POTENSI PENGEMBANGAN TALAS/KELADI UNGU
DI KEC. SINABOI ROKAN HILIR
PEMERINTAH PROVINSI RIAU
DINAS PANGAN, TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA
TAHUN 2021
Sejahtera :
Kondisi kemakmuran masyarakat
Riau yang dicirikan dengan
meningkatnya pendapatan
masyarakat, berkurangnya
ketimpangan sosial, menurunnya
kemiskinan dan pengangguran.
Bermartabat :
Mengangkat marwah Provinsi
Riau menjadi yang terdepan dan
berintegritas melalui pengamalan
nilai-nilai agama serta penerapan
falsafah budaya melayu dalam
sendi kehidupan bermasyarakat.
Unggul :
Menjadikan Riau berprestasi di
bidang keagamaan, budaya, seni,
dan olahraga serta terbaik dan
terdepan dalam inovasi,
pelayanaan publik dan
penyelenggaraan pemerintahan.
Berdaya Saing :
Kondisi kemampuan daerah
yang mapan didukung
pertumbuhan ekonomi,
infrastruktur, dan sumber daya
manusia yang handal dan
lingkungan hidup yang lestari.
Terwujudnya Riau
yang BERDAYA SAING,
SEJAHTERA, BERMARTABAT dan
UNGGUL di Indonesia
(RIAU BERSATU)
VISI : GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR RIAU 2019-2024
2
MISI & PROGRAM
3
GAMBARAN UMUM
KAB. ROKAN HULU
Luas : 7.527,43 km2
Adm : 16 Kec, 153 Kel/Desa
Jumlah Penduduk : 592.276 Jiwa
KAB. KAMPAR
Luas : 10.897,22 km2
Adm : 21 Kec, 245 Kel/Desa
Jumlah Penduduk : 793.005 Jiwa
KOTA PEKANBARU
Luas : 633,40 km2
Adm : 12 Kec, 58 Kelurahan
Jumlah Penduduk : 1.038.118 Jiwa
KAB. KUANSING
Luas : 5.272,74 km2
Adm : 15 Kec, 229 Kel/Desa
Jumlah Penduduk : 314.276 Jiwa
KAB. INDRAGIRI HULU
Luas : 7.978,17 km2
Adm : 14 Kec, 194 Kel/Desa
Jumlah Penduduk : 409,431 Jiwa
KOTA DUMAI
KAB. ROKAN HILIR
KAB. BENGKALIS
KAB. KEP MERANTI
KAB. SIAK
KAB. INDRAGIRI HILIR
KAB. PELALAWAN
Luas : 2.177,80 km2
Adm : 7 Kec, 33 Desa
Jumlah Penduduk : 285.967 Jiwa
Luas : 9.154,72 km2
Adm : 30 pulau, 18 Kec, 193 Desa
Jumlah Penduduk : 644.680 Jiwa
Luas : 8.520,44 km2
Adm : 4 pulau, 8 Kec, 155 Desa
Jumlah Penduduk : 543.987 Jiwa
Luas : 3.636,79 km2
Adm : 9 pulau, 9 Kec, 101 Desa
Jumlah Penduduk : 181.095 Jiwa
Luas : 7.843,97 km2
Adm : 1 pulau, 14 Kec, 131 Desa
Jumlah Penduduk : 440.841 Jiwa
Luas : 13.465,89 km2
Adm : 32 pulau, 20 Kec, 236 Desa
Jumlah Penduduk : 703.734Jiwa
Luas :13.020,19 km2
Adm : 12 Kec, 118 Desa
Jumlah Penduduk : 369.990 Jiwa
Luas Wilayah : 90.128,76 KM2
Daratan : 89.083,57 Km2
Lautan : 1.045,19 Km2
Panjang Garis Pantai : 2.713 Km
ADMINISTRATIF TERDIRI ATAS :
