MODEL PENYULUHAN DI FOOD
ESTATE SECARA BERKELANJUTAN
SUNARRU SAMSI HARIADI
Guru Besar Fakultas Pertanian
Universitas Gadjah Mada
FOCUS GROUP DISCUSSION
TABLOID SINARTANI
Jakarta 31 Maret 2021
FOOD ESTATE
FOOD ESTATE, merupakan konsep pengembangan pangan
yang dilakukan secara terintegrasi/ terpadu mencakup
pertanian, perkebunan, bahkan peternakan, perikanan
di suatu kawasan.
Food Estate ini merupakan kegiatan paket lengkap
menangani pertanian dari hulu ke hilir dengan
korporasi.
Kegiatan ini merupakan program pemerintah yang
menjadi salah satu program Strategis Nasional (PSN)
tahun 2020- 2024.
FOOD ESTATE & PENGALAMAN
Pengalaman upaya ketahanan pangan melalui program Food Estate (FE) yg
pernah dilakukan dan hasilnya kurang menggembirakan:
1. Program FE PLG di Kalteng (1996)
2. Program FE Bulungan Kaltim (2011)
3. Program FE & Energy di Papua (2011)
4. Program FE Ketapang Kalbar (2013)
(Napitupulu, L dkk. WRI Indonesia 30 Jan 2021)
Saat ini Food Estate yg sedang digarap yakni di Kalteng dg
fokus tanaman padi (30 ribu hektar), Sumatera Utara dg
komoditas hortikultura, Jawa Barat komoditas pangan (1000
hektar), di Sumba Tengah, Pulau Buru, dsb.
FOOD ESTATE=PERTANIAN TERPADU-
PENYULUHAN TERPADU
KONSEP FOOD ESTATE merupakan pertanian
terintegrasi / terpadu yang meliputi: pertanian,
perkebunan, peternakan, perikanan, di suatu
kawasan tertentu (Republika. 27 Okt 2020).
Dengan demikian, di kawasan Food Estate mestinya juga
Model Penyuluhan Terintegrasi/ terpadu.
Merupakan penyuluhan yang terpadu dan sinergi
antara Penyuluhan Pertanian, Perkebunan,
Peternakan, mulai dari tingkat pusat sampai dengan
daerah. Integrasi &sinergi dg institusi terkait.
CATATAN MENGIKUTI PROGRAM LAHAN
GAMBUT SEJUTA HEKTAR 1997-1998
1. Kesiapan lahan, sarana dan prasarana usaha tani yg belum maksimal.
Perlunya koordinasi dan sinergi antar institusi terkait: Agricultural
Extension, Research System, Education System, dan Support System.
2. Baru persiapan untuk usaha better farming, belum mengarah ke usaha
yg better bussiness & better living
3. Pengarahan kgt Penyuluhan Terpadu antar sub sektor pertanian dan
sektor terkait dari hulu ke hilir
4. Pengarahan BPP sebagai pusat kegiatan penyuluhan yang terpadu
5. Pengarahan pengembangan Kelompok- kelompok tani yang terpadu,
kebersamaan dan sinergi petani-petani yang berusaha tani beragam
sesuai dg kondisi lapangan, untuk aktivitas dari hulu sampai hilir.
