ENENG
(836392912)
SAFITRI
(836388596)
RISMA
(836438991)
FARHAN
(836384789)
MODEL – MODEL
PEMBELAJARAN
KONSEP DASAR
IPS YANG
KREATIF,
INOVATIF DAN
MENYENANGKAN
MERANCANG DAN
MENERAPKAN
KETERAMPILAN
DASAR IPS
MODEL – MODEL
PEMBELAJARAN
KONSEP DASAR
IPS YANG
KREATIF,
INOVATIF DAN
MENYENANGKAN
Dalam kegiatan
belajar mengajar
IPS ada desain
pembelajaran yang
sangat dianjurkan
yaitu desain
pembelajaran inkuiri
(Inquiry approach).
Beberapa Ahli
mengemukakan
pendapat tentang
apa dan mengapa
desain
pembelajaran inkuiri
Rogers
(1969)
Hagen
(1969)
Beyer
(1971)
Welton
dan
Mallan
(1988)
HAKIKAT DAN PERAN MODEL
PEMBELAJARAN KONSEP DASAR
IPS
Inkuiri merupakan salah satu pendekatan yang
saat ini digunakan oleh para pengembang
kurikulum khususnya di sekolah – sekolah
Australian dan Amerika Serikat sebagai suatu
pendekatan dalam proses belajar mengajar di
persekolahan yang menekankan pada belajar
secara individu sebagai alternatif untuk
mengembangkan kemampuan berpikir. Menurut
para ahli pendekatan inkuiri adalah salah satu cara
untuk mengatasi masalah kebosanan siswa dalam
belajar dikelas karena proses belajar terpusat
kepada siswa (student-centred instruction)
daripada kepada guru (teacher-centred
instruction).
Inkuiri menjadi suatu metode pembelajaran
seperti pendapat para ahli
 Hering (1971) mendefinisikan metode sebagai suatu
pendekatan umum belajar yang mendasarkan hakikat dan
tujuan pendidikan pada sejumlah teori dan kepercayaannya.
 Wesley (1950) menyatakan bahwa guru yang baik haruslah
memiliki metode yang baik dan guru yang terbaik ditentukan
oleh metode yang dikuasainya, metode yang baik
memerlukan sikap guru yang akurat, artistik, berkepribadian
dan selalu menyesuaikan dengan tingkat pengalaman siswa.
 Banks (1990) mengemukakan pendekatan mengajar dalam
IPS dengan menggunakan inkuiri sosial untuk menghasilkan
fakta, konsep, generalisasi, dan teori.
Perumusan
masalah (problem
Formulation)
Perumusan
hipotesis
(Formulation of
hypotheses)
Konseptualisasi
Pengumpulan data
(Collection of
Data)
Pengujian dan
analisis data
(Evaluation and
Analysis of
Data)
Menguji
hipotesis untuk
memperoleh
generalisasi dan
teori
Memulai inkuiri
lagi
Langkah – langkah
model pembelajaran
inkuiri untuk kelas IPS
MODEL – MODEL PEMBELAJARAN KONSEP DASAR IPS
Salah satu model pembelajaran konsep dasar IPS
adalah Model Desain Pembelajaran Keterampilan
Berpikir (THINKING SKILLS) yang terfokus
pada keterampilan berpikir kritis (critical
thinking skill) dan keterampilan berpikir kreatif
(Creative thinking skill). Model Desain
pembelajaran keterampilan berpikir ini
merupakan alternative pilihan untuk guru dalam
proses belajar mengajar IPS.
MODEL – MODEL PEMBELAJARAN KONSEP DASAR IPS
Johnson (1992) menjelaskan bahwa kritik adalah
perbuatan seorang yang mempertimbangkan,
menghargai dan menaksir nilai sesuatu hal. Tugas orang
yang berpikir kritis adalah menerapkan norma dan
standar yang tepat terhadap suatu hasil dan
mempertimbangkan nilainya dan mengartikulasikan
pertimbangan tersebut. Tujuan berpikir kritis adalah
untuk menilai suatu pemikiran, menaksir nilai bahkan
mengevaluasi pelaksanaan atau praktik dari suatu
pemikiran dan nilai tersebut.
