1
Terjemah Nahwu Ajrumiah ----------------- Untuk MDT Tarbiyatul Banat
‫للمبتدئ‬ ‫النحو‬ ‫علم‬ ‫في‬ ‫مبادئ‬
DASAR-DASAR ILMU NAHWU
Terjemah dari kitab ajrumiyah
Untuk Pemula
Oleh : Hamdisyaf77
Bagian I
Pengenalan Ilmu Nahwu
a. Peletak Ilmu Nahwu
Abul Aswad Ad-Du’aliy merupakan penggagas ilmu nahwu dan pakar tata bahasa
Arab dari bani Kinanah dan dijuluki sebagai bapak Bahasa Arab. Nama aslinya
adalah Zhalim bin amr, lebih dikenal atau dijulukannya abul aswad Ad-Du’aliy (Ad-
Dili), orang yang diambil ilmunya dan yang memiliki keutamaan , dan hakim di
basyarah. Dia dilahirkan pada masa kenabian Muhammad SAW. Ia dianggap
sebagai orang yang pertama kali mendefinisikan tata bahasa arab. Dan yang
pertama kali meletakkan titik pada huruf hijaiyah. Dia meninggal karena wabah
ganas yang terjadi pada tahun 69 H (670-an M) dalam usia 85 tahun.1
Identitasnya, beliau lahir di kufah, irak meninggal : 688M. Basrah,irak
b. Definisi Nahwu
 Nahwu : adalah ilmu yang mempelajari jabatan kata dalam kalimat dan harkat
akhirnya, baik secara I’rab (berubah), bina’ (tetap). Ilmu nahwu mengkaji 3
hal, Huruf, Kata dan kalimat.2
 Pada dasarnya ilmu nahwu (bahasa ingris : syntax), mengajarkan jenis
pengetahuan tentang pola dan jenis kalimat serta aturan penempatan kata
dalam kalimat yang ditandai oleh perubahan vokal akhir kata yang
bersangkutan.3
 Definisi ilmu nahwu : adalah ilmu untuk mengetahui keadaan akhir kalimat
berbahasa arab baik secara i’rab (berubah) atau bina’ (tetap). Dalam kitab,
al-Hidayah fi nahwi ada tambahan , cara menyusun kalimat yang benar.
 Tujuan belajar ilmu nahwu : adalah menjaga lisan dari kesalahan dalam
melafadzkan bahasa arab.4
 Objek kajian Ilmu Nahwu : adalah kalimat dan perkataan (‫والكالم‬ ‫الكلمة‬)
1 Tps://id.m.wikipedia.org. tgl 3 nopember 2019,jam setengah lima
2 Abu hamzah, Pengantar Mudah Belajar Bahasa Arab, Bandung, Pustaka Ahwa, 2007 : hal,2
3 Deni hamdani, Fundamental Tatabahasa Arab, Denira Corp, 1992. H. 9
4 Karangan tanpa nama pengarangnya, Al-Hidayah fi Nahwi,
2
Terjemah Nahwu Ajrumiah ----------------- Untuk MDT Tarbiyatul Banat
 Skema objek kajian ilmu nahwu
 Huruf hijaiyah adalah huruf dari “alief- sampai selesai”
 Kalimat terdiri dari tiga bagian (fi’il, Isim, Huruf ma’ani)
 Jumlah : dalam bahasa indonesia disebut kalimat, kalimat dibagi dalam tiga
bagian : Jumlah Ismiyah, Fi’liyah dan Dharfiyah.5
Bagian II
Bagian pembahasan
(‫الكالم‬)
‫مكتفيا‬ ‫تاما‬ ‫معني‬ ‫المفيدة‬ ‫الجملة‬ ‫هو‬ : ‫الكالم‬‫بنفسه‬‫فاز‬ , ‫هللا‬ ‫مخافة‬ ‫الحكمة‬ ‫رأس‬ : ‫مثل‬ ,
‫من‬ , ‫المتقون‬‫نجا‬ ‫صدق‬
 Kalam : Adalah jumlah yang memberi faidah dengan makna yang sempurna
serta mencukupi dengan dirinya. Seperti “ ‫هللا‬ ‫مخافة‬ ‫الحكمة‬ ‫رأس‬” modal
hikmah itu adalah takut kepada Allah, "‫المتقون‬ ‫"فاز‬ orang-orang yang takwa
itu telah beruntung. “‫نجا‬ ‫صدق‬ ‫من‬” barang siapa yang jujur dia pasti selamat.
‫بالوضع‬ ‫المفيد‬ ‫المركب‬ ‫اللفظ‬ ‫هو‬ ‫الكالم‬
 Kalam terdiri dari lafadz, murakkab, mufid, wada’
Catatan :
 Lafadz : adalah suara yang mengandung atas sebagian huruf hijaiyah. Seperti lafadz
“‫زيد‬” lafadz yang terdiri dari zai, ya’ dan dal.
5 Ibid.Hal.2
‫النحو‬ ‫علم‬ ‫مباحث‬
‫هجائي‬ ‫حرف‬‫الكلمة‬‫جملة‬
‫االسم‬ ‫الفعل‬‫معاني‬ ‫حرف‬
3
Terjemah Nahwu Ajrumiah ----------------- Untuk MDT Tarbiyatul Banat
 Murakkab : lafadz yang tersusun dari dua kalimat atau lebih. “ ‫زيد‬‫قائم‬ ”
 Mufidz : sesuatu yang berfaedah sekiranya yang berbicara dan yang mendengar tidak
timbul pertanyaan lagi. Seperti lafadz, ‫قام‬‫زيد‬
 Wada’ : sebagian ulama’ nahwu menafsirkan dengan adanya maksud. Artinya yang
berbicara itu sadar bahwa ia berbicara. Pengecualian dari wada’ seperti perkataan
orang yang tidur, perkataan orang yang lupa.
PEMBAGIAN KALIMAT
 Denah Pembagian Kalimat
 Kalimat adalah : lafadz yang menunjukkan makna mufrad
 Isim : kalimat yang menunjukkan atas maknanya sendiri dan tidak bersamaan
dengan zaman (waktu), ‫خالد‬ ,‫عصفور‬
 Fi’il : adalah kalimat yang menunjukkan atas maknanya sendiri dan bersamaan
dengan zaman. ‫الباب‬ ‫فتح‬
 Huruf : Adalah kalimat yang menunjukkan makna dengan lainnya
TANDA- TANDA KALIMAT ISIM DAN FI’IL
 Isim bisa diketahui dengan khafadz, tanwin, dimasuki alif dan lam dan huruf
khafadz. Seperti lafadz, “ ,‫الرجال‬ , ,‫زيد‬ ‫في‬ ,‫زيد‬
 kalimat huruf ada Sembilan { ,‫الكاف‬ ,‫الباء‬ ,‫رب‬ , ‫في‬ , ‫غلي‬ , ‫عن‬ , ‫الي‬ , ‫من‬
‫والالم‬} ‫من‬‫البيت‬ ‫الى‬ ‫المسجد‬
 Huruf Qasam ada tiga {‫تاء‬ ,‫الباء‬ , ‫واو‬} ‫تاهللا‬ , ‫وهللا‬ , ‫هللا‬ ‫تا‬
 Fi’il bisa diketahui {‫التائنيث‬ ‫تاء‬ ,‫سوف‬ , ‫سين‬ ,‫قد‬}
Catatan :
 ‫سوف‬ ,‫سين‬ adalah dua lafadz isim untuk huruf yang masuk pada kalimat fi’il mudhari’
kecuali “‫سوف‬” yang menceritakan untuk pembukaan isim sedangkan “‫سين‬” adalah
tidak untuk menceritakan sesuatu,
‫الكلمة‬
‫فعل‬ ‫اسم‬‫حروف‬
4
Terjemah Nahwu Ajrumiah ----------------- Untuk MDT Tarbiyatul Banat
‫سوف‬ dan ‫سين‬ keduanya bermakna akan. Syiin, menunjukkan waktu yang dekat.
Sedankan Syaufa adalah menunjukkan waktu yang jauh
Contoh : ‫الناس‬ ‫من‬ ‫السفهاء‬ ‫سيقول‬" “ Artinya akan berkata orang orang yang bodoh.
dan contoh ‫فترضي‬ ‫ربك‬ ‫يعطيك‬ ‫ولسوف‬
Contoh : ,‫يذهب‬ ‫سوف‬ ‫محمد‬‫الش‬ ‫بعد‬ ‫جاكرتا‬ ‫الي‬‫هر‬ artinya : muhammad akan
pergi kejakarta bula depan. ‫غدا‬ ‫جاكرتا‬ ‫الي‬ ‫سأذهب‬ artinya saya akan pergi kejakarta
besok
 ‫التائنيث‬ ‫تاء‬ : menurut kebiasan terdapat pada akhir fi’il yang dijadikan tanda muannats
seperti lafadz “ ‫ق‬‫هندان‬ ‫امت‬ ”
Skema fungsi qot ketika masuk pada kalimat fi’il
 Qot ketika masuk pada fi’il madhi terdapat dua fungsi “tahqiq” dan “taqlil”.
Tahqiq yaitu bermakna sungguh-sungguh sedangkan taqlil bermakna jarang.
Seperti : ‫القيامة‬ ‫قامت‬ ‫قد‬ artinya : sungguh terjadi apa qiamat ‫الرسول‬ ‫جائكم‬ ‫قد‬
Sungguh telah datang kepadamu seorang rasul
 Qot ketika masuk pada fi’il mudhari’ terdapat dua fungsi “taksir” dan “taqrib”
taksir bermakna banyak taqrib bermakna dekat.
Seperti : ‫السوق‬ ‫الي‬ ‫محمد‬ ‫يذهب‬ ‫قد‬ kadang kadang Muhammad pergi kepasar
‫قد‬
‫للماضي‬‫للمضارع‬
‫للتقريب‬ ‫للتكثير‬ ‫للتقليل‬ ‫للتحقيق‬
5
Terjemah Nahwu Ajrumiah ----------------- Untuk MDT Tarbiyatul Banat
BAB I’RAB
‫االعراب‬ ‫باب‬
‫معصوم‬ ‫أي‬ ‫حمنة‬ ‫أبو‬ ‫قال‬ : ‫معلوم‬ ‫بدئه‬ ‫فى‬ ‫وبعدما‬
‫وبعضه‬ ‫حذف‬ : ‫لدي‬ ‫رب‬ ‫بسوي‬ ‫يجر‬ ‫وقد‬‫مطرد‬ ‫يري‬‫ا‬
‫تقديرا‬ ‫أو‬ ‫لفظا‬ ‫عليها‬ ‫الداخلة‬ ‫العوامل‬ ‫الختالف‬ ‫الكلم‬ ‫أواخر‬ ‫تغيير‬ ‫هو‬ ‫االعراب‬
I’rab adalah berubahnya akhir kalimat karena berbedanya beberapa amil yang
masuk baik secara lafadz atau dikira-kira
Contoh ; ‫م‬‫ح‬‫م‬‫د‬‫ق‬‫ائ‬‫م‬,ٍ‫د‬‫م‬‫ح‬‫م‬‫ب‬ ‫ت‬ ْ‫ر‬‫ر‬‫م‬ ,‫ًا‬‫د‬‫م‬‫ح‬‫م‬ ‫ت‬‫ي‬‫أ‬‫ر‬ , kalimat ini berubah secara lafadz.
