Mikologi merupakan cabang ilmu pengetahuan yang
mempelajari tentang jamur, dalam bahasa jamur disebut
fungi/fungus. banyak orang juga menyebut cendawan. Kajian dalam
mikologi antara lain meliputi taksonomi jamur, fisiologi jamur,
bioteknologi jamur, budidaya jamur (mushroom culture). Mikologi
berasal dari kata ‘ mykes’ yang berarti Myceane yaitu salah satu
kelompok mushroom ( jamur mikro ) dan dari kata logos yang berarti
ilmu.Jadi bisa dikatakan mikologi adalah ilmu yang mepelajari
tentang jamur dan pemanfaatnya dalam kehidupan sehari – hari oleh
manusia.
Ciri-ciri
• Berupa benang tunggal/ bercabang-cabang (=hifa). Kumpulan hifa
membentuk misellium à ciri khas
• Mempunyai spora
• Memproduksi spora
• Tidak mempunyai klorofil, sehing tidak berfotosintesis
• Berkembang biak secara seksual & aseksual
• Tubuh berfilamen & dinding sel mengandung kitin, glukan, selulosa
& manan
Fungi merupakan organisme menyerupai tanaman, tetapi mempunyai
perbedaan yaitu :
• Tidak mempunyai klorofil
• Mempunyai dinding sel dengan komposisi berbeda
• Berkembangbiak dengan spora
• Tidak mempunyai batang, cabang, akar dan daun
• Tidak mempunyai sistem vaskuler seperti pada tanaman
• Bersifat multiseluler, tidak mempunyai pembagian fungsi masing-
masing bagian
Habitat Fungi hidup pada lingkungan yang beragam namun
sebagian besar jamur hidup di tempat yang lembap. Habitat fungi
berada di darat (terestrial) dan di tempat lembap. Meskipun demikian
banyak pula fungi yang hidup pada organisme atau sisa-sisa
organisme di laut atau di air tawar. Jamur juga dapat hidup di
lingkungan yang asam.
Bentuk jamur secara garis besar ada 3 bentuk yaitu :
1. Yeast/Kamir
Merupakan jamur uniselluler yang berbentuk oval /
lonjong dengan diameter 3 – 15 mikron, berkembang biak dengan
cara membelah diri (asexual) membentuk tunas atau budding cell.
Contoh : Candida sp, Candida albicans, Torulla (koloni berwarna
merah / orange), Cryptococcus neoformans Secara makroskopik
(pada media padat SGA) koloni jamur bentuk yeast tampak
Smooth, warna krem, cembung bau seperti ragi. Identifikasi
dengan uji biokimia.
Pengamatan morfologi khamir dapat dilakukan secara
makroskopik maupun mikroskopik. Pengamatan makroskopik yang perlu
diperhatikan antara lain warna koloni, tekstur koloni, keadaan permukaan
koloni, dan permukaan tepi koloni. Pengamatan mikroskopik yang perlu
diperhatikan antara lain bentuk sel, ada tidaknya pertunasan (budding),
banyaknya tunas pada tiap sel, askospora, dan ada tidaknya miselium semu
(pseudomycelium) (Gandjar dkk. 1992).
Merupakan jamur multiselluler (mempunyai inti lebih dari satu)
yang membentuk benang-benang hifa / filament, kumpulan dari hifa
disebut miselium yang membentuk suatu anyaman. Hifa yang dibentuk
ada yang bersekat maupun tak bersekat. Hifa yang berada di atas
permukaan media disebut Hifa aerial yang berfungsi sebagai alat
perkembangbiakan. Hifa yang berada didalam media disebut Hifa
Vegetatif berfungsi sebagai alat untuk menyerap makanan.