A.Keterampilan berpikir kritis
MODEL – MODEL PEMBELAJARAN KONSEP DASAR IPS
Berpikir kritis menimbulkan munculnya pemikiran –
pemikiran baru. Terkadang pembelajaran berpikir
kritis erat kaitannya dengan berpikir kreatif. Pada
saat ini sejumlah teori dan model pengajaran
berpikir kritis telah meliputi pendekatan, strategi,
perencanaan dan sikap siswa dalam berpikir kritis
dan telah dijelaskan oleh para ahli studi sosial di
Amerika Serikat, seperti Wilen (1995) Beyer (1985)
and Fraenkel (1980).
B. Mengajarkan keterampilan berpikir kritis
kepada para siswa
C. Perlunya keterampilan kritis untuk siswa
Beyer menegaskan bahwa ada seperangkat keterampilan
berpikir kritis yang dapat digunakan dalam studi sosial atau
untuk pembelajaran disiplin ilmu-ilmu sosial, Selain itu Beyer
juga memperkenalkan strategi kecakapan berpikir kritis yang
cukup efektif untuk proses belajar mengajar, ialah strategi
induktif yang bersifat direktif. Strategi direktif memberi
kesempatan kepada siswa untuk menguasai dan memahami
betul komponen keterampilan tersebut sejak permulaan.
Strategi ini dapat digunakan apabila keterampilan berpikir itu
agakkompleks sehingga para siswa memerlukan bimbingan
khusus.
MODEL – MODEL PEMBELAJARAN KONSEP DASAR IPS
Implementasi Model-model
Pembelajaran Konsep Dasar IPS
Kemampuan siswa dalam memecahkan masalah baik
masalah pribadi maupun masalah sosial sangat diperlukan
karena pada hakikatnya siswa hidup di tengan lingkungan
masyarakat yang penuh dengan benih-benih potensi
munculnya masalah. Sikap dalam menghadapi masalah ini
dapat dipelajari melalui proses pendidikan. Sekolah sebagai
lembaga pendidikan dan pengajaran memiliki tanggung
jawab untuk membina kemampuan ini khususnya melalui
proses pembelajaran IPS. Model-model pembelajaran yang
dapat diimplementasikan di sekolah :
1. Model pembelajaran “Problem Solving”
2. Model “problem solving”, inkuiri atau model
pembelajaran penemuan
A. Model pembelajaran “Problem Solving”
Savage and Armstrong (1996)
mengemukakan bahwa sejumlah masalah
ada solusi terbaiknya secara benar dan
tepat. Ada empat tahap proses pemecahan
masalah menurut Savage and Armstrong.
Sedangkan Wilkins (1990) menguraikan
enam langkah model pembelajaran
“problem solving” yang dapat digunakan
pula sebagai keterampilan dalam
penyuluhan melalui model belajar individual
(individualized instruction).
B. Model “problem solving”, inkuiri
atau model pembelajaran penemuan
Secara singkat, persamaan dari ketiga model
pembelajaran tersebut adalah semuanya
mensyaratkan adanya keterlibatan siswa dalam
proses belajar mengajar melalui proses penelitian,
yakni meneliti hubungan antara sejumlah data atau
informasi untuk tercapainya suatu solusi. Oleh karna
itu, untuk mengatasi kerancuan Welton and
Mallan(1998) mengemukakan bahwa penggunaan
model pembelajaran “problem solving” agak berbeda
bila diterapkan pada mata pelajaran yang berbeda.
Model Desain Pembelajaran
Pengambilan Keputusan
Makna konsep “pengambilan keputusan” (decision-
making) berkaitan dengan kemampuan berpikir
tentang alternatif pilihan yang tersedia, menimbang
fakta dan bukti yang ada, mempertimbangkan
tentang nilai pribadi dan masyarakat. Apabila
seseorang dihadapkan pada pilihan-pilihan tersebut
maka kemungkinan jawaban yang muncul adalah
pilihan yang tepat atau tidak tepat.