Sedangkan yang berubah secara kira-kira seperti kalimat isim yang huruf akhirnya
terdiri dari alif baik maqsurah atau mamdudah seperti . ‫الفتي‬ ‫جاء‬ atau ‫ياء‬ eperti
lafadz ‫القاضي‬ ‫جاء‬
I’rab dibagi empat rafa’, nasab, khafadz, jazm
‫اعراب‬
‫رفع‬‫نصب‬‫خفض‬‫جزم‬
‫ج‬‫اء‬‫م‬‫ح‬‫م‬‫د‬‫ْت‬‫ي‬‫أ‬‫ر‬‫م‬‫ح‬‫م‬ً‫د‬‫ا‬‫مررت‬‫ب‬‫م‬‫ح‬‫م‬ٍ‫د‬‫ا‬ْ‫ب‬‫ر‬ْ‫ض‬‫ي‬ ْ‫م‬‫ل‬
‫اسم‬‫فعل‬
‫فلأل‬‫والنصب‬ ‫الرفع‬ ‫ذلك‬ ‫من‬ ‫سماء‬
‫فيها‬ ‫والجزم‬ ‫والخفض‬
‫والنصب‬ ‫الرفع‬ ‫ذلك‬ ‫من‬ ‫فلالفعال‬
‫والخفض‬ ‫والجزم‬‫فيها‬
Isim hanya bisa rofa’, nasab,
khafadz dan tidak bisa jazam
Fi’il hanya bisa rofa’, nasab, jazam
dan tidak bisa khafadz
6
Terjemah Nahwu Ajrumiah ----------------- Untuk MDT Tarbiyatul Banat
MENGETAHUI TANDA-TANDA I’RAB
‫االعراب‬ ‫عالمات‬ ‫معرفة‬ ‫باب‬
‫والنون‬ ‫وااللف‬ ‫والواو‬ ‫الضمة‬ ‫عالمات‬ ‫أربع‬ ‫للرفع‬
I’rab rofa’ mempunyai empat tanda yaitu dhammah, wawu, alif dan nun
‫الضمة‬ ‫فأما‬‫ف‬‫مواضع‬ ‫أربع‬ ‫فى‬ ‫للرفع‬ ‫عالمة‬ ‫تكون‬‫وجمع‬ ‫التكسير‬ ‫وجمع‬ ‫المفرد‬ ‫االسم‬ ‫في‬
‫شيئ‬ ‫بأخره‬ ‫يتصل‬ ‫لم‬ ‫الذي‬ ‫المضارع‬ ‫والفعل‬ ‫السالم‬ ‫المؤنث‬
Dhammah menjadi tandanya I’rab rofa’ ada diempat tempat isim mufrad, jama’
taksir, jama’ muannats salim dan fi’il mudhari’ yang tidak bersambung dengan
sesuatu
‫وهي‬ ‫الخمسة‬ ‫االسماء‬ ‫وفي‬ ‫السالم‬ ‫المذكر‬ ‫جمع‬ ‫فى‬ ‫موضعين‬ ‫فى‬ ‫للرفع‬ ‫عالمة‬ ‫فتكون‬ ‫الواو‬ ‫واما‬
‫وذومال‬ ‫وفوك‬ ‫وحموك‬ ‫واخوك‬ ‫ابوك‬
Wawu menjadi tandanya I’rab rofa’ terdapat dalam dua tempat, jama’ mudzakkar
salim dan isim yang lima
‫رفع‬
‫الضمة‬‫الواو‬‫الف‬‫النون‬
‫الضمة‬
‫مفرد‬ ‫اسم‬
‫تكسي‬ ‫جمع‬‫ر‬
‫السالم‬ ‫مؤنث‬ ‫جمع‬
‫شيئ‬ ‫بأخره‬ ‫يتصل‬ ‫لم‬ ‫الذي‬ ‫المضارع‬ ‫الفعل‬
‫محمد‬ ‫جاء‬
‫الرجال‬ ‫جاء‬
‫المسلمات‬ ‫جاء‬
,‫يضرب‬‫يفتح‬
7
Terjemah Nahwu Ajrumiah ----------------- Untuk MDT Tarbiyatul Banat
‫االلف‬ ‫واما‬‫االسماء‬ ‫تثنية‬ ‫في‬ ‫للرفع‬ ‫عالمة‬ ‫فتكون‬‫خاصة‬
Alif menjadi tandanya I’rab rofa’ hanya di dalam isim tasniyah seperti
“‫الزيدان‬ ‫جاء‬” datang dua zaid
‫جمع‬ ‫ضمير‬ ‫أو‬ ‫تثنية‬ ‫ضمير‬ ‫به‬ ‫اتصل‬ ‫إذا‬ ‫المضارع‬ ‫الفعل‬ ‫فى‬ ‫للرفع‬ ‫عالمة‬ ‫فتكون‬ ‫النون‬ ‫واما‬
‫المخاطبة‬ ‫المؤنثة‬ ‫ضمير‬ ‫أو‬
Nun menjadi tandanya I’rab rofa’ terdapat pada fi’il mudhari’ yang bersambung
dengan dhamir tasniyah, dhamir jama’ atau dhamir muannats mukhatabah , atau
dikenal dengan fi’il –fi’il yang lima
‫مخاطبة‬ ‫مؤنث‬ ‫ضمير‬ ‫جمع‬ ‫ضمير‬ ‫التثنية‬ ‫ضمير‬ ‫الرقم‬
‫تفعلين‬ ‫يفعلون‬–‫تفعلون‬ ‫يفعالن‬–‫تفعالن‬ 1
‫تفتحين‬ ‫يفتحون‬–‫تفتحون‬ ‫يفتحان‬–‫تفتحان‬ 2
‫النون‬ ‫وحذف‬ ‫والياء‬ ‫والكسرة‬ ‫وااللف‬ ‫الفتحة‬ ‫عالمات‬ ‫خمس‬ ‫وللنصب‬
I’raf nasab mempunyai lim tanda, fathah, alif, kasrah, ya’ dan terbuangnya nun
‫الواو‬
‫السالم‬ ‫المذكر‬ ‫الجمع‬‫الخمسة‬ ‫االسماء‬
‫الزيدون‬ ‫جاء‬ ‫االمسلة‬
‫أرضون‬ : ‫السالم‬ ‫المذكر‬ ‫جمع‬ ‫في‬ ‫الملحق‬
‫وعشرون‬ ,‫أولوا‬ ,‫وسنون‬
‫فوك‬ , ‫حموك‬ , ‫احوك‬ , ‫أبوك‬ : ‫االمسلة‬
‫ذومال‬
‫االلف‬‫تثنية‬ ‫اسم‬
‫النصب‬
‫فتحة‬‫الف‬‫كسرة‬‫ياء‬‫النون‬ ‫حدف‬
8
Terjemah Nahwu Ajrumiah ----------------- Untuk MDT Tarbiyatul Banat
‫ثالثة‬ ‫فى‬ ‫للنصب‬ ‫عالمة‬ ‫فتكون‬ ‫الفتحة‬ ‫فأما‬‫والفعل‬ ‫التكسير‬ ‫وجمع‬ ‫المفرد‬ ‫االسم‬ ‫فى‬ ‫مواضع‬
‫شيئ‬ ‫بأخره‬ ‫يتصل‬ ‫ولم‬ ‫ناصب‬ ‫عليه‬ ‫إذادخل‬ ‫المضارع‬
Fathah menjadi tandanya I’rab nasab terdapat dalam tiga tempat, isim mufrad,
jama’ taksir, fi’il mudhari’ yang dimasuki amil nasab dan huruf yang terakhir tidak
bersambung dengan sesuatu.
‫ذلك‬ ‫وماأشبه‬ ‫وأخاك‬ ‫أباك‬ ‫رأيت‬ ‫نحو‬ ‫الخمسة‬ ‫االسماء‬ ‫فى‬ ‫للنصب‬ ‫عالمة‬ ‫فتكون‬ ‫االلف‬ ‫وأما‬
Alief menjadi tandanya I’rab nasab terdapat pada isim yang lima.
Seperti, ‫أباك‬ ‫رايت‬
‫السالم‬ ‫المؤنث‬ ‫جمع‬ ‫فى‬ ‫للنصب‬ ‫عالمة‬ ‫فتكون‬ ‫الكسرة‬ ‫واما‬
Kasrah menjadi tandanya I’rab nasab didalam jama’ muannats salim.
Seperti kalimat: ‫السموات‬ ‫هللا‬ ‫خلق‬
‫فتكون‬ ‫الياء‬ ‫وأما‬‫والجمع‬ ‫التثنية‬ ‫فى‬ ‫للنصب‬ ‫عالمة‬
Adapun ya’ menjadi tandanya I’rab nasab didalam isim tasniyah dan jama’
mudzakkar salim. Seperti : ‫الزيدين‬ ‫رايت‬-‫الزيدين‬ ‫رأيت‬
Catatan : Isim tasniyah diwaktu nasab difathahkan sebelum terakhir “‫ْن‬‫ي‬‫ْد‬‫ي‬‫ز‬”
Sedangkan jama’ mudzakkar salimdi kasrahkan sebelum terakhir. “ ‫ز‬ْ‫ي‬‫د‬ْ‫ي‬‫ن‬ ”
‫النون‬ ‫بثبات‬ ‫رفعها‬ ‫التي‬ ‫االفعال‬ ‫في‬ ‫للنصب‬ ‫عالمة‬ ‫فيكون‬ ‫النون‬ ‫الحذف‬ ‫وأما‬
Adapun terbuangnya nun menjadi tandanya i’rab nasab didalam fi’il yang lima.
Seperti : ‫يفعلو‬ ‫لن‬‫ا‬
‫الفتحة‬
‫المفرد‬ ‫االسم‬‫التكثير‬ ‫جمع‬‫لم‬ ‫الذي‬ ‫المضارع‬ ‫فعل‬
‫د‬ ‫اذا‬ ‫شيئ‬ ‫بأخره‬ ‫يتصل‬‫خل‬
‫النصب‬ ‫عامل‬ ‫عليها‬
‫محمدا‬ ‫رأيت‬‫رأيت‬‫الرجال‬
‫يضرب‬ ‫لن‬
9
Terjemah Nahwu Ajrumiah ----------------- Untuk MDT Tarbiyatul Banat
‫وللخفض‬‫والفتحة‬ ‫والياء‬ ‫الكسرة‬ ‫عالمات‬ ‫ثالث‬
I’rab khafad mempunya tida tanda yaitu kasrah, ya’ dan fathah
‫وجمع‬ ‫المنصرف‬ ‫المفرد‬ ‫االسم‬ ‫فى‬ ‫مواضع‬ ‫ثالثة‬ ‫في‬ ‫للخفض‬ ‫عالمة‬ ‫فتكون‬ ‫الكسرة‬ ‫فأما‬
‫السالم‬ ‫المؤنث‬ ‫وجمع‬ ‫المنصرف‬ ‫التكسير‬
Adapun kasrah menjadi tandanya I’rab khafad didalam tiga tempat, isim mufrad
yang munsharif, jama’ taksir yang munsharif dan jama’ muannats salim
‫والجمع‬ ‫والتثنية‬ ‫الخمسة‬ ‫االسماء‬ ‫في‬ ‫مواضع‬ ‫ثالثة‬ ‫في‬ ‫للخفض‬ ‫عالمة‬ ‫فتكون‬ ‫الياء‬ ‫وأما‬
Ya’ menjadi tandanya I’rab khafad didalam tiga tempat, isim yang lima, isim
tasniyah dan jama’ mudzakkar salim.
‫الخفض‬
‫الكسرة‬‫الياء‬‫الفتحة‬
‫الكسرة‬
‫المنصرف‬ ‫المفرد‬ ‫االسم‬‫المنصرف‬ ‫التكسير‬ ‫جمع‬‫سالم‬ ‫مؤنث‬ ‫جمع‬
‫مررت‬‫بمحمد‬‫ب‬ ‫مررت‬‫الرجال‬‫مررت‬‫بالمسلمات‬
‫الياء‬
‫والتثنية‬ ‫الخمسة‬ ‫اسماء‬‫السالم‬ ‫مذكر‬ ‫جمع‬
‫بأبيك‬ ‫مررت‬‫ب‬ ‫مررت‬‫زيدين‬‫ب‬ ‫مررت‬‫زيدين‬
10
Terjemah Nahwu Ajrumiah ----------------- Untuk MDT Tarbiyatul Banat
‫الينصرف‬ ‫الذي‬ ‫االسم‬ ‫فى‬ ‫للخفض‬ ‫عالمة‬ ‫فتكون‬ ‫الفتحة‬ ‫واما‬
Fathah menjadi tandanya I’rab khafadz adalah pada isim yang tidak munsyarif.6
Catatan : isim yang tidak munsyarif adalah isim yang tidak bisa menerima tanwin.