 2 Kota
 10 Kabupaten
 169 Kecamatan
 1.591Desa/268 Kelurahan =1.859
JUMLAH PENDUDUK : 6.657.911 JIWA (2017)
Laki-laki : 3.178.400 Jiwa
Perempuan : 3.010.000 Jiwa
Kepadatan : 76,50 jiwa/km2
4
Provinsi/
Kab/Kota
Batas Lokpri
D/L 2015 2016 2017 2018 2019
RIAU
1. Rokan Hilir L - Pasir Limau Kapas Sinaboi Bangko >
2. Dumai
L - Dumai Kota Medang Kampa Sungai Sembilan >
L - Dumai Timur > > >
L - Dumai Barat > > >
3. Bengkalis
L Rupat Utara Rupat Bantan > >
L Bengkalis Bukit Batu > > >
4. Kep. Meranti
L Rangsang Barat Merbau Pulau Merbau Tasik Putri Uyu >
L Rangsang Pesisir Rangsang > > >
5. Pelalawan L - - - Kuala Kampar >
6. Indragiri Hilir L - Kateman Pulau Burung > >
LOKPRI TAHUN 2015-2019 DI PROV. RIAU
PROV. RIAU MEMILIKI 22 LOKPRI
5
PERBATASAN ANTAR NEGARA
6
PROVINSI RIAU
PROVINSI
SUMATERA UTARA
P. Rupat
Dumai
Pelintung
Tj. Buton
1 2
3
5
6
7
PORT KELANG
GEMAS
PORT DICKSON
SEREMBAN
MALAKA
MUAR
BATU PAHAT
KUKUP
KLUANG
SEDEL
KOTA TINGGI
JOHOR BARU
KUALA LUMPUR
4
8
9
11
10
Kuala Enok
1
PANIPAHAN
(Kab. Rokan Hilir)
2
SINABOI
(Kab. Rokan Hilir)
3
TANJUNG MEDANG
(Kab. Bengkalis)
4
SUNGAI. PAKNING
(Kab. Bengkalis)
5
TELUK BELITUNG
(Kab. Kep Meranti)
7
TANJUNG SAMAK
(Kab. Kep Meranti)
8
9
10
11
SELAT BARU
(Kab. Bengkalis)
SERAPUNG
(Kab. Pelalawan)
6
GUNTUNG
(Kab. Indragiri Hilir)
KUALA ENOK
(Kab. Indragiri Hilir)
KUALA GAUNG
(Kab. Indragiri Hilir)
7
A. Latar Belakang
1. Provinsi Riau memiliki letak yang strategis berada pada jalur perdagangan regional
dan internasional di kawasan ASEAN
2. berbatasan dengan provinsi lain, yaitu: Sebelah Utara dengan Selat Malaka dan
Provinsi Sumatera Utara, Sebelah Selatan berbatasan dengan Provinsi Jambi dan
Provinsi Sumatera Barat, Sebelah Barat dengan Provinsi Sumatera Barat dan
Provinsi Sumatera Utara, Sebelah Timur berbatasan dengan Provinsi Kepulauan
Riau dan Provinsi Selat Malaka
3. Provinsi Riau juga memiliki sarana dan prasarana diantaranya Pelabuhan di Kota
Pekanbaru, Perawang, Dumai, Bagan Siapi-api, serta Bandara Sultan Syarif Kasim
II terletak di Kota Pekanbaru dan Pinang Kampai di Kota Dumai
8
4. Talas/keladi ungu komoditi ekspor potensi sangat besar untuk
memberikan kontribusi terhadap PDB Provinsi Riau. Gubernur
Provinsi Riau mengharapkan terus dikembangkan untuk
menunjang sektor pertanian yang selama ini hanya mengandalkan
komoditas perkebunan kelapa dalam, kelapa sawit, dan karet.