Savage dan Amstrong (1996) mengemukakan
langkah-langkah proses pembelajaran pengambilan
keputusan sebagai alternatif model pembelajaran
dalam IPS sebagai berikut:
 Mengidentifikasi persoalan dasar atau masalah
 Mengemukakan jawaban-jawaban alternatif
 Menggambarkan bukti yang mendukung setiap
alternatif
 Mengidentifikasi nilai-nilai yang dinyatakan dalam
setiap alternatif.
 Menggambarkan kemungkinan akibat setiap
pilihan alternatif
 Membuat pilihan dari berbagai alternatif
 Menggambarkan bukti dan nilai yang
dipertimbangkan dalam membuat pilihan
Langkah-langkah yang di anjurkan dalam melakukan
proses pengambilan keputusan secara sekuensial
menurut Banks sebagai berikut:
 Mengenal masalah yang perlu di ambil keputusan
 Perolehan pengetahuan melalui inkuiri ilmu sosial
 Mengorganisir masalah dan pengetahuan untuk
bahan pembelajaran
 Inkuiri nilai
 Pengambilan keputusan dan tindakan untuk warga
negara
 Menentukan urutan tindakan
 Memberi kesempatan kepada warga negara untuk
bertindak dan berpartisipasi (di lingkungan
masyarakat dan sekolah).
MERANCANG
DAN
MENERAPKAN
KETERAMPILAN
DASAR IPS
KETERAMPILAN DASAR IPS
MENGEMBANGKAN
KETERAMPILAN DASAR IPS
PEMBELAJARAN IPS TERPADU
A. PENGERTIAN KETERAMPILAN
DASAR IPS
Somantri (2001) mengemukakan bahwa pendidikan
ips adalah suat penyederhanaan disiplin ilmu-ilmu
sosial, ideologi negara dan disiplin ilmu lainnya serta
masalah-masalah sosial terkait yang diorganisasikan
dan disajikan secara ilmiah dan psikologi untuk
pendidikan dasar dan menengah.
KETERAMPILAN DASAR IPS
B.KLASIFIKASI KETERAMPILAN
DASAR IPS
KETERAMPILAN DASAR IPS
Piaget mengemukakan bahwa anak-anak berkembang
sementara menjadi matang dan memperoleh
pengalaman baru dari sekitarnya.
Tahapan perkembangan anak kelas awal sekolah
dasar berada pada transisi antara dua tahapan
perkembangan yakni perkembangan kanak – kanak
dan perkembangan anak.
KETERAMPILAN DASAR IPS
C.PERKEMBANGAN SISWA DALAM
MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN
DASAR IPS
Aspek yang mengidentifikasikan tahapan
perkembangan anak kelas satu, dua dan tiga
KETERAMPILAN DASAR IPS
PERKEMBANGAN FISIK-PSIKOMOTORIK
PERKEMBANGAN KOGNITIF-BAHASA
PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL,
EMOSIONAL, DAN MORAL
PERKEMBANGAN BAHASA
PERKEMBANGAN PERASAAN DIRI
Mengembangkan
Keterampilan Dasar IPS
A. PRINSIP PENGEMBANGAN KETERAMPILAN DASAR IPS
1. Keterampilan dasar IPS harus diperhatikan sebagian dari
sebuah topik pembelajaran, bukan merupakan hal yang
terpisah.
2. Siswa diberikan pemahaman tentang arti dan tujuan
keterampilan tersebut agar termotifasi untuk
mengembangkannya.
3. Pemodelan berupa contoh yang baik sebaiknya diberikan,
serta siswa dipandu untuk menggunakan keterampilan
dasar sehingga dapat mengembangkan kebiasaan yang
sejak awal.
4. Siswa memerlukan peluang yang berulang-ulang untuk
memproaktifkan keterampilan.