‫بعلتين‬ ‫الصرف‬ ‫من‬ ‫المانع‬
‫االمثال‬ ‫اللقظ‬ ‫الى‬ ‫ترجع‬ ‫علة‬ ‫المعنى‬ ‫الى‬ ‫ترجع‬ ‫علة‬ ‫االرقام‬
‫ورباع‬ ,‫ثالث‬ ,‫مثني‬
‫اسود‬ ,‫ابيض‬
‫عطسان‬ , ‫سكران‬
1.‫عدل‬
2.‫فعل‬ ‫وزن‬
3.‫نون‬ ‫الف‬ ‫زيادة‬
‫الوصفية‬ 1
‫عمر‬
‫يزيد‬-‫احمد‬
‫عثمان‬
‫حضرموت‬
‫ابراهيم‬
‫فاطمة‬–‫مريم‬
1.‫عدل‬
2.‫فعل‬ ‫وزن‬
3.‫نون‬ ‫الف‬ ‫زيادة‬
4.‫مزجي‬ ‫تركيب‬
5.‫االلف‬ ‫غير‬ ‫تاءنيث‬
‫العلمية‬ 2
‫واحدة‬ ‫بعلة‬ ‫الصرف‬ ‫من‬ ‫المانع‬
1.‫مساجد‬ = ‫مفاعل‬ ‫صغة‬ ‫ياايت‬ : ‫الجموع‬ ‫منتهي‬ ‫صيغة‬–‫مقاعد‬‫مفاعيل‬ ‫صيغة‬ ‫دان‬–‫مطابيح‬
2.‫مقصورة‬ ‫الف‬ ‫باهيك‬ : ‫تاءنيث‬ ‫الف‬–‫حبلي‬ ‫سفرتي‬–‫ممدودة‬ ‫الف‬ ‫دان‬ ‫سكري‬–‫أشياء‬-‫صحراء‬.7
6 Isimyangtidak munsyarif adalah isimyangtidak bisa menerima tanwin. Seperti “‫بالمقال‬ ‫”مررت‬
7 Kitab terjemah nadhm ajrumiyah ,salinan bahasaIndonesia pada halaman 20.
‫الصرف‬ ‫من‬ ‫المانع‬
‫علتين‬‫العلت‬ ‫مقام‬ ‫تقوم‬ ‫علة‬‫ين‬
‫علة‬‫الى‬ ‫ترجع‬‫اللفظ‬‫علة‬‫المعني‬ ‫الى‬ ‫ترجع‬
12
11
Terjemah Nahwu Ajrumiah ----------------- Untuk MDT Tarbiyatul Banat
Catatan :
1. Wasfhiyah yang bisa ikut menceqah kemunsyarifan isim syaratnya, harus
sifat asli, yaitu lafad yang dibuat untuk arti yang sebangsa sifat. Seperti
“‫”أحمر‬ merah “‫”سكران‬ tetapi kalau sifat itu baru datang.istilahnya “a’ridhah”
atau sifat aslinya yang sudah dibuat nama maka tetap munsyarif. Seperti
“‫”أربع‬ dan “‫”أدهم‬
o Lafadz “‫”أربع‬ adalah bukan sifat aslinya, tetapi lafadz itu adalah isim
adad yang kemudian dibuat sifat / dipergunakan sebagai sifat dalam
kata. Seperti “‫اربع‬ ‫بنسوة‬ ‫”مررت‬
o Lafadz “ ‫”أدهم‬ aslinya adalah sifat bagi suatu yang hitam, tetapi
kemudian dibuat nama blanku yang hitam. Maka apabila dibuat nama
seperti itu “‫”ادهم‬ menjadi munsyarif . jadi “‫”ادهم‬ waktu menjadi sifat
tidak munsyarif .
2. U’dul . ialah perubahana isim dari bentuk aslinya kepada bentuk lain dengan
tanpa di I’lal. Seperti lafad “‫”ثاني‬ menjadi “‫”مثني‬ dan sebagainya.
3. Syaratnya wazan fi’il yang bisa mencegah kemunsyarifan isim itu ialah pada
muannasnya wazan fi’il itu tidak menggunakan ta’ seperti “‫”احمر‬ tetapi kalau
muannasnya menggunakan ta’ maka tetap munsyarif. Seperti : ‫أرملة‬
4. Syaratnya ziyadah alif nun ialah pada muannatsnya tidak menggunakan ta’
seperti “‫”سكران‬ muannasnya “‫”سكري‬ bukan “‫”سكرانة‬ tetapi kalau muannasnya
menggunakan ta’ maka tetap munsyarif. Seperti “‫”سيفان‬ muannasnya “‫”سيفانة‬
sedangkan wazan “‫”فعالن‬ yang muannasnya menggunakan ta’ ada empat belas
5. Tarkib masji ialah kalimat isim yang dikumpulkan menjadi satu isim.
Sedangkan tarkib lain seperti tarkib idhafi, isnadi, taqyidi adadi dan yang
diakhiri dengan “‫”ويه‬ tidak termasuk tarkib masji.
6. Alami ajami adalah nama yang bukan bahasa arab dan tidak dibuat oleh orang
arab dan syaratnya harus lebih dari tiga huruf, kalau hanya tiga huruf tetap
munsyarif.
7. Ta’ ta’nis selain alif terbagi dua “‫”للفظي‬ dan “‫”معنوي‬
Syaratnya ta’nis maknawi harus lebih tiga huruf seperti “ ‫زين‬‫ب‬-‫فاطمة‬ ” kalau hanya tiga
huruf maka sebagai berikut:
1. Kalau huruf yang ditengah itu mati tetapi ajami maka juga tidak munsyarif
seperti : ‫جور‬
12
Terjemah Nahwu Ajrumiah ----------------- Untuk MDT Tarbiyatul Banat
2. Kalau nama laki-laki yang dibuat nama perempuan maka juga tidak munsyarif
seperti : ‫زيد‬ yang dibuat nama perempuan
Tetapi kalau alami ta’nis maknawi hanya tiga huruf, dan huruf yang ditengah mati
serta bukan ajami atau bukan nama laki-laki yang dibuat nama perempuan maka
tetap munsyarif.
‫الجزم‬ ‫عالمة‬ ‫باب‬
BAB TANDA JAZM
‫والحذف‬ ‫السكون‬ ‫عالمتان‬ ‫وللجزم‬
Jazm Mempunyai Dua Tanda Syukun Dan Membuang, baik nun dan huruf illat
‫االخر‬ ‫الصحيح‬ ‫المضارع‬ ‫الفعل‬ ‫فى‬ ‫للجزم‬ ‫عالمة‬ ‫فيكون‬ ‫السكون‬ ‫فأما‬
Syukun Menjadi Tandanya I’rab Jazm Didalam Fi’il Mudhari’ Shahih Akhir. Seperti :
‫محمد‬ ‫يضرب‬ ‫لم‬
‫رفعها‬ ‫التي‬ ‫االفعال‬ ‫وفى‬ ‫االخر‬ ‫المعتل‬ ‫المضارع‬ ‫الفعل‬ ‫في‬ ‫للجزم‬ ‫عالمة‬ ‫فيكون‬ ‫الحذف‬ ‫وأما‬
‫النون‬ ‫بثبات‬
Adapun terbuang menjadi tandanya I’rab jazm didalam fi’il mudhari’ mu’tal akhir
dan fi’il yang lima yang waktu rofa’nya dengan tetapnya nun.
seperti ‫يرم‬ ‫لم‬ dan ‫يفعال‬ ‫لم‬
‫الجزم‬
‫السكون‬‫الحذف‬
‫العلة‬ ‫حرف‬ ‫النون‬
13
Terjemah Nahwu Ajrumiah ----------------- Untuk MDT Tarbiyatul Banat
Skema I’rab.8
‫جونتوهيا‬ ‫مثال‬ )‫(تمفتيا‬ ‫مواضعيا‬ ‫تندايا‬
‫فمباكيان‬‫فمباكيان‬
‫محمد‬ ‫مفرد‬ ‫اسم‬
‫الضمة‬
‫رفع‬
‫إعرب‬
‫الرجال‬ ‫تكثير‬ ‫جمع‬
‫مؤمنات‬ ‫سالم‬ ‫مؤنث‬ ‫جمع‬
‫ينصر‬ ‫صحيح‬ ‫مضارع‬ ‫فعل‬
‫االخر‬
‫قائمون‬ ‫سالم‬ ‫مذكر‬ ‫جمع‬
‫الواو‬
‫أ‬‫بوك‬ ‫الخمسة‬ ‫اسماء‬
‫زيدان‬ ‫تثنية‬ ‫اسم‬ ‫الف‬
9‫يفعالن‬ ‫الخمسة‬ ‫افعال‬ ‫النو‬ ‫ثبوت‬‫ن‬
‫محمد‬ ‫مفرد‬ ‫اسم‬
‫فتحة‬
‫نصب‬
‫أعراب‬
‫الرجال‬ ‫تكثير‬ ‫جمع‬
‫ينصر‬ ‫اخر‬ ‫صحيح‬ ‫مضارع‬ ‫فعل‬
‫اباك‬ ‫الخمسة‬ ‫اسماء‬ ‫الف‬
‫مؤمنات‬ ‫سالم‬ ‫مؤنث‬ ‫جمع‬ ‫كسرة‬
‫زيدين‬ ‫أ‬‫تثنية‬ ‫سم‬
‫ياء‬
‫مؤمنين‬ ‫سالم‬ ‫مذكر‬ ‫جمع‬
‫يفعالن‬ ‫الخمسة‬ ‫افعال‬ ‫النون‬ ‫حذف‬
‫حمد‬ ‫مفرد‬ ‫اسم‬
‫كسرة‬
‫خفض‬
‫أعراب‬
‫الرجال‬ ‫تكثير‬ ‫جمع‬
‫المؤمنات‬ ‫سالم‬ ‫مؤنث‬ ‫جمع‬
‫المسلمين‬ ‫سالم‬ ‫مذكر‬ ‫جمع‬
‫ياء‬
‫الزيدين‬ ‫تثنية‬ ‫اسم‬
‫المساجد‬ ‫منصرف‬ ‫غير‬ ‫اسم‬ ‫فتحة‬
‫ينصر‬ ‫اخر‬ ‫صحيح‬ ‫مضارع‬ ‫فعل‬ ‫السكون‬
‫الجزم‬
‫اعراب‬
‫يفعالن‬ ‫الخمسة‬ ‫افعال‬ ‫النون‬ ‫حذف‬
‫يرمي‬ ‫اخر‬ ‫معتل‬ ‫فعل‬ ‫العلة‬ ‫حذف‬
8 Skema ini adalah untuk mempermudah menghafal, terutama bagi para mubtadi’(pemula) yang ingin mendalami
nahwu. Fahamilah skema ini sebaik mungkin untuk mempermudah pada bab-bab selanjutnya.
9 ‫تفعلين‬ - ‫تفعلون‬ – ‫يفعلون‬ – ‫تفعالن‬ – ‫يفعالن‬
14
Terjemah Nahwu Ajrumiah ----------------- Untuk MDT Tarbiyatul Banat
‫فصل‬‫في‬‫المعربات‬
‫بالحروف‬ ‫يعرب‬ ‫وقسم‬ ‫باالحركات‬ ‫يعرب‬ ‫قسم‬ ‫قسمان‬ ‫المعربات‬‫أربعة‬ ‫بالحركات‬ ‫يعرب‬ ‫فالذي‬
‫المؤنث‬ ‫وجمع‬ ‫التكسير‬ ‫وجمع‬ ‫المفرد‬ ‫االسم‬ ‫أنواع‬‫يت‬ ‫لم‬ ‫الذي‬ ‫المضارع‬ ‫والفعل‬ ‫السالم‬‫بأخره‬ ‫صل‬
‫شيئ‬‫بالسكون‬ ‫وتجزم‬ ‫بالكسرة‬ ‫وتخفض‬ ‫بالفتحة‬ ‫وتنصب‬ ‫بالضمة‬ ‫ترفع‬ ‫وكلها‬‫ذلك‬ ‫عن‬ ‫وخرج‬
‫والفعل‬ ‫بالفتحة‬ ‫يخفض‬ ‫الينصرف‬ ‫الذي‬ ‫واالسم‬ ‫بالكسرة‬ ‫ينصب‬ ‫السالم‬ ‫المؤنث‬ ‫جمع‬ ‫أشياء‬ ‫ثالثة‬
‫اخره‬ ‫بحذف‬ ‫يجزم‬ ‫االخر‬ ‫المعتل‬ ‫المضارع‬
Isim yang dii’rab ada dua bagian di I’rab dengan harakat dan di I’rab dengan Huruf
yang di I’rab dengan harakat ada empat macam : isim mufrad, jama’ muannats sãlim,
fi’il mudhari yang tidak bersambung dengan sesuatu pada huruf akhirnya, semuanya
dirofa’kan dengan dhammah, dinasabkan dengan fathah dikhafadkan dengan kasrah
dan dijazmkan dengan syukun. Dikecualikan dari itu yaitu tiga perkara : jama’
muannats salim di nasabkan dengan kasrah, isim yang tidak munsyarif dikhafadkan
dengan fathah dan fi’il mudhari’ mu’tal akhir di jazmkan dengan membuang huruf
akhirnya.