5. Mendukung Program Kementerian Pertanian Gerakan Tiga Kali
Lipat Ekspor (GraTIEks)
6. Talas/Keladi ungu telah diekspor ke Negara Malaysia dalam
bentuk basah sebagai bahan dasar makanan
9
1. Talas/keladi ungu banyak dibudidayakan oleh petani di Kecamatan Sinaboi,
Kabupaten Rokan Hilir dengan luas areal sekitar 450 ha. Potensi lahan sekitar 5.000
hektar
2. Budidaya Keladi Ungu sebagian besar dibudidayakan petani pada agro
ekosistem lahan sawah tadah hujan dan lahan kering. Pola tanamnya Keladi Ungu-
Palawija/Bera, tumpang sari dengan tanaman sawit. Luas lahan yang diusahakan
oleh masing-masing petani berkisar 0,5-3,0 ha dengan rata-rata 1,0 ha.
Produktivitas baru mencapai 10 ton/ha, sehingga masih berpotensi untuk
ditingkatkan menjadi 30 ton/ha
B. Gambaran Umum/Kondisi Exsisting Usahatani Keladi
Ungu
10
Arah pengembangan keladi ungu yang harus dilakukan antara lain:
1. Mempertahankan dan meningkatkan luas lahan usahatani.
2. Meningkatkan pengetahuan dibidang teknologi budidaya keladi ungu
(sarana dan prasarana tersedia) untuk meningkatkan produktivitas,
produksi, dan kualitas
3. Mengembangkan usaha pengolahan pasca panen keladi untuk
meningkatkan nilai tambah dan daya saing
4. Bekerjasama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP)
Provinsi Riau dalam hal teknologi budidaya dan
pascapanen/pengolahan hasil
C. Arah Pengembangan Keladi Ungu
11
Untuk dapat mewujudkan pengembangan usahatani Keladi Ungu di
Kecamatan Sinaboi Kabupaten Rokan Hilir secara berkelanjutan perlu
kebijakan pemerintah daerah antara lain:
1. Mempertahankan lahan usahatani keladi ungu agar tidak dialih
fungsikan dengan mengeluarkan Perda (lahan abadi).
2. Menjadikan Keladi Ungu; sumber daya genetik/SDG (varietas)
Kecamatan Sinaboi, sebagai komoditas unggulan (Icon) Kabupaten
Rokan Hilir.
D. Arah Kebijakan
12
TALAS VARIETAS KELADI UNGU
1. Daerah Pengembangan : Kec. Bangko dan Sinaboi
Kabupaten Rokan Hilir
2. Lahan yang telah dimanfaatkan : 400 ha
3. Potensi lahan : 5.000 ha
3. Produksi : 10 ton/ha
4. Umur tanaman : 6-9 bulan
5. Potensi pengembangan : 1.400 ha
6. Bentuk produk yang diekspor : Umbi Basah
7. Harga jual di tingkat petani : Rp3.500,-/kg
8. Pelaku Usaha : Kelompoktani dan Eksportir
9. Negara Kerjasama : Malaysia dan Thailand
10. Kerjasama yang diusulkan : Investasi kebun dan perdagangan
13
E. Analisas Usahatani
No Uraian
Harga Satuan
(Rp)
Nilai (Rp)
A Biaya Input 29,250,000
1 Benih 25,000 Stek/Umbi 350 8,750,000
2 Sarana produksi
Pupuk Urea 50 kg 8,000 400,000
NPK 100 kg 16,000 1,600,000
Pestisida 2 liter 250,000 500,000
3 Tenaga kerja 150 HOK 120,000 18,000,000
B Penerimaan
4 Hasil 20,000 kg 3,000 60,000,000
Pendapatan 30,750,000
Volume
14
DESKRIPSI
TALAS
VARIETAS
KELADI
UNGU
Nama spesies. author(s) : Colocasia esculenta (L) Schott
Asal : Varietas Lokal
Silsilah : -
Penggolongan varietas : -
Tanaman
Tinggi tanaman : 110 -115 cm
Tipe tumbuh : Tegak