B. MERANCANG DAN MENERAPKAN
KETERAMPILAN DASAR IPS
Faktor pelaksanaan yang harus diperhatikan
dalam mencapai rancangan dan penerapan
keterampilan dasar IPS :
KEBERMAKNAAN
PENGUATAN
UMPAN BALIK
C. BEBERAPA MODAL PEMBELAJARAN
DALAM MENGEMBANGKAN
KETERAMPILAN DASAR IPS
DISKUSI
PENYELIDIKAN TERBIMBING
MODEL PEMECAHAN MASALAH
KERJA KELOMPOK
PEMBELAJARAN IPS TERPADU
A. KONSEP DASAR DAN JENIS – JENIS
PEMBELAJARAN TERPADU
Pembelajaran terpadu merupakan pendekatan yang
mengintegrasikan beberapa mata pelajaran yang
terkait secara harmonis untuk memberikan
pengalaman belajar yang bermakna kepada siswa.
Pembelajaran terpadu dapat dilaksanakan dalam
proses pembelajaran siswa SD/MI sampai SMA/MA
sesuai dengan kompetensi dan materi ajar yang
terdapat dalam kurikulum.
Ditinjau dari cara memadukan konsep, keterampilan, topik
dan unit tematisnya menurut Robin Fogarty (1991)
terdapat cara atau model dalam merencanakan model
dalam merencanakan pembelajaran terpadu :
1. Model Penggalan (fragmented)
2. Model Keterhubungan (Connected)
3. Model Sarang (Nested)
4. Model Urutan (Sequenced)
5. Model Berbagi (Shared)
6. Model Jaring Laba-laba (Webbed)
7. Model Galur (Threaded)
8. Model Keterpaduan (Integrated)
9. Model Celupan (Immersed)
10.Model Jejaring (Networked)
1. Mendorong guru untuk memiliki
kecermatan, kemampuan analitik, dan
kemampuan kategori agar dapat
memahami keterkaitan material maupun
metodelogi suatu bahasan
2. Memberikan peluang bagi guru untuk
mengembangkan situasi pembelajaran
yang utuh, menyeluruh, dinamis, dan
bermakna sesuai dengan keinginan dan
kemampuan guru maupun kebutuhan
dan kesiapan siswa.
3. Mempermudah dan memotivasi siswa
untuk mengenal menerima, menyerap
dan memahami keterkaitan antara
konsep, pengetahuan, nilai atau tindakan
yang terdapat dalam beberapa pokok
bahasan.
4. Menghemat waktu, tenaga, dan sarana
serta biaya pembelajaran di samping
menyederhanakan langkah-langkah
pembelajaran
1. Jika guru tidak bisa menggali informasi
yang berkaitan dengan materi yang
diajarkan maka pembelajaran sulit di
wujudkan
2. Dari Aspek siswa jika tidak termilikinya
kemampuan menjiwai, menghubung-
hubungkan, eksploratif dan elaboratif maka
pembelajaran sulit di wujudkan
3. Dari aspek sarana yaitu perpustakaan
perlu dikembangkan secara bersamaan
4. Dari aspek kurikulum harus bersifat
terbuka dan memberikan kewenangan
sepenuhnya kepada guru untuk
mengembangkannya baik
5. Dari sistem penilaian dan
pengukurannya memungkinkan terjadinya
ketidak absahan dan ketidak percayaan
6. Dari suasana dan penekanan proses
pembelajaran, pembelajaran terpadu
berkecenderungan mengakibatkan
“tenggelamnya” pengutamaan salah satu
mata pelajaran.
B. KEUNGGULAN DAN KELEMAHAN
PEMBELAJARAN TERPADU
C. PEMBELAJARAN TERPADU DALAM
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS)
Pengetahuan sosial merupakan integrasi dari
berbagai cabang ilmu-ilmu sosial seperti
sosiologi, sejarah, geografi, ekonomi, politik,
hukum, budaya. John Jarolimek menegaskan
bahwa IPS merupakan bagian dari kurikulum
sekolah yang diturunkan dari isi materi
cabang- cabang ilmu sosial : Sejarah,
geografi, ekonomi, politik, antropologi,
filsafat, psikologi sosial.