‫واالفعال‬ ‫الخمسة‬ ‫واالسماء‬ ‫السالم‬ ‫المذكر‬ ‫وجمع‬ ‫التثنية‬ ‫أنواع‬ ‫أربعة‬ ‫بالحروف‬ ‫يعرب‬ ‫والذي‬
‫يفعالن‬ ‫وهي‬ ‫الخمسة‬‫و‬‫بااللف‬ ‫فترفع‬ ‫التثنية‬ ‫وأما‬ ‫وتفعلين‬ ‫وتفعلون‬ ‫ويفعلون‬ ‫تفعالن‬‫وتنصب‬
‫بااللف‬ ‫وتنصب‬ ‫بالواو‬ ‫فترفع‬ ‫الخمسة‬ ‫وأمااالسماء‬ ‫بالياء‬ ‫وتخفض‬‫االفعال‬ ‫واما‬ ‫بالياء‬ ‫وتخفض‬
‫بحذفها‬ ‫وتجزم‬ ‫وتنصب‬ ‫بالنون‬ ‫فترفع‬ ‫الخمسة‬
Isim yang di I’rab dengan huruf ada empat macam, isim tasniyah, jama’ mudzakkar
salim, isim yang lima dan fi’il yang lima.10
Adapun isim tasnyah dirofa’kan dengan alif
dinasbkan dan dikhafadkan dengan ya’. Adapun isim yang lima dirofa’kan dengan
wawu dinasbkan dengan alif dan di khafadkan dengan ya’ . adapun fi’il yang lima
dirofa’kan dnegan nun di nasabkan dan dijazmkan dengan membuang nun.
‫االفعال‬ ‫باب‬
Bab Fi’il
‫االخر‬ ‫مفتوح‬ ‫فالماضي‬ ‫واضرب‬ ‫ويضرب‬ ‫ضرب‬ ‫نحو‬ ‫وأمر‬ ‫ومضارع‬ ‫ماض‬ ‫ثالثة‬ ‫االفعال‬
‫وهو‬ ‫أنيت‬ ‫قولك‬ ‫يجمعها‬ ‫االربع‬ ‫الزوائد‬ ‫احدي‬ ‫أوله‬ ‫ماكان‬ ‫والمضارع‬ ‫أبدا‬ ‫مجزوم‬ ‫واالمر‬ ‫أبدا‬
‫مرفوع‬‫جازم‬ ‫أو‬ ‫ناصب‬ ‫عليه‬ ‫يدخل‬ ‫حتي‬ ‫أبدا‬
Fi’il ada tiga : madhi, mudhari’ dan amar seperti “ ‫ضرب‬-‫يضرب‬-‫اضرب‬ ” adapun
fi’il madhi adalah difathahkan huruf yang terakhir selamanya. sedangkan fi’il amar
dijazmkan selamanya. sedangkan fi’il mudhari’ kalimat yang didahului dengan salah
10 Fi’il yanglima adalah :‫تفعلين‬ - ‫تفعلون‬ – ‫يفعلون‬ -‫تفعالن‬ -‫يفعالن‬
15
Terjemah Nahwu Ajrumiah ----------------- Untuk MDT Tarbiyatul Banat
satu huruf yang empat yang terkumpul dalam kalimat “‫.”أنيت‬ fi’il mudhari’
selamanya di rofa’kan selama tidak dimasuki amil nasab dan amil jazm.
Amil nasab ada sepuluh
‫االمثلة‬ ‫فوعسيا‬ ‫فوعسيا‬ ‫دان‬ ‫المعني‬ ‫عامل‬
‫نصب‬
‫الرقم‬
‫محمد‬ ‫يضرب‬ ‫أن‬ ‫ومصدري‬ ‫نصب‬ ‫حرف‬
Menasabkan dengan sendirinya
‫أن‬ 1
‫الكافر‬ ‫الجنة‬ ‫يدخل‬ ‫لن‬ ‫واتتقبال‬ ‫ونفي‬ ‫نصب‬ ‫حرف‬ ‫لن‬ 2
‫أكرمك‬ ‫ادا‬ ‫أن‬ ‫بمعني‬ ‫مصدري‬ ‫حرف‬ ‫كي‬ 3
‫يقرأ‬ ‫كي‬ ‫وجواب‬ ‫نصب‬ ‫حرف‬ ‫اذن‬ 4
‫محمد‬ ‫لينصر‬ ‫مصدرية‬ ‫كي‬ ‫بمعني‬
Menasabkan dengan menyimpan “An”
tapi menyimpannya adalah jaiz
‫كي‬ ‫الم‬ 5
‫ليعذبهم‬ ‫هللا‬ ‫ماكان‬ "‫منفي‬ ‫"كون‬ ‫بعد‬ ‫الواقع‬ ‫الالم‬
Menasabkan dengan menyimpan
“an” menyimpannya adalah boleh
‫الم‬
‫الجحود‬
11
6
‫موسي‬ ‫الينا‬ ‫يرجع‬ ‫حتي‬ ‫والتعليل‬ ‫للغاية‬ ‫نصب‬ ‫حرف‬ ‫حتي‬ 7
‫فيغضب‬ ‫زيدا‬ ‫التضرب‬
‫في‬ ‫الواقعتين‬‫الجواب‬
‫الجواب‬
‫بالفاء‬
8
‫ويغضب‬ ‫بالواو‬ 9
‫يغضب‬ ‫أو‬
‫او‬ ‫اال‬ ‫أو‬ ‫الي‬ ‫بمعني‬ ‫التي‬
‫التعليل‬
‫الجواب‬
‫باو‬
11
Catatan :
 “‫”ان‬ dikatakan masdariyah karena “‫”ان‬ dan sesudahnya bisa di ta’wil masdar
seperti : ‫زيدا‬ ‫تضرب‬ ‫ان‬ ‫من‬ ‫عجبت‬ maka menjadi : ‫زيدا‬ ‫ضربك‬ ‫من‬ ‫.عجبت‬ “‫”ان‬ boleh
dibuang atau ditetapkan apabila jatuh sesudah lam ta’lil dengan syarat fi’ilnya
tidak bersamaan dengan “‫”ال‬ kalau bersamaan dengan “‫”ال‬ maka harus
dinampakkan seperti “‫=”السمع‬"‫اسمع‬ ‫"ألن‬
 ‫لن‬ dikatakan huruf nafi dan istiqbal karena meniadakan perbuatan yang akan
datang/ kejadian yang akan datang.
 “‫”اذن‬ yang menasabkan ialah
1. “‫”اذن‬yang ada dipermulaan jawab.
2. Masuk kepada fi’il mudhari’ yang bermakna istiqbal
3. Harus muttasil12
kecuali hanya dipisah dengan sumpah dan “‫.”ال‬
Karena dalam bab ini “‫”أن‬ dan "‫"اذن‬ ‫ال‬ tidak dianggap pemisah menurut sebagian
ulama nahwu. Termasuk pengecualian ini ialah apabila hanya dipisah dengan
nida’ , dharfiyah dan jar-majrur.
 ‫كي‬ terbagi tiga 1. Untuk masdariyah 2. Untuk ta’lil 3. Untuk masdariyah atau
ta’lil
1. ‫مصدرية‬ ialah “‫”كي‬ yang didahului “‫”الم‬ seperti : ‫تأسوا‬ ‫لكيال‬
2. ‫للتعليل‬ ialah yang mendahului “‫”الم‬ atau “‫”ان‬ seperti : ‫القرأ‬ ‫كي‬ ‫جئت‬
11 Adalah kalimatyangdidahului oleh “‫كان‬ ‫”ما‬
12 Artinya antara fi’ilnya dan itu tidak dipisah
16
Terjemah Nahwu Ajrumiah ----------------- Untuk MDT Tarbiyatul Banat
3. ‫اللتعليل‬ ‫أو‬ ‫مصدرية‬ ‫كي‬ ialah kay yang ada diantara ‫الم‬ dan ‫ان‬ seperti kalimat :
‫تكرمني‬ ‫ان‬ ‫لكي‬ ‫جئتك‬ atau ‫كي‬ yang tidak bersamaan dengan ‫الم‬
seperti : ‫تكرمني‬ ‫كي‬ ‫جئت‬
 ‫كي‬ ‫الم‬ – ialah lam yang dibuat untuk makna ta’lil sekalipun di pergunakan untuk
arti lain seperti ‫صيرورة‬ ‫عاقبة‬diberi nama “‫كي‬ ‫”الم‬ karena menggati ‫كي‬ dalam
makna ; memberi arti ta’lil. ‫كي‬ ‫الم‬ menasabkan dengan “‫”ان‬ yang disimpan atau
di nampakkan selamat tidak bersambungn dengan ‫ال‬
 ‫الجحود‬ ‫,الم‬ ialah lam yang jatuh setelah “‫كان‬ ‫ما‬ ‫و‬ ‫”كان‬ Seperti
‫لهم‬ ‫ليغفر‬ ‫هللا‬ ‫يكن‬ ‫لم‬ . ‫ليعذبهم‬ ‫هللا‬ ‫ماكان‬ ulama’ nahwu berbeda pendapat tentang
khabarnya “‫”كان‬ atau “‫”يكون‬ Pada kalimat tersebut menurut ulama’ basrah,
ialah khabarnya itu dibuang sedangkan lam yaitu bertaallu q kepada
khabarnya kãna yang dibuang itu. Tetapi menurut ulama’ kufah , khabarnya
kãna itu ialah fi’il yang jatuh setelah lam. Sedangkan lamnya itu adalah huruf
tambahan untuk mentaukidkan nafi.
 Syaratnya “‫”حتي‬ yang menasabkan ialah harus masuk kepada fi’il mudhari’ yang
bermakna istigbal.
 ‫أو‬ yang menasabkan ialah yang bermakna “‫”اال‬ dan “‫”تعليل‬
 Syaranya wawu yang menasabkan ialah harus wawu maiyah. 13
syaratnya ‘’fa’’
yang menasabkan ialah harus fa’ sababiyah. Juga sayaratnya haru menjadai
jawab nafi mahdah. Dan tidak mengandung unsur isbat/ atau menjadi jawab
talab mahdah. (yaitu talab/ tuntutan yang betul-betul terdiri dari fi’il)
seperti : 14 ‫فتحدثني‬ ‫تأتينا‬ ‫_ما‬ ‫اليك‬ ‫فأحسن‬ ‫احسن‬ contoh nafi tidak mahdah seperti :
“ _‫فتحدثني‬ ‫تأتينا‬ ‫اال‬ ‫انت‬ ‫”ما‬ nafi tidak mahdah “‫فنستريح‬ ‫”صح‬ talab tidak mahdah
Talab itu ada dalapan di tambah nafi menjadi Sembilan yang semuanya
berkumpul dalam gubahan syair.
# ‫حضهم‬ ‫واعرض‬ ‫وسل‬ ‫وانه‬ ‫وادع‬ ‫مر‬‫ت‬‫كمال‬ ‫قد‬ ‫النفي‬ ‫كذاك‬ ‫وارج‬ ‫من‬
1.‫اليك‬ ‫فأحسن‬ ‫أقبل‬ " ‫امر‬
2.‫صالحا‬ ‫فاعمل‬ ‫وفقني‬ ‫رب‬ "‫دعاء‬
3.‫فيغضب‬ ‫زيدا‬ ‫التضرب‬ "‫ناهي‬
4.‫الدار‬ ‫فى‬ ‫زيد‬ ‫هل‬ "‫استفهام‬‫اليه‬ ‫فأذهب‬
5.‫خيرا‬ ‫فتصيب‬ ‫عندنا‬ ‫تنزل‬ ‫تعريض"لوال‬
6.‫اليك‬ ‫فنحسن‬ ‫زيدا‬ ‫تكرم‬ ‫تحضيض"هال‬
7.‫فأحج‬ ‫ماال‬ ‫لي‬ ‫ليت‬ "‫تمني‬
8.‫فأزور‬ ‫قادم‬ ‫الحبيب‬ ‫ترجي"لعل‬
9.‫فتحدثنا‬ ‫تأتينا‬ ‫ما‬ "‫نافي‬
13 Yaitu wawu yang bermana “ma’a” bersama
14 Contoh nafi mahdah
17
Terjemah Nahwu Ajrumiah ----------------- Untuk MDT Tarbiyatul Banat
 Amar ialah menuntut terjadinya suatu pekerjaan dari atasan kepada
bawahan.
 Do’a menuntuk terjadinya suatu perbuatan atau terjaganya dari bawahan
kepada atasan
 Nahi menuntut terjaganya suatu perbuatan dari bawahan kepada atasan.
 Istifham ialah menuntut untuk mengetahui sesuatu atau kalimat tanya.
 Ta’rid adalah mempersilahkan dengan lemah lembut
 Tahdid ialah sebaliknya ta’rid atau menggerta’
 Tamanni ialah mengharaf sesuatu yang tidak muingkin terjadi atau tidak
munkin di peroleh
Amil-amil jawazm ada delapan belas
‫فوعسيا‬ ‫الجزم‬ ‫عامل‬ ‫الرقم‬
‫لم‬ 1
‫لما‬ 2
‫الم‬ 3
‫الما‬ 4
5
6
7
8

Dasar dasar ilmu nahwu

  • 1.