Batang
Jumlah pelepah per pohon : 3 – 5 helai
Panjang pelepah : 89 - 91 cm
Warna pelepah : Hijau keunguan
Lingkar pelepah : 14 cm (pangkal pelepah),
7 cm (tengah pelepah)
3,5 cm (ujung pelepah)
Panjang bibir pelepah : 45 - 47 cm
Diameter pangkal batang : 22 - 24 cm
Daun
Warna daun bagian atas : Hijau tua berlilin
Warna daun bagian bawah : Hijau kekuningan berlilin
Tulang daun : Jelas
Warna ujung sulur : pink
Warna pinggir daun : ungu
Ukuran daun dewasa : 43 cm (panjang)
34 cm (lebar )
Belahan daun : Simetris
Ujung daun : Runcing
Pangkal daun : berlekuk tajam
Bentuk daun : bangun perisai
Umbi
Bentuk : Bulat meruncing
Penampang melintang umbi : Silinder
Warna kulit umbi : Coklat
Warna daging umbi : Putih berbintik ungu
Keadaan mata : Menonjol
Rasa : Enak, pulen
Keadaan kulit : Halus
Kulit umbi sebelum direbus : Sukar dikupas
Kulit umbi setelah direbus : Mudah dikupas
Aroma : Harum
Tekstur daging : Lembut
Ukuran
Berat umbi per biji
Rata-rata hasil
:
:
:
17 - 21 cm (panjang),
8,5 – 9,6 cm, (lebar ),
28Cm (keliling)
596 - 910 Gram
36.000 kg / ha
15
TINDAK LANJUT
SUMBERDANA APBN TA 2020
• Dialokasikan kegiatan Unit Pengolahan Hasil
(UPH) Talas Keladi Ungu sebanyak 1 unit
• Produksi talas keladi ungu untuk ekspor
mempunyai kriteria minimal 1 buah umbi
seberat 1kg, sebahagian terdapat umbi yang
kurang dari 1 kg
• Umbi yang beratnya kurang dari 1 kg dapat
dioleh menjadi tepung
• Alokasi UPH dimaksudkan untuk pengolahan
hasil Talas Keladi Ungu menjadi tepung
sebagai bahan dasar untuk bahan makanan
SUMBERDANA APBD TA 2021
• Melalui Sumberdana APBD Tahun
Anggaran 2021 dialokasikan
pengembangan Talas Varietas
Keladi Ungu
• Rencana lokasi pengembangan di
Kecamatan Sinaboi Kabupaten
Rokan Hilir seluas 50 ha
16
17

Peluang pengembangan Talas Ungu

  • 1.
    POTENSI PENGEMBANGAN TALAS/KELADIUNGU DI KEC. SINABOI ROKAN HILIR PEMERINTAH PROVINSI RIAU DINAS PANGAN, TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA TAHUN 2021
  • 2.
    Sejahtera : Kondisi kemakmuranmasyarakat Riau yang dicirikan dengan meningkatnya pendapatan masyarakat, berkurangnya ketimpangan sosial, menurunnya kemiskinan dan pengangguran. Bermartabat : Mengangkat marwah Provinsi Riau menjadi yang terdepan dan berintegritas melalui pengamalan nilai-nilai agama serta penerapan falsafah budaya melayu dalam sendi kehidupan bermasyarakat. Unggul : Menjadikan Riau berprestasi di bidang keagamaan, budaya, seni, dan olahraga serta terbaik dan terdepan dalam inovasi, pelayanaan publik dan penyelenggaraan pemerintahan. Berdaya Saing : Kondisi kemampuan daerah yang mapan didukung pertumbuhan ekonomi, infrastruktur, dan sumber daya manusia yang handal dan lingkungan hidup yang lestari. Terwujudnya Riau yang BERDAYA SAING, SEJAHTERA, BERMARTABAT dan UNGGUL di Indonesia (RIAU BERSATU) VISI : GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR RIAU 2019-2024 2
  • 3.
  • 4.