Tujuan utama ilmu pengetahuan sosial itu ialah
untuk memperkaya dan mengembangkan
kehidupan peserta didik dengan mengembangkan
kemampuannya (abilities and power) dalam
lingkungannya dan melatih mereka untuk
menempatkan dalam masyarakat demokrasi
dimana mereka menjadikan negaranya tempat
hidup yang lebih baik. Model-model integrasi dalam
IPS ialah :
1.Model integrasi berdasarkan tema
2.Model integrasi berdasarkan potensi utama
3.Model integrasi berdasarkan permasalahan
TERIMA KASIH

MODEL – MODEL PEMBELAJARAN KONSEP DASAR IPS YANG KREATIF, INOVATIF DAN MENYENANGKAN

  • 1.
    ENENG (836392912) SAFITRI (836388596) RISMA (836438991) FARHAN (836384789) MODEL – MODEL PEMBELAJARAN KONSEPDASAR IPS YANG KREATIF, INOVATIF DAN MENYENANGKAN MERANCANG DAN MENERAPKAN KETERAMPILAN DASAR IPS
  • 2.
    MODEL – MODEL PEMBELAJARAN KONSEPDASAR IPS YANG KREATIF, INOVATIF DAN MENYENANGKAN
  • 3.
    Dalam kegiatan belajar mengajar IPSada desain pembelajaran yang sangat dianjurkan yaitu desain pembelajaran inkuiri (Inquiry approach). Beberapa Ahli mengemukakan pendapat tentang apa dan mengapa desain pembelajaran inkuiri Rogers (1969) Hagen (1969) Beyer (1971) Welton dan Mallan (1988) HAKIKAT DAN PERAN MODEL PEMBELAJARAN KONSEP DASAR IPS
  • 4.
    Inkuiri merupakan salahsatu pendekatan yang saat ini digunakan oleh para pengembang kurikulum khususnya di sekolah – sekolah Australian dan Amerika Serikat sebagai suatu pendekatan dalam proses belajar mengajar di persekolahan yang menekankan pada belajar secara individu sebagai alternatif untuk mengembangkan kemampuan berpikir. Menurut para ahli pendekatan inkuiri adalah salah satu cara untuk mengatasi masalah kebosanan siswa dalam belajar dikelas karena proses belajar terpusat kepada siswa (student-centred instruction) daripada kepada guru (teacher-centred instruction).
  • 5.
    Inkuiri menjadi suatumetode pembelajaran seperti pendapat para ahli  Hering (1971) mendefinisikan metode sebagai suatu pendekatan umum belajar yang mendasarkan hakikat dan tujuan pendidikan pada sejumlah teori dan kepercayaannya.  Wesley (1950) menyatakan bahwa guru yang baik haruslah memiliki metode yang baik dan guru yang terbaik ditentukan oleh metode yang dikuasainya, metode yang baik memerlukan sikap guru yang akurat, artistik, berkepribadian dan selalu menyesuaikan dengan tingkat pengalaman siswa.  Banks (1990) mengemukakan pendekatan mengajar dalam IPS dengan menggunakan inkuiri sosial untuk menghasilkan fakta, konsep, generalisasi, dan teori.
  • 6.
    Perumusan masalah (problem Formulation) Perumusan hipotesis (Formulation of hypotheses) Konseptualisasi Pengumpulandata (Collection of Data) Pengujian dan analisis data (Evaluation and Analysis of Data) Menguji hipotesis untuk memperoleh generalisasi dan teori Memulai inkuiri lagi Langkah – langkah model pembelajaran inkuiri untuk kelas IPS
  • 7.
    MODEL – MODELPEMBELAJARAN KONSEP DASAR IPS Salah satu model pembelajaran konsep dasar IPS adalah Model Desain Pembelajaran Keterampilan Berpikir (THINKING SKILLS) yang terfokus pada keterampilan berpikir kritis (critical thinking skill) dan keterampilan berpikir kreatif (Creative thinking skill). Model Desain pembelajaran keterampilan berpikir ini merupakan alternative pilihan untuk guru dalam proses belajar mengajar IPS.
  • 8.