    1 Terjemah Nahwu Ajrumiah----------------- Untuk MDT Tarbiyatul Banat ‫للمبتدئ‬ ‫النحو‬ ‫علم‬ ‫في‬ ‫مبادئ‬ DASAR-DASAR ILMU NAHWU Terjemah dari kitab ajrumiyah Untuk Pemula Oleh : Hamdisyaf77 Bagian I Pengenalan Ilmu Nahwu a. Peletak Ilmu Nahwu Abul Aswad Ad-Du’aliy merupakan penggagas ilmu nahwu dan pakar tata bahasa Arab dari bani Kinanah dan dijuluki sebagai bapak Bahasa Arab. Nama aslinya adalah Zhalim bin amr, lebih dikenal atau dijulukannya abul aswad Ad-Du’aliy (Ad- Dili), orang yang diambil ilmunya dan yang memiliki keutamaan , dan hakim di basyarah. Dia dilahirkan pada masa kenabian Muhammad SAW. Ia dianggap sebagai orang yang pertama kali mendefinisikan tata bahasa arab. Dan yang pertama kali meletakkan titik pada huruf hijaiyah. Dia meninggal karena wabah ganas yang terjadi pada tahun 69 H (670-an M) dalam usia 85 tahun.1 Identitasnya, beliau lahir di kufah, irak meninggal : 688M. Basrah,irak b. Definisi Nahwu  Nahwu : adalah ilmu yang mempelajari jabatan kata dalam kalimat dan harkat akhirnya, baik secara I’rab (berubah), bina’ (tetap). Ilmu nahwu mengkaji 3 hal, Huruf, Kata dan kalimat.2  Pada dasarnya ilmu nahwu (bahasa ingris : syntax), mengajarkan jenis pengetahuan tentang pola dan jenis kalimat serta aturan penempatan kata dalam kalimat yang ditandai oleh perubahan vokal akhir kata yang bersangkutan.3  Definisi ilmu nahwu : adalah ilmu untuk mengetahui keadaan akhir kalimat berbahasa arab baik secara i’rab (berubah) atau bina’ (tetap). Dalam kitab, al-Hidayah fi nahwi ada tambahan , cara menyusun kalimat yang benar.  Tujuan belajar ilmu nahwu : adalah menjaga lisan dari kesalahan dalam melafadzkan bahasa arab.4  Objek kajian Ilmu Nahwu : adalah kalimat dan perkataan (‫والكالم‬ ‫الكلمة‬) 1 Tps://id.m.wikipedia.org. tgl 3 nopember 2019,jam setengah lima 2 Abu hamzah, Pengantar Mudah Belajar Bahasa Arab, Bandung, Pustaka Ahwa, 2007 : hal,2 3 Deni hamdani, Fundamental Tatabahasa Arab, Denira Corp, 1992. H. 9 4 Karangan tanpa nama pengarangnya, Al-Hidayah fi Nahwi,
  • 2.
    2 Terjemah Nahwu Ajrumiah----------------- Untuk MDT Tarbiyatul Banat  Skema objek kajian ilmu nahwu  Huruf hijaiyah adalah huruf dari “alief- sampai selesai”  Kalimat terdiri dari tiga bagian (fi’il, Isim, Huruf ma’ani)  Jumlah : dalam bahasa indonesia disebut kalimat, kalimat dibagi dalam tiga bagian : Jumlah Ismiyah, Fi’liyah dan Dharfiyah.5 Bagian II Bagian pembahasan (‫الكالم‬) ‫مكتفيا‬ ‫تاما‬ ‫معني‬ ‫المفيدة‬ ‫الجملة‬ ‫هو‬ : ‫الكالم‬‫بنفسه‬‫فاز‬ , ‫هللا‬ ‫مخافة‬ ‫الحكمة‬ ‫رأس‬ : ‫مثل‬ , ‫من‬ , ‫المتقون‬‫نجا‬ ‫صدق‬  Kalam : Adalah jumlah yang memberi faidah dengan makna yang sempurna serta mencukupi dengan dirinya. Seperti “ ‫هللا‬ ‫مخافة‬ ‫الحكمة‬ ‫رأس‬” modal hikmah itu adalah takut kepada Allah, "‫المتقون‬ ‫"فاز‬ orang-orang yang takwa itu telah beruntung. “‫نجا‬ ‫صدق‬ ‫من‬” barang siapa yang jujur dia pasti selamat. ‫بالوضع‬ ‫المفيد‬ ‫المركب‬ ‫اللفظ‬ ‫هو‬ ‫الكالم‬  Kalam terdiri dari lafadz, murakkab, mufid, wada’ Catatan :  Lafadz : adalah suara yang mengandung atas sebagian huruf hijaiyah. Seperti lafadz “‫زيد‬” lafadz yang terdiri dari zai, ya’ dan dal. 5 Ibid.Hal.2 ‫النحو‬ ‫علم‬ ‫مباحث‬ ‫هجائي‬ ‫حرف‬‫الكلمة‬‫جملة‬ ‫االسم‬ ‫الفعل‬‫معاني‬ ‫حرف‬
  • 3.
    3 Terjemah Nahwu Ajrumiah----------------- Untuk MDT Tarbiyatul Banat  Murakkab : lafadz yang tersusun dari dua kalimat atau lebih. “ ‫زيد‬‫قائم‬ ”  Mufidz : sesuatu yang berfaedah sekiranya yang berbicara dan yang mendengar tidak timbul pertanyaan lagi. Seperti lafadz, ‫قام‬‫زيد‬  Wada’ : sebagian ulama’ nahwu menafsirkan dengan adanya maksud. Artinya yang berbicara itu sadar bahwa ia berbicara. Pengecualian dari wada’ seperti perkataan orang yang tidur, perkataan orang yang lupa. PEMBAGIAN KALIMAT  Denah Pembagian Kalimat  Kalimat adalah : lafadz yang menunjukkan makna mufrad  Isim : kalimat yang menunjukkan atas maknanya sendiri dan tidak bersamaan dengan zaman (waktu), ‫خالد‬ ,‫عصفور‬  Fi’il : adalah kalimat yang menunjukkan atas maknanya sendiri dan bersamaan dengan zaman. ‫الباب‬ ‫فتح‬  Huruf : Adalah kalimat yang menunjukkan makna dengan lainnya TANDA- TANDA KALIMAT ISIM DAN FI’IL  Isim bisa diketahui dengan khafadz, tanwin, dimasuki alif dan lam dan huruf khafadz. Seperti lafadz, “ ,‫الرجال‬ , ,‫زيد‬ ‫في‬ ,‫زيد‬  kalimat huruf ada Sembilan { ,‫الكاف‬ ,‫الباء‬ ,‫رب‬ , ‫في‬ , ‫غلي‬ , ‫عن‬ , ‫الي‬ , ‫من‬ ‫والالم‬} ‫من‬‫البيت‬ ‫الى‬ ‫المسجد‬  Huruf Qasam ada tiga {‫تاء‬ ,‫الباء‬ , ‫واو‬} ‫تاهللا‬ , ‫وهللا‬ , ‫هللا‬ ‫تا‬  Fi’il bisa diketahui {‫التائنيث‬ ‫تاء‬ ,‫سوف‬ , ‫سين‬ ,‫قد‬} Catatan :  ‫سوف‬ ,‫سين‬ adalah dua lafadz isim untuk huruf yang masuk pada kalimat fi’il mudhari’ kecuali “‫سوف‬” yang menceritakan untuk pembukaan isim sedangkan “‫سين‬” adalah tidak untuk menceritakan sesuatu, ‫الكلمة‬ ‫فعل‬ ‫اسم‬‫حروف‬
  • 4.
    4 Terjemah Nahwu Ajrumiah----------------- Untuk MDT Tarbiyatul Banat ‫سوف‬ dan ‫سين‬ keduanya bermakna akan. Syiin, menunjukkan waktu yang dekat. Sedankan Syaufa adalah menunjukkan waktu yang jauh Contoh : ‫الناس‬ ‫من‬ ‫السفهاء‬ ‫سيقول‬" “ Artinya akan berkata orang orang yang bodoh. dan contoh ‫فترضي‬ ‫ربك‬ ‫يعطيك‬ ‫ولسوف‬ Contoh : ,‫يذهب‬ ‫سوف‬ ‫محمد‬‫الش‬ ‫بعد‬ ‫جاكرتا‬ ‫الي‬‫هر‬ artinya : muhammad akan pergi kejakarta bula depan. ‫غدا‬ ‫جاكرتا‬ ‫الي‬ ‫سأذهب‬ artinya saya akan pergi kejakarta besok  ‫التائنيث‬ ‫تاء‬ : menurut kebiasan terdapat pada akhir fi’il yang dijadikan tanda muannats seperti lafadz “ ‫ق‬‫هندان‬ ‫امت‬ ” Skema fungsi qot ketika masuk pada kalimat fi’il  Qot ketika masuk pada fi’il madhi terdapat dua fungsi “tahqiq” dan “taqlil”. Tahqiq yaitu bermakna sungguh-sungguh sedangkan taqlil bermakna jarang. Seperti : ‫القيامة‬ ‫قامت‬ ‫قد‬ artinya : sungguh terjadi apa qiamat ‫الرسول‬ ‫جائكم‬ ‫قد‬ Sungguh telah datang kepadamu seorang rasul  Qot ketika masuk pada fi’il mudhari’ terdapat dua fungsi “taksir” dan “taqrib” taksir bermakna banyak taqrib bermakna dekat. Seperti : ‫السوق‬ ‫الي‬ ‫محمد‬ ‫يذهب‬ ‫قد‬ kadang kadang Muhammad pergi kepasar ‫قد‬ ‫للماضي‬‫للمضارع‬ ‫للتقريب‬ ‫للتكثير‬ ‫للتقليل‬ ‫للتحقيق‬
  • 5.
    5 Terjemah Nahwu Ajrumiah----------------- Untuk MDT Tarbiyatul Banat BAB I’RAB ‫االعراب‬ ‫باب‬ ‫معصوم‬ ‫أي‬ ‫حمنة‬ ‫أبو‬ ‫قال‬ : ‫معلوم‬ ‫بدئه‬ ‫فى‬ ‫وبعدما‬ ‫وبعضه‬ ‫حذف‬ : ‫لدي‬ ‫رب‬ ‫بسوي‬ ‫يجر‬ ‫وقد‬‫مطرد‬ ‫يري‬‫ا‬ ‫تقديرا‬ ‫أو‬ ‫لفظا‬ ‫عليها‬ ‫الداخلة‬ ‫العوامل‬ ‫الختالف‬ ‫الكلم‬ ‫أواخر‬ ‫تغيير‬ ‫هو‬ ‫االعراب‬ I’rab adalah berubahnya akhir kalimat karena berbedanya beberapa amil yang masuk baik secara lafadz atau dikira-kira Contoh ; ‫م‬‫ح‬‫م‬‫د‬‫ق‬‫ائ‬‫م‬,ٍ‫د‬‫م‬‫ح‬‫م‬‫ب‬ ‫ت‬ ْ‫ر‬‫ر‬‫م‬ ,‫ًا‬‫د‬‫م‬‫ح‬‫م‬ ‫ت‬‫ي‬‫أ‬‫ر‬ , kalimat ini berubah secara lafadz. Sedangkan yang berubah secara kira-kira seperti kalimat isim yang huruf akhirnya terdiri dari alif baik maqsurah atau mamdudah seperti . ‫الفتي‬ ‫جاء‬ atau ‫ياء‬ eperti lafadz ‫القاضي‬ ‫جاء‬ I’rab dibagi empat rafa’, nasab, khafadz, jazm ‫اعراب‬ ‫رفع‬‫نصب‬‫خفض‬‫جزم‬ ‫ج‬‫اء‬‫م‬‫ح‬‫م‬‫د‬‫ْت‬‫ي‬‫أ‬‫ر‬‫م‬‫ح‬‫م‬ً‫د‬‫ا‬‫مررت‬‫ب‬‫م‬‫ح‬‫م‬ٍ‫د‬‫ا‬ْ‫ب‬‫ر‬ْ‫ض‬‫ي‬ ْ‫م‬‫ل‬ ‫اسم‬‫فعل‬ ‫فلأل‬‫والنصب‬ ‫الرفع‬ ‫ذلك‬ ‫من‬ ‫سماء‬ ‫فيها‬ ‫والجزم‬ ‫والخفض‬ ‫والنصب‬ ‫الرفع‬ ‫ذلك‬ ‫من‬ ‫فلالفعال‬ ‫والخفض‬ ‫والجزم‬‫فيها‬ Isim hanya bisa rofa’, nasab, khafadz dan tidak bisa jazam Fi’il hanya bisa rofa’, nasab, jazam dan tidak bisa khafadz
  • 6.