Sistem model AKIS : AGRICULTURAL
KNOWLEDGE INFORMATION SYSTEM
untuk Penyuluhan Berkelanjutan
AGRICULTURAL
EXTENSION
SYSTEM
EDUCATION
SYSTEM
RESEARCH SYSTEM
(SOURCES OF
INNOVATION)
SUPPORT SYSTEM
-Market
-Other Institution
AGRICULTURE
PRODUCER (FARMER):
pertanian, peternakan,
perkebunan, perikanan,
dst
Proses: PENYULUHAN PERTANIAN BERKELANJUTAN
(Valera. Et al)
3.DESIGNING THE STRATEGY
OF AGRIC EXTENSION
2.SETTING OF PROGRAM GOALS
1.ANALYSIS OF SITUATION;
USAHA TANI (jenis tanaman, ternak, perikanan, dst), KONDISI LINGKUNGAN FISIK &
SOSEK ( tanah, tata air, sosial budaya, dsb), KONDISI LEMBAGA PENDUKUNG (kelompok
usaha, koperasi, bank, pasar, dst)
4.PLANNING THE PROGRAM & EXECUTING
5.EVALUATION
PENYULUHAN; merubah perilaku
PERILAKU MANUSIA (Teori Kurt Lewin)
B = f ( P, E )
Behaviour: perilaku manusia/petani
Personality/ Person: pribadi manusia (nilai2,
kepercayaan, motivasi, sikap, persepsi, dst)
Environment : Lingkungan (keluarga, tetangga,
penyuluh, pamong desa, dst)
PENYULUHAN, merubah perilaku petani berbasis
konsep ANDRAGOGI (prinsip: konsep diri,
pengalaman, kesiapan belajar, kegunaan)
PROSES PERUBAHAN PERILAKU MANUSIA SECARA
PSIKOLOGIS KRN PENYULUHAN (Umstot)
PENYULUHAN,
informasi: inovasi usaha
tani, pelestarian
lingkungan, bisnis.
PERSEPSI
-bagus
-jelek
SIKAP
-setuju
-tidak setuju
PERASAAN
-senang
-tidak senang
BETTER
-farming
-living
-bussiness
MOTIVASI
LINGKUNGAN
PERILAKU:
-usaha tani
-pelestarian link
-bisnis
MEDIA PENYULUHAN
MEDIA SOSIAL, merupakan media penyuluhan yang
berkembang saat ini, merupakan media interaksi
online yg meliputi blog, forum, aplikasi chatting, sd
jejaring sosial. Antara lain: Facebook, Twitter,
Istagram, Whatsapp, Youtube, dsb.
Penggunaan media ini tentu menyesuaikan dengan
kondisi daerah setempat, mengingat jaringan
internet juga belum bisa memadai di berbagai
wilayah.
PENYULUHAN: MERUBAH PRINSIP
MEMINIMALKAN RESIKO >> MEMAKSIMALKAN KEUNTUNGAN
PENYULUHAN FOOD ESTATE ;merubah petani
berprinsip “meminimalkan resiko” (peasant)
,menjadi petani berprinsip “memaksimalkan
keuntungan” (farmer)
Kata kunci sbg farmer adalah “berani mengambil
resiko”, satu hal penting orang berani ambil
resiko bila memiliki “self efficacy” (‘keyakinan
diri mampu berhasil”) yang tinggi.
Strategi PENYULUHAN untuk meningkatkan self
efficacy adalah dengan cara:
-1.meningkatkan pengalaman diri petani
-2.belajar dari pengalaman orang lain
-3.persuasi
-4.psikologis / sehat
(Bandura,1977)
MODEL PENYULUHAN PERTANIAN BERKELANJUTAN
Sub SISTEM
PENYULUHAN
-Dinas
-BPP
SubSISTEM
PENDIDIKAN/
PELATIHAN
-Perg. Tinggi
-Puslat
PETANI
-Klmp tani/
Gapoktan
SubSISTEM
PENELITIAN
-BPTP
-Perg. Tinggi
-Puslit
SubSISTEM
PENDUKUNG
-Pasar
-Kadin
-Pengusaha
-dll
MASSAL
KELOMPOK
INDIVIDUAL
KESADARAN
TERTARIK
ME-NILAI
NILAI
MENCOBA
MENERAPKAN
TERJADI “SOCIAL
LEARNING” SHG ADA
DIFUSI INOVASI DI
MASYARAKAT
BALAI PENYULUHAN PERTANIAN (BPP) DI TK KECAMATAN
DALAM PEMBANGUNAN PERTANIAN berkelanjutan
Pusat Data dan
Informasi
Konsultasi
Agribisnis
Pusat
Pembelajaran
Pusat
pengembangan
kemitraan
Koordinasi
program
pembangunan
pertanian
BPP:
Penyuluh
Pertanian,
Perkebunan,
peternakan,
Perikanan, dst
Brainware
Software
Hardware
Sarana dan
Prasarana
• Demplot
• Demarea
• Pengolahan
hasil
• Mekanisasi
pertanian
• Perbankan
• Pasar
• Bulog
• Perusahaan
agribisnis
• BPTP
• Instansi
Teknis
• Kantor
Kecamatan
KELOMPOK TANI TERPADU, sesuai
kondisi & potensi wlayah
KETUA
KELOMPOK
BID. PERKEBUNAN
BID.
PETERNAKAN
BID.
PERTANIAN
KEGIATAN
WANITA TANI
(KWT)
BID. PERIKANAN
BENDAHARA
SEKRETARIS
PERTANIAN MODERN FOOD ESTATE : melibatkan milenial
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI PADA FOOD ESTATE:
FUTURE FARMS
USAHA PERTANIAN DIKENDALIKAN DARI RUMAH
PENUTUP
PENYULUHAN PERTANIAN BERKELANJUTAN dg MODEL:
1. Koordinasi dan sinergi antar institusi terkait: Penyuluhan, Pendidikan,
Penelitian, Pendukung.
2. Paradigma penyuluhan yang seimbang untuk: better farming, better
bussiness, better living
3.Penyuluhan Terpadu antar sub sektor pertanian dan sektor terkait dari
hulu ke hilir
4. BPP sebagai pusat kegiatan penyuluhan (konsep Andragogy) yang terpadu
dari berbagai sub sektor.
5. Pengembangan Kelompok- kelompok tani yang terpadu, kebersamaan
dan sinergi petani-petani yang berusaha tani beragam sesuai dg kondisi
lapangan
6. Kerjasama dan sinergi kelompok2 tani dengan kelompok2 pendukung;
kelompok bisnis, koperasi, perbankan, pasar, dst.

MODEL PENYULUHAN DI FOOD ESTATE SECARA BERKELANJUTAN

  • 1.
    MODEL PENYULUHAN DIFOOD ESTATE SECARA BERKELANJUTAN SUNARRU SAMSI HARIADI Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada FOCUS GROUP DISCUSSION TABLOID SINARTANI Jakarta 31 Maret 2021
  • 2.
    FOOD ESTATE FOOD ESTATE,merupakan konsep pengembangan pangan yang dilakukan secara terintegrasi/ terpadu mencakup pertanian, perkebunan, bahkan peternakan, perikanan di suatu kawasan. Food Estate ini merupakan kegiatan paket lengkap menangani pertanian dari hulu ke hilir dengan korporasi. Kegiatan ini merupakan program pemerintah yang menjadi salah satu program Strategis Nasional (PSN) tahun 2020- 2024.
  • 3.
    FOOD ESTATE &PENGALAMAN Pengalaman upaya ketahanan pangan melalui program Food Estate (FE) yg pernah dilakukan dan hasilnya kurang menggembirakan: 1. Program FE PLG di Kalteng (1996) 2. Program FE Bulungan Kaltim (2011) 3. Program FE & Energy di Papua (2011) 4. Program FE Ketapang Kalbar (2013) (Napitupulu, L dkk. WRI Indonesia 30 Jan 2021) Saat ini Food Estate yg sedang digarap yakni di Kalteng dg fokus tanaman padi (30 ribu hektar), Sumatera Utara dg komoditas hortikultura, Jawa Barat komoditas pangan (1000 hektar), di Sumba Tengah, Pulau Buru, dsb.
  • 4.
    FOOD ESTATE=PERTANIAN TERPADU- PENYULUHANTERPADU KONSEP FOOD ESTATE merupakan pertanian terintegrasi / terpadu yang meliputi: pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, di suatu kawasan tertentu (Republika. 27 Okt 2020). Dengan demikian, di kawasan Food Estate mestinya juga Model Penyuluhan Terintegrasi/ terpadu. Merupakan penyuluhan yang terpadu dan sinergi antara Penyuluhan Pertanian, Perkebunan, Peternakan, mulai dari tingkat pusat sampai dengan daerah. Integrasi &sinergi dg institusi terkait.
  • 5.
    CATATAN MENGIKUTI PROGRAMLAHAN GAMBUT SEJUTA HEKTAR 1997-1998 1. Kesiapan lahan, sarana dan prasarana usaha tani yg belum maksimal. Perlunya koordinasi dan sinergi antar institusi terkait: Agricultural Extension, Research System, Education System, dan Support System. 2. Baru persiapan untuk usaha better farming, belum mengarah ke usaha yg better bussiness & better living 3. Pengarahan kgt Penyuluhan Terpadu antar sub sektor pertanian dan sektor terkait dari hulu ke hilir 4. Pengarahan BPP sebagai pusat kegiatan penyuluhan yang terpadu 5. Pengarahan pengembangan Kelompok- kelompok tani yang terpadu, kebersamaan dan sinergi petani-petani yang berusaha tani beragam sesuai dg kondisi lapangan, untuk aktivitas dari hulu sampai hilir.
  • 6.
    Sistem model AKIS: AGRICULTURAL KNOWLEDGE INFORMATION SYSTEM untuk Penyuluhan Berkelanjutan AGRICULTURAL EXTENSION SYSTEM EDUCATION SYSTEM RESEARCH SYSTEM (SOURCES OF INNOVATION) SUPPORT SYSTEM -Market -Other Institution AGRICULTURE PRODUCER (FARMER): pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, dst
  • 7.
    Proses: PENYULUHAN PERTANIANBERKELANJUTAN (Valera. Et al) 3.DESIGNING THE STRATEGY OF AGRIC EXTENSION 2.SETTING OF PROGRAM GOALS 1.ANALYSIS OF SITUATION; USAHA TANI (jenis tanaman, ternak, perikanan, dst), KONDISI LINGKUNGAN FISIK & SOSEK ( tanah, tata air, sosial budaya, dsb), KONDISI LEMBAGA PENDUKUNG (kelompok usaha, koperasi, bank, pasar, dst) 4.PLANNING THE PROGRAM & EXECUTING 5.EVALUATION
  • 8.
    PENYULUHAN; merubah perilaku PERILAKUMANUSIA (Teori Kurt Lewin) B = f ( P, E ) Behaviour: perilaku manusia/petani Personality/ Person: pribadi manusia (nilai2, kepercayaan, motivasi, sikap, persepsi, dst) Environment : Lingkungan (keluarga, tetangga, penyuluh, pamong desa, dst) PENYULUHAN, merubah perilaku petani berbasis konsep ANDRAGOGI (prinsip: konsep diri, pengalaman, kesiapan belajar, kegunaan)
  • 9.
    PROSES PERUBAHAN PERILAKUMANUSIA SECARA PSIKOLOGIS KRN PENYULUHAN (Umstot) PENYULUHAN, informasi: inovasi usaha tani, pelestarian lingkungan, bisnis. PERSEPSI -bagus -jelek SIKAP -setuju -tidak setuju PERASAAN -senang -tidak senang BETTER -farming -living -bussiness MOTIVASI LINGKUNGAN PERILAKU: -usaha tani -pelestarian link -bisnis
  • 10.
    MEDIA PENYULUHAN MEDIA SOSIAL,merupakan media penyuluhan yang berkembang saat ini, merupakan media interaksi online yg meliputi blog, forum, aplikasi chatting, sd jejaring sosial. Antara lain: Facebook, Twitter, Istagram, Whatsapp, Youtube, dsb. Penggunaan media ini tentu menyesuaikan dengan kondisi daerah setempat, mengingat jaringan internet juga belum bisa memadai di berbagai wilayah.
  • 11.
    PENYULUHAN: MERUBAH PRINSIP MEMINIMALKANRESIKO >> MEMAKSIMALKAN KEUNTUNGAN PENYULUHAN FOOD ESTATE ;merubah petani berprinsip “meminimalkan resiko” (peasant) ,menjadi petani berprinsip “memaksimalkan keuntungan” (farmer) Kata kunci sbg farmer adalah “berani mengambil resiko”, satu hal penting orang berani ambil resiko bila memiliki “self efficacy” (‘keyakinan diri mampu berhasil”) yang tinggi. Strategi PENYULUHAN untuk meningkatkan self efficacy adalah dengan cara: -1.meningkatkan pengalaman diri petani -2.belajar dari pengalaman orang lain -3.persuasi -4.psikologis / sehat (Bandura,1977)
  • 12.
    MODEL PENYULUHAN PERTANIANBERKELANJUTAN Sub SISTEM PENYULUHAN -Dinas -BPP SubSISTEM PENDIDIKAN/ PELATIHAN -Perg. Tinggi -Puslat PETANI -Klmp tani/ Gapoktan SubSISTEM PENELITIAN -BPTP -Perg. Tinggi -Puslit SubSISTEM PENDUKUNG -Pasar -Kadin -Pengusaha -dll MASSAL KELOMPOK INDIVIDUAL KESADARAN TERTARIK ME-NILAI NILAI MENCOBA MENERAPKAN TERJADI “SOCIAL LEARNING” SHG ADA DIFUSI INOVASI DI MASYARAKAT
  • 13.
    BALAI PENYULUHAN PERTANIAN(BPP) DI TK KECAMATAN DALAM PEMBANGUNAN PERTANIAN berkelanjutan Pusat Data dan Informasi Konsultasi Agribisnis Pusat Pembelajaran Pusat pengembangan kemitraan Koordinasi program pembangunan pertanian BPP: Penyuluh Pertanian, Perkebunan, peternakan, Perikanan, dst Brainware Software Hardware Sarana dan Prasarana • Demplot • Demarea • Pengolahan hasil • Mekanisasi pertanian • Perbankan • Pasar • Bulog • Perusahaan agribisnis • BPTP • Instansi Teknis • Kantor Kecamatan
  • 14.
    KELOMPOK TANI TERPADU,sesuai kondisi & potensi wlayah KETUA KELOMPOK BID. PERKEBUNAN BID. PETERNAKAN BID. PERTANIAN KEGIATAN WANITA TANI (KWT) BID. PERIKANAN BENDAHARA SEKRETARIS
  • 15.
    PERTANIAN MODERN FOODESTATE : melibatkan milenial
  • 16.
    PERKEMBANGAN TEKNOLOGI PADAFOOD ESTATE: FUTURE FARMS USAHA PERTANIAN DIKENDALIKAN DARI RUMAH
  • 17.
    PENUTUP PENYULUHAN PERTANIAN BERKELANJUTANdg MODEL: 1. Koordinasi dan sinergi antar institusi terkait: Penyuluhan, Pendidikan, Penelitian, Pendukung. 2. Paradigma penyuluhan yang seimbang untuk: better farming, better bussiness, better living 3.Penyuluhan Terpadu antar sub sektor pertanian dan sektor terkait dari hulu ke hilir 4. BPP sebagai pusat kegiatan penyuluhan (konsep Andragogy) yang terpadu dari berbagai sub sektor. 5. Pengembangan Kelompok- kelompok tani yang terpadu, kebersamaan dan sinergi petani-petani yang berusaha tani beragam sesuai dg kondisi lapangan 6. Kerjasama dan sinergi kelompok2 tani dengan kelompok2 pendukung; kelompok bisnis, koperasi, perbankan, pasar, dst.