    MODEL – MODELPEMBELAJARAN KONSEP DASAR IPS Johnson (1992) menjelaskan bahwa kritik adalah perbuatan seorang yang mempertimbangkan, menghargai dan menaksir nilai sesuatu hal. Tugas orang yang berpikir kritis adalah menerapkan norma dan standar yang tepat terhadap suatu hasil dan mempertimbangkan nilainya dan mengartikulasikan pertimbangan tersebut. Tujuan berpikir kritis adalah untuk menilai suatu pemikiran, menaksir nilai bahkan mengevaluasi pelaksanaan atau praktik dari suatu pemikiran dan nilai tersebut. A.Keterampilan berpikir kritis
  • 9.
    MODEL – MODELPEMBELAJARAN KONSEP DASAR IPS Berpikir kritis menimbulkan munculnya pemikiran – pemikiran baru. Terkadang pembelajaran berpikir kritis erat kaitannya dengan berpikir kreatif. Pada saat ini sejumlah teori dan model pengajaran berpikir kritis telah meliputi pendekatan, strategi, perencanaan dan sikap siswa dalam berpikir kritis dan telah dijelaskan oleh para ahli studi sosial di Amerika Serikat, seperti Wilen (1995) Beyer (1985) and Fraenkel (1980). B. Mengajarkan keterampilan berpikir kritis kepada para siswa
  • 10.
    C. Perlunya keterampilankritis untuk siswa Beyer menegaskan bahwa ada seperangkat keterampilan berpikir kritis yang dapat digunakan dalam studi sosial atau untuk pembelajaran disiplin ilmu-ilmu sosial, Selain itu Beyer juga memperkenalkan strategi kecakapan berpikir kritis yang cukup efektif untuk proses belajar mengajar, ialah strategi induktif yang bersifat direktif. Strategi direktif memberi kesempatan kepada siswa untuk menguasai dan memahami betul komponen keterampilan tersebut sejak permulaan. Strategi ini dapat digunakan apabila keterampilan berpikir itu agakkompleks sehingga para siswa memerlukan bimbingan khusus. MODEL – MODEL PEMBELAJARAN KONSEP DASAR IPS
  • 11.
    Implementasi Model-model Pembelajaran KonsepDasar IPS Kemampuan siswa dalam memecahkan masalah baik masalah pribadi maupun masalah sosial sangat diperlukan karena pada hakikatnya siswa hidup di tengan lingkungan masyarakat yang penuh dengan benih-benih potensi munculnya masalah. Sikap dalam menghadapi masalah ini dapat dipelajari melalui proses pendidikan. Sekolah sebagai lembaga pendidikan dan pengajaran memiliki tanggung jawab untuk membina kemampuan ini khususnya melalui proses pembelajaran IPS. Model-model pembelajaran yang dapat diimplementasikan di sekolah : 1. Model pembelajaran “Problem Solving” 2. Model “problem solving”, inkuiri atau model pembelajaran penemuan
  • 12.
    A. Model pembelajaran“Problem Solving” Savage and Armstrong (1996) mengemukakan bahwa sejumlah masalah ada solusi terbaiknya secara benar dan tepat. Ada empat tahap proses pemecahan masalah menurut Savage and Armstrong. Sedangkan Wilkins (1990) menguraikan enam langkah model pembelajaran “problem solving” yang dapat digunakan pula sebagai keterampilan dalam penyuluhan melalui model belajar individual (individualized instruction).
  • 13.
    B. Model “problemsolving”, inkuiri atau model pembelajaran penemuan Secara singkat, persamaan dari ketiga model pembelajaran tersebut adalah semuanya mensyaratkan adanya keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar melalui proses penelitian, yakni meneliti hubungan antara sejumlah data atau informasi untuk tercapainya suatu solusi. Oleh karna itu, untuk mengatasi kerancuan Welton and Mallan(1998) mengemukakan bahwa penggunaan model pembelajaran “problem solving” agak berbeda bila diterapkan pada mata pelajaran yang berbeda.
  • 14.
    Model Desain Pembelajaran PengambilanKeputusan Makna konsep “pengambilan keputusan” (decision- making) berkaitan dengan kemampuan berpikir tentang alternatif pilihan yang tersedia, menimbang fakta dan bukti yang ada, mempertimbangkan tentang nilai pribadi dan masyarakat. Apabila seseorang dihadapkan pada pilihan-pilihan tersebut maka kemungkinan jawaban yang muncul adalah pilihan yang tepat atau tidak tepat.