    6 Terjemah Nahwu Ajrumiah----------------- Untuk MDT Tarbiyatul Banat MENGETAHUI TANDA-TANDA I’RAB ‫االعراب‬ ‫عالمات‬ ‫معرفة‬ ‫باب‬ ‫والنون‬ ‫وااللف‬ ‫والواو‬ ‫الضمة‬ ‫عالمات‬ ‫أربع‬ ‫للرفع‬ I’rab rofa’ mempunyai empat tanda yaitu dhammah, wawu, alif dan nun ‫الضمة‬ ‫فأما‬‫ف‬‫مواضع‬ ‫أربع‬ ‫فى‬ ‫للرفع‬ ‫عالمة‬ ‫تكون‬‫وجمع‬ ‫التكسير‬ ‫وجمع‬ ‫المفرد‬ ‫االسم‬ ‫في‬ ‫شيئ‬ ‫بأخره‬ ‫يتصل‬ ‫لم‬ ‫الذي‬ ‫المضارع‬ ‫والفعل‬ ‫السالم‬ ‫المؤنث‬ Dhammah menjadi tandanya I’rab rofa’ ada diempat tempat isim mufrad, jama’ taksir, jama’ muannats salim dan fi’il mudhari’ yang tidak bersambung dengan sesuatu ‫وهي‬ ‫الخمسة‬ ‫االسماء‬ ‫وفي‬ ‫السالم‬ ‫المذكر‬ ‫جمع‬ ‫فى‬ ‫موضعين‬ ‫فى‬ ‫للرفع‬ ‫عالمة‬ ‫فتكون‬ ‫الواو‬ ‫واما‬ ‫وذومال‬ ‫وفوك‬ ‫وحموك‬ ‫واخوك‬ ‫ابوك‬ Wawu menjadi tandanya I’rab rofa’ terdapat dalam dua tempat, jama’ mudzakkar salim dan isim yang lima ‫رفع‬ ‫الضمة‬‫الواو‬‫الف‬‫النون‬ ‫الضمة‬ ‫مفرد‬ ‫اسم‬ ‫تكسي‬ ‫جمع‬‫ر‬ ‫السالم‬ ‫مؤنث‬ ‫جمع‬ ‫شيئ‬ ‫بأخره‬ ‫يتصل‬ ‫لم‬ ‫الذي‬ ‫المضارع‬ ‫الفعل‬ ‫محمد‬ ‫جاء‬ ‫الرجال‬ ‫جاء‬ ‫المسلمات‬ ‫جاء‬ ,‫يضرب‬‫يفتح‬
  • 7.
    7 Terjemah Nahwu Ajrumiah----------------- Untuk MDT Tarbiyatul Banat ‫االلف‬ ‫واما‬‫االسماء‬ ‫تثنية‬ ‫في‬ ‫للرفع‬ ‫عالمة‬ ‫فتكون‬‫خاصة‬ Alif menjadi tandanya I’rab rofa’ hanya di dalam isim tasniyah seperti “‫الزيدان‬ ‫جاء‬” datang dua zaid ‫جمع‬ ‫ضمير‬ ‫أو‬ ‫تثنية‬ ‫ضمير‬ ‫به‬ ‫اتصل‬ ‫إذا‬ ‫المضارع‬ ‫الفعل‬ ‫فى‬ ‫للرفع‬ ‫عالمة‬ ‫فتكون‬ ‫النون‬ ‫واما‬ ‫المخاطبة‬ ‫المؤنثة‬ ‫ضمير‬ ‫أو‬ Nun menjadi tandanya I’rab rofa’ terdapat pada fi’il mudhari’ yang bersambung dengan dhamir tasniyah, dhamir jama’ atau dhamir muannats mukhatabah , atau dikenal dengan fi’il –fi’il yang lima ‫مخاطبة‬ ‫مؤنث‬ ‫ضمير‬ ‫جمع‬ ‫ضمير‬ ‫التثنية‬ ‫ضمير‬ ‫الرقم‬ ‫تفعلين‬ ‫يفعلون‬–‫تفعلون‬ ‫يفعالن‬–‫تفعالن‬ 1 ‫تفتحين‬ ‫يفتحون‬–‫تفتحون‬ ‫يفتحان‬–‫تفتحان‬ 2 ‫النون‬ ‫وحذف‬ ‫والياء‬ ‫والكسرة‬ ‫وااللف‬ ‫الفتحة‬ ‫عالمات‬ ‫خمس‬ ‫وللنصب‬ I’raf nasab mempunyai lim tanda, fathah, alif, kasrah, ya’ dan terbuangnya nun ‫الواو‬ ‫السالم‬ ‫المذكر‬ ‫الجمع‬‫الخمسة‬ ‫االسماء‬ ‫الزيدون‬ ‫جاء‬ ‫االمسلة‬ ‫أرضون‬ : ‫السالم‬ ‫المذكر‬ ‫جمع‬ ‫في‬ ‫الملحق‬ ‫وعشرون‬ ,‫أولوا‬ ,‫وسنون‬ ‫فوك‬ , ‫حموك‬ , ‫احوك‬ , ‫أبوك‬ : ‫االمسلة‬ ‫ذومال‬ ‫االلف‬‫تثنية‬ ‫اسم‬ ‫النصب‬ ‫فتحة‬‫الف‬‫كسرة‬‫ياء‬‫النون‬ ‫حدف‬
  • 8.
    8 Terjemah Nahwu Ajrumiah----------------- Untuk MDT Tarbiyatul Banat ‫ثالثة‬ ‫فى‬ ‫للنصب‬ ‫عالمة‬ ‫فتكون‬ ‫الفتحة‬ ‫فأما‬‫والفعل‬ ‫التكسير‬ ‫وجمع‬ ‫المفرد‬ ‫االسم‬ ‫فى‬ ‫مواضع‬ ‫شيئ‬ ‫بأخره‬ ‫يتصل‬ ‫ولم‬ ‫ناصب‬ ‫عليه‬ ‫إذادخل‬ ‫المضارع‬ Fathah menjadi tandanya I’rab nasab terdapat dalam tiga tempat, isim mufrad, jama’ taksir, fi’il mudhari’ yang dimasuki amil nasab dan huruf yang terakhir tidak bersambung dengan sesuatu. ‫ذلك‬ ‫وماأشبه‬ ‫وأخاك‬ ‫أباك‬ ‫رأيت‬ ‫نحو‬ ‫الخمسة‬ ‫االسماء‬ ‫فى‬ ‫للنصب‬ ‫عالمة‬ ‫فتكون‬ ‫االلف‬ ‫وأما‬ Alief menjadi tandanya I’rab nasab terdapat pada isim yang lima. Seperti, ‫أباك‬ ‫رايت‬ ‫السالم‬ ‫المؤنث‬ ‫جمع‬ ‫فى‬ ‫للنصب‬ ‫عالمة‬ ‫فتكون‬ ‫الكسرة‬ ‫واما‬ Kasrah menjadi tandanya I’rab nasab didalam jama’ muannats salim. Seperti kalimat: ‫السموات‬ ‫هللا‬ ‫خلق‬ ‫فتكون‬ ‫الياء‬ ‫وأما‬‫والجمع‬ ‫التثنية‬ ‫فى‬ ‫للنصب‬ ‫عالمة‬ Adapun ya’ menjadi tandanya I’rab nasab didalam isim tasniyah dan jama’ mudzakkar salim. Seperti : ‫الزيدين‬ ‫رايت‬-‫الزيدين‬ ‫رأيت‬ Catatan : Isim tasniyah diwaktu nasab difathahkan sebelum terakhir “‫ْن‬‫ي‬‫ْد‬‫ي‬‫ز‬” Sedangkan jama’ mudzakkar salimdi kasrahkan sebelum terakhir. “ ‫ز‬ْ‫ي‬‫د‬ْ‫ي‬‫ن‬ ” ‫النون‬ ‫بثبات‬ ‫رفعها‬ ‫التي‬ ‫االفعال‬ ‫في‬ ‫للنصب‬ ‫عالمة‬ ‫فيكون‬ ‫النون‬ ‫الحذف‬ ‫وأما‬ Adapun terbuangnya nun menjadi tandanya i’rab nasab didalam fi’il yang lima. Seperti : ‫يفعلو‬ ‫لن‬‫ا‬ ‫الفتحة‬ ‫المفرد‬ ‫االسم‬‫التكثير‬ ‫جمع‬‫لم‬ ‫الذي‬ ‫المضارع‬ ‫فعل‬ ‫د‬ ‫اذا‬ ‫شيئ‬ ‫بأخره‬ ‫يتصل‬‫خل‬ ‫النصب‬ ‫عامل‬ ‫عليها‬ ‫محمدا‬ ‫رأيت‬‫رأيت‬‫الرجال‬ ‫يضرب‬ ‫لن‬
  • 9.
    9 Terjemah Nahwu Ajrumiah----------------- Untuk MDT Tarbiyatul Banat ‫وللخفض‬‫والفتحة‬ ‫والياء‬ ‫الكسرة‬ ‫عالمات‬ ‫ثالث‬ I’rab khafad mempunya tida tanda yaitu kasrah, ya’ dan fathah ‫وجمع‬ ‫المنصرف‬ ‫المفرد‬ ‫االسم‬ ‫فى‬ ‫مواضع‬ ‫ثالثة‬ ‫في‬ ‫للخفض‬ ‫عالمة‬ ‫فتكون‬ ‫الكسرة‬ ‫فأما‬ ‫السالم‬ ‫المؤنث‬ ‫وجمع‬ ‫المنصرف‬ ‫التكسير‬ Adapun kasrah menjadi tandanya I’rab khafad didalam tiga tempat, isim mufrad yang munsharif, jama’ taksir yang munsharif dan jama’ muannats salim ‫والجمع‬ ‫والتثنية‬ ‫الخمسة‬ ‫االسماء‬ ‫في‬ ‫مواضع‬ ‫ثالثة‬ ‫في‬ ‫للخفض‬ ‫عالمة‬ ‫فتكون‬ ‫الياء‬ ‫وأما‬ Ya’ menjadi tandanya I’rab khafad didalam tiga tempat, isim yang lima, isim tasniyah dan jama’ mudzakkar salim. ‫الخفض‬ ‫الكسرة‬‫الياء‬‫الفتحة‬ ‫الكسرة‬ ‫المنصرف‬ ‫المفرد‬ ‫االسم‬‫المنصرف‬ ‫التكسير‬ ‫جمع‬‫سالم‬ ‫مؤنث‬ ‫جمع‬ ‫مررت‬‫بمحمد‬‫ب‬ ‫مررت‬‫الرجال‬‫مررت‬‫بالمسلمات‬ ‫الياء‬ ‫والتثنية‬ ‫الخمسة‬ ‫اسماء‬‫السالم‬ ‫مذكر‬ ‫جمع‬ ‫بأبيك‬ ‫مررت‬‫ب‬ ‫مررت‬‫زيدين‬‫ب‬ ‫مررت‬‫زيدين‬
  • 10.
    10 Terjemah Nahwu Ajrumiah----------------- Untuk MDT Tarbiyatul Banat ‫الينصرف‬ ‫الذي‬ ‫االسم‬ ‫فى‬ ‫للخفض‬ ‫عالمة‬ ‫فتكون‬ ‫الفتحة‬ ‫واما‬ Fathah menjadi tandanya I’rab khafadz adalah pada isim yang tidak munsyarif.6 Catatan : isim yang tidak munsyarif adalah isim yang tidak bisa menerima tanwin. ‫بعلتين‬ ‫الصرف‬ ‫من‬ ‫المانع‬ ‫االمثال‬ ‫اللقظ‬ ‫الى‬ ‫ترجع‬ ‫علة‬ ‫المعنى‬ ‫الى‬ ‫ترجع‬ ‫علة‬ ‫االرقام‬ ‫ورباع‬ ,‫ثالث‬ ,‫مثني‬ ‫اسود‬ ,‫ابيض‬ ‫عطسان‬ , ‫سكران‬ 1.‫عدل‬ 2.‫فعل‬ ‫وزن‬ 3.‫نون‬ ‫الف‬ ‫زيادة‬ ‫الوصفية‬ 1 ‫عمر‬ ‫يزيد‬-‫احمد‬ ‫عثمان‬ ‫حضرموت‬ ‫ابراهيم‬ ‫فاطمة‬–‫مريم‬ 1.‫عدل‬ 2.‫فعل‬ ‫وزن‬ 3.‫نون‬ ‫الف‬ ‫زيادة‬ 4.‫مزجي‬ ‫تركيب‬ 5.‫االلف‬ ‫غير‬ ‫تاءنيث‬ ‫العلمية‬ 2 ‫واحدة‬ ‫بعلة‬ ‫الصرف‬ ‫من‬ ‫المانع‬ 1.‫مساجد‬ = ‫مفاعل‬ ‫صغة‬ ‫ياايت‬ : ‫الجموع‬ ‫منتهي‬ ‫صيغة‬–‫مقاعد‬‫مفاعيل‬ ‫صيغة‬ ‫دان‬–‫مطابيح‬ 2.‫مقصورة‬ ‫الف‬ ‫باهيك‬ : ‫تاءنيث‬ ‫الف‬–‫حبلي‬ ‫سفرتي‬–‫ممدودة‬ ‫الف‬ ‫دان‬ ‫سكري‬–‫أشياء‬-‫صحراء‬.7 6 Isimyangtidak munsyarif adalah isimyangtidak bisa menerima tanwin. Seperti “‫بالمقال‬ ‫”مررت‬ 7 Kitab terjemah nadhm ajrumiyah ,salinan bahasaIndonesia pada halaman 20. ‫الصرف‬ ‫من‬ ‫المانع‬ ‫علتين‬‫العلت‬ ‫مقام‬ ‫تقوم‬ ‫علة‬‫ين‬ ‫علة‬‫الى‬ ‫ترجع‬‫اللفظ‬‫علة‬‫المعني‬ ‫الى‬ ‫ترجع‬ 12
  • 11.