2. Mold/Kapang
Pengamatan morfologi kapang dapat dilakukan secara makroskopik
maupun mikroskopik. Yang perlu diperhatikan pada pengamatan makroskopis
adalah tekstur permukaan koloni (berbutir-butir/granular, beludru/velvety,
kapas/wooly, floccose), warna koloni, warna sebalik koloni (reverse colony),
ada tidaknya zona pertumbuhan, ada tidaknya garis atau lingkaran konsentris
(zonation), ada tidaknya garis-garis radial dari pusat koloni ke arah tepi koloni
(radial furrow), ada tidaknya bau yang khas, dan ada tidaknya exudate drops.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengamatan mikroskopik ialah struktur
pendukung sel generatif (sporangiofor atau konidiofor), struktur penghasil sel
generatif (sporangium atau fialid), bentuk dan ukuran sel generatif
(spora/konidia), dan keadaan miselium (bercabang atau tidak, berseptum atau
tidak) (Gandjar dkk. 1992; Gandjar dkk. 2000).
3. Cendawan / jamur (Mushroom)
Cendawan merupakan jamur yang mempunyai filamen dan tubuh
yang besar dan dapat terlihat mata walaupun dengan mata telanjang tanpa
menggunakan bantuan alat ukurannya sudah terlihat jelas, besar uniseluler
dan multiseluler tumbuhan yang tidak mempunyai klorofil sehingga bersifat
heterotrof. Contoh dari jamur tipe ini adalah Volvariella volvaceae atau yang
sering disebut dengan jamur merang.
Secara makroskopik (pada media SGA) jamur yang berbentuk
Mold membentuk koloni yang berserabut / granuler koloninya tampak kasar
(Rought). Identifikasi kapang biasanya dilakukan dengan melihat morfologi
terutama secara mikroskopik. Contoh: Aspergillus, Penicellium,
Rhizopus, Mucor, Microsporum, Trichophyton, Epidermophyton
Namun pada beberapa
jamur, selnya dapat
memperlihatkan dua bentuk
yang berbeda (dimorfisme),
yaitu bentuk sel tunggal
(khamir) dan bentuk filamen
(kapang). Perubahan bentuk sel
tersebut disebabkan oleh
pengaruh komposisi medium,
temperatur, atau konsentrasi
karbondioksida.
contoh, Hitoplasma duboisii di habitat alamiahnya berbentuk filamen,
namun spora kapang dapat masuk ke saluran pernapasan dan berkecambah di
paru-paru atau bronkhiolus dan membentuk sel khamir.
E. KLASIFIKASI MIKOLOGI
1). Klasifikasi Jamur Sejati (Eumycetes) Terbagi 4 berdasarkan cara
perkembang biakannya yaitu :
a. Golongan Zygomycetes, berkembang biak secara sexual , membentuk
zigot dari penggabungan ujung-ujung hifa. Contoh : Mucor, Absidia
b. Golongan Basidiomycetes, berkembang biak secara sexual, spora dibentuk
diluar tubuhnya pada sel berbentuk seperti pemukul yang disebut basidia
c. Golongan Ascomycetes, berkembang biak secara sexual dengan
membentuk spora didalam askus (wadah).
d. Golongan Deuteromycetes berkembang biak secara asexual / jamur tidak
sempurna (Fungi Imperfekti), dijumpai pada jamur penyebab penyakit.
Penggolongan jamur pathogen lebih diutamakan pada lokasi infeksinya,
misalnya Mikosis Superfisial, Mikosis Subcutan, Mikosis Sistemik, Oportuni
2) Klasifikasi Mold(Kapang)
Berdasarkan ada tidaknya septa, kapang dibedakan menjadi
1. Kapang Tidak Bersepta
a) Kelas Oomycetes (spora seksual disebut oospora) terdiri dari ordo
saprolegniales (spesies Saprolegnia) dan ordo Peronosporales (spesies
Pythium).
b) Kelas Zygomycetes (spora seksual zigospora) terdiri dari ordo
Mucorales (spora aseksual adalah sporangiospora) seperti: Mucor
mucedo, Zygorrhynchus, Rhizopus, Absidia dan Thamnidium.