  • 15.
    Savage dan Amstrong(1996) mengemukakan langkah-langkah proses pembelajaran pengambilan keputusan sebagai alternatif model pembelajaran dalam IPS sebagai berikut:  Mengidentifikasi persoalan dasar atau masalah  Mengemukakan jawaban-jawaban alternatif  Menggambarkan bukti yang mendukung setiap alternatif  Mengidentifikasi nilai-nilai yang dinyatakan dalam setiap alternatif.  Menggambarkan kemungkinan akibat setiap pilihan alternatif  Membuat pilihan dari berbagai alternatif  Menggambarkan bukti dan nilai yang dipertimbangkan dalam membuat pilihan
  • 16.
    Langkah-langkah yang dianjurkan dalam melakukan proses pengambilan keputusan secara sekuensial menurut Banks sebagai berikut:  Mengenal masalah yang perlu di ambil keputusan  Perolehan pengetahuan melalui inkuiri ilmu sosial  Mengorganisir masalah dan pengetahuan untuk bahan pembelajaran  Inkuiri nilai  Pengambilan keputusan dan tindakan untuk warga negara  Menentukan urutan tindakan  Memberi kesempatan kepada warga negara untuk bertindak dan berpartisipasi (di lingkungan masyarakat dan sekolah).
  • 17.
    MERANCANG DAN MENERAPKAN KETERAMPILAN DASAR IPS KETERAMPILAN DASARIPS MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN DASAR IPS PEMBELAJARAN IPS TERPADU
  • 18.
    A. PENGERTIAN KETERAMPILAN DASARIPS Somantri (2001) mengemukakan bahwa pendidikan ips adalah suat penyederhanaan disiplin ilmu-ilmu sosial, ideologi negara dan disiplin ilmu lainnya serta masalah-masalah sosial terkait yang diorganisasikan dan disajikan secara ilmiah dan psikologi untuk pendidikan dasar dan menengah. KETERAMPILAN DASAR IPS
  • 19.
  • 20.
    Piaget mengemukakan bahwaanak-anak berkembang sementara menjadi matang dan memperoleh pengalaman baru dari sekitarnya. Tahapan perkembangan anak kelas awal sekolah dasar berada pada transisi antara dua tahapan perkembangan yakni perkembangan kanak – kanak dan perkembangan anak. KETERAMPILAN DASAR IPS C.PERKEMBANGAN SISWA DALAM MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN DASAR IPS
  • 21.
    Aspek yang mengidentifikasikantahapan perkembangan anak kelas satu, dua dan tiga KETERAMPILAN DASAR IPS PERKEMBANGAN FISIK-PSIKOMOTORIK PERKEMBANGAN KOGNITIF-BAHASA PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL, EMOSIONAL, DAN MORAL PERKEMBANGAN BAHASA PERKEMBANGAN PERASAAN DIRI
  • 22.
    Mengembangkan Keterampilan Dasar IPS A.PRINSIP PENGEMBANGAN KETERAMPILAN DASAR IPS 1. Keterampilan dasar IPS harus diperhatikan sebagian dari sebuah topik pembelajaran, bukan merupakan hal yang terpisah. 2. Siswa diberikan pemahaman tentang arti dan tujuan keterampilan tersebut agar termotifasi untuk mengembangkannya. 3. Pemodelan berupa contoh yang baik sebaiknya diberikan, serta siswa dipandu untuk menggunakan keterampilan dasar sehingga dapat mengembangkan kebiasaan yang sejak awal. 4. Siswa memerlukan peluang yang berulang-ulang untuk memproaktifkan keterampilan.
  • 23.
    B. MERANCANG DANMENERAPKAN KETERAMPILAN DASAR IPS Faktor pelaksanaan yang harus diperhatikan dalam mencapai rancangan dan penerapan keterampilan dasar IPS : KEBERMAKNAAN PENGUATAN UMPAN BALIK
  • 24.
    C. BEBERAPA MODALPEMBELAJARAN DALAM MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN DASAR IPS DISKUSI PENYELIDIKAN TERBIMBING MODEL PEMECAHAN MASALAH KERJA KELOMPOK
  • 25.
    PEMBELAJARAN IPS TERPADU A.KONSEP DASAR DAN JENIS – JENIS PEMBELAJARAN TERPADU Pembelajaran terpadu merupakan pendekatan yang mengintegrasikan beberapa mata pelajaran yang terkait secara harmonis untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna kepada siswa. Pembelajaran terpadu dapat dilaksanakan dalam proses pembelajaran siswa SD/MI sampai SMA/MA sesuai dengan kompetensi dan materi ajar yang terdapat dalam kurikulum.
  • 26.
    Ditinjau dari caramemadukan konsep, keterampilan, topik dan unit tematisnya menurut Robin Fogarty (1991) terdapat cara atau model dalam merencanakan model dalam merencanakan pembelajaran terpadu : 1. Model Penggalan (fragmented) 2. Model Keterhubungan (Connected) 3. Model Sarang (Nested) 4. Model Urutan (Sequenced) 5. Model Berbagi (Shared) 6. Model Jaring Laba-laba (Webbed) 7. Model Galur (Threaded) 8. Model Keterpaduan (Integrated) 9. Model Celupan (Immersed) 10.Model Jejaring (Networked)
  • 27.
    1. Mendorong guruuntuk memiliki kecermatan, kemampuan analitik, dan kemampuan kategori agar dapat memahami keterkaitan material maupun metodelogi suatu bahasan 2. Memberikan peluang bagi guru untuk mengembangkan situasi pembelajaran yang utuh, menyeluruh, dinamis, dan bermakna sesuai dengan keinginan dan kemampuan guru maupun kebutuhan dan kesiapan siswa. 3. Mempermudah dan memotivasi siswa untuk mengenal menerima, menyerap dan memahami keterkaitan antara konsep, pengetahuan, nilai atau tindakan yang terdapat dalam beberapa pokok bahasan. 4. Menghemat waktu, tenaga, dan sarana serta biaya pembelajaran di samping menyederhanakan langkah-langkah pembelajaran 1. Jika guru tidak bisa menggali informasi yang berkaitan dengan materi yang diajarkan maka pembelajaran sulit di wujudkan 2. Dari Aspek siswa jika tidak termilikinya kemampuan menjiwai, menghubung- hubungkan, eksploratif dan elaboratif maka pembelajaran sulit di wujudkan 3. Dari aspek sarana yaitu perpustakaan perlu dikembangkan secara bersamaan 4. Dari aspek kurikulum harus bersifat terbuka dan memberikan kewenangan sepenuhnya kepada guru untuk mengembangkannya baik 5. Dari sistem penilaian dan pengukurannya memungkinkan terjadinya ketidak absahan dan ketidak percayaan 6. Dari suasana dan penekanan proses pembelajaran, pembelajaran terpadu berkecenderungan mengakibatkan “tenggelamnya” pengutamaan salah satu mata pelajaran. B. KEUNGGULAN DAN KELEMAHAN PEMBELAJARAN TERPADU
  • 28.
    C. PEMBELAJARAN TERPADUDALAM ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) Pengetahuan sosial merupakan integrasi dari berbagai cabang ilmu-ilmu sosial seperti sosiologi, sejarah, geografi, ekonomi, politik, hukum, budaya. John Jarolimek menegaskan bahwa IPS merupakan bagian dari kurikulum sekolah yang diturunkan dari isi materi cabang- cabang ilmu sosial : Sejarah, geografi, ekonomi, politik, antropologi, filsafat, psikologi sosial.
  • 29.
    Tujuan utama ilmupengetahuan sosial itu ialah untuk memperkaya dan mengembangkan kehidupan peserta didik dengan mengembangkan kemampuannya (abilities and power) dalam lingkungannya dan melatih mereka untuk menempatkan dalam masyarakat demokrasi dimana mereka menjadikan negaranya tempat hidup yang lebih baik. Model-model integrasi dalam IPS ialah : 1.Model integrasi berdasarkan tema 2.Model integrasi berdasarkan potensi utama 3.Model integrasi berdasarkan permasalahan
  • 30.