    11 Terjemah Nahwu Ajrumiah----------------- Untuk MDT Tarbiyatul Banat Catatan : 1. Wasfhiyah yang bisa ikut menceqah kemunsyarifan isim syaratnya, harus sifat asli, yaitu lafad yang dibuat untuk arti yang sebangsa sifat. Seperti “‫”أحمر‬ merah “‫”سكران‬ tetapi kalau sifat itu baru datang.istilahnya “a’ridhah” atau sifat aslinya yang sudah dibuat nama maka tetap munsyarif. Seperti “‫”أربع‬ dan “‫”أدهم‬ o Lafadz “‫”أربع‬ adalah bukan sifat aslinya, tetapi lafadz itu adalah isim adad yang kemudian dibuat sifat / dipergunakan sebagai sifat dalam kata. Seperti “‫اربع‬ ‫بنسوة‬ ‫”مررت‬ o Lafadz “ ‫”أدهم‬ aslinya adalah sifat bagi suatu yang hitam, tetapi kemudian dibuat nama blanku yang hitam. Maka apabila dibuat nama seperti itu “‫”ادهم‬ menjadi munsyarif . jadi “‫”ادهم‬ waktu menjadi sifat tidak munsyarif . 2. U’dul . ialah perubahana isim dari bentuk aslinya kepada bentuk lain dengan tanpa di I’lal. Seperti lafad “‫”ثاني‬ menjadi “‫”مثني‬ dan sebagainya. 3. Syaratnya wazan fi’il yang bisa mencegah kemunsyarifan isim itu ialah pada muannasnya wazan fi’il itu tidak menggunakan ta’ seperti “‫”احمر‬ tetapi kalau muannasnya menggunakan ta’ maka tetap munsyarif. Seperti : ‫أرملة‬ 4. Syaratnya ziyadah alif nun ialah pada muannatsnya tidak menggunakan ta’ seperti “‫”سكران‬ muannasnya “‫”سكري‬ bukan “‫”سكرانة‬ tetapi kalau muannasnya menggunakan ta’ maka tetap munsyarif. Seperti “‫”سيفان‬ muannasnya “‫”سيفانة‬ sedangkan wazan “‫”فعالن‬ yang muannasnya menggunakan ta’ ada empat belas 5. Tarkib masji ialah kalimat isim yang dikumpulkan menjadi satu isim. Sedangkan tarkib lain seperti tarkib idhafi, isnadi, taqyidi adadi dan yang diakhiri dengan “‫”ويه‬ tidak termasuk tarkib masji. 6. Alami ajami adalah nama yang bukan bahasa arab dan tidak dibuat oleh orang arab dan syaratnya harus lebih dari tiga huruf, kalau hanya tiga huruf tetap munsyarif. 7. Ta’ ta’nis selain alif terbagi dua “‫”للفظي‬ dan “‫”معنوي‬ Syaratnya ta’nis maknawi harus lebih tiga huruf seperti “ ‫زين‬‫ب‬-‫فاطمة‬ ” kalau hanya tiga huruf maka sebagai berikut: 1. Kalau huruf yang ditengah itu mati tetapi ajami maka juga tidak munsyarif seperti : ‫جور‬
  • 12.
    12 Terjemah Nahwu Ajrumiah----------------- Untuk MDT Tarbiyatul Banat 2. Kalau nama laki-laki yang dibuat nama perempuan maka juga tidak munsyarif seperti : ‫زيد‬ yang dibuat nama perempuan Tetapi kalau alami ta’nis maknawi hanya tiga huruf, dan huruf yang ditengah mati serta bukan ajami atau bukan nama laki-laki yang dibuat nama perempuan maka tetap munsyarif. ‫الجزم‬ ‫عالمة‬ ‫باب‬ BAB TANDA JAZM ‫والحذف‬ ‫السكون‬ ‫عالمتان‬ ‫وللجزم‬ Jazm Mempunyai Dua Tanda Syukun Dan Membuang, baik nun dan huruf illat ‫االخر‬ ‫الصحيح‬ ‫المضارع‬ ‫الفعل‬ ‫فى‬ ‫للجزم‬ ‫عالمة‬ ‫فيكون‬ ‫السكون‬ ‫فأما‬ Syukun Menjadi Tandanya I’rab Jazm Didalam Fi’il Mudhari’ Shahih Akhir. Seperti : ‫محمد‬ ‫يضرب‬ ‫لم‬ ‫رفعها‬ ‫التي‬ ‫االفعال‬ ‫وفى‬ ‫االخر‬ ‫المعتل‬ ‫المضارع‬ ‫الفعل‬ ‫في‬ ‫للجزم‬ ‫عالمة‬ ‫فيكون‬ ‫الحذف‬ ‫وأما‬ ‫النون‬ ‫بثبات‬ Adapun terbuang menjadi tandanya I’rab jazm didalam fi’il mudhari’ mu’tal akhir dan fi’il yang lima yang waktu rofa’nya dengan tetapnya nun. seperti ‫يرم‬ ‫لم‬ dan ‫يفعال‬ ‫لم‬ ‫الجزم‬ ‫السكون‬‫الحذف‬ ‫العلة‬ ‫حرف‬ ‫النون‬
  • 13.
    13 Terjemah Nahwu Ajrumiah----------------- Untuk MDT Tarbiyatul Banat Skema I’rab.8 ‫جونتوهيا‬ ‫مثال‬ )‫(تمفتيا‬ ‫مواضعيا‬ ‫تندايا‬ ‫فمباكيان‬‫فمباكيان‬ ‫محمد‬ ‫مفرد‬ ‫اسم‬ ‫الضمة‬ ‫رفع‬ ‫إعرب‬ ‫الرجال‬ ‫تكثير‬ ‫جمع‬ ‫مؤمنات‬ ‫سالم‬ ‫مؤنث‬ ‫جمع‬ ‫ينصر‬ ‫صحيح‬ ‫مضارع‬ ‫فعل‬ ‫االخر‬ ‫قائمون‬ ‫سالم‬ ‫مذكر‬ ‫جمع‬ ‫الواو‬ ‫أ‬‫بوك‬ ‫الخمسة‬ ‫اسماء‬ ‫زيدان‬ ‫تثنية‬ ‫اسم‬ ‫الف‬ 9‫يفعالن‬ ‫الخمسة‬ ‫افعال‬ ‫النو‬ ‫ثبوت‬‫ن‬ ‫محمد‬ ‫مفرد‬ ‫اسم‬ ‫فتحة‬ ‫نصب‬ ‫أعراب‬ ‫الرجال‬ ‫تكثير‬ ‫جمع‬ ‫ينصر‬ ‫اخر‬ ‫صحيح‬ ‫مضارع‬ ‫فعل‬ ‫اباك‬ ‫الخمسة‬ ‫اسماء‬ ‫الف‬ ‫مؤمنات‬ ‫سالم‬ ‫مؤنث‬ ‫جمع‬ ‫كسرة‬ ‫زيدين‬ ‫أ‬‫تثنية‬ ‫سم‬ ‫ياء‬ ‫مؤمنين‬ ‫سالم‬ ‫مذكر‬ ‫جمع‬ ‫يفعالن‬ ‫الخمسة‬ ‫افعال‬ ‫النون‬ ‫حذف‬ ‫حمد‬ ‫مفرد‬ ‫اسم‬ ‫كسرة‬ ‫خفض‬ ‫أعراب‬ ‫الرجال‬ ‫تكثير‬ ‫جمع‬ ‫المؤمنات‬ ‫سالم‬ ‫مؤنث‬ ‫جمع‬ ‫المسلمين‬ ‫سالم‬ ‫مذكر‬ ‫جمع‬ ‫ياء‬ ‫الزيدين‬ ‫تثنية‬ ‫اسم‬ ‫المساجد‬ ‫منصرف‬ ‫غير‬ ‫اسم‬ ‫فتحة‬ ‫ينصر‬ ‫اخر‬ ‫صحيح‬ ‫مضارع‬ ‫فعل‬ ‫السكون‬ ‫الجزم‬ ‫اعراب‬ ‫يفعالن‬ ‫الخمسة‬ ‫افعال‬ ‫النون‬ ‫حذف‬ ‫يرمي‬ ‫اخر‬ ‫معتل‬ ‫فعل‬ ‫العلة‬ ‫حذف‬ 8 Skema ini adalah untuk mempermudah menghafal, terutama bagi para mubtadi’(pemula) yang ingin mendalami nahwu. Fahamilah skema ini sebaik mungkin untuk mempermudah pada bab-bab selanjutnya. 9 ‫تفعلين‬ - ‫تفعلون‬ – ‫يفعلون‬ – ‫تفعالن‬ – ‫يفعالن‬
  • 14.
    14 Terjemah Nahwu Ajrumiah----------------- Untuk MDT Tarbiyatul Banat ‫فصل‬‫في‬‫المعربات‬ ‫بالحروف‬ ‫يعرب‬ ‫وقسم‬ ‫باالحركات‬ ‫يعرب‬ ‫قسم‬ ‫قسمان‬ ‫المعربات‬‫أربعة‬ ‫بالحركات‬ ‫يعرب‬ ‫فالذي‬ ‫المؤنث‬ ‫وجمع‬ ‫التكسير‬ ‫وجمع‬ ‫المفرد‬ ‫االسم‬ ‫أنواع‬‫يت‬ ‫لم‬ ‫الذي‬ ‫المضارع‬ ‫والفعل‬ ‫السالم‬‫بأخره‬ ‫صل‬ ‫شيئ‬‫بالسكون‬ ‫وتجزم‬ ‫بالكسرة‬ ‫وتخفض‬ ‫بالفتحة‬ ‫وتنصب‬ ‫بالضمة‬ ‫ترفع‬ ‫وكلها‬‫ذلك‬ ‫عن‬ ‫وخرج‬ ‫والفعل‬ ‫بالفتحة‬ ‫يخفض‬ ‫الينصرف‬ ‫الذي‬ ‫واالسم‬ ‫بالكسرة‬ ‫ينصب‬ ‫السالم‬ ‫المؤنث‬ ‫جمع‬ ‫أشياء‬ ‫ثالثة‬ ‫اخره‬ ‫بحذف‬ ‫يجزم‬ ‫االخر‬ ‫المعتل‬ ‫المضارع‬ Isim yang dii’rab ada dua bagian di I’rab dengan harakat dan di I’rab dengan Huruf yang di I’rab dengan harakat ada empat macam : isim mufrad, jama’ muannats sãlim, fi’il mudhari yang tidak bersambung dengan sesuatu pada huruf akhirnya, semuanya dirofa’kan dengan dhammah, dinasabkan dengan fathah dikhafadkan dengan kasrah dan dijazmkan dengan syukun. Dikecualikan dari itu yaitu tiga perkara : jama’ muannats salim di nasabkan dengan kasrah, isim yang tidak munsyarif dikhafadkan dengan fathah dan fi’il mudhari’ mu’tal akhir di jazmkan dengan membuang huruf akhirnya. ‫واالفعال‬ ‫الخمسة‬ ‫واالسماء‬ ‫السالم‬ ‫المذكر‬ ‫وجمع‬ ‫التثنية‬ ‫أنواع‬ ‫أربعة‬ ‫بالحروف‬ ‫يعرب‬ ‫والذي‬ ‫يفعالن‬ ‫وهي‬ ‫الخمسة‬‫و‬‫بااللف‬ ‫فترفع‬ ‫التثنية‬ ‫وأما‬ ‫وتفعلين‬ ‫وتفعلون‬ ‫ويفعلون‬ ‫تفعالن‬‫وتنصب‬ ‫بااللف‬ ‫وتنصب‬ ‫بالواو‬ ‫فترفع‬ ‫الخمسة‬ ‫وأمااالسماء‬ ‫بالياء‬ ‫وتخفض‬‫االفعال‬ ‫واما‬ ‫بالياء‬ ‫وتخفض‬ ‫بحذفها‬ ‫وتجزم‬ ‫وتنصب‬ ‫بالنون‬ ‫فترفع‬ ‫الخمسة‬ Isim yang di I’rab dengan huruf ada empat macam, isim tasniyah, jama’ mudzakkar salim, isim yang lima dan fi’il yang lima.10 Adapun isim tasnyah dirofa’kan dengan alif dinasbkan dan dikhafadkan dengan ya’. Adapun isim yang lima dirofa’kan dengan wawu dinasbkan dengan alif dan di khafadkan dengan ya’ . adapun fi’il yang lima dirofa’kan dnegan nun di nasabkan dan dijazmkan dengan membuang nun. ‫االفعال‬ ‫باب‬ Bab Fi’il ‫االخر‬ ‫مفتوح‬ ‫فالماضي‬ ‫واضرب‬ ‫ويضرب‬ ‫ضرب‬ ‫نحو‬ ‫وأمر‬ ‫ومضارع‬ ‫ماض‬ ‫ثالثة‬ ‫االفعال‬ ‫وهو‬ ‫أنيت‬ ‫قولك‬ ‫يجمعها‬ ‫االربع‬ ‫الزوائد‬ ‫احدي‬ ‫أوله‬ ‫ماكان‬ ‫والمضارع‬ ‫أبدا‬ ‫مجزوم‬ ‫واالمر‬ ‫أبدا‬ ‫مرفوع‬‫جازم‬ ‫أو‬ ‫ناصب‬ ‫عليه‬ ‫يدخل‬ ‫حتي‬ ‫أبدا‬ Fi’il ada tiga : madhi, mudhari’ dan amar seperti “ ‫ضرب‬-‫يضرب‬-‫اضرب‬ ” adapun fi’il madhi adalah difathahkan huruf yang terakhir selamanya. sedangkan fi’il amar dijazmkan selamanya. sedangkan fi’il mudhari’ kalimat yang didahului dengan salah 10 Fi’il yanglima adalah :‫تفعلين‬ - ‫تفعلون‬ – ‫يفعلون‬ -‫تفعالن‬ -‫يفعالن‬
  • 15.
    15 Terjemah Nahwu Ajrumiah----------------- Untuk MDT Tarbiyatul Banat satu huruf yang empat yang terkumpul dalam kalimat “‫.”أنيت‬ fi’il mudhari’ selamanya di rofa’kan selama tidak dimasuki amil nasab dan amil jazm. Amil nasab ada sepuluh ‫االمثلة‬ ‫فوعسيا‬ ‫فوعسيا‬ ‫دان‬ ‫المعني‬ ‫عامل‬ ‫نصب‬ ‫الرقم‬ ‫محمد‬ ‫يضرب‬ ‫أن‬ ‫ومصدري‬ ‫نصب‬ ‫حرف‬ Menasabkan dengan sendirinya ‫أن‬ 1 ‫الكافر‬ ‫الجنة‬ ‫يدخل‬ ‫لن‬ ‫واتتقبال‬ ‫ونفي‬ ‫نصب‬ ‫حرف‬ ‫لن‬ 2 ‫أكرمك‬ ‫ادا‬ ‫أن‬ ‫بمعني‬ ‫مصدري‬ ‫حرف‬ ‫كي‬ 3 ‫يقرأ‬ ‫كي‬ ‫وجواب‬ ‫نصب‬ ‫حرف‬ ‫اذن‬ 4 ‫محمد‬ ‫لينصر‬ ‫مصدرية‬ ‫كي‬ ‫بمعني‬ Menasabkan dengan menyimpan “An” tapi menyimpannya adalah jaiz ‫كي‬ ‫الم‬ 5 ‫ليعذبهم‬ ‫هللا‬ ‫ماكان‬ "‫منفي‬ ‫"كون‬ ‫بعد‬ ‫الواقع‬ ‫الالم‬ Menasabkan dengan menyimpan “an” menyimpannya adalah boleh ‫الم‬ ‫الجحود‬ 11 6 ‫موسي‬ ‫الينا‬ ‫يرجع‬ ‫حتي‬ ‫والتعليل‬ ‫للغاية‬ ‫نصب‬ ‫حرف‬ ‫حتي‬ 7 ‫فيغضب‬ ‫زيدا‬ ‫التضرب‬ ‫في‬ ‫الواقعتين‬‫الجواب‬ ‫الجواب‬ ‫بالفاء‬ 8 ‫ويغضب‬ ‫بالواو‬ 9 ‫يغضب‬ ‫أو‬ ‫او‬ ‫اال‬ ‫أو‬ ‫الي‬ ‫بمعني‬ ‫التي‬ ‫التعليل‬ ‫الجواب‬ ‫باو‬ 11 Catatan :  “‫”ان‬ dikatakan masdariyah karena “‫”ان‬ dan sesudahnya bisa di ta’wil masdar seperti : ‫زيدا‬ ‫تضرب‬ ‫ان‬ ‫من‬ ‫عجبت‬ maka menjadi : ‫زيدا‬ ‫ضربك‬ ‫من‬ ‫.عجبت‬ “‫”ان‬ boleh dibuang atau ditetapkan apabila jatuh sesudah lam ta’lil dengan syarat fi’ilnya tidak bersamaan dengan “‫”ال‬ kalau bersamaan dengan “‫”ال‬ maka harus dinampakkan seperti “‫=”السمع‬"‫اسمع‬ ‫"ألن‬  ‫لن‬ dikatakan huruf nafi dan istiqbal karena meniadakan perbuatan yang akan datang/ kejadian yang akan datang.  “‫”اذن‬ yang menasabkan ialah 1. “‫”اذن‬yang ada dipermulaan jawab. 2. Masuk kepada fi’il mudhari’ yang bermakna istiqbal 3. Harus muttasil12 kecuali hanya dipisah dengan sumpah dan “‫.”ال‬ Karena dalam bab ini “‫”أن‬ dan "‫"اذن‬ ‫ال‬ tidak dianggap pemisah menurut sebagian ulama nahwu. Termasuk pengecualian ini ialah apabila hanya dipisah dengan nida’ , dharfiyah dan jar-majrur.  ‫كي‬ terbagi tiga 1. Untuk masdariyah 2. Untuk ta’lil 3. Untuk masdariyah atau ta’lil 1. ‫مصدرية‬ ialah “‫”كي‬ yang didahului “‫”الم‬ seperti : ‫تأسوا‬ ‫لكيال‬ 2. ‫للتعليل‬ ialah yang mendahului “‫”الم‬ atau “‫”ان‬ seperti : ‫القرأ‬ ‫كي‬ ‫جئت‬ 11 Adalah kalimatyangdidahului oleh “‫كان‬ ‫”ما‬ 12 Artinya antara fi’ilnya dan itu tidak dipisah
  • 16.
    16 Terjemah Nahwu Ajrumiah----------------- Untuk MDT Tarbiyatul Banat 3. ‫اللتعليل‬ ‫أو‬ ‫مصدرية‬ ‫كي‬ ialah kay yang ada diantara ‫الم‬ dan ‫ان‬ seperti kalimat : ‫تكرمني‬ ‫ان‬ ‫لكي‬ ‫جئتك‬ atau ‫كي‬ yang tidak bersamaan dengan ‫الم‬ seperti : ‫تكرمني‬ ‫كي‬ ‫جئت‬  ‫كي‬ ‫الم‬ – ialah lam yang dibuat untuk makna ta’lil sekalipun di pergunakan untuk arti lain seperti ‫صيرورة‬ ‫عاقبة‬diberi nama “‫كي‬ ‫”الم‬ karena menggati ‫كي‬ dalam makna ; memberi arti ta’lil. ‫كي‬ ‫الم‬ menasabkan dengan “‫”ان‬ yang disimpan atau di nampakkan selamat tidak bersambungn dengan ‫ال‬  ‫الجحود‬ ‫,الم‬ ialah lam yang jatuh setelah “‫كان‬ ‫ما‬ ‫و‬ ‫”كان‬ Seperti ‫لهم‬ ‫ليغفر‬ ‫هللا‬ ‫يكن‬ ‫لم‬ . ‫ليعذبهم‬ ‫هللا‬ ‫ماكان‬ ulama’ nahwu berbeda pendapat tentang khabarnya “‫”كان‬ atau “‫”يكون‬ Pada kalimat tersebut menurut ulama’ basrah, ialah khabarnya itu dibuang sedangkan lam yaitu bertaallu q kepada khabarnya kãna yang dibuang itu. Tetapi menurut ulama’ kufah , khabarnya kãna itu ialah fi’il yang jatuh setelah lam. Sedangkan lamnya itu adalah huruf tambahan untuk mentaukidkan nafi.  Syaratnya “‫”حتي‬ yang menasabkan ialah harus masuk kepada fi’il mudhari’ yang bermakna istigbal.  ‫أو‬ yang menasabkan ialah yang bermakna “‫”اال‬ dan “‫”تعليل‬  Syaranya wawu yang menasabkan ialah harus wawu maiyah. 13 syaratnya ‘’fa’’ yang menasabkan ialah harus fa’ sababiyah. Juga sayaratnya haru menjadai jawab nafi mahdah. Dan tidak mengandung unsur isbat/ atau menjadi jawab talab mahdah. (yaitu talab/ tuntutan yang betul-betul terdiri dari fi’il) seperti : 14 ‫فتحدثني‬ ‫تأتينا‬ ‫_ما‬ ‫اليك‬ ‫فأحسن‬ ‫احسن‬ contoh nafi tidak mahdah seperti : “ _‫فتحدثني‬ ‫تأتينا‬ ‫اال‬ ‫انت‬ ‫”ما‬ nafi tidak mahdah “‫فنستريح‬ ‫”صح‬ talab tidak mahdah Talab itu ada dalapan di tambah nafi menjadi Sembilan yang semuanya berkumpul dalam gubahan syair. # ‫حضهم‬ ‫واعرض‬ ‫وسل‬ ‫وانه‬ ‫وادع‬ ‫مر‬‫ت‬‫كمال‬ ‫قد‬ ‫النفي‬ ‫كذاك‬ ‫وارج‬ ‫من‬ 1.‫اليك‬ ‫فأحسن‬ ‫أقبل‬ " ‫امر‬ 2.‫صالحا‬ ‫فاعمل‬ ‫وفقني‬ ‫رب‬ "‫دعاء‬ 3.‫فيغضب‬ ‫زيدا‬ ‫التضرب‬ "‫ناهي‬ 4.‫الدار‬ ‫فى‬ ‫زيد‬ ‫هل‬ "‫استفهام‬‫اليه‬ ‫فأذهب‬ 5.‫خيرا‬ ‫فتصيب‬ ‫عندنا‬ ‫تنزل‬ ‫تعريض"لوال‬ 6.‫اليك‬ ‫فنحسن‬ ‫زيدا‬ ‫تكرم‬ ‫تحضيض"هال‬ 7.‫فأحج‬ ‫ماال‬ ‫لي‬ ‫ليت‬ "‫تمني‬ 8.‫فأزور‬ ‫قادم‬ ‫الحبيب‬ ‫ترجي"لعل‬ 9.‫فتحدثنا‬ ‫تأتينا‬ ‫ما‬ "‫نافي‬ 13 Yaitu wawu yang bermana “ma’a” bersama 14 Contoh nafi mahdah
  • 17.
    17 Terjemah Nahwu Ajrumiah----------------- Untuk MDT Tarbiyatul Banat  Amar ialah menuntut terjadinya suatu pekerjaan dari atasan kepada bawahan.  Do’a menuntuk terjadinya suatu perbuatan atau terjaganya dari bawahan kepada atasan  Nahi menuntut terjaganya suatu perbuatan dari bawahan kepada atasan.  Istifham ialah menuntut untuk mengetahui sesuatu atau kalimat tanya.  Ta’rid adalah mempersilahkan dengan lemah lembut  Tahdid ialah sebaliknya ta’rid atau menggerta’  Tamanni ialah mengharaf sesuatu yang tidak muingkin terjadi atau tidak munkin di peroleh Amil-amil jawazm ada delapan belas ‫فوعسيا‬ ‫الجزم‬ ‫عامل‬ ‫الرقم‬ ‫لم‬ 1 ‫لما‬ 2 ‫الم‬ 3 ‫الما‬ 4 5 6 7 8