2. Kapang Bersepta
a) Kelas fungi tidak sempurna (imperfecti) tidak mempungai spora
seksual
• Ordo Moniales
a. Famili Monialiaceae : Aspergillus, Penicillium,
Trichothecium, Geotrichum, Neurospora, Sporatrichum,
Botrytis, Cephalosporium, Trichoderma, Scopulariopsis,
Pullularia.
b. Famili Dematiceae : Cladosporium, Helminthosporium,
Alternaria, Stempylium.
c. Famili Tuberculariaceae : Fusarium
d. Famili Cryptococcaceae (fungsi seperti khusus atau false
yeast) : Candida (khamir),Cryptococcus
e. Famili Rhodotorulacee : Rhodotorula (khamir)
• Ordo Melancoliaceae : Colletotrichum, Gleosporium,
Pestalozzia
• Ordo Sphaeropsidales (konidia berbentuk botol dinamakan
piknidia): Phoma, Dlipodia
b). Kelas Ascomycetes. Spora seksual adalah askospora, seperti: jenis
Endomyces, Monascus, Sclerotinia. Yang termasuk dalam fungi
imperfecti : Neurospora, Eurotium (tahap seksual dari Aspergillus), dan
Penicillium.
3. Klasifikasi Yeast(Kamir)
Berdasarkan morfologinya, khamir diklasifikasikan menjadi dua kelompok
yaitu:
1) Kelompok yeast sejati
Kelompok yeast sejati pada dasarnya termasuk kedalam kelas
Ascomycetes, dengan ciri memiliki spora. Termasuk kedalam kelompok ini
adalah berbagai spesies Saccharomyces, Schizosaccharomyces,
Zygosaccharomyces, Pichia, Hansenula, Debaryomyces dan Hanseniaspora.
Sedangkan pada kelompok jenis yeast sejati ini spesies yang umum digunakan
dalam industri adalah Saccharomyces cerevisiae yaitu untuk pembuatan roti,
minuman beralkohol, glyserol dan enzim invertase.
2). Kelompok yeast yang liar
Kelompok yeast ini tidak mempunyai spora. Yeast liar ini
pertumbuhannya terkadang diharapkan ada yang tidak diharapkan
dalam suatu fermentasi. Termasuk dalam kelompok yeast ini
adalah Candida, Torulopsis, Brettanomyces, Rhodotorula,
Trichosporon dan Kloeckera.
F. CONTOH MIKOLOGI
1. Jamur sejati (cendawan)
) jamur Klasifikasi
Jamur Shitake (Lentinula edodes)
Kingdom : Fungi
Phylum : Basidiomycota
Class : Homobasidiomycetes
Ordo : Argaricales
Familia : Marasmaceae
Genus : Lentinula
Species : Lentinula edodes
Jamir beracun Amanita muscaria
Kingdom : Fungi
Subkingdom : Dikarya
Phylum : Basidiomycota
Class : Argaricomycetidae
Ordo : Argaricales
Familia : Amanitaceae
Genus : Amanita
Species : Amanita muscaria
Lentinula edodes
Amanita muscaria
2. Kapang (Mold)
Kapang Klasifikasi
Jamur pada roti (Mucor sp)
Kingdom : Fungi
Divisio : Zygomycota
Class : Zygomycetes
Order : Mucorals
Familia : Mucoraceae
Genus : Mucor
Species : Mucor sp.
Jamur oncom ( Monilia sitophila /
Neurospora )
Kingdom : fungi
Phylum : Ascomycota
Subpylum : Pezizomycotina
Class : Ascomycetes
Ordo : Sordariales
Familia : Sordariaceae
Genus : Neurospora
Mucor sp
Monilia sp
3. Kamir (Yeast)
Kamir Klasifikasi
Kingdom : fungi
Phylum : Ascomycota
Class : Saccharomycetes
Ordo : Saccharomycetales
Familia : Saccharomycetaceae
Genus : Saccharomyces
Kingdom : fungi
Devisio : Ascomycota
Class : Saccharomycetes
Ordo : Saccharomycetales
Familia : Saccharomycetaceae
Genus : Candida
Species : Candida albicans
Saccharomyces
Candida albicans
MIKOLOGI

MIKOLOGI

  • 2.
    Mikologi merupakan cabangilmu pengetahuan yang mempelajari tentang jamur, dalam bahasa jamur disebut fungi/fungus. banyak orang juga menyebut cendawan. Kajian dalam mikologi antara lain meliputi taksonomi jamur, fisiologi jamur, bioteknologi jamur, budidaya jamur (mushroom culture). Mikologi berasal dari kata ‘ mykes’ yang berarti Myceane yaitu salah satu kelompok mushroom ( jamur mikro ) dan dari kata logos yang berarti ilmu.Jadi bisa dikatakan mikologi adalah ilmu yang mepelajari tentang jamur dan pemanfaatnya dalam kehidupan sehari – hari oleh manusia.
  • 3.
    Ciri-ciri • Berupa benangtunggal/ bercabang-cabang (=hifa). Kumpulan hifa membentuk misellium à ciri khas • Mempunyai spora • Memproduksi spora • Tidak mempunyai klorofil, sehing tidak berfotosintesis • Berkembang biak secara seksual & aseksual • Tubuh berfilamen & dinding sel mengandung kitin, glukan, selulosa & manan
  • 4.
    Fungi merupakan organismemenyerupai tanaman, tetapi mempunyai perbedaan yaitu : • Tidak mempunyai klorofil • Mempunyai dinding sel dengan komposisi berbeda • Berkembangbiak dengan spora • Tidak mempunyai batang, cabang, akar dan daun • Tidak mempunyai sistem vaskuler seperti pada tanaman • Bersifat multiseluler, tidak mempunyai pembagian fungsi masing- masing bagian
  • 5.
    Habitat Fungi hiduppada lingkungan yang beragam namun sebagian besar jamur hidup di tempat yang lembap. Habitat fungi berada di darat (terestrial) dan di tempat lembap. Meskipun demikian banyak pula fungi yang hidup pada organisme atau sisa-sisa organisme di laut atau di air tawar. Jamur juga dapat hidup di lingkungan yang asam.
  • 6.
    Bentuk jamur secaragaris besar ada 3 bentuk yaitu : 1. Yeast/Kamir Merupakan jamur uniselluler yang berbentuk oval / lonjong dengan diameter 3 – 15 mikron, berkembang biak dengan cara membelah diri (asexual) membentuk tunas atau budding cell. Contoh : Candida sp, Candida albicans, Torulla (koloni berwarna merah / orange), Cryptococcus neoformans Secara makroskopik (pada media padat SGA) koloni jamur bentuk yeast tampak Smooth, warna krem, cembung bau seperti ragi. Identifikasi dengan uji biokimia.
  • 7.
    Pengamatan morfologi khamirdapat dilakukan secara makroskopik maupun mikroskopik. Pengamatan makroskopik yang perlu diperhatikan antara lain warna koloni, tekstur koloni, keadaan permukaan koloni, dan permukaan tepi koloni. Pengamatan mikroskopik yang perlu diperhatikan antara lain bentuk sel, ada tidaknya pertunasan (budding), banyaknya tunas pada tiap sel, askospora, dan ada tidaknya miselium semu (pseudomycelium) (Gandjar dkk. 1992).
  • 8.
    Merupakan jamur multiselluler(mempunyai inti lebih dari satu) yang membentuk benang-benang hifa / filament, kumpulan dari hifa disebut miselium yang membentuk suatu anyaman. Hifa yang dibentuk ada yang bersekat maupun tak bersekat. Hifa yang berada di atas permukaan media disebut Hifa aerial yang berfungsi sebagai alat perkembangbiakan. Hifa yang berada didalam media disebut Hifa Vegetatif berfungsi sebagai alat untuk menyerap makanan. 2. Mold/Kapang
  • 9.
    Pengamatan morfologi kapangdapat dilakukan secara makroskopik maupun mikroskopik. Yang perlu diperhatikan pada pengamatan makroskopis adalah tekstur permukaan koloni (berbutir-butir/granular, beludru/velvety, kapas/wooly, floccose), warna koloni, warna sebalik koloni (reverse colony), ada tidaknya zona pertumbuhan, ada tidaknya garis atau lingkaran konsentris (zonation), ada tidaknya garis-garis radial dari pusat koloni ke arah tepi koloni (radial furrow), ada tidaknya bau yang khas, dan ada tidaknya exudate drops. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengamatan mikroskopik ialah struktur pendukung sel generatif (sporangiofor atau konidiofor), struktur penghasil sel generatif (sporangium atau fialid), bentuk dan ukuran sel generatif (spora/konidia), dan keadaan miselium (bercabang atau tidak, berseptum atau tidak) (Gandjar dkk. 1992; Gandjar dkk. 2000).
  • 10.
    3. Cendawan /jamur (Mushroom) Cendawan merupakan jamur yang mempunyai filamen dan tubuh yang besar dan dapat terlihat mata walaupun dengan mata telanjang tanpa menggunakan bantuan alat ukurannya sudah terlihat jelas, besar uniseluler dan multiseluler tumbuhan yang tidak mempunyai klorofil sehingga bersifat heterotrof. Contoh dari jamur tipe ini adalah Volvariella volvaceae atau yang sering disebut dengan jamur merang. Secara makroskopik (pada media SGA) jamur yang berbentuk Mold membentuk koloni yang berserabut / granuler koloninya tampak kasar (Rought). Identifikasi kapang biasanya dilakukan dengan melihat morfologi terutama secara mikroskopik. Contoh: Aspergillus, Penicellium, Rhizopus, Mucor, Microsporum, Trichophyton, Epidermophyton
  • 11.
    Namun pada beberapa jamur,selnya dapat memperlihatkan dua bentuk yang berbeda (dimorfisme), yaitu bentuk sel tunggal (khamir) dan bentuk filamen (kapang). Perubahan bentuk sel tersebut disebabkan oleh pengaruh komposisi medium, temperatur, atau konsentrasi karbondioksida. contoh, Hitoplasma duboisii di habitat alamiahnya berbentuk filamen, namun spora kapang dapat masuk ke saluran pernapasan dan berkecambah di paru-paru atau bronkhiolus dan membentuk sel khamir.
  • 13.
    E. KLASIFIKASI MIKOLOGI 1).Klasifikasi Jamur Sejati (Eumycetes) Terbagi 4 berdasarkan cara perkembang biakannya yaitu : a. Golongan Zygomycetes, berkembang biak secara sexual , membentuk zigot dari penggabungan ujung-ujung hifa. Contoh : Mucor, Absidia b. Golongan Basidiomycetes, berkembang biak secara sexual, spora dibentuk diluar tubuhnya pada sel berbentuk seperti pemukul yang disebut basidia c. Golongan Ascomycetes, berkembang biak secara sexual dengan membentuk spora didalam askus (wadah). d. Golongan Deuteromycetes berkembang biak secara asexual / jamur tidak sempurna (Fungi Imperfekti), dijumpai pada jamur penyebab penyakit. Penggolongan jamur pathogen lebih diutamakan pada lokasi infeksinya, misalnya Mikosis Superfisial, Mikosis Subcutan, Mikosis Sistemik, Oportuni
  • 14.
    2) Klasifikasi Mold(Kapang) Berdasarkanada tidaknya septa, kapang dibedakan menjadi 1. Kapang Tidak Bersepta a) Kelas Oomycetes (spora seksual disebut oospora) terdiri dari ordo saprolegniales (spesies Saprolegnia) dan ordo Peronosporales (spesies Pythