
FASAL 4
 ISIM ISIM YANG DI BACA ROFA’
A. FAIL
B. NAIBUL FAIL
C. MUBTADA’
D. KHOBAR
E. ISIMNYA KANNA
F. KHOBARNYA INNA
G. TAWABI’
 ISIM ISIM YANG DI BACA NASOB
A. MAF’UL BIH
B. MAF’UL MUTHLAQ
C. MAF’UL MAAH
D. MAF’UL FIH
E. MAF’UL LAH
F. ISIMNYA LA LINNAFYIL JINSI
G. ISTISNA’
H. MUNADA
I. HAL
J. TAMYIZ
 ISIM ISIM YANG DI BACA JER
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 6
{ FASAL 1 }
(BAB 1)
KALAM DAN PEMBAGIANNYA
A. KALAM
 Pengertian Kalam
Kalam adalah kata kata yang berbahasa arab yang tersusun dan memahamkan
 SYARAT SYARAT KALAM :
1. Berupa Lafadz : Suara Yang Mengandung Huruf Huruf Hijaiyah Contoh : ‫ْد‬‫ي‬َ‫ز‬ Mengandung
Huruf ‫د‬ ,‫ي‬ ,‫ز‬
2. Murokkab : Tersusun Dari Dua Kalimat Atau Lebih Contoh : ‫ْد‬‫ي‬َ‫ز‬ َ‫ء‬‫ا‬َ‫ج‬ ( Zaid Datang )
3. Mufid : Memahamkan Antara Mutakallim ( Orang Yang Berbicara ) Dan Sami’ ( Orang Yang
Diajak Bicara ) Contoh : ‫ْد‬‫ي‬َ‫ز‬ َ‫ام‬َ‫ق‬ ( Zaid Berdiri )
4. Wadlo’ : Berbahasa Arab / Disengaja
Nadhomnya
ُ‫د‬َ‫ر‬ْ‫ف‬ُ‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬ ُ‫د‬ْ‫ي‬ِ‫ف‬ُ‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬ ُ‫ظ‬ْ‫ف‬َّ‫ل‬‫ال‬ ُ‫ة‬َ‫م‬ْ‫ل‬ِ‫ك‬ْ‫ل‬‫ا‬َ‫و‬ # ُ‫د‬َ‫ن‬ْ‫س‬ُ‫م‬ ٌ‫د‬ْ‫ي‬ِ‫ف‬ُ‫م‬ ٌ‫ظ‬ْ‫ف‬َ‫ل‬ ْ‫م‬ُ‫ه‬ُ‫م‬َ‫ل‬َ‫ك‬
‫الكالم‬
‫الوضع‬
- Disengaja
- Arab
‫ال‬
‫مركب‬
Tersusun dari 2
kalimat atau lebih
‫ال‬
‫مفيد‬
Berfaedah yang
memahamkan
‫ال‬
‫لفظ‬
Ucapan yang mengandung
sebagian huruf hijaiyah
‫ال‬
‫مهمل‬
Tidak memiliki
makna
‫ال‬
‫مستمل‬
Memiliki makna
‫اإلسنادي‬ ‫مركب‬
- Jumlah fi’liyah
- Jumlah Ismiyah
‫اإلضافي‬ ‫مركب‬
- Mudhof
- Mudhof Ilaihi
‫المزجي‬ ‫مركب‬
Dua nama dijadikan satu
‫العددي‬ ‫مركب‬
Susunan Dua bilangan
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 7
(BAB 2)
PEMBAGIAN KALIMAT
A. KALIMAT
 Pengertian Kalimat
adalah Sesuatu yang menunjukkan makna mufrod atau Kumpulan Kumpulan dari beberapa
huruf disebut kalimat sedangkan dalam Bahasa Indonesia di namakan Kata
 Kalimat dibagi menjadi tiga :
 Isim adalah kata yang memiliki arti benda,nama atau sifat serta tidak mempunyai zaman
 Fi’il adalah kata yang memiliki arti pekerjaan yang sudah berlalu,sedang atau akan dikerjakan
 Huruf adalah kata selain isim dan fi’il dan tidak mempunyai tanda serta bisa memiliki makna jika
disertai dengan kalimat lain
Nadhomnya
ْ‫م‬ِ‫ل‬َ‫ك‬ْ‫ل‬‫ا‬ َ‫ي‬ِ‫ه‬ ‫ا‬َ‫ه‬ُ‫ث‬ َ
‫َل‬َ‫ث‬ ِ‫ه‬ِ‫ذ‬َ‫ه‬َ‫و‬ # ْ‫م‬ِ‫س‬َ‫ق‬ْ‫ن‬َ‫ت‬ ٍ‫ف‬ْ‫ر‬َ‫ح‬ َّ‫م‬ُ‫ث‬ ٍ‫ل‬ْ‫ع‬ِ‫ف‬َ‫و‬ ٍ‫م‬ْ‫س‬ ِ
‫ِل‬
*Terkadang berlaku kalimat yapi yang di kehendaki kalam seperti ‫هللا‬ ‫اَل‬ ‫َلاله‬ menggunakan kata
kalimat padahal kalam.
 Tanda Tanda Kalimat Isim,Fi’il Dan Huruf
 Kalimat Isim adalah kalimat yang menunjukkan makna dengan dirinya sendiri dan tidak di sertai
dengan zaman
 mempunyai beberapa tanda, Sebagai Berikut :
1. Tanwin ( Suara nun mati yang berapa pada akhir kalimat isim )
Contoh : ,‫َاب‬‫ت‬ِ‫ك‬ ,‫م‬َ‫ل‬َ‫ق‬
‫ال‬َ‫ج‬ ِ
‫ر‬
2. Kemasukan Alif dan Lam ( ‫أل‬ )
Contoh : ُ‫د‬ْ‫ي‬ّ‫الز‬ , ُ‫ة‬َ‫س‬َ‫ْر‬‫د‬َ‫م‬‫ال‬ ,ُ‫ل‬ُ‫ج‬ّ‫الر‬
3. Kemasukan Huruf Huruf Jer
Contoh : ‫ِلى‬‫ا‬ , ِ‫ي‬ِ‫س‬ ْ‫ر‬ُ‫ك‬ْ‫ال‬ ‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ , ِ‫ة‬َ‫س‬َ‫ْر‬‫د‬َ‫م‬ْ‫ال‬ َ‫ن‬ِ‫م‬
ِ‫د‬َ‫ه‬ْ‫ع‬َ‫م‬ْ‫ال‬
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 8
4. I’rob Jer / Khofd (setiap kata yang bisa dijerkan adalah isim dan diantara tanda jer adalah kasroh)
Contoh : ,ِ‫اء‬َ‫م‬ّ‫س‬‫ال‬ َ‫ن‬ِ‫م‬
ِ ّ
‫اّلل‬ِ‫ب‬ , ِ‫ة‬َ‫ع‬‫ّا‬‫س‬‫ال‬ ِ‫ن‬َ‫ع‬
Nadhomnya
ٍ‫م‬ َ
‫َل‬ِ‫ب‬ َ‫و‬ ٍ
‫ض‬ْ‫ف‬َ‫خ‬ ِ‫ف‬ْ‫ر‬َ‫ح‬َ‫و‬ # ْ
‫ف‬ ِ
‫ُر‬‫ع‬ ِ
‫ض‬ْ‫ف‬َ‫خ‬ْ‫ل‬‫ا‬ َ‫و‬ ِ‫ن‬ْ‫ي‬ِ‫و‬ْ‫ن‬َّ‫ت‬‫ال‬ِ‫ب‬ ُ‫م‬ْ‫س‬ِ ْ
‫اِل‬َ‫ف‬
ْ
‫ف‬ِ‫ل‬َ‫أ‬َ‫و‬
MACAM-MACAM HURUF JER/KHOFD
Keterangan Kode Ma’na Arti Huruf Jer
Huruf Jer yang
Sering
Digunakan
Jawa Indonesia
Sakeng Dari ْ‫ن‬ِ‫م‬
Mareng Ke ‫ى‬َ‫ل‬ِ‫ا‬
Ingdalem Dalam ْ‫ي‬ِ‫ف‬
Sakeng Dari+Tentang ْ‫ن‬َ‫ع‬
Ingatasi Atas ‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬
Kerono+Kedue Karena+Memiliki ِ‫ل‬ / َ‫ل‬
Koyo’ Seperti َ‫ك‬
Kelawan Dengan ِ‫ب‬
Demi Demi ‫قسم‬ ‫تاء‬ ,‫باء‬ ,‫واو‬
Nadhomnya
‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ْ‫َن‬‫ع‬ ْ‫ي‬ِ‫ف‬ ‫َا‬‫د‬َ‫ع‬ ‫َا‬‫ش‬‫ا‬َ‫ح‬ َ
‫َل‬َ‫خ‬ ‫ى‬َّ‫ت‬َ‫ح‬ # ‫ى‬َ‫ل‬ِ‫ا‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬ َ‫ي‬ْ‫ه‬َ‫و‬ ِ
‫ر‬َ‫ج‬ْ‫ل‬‫ا‬ َ‫ف‬ ْ‫و‬ُ‫ر‬ُ‫ح‬ َ‫َاك‬‫ه‬
َ‫ك‬ْ‫ل‬‫ا‬َ‫و‬ # ‫ا‬َ‫ت‬َ‫و‬ ٌ‫او‬َ‫و‬ ْ‫َي‬‫ك‬ ُ‫م‬ َّ
‫الَل‬ َّ‫ب‬ُ‫ر‬ ُ‫ذ‬ْ‫ن‬ُ‫م‬ ْ‫ذ‬ُ‫م‬
‫ى‬َ‫ت‬َ‫م‬َ‫و‬ َّ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ل‬َ‫و‬ ‫ا‬َ‫ب‬ْ‫ل‬‫ا‬َ‫و‬ َ
‫اف‬
KETERANGAN
Semua Kalimat isim pasti Bertanwin, Kecuali 3 :
1. Ada AL "‫"ال‬ . Seperti : ُ‫د‬ْ‫م‬َ‫ح‬‫ال‬
2. Mudhof. Seperti :ِ ّ
‫َللا‬ ُ‫د‬ْ‫ب‬َ‫ع‬
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 9
3. Isim Ghoiru Munshorif. Seperti : ُ‫ْر‬‫ي‬ِ‫س‬‫ا‬َ‫ف‬َ‫ت‬
Isim yang menggunakan tanda jer mencakup tiga unsur
1. Tabaiyyah
2. Idhofah
3. Huruf jer
Contoh :‫الفاضل‬ ‫زيد‬ ‫بغالم‬ ‫مررت‬
 Kalimat Fi’il adalah kalimat yang menunjukkan makna dengan dirinya sendiri dan bersamaan
dengan zaman
mempunyai beberapa tanda, Sebagai Berikut :
 Pembagian Zaman : madhi (sudah lewat), hal (sedang dialami) dan istiqbal (akan datang)
 Tanda – tanda kalimat fi’il
1. Kemasukan Huruf Qod (ْ‫د‬َ‫ق‬) : Masuk Pada Fi’il Madli dan Fi’il Mudlori’.
Contoh : ‫ْد‬‫ي‬َ‫ز‬ َ‫ء‬‫ا‬َ‫ج‬ ْ‫د‬َ‫ق‬ ( Zaid sungguh telah datang )
َ‫ي‬ ْ‫د‬َ‫ق‬
‫ْد‬‫ي‬َ‫ز‬ ُ‫ئ‬ْ‫ي‬ ِ‫ج‬ ( Zaid terkadang datang )
2. Kemasukan Huruf Sin (‫)س‬ : Khusus masuk pada fi’il Mudlori’
Conroh : ‫ْد‬‫ي‬َ‫ز‬ ُ‫ل‬ ْ‫و‬ُ‫ق‬َ‫ي‬َ‫س‬ ( Zaid akan berkata )
3. Kemasukan Huruf Saufa ( َ‫ف‬ ْ‫و‬َ‫س‬) : Khusus masuk pada fi’il Mudlori’
Contoh : ‫ْد‬‫ي‬َ‫ز‬ ُ‫م‬ ْ‫و‬ُ‫ق‬َ‫ي‬ َ‫ف‬ ْ‫و‬َ‫س‬ ( Zaid akan berdiri )
4. Sambung dengan ta’ ta’nis sakinah ( ta’ yang berapa pada akhir kalimat yang berharakat sukun
dan Menunjukkan Arti Perempuan ) : Khusus sambung dengan Fi’il Madli
Contoh : ‫د‬ْ‫ن‬ِ‫ه‬ ْ‫ت‬َ‫م‬‫ا‬َ‫ق‬ ( Hindun telah berdiri )
Nadhomnya
ِ‫ن‬ْ‫ي‬ِ‫ك‬ْ‫س‬َّ‫ت‬‫ال‬ َ‫ع‬َ‫م‬ ِ‫ث‬ْ‫ي‬ِ‫ن‬ْ‫أ‬َ‫ت‬ ِ‫اء‬َ‫ت‬ َ‫و‬ # ِ‫ن‬ْ‫ي‬ِ‫الس‬ َ‫و‬ ْ‫د‬َ‫ق‬ِ‫ب‬ ٌ‫ف‬ ْ‫و‬ُ‫ر‬ْ‫ع‬َ‫م‬ ُ‫ل‬ْ‫ع‬ِ‫ف‬ْ‫ل‬‫ا‬َ‫و‬
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 10
5. Ta’ Dhomir Rofa’ Mutaharik : ُ‫ْت‬‫ب‬َ‫ر‬َ‫ض‬
6. Ya’ Muannash Mukhotobah : ِ‫إ‬
ْ‫ي‬ِ‫ب‬ ِ‫ْر‬‫ض‬
7. Nun taukid
Nadhomnya
‫ي‬ِ‫ل‬َ‫ع‬ْ‫اف‬ ‫ا‬َ‫ي‬ َ‫و‬ ْ‫ت‬َ‫ت‬َ‫أ‬َ‫و‬ َ‫ت‬ْ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ف‬ ‫ا‬َ‫ت‬ِ‫ب‬
¤
ٌ‫ل‬‫ـــ‬ْ‫ع‬ِ‫ف‬ َّ‫ن‬َ‫ل‬ِ‫ب‬ْ‫ق‬َ‫أ‬ ِ‫ن‬ ْ‫و‬ُ‫ن‬َ‫و‬
‫ي‬ِ‫ل‬َ‫ج‬ْ‫ن‬َ‫ي‬
 Kalimat Huruf : Keadaan tidak bisa menerima terhadap tanda tanda kalimat isim dan fi’il
Nadhomnya
ْ‫ة‬َ‫م‬ َ
‫َل‬َ‫ع‬ْ‫ل‬‫ا‬ ِ‫ه‬ِ‫ل‬ ْ‫و‬ُ‫ب‬َ‫ق‬ ‫ا‬َ‫ف‬ِ‫ت‬ْ‫ن‬‫ا‬ َّ
‫ِِل‬‫ا‬ # ْ‫ة‬َ‫م‬ َ
‫ََل‬‫ع‬ ُ‫ه‬َ‫ل‬ ْ‫ح‬ُ‫ل‬ْ‫ص‬َ‫ي‬ ْ‫م‬َ‫ل‬ ُ‫ف‬ْ‫ر‬َ‫ح‬ْ‫ل‬‫ا‬َ‫و‬
 Kalimat Huruf di bagi menjadi 2 :1) mukhtas 2) ghoiru mukhtas
1)mukhtas (yang hanya masuk pada kalimat tertentu) ada 2:
 Bil fi’li contoh ْ‫م‬َ‫ل‬ masuk pada fi’il mudhore’ : ْ‫يضرب‬ ‫لم‬
 Bil Ismi contoh ‫ي‬ِ‫ف‬ masuk pada kalimat isim : ‫البيت‬ ‫في‬
2)Ghoiru mukhtas (yang tidak tertentu/bisa masuk kalimat isim atau fi’il) : ‫قائم‬ ‫زيد‬ ‫هل‬
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 11
(BAB 3)
MU’ROB DAN MABNI
A. MU’ROB
 Pengertian Mu’rob
MU’ROB adalah kalimat yang bacaan akhirnya bisa berubah disebabkan amil yang berbeda-beda, Baik
perubahannya Jelas Atau diperkirakan
CONTOH
JENIS I’ROB ‫جر‬ ‫نصب‬ ‫رفع‬ ‫لفظ‬
Jelas ‫َى‬‫ن‬ْ‫س‬ُ‫ح‬ْ‫ال‬ ِ‫اء‬َ‫م‬ْ‫س‬َ ْ
‫اْل‬ ِ ّ ِ
‫ّلل‬ َ‫و‬ ِ‫اك‬َ‫ف‬َ‫ط‬ْ‫ص‬‫ا‬ َ ّ
‫َللا‬ ّ‫ِن‬‫ا‬ ‫ْما‬‫ي‬ِ‫ل‬َ‫ع‬ ُ ّ
‫َللا‬ َ‫ان‬َ‫ك‬ َ‫و‬ ‫هللا‬
Perkiraan ‫ى‬َ‫س‬ ْ‫و‬ُ‫م‬ ُ‫ْث‬‫ي‬ِ‫د‬َ‫ح‬ َ‫اك‬َ‫ت‬َ‫أ‬ ْ‫َل‬‫ه‬ ‫ى‬َ‫د‬ُ‫ه‬ْ‫ال‬ ‫ى‬َ‫س‬ ْ‫و‬ُ‫م‬ ‫َا‬‫ن‬ْ‫ي‬َ‫ت‬‫ا‬ ‫ى‬َ‫س‬ ْ‫و‬ُ‫م‬ َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬ ‫موسى‬
B. MABNI
 Pengertian Mabni
MABNI adalah kalimat yang bacaan akhirnya tidak bisa berubah meskipun ada amil yang berbeda-beda
CONTOH
‫جر‬ ‫نصب‬ ‫رفع‬ ‫لفظ‬
‫ى‬َ‫د‬ْ‫ه‬َ‫أ‬ َ‫ُو‬‫ه‬ ْ‫ن‬َ‫م‬ِ‫ب‬ ُ‫ء‬‫َا‬‫ش‬َ‫ي‬ ْ‫ن‬َ‫م‬ ُ‫ل‬ ِ‫ْخ‬‫د‬ُ‫ي‬ ‫َا‬‫ه‬‫ا‬ّ‫ك‬َ‫ز‬ ْ‫ن‬َ‫م‬ َ‫ح‬َ‫ل‬ْ‫ف‬َ‫أ‬ ْ‫د‬َ‫ق‬ ْ‫ن‬َ‫م‬
َ‫ْن‬‫ي‬ِ‫ب‬ِ‫س‬‫ا‬َ‫ح‬ ‫َا‬‫ن‬ِ‫ب‬ ‫ى‬َ‫ف‬َ‫ك‬ َ‫و‬ ‫َا‬‫ن‬ّ‫ف‬ َ‫َو‬‫ت‬ َ‫و‬
ِ
‫ار‬ َ‫ْر‬‫ب‬َ ْ
‫اْل‬ َ‫ع‬َ‫م‬ ‫ا‬َ‫ه‬ْ‫ن‬ِ‫م‬ ‫ا‬ ْ‫و‬ُ‫ط‬ِ‫ب‬ْ‫ه‬‫ا‬ ‫َا‬‫ن‬ْ‫ل‬ُ‫ق‬ ‫َا‬‫ن‬
KETERANGAN
AMIL adalah Penyebab berubahnya akhir kalimat.
Contoh : ٍ‫ع‬ ْ‫و‬ُ‫ج‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 12
 ISIM ada yang MU’ROB dan ada yang MABNI :
Isim Isim yang Mu’rob : 1. Isim mufrod, 2. Isim Tasniyah, 3. Jama’ Mudzakkar Salim, 4.
Jama’ Muannas Salim, 5. Jama’ Taksir, 6. Asma’ul Khomsah, 7. Isim Ghoiru Munshorif,
8. Isim Maqsur, 9. Isim Manqus, 10. Isim Yang mudhof pada ya’ mutakallim.
Isim Isim yang Mabni : 1. Isim Dhomir, 2. Isim Maushul, 3. Isim Isyaroh.
Nadhomnya
‫مدني‬ ‫الحروف‬ ‫من‬ ‫لشبه‬ # ‫ومبني‬ ‫معرب‬ ‫منه‬ ‫واَلسم‬
 FI’IL ada yang MU’ROB dan ada yang MABNI :
Fi’il yang Mu’rob : Fi’il Mudlori’
Fi’il yang Mabni : Fi’il Madi dan Amr
Nadhomnya
‫عريا‬ ‫إن‬ ‫مضارعا‬ ‫وأعربوا‬ # ‫بنيا‬ ‫ومضي‬ ‫أمر‬ ‫وفعل‬
Semua HURUF hukumnya MABNI/Tetap
Nadhomnya
‫يسكنا‬ ‫ان‬ ‫المبني‬ ‫في‬ ‫واَلصل‬ # ‫للبنا‬ ‫مستحق‬ ‫حرف‬ ‫وكل‬
I’ROB
 I’ROB ada empat : 1) Rofa’, 2) Nashob, 3) Jer, 4) Jazm.
Nadhomnya
ْ‫ر‬َ‫ج‬ َ‫و‬ ‫م‬ ْ‫ز‬َ‫ج‬ ‫ا‬َ‫ذ‬َ‫ك‬ َ‫و‬ ‫ب‬ْ‫ص‬َ‫ن‬ َ‫و‬ ‫ع‬ْ‫ف‬ َ‫ر‬ # ْ‫ر‬َ‫ب‬َ‫ت‬ْ‫ع‬ُ‫ت‬ْ‫ال‬َ‫ف‬ ‫ة‬َ‫ع‬َ‫ب‬ ْ‫ر‬َ‫أ‬ ُ‫ه‬ُ‫م‬َ‫س‬ْ‫ق‬َ‫أ‬
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 13
TANDA ASAL I’ROB
ROFA’ NASHOB JER JAZM
DHOMMAH FATHAH KASROH SUKUN
‫م‬ِ‫ل‬ْ‫س‬ُ‫م‬ ‫ما‬ِ‫ل‬ْ‫س‬ُ‫م‬ ٍ‫م‬ِ‫ل‬ْ‫س‬ُ‫م‬ ْ‫ل‬َ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫ي‬ ْ‫م‬َ‫ل‬
Nadhomnya
ْ‫ر‬ُ‫س‬َ‫ي‬ ُ‫ه‬َ‫د‬ْ‫ب‬َ‫ع‬ ِ ّ
‫َللا‬ ُ‫ر‬ْ‫ك‬ِ‫ذ‬َ‫ك‬ ‫ْرا‬‫س‬َ‫ك‬ # ْ‫ر‬ُ‫ج‬ َ‫و‬ ‫حا‬ْ‫ت‬َ‫ف‬ ْ‫ن‬َ‫ب‬ ِ
‫ص‬ْ‫ن‬‫ا‬ َ‫و‬ ٍ‫م‬َ‫ض‬ِ‫ب‬ ْ‫ع‬َ‫ف‬ ْ‫ار‬َ‫ف‬
ْ‫ر‬ِ‫َم‬‫ن‬ ْ‫ي‬ِ‫ن‬َ‫ب‬ ْ‫و‬ُ‫خ‬َ‫أ‬ ‫ا‬َ‫ج‬ ُ‫و‬ْ‫َح‬‫ن‬ ُ‫ب‬ ْ‫و‬ُ‫ن‬َ‫ي‬ # ْ‫ر‬ِ‫ك‬ُ‫ذ‬ ‫ا‬َ‫م‬ ُ‫ْر‬‫ي‬َ‫غ‬ َ‫و‬ ٍ‫ْن‬‫ي‬ِ‫ك‬ْ‫س‬َ‫ت‬ِ‫ب‬ ْ‫م‬ ِ
‫ز‬ْ‫اج‬ َ‫و‬
PENGGUNAAN I’ROB
I’ROB UNTUK ISIM ADA 3 ROFA’ NASHOB JER
I’ROB UNTUK FI’IL ADA 3 ROFA’ NASHOB JAZM
ISIM tidak bisa di-i’robi JAZM, Fi’il tidak bisa di-i’robi JER
Nadhomnya
‫ينجزما‬ ‫بأن‬ ‫الفعل‬ ‫خصص‬ ‫قد‬ # ‫كما‬ ‫بالجر‬ ‫خصص‬ ‫قد‬ ‫واَلسم‬
 TANDA – TANDA I’ROB UNTUK ISIM
1. ISIM MUFROD adalah isim yang mempunyai arti “satu”.
 Tanda I’rob untuk isim mufrod adalah : Rofa’ dengan Dhommah,Nashob dengan Fathah, Jer dengan
Kasroh
‫م‬ِ‫ل‬ْ‫س‬ُ‫م‬ ‫ما‬ِ‫ل‬ْ‫س‬ُ‫م‬ ٍ‫م‬ِ‫ل‬ْ‫س‬ُ‫م‬
ROFA’ NASHOB JER
‫ضمة‬ ‫فتحة‬ ‫كسرة‬
Nadhomnya
ْ‫ر‬ُ‫س‬َ‫ي‬ ُ‫ه‬َ‫د‬ْ‫ب‬َ‫ع‬ ِ ّ
‫َللا‬ ُ‫ر‬ْ‫ك‬ِ‫ذ‬َ‫ك‬ ‫ْرا‬‫س‬َ‫ك‬ # ْ‫ر‬ُ‫ج‬ َ‫و‬ ‫حا‬ْ‫ت‬َ‫ف‬ ْ‫ن‬َ‫ب‬ ِ
‫ص‬ْ‫ن‬‫ا‬ َ‫و‬ ٍ‫م‬َ‫ض‬ِ‫ب‬ ْ‫ع‬َ‫ف‬ ْ‫ار‬َ‫ف‬
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 14
2. ISIM TATSNIYAH
ISIM TATSNIYAH adalah : isim yang mempunyai arti “dua” dengan tambahan ALIF &
NUN waktu rofa’ atau YA’ & NUN waktu nashob dan jer.
 Tanda i’rob untuk ISIM TATSNIYAH adalah : Rofa’ dengan alif,Nashob dan Jer dengan Ya’
ِ‫ان‬َ‫م‬ِ‫ل‬ْ‫س‬ُ‫م‬ ِ‫ْن‬‫ي‬َ‫م‬ِ‫ل‬ْ‫س‬ُ‫م‬ ِ‫ْن‬‫ي‬َ‫م‬ِ‫ل‬ْ‫س‬ُ‫م‬ِ‫ب‬
ROFA’ NASHOB JER
‫الف‬ ‫ياء‬ ‫ياء‬
Nadhomnya
ْ
‫ف‬ ِ
‫ر‬ُ‫ع‬ ‫ا‬َ‫ي‬ْ‫ال‬ِ‫ب‬ ُ‫ه‬ُّ‫ر‬َ‫ج‬ َ‫و‬ ُ‫ه‬ُ‫ب‬ْ‫ص‬َ‫ن‬ َ‫و‬ # ْ
‫ف‬ِ‫ل‬َ ْ
‫اْل‬ ِ‫ه‬ِ‫ع‬ْ‫ف‬ َ‫ر‬ِ‫ل‬َ‫ف‬ ‫ى‬ّ‫ن‬َ‫ث‬ُ‫م‬ْ‫ال‬ ‫ا‬ّ‫م‬َ‫أ‬
3. JAMA’ MUDZAKKAR SALIM
JAMA’ MUDZAKKAR SALIM adalah : isim yang menunjukkan beberapa laki-laki dengan
tambahan WAWU & NUN waktu rofa’ atau YA’ & NUN waktu nashob dan jer.
 Tanda i’rob untuk JAMA’ MUDZAKKAR SALIM adalah : Rofa’ dengan Wawu, Nashob dan Jer
dengan Ya’.
َ‫ن‬ ْ‫و‬ُ‫م‬ِ‫ل‬ْ‫س‬ُ‫م‬ َ‫ْن‬‫ي‬ِ‫م‬ِ‫ل‬ْ‫س‬ُ‫م‬ َ‫ْن‬‫ي‬ِ‫م‬ِ‫ل‬ْ‫س‬ُ‫م‬ِ‫ب‬
ROFA’ NASHOB JER
‫واو‬ ‫ياء‬ ‫ياء‬
Nadhomnya
ِ‫ب‬ ِ
‫ص‬ْ‫ن‬‫ا‬ َ‫و‬ ْ‫ر‬ُ‫ر‬ْ‫ااج‬َ‫ي‬ِ‫ب‬ َ‫و‬ ٍ‫و‬‫ا‬ َ‫و‬ِ‫ب‬ ْ‫ع‬َ‫ف‬ ْ‫وار‬
#
ِ‫ب‬ِ‫ن‬ْ‫ذ‬ُ‫م‬ َ‫و‬ ٍ
‫ر‬ِ‫ام‬َ‫ع‬ ٍ‫ع‬ْ‫م‬َ‫ج‬ َ‫م‬ِ‫ل‬‫ا‬َ‫س‬
 Perbedaan antara isim tatsniyah dengan jama’ mudzakkar salim pada waktu rofa’ dan jer adalah
sebagai berikut :
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 15
ISIM TATSNIYAH
Sebelum ya’ fathah, setelah
ya’ kasroh
Contoh : ِ‫ْن‬‫ي‬َ‫م‬ِ‫ل‬ْ‫س‬ُ‫م‬
JAMA’ MUDZAKKAR
SALIM
Sebelum ya’ kasroh, setelah
ya’ fathah
Contoh : َ‫ْن‬‫ي‬ِ‫م‬ِ‫ل‬ْ‫س‬ُ‫م‬
Nadhomnya
‫التحق‬ ‫به‬ ‫وما‬ ‫مجموع‬ ‫ونون‬
#
‫نطق‬ ‫بكسره‬ ‫من‬ ‫وقل‬ ‫فافتح‬
‫به‬ ‫والملحق‬ ‫ثني‬ ‫ما‬ ‫ونون‬
#
‫فانتبه‬ ‫استعملوه‬ ‫ذاك‬ ‫بعكس‬
4. JAMA’ MUANNAST SALIM
JAMA’ MUANNAST SALIM adalah : isim yang menunjukkan beberapa perempuan
dengan tambahan ALIF dan TA’ diakhirnya.
 Tanda i’rob untuk JAMA’ MUANNAST SALIM adalah : Rofa’ dengan Dhommah, Nashob dan Jer
dengan Kasroh.
‫ات‬َ‫م‬ِ‫ل‬ْ‫س‬ُ‫م‬ ٍ‫ت‬‫ا‬َ‫م‬ِ‫ل‬ْ‫س‬ُ‫م‬ ٍ‫ت‬‫ا‬َ‫م‬ِ‫ل‬ْ‫س‬ُ‫م‬ِ‫ب‬
ROFA’ NASHOB JER
‫ضمة‬ ‫كسرة‬ ‫كسرة‬
5. JAMA’ TAKSIR
KETERANGAN
Kata yang berakhiran huruf Ta’ marbutoh (‫)ة‬, ketika dijadikan jama’ muannast salim maka Ta’-nya dibuang.
Seperti : ‫ة‬َ‫ذ‬ِ‫م‬ْ‫ل‬ِ‫ت‬ menjadi ‫ات‬َ‫ذ‬ِ‫م‬ْ‫ل‬ِ‫ت‬
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 16
JAMA’ TAKSIR adalah : isim yang menunjukkan makna “banyak” dengan mengubah
bentuk mufrodnya mengikuti wazan-wazan tertentu.
 Tanda i’rob untuk JAMA’ TAKSIR adalah : Rofa’ dengan dhommah, Nashob dengan Fathah, Jer
dengan Kasroh.
‫اب‬ َ‫ْو‬‫ب‬َ‫أ‬ ‫ابا‬ َ‫ْو‬‫ب‬َ‫أ‬ ٍ‫ب‬‫ا‬ َ‫ْو‬‫ب‬َ‫أ‬
ROFA’ NASHOB JER
‫ضمة‬ ‫فتحة‬ ‫كسرة‬
 Pembagian Jama’ taksir ada 2 :
1. Jama’ qillah : kalimat yang menunjukkan arti banyak, dari hitungan 3 sampai 10.
2. Jama’ katsroh : kalimat yang menunjukkan arti banyak dari hitungan 11 dan seterusnya.
 Wazan-wazan Jama’ Qillah adalah sebagai berikut :
‫ة‬َ‫ل‬ِ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫أ‬
–
‫ل‬ُ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫أ‬
–
‫ة‬َ‫ل‬ْ‫ع‬ِ‫ف‬
–
‫ال‬َ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫أ‬
Keterangan Ikut Wazan Menjadi Isim Mufrod
Bentuk jama’ dari Isim
mufrod yang terdiri dari 4
huruf, mudzakar, dan sebelum
akhir berupa huruf mad
‫ة‬َ‫ل‬ِ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫أ‬ ‫ة‬َ‫م‬ِ‫ع‬ْ‫ط‬َ‫أ‬ ‫ام‬َ‫ع‬َ‫ط‬
1. Bentuk jama’ dari isim
mufrod yang terdiri dari 3
huruf mengikuti wazan ‫ل‬ْ‫ع‬َ‫ف‬
‫ل‬ُ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫أ‬
‫س‬ُ‫ف‬ْ‫ن‬َ‫أ‬ ‫س‬ْ‫ف‬َ‫ن‬
2. Bentuk jama’ dari isim
mufrod yang terdiri dari 4
huruf yang menunjukkan
perempuan dan sebelum akhir
berupa huruf mad
‫ع‬ُ‫ر‬ْ‫ذ‬َ‫أ‬ ‫اع‬ َ‫ِر‬‫ذ‬
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 17
Jama’ yang mengikuti wazan
‫ة‬َ‫ل‬ْ‫ع‬ِ‫ف‬ adalah sama’i (ketentuan
dari orang arab)
‫ة‬َ‫ل‬ْ‫ع‬ِ‫ف‬ ‫ة‬َ‫م‬ْ‫ل‬ِ‫غ‬ ‫م‬ َ
‫ال‬ُ‫غ‬
Bentuk jama’ dari isim
mufrod yang terdiri dari 3
huruf dengan syarat
mufrodnya tidak mengikuti
wazan ‫ل‬َ‫ع‬ُ‫ف‬ dan ‫ل‬ْ‫ع‬َ‫ف‬
‫ال‬َ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫أ‬
‫َاق‬‫ن‬ْ‫ع‬َ‫أ‬ ‫ق‬ُ‫ن‬ُ‫ع‬
‫َاب‬‫ن‬ْ‫ع‬َ‫أ‬ ‫َب‬‫ن‬ِ‫ع‬
 Wazan wazan Jama’ kastroh banyak sekali. Diantaranya :
‫ل‬ُ‫ع‬ُ‫ف‬
–
‫ل‬ ْ‫و‬ُ‫ع‬ُ‫ف‬
–
‫ل‬َ‫ع‬ِ‫ف‬
–
‫ال‬َ‫ع‬ِ‫ف‬
–
‫ل‬َ‫ع‬ُ‫ف‬
–
‫ة‬َ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ف‬
KETERANGAN IKUT WAZAN MENJADI ISIM MUFROD
1.Bentuk jama’ dari Isim
mufrod yang terdiri dari 4
huruf,tidak berakhiran huruf
illat,sebelum akhir berupa
huruf mad,tidak berakhiran
ta’
‫ل‬ُ‫ع‬ُ‫ف‬
‫ب‬ُ‫ت‬ُ‫ك‬ ‫َاب‬‫ت‬ِ‫ك‬
2.Bentuk jama’ dari Isim
mufrod yang ikut wazan ‫ل‬ ْ‫و‬ُ‫ع‬َ‫ف‬
‫ُر‬‫ب‬ُ‫ص‬ ‫ر‬ ْ‫ُو‬‫ب‬َ‫ص‬
1. Bentuk jama’ dari Isim
mufrod yang ikut wazan ‫ِل‬‫ع‬َ‫ف‬
‫ل‬ ْ‫و‬ُ‫ع‬ُ‫ف‬
‫د‬ ْ‫ُو‬‫ب‬ُ‫ك‬ ‫د‬ِ‫ب‬َ‫ك‬
2. Bentuk jama’ dari Isim
mufrod yang ikut wazan ‫ل‬ْ‫ع‬َ‫ف‬
‫ب‬ ْ‫و‬ُ‫ل‬ُ‫ق‬ ‫ب‬ْ‫ل‬َ‫ق‬
3. Bentuk jama’ dari Isim
mufrod yang ikut wazan ‫ل‬ْ‫ع‬ُ‫ف‬
‫د‬ ْ‫و‬ُ‫ن‬ُ‫ج‬ ‫د‬ْ‫ن‬ُ‫ج‬
4. Bentuk jama’ dari Isim
mufrod yang ikut wazan ‫ل‬ْ‫ع‬ِ‫ف‬
‫ل‬ ْ‫و‬ُ‫م‬ُ‫ح‬ ‫ل‬ْ‫م‬ ِ‫ح‬
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 18
Bentuk jama’ dari Isim
mufrod yang ikut wazan
‫ل‬َ‫ع‬ِ‫ف‬ ‫ع‬َ‫ط‬ِ‫ق‬ ‫ة‬َ‫ع‬ْ‫ط‬ِ‫ق‬
‫ال‬َ‫ع‬ِ‫ف‬
‫ل‬َ‫ع‬ُ‫ف‬
‫ة‬َ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ف‬
6. ASMAUL KHOMSAH
 Pengertian Isim Ghoiru Munshorif adalah : ‫م‬َ‫ح‬ ,‫خ‬َ‫أ‬ ,‫ب‬َ‫أ‬
ْ‫و‬ُ‫ذ‬ , ْ‫و‬ُ‫ف‬ , . Adapun makna-makna ASMAUL
KHOMSAH adalah :
ْ‫و‬ُ‫ذ‬ ْ‫و‬ُ‫ف‬ ‫م‬َ‫ح‬ ‫خ‬َ‫أ‬ ‫ب‬َ‫أ‬
Yang punya Mulut Mertua Saudara Ayah
Tanda i’rob untuk ASMAUL KHOMSAH adalah : Rofa’ dengan Wawu, Nashob dengan
Alif, Jer dengan Ya’.
َ‫ك‬ ْ‫ُو‬‫ب‬َ‫أ‬ َ‫اك‬َ‫ب‬َ‫أ‬ َ‫ْك‬‫ي‬ِ‫ب‬َ‫أ‬
ROFA’ NASHOB JER
‫واو‬ ‫الف‬ ‫ياء‬
Nadhomnya
# ‫ى‬َ‫ر‬َ‫ج‬ ‫و‬ُ‫ذ‬ َ‫و‬ ْ‫و‬ُ‫ف‬ َ‫و‬ ٌ‫م‬َ‫ح‬ ٌ‫خ‬َ‫ا‬ ٌ‫ب‬َ‫ا‬
‫ا‬ً‫َّر‬‫ب‬َ‫ك‬ُ‫م‬ ‫ًا‬‫د‬ َ‫ر‬ْ‫ف‬ُ‫م‬ ‫ا‬ً‫ف‬‫ا‬َ‫ض‬ُ‫م‬ ٌّ‫ل‬ُ‫ك‬
KETERANGAN
1. Syarat ASMAUL KHOMSAH bisa di-i’robi dengan wawu,alif,ya’ ialah jika
dimudhofkan pada selain ya’ mutakallim.
 Jika tidak mudhof maka i’robnya sama seperti isim mufrod.
Contoh : ٍ‫ب‬َ‫أ‬ ,‫با‬َ‫أ‬ ,‫ب‬َ‫أ‬
 Jika mudhof pada ya’ mutakallim, maka i’robnya dengan menggunakan harokat
yang dikira kirakan.
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 19
Perhatikan tabel beriku!
Arti Mudhof pada ya’ mutakallim I’rob
Ayahku, saudaraku ِ‫خ‬َ‫أ‬ َ‫ء‬‫ا‬َ‫ج‬ , ْ‫ي‬ِ‫ب‬َ‫أ‬ َ‫ء‬‫ا‬َ‫ج‬
ْ‫ي‬ ‫رفع‬
Ayahku, saudaraku ْ‫ي‬ ِ‫خ‬َ‫أ‬ ُ‫ْت‬‫ي‬‫أ‬ َ‫ر‬ , ْ‫ي‬ِ‫ب‬َ‫أ‬ ُ‫ْت‬‫ي‬‫أ‬ َ‫ر‬ ‫نصب‬
Ayahku, saudaraku ْ‫ي‬ ِ‫خ‬َ‫أ‬ِ‫ب‬ ُ‫ت‬ ْ‫ر‬ َ‫ر‬َ‫م‬ , ْ‫ي‬ِ‫ب‬َ‫أ‬ِ‫ب‬ ُ‫ت‬ ْ‫ر‬ َ‫ر‬َ‫م‬ ‫جر‬
2. ْ‫و‬ُ‫ذ‬ termasuk ASMAUL KHOMSAH jika bermakna ‫صاحب‬ “yang punya”
7. ISIM GHOIRU MUNSHORIF
 Pengertian Isim Ghoiru Munshorif adalah : isim yang tidak bisa bertanwin dikarenakan ada sebab
(illat).
 Tanda i’rob untuk ISIM GHOIRU MUNSHORIF adalah : Rofa’ dengan dhommah, Nashob dan Jer
dengan fathah.
ُ‫د‬َ‫م‬ْ‫ح‬َ‫أ‬ َ‫د‬َ‫م‬ْ‫ح‬َ‫أ‬ َ‫د‬َ‫م‬ْ‫ح‬َ‫أ‬ِ‫ب‬
ROFA’ NASHOB JER
‫ضمة‬ ‫فتحة‬ ‫فتحة‬
MACAM-MACAM ILLAT DAN PEMBAGIANNYA
ILLAT 1
ILLAT 2
ALAMIYAH (NAMA) SIFAT (KARAKTER)
Shigot muntahal jumu’
ُ‫د‬ ِ‫اج‬َ‫س‬َ‫م‬ = ُ‫ل‬ِ‫ع‬‫ا‬َ‫ف‬َ‫م‬
ُ‫ح‬ْ‫ي‬ِ‫ب‬‫ا‬َ‫ص‬َ‫م‬ = ُ‫ل‬ْ‫ي‬ِ‫ع‬‫ا‬َ‫ف‬َ‫م‬
Wazan Fi’il
ُ‫د‬َ‫م‬ْ‫ح‬َ‫أ‬ = ُ‫ل‬َ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫أ‬
Wazan Fi’il
ُ‫ر‬َ‫م‬ْ‫ح‬‫أ‬ = ُ‫ل‬َ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫أ‬
Alif ta’nits Maqsuroh
‫ى‬َ‫ض‬ ْ‫ر‬َ‫م‬ = ‫ى‬َ‫ل‬ْ‫ع‬َ‫ف‬
= ‫ى‬َ‫ل‬ْ‫ع‬ُ‫ف‬
‫ى‬ َ‫ر‬ْ‫ك‬ُ‫ش‬
Tambahan Alif & Nun
ُ‫ن‬‫ا‬َ‫م‬ْ‫ث‬ُ‫ع‬ , ُ‫ان‬َ‫ض‬َ‫م‬َ‫ر‬
Tambahan Alif & Nun
ُ‫ان‬ َ‫ر‬ْ‫ك‬َ‫س‬ = ُ‫ن‬ َ
‫ال‬ْ‫ع‬َ‫ف‬
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 20
‫ى‬ َ‫ر‬ْ‫ك‬ِ‫ذ‬ = ‫ى‬َ‫ل‬ْ‫ع‬ِ‫ف‬
Alif ta’nists Mamdudah
ُ‫ء‬‫ا‬ َ‫ر‬ْ‫ح‬َ‫ص‬ = ُ‫ء‬ َ
‫ال‬ْ‫ع‬َ‫ف‬
ُ‫ء‬‫ا‬ َ‫ر‬َ‫ق‬ُ‫ف‬ = ُ‫ء‬ َ
‫ال‬َ‫ع‬ُ‫ف‬
Udul
ُ‫ر‬َ‫م‬ُ‫ع‬ = ُ‫ل‬َ‫ع‬ُ‫ف‬
Udul
= ُ‫ل‬َ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫م‬
‫َى‬‫ن‬ْ‫ث‬َ‫م‬
ُ‫ث‬ َ
‫ال‬ُ‫ث‬ = ُ‫ل‬‫ا‬َ‫ع‬ُ‫ف‬
ُ‫َر‬‫خ‬ُ‫أ‬ = ُ‫ل‬َ‫ع‬ُ‫ف‬
Tarkib Mazji
ُ‫ت‬ ْ‫و‬َ‫م‬ َ‫ْر‬‫ض‬َ‫ح‬
Ta’nis
ُ‫َب‬‫ن‬ْ‫ي‬َ‫ز‬ , ُ‫ة‬ّ‫ك‬َ‫م‬
Ajami lebih 3 Huruf
ُ‫ل‬ْ‫ي‬ِ‫ع‬‫ا‬َ‫م‬ْ‫س‬ِ‫ا‬
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 21
KETERANGAN
Syarat ISIM GHOIRU MUNSHORIF jer dengan Fathah adalah :
1. Tidak ber “AL”
2. Tidak dirangkai dengan kata lain (tidak dimudhofkan)
Apabila isim ghoiru munshorif ada “AL” atau dirangkai dengan kata lain (dimudhofkan), Maka jer dengan
kasroh.
Contoh : ِ‫ة‬َ‫ن‬ّ‫س‬‫ال‬ ِ‫ه‬ِ‫ذ‬ِ‫ه‬ ِ‫ان‬َ‫ض‬َ‫م‬َ‫ر‬ ِ
‫ر‬ْ‫ه‬َ‫ش‬ ,ِ‫د‬ ِ‫اج‬َ‫س‬َ‫م‬ْ‫ال‬ َ‫ن‬ِ‫م‬
Nadhomnya
ْ
‫ف‬ ِ
‫ر‬َ‫ص‬ْ‫ن‬َ‫ي‬ ‫اَل‬َ‫م‬ ِ‫ة‬َ‫ح‬ْ‫ت‬َ‫ف‬ْ‫ال‬ِ‫ب‬ ّ‫ر‬ُ‫ج‬ َ‫و‬
#
ْ
‫ِف‬‫د‬ َ‫ر‬ ْ‫أل‬ َ‫د‬ْ‫ع‬َ‫ب‬ ُ‫ك‬َ‫ي‬ ْ‫و‬َ‫أ‬ ْ
‫ف‬َ‫ض‬ُ‫ي‬ ْ‫م‬َ‫ل‬‫ا‬َ‫م‬
 Tambahan
1. Nama – Nama Nabi yang munshorif atau bisa di tanwin adalah
. Nabi Sholeh . Nabi Nuh . Nabi Syuaib . Nabi Syis . Nabi Muhammad . Nabi Lut . Nabi Hud
Di singkat “SUNSYAMLAH”
Nadhomnya
‫توجد‬ ‫ليست‬ ‫العجم‬ ‫في‬ ‫أوضاعها‬ * ‫د‬‫محم‬ ‫صالح‬ ‫شعيب‬ ‫هود‬
‫ذكروا‬ ‫قد‬ ‫ما‬ ‫حكم‬ ‫في‬ ‫أمثالها‬ * ‫منكر‬ ‫نكير‬ ‫مالك‬ ‫رضوان‬
8. ISIM MAQSHUR
 Pengertian Isim Maqsur adalah : isim yang huruf akhirnya berupa alif (‫ى‬/‫)ا‬ yang sebelumnya
berharokat fathah.
 Tanda i’rob untuk ISIM MAQSUR adalah : Rofa’ dengan dhommah, Nashob dengan fathah, dan jer
nya dengan kasroh hanya saja dikira kirakan pada huruf ALIF.
‫ى‬َ‫د‬ُ‫ه‬‫ال‬ ‫ى‬َ‫د‬ُ‫ه‬‫ال‬ ّ‫ِن‬‫ا‬ ‫ى‬َ‫د‬ُ‫ه‬‫ال‬ِ‫ب‬
ROFA’ NASHOB JER
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 22
‫ضمة‬ ‫فتحة‬ ‫كسرة‬
Nadhomnya
َ‫ن‬ِ‫م‬ ًّ‫ال‬َ‫ت‬ْ‫ع‬ُ‫م‬ ِ‫م‬َ‫س‬ َ‫و‬
‫ا‬َ‫م‬ ِ‫اء‬َ‫م‬ْ‫س‬َ‫ْل‬‫ا‬
¤
‫ا‬َ‫م‬ ِ
‫َار‬‫ك‬َ‫م‬ ‫ي‬َ‫ق‬َ‫ت‬ ْ‫ر‬ُ‫م‬ْ‫ال‬ َ‫و‬ ‫ى‬َ‫ف‬َ‫ط‬ْ‫ص‬ُ‫م‬ْ‫َال‬‫ك‬
‫ا‬َ‫ر‬ِ‫د‬ُ‫ق‬ ِ‫ه‬ْ‫ي‬ِ‫ف‬ ُ‫اب‬ َ‫ْر‬‫ع‬ِ‫اإل‬ ُ‫ل‬ ّ‫و‬َ‫ْل‬‫ا‬َ‫ف‬
¤
‫ا‬َ‫ر‬ ِ
‫ص‬ُ‫ق‬ ْ‫د‬َ‫ق‬ ‫ِي‬‫ذ‬ّ‫ل‬‫ا‬ َ‫و‬ْ‫ه‬ َ‫و‬ ُ‫ه‬ُ‫ع‬‫ْـ‬‫ي‬ِ‫م‬َ‫ج‬
9. ISIM MANQUSH
 Pengertian Isim Manqus adalah : isim yang huruf akhirnya berupa Ya’ asli yang sebelumnya
berharakat kasrah.
 Tanda i’rob untuk ISIM MANQUSH adalah : Rofa’ dengan dhommah, jer dengan kasroh yang dikira
kirakan pada huruf Ya’ sedangkan nashobnya menggunakan fathah yang jelas.
ْ‫ي‬ ِ
‫اض‬َ‫ق‬‫ال‬ َ‫ي‬ ِ
‫اض‬َ‫ق‬‫ال‬ ْ‫ي‬ ِ
‫اض‬َ‫ق‬‫ال‬
ROFA’ NASHOB JER
‫ضمة‬ ‫فتحة‬ ‫كسرة‬
Nadhomnya
ْ‫ر‬َ‫ه‬َ‫ظ‬ ُ‫ه‬ُ‫ب‬ْ‫ص‬َ‫ن‬ َ‫و‬ ‫وص‬ُ‫ق‬ْ‫ن‬َ‫م‬ ِ‫ان‬ّ‫ث‬ْ‫ال‬ َ‫و‬
¤
ْ‫ر‬َ‫ج‬ُ‫ي‬ ‫ــــا‬َ‫ض‬ْ‫ي‬‫أ‬ ‫ا‬َ‫ذ‬َ‫ك‬ ‫ى‬ َ‫ــو‬ْ‫ن‬ُ‫ي‬ ُ‫ه‬ُ‫ع‬‫ـ‬ْ‫ف‬ َ‫ر‬ َ‫و‬
10. ISIM YANG DIRANGKAI (MUDHOF) DENGAN YA’ MUTAKALLIM
 Pengertian Isim yang mudhof pada ya’ mutakalim dalah : isim yang huruf akhirnya ditambah ya’
mutakallim
 Tanda i’rob untuk ISIM YANG DIRANGKAI DENGAN YA’ MUTAKALLIM adalah : Rofa’
dengan dhommah, Nashob dengan fathah dan jer dengan kasroh yang dikira kirakan pada huruf
sebelum ya’ (Muqoddaroh).
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 23
ْ‫ي‬ِ‫ب‬‫َا‬‫ت‬ِ‫ك‬ ْ‫ي‬ِ‫ب‬‫َا‬‫ت‬ِ‫ك‬ ْ‫ي‬ِ‫ب‬‫َا‬‫ت‬ِ‫ك‬
ROFA’ NASHOB JER
‫ضمة‬ ‫فتحة‬ ‫كسرة‬
Nadhomnya
‫وقذا‬ ‫كرام‬ ‫معتال‬ ‫يك‬ ‫لم‬ # ‫إذا‬ ‫اكسر‬ ‫لليا‬ ‫أضيف‬ ‫ما‬ ‫آخر‬
PERHATIKAN
I’rob perkiraan pada isim maqshur dan isim manqush, terletak pada huruf alif atau ya’. Sedangkan untuk I’rob
isim yang mudhof pada ya’ mutakallim terletak pada huruf sebelum YA’
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 24
{ FASEL 2 }
( BAB 1 )
MA’RIFAT dan NAKIROH
A. Isim Nakiroh
 Pengertian Nakiroh
Isim Nakiroh adalah isim yang menunjukkan arti umum dan bisa diawali dengan “AL”
Isim Nakiroh bisa menjadi ma’rifat jika diberi “AL” , seperti :
‫ل‬ُ‫ج‬ َ‫ر‬ : Seorang laki laki (menunjukkan umum)
ُ‫ل‬ُ‫ج‬ّ‫الر‬ : Seorang laki laki (menunjukkan khusus)
Nadhomnya
‫ا‬ َ‫ر‬ِ‫ك‬ُ‫ذ‬ ْ‫د‬َ‫ق‬ ‫ا‬َ‫م‬ َ‫ع‬ِ‫ق‬ ْ‫و‬َ‫م‬ ‫ع‬ِ‫ق‬‫ا‬ َ‫و‬ ْ‫و‬َ‫أ‬ # ‫ا‬ َ‫ر‬ِ‫ث‬َ‫ؤ‬ُ‫م‬ ْ‫ل‬َ‫أ‬ ُ‫ل‬ْ‫ي‬ِ‫ب‬‫ا‬َ‫ق‬ ‫ة‬َ‫ر‬ِ‫ك‬َ‫ن‬
B. Isim Ma’rifat
 Pengertian Ma’rifat
Isim Ma’rifat adalah isim yang bermakna tertentu atau khusus
 Pembagian Isim Ma’rifat ada enam :
1. Isim yang diawali “AL”
2. Isim ‘Alam (Nama)
3. Isim Dhomir
4. Isim Maushul
5. Isim Isyaroh
6. Isim yang dimudhofkan pada salah satu dari 5 isim ma’rifat diatas
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 25
CONTOH ISIM MA’RIFAT
1. Isim ma’rifat karena diawali “AL” (‫)ال‬
Nadhomnya
‫ذكرا‬ ‫قد‬ ‫ما‬ ‫موقع‬ ‫واقع‬ ‫أو‬ ... ‫مؤثرا‬ ‫أل‬ ‫قابل‬ ‫نكرة‬
2. Isim ma’rifat karena nama (nama orang, benda, tempat) dan disebut ‘ALAM
‘ALAM ada tiga, 1) ‘Alam isim, 2) ‘Alam laqob, 3) ‘Alam kunyah.
A. ‘Alam isim adalah : nama asli. Seperti : ‫ْد‬‫ي‬َ‫ز‬
B. ‘Alam laqob adalah : nama untuk julukan seseorang , baik memuji atau mencela, seperti : ُ‫د‬ْ‫ب‬َ‫ع‬
ِ‫ن‬ ْ‫و‬ُ‫ط‬ُ‫ب‬ْ‫ال‬ (budaknya perut/yang doyan makan)
C. ‘Alam kunyah adalah : Nama yang didahului ‫ب‬َ‫ا‬/ ‫م‬َ‫أ‬ / ‫ْن‬‫ب‬ِ‫ا‬ / ‫ت‬ْ‫ن‬ِ‫ب‬
Seperti : َ‫ة‬َ‫ف‬‫ا‬َ‫ح‬ُ‫ق‬ ْ‫ُو‬‫ب‬َ‫أ‬ ,ٍ‫ن‬َ‫م‬ْ‫ي‬َ‫أ‬ ُّ‫م‬َ‫أ‬ , ٍ
‫ّاس‬‫ب‬َ‫ع‬ ُ‫ن‬ْ‫ب‬ِ‫ا‬ ,َ‫ة‬ َ‫ْر‬‫ي‬َ‫ُر‬‫ه‬ ْ‫ُو‬‫ب‬َ‫أ‬ ,ِ‫ل‬ْ‫ح‬ّ‫ن‬‫ال‬ ُ‫ت‬ْ‫ن‬ِ‫ب‬
3. Isim ma’rifat karena isim dhomir
Nadhomnya
ْ‫ي‬ِ‫ذ‬ّ‫ال‬ َ‫و‬ ِ‫م‬ َ
‫ال‬ُ‫غ‬ْ‫ال‬ َ‫و‬ ‫ي‬ِ‫ن‬ْ‫ب‬‫ا‬ َ‫و‬ َ‫د‬ْ‫ن‬ِ‫ه‬ َ‫و‬ # ْ‫ي‬ِ‫ذ‬ َ‫و‬ ْ‫م‬ُ‫ه‬َ‫ك‬ ‫ة‬َ‫ف‬ ِ
‫ر‬ْ‫ع‬َ‫م‬ ُ‫ه‬ُ‫ْر‬‫ي‬َ‫غ‬ َ‫و‬
Dhomir adalah kata pengganti yang menunjukkan :
Mutakallim (Pembicara)
Mukhotob / Mukhotobah (Lawan bicara)
Ghoib / Ghoibah (Yang dibicarakan)
 Dhomir ditinjau dari segi tampak atau tidaknya ada dua :
1. Dhomir Bariz (Tampak)
Isim Diawali "AL"
‫الرجل‬
Isim 'Alam
‫محمد‬
,
‫هللا‬ ‫عبد‬
Isim Dhomir
‫هو‬
,
‫هما‬
,
‫هم‬
Isim Maushul
‫الذي‬
,
‫الذين‬
Isim yang
dimudhofkan pada
salah satu dari 5
isim ma’rifat
Isim Isyaroh
‫ا‬َ‫ذ‬َ‫ه‬
,
ِ‫ه‬ِ‫ذ‬ِ‫ه‬
,
ِ‫ء‬ َ
‫َُل‬‫ؤ‬َ‫ه‬
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 26
Yaitu dhomir yang mempunyai bentuk secara lafadz. Seperti TA’ pada lafadz ُ‫ت‬ْ‫م‬ُ‫ق‬
dan WAWU pada lafadz ‫ا‬ ُ‫ُو‬‫ب‬َ‫ت‬َ‫ك‬
2. Dhomir Mustatir (Tidak Tampak)
Yaitu dhomir yang tidak mempunyai bentuk secara lafadz, Tetapi dikira kirakan
dalam hati. Seperti ْ‫ب‬ُ‫ت‬ْ‫ك‬ُ‫ا‬ (bacalah), Adapun lafadz yang dikira kirakan : َ‫ت‬ْ‫ن‬َ‫أ‬ ْ‫ب‬ُ‫ت‬ْ‫ك‬ُ‫ا‬
 Dhomir ditinjau dari segi sambung atau tidak sambungnya ada dua :
1. Dhomir Muttasil
Yaitu dhomir yang selalu sambung dengan kalimat lain dan tidak bisa diletakkan
diawal kalam, atau setelah kata illa ( ّ
‫َِل‬‫ا‬) contoh : ِ‫ه‬ِ‫ب‬
2. Dhomir Munfasil
Yaitu dhomir yang tidak sambung dengan kalimat lain dan bisa diletakkan diawal
kalam, atau setelah kata illa ( ّ
‫َِل‬‫ا‬) contoh : َ‫ُو‬‫ه‬ َ ّ
‫َِل‬‫ا‬
Nadhomnya
ِ
‫ْر‬‫ي‬ِ‫ّم‬‫ض‬‫ال‬ِ‫ب‬ ِ‫م‬َ‫س‬ َ‫و‬ْ‫ه‬ َ‫و‬ َ‫ت‬ْ‫ن‬َ‫أ‬َ‫ك‬ # ِ
‫ر‬ ْ‫ُو‬‫ض‬ُ‫ح‬ ْ‫و‬َ‫أ‬ ٍ‫ة‬َ‫ب‬ْ‫ي‬َ‫غ‬ ْ‫ي‬ِ‫ذ‬ِ‫ل‬ ‫ا‬َ‫م‬َ‫ف‬
Makna Menunjukkan
‫متصل‬ ‫منفصل‬
Jer Jer Nashob Rofa’ Nashob Rofa’
Dia 1 laki.
‫غائب‬
‫مذكر‬
‫مفرد‬ ُ‫ه‬ُ‫د‬ْ‫ب‬َ‫ع‬ ِ‫ه‬ِ‫ب‬ ُ‫ه‬َ‫ب‬َ‫ر‬َ‫ض‬ َ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ف‬ ُ‫ه‬‫ّا‬‫ي‬ِ‫ا‬ َ‫ُو‬‫ه‬
‫تثنية‬ ‫ا‬َ‫م‬ُ‫ه‬ُ‫د‬ْ‫ب‬َ‫ع‬ ‫ا‬َ‫م‬ِ‫ه‬ِ‫ب‬ ‫ا‬َ‫م‬ُ‫ه‬َ‫ب‬َ‫ر‬َ‫ض‬ ‫ال‬َ‫ع‬َ‫ف‬ ‫ا‬َ‫م‬ُ‫ه‬‫ّا‬‫ي‬ِ‫ا‬ ‫ا‬َ‫م‬ُ‫ه‬
‫جمع‬ ْ‫م‬ُ‫ه‬ُ‫د‬ْ‫ب‬َ‫ع‬ ْ‫م‬ِ‫ه‬ِ‫ب‬ ْ‫م‬ُ‫ه‬َ‫ب‬َ‫ر‬َ‫ض‬ ‫ا‬ ْ‫و‬ُ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ف‬ ْ‫م‬ُ‫ه‬‫ّا‬‫ي‬ِ‫ا‬ ْ‫م‬ُ‫ه‬
‫غائبة‬
‫مؤنث‬
‫مفرد‬ ‫َا‬‫ه‬ُ‫د‬ْ‫ب‬َ‫ع‬ ‫ا‬َ‫ه‬ِ‫ب‬ ‫ا‬َ‫ه‬َ‫ب‬َ‫ر‬َ‫ض‬ ْ‫ت‬َ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ف‬ ‫َا‬‫ه‬‫ّا‬‫ي‬ِ‫ا‬ َ‫ِي‬‫ه‬
‫تثنية‬ ‫ا‬َ‫م‬ُ‫ه‬ُ‫د‬ْ‫ب‬َ‫ع‬ ‫ا‬َ‫م‬ِ‫ه‬ِ‫ب‬ ‫ا‬َ‫م‬ُ‫ه‬َ‫ب‬َ‫ر‬َ‫ض‬ ‫َا‬‫ت‬َ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ف‬ َ‫ُم‬‫ه‬‫ّا‬‫ي‬ِ‫ا‬ ‫ا‬َ‫م‬ُ‫ه‬
‫جمع‬ ّ‫ُن‬‫ه‬ُ‫د‬ْ‫ب‬َ‫ع‬ ّ‫ن‬ِ‫ه‬ِ‫ب‬ ّ‫ن‬ُ‫ه‬َ‫ب‬َ‫ر‬َ‫ض‬ َ‫ن‬ْ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ف‬ ّ‫ُن‬‫ه‬‫ّا‬‫ي‬ِ‫ا‬ ّ‫ُن‬‫ه‬
‫مذك‬
‫ر‬
‫مخا‬
‫طب‬
‫مفرد‬ َ‫ُك‬‫د‬ْ‫ب‬َ‫ع‬ َ‫ك‬ِ‫ب‬ َ‫ك‬َ‫ب‬َ‫ر‬َ‫ض‬ َ‫ت‬ْ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ف‬ َ‫ّاك‬‫ي‬ِ‫ا‬ َ‫ت‬ْ‫ن‬َ‫ا‬
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 27
‫تثنية‬ ‫ا‬َ‫م‬ُ‫ك‬ُ‫د‬ْ‫ب‬َ‫ع‬ ‫ا‬َ‫م‬ُ‫ك‬ِ‫ب‬ ‫ا‬َ‫م‬ُ‫ك‬َ‫ب‬َ‫ر‬َ‫ض‬ ‫ا‬َ‫م‬ُ‫ت‬ْ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ف‬ ‫ا‬َ‫م‬ُ‫ك‬‫ّا‬‫ي‬ِ‫ا‬ ‫ا‬َ‫م‬ُ‫ت‬ْ‫ن‬َ‫ا‬
‫جمع‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬ُ‫د‬ْ‫ب‬َ‫ع‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬ِ‫ب‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬َ‫ب‬َ‫ر‬َ‫ض‬ ْ‫م‬ُ‫ت‬ْ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ف‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬‫ّا‬‫ي‬ِ‫ا‬ ْ‫م‬ُ‫ت‬ْ‫ن‬َ‫ا‬
‫مخاطبة‬
‫مؤنث‬
‫مفرد‬ ِ‫ُك‬‫د‬ْ‫ب‬َ‫ع‬ ِ‫ك‬ِ‫ب‬ ِ‫ك‬َ‫ب‬َ‫ر‬َ‫ض‬ ِ‫ت‬ْ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ف‬ ِ‫ّاك‬‫ي‬ِ‫ا‬ ِ‫ت‬ْ‫ن‬َ‫ا‬
‫تثنية‬ ‫ا‬َ‫م‬ُ‫ك‬ُ‫د‬ْ‫ب‬َ‫ع‬ ‫ا‬َ‫م‬ُ‫ك‬ِ‫ب‬ ‫ا‬َ‫م‬ُ‫ك‬َ‫ب‬َ‫ر‬َ‫ض‬ َ‫م‬ُ‫ت‬ْ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ف‬ ‫ا‬َ‫م‬ُ‫ك‬‫ّا‬‫ي‬ِ‫ا‬ ‫ا‬َ‫م‬ُ‫ت‬ْ‫ن‬َ‫ا‬
‫جمع‬ ّ‫ن‬ُ‫ك‬ُ‫د‬ْ‫ب‬َ‫ع‬ ّ‫ن‬ُ‫ك‬ِ‫ب‬ ّ‫ن‬ُ‫ك‬َ‫ب‬َ‫ر‬َ‫ض‬ ّ‫ن‬ُ‫ت‬ْ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ف‬ ّ‫ن‬ُ‫ك‬‫ّا‬‫ي‬ِ‫ا‬ ّ‫ن‬ُ‫ت‬ْ‫ن‬َ‫ا‬
ْ‫ه‬َ‫د‬ْ‫ح‬ َ‫و‬ ْ‫م‬ِ‫َل‬‫ك‬َ‫ت‬ُ‫م‬ ْ‫ي‬ِ‫د‬ْ‫ب‬َ‫ع‬ ْ‫ي‬ِ‫ب‬ ْ‫ي‬ِ‫ن‬َ‫ب‬َ‫ر‬َ‫ض‬ ُ‫ت‬ْ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ف‬ ّ‫ي‬‫ّا‬‫ي‬ِ‫ا‬ ‫َا‬‫ن‬َ‫ا‬
ِ
‫ْر‬‫ي‬َ‫غ‬ْ‫ال‬ َ‫ع‬َ‫م‬ ْ‫م‬ِ‫َل‬‫ك‬َ‫ت‬ُ‫م‬
‫ه‬َ‫س‬ْ‫ف‬َ‫ن‬ ْ‫م‬ِ‫ظ‬َ‫ع‬ُ‫م‬ ْ‫و‬َ‫ا‬
‫َا‬‫ن‬ُ‫د‬ْ‫ب‬َ‫ع‬ ‫َا‬‫ن‬ِ‫ب‬ ‫َا‬‫ن‬َ‫ب‬َ‫ر‬َ‫ض‬ ‫َا‬‫ن‬ْ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ف‬ ‫َا‬‫ن‬‫ّا‬‫ي‬ِ‫ا‬ ُ‫ن‬ْ‫َح‬‫ن‬
Ciri Mahal I’rob Dhomir Muttasil
 Mahal Nashob
Jika gandeng dengan fi’il. Contoh : ُ‫ه‬َ‫ب‬َ‫ر‬َ‫ض‬
 Mahal Jer
Jika gandeng dengan isim atau huruf jer. Contoh : ُ‫ه‬ُ‫د‬ْ‫ب‬َ‫ع‬ ِ‫ه‬ِ‫ب‬
,
4. Isim ma’rifat karena berupa isim maushul (kata penghubung)
Nadhomnya
َ‫و‬ ِ‫م‬ َ
‫ال‬ُ‫غ‬ْ‫ال‬ َ‫و‬ ْ‫ي‬ِ‫ن‬ْ‫ب‬‫ا‬ َ‫و‬ َ‫د‬ْ‫ن‬ِ‫ه‬ َ‫و‬ # ْ‫ي‬ِ‫ذ‬ َ‫و‬ ْ‫م‬ُ‫ه‬َ‫ك‬ ‫ة‬َ‫ف‬ ِ
‫ر‬ْ‫ع‬َ‫م‬ ُ‫ه‬ُ‫ْر‬‫ي‬َ‫غ‬ َ‫و‬
‫ِي‬‫ذ‬ّ‫ل‬‫ا‬
ISIM MAUSHUL adalah kata penghubung antar kalimat.
Tabel Isim Maushul
Menunjukkan
Isim Maushul
Khusus UMUM
(mufrod, tatsniyah, jama’, &
mudzakkar,muannats)
Muannats Mudzakkar
ْ‫د‬ َ‫ر‬ْ‫ف‬ُ‫م‬ ْ‫ي‬ِ‫ت‬ّ‫ل‬‫ا‬ ْ‫ي‬ِ‫ذ‬ّ‫ل‬‫ا‬ ْ‫ن‬َ‫م‬
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 28
ْ‫ة‬َ‫ي‬ِ‫ن‬ْ‫ث‬َ‫ت‬ ِ‫ْن‬‫ي‬َ‫ت‬ّ‫ل‬‫ال‬/ِ‫َان‬‫ت‬ّ‫ل‬‫ال‬ ِ‫ْن‬‫ي‬َ‫ذ‬ّ‫ل‬‫ال‬/ِ‫ان‬َ‫ذ‬ّ‫ل‬‫ال‬ Dan
‫ا‬َ‫م‬
ْ‫ع‬َ‫م‬َ‫ج‬ ْ‫ي‬ِ‫ئ‬َ‫الال‬/ْ‫ي‬ِ‫ت‬ ّ
‫الال‬ َ‫ْن‬‫ي‬ِ‫ذ‬ّ‫ل‬‫ا‬
KETERANGAN
Setelah isim maushul pasti ada silah (‫)صلة‬ dan A’id (‫)عائد‬
 Shilah adalah jumlah atau serupa jumlah setelah isim maushul
 A’id adalah dhomir yang kembali pada isim maushul yang sesuai dalam :
a. Mufrod-Tatsniyah, Jama’nya,
b. Mudzakkar-Muannatsnya.
KETERANGAN
Shilah bisa berupa :
A. Jumlah Ismiyah apabila kalimat pertama setelah isim maushul berupa kalimat isim
B. Jumlah Fi’liyah apabila kalimat pertama setelah isim maushul berupa kalimat fi’il
C. Syibhu Jumlah apabila kalimat pertama setelah isim maushul berupa dhorof atau jer majrur
D. Shilah yang berupa syibhu jumlah, maka mengira-ngirakan ّ‫ر‬َ‫ق‬َ‫ت‬ْ‫س‬ِ‫ا‬ yang sekaligus menyimpan
dhomir yang menjadi ‘Aid.
Nadhomnya
‫مشتمله‬ ‫َلئق‬ ‫ضمير‬ ‫على‬ # ‫صله‬ ‫بعده‬ ‫يلزم‬ ‫وكلها‬
‫كفل‬ ‫ابنه‬ ‫الذي‬ ‫عندي‬ ‫كمن‬ ‫به‬ # ‫وصل‬ ‫الذي‬ ‫شبهها‬ ‫أو‬ ‫وجملة‬
Tabel Arti Isim Maushul
Makna jawa Arti murod Isim maushul NO
Wong kang.... Seorang lelaki yang... ْ‫ي‬ِ‫ذ‬ّ‫ال‬ 1
Wong akeh kang...... Orang-orang yang.... َ‫ْن‬‫ي‬ِ‫ذ‬ّ‫ل‬‫ا‬ 2
Wadon kang........ Satu wanita yang.... ْ‫ي‬ِ‫ت‬ّ‫ل‬‫ا‬ 3
Wadon akeh kang...... Wanita-wanita yang..... ْ‫ي‬ِ‫ئ‬َ‫الال‬/ْ‫ي‬ِ‫ت‬ ّ
‫الال‬ 4
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 29
Wong lanang luru kang..... Dua laki-laki yang.... ِ‫ان‬َ‫ذ‬ّ‫ل‬‫ال‬ 5
Wong lanang luru kang..... Dua laki-laki yang... ِ‫ْن‬‫ي‬َ‫ذ‬ّ‫ل‬‫ال‬ 6
Wadon luru kang... Dua perempuan yang... ِ‫َان‬‫ت‬ّ‫ل‬‫ال‬ 7
Wadon luru kang..... Dua perempuan yang.... ِ‫ْن‬‫ي‬َ‫ت‬ّ‫ل‬‫ال‬ 8
Barang/barang” kang... Barang yang.... ‫ا‬َ‫م‬ 9
Wong kang.... Orang/orang” yang.... ْ‫ن‬َ‫م‬ 10
5. Isim Isyaroh
Isim Isyaroh adalah kata yang digunakan untuk menunjuk sesuatu, baik orang maupun benda.
Tabel Isim Isyaroh
YANG DI TUNJUK
(MUSYAR ILAIH)
ARTI WAQI’
ISIM
ISYAROH
Dekat
Ini ‫مذكر‬ ‫مفرد‬ ‫ا‬‫َذ‬‫ه‬
Ini ‫مذكر‬ ‫تثنية‬ ِ‫ْن‬‫ي‬َ‫ذ‬َ‫ه‬/ِ‫ان‬َ‫ذ‬َ‫ه‬
Mereka ‫مذكر‬ ‫جمع‬ ِ‫ء‬ َ
‫َُل‬‫ؤ‬َ‫ه‬
Ini ‫مؤنث‬ ‫مفرد‬ ِ‫ه‬ِ‫ذ‬َ‫ه‬
Ini ‫مؤنث‬ ‫تثنية‬ ِ‫ْن‬‫ي‬َ‫ت‬‫َا‬‫ه‬/ِ‫َان‬‫ت‬‫َا‬‫ه‬
mereka ‫مؤنث‬ ‫جمع‬ ِ‫ء‬ َ
‫َُل‬‫ؤ‬َ‫ه‬
Jauh
Itu ‫مذكر‬ َ‫ِك‬‫ل‬َ‫ذ‬
Itu ‫مذكر‬ َ‫ِك‬‫ن‬ْ‫ي‬َ‫ذ‬/َ‫ِك‬‫ن‬‫ا‬َ‫ذ‬
Itu ‫مؤنث‬ َ‫ك‬ْ‫ل‬ِ‫ت‬
Itu ‫مؤنث‬ َ‫ِك‬‫ن‬ْ‫ي‬َ‫ت‬ / َ‫ِك‬‫ن‬‫َا‬‫ت‬
mereka ‫مذكر‬ + ‫مؤنث‬ َ‫ِك‬‫ئ‬َ‫ل‬‫و‬ُ‫أ‬
Tempat jauh Disana َ‫َاك‬‫ن‬ُ‫ه‬ / َ‫ِك‬‫ل‬‫َا‬‫ن‬ُ‫ه‬ / ّ‫م‬َ‫ث‬
Tempat dekat Disini ‫َا‬‫ن‬ُ‫ه‬َ‫ه‬ / ‫َا‬‫ن‬ُ‫ه‬
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 30
RUMUS ISIM ISYAROH
1. Dalam isim isyaroh, kata yang ditunjuk disebut “musyar ilaih”
2. Musyar ilaih harus sesuai dengan isim isyaroh dalam mufrod,tatsniyah dan jama’nya, juga dalam
mudzakkar – muannatsnya.
3. Musyar ilaih setelah isim isyaroh yang diawali “AL” I’robnya mengikuti isim isyaroh, bisa menjadi
na’at, Athof bayan, atau badal. Contoh :
Rofa’ : ‫ا‬ َ‫ِك‬‫ل‬‫ا‬َ‫ذ‬
ُ‫اب‬َ‫ت‬ِ‫ك‬ْ‫ل‬ - Nashob : َ‫ن‬َ‫أ‬ ْ‫ر‬ُ‫ق‬ْ‫ال‬ ‫ا‬َ‫ذ‬َ‫ه‬ ‫َا‬‫ن‬ْ‫ل‬ َ‫ز‬ْ‫ن‬َ‫أ‬ ‫ا‬ّ‫ن‬ِ‫ا‬ - Jer : ِ‫ة‬َ‫ي‬ ْ‫ر‬َ‫ق‬ْ‫ال‬ ِ‫ه‬ِ‫ذ‬َ‫ه‬ ِ‫ل‬ْ‫ه‬َ‫أ‬ ‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬
Nadhomnya
‫بدل‬ ‫أو‬ ‫بيان‬ ‫او‬ ‫عطف‬ ‫يعرب‬ # ‫بأل‬ ‫إشارة‬ ‫بعد‬ ‫معرف‬
4. Kalimat setelah isim isyaroh jika tidak diawali “AL” maka bukan musyar ilaih. Contoh : َ‫ك‬ْ‫ل‬ِ‫ت‬
‫َاب‬‫ت‬ِ‫ك‬ْ‫ال‬ ُ‫ات‬َ‫ي‬َ‫ا‬
6. Isim yang dimudhofkan pada salah satu 5 isim ma’rifat diatas (IDHOFAH)
Idhofah adalah : menyandarkan satu isim pada isim yang lain, isim pertama disebut mudhof, dan
isim yang kedua disebut mudhof ilaih.
Contoh
‫ا‬َ‫ذ‬َ‫ه‬ ُ‫اب‬َ‫ت‬ِ‫ك‬ ُ‫اب‬َ‫ت‬ِ‫ك‬
ُ‫أ‬َ‫ر‬ْ‫ق‬َ‫ي‬ ْ‫ِي‬‫ذ‬َّ‫ل‬‫ا‬ ‫ا‬َ‫م‬ُ‫ه‬ُ‫ب‬‫ا‬َ‫ت‬ِ‫ك‬ ٍ‫د‬َّ‫م‬َ‫ح‬ُ‫م‬ ُ‫اب‬َ‫ت‬ِ‫ك‬ ِ‫ل‬ُ‫ج‬َّ‫الر‬ ُ‫اب‬َ‫ت‬ِ‫ك‬
ِ‫ل‬ُ‫ج‬ّ‫الر‬ ُ‫اب‬َ‫ت‬ِ‫ك‬ : Susunan Idhofah. ُ‫اب‬َ‫ت‬ِ‫ك‬ : Mudhof ِ‫ل‬ُ‫ج‬ّ‫الر‬ : Mudhof ilaih
Pembagian Idhofah ada dua
 Mahdhoh / maknawi adalah mudhof yang berupa isim sifat dan beramal pada mudhof ilahi
Contoh : ٍ‫د‬ْ‫ي‬َ‫ز‬ ُ‫ب‬ ِ
‫ار‬َ‫ض‬
 Ghoiru Mahdhoh / lafdzi adalah sebaliknya dan mengira”kan huruf jer ‫َلم‬ ، ‫في‬ ، ‫من‬
Contoh : ٍ‫د‬ْ‫ي‬َ‫ز‬ ُ‫م‬ َ
‫ال‬ُ‫غ‬ ٍ‫د‬ْ‫ي‬َ‫ز‬ِ‫ل‬ ُ‫م‬ َ
‫ال‬ُ‫غ‬
Nadhomnay
‫ا‬َ‫ذ‬ِ‫إ‬ ‫ي‬ِ‫ف‬ ْ‫و‬َ‫أ‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬ ‫و‬ْ‫ن‬‫ا‬ َ‫و‬ ْ‫ر‬ُ‫ر‬ْ‫اج‬ َ‫ي‬ِ‫ن‬‫ا‬ّ‫ث‬ْ‫ال‬ َ‫و‬
#
ّ‫َل‬‫إ‬ ِ‫ح‬ُ‫ل‬ْ‫ص‬َ‫ي‬ ْ‫م‬َ‫ل‬
‫ا‬َ‫ذ‬ُ‫خ‬ َ‫م‬ّ‫ال‬ْ‫وال‬ َ‫اك‬َ‫ذ‬
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 31
I’ROBNYA IDHOFAH
I’robnya mudhof : sesuai amil yang masuk, serta tidak boleh ada “AL”, Tanwin, Dan nun tatsniyah
dan Nun Jama :
Nadhomnya
ْ‫ل‬َ‫أ‬ َ‫و‬ ‫والندا‬ ِ‫والتنوين‬ ِ
‫بالجر‬
#
ْ‫حصل‬ ‫تمييز‬ ِ‫لالسم‬ ٍ‫د‬‫ومسن‬
I’robnya Mudhof Ilaih : diba‫َل‬ca jer.
Nadhomnya
‫َا‬‫ن‬‫ي‬ِ‫و‬ْ‫ن‬َ‫ت‬ ْ‫و‬َ‫أ‬ َ‫اب‬َ‫ْر‬‫ع‬ِ‫اإل‬ ‫ي‬ِ‫ل‬َ‫ت‬ ‫َا‬‫ن‬‫و‬ُ‫ن‬
#
‫ا‬ّ‫م‬ِ‫م‬
َ‫ْن‬‫ي‬ِ‫س‬ ِ
‫ر‬ ْ‫و‬ُ‫ط‬َ‫ك‬ ‫ِف‬‫ذ‬ْ‫اح‬ ُ‫ْف‬‫ي‬ ِ
‫ض‬ُ‫ت‬
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 32
( BAB 2 )
MUDZAKKAR DAN MUANNATS
A. MUDZAKKAR DAN MUANNATS
 Pengertian Mudzakkar adalah kata yang menunjukkan arti laki laki contoh ‫ْت‬‫ي‬ِ‫ب‬
 Muannats adalah kalimat yang menunjukkan arti perempuan, Biasanya diakhiri TA’ (‫)ة‬ atau ALIF (‫ا‬/‫)ى‬,
ada juga yang tidak bertanda Contoh : ُ‫ة‬َ‫م‬ِ‫اط‬َ‫ف‬
Nadhomnya
‫ألف‬ ‫أو‬ ‫تاء‬ ‫أنيث‬‫الت‬ ‫عالمة‬
#
‫كالكتف‬ ‫ا‬‫الت‬ ‫روا‬‫قد‬ ‫أسام‬ ‫فى‬ ‫و‬
 Pembagian Muannats : 1) Haiqiq 2.) Majazi
1) Haqiqi adalah lafadz yang makna perempuan memiliki tanda
Contoh :ُ‫ة‬َ‫م‬ِ‫اط‬َ‫ف‬
2) Majazi adalah muannats yang tidak memiliki tanda
Contoh ُ‫َب‬‫ن‬ْ‫ي‬ َ‫ز‬
 Tanda – Tanda Muannats
 Ta’ Marbutho :ُ‫ة‬َ‫م‬ِ‫اط‬َ‫ف‬
 Alif Maqsuroh : ‫َى‬‫ن‬ْ‫س‬ُ‫ح‬
 Alif Mamdudah : ُ‫ء‬‫ا‬َ‫ض‬ْ‫ي‬َ‫ب‬
*redaksi lain dari ta’ marbutho adalah ta’ mutaharikah
 Termasuk muannats majazai : 1) badan sepasang 2) di nash al qur’an 3) benda langit
4)menumjukkan khususiyah perempuan
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 33
Contoh : ‫س‬ْ‫م‬َ‫ش‬
 Muannats dengan melihat qorenah :
 Menggunakan dhomir muannats ‫هي‬
 Menggunakan Isyarah muannats ‫هذه‬
 Menggunakan Mausul muannats ‫التي‬
 Isim – Isim Yang Boleh Mudzakar Dan Muannats
. ‫َة‬‫خ‬ْ‫ل‬َ‫س‬ ، ‫َاة‬‫ش‬ ، ‫ّة‬‫ي‬َ‫ح‬ ، ‫ة‬َ‫ع‬ِ‫ب‬‫ا‬َ‫ر‬
. ‫ْل‬‫ي‬ِ‫ب‬َ‫س‬ ، ‫ْن‬‫ي‬ِ‫ك‬ِ‫س‬ ، ‫ق‬ُ‫ن‬ُ‫ع‬ ،‫ر‬ْ‫م‬َ‫خ‬ ، ‫ْق‬‫ي‬ ِ
‫ر‬َ‫ط‬ ، ‫ق‬ ْ‫و‬ُ‫س‬ ، ‫ان‬َ‫س‬ِ‫ل‬ ، ‫اع‬َ‫ِر‬‫ذ‬ ، ‫ح‬ َ
‫ال‬ِ‫س‬ ، ‫اع‬َ‫ص‬ ، ‫و‬ْ‫ل‬َ‫د‬
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 34
(BAB 3)
ISIM ADAD (HITUNGAN)
A. ISIM ADAD
 Pengertian Isim adad adalah setiap kata yang berarti hitungan mulai 1,2,3 dan seterusnya.
Macam-macam Isim adad ada 3.
 Adad Mufrod
 Adad Murokkab
 Adad Athof
 ADAD MUFROD
Adad Mufrod yaitu isim adad mulai dari 1 sampai 10.
Untuk ma’dud Mu’annats Untuk ma’dud Mudzakkar No
‫واحد‬ ‫واحد‬ 01
‫اثنان‬ ‫اثنان‬ 02
‫ثَلثة‬ ‫ثَلث‬ 03
‫أربعة‬ ‫أربع‬ 04
‫خمسة‬ ‫خمس‬ 05
‫ستة‬ ‫ست‬ 06
‫سبعة‬ ‫سبع‬ 07
‫ثمانية‬ ‫ثماني‬ 08
‫تسعة‬ ‫تسع‬ 09
‫عشرة‬ ‫عشر‬ 10
‫مائة‬ ‫مائة‬ 100
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 35
ٌ‫ف‬ْ‫ل‬َ‫أ‬ ٌ‫ف‬ْ‫ل‬َ‫أ‬ 1000
Ma’dud Mu’annats Ma’dud Mudzakkar
KETERANGAN
Kata setelah adad mufrod dibaca jer karena menjadi mudhof ilaih. Contoh : ٍ‫ت‬‫ا‬َ‫ع‬َ‫ك‬َ‫ر‬ ُ‫س‬ْ‫م‬َ‫خ‬ ,ٍ‫ة‬َ‫د‬ْ‫ل‬َ‫ج‬ ُ‫ة‬َ‫ئ‬‫ا‬ِ‫م‬
 ADAD MUROKKAB
Adad murokkab ialah isim adad dari 11 sampai 19.
Untuk ma’dud Mu’annats Untuk ma’dud Mudzakkar No
‫عشر‬ ‫أحد‬ ‫عشر‬ ‫أحد‬ 11
‫عشر‬ ‫اثنا‬ ‫عشر‬ ‫اثنا‬ 12
‫عشر‬ ‫ثالثة‬ ‫عشر‬ ‫ثالث‬ 13
‫عشر‬ ‫أربعة‬ ‫عشر‬ ‫أربع‬ 14
‫عشر‬ ‫خمسة‬ ‫عشر‬ ‫خمس‬ 15
‫عشر‬ ‫ستة‬ ‫عشر‬ ‫ست‬ 16
‫عشر‬ ‫سبعة‬ ‫عشر‬ ‫سبع‬ 17
‫عشر‬ ‫ثمانية‬ ‫عشر‬ ‫ثماني‬ 18
‫عشر‬ ‫تسعة‬ ‫عشر‬ ‫تسع‬ 19
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 36
KETERANGAN 1
1. Kedua lafadz adad murokkab selalu mabni fathah, Kecuali ‫َا‬‫ن‬ْ‫ث‬ِ‫ا‬ dan ‫َا‬‫ت‬َ‫ن‬ْ‫ث‬ِ‫ا‬ , maka i’robnya sama dengan
isim tatsniyah.
2. Lafadz setelah adad murokkab dibaca nashob dengan fathah.
KETERANGAN 2
Adad murokkab yang ikut wazan ‫ل‬ِ‫ع‬‫ا‬َ‫ف‬ juga mabni fathah. Seperti : َ‫َر‬‫ش‬َ‫ع‬ ْ‫ي‬ِ‫ن‬‫ا‬ّ‫ث‬‫ال‬ َ‫و‬ kecuali َ‫َر‬‫ش‬َ‫ع‬ ْ‫ي‬ِ‫د‬‫ا‬َ‫ح‬ dan ْ‫ي‬ِ‫ن‬‫ا‬َ‫ث‬
َ‫َر‬‫ش‬َ‫ع‬, maka i’robnya lafadz yang pertama sebagaimana i’rob isim manqush, Sedangkan lafadz yang kedua
tetap mabni fathah.
 ADAD ATHOF
Adad athof adalah hitungan 20 ke atas yang dirangkai dengan huruf athof (‫)و‬.
َ‫ن‬ ْ‫و‬ُ‫ر‬ْ‫ش‬ِ‫ع‬ َ‫و‬ ‫ة‬َ‫ع‬ْ‫ب‬َ‫س‬ َ‫ن‬ ْ‫و‬ُ‫ر‬ْ‫ش‬ِ‫ع‬ َ‫و‬ ‫ة‬َ‫ع‬َ‫ب‬ ْ‫ر‬َ‫أ‬ َ‫ن‬ ْ‫و‬ُ‫ر‬ْ‫ش‬ِ‫ع‬ َ‫و‬ ‫د‬ ِ‫اح‬ َ‫و‬
َ‫ن‬ ْ‫و‬ُ‫ر‬ْ‫ش‬ِ‫ع‬ َ‫و‬ ‫ّة‬‫ي‬ِ‫ن‬‫ا‬َ‫م‬َ‫ث‬ َ‫ن‬ ْ‫و‬ُ‫ر‬ْ‫ش‬ِ‫ع‬ َ‫و‬ َ ‫ة‬َ‫س‬ْ‫م‬َ‫خ‬ َ‫ن‬ ْ‫و‬ُ‫ر‬ْ‫ش‬ِ‫ع‬ َ‫و‬ ‫ثنان‬ِ‫إ‬
َ‫ن‬ ْ‫و‬ُ‫ر‬ْ‫ش‬ِ‫ع‬ َ‫و‬ ‫ة‬َ‫ع‬ْ‫س‬ِ‫ت‬ َ‫ن‬ ْ‫و‬ُ‫ر‬ْ‫ش‬ِ‫ع‬ َ‫و‬ ‫ة‬ّ‫ت‬ِ‫س‬ َ‫ن‬ ْ‫و‬ُ‫ر‬ْ‫ش‬ِ‫ع‬ َ‫و‬ ‫ة‬َ‫ث‬ َ
‫ال‬َ‫ث‬
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 37
( BAB 4 )
JAMID DAN MUSYTAQ
A. ISIM JAMID
 Isim jamid adalah isim yang tidak diambil dari kata lain.
 Isim jamid anatara lain adalah :
Nama (baik orang atau benda) Contoh ُ‫َب‬‫ن‬ْ‫ي‬َ‫ز‬
Masdar ghoiru mim dari fi’il madhi tiga huruf contoh ‫ا‬‫م‬ْ‫ل‬ِ‫ع‬
B. ISIM MUSYTAQ
 Isim musytaq adalah isim yang bisa diambil dari kata lain (masdar)
 Isim Musytaq antara lain :
1. Masdar ghoiru mim selain masdar fi’il tsulasi mujarrod
Wazannya : ِ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫ت‬ ، ‫ْال‬‫ي‬ِ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫ت‬
‫اَل‬َ‫ع‬ْ‫ف‬ِ‫ت‬ْ‫س‬ِ‫ا‬ ، ‫لضاَل‬ِ‫ع‬ْ‫ف‬ِ‫ا‬ ، ‫اَل‬َ‫ع‬ِ‫ف‬ْ‫ن‬ِ‫ا‬ ، ‫اَل‬َ‫ع‬ِ‫ت‬ْ‫ف‬ِ‫ا‬ ، ‫ال‬ُّ‫ع‬َ‫ف‬َ‫ت‬ ، ‫ُال‬‫ع‬‫ا‬َ‫ف‬َ‫ت‬ ، ‫اَل‬َ‫ع‬ْ‫ف‬ِ‫إ‬ ، ‫ة‬َ‫ل‬َ‫ع‬‫ا‬َ‫ف‬ُ‫م‬ ، ‫ة‬َ‫ل‬
2. Masdar Mim adalah : Masdar yang diawali oleh MIM (‫)م‬ selain wazan ‫ة‬َ‫ل‬َ‫ع‬‫ا‬َ‫ف‬ُ‫م‬
Wazanya : ‫ال‬َ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫ت‬ْ‫س‬ُ‫م‬ ، ‫ال‬َ‫ع‬ْ‫ف‬ُ‫م‬ ، ‫ال‬َ‫ع‬َ‫ف‬ْ‫ن‬ُ‫م‬ ،‫ال‬َ‫ع‬َ‫ت‬ْ‫ف‬ُ‫م‬ ،‫ال‬َ‫ع‬َ‫ف‬َ‫ت‬ُ‫م‬ ، ‫ال‬َ‫ع‬‫ا‬َ‫ف‬َ‫ت‬ُ‫م‬ ، ‫ال‬َ‫ع‬ْ‫ف‬ُ‫م‬، ‫ال‬ّ‫ع‬َ‫ف‬ُ‫م‬ ، ‫ال‬َ‫ع‬ْ‫ف‬ُ‫م‬
3. Isim fail adalah : isim musytaq yang berarti “orang yang..../sesuatu yang....” (subjek/Pelaku)
Wazanya : ، ‫ل‬ِ‫ع‬‫ا‬َ‫ف‬ُ‫م‬ ، ‫ل‬ِ‫ع‬َ‫ف‬ُ‫م‬ ، ‫ل‬ِ‫ع‬‫ا‬َ‫ف‬
‫ل‬ِ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫ت‬ْ‫س‬ُ‫م‬ ، ‫ل‬َ‫ع‬ْ‫ف‬ُ‫م‬ ، ‫ل‬ِ‫ع‬َ‫ف‬ْ‫ن‬ُ‫م‬، ‫ل‬ِ‫ع‬َ‫ت‬ْ‫ف‬ُ‫م‬ ، ‫ل‬ِ‫ع‬َ‫ف‬َ‫ت‬ُ‫م‬ ، ‫ل‬ِ‫ع‬‫ا‬َ‫ف‬َ‫ت‬ُ‫م‬ ، ‫ل‬ِ‫ع‬ْ‫ف‬ُ‫م‬
4. Isim maf’ul adalah : isim musytaq yang berarti “orang yang di....” / Sesuatu yang di.....”
(obyek/sasaran)
Wazanya : ، ‫ل‬ ْ‫و‬ُ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫م‬
ُ‫م‬ ، ‫ل‬َ‫ع‬ْ‫ف‬ُ‫م‬ ، ‫ل‬َ‫ع‬‫ا‬َ‫ف‬ُ‫م‬ ، ‫ل‬ّ‫ع‬َ‫ف‬ُ‫م‬
‫ل‬َ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫ت‬ْ‫س‬ُ‫م‬ ، ‫ل‬َ‫ع‬ْ‫ف‬ُ‫م‬ ، ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ف‬ْ‫ن‬ُ‫م‬، ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ت‬ْ‫ف‬ُ‫م‬ ، ‫ل‬ّ‫ع‬َ‫ف‬َ‫ت‬ُ‫م‬ ، ‫ل‬َ‫ع‬‫ا‬َ‫ف‬َ‫ت‬
5. Isim zaman adalah : isim yang menunjukkan arti zaman
Wazanya : ‫ل‬ِ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫م‬ ، ‫ل‬َ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫م‬
6. Isim makan adalah : isim yang menunjukkan arti tempat
Wazanya :‫ل‬ِ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫م‬ ، ‫ل‬َ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫م‬
Isim Jamid
Nama (baik orang atau benda)
Masdar ghoiru mim dari fi’il
madhi tiga huruf
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 38
7. Isim alat adalah : isim musytaq yang berarti “alat untuk membuat sesuatu”
Wazanya :‫ال‬َ‫ع‬ْ‫ف‬ِ‫م‬ ، ‫ل‬َ‫ع‬ْ‫ف‬ِ‫م‬ ، ‫ة‬َ‫ل‬َ‫ع‬ْ‫ف‬ِ‫م‬
8. Isim tashghir adalah : isim musytaq yang dibentuk untuk “mengecilkan”
Wazanya :‫ْل‬‫ي‬ِ‫ع‬ْ‫ي‬َ‫ع‬ُ‫ف‬ ، ‫ل‬ِ‫ع‬ْ‫ي‬َ‫ع‬ُ‫ف‬ ، ‫ْل‬‫ي‬َ‫ع‬ُ‫ف‬
9. Isim tafdhil adalah : isim musytaq yang bermakna “lebih.....dari/paling
Wazanya :‫ى‬َ‫ل‬ْ‫ع‬ُ‫ف‬ ، ُ‫ل‬َ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫أ‬
10. Isim nasab adalah : isim musytaq yang diakhiri ya’ nisbat yang bermakna kang bongso
Contoh :‫ي‬ ِ‫ر‬َ‫م‬َ‫ق‬
11. Shighot Mubalaghoh adalah : isim musytaq yang menunjukkan makna “banyak/sangat/maha....”
Wazanya : ،‫ول‬ُ‫ع‬َ‫ف‬
‫ال‬ّ‫ع‬َ‫ف‬
،
،‫ال‬َ‫ع‬ْ‫ف‬ِ‫م‬
، ‫يل‬ِ‫ع‬َ‫ف‬
، ‫ل‬ِ‫ع‬َ‫ف‬
، ‫ول‬ُ‫ع‬ْ‫ي‬َ‫ف‬ ، ‫ال‬ّ‫ع‬ُ‫ف‬
‫ْل‬‫ي‬ِ‫ع‬ْ‫ف‬ِ‫م‬
Wazan wazan isim musytaq
Contoh Wazan wazan nya Isim musytaq No
‫ا‬‫ْب‬‫ي‬ ِ
‫ْر‬‫ض‬َ‫ت‬ ‫ْال‬‫ي‬ِ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫ت‬
Masdar ghoiru mim selain masdar fi’il
tsulasi mujarrod
01
‫ا‬‫ب‬َ‫ْر‬‫ض‬ُ‫م‬ ‫ال‬َ‫ع‬ْ‫ف‬ُ‫م‬ Masdar mim 02
‫ب‬ ِ
‫ار‬َ‫ض‬ ‫ل‬ِ‫ع‬‫ا‬َ‫ف‬ Isim fa’il 03
‫ب‬ ْ‫و‬ُ‫ْر‬‫ض‬َ‫م‬ ‫ل‬ ْ‫و‬ُ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫م‬ Isim maf’ul 04
‫ب‬َ‫ْر‬‫ض‬َ‫م‬ ‫ل‬َ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫م‬ Isim zaman 05
‫ب‬َ‫ْر‬‫ض‬َ‫م‬ ‫ل‬َ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫م‬ Isim makan 06
‫ب‬َ‫ْر‬‫ض‬ِ‫م‬ ‫ل‬َ‫ع‬ْ‫ف‬ِ‫م‬ Isim alat 07
‫ْل‬‫ي‬َ‫ج‬ُ‫ر‬ ‫ْل‬‫ي‬َ‫ع‬ُ‫ف‬ Isim tasghir 08
ُ‫ل‬َ‫ض‬ْ‫ف‬َ‫أ‬ ُ‫ل‬َ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫أ‬ Isim tafdhil 09
‫ي‬ ِ‫ر‬َ‫م‬َ‫ق‬ ‫ي‬ ِ
‫ر‬َ‫م‬َ‫ق‬ Isim nasab 10
‫ام‬ ّ‫و‬َ‫ص‬ ‫ال‬ّ‫ع‬َ‫ف‬ Shighot mubalagoh 11
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 39
praktek isim musytaq
‫ل‬ّ‫ع‬َ‫ف‬ُ‫م‬ ْ‫ل‬ِ‫ع‬َ‫ف‬ُ‫ت‬ َ
‫َل‬ ْ‫ل‬ِ‫ع‬َ‫ف‬ ‫ل‬ّ‫ع‬َ‫ف‬ُ‫م‬ َ‫اك‬َ‫ذ‬ َ‫و‬ ‫ل‬ِ‫ع‬َ‫ف‬ُ‫م‬ َ‫و‬ُ‫ه‬َ‫ف‬ ‫ال‬ّ‫ع‬َ‫ف‬ُ‫م‬ ‫اَل‬َ‫ع‬ْ‫ف‬ِ‫ت‬ ‫اَل‬َ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫ت‬ ‫ة‬َ‫ل‬ِ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫ت‬ ‫ْال‬‫ي‬ِ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫ت‬ ُ‫ل‬ِ‫ع‬َ‫ف‬ُ‫ي‬ َ‫ل‬ّ‫ع‬َ‫ف‬
Isim
zaman&
isim
makan
Fi’il
nahi
Fi’il
amar
Isim
maf’ul
Isim
isyaroh
Isim
fa’il
Isim
dhomir
Masdar
mim
Masdar ghoiru mim
Fi’il
mudhori’
Fi’il
madhi
‫ح‬ ّ‫ر‬َ‫ف‬ُ‫م‬ ْ‫ح‬ ِ
‫َر‬‫ف‬ُ‫ت‬ ‫َل‬ ْ‫ح‬ ِ
‫ر‬َ‫ف‬ ‫ح‬ ّ‫ر‬َ‫ف‬ُ‫م‬ َ‫اك‬َ‫ذ‬ َ‫و‬ ‫ح‬ ِ
‫ر‬َ‫ف‬ُ‫م‬ َ‫و‬ُ‫ه‬َ‫ف‬ ‫ح‬ ّ‫ر‬َ‫ف‬ُ‫م‬ ،‫ة‬َ‫ح‬ْ‫ي‬ ِ
‫ر‬ْ‫ف‬َ‫ت‬ ،‫ا‬‫ْح‬‫ي‬ ِ
‫ر‬ْ‫ف‬َ‫ت‬
‫ا‬‫اح‬ َ‫ر‬ْ‫ف‬ِ‫ت‬ ،‫ا‬‫اح‬ َ‫ر‬ْ‫ف‬َ‫ت‬ ُ‫ح‬ ِ
‫ر‬َ‫ف‬ُ‫ي‬ َ‫ح‬ّ‫ر‬َ‫ف‬
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 40
{ FASEL 3 }
(BAB 1)
KALIMAT FI’IL (KATA KERJA)
A. KALIMAT FI’IL
 Pengertian Kalimat fi’il
adalah kata yang menunjukkan arti pekerjaan yang sudah berlalu, sedang atau akan
dikerjakan.
 Pembagian Kalimat fi'il dilihat dari sisi waktu (zamannya) ada 3
1. Fi'il madi
2. Fi'il mudhori'
3. Fi'il Amr
B. FI'IL MADHI
 Pengertian fi’il Madhi
adalah : kalimat yang mempunyai arti diri sendiri yang bersamaan dengan zaman madi (sudah
dikerjakan) contoh : َ‫م‬ّ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ت‬ ،َ‫د‬َ‫ه‬َ‫ت‬ْ‫ج‬ِ‫ا‬ ،َ‫ء‬‫ا‬َ‫ج‬
 Tanda tanda fi'il madhi
1. Menerima Ta' ta'nis yang mati ( Ta' yang menunjukkan arti perempuan dan berharokat
sukun). Contoh : ْ‫ت‬َ‫ب‬َ‫ت‬َ‫ك‬
2. Menerima dhomir rofa' mutaharrik. Contoh : َ‫ْت‬‫ب‬َ‫ت‬َ‫ك‬
3. sambung dengan wawu jamak. Contoh : ‫ا‬ ْ‫ُو‬‫ب‬َ‫ر‬َ‫ض‬
 Mabninya fi'il madhi
1. Fathah : apabila tidak gandeng dengan wawu jamak dan dhomir rofa' mutaharrik : َ‫ب‬َ‫ر‬َ‫ض‬
2. Dhommah : apabila gandeng dengan wawu jama' : ‫ا‬ ْ‫ُو‬‫ب‬َ‫ر‬َ‫ض‬
3. Sukun : apabila gandeng dengan dhomir rofa' mutaharrik : ُ‫ْت‬‫ب‬َ‫ر‬َ‫ض‬
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 41
C. FI'IL MUDHORI'
 Pengertian Fi’il Mudhore’ kalimat yang mempunyai arti diri sendiri dan bersamaan dengan zaman
Hal ( sedang dilakukan) atau istiqbal (akan dilakukan) contoh : ُ‫ئ‬ْ‫ي‬ ِ‫ج‬َ‫ي‬
 Tanda tanda fi'il mudhori'
Didahului oleh salah satu dari empat huruf mudhoroah , yaitu : ‫ت‬،‫ي‬،‫ن‬،‫أ‬ yang
terkumpul dalam lafadz ‫نأتي‬
( ‫أ‬ ) : Menunjukkan saya ُ‫ب‬ ِ
‫ْر‬‫ض‬َ‫أ‬ = )‫متكلم‬ (
( ‫ن‬ ) : Menunjukkan kami ُ‫ب‬ ِ
‫ْر‬‫ض‬َ‫ن‬ = ) ‫الغير‬ ‫مع‬ ‫متكلم‬ (
( ‫ي‬ ) : Menunjukkan dia ُ‫ب‬ ِ
‫ْر‬‫ض‬َ‫ي‬ = ) ‫غائب‬ (
( ‫ت‬ ) : Menunjukkan kamu / dia = ُ‫ب‬ ِ
‫ر‬ْ‫ص‬َ‫ت‬
 Pembagian fi'il mudhori'
1. Fi'il mudhori' shohih akhir : fi’il mudhori’ yang akhirnya tidak berupa huruf illat
(alif,wawu,ya’) dan bukan af’alul khomsah. Contoh : ُ‫ب‬ ِ
‫ْر‬‫ض‬َ‫ي‬
 Tanda i’rob untuk fi’il mudhori’ shohih akhir adalah : Rofa’ dengan dhommah, Nashob
dengan fathah, dan jazm dengan sukun.
Contoh
ُ‫ب‬ ِ‫ْر‬‫ض‬َ‫ي‬ َ‫ب‬ ِ
‫ْر‬‫ض‬َ‫ي‬ ْ‫ن‬َ‫ل‬ ْ‫ب‬ ِ
‫ْر‬‫ض‬َ‫ي‬ ْ‫م‬َ‫ل‬
ROFA’ NASHOB JAZM
‫ضمة‬ ‫فتحة‬ ‫سكون‬
2. Fi’il mudhori’ mu’tal akhir : fi’il mudhori’ yang huruf akhirnya berupa salah satu huruf
illat (alif,wawu,ya’) dan bukan af’alul khomsah. Contoh : ْ‫ي‬ِ‫م‬ ْ‫ر‬َ‫ي‬
 Tanda i’rob untuk fi’il mudhori’ mu’tal akhir adalah : Rofa’ dengan dhommah yang
dikira”kan, nashob dengan fathah yang di kira”kan, jazm dengan membuang huruf illat.
o Fi’il mudhori’ mu’tal akhir dibagi menjadi 3 :
A. Mu’tal Alif : fi’il mudhori’ yang huruf akhirnya berupa alif.
B. Mu’tal ya’ : fi’il mudhori’ yang huruf akhirnya berupa ya’.
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 42
C. Mu’tal wawu : fi’il mudhori’ yang huruf akhirnya berupa wawu.
I’rob Fi’il mudhori’ mu’tal akhir
‫جزم‬ ‫نصب‬ ‫رفع‬ ‫مضارع‬ ‫فعل‬
‫علة‬ ‫حرف‬ ‫ممبواع‬ ‫مقدرة‬ ‫فتحة‬ ‫مقدرة‬ ‫ضمة‬
‫الف‬ ‫معتل‬
‫َى‬‫ش‬ْ‫خ‬َ‫ي‬ ْ‫م‬َ‫ل‬ ‫َى‬‫ش‬ْ‫خ‬َ‫ي‬ ْ‫ن‬َ‫ل‬ ‫َى‬‫ش‬ْ‫خ‬َ‫ي‬
‫علة‬ ‫حرف‬ ‫ممبواع‬ ‫ظاهرة‬ ‫فتحة‬ ‫مقدرة‬ ‫ضمة‬
‫ياء‬ ‫معتل‬
ِ‫م‬ ْ‫ر‬َ‫ي‬ ْ‫م‬َ‫ل‬ َ‫ي‬ِ‫م‬ ْ‫ر‬َ‫ي‬ ْ‫ن‬َ‫ل‬ ْ‫ي‬ِ‫م‬ ْ‫ر‬َ‫ي‬
‫علة‬ ‫حرف‬ ‫ممبواع‬ ‫ظاهرة‬ ‫فتحة‬ ‫مقدرة‬ ‫ضمة‬
‫واو‬ ‫معتل‬
ُ‫ز‬ْ‫غ‬َ‫ي‬ ْ‫م‬َ‫ل‬ َ‫و‬ُ‫ز‬ْ‫غ‬َ‫ي‬ ْ‫ن‬َ‫ل‬ ْ
‫و‬ُ‫ز‬ْ‫غ‬َ‫ي‬
3. A’falul khomsah adalah : fi’il mudhori’ (Baik shohih atau mu’tal) yang berakhiran alif
tatsniyah,wawu jama’ dan ya’ muannats mukhotobah. Contoh : ِ‫ن‬ َ
‫ال‬َ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫ي‬
 Tanda i’rob untuk af’alul khomsah adalah : Rofa’ dengan tetapnya nun, Nashob dan jazm
membuang nun.
Contoh
ِ‫ن‬ َ
‫ال‬َ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫ي‬ َ
‫ال‬َ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫ي‬ ْ‫ن‬َ‫ل‬ َ
‫ال‬َ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫ي‬ ْ‫م‬َ‫ل‬
ROFA’ NASHOB JAZM
Tetapnya Nun Membuang Nun Membuang Nun
D. FI'IL AMR
 Pengertian Fi’il Amr Kalimat yang menunjukkan perintah terhadap fail ( Pelaku ) contoh : ْ‫ب‬ ِ
‫ْر‬‫ض‬ِ‫ا‬
( pukullah )
 Fi'il Amar mempunyai dua zaman
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 43
1. Zaman istiqbal ( akan dikerjakan ) : dipandang karena Memerintah sesuatu yang belum
dikerjakan
2. Zaman Hal ( sedang dilakukan ) : memandang dari perintah nya Mabni fi'il Amr
 Mabninya Fi’il Amr
 Sukun : apabila shohih akhir dan tidak bertemu dengan Alif tatsniyah , wawu jama' dan ya'
muannats mukhotobah contoh : ْ‫ب‬ ِ
‫ْر‬‫ض‬ِ‫إ‬
 Membuang huruf illat : apabila berakhiran huruf illat contoh : ِ‫م‬ ْ‫ر‬ِ‫إ‬
 Membuang nun : apabila bertemu dengan Alif tatsniyah, wawu jama'dan ya'muannats
mukhotobah contoh : ‫ا‬ ْ‫ُو‬‫ب‬ ِ
‫ْر‬‫ض‬ِ‫إ‬
 Fathah : sambung . nun taukid tsaqilah contoh ْ‫ض‬ِ‫إ‬
ّ‫ن‬َ‫ب‬ ِ
‫ر‬
. nun taukid khofifah contoh ْ‫ن‬َ‫ب‬ ِ
‫ْر‬‫ض‬ِ‫إ‬
nadzomnya
‫يك‬ ‫لم‬ ‫إن‬ ‫واْلمر‬
‫وحيهل‬ ‫صه‬ ‫نحو‬ ‫اسم‬ ‫هو‬ ‫فيه‬ ‫محل‬ ‫للنون‬
*Keterangan
1. Fi'il mudhori'dan fi'il Amr jika sambung dengan nun taukid tsaqilah ( nun bertasydid) Atau nun taukid
Khofifah ( nun yang berharokat sukun ) maka mabni fathah , seperti : ( ّ‫ر‬ُ‫ص‬ٔ
‫ن‬ُ‫ا‬
-
ْ‫ن‬ َ‫ر‬ُ‫ص‬ْ‫ن‬ُ‫ا‬ ) dan ( ْ‫ن‬ َ‫ر‬ُ‫ص‬ْ‫ن‬َ‫ي‬ ْ‫م‬َ‫ل‬
-
ّ‫ن‬َ‫ل‬ ْ‫و‬ُ‫ق‬َ‫ي‬َ‫ل‬ )
2. Jika sambung dengan nun jama' muannats maka mabni sukun , seperti : َ‫ْن‬‫ب‬ ِ
‫ْر‬‫ض‬َ‫ي‬ ْ‫ن‬َ‫ل‬ ، َ‫ْن‬‫ب‬ ِ
‫ْر‬‫ض‬ِ‫ا‬
3. jika fi’il amr mempunyai makna perintah, tapi tidak bisa kemasukan nun taukid maka statusnya bukan
lagi amr tapi kalimat isim. Telah dijelaskan dalam contoh : ‫حيهل‬ ، ‫صه‬
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 44
(BAB 2)
FI’IL MUJARROD DAN MAZID
A. FI’IL MUJARROD DAN MAZID
 Pengertian Fi’il Mujarrod adalah fi’il yang jumlah huruf aslinya hanya 3 terdiri dari fa’ fi’il, ain dan
lam fi’il contoh َ‫ر‬َ‫ف‬َ‫غ‬
 Wazanya terdiri dari 6 macam.
 Pengertian Fi’il Mazid adalah fi’il yang jumlah huruf aslinya lebih dari 3 terdapat 3 macam yaitu
ruba’I, khumasi dan sudasi.
 Wazanya ruba’I 3 macam
 Wazanya khumasi 5 macam
 Wazanya sudasi yang sering di gunakan 1 macam
 Fiil ditinjau dari huruf asalnya, Fi’il terbagi menjadi dua, yaitu : 1). Fi’il Tsulasi 2). Fi’il Ruba’i
1. Fi'il Tsulasi
Fi'il tsulasi adalah : fi'il yang huruf asalnya terdiri 3 huruf. contoh : َ‫ب‬َ‫ر‬َ‫ض‬ ، َ‫ُن‬‫س‬َ‫ح‬
2. Fi'il Ruba'i
Fi'il Ruba'i adalah : fi'il yang huruf asalnya terdiri dari 4 huruf . Contoh : َ‫ج‬َ‫ر‬ْ‫َح‬‫د‬
 Fi'il ditinjau dari tambah atau tidaknya , Fi’il terbagi menjadi dua, yaitu : 1). Fi’il Mujarrod 2). Fi’il
Mazid
1. Fi'il mujarrod : fi'il yang semua huruf fi'il madhinya berupa huruf asli ( tidak ada tambahan huruf) .
Contoh : َ‫ج‬َ‫ر‬ْ‫َح‬‫د‬ ، َ‫َب‬‫ه‬َ‫ذ‬
2. Fi'il Mazid : fi'il yang salah satu huruf fi'il madhinya ada tambahan. Contoh : َ‫ج‬َ‫ر‬ْ‫َح‬‫د‬َ‫ت‬ , َ‫َب‬‫ه‬ْ‫ذ‬َ‫أ‬
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 45
Keterangan
Huruf tambahan ada 10 yang terkumpul pada lafadz ( ‫ا‬َ‫ه‬ْ‫ي‬ِ‫ن‬ ْ‫و‬ُ‫م‬ُ‫ت‬ْ‫ل‬َ‫أ‬َ‫س‬)
KETERANGAN
Jika Fi’il Asalnya Muta’adi Dan Berupa Af’alul Qulub
Maka Akan Memiliki 2 Maful Bih
Contoh َ‫ك‬َ‫ت‬ ْ‫و‬َ‫ص‬ ‫ا‬‫ْد‬‫ي‬َ‫ز‬ ُ‫ت‬ْ‫ع‬َ‫م‬ْ‫س‬َ‫أ‬ ، ‫ا‬‫م‬ِ‫ل‬‫ا‬َ‫ع‬ ‫ا‬‫ْد‬‫ي‬َ‫ز‬ ُ‫ت‬ْ‫ن‬َ‫ن‬َ‫ظ‬
Wazan – Wazan Fi’il Mujarrad
َ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ف‬
–
َ‫ل‬َ‫خ‬َ‫د‬ = ُ‫ل‬ُ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫ي‬
-
ُ‫ل‬ُ‫خ‬ْ‫د‬َ‫ي‬ َ‫ل‬ِ‫ع‬َ‫ف‬
–
َ‫ي‬ِ‫و‬َ‫ق‬ = ُ‫ل‬َ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫ي‬
-
‫ي‬ َ‫و‬ْ‫ق‬َ‫ي‬
َ‫ِب‬‫س‬َ‫ح‬ = ُ‫ل‬ِ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫ي‬
-
ُ‫ب‬َ‫س‬ْ‫ح‬َ‫ي‬
َ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ف‬
–
َ‫ح‬َ‫ت‬َ‫ف‬ = ُ‫ل‬َ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫ي‬
-
ُ‫ح‬َ‫ت‬ْ‫ف‬َ‫ي‬
َ‫ب‬َ‫ر‬َ‫ض‬ = ُ‫ل‬ِ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫ي‬
–
ُ‫ب‬ ِ‫ْر‬‫ض‬َ‫ي‬
َ‫ر‬َ‫ص‬َ‫ن‬ = ُ‫ل‬ُ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫ي‬
-
ُ‫ر‬ُ‫ص‬ْ‫ن‬َ‫ي‬
Wazan – Wazan Fi’il Mazid
‫ِى‬‫ع‬‫ا‬َ‫ب‬ُ‫ر‬
–
َ‫ر‬ َّ‫َو‬‫ن‬ = َ‫ل‬َّ‫ع‬َ‫ف‬
َ‫م‬ َ‫ر‬ْ‫ك‬َ‫أ‬ = َ‫ل‬َ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫أ‬
َ‫ل‬َ‫ت‬‫ا‬َ‫ق‬ = َ‫ل‬َ‫ع‬‫ا‬َ‫ف‬
‫ِي‬‫س‬‫ا‬َ‫د‬ُ‫س‬
–
َ‫َر‬‫ف‬ْ‫غ‬َ‫ت‬ْ‫س‬ِ‫إ‬ = َ‫ل‬َ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫ت‬ْ‫س‬ِ‫إ‬
‫ِي‬‫س‬‫ا‬َ‫م‬ُ‫خ‬
–
َ‫م‬َّ‫ل‬َ‫س‬ = َ‫ل‬َّ‫ع‬َ‫ف‬َ‫ت‬
َ‫د‬َ‫ه‬‫ا‬َ‫ج‬ = َ‫ل‬َ‫ع‬‫َا‬‫ف‬َ‫ت‬
َ‫ف‬َ‫ل‬َ‫ت‬ْ‫خ‬ِ‫إ‬ = َ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ت‬ْ‫ف‬ِ‫إ‬
َ‫ع‬َ‫ط‬َ‫ق‬ْ‫ن‬ِ‫إ‬ = َ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ف‬ْ‫ن‬ِ‫إ‬
َّ‫د‬ َ‫ْو‬‫س‬ِ‫إ‬ = َّ‫ل‬َ‫ع‬ْ‫ف‬ِ‫إ‬
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 46
(BAB 3)
FI’IL MUTA’ADDI DAN LAZIM
A. FI’IL MUTA’ADDI DAN LAZIM
 Pembagian Fi’il ditinjau dari pasangan nya, fi’il terbagi menjadi dua, yaitu :1). Lazim 2). Muta’addi
1. Fi’il Lazim
Fi’il lazim adalah fi’il yang hanya memerlukan fail sebagai pelaku (subjek) yang dibaca rofa’ , dan tidak
mempunyai maf’ul bih (sasaran pekerjaan)
Nadzomnya
‫كنهم‬ ‫السجايا‬ ‫أفعال‬ ‫لزوم‬ # ‫وحتم‬ ‫المعدى‬ ‫غير‬ ‫وَلزم‬
2.Fi’il Muta’addi
Fi’il muta’addi adalah fi’il yang memerlukan maf’ul bih sebagai objek (sasaran pekerjaan)
 Pembagian Fi’il Muta’addi ada dua : 1). ‫بنفسه‬ ‫متعدي‬ 2). ‫بغيره‬ ‫متعدي‬
‫بنفسه‬ ‫متعدي‬ : adalah fi’il yang membutuhkan terhadap maf’ul tanpa ada penambahan huruf, dan maf’ulnya
dinamakan maf’ul shorih ( maf’ul yang tampak ) contoh : ‫را‬ْ‫م‬َ‫ع‬ ‫ْد‬‫ي‬َ‫ز‬ َ‫ب‬َ‫ر‬َ‫ض‬
‫بغيره‬ ‫متعدي‬ : adalah fi’il yang membutuhkan terhadap maf’ul dengan ada penambahan huruf, dan maf’ulnya
dinamakan maf’ul ghoiru shorih ( maf’ul yang tidak tampak). Contoh : َ‫ك‬ِ‫ب‬ ُ‫ْت‬‫ب‬َ‫ه‬َ‫ذ‬
Tambahan yang biasa digunakan untuk mr-muta’addikan fi’il lazim adalah : 1) Hamzah 2) Tasydid 3) Alif
Nadzomnya
ْ‫م‬ ِ
‫ز‬َ‫ل‬ ‫ما‬ ِ‫د‬َ‫ع‬ ِ‫يف‬ِ‫ع‬ْ‫ض‬ّ‫ت‬‫وال‬ ِ
‫ز‬ْ‫م‬َ‫ه‬ْ‫ال‬ِ‫ب‬
#
ْ‫م‬ِ‫س‬ ُ‫و‬ ‫ًّا‬‫ي‬ِ‫ث‬َ‫ال‬ُ‫ث‬ ْ‫ن‬ِ‫إ‬ ٍ‫ر‬َ‫ج‬ ِ‫ف‬ ْ‫ر‬َ‫ح‬ َ‫و‬
Ciri-ciri fi’il Lazim
Dikerjakan oleh semua anggota badan seperti َ‫س‬َ‫ل‬َ‫ج‬
‫ْد‬‫ي‬َ‫ز‬
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 47
Arti Muta’addi Ikutkan Wazan Arti Lazim
Mengeluarkan َ‫ج‬َ‫ر‬ْ‫خ‬َ‫أ‬
–
ُ‫ج‬ ِ
‫ر‬ْ‫ُخ‬‫ي‬ َ‫ل‬َ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫ا‬
-
ُ‫ل‬ِ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫ي‬ Keluar َ‫ج‬َ‫َر‬‫خ‬
Menggembirakan َ‫ح‬ّ‫ر‬َ‫ف‬
–
ُ‫ي‬
ُ‫ح‬ ِ
‫ر‬َ‫ف‬ َ‫ل‬ّ‫ع‬َ‫ف‬
–
ُ‫ل‬ِ‫ع‬َ‫ف‬ُ‫ي‬ Gembira َ‫ح‬َ‫ر‬َ‫ف‬
Menyepakati َ‫ق‬َ‫ف‬‫ا‬ َ‫و‬
-
ُ‫ق‬ِ‫ف‬‫ا‬ َ‫ُو‬‫ي‬ َ‫ل‬َ‫ع‬‫ا‬َ‫ف‬
-
ُ‫ل‬ِ‫ع‬‫ا‬َ‫ف‬ُ‫ي‬ Sepakat َ‫ق‬َ‫ف‬ َ‫و‬
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 48
(BAB 4)
BINA’ (BANGUNAN KALIMAT)
A. BINA’
 Pengertian Bina’ adalah kalimat yang di tinjau dari segi lafadznya.
 Pembagian Bina’ ada 2 : shohih dan mu’tal :
1. Shohih adalah kalimat yang huruf asalnya tidak berupa huruf illat (
)‫ي‬ ، ‫ا‬ ، ‫و‬
Contoh : َ‫ن‬
َ‫ص‬
َ‫ر‬ fa’ fi’il ‫ن‬ ain fi’il ‫ص‬ lam fi’il ‫ر‬
 Pembagian Bina’ Shahih ada 3:
 Salim : setiap kalimat yang semua huruf asalnya bukan berupa huruf illat, tasydid dan
hamzah: َ‫ر‬َ‫ص‬َ‫ن‬
 Mahmuz: setiap kalimat yang salah satu huruf asalnya berupa huruf hamzah
Contoh : َ‫ل‬َ‫م‬َ‫أ‬
 Pembagian Mahmuz
- Mahmuz Fa’ : huruf hamzah berada di fa’ fi’il contoh :َ‫ل‬َ‫م‬َ‫أ‬
- Mahmuz Ain : huruf hamzah berada di ain fi’il contoh : َ‫م‬َ‫أ‬َ‫س‬
- Mahmuz Lam : huruf hamzah berada di lam fi’il contoh :َ‫أ‬َ‫ر‬َ‫ق‬
 Mudhoaf: setiap kalimat yang ain dan lam fi’ilnya berupa huruf yang sama
- Terdapat pada fi’il tsulasi mujarrad Contoh : ّ‫د‬َ‫م‬
- Terdapat pada fi’il tsulasi mazid contoh :َ‫ا‬َ‫ط‬ْ‫أ‬َ‫ط‬
2. Mu’tal adalah lafadz yang salah satu bangunanya terdiri dari huruf illat
contoh : َ‫و‬ُ‫ر‬َ‫س‬
 Pembagian Bina’ Mu’tal ada 6 :
 Mitsal : kalimat yang fa’ fi’ilnya berupa huruf illat
- Mitsal wawi :berupa huruf illat wawu contoh َ‫ر‬َ‫ق‬ َ‫و‬
- Mitsal Ya’i :berupa huruf illat ya’ contoh َ‫ر‬َ‫س‬َ‫ي‬
 Ajwaf : kalimat yang ain fi’ilnya berupa huruf illat
- Ajwaf wawi : berupa huruf illat wawu contoh َ‫َاف‬‫خ‬
×
َ‫ف‬ َ‫َو‬‫خ‬
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 49
- Ajwaf ya’I : berupa huruf illat ya’I contoh َ‫ع‬‫ا‬َ‫ب‬
×
َ‫ع‬َ‫ي‬َ‫ب‬
 Naqis : kalimat yang lam fi’ilnya berupa huruf illat
- Naqis wawi : berupa huruf illat wawu contoh ‫ا‬ َ‫َز‬‫غ‬
×
َ‫و‬َ‫َز‬‫غ‬
- Naqis Ya’I : berupa huruf illat ya’I contoh ‫ى‬َ‫م‬َ‫ر‬
×
َ‫ي‬َ‫م‬َ‫ر‬
 Lafif :kalimat yang fa’ dan lam atau ain dan lam fi’ilnya berupa huruf illat
- Lafif Mafruq : terletak pada fa’ dan lam fi’il contoh َ‫ي‬َ‫ق‬ َ‫و‬
- Lafif Maqrun : terletak pada ain dan lam fi’il contoh َ‫ي‬ َ‫و‬َ‫ق‬
 Mu’tal Mudhoaf : kalimat yang beruap huruf illat dan tasydid Contoh ّ‫ي‬َ‫ح‬
 Mu’tal Mahmuz : kalimat yang berupa huruf illat dan hamzah Contoh َ‫ي‬َ‫أ‬ َ‫ر‬
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 50
{FASAL 4}
(BAB 1)
ISIM YANG DIBACA ROFA'
A. ISIM YANG DIBACA ROFA'
 Pembagian Kalimat Isim yang dibaca rofa' ada 7 macam :1) Fail 2) Naibul-fail 3) Mubtada' 4) Khobar 5)
Isimnya َ‫ان‬َ‫ك‬ 6) Khobarnya ّ‫ِن‬‫ا‬ 7. Isim yang ikut pada isimnyang dibaca rofa' Na'at taukid athof badal
1. FAIL
adalah isim yang dibaca rofa' yang jatuh setelah kalimah fi'il mabni ma'lum . Contoh : ُ‫د‬ِ‫ه‬َ‫ت‬ْ‫ج‬ُ‫م‬‫ال‬ َ‫از‬َ‫ف‬ (
orang orang yang bersungguh-sungguh telah beruntung)
 Macam – Macam Fa’il segi lafadz:
A. Fail berupa kalimah isim shorih
contoh : ‫ْد‬‫ي‬َ‫ز‬ َ‫َب‬‫ه‬َ‫ذ‬
B. Fail terkadang berupa kalimat fi'il yang diawali oleh ْ‫ن‬َ‫أ‬
contoh : َ‫ن‬ ْ‫و‬ُ‫ك‬َ‫ي‬ ْ‫ن‬َ‫أ‬ ُّ‫ح‬ ِ
‫ص‬َ‫ي‬
C. Jatuh setelah fi'il mabni maklum
Contoh : ‫ر‬ْ‫م‬َ‫ع‬ َ‫ب‬َ‫ر‬َ‫ض‬
D. Fail isim dhomir : fail yang berupa isim dhomir
Contoh : َ‫و‬‫ه‬ َ‫ب‬َ‫ر‬َ‫ض‬
Isim yang dibaca rofa' ada 7
Tawabi’
Isimnya Inna
dan saudaranya
ssaudaranya
Khobar Kana
dan saudaranya
ssaudaranya Naibul Fa’il
Khobar Mubtada’
Fa’il
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 51
2. Naibul fail
adalah: isim yang dibaca rofa'yang tidak disebutkan failnya ( Mabni maklum) contoh : ‫ْد‬‫ي‬َ‫ز‬ َ‫ب‬ ِ
‫ُر‬‫ض‬
 Amilnya naibul fail
 Kalimat fi'il mabni majhul . Contoh : ‫ْد‬‫ي‬َ‫ز‬ َ‫ب‬ ِ
‫ُر‬‫ض‬
 Isim maf'ul . Contoh : ‫ح‬ ْ‫ُو‬‫د‬ْ‫م‬َ‫م‬ ُ‫ه‬ُ‫ق‬ُ‫ل‬ُ‫خ‬ ُ‫د‬ ْ‫و‬ُ‫م‬ْ‫ح‬َ‫م‬‫ال‬
 Isim yang kemasukan ya' nisbat . Contoh : ُ‫ه‬ُ‫ق‬ُ‫ل‬ُ‫خ‬ ‫ا‬‫ي‬ِ‫و‬َ‫ب‬َ‫ن‬ ‫ال‬ُ‫ج‬َ‫ر‬ ٔ
‫ب‬ ِ‫اح‬َ‫ص‬
 Naibul fail ada 2 : 1) naibul fail isim dhohir 2) naibul fail isim dhomir
 Yang bisa menjadi naibul fail:
 Fi'il yang diawali ْ‫ن‬َ‫أ‬
 Dzorof
 Jer majrur
 Masdar
Nadzomnya
ْ
‫ف‬ ِ‫ُر‬‫ع‬ ُ‫ه‬َ‫ل‬‫ا‬َ‫م‬ ِ‫ل‬ُ‫ك‬ ‫ي‬ِ‫ف‬ ُ‫ه‬َ‫ل‬‫و‬ُ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫م‬ ... ْ
‫ِف‬‫ذ‬ُ‫ح‬ ‫ِي‬‫ذ‬ّ‫ال‬ ِ‫ل‬ِ‫ع‬‫ا‬َ‫ف‬ْ‫ال‬ َ‫ام‬َ‫ق‬َ‫م‬ ْ‫م‬ِ‫ق‬َ‫أ‬
... ‫ا‬ َ‫ور‬ُ‫ر‬ْ‫ج‬َ‫م‬ ْ‫و‬َ‫أ‬ ‫فا‬ ْ‫ر‬َ‫ظ‬ ْ‫و‬َ‫أ‬ ‫را‬َ‫د‬ْ‫ص‬َ‫م‬ ْ‫و‬َ‫أ‬
‫ا‬َ‫ور‬ُ‫ك‬ْ‫ذ‬َ‫م‬‫ال‬ ُ‫ه‬َ‫ل‬‫و‬ُ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫م‬ ْ‫د‬ ِ‫َج‬‫ت‬ ْ‫م‬َ‫ل‬ ْ‫ن‬ِ‫إ‬
 Tujuan / sebab pembuangan fail
Terbuangnya fail karena ada tujuan / sebab tertentu , diantaranya:
 ‫للعلم‬ ( failnya sudah diketahui ) contoh : ‫ا‬‫ْف‬‫ي‬ِ‫ع‬َ‫ض‬ ُ‫ان‬َ‫س‬ْ‫ن‬ِ ْ
‫اإل‬ َ‫ِق‬‫ل‬ُ‫خ‬
Naibul Fa’il
Maful bih
Dzorof
Jer Majrur
Masdar
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 52
 ‫للجهل‬ ( failnya tidak diketahui ) contoh : ُ‫ل‬‫ا‬َ‫م‬ْ‫ال‬ َ‫ق‬ ِ
‫ر‬ُ‫س‬
 ‫لإلبهام‬ ( Menyamarkan sosok fail ) contoh : ُ‫ن‬‫ا‬َ‫ص‬ ِ‫ح‬ْ‫ال‬ َ‫ب‬ِ‫ك‬ُ‫ر‬
 ‫للتعظيم‬ ( Mengagungkan failnya ) contoh : ُ‫ْر‬‫ي‬ ِ‫ز‬ْ‫ن‬ ِ‫خ‬ْ‫ال‬ َ‫ِق‬‫ل‬ُ‫خ‬
 ‫للتحقير‬ ( Meremehkan Failnya ) ٍ‫ب‬‫ا‬ّ‫ط‬َ‫خ‬ ُ‫ن‬ْ‫ب‬ ُ‫ر‬َ‫م‬ُ‫ع‬ َ‫ِن‬‫ع‬ُ‫ط‬
 Setiap dhomir muttasil mahal rofa' setelah fi'il mabni majhul maka menjadi naibul failm contoh : َ‫ل‬ِ‫ئ‬ُ‫س‬
ِ‫ن‬ َ
‫ال‬ُ‫ج‬ّ‫الر‬
 Jika terdapat maf’ul bih maka tidak boleh menggunakan selainya
 Cara membuat fi’il mabni majhul
Jika Berupa Fi’il Madhi Maka dhomah awalnya dan di fatha sebelum akhir
Contoh ُ‫ان‬َ‫ص‬ ِ‫ح‬ْ‫ال‬ َ‫ب‬ِ‫ك‬ُ‫ر‬
Nadhomnya
‫ما‬ِ‫ت‬ُ‫ح‬ ٍ‫م‬َ‫ض‬ِ‫ب‬ ٍ‫ل‬‫و‬ُ‫ه‬ْ‫ج‬َ‫م‬ ُ‫ء‬ْ‫د‬َ‫ب‬ َ‫و‬
#
‫ما‬َ‫ت‬َ‫خ‬ ْ‫د‬َ‫ق‬ ‫ِي‬‫ذ‬ّ‫ال‬ ِ‫ق‬ِ‫ب‬‫سا‬ ِ
‫ْر‬‫س‬َ‫ك‬َ‫ك‬
Jika berupa fi’il mudhore’ maka dhommah awalnya dan kasroh sebelum akhir
Contoh ُ‫ب‬َ‫ْر‬‫ض‬ُ‫ي‬
‫ْد‬‫ي‬َ‫ز‬
Nadzomnya
ْ‫م‬ ِ
‫ز‬َ‫ل‬ ‫ها‬ُّ‫م‬َ‫ض‬َ‫ف‬ ٍ‫ل‬‫و‬ُ‫ه‬ْ‫ج‬َ‫م‬ِ‫ب‬ ْ‫ن‬ِ‫إ‬ َ‫و‬
#
ْ‫م‬ِ‫ت‬ُ‫ت‬ْ‫اخ‬ ِ‫ه‬ِ‫ب‬ ‫ِي‬‫ذ‬ّ‫ال‬ ِ‫ق‬ِ‫ب‬‫سا‬ ِ‫ح‬ْ‫ت‬َ‫ف‬َ‫ك‬
3. Mubtada'
Mubtada' adalah isim ma'rifat yang dibaca rofa' yang berada diawal pembahasan dan sepi dari Amil
lafdzi.
Nadzomnya
ُ‫د‬ّ‫ر‬َ‫ج‬ُ‫م‬ ٍ‫ل‬ِ‫ام‬َ‫ع‬ ٍ‫ظ‬ْ‫ف‬َ‫ل‬ ِ‫ل‬َ‫ك‬ ْ‫ن‬َ‫ع‬ ... ُ‫د‬ّ‫ب‬َ‫ؤ‬ُ‫م‬ ُ‫ه‬ُ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫ر‬ ‫ْم‬‫س‬‫ا‬ ‫ا‬َ‫د‬ُ‫ت‬ْ‫ب‬ُ‫م‬ْ‫ال‬
 Qoidah Mubtada'
 Mubtada' pasti berupa isim atau fi'il yang diawali oleh ٔ
‫ن‬َ‫أ‬
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 53
 Mubtada'pasti dibaca rofa' yang dirofa'kan oleh Amil maknawi ibtida'
 3. Setiap Mubtada'pasti punya Khobar yang juga dibaca rofa'
 Amil Mubtada’ ada 2 :
 Amil lafdzi : amil yang bisa dilihat dan dibaca , seperti amil ‫ظن‬ , ‫ان‬ , ‫كان‬ dan saudara
saudaranya, huruf jer dll
 Amil ma;nawi : amil yang tidak bisa dilihat dan dibaca tapi bisa dirasakan.
Amil Ma’nawi ada dua :
o Amil ma’nawi ibtida’ : amil yang merofa’kan mubtada’. Contoh : ‫قائم‬ ‫زيد‬
o Amil ma’nawi tajarrud : Amil yang merofa’kan fi’il mudhori’ . Contoh : ‫زيد‬ ‫يضرب‬
 Musawig Mubtada’ ( Mubtada’ dari Isim Nakiroh)
 Khobar berupa dzorof : ‫ل‬ُ‫ج‬َ‫ر‬ ُ‫ه‬َ‫د‬‫ن‬ِ‫ع‬
 Khobar berupa jer majrur : ‫ل‬ُ‫ج‬َ‫ر‬ ٍ
‫ار‬َ‫د‬ ‫ي‬ِ‫ف‬
 Mubtada’ di dahului istifham ْ‫َل‬‫ه‬
ْ‫م‬ُ‫ك‬‫ي‬ِ‫ف‬ ‫ل‬ُ‫ج‬َ‫ر‬
:
 Mubtada’ di dahului nafi ‫ا‬َ‫م‬
‫َا‬‫ن‬َ‫ل‬ ‫ل‬ُ‫ج‬َ‫ر‬
 Mubtada’ di sifati : ‫ْم‬‫ي‬ ِ
‫َر‬‫ك‬ ‫ا‬‫م‬ِ‫ل‬‫ا‬ِ‫ع‬ ‫ا‬‫ب‬ِ‫ل‬‫ا‬َ‫ط‬
 Mubtada’ di mudhofkan :‫ْر‬‫ي‬َ‫خ‬ ٍ
‫ْز‬‫ب‬ُ‫خ‬ ُ‫ع‬ِ‫ن‬‫ا‬َ‫ص‬
 Mubtada’ berupa rincian : ‫ل‬ُ‫ج‬َ‫ر‬ ‫ا‬َ‫ه‬ْ‫ن‬ِ‫م‬
 Mubtada’ Berupa Do’a : ْ‫م‬ُ‫ك‬ْ‫ي‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ‫م‬ َ
‫ال‬َ‫س‬
 Mubtada’ berupa beramal pada lafadz setelahnya : ‫ْم‬‫ي‬ ِ
‫َر‬‫ك‬ ‫ا‬‫م‬ْ‫ل‬ِ‫ع‬ ‫ا‬‫ب‬ِ‫ل‬‫ا‬َ‫ط‬
Nadzomnya
‫نمره‬ ‫زيد‬ ‫كعند‬ ‫تفد‬ ‫مالم‬ ... ‫بالنكره‬ ‫اَلبتدا‬ ‫يجوز‬ ‫وَل‬
Ciri-ciri menentukkan Mubtada’
1. Kalimat isim setelah ‫ا‬ّ‫م‬َ‫أ‬
2. Setiap isim setelah lafadz ‫ا‬َ‫ذ‬َ‫ك‬ َ‫و‬
3. Fi’il setelah lafadz ‫اء‬ َ‫و‬َ‫س‬
4. Setiap kalimat isim setelah kata ُ‫ْث‬‫ي‬َ‫ح‬
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 54
5. Rincian hitungan yang berurutan mulai ‫َا‬‫ه‬ُ‫د‬َ‫ح‬َ‫أ‬
4. Khobar
Khobar adalah :isim yang dirofa’kan oleh mubtada’ sebagai penyempurna makna mubtada’
Nadzomnya
‫ا‬َ‫د‬َ‫ت‬ْ‫ب‬ُ‫م‬ْ‫ل‬ِ‫ل‬ ِ‫ه‬ِ‫ظ‬ْ‫ف‬َ‫ل‬ ‫ي‬ِ‫ف‬ ‫قا‬ِ‫ب‬‫ا‬َ‫ط‬ُ‫م‬ ... ‫ا‬َ‫د‬ِ‫ن‬ْ‫س‬ُ‫أ‬ ٍ‫اع‬َ‫ف‬ِ‫ت‬ ْ‫ار‬ ‫و‬ُ‫ذ‬ ُ‫م‬ْ‫س‬‫ا‬ ُ‫ر‬َ‫ب‬َ‫خ‬ْ‫ال‬ َ‫و‬
 Pembagian Khobar ada 2 : 1) Mufrod 2) Ghoiru Mufrod
Khobar Mufrod : Khobar yang tidak berupa jumlah atau serupa jumlah (meskipun tasniyyah atau
jamak)
Nadzomnya
‫ر‬َ‫م‬ ِ‫م‬ْ‫ظ‬ّ‫ن‬‫ال‬ ‫ي‬ِ‫ف‬ ‫ِي‬‫ذ‬ّ‫ال‬ ُ‫ظ‬ْ‫ف‬ّ‫الل‬ ُ‫ل‬ ّ‫و‬َ‫ْل‬‫ا‬َ‫ف‬ ... ْ‫ر‬َ‫ب‬َ‫خ‬‫ال‬ ‫ي‬ِ‫ت‬ْ‫أ‬َ‫ي‬ ُ‫ه‬ُ‫ْر‬‫ي‬َ‫غ‬ َ‫و‬ ‫دا‬َ‫ر‬ْ‫ف‬ُ‫م‬ َ‫و‬
Khobar Ghoiru Mufrod :
 Jumlah : Jumlah Ismiyyah dan Jumlah Fi’liyyah
 Serupa Jumlah: Jer majrur dan Dzorof
Nadzomnya
‫ي‬ِ‫ف‬ ُ‫ه‬ُ‫ْر‬‫ي‬َ‫غ‬ َ‫و‬
ُ‫ور‬ُ‫ر‬ْ‫ج‬َ‫م‬ْ‫ال‬ َ‫و‬ ُ‫ف‬ ْ‫ر‬ّ‫الظ‬ َ‫ي‬ْ‫ه‬ َ‫و‬ ُ‫ْر‬‫ي‬َ‫غ‬ َ‫َل‬ ... ُ‫ور‬ُ‫ص‬ْ‫ح‬َ‫م‬ ٍ‫ع‬َ‫ب‬ ْ‫ر‬َ‫أ‬
َ‫ر‬َ‫د‬َ‫ص‬ ‫ِي‬‫ذ‬ّ‫ال‬ ِ‫ه‬ِ‫ل‬ْ‫ع‬ِ‫ف‬ ْ‫ع‬َ‫م‬ ‫ل‬ِ‫ع‬‫ا‬َ‫ف‬ َ‫و‬
ْ‫ر‬َ‫ب‬َ‫خ‬‫ال‬ َ‫ن‬ِ‫م‬ ُ‫ه‬َ‫ل‬‫ا‬َ‫م‬ ْ‫ع‬َ‫م‬ ‫ا‬َ‫د‬َ‫ت‬ْ‫ب‬ُ‫م‬ْ‫ال‬ َ‫و‬ ...
Khobar
Mufrod
Ghoiru Mufrod
Jumlah
Serupa Jumlah
1)Jumlah Ismiyyah
2)Jumlah Fi’liyyah
1) Jer Majrur
2) Dzorof
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 55
5. Isimnya Kanna
Kanna Beramal merofa’kan isim dan menasobkan Khobar contoh ‫ا‬‫ائم‬َ‫ق‬ ‫زيد‬ ‫كان‬
 Saudara – Saudara Kanna
َ‫ان‬َ‫ك‬
–
َ‫ح‬َ‫ب‬ْ‫ص‬َ‫أ‬
–
‫ى‬َ‫ح‬ْ‫ض‬َ‫أ‬
–
ّ‫ل‬َ‫ظ‬
–
‫ى‬َ‫س‬ْ‫م‬َ‫أ‬
–
َ‫ات‬َ‫ب‬
–
َ‫ار‬َ‫ص‬
-
َ‫ل‬‫ا‬ َ‫ز‬ ‫ا‬َ‫م‬
-
َ‫ح‬ ِ
‫ر‬َ‫ب‬‫ا‬َ‫م‬
-
ّ‫َك‬‫ف‬ْ‫ن‬‫ا‬ ‫ا‬َ‫م‬
-
َ‫ئ‬ِ‫ت‬َ‫ف‬ ‫ا‬َ‫م‬
-
َ
‫ْس‬‫ي‬َ‫ل‬
-
َ‫ام‬َ‫د‬ ‫ا‬َ‫م‬
 Keterangan
 Semua tasrif kanna dan saudaranya dapat beramal sebagaimana fi’il madhinya :‫ا‬‫عالم‬ ‫كان‬
 Amil Nawasikh bila berupa masdar maka isimnya di baca jer menjadi mudhof ilaih, seperti : َ‫ك‬
ِ‫ْن‬‫ي‬ّ‫د‬‫ال‬ ُ‫ن‬ ْ‫و‬
 Syarat fi’il َ‫ل‬‫ا‬ َ‫ز‬ ‫ا‬َ‫م‬
-
َ‫ح‬ ِ
‫ر‬َ‫ب‬‫ا‬َ‫م‬
-
ّ‫َك‬‫ف‬ْ‫ن‬‫ا‬ ‫ا‬َ‫م‬
-
َ‫ئ‬ِ‫ت‬َ‫ف‬ ‫ا‬َ‫م‬ - َ‫ام‬َ‫د‬ ‫ا‬َ‫م‬ harus di dahului nafi
6. Khobar Inna
Inna beramal menasobkan isim dan merofa’kan Khobar contoh ‫ا‬‫م‬ِ‫ئ‬‫ا‬َ‫ق‬ ‫ا‬‫ْد‬‫ي‬َ‫ز‬ ّ‫ن‬ِ‫إ‬
 Saudara – Saudara Inna
7. Tawabi’
Adalah lafadz yang hokum I’robnya mengikuti hokum I’rob matbu’nya baik dari segi rofa’, nasob,
jer dan jazem.
Kanna dan Saudaranya
Bermakna Jadi
َ‫ان‬َ‫ك‬
–
َ‫ح‬َ‫ب‬ْ‫ص‬َ‫أ‬
‫ى‬َ‫ح‬ْ‫ض‬َ‫أ‬
–
ّ‫ل‬َ‫ظ‬
‫ى‬َ‫س‬ْ‫م‬َ‫أ‬
–
َ‫ات‬َ‫ب‬ -
َ‫ار‬َ‫ص‬
Bermakna didalam
َ‫ام‬َ‫د‬ ‫ا‬َ‫م‬
Bermakna nafi
َ‫ل‬‫ا‬ َ‫ز‬ ‫ا‬َ‫م‬
-
َ‫ح‬ ِ‫ر‬َ‫ب‬‫ا‬َ‫م‬
-
ّ‫َك‬‫ف‬ْ‫ن‬‫ا‬ ‫ا‬َ‫م‬
-
َ‫ئ‬ِ‫ت‬َ‫ف‬ ‫ا‬َ‫م‬
-
َ
‫ْس‬‫ي‬َ‫ل‬
-
َ‫ار‬َ‫ص‬
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 56
 Pembagian Tawabi’ ada 4 : 1) Na’at 2) Taukid 3) Badal 4) Athof
 NA’AT
 Pengertian Na’at
Adalah kata sifat yang menjadi penyempurna man’ut (yang disifati) dan bermakna kang
Nadzomnya
ِ‫ر‬َ‫ه‬‫ـ‬ْ‫ظ‬ُ‫م‬ِ‫ل‬ ْ‫و‬َ‫ا‬ ِ‫ت‬ ْ‫ـو‬ُ‫ع‬ْ‫ن‬َ‫م‬ْ‫ِل‬‫ل‬ ُ‫د‬ ْ‫و‬ُ‫ع‬َ‫ي‬ # ِ
‫ر‬َ‫م‬ْ‫ض‬ُ‫م‬ِ‫ل‬ ‫ِع‬‫ف‬‫ا‬ َ‫ر‬ ‫ا‬ّ‫م‬ِ‫ا‬ ُ‫ت‬ْ‫ع‬ّ‫ن‬‫ال‬
 Pembagian Na’at ada 2 : 1) Hakiki 2) Sababi
o Na’at Hakiki adalah kata sifat yang merofa’kan dhomir yang kembali pada man’ut
Contoh ُ‫ق‬َ‫ل‬ْ‫ط‬ُ‫م‬‫ال‬ ُ‫ء‬‫ا‬َ‫م‬‫ال‬ َ‫ُو‬‫ه‬ َ‫و‬
Nadzomnya
ِ‫ع‬َ‫ب‬ ْ‫ر‬َ ِ
‫َل‬ ٍ‫ة‬ َ‫ر‬ْ‫ش‬َ‫ع‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬ ُ‫ه‬َ‫ت‬ ْ‫و‬ُ‫ع‬ْ‫ن‬َ‫م‬ # ِ‫ع‬ِ‫ب‬ْ‫ت‬َ‫ا‬ ُ‫ه‬ْ‫ن‬ِ‫م‬ ِ‫ْن‬‫ي‬َ‫م‬ْ‫س‬ِ‫ق‬ْ‫ال‬ ُ‫ل‬ ّ‫و‬َ‫أ‬َ‫ف‬
o Na’at Sababi adalah kata sifat yang merofa’kan isim dzohir yang sambung dengan
dzomirnya man’ut contoh ‫ه‬ ْ‫و‬ُ‫ر‬ْ‫ك‬َ‫م‬ ‫ر‬ِ‫ه‬َ‫ط‬ُ‫م‬ ‫ِر‬‫ه‬‫ا‬َ‫ط‬
Nadzomnya
ِ‫د‬ ِ
‫ر‬ْ‫ف‬َ‫أ‬ ُ‫ه‬ْ‫ن‬ِ‫م‬ ِ‫ْن‬‫ي‬َ‫م‬ْ‫س‬ِ‫ق‬ْ‫ال‬ َ‫ي‬ِ‫ن‬‫ا‬َ‫ث‬ َ‫و‬
#
ِ‫د‬ َ‫ر‬ْ‫ف‬ُ‫م‬ َ‫ْر‬‫ي‬َ‫غ‬ ُ‫وت‬ُ‫ع‬ْ‫ن‬َ‫م‬ْ‫ال‬ ‫ى‬ َ‫ر‬َ‫ج‬ ْ‫ن‬ِ‫إ‬ َ‫و‬
SYARAT NA’AT HAKIKI
Na’at Hakiki harus ikut man’utnya 4 dari 10 perkara :
1) Dalam I’robnya (rofa’, nasob, jer)
2) Dalam Mufrod, Tasniyah atau Jamaknya
3) Dalam mudzakar atau muanatsnya
4) Dalam nakiroh dan makrifatnya
SYARAT NA’AT SABABI
Na’at Sababi harus sesuai dengan man’utnya dalam 2 perkara :
1) Dalam I’robnya (rofa’, nasob, atau jer)
2) Dalam ma’rifat atau nakirohnya
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 57
 ATHOF
 Pengertian Athof adalah Mengikuti ma’tuf pada ma’tuf alaih dalam I’robnya
 Pembagian Athof ada 2 : 1) Athof Nasaq 2) Athof Bayan
o Athof Nasaq : menghubungkan kata dengan kata sebelumnya perantara huruf athof
Contoh : ‫ر‬َ‫م‬ُ‫ع‬ َ‫و‬ ‫ْد‬‫ي‬َ‫ز‬ َ‫ء‬‫ا‬َ‫ج‬
 Huruf – Huruf Athof : ‫ا‬ّ‫م‬ِ‫إ‬ ، ْ‫ن‬ِ‫ك‬َ‫ل‬ ، َ
‫َل‬ ، ْ‫ل‬َ‫ب‬ ، ‫ى‬ّ‫ت‬َ‫ح‬ ، ّ‫م‬ُ‫ث‬ ، ْ‫م‬َ‫ا‬ ، ْ‫و‬َ‫ا‬ ، َ‫ف‬ ، َ‫و‬
o Athof Bayan : lafadz yang ikut lafadz sebelumnya tanpa huruf athof
Contoh : ‫ْد‬‫ي‬َ‫ز‬ ٍ
‫ص‬ْ‫ف‬َ‫ح‬ ْ‫ُو‬‫ب‬َ‫أ‬ َ‫ء‬‫ا‬َ‫ج‬
 TAUKID
 Pengertian Taukid adalah lafadz yang mengikuti lafadz sebelumnya yang memberi arti
menguatkan contoh : ُ‫ه‬ُ‫س‬ْ‫ف‬َ‫ن‬ ‫ْد‬‫ي‬َ‫ز‬ َ‫ء‬‫ا‬َ‫ج‬
 Pembagian Taukid ada dua Yaitu : 1) Taukid Lafdzi 2) Taukid Maknawi
o Taukid Lafdzi : Mengulang lafadz yang sama
Contoh : َ‫ء‬‫ا‬َ‫ج‬
‫ْد‬‫ي‬َ‫ز‬ ‫ْد‬‫ي‬َ‫ز‬
o Taukid Maknawi : menguatkan dengan lafadz-lafadz berikut : ُ‫ع‬َ‫م‬ْ‫ج‬َ‫أ‬ ، ‫ل‬ُ‫ك‬ ، ‫ْن‬‫ي‬َ‫ع‬ ، ‫س‬ْ‫ف‬َ‫ن‬
Contoh : ُ‫ه‬ُ‫س‬ْ‫ف‬َ‫ن‬ ‫ْد‬‫ي‬َ‫ز‬ َ‫ء‬‫ا‬َ‫ج‬
Nadzomnya
‫ا‬َ‫د‬ّ‫ك‬َ‫ُؤ‬‫ي‬ ْ‫ن‬َ‫أ‬ ِ‫ْم‬‫س‬ ِ
‫اَل‬ ‫ي‬ِ‫ف‬ ‫ز‬ِ‫ئ‬‫ا‬َ‫ج‬ َ‫و‬
#
ُ‫ع‬َ‫ب‬ْ‫ت‬َ‫ي‬َ‫ف‬
‫ا‬َ‫د‬ّ‫ك‬َ‫ؤ‬ُ‫م‬ْ‫ال‬ ُ‫د‬ِ‫ك‬َ‫ؤ‬ُ‫م‬ْ‫ال‬
َ
‫َل‬ ِ‫يف‬ ِ
‫ر‬ْ‫ع‬ّ‫ت‬‫ال‬ َ‫و‬ ِ‫ب‬‫ا‬َ‫ْر‬‫ع‬ِ ْ
‫اإل‬ ِ‫ه‬ُ‫ج‬ ْ‫و‬َ‫أ‬ ‫ي‬ِ‫ف‬
#
َ
‫َال‬‫خ‬ ٍ‫د‬ِ‫ك‬َ‫ؤ‬ُ‫م‬ ْ‫ن‬َ‫م‬َ‫ف‬ ٍ
‫ر‬ّ‫ك‬َ‫ن‬ُ‫م‬
ُ‫ع‬َ‫ب‬ ْ‫ر‬َ‫أ‬ ِ‫ه‬‫ي‬ِ‫ف‬ ُ‫ور‬ُ‫ه‬ْ‫ش‬َ‫م‬ْ‫ال‬ ُ‫ه‬ُ‫ظ‬ْ‫ف‬َ‫ل‬ َ‫و‬
#
ُ‫ع‬َ‫م‬ْ‫ج‬َ‫أ‬ ‫ل‬ُ‫ك‬ ّ‫م‬ُ‫ث‬ ‫ْن‬‫ي‬َ‫ع‬ َ‫و‬ ‫س‬ْ‫ف‬َ‫ن‬
1
2
3
4
5
6
7
9
10
َ‫و‬
dan
َ‫ف‬
lalu
‫و‬َ‫ا‬
Atau
ْ‫م‬َ‫ا‬
atau
َ‫و‬
ّ‫م‬ُ‫ث‬
kemjudian
‫ى‬ّ‫ت‬َ‫ح‬
Hingga
ْ‫ل‬َ‫ب‬
Bahkan
َ
‫َل‬
Tidak
8
ْ‫ن‬ِ‫ك‬َ‫ل‬
Tetapi
‫ا‬ّ‫م‬ِ‫إ‬
Adakalanya
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 58
 BADAL
 Pengertian badal adalah kata yang menjadi pokok pembicaraan sebagai ganti dari kata
sebelumnya dan bermakna jawa rupane contoh : ُ‫ّة‬‫ي‬ِ‫لن‬َ‫ا‬ َ‫ء‬‫ا‬َ‫ي‬ْ‫ش‬َ‫أ‬ ُ‫ة‬ّ‫ت‬ِ‫س‬
Nadzomnya
‫َل‬ِ‫ب‬ ِ‫الحكم‬ِ‫ب‬ ُ‫د‬‫المقصو‬ ُ‫ع‬‫التاب‬
‫َِل‬‫د‬َ‫ب‬ ‫ى‬َّ‫م‬‫المس‬ ‫و‬ُ‫ه‬ ٍ‫ة‬‫واسط‬ ***
 Pembagian Badal ada 4 :
o Syai’ min Syai’ adalah badal yang menyamai mubdal minhu dalam maknanya
Contoh :َ‫ك‬ ْ‫ُو‬‫ب‬َ‫أ‬ ‫ا‬‫ْد‬‫ي‬َ‫ز‬ َ‫ء‬‫ا‬َ‫ج‬ (zaid telah datang, ayahmu)
o Ba’du min kul adalah badal yang merupakan bagian dari mubdal minhu
Contoh : ُ‫ه‬َ‫ث‬ُ‫ل‬ُ‫ث‬ َ‫ْف‬‫ي‬ِ‫غ‬ ّ‫لر‬َ‫ا‬ ُ‫ت‬ْ‫َل‬‫ك‬َ‫أ‬ (saya makan roti, sepertiganya)
o Isytimal adalah badal yang memiliki keterkaitan dengan mubdal minhu
Contoh : ُ‫ه‬ُ‫م‬ْ‫ل‬ِ‫ع‬ ‫ْد‬‫ي‬َ‫ز‬ ‫ي‬ِ‫ن‬َ‫ع‬َ‫ف‬َ‫ن‬
o Gholat adalah badal yang disebutkan untuk menghilangkan kesalahan lisan ketikan
menyebutkan mubdal minhu.
Contoh : َ
‫س‬َ‫ر‬َ‫ف‬‫ال‬ ‫ا‬‫ْد‬‫ي‬ َ‫ز‬ ُ‫ْت‬‫ب‬ِ‫ك‬َ‫ر‬ (saya naik zaid bukan kuda)
KETERANGAN
Untuk Lafadz – Lafadz Taukid maknawi di atas harus
gandeng dengan Dhomir kecuali lafadz ُ‫ع‬َ‫م‬ْ‫ج‬َ‫أ‬
TAUKID
TAUKID LAFDZI
TAUKID MAKNAWI
‫ْد‬‫ي‬َ‫ز‬ َ‫ء‬‫ا‬َ‫ج‬
‫ْد‬‫ي‬َ‫ز‬
‫س‬ْ‫ف‬َ‫ن‬ ‫ل‬ُ‫ك‬ ‫ْن‬‫ي‬َ‫ع‬ ُ‫ع‬َ‫م‬ْ‫ج‬َ‫أ‬
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 59
Syai’ min Syai’
َ‫ك‬ ْ‫و‬ُ‫ب‬َ‫أ‬ ‫ًا‬‫د‬ْ‫ي‬َ‫ز‬ َ‫ء‬‫َا‬‫ج‬
Isytimal
ُ‫ه‬ُ‫م‬ْ‫ل‬ِ‫ع‬ ‫ْد‬‫ي‬َ‫ز‬ ‫ي‬ِ‫ن‬َ‫ع‬َ‫ف‬َ‫ن‬
Ba’du min kul
ُ‫ه‬َ‫ث‬ُ‫ل‬ُ‫ث‬ َ‫ْف‬‫ي‬ِ‫غ‬ ّ‫لر‬َ‫ا‬ ُ‫ت‬ْ‫َل‬‫ك‬َ‫أ‬
Gholat
ُ‫ْت‬‫ب‬ِ‫ك‬َ‫ر‬
‫ا‬‫ْد‬‫ي‬َ‫ز‬
َ
‫س‬َ‫ر‬َ‫ف‬‫ال‬
KETERANGAN CIRI – CIRI BADAL
1) RINCIAN SETELAH HITUNGAN YANG TIDAK DIAWALI KATA ‫ا‬َ‫ه‬ُ‫د‬َ‫ح‬َ‫أ‬
CONTOH : ُ‫ة‬َّ‫ي‬ِ‫ْم‬‫س‬َّ‫ت‬‫ال‬ : ٌ‫َّة‬‫ت‬ِ‫س‬ َ‫و‬
2) TERLETAK SETELAH KATA “ ْ‫ي‬َ‫”أ‬
CONTOH ُ‫ل‬ْ‫س‬ُ‫غ‬‫ال‬ ْ‫ي‬َ‫ا‬ ُ‫ه‬ُ‫ن‬َ‫ن‬ُ‫س‬ َ‫و‬
3) ISIM YANG DIAWALI “AL” SETELAH “ISIM ISYAROH”
CONTOH : ِ‫م‬ْ‫س‬ِ‫ق‬‫ال‬ ‫ا‬َ‫ذ‬َ‫ه‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬ َ‫و‬
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 60
(BAB 2)
ISIM – ISIM YANG DI BACA NASOB
A. ISIM YANG DI BACA NASOB
 Pembagian Isim yang di baca nasob jumlahnya ada 13 : 1) maful bih 2) maful mutlak 3) maful fiih 4)
maful li ajlih 5) maful ma’ah 6) mustasna 7) isimnya la 8) munada 9) hal 10) tamyiz 11) Khobar kanna
12) isim inna 13) isim yang ikut.
1. MAF’UL BIH / MASDAR
 Pengetian maful bih adalah isim yang di baca nasob yang jatuh setelah fiil dan fail.
Contoh َ‫ْف‬‫ي‬ِ‫غ‬ ّ‫لر‬َ‫ا‬ ُ‫ت‬ْ‫َل‬‫ك‬َ‫أ‬
Nadzomnya
ْ‫ع‬َ‫ق‬ َ‫و‬ ‫وبا‬ُ‫ص‬ْ‫ن‬َ‫م‬ َ‫ء‬‫ا‬َ‫ج‬ ‫ْم‬‫س‬‫ا‬ َ‫ِك‬‫ل‬َ‫ذ‬ َ‫و‬
¤
ْ‫ع‬َ‫م‬ّ‫ط‬‫ال‬ َ‫ل‬ْ‫ه‬َ‫أ‬ ‫وا‬ُ‫ر‬َ‫ذ‬ْ‫اح‬َ‫ك‬ ‫ل‬ْ‫ع‬ِ‫ف‬ ِ‫ه‬ْ‫ي‬َ‫ل‬َ‫ع‬
 Pembagian Maful Bih ada 2 :
 Maful Bih Isim Dzohir
Contoh : َ‫ْف‬‫ي‬ِ‫غ‬ ّ‫لر‬َ‫ا‬ ُ‫ت‬ْ‫َل‬‫ك‬َ‫أ‬
 Maful Bih Isim Dhomir
Contoh : ْ‫ي‬ِ‫ن‬َ‫ب‬َ‫ر‬َ‫ض‬
Isim – Isim yang di baca
Nasob
maful
bih
maful
mutlak
maful fiih
maful fiih
maful ma’ah
maful li ajlih
mustasna
isimnya
la
munada
hal
tamyiz Khobar kanna
isim inna
isim yang ikut
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 61
2. MAF’UL MUTLAQ / MASDAR
 Pengertian Maf’ul Mutlaq adalah Masdar pelengkap yang menguatkan amilnya, menjelaskan macam
atau menjelaskan bilangannya bermakna kelawan.
Contoh : ً‫َل‬‫س‬ُ‫غ‬ ُ‫اغتسلت‬
 Pembagian Maf’ul Mutlaq ada 2 : 1) Masdar Maknawi 2) Masdar Lafdzi
 Masdar Maknawi : Maf’ul Mutlaq yang kata dan maknanya sama dengan amilnya
Contoh : ‫إتقانا‬ ‫ك‬َ‫ل‬‫عم‬ ْ‫ن‬ِ‫ق‬‫أت‬
 Masdar Lafdzi : Maf’ul mutlaq yang lafadznya tidak mengambil kata dari amilnya tapi
mempunyai arti yang sama dengan amilnya
Contoh : ‫عودا‬ُ‫ق‬ ُ‫جلست‬
Nadzomnya
‫ى‬َ‫ُر‬‫ي‬ ‫ا‬‫ي‬ِ‫ظ‬ْ‫ف‬َ‫ل‬َ‫ف‬ ‫َى‬‫ن‬ْ‫ع‬َ‫م‬ْ‫ال‬ َ‫و‬ ِ‫ظ‬ْ‫ف‬ّ‫ل‬‫ال‬ ‫ِى‬‫ف‬ # ‫ى‬َ‫ر‬َ‫ج‬ ْ‫ي‬ِ‫ذ‬ّ‫ل‬‫ا‬ ُ‫ه‬َ‫ل‬ْ‫ع‬ِ‫ف‬ ْ‫ِق‬‫ف‬‫ا‬ َ‫ُو‬‫ي‬ ْ‫ِن‬‫ا‬َ‫ف‬
َ‫و‬ُ‫ه‬َ‫ف‬ ِ‫ل‬ْ‫ع‬ِ‫ف‬ْ‫ال‬ ِ‫ظ‬ْ‫ف‬َ‫ل‬ ِ
‫ْر‬‫ي‬‫َـ‬‫غ‬ِ‫ب‬ # ‫ى‬ِ‫و‬ُ‫ر‬ ْ‫د‬َ‫ق‬َ‫ف‬ ْ‫ط‬َ‫ق‬َ‫ف‬ ‫َى‬‫ن‬ْ‫ع‬َ‫م‬ْ‫ال‬ َ‫ق‬َ‫ف‬‫ا‬ َ‫و‬ ْ‫و‬َ‫ا‬
‫ى‬ِ‫و‬َ‫ن‬ْ‫ع‬َ‫م‬
MAF’UL BIH
ISIM DZOHIR ISIM DZOMIR
MUNFASIL MUTTASIL
KETERANGAN
Setiap dhomir muttasil mahal nasob yang gandeng dengan
fi’il pasti menjadi maf’ul bih ُ‫ه‬َ‫ط‬َ‫ل‬‫ا‬َ‫خ‬ bila gandeng dengan isim
maka menjadi mudhof ilahi : ُ‫ه‬ُ‫ؤ‬ُ‫ض‬ُ‫و‬ bila gandeng dengan َّ‫ن‬ِ‫إ‬
dan saudaranya maka menjadi isimnya : ُ‫ه‬َّ‫ن‬ِ‫ك‬َ‫ل‬ ، ُ‫ه‬َّ‫ن‬ِ‫إ‬
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 62
 Fungsi Maf’ul Mutlaq
 Yang menguatkan : ‫يا‬ْ‫ق‬َ‫س‬ ُ ّ
‫َللا‬ ‫اك‬َ‫ق‬َ‫س‬ ‫تكليما‬ ‫وسى‬ُ‫م‬ ُ‫هللا‬ ‫م‬‫وكل‬
 Yang menjelaskan jenis/macamnya : ِ‫قالء‬ُ‫ع‬‫ال‬ َ‫سير‬ ُ‫سرت‬ ٍ‫ُوء‬‫س‬ َ‫ة‬‫يت‬ِ‫م‬ ُ‫د‬ ِ‫اح‬َ‫ج‬‫ال‬ ُ‫ت‬ ْ‫و‬ُ‫م‬َ‫ي‬
 Yang menjelaskan bilangan : ‫أو‬ ،ِ‫تين‬َ‫ب‬ ْ‫ضر‬ ّ
‫اللص‬ ُ‫ضربت‬ ِ‫وقفتين‬ ُ‫وقفت‬
ٍ‫ت‬‫با‬َ‫ر‬َ‫ض‬
Nadzomnya
‫أمن‬ ‫من‬ ‫كأمن‬ ‫الفعل‬ ‫مدلولي‬ * ‫من‬ ‫الزمان‬ ‫سوى‬ ‫ما‬ ‫اسم‬ ‫المصدر‬
‫رشد‬ ‫ذي‬ ‫سير‬ ‫سيرتين‬ ‫كسرت‬ * ‫عدد‬ ‫أو‬ ‫يبين‬ ‫نوعا‬ ‫أو‬ ‫توكيدا‬
 Macam-macam masdar
 Masdar marroh atau masdar ‘adad
Masdar marroh ialah kalimah (masdar) yang menjelaskan bilangan sesuatu pekerjaan.
Maka jika kita menghendaki ma’na marroh, kalau dari fi’il tsulasi mujarrod maka ikut wazan
wazan ‫ة‬َ‫ل‬ْ‫ع‬َ‫ف‬, contoh: ‫ة‬َ‫ب‬ ْ‫ر‬َ‫ض‬ ‫ْدا‬‫ي‬َ‫ز‬ ُ‫ْت‬‫ب‬َ‫ر‬َ‫ض‬(Aku memukul zaid dengan sekali pukulan).
Kecuali jika lafadznya ada ta’ ta’nis seperti lafadz ‫ة‬َ‫م‬ْ‫ع‬ِ‫ن‬ ،‫ة‬َ‫م‬ْ‫ح‬َ‫ر‬, maka kalau ingin menghendaki
ma’na marroh, setelah lafadz tersebut harus menyebutkan lafadz ‘adad (bilangan), contoh: ُ‫ه‬ُ‫ت‬ْ‫م‬َ‫ح‬َ‫ر‬
FUNGSI
MAF’UL
MUTLAK
menguatkan
menjelaskan jenis
menjelaskan bilangan
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 63
‫ة‬َ‫د‬ ِ‫اح‬ َ‫و‬ ‫ة‬َ‫م‬ْ‫ح‬ َ‫ر‬. Jika fi’il ghoiru tsulatsi maka lafaz masdar yang dikehendaki ma’na marroh harusnya
ditambah ta’, contoh:‫ة‬َ‫م‬‫ا‬ َ‫ر‬ْ‫ك‬ِ‫ا‬ ‫ْدا‬‫ي‬َ‫ز‬ ُ‫ت‬ْ‫م‬َ‫ر‬ْ‫ك‬َ‫ا‬
 Masdar nau’ atau masdar haiah
Masdar nau’ ialah kalimah (masdar) yang untuk menjelaskan bentuk dan sifat dari suatu
pekerjaan. Maka jika menghendaki ma’na tersebut, kalau dari fi’il tsulasi mujarrod, maka ikut
wazan ‫ة‬َ‫ل‬ْ‫ع‬ِ‫ف‬, contoh: ‫َة‬‫ن‬َ‫س‬َ‫ح‬ ‫َة‬‫ش‬ْ‫ي‬ِ‫ع‬ ‫ْد‬‫ي‬َ‫ز‬ َ
‫اش‬َ‫ع‬(Zaid hidup dengan kehidupan yang baik).
Selanjutnya jika dari fi’il ghoiru tsulasi maka masdarnya dengan sifat yang masdar nau’
(haiah), contoh: ‫ْما‬‫ي‬ِ‫ظ‬َ‫ع‬ ‫اما‬ َ‫ر‬ْ‫ك‬ِ‫ا‬ ‫ْدا‬‫ي‬َ‫ز‬ ُ‫ت‬ْ‫م‬َ‫ر‬ْ‫ك‬َ‫ا‬ (Aku memuliakan zaid dengan memuliakan yang agung).
Nadzomnya
َ‫ف‬‫و‬
‫ــــ‬َ‫س‬‫ـــــــــ‬ْ‫ـــــــــل‬َ‫ج‬‫كـــــــــ‬ ٍ‫ة‬ّ‫ــــــــــــــــــر‬َ‫م‬‫ـــــــــــــــــ‬ِ‫ل‬ ‫ــــــــــــة‬َ‫ل‬‫ــــــــــــ‬ْ‫ع‬‫ـــــــــــ‬
ْ‫ـــــة‬
#
‫ــــــــــــة‬َ‫ل‬‫ــــــــــــ‬ْ‫ع‬‫ــــــــــــ‬ِ‫ف‬‫و‬
ٍ‫ة‬‫ـــــــــيـــــــــئـــــــــ‬َ‫ه‬‫ـــــــــ‬ِ‫ل‬
ْ‫ـــــــــة‬َ‫س‬‫ـــــــــ‬ْ‫ـــــــــل‬ ِ‫كـــــــــج‬
3. MAF’UL FIIH / DZOROF
 Pengertian Dzorof : isim yang dibaca nashab dengan mentakdirkan kata “‫في‬ “ (di/dalam) yang
disebutkan untuk menjelaskan waktu dan tempat terjadinya suatu perbuatan.
Contoh : ‫ا‬‫م‬ ْ
‫و‬َ‫ي‬ ُ‫ت‬ ْ‫ر‬ِ‫س‬
‫ر‬ْ‫ه‬َ‫ش‬ ْ‫و‬َ‫أ‬
‫ا‬
َ‫أ‬
ْ‫و‬
ُ‫س‬
ّ‫ن‬
‫ة‬
َ‫أ‬
ْ‫و‬
َ‫ل‬
ْ‫ي‬
‫ال‬
Nadzomnya
‫العرب‬ ‫عند‬ ‫في‬ ‫تقدير‬ ‫على‬ ‫كل‬ # ‫انتصب‬ ‫مكان‬ ‫او‬ ‫وقت‬ ‫اسم‬ ‫هو‬
 Pembagian Dzorof ada 2 : 1) Dzorof Zaman 2) Dzorof Makan
 Dzorof Zaman: dzorof yang menunjukkan makna zaman/waktu terjadi suatupekerjaan
Contoh : ُ‫ت‬ ْ‫ر‬ِ‫س‬
‫ا‬‫م‬ ْ
‫و‬َ‫ي‬
 Dzorof Makan : dzorof yang menunjukkan makna makan/tempat terjadinya pekerjaan
Contoh :ِ‫ت‬ْ‫ي‬َ‫ب‬‫ال‬ َ‫ام‬َ‫م‬َ‫أ‬ ُ‫ت‬ ْ‫ر‬ِ‫س‬
Nadzomnya
‫أزمنا‬ ‫امكث‬ ‫كهنا‬ ‫باطراد‬ ‫في‬ *** ‫ضمنا‬ ‫مكان‬ ‫أو‬ ‫وقت‬ ‫الظرف‬
DZOROF
DZOROF ZAMAN
DZOROF MAKAN
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 64
 Macam - Macam Dzorof ada 2 yaitu :
 Mutasorrif : lafazh yang terkadang berfungsi sebagai zharaf dan juga tidak.
Contoh sebagai zharaf : ِ‫ْن‬‫ي‬َ‫ن‬ْ‫ث‬ِ ْ
‫اإل‬ َ‫م‬ ْ‫و‬َ‫ي‬ ُ‫ت‬ْ‫م‬ُ‫ص‬
Contoh bukan sebagai zharaf :‫ك‬ َ‫ار‬َ‫ب‬ُ‫م‬ ‫م‬ ْ‫و‬َ‫ي‬ ِ‫ة‬َ‫ع‬ْ‫م‬ُ‫ج‬ْ‫ال‬ ‫وم‬َ‫ي‬
 Ghoiru Mutasorrif : lafazh-lafazh yang tidak digunakan untuk zharaf atau majrur dengan ْ‫ن‬ِ‫م‬,
seperti: َ‫ل‬ْ‫ب‬َ‫ق‬ -َ‫د‬ْ‫ع‬َ‫ب‬ -َ‫د‬ْ‫ن‬ِ‫ع‬.
 I’rab Zharaf
 Mu’rob :zharaf yang mu’raf seperti :
‫َة‬‫ن‬َ‫س‬ -‫ر‬ْ‫ه‬َ‫ش‬ -‫ْال‬‫ي‬َ‫ل‬ -‫م‬ ْ‫و‬َ‫ي‬
 Mabni : zharaf mabniy yang selalu dibaca dalam bentuk yang sama, seperti:
َ‫آلن‬َ‫ا‬ – ُ‫ْث‬‫ي‬َ‫ح‬ – ‫ا‬َ‫ذ‬ِ‫إ‬ – ِ
‫س‬ْ‫م‬َ‫أ‬
4. MAF’UL LI AJLIH
 Pengertian Maf’ul Li Ajlih adalah Isim yang dibaca nashob untuk menyatakan sebab atau motif
terjadinya perbuatan.
Contoh ‫ا‬‫ب‬ْ‫ع‬َ‫ت‬ ِ‫ي‬ِ‫س‬ ْ‫ر‬ُ‫ك‬‫ال‬ ‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ُ‫ْت‬‫س‬َ‫ل‬َ‫ج‬
Nadzomnya
‫َا‬‫ن‬‫ا‬َ‫ي‬َ‫ب‬ ‫ى‬َ‫ت‬َ‫أ‬ ْ‫ن‬ِ‫إ‬ ْ‫ب‬ ِ
‫ص‬ْ‫ن‬‫ا‬ َ‫ر‬َ‫د‬ْ‫ص‬َ‫م‬ْ‫ال‬ َ‫و‬
#
‫َا‬‫ن‬‫ا‬َ‫ك‬ ْ‫د‬َ‫ق‬ ‫ِي‬‫ذ‬ّ‫ال‬ ِ‫ل‬ْ‫ع‬ِ‫ف‬ْ‫ال‬ ِ‫ة‬ّ‫ل‬ِ‫ع‬ِ‫ل‬
 Syarat Maf’ul Li Ajlih ada 5 :
 Berbentuk masdar
 Menunjukkan arti sebab
 Antara masdar dan amilnya sama dalam waktu mengerjakannya
 Antara masdar dan amilnya sama mengenai fa’ilnya
 Termasuk perbuatan hati
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 65
FAEDAH
1) Maf’ul lah sama dengan maf’ul muthlak
(sama-sama berupa masdar yang di baca
nasob) namun berbeda makna
2) Maf’ul lah bisa diketahui dengan
pertanyaan mengapa ?
*apabila 5 syarat tidak terpenuhi maka harus dijerkan dengan huruf jer yang menunjukkan arti sebab
SYARAT MAF’L LI AJLIH
BERUPA MASDAR ARTI SEBAB
ANTARA MASDAR DAN
AMILNYA SAMA DALAM
WAKTU MENGERJAKAN
ANTARA MASDAR DAN
AMILNYA SAMA
MENGENAI FAILNYA
Termasuk perbuatan hati
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 66
5. MAF’UL MA’AH
 Pengertia Maf’ul Ma’ah adalah isim yang dibaca nashob yang disebutkan untuk menjelaskan perkara
yang perkara itu disertai perkara yang lain.
Contoh : َ‫ْش‬‫ي‬َ‫ج‬ْ‫ال‬ َ‫و‬ ُ‫ير‬ِ‫م‬َ ْ
‫ْل‬َ‫ا‬ َ‫ء‬‫ا‬َ‫ج‬
Nadzomnya
‫فسد‬ ‫واو‬ ‫بعد‬ ‫اسم‬ ‫ريفه‬ْ‫ع‬َ‫ت‬
#
‫جرى‬ ‫غيره‬ ‫فعل‬ ‫معه‬ ‫كان‬ ‫من‬
6. MUSTASNA
 Pengertian Mustasna adalah Membuat pengecualian dengan adat istisna’
Contoh : ‫ا‬‫زيد‬ ّ
‫إَل‬ ُ‫ل‬‫الرج‬ َ‫حضر‬
Nadzomnya
ْ‫ن‬ِ‫م‬ ... ْ‫ج‬ َ‫َر‬‫خ‬ ‫ا‬َ‫م‬ ِ‫م‬َ‫ال‬َ‫ك‬ْ‫ال‬ ِ‫ه‬ِ‫ب‬ ْ‫ج‬ ِ
‫ر‬ْ‫خ‬َ‫أ‬
ْ‫ج‬ َ‫ر‬َ‫د‬ْ‫ن‬‫ا‬ ِ‫ظ‬ْ‫ف‬ّ‫الل‬ ‫ي‬ِ‫ف‬ َ‫ان‬َ‫ك‬ َ‫و‬ ِ‫ه‬ِ‫م‬ْ‫ك‬ُ‫ح‬
 Adat – Adat Istisna’
1 2 3 4 5 6 7 8
َّ
‫ِل‬ِ‫إ‬ ُ‫ر‬ْ‫ي‬َ‫غ‬ ٌ‫ء‬‫ا‬َ‫و‬َ‫س‬ ‫ى‬ً‫و‬ُ‫س‬ ‫ى‬ً‫و‬ِ‫س‬ َ
‫َل‬َ‫خ‬ ‫َا‬‫د‬َ‫ع‬ ‫َا‬‫ش‬‫ا‬َ‫ح‬
 Istilah dalam Istisna’
 Mustasna : isim yang di kecualikan
 Mustasna minhu :isim yang menjadi sumber pengecualian
 Kalam tam :kalam yang menyebutkan Mustasna minhu
Perbedaan Wawu Ma’iyah dan Wawu Athof
Wawu Ma’iyah :Bermakna “sertane” (beserta)
Wawu Athof : Bermakna “lan” (dan)
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 67
 Kalam naqis : kalam yang tidak menyebutkan Mustasna minhu
 Kalam mujab :kalam yang tidak diketahui nafi, nahi dan istifham
 Kalam manfi :kalam yang di dahului nafi, nahi dan istifham
 Istisna’ muttasil :mustasna sejenis dengan mustasna minhu
 Istina’ munfasil : mustasna tidak sejenis dengan mustasna minhu
Nadzomnya
ْ‫ب‬ ِ
‫ص‬َ‫ت‬ْ‫ن‬َ‫ي‬ ٍ‫ام‬َ‫م‬َ‫ت‬ ْ‫ع‬َ‫م‬ ّ‫َل‬‫ا‬ ِ‫ت‬َ‫ن‬ْ‫ث‬َ‫ت‬ْ‫س‬‫ا‬ ‫ا‬َ‫م‬
#
ْ‫و‬َ‫أ‬ ٍ‫ي‬ْ‫ف‬َ‫ن‬ َ‫د‬ْ‫ع‬َ‫ب‬ َ‫و‬
ْ‫ب‬ ِ‫خ‬ُ‫ت‬ْ‫ن‬‫ا‬ ٍ‫ي‬ْ‫ف‬َ‫ن‬َ‫ك‬
ْ‫ب‬ ِ
‫ص‬ْ‫ن‬‫ا‬ َ‫و‬ َ‫ل‬َ‫ص‬ّ‫ت‬‫ا‬ ‫ا‬َ‫م‬ ُ‫ع‬‫ا‬َ‫ب‬ْ‫ت‬‫إ‬
#
‫ع‬َ‫ط‬َ‫ق‬ْ‫ن‬‫ا‬ ‫ا‬َ‫م‬
‫ا‬َ‫م‬ِ‫ل‬ ّ‫َل‬‫إ‬ ‫ق‬ِ‫ب‬‫ا‬َ‫س‬ ْ‫غ‬ّ‫ر‬َ‫ف‬ُ‫ي‬ ْ‫ن‬ِ‫إ‬ َ‫و‬
ْ ‫ا‬َ‫م‬ِ‫د‬ُ‫ع‬ ّ‫َل‬‫ا‬ ِ‫و‬َ‫ل‬ ‫ا‬َ‫م‬َ‫ك‬ ْ‫ن‬ُ‫ك‬َ‫ي‬ ُ‫د‬ْ‫ع‬َ‫ب‬
#
ْ‫ع‬َ‫ق‬ َ‫و‬ ‫ال‬َ‫د‬ْ‫ب‬ِ‫إ‬ ِ‫ه‬‫ي‬ِ‫ف‬ ٍ‫يم‬ِ‫م‬َ‫ت‬ ْ‫ن‬َ‫ع‬ َ‫و‬
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 68
7. Isimnya La )‫(ِل‬ Li Nafsil Jinsi
 Pengertian La Li Nafsil Jinsi adalah setiap isim yang menjadi isimnya la yang meniadakan jenis
harus dibaca Nashob tanpa Tanwin
Contoh : ِ‫ّار‬‫د‬‫ال‬ ‫في‬ َ‫ل‬‫رج‬ ‫َل‬
َّ
‫ِل‬ِ‫إ‬ ،‫ى‬‫و‬ِ‫س‬ َ‫و‬ ،ُ‫ْر‬‫ي‬َ‫غ‬ َ‫و‬
‫اء‬ َ‫و‬َ‫س‬ َ‫و‬ ،‫ى‬‫و‬ُ‫س‬ َ‫و‬
،‫َا‬‫د‬َ‫ع‬ َ‫و‬ ، َ
‫َل‬َ‫خ‬َ‫و‬
‫َا‬‫ش‬‫ا‬َ‫ح‬َ‫و‬
Pasti nasob bagi
kalam tam mujab
Boleh nasob atau
badal bagi kalam
tam manfi
Bergantung
kepada amil sebab
kalam naqis
Pasti dibaca
jer
Boleh nasob/jer
‫زيدا‬ ‫إِل‬ ‫القوم‬ ‫جاء‬ ‫ًا‬‫د‬ْ‫ر‬ِ‫ق‬ ‫إِل‬ ‫القوم‬ ‫جاء‬ ‫زيدا‬ ‫إِل‬ ‫جاء‬
‫غير‬ ‫القوم‬ ‫جاء‬
‫زيدا‬
‫زيدا‬ ‫خَل‬ ‫القوم‬ ‫جاء‬
I’ROB ISTISNA’
‫زيدا‬ ‫إِل‬ ‫القوم‬ ‫جاء‬
Adat istisnsa’
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 69
Nadzomnya
َ
‫ـــــــــــــــال‬ِ‫ل‬ ْ‫ــــــــل‬َ‫ع‬‫ـــــــ‬ْ‫اج‬ ّ‫إن‬ َ‫ل‬‫ــــــــ‬َ‫م‬‫ـــــــ‬َ‫ع‬
‫ــــــــــــــ‬ْ‫ت‬َ‫ء‬‫جـــــــــــــــا‬ ‫ة‬َ‫د‬ َ‫ــــــــــــــفـــــــــــــــر‬ُ‫م‬ # ْ‫ة‬َ‫ــــــــر‬ِ‫ك‬‫َــــــــ‬‫ن‬ ‫فــــــــــــــــي‬
ْ‫أو‬ َ‫ـك‬
ْ‫ة‬َ‫ر‬ ّ‫َـــــــــــــــر‬‫ك‬‫ـــــــــــــــ‬ُ‫م‬
 Macam – Macam Isimnya La ada 3 :
 Isim Mufrod, yaitu isim yang tidak di mudlofkan pada yangl lain, baik berupa tasniyah,
jama atau yg lainya.
contoh : ِ‫ّار‬‫د‬‫ال‬ ‫في‬ َ‫ل‬‫رج‬ ‫َل‬
 Berbentuk Mudlof
Contoh :‫عندنا‬ ٍ‫ُوء‬‫س‬ َ‫ل‬‫رج‬ ‫َل‬
 Berbentuk Syibhu Mudlof
Contoh :‫خاضر‬ ‫ه‬ُ‫ق‬‫ل‬ُ‫خ‬ ‫قبيحا‬ ‫َل‬
MACAM ISIMNYA LA
Isim Mufrod
ِ‫ّار‬‫د‬‫ال‬ ‫في‬ َ‫ل‬‫رج‬ ‫َل‬
Mudhof
‫عندنا‬ ٍ‫ُوء‬‫س‬ َ‫ل‬‫رج‬ ‫َل‬
Syibhu Mudlof
‫خاضر‬ ‫ه‬ُ‫ق‬‫ل‬ُ‫خ‬ ‫قبيحا‬ ‫َل‬
ِ
FAEDAH
a) Amalnya La sama dengan amalnya inna : menasobkan isim (fatha tanpa tanwin) dan
merofa’kan Khobar.
b) Isim yang dinasobkan oleh La harus berupa isim nakiroh :َ‫ل‬‫رج‬ ‫َل‬
c) La tidak diawali huruf jer : ٍ‫د‬‫ا‬ َ‫ز‬ َ
‫ال‬ِ‫ب‬
d) La dan isimnya tidak dipisah : ‫َل‬
‫الدار‬ ‫في‬
َ‫ل‬‫رج‬
e) Khobar La kebanyakan dibuang karena sudah maklum.
Nadzomnya
‫و‬
‫الخبر‬ ‫إسقاط‬ ‫الباب‬ ‫ذا‬ ‫فى‬ ‫شاع‬
#
‫ظهر‬ ‫سقوطه‬ ‫مع‬ ‫المراد‬ ‫إذا‬
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 70
8. MUNADA
 Pengertian
 Munada adalah isim yang terletak sesudah huruf nida.
 Nida’ adalah Memanggil dengan menggunakan salah huru nida’
Contoh : ُ‫د‬ْ‫ي‬َ‫ز‬ ‫ا‬َ‫ي‬
Nadzomnya
‫قد‬ ‫رفعه‬ ‫في‬ ‫الذي‬ ‫على‬ # ‫المفرد‬ ‫المنادى‬ ‫المعرف‬ ‫وابن‬
‫عهدا‬
 Macam – Macam Huruf Nida’
 ‫ا‬َ‫ي‬ : Digunakan untuk segala jenis panggilan
Contoh :ُ‫د‬ْ‫ي‬َ‫ز‬ ‫ا‬َ‫ي‬
 َ‫أ‬ : Digunakan untuk panggilan dekat
Contoh : ْ‫ل‬ِ‫ب‬ْ‫ق‬َ‫أ‬ ُ‫د‬ّ‫م‬َ‫ح‬ُ‫م‬َ‫أ‬
 ‫أى‬ َ‫و‬ ‫ّا‬‫ي‬‫ه‬ َ‫و‬ ‫ّا‬‫ي‬َ‫أ‬ : Digunakan untuk panggilan jauh
Contoh :ُ‫ه‬‫ا‬َ‫س‬ْ‫أ‬ َ‫ر‬ ‫ا‬ َ‫و‬
 Macam-macam munada
 al-mufrad al-‘alam (nama yang mufrad)
contoh ُ‫د‬ْ‫ي‬َ‫ز‬ ‫ا‬َ‫ي‬
 nakirah maqsudah (mengkhususkan panggilan kepada sesorang)
contoh :ُ‫ل‬ُ‫ج‬َ‫ر‬ ‫ا‬َ‫ي‬
 nakirah gairu maqsudah(memanggil kepada seseorang secara umum, tidak
dikususkan kepada seorangpun)
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 71
contoh :ُ‫ل‬ُ‫ج‬َ‫ر‬ ‫ا‬َ‫ي‬
 mudhaf
contoh :ِ ّ
‫َللا‬ َ‫ل‬ ْ‫و‬ُ‫س‬ َ‫ر‬ ‫ا‬َ‫ي‬
 sibhul mudhaf (menyerupai mudhaf)
contoh : ‫ال‬َ‫ب‬َ‫ج‬‫ا‬ِ‫ع‬‫ياطال‬
9. HAL
 Pengertian Hal adalah kata pelengkap yang berfungsi menjelaskan
keadaan fail atau maf’ul (shohibul hal) yang masih samar.
Contoh : ‫ا‬‫ِي‬‫ش‬َ‫م‬ ‫د‬ّ‫م‬َ‫ح‬ُ‫م‬ َ‫ء‬‫ا‬َ‫ج‬
Nadzomnya
# ‫منتص‬ ‫فضلة‬ ‫وصف‬ ‫الحال‬
‫أذهب‬ ‫كفردا‬ ‫حال‬ ‫في‬ ‫مفهم‬
 Syarat-Syarat Hal
 Berupa Isim Nakiroh
I’ROB MUNADA
Dhommah Nasob
Mufrod Alam
ُ‫د‬ْ‫ي‬َ‫ز‬ ‫ا‬َ‫ي‬
Mufrod Alam
ُ‫د‬ْ‫ي‬َ‫ز‬ ‫ا‬َ‫ي‬
nakirah maqsudah
ُ‫ل‬ُ‫ج‬ َ‫ر‬ ‫ا‬َ‫ي‬
nakirah goiru
maqsudah
ُ‫ل‬ُ‫ج‬ َ‫ر‬ ‫ا‬َ‫ي‬
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 72
 Berupa isim sifat :
 Isim Fail :‫د‬‫م‬ِ‫ئ‬‫ا‬َ‫ق‬ ‫د‬ّ‫م‬َ‫ح‬ُ‫م‬ َ‫ء‬‫ا‬َ‫ج‬
 Isim Maf’ul :‫ا‬‫ب‬ ْ‫و‬ُ‫ْر‬‫ض‬َ‫م‬ ‫د‬ّ‫م‬َ‫ح‬ُ‫م‬ َ‫ء‬‫ا‬َ‫ج‬
 Isim Tafdhil : ُ‫ل‬َ‫ض‬ْ‫ف‬َ‫أ‬ ‫د‬ّ‫م‬َ‫ح‬ُ‫م‬ َ‫ء‬‫ا‬َ‫ج‬
 Jumlah atau Syibhu Jumlah boleh menjadi HAL dengan syarat
sebelumnya berupa isim Ma’rifat
10. TAMYIZ
 Pengertian Tamyiz adalah kata pelengkap yang berfungsi
menjelaskan benda (dzat) yang masih samar bermakna apane.
Contoh ‫ال‬َ‫س‬َ‫ع‬ ‫ال‬ْ‫ط‬ ِ
‫ر‬ ُ‫ْت‬‫ي‬ َ‫َر‬‫ت‬ْ‫ش‬‫ا‬
Nadzomnya
‫فسر‬ ‫انتصاب‬ ‫ذو‬ ‫اسم‬ ‫تعريفه‬
#
‫قدرا‬ ‫جنس‬ ‫ذات‬ ‫او‬ ‫لنسبة‬
 Pembagian Tamyiz ada 2 :
 Tamyiz Dzat adalah Tamyiz dzat digunakan pada lafazh-lafazh yang
menunjukkan bilangan, ukuran jarak, takaran, dan berat.
Contoh ‫ا‬‫َاب‬‫ت‬ِ‫ك‬ َ‫َر‬‫ش‬َ‫ع‬ َ‫ة‬ّ‫ت‬ِ‫س‬ ُ‫ْت‬‫ي‬ َ‫َر‬‫ت‬ْ‫ش‬‫ا‬
 Tamyiz Nisbat adalah tamyiz untuk menghilangkan kesamaran makna
umum dari penisbatan dua lafazh di dalam tarkib jumlah. Tamyiz nisbat
merupakan peralihan dari mubtada’, fa’il, atau maf’ul .
o Tamyiz peralihan dari mubtada’ :‫ا‬‫م‬ْ‫ل‬ِ‫ع‬ ِ‫ب‬ِ‫ل‬‫ا‬ّ‫الط‬ َ‫ن‬ِ‫م‬ ُ‫ر‬َ‫ث‬ْ‫ك‬َ‫أ‬ ُ‫س‬ ِ
‫ر‬َ‫د‬ُ‫م‬ْ‫ال‬
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 73
o Tamyiz peralihan dari fa’il :‫ا‬‫ق‬ُ‫ل‬ُ‫خ‬ ُّ‫اب‬ّ‫ش‬‫ال‬ َ‫ُن‬‫س‬َ‫ح‬
o Tamyiz peralihan dari maf’ul :‫ا‬‫ر‬َ‫ج‬َ‫ش‬ َ
‫ض‬ ْ‫ر‬َ ْ
‫اْل‬ ُ‫د‬َ‫م‬ْ‫ح‬َ‫أ‬ َ
‫س‬ َ‫َر‬‫غ‬
TAMYIZ
Tamyiz Dzat Tamyiz Nisbat
MUBTADA
’
FA’IL
MAF’UL’
CIRI – CIRI TAMYIZ
1. Terletak setalah batasan
Contoh : ً
‫َل‬ ْ‫و‬ُ‫ط‬ ُ‫ه‬ُّ‫د‬َ‫ح‬ َ‫و‬
2. Terletak setelah Isim Tafdil
Contoh : ‫ا‬ً‫ب‬‫ا‬َ‫ب‬ْ‫ح‬ِ‫ت‬ْ‫س‬ِ‫إ‬ ُّ‫د‬َ‫ش‬َ‫أ‬
3. Terletak setelah Hitungan 11 sampai 99
Contoh : ‫ا‬ً‫م‬ ْ‫و‬َ‫ي‬ َ‫َر‬‫ش‬َ‫ع‬ َ‫ة‬َ‫س‬ْ‫َم‬‫خ‬
4. Kebanyakan Tamyiz berupa isim jamid
Contoh : ‫ا‬ً‫ن‬َ‫م‬ َ‫ز‬ ُ‫ه‬ُ‫ر‬َ‫ث‬ْ‫ك‬َ‫أ‬
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 74
(BAB 3)
ISIM – ISIM YANG DI BACA JER
A. Isim – isim yang di baca jer
 Isim yang di jerkan oleh huruf jer contoh ٍ‫د‬ْ‫ي‬ َ‫ز‬ ‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬
 Menjadi mudhof ilaihi contoh ٍ‫د‬ْ‫ي‬ َ‫ز‬ ُ‫م‬ َ
‫ال‬ُ‫غ‬
 Tawabi’ contoh ٍ‫د‬ْ‫ي‬ َ‫ز‬ ‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬
ِ‫م‬ِ‫ئ‬‫ا‬َ‫ق‬‫ال‬
Nadzomnya
ُ‫ع‬‫ا‬َ‫ب‬ْ‫ت‬ِ‫اإل‬ َ‫و‬ ُ‫اف‬َ‫ض‬ُ‫م‬‫ال‬ َ‫و‬ ُ‫ف‬ ْ‫ر‬َ‫ح‬‫ال‬ ... ‫اع‬ َ‫و‬ْ‫ن‬َ‫أ‬ ‫ة‬َ‫ث‬َ‫ال‬َ‫ث‬ ‫ا‬َ‫ه‬ُ‫ض‬ِ‫ف‬‫َا‬‫خ‬
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 75
QOUTES HAUQOLA
1.PRASANGKA MANUSIA
‫ابدا‬ ‫السيئة‬ ‫الناس‬ ‫ظنون‬ ‫من‬ ‫تنجو‬ ‫لن‬ ،‫صادقا‬ ‫و‬ ‫طيبا‬ ‫كنت‬ ‫مهما‬
“walaupun engkau baik dan jujur, selamanya engkau tak akan pernah selamat
dari prasangka buruk manusia”
2.UJIAN HIDUP
‫تعاش‬ ‫ان‬ ‫تستحق‬ ‫َل‬ ‫حياة‬ ،‫اختبارات‬ ‫بال‬ ‫حياة‬.
“Kehidupan yang tidak teruji/tanpa ujian tak layak untuk dijalani”
3.ASUPAN FIKIRAN
‫جسدك‬ ‫لصحة‬ ‫الطعام‬ ‫أفضل‬ ‫تختار‬ ‫تأكل‬ ‫عندما‬
‫فلماذا‬
‫عقلك‬ ‫لصحة‬ ‫واْلفكار‬ ‫المعلومات‬ ‫أفضل‬ ‫تختر‬ ‫لم‬
“Ketika makan, kamu memilih makanan terbaik agar tubuhmu sehat. Lantas
mengapa tidak memilih informasi dan ide (cara berpikir) yang terbaik agar
pikiranmu sehat”
4.ILMU DENGAN USAHA
‫الجسم‬ ‫براحة‬ ‫العلم‬ ‫يستطاع‬ ‫َل‬
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 76
“Ilmu tidak bisa diperoleh dengan berleha-leha”
5.ILMU BUKAN TURUNAN
‫جاهل‬ ‫هو‬ ‫كمن‬ ‫علم‬ ‫أخو‬ ‫وليس‬ ‫عالما‬ ‫يولد‬ ‫المرء‬ ‫فليس‬ ‫تعلم‬
“Belajarlah, tak ada seorangpun yang dilahirkan dalam keadaan berilmu, dan
tidaklah orang yang berilmu sama dengan orang yang tak berilmu”
6.PENYAKIT
‫اْلطباء‬ ‫قال‬ :
، ‫الفكرة‬ ‫كثرة‬ ‫من‬ ‫الخطيرة‬ ‫اْلمراض‬ ‫السبب‬ ‫أن‬
Para dokter mengatakan :
“Bahwa sesungguhnya penyebab utama dari penyakit² yang berbahaya adalah
dari banyaknya pikiran”
‫العلماء‬ ‫وقال‬ :
، ‫القناعة‬ ‫قلة‬ ‫من‬ ‫الفكرة‬ ‫السبب‬ ‫أن‬
Dan para Ulama' berkata :
“Bahwa sebabbanyaknya pikiran adalah dari kurangnya sifat Qona'ah (merasa
cukup dan ridho dengan semua pemberian Allah)”
‫عنه‬ ‫تعالى‬ ‫هللا‬ ‫رضي‬ ‫دينار‬ ‫بن‬ ‫مالك‬ ‫قال‬ :
‫راحة‬ ‫وَل‬ ‫وَلنوم‬ ‫وَلشراب‬ ‫طعام‬ ‫فيه‬ )‫يؤثر‬ ‫(لم‬ ‫ينجع‬ ‫لم‬ ‫سقم‬ ‫أذا‬ ‫البدن‬ ‫أن‬
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 77
Imam Malik bin Dinar berkata :
“Apabila ada rasa sakit dalam tubuh kita, maka kita tidak akan merasakan
nikmatnya makan, minum, tidur, dan istirahat”
7.DEBU DI KAKI GURU
‫الشيوح‬ ‫أقدام‬ ‫تحت‬ ‫ترابا‬ ‫فليصر‬ ‫الفالح‬ ‫أراد‬ ‫من‬
“Barang siapa yg menginginkan kebahagiaan (Dunia-Akhirat) maka jadilah
engkau debu dibawah kaki para Guru”
8.KESEDIHAN
ِ‫ب‬ِ‫ئ‬‫ا‬ّ‫ت‬‫ال‬ َ‫ن‬ َ‫ز‬َ‫ح‬ ّ
‫َل‬ِ‫إ‬ ‫ي‬ِ‫ل‬ْ‫ب‬ُ‫ي‬ ٍ‫ن‬ َ‫ز‬َ‫ح‬ ُّ‫ل‬ُ‫ك‬
"Setiap kesedihan itu merusak, kecuali kesedihan orang yang bertaubat (karena
ingat dosa-dosanya)."
9.PERJUANGAN
‫إنسان‬ ‫ب‬ُ‫ر‬ ‫المحاربة‬ ‫يستحق‬ ‫الكل‬ ‫ليس‬
‫ر‬‫يقد‬ ‫َل‬ ‫ذلك‬ ‫مع‬ ‫و‬ ‫يفتقر‬ ‫إليك‬
“Tidak semua orang berhak kamu perjuangin. Sebab banyak yang hanya butuh
tapi tidak pandai menghargai”
10.CITA - CITA
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 78
ِ‫ل‬‫اْلم‬ َ‫ة‬‫غاي‬ ٍ‫ب‬‫قري‬ ْ‫عن‬ ْ‫ب‬ ِ
‫ص‬ُ‫ت‬ ْ‫فانصب‬ ۞ ِ‫ل‬‫ـ‬َ‫س‬‫الك‬ ‫في‬ ُ‫رمان‬ ِ‫والح‬ ِ‫د‬‫الج‬ ‫في‬ ُّ‫د‬َ‫ج‬‫ال‬
❝Keberuntungan itu terletak pada kesungguhan, dan kemelaratan itu terletak pada
kemalasan. Maka berjibakulah, niscaya kamu akan meraih cita-citamu dengan
segera.❞
11.DIAM
‫غيره‬ ‫يجرح‬ ‫َل‬ ‫حتى‬ ‫يصمت‬ ‫من‬ ‫هناك‬ ،‫الكالم‬ ‫قادر‬ ‫غير‬ ‫صامت‬ ‫كل‬ ‫ليس‬
“Tidak semua orang yang diam itu tidak mampu berbicara, ada yang tetap diam
agar tidak menyakiti orang lain”
12.KESEDIHAN
ِ‫ب‬ِ‫ئ‬‫ا‬ّ‫ت‬‫ال‬ َ‫ن‬ َ‫ز‬َ‫ح‬ ّ
‫َل‬ِ‫إ‬ ‫ي‬ِ‫ل‬ْ‫ب‬ُ‫ي‬ ٍ‫ن‬ َ‫ز‬َ‫ح‬ ُّ‫ل‬ُ‫ك‬
"Setiap kesedihan itu merusak, kecuali kesedihan orang yang bertaubat (karena
ingat dosa-dosanya)."
13.KUNCI KESUKSESAN
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 79
‫ال‬ِ‫ب‬ ‫ة‬َ‫ئ‬ْ‫ي‬ِ‫ل‬َ‫م‬ ُ‫ة‬‫ا‬َ‫ي‬َ‫ح‬‫الـ‬
ِ‫اح‬َ‫ج‬ّ‫ن‬‫ال‬ ‫ى‬َ‫ل‬ِ‫إ‬ ِ‫ه‬ِ‫ب‬ ُ‫ل‬ ِ
‫ص‬َ‫ت‬ ‫ا‬‫م‬ّ‫ل‬ُ‫س‬ ‫ا‬َ‫ه‬‫ـ‬ِ‫ب‬ ِ‫ْن‬‫ب‬‫ا‬ َ‫و‬ ‫ا‬َ‫ه‬ْ‫ع‬َ‫م‬‫ـ‬ْ‫ِج‬‫ا‬ ْ‫ل‬َ‫ب‬ ‫ا‬َ‫ه‬‫ـ‬ِ‫ب‬ ْ‫ر‬ّ‫ث‬َ‫ع‬َ‫ت‬َ‫ت‬ َ
‫َل‬ ِ‫ة‬ َ‫ار‬َ‫ج‬ ِ‫ـح‬
“Kehidupan ini penuh dengan bebatuan maka jangan sampai tersandung
kumpulkan dan bangunlah dengannya jembatan menuju kesuksesan”
14.PENGKERDILAN PIKIRAN
“Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup adalah membiarkan pikiran yang
cemerlang menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang mendahulukan istirahat
sebelum lelah”
15.BAHAGIA
‫منها‬ ‫فتخلص‬ ‫برأسك‬ ‫تعشش‬ ‫التي‬ ‫اْلفكار‬ ‫سوى‬ ‫سعيدا‬ ‫تكون‬ ‫أن‬ ‫يمنعك‬ ‫شيء‬ ‫َل‬
“Tidak ada sesuatu yang mencegahmu menjadi bahagia selain pikiran-pikiran
(buruk) yang bersarang di kepalamu, maka buanglah.”
16.OMBAK
‫السفينة‬ ‫من‬ ‫ا‬‫أبد‬ ‫تقفز‬ ‫َل‬ ، ‫اْلمواج‬ ‫حجم‬ ‫عن‬ ‫النظر‬ ‫بغض‬
“Sebesar apapun ombak yang menimpa, jangan pernah lompat dari kapal”
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 80
17.MAKSIAT
‫ال‬
‫والتوبة‬ ‫اَلستغفار‬ ‫إَل‬ ‫منها‬ ‫ه‬ُّ‫ك‬ُ‫ف‬َ‫ي‬ ‫َل‬ ‫العاصي‬ ‫عنق‬ ‫في‬ ‫ة‬َ‫ل‬ِ‫س‬ْ‫ل‬ِ‫س‬ ‫عاصي‬َ‫م‬
"Maksiat itu seperti rantai yg melilit di leher orang yg melakukannya. Tidak akan
bisa terlepas kecuali dengan beristigfar dan taubat"
18.SEDIKIT
‫النق‬ ‫اجتماع‬ ‫السيل‬ ‫انما‬ ‫و‬ ‫القليل‬ ‫الى‬ ‫القليل‬
‫ط‬
.
“Sedikit demi sedikit akan menjadi banyak, Sesungguhnya Banjir itu berawal
dari sekumpulan tetesan air”.
19.NIAT BAIK
‫بها‬ ‫الظن‬ ‫اآلخرون‬ ‫أساء‬ ‫مهما‬ ‫هللا‬ ‫عند‬ ‫تضيع‬ ‫لن‬ ‫الطيبة‬ ‫النوايا‬
“Niat-niat yang baik takkan pernah hilang dimata Allah, betapa pun buruknya
orang-orang menyangkanya.”
20.SYARAT PERSAHABATAN
،‫العسرة‬ ‫في‬ ‫والمواساة‬ ،‫العشرة‬ ‫ومسامحة‬ ،‫العثرة‬ ‫إقالة‬ ‫الصحبة‬ ‫شرط‬
“Syarat persahabatan adalah :
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 81
● Memaafkan dalam kesalahan,
● Mudah dalam pergaulan,
● Membantu dalam kesulitan”
21.BERSYUKUR
‫بيتك‬ ‫فی‬ ‫اَلرض‬ ‫علی‬ ‫النوم‬
‫التنفس‬ ‫فی‬ ‫ضيق‬ ‫من‬ ‫افضل‬ ‫الرزق‬ ‫فی‬ ‫وضيق‬ ,‫المشفی‬ ‫سرير‬ ‫من‬ ‫افضل‬
"Tidur beralas tikar kasar di rumah masih lebih baik dari pada tidur di kasur
empuk tapi di rumah sakit. Sempitnya rizki masih lebih baik dari pada merasakan
sempit dan sesaknya bernafas"
22.TEKAD
‫من‬
‫عجزه‬ ‫اخره‬ ‫حزمه‬ ‫يقدم‬ ‫لم‬
“Orang yg tak mau dengan tekadnya, dia pasti tertinggal dengan kelemahannya”
23.ALLAH PENYELESAI
‫أمرك‬ ‫يتولى‬ ‫أن‬ ‫يريد‬ ‫هللا‬ ‫أن‬ ‫فاعلم‬ ‫الشدة‬ ‫وقت‬ ‫في‬ ‫عنك‬ ‫يتخلون‬ ‫الناس‬ ‫رأيت‬
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 82
"Jika kau temukan orang-orang berpaling menjauhimu saat kau susah, maka
ketahuilah bahwa Allah yang akan menyelesaikan kesulitanmu itu."
24.KEBAIKAN ORANG LAIN
‫أجمل‬ ‫وهي‬ ‫لك‬ ‫ستعود‬ ،‫لغيرك‬ ‫تصنعها‬ ‫فرحة‬ ‫كل‬
.
"Setiap kebahagiaan yang kamu ciptakan untuk orang lain, ia akan kembali
kepadamu dengan lebih indah."
25.WAKTU
“Yang jauh adalah waktu, yang dekat adalah mati, yang besar itu nafsu, yang
berat adalah amanah, yang mudah adalah berbuat dosa”
26.PUTUS ASA
‫اْلمام‬ ‫إلى‬ ‫بقوة‬ ‫لينطلق‬ ‫للوراء‬ ‫ترجعه‬ ‫أن‬ ‫يحتاج‬ ‫فالسهم‬ !‫للوراء‬ ‫خطوة‬ ‫رجعت‬ ‫إن‬ ‫تيأس‬ ‫َل‬
“Jangan putus asa jika langkahmu harus mundur ke belakang, karena anak panah
juga butuh ditarik ke belakang agar mampu melesat dengan kuat ke depan”.
27.KESIBUKAN
‫بالباطل‬ ‫شغلتك‬ ، ‫بالحق‬ ‫تشغلها‬ ‫لم‬ ‫ان‬ ‫نفسك‬ :‫هللا‬ ‫رحمه‬ ‫البصري‬ ‫الحسن‬ ‫قال‬
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 83
“Jika engkau tidak berusaha menyibukkan diri dengan kebenaran maka pasti
jiwamu akan tersibukkan dengan kebatilan”.
28.MERENDAH BUKAN BERARTI RENDAH
‫بكرامة‬ ‫ويعيس‬ ‫الحياة‬ ‫ليذل‬ ‫ينحني‬ ،‫ذَل‬ ‫ليس‬ ‫ولكن‬ ‫ينحني‬ ‫البعض‬
“Sebagian orang menunduk bukan karena hina, dia membungkuk untuk
merendahkan kehidupan dan menjalani hidup dengan penuh kemuliaan”.
29.PUJIAN ORANG
‫فيك‬ ‫ليس‬ ‫بما‬ ‫يذمك‬ ‫أن‬ ‫تأمنه‬ ‫فال‬ ‫فيك‬ ‫ليس‬ ‫بما‬ ‫الرجل‬ ‫مدحك‬ ‫إذا‬
“Jika seseorang memujimu dengan sesuatu yang tidak ada padamu, janganlah
engkau merasa aman. Sebab, bisa jadi dia juga akan mencelamu dengan sesuatu
yang tidak ada padamu.”
30.HARAPAN HARUS DISERTAI TINDAKAN
‫ية‬ِ‫ن‬ْ‫م‬ُ‫أ‬ َ‫و‬ُ‫ه‬َ‫ف‬ ّ‫َل‬ِ‫إ‬ َ‫و‬ ،‫ل‬َ‫م‬َ‫ع‬ ُ‫ه‬َ‫ن‬َ‫ار‬َ‫ق‬ ‫ا‬َ‫م‬ ُ‫ء‬‫ا‬َ‫ج‬ّ‫الر‬
"Harapan yang sesungguhnya saat bersamaan dengan tindakan. Jika tidak, maka
hanya sebatas angan-angan."
31.JAUH DARI ALLAH
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 84
َ‫د‬‫ز‬َ‫ي‬ ‫م‬َ‫ل‬ ، ‫دى‬ُ‫ه‬ ْ‫د‬َ‫د‬‫ز‬َ‫ي‬ ‫م‬َ‫ل‬‫و‬ ‫لما‬ِ‫ع‬ َ‫د‬‫ازدا‬ ِ‫ن‬َ‫م‬
‫ُعدا‬‫ب‬ ‫إَل‬ ِ ّ
‫َللا‬ َ‫ن‬ِ‫م‬ ْ‫د‬
"Barang siapa ilmunya bertambah, namun tidak dibarengi dengan bertambahnya
petunjuk (ketakwaan), maka ia semakin jauh dari Allah"
32.AHLI AGAMA
‫مصيبة‬ ‫والرخاء‬ ,‫نعمة‬ ‫البالء‬ ‫يعد‬ ‫لم‬ ‫من‬ ‫عندنا‬ ‫يفقه‬ ‫لم‬
"Seseorang belum benar-benar mengerti agama, jika belum menganggap
kesengsaraan sebagai anugerah dan kesejahteraan sebagai musibah"
33.DZOLIM
‫يكرمه‬ ‫لم‬ ‫لمن‬ ‫تواضع‬ ‫من‬ ‫لنفسه‬ ‫الظالمين‬ ‫اعظم‬
“Orang yang paling dzolim kepada dirinya sendiri adalah dia yang merendahkan
dirinya di hadapan orang yang tidak menghormatinya”
34.BUKU & MANUSIA
‫بالمحتوى‬ ‫يدهشنا‬ ‫من‬ ‫ومنهم‬ ،‫بالغالف‬ ‫يخدعنا‬ ‫من‬ ‫منهم‬ ‫الكتب؛‬ ‫مثل‬ ‫البشر‬
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 85
“Manusia itu layaknya sebuah bu ku; ada yang sampulnya membuat kita tertipu,
dan ada pula yang isinya membuat kita kagum”
35.MATAHARI & MALAM
‫ا‬ ‫مثل‬ ‫كن‬
‫اآلخرين‬ ‫عيوب‬ ‫فأستر‬ ‫كالظالم‬ ‫وكن‬ ..‫ورحمتها‬ ‫جمالها‬ ‫في‬ ‫لشمس‬
“Jadilah seperti matahari, dalam memberi dan membagi kasih sayang. Dan
jadilah seperti malam, untuk menutupi Aib orang lain”
PP. ASSUNNIYYAH AL JAUHARI| 86
BIODATA PENULIS
Nama : Muhammad Bahrul Ula (Al Faqir)
Alamat : Glundengan Wuluhan Jember
Khumiaro Sakinah Hikmah Kayla Aminah
Nafisah Faizah Syafira Nazil Hanie
Telah sempurna Buku Kecil Ini Tepat pada Jam 17.30 WIB Malam Rabu 1 Muharram 1445 H
Bertepatan dengan Hari Selasa Jam 17.30 WIB Tanggal 20 Bulan Juli Tahun 2023 M. Semoga Allah SWT
menjadikan Buku Ini manfaat, barokah dana mal jariya para penulis agar bisa selamat dunia dan akhirat
Amiiin.

NAHWU AL MUYASSAR

  • 1.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 1 NAHWU AL MUYASSAR LI ASHABIS SAHAR
  • 2.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 2 MOTTO ‫الشيوح‬ ‫أقدام‬ ‫تحت‬ ‫ترابا‬ ‫فليصر‬ ‫الفالح‬ ‫أراد‬ ‫من‬ “Barang siapa yg menginginkan kebahagiaan (Dunia- Akhirat) maka jadilah engkau debu dibawah kaki para Guru”. ~ Sulthonul Auliya' Syaih Abdul Qodir Al-Jailani ~
  • 3.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 3 MUQODDIMAH Sebagai Tholabul Ilmi Kita harus semngat dengan kondisi dan keadaan apapun itu karena allah sangat melarang kita untuk putus asa dalam firmanya ِ ّ ‫َللا‬ ِ‫ة‬َ‫م‬ْ‫ح‬َ‫ر‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬ ‫وا‬ُ‫ط‬َ‫ن‬ْ‫ق‬َ‫ت‬ َ ‫َل‬ janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Oleh sebab itu, kami mempunyai secuil mahabah/cinta pada ilmu agama yang mempertemukan kita dalam naungan sorogan malam dengan kitab kajian fathul qorib yang di ikuti oleh santri putri pk junior serta khodimut thullab al faqir senantias menjaga kesemangatan dan eksistensi kita dalam belajar dan mendalami kitab kuning ini. Manusia pasti merasakan bosan dan jenuh dengan keadaan apapun itu entah senang, sukses dan mendapat pangkat apalagi dalam keadaan hati gunda gulita maka ber implementasi pada semngat santri untuk menuntut ilmu lebih-lebih agama yang berkedok ikhlas beramal niscaya ide, gagasan dan kreatifitas diri kita sendirilah yang berperan utama dalam kesemngatan ini. Munculnya buku Nahwu Muyassar li Majmuatis Sahar adalah saran untuk membentengi kita dari rasa malas dalam belajar ilmu agama yang tak berijazah hanya beriming-iming pahala dan surga juga hal itu tak kasap mata. Nahwu Muyassar li Majmuatis Sahar sedikit membahas ilmu nahwu dasar dengan skema, analisis lafadz yang sering muncul dan sekelumit nadzom dari Imrith, Maqsud, Qowaidul I’rob, Mulhatul I’rob dan Alfiyah Ibnu Malik serta di akhir buku terdapat quotes-quotes motivasi yang menggugah hati para tholabul ilmi. Para pembaca yang mudiman menarik dan pentingnya kitab ini bagi mubtadi’ yaitu banyak variasi model pembahasa mulai dari pengertian, pembagian, contoh, skema dan dalil nadzomnya seperti di atas menjadi keunggulan buku kecil ini. Harapan kami sebagai santri Pondok Pesantren Assunniyyah Al Jauhari bisa mewarnai meski warna itu abu-abu bagi pendidikan agama di pondok kami tercinta ini, besar keinginan bisa bermanfaat bagi banyak umat, namun al faqir sadar semua harus berawal dari dasar seperti pribahasa yang berbunyi “sedikit – sedikit lama – lama jadi bukit” semoga buku mungil ini bisa bermanfaat dan membawa berkah bagi semua santri khususnya santri majmuatis sahar serta amal jariyah yang menjadikan selamatnya al faqir dari siksa api neraka wa fiha. Dari Al faqir yang masih jahil Jika terdapat kesalahan mohon beribu maaf dan kami buka pintu konsultasi serta akan segera kami revisi agar menjadi referensi bermutu tinggi walaupun itu hanya mimpi.
  • 4.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 4 DAFTAR ISI COVER BUKU MOTTO MUQODDIMAH DAFTAR ISI FASAL 1 A. KALAM B. MU’ROB MABNI C. ISIM MUFROD D. ISIM TASNIYAH E. ISIM JAMAK MUDZAKAR SALIM F. ISIM JAMAK MUDZAKAR SALIM G. ISIM JAMAK TAKSIR FASAL 2 A. NAKIROH B. MAKRIFAT C. MUDZAKAR D. MUANNATS E. ISIM ADAD F. ISIM JAMID G. ISIM MUSYTAQ FASAL 3 A. FI’IL MADHI, MUDHORE’ DAN AMR B. FI’IL MUJARRAD DAN MAZID C. FI’IL MUTA’ADI DAN LAZIM
  • 5.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 5 D. FI’IL MA’LUM DAN MAJHUL E. FI’IL SHOHIH DAN MU’TAL FASAL 4  ISIM ISIM YANG DI BACA ROFA’ A. FAIL B. NAIBUL FAIL C. MUBTADA’ D. KHOBAR E. ISIMNYA KANNA F. KHOBARNYA INNA G. TAWABI’  ISIM ISIM YANG DI BACA NASOB A. MAF’UL BIH B. MAF’UL MUTHLAQ C. MAF’UL MAAH D. MAF’UL FIH E. MAF’UL LAH F. ISIMNYA LA LINNAFYIL JINSI G. ISTISNA’ H. MUNADA I. HAL J. TAMYIZ  ISIM ISIM YANG DI BACA JER
  • 6.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 6 { FASAL 1 } (BAB 1) KALAM DAN PEMBAGIANNYA A. KALAM  Pengertian Kalam Kalam adalah kata kata yang berbahasa arab yang tersusun dan memahamkan  SYARAT SYARAT KALAM : 1. Berupa Lafadz : Suara Yang Mengandung Huruf Huruf Hijaiyah Contoh : ‫ْد‬‫ي‬َ‫ز‬ Mengandung Huruf ‫د‬ ,‫ي‬ ,‫ز‬ 2. Murokkab : Tersusun Dari Dua Kalimat Atau Lebih Contoh : ‫ْد‬‫ي‬َ‫ز‬ َ‫ء‬‫ا‬َ‫ج‬ ( Zaid Datang ) 3. Mufid : Memahamkan Antara Mutakallim ( Orang Yang Berbicara ) Dan Sami’ ( Orang Yang Diajak Bicara ) Contoh : ‫ْد‬‫ي‬َ‫ز‬ َ‫ام‬َ‫ق‬ ( Zaid Berdiri ) 4. Wadlo’ : Berbahasa Arab / Disengaja Nadhomnya ُ‫د‬َ‫ر‬ْ‫ف‬ُ‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬ ُ‫د‬ْ‫ي‬ِ‫ف‬ُ‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬ ُ‫ظ‬ْ‫ف‬َّ‫ل‬‫ال‬ ُ‫ة‬َ‫م‬ْ‫ل‬ِ‫ك‬ْ‫ل‬‫ا‬َ‫و‬ # ُ‫د‬َ‫ن‬ْ‫س‬ُ‫م‬ ٌ‫د‬ْ‫ي‬ِ‫ف‬ُ‫م‬ ٌ‫ظ‬ْ‫ف‬َ‫ل‬ ْ‫م‬ُ‫ه‬ُ‫م‬َ‫ل‬َ‫ك‬ ‫الكالم‬ ‫الوضع‬ - Disengaja - Arab ‫ال‬ ‫مركب‬ Tersusun dari 2 kalimat atau lebih ‫ال‬ ‫مفيد‬ Berfaedah yang memahamkan ‫ال‬ ‫لفظ‬ Ucapan yang mengandung sebagian huruf hijaiyah ‫ال‬ ‫مهمل‬ Tidak memiliki makna ‫ال‬ ‫مستمل‬ Memiliki makna ‫اإلسنادي‬ ‫مركب‬ - Jumlah fi’liyah - Jumlah Ismiyah ‫اإلضافي‬ ‫مركب‬ - Mudhof - Mudhof Ilaihi ‫المزجي‬ ‫مركب‬ Dua nama dijadikan satu ‫العددي‬ ‫مركب‬ Susunan Dua bilangan
  • 7.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 7 (BAB 2) PEMBAGIAN KALIMAT A. KALIMAT  Pengertian Kalimat adalah Sesuatu yang menunjukkan makna mufrod atau Kumpulan Kumpulan dari beberapa huruf disebut kalimat sedangkan dalam Bahasa Indonesia di namakan Kata  Kalimat dibagi menjadi tiga :  Isim adalah kata yang memiliki arti benda,nama atau sifat serta tidak mempunyai zaman  Fi’il adalah kata yang memiliki arti pekerjaan yang sudah berlalu,sedang atau akan dikerjakan  Huruf adalah kata selain isim dan fi’il dan tidak mempunyai tanda serta bisa memiliki makna jika disertai dengan kalimat lain Nadhomnya ْ‫م‬ِ‫ل‬َ‫ك‬ْ‫ل‬‫ا‬ َ‫ي‬ِ‫ه‬ ‫ا‬َ‫ه‬ُ‫ث‬ َ ‫َل‬َ‫ث‬ ِ‫ه‬ِ‫ذ‬َ‫ه‬َ‫و‬ # ْ‫م‬ِ‫س‬َ‫ق‬ْ‫ن‬َ‫ت‬ ٍ‫ف‬ْ‫ر‬َ‫ح‬ َّ‫م‬ُ‫ث‬ ٍ‫ل‬ْ‫ع‬ِ‫ف‬َ‫و‬ ٍ‫م‬ْ‫س‬ ِ ‫ِل‬ *Terkadang berlaku kalimat yapi yang di kehendaki kalam seperti ‫هللا‬ ‫اَل‬ ‫َلاله‬ menggunakan kata kalimat padahal kalam.  Tanda Tanda Kalimat Isim,Fi’il Dan Huruf  Kalimat Isim adalah kalimat yang menunjukkan makna dengan dirinya sendiri dan tidak di sertai dengan zaman  mempunyai beberapa tanda, Sebagai Berikut : 1. Tanwin ( Suara nun mati yang berapa pada akhir kalimat isim ) Contoh : ,‫َاب‬‫ت‬ِ‫ك‬ ,‫م‬َ‫ل‬َ‫ق‬ ‫ال‬َ‫ج‬ ِ ‫ر‬ 2. Kemasukan Alif dan Lam ( ‫أل‬ ) Contoh : ُ‫د‬ْ‫ي‬ّ‫الز‬ , ُ‫ة‬َ‫س‬َ‫ْر‬‫د‬َ‫م‬‫ال‬ ,ُ‫ل‬ُ‫ج‬ّ‫الر‬ 3. Kemasukan Huruf Huruf Jer Contoh : ‫ِلى‬‫ا‬ , ِ‫ي‬ِ‫س‬ ْ‫ر‬ُ‫ك‬ْ‫ال‬ ‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ , ِ‫ة‬َ‫س‬َ‫ْر‬‫د‬َ‫م‬ْ‫ال‬ َ‫ن‬ِ‫م‬ ِ‫د‬َ‫ه‬ْ‫ع‬َ‫م‬ْ‫ال‬
  • 8.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 8 4. I’rob Jer / Khofd (setiap kata yang bisa dijerkan adalah isim dan diantara tanda jer adalah kasroh) Contoh : ,ِ‫اء‬َ‫م‬ّ‫س‬‫ال‬ َ‫ن‬ِ‫م‬ ِ ّ ‫اّلل‬ِ‫ب‬ , ِ‫ة‬َ‫ع‬‫ّا‬‫س‬‫ال‬ ِ‫ن‬َ‫ع‬ Nadhomnya ٍ‫م‬ َ ‫َل‬ِ‫ب‬ َ‫و‬ ٍ ‫ض‬ْ‫ف‬َ‫خ‬ ِ‫ف‬ْ‫ر‬َ‫ح‬َ‫و‬ # ْ ‫ف‬ ِ ‫ُر‬‫ع‬ ِ ‫ض‬ْ‫ف‬َ‫خ‬ْ‫ل‬‫ا‬ َ‫و‬ ِ‫ن‬ْ‫ي‬ِ‫و‬ْ‫ن‬َّ‫ت‬‫ال‬ِ‫ب‬ ُ‫م‬ْ‫س‬ِ ْ ‫اِل‬َ‫ف‬ ْ ‫ف‬ِ‫ل‬َ‫أ‬َ‫و‬ MACAM-MACAM HURUF JER/KHOFD Keterangan Kode Ma’na Arti Huruf Jer Huruf Jer yang Sering Digunakan Jawa Indonesia Sakeng Dari ْ‫ن‬ِ‫م‬ Mareng Ke ‫ى‬َ‫ل‬ِ‫ا‬ Ingdalem Dalam ْ‫ي‬ِ‫ف‬ Sakeng Dari+Tentang ْ‫ن‬َ‫ع‬ Ingatasi Atas ‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ Kerono+Kedue Karena+Memiliki ِ‫ل‬ / َ‫ل‬ Koyo’ Seperti َ‫ك‬ Kelawan Dengan ِ‫ب‬ Demi Demi ‫قسم‬ ‫تاء‬ ,‫باء‬ ,‫واو‬ Nadhomnya ‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ْ‫َن‬‫ع‬ ْ‫ي‬ِ‫ف‬ ‫َا‬‫د‬َ‫ع‬ ‫َا‬‫ش‬‫ا‬َ‫ح‬ َ ‫َل‬َ‫خ‬ ‫ى‬َّ‫ت‬َ‫ح‬ # ‫ى‬َ‫ل‬ِ‫ا‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬ َ‫ي‬ْ‫ه‬َ‫و‬ ِ ‫ر‬َ‫ج‬ْ‫ل‬‫ا‬ َ‫ف‬ ْ‫و‬ُ‫ر‬ُ‫ح‬ َ‫َاك‬‫ه‬ َ‫ك‬ْ‫ل‬‫ا‬َ‫و‬ # ‫ا‬َ‫ت‬َ‫و‬ ٌ‫او‬َ‫و‬ ْ‫َي‬‫ك‬ ُ‫م‬ َّ ‫الَل‬ َّ‫ب‬ُ‫ر‬ ُ‫ذ‬ْ‫ن‬ُ‫م‬ ْ‫ذ‬ُ‫م‬ ‫ى‬َ‫ت‬َ‫م‬َ‫و‬ َّ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ل‬َ‫و‬ ‫ا‬َ‫ب‬ْ‫ل‬‫ا‬َ‫و‬ َ ‫اف‬ KETERANGAN Semua Kalimat isim pasti Bertanwin, Kecuali 3 : 1. Ada AL "‫"ال‬ . Seperti : ُ‫د‬ْ‫م‬َ‫ح‬‫ال‬ 2. Mudhof. Seperti :ِ ّ ‫َللا‬ ُ‫د‬ْ‫ب‬َ‫ع‬
  • 9.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 9 3. Isim Ghoiru Munshorif. Seperti : ُ‫ْر‬‫ي‬ِ‫س‬‫ا‬َ‫ف‬َ‫ت‬ Isim yang menggunakan tanda jer mencakup tiga unsur 1. Tabaiyyah 2. Idhofah 3. Huruf jer Contoh :‫الفاضل‬ ‫زيد‬ ‫بغالم‬ ‫مررت‬  Kalimat Fi’il adalah kalimat yang menunjukkan makna dengan dirinya sendiri dan bersamaan dengan zaman mempunyai beberapa tanda, Sebagai Berikut :  Pembagian Zaman : madhi (sudah lewat), hal (sedang dialami) dan istiqbal (akan datang)  Tanda – tanda kalimat fi’il 1. Kemasukan Huruf Qod (ْ‫د‬َ‫ق‬) : Masuk Pada Fi’il Madli dan Fi’il Mudlori’. Contoh : ‫ْد‬‫ي‬َ‫ز‬ َ‫ء‬‫ا‬َ‫ج‬ ْ‫د‬َ‫ق‬ ( Zaid sungguh telah datang ) َ‫ي‬ ْ‫د‬َ‫ق‬ ‫ْد‬‫ي‬َ‫ز‬ ُ‫ئ‬ْ‫ي‬ ِ‫ج‬ ( Zaid terkadang datang ) 2. Kemasukan Huruf Sin (‫)س‬ : Khusus masuk pada fi’il Mudlori’ Conroh : ‫ْد‬‫ي‬َ‫ز‬ ُ‫ل‬ ْ‫و‬ُ‫ق‬َ‫ي‬َ‫س‬ ( Zaid akan berkata ) 3. Kemasukan Huruf Saufa ( َ‫ف‬ ْ‫و‬َ‫س‬) : Khusus masuk pada fi’il Mudlori’ Contoh : ‫ْد‬‫ي‬َ‫ز‬ ُ‫م‬ ْ‫و‬ُ‫ق‬َ‫ي‬ َ‫ف‬ ْ‫و‬َ‫س‬ ( Zaid akan berdiri ) 4. Sambung dengan ta’ ta’nis sakinah ( ta’ yang berapa pada akhir kalimat yang berharakat sukun dan Menunjukkan Arti Perempuan ) : Khusus sambung dengan Fi’il Madli Contoh : ‫د‬ْ‫ن‬ِ‫ه‬ ْ‫ت‬َ‫م‬‫ا‬َ‫ق‬ ( Hindun telah berdiri ) Nadhomnya ِ‫ن‬ْ‫ي‬ِ‫ك‬ْ‫س‬َّ‫ت‬‫ال‬ َ‫ع‬َ‫م‬ ِ‫ث‬ْ‫ي‬ِ‫ن‬ْ‫أ‬َ‫ت‬ ِ‫اء‬َ‫ت‬ َ‫و‬ # ِ‫ن‬ْ‫ي‬ِ‫الس‬ َ‫و‬ ْ‫د‬َ‫ق‬ِ‫ب‬ ٌ‫ف‬ ْ‫و‬ُ‫ر‬ْ‫ع‬َ‫م‬ ُ‫ل‬ْ‫ع‬ِ‫ف‬ْ‫ل‬‫ا‬َ‫و‬
  • 10.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 10 5. Ta’ Dhomir Rofa’ Mutaharik : ُ‫ْت‬‫ب‬َ‫ر‬َ‫ض‬ 6. Ya’ Muannash Mukhotobah : ِ‫إ‬ ْ‫ي‬ِ‫ب‬ ِ‫ْر‬‫ض‬ 7. Nun taukid Nadhomnya ‫ي‬ِ‫ل‬َ‫ع‬ْ‫اف‬ ‫ا‬َ‫ي‬ َ‫و‬ ْ‫ت‬َ‫ت‬َ‫أ‬َ‫و‬ َ‫ت‬ْ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ف‬ ‫ا‬َ‫ت‬ِ‫ب‬ ¤ ٌ‫ل‬‫ـــ‬ْ‫ع‬ِ‫ف‬ َّ‫ن‬َ‫ل‬ِ‫ب‬ْ‫ق‬َ‫أ‬ ِ‫ن‬ ْ‫و‬ُ‫ن‬َ‫و‬ ‫ي‬ِ‫ل‬َ‫ج‬ْ‫ن‬َ‫ي‬  Kalimat Huruf : Keadaan tidak bisa menerima terhadap tanda tanda kalimat isim dan fi’il Nadhomnya ْ‫ة‬َ‫م‬ َ ‫َل‬َ‫ع‬ْ‫ل‬‫ا‬ ِ‫ه‬ِ‫ل‬ ْ‫و‬ُ‫ب‬َ‫ق‬ ‫ا‬َ‫ف‬ِ‫ت‬ْ‫ن‬‫ا‬ َّ ‫ِِل‬‫ا‬ # ْ‫ة‬َ‫م‬ َ ‫ََل‬‫ع‬ ُ‫ه‬َ‫ل‬ ْ‫ح‬ُ‫ل‬ْ‫ص‬َ‫ي‬ ْ‫م‬َ‫ل‬ ُ‫ف‬ْ‫ر‬َ‫ح‬ْ‫ل‬‫ا‬َ‫و‬  Kalimat Huruf di bagi menjadi 2 :1) mukhtas 2) ghoiru mukhtas 1)mukhtas (yang hanya masuk pada kalimat tertentu) ada 2:  Bil fi’li contoh ْ‫م‬َ‫ل‬ masuk pada fi’il mudhore’ : ْ‫يضرب‬ ‫لم‬  Bil Ismi contoh ‫ي‬ِ‫ف‬ masuk pada kalimat isim : ‫البيت‬ ‫في‬ 2)Ghoiru mukhtas (yang tidak tertentu/bisa masuk kalimat isim atau fi’il) : ‫قائم‬ ‫زيد‬ ‫هل‬
  • 11.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 11 (BAB 3) MU’ROB DAN MABNI A. MU’ROB  Pengertian Mu’rob MU’ROB adalah kalimat yang bacaan akhirnya bisa berubah disebabkan amil yang berbeda-beda, Baik perubahannya Jelas Atau diperkirakan CONTOH JENIS I’ROB ‫جر‬ ‫نصب‬ ‫رفع‬ ‫لفظ‬ Jelas ‫َى‬‫ن‬ْ‫س‬ُ‫ح‬ْ‫ال‬ ِ‫اء‬َ‫م‬ْ‫س‬َ ْ ‫اْل‬ ِ ّ ِ ‫ّلل‬ َ‫و‬ ِ‫اك‬َ‫ف‬َ‫ط‬ْ‫ص‬‫ا‬ َ ّ ‫َللا‬ ّ‫ِن‬‫ا‬ ‫ْما‬‫ي‬ِ‫ل‬َ‫ع‬ ُ ّ ‫َللا‬ َ‫ان‬َ‫ك‬ َ‫و‬ ‫هللا‬ Perkiraan ‫ى‬َ‫س‬ ْ‫و‬ُ‫م‬ ُ‫ْث‬‫ي‬ِ‫د‬َ‫ح‬ َ‫اك‬َ‫ت‬َ‫أ‬ ْ‫َل‬‫ه‬ ‫ى‬َ‫د‬ُ‫ه‬ْ‫ال‬ ‫ى‬َ‫س‬ ْ‫و‬ُ‫م‬ ‫َا‬‫ن‬ْ‫ي‬َ‫ت‬‫ا‬ ‫ى‬َ‫س‬ ْ‫و‬ُ‫م‬ َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬ ‫موسى‬ B. MABNI  Pengertian Mabni MABNI adalah kalimat yang bacaan akhirnya tidak bisa berubah meskipun ada amil yang berbeda-beda CONTOH ‫جر‬ ‫نصب‬ ‫رفع‬ ‫لفظ‬ ‫ى‬َ‫د‬ْ‫ه‬َ‫أ‬ َ‫ُو‬‫ه‬ ْ‫ن‬َ‫م‬ِ‫ب‬ ُ‫ء‬‫َا‬‫ش‬َ‫ي‬ ْ‫ن‬َ‫م‬ ُ‫ل‬ ِ‫ْخ‬‫د‬ُ‫ي‬ ‫َا‬‫ه‬‫ا‬ّ‫ك‬َ‫ز‬ ْ‫ن‬َ‫م‬ َ‫ح‬َ‫ل‬ْ‫ف‬َ‫أ‬ ْ‫د‬َ‫ق‬ ْ‫ن‬َ‫م‬ َ‫ْن‬‫ي‬ِ‫ب‬ِ‫س‬‫ا‬َ‫ح‬ ‫َا‬‫ن‬ِ‫ب‬ ‫ى‬َ‫ف‬َ‫ك‬ َ‫و‬ ‫َا‬‫ن‬ّ‫ف‬ َ‫َو‬‫ت‬ َ‫و‬ ِ ‫ار‬ َ‫ْر‬‫ب‬َ ْ ‫اْل‬ َ‫ع‬َ‫م‬ ‫ا‬َ‫ه‬ْ‫ن‬ِ‫م‬ ‫ا‬ ْ‫و‬ُ‫ط‬ِ‫ب‬ْ‫ه‬‫ا‬ ‫َا‬‫ن‬ْ‫ل‬ُ‫ق‬ ‫َا‬‫ن‬ KETERANGAN AMIL adalah Penyebab berubahnya akhir kalimat. Contoh : ٍ‫ع‬ ْ‫و‬ُ‫ج‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬
  • 12.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 12  ISIM ada yang MU’ROB dan ada yang MABNI : Isim Isim yang Mu’rob : 1. Isim mufrod, 2. Isim Tasniyah, 3. Jama’ Mudzakkar Salim, 4. Jama’ Muannas Salim, 5. Jama’ Taksir, 6. Asma’ul Khomsah, 7. Isim Ghoiru Munshorif, 8. Isim Maqsur, 9. Isim Manqus, 10. Isim Yang mudhof pada ya’ mutakallim. Isim Isim yang Mabni : 1. Isim Dhomir, 2. Isim Maushul, 3. Isim Isyaroh. Nadhomnya ‫مدني‬ ‫الحروف‬ ‫من‬ ‫لشبه‬ # ‫ومبني‬ ‫معرب‬ ‫منه‬ ‫واَلسم‬  FI’IL ada yang MU’ROB dan ada yang MABNI : Fi’il yang Mu’rob : Fi’il Mudlori’ Fi’il yang Mabni : Fi’il Madi dan Amr Nadhomnya ‫عريا‬ ‫إن‬ ‫مضارعا‬ ‫وأعربوا‬ # ‫بنيا‬ ‫ومضي‬ ‫أمر‬ ‫وفعل‬ Semua HURUF hukumnya MABNI/Tetap Nadhomnya ‫يسكنا‬ ‫ان‬ ‫المبني‬ ‫في‬ ‫واَلصل‬ # ‫للبنا‬ ‫مستحق‬ ‫حرف‬ ‫وكل‬ I’ROB  I’ROB ada empat : 1) Rofa’, 2) Nashob, 3) Jer, 4) Jazm. Nadhomnya ْ‫ر‬َ‫ج‬ َ‫و‬ ‫م‬ ْ‫ز‬َ‫ج‬ ‫ا‬َ‫ذ‬َ‫ك‬ َ‫و‬ ‫ب‬ْ‫ص‬َ‫ن‬ َ‫و‬ ‫ع‬ْ‫ف‬ َ‫ر‬ # ْ‫ر‬َ‫ب‬َ‫ت‬ْ‫ع‬ُ‫ت‬ْ‫ال‬َ‫ف‬ ‫ة‬َ‫ع‬َ‫ب‬ ْ‫ر‬َ‫أ‬ ُ‫ه‬ُ‫م‬َ‫س‬ْ‫ق‬َ‫أ‬
  • 13.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 13 TANDA ASAL I’ROB ROFA’ NASHOB JER JAZM DHOMMAH FATHAH KASROH SUKUN ‫م‬ِ‫ل‬ْ‫س‬ُ‫م‬ ‫ما‬ِ‫ل‬ْ‫س‬ُ‫م‬ ٍ‫م‬ِ‫ل‬ْ‫س‬ُ‫م‬ ْ‫ل‬َ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫ي‬ ْ‫م‬َ‫ل‬ Nadhomnya ْ‫ر‬ُ‫س‬َ‫ي‬ ُ‫ه‬َ‫د‬ْ‫ب‬َ‫ع‬ ِ ّ ‫َللا‬ ُ‫ر‬ْ‫ك‬ِ‫ذ‬َ‫ك‬ ‫ْرا‬‫س‬َ‫ك‬ # ْ‫ر‬ُ‫ج‬ َ‫و‬ ‫حا‬ْ‫ت‬َ‫ف‬ ْ‫ن‬َ‫ب‬ ِ ‫ص‬ْ‫ن‬‫ا‬ َ‫و‬ ٍ‫م‬َ‫ض‬ِ‫ب‬ ْ‫ع‬َ‫ف‬ ْ‫ار‬َ‫ف‬ ْ‫ر‬ِ‫َم‬‫ن‬ ْ‫ي‬ِ‫ن‬َ‫ب‬ ْ‫و‬ُ‫خ‬َ‫أ‬ ‫ا‬َ‫ج‬ ُ‫و‬ْ‫َح‬‫ن‬ ُ‫ب‬ ْ‫و‬ُ‫ن‬َ‫ي‬ # ْ‫ر‬ِ‫ك‬ُ‫ذ‬ ‫ا‬َ‫م‬ ُ‫ْر‬‫ي‬َ‫غ‬ َ‫و‬ ٍ‫ْن‬‫ي‬ِ‫ك‬ْ‫س‬َ‫ت‬ِ‫ب‬ ْ‫م‬ ِ ‫ز‬ْ‫اج‬ َ‫و‬ PENGGUNAAN I’ROB I’ROB UNTUK ISIM ADA 3 ROFA’ NASHOB JER I’ROB UNTUK FI’IL ADA 3 ROFA’ NASHOB JAZM ISIM tidak bisa di-i’robi JAZM, Fi’il tidak bisa di-i’robi JER Nadhomnya ‫ينجزما‬ ‫بأن‬ ‫الفعل‬ ‫خصص‬ ‫قد‬ # ‫كما‬ ‫بالجر‬ ‫خصص‬ ‫قد‬ ‫واَلسم‬  TANDA – TANDA I’ROB UNTUK ISIM 1. ISIM MUFROD adalah isim yang mempunyai arti “satu”.  Tanda I’rob untuk isim mufrod adalah : Rofa’ dengan Dhommah,Nashob dengan Fathah, Jer dengan Kasroh ‫م‬ِ‫ل‬ْ‫س‬ُ‫م‬ ‫ما‬ِ‫ل‬ْ‫س‬ُ‫م‬ ٍ‫م‬ِ‫ل‬ْ‫س‬ُ‫م‬ ROFA’ NASHOB JER ‫ضمة‬ ‫فتحة‬ ‫كسرة‬ Nadhomnya ْ‫ر‬ُ‫س‬َ‫ي‬ ُ‫ه‬َ‫د‬ْ‫ب‬َ‫ع‬ ِ ّ ‫َللا‬ ُ‫ر‬ْ‫ك‬ِ‫ذ‬َ‫ك‬ ‫ْرا‬‫س‬َ‫ك‬ # ْ‫ر‬ُ‫ج‬ َ‫و‬ ‫حا‬ْ‫ت‬َ‫ف‬ ْ‫ن‬َ‫ب‬ ِ ‫ص‬ْ‫ن‬‫ا‬ َ‫و‬ ٍ‫م‬َ‫ض‬ِ‫ب‬ ْ‫ع‬َ‫ف‬ ْ‫ار‬َ‫ف‬
  • 14.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 14 2. ISIM TATSNIYAH ISIM TATSNIYAH adalah : isim yang mempunyai arti “dua” dengan tambahan ALIF & NUN waktu rofa’ atau YA’ & NUN waktu nashob dan jer.  Tanda i’rob untuk ISIM TATSNIYAH adalah : Rofa’ dengan alif,Nashob dan Jer dengan Ya’ ِ‫ان‬َ‫م‬ِ‫ل‬ْ‫س‬ُ‫م‬ ِ‫ْن‬‫ي‬َ‫م‬ِ‫ل‬ْ‫س‬ُ‫م‬ ِ‫ْن‬‫ي‬َ‫م‬ِ‫ل‬ْ‫س‬ُ‫م‬ِ‫ب‬ ROFA’ NASHOB JER ‫الف‬ ‫ياء‬ ‫ياء‬ Nadhomnya ْ ‫ف‬ ِ ‫ر‬ُ‫ع‬ ‫ا‬َ‫ي‬ْ‫ال‬ِ‫ب‬ ُ‫ه‬ُّ‫ر‬َ‫ج‬ َ‫و‬ ُ‫ه‬ُ‫ب‬ْ‫ص‬َ‫ن‬ َ‫و‬ # ْ ‫ف‬ِ‫ل‬َ ْ ‫اْل‬ ِ‫ه‬ِ‫ع‬ْ‫ف‬ َ‫ر‬ِ‫ل‬َ‫ف‬ ‫ى‬ّ‫ن‬َ‫ث‬ُ‫م‬ْ‫ال‬ ‫ا‬ّ‫م‬َ‫أ‬ 3. JAMA’ MUDZAKKAR SALIM JAMA’ MUDZAKKAR SALIM adalah : isim yang menunjukkan beberapa laki-laki dengan tambahan WAWU & NUN waktu rofa’ atau YA’ & NUN waktu nashob dan jer.  Tanda i’rob untuk JAMA’ MUDZAKKAR SALIM adalah : Rofa’ dengan Wawu, Nashob dan Jer dengan Ya’. َ‫ن‬ ْ‫و‬ُ‫م‬ِ‫ل‬ْ‫س‬ُ‫م‬ َ‫ْن‬‫ي‬ِ‫م‬ِ‫ل‬ْ‫س‬ُ‫م‬ َ‫ْن‬‫ي‬ِ‫م‬ِ‫ل‬ْ‫س‬ُ‫م‬ِ‫ب‬ ROFA’ NASHOB JER ‫واو‬ ‫ياء‬ ‫ياء‬ Nadhomnya ِ‫ب‬ ِ ‫ص‬ْ‫ن‬‫ا‬ َ‫و‬ ْ‫ر‬ُ‫ر‬ْ‫ااج‬َ‫ي‬ِ‫ب‬ َ‫و‬ ٍ‫و‬‫ا‬ َ‫و‬ِ‫ب‬ ْ‫ع‬َ‫ف‬ ْ‫وار‬ # ِ‫ب‬ِ‫ن‬ْ‫ذ‬ُ‫م‬ َ‫و‬ ٍ ‫ر‬ِ‫ام‬َ‫ع‬ ٍ‫ع‬ْ‫م‬َ‫ج‬ َ‫م‬ِ‫ل‬‫ا‬َ‫س‬  Perbedaan antara isim tatsniyah dengan jama’ mudzakkar salim pada waktu rofa’ dan jer adalah sebagai berikut :
  • 15.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 15 ISIM TATSNIYAH Sebelum ya’ fathah, setelah ya’ kasroh Contoh : ِ‫ْن‬‫ي‬َ‫م‬ِ‫ل‬ْ‫س‬ُ‫م‬ JAMA’ MUDZAKKAR SALIM Sebelum ya’ kasroh, setelah ya’ fathah Contoh : َ‫ْن‬‫ي‬ِ‫م‬ِ‫ل‬ْ‫س‬ُ‫م‬ Nadhomnya ‫التحق‬ ‫به‬ ‫وما‬ ‫مجموع‬ ‫ونون‬ # ‫نطق‬ ‫بكسره‬ ‫من‬ ‫وقل‬ ‫فافتح‬ ‫به‬ ‫والملحق‬ ‫ثني‬ ‫ما‬ ‫ونون‬ # ‫فانتبه‬ ‫استعملوه‬ ‫ذاك‬ ‫بعكس‬ 4. JAMA’ MUANNAST SALIM JAMA’ MUANNAST SALIM adalah : isim yang menunjukkan beberapa perempuan dengan tambahan ALIF dan TA’ diakhirnya.  Tanda i’rob untuk JAMA’ MUANNAST SALIM adalah : Rofa’ dengan Dhommah, Nashob dan Jer dengan Kasroh. ‫ات‬َ‫م‬ِ‫ل‬ْ‫س‬ُ‫م‬ ٍ‫ت‬‫ا‬َ‫م‬ِ‫ل‬ْ‫س‬ُ‫م‬ ٍ‫ت‬‫ا‬َ‫م‬ِ‫ل‬ْ‫س‬ُ‫م‬ِ‫ب‬ ROFA’ NASHOB JER ‫ضمة‬ ‫كسرة‬ ‫كسرة‬ 5. JAMA’ TAKSIR KETERANGAN Kata yang berakhiran huruf Ta’ marbutoh (‫)ة‬, ketika dijadikan jama’ muannast salim maka Ta’-nya dibuang. Seperti : ‫ة‬َ‫ذ‬ِ‫م‬ْ‫ل‬ِ‫ت‬ menjadi ‫ات‬َ‫ذ‬ِ‫م‬ْ‫ل‬ِ‫ت‬
  • 16.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 16 JAMA’ TAKSIR adalah : isim yang menunjukkan makna “banyak” dengan mengubah bentuk mufrodnya mengikuti wazan-wazan tertentu.  Tanda i’rob untuk JAMA’ TAKSIR adalah : Rofa’ dengan dhommah, Nashob dengan Fathah, Jer dengan Kasroh. ‫اب‬ َ‫ْو‬‫ب‬َ‫أ‬ ‫ابا‬ َ‫ْو‬‫ب‬َ‫أ‬ ٍ‫ب‬‫ا‬ َ‫ْو‬‫ب‬َ‫أ‬ ROFA’ NASHOB JER ‫ضمة‬ ‫فتحة‬ ‫كسرة‬  Pembagian Jama’ taksir ada 2 : 1. Jama’ qillah : kalimat yang menunjukkan arti banyak, dari hitungan 3 sampai 10. 2. Jama’ katsroh : kalimat yang menunjukkan arti banyak dari hitungan 11 dan seterusnya.  Wazan-wazan Jama’ Qillah adalah sebagai berikut : ‫ة‬َ‫ل‬ِ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫أ‬ – ‫ل‬ُ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫أ‬ – ‫ة‬َ‫ل‬ْ‫ع‬ِ‫ف‬ – ‫ال‬َ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫أ‬ Keterangan Ikut Wazan Menjadi Isim Mufrod Bentuk jama’ dari Isim mufrod yang terdiri dari 4 huruf, mudzakar, dan sebelum akhir berupa huruf mad ‫ة‬َ‫ل‬ِ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫أ‬ ‫ة‬َ‫م‬ِ‫ع‬ْ‫ط‬َ‫أ‬ ‫ام‬َ‫ع‬َ‫ط‬ 1. Bentuk jama’ dari isim mufrod yang terdiri dari 3 huruf mengikuti wazan ‫ل‬ْ‫ع‬َ‫ف‬ ‫ل‬ُ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫أ‬ ‫س‬ُ‫ف‬ْ‫ن‬َ‫أ‬ ‫س‬ْ‫ف‬َ‫ن‬ 2. Bentuk jama’ dari isim mufrod yang terdiri dari 4 huruf yang menunjukkan perempuan dan sebelum akhir berupa huruf mad ‫ع‬ُ‫ر‬ْ‫ذ‬َ‫أ‬ ‫اع‬ َ‫ِر‬‫ذ‬
  • 17.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 17 Jama’ yang mengikuti wazan ‫ة‬َ‫ل‬ْ‫ع‬ِ‫ف‬ adalah sama’i (ketentuan dari orang arab) ‫ة‬َ‫ل‬ْ‫ع‬ِ‫ف‬ ‫ة‬َ‫م‬ْ‫ل‬ِ‫غ‬ ‫م‬ َ ‫ال‬ُ‫غ‬ Bentuk jama’ dari isim mufrod yang terdiri dari 3 huruf dengan syarat mufrodnya tidak mengikuti wazan ‫ل‬َ‫ع‬ُ‫ف‬ dan ‫ل‬ْ‫ع‬َ‫ف‬ ‫ال‬َ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫أ‬ ‫َاق‬‫ن‬ْ‫ع‬َ‫أ‬ ‫ق‬ُ‫ن‬ُ‫ع‬ ‫َاب‬‫ن‬ْ‫ع‬َ‫أ‬ ‫َب‬‫ن‬ِ‫ع‬  Wazan wazan Jama’ kastroh banyak sekali. Diantaranya : ‫ل‬ُ‫ع‬ُ‫ف‬ – ‫ل‬ ْ‫و‬ُ‫ع‬ُ‫ف‬ – ‫ل‬َ‫ع‬ِ‫ف‬ – ‫ال‬َ‫ع‬ِ‫ف‬ – ‫ل‬َ‫ع‬ُ‫ف‬ – ‫ة‬َ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ف‬ KETERANGAN IKUT WAZAN MENJADI ISIM MUFROD 1.Bentuk jama’ dari Isim mufrod yang terdiri dari 4 huruf,tidak berakhiran huruf illat,sebelum akhir berupa huruf mad,tidak berakhiran ta’ ‫ل‬ُ‫ع‬ُ‫ف‬ ‫ب‬ُ‫ت‬ُ‫ك‬ ‫َاب‬‫ت‬ِ‫ك‬ 2.Bentuk jama’ dari Isim mufrod yang ikut wazan ‫ل‬ ْ‫و‬ُ‫ع‬َ‫ف‬ ‫ُر‬‫ب‬ُ‫ص‬ ‫ر‬ ْ‫ُو‬‫ب‬َ‫ص‬ 1. Bentuk jama’ dari Isim mufrod yang ikut wazan ‫ِل‬‫ع‬َ‫ف‬ ‫ل‬ ْ‫و‬ُ‫ع‬ُ‫ف‬ ‫د‬ ْ‫ُو‬‫ب‬ُ‫ك‬ ‫د‬ِ‫ب‬َ‫ك‬ 2. Bentuk jama’ dari Isim mufrod yang ikut wazan ‫ل‬ْ‫ع‬َ‫ف‬ ‫ب‬ ْ‫و‬ُ‫ل‬ُ‫ق‬ ‫ب‬ْ‫ل‬َ‫ق‬ 3. Bentuk jama’ dari Isim mufrod yang ikut wazan ‫ل‬ْ‫ع‬ُ‫ف‬ ‫د‬ ْ‫و‬ُ‫ن‬ُ‫ج‬ ‫د‬ْ‫ن‬ُ‫ج‬ 4. Bentuk jama’ dari Isim mufrod yang ikut wazan ‫ل‬ْ‫ع‬ِ‫ف‬ ‫ل‬ ْ‫و‬ُ‫م‬ُ‫ح‬ ‫ل‬ْ‫م‬ ِ‫ح‬
  • 18.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 18 Bentuk jama’ dari Isim mufrod yang ikut wazan ‫ل‬َ‫ع‬ِ‫ف‬ ‫ع‬َ‫ط‬ِ‫ق‬ ‫ة‬َ‫ع‬ْ‫ط‬ِ‫ق‬ ‫ال‬َ‫ع‬ِ‫ف‬ ‫ل‬َ‫ع‬ُ‫ف‬ ‫ة‬َ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ف‬ 6. ASMAUL KHOMSAH  Pengertian Isim Ghoiru Munshorif adalah : ‫م‬َ‫ح‬ ,‫خ‬َ‫أ‬ ,‫ب‬َ‫أ‬ ْ‫و‬ُ‫ذ‬ , ْ‫و‬ُ‫ف‬ , . Adapun makna-makna ASMAUL KHOMSAH adalah : ْ‫و‬ُ‫ذ‬ ْ‫و‬ُ‫ف‬ ‫م‬َ‫ح‬ ‫خ‬َ‫أ‬ ‫ب‬َ‫أ‬ Yang punya Mulut Mertua Saudara Ayah Tanda i’rob untuk ASMAUL KHOMSAH adalah : Rofa’ dengan Wawu, Nashob dengan Alif, Jer dengan Ya’. َ‫ك‬ ْ‫ُو‬‫ب‬َ‫أ‬ َ‫اك‬َ‫ب‬َ‫أ‬ َ‫ْك‬‫ي‬ِ‫ب‬َ‫أ‬ ROFA’ NASHOB JER ‫واو‬ ‫الف‬ ‫ياء‬ Nadhomnya # ‫ى‬َ‫ر‬َ‫ج‬ ‫و‬ُ‫ذ‬ َ‫و‬ ْ‫و‬ُ‫ف‬ َ‫و‬ ٌ‫م‬َ‫ح‬ ٌ‫خ‬َ‫ا‬ ٌ‫ب‬َ‫ا‬ ‫ا‬ً‫َّر‬‫ب‬َ‫ك‬ُ‫م‬ ‫ًا‬‫د‬ َ‫ر‬ْ‫ف‬ُ‫م‬ ‫ا‬ً‫ف‬‫ا‬َ‫ض‬ُ‫م‬ ٌّ‫ل‬ُ‫ك‬ KETERANGAN 1. Syarat ASMAUL KHOMSAH bisa di-i’robi dengan wawu,alif,ya’ ialah jika dimudhofkan pada selain ya’ mutakallim.  Jika tidak mudhof maka i’robnya sama seperti isim mufrod. Contoh : ٍ‫ب‬َ‫أ‬ ,‫با‬َ‫أ‬ ,‫ب‬َ‫أ‬  Jika mudhof pada ya’ mutakallim, maka i’robnya dengan menggunakan harokat yang dikira kirakan.
  • 19.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 19 Perhatikan tabel beriku! Arti Mudhof pada ya’ mutakallim I’rob Ayahku, saudaraku ِ‫خ‬َ‫أ‬ َ‫ء‬‫ا‬َ‫ج‬ , ْ‫ي‬ِ‫ب‬َ‫أ‬ َ‫ء‬‫ا‬َ‫ج‬ ْ‫ي‬ ‫رفع‬ Ayahku, saudaraku ْ‫ي‬ ِ‫خ‬َ‫أ‬ ُ‫ْت‬‫ي‬‫أ‬ َ‫ر‬ , ْ‫ي‬ِ‫ب‬َ‫أ‬ ُ‫ْت‬‫ي‬‫أ‬ َ‫ر‬ ‫نصب‬ Ayahku, saudaraku ْ‫ي‬ ِ‫خ‬َ‫أ‬ِ‫ب‬ ُ‫ت‬ ْ‫ر‬ َ‫ر‬َ‫م‬ , ْ‫ي‬ِ‫ب‬َ‫أ‬ِ‫ب‬ ُ‫ت‬ ْ‫ر‬ َ‫ر‬َ‫م‬ ‫جر‬ 2. ْ‫و‬ُ‫ذ‬ termasuk ASMAUL KHOMSAH jika bermakna ‫صاحب‬ “yang punya” 7. ISIM GHOIRU MUNSHORIF  Pengertian Isim Ghoiru Munshorif adalah : isim yang tidak bisa bertanwin dikarenakan ada sebab (illat).  Tanda i’rob untuk ISIM GHOIRU MUNSHORIF adalah : Rofa’ dengan dhommah, Nashob dan Jer dengan fathah. ُ‫د‬َ‫م‬ْ‫ح‬َ‫أ‬ َ‫د‬َ‫م‬ْ‫ح‬َ‫أ‬ َ‫د‬َ‫م‬ْ‫ح‬َ‫أ‬ِ‫ب‬ ROFA’ NASHOB JER ‫ضمة‬ ‫فتحة‬ ‫فتحة‬ MACAM-MACAM ILLAT DAN PEMBAGIANNYA ILLAT 1 ILLAT 2 ALAMIYAH (NAMA) SIFAT (KARAKTER) Shigot muntahal jumu’ ُ‫د‬ ِ‫اج‬َ‫س‬َ‫م‬ = ُ‫ل‬ِ‫ع‬‫ا‬َ‫ف‬َ‫م‬ ُ‫ح‬ْ‫ي‬ِ‫ب‬‫ا‬َ‫ص‬َ‫م‬ = ُ‫ل‬ْ‫ي‬ِ‫ع‬‫ا‬َ‫ف‬َ‫م‬ Wazan Fi’il ُ‫د‬َ‫م‬ْ‫ح‬َ‫أ‬ = ُ‫ل‬َ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫أ‬ Wazan Fi’il ُ‫ر‬َ‫م‬ْ‫ح‬‫أ‬ = ُ‫ل‬َ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫أ‬ Alif ta’nits Maqsuroh ‫ى‬َ‫ض‬ ْ‫ر‬َ‫م‬ = ‫ى‬َ‫ل‬ْ‫ع‬َ‫ف‬ = ‫ى‬َ‫ل‬ْ‫ع‬ُ‫ف‬ ‫ى‬ َ‫ر‬ْ‫ك‬ُ‫ش‬ Tambahan Alif & Nun ُ‫ن‬‫ا‬َ‫م‬ْ‫ث‬ُ‫ع‬ , ُ‫ان‬َ‫ض‬َ‫م‬َ‫ر‬ Tambahan Alif & Nun ُ‫ان‬ َ‫ر‬ْ‫ك‬َ‫س‬ = ُ‫ن‬ َ ‫ال‬ْ‫ع‬َ‫ف‬
  • 20.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 20 ‫ى‬ َ‫ر‬ْ‫ك‬ِ‫ذ‬ = ‫ى‬َ‫ل‬ْ‫ع‬ِ‫ف‬ Alif ta’nists Mamdudah ُ‫ء‬‫ا‬ َ‫ر‬ْ‫ح‬َ‫ص‬ = ُ‫ء‬ َ ‫ال‬ْ‫ع‬َ‫ف‬ ُ‫ء‬‫ا‬ َ‫ر‬َ‫ق‬ُ‫ف‬ = ُ‫ء‬ َ ‫ال‬َ‫ع‬ُ‫ف‬ Udul ُ‫ر‬َ‫م‬ُ‫ع‬ = ُ‫ل‬َ‫ع‬ُ‫ف‬ Udul = ُ‫ل‬َ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫م‬ ‫َى‬‫ن‬ْ‫ث‬َ‫م‬ ُ‫ث‬ َ ‫ال‬ُ‫ث‬ = ُ‫ل‬‫ا‬َ‫ع‬ُ‫ف‬ ُ‫َر‬‫خ‬ُ‫أ‬ = ُ‫ل‬َ‫ع‬ُ‫ف‬ Tarkib Mazji ُ‫ت‬ ْ‫و‬َ‫م‬ َ‫ْر‬‫ض‬َ‫ح‬ Ta’nis ُ‫َب‬‫ن‬ْ‫ي‬َ‫ز‬ , ُ‫ة‬ّ‫ك‬َ‫م‬ Ajami lebih 3 Huruf ُ‫ل‬ْ‫ي‬ِ‫ع‬‫ا‬َ‫م‬ْ‫س‬ِ‫ا‬
  • 21.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 21 KETERANGAN Syarat ISIM GHOIRU MUNSHORIF jer dengan Fathah adalah : 1. Tidak ber “AL” 2. Tidak dirangkai dengan kata lain (tidak dimudhofkan) Apabila isim ghoiru munshorif ada “AL” atau dirangkai dengan kata lain (dimudhofkan), Maka jer dengan kasroh. Contoh : ِ‫ة‬َ‫ن‬ّ‫س‬‫ال‬ ِ‫ه‬ِ‫ذ‬ِ‫ه‬ ِ‫ان‬َ‫ض‬َ‫م‬َ‫ر‬ ِ ‫ر‬ْ‫ه‬َ‫ش‬ ,ِ‫د‬ ِ‫اج‬َ‫س‬َ‫م‬ْ‫ال‬ َ‫ن‬ِ‫م‬ Nadhomnya ْ ‫ف‬ ِ ‫ر‬َ‫ص‬ْ‫ن‬َ‫ي‬ ‫اَل‬َ‫م‬ ِ‫ة‬َ‫ح‬ْ‫ت‬َ‫ف‬ْ‫ال‬ِ‫ب‬ ّ‫ر‬ُ‫ج‬ َ‫و‬ # ْ ‫ِف‬‫د‬ َ‫ر‬ ْ‫أل‬ َ‫د‬ْ‫ع‬َ‫ب‬ ُ‫ك‬َ‫ي‬ ْ‫و‬َ‫أ‬ ْ ‫ف‬َ‫ض‬ُ‫ي‬ ْ‫م‬َ‫ل‬‫ا‬َ‫م‬  Tambahan 1. Nama – Nama Nabi yang munshorif atau bisa di tanwin adalah . Nabi Sholeh . Nabi Nuh . Nabi Syuaib . Nabi Syis . Nabi Muhammad . Nabi Lut . Nabi Hud Di singkat “SUNSYAMLAH” Nadhomnya ‫توجد‬ ‫ليست‬ ‫العجم‬ ‫في‬ ‫أوضاعها‬ * ‫د‬‫محم‬ ‫صالح‬ ‫شعيب‬ ‫هود‬ ‫ذكروا‬ ‫قد‬ ‫ما‬ ‫حكم‬ ‫في‬ ‫أمثالها‬ * ‫منكر‬ ‫نكير‬ ‫مالك‬ ‫رضوان‬ 8. ISIM MAQSHUR  Pengertian Isim Maqsur adalah : isim yang huruf akhirnya berupa alif (‫ى‬/‫)ا‬ yang sebelumnya berharokat fathah.  Tanda i’rob untuk ISIM MAQSUR adalah : Rofa’ dengan dhommah, Nashob dengan fathah, dan jer nya dengan kasroh hanya saja dikira kirakan pada huruf ALIF. ‫ى‬َ‫د‬ُ‫ه‬‫ال‬ ‫ى‬َ‫د‬ُ‫ه‬‫ال‬ ّ‫ِن‬‫ا‬ ‫ى‬َ‫د‬ُ‫ه‬‫ال‬ِ‫ب‬ ROFA’ NASHOB JER
  • 22.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 22 ‫ضمة‬ ‫فتحة‬ ‫كسرة‬ Nadhomnya َ‫ن‬ِ‫م‬ ًّ‫ال‬َ‫ت‬ْ‫ع‬ُ‫م‬ ِ‫م‬َ‫س‬ َ‫و‬ ‫ا‬َ‫م‬ ِ‫اء‬َ‫م‬ْ‫س‬َ‫ْل‬‫ا‬ ¤ ‫ا‬َ‫م‬ ِ ‫َار‬‫ك‬َ‫م‬ ‫ي‬َ‫ق‬َ‫ت‬ ْ‫ر‬ُ‫م‬ْ‫ال‬ َ‫و‬ ‫ى‬َ‫ف‬َ‫ط‬ْ‫ص‬ُ‫م‬ْ‫َال‬‫ك‬ ‫ا‬َ‫ر‬ِ‫د‬ُ‫ق‬ ِ‫ه‬ْ‫ي‬ِ‫ف‬ ُ‫اب‬ َ‫ْر‬‫ع‬ِ‫اإل‬ ُ‫ل‬ ّ‫و‬َ‫ْل‬‫ا‬َ‫ف‬ ¤ ‫ا‬َ‫ر‬ ِ ‫ص‬ُ‫ق‬ ْ‫د‬َ‫ق‬ ‫ِي‬‫ذ‬ّ‫ل‬‫ا‬ َ‫و‬ْ‫ه‬ َ‫و‬ ُ‫ه‬ُ‫ع‬‫ْـ‬‫ي‬ِ‫م‬َ‫ج‬ 9. ISIM MANQUSH  Pengertian Isim Manqus adalah : isim yang huruf akhirnya berupa Ya’ asli yang sebelumnya berharakat kasrah.  Tanda i’rob untuk ISIM MANQUSH adalah : Rofa’ dengan dhommah, jer dengan kasroh yang dikira kirakan pada huruf Ya’ sedangkan nashobnya menggunakan fathah yang jelas. ْ‫ي‬ ِ ‫اض‬َ‫ق‬‫ال‬ َ‫ي‬ ِ ‫اض‬َ‫ق‬‫ال‬ ْ‫ي‬ ِ ‫اض‬َ‫ق‬‫ال‬ ROFA’ NASHOB JER ‫ضمة‬ ‫فتحة‬ ‫كسرة‬ Nadhomnya ْ‫ر‬َ‫ه‬َ‫ظ‬ ُ‫ه‬ُ‫ب‬ْ‫ص‬َ‫ن‬ َ‫و‬ ‫وص‬ُ‫ق‬ْ‫ن‬َ‫م‬ ِ‫ان‬ّ‫ث‬ْ‫ال‬ َ‫و‬ ¤ ْ‫ر‬َ‫ج‬ُ‫ي‬ ‫ــــا‬َ‫ض‬ْ‫ي‬‫أ‬ ‫ا‬َ‫ذ‬َ‫ك‬ ‫ى‬ َ‫ــو‬ْ‫ن‬ُ‫ي‬ ُ‫ه‬ُ‫ع‬‫ـ‬ْ‫ف‬ َ‫ر‬ َ‫و‬ 10. ISIM YANG DIRANGKAI (MUDHOF) DENGAN YA’ MUTAKALLIM  Pengertian Isim yang mudhof pada ya’ mutakalim dalah : isim yang huruf akhirnya ditambah ya’ mutakallim  Tanda i’rob untuk ISIM YANG DIRANGKAI DENGAN YA’ MUTAKALLIM adalah : Rofa’ dengan dhommah, Nashob dengan fathah dan jer dengan kasroh yang dikira kirakan pada huruf sebelum ya’ (Muqoddaroh).
  • 23.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 23 ْ‫ي‬ِ‫ب‬‫َا‬‫ت‬ِ‫ك‬ ْ‫ي‬ِ‫ب‬‫َا‬‫ت‬ِ‫ك‬ ْ‫ي‬ِ‫ب‬‫َا‬‫ت‬ِ‫ك‬ ROFA’ NASHOB JER ‫ضمة‬ ‫فتحة‬ ‫كسرة‬ Nadhomnya ‫وقذا‬ ‫كرام‬ ‫معتال‬ ‫يك‬ ‫لم‬ # ‫إذا‬ ‫اكسر‬ ‫لليا‬ ‫أضيف‬ ‫ما‬ ‫آخر‬ PERHATIKAN I’rob perkiraan pada isim maqshur dan isim manqush, terletak pada huruf alif atau ya’. Sedangkan untuk I’rob isim yang mudhof pada ya’ mutakallim terletak pada huruf sebelum YA’
  • 24.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 24 { FASEL 2 } ( BAB 1 ) MA’RIFAT dan NAKIROH A. Isim Nakiroh  Pengertian Nakiroh Isim Nakiroh adalah isim yang menunjukkan arti umum dan bisa diawali dengan “AL” Isim Nakiroh bisa menjadi ma’rifat jika diberi “AL” , seperti : ‫ل‬ُ‫ج‬ َ‫ر‬ : Seorang laki laki (menunjukkan umum) ُ‫ل‬ُ‫ج‬ّ‫الر‬ : Seorang laki laki (menunjukkan khusus) Nadhomnya ‫ا‬ َ‫ر‬ِ‫ك‬ُ‫ذ‬ ْ‫د‬َ‫ق‬ ‫ا‬َ‫م‬ َ‫ع‬ِ‫ق‬ ْ‫و‬َ‫م‬ ‫ع‬ِ‫ق‬‫ا‬ َ‫و‬ ْ‫و‬َ‫أ‬ # ‫ا‬ َ‫ر‬ِ‫ث‬َ‫ؤ‬ُ‫م‬ ْ‫ل‬َ‫أ‬ ُ‫ل‬ْ‫ي‬ِ‫ب‬‫ا‬َ‫ق‬ ‫ة‬َ‫ر‬ِ‫ك‬َ‫ن‬ B. Isim Ma’rifat  Pengertian Ma’rifat Isim Ma’rifat adalah isim yang bermakna tertentu atau khusus  Pembagian Isim Ma’rifat ada enam : 1. Isim yang diawali “AL” 2. Isim ‘Alam (Nama) 3. Isim Dhomir 4. Isim Maushul 5. Isim Isyaroh 6. Isim yang dimudhofkan pada salah satu dari 5 isim ma’rifat diatas
  • 25.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 25 CONTOH ISIM MA’RIFAT 1. Isim ma’rifat karena diawali “AL” (‫)ال‬ Nadhomnya ‫ذكرا‬ ‫قد‬ ‫ما‬ ‫موقع‬ ‫واقع‬ ‫أو‬ ... ‫مؤثرا‬ ‫أل‬ ‫قابل‬ ‫نكرة‬ 2. Isim ma’rifat karena nama (nama orang, benda, tempat) dan disebut ‘ALAM ‘ALAM ada tiga, 1) ‘Alam isim, 2) ‘Alam laqob, 3) ‘Alam kunyah. A. ‘Alam isim adalah : nama asli. Seperti : ‫ْد‬‫ي‬َ‫ز‬ B. ‘Alam laqob adalah : nama untuk julukan seseorang , baik memuji atau mencela, seperti : ُ‫د‬ْ‫ب‬َ‫ع‬ ِ‫ن‬ ْ‫و‬ُ‫ط‬ُ‫ب‬ْ‫ال‬ (budaknya perut/yang doyan makan) C. ‘Alam kunyah adalah : Nama yang didahului ‫ب‬َ‫ا‬/ ‫م‬َ‫أ‬ / ‫ْن‬‫ب‬ِ‫ا‬ / ‫ت‬ْ‫ن‬ِ‫ب‬ Seperti : َ‫ة‬َ‫ف‬‫ا‬َ‫ح‬ُ‫ق‬ ْ‫ُو‬‫ب‬َ‫أ‬ ,ٍ‫ن‬َ‫م‬ْ‫ي‬َ‫أ‬ ُّ‫م‬َ‫أ‬ , ٍ ‫ّاس‬‫ب‬َ‫ع‬ ُ‫ن‬ْ‫ب‬ِ‫ا‬ ,َ‫ة‬ َ‫ْر‬‫ي‬َ‫ُر‬‫ه‬ ْ‫ُو‬‫ب‬َ‫أ‬ ,ِ‫ل‬ْ‫ح‬ّ‫ن‬‫ال‬ ُ‫ت‬ْ‫ن‬ِ‫ب‬ 3. Isim ma’rifat karena isim dhomir Nadhomnya ْ‫ي‬ِ‫ذ‬ّ‫ال‬ َ‫و‬ ِ‫م‬ َ ‫ال‬ُ‫غ‬ْ‫ال‬ َ‫و‬ ‫ي‬ِ‫ن‬ْ‫ب‬‫ا‬ َ‫و‬ َ‫د‬ْ‫ن‬ِ‫ه‬ َ‫و‬ # ْ‫ي‬ِ‫ذ‬ َ‫و‬ ْ‫م‬ُ‫ه‬َ‫ك‬ ‫ة‬َ‫ف‬ ِ ‫ر‬ْ‫ع‬َ‫م‬ ُ‫ه‬ُ‫ْر‬‫ي‬َ‫غ‬ َ‫و‬ Dhomir adalah kata pengganti yang menunjukkan : Mutakallim (Pembicara) Mukhotob / Mukhotobah (Lawan bicara) Ghoib / Ghoibah (Yang dibicarakan)  Dhomir ditinjau dari segi tampak atau tidaknya ada dua : 1. Dhomir Bariz (Tampak) Isim Diawali "AL" ‫الرجل‬ Isim 'Alam ‫محمد‬ , ‫هللا‬ ‫عبد‬ Isim Dhomir ‫هو‬ , ‫هما‬ , ‫هم‬ Isim Maushul ‫الذي‬ , ‫الذين‬ Isim yang dimudhofkan pada salah satu dari 5 isim ma’rifat Isim Isyaroh ‫ا‬َ‫ذ‬َ‫ه‬ , ِ‫ه‬ِ‫ذ‬ِ‫ه‬ , ِ‫ء‬ َ ‫َُل‬‫ؤ‬َ‫ه‬
  • 26.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 26 Yaitu dhomir yang mempunyai bentuk secara lafadz. Seperti TA’ pada lafadz ُ‫ت‬ْ‫م‬ُ‫ق‬ dan WAWU pada lafadz ‫ا‬ ُ‫ُو‬‫ب‬َ‫ت‬َ‫ك‬ 2. Dhomir Mustatir (Tidak Tampak) Yaitu dhomir yang tidak mempunyai bentuk secara lafadz, Tetapi dikira kirakan dalam hati. Seperti ْ‫ب‬ُ‫ت‬ْ‫ك‬ُ‫ا‬ (bacalah), Adapun lafadz yang dikira kirakan : َ‫ت‬ْ‫ن‬َ‫أ‬ ْ‫ب‬ُ‫ت‬ْ‫ك‬ُ‫ا‬  Dhomir ditinjau dari segi sambung atau tidak sambungnya ada dua : 1. Dhomir Muttasil Yaitu dhomir yang selalu sambung dengan kalimat lain dan tidak bisa diletakkan diawal kalam, atau setelah kata illa ( ّ ‫َِل‬‫ا‬) contoh : ِ‫ه‬ِ‫ب‬ 2. Dhomir Munfasil Yaitu dhomir yang tidak sambung dengan kalimat lain dan bisa diletakkan diawal kalam, atau setelah kata illa ( ّ ‫َِل‬‫ا‬) contoh : َ‫ُو‬‫ه‬ َ ّ ‫َِل‬‫ا‬ Nadhomnya ِ ‫ْر‬‫ي‬ِ‫ّم‬‫ض‬‫ال‬ِ‫ب‬ ِ‫م‬َ‫س‬ َ‫و‬ْ‫ه‬ َ‫و‬ َ‫ت‬ْ‫ن‬َ‫أ‬َ‫ك‬ # ِ ‫ر‬ ْ‫ُو‬‫ض‬ُ‫ح‬ ْ‫و‬َ‫أ‬ ٍ‫ة‬َ‫ب‬ْ‫ي‬َ‫غ‬ ْ‫ي‬ِ‫ذ‬ِ‫ل‬ ‫ا‬َ‫م‬َ‫ف‬ Makna Menunjukkan ‫متصل‬ ‫منفصل‬ Jer Jer Nashob Rofa’ Nashob Rofa’ Dia 1 laki. ‫غائب‬ ‫مذكر‬ ‫مفرد‬ ُ‫ه‬ُ‫د‬ْ‫ب‬َ‫ع‬ ِ‫ه‬ِ‫ب‬ ُ‫ه‬َ‫ب‬َ‫ر‬َ‫ض‬ َ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ف‬ ُ‫ه‬‫ّا‬‫ي‬ِ‫ا‬ َ‫ُو‬‫ه‬ ‫تثنية‬ ‫ا‬َ‫م‬ُ‫ه‬ُ‫د‬ْ‫ب‬َ‫ع‬ ‫ا‬َ‫م‬ِ‫ه‬ِ‫ب‬ ‫ا‬َ‫م‬ُ‫ه‬َ‫ب‬َ‫ر‬َ‫ض‬ ‫ال‬َ‫ع‬َ‫ف‬ ‫ا‬َ‫م‬ُ‫ه‬‫ّا‬‫ي‬ِ‫ا‬ ‫ا‬َ‫م‬ُ‫ه‬ ‫جمع‬ ْ‫م‬ُ‫ه‬ُ‫د‬ْ‫ب‬َ‫ع‬ ْ‫م‬ِ‫ه‬ِ‫ب‬ ْ‫م‬ُ‫ه‬َ‫ب‬َ‫ر‬َ‫ض‬ ‫ا‬ ْ‫و‬ُ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ف‬ ْ‫م‬ُ‫ه‬‫ّا‬‫ي‬ِ‫ا‬ ْ‫م‬ُ‫ه‬ ‫غائبة‬ ‫مؤنث‬ ‫مفرد‬ ‫َا‬‫ه‬ُ‫د‬ْ‫ب‬َ‫ع‬ ‫ا‬َ‫ه‬ِ‫ب‬ ‫ا‬َ‫ه‬َ‫ب‬َ‫ر‬َ‫ض‬ ْ‫ت‬َ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ف‬ ‫َا‬‫ه‬‫ّا‬‫ي‬ِ‫ا‬ َ‫ِي‬‫ه‬ ‫تثنية‬ ‫ا‬َ‫م‬ُ‫ه‬ُ‫د‬ْ‫ب‬َ‫ع‬ ‫ا‬َ‫م‬ِ‫ه‬ِ‫ب‬ ‫ا‬َ‫م‬ُ‫ه‬َ‫ب‬َ‫ر‬َ‫ض‬ ‫َا‬‫ت‬َ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ف‬ َ‫ُم‬‫ه‬‫ّا‬‫ي‬ِ‫ا‬ ‫ا‬َ‫م‬ُ‫ه‬ ‫جمع‬ ّ‫ُن‬‫ه‬ُ‫د‬ْ‫ب‬َ‫ع‬ ّ‫ن‬ِ‫ه‬ِ‫ب‬ ّ‫ن‬ُ‫ه‬َ‫ب‬َ‫ر‬َ‫ض‬ َ‫ن‬ْ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ف‬ ّ‫ُن‬‫ه‬‫ّا‬‫ي‬ِ‫ا‬ ّ‫ُن‬‫ه‬ ‫مذك‬ ‫ر‬ ‫مخا‬ ‫طب‬ ‫مفرد‬ َ‫ُك‬‫د‬ْ‫ب‬َ‫ع‬ َ‫ك‬ِ‫ب‬ َ‫ك‬َ‫ب‬َ‫ر‬َ‫ض‬ َ‫ت‬ْ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ف‬ َ‫ّاك‬‫ي‬ِ‫ا‬ َ‫ت‬ْ‫ن‬َ‫ا‬
  • 27.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 27 ‫تثنية‬ ‫ا‬َ‫م‬ُ‫ك‬ُ‫د‬ْ‫ب‬َ‫ع‬ ‫ا‬َ‫م‬ُ‫ك‬ِ‫ب‬ ‫ا‬َ‫م‬ُ‫ك‬َ‫ب‬َ‫ر‬َ‫ض‬ ‫ا‬َ‫م‬ُ‫ت‬ْ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ف‬ ‫ا‬َ‫م‬ُ‫ك‬‫ّا‬‫ي‬ِ‫ا‬ ‫ا‬َ‫م‬ُ‫ت‬ْ‫ن‬َ‫ا‬ ‫جمع‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬ُ‫د‬ْ‫ب‬َ‫ع‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬ِ‫ب‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬َ‫ب‬َ‫ر‬َ‫ض‬ ْ‫م‬ُ‫ت‬ْ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ف‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬‫ّا‬‫ي‬ِ‫ا‬ ْ‫م‬ُ‫ت‬ْ‫ن‬َ‫ا‬ ‫مخاطبة‬ ‫مؤنث‬ ‫مفرد‬ ِ‫ُك‬‫د‬ْ‫ب‬َ‫ع‬ ِ‫ك‬ِ‫ب‬ ِ‫ك‬َ‫ب‬َ‫ر‬َ‫ض‬ ِ‫ت‬ْ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ف‬ ِ‫ّاك‬‫ي‬ِ‫ا‬ ِ‫ت‬ْ‫ن‬َ‫ا‬ ‫تثنية‬ ‫ا‬َ‫م‬ُ‫ك‬ُ‫د‬ْ‫ب‬َ‫ع‬ ‫ا‬َ‫م‬ُ‫ك‬ِ‫ب‬ ‫ا‬َ‫م‬ُ‫ك‬َ‫ب‬َ‫ر‬َ‫ض‬ َ‫م‬ُ‫ت‬ْ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ف‬ ‫ا‬َ‫م‬ُ‫ك‬‫ّا‬‫ي‬ِ‫ا‬ ‫ا‬َ‫م‬ُ‫ت‬ْ‫ن‬َ‫ا‬ ‫جمع‬ ّ‫ن‬ُ‫ك‬ُ‫د‬ْ‫ب‬َ‫ع‬ ّ‫ن‬ُ‫ك‬ِ‫ب‬ ّ‫ن‬ُ‫ك‬َ‫ب‬َ‫ر‬َ‫ض‬ ّ‫ن‬ُ‫ت‬ْ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ف‬ ّ‫ن‬ُ‫ك‬‫ّا‬‫ي‬ِ‫ا‬ ّ‫ن‬ُ‫ت‬ْ‫ن‬َ‫ا‬ ْ‫ه‬َ‫د‬ْ‫ح‬ َ‫و‬ ْ‫م‬ِ‫َل‬‫ك‬َ‫ت‬ُ‫م‬ ْ‫ي‬ِ‫د‬ْ‫ب‬َ‫ع‬ ْ‫ي‬ِ‫ب‬ ْ‫ي‬ِ‫ن‬َ‫ب‬َ‫ر‬َ‫ض‬ ُ‫ت‬ْ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ف‬ ّ‫ي‬‫ّا‬‫ي‬ِ‫ا‬ ‫َا‬‫ن‬َ‫ا‬ ِ ‫ْر‬‫ي‬َ‫غ‬ْ‫ال‬ َ‫ع‬َ‫م‬ ْ‫م‬ِ‫َل‬‫ك‬َ‫ت‬ُ‫م‬ ‫ه‬َ‫س‬ْ‫ف‬َ‫ن‬ ْ‫م‬ِ‫ظ‬َ‫ع‬ُ‫م‬ ْ‫و‬َ‫ا‬ ‫َا‬‫ن‬ُ‫د‬ْ‫ب‬َ‫ع‬ ‫َا‬‫ن‬ِ‫ب‬ ‫َا‬‫ن‬َ‫ب‬َ‫ر‬َ‫ض‬ ‫َا‬‫ن‬ْ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ف‬ ‫َا‬‫ن‬‫ّا‬‫ي‬ِ‫ا‬ ُ‫ن‬ْ‫َح‬‫ن‬ Ciri Mahal I’rob Dhomir Muttasil  Mahal Nashob Jika gandeng dengan fi’il. Contoh : ُ‫ه‬َ‫ب‬َ‫ر‬َ‫ض‬  Mahal Jer Jika gandeng dengan isim atau huruf jer. Contoh : ُ‫ه‬ُ‫د‬ْ‫ب‬َ‫ع‬ ِ‫ه‬ِ‫ب‬ , 4. Isim ma’rifat karena berupa isim maushul (kata penghubung) Nadhomnya َ‫و‬ ِ‫م‬ َ ‫ال‬ُ‫غ‬ْ‫ال‬ َ‫و‬ ْ‫ي‬ِ‫ن‬ْ‫ب‬‫ا‬ َ‫و‬ َ‫د‬ْ‫ن‬ِ‫ه‬ َ‫و‬ # ْ‫ي‬ِ‫ذ‬ َ‫و‬ ْ‫م‬ُ‫ه‬َ‫ك‬ ‫ة‬َ‫ف‬ ِ ‫ر‬ْ‫ع‬َ‫م‬ ُ‫ه‬ُ‫ْر‬‫ي‬َ‫غ‬ َ‫و‬ ‫ِي‬‫ذ‬ّ‫ل‬‫ا‬ ISIM MAUSHUL adalah kata penghubung antar kalimat. Tabel Isim Maushul Menunjukkan Isim Maushul Khusus UMUM (mufrod, tatsniyah, jama’, & mudzakkar,muannats) Muannats Mudzakkar ْ‫د‬ َ‫ر‬ْ‫ف‬ُ‫م‬ ْ‫ي‬ِ‫ت‬ّ‫ل‬‫ا‬ ْ‫ي‬ِ‫ذ‬ّ‫ل‬‫ا‬ ْ‫ن‬َ‫م‬
  • 28.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 28 ْ‫ة‬َ‫ي‬ِ‫ن‬ْ‫ث‬َ‫ت‬ ِ‫ْن‬‫ي‬َ‫ت‬ّ‫ل‬‫ال‬/ِ‫َان‬‫ت‬ّ‫ل‬‫ال‬ ِ‫ْن‬‫ي‬َ‫ذ‬ّ‫ل‬‫ال‬/ِ‫ان‬َ‫ذ‬ّ‫ل‬‫ال‬ Dan ‫ا‬َ‫م‬ ْ‫ع‬َ‫م‬َ‫ج‬ ْ‫ي‬ِ‫ئ‬َ‫الال‬/ْ‫ي‬ِ‫ت‬ ّ ‫الال‬ َ‫ْن‬‫ي‬ِ‫ذ‬ّ‫ل‬‫ا‬ KETERANGAN Setelah isim maushul pasti ada silah (‫)صلة‬ dan A’id (‫)عائد‬  Shilah adalah jumlah atau serupa jumlah setelah isim maushul  A’id adalah dhomir yang kembali pada isim maushul yang sesuai dalam : a. Mufrod-Tatsniyah, Jama’nya, b. Mudzakkar-Muannatsnya. KETERANGAN Shilah bisa berupa : A. Jumlah Ismiyah apabila kalimat pertama setelah isim maushul berupa kalimat isim B. Jumlah Fi’liyah apabila kalimat pertama setelah isim maushul berupa kalimat fi’il C. Syibhu Jumlah apabila kalimat pertama setelah isim maushul berupa dhorof atau jer majrur D. Shilah yang berupa syibhu jumlah, maka mengira-ngirakan ّ‫ر‬َ‫ق‬َ‫ت‬ْ‫س‬ِ‫ا‬ yang sekaligus menyimpan dhomir yang menjadi ‘Aid. Nadhomnya ‫مشتمله‬ ‫َلئق‬ ‫ضمير‬ ‫على‬ # ‫صله‬ ‫بعده‬ ‫يلزم‬ ‫وكلها‬ ‫كفل‬ ‫ابنه‬ ‫الذي‬ ‫عندي‬ ‫كمن‬ ‫به‬ # ‫وصل‬ ‫الذي‬ ‫شبهها‬ ‫أو‬ ‫وجملة‬ Tabel Arti Isim Maushul Makna jawa Arti murod Isim maushul NO Wong kang.... Seorang lelaki yang... ْ‫ي‬ِ‫ذ‬ّ‫ال‬ 1 Wong akeh kang...... Orang-orang yang.... َ‫ْن‬‫ي‬ِ‫ذ‬ّ‫ل‬‫ا‬ 2 Wadon kang........ Satu wanita yang.... ْ‫ي‬ِ‫ت‬ّ‫ل‬‫ا‬ 3 Wadon akeh kang...... Wanita-wanita yang..... ْ‫ي‬ِ‫ئ‬َ‫الال‬/ْ‫ي‬ِ‫ت‬ ّ ‫الال‬ 4
  • 29.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 29 Wong lanang luru kang..... Dua laki-laki yang.... ِ‫ان‬َ‫ذ‬ّ‫ل‬‫ال‬ 5 Wong lanang luru kang..... Dua laki-laki yang... ِ‫ْن‬‫ي‬َ‫ذ‬ّ‫ل‬‫ال‬ 6 Wadon luru kang... Dua perempuan yang... ِ‫َان‬‫ت‬ّ‫ل‬‫ال‬ 7 Wadon luru kang..... Dua perempuan yang.... ِ‫ْن‬‫ي‬َ‫ت‬ّ‫ل‬‫ال‬ 8 Barang/barang” kang... Barang yang.... ‫ا‬َ‫م‬ 9 Wong kang.... Orang/orang” yang.... ْ‫ن‬َ‫م‬ 10 5. Isim Isyaroh Isim Isyaroh adalah kata yang digunakan untuk menunjuk sesuatu, baik orang maupun benda. Tabel Isim Isyaroh YANG DI TUNJUK (MUSYAR ILAIH) ARTI WAQI’ ISIM ISYAROH Dekat Ini ‫مذكر‬ ‫مفرد‬ ‫ا‬‫َذ‬‫ه‬ Ini ‫مذكر‬ ‫تثنية‬ ِ‫ْن‬‫ي‬َ‫ذ‬َ‫ه‬/ِ‫ان‬َ‫ذ‬َ‫ه‬ Mereka ‫مذكر‬ ‫جمع‬ ِ‫ء‬ َ ‫َُل‬‫ؤ‬َ‫ه‬ Ini ‫مؤنث‬ ‫مفرد‬ ِ‫ه‬ِ‫ذ‬َ‫ه‬ Ini ‫مؤنث‬ ‫تثنية‬ ِ‫ْن‬‫ي‬َ‫ت‬‫َا‬‫ه‬/ِ‫َان‬‫ت‬‫َا‬‫ه‬ mereka ‫مؤنث‬ ‫جمع‬ ِ‫ء‬ َ ‫َُل‬‫ؤ‬َ‫ه‬ Jauh Itu ‫مذكر‬ َ‫ِك‬‫ل‬َ‫ذ‬ Itu ‫مذكر‬ َ‫ِك‬‫ن‬ْ‫ي‬َ‫ذ‬/َ‫ِك‬‫ن‬‫ا‬َ‫ذ‬ Itu ‫مؤنث‬ َ‫ك‬ْ‫ل‬ِ‫ت‬ Itu ‫مؤنث‬ َ‫ِك‬‫ن‬ْ‫ي‬َ‫ت‬ / َ‫ِك‬‫ن‬‫َا‬‫ت‬ mereka ‫مذكر‬ + ‫مؤنث‬ َ‫ِك‬‫ئ‬َ‫ل‬‫و‬ُ‫أ‬ Tempat jauh Disana َ‫َاك‬‫ن‬ُ‫ه‬ / َ‫ِك‬‫ل‬‫َا‬‫ن‬ُ‫ه‬ / ّ‫م‬َ‫ث‬ Tempat dekat Disini ‫َا‬‫ن‬ُ‫ه‬َ‫ه‬ / ‫َا‬‫ن‬ُ‫ه‬
  • 30.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 30 RUMUS ISIM ISYAROH 1. Dalam isim isyaroh, kata yang ditunjuk disebut “musyar ilaih” 2. Musyar ilaih harus sesuai dengan isim isyaroh dalam mufrod,tatsniyah dan jama’nya, juga dalam mudzakkar – muannatsnya. 3. Musyar ilaih setelah isim isyaroh yang diawali “AL” I’robnya mengikuti isim isyaroh, bisa menjadi na’at, Athof bayan, atau badal. Contoh : Rofa’ : ‫ا‬ َ‫ِك‬‫ل‬‫ا‬َ‫ذ‬ ُ‫اب‬َ‫ت‬ِ‫ك‬ْ‫ل‬ - Nashob : َ‫ن‬َ‫أ‬ ْ‫ر‬ُ‫ق‬ْ‫ال‬ ‫ا‬َ‫ذ‬َ‫ه‬ ‫َا‬‫ن‬ْ‫ل‬ َ‫ز‬ْ‫ن‬َ‫أ‬ ‫ا‬ّ‫ن‬ِ‫ا‬ - Jer : ِ‫ة‬َ‫ي‬ ْ‫ر‬َ‫ق‬ْ‫ال‬ ِ‫ه‬ِ‫ذ‬َ‫ه‬ ِ‫ل‬ْ‫ه‬َ‫أ‬ ‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ Nadhomnya ‫بدل‬ ‫أو‬ ‫بيان‬ ‫او‬ ‫عطف‬ ‫يعرب‬ # ‫بأل‬ ‫إشارة‬ ‫بعد‬ ‫معرف‬ 4. Kalimat setelah isim isyaroh jika tidak diawali “AL” maka bukan musyar ilaih. Contoh : َ‫ك‬ْ‫ل‬ِ‫ت‬ ‫َاب‬‫ت‬ِ‫ك‬ْ‫ال‬ ُ‫ات‬َ‫ي‬َ‫ا‬ 6. Isim yang dimudhofkan pada salah satu 5 isim ma’rifat diatas (IDHOFAH) Idhofah adalah : menyandarkan satu isim pada isim yang lain, isim pertama disebut mudhof, dan isim yang kedua disebut mudhof ilaih. Contoh ‫ا‬َ‫ذ‬َ‫ه‬ ُ‫اب‬َ‫ت‬ِ‫ك‬ ُ‫اب‬َ‫ت‬ِ‫ك‬ ُ‫أ‬َ‫ر‬ْ‫ق‬َ‫ي‬ ْ‫ِي‬‫ذ‬َّ‫ل‬‫ا‬ ‫ا‬َ‫م‬ُ‫ه‬ُ‫ب‬‫ا‬َ‫ت‬ِ‫ك‬ ٍ‫د‬َّ‫م‬َ‫ح‬ُ‫م‬ ُ‫اب‬َ‫ت‬ِ‫ك‬ ِ‫ل‬ُ‫ج‬َّ‫الر‬ ُ‫اب‬َ‫ت‬ِ‫ك‬ ِ‫ل‬ُ‫ج‬ّ‫الر‬ ُ‫اب‬َ‫ت‬ِ‫ك‬ : Susunan Idhofah. ُ‫اب‬َ‫ت‬ِ‫ك‬ : Mudhof ِ‫ل‬ُ‫ج‬ّ‫الر‬ : Mudhof ilaih Pembagian Idhofah ada dua  Mahdhoh / maknawi adalah mudhof yang berupa isim sifat dan beramal pada mudhof ilahi Contoh : ٍ‫د‬ْ‫ي‬َ‫ز‬ ُ‫ب‬ ِ ‫ار‬َ‫ض‬  Ghoiru Mahdhoh / lafdzi adalah sebaliknya dan mengira”kan huruf jer ‫َلم‬ ، ‫في‬ ، ‫من‬ Contoh : ٍ‫د‬ْ‫ي‬َ‫ز‬ ُ‫م‬ َ ‫ال‬ُ‫غ‬ ٍ‫د‬ْ‫ي‬َ‫ز‬ِ‫ل‬ ُ‫م‬ َ ‫ال‬ُ‫غ‬ Nadhomnay ‫ا‬َ‫ذ‬ِ‫إ‬ ‫ي‬ِ‫ف‬ ْ‫و‬َ‫أ‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬ ‫و‬ْ‫ن‬‫ا‬ َ‫و‬ ْ‫ر‬ُ‫ر‬ْ‫اج‬ َ‫ي‬ِ‫ن‬‫ا‬ّ‫ث‬ْ‫ال‬ َ‫و‬ # ّ‫َل‬‫إ‬ ِ‫ح‬ُ‫ل‬ْ‫ص‬َ‫ي‬ ْ‫م‬َ‫ل‬ ‫ا‬َ‫ذ‬ُ‫خ‬ َ‫م‬ّ‫ال‬ْ‫وال‬ َ‫اك‬َ‫ذ‬
  • 31.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 31 I’ROBNYA IDHOFAH I’robnya mudhof : sesuai amil yang masuk, serta tidak boleh ada “AL”, Tanwin, Dan nun tatsniyah dan Nun Jama : Nadhomnya ْ‫ل‬َ‫أ‬ َ‫و‬ ‫والندا‬ ِ‫والتنوين‬ ِ ‫بالجر‬ # ْ‫حصل‬ ‫تمييز‬ ِ‫لالسم‬ ٍ‫د‬‫ومسن‬ I’robnya Mudhof Ilaih : diba‫َل‬ca jer. Nadhomnya ‫َا‬‫ن‬‫ي‬ِ‫و‬ْ‫ن‬َ‫ت‬ ْ‫و‬َ‫أ‬ َ‫اب‬َ‫ْر‬‫ع‬ِ‫اإل‬ ‫ي‬ِ‫ل‬َ‫ت‬ ‫َا‬‫ن‬‫و‬ُ‫ن‬ # ‫ا‬ّ‫م‬ِ‫م‬ َ‫ْن‬‫ي‬ِ‫س‬ ِ ‫ر‬ ْ‫و‬ُ‫ط‬َ‫ك‬ ‫ِف‬‫ذ‬ْ‫اح‬ ُ‫ْف‬‫ي‬ ِ ‫ض‬ُ‫ت‬
  • 32.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 32 ( BAB 2 ) MUDZAKKAR DAN MUANNATS A. MUDZAKKAR DAN MUANNATS  Pengertian Mudzakkar adalah kata yang menunjukkan arti laki laki contoh ‫ْت‬‫ي‬ِ‫ب‬  Muannats adalah kalimat yang menunjukkan arti perempuan, Biasanya diakhiri TA’ (‫)ة‬ atau ALIF (‫ا‬/‫)ى‬, ada juga yang tidak bertanda Contoh : ُ‫ة‬َ‫م‬ِ‫اط‬َ‫ف‬ Nadhomnya ‫ألف‬ ‫أو‬ ‫تاء‬ ‫أنيث‬‫الت‬ ‫عالمة‬ # ‫كالكتف‬ ‫ا‬‫الت‬ ‫روا‬‫قد‬ ‫أسام‬ ‫فى‬ ‫و‬  Pembagian Muannats : 1) Haiqiq 2.) Majazi 1) Haqiqi adalah lafadz yang makna perempuan memiliki tanda Contoh :ُ‫ة‬َ‫م‬ِ‫اط‬َ‫ف‬ 2) Majazi adalah muannats yang tidak memiliki tanda Contoh ُ‫َب‬‫ن‬ْ‫ي‬ َ‫ز‬  Tanda – Tanda Muannats  Ta’ Marbutho :ُ‫ة‬َ‫م‬ِ‫اط‬َ‫ف‬  Alif Maqsuroh : ‫َى‬‫ن‬ْ‫س‬ُ‫ح‬  Alif Mamdudah : ُ‫ء‬‫ا‬َ‫ض‬ْ‫ي‬َ‫ب‬ *redaksi lain dari ta’ marbutho adalah ta’ mutaharikah  Termasuk muannats majazai : 1) badan sepasang 2) di nash al qur’an 3) benda langit 4)menumjukkan khususiyah perempuan
  • 33.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 33 Contoh : ‫س‬ْ‫م‬َ‫ش‬  Muannats dengan melihat qorenah :  Menggunakan dhomir muannats ‫هي‬  Menggunakan Isyarah muannats ‫هذه‬  Menggunakan Mausul muannats ‫التي‬  Isim – Isim Yang Boleh Mudzakar Dan Muannats . ‫َة‬‫خ‬ْ‫ل‬َ‫س‬ ، ‫َاة‬‫ش‬ ، ‫ّة‬‫ي‬َ‫ح‬ ، ‫ة‬َ‫ع‬ِ‫ب‬‫ا‬َ‫ر‬ . ‫ْل‬‫ي‬ِ‫ب‬َ‫س‬ ، ‫ْن‬‫ي‬ِ‫ك‬ِ‫س‬ ، ‫ق‬ُ‫ن‬ُ‫ع‬ ،‫ر‬ْ‫م‬َ‫خ‬ ، ‫ْق‬‫ي‬ ِ ‫ر‬َ‫ط‬ ، ‫ق‬ ْ‫و‬ُ‫س‬ ، ‫ان‬َ‫س‬ِ‫ل‬ ، ‫اع‬َ‫ِر‬‫ذ‬ ، ‫ح‬ َ ‫ال‬ِ‫س‬ ، ‫اع‬َ‫ص‬ ، ‫و‬ْ‫ل‬َ‫د‬
  • 34.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 34 (BAB 3) ISIM ADAD (HITUNGAN) A. ISIM ADAD  Pengertian Isim adad adalah setiap kata yang berarti hitungan mulai 1,2,3 dan seterusnya. Macam-macam Isim adad ada 3.  Adad Mufrod  Adad Murokkab  Adad Athof  ADAD MUFROD Adad Mufrod yaitu isim adad mulai dari 1 sampai 10. Untuk ma’dud Mu’annats Untuk ma’dud Mudzakkar No ‫واحد‬ ‫واحد‬ 01 ‫اثنان‬ ‫اثنان‬ 02 ‫ثَلثة‬ ‫ثَلث‬ 03 ‫أربعة‬ ‫أربع‬ 04 ‫خمسة‬ ‫خمس‬ 05 ‫ستة‬ ‫ست‬ 06 ‫سبعة‬ ‫سبع‬ 07 ‫ثمانية‬ ‫ثماني‬ 08 ‫تسعة‬ ‫تسع‬ 09 ‫عشرة‬ ‫عشر‬ 10 ‫مائة‬ ‫مائة‬ 100
  • 35.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 35 ٌ‫ف‬ْ‫ل‬َ‫أ‬ ٌ‫ف‬ْ‫ل‬َ‫أ‬ 1000 Ma’dud Mu’annats Ma’dud Mudzakkar KETERANGAN Kata setelah adad mufrod dibaca jer karena menjadi mudhof ilaih. Contoh : ٍ‫ت‬‫ا‬َ‫ع‬َ‫ك‬َ‫ر‬ ُ‫س‬ْ‫م‬َ‫خ‬ ,ٍ‫ة‬َ‫د‬ْ‫ل‬َ‫ج‬ ُ‫ة‬َ‫ئ‬‫ا‬ِ‫م‬  ADAD MUROKKAB Adad murokkab ialah isim adad dari 11 sampai 19. Untuk ma’dud Mu’annats Untuk ma’dud Mudzakkar No ‫عشر‬ ‫أحد‬ ‫عشر‬ ‫أحد‬ 11 ‫عشر‬ ‫اثنا‬ ‫عشر‬ ‫اثنا‬ 12 ‫عشر‬ ‫ثالثة‬ ‫عشر‬ ‫ثالث‬ 13 ‫عشر‬ ‫أربعة‬ ‫عشر‬ ‫أربع‬ 14 ‫عشر‬ ‫خمسة‬ ‫عشر‬ ‫خمس‬ 15 ‫عشر‬ ‫ستة‬ ‫عشر‬ ‫ست‬ 16 ‫عشر‬ ‫سبعة‬ ‫عشر‬ ‫سبع‬ 17 ‫عشر‬ ‫ثمانية‬ ‫عشر‬ ‫ثماني‬ 18 ‫عشر‬ ‫تسعة‬ ‫عشر‬ ‫تسع‬ 19
  • 36.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 36 KETERANGAN 1 1. Kedua lafadz adad murokkab selalu mabni fathah, Kecuali ‫َا‬‫ن‬ْ‫ث‬ِ‫ا‬ dan ‫َا‬‫ت‬َ‫ن‬ْ‫ث‬ِ‫ا‬ , maka i’robnya sama dengan isim tatsniyah. 2. Lafadz setelah adad murokkab dibaca nashob dengan fathah. KETERANGAN 2 Adad murokkab yang ikut wazan ‫ل‬ِ‫ع‬‫ا‬َ‫ف‬ juga mabni fathah. Seperti : َ‫َر‬‫ش‬َ‫ع‬ ْ‫ي‬ِ‫ن‬‫ا‬ّ‫ث‬‫ال‬ َ‫و‬ kecuali َ‫َر‬‫ش‬َ‫ع‬ ْ‫ي‬ِ‫د‬‫ا‬َ‫ح‬ dan ْ‫ي‬ِ‫ن‬‫ا‬َ‫ث‬ َ‫َر‬‫ش‬َ‫ع‬, maka i’robnya lafadz yang pertama sebagaimana i’rob isim manqush, Sedangkan lafadz yang kedua tetap mabni fathah.  ADAD ATHOF Adad athof adalah hitungan 20 ke atas yang dirangkai dengan huruf athof (‫)و‬. َ‫ن‬ ْ‫و‬ُ‫ر‬ْ‫ش‬ِ‫ع‬ َ‫و‬ ‫ة‬َ‫ع‬ْ‫ب‬َ‫س‬ َ‫ن‬ ْ‫و‬ُ‫ر‬ْ‫ش‬ِ‫ع‬ َ‫و‬ ‫ة‬َ‫ع‬َ‫ب‬ ْ‫ر‬َ‫أ‬ َ‫ن‬ ْ‫و‬ُ‫ر‬ْ‫ش‬ِ‫ع‬ َ‫و‬ ‫د‬ ِ‫اح‬ َ‫و‬ َ‫ن‬ ْ‫و‬ُ‫ر‬ْ‫ش‬ِ‫ع‬ َ‫و‬ ‫ّة‬‫ي‬ِ‫ن‬‫ا‬َ‫م‬َ‫ث‬ َ‫ن‬ ْ‫و‬ُ‫ر‬ْ‫ش‬ِ‫ع‬ َ‫و‬ َ ‫ة‬َ‫س‬ْ‫م‬َ‫خ‬ َ‫ن‬ ْ‫و‬ُ‫ر‬ْ‫ش‬ِ‫ع‬ َ‫و‬ ‫ثنان‬ِ‫إ‬ َ‫ن‬ ْ‫و‬ُ‫ر‬ْ‫ش‬ِ‫ع‬ َ‫و‬ ‫ة‬َ‫ع‬ْ‫س‬ِ‫ت‬ َ‫ن‬ ْ‫و‬ُ‫ر‬ْ‫ش‬ِ‫ع‬ َ‫و‬ ‫ة‬ّ‫ت‬ِ‫س‬ َ‫ن‬ ْ‫و‬ُ‫ر‬ْ‫ش‬ِ‫ع‬ َ‫و‬ ‫ة‬َ‫ث‬ َ ‫ال‬َ‫ث‬
  • 37.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 37 ( BAB 4 ) JAMID DAN MUSYTAQ A. ISIM JAMID  Isim jamid adalah isim yang tidak diambil dari kata lain.  Isim jamid anatara lain adalah : Nama (baik orang atau benda) Contoh ُ‫َب‬‫ن‬ْ‫ي‬َ‫ز‬ Masdar ghoiru mim dari fi’il madhi tiga huruf contoh ‫ا‬‫م‬ْ‫ل‬ِ‫ع‬ B. ISIM MUSYTAQ  Isim musytaq adalah isim yang bisa diambil dari kata lain (masdar)  Isim Musytaq antara lain : 1. Masdar ghoiru mim selain masdar fi’il tsulasi mujarrod Wazannya : ِ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫ت‬ ، ‫ْال‬‫ي‬ِ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫ت‬ ‫اَل‬َ‫ع‬ْ‫ف‬ِ‫ت‬ْ‫س‬ِ‫ا‬ ، ‫لضاَل‬ِ‫ع‬ْ‫ف‬ِ‫ا‬ ، ‫اَل‬َ‫ع‬ِ‫ف‬ْ‫ن‬ِ‫ا‬ ، ‫اَل‬َ‫ع‬ِ‫ت‬ْ‫ف‬ِ‫ا‬ ، ‫ال‬ُّ‫ع‬َ‫ف‬َ‫ت‬ ، ‫ُال‬‫ع‬‫ا‬َ‫ف‬َ‫ت‬ ، ‫اَل‬َ‫ع‬ْ‫ف‬ِ‫إ‬ ، ‫ة‬َ‫ل‬َ‫ع‬‫ا‬َ‫ف‬ُ‫م‬ ، ‫ة‬َ‫ل‬ 2. Masdar Mim adalah : Masdar yang diawali oleh MIM (‫)م‬ selain wazan ‫ة‬َ‫ل‬َ‫ع‬‫ا‬َ‫ف‬ُ‫م‬ Wazanya : ‫ال‬َ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫ت‬ْ‫س‬ُ‫م‬ ، ‫ال‬َ‫ع‬ْ‫ف‬ُ‫م‬ ، ‫ال‬َ‫ع‬َ‫ف‬ْ‫ن‬ُ‫م‬ ،‫ال‬َ‫ع‬َ‫ت‬ْ‫ف‬ُ‫م‬ ،‫ال‬َ‫ع‬َ‫ف‬َ‫ت‬ُ‫م‬ ، ‫ال‬َ‫ع‬‫ا‬َ‫ف‬َ‫ت‬ُ‫م‬ ، ‫ال‬َ‫ع‬ْ‫ف‬ُ‫م‬، ‫ال‬ّ‫ع‬َ‫ف‬ُ‫م‬ ، ‫ال‬َ‫ع‬ْ‫ف‬ُ‫م‬ 3. Isim fail adalah : isim musytaq yang berarti “orang yang..../sesuatu yang....” (subjek/Pelaku) Wazanya : ، ‫ل‬ِ‫ع‬‫ا‬َ‫ف‬ُ‫م‬ ، ‫ل‬ِ‫ع‬َ‫ف‬ُ‫م‬ ، ‫ل‬ِ‫ع‬‫ا‬َ‫ف‬ ‫ل‬ِ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫ت‬ْ‫س‬ُ‫م‬ ، ‫ل‬َ‫ع‬ْ‫ف‬ُ‫م‬ ، ‫ل‬ِ‫ع‬َ‫ف‬ْ‫ن‬ُ‫م‬، ‫ل‬ِ‫ع‬َ‫ت‬ْ‫ف‬ُ‫م‬ ، ‫ل‬ِ‫ع‬َ‫ف‬َ‫ت‬ُ‫م‬ ، ‫ل‬ِ‫ع‬‫ا‬َ‫ف‬َ‫ت‬ُ‫م‬ ، ‫ل‬ِ‫ع‬ْ‫ف‬ُ‫م‬ 4. Isim maf’ul adalah : isim musytaq yang berarti “orang yang di....” / Sesuatu yang di.....” (obyek/sasaran) Wazanya : ، ‫ل‬ ْ‫و‬ُ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫م‬ ُ‫م‬ ، ‫ل‬َ‫ع‬ْ‫ف‬ُ‫م‬ ، ‫ل‬َ‫ع‬‫ا‬َ‫ف‬ُ‫م‬ ، ‫ل‬ّ‫ع‬َ‫ف‬ُ‫م‬ ‫ل‬َ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫ت‬ْ‫س‬ُ‫م‬ ، ‫ل‬َ‫ع‬ْ‫ف‬ُ‫م‬ ، ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ف‬ْ‫ن‬ُ‫م‬، ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ت‬ْ‫ف‬ُ‫م‬ ، ‫ل‬ّ‫ع‬َ‫ف‬َ‫ت‬ُ‫م‬ ، ‫ل‬َ‫ع‬‫ا‬َ‫ف‬َ‫ت‬ 5. Isim zaman adalah : isim yang menunjukkan arti zaman Wazanya : ‫ل‬ِ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫م‬ ، ‫ل‬َ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫م‬ 6. Isim makan adalah : isim yang menunjukkan arti tempat Wazanya :‫ل‬ِ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫م‬ ، ‫ل‬َ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫م‬ Isim Jamid Nama (baik orang atau benda) Masdar ghoiru mim dari fi’il madhi tiga huruf
  • 38.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 38 7. Isim alat adalah : isim musytaq yang berarti “alat untuk membuat sesuatu” Wazanya :‫ال‬َ‫ع‬ْ‫ف‬ِ‫م‬ ، ‫ل‬َ‫ع‬ْ‫ف‬ِ‫م‬ ، ‫ة‬َ‫ل‬َ‫ع‬ْ‫ف‬ِ‫م‬ 8. Isim tashghir adalah : isim musytaq yang dibentuk untuk “mengecilkan” Wazanya :‫ْل‬‫ي‬ِ‫ع‬ْ‫ي‬َ‫ع‬ُ‫ف‬ ، ‫ل‬ِ‫ع‬ْ‫ي‬َ‫ع‬ُ‫ف‬ ، ‫ْل‬‫ي‬َ‫ع‬ُ‫ف‬ 9. Isim tafdhil adalah : isim musytaq yang bermakna “lebih.....dari/paling Wazanya :‫ى‬َ‫ل‬ْ‫ع‬ُ‫ف‬ ، ُ‫ل‬َ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫أ‬ 10. Isim nasab adalah : isim musytaq yang diakhiri ya’ nisbat yang bermakna kang bongso Contoh :‫ي‬ ِ‫ر‬َ‫م‬َ‫ق‬ 11. Shighot Mubalaghoh adalah : isim musytaq yang menunjukkan makna “banyak/sangat/maha....” Wazanya : ،‫ول‬ُ‫ع‬َ‫ف‬ ‫ال‬ّ‫ع‬َ‫ف‬ ، ،‫ال‬َ‫ع‬ْ‫ف‬ِ‫م‬ ، ‫يل‬ِ‫ع‬َ‫ف‬ ، ‫ل‬ِ‫ع‬َ‫ف‬ ، ‫ول‬ُ‫ع‬ْ‫ي‬َ‫ف‬ ، ‫ال‬ّ‫ع‬ُ‫ف‬ ‫ْل‬‫ي‬ِ‫ع‬ْ‫ف‬ِ‫م‬ Wazan wazan isim musytaq Contoh Wazan wazan nya Isim musytaq No ‫ا‬‫ْب‬‫ي‬ ِ ‫ْر‬‫ض‬َ‫ت‬ ‫ْال‬‫ي‬ِ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫ت‬ Masdar ghoiru mim selain masdar fi’il tsulasi mujarrod 01 ‫ا‬‫ب‬َ‫ْر‬‫ض‬ُ‫م‬ ‫ال‬َ‫ع‬ْ‫ف‬ُ‫م‬ Masdar mim 02 ‫ب‬ ِ ‫ار‬َ‫ض‬ ‫ل‬ِ‫ع‬‫ا‬َ‫ف‬ Isim fa’il 03 ‫ب‬ ْ‫و‬ُ‫ْر‬‫ض‬َ‫م‬ ‫ل‬ ْ‫و‬ُ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫م‬ Isim maf’ul 04 ‫ب‬َ‫ْر‬‫ض‬َ‫م‬ ‫ل‬َ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫م‬ Isim zaman 05 ‫ب‬َ‫ْر‬‫ض‬َ‫م‬ ‫ل‬َ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫م‬ Isim makan 06 ‫ب‬َ‫ْر‬‫ض‬ِ‫م‬ ‫ل‬َ‫ع‬ْ‫ف‬ِ‫م‬ Isim alat 07 ‫ْل‬‫ي‬َ‫ج‬ُ‫ر‬ ‫ْل‬‫ي‬َ‫ع‬ُ‫ف‬ Isim tasghir 08 ُ‫ل‬َ‫ض‬ْ‫ف‬َ‫أ‬ ُ‫ل‬َ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫أ‬ Isim tafdhil 09 ‫ي‬ ِ‫ر‬َ‫م‬َ‫ق‬ ‫ي‬ ِ ‫ر‬َ‫م‬َ‫ق‬ Isim nasab 10 ‫ام‬ ّ‫و‬َ‫ص‬ ‫ال‬ّ‫ع‬َ‫ف‬ Shighot mubalagoh 11
  • 39.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 39 praktek isim musytaq ‫ل‬ّ‫ع‬َ‫ف‬ُ‫م‬ ْ‫ل‬ِ‫ع‬َ‫ف‬ُ‫ت‬ َ ‫َل‬ ْ‫ل‬ِ‫ع‬َ‫ف‬ ‫ل‬ّ‫ع‬َ‫ف‬ُ‫م‬ َ‫اك‬َ‫ذ‬ َ‫و‬ ‫ل‬ِ‫ع‬َ‫ف‬ُ‫م‬ َ‫و‬ُ‫ه‬َ‫ف‬ ‫ال‬ّ‫ع‬َ‫ف‬ُ‫م‬ ‫اَل‬َ‫ع‬ْ‫ف‬ِ‫ت‬ ‫اَل‬َ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫ت‬ ‫ة‬َ‫ل‬ِ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫ت‬ ‫ْال‬‫ي‬ِ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫ت‬ ُ‫ل‬ِ‫ع‬َ‫ف‬ُ‫ي‬ َ‫ل‬ّ‫ع‬َ‫ف‬ Isim zaman& isim makan Fi’il nahi Fi’il amar Isim maf’ul Isim isyaroh Isim fa’il Isim dhomir Masdar mim Masdar ghoiru mim Fi’il mudhori’ Fi’il madhi ‫ح‬ ّ‫ر‬َ‫ف‬ُ‫م‬ ْ‫ح‬ ِ ‫َر‬‫ف‬ُ‫ت‬ ‫َل‬ ْ‫ح‬ ِ ‫ر‬َ‫ف‬ ‫ح‬ ّ‫ر‬َ‫ف‬ُ‫م‬ َ‫اك‬َ‫ذ‬ َ‫و‬ ‫ح‬ ِ ‫ر‬َ‫ف‬ُ‫م‬ َ‫و‬ُ‫ه‬َ‫ف‬ ‫ح‬ ّ‫ر‬َ‫ف‬ُ‫م‬ ،‫ة‬َ‫ح‬ْ‫ي‬ ِ ‫ر‬ْ‫ف‬َ‫ت‬ ،‫ا‬‫ْح‬‫ي‬ ِ ‫ر‬ْ‫ف‬َ‫ت‬ ‫ا‬‫اح‬ َ‫ر‬ْ‫ف‬ِ‫ت‬ ،‫ا‬‫اح‬ َ‫ر‬ْ‫ف‬َ‫ت‬ ُ‫ح‬ ِ ‫ر‬َ‫ف‬ُ‫ي‬ َ‫ح‬ّ‫ر‬َ‫ف‬
  • 40.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 40 { FASEL 3 } (BAB 1) KALIMAT FI’IL (KATA KERJA) A. KALIMAT FI’IL  Pengertian Kalimat fi’il adalah kata yang menunjukkan arti pekerjaan yang sudah berlalu, sedang atau akan dikerjakan.  Pembagian Kalimat fi'il dilihat dari sisi waktu (zamannya) ada 3 1. Fi'il madi 2. Fi'il mudhori' 3. Fi'il Amr B. FI'IL MADHI  Pengertian fi’il Madhi adalah : kalimat yang mempunyai arti diri sendiri yang bersamaan dengan zaman madi (sudah dikerjakan) contoh : َ‫م‬ّ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ت‬ ،َ‫د‬َ‫ه‬َ‫ت‬ْ‫ج‬ِ‫ا‬ ،َ‫ء‬‫ا‬َ‫ج‬  Tanda tanda fi'il madhi 1. Menerima Ta' ta'nis yang mati ( Ta' yang menunjukkan arti perempuan dan berharokat sukun). Contoh : ْ‫ت‬َ‫ب‬َ‫ت‬َ‫ك‬ 2. Menerima dhomir rofa' mutaharrik. Contoh : َ‫ْت‬‫ب‬َ‫ت‬َ‫ك‬ 3. sambung dengan wawu jamak. Contoh : ‫ا‬ ْ‫ُو‬‫ب‬َ‫ر‬َ‫ض‬  Mabninya fi'il madhi 1. Fathah : apabila tidak gandeng dengan wawu jamak dan dhomir rofa' mutaharrik : َ‫ب‬َ‫ر‬َ‫ض‬ 2. Dhommah : apabila gandeng dengan wawu jama' : ‫ا‬ ْ‫ُو‬‫ب‬َ‫ر‬َ‫ض‬ 3. Sukun : apabila gandeng dengan dhomir rofa' mutaharrik : ُ‫ْت‬‫ب‬َ‫ر‬َ‫ض‬
  • 41.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 41 C. FI'IL MUDHORI'  Pengertian Fi’il Mudhore’ kalimat yang mempunyai arti diri sendiri dan bersamaan dengan zaman Hal ( sedang dilakukan) atau istiqbal (akan dilakukan) contoh : ُ‫ئ‬ْ‫ي‬ ِ‫ج‬َ‫ي‬  Tanda tanda fi'il mudhori' Didahului oleh salah satu dari empat huruf mudhoroah , yaitu : ‫ت‬،‫ي‬،‫ن‬،‫أ‬ yang terkumpul dalam lafadz ‫نأتي‬ ( ‫أ‬ ) : Menunjukkan saya ُ‫ب‬ ِ ‫ْر‬‫ض‬َ‫أ‬ = )‫متكلم‬ ( ( ‫ن‬ ) : Menunjukkan kami ُ‫ب‬ ِ ‫ْر‬‫ض‬َ‫ن‬ = ) ‫الغير‬ ‫مع‬ ‫متكلم‬ ( ( ‫ي‬ ) : Menunjukkan dia ُ‫ب‬ ِ ‫ْر‬‫ض‬َ‫ي‬ = ) ‫غائب‬ ( ( ‫ت‬ ) : Menunjukkan kamu / dia = ُ‫ب‬ ِ ‫ر‬ْ‫ص‬َ‫ت‬  Pembagian fi'il mudhori' 1. Fi'il mudhori' shohih akhir : fi’il mudhori’ yang akhirnya tidak berupa huruf illat (alif,wawu,ya’) dan bukan af’alul khomsah. Contoh : ُ‫ب‬ ِ ‫ْر‬‫ض‬َ‫ي‬  Tanda i’rob untuk fi’il mudhori’ shohih akhir adalah : Rofa’ dengan dhommah, Nashob dengan fathah, dan jazm dengan sukun. Contoh ُ‫ب‬ ِ‫ْر‬‫ض‬َ‫ي‬ َ‫ب‬ ِ ‫ْر‬‫ض‬َ‫ي‬ ْ‫ن‬َ‫ل‬ ْ‫ب‬ ِ ‫ْر‬‫ض‬َ‫ي‬ ْ‫م‬َ‫ل‬ ROFA’ NASHOB JAZM ‫ضمة‬ ‫فتحة‬ ‫سكون‬ 2. Fi’il mudhori’ mu’tal akhir : fi’il mudhori’ yang huruf akhirnya berupa salah satu huruf illat (alif,wawu,ya’) dan bukan af’alul khomsah. Contoh : ْ‫ي‬ِ‫م‬ ْ‫ر‬َ‫ي‬  Tanda i’rob untuk fi’il mudhori’ mu’tal akhir adalah : Rofa’ dengan dhommah yang dikira”kan, nashob dengan fathah yang di kira”kan, jazm dengan membuang huruf illat. o Fi’il mudhori’ mu’tal akhir dibagi menjadi 3 : A. Mu’tal Alif : fi’il mudhori’ yang huruf akhirnya berupa alif. B. Mu’tal ya’ : fi’il mudhori’ yang huruf akhirnya berupa ya’.
  • 42.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 42 C. Mu’tal wawu : fi’il mudhori’ yang huruf akhirnya berupa wawu. I’rob Fi’il mudhori’ mu’tal akhir ‫جزم‬ ‫نصب‬ ‫رفع‬ ‫مضارع‬ ‫فعل‬ ‫علة‬ ‫حرف‬ ‫ممبواع‬ ‫مقدرة‬ ‫فتحة‬ ‫مقدرة‬ ‫ضمة‬ ‫الف‬ ‫معتل‬ ‫َى‬‫ش‬ْ‫خ‬َ‫ي‬ ْ‫م‬َ‫ل‬ ‫َى‬‫ش‬ْ‫خ‬َ‫ي‬ ْ‫ن‬َ‫ل‬ ‫َى‬‫ش‬ْ‫خ‬َ‫ي‬ ‫علة‬ ‫حرف‬ ‫ممبواع‬ ‫ظاهرة‬ ‫فتحة‬ ‫مقدرة‬ ‫ضمة‬ ‫ياء‬ ‫معتل‬ ِ‫م‬ ْ‫ر‬َ‫ي‬ ْ‫م‬َ‫ل‬ َ‫ي‬ِ‫م‬ ْ‫ر‬َ‫ي‬ ْ‫ن‬َ‫ل‬ ْ‫ي‬ِ‫م‬ ْ‫ر‬َ‫ي‬ ‫علة‬ ‫حرف‬ ‫ممبواع‬ ‫ظاهرة‬ ‫فتحة‬ ‫مقدرة‬ ‫ضمة‬ ‫واو‬ ‫معتل‬ ُ‫ز‬ْ‫غ‬َ‫ي‬ ْ‫م‬َ‫ل‬ َ‫و‬ُ‫ز‬ْ‫غ‬َ‫ي‬ ْ‫ن‬َ‫ل‬ ْ ‫و‬ُ‫ز‬ْ‫غ‬َ‫ي‬ 3. A’falul khomsah adalah : fi’il mudhori’ (Baik shohih atau mu’tal) yang berakhiran alif tatsniyah,wawu jama’ dan ya’ muannats mukhotobah. Contoh : ِ‫ن‬ َ ‫ال‬َ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫ي‬  Tanda i’rob untuk af’alul khomsah adalah : Rofa’ dengan tetapnya nun, Nashob dan jazm membuang nun. Contoh ِ‫ن‬ َ ‫ال‬َ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫ي‬ َ ‫ال‬َ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫ي‬ ْ‫ن‬َ‫ل‬ َ ‫ال‬َ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫ي‬ ْ‫م‬َ‫ل‬ ROFA’ NASHOB JAZM Tetapnya Nun Membuang Nun Membuang Nun D. FI'IL AMR  Pengertian Fi’il Amr Kalimat yang menunjukkan perintah terhadap fail ( Pelaku ) contoh : ْ‫ب‬ ِ ‫ْر‬‫ض‬ِ‫ا‬ ( pukullah )  Fi'il Amar mempunyai dua zaman
  • 43.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 43 1. Zaman istiqbal ( akan dikerjakan ) : dipandang karena Memerintah sesuatu yang belum dikerjakan 2. Zaman Hal ( sedang dilakukan ) : memandang dari perintah nya Mabni fi'il Amr  Mabninya Fi’il Amr  Sukun : apabila shohih akhir dan tidak bertemu dengan Alif tatsniyah , wawu jama' dan ya' muannats mukhotobah contoh : ْ‫ب‬ ِ ‫ْر‬‫ض‬ِ‫إ‬  Membuang huruf illat : apabila berakhiran huruf illat contoh : ِ‫م‬ ْ‫ر‬ِ‫إ‬  Membuang nun : apabila bertemu dengan Alif tatsniyah, wawu jama'dan ya'muannats mukhotobah contoh : ‫ا‬ ْ‫ُو‬‫ب‬ ِ ‫ْر‬‫ض‬ِ‫إ‬  Fathah : sambung . nun taukid tsaqilah contoh ْ‫ض‬ِ‫إ‬ ّ‫ن‬َ‫ب‬ ِ ‫ر‬ . nun taukid khofifah contoh ْ‫ن‬َ‫ب‬ ِ ‫ْر‬‫ض‬ِ‫إ‬ nadzomnya ‫يك‬ ‫لم‬ ‫إن‬ ‫واْلمر‬ ‫وحيهل‬ ‫صه‬ ‫نحو‬ ‫اسم‬ ‫هو‬ ‫فيه‬ ‫محل‬ ‫للنون‬ *Keterangan 1. Fi'il mudhori'dan fi'il Amr jika sambung dengan nun taukid tsaqilah ( nun bertasydid) Atau nun taukid Khofifah ( nun yang berharokat sukun ) maka mabni fathah , seperti : ( ّ‫ر‬ُ‫ص‬ٔ ‫ن‬ُ‫ا‬ - ْ‫ن‬ َ‫ر‬ُ‫ص‬ْ‫ن‬ُ‫ا‬ ) dan ( ْ‫ن‬ َ‫ر‬ُ‫ص‬ْ‫ن‬َ‫ي‬ ْ‫م‬َ‫ل‬ - ّ‫ن‬َ‫ل‬ ْ‫و‬ُ‫ق‬َ‫ي‬َ‫ل‬ ) 2. Jika sambung dengan nun jama' muannats maka mabni sukun , seperti : َ‫ْن‬‫ب‬ ِ ‫ْر‬‫ض‬َ‫ي‬ ْ‫ن‬َ‫ل‬ ، َ‫ْن‬‫ب‬ ِ ‫ْر‬‫ض‬ِ‫ا‬ 3. jika fi’il amr mempunyai makna perintah, tapi tidak bisa kemasukan nun taukid maka statusnya bukan lagi amr tapi kalimat isim. Telah dijelaskan dalam contoh : ‫حيهل‬ ، ‫صه‬
  • 44.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 44 (BAB 2) FI’IL MUJARROD DAN MAZID A. FI’IL MUJARROD DAN MAZID  Pengertian Fi’il Mujarrod adalah fi’il yang jumlah huruf aslinya hanya 3 terdiri dari fa’ fi’il, ain dan lam fi’il contoh َ‫ر‬َ‫ف‬َ‫غ‬  Wazanya terdiri dari 6 macam.  Pengertian Fi’il Mazid adalah fi’il yang jumlah huruf aslinya lebih dari 3 terdapat 3 macam yaitu ruba’I, khumasi dan sudasi.  Wazanya ruba’I 3 macam  Wazanya khumasi 5 macam  Wazanya sudasi yang sering di gunakan 1 macam  Fiil ditinjau dari huruf asalnya, Fi’il terbagi menjadi dua, yaitu : 1). Fi’il Tsulasi 2). Fi’il Ruba’i 1. Fi'il Tsulasi Fi'il tsulasi adalah : fi'il yang huruf asalnya terdiri 3 huruf. contoh : َ‫ب‬َ‫ر‬َ‫ض‬ ، َ‫ُن‬‫س‬َ‫ح‬ 2. Fi'il Ruba'i Fi'il Ruba'i adalah : fi'il yang huruf asalnya terdiri dari 4 huruf . Contoh : َ‫ج‬َ‫ر‬ْ‫َح‬‫د‬  Fi'il ditinjau dari tambah atau tidaknya , Fi’il terbagi menjadi dua, yaitu : 1). Fi’il Mujarrod 2). Fi’il Mazid 1. Fi'il mujarrod : fi'il yang semua huruf fi'il madhinya berupa huruf asli ( tidak ada tambahan huruf) . Contoh : َ‫ج‬َ‫ر‬ْ‫َح‬‫د‬ ، َ‫َب‬‫ه‬َ‫ذ‬ 2. Fi'il Mazid : fi'il yang salah satu huruf fi'il madhinya ada tambahan. Contoh : َ‫ج‬َ‫ر‬ْ‫َح‬‫د‬َ‫ت‬ , َ‫َب‬‫ه‬ْ‫ذ‬َ‫أ‬
  • 45.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 45 Keterangan Huruf tambahan ada 10 yang terkumpul pada lafadz ( ‫ا‬َ‫ه‬ْ‫ي‬ِ‫ن‬ ْ‫و‬ُ‫م‬ُ‫ت‬ْ‫ل‬َ‫أ‬َ‫س‬) KETERANGAN Jika Fi’il Asalnya Muta’adi Dan Berupa Af’alul Qulub Maka Akan Memiliki 2 Maful Bih Contoh َ‫ك‬َ‫ت‬ ْ‫و‬َ‫ص‬ ‫ا‬‫ْد‬‫ي‬َ‫ز‬ ُ‫ت‬ْ‫ع‬َ‫م‬ْ‫س‬َ‫أ‬ ، ‫ا‬‫م‬ِ‫ل‬‫ا‬َ‫ع‬ ‫ا‬‫ْد‬‫ي‬َ‫ز‬ ُ‫ت‬ْ‫ن‬َ‫ن‬َ‫ظ‬ Wazan – Wazan Fi’il Mujarrad َ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ف‬ – َ‫ل‬َ‫خ‬َ‫د‬ = ُ‫ل‬ُ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫ي‬ - ُ‫ل‬ُ‫خ‬ْ‫د‬َ‫ي‬ َ‫ل‬ِ‫ع‬َ‫ف‬ – َ‫ي‬ِ‫و‬َ‫ق‬ = ُ‫ل‬َ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫ي‬ - ‫ي‬ َ‫و‬ْ‫ق‬َ‫ي‬ َ‫ِب‬‫س‬َ‫ح‬ = ُ‫ل‬ِ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫ي‬ - ُ‫ب‬َ‫س‬ْ‫ح‬َ‫ي‬ َ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ف‬ – َ‫ح‬َ‫ت‬َ‫ف‬ = ُ‫ل‬َ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫ي‬ - ُ‫ح‬َ‫ت‬ْ‫ف‬َ‫ي‬ َ‫ب‬َ‫ر‬َ‫ض‬ = ُ‫ل‬ِ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫ي‬ – ُ‫ب‬ ِ‫ْر‬‫ض‬َ‫ي‬ َ‫ر‬َ‫ص‬َ‫ن‬ = ُ‫ل‬ُ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫ي‬ - ُ‫ر‬ُ‫ص‬ْ‫ن‬َ‫ي‬ Wazan – Wazan Fi’il Mazid ‫ِى‬‫ع‬‫ا‬َ‫ب‬ُ‫ر‬ – َ‫ر‬ َّ‫َو‬‫ن‬ = َ‫ل‬َّ‫ع‬َ‫ف‬ َ‫م‬ َ‫ر‬ْ‫ك‬َ‫أ‬ = َ‫ل‬َ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫أ‬ َ‫ل‬َ‫ت‬‫ا‬َ‫ق‬ = َ‫ل‬َ‫ع‬‫ا‬َ‫ف‬ ‫ِي‬‫س‬‫ا‬َ‫د‬ُ‫س‬ – َ‫َر‬‫ف‬ْ‫غ‬َ‫ت‬ْ‫س‬ِ‫إ‬ = َ‫ل‬َ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫ت‬ْ‫س‬ِ‫إ‬ ‫ِي‬‫س‬‫ا‬َ‫م‬ُ‫خ‬ – َ‫م‬َّ‫ل‬َ‫س‬ = َ‫ل‬َّ‫ع‬َ‫ف‬َ‫ت‬ َ‫د‬َ‫ه‬‫ا‬َ‫ج‬ = َ‫ل‬َ‫ع‬‫َا‬‫ف‬َ‫ت‬ َ‫ف‬َ‫ل‬َ‫ت‬ْ‫خ‬ِ‫إ‬ = َ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ت‬ْ‫ف‬ِ‫إ‬ َ‫ع‬َ‫ط‬َ‫ق‬ْ‫ن‬ِ‫إ‬ = َ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ف‬ْ‫ن‬ِ‫إ‬ َّ‫د‬ َ‫ْو‬‫س‬ِ‫إ‬ = َّ‫ل‬َ‫ع‬ْ‫ف‬ِ‫إ‬
  • 46.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 46 (BAB 3) FI’IL MUTA’ADDI DAN LAZIM A. FI’IL MUTA’ADDI DAN LAZIM  Pembagian Fi’il ditinjau dari pasangan nya, fi’il terbagi menjadi dua, yaitu :1). Lazim 2). Muta’addi 1. Fi’il Lazim Fi’il lazim adalah fi’il yang hanya memerlukan fail sebagai pelaku (subjek) yang dibaca rofa’ , dan tidak mempunyai maf’ul bih (sasaran pekerjaan) Nadzomnya ‫كنهم‬ ‫السجايا‬ ‫أفعال‬ ‫لزوم‬ # ‫وحتم‬ ‫المعدى‬ ‫غير‬ ‫وَلزم‬ 2.Fi’il Muta’addi Fi’il muta’addi adalah fi’il yang memerlukan maf’ul bih sebagai objek (sasaran pekerjaan)  Pembagian Fi’il Muta’addi ada dua : 1). ‫بنفسه‬ ‫متعدي‬ 2). ‫بغيره‬ ‫متعدي‬ ‫بنفسه‬ ‫متعدي‬ : adalah fi’il yang membutuhkan terhadap maf’ul tanpa ada penambahan huruf, dan maf’ulnya dinamakan maf’ul shorih ( maf’ul yang tampak ) contoh : ‫را‬ْ‫م‬َ‫ع‬ ‫ْد‬‫ي‬َ‫ز‬ َ‫ب‬َ‫ر‬َ‫ض‬ ‫بغيره‬ ‫متعدي‬ : adalah fi’il yang membutuhkan terhadap maf’ul dengan ada penambahan huruf, dan maf’ulnya dinamakan maf’ul ghoiru shorih ( maf’ul yang tidak tampak). Contoh : َ‫ك‬ِ‫ب‬ ُ‫ْت‬‫ب‬َ‫ه‬َ‫ذ‬ Tambahan yang biasa digunakan untuk mr-muta’addikan fi’il lazim adalah : 1) Hamzah 2) Tasydid 3) Alif Nadzomnya ْ‫م‬ ِ ‫ز‬َ‫ل‬ ‫ما‬ ِ‫د‬َ‫ع‬ ِ‫يف‬ِ‫ع‬ْ‫ض‬ّ‫ت‬‫وال‬ ِ ‫ز‬ْ‫م‬َ‫ه‬ْ‫ال‬ِ‫ب‬ # ْ‫م‬ِ‫س‬ ُ‫و‬ ‫ًّا‬‫ي‬ِ‫ث‬َ‫ال‬ُ‫ث‬ ْ‫ن‬ِ‫إ‬ ٍ‫ر‬َ‫ج‬ ِ‫ف‬ ْ‫ر‬َ‫ح‬ َ‫و‬ Ciri-ciri fi’il Lazim Dikerjakan oleh semua anggota badan seperti َ‫س‬َ‫ل‬َ‫ج‬ ‫ْد‬‫ي‬َ‫ز‬
  • 47.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 47 Arti Muta’addi Ikutkan Wazan Arti Lazim Mengeluarkan َ‫ج‬َ‫ر‬ْ‫خ‬َ‫أ‬ – ُ‫ج‬ ِ ‫ر‬ْ‫ُخ‬‫ي‬ َ‫ل‬َ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫ا‬ - ُ‫ل‬ِ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫ي‬ Keluar َ‫ج‬َ‫َر‬‫خ‬ Menggembirakan َ‫ح‬ّ‫ر‬َ‫ف‬ – ُ‫ي‬ ُ‫ح‬ ِ ‫ر‬َ‫ف‬ َ‫ل‬ّ‫ع‬َ‫ف‬ – ُ‫ل‬ِ‫ع‬َ‫ف‬ُ‫ي‬ Gembira َ‫ح‬َ‫ر‬َ‫ف‬ Menyepakati َ‫ق‬َ‫ف‬‫ا‬ َ‫و‬ - ُ‫ق‬ِ‫ف‬‫ا‬ َ‫ُو‬‫ي‬ َ‫ل‬َ‫ع‬‫ا‬َ‫ف‬ - ُ‫ل‬ِ‫ع‬‫ا‬َ‫ف‬ُ‫ي‬ Sepakat َ‫ق‬َ‫ف‬ َ‫و‬
  • 48.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 48 (BAB 4) BINA’ (BANGUNAN KALIMAT) A. BINA’  Pengertian Bina’ adalah kalimat yang di tinjau dari segi lafadznya.  Pembagian Bina’ ada 2 : shohih dan mu’tal : 1. Shohih adalah kalimat yang huruf asalnya tidak berupa huruf illat ( )‫ي‬ ، ‫ا‬ ، ‫و‬ Contoh : َ‫ن‬ َ‫ص‬ َ‫ر‬ fa’ fi’il ‫ن‬ ain fi’il ‫ص‬ lam fi’il ‫ر‬  Pembagian Bina’ Shahih ada 3:  Salim : setiap kalimat yang semua huruf asalnya bukan berupa huruf illat, tasydid dan hamzah: َ‫ر‬َ‫ص‬َ‫ن‬  Mahmuz: setiap kalimat yang salah satu huruf asalnya berupa huruf hamzah Contoh : َ‫ل‬َ‫م‬َ‫أ‬  Pembagian Mahmuz - Mahmuz Fa’ : huruf hamzah berada di fa’ fi’il contoh :َ‫ل‬َ‫م‬َ‫أ‬ - Mahmuz Ain : huruf hamzah berada di ain fi’il contoh : َ‫م‬َ‫أ‬َ‫س‬ - Mahmuz Lam : huruf hamzah berada di lam fi’il contoh :َ‫أ‬َ‫ر‬َ‫ق‬  Mudhoaf: setiap kalimat yang ain dan lam fi’ilnya berupa huruf yang sama - Terdapat pada fi’il tsulasi mujarrad Contoh : ّ‫د‬َ‫م‬ - Terdapat pada fi’il tsulasi mazid contoh :َ‫ا‬َ‫ط‬ْ‫أ‬َ‫ط‬ 2. Mu’tal adalah lafadz yang salah satu bangunanya terdiri dari huruf illat contoh : َ‫و‬ُ‫ر‬َ‫س‬  Pembagian Bina’ Mu’tal ada 6 :  Mitsal : kalimat yang fa’ fi’ilnya berupa huruf illat - Mitsal wawi :berupa huruf illat wawu contoh َ‫ر‬َ‫ق‬ َ‫و‬ - Mitsal Ya’i :berupa huruf illat ya’ contoh َ‫ر‬َ‫س‬َ‫ي‬  Ajwaf : kalimat yang ain fi’ilnya berupa huruf illat - Ajwaf wawi : berupa huruf illat wawu contoh َ‫َاف‬‫خ‬ × َ‫ف‬ َ‫َو‬‫خ‬
  • 49.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 49 - Ajwaf ya’I : berupa huruf illat ya’I contoh َ‫ع‬‫ا‬َ‫ب‬ × َ‫ع‬َ‫ي‬َ‫ب‬  Naqis : kalimat yang lam fi’ilnya berupa huruf illat - Naqis wawi : berupa huruf illat wawu contoh ‫ا‬ َ‫َز‬‫غ‬ × َ‫و‬َ‫َز‬‫غ‬ - Naqis Ya’I : berupa huruf illat ya’I contoh ‫ى‬َ‫م‬َ‫ر‬ × َ‫ي‬َ‫م‬َ‫ر‬  Lafif :kalimat yang fa’ dan lam atau ain dan lam fi’ilnya berupa huruf illat - Lafif Mafruq : terletak pada fa’ dan lam fi’il contoh َ‫ي‬َ‫ق‬ َ‫و‬ - Lafif Maqrun : terletak pada ain dan lam fi’il contoh َ‫ي‬ َ‫و‬َ‫ق‬  Mu’tal Mudhoaf : kalimat yang beruap huruf illat dan tasydid Contoh ّ‫ي‬َ‫ح‬  Mu’tal Mahmuz : kalimat yang berupa huruf illat dan hamzah Contoh َ‫ي‬َ‫أ‬ َ‫ر‬
  • 50.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 50 {FASAL 4} (BAB 1) ISIM YANG DIBACA ROFA' A. ISIM YANG DIBACA ROFA'  Pembagian Kalimat Isim yang dibaca rofa' ada 7 macam :1) Fail 2) Naibul-fail 3) Mubtada' 4) Khobar 5) Isimnya َ‫ان‬َ‫ك‬ 6) Khobarnya ّ‫ِن‬‫ا‬ 7. Isim yang ikut pada isimnyang dibaca rofa' Na'at taukid athof badal 1. FAIL adalah isim yang dibaca rofa' yang jatuh setelah kalimah fi'il mabni ma'lum . Contoh : ُ‫د‬ِ‫ه‬َ‫ت‬ْ‫ج‬ُ‫م‬‫ال‬ َ‫از‬َ‫ف‬ ( orang orang yang bersungguh-sungguh telah beruntung)  Macam – Macam Fa’il segi lafadz: A. Fail berupa kalimah isim shorih contoh : ‫ْد‬‫ي‬َ‫ز‬ َ‫َب‬‫ه‬َ‫ذ‬ B. Fail terkadang berupa kalimat fi'il yang diawali oleh ْ‫ن‬َ‫أ‬ contoh : َ‫ن‬ ْ‫و‬ُ‫ك‬َ‫ي‬ ْ‫ن‬َ‫أ‬ ُّ‫ح‬ ِ ‫ص‬َ‫ي‬ C. Jatuh setelah fi'il mabni maklum Contoh : ‫ر‬ْ‫م‬َ‫ع‬ َ‫ب‬َ‫ر‬َ‫ض‬ D. Fail isim dhomir : fail yang berupa isim dhomir Contoh : َ‫و‬‫ه‬ َ‫ب‬َ‫ر‬َ‫ض‬ Isim yang dibaca rofa' ada 7 Tawabi’ Isimnya Inna dan saudaranya ssaudaranya Khobar Kana dan saudaranya ssaudaranya Naibul Fa’il Khobar Mubtada’ Fa’il
  • 51.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 51 2. Naibul fail adalah: isim yang dibaca rofa'yang tidak disebutkan failnya ( Mabni maklum) contoh : ‫ْد‬‫ي‬َ‫ز‬ َ‫ب‬ ِ ‫ُر‬‫ض‬  Amilnya naibul fail  Kalimat fi'il mabni majhul . Contoh : ‫ْد‬‫ي‬َ‫ز‬ َ‫ب‬ ِ ‫ُر‬‫ض‬  Isim maf'ul . Contoh : ‫ح‬ ْ‫ُو‬‫د‬ْ‫م‬َ‫م‬ ُ‫ه‬ُ‫ق‬ُ‫ل‬ُ‫خ‬ ُ‫د‬ ْ‫و‬ُ‫م‬ْ‫ح‬َ‫م‬‫ال‬  Isim yang kemasukan ya' nisbat . Contoh : ُ‫ه‬ُ‫ق‬ُ‫ل‬ُ‫خ‬ ‫ا‬‫ي‬ِ‫و‬َ‫ب‬َ‫ن‬ ‫ال‬ُ‫ج‬َ‫ر‬ ٔ ‫ب‬ ِ‫اح‬َ‫ص‬  Naibul fail ada 2 : 1) naibul fail isim dhohir 2) naibul fail isim dhomir  Yang bisa menjadi naibul fail:  Fi'il yang diawali ْ‫ن‬َ‫أ‬  Dzorof  Jer majrur  Masdar Nadzomnya ْ ‫ف‬ ِ‫ُر‬‫ع‬ ُ‫ه‬َ‫ل‬‫ا‬َ‫م‬ ِ‫ل‬ُ‫ك‬ ‫ي‬ِ‫ف‬ ُ‫ه‬َ‫ل‬‫و‬ُ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫م‬ ... ْ ‫ِف‬‫ذ‬ُ‫ح‬ ‫ِي‬‫ذ‬ّ‫ال‬ ِ‫ل‬ِ‫ع‬‫ا‬َ‫ف‬ْ‫ال‬ َ‫ام‬َ‫ق‬َ‫م‬ ْ‫م‬ِ‫ق‬َ‫أ‬ ... ‫ا‬ َ‫ور‬ُ‫ر‬ْ‫ج‬َ‫م‬ ْ‫و‬َ‫أ‬ ‫فا‬ ْ‫ر‬َ‫ظ‬ ْ‫و‬َ‫أ‬ ‫را‬َ‫د‬ْ‫ص‬َ‫م‬ ْ‫و‬َ‫أ‬ ‫ا‬َ‫ور‬ُ‫ك‬ْ‫ذ‬َ‫م‬‫ال‬ ُ‫ه‬َ‫ل‬‫و‬ُ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫م‬ ْ‫د‬ ِ‫َج‬‫ت‬ ْ‫م‬َ‫ل‬ ْ‫ن‬ِ‫إ‬  Tujuan / sebab pembuangan fail Terbuangnya fail karena ada tujuan / sebab tertentu , diantaranya:  ‫للعلم‬ ( failnya sudah diketahui ) contoh : ‫ا‬‫ْف‬‫ي‬ِ‫ع‬َ‫ض‬ ُ‫ان‬َ‫س‬ْ‫ن‬ِ ْ ‫اإل‬ َ‫ِق‬‫ل‬ُ‫خ‬ Naibul Fa’il Maful bih Dzorof Jer Majrur Masdar
  • 52.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 52  ‫للجهل‬ ( failnya tidak diketahui ) contoh : ُ‫ل‬‫ا‬َ‫م‬ْ‫ال‬ َ‫ق‬ ِ ‫ر‬ُ‫س‬  ‫لإلبهام‬ ( Menyamarkan sosok fail ) contoh : ُ‫ن‬‫ا‬َ‫ص‬ ِ‫ح‬ْ‫ال‬ َ‫ب‬ِ‫ك‬ُ‫ر‬  ‫للتعظيم‬ ( Mengagungkan failnya ) contoh : ُ‫ْر‬‫ي‬ ِ‫ز‬ْ‫ن‬ ِ‫خ‬ْ‫ال‬ َ‫ِق‬‫ل‬ُ‫خ‬  ‫للتحقير‬ ( Meremehkan Failnya ) ٍ‫ب‬‫ا‬ّ‫ط‬َ‫خ‬ ُ‫ن‬ْ‫ب‬ ُ‫ر‬َ‫م‬ُ‫ع‬ َ‫ِن‬‫ع‬ُ‫ط‬  Setiap dhomir muttasil mahal rofa' setelah fi'il mabni majhul maka menjadi naibul failm contoh : َ‫ل‬ِ‫ئ‬ُ‫س‬ ِ‫ن‬ َ ‫ال‬ُ‫ج‬ّ‫الر‬  Jika terdapat maf’ul bih maka tidak boleh menggunakan selainya  Cara membuat fi’il mabni majhul Jika Berupa Fi’il Madhi Maka dhomah awalnya dan di fatha sebelum akhir Contoh ُ‫ان‬َ‫ص‬ ِ‫ح‬ْ‫ال‬ َ‫ب‬ِ‫ك‬ُ‫ر‬ Nadhomnya ‫ما‬ِ‫ت‬ُ‫ح‬ ٍ‫م‬َ‫ض‬ِ‫ب‬ ٍ‫ل‬‫و‬ُ‫ه‬ْ‫ج‬َ‫م‬ ُ‫ء‬ْ‫د‬َ‫ب‬ َ‫و‬ # ‫ما‬َ‫ت‬َ‫خ‬ ْ‫د‬َ‫ق‬ ‫ِي‬‫ذ‬ّ‫ال‬ ِ‫ق‬ِ‫ب‬‫سا‬ ِ ‫ْر‬‫س‬َ‫ك‬َ‫ك‬ Jika berupa fi’il mudhore’ maka dhommah awalnya dan kasroh sebelum akhir Contoh ُ‫ب‬َ‫ْر‬‫ض‬ُ‫ي‬ ‫ْد‬‫ي‬َ‫ز‬ Nadzomnya ْ‫م‬ ِ ‫ز‬َ‫ل‬ ‫ها‬ُّ‫م‬َ‫ض‬َ‫ف‬ ٍ‫ل‬‫و‬ُ‫ه‬ْ‫ج‬َ‫م‬ِ‫ب‬ ْ‫ن‬ِ‫إ‬ َ‫و‬ # ْ‫م‬ِ‫ت‬ُ‫ت‬ْ‫اخ‬ ِ‫ه‬ِ‫ب‬ ‫ِي‬‫ذ‬ّ‫ال‬ ِ‫ق‬ِ‫ب‬‫سا‬ ِ‫ح‬ْ‫ت‬َ‫ف‬َ‫ك‬ 3. Mubtada' Mubtada' adalah isim ma'rifat yang dibaca rofa' yang berada diawal pembahasan dan sepi dari Amil lafdzi. Nadzomnya ُ‫د‬ّ‫ر‬َ‫ج‬ُ‫م‬ ٍ‫ل‬ِ‫ام‬َ‫ع‬ ٍ‫ظ‬ْ‫ف‬َ‫ل‬ ِ‫ل‬َ‫ك‬ ْ‫ن‬َ‫ع‬ ... ُ‫د‬ّ‫ب‬َ‫ؤ‬ُ‫م‬ ُ‫ه‬ُ‫ع‬ْ‫ف‬َ‫ر‬ ‫ْم‬‫س‬‫ا‬ ‫ا‬َ‫د‬ُ‫ت‬ْ‫ب‬ُ‫م‬ْ‫ال‬  Qoidah Mubtada'  Mubtada' pasti berupa isim atau fi'il yang diawali oleh ٔ ‫ن‬َ‫أ‬
  • 53.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 53  Mubtada'pasti dibaca rofa' yang dirofa'kan oleh Amil maknawi ibtida'  3. Setiap Mubtada'pasti punya Khobar yang juga dibaca rofa'  Amil Mubtada’ ada 2 :  Amil lafdzi : amil yang bisa dilihat dan dibaca , seperti amil ‫ظن‬ , ‫ان‬ , ‫كان‬ dan saudara saudaranya, huruf jer dll  Amil ma;nawi : amil yang tidak bisa dilihat dan dibaca tapi bisa dirasakan. Amil Ma’nawi ada dua : o Amil ma’nawi ibtida’ : amil yang merofa’kan mubtada’. Contoh : ‫قائم‬ ‫زيد‬ o Amil ma’nawi tajarrud : Amil yang merofa’kan fi’il mudhori’ . Contoh : ‫زيد‬ ‫يضرب‬  Musawig Mubtada’ ( Mubtada’ dari Isim Nakiroh)  Khobar berupa dzorof : ‫ل‬ُ‫ج‬َ‫ر‬ ُ‫ه‬َ‫د‬‫ن‬ِ‫ع‬  Khobar berupa jer majrur : ‫ل‬ُ‫ج‬َ‫ر‬ ٍ ‫ار‬َ‫د‬ ‫ي‬ِ‫ف‬  Mubtada’ di dahului istifham ْ‫َل‬‫ه‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬‫ي‬ِ‫ف‬ ‫ل‬ُ‫ج‬َ‫ر‬ :  Mubtada’ di dahului nafi ‫ا‬َ‫م‬ ‫َا‬‫ن‬َ‫ل‬ ‫ل‬ُ‫ج‬َ‫ر‬  Mubtada’ di sifati : ‫ْم‬‫ي‬ ِ ‫َر‬‫ك‬ ‫ا‬‫م‬ِ‫ل‬‫ا‬ِ‫ع‬ ‫ا‬‫ب‬ِ‫ل‬‫ا‬َ‫ط‬  Mubtada’ di mudhofkan :‫ْر‬‫ي‬َ‫خ‬ ٍ ‫ْز‬‫ب‬ُ‫خ‬ ُ‫ع‬ِ‫ن‬‫ا‬َ‫ص‬  Mubtada’ berupa rincian : ‫ل‬ُ‫ج‬َ‫ر‬ ‫ا‬َ‫ه‬ْ‫ن‬ِ‫م‬  Mubtada’ Berupa Do’a : ْ‫م‬ُ‫ك‬ْ‫ي‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ‫م‬ َ ‫ال‬َ‫س‬  Mubtada’ berupa beramal pada lafadz setelahnya : ‫ْم‬‫ي‬ ِ ‫َر‬‫ك‬ ‫ا‬‫م‬ْ‫ل‬ِ‫ع‬ ‫ا‬‫ب‬ِ‫ل‬‫ا‬َ‫ط‬ Nadzomnya ‫نمره‬ ‫زيد‬ ‫كعند‬ ‫تفد‬ ‫مالم‬ ... ‫بالنكره‬ ‫اَلبتدا‬ ‫يجوز‬ ‫وَل‬ Ciri-ciri menentukkan Mubtada’ 1. Kalimat isim setelah ‫ا‬ّ‫م‬َ‫أ‬ 2. Setiap isim setelah lafadz ‫ا‬َ‫ذ‬َ‫ك‬ َ‫و‬ 3. Fi’il setelah lafadz ‫اء‬ َ‫و‬َ‫س‬ 4. Setiap kalimat isim setelah kata ُ‫ْث‬‫ي‬َ‫ح‬
  • 54.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 54 5. Rincian hitungan yang berurutan mulai ‫َا‬‫ه‬ُ‫د‬َ‫ح‬َ‫أ‬ 4. Khobar Khobar adalah :isim yang dirofa’kan oleh mubtada’ sebagai penyempurna makna mubtada’ Nadzomnya ‫ا‬َ‫د‬َ‫ت‬ْ‫ب‬ُ‫م‬ْ‫ل‬ِ‫ل‬ ِ‫ه‬ِ‫ظ‬ْ‫ف‬َ‫ل‬ ‫ي‬ِ‫ف‬ ‫قا‬ِ‫ب‬‫ا‬َ‫ط‬ُ‫م‬ ... ‫ا‬َ‫د‬ِ‫ن‬ْ‫س‬ُ‫أ‬ ٍ‫اع‬َ‫ف‬ِ‫ت‬ ْ‫ار‬ ‫و‬ُ‫ذ‬ ُ‫م‬ْ‫س‬‫ا‬ ُ‫ر‬َ‫ب‬َ‫خ‬ْ‫ال‬ َ‫و‬  Pembagian Khobar ada 2 : 1) Mufrod 2) Ghoiru Mufrod Khobar Mufrod : Khobar yang tidak berupa jumlah atau serupa jumlah (meskipun tasniyyah atau jamak) Nadzomnya ‫ر‬َ‫م‬ ِ‫م‬ْ‫ظ‬ّ‫ن‬‫ال‬ ‫ي‬ِ‫ف‬ ‫ِي‬‫ذ‬ّ‫ال‬ ُ‫ظ‬ْ‫ف‬ّ‫الل‬ ُ‫ل‬ ّ‫و‬َ‫ْل‬‫ا‬َ‫ف‬ ... ْ‫ر‬َ‫ب‬َ‫خ‬‫ال‬ ‫ي‬ِ‫ت‬ْ‫أ‬َ‫ي‬ ُ‫ه‬ُ‫ْر‬‫ي‬َ‫غ‬ َ‫و‬ ‫دا‬َ‫ر‬ْ‫ف‬ُ‫م‬ َ‫و‬ Khobar Ghoiru Mufrod :  Jumlah : Jumlah Ismiyyah dan Jumlah Fi’liyyah  Serupa Jumlah: Jer majrur dan Dzorof Nadzomnya ‫ي‬ِ‫ف‬ ُ‫ه‬ُ‫ْر‬‫ي‬َ‫غ‬ َ‫و‬ ُ‫ور‬ُ‫ر‬ْ‫ج‬َ‫م‬ْ‫ال‬ َ‫و‬ ُ‫ف‬ ْ‫ر‬ّ‫الظ‬ َ‫ي‬ْ‫ه‬ َ‫و‬ ُ‫ْر‬‫ي‬َ‫غ‬ َ‫َل‬ ... ُ‫ور‬ُ‫ص‬ْ‫ح‬َ‫م‬ ٍ‫ع‬َ‫ب‬ ْ‫ر‬َ‫أ‬ َ‫ر‬َ‫د‬َ‫ص‬ ‫ِي‬‫ذ‬ّ‫ال‬ ِ‫ه‬ِ‫ل‬ْ‫ع‬ِ‫ف‬ ْ‫ع‬َ‫م‬ ‫ل‬ِ‫ع‬‫ا‬َ‫ف‬ َ‫و‬ ْ‫ر‬َ‫ب‬َ‫خ‬‫ال‬ َ‫ن‬ِ‫م‬ ُ‫ه‬َ‫ل‬‫ا‬َ‫م‬ ْ‫ع‬َ‫م‬ ‫ا‬َ‫د‬َ‫ت‬ْ‫ب‬ُ‫م‬ْ‫ال‬ َ‫و‬ ... Khobar Mufrod Ghoiru Mufrod Jumlah Serupa Jumlah 1)Jumlah Ismiyyah 2)Jumlah Fi’liyyah 1) Jer Majrur 2) Dzorof
  • 55.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 55 5. Isimnya Kanna Kanna Beramal merofa’kan isim dan menasobkan Khobar contoh ‫ا‬‫ائم‬َ‫ق‬ ‫زيد‬ ‫كان‬  Saudara – Saudara Kanna َ‫ان‬َ‫ك‬ – َ‫ح‬َ‫ب‬ْ‫ص‬َ‫أ‬ – ‫ى‬َ‫ح‬ْ‫ض‬َ‫أ‬ – ّ‫ل‬َ‫ظ‬ – ‫ى‬َ‫س‬ْ‫م‬َ‫أ‬ – َ‫ات‬َ‫ب‬ – َ‫ار‬َ‫ص‬ - َ‫ل‬‫ا‬ َ‫ز‬ ‫ا‬َ‫م‬ - َ‫ح‬ ِ ‫ر‬َ‫ب‬‫ا‬َ‫م‬ - ّ‫َك‬‫ف‬ْ‫ن‬‫ا‬ ‫ا‬َ‫م‬ - َ‫ئ‬ِ‫ت‬َ‫ف‬ ‫ا‬َ‫م‬ - َ ‫ْس‬‫ي‬َ‫ل‬ - َ‫ام‬َ‫د‬ ‫ا‬َ‫م‬  Keterangan  Semua tasrif kanna dan saudaranya dapat beramal sebagaimana fi’il madhinya :‫ا‬‫عالم‬ ‫كان‬  Amil Nawasikh bila berupa masdar maka isimnya di baca jer menjadi mudhof ilaih, seperti : َ‫ك‬ ِ‫ْن‬‫ي‬ّ‫د‬‫ال‬ ُ‫ن‬ ْ‫و‬  Syarat fi’il َ‫ل‬‫ا‬ َ‫ز‬ ‫ا‬َ‫م‬ - َ‫ح‬ ِ ‫ر‬َ‫ب‬‫ا‬َ‫م‬ - ّ‫َك‬‫ف‬ْ‫ن‬‫ا‬ ‫ا‬َ‫م‬ - َ‫ئ‬ِ‫ت‬َ‫ف‬ ‫ا‬َ‫م‬ - َ‫ام‬َ‫د‬ ‫ا‬َ‫م‬ harus di dahului nafi 6. Khobar Inna Inna beramal menasobkan isim dan merofa’kan Khobar contoh ‫ا‬‫م‬ِ‫ئ‬‫ا‬َ‫ق‬ ‫ا‬‫ْد‬‫ي‬َ‫ز‬ ّ‫ن‬ِ‫إ‬  Saudara – Saudara Inna 7. Tawabi’ Adalah lafadz yang hokum I’robnya mengikuti hokum I’rob matbu’nya baik dari segi rofa’, nasob, jer dan jazem. Kanna dan Saudaranya Bermakna Jadi َ‫ان‬َ‫ك‬ – َ‫ح‬َ‫ب‬ْ‫ص‬َ‫أ‬ ‫ى‬َ‫ح‬ْ‫ض‬َ‫أ‬ – ّ‫ل‬َ‫ظ‬ ‫ى‬َ‫س‬ْ‫م‬َ‫أ‬ – َ‫ات‬َ‫ب‬ - َ‫ار‬َ‫ص‬ Bermakna didalam َ‫ام‬َ‫د‬ ‫ا‬َ‫م‬ Bermakna nafi َ‫ل‬‫ا‬ َ‫ز‬ ‫ا‬َ‫م‬ - َ‫ح‬ ِ‫ر‬َ‫ب‬‫ا‬َ‫م‬ - ّ‫َك‬‫ف‬ْ‫ن‬‫ا‬ ‫ا‬َ‫م‬ - َ‫ئ‬ِ‫ت‬َ‫ف‬ ‫ا‬َ‫م‬ - َ ‫ْس‬‫ي‬َ‫ل‬ - َ‫ار‬َ‫ص‬
  • 56.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 56  Pembagian Tawabi’ ada 4 : 1) Na’at 2) Taukid 3) Badal 4) Athof  NA’AT  Pengertian Na’at Adalah kata sifat yang menjadi penyempurna man’ut (yang disifati) dan bermakna kang Nadzomnya ِ‫ر‬َ‫ه‬‫ـ‬ْ‫ظ‬ُ‫م‬ِ‫ل‬ ْ‫و‬َ‫ا‬ ِ‫ت‬ ْ‫ـو‬ُ‫ع‬ْ‫ن‬َ‫م‬ْ‫ِل‬‫ل‬ ُ‫د‬ ْ‫و‬ُ‫ع‬َ‫ي‬ # ِ ‫ر‬َ‫م‬ْ‫ض‬ُ‫م‬ِ‫ل‬ ‫ِع‬‫ف‬‫ا‬ َ‫ر‬ ‫ا‬ّ‫م‬ِ‫ا‬ ُ‫ت‬ْ‫ع‬ّ‫ن‬‫ال‬  Pembagian Na’at ada 2 : 1) Hakiki 2) Sababi o Na’at Hakiki adalah kata sifat yang merofa’kan dhomir yang kembali pada man’ut Contoh ُ‫ق‬َ‫ل‬ْ‫ط‬ُ‫م‬‫ال‬ ُ‫ء‬‫ا‬َ‫م‬‫ال‬ َ‫ُو‬‫ه‬ َ‫و‬ Nadzomnya ِ‫ع‬َ‫ب‬ ْ‫ر‬َ ِ ‫َل‬ ٍ‫ة‬ َ‫ر‬ْ‫ش‬َ‫ع‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬ ُ‫ه‬َ‫ت‬ ْ‫و‬ُ‫ع‬ْ‫ن‬َ‫م‬ # ِ‫ع‬ِ‫ب‬ْ‫ت‬َ‫ا‬ ُ‫ه‬ْ‫ن‬ِ‫م‬ ِ‫ْن‬‫ي‬َ‫م‬ْ‫س‬ِ‫ق‬ْ‫ال‬ ُ‫ل‬ ّ‫و‬َ‫أ‬َ‫ف‬ o Na’at Sababi adalah kata sifat yang merofa’kan isim dzohir yang sambung dengan dzomirnya man’ut contoh ‫ه‬ ْ‫و‬ُ‫ر‬ْ‫ك‬َ‫م‬ ‫ر‬ِ‫ه‬َ‫ط‬ُ‫م‬ ‫ِر‬‫ه‬‫ا‬َ‫ط‬ Nadzomnya ِ‫د‬ ِ ‫ر‬ْ‫ف‬َ‫أ‬ ُ‫ه‬ْ‫ن‬ِ‫م‬ ِ‫ْن‬‫ي‬َ‫م‬ْ‫س‬ِ‫ق‬ْ‫ال‬ َ‫ي‬ِ‫ن‬‫ا‬َ‫ث‬ َ‫و‬ # ِ‫د‬ َ‫ر‬ْ‫ف‬ُ‫م‬ َ‫ْر‬‫ي‬َ‫غ‬ ُ‫وت‬ُ‫ع‬ْ‫ن‬َ‫م‬ْ‫ال‬ ‫ى‬ َ‫ر‬َ‫ج‬ ْ‫ن‬ِ‫إ‬ َ‫و‬ SYARAT NA’AT HAKIKI Na’at Hakiki harus ikut man’utnya 4 dari 10 perkara : 1) Dalam I’robnya (rofa’, nasob, jer) 2) Dalam Mufrod, Tasniyah atau Jamaknya 3) Dalam mudzakar atau muanatsnya 4) Dalam nakiroh dan makrifatnya SYARAT NA’AT SABABI Na’at Sababi harus sesuai dengan man’utnya dalam 2 perkara : 1) Dalam I’robnya (rofa’, nasob, atau jer) 2) Dalam ma’rifat atau nakirohnya
  • 57.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 57  ATHOF  Pengertian Athof adalah Mengikuti ma’tuf pada ma’tuf alaih dalam I’robnya  Pembagian Athof ada 2 : 1) Athof Nasaq 2) Athof Bayan o Athof Nasaq : menghubungkan kata dengan kata sebelumnya perantara huruf athof Contoh : ‫ر‬َ‫م‬ُ‫ع‬ َ‫و‬ ‫ْد‬‫ي‬َ‫ز‬ َ‫ء‬‫ا‬َ‫ج‬  Huruf – Huruf Athof : ‫ا‬ّ‫م‬ِ‫إ‬ ، ْ‫ن‬ِ‫ك‬َ‫ل‬ ، َ ‫َل‬ ، ْ‫ل‬َ‫ب‬ ، ‫ى‬ّ‫ت‬َ‫ح‬ ، ّ‫م‬ُ‫ث‬ ، ْ‫م‬َ‫ا‬ ، ْ‫و‬َ‫ا‬ ، َ‫ف‬ ، َ‫و‬ o Athof Bayan : lafadz yang ikut lafadz sebelumnya tanpa huruf athof Contoh : ‫ْد‬‫ي‬َ‫ز‬ ٍ ‫ص‬ْ‫ف‬َ‫ح‬ ْ‫ُو‬‫ب‬َ‫أ‬ َ‫ء‬‫ا‬َ‫ج‬  TAUKID  Pengertian Taukid adalah lafadz yang mengikuti lafadz sebelumnya yang memberi arti menguatkan contoh : ُ‫ه‬ُ‫س‬ْ‫ف‬َ‫ن‬ ‫ْد‬‫ي‬َ‫ز‬ َ‫ء‬‫ا‬َ‫ج‬  Pembagian Taukid ada dua Yaitu : 1) Taukid Lafdzi 2) Taukid Maknawi o Taukid Lafdzi : Mengulang lafadz yang sama Contoh : َ‫ء‬‫ا‬َ‫ج‬ ‫ْد‬‫ي‬َ‫ز‬ ‫ْد‬‫ي‬َ‫ز‬ o Taukid Maknawi : menguatkan dengan lafadz-lafadz berikut : ُ‫ع‬َ‫م‬ْ‫ج‬َ‫أ‬ ، ‫ل‬ُ‫ك‬ ، ‫ْن‬‫ي‬َ‫ع‬ ، ‫س‬ْ‫ف‬َ‫ن‬ Contoh : ُ‫ه‬ُ‫س‬ْ‫ف‬َ‫ن‬ ‫ْد‬‫ي‬َ‫ز‬ َ‫ء‬‫ا‬َ‫ج‬ Nadzomnya ‫ا‬َ‫د‬ّ‫ك‬َ‫ُؤ‬‫ي‬ ْ‫ن‬َ‫أ‬ ِ‫ْم‬‫س‬ ِ ‫اَل‬ ‫ي‬ِ‫ف‬ ‫ز‬ِ‫ئ‬‫ا‬َ‫ج‬ َ‫و‬ # ُ‫ع‬َ‫ب‬ْ‫ت‬َ‫ي‬َ‫ف‬ ‫ا‬َ‫د‬ّ‫ك‬َ‫ؤ‬ُ‫م‬ْ‫ال‬ ُ‫د‬ِ‫ك‬َ‫ؤ‬ُ‫م‬ْ‫ال‬ َ ‫َل‬ ِ‫يف‬ ِ ‫ر‬ْ‫ع‬ّ‫ت‬‫ال‬ َ‫و‬ ِ‫ب‬‫ا‬َ‫ْر‬‫ع‬ِ ْ ‫اإل‬ ِ‫ه‬ُ‫ج‬ ْ‫و‬َ‫أ‬ ‫ي‬ِ‫ف‬ # َ ‫َال‬‫خ‬ ٍ‫د‬ِ‫ك‬َ‫ؤ‬ُ‫م‬ ْ‫ن‬َ‫م‬َ‫ف‬ ٍ ‫ر‬ّ‫ك‬َ‫ن‬ُ‫م‬ ُ‫ع‬َ‫ب‬ ْ‫ر‬َ‫أ‬ ِ‫ه‬‫ي‬ِ‫ف‬ ُ‫ور‬ُ‫ه‬ْ‫ش‬َ‫م‬ْ‫ال‬ ُ‫ه‬ُ‫ظ‬ْ‫ف‬َ‫ل‬ َ‫و‬ # ُ‫ع‬َ‫م‬ْ‫ج‬َ‫أ‬ ‫ل‬ُ‫ك‬ ّ‫م‬ُ‫ث‬ ‫ْن‬‫ي‬َ‫ع‬ َ‫و‬ ‫س‬ْ‫ف‬َ‫ن‬ 1 2 3 4 5 6 7 9 10 َ‫و‬ dan َ‫ف‬ lalu ‫و‬َ‫ا‬ Atau ْ‫م‬َ‫ا‬ atau َ‫و‬ ّ‫م‬ُ‫ث‬ kemjudian ‫ى‬ّ‫ت‬َ‫ح‬ Hingga ْ‫ل‬َ‫ب‬ Bahkan َ ‫َل‬ Tidak 8 ْ‫ن‬ِ‫ك‬َ‫ل‬ Tetapi ‫ا‬ّ‫م‬ِ‫إ‬ Adakalanya
  • 58.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 58  BADAL  Pengertian badal adalah kata yang menjadi pokok pembicaraan sebagai ganti dari kata sebelumnya dan bermakna jawa rupane contoh : ُ‫ّة‬‫ي‬ِ‫لن‬َ‫ا‬ َ‫ء‬‫ا‬َ‫ي‬ْ‫ش‬َ‫أ‬ ُ‫ة‬ّ‫ت‬ِ‫س‬ Nadzomnya ‫َل‬ِ‫ب‬ ِ‫الحكم‬ِ‫ب‬ ُ‫د‬‫المقصو‬ ُ‫ع‬‫التاب‬ ‫َِل‬‫د‬َ‫ب‬ ‫ى‬َّ‫م‬‫المس‬ ‫و‬ُ‫ه‬ ٍ‫ة‬‫واسط‬ ***  Pembagian Badal ada 4 : o Syai’ min Syai’ adalah badal yang menyamai mubdal minhu dalam maknanya Contoh :َ‫ك‬ ْ‫ُو‬‫ب‬َ‫أ‬ ‫ا‬‫ْد‬‫ي‬َ‫ز‬ َ‫ء‬‫ا‬َ‫ج‬ (zaid telah datang, ayahmu) o Ba’du min kul adalah badal yang merupakan bagian dari mubdal minhu Contoh : ُ‫ه‬َ‫ث‬ُ‫ل‬ُ‫ث‬ َ‫ْف‬‫ي‬ِ‫غ‬ ّ‫لر‬َ‫ا‬ ُ‫ت‬ْ‫َل‬‫ك‬َ‫أ‬ (saya makan roti, sepertiganya) o Isytimal adalah badal yang memiliki keterkaitan dengan mubdal minhu Contoh : ُ‫ه‬ُ‫م‬ْ‫ل‬ِ‫ع‬ ‫ْد‬‫ي‬َ‫ز‬ ‫ي‬ِ‫ن‬َ‫ع‬َ‫ف‬َ‫ن‬ o Gholat adalah badal yang disebutkan untuk menghilangkan kesalahan lisan ketikan menyebutkan mubdal minhu. Contoh : َ ‫س‬َ‫ر‬َ‫ف‬‫ال‬ ‫ا‬‫ْد‬‫ي‬ َ‫ز‬ ُ‫ْت‬‫ب‬ِ‫ك‬َ‫ر‬ (saya naik zaid bukan kuda) KETERANGAN Untuk Lafadz – Lafadz Taukid maknawi di atas harus gandeng dengan Dhomir kecuali lafadz ُ‫ع‬َ‫م‬ْ‫ج‬َ‫أ‬ TAUKID TAUKID LAFDZI TAUKID MAKNAWI ‫ْد‬‫ي‬َ‫ز‬ َ‫ء‬‫ا‬َ‫ج‬ ‫ْد‬‫ي‬َ‫ز‬ ‫س‬ْ‫ف‬َ‫ن‬ ‫ل‬ُ‫ك‬ ‫ْن‬‫ي‬َ‫ع‬ ُ‫ع‬َ‫م‬ْ‫ج‬َ‫أ‬
  • 59.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 59 Syai’ min Syai’ َ‫ك‬ ْ‫و‬ُ‫ب‬َ‫أ‬ ‫ًا‬‫د‬ْ‫ي‬َ‫ز‬ َ‫ء‬‫َا‬‫ج‬ Isytimal ُ‫ه‬ُ‫م‬ْ‫ل‬ِ‫ع‬ ‫ْد‬‫ي‬َ‫ز‬ ‫ي‬ِ‫ن‬َ‫ع‬َ‫ف‬َ‫ن‬ Ba’du min kul ُ‫ه‬َ‫ث‬ُ‫ل‬ُ‫ث‬ َ‫ْف‬‫ي‬ِ‫غ‬ ّ‫لر‬َ‫ا‬ ُ‫ت‬ْ‫َل‬‫ك‬َ‫أ‬ Gholat ُ‫ْت‬‫ب‬ِ‫ك‬َ‫ر‬ ‫ا‬‫ْد‬‫ي‬َ‫ز‬ َ ‫س‬َ‫ر‬َ‫ف‬‫ال‬ KETERANGAN CIRI – CIRI BADAL 1) RINCIAN SETELAH HITUNGAN YANG TIDAK DIAWALI KATA ‫ا‬َ‫ه‬ُ‫د‬َ‫ح‬َ‫أ‬ CONTOH : ُ‫ة‬َّ‫ي‬ِ‫ْم‬‫س‬َّ‫ت‬‫ال‬ : ٌ‫َّة‬‫ت‬ِ‫س‬ َ‫و‬ 2) TERLETAK SETELAH KATA “ ْ‫ي‬َ‫”أ‬ CONTOH ُ‫ل‬ْ‫س‬ُ‫غ‬‫ال‬ ْ‫ي‬َ‫ا‬ ُ‫ه‬ُ‫ن‬َ‫ن‬ُ‫س‬ َ‫و‬ 3) ISIM YANG DIAWALI “AL” SETELAH “ISIM ISYAROH” CONTOH : ِ‫م‬ْ‫س‬ِ‫ق‬‫ال‬ ‫ا‬َ‫ذ‬َ‫ه‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬ َ‫و‬
  • 60.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 60 (BAB 2) ISIM – ISIM YANG DI BACA NASOB A. ISIM YANG DI BACA NASOB  Pembagian Isim yang di baca nasob jumlahnya ada 13 : 1) maful bih 2) maful mutlak 3) maful fiih 4) maful li ajlih 5) maful ma’ah 6) mustasna 7) isimnya la 8) munada 9) hal 10) tamyiz 11) Khobar kanna 12) isim inna 13) isim yang ikut. 1. MAF’UL BIH / MASDAR  Pengetian maful bih adalah isim yang di baca nasob yang jatuh setelah fiil dan fail. Contoh َ‫ْف‬‫ي‬ِ‫غ‬ ّ‫لر‬َ‫ا‬ ُ‫ت‬ْ‫َل‬‫ك‬َ‫أ‬ Nadzomnya ْ‫ع‬َ‫ق‬ َ‫و‬ ‫وبا‬ُ‫ص‬ْ‫ن‬َ‫م‬ َ‫ء‬‫ا‬َ‫ج‬ ‫ْم‬‫س‬‫ا‬ َ‫ِك‬‫ل‬َ‫ذ‬ َ‫و‬ ¤ ْ‫ع‬َ‫م‬ّ‫ط‬‫ال‬ َ‫ل‬ْ‫ه‬َ‫أ‬ ‫وا‬ُ‫ر‬َ‫ذ‬ْ‫اح‬َ‫ك‬ ‫ل‬ْ‫ع‬ِ‫ف‬ ِ‫ه‬ْ‫ي‬َ‫ل‬َ‫ع‬  Pembagian Maful Bih ada 2 :  Maful Bih Isim Dzohir Contoh : َ‫ْف‬‫ي‬ِ‫غ‬ ّ‫لر‬َ‫ا‬ ُ‫ت‬ْ‫َل‬‫ك‬َ‫أ‬  Maful Bih Isim Dhomir Contoh : ْ‫ي‬ِ‫ن‬َ‫ب‬َ‫ر‬َ‫ض‬ Isim – Isim yang di baca Nasob maful bih maful mutlak maful fiih maful fiih maful ma’ah maful li ajlih mustasna isimnya la munada hal tamyiz Khobar kanna isim inna isim yang ikut
  • 61.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 61 2. MAF’UL MUTLAQ / MASDAR  Pengertian Maf’ul Mutlaq adalah Masdar pelengkap yang menguatkan amilnya, menjelaskan macam atau menjelaskan bilangannya bermakna kelawan. Contoh : ً‫َل‬‫س‬ُ‫غ‬ ُ‫اغتسلت‬  Pembagian Maf’ul Mutlaq ada 2 : 1) Masdar Maknawi 2) Masdar Lafdzi  Masdar Maknawi : Maf’ul Mutlaq yang kata dan maknanya sama dengan amilnya Contoh : ‫إتقانا‬ ‫ك‬َ‫ل‬‫عم‬ ْ‫ن‬ِ‫ق‬‫أت‬  Masdar Lafdzi : Maf’ul mutlaq yang lafadznya tidak mengambil kata dari amilnya tapi mempunyai arti yang sama dengan amilnya Contoh : ‫عودا‬ُ‫ق‬ ُ‫جلست‬ Nadzomnya ‫ى‬َ‫ُر‬‫ي‬ ‫ا‬‫ي‬ِ‫ظ‬ْ‫ف‬َ‫ل‬َ‫ف‬ ‫َى‬‫ن‬ْ‫ع‬َ‫م‬ْ‫ال‬ َ‫و‬ ِ‫ظ‬ْ‫ف‬ّ‫ل‬‫ال‬ ‫ِى‬‫ف‬ # ‫ى‬َ‫ر‬َ‫ج‬ ْ‫ي‬ِ‫ذ‬ّ‫ل‬‫ا‬ ُ‫ه‬َ‫ل‬ْ‫ع‬ِ‫ف‬ ْ‫ِق‬‫ف‬‫ا‬ َ‫ُو‬‫ي‬ ْ‫ِن‬‫ا‬َ‫ف‬ َ‫و‬ُ‫ه‬َ‫ف‬ ِ‫ل‬ْ‫ع‬ِ‫ف‬ْ‫ال‬ ِ‫ظ‬ْ‫ف‬َ‫ل‬ ِ ‫ْر‬‫ي‬‫َـ‬‫غ‬ِ‫ب‬ # ‫ى‬ِ‫و‬ُ‫ر‬ ْ‫د‬َ‫ق‬َ‫ف‬ ْ‫ط‬َ‫ق‬َ‫ف‬ ‫َى‬‫ن‬ْ‫ع‬َ‫م‬ْ‫ال‬ َ‫ق‬َ‫ف‬‫ا‬ َ‫و‬ ْ‫و‬َ‫ا‬ ‫ى‬ِ‫و‬َ‫ن‬ْ‫ع‬َ‫م‬ MAF’UL BIH ISIM DZOHIR ISIM DZOMIR MUNFASIL MUTTASIL KETERANGAN Setiap dhomir muttasil mahal nasob yang gandeng dengan fi’il pasti menjadi maf’ul bih ُ‫ه‬َ‫ط‬َ‫ل‬‫ا‬َ‫خ‬ bila gandeng dengan isim maka menjadi mudhof ilahi : ُ‫ه‬ُ‫ؤ‬ُ‫ض‬ُ‫و‬ bila gandeng dengan َّ‫ن‬ِ‫إ‬ dan saudaranya maka menjadi isimnya : ُ‫ه‬َّ‫ن‬ِ‫ك‬َ‫ل‬ ، ُ‫ه‬َّ‫ن‬ِ‫إ‬
  • 62.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 62  Fungsi Maf’ul Mutlaq  Yang menguatkan : ‫يا‬ْ‫ق‬َ‫س‬ ُ ّ ‫َللا‬ ‫اك‬َ‫ق‬َ‫س‬ ‫تكليما‬ ‫وسى‬ُ‫م‬ ُ‫هللا‬ ‫م‬‫وكل‬  Yang menjelaskan jenis/macamnya : ِ‫قالء‬ُ‫ع‬‫ال‬ َ‫سير‬ ُ‫سرت‬ ٍ‫ُوء‬‫س‬ َ‫ة‬‫يت‬ِ‫م‬ ُ‫د‬ ِ‫اح‬َ‫ج‬‫ال‬ ُ‫ت‬ ْ‫و‬ُ‫م‬َ‫ي‬  Yang menjelaskan bilangan : ‫أو‬ ،ِ‫تين‬َ‫ب‬ ْ‫ضر‬ ّ ‫اللص‬ ُ‫ضربت‬ ِ‫وقفتين‬ ُ‫وقفت‬ ٍ‫ت‬‫با‬َ‫ر‬َ‫ض‬ Nadzomnya ‫أمن‬ ‫من‬ ‫كأمن‬ ‫الفعل‬ ‫مدلولي‬ * ‫من‬ ‫الزمان‬ ‫سوى‬ ‫ما‬ ‫اسم‬ ‫المصدر‬ ‫رشد‬ ‫ذي‬ ‫سير‬ ‫سيرتين‬ ‫كسرت‬ * ‫عدد‬ ‫أو‬ ‫يبين‬ ‫نوعا‬ ‫أو‬ ‫توكيدا‬  Macam-macam masdar  Masdar marroh atau masdar ‘adad Masdar marroh ialah kalimah (masdar) yang menjelaskan bilangan sesuatu pekerjaan. Maka jika kita menghendaki ma’na marroh, kalau dari fi’il tsulasi mujarrod maka ikut wazan wazan ‫ة‬َ‫ل‬ْ‫ع‬َ‫ف‬, contoh: ‫ة‬َ‫ب‬ ْ‫ر‬َ‫ض‬ ‫ْدا‬‫ي‬َ‫ز‬ ُ‫ْت‬‫ب‬َ‫ر‬َ‫ض‬(Aku memukul zaid dengan sekali pukulan). Kecuali jika lafadznya ada ta’ ta’nis seperti lafadz ‫ة‬َ‫م‬ْ‫ع‬ِ‫ن‬ ،‫ة‬َ‫م‬ْ‫ح‬َ‫ر‬, maka kalau ingin menghendaki ma’na marroh, setelah lafadz tersebut harus menyebutkan lafadz ‘adad (bilangan), contoh: ُ‫ه‬ُ‫ت‬ْ‫م‬َ‫ح‬َ‫ر‬ FUNGSI MAF’UL MUTLAK menguatkan menjelaskan jenis menjelaskan bilangan
  • 63.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 63 ‫ة‬َ‫د‬ ِ‫اح‬ َ‫و‬ ‫ة‬َ‫م‬ْ‫ح‬ َ‫ر‬. Jika fi’il ghoiru tsulatsi maka lafaz masdar yang dikehendaki ma’na marroh harusnya ditambah ta’, contoh:‫ة‬َ‫م‬‫ا‬ َ‫ر‬ْ‫ك‬ِ‫ا‬ ‫ْدا‬‫ي‬َ‫ز‬ ُ‫ت‬ْ‫م‬َ‫ر‬ْ‫ك‬َ‫ا‬  Masdar nau’ atau masdar haiah Masdar nau’ ialah kalimah (masdar) yang untuk menjelaskan bentuk dan sifat dari suatu pekerjaan. Maka jika menghendaki ma’na tersebut, kalau dari fi’il tsulasi mujarrod, maka ikut wazan ‫ة‬َ‫ل‬ْ‫ع‬ِ‫ف‬, contoh: ‫َة‬‫ن‬َ‫س‬َ‫ح‬ ‫َة‬‫ش‬ْ‫ي‬ِ‫ع‬ ‫ْد‬‫ي‬َ‫ز‬ َ ‫اش‬َ‫ع‬(Zaid hidup dengan kehidupan yang baik). Selanjutnya jika dari fi’il ghoiru tsulasi maka masdarnya dengan sifat yang masdar nau’ (haiah), contoh: ‫ْما‬‫ي‬ِ‫ظ‬َ‫ع‬ ‫اما‬ َ‫ر‬ْ‫ك‬ِ‫ا‬ ‫ْدا‬‫ي‬َ‫ز‬ ُ‫ت‬ْ‫م‬َ‫ر‬ْ‫ك‬َ‫ا‬ (Aku memuliakan zaid dengan memuliakan yang agung). Nadzomnya َ‫ف‬‫و‬ ‫ــــ‬َ‫س‬‫ـــــــــ‬ْ‫ـــــــــل‬َ‫ج‬‫كـــــــــ‬ ٍ‫ة‬ّ‫ــــــــــــــــــر‬َ‫م‬‫ـــــــــــــــــ‬ِ‫ل‬ ‫ــــــــــــة‬َ‫ل‬‫ــــــــــــ‬ْ‫ع‬‫ـــــــــــ‬ ْ‫ـــــة‬ # ‫ــــــــــــة‬َ‫ل‬‫ــــــــــــ‬ْ‫ع‬‫ــــــــــــ‬ِ‫ف‬‫و‬ ٍ‫ة‬‫ـــــــــيـــــــــئـــــــــ‬َ‫ه‬‫ـــــــــ‬ِ‫ل‬ ْ‫ـــــــــة‬َ‫س‬‫ـــــــــ‬ْ‫ـــــــــل‬ ِ‫كـــــــــج‬ 3. MAF’UL FIIH / DZOROF  Pengertian Dzorof : isim yang dibaca nashab dengan mentakdirkan kata “‫في‬ “ (di/dalam) yang disebutkan untuk menjelaskan waktu dan tempat terjadinya suatu perbuatan. Contoh : ‫ا‬‫م‬ ْ ‫و‬َ‫ي‬ ُ‫ت‬ ْ‫ر‬ِ‫س‬ ‫ر‬ْ‫ه‬َ‫ش‬ ْ‫و‬َ‫أ‬ ‫ا‬ َ‫أ‬ ْ‫و‬ ُ‫س‬ ّ‫ن‬ ‫ة‬ َ‫أ‬ ْ‫و‬ َ‫ل‬ ْ‫ي‬ ‫ال‬ Nadzomnya ‫العرب‬ ‫عند‬ ‫في‬ ‫تقدير‬ ‫على‬ ‫كل‬ # ‫انتصب‬ ‫مكان‬ ‫او‬ ‫وقت‬ ‫اسم‬ ‫هو‬  Pembagian Dzorof ada 2 : 1) Dzorof Zaman 2) Dzorof Makan  Dzorof Zaman: dzorof yang menunjukkan makna zaman/waktu terjadi suatupekerjaan Contoh : ُ‫ت‬ ْ‫ر‬ِ‫س‬ ‫ا‬‫م‬ ْ ‫و‬َ‫ي‬  Dzorof Makan : dzorof yang menunjukkan makna makan/tempat terjadinya pekerjaan Contoh :ِ‫ت‬ْ‫ي‬َ‫ب‬‫ال‬ َ‫ام‬َ‫م‬َ‫أ‬ ُ‫ت‬ ْ‫ر‬ِ‫س‬ Nadzomnya ‫أزمنا‬ ‫امكث‬ ‫كهنا‬ ‫باطراد‬ ‫في‬ *** ‫ضمنا‬ ‫مكان‬ ‫أو‬ ‫وقت‬ ‫الظرف‬ DZOROF DZOROF ZAMAN DZOROF MAKAN
  • 64.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 64  Macam - Macam Dzorof ada 2 yaitu :  Mutasorrif : lafazh yang terkadang berfungsi sebagai zharaf dan juga tidak. Contoh sebagai zharaf : ِ‫ْن‬‫ي‬َ‫ن‬ْ‫ث‬ِ ْ ‫اإل‬ َ‫م‬ ْ‫و‬َ‫ي‬ ُ‫ت‬ْ‫م‬ُ‫ص‬ Contoh bukan sebagai zharaf :‫ك‬ َ‫ار‬َ‫ب‬ُ‫م‬ ‫م‬ ْ‫و‬َ‫ي‬ ِ‫ة‬َ‫ع‬ْ‫م‬ُ‫ج‬ْ‫ال‬ ‫وم‬َ‫ي‬  Ghoiru Mutasorrif : lafazh-lafazh yang tidak digunakan untuk zharaf atau majrur dengan ْ‫ن‬ِ‫م‬, seperti: َ‫ل‬ْ‫ب‬َ‫ق‬ -َ‫د‬ْ‫ع‬َ‫ب‬ -َ‫د‬ْ‫ن‬ِ‫ع‬.  I’rab Zharaf  Mu’rob :zharaf yang mu’raf seperti : ‫َة‬‫ن‬َ‫س‬ -‫ر‬ْ‫ه‬َ‫ش‬ -‫ْال‬‫ي‬َ‫ل‬ -‫م‬ ْ‫و‬َ‫ي‬  Mabni : zharaf mabniy yang selalu dibaca dalam bentuk yang sama, seperti: َ‫آلن‬َ‫ا‬ – ُ‫ْث‬‫ي‬َ‫ح‬ – ‫ا‬َ‫ذ‬ِ‫إ‬ – ِ ‫س‬ْ‫م‬َ‫أ‬ 4. MAF’UL LI AJLIH  Pengertian Maf’ul Li Ajlih adalah Isim yang dibaca nashob untuk menyatakan sebab atau motif terjadinya perbuatan. Contoh ‫ا‬‫ب‬ْ‫ع‬َ‫ت‬ ِ‫ي‬ِ‫س‬ ْ‫ر‬ُ‫ك‬‫ال‬ ‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ُ‫ْت‬‫س‬َ‫ل‬َ‫ج‬ Nadzomnya ‫َا‬‫ن‬‫ا‬َ‫ي‬َ‫ب‬ ‫ى‬َ‫ت‬َ‫أ‬ ْ‫ن‬ِ‫إ‬ ْ‫ب‬ ِ ‫ص‬ْ‫ن‬‫ا‬ َ‫ر‬َ‫د‬ْ‫ص‬َ‫م‬ْ‫ال‬ َ‫و‬ # ‫َا‬‫ن‬‫ا‬َ‫ك‬ ْ‫د‬َ‫ق‬ ‫ِي‬‫ذ‬ّ‫ال‬ ِ‫ل‬ْ‫ع‬ِ‫ف‬ْ‫ال‬ ِ‫ة‬ّ‫ل‬ِ‫ع‬ِ‫ل‬  Syarat Maf’ul Li Ajlih ada 5 :  Berbentuk masdar  Menunjukkan arti sebab  Antara masdar dan amilnya sama dalam waktu mengerjakannya  Antara masdar dan amilnya sama mengenai fa’ilnya  Termasuk perbuatan hati
  • 65.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 65 FAEDAH 1) Maf’ul lah sama dengan maf’ul muthlak (sama-sama berupa masdar yang di baca nasob) namun berbeda makna 2) Maf’ul lah bisa diketahui dengan pertanyaan mengapa ? *apabila 5 syarat tidak terpenuhi maka harus dijerkan dengan huruf jer yang menunjukkan arti sebab SYARAT MAF’L LI AJLIH BERUPA MASDAR ARTI SEBAB ANTARA MASDAR DAN AMILNYA SAMA DALAM WAKTU MENGERJAKAN ANTARA MASDAR DAN AMILNYA SAMA MENGENAI FAILNYA Termasuk perbuatan hati
  • 66.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 66 5. MAF’UL MA’AH  Pengertia Maf’ul Ma’ah adalah isim yang dibaca nashob yang disebutkan untuk menjelaskan perkara yang perkara itu disertai perkara yang lain. Contoh : َ‫ْش‬‫ي‬َ‫ج‬ْ‫ال‬ َ‫و‬ ُ‫ير‬ِ‫م‬َ ْ ‫ْل‬َ‫ا‬ َ‫ء‬‫ا‬َ‫ج‬ Nadzomnya ‫فسد‬ ‫واو‬ ‫بعد‬ ‫اسم‬ ‫ريفه‬ْ‫ع‬َ‫ت‬ # ‫جرى‬ ‫غيره‬ ‫فعل‬ ‫معه‬ ‫كان‬ ‫من‬ 6. MUSTASNA  Pengertian Mustasna adalah Membuat pengecualian dengan adat istisna’ Contoh : ‫ا‬‫زيد‬ ّ ‫إَل‬ ُ‫ل‬‫الرج‬ َ‫حضر‬ Nadzomnya ْ‫ن‬ِ‫م‬ ... ْ‫ج‬ َ‫َر‬‫خ‬ ‫ا‬َ‫م‬ ِ‫م‬َ‫ال‬َ‫ك‬ْ‫ال‬ ِ‫ه‬ِ‫ب‬ ْ‫ج‬ ِ ‫ر‬ْ‫خ‬َ‫أ‬ ْ‫ج‬ َ‫ر‬َ‫د‬ْ‫ن‬‫ا‬ ِ‫ظ‬ْ‫ف‬ّ‫الل‬ ‫ي‬ِ‫ف‬ َ‫ان‬َ‫ك‬ َ‫و‬ ِ‫ه‬ِ‫م‬ْ‫ك‬ُ‫ح‬  Adat – Adat Istisna’ 1 2 3 4 5 6 7 8 َّ ‫ِل‬ِ‫إ‬ ُ‫ر‬ْ‫ي‬َ‫غ‬ ٌ‫ء‬‫ا‬َ‫و‬َ‫س‬ ‫ى‬ً‫و‬ُ‫س‬ ‫ى‬ً‫و‬ِ‫س‬ َ ‫َل‬َ‫خ‬ ‫َا‬‫د‬َ‫ع‬ ‫َا‬‫ش‬‫ا‬َ‫ح‬  Istilah dalam Istisna’  Mustasna : isim yang di kecualikan  Mustasna minhu :isim yang menjadi sumber pengecualian  Kalam tam :kalam yang menyebutkan Mustasna minhu Perbedaan Wawu Ma’iyah dan Wawu Athof Wawu Ma’iyah :Bermakna “sertane” (beserta) Wawu Athof : Bermakna “lan” (dan)
  • 67.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 67  Kalam naqis : kalam yang tidak menyebutkan Mustasna minhu  Kalam mujab :kalam yang tidak diketahui nafi, nahi dan istifham  Kalam manfi :kalam yang di dahului nafi, nahi dan istifham  Istisna’ muttasil :mustasna sejenis dengan mustasna minhu  Istina’ munfasil : mustasna tidak sejenis dengan mustasna minhu Nadzomnya ْ‫ب‬ ِ ‫ص‬َ‫ت‬ْ‫ن‬َ‫ي‬ ٍ‫ام‬َ‫م‬َ‫ت‬ ْ‫ع‬َ‫م‬ ّ‫َل‬‫ا‬ ِ‫ت‬َ‫ن‬ْ‫ث‬َ‫ت‬ْ‫س‬‫ا‬ ‫ا‬َ‫م‬ # ْ‫و‬َ‫أ‬ ٍ‫ي‬ْ‫ف‬َ‫ن‬ َ‫د‬ْ‫ع‬َ‫ب‬ َ‫و‬ ْ‫ب‬ ِ‫خ‬ُ‫ت‬ْ‫ن‬‫ا‬ ٍ‫ي‬ْ‫ف‬َ‫ن‬َ‫ك‬ ْ‫ب‬ ِ ‫ص‬ْ‫ن‬‫ا‬ َ‫و‬ َ‫ل‬َ‫ص‬ّ‫ت‬‫ا‬ ‫ا‬َ‫م‬ ُ‫ع‬‫ا‬َ‫ب‬ْ‫ت‬‫إ‬ # ‫ع‬َ‫ط‬َ‫ق‬ْ‫ن‬‫ا‬ ‫ا‬َ‫م‬ ‫ا‬َ‫م‬ِ‫ل‬ ّ‫َل‬‫إ‬ ‫ق‬ِ‫ب‬‫ا‬َ‫س‬ ْ‫غ‬ّ‫ر‬َ‫ف‬ُ‫ي‬ ْ‫ن‬ِ‫إ‬ َ‫و‬ ْ ‫ا‬َ‫م‬ِ‫د‬ُ‫ع‬ ّ‫َل‬‫ا‬ ِ‫و‬َ‫ل‬ ‫ا‬َ‫م‬َ‫ك‬ ْ‫ن‬ُ‫ك‬َ‫ي‬ ُ‫د‬ْ‫ع‬َ‫ب‬ # ْ‫ع‬َ‫ق‬ َ‫و‬ ‫ال‬َ‫د‬ْ‫ب‬ِ‫إ‬ ِ‫ه‬‫ي‬ِ‫ف‬ ٍ‫يم‬ِ‫م‬َ‫ت‬ ْ‫ن‬َ‫ع‬ َ‫و‬
  • 68.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 68 7. Isimnya La )‫(ِل‬ Li Nafsil Jinsi  Pengertian La Li Nafsil Jinsi adalah setiap isim yang menjadi isimnya la yang meniadakan jenis harus dibaca Nashob tanpa Tanwin Contoh : ِ‫ّار‬‫د‬‫ال‬ ‫في‬ َ‫ل‬‫رج‬ ‫َل‬ َّ ‫ِل‬ِ‫إ‬ ،‫ى‬‫و‬ِ‫س‬ َ‫و‬ ،ُ‫ْر‬‫ي‬َ‫غ‬ َ‫و‬ ‫اء‬ َ‫و‬َ‫س‬ َ‫و‬ ،‫ى‬‫و‬ُ‫س‬ َ‫و‬ ،‫َا‬‫د‬َ‫ع‬ َ‫و‬ ، َ ‫َل‬َ‫خ‬َ‫و‬ ‫َا‬‫ش‬‫ا‬َ‫ح‬َ‫و‬ Pasti nasob bagi kalam tam mujab Boleh nasob atau badal bagi kalam tam manfi Bergantung kepada amil sebab kalam naqis Pasti dibaca jer Boleh nasob/jer ‫زيدا‬ ‫إِل‬ ‫القوم‬ ‫جاء‬ ‫ًا‬‫د‬ْ‫ر‬ِ‫ق‬ ‫إِل‬ ‫القوم‬ ‫جاء‬ ‫زيدا‬ ‫إِل‬ ‫جاء‬ ‫غير‬ ‫القوم‬ ‫جاء‬ ‫زيدا‬ ‫زيدا‬ ‫خَل‬ ‫القوم‬ ‫جاء‬ I’ROB ISTISNA’ ‫زيدا‬ ‫إِل‬ ‫القوم‬ ‫جاء‬ Adat istisnsa’
  • 69.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 69 Nadzomnya َ ‫ـــــــــــــــال‬ِ‫ل‬ ْ‫ــــــــل‬َ‫ع‬‫ـــــــ‬ْ‫اج‬ ّ‫إن‬ َ‫ل‬‫ــــــــ‬َ‫م‬‫ـــــــ‬َ‫ع‬ ‫ــــــــــــــ‬ْ‫ت‬َ‫ء‬‫جـــــــــــــــا‬ ‫ة‬َ‫د‬ َ‫ــــــــــــــفـــــــــــــــر‬ُ‫م‬ # ْ‫ة‬َ‫ــــــــر‬ِ‫ك‬‫َــــــــ‬‫ن‬ ‫فــــــــــــــــي‬ ْ‫أو‬ َ‫ـك‬ ْ‫ة‬َ‫ر‬ ّ‫َـــــــــــــــر‬‫ك‬‫ـــــــــــــــ‬ُ‫م‬  Macam – Macam Isimnya La ada 3 :  Isim Mufrod, yaitu isim yang tidak di mudlofkan pada yangl lain, baik berupa tasniyah, jama atau yg lainya. contoh : ِ‫ّار‬‫د‬‫ال‬ ‫في‬ َ‫ل‬‫رج‬ ‫َل‬  Berbentuk Mudlof Contoh :‫عندنا‬ ٍ‫ُوء‬‫س‬ َ‫ل‬‫رج‬ ‫َل‬  Berbentuk Syibhu Mudlof Contoh :‫خاضر‬ ‫ه‬ُ‫ق‬‫ل‬ُ‫خ‬ ‫قبيحا‬ ‫َل‬ MACAM ISIMNYA LA Isim Mufrod ِ‫ّار‬‫د‬‫ال‬ ‫في‬ َ‫ل‬‫رج‬ ‫َل‬ Mudhof ‫عندنا‬ ٍ‫ُوء‬‫س‬ َ‫ل‬‫رج‬ ‫َل‬ Syibhu Mudlof ‫خاضر‬ ‫ه‬ُ‫ق‬‫ل‬ُ‫خ‬ ‫قبيحا‬ ‫َل‬ ِ FAEDAH a) Amalnya La sama dengan amalnya inna : menasobkan isim (fatha tanpa tanwin) dan merofa’kan Khobar. b) Isim yang dinasobkan oleh La harus berupa isim nakiroh :َ‫ل‬‫رج‬ ‫َل‬ c) La tidak diawali huruf jer : ٍ‫د‬‫ا‬ َ‫ز‬ َ ‫ال‬ِ‫ب‬ d) La dan isimnya tidak dipisah : ‫َل‬ ‫الدار‬ ‫في‬ َ‫ل‬‫رج‬ e) Khobar La kebanyakan dibuang karena sudah maklum. Nadzomnya ‫و‬ ‫الخبر‬ ‫إسقاط‬ ‫الباب‬ ‫ذا‬ ‫فى‬ ‫شاع‬ # ‫ظهر‬ ‫سقوطه‬ ‫مع‬ ‫المراد‬ ‫إذا‬
  • 70.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 70 8. MUNADA  Pengertian  Munada adalah isim yang terletak sesudah huruf nida.  Nida’ adalah Memanggil dengan menggunakan salah huru nida’ Contoh : ُ‫د‬ْ‫ي‬َ‫ز‬ ‫ا‬َ‫ي‬ Nadzomnya ‫قد‬ ‫رفعه‬ ‫في‬ ‫الذي‬ ‫على‬ # ‫المفرد‬ ‫المنادى‬ ‫المعرف‬ ‫وابن‬ ‫عهدا‬  Macam – Macam Huruf Nida’  ‫ا‬َ‫ي‬ : Digunakan untuk segala jenis panggilan Contoh :ُ‫د‬ْ‫ي‬َ‫ز‬ ‫ا‬َ‫ي‬  َ‫أ‬ : Digunakan untuk panggilan dekat Contoh : ْ‫ل‬ِ‫ب‬ْ‫ق‬َ‫أ‬ ُ‫د‬ّ‫م‬َ‫ح‬ُ‫م‬َ‫أ‬  ‫أى‬ َ‫و‬ ‫ّا‬‫ي‬‫ه‬ َ‫و‬ ‫ّا‬‫ي‬َ‫أ‬ : Digunakan untuk panggilan jauh Contoh :ُ‫ه‬‫ا‬َ‫س‬ْ‫أ‬ َ‫ر‬ ‫ا‬ َ‫و‬  Macam-macam munada  al-mufrad al-‘alam (nama yang mufrad) contoh ُ‫د‬ْ‫ي‬َ‫ز‬ ‫ا‬َ‫ي‬  nakirah maqsudah (mengkhususkan panggilan kepada sesorang) contoh :ُ‫ل‬ُ‫ج‬َ‫ر‬ ‫ا‬َ‫ي‬  nakirah gairu maqsudah(memanggil kepada seseorang secara umum, tidak dikususkan kepada seorangpun)
  • 71.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 71 contoh :ُ‫ل‬ُ‫ج‬َ‫ر‬ ‫ا‬َ‫ي‬  mudhaf contoh :ِ ّ ‫َللا‬ َ‫ل‬ ْ‫و‬ُ‫س‬ َ‫ر‬ ‫ا‬َ‫ي‬  sibhul mudhaf (menyerupai mudhaf) contoh : ‫ال‬َ‫ب‬َ‫ج‬‫ا‬ِ‫ع‬‫ياطال‬ 9. HAL  Pengertian Hal adalah kata pelengkap yang berfungsi menjelaskan keadaan fail atau maf’ul (shohibul hal) yang masih samar. Contoh : ‫ا‬‫ِي‬‫ش‬َ‫م‬ ‫د‬ّ‫م‬َ‫ح‬ُ‫م‬ َ‫ء‬‫ا‬َ‫ج‬ Nadzomnya # ‫منتص‬ ‫فضلة‬ ‫وصف‬ ‫الحال‬ ‫أذهب‬ ‫كفردا‬ ‫حال‬ ‫في‬ ‫مفهم‬  Syarat-Syarat Hal  Berupa Isim Nakiroh I’ROB MUNADA Dhommah Nasob Mufrod Alam ُ‫د‬ْ‫ي‬َ‫ز‬ ‫ا‬َ‫ي‬ Mufrod Alam ُ‫د‬ْ‫ي‬َ‫ز‬ ‫ا‬َ‫ي‬ nakirah maqsudah ُ‫ل‬ُ‫ج‬ َ‫ر‬ ‫ا‬َ‫ي‬ nakirah goiru maqsudah ُ‫ل‬ُ‫ج‬ َ‫ر‬ ‫ا‬َ‫ي‬
  • 72.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 72  Berupa isim sifat :  Isim Fail :‫د‬‫م‬ِ‫ئ‬‫ا‬َ‫ق‬ ‫د‬ّ‫م‬َ‫ح‬ُ‫م‬ َ‫ء‬‫ا‬َ‫ج‬  Isim Maf’ul :‫ا‬‫ب‬ ْ‫و‬ُ‫ْر‬‫ض‬َ‫م‬ ‫د‬ّ‫م‬َ‫ح‬ُ‫م‬ َ‫ء‬‫ا‬َ‫ج‬  Isim Tafdhil : ُ‫ل‬َ‫ض‬ْ‫ف‬َ‫أ‬ ‫د‬ّ‫م‬َ‫ح‬ُ‫م‬ َ‫ء‬‫ا‬َ‫ج‬  Jumlah atau Syibhu Jumlah boleh menjadi HAL dengan syarat sebelumnya berupa isim Ma’rifat 10. TAMYIZ  Pengertian Tamyiz adalah kata pelengkap yang berfungsi menjelaskan benda (dzat) yang masih samar bermakna apane. Contoh ‫ال‬َ‫س‬َ‫ع‬ ‫ال‬ْ‫ط‬ ِ ‫ر‬ ُ‫ْت‬‫ي‬ َ‫َر‬‫ت‬ْ‫ش‬‫ا‬ Nadzomnya ‫فسر‬ ‫انتصاب‬ ‫ذو‬ ‫اسم‬ ‫تعريفه‬ # ‫قدرا‬ ‫جنس‬ ‫ذات‬ ‫او‬ ‫لنسبة‬  Pembagian Tamyiz ada 2 :  Tamyiz Dzat adalah Tamyiz dzat digunakan pada lafazh-lafazh yang menunjukkan bilangan, ukuran jarak, takaran, dan berat. Contoh ‫ا‬‫َاب‬‫ت‬ِ‫ك‬ َ‫َر‬‫ش‬َ‫ع‬ َ‫ة‬ّ‫ت‬ِ‫س‬ ُ‫ْت‬‫ي‬ َ‫َر‬‫ت‬ْ‫ش‬‫ا‬  Tamyiz Nisbat adalah tamyiz untuk menghilangkan kesamaran makna umum dari penisbatan dua lafazh di dalam tarkib jumlah. Tamyiz nisbat merupakan peralihan dari mubtada’, fa’il, atau maf’ul . o Tamyiz peralihan dari mubtada’ :‫ا‬‫م‬ْ‫ل‬ِ‫ع‬ ِ‫ب‬ِ‫ل‬‫ا‬ّ‫الط‬ َ‫ن‬ِ‫م‬ ُ‫ر‬َ‫ث‬ْ‫ك‬َ‫أ‬ ُ‫س‬ ِ ‫ر‬َ‫د‬ُ‫م‬ْ‫ال‬
  • 73.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 73 o Tamyiz peralihan dari fa’il :‫ا‬‫ق‬ُ‫ل‬ُ‫خ‬ ُّ‫اب‬ّ‫ش‬‫ال‬ َ‫ُن‬‫س‬َ‫ح‬ o Tamyiz peralihan dari maf’ul :‫ا‬‫ر‬َ‫ج‬َ‫ش‬ َ ‫ض‬ ْ‫ر‬َ ْ ‫اْل‬ ُ‫د‬َ‫م‬ْ‫ح‬َ‫أ‬ َ ‫س‬ َ‫َر‬‫غ‬ TAMYIZ Tamyiz Dzat Tamyiz Nisbat MUBTADA ’ FA’IL MAF’UL’ CIRI – CIRI TAMYIZ 1. Terletak setalah batasan Contoh : ً ‫َل‬ ْ‫و‬ُ‫ط‬ ُ‫ه‬ُّ‫د‬َ‫ح‬ َ‫و‬ 2. Terletak setelah Isim Tafdil Contoh : ‫ا‬ً‫ب‬‫ا‬َ‫ب‬ْ‫ح‬ِ‫ت‬ْ‫س‬ِ‫إ‬ ُّ‫د‬َ‫ش‬َ‫أ‬ 3. Terletak setelah Hitungan 11 sampai 99 Contoh : ‫ا‬ً‫م‬ ْ‫و‬َ‫ي‬ َ‫َر‬‫ش‬َ‫ع‬ َ‫ة‬َ‫س‬ْ‫َم‬‫خ‬ 4. Kebanyakan Tamyiz berupa isim jamid Contoh : ‫ا‬ً‫ن‬َ‫م‬ َ‫ز‬ ُ‫ه‬ُ‫ر‬َ‫ث‬ْ‫ك‬َ‫أ‬
  • 74.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 74 (BAB 3) ISIM – ISIM YANG DI BACA JER A. Isim – isim yang di baca jer  Isim yang di jerkan oleh huruf jer contoh ٍ‫د‬ْ‫ي‬ َ‫ز‬ ‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬  Menjadi mudhof ilaihi contoh ٍ‫د‬ْ‫ي‬ َ‫ز‬ ُ‫م‬ َ ‫ال‬ُ‫غ‬  Tawabi’ contoh ٍ‫د‬ْ‫ي‬ َ‫ز‬ ‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ِ‫م‬ِ‫ئ‬‫ا‬َ‫ق‬‫ال‬ Nadzomnya ُ‫ع‬‫ا‬َ‫ب‬ْ‫ت‬ِ‫اإل‬ َ‫و‬ ُ‫اف‬َ‫ض‬ُ‫م‬‫ال‬ َ‫و‬ ُ‫ف‬ ْ‫ر‬َ‫ح‬‫ال‬ ... ‫اع‬ َ‫و‬ْ‫ن‬َ‫أ‬ ‫ة‬َ‫ث‬َ‫ال‬َ‫ث‬ ‫ا‬َ‫ه‬ُ‫ض‬ِ‫ف‬‫َا‬‫خ‬
  • 75.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 75 QOUTES HAUQOLA 1.PRASANGKA MANUSIA ‫ابدا‬ ‫السيئة‬ ‫الناس‬ ‫ظنون‬ ‫من‬ ‫تنجو‬ ‫لن‬ ،‫صادقا‬ ‫و‬ ‫طيبا‬ ‫كنت‬ ‫مهما‬ “walaupun engkau baik dan jujur, selamanya engkau tak akan pernah selamat dari prasangka buruk manusia” 2.UJIAN HIDUP ‫تعاش‬ ‫ان‬ ‫تستحق‬ ‫َل‬ ‫حياة‬ ،‫اختبارات‬ ‫بال‬ ‫حياة‬. “Kehidupan yang tidak teruji/tanpa ujian tak layak untuk dijalani” 3.ASUPAN FIKIRAN ‫جسدك‬ ‫لصحة‬ ‫الطعام‬ ‫أفضل‬ ‫تختار‬ ‫تأكل‬ ‫عندما‬ ‫فلماذا‬ ‫عقلك‬ ‫لصحة‬ ‫واْلفكار‬ ‫المعلومات‬ ‫أفضل‬ ‫تختر‬ ‫لم‬ “Ketika makan, kamu memilih makanan terbaik agar tubuhmu sehat. Lantas mengapa tidak memilih informasi dan ide (cara berpikir) yang terbaik agar pikiranmu sehat” 4.ILMU DENGAN USAHA ‫الجسم‬ ‫براحة‬ ‫العلم‬ ‫يستطاع‬ ‫َل‬
  • 76.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 76 “Ilmu tidak bisa diperoleh dengan berleha-leha” 5.ILMU BUKAN TURUNAN ‫جاهل‬ ‫هو‬ ‫كمن‬ ‫علم‬ ‫أخو‬ ‫وليس‬ ‫عالما‬ ‫يولد‬ ‫المرء‬ ‫فليس‬ ‫تعلم‬ “Belajarlah, tak ada seorangpun yang dilahirkan dalam keadaan berilmu, dan tidaklah orang yang berilmu sama dengan orang yang tak berilmu” 6.PENYAKIT ‫اْلطباء‬ ‫قال‬ : ، ‫الفكرة‬ ‫كثرة‬ ‫من‬ ‫الخطيرة‬ ‫اْلمراض‬ ‫السبب‬ ‫أن‬ Para dokter mengatakan : “Bahwa sesungguhnya penyebab utama dari penyakit² yang berbahaya adalah dari banyaknya pikiran” ‫العلماء‬ ‫وقال‬ : ، ‫القناعة‬ ‫قلة‬ ‫من‬ ‫الفكرة‬ ‫السبب‬ ‫أن‬ Dan para Ulama' berkata : “Bahwa sebabbanyaknya pikiran adalah dari kurangnya sifat Qona'ah (merasa cukup dan ridho dengan semua pemberian Allah)” ‫عنه‬ ‫تعالى‬ ‫هللا‬ ‫رضي‬ ‫دينار‬ ‫بن‬ ‫مالك‬ ‫قال‬ : ‫راحة‬ ‫وَل‬ ‫وَلنوم‬ ‫وَلشراب‬ ‫طعام‬ ‫فيه‬ )‫يؤثر‬ ‫(لم‬ ‫ينجع‬ ‫لم‬ ‫سقم‬ ‫أذا‬ ‫البدن‬ ‫أن‬
  • 77.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 77 Imam Malik bin Dinar berkata : “Apabila ada rasa sakit dalam tubuh kita, maka kita tidak akan merasakan nikmatnya makan, minum, tidur, dan istirahat” 7.DEBU DI KAKI GURU ‫الشيوح‬ ‫أقدام‬ ‫تحت‬ ‫ترابا‬ ‫فليصر‬ ‫الفالح‬ ‫أراد‬ ‫من‬ “Barang siapa yg menginginkan kebahagiaan (Dunia-Akhirat) maka jadilah engkau debu dibawah kaki para Guru” 8.KESEDIHAN ِ‫ب‬ِ‫ئ‬‫ا‬ّ‫ت‬‫ال‬ َ‫ن‬ َ‫ز‬َ‫ح‬ ّ ‫َل‬ِ‫إ‬ ‫ي‬ِ‫ل‬ْ‫ب‬ُ‫ي‬ ٍ‫ن‬ َ‫ز‬َ‫ح‬ ُّ‫ل‬ُ‫ك‬ "Setiap kesedihan itu merusak, kecuali kesedihan orang yang bertaubat (karena ingat dosa-dosanya)." 9.PERJUANGAN ‫إنسان‬ ‫ب‬ُ‫ر‬ ‫المحاربة‬ ‫يستحق‬ ‫الكل‬ ‫ليس‬ ‫ر‬‫يقد‬ ‫َل‬ ‫ذلك‬ ‫مع‬ ‫و‬ ‫يفتقر‬ ‫إليك‬ “Tidak semua orang berhak kamu perjuangin. Sebab banyak yang hanya butuh tapi tidak pandai menghargai” 10.CITA - CITA
  • 78.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 78 ِ‫ل‬‫اْلم‬ َ‫ة‬‫غاي‬ ٍ‫ب‬‫قري‬ ْ‫عن‬ ْ‫ب‬ ِ ‫ص‬ُ‫ت‬ ْ‫فانصب‬ ۞ ِ‫ل‬‫ـ‬َ‫س‬‫الك‬ ‫في‬ ُ‫رمان‬ ِ‫والح‬ ِ‫د‬‫الج‬ ‫في‬ ُّ‫د‬َ‫ج‬‫ال‬ ❝Keberuntungan itu terletak pada kesungguhan, dan kemelaratan itu terletak pada kemalasan. Maka berjibakulah, niscaya kamu akan meraih cita-citamu dengan segera.❞ 11.DIAM ‫غيره‬ ‫يجرح‬ ‫َل‬ ‫حتى‬ ‫يصمت‬ ‫من‬ ‫هناك‬ ،‫الكالم‬ ‫قادر‬ ‫غير‬ ‫صامت‬ ‫كل‬ ‫ليس‬ “Tidak semua orang yang diam itu tidak mampu berbicara, ada yang tetap diam agar tidak menyakiti orang lain” 12.KESEDIHAN ِ‫ب‬ِ‫ئ‬‫ا‬ّ‫ت‬‫ال‬ َ‫ن‬ َ‫ز‬َ‫ح‬ ّ ‫َل‬ِ‫إ‬ ‫ي‬ِ‫ل‬ْ‫ب‬ُ‫ي‬ ٍ‫ن‬ َ‫ز‬َ‫ح‬ ُّ‫ل‬ُ‫ك‬ "Setiap kesedihan itu merusak, kecuali kesedihan orang yang bertaubat (karena ingat dosa-dosanya)." 13.KUNCI KESUKSESAN
  • 79.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 79 ‫ال‬ِ‫ب‬ ‫ة‬َ‫ئ‬ْ‫ي‬ِ‫ل‬َ‫م‬ ُ‫ة‬‫ا‬َ‫ي‬َ‫ح‬‫الـ‬ ِ‫اح‬َ‫ج‬ّ‫ن‬‫ال‬ ‫ى‬َ‫ل‬ِ‫إ‬ ِ‫ه‬ِ‫ب‬ ُ‫ل‬ ِ ‫ص‬َ‫ت‬ ‫ا‬‫م‬ّ‫ل‬ُ‫س‬ ‫ا‬َ‫ه‬‫ـ‬ِ‫ب‬ ِ‫ْن‬‫ب‬‫ا‬ َ‫و‬ ‫ا‬َ‫ه‬ْ‫ع‬َ‫م‬‫ـ‬ْ‫ِج‬‫ا‬ ْ‫ل‬َ‫ب‬ ‫ا‬َ‫ه‬‫ـ‬ِ‫ب‬ ْ‫ر‬ّ‫ث‬َ‫ع‬َ‫ت‬َ‫ت‬ َ ‫َل‬ ِ‫ة‬ َ‫ار‬َ‫ج‬ ِ‫ـح‬ “Kehidupan ini penuh dengan bebatuan maka jangan sampai tersandung kumpulkan dan bangunlah dengannya jembatan menuju kesuksesan” 14.PENGKERDILAN PIKIRAN “Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup adalah membiarkan pikiran yang cemerlang menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang mendahulukan istirahat sebelum lelah” 15.BAHAGIA ‫منها‬ ‫فتخلص‬ ‫برأسك‬ ‫تعشش‬ ‫التي‬ ‫اْلفكار‬ ‫سوى‬ ‫سعيدا‬ ‫تكون‬ ‫أن‬ ‫يمنعك‬ ‫شيء‬ ‫َل‬ “Tidak ada sesuatu yang mencegahmu menjadi bahagia selain pikiran-pikiran (buruk) yang bersarang di kepalamu, maka buanglah.” 16.OMBAK ‫السفينة‬ ‫من‬ ‫ا‬‫أبد‬ ‫تقفز‬ ‫َل‬ ، ‫اْلمواج‬ ‫حجم‬ ‫عن‬ ‫النظر‬ ‫بغض‬ “Sebesar apapun ombak yang menimpa, jangan pernah lompat dari kapal”
  • 80.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 80 17.MAKSIAT ‫ال‬ ‫والتوبة‬ ‫اَلستغفار‬ ‫إَل‬ ‫منها‬ ‫ه‬ُّ‫ك‬ُ‫ف‬َ‫ي‬ ‫َل‬ ‫العاصي‬ ‫عنق‬ ‫في‬ ‫ة‬َ‫ل‬ِ‫س‬ْ‫ل‬ِ‫س‬ ‫عاصي‬َ‫م‬ "Maksiat itu seperti rantai yg melilit di leher orang yg melakukannya. Tidak akan bisa terlepas kecuali dengan beristigfar dan taubat" 18.SEDIKIT ‫النق‬ ‫اجتماع‬ ‫السيل‬ ‫انما‬ ‫و‬ ‫القليل‬ ‫الى‬ ‫القليل‬ ‫ط‬ . “Sedikit demi sedikit akan menjadi banyak, Sesungguhnya Banjir itu berawal dari sekumpulan tetesan air”. 19.NIAT BAIK ‫بها‬ ‫الظن‬ ‫اآلخرون‬ ‫أساء‬ ‫مهما‬ ‫هللا‬ ‫عند‬ ‫تضيع‬ ‫لن‬ ‫الطيبة‬ ‫النوايا‬ “Niat-niat yang baik takkan pernah hilang dimata Allah, betapa pun buruknya orang-orang menyangkanya.” 20.SYARAT PERSAHABATAN ،‫العسرة‬ ‫في‬ ‫والمواساة‬ ،‫العشرة‬ ‫ومسامحة‬ ،‫العثرة‬ ‫إقالة‬ ‫الصحبة‬ ‫شرط‬ “Syarat persahabatan adalah :
  • 81.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 81 ● Memaafkan dalam kesalahan, ● Mudah dalam pergaulan, ● Membantu dalam kesulitan” 21.BERSYUKUR ‫بيتك‬ ‫فی‬ ‫اَلرض‬ ‫علی‬ ‫النوم‬ ‫التنفس‬ ‫فی‬ ‫ضيق‬ ‫من‬ ‫افضل‬ ‫الرزق‬ ‫فی‬ ‫وضيق‬ ,‫المشفی‬ ‫سرير‬ ‫من‬ ‫افضل‬ "Tidur beralas tikar kasar di rumah masih lebih baik dari pada tidur di kasur empuk tapi di rumah sakit. Sempitnya rizki masih lebih baik dari pada merasakan sempit dan sesaknya bernafas" 22.TEKAD ‫من‬ ‫عجزه‬ ‫اخره‬ ‫حزمه‬ ‫يقدم‬ ‫لم‬ “Orang yg tak mau dengan tekadnya, dia pasti tertinggal dengan kelemahannya” 23.ALLAH PENYELESAI ‫أمرك‬ ‫يتولى‬ ‫أن‬ ‫يريد‬ ‫هللا‬ ‫أن‬ ‫فاعلم‬ ‫الشدة‬ ‫وقت‬ ‫في‬ ‫عنك‬ ‫يتخلون‬ ‫الناس‬ ‫رأيت‬
  • 82.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 82 "Jika kau temukan orang-orang berpaling menjauhimu saat kau susah, maka ketahuilah bahwa Allah yang akan menyelesaikan kesulitanmu itu." 24.KEBAIKAN ORANG LAIN ‫أجمل‬ ‫وهي‬ ‫لك‬ ‫ستعود‬ ،‫لغيرك‬ ‫تصنعها‬ ‫فرحة‬ ‫كل‬ . "Setiap kebahagiaan yang kamu ciptakan untuk orang lain, ia akan kembali kepadamu dengan lebih indah." 25.WAKTU “Yang jauh adalah waktu, yang dekat adalah mati, yang besar itu nafsu, yang berat adalah amanah, yang mudah adalah berbuat dosa” 26.PUTUS ASA ‫اْلمام‬ ‫إلى‬ ‫بقوة‬ ‫لينطلق‬ ‫للوراء‬ ‫ترجعه‬ ‫أن‬ ‫يحتاج‬ ‫فالسهم‬ !‫للوراء‬ ‫خطوة‬ ‫رجعت‬ ‫إن‬ ‫تيأس‬ ‫َل‬ “Jangan putus asa jika langkahmu harus mundur ke belakang, karena anak panah juga butuh ditarik ke belakang agar mampu melesat dengan kuat ke depan”. 27.KESIBUKAN ‫بالباطل‬ ‫شغلتك‬ ، ‫بالحق‬ ‫تشغلها‬ ‫لم‬ ‫ان‬ ‫نفسك‬ :‫هللا‬ ‫رحمه‬ ‫البصري‬ ‫الحسن‬ ‫قال‬
  • 83.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 83 “Jika engkau tidak berusaha menyibukkan diri dengan kebenaran maka pasti jiwamu akan tersibukkan dengan kebatilan”. 28.MERENDAH BUKAN BERARTI RENDAH ‫بكرامة‬ ‫ويعيس‬ ‫الحياة‬ ‫ليذل‬ ‫ينحني‬ ،‫ذَل‬ ‫ليس‬ ‫ولكن‬ ‫ينحني‬ ‫البعض‬ “Sebagian orang menunduk bukan karena hina, dia membungkuk untuk merendahkan kehidupan dan menjalani hidup dengan penuh kemuliaan”. 29.PUJIAN ORANG ‫فيك‬ ‫ليس‬ ‫بما‬ ‫يذمك‬ ‫أن‬ ‫تأمنه‬ ‫فال‬ ‫فيك‬ ‫ليس‬ ‫بما‬ ‫الرجل‬ ‫مدحك‬ ‫إذا‬ “Jika seseorang memujimu dengan sesuatu yang tidak ada padamu, janganlah engkau merasa aman. Sebab, bisa jadi dia juga akan mencelamu dengan sesuatu yang tidak ada padamu.” 30.HARAPAN HARUS DISERTAI TINDAKAN ‫ية‬ِ‫ن‬ْ‫م‬ُ‫أ‬ َ‫و‬ُ‫ه‬َ‫ف‬ ّ‫َل‬ِ‫إ‬ َ‫و‬ ،‫ل‬َ‫م‬َ‫ع‬ ُ‫ه‬َ‫ن‬َ‫ار‬َ‫ق‬ ‫ا‬َ‫م‬ ُ‫ء‬‫ا‬َ‫ج‬ّ‫الر‬ "Harapan yang sesungguhnya saat bersamaan dengan tindakan. Jika tidak, maka hanya sebatas angan-angan." 31.JAUH DARI ALLAH
  • 84.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 84 َ‫د‬‫ز‬َ‫ي‬ ‫م‬َ‫ل‬ ، ‫دى‬ُ‫ه‬ ْ‫د‬َ‫د‬‫ز‬َ‫ي‬ ‫م‬َ‫ل‬‫و‬ ‫لما‬ِ‫ع‬ َ‫د‬‫ازدا‬ ِ‫ن‬َ‫م‬ ‫ُعدا‬‫ب‬ ‫إَل‬ ِ ّ ‫َللا‬ َ‫ن‬ِ‫م‬ ْ‫د‬ "Barang siapa ilmunya bertambah, namun tidak dibarengi dengan bertambahnya petunjuk (ketakwaan), maka ia semakin jauh dari Allah" 32.AHLI AGAMA ‫مصيبة‬ ‫والرخاء‬ ,‫نعمة‬ ‫البالء‬ ‫يعد‬ ‫لم‬ ‫من‬ ‫عندنا‬ ‫يفقه‬ ‫لم‬ "Seseorang belum benar-benar mengerti agama, jika belum menganggap kesengsaraan sebagai anugerah dan kesejahteraan sebagai musibah" 33.DZOLIM ‫يكرمه‬ ‫لم‬ ‫لمن‬ ‫تواضع‬ ‫من‬ ‫لنفسه‬ ‫الظالمين‬ ‫اعظم‬ “Orang yang paling dzolim kepada dirinya sendiri adalah dia yang merendahkan dirinya di hadapan orang yang tidak menghormatinya” 34.BUKU & MANUSIA ‫بالمحتوى‬ ‫يدهشنا‬ ‫من‬ ‫ومنهم‬ ،‫بالغالف‬ ‫يخدعنا‬ ‫من‬ ‫منهم‬ ‫الكتب؛‬ ‫مثل‬ ‫البشر‬
  • 85.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 85 “Manusia itu layaknya sebuah bu ku; ada yang sampulnya membuat kita tertipu, dan ada pula yang isinya membuat kita kagum” 35.MATAHARI & MALAM ‫ا‬ ‫مثل‬ ‫كن‬ ‫اآلخرين‬ ‫عيوب‬ ‫فأستر‬ ‫كالظالم‬ ‫وكن‬ ..‫ورحمتها‬ ‫جمالها‬ ‫في‬ ‫لشمس‬ “Jadilah seperti matahari, dalam memberi dan membagi kasih sayang. Dan jadilah seperti malam, untuk menutupi Aib orang lain”
  • 86.
    PP. ASSUNNIYYAH ALJAUHARI| 86 BIODATA PENULIS Nama : Muhammad Bahrul Ula (Al Faqir) Alamat : Glundengan Wuluhan Jember Khumiaro Sakinah Hikmah Kayla Aminah Nafisah Faizah Syafira Nazil Hanie Telah sempurna Buku Kecil Ini Tepat pada Jam 17.30 WIB Malam Rabu 1 Muharram 1445 H Bertepatan dengan Hari Selasa Jam 17.30 WIB Tanggal 20 Bulan Juli Tahun 2023 M. Semoga Allah SWT menjadikan Buku Ini manfaat, barokah dana mal jariya para penulis agar bisa selamat dunia dan akhirat Amiiin.