    GAMBARAN UMUM KAB. ROKANHULU Luas : 7.527,43 km2 Adm : 16 Kec, 153 Kel/Desa Jumlah Penduduk : 592.276 Jiwa KAB. KAMPAR Luas : 10.897,22 km2 Adm : 21 Kec, 245 Kel/Desa Jumlah Penduduk : 793.005 Jiwa KOTA PEKANBARU Luas : 633,40 km2 Adm : 12 Kec, 58 Kelurahan Jumlah Penduduk : 1.038.118 Jiwa KAB. KUANSING Luas : 5.272,74 km2 Adm : 15 Kec, 229 Kel/Desa Jumlah Penduduk : 314.276 Jiwa KAB. INDRAGIRI HULU Luas : 7.978,17 km2 Adm : 14 Kec, 194 Kel/Desa Jumlah Penduduk : 409,431 Jiwa KOTA DUMAI KAB. ROKAN HILIR KAB. BENGKALIS KAB. KEP MERANTI KAB. SIAK KAB. INDRAGIRI HILIR KAB. PELALAWAN Luas : 2.177,80 km2 Adm : 7 Kec, 33 Desa Jumlah Penduduk : 285.967 Jiwa Luas : 9.154,72 km2 Adm : 30 pulau, 18 Kec, 193 Desa Jumlah Penduduk : 644.680 Jiwa Luas : 8.520,44 km2 Adm : 4 pulau, 8 Kec, 155 Desa Jumlah Penduduk : 543.987 Jiwa Luas : 3.636,79 km2 Adm : 9 pulau, 9 Kec, 101 Desa Jumlah Penduduk : 181.095 Jiwa Luas : 7.843,97 km2 Adm : 1 pulau, 14 Kec, 131 Desa Jumlah Penduduk : 440.841 Jiwa Luas : 13.465,89 km2 Adm : 32 pulau, 20 Kec, 236 Desa Jumlah Penduduk : 703.734Jiwa Luas :13.020,19 km2 Adm : 12 Kec, 118 Desa Jumlah Penduduk : 369.990 Jiwa Luas Wilayah : 90.128,76 KM2 Daratan : 89.083,57 Km2 Lautan : 1.045,19 Km2 Panjang Garis Pantai : 2.713 Km ADMINISTRATIF TERDIRI ATAS :  2 Kota  10 Kabupaten  169 Kecamatan  1.591Desa/268 Kelurahan =1.859 JUMLAH PENDUDUK : 6.657.911 JIWA (2017) Laki-laki : 3.178.400 Jiwa Perempuan : 3.010.000 Jiwa Kepadatan : 76,50 jiwa/km2 4
  • 5.
    Provinsi/ Kab/Kota Batas Lokpri D/L 20152016 2017 2018 2019 RIAU 1. Rokan Hilir L - Pasir Limau Kapas Sinaboi Bangko > 2. Dumai L - Dumai Kota Medang Kampa Sungai Sembilan > L - Dumai Timur > > > L - Dumai Barat > > > 3. Bengkalis L Rupat Utara Rupat Bantan > > L Bengkalis Bukit Batu > > > 4. Kep. Meranti L Rangsang Barat Merbau Pulau Merbau Tasik Putri Uyu > L Rangsang Pesisir Rangsang > > > 5. Pelalawan L - - - Kuala Kampar > 6. Indragiri Hilir L - Kateman Pulau Burung > > LOKPRI TAHUN 2015-2019 DI PROV. RIAU PROV. RIAU MEMILIKI 22 LOKPRI 5
  • 6.
  • 7.
    PROVINSI RIAU PROVINSI SUMATERA UTARA P.Rupat Dumai Pelintung Tj. Buton 1 2 3 5 6 7 PORT KELANG GEMAS PORT DICKSON SEREMBAN MALAKA MUAR BATU PAHAT KUKUP KLUANG SEDEL KOTA TINGGI JOHOR BARU KUALA LUMPUR 4 8 9 11 10 Kuala Enok 1 PANIPAHAN (Kab. Rokan Hilir) 2 SINABOI (Kab. Rokan Hilir) 3 TANJUNG MEDANG (Kab. Bengkalis) 4 SUNGAI. PAKNING (Kab. Bengkalis) 5 TELUK BELITUNG (Kab. Kep Meranti) 7 TANJUNG SAMAK (Kab. Kep Meranti) 8 9 10 11 SELAT BARU (Kab. Bengkalis) SERAPUNG (Kab. Pelalawan) 6 GUNTUNG (Kab. Indragiri Hilir) KUALA ENOK (Kab. Indragiri Hilir) KUALA GAUNG (Kab. Indragiri Hilir) 7
  • 8.
    A. Latar Belakang 1.Provinsi Riau memiliki letak yang strategis berada pada jalur perdagangan regional dan internasional di kawasan ASEAN 2. berbatasan dengan provinsi lain, yaitu: Sebelah Utara dengan Selat Malaka dan Provinsi Sumatera Utara, Sebelah Selatan berbatasan dengan Provinsi Jambi dan Provinsi Sumatera Barat, Sebelah Barat dengan Provinsi Sumatera Barat dan Provinsi Sumatera Utara, Sebelah Timur berbatasan dengan Provinsi Kepulauan Riau dan Provinsi Selat Malaka 3. Provinsi Riau juga memiliki sarana dan prasarana diantaranya Pelabuhan di Kota Pekanbaru, Perawang, Dumai, Bagan Siapi-api, serta Bandara Sultan Syarif Kasim II terletak di Kota Pekanbaru dan Pinang Kampai di Kota Dumai 8
  • 9.
    4. Talas/keladi ungukomoditi ekspor potensi sangat besar untuk memberikan kontribusi terhadap PDB Provinsi Riau. Gubernur Provinsi Riau mengharapkan terus dikembangkan untuk menunjang sektor pertanian yang selama ini hanya mengandalkan komoditas perkebunan kelapa dalam, kelapa sawit, dan karet. 5. Mendukung Program Kementerian Pertanian Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (GraTIEks) 6. Talas/Keladi ungu telah diekspor ke Negara Malaysia dalam bentuk basah sebagai bahan dasar makanan 9
  • 10.
    1. Talas/keladi ungubanyak dibudidayakan oleh petani di Kecamatan Sinaboi, Kabupaten Rokan Hilir dengan luas areal sekitar 450 ha. Potensi lahan sekitar 5.000 hektar 2. Budidaya Keladi Ungu sebagian besar dibudidayakan petani pada agro ekosistem lahan sawah tadah hujan dan lahan kering. Pola tanamnya Keladi Ungu- Palawija/Bera, tumpang sari dengan tanaman sawit. Luas lahan yang diusahakan oleh masing-masing petani berkisar 0,5-3,0 ha dengan rata-rata 1,0 ha. Produktivitas baru mencapai 10 ton/ha, sehingga masih berpotensi untuk ditingkatkan menjadi 30 ton/ha B. Gambaran Umum/Kondisi Exsisting Usahatani Keladi Ungu 10
  • 11.
    Arah pengembangan keladiungu yang harus dilakukan antara lain: 1. Mempertahankan dan meningkatkan luas lahan usahatani. 2. Meningkatkan pengetahuan dibidang teknologi budidaya keladi ungu (sarana dan prasarana tersedia) untuk meningkatkan produktivitas, produksi, dan kualitas 3. Mengembangkan usaha pengolahan pasca panen keladi untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing 4. Bekerjasama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Riau dalam hal teknologi budidaya dan pascapanen/pengolahan hasil C. Arah Pengembangan Keladi Ungu 11
  • 12.
    Untuk dapat mewujudkanpengembangan usahatani Keladi Ungu di Kecamatan Sinaboi Kabupaten Rokan Hilir secara berkelanjutan perlu kebijakan pemerintah daerah antara lain: 1. Mempertahankan lahan usahatani keladi ungu agar tidak dialih fungsikan dengan mengeluarkan Perda (lahan abadi). 2. Menjadikan Keladi Ungu; sumber daya genetik/SDG (varietas) Kecamatan Sinaboi, sebagai komoditas unggulan (Icon) Kabupaten Rokan Hilir. D. Arah Kebijakan 12
  • 13.
    TALAS VARIETAS KELADIUNGU 1. Daerah Pengembangan : Kec. Bangko dan Sinaboi Kabupaten Rokan Hilir 2. Lahan yang telah dimanfaatkan : 400 ha 3. Potensi lahan : 5.000 ha 3. Produksi : 10 ton/ha 4. Umur tanaman : 6-9 bulan 5. Potensi pengembangan : 1.400 ha 6. Bentuk produk yang diekspor : Umbi Basah 7. Harga jual di tingkat petani : Rp3.500,-/kg 8. Pelaku Usaha : Kelompoktani dan Eksportir 9. Negara Kerjasama : Malaysia dan Thailand 10. Kerjasama yang diusulkan : Investasi kebun dan perdagangan 13
  • 14.
    E. Analisas Usahatani NoUraian Harga Satuan (Rp) Nilai (Rp) A Biaya Input 29,250,000 1 Benih 25,000 Stek/Umbi 350 8,750,000 2 Sarana produksi Pupuk Urea 50 kg 8,000 400,000 NPK 100 kg 16,000 1,600,000 Pestisida 2 liter 250,000 500,000 3 Tenaga kerja 150 HOK 120,000 18,000,000 B Penerimaan 4 Hasil 20,000 kg 3,000 60,000,000 Pendapatan 30,750,000 Volume 14
  • 15.
    DESKRIPSI TALAS VARIETAS KELADI UNGU Nama spesies. author(s): Colocasia esculenta (L) Schott Asal : Varietas Lokal Silsilah : - Penggolongan varietas : - Tanaman Tinggi tanaman : 110 -115 cm Tipe tumbuh : Tegak Batang Jumlah pelepah per pohon : 3 – 5 helai Panjang pelepah : 89 - 91 cm Warna pelepah : Hijau keunguan Lingkar pelepah : 14 cm (pangkal pelepah), 7 cm (tengah pelepah) 3,5 cm (ujung pelepah) Panjang bibir pelepah : 45 - 47 cm Diameter pangkal batang : 22 - 24 cm Daun Warna daun bagian atas : Hijau tua berlilin Warna daun bagian bawah : Hijau kekuningan berlilin Tulang daun : Jelas Warna ujung sulur : pink Warna pinggir daun : ungu Ukuran daun dewasa : 43 cm (panjang) 34 cm (lebar ) Belahan daun : Simetris Ujung daun : Runcing Pangkal daun : berlekuk tajam Bentuk daun : bangun perisai Umbi Bentuk : Bulat meruncing Penampang melintang umbi : Silinder Warna kulit umbi : Coklat Warna daging umbi : Putih berbintik ungu Keadaan mata : Menonjol Rasa : Enak, pulen Keadaan kulit : Halus Kulit umbi sebelum direbus : Sukar dikupas Kulit umbi setelah direbus : Mudah dikupas Aroma : Harum Tekstur daging : Lembut Ukuran Berat umbi per biji Rata-rata hasil : : : 17 - 21 cm (panjang), 8,5 – 9,6 cm, (lebar ), 28Cm (keliling) 596 - 910 Gram 36.000 kg / ha 15
  • 16.
    TINDAK LANJUT SUMBERDANA APBNTA 2020 • Dialokasikan kegiatan Unit Pengolahan Hasil (UPH) Talas Keladi Ungu sebanyak 1 unit • Produksi talas keladi ungu untuk ekspor mempunyai kriteria minimal 1 buah umbi seberat 1kg, sebahagian terdapat umbi yang kurang dari 1 kg • Umbi yang beratnya kurang dari 1 kg dapat dioleh menjadi tepung • Alokasi UPH dimaksudkan untuk pengolahan hasil Talas Keladi Ungu menjadi tepung sebagai bahan dasar untuk bahan makanan SUMBERDANA APBD TA 2021 • Melalui Sumberdana APBD Tahun Anggaran 2021 dialokasikan pengembangan Talas Varietas Keladi Ungu • Rencana lokasi pengembangan di Kecamatan Sinaboi Kabupaten Rokan Hilir seluas 50 ha 16
  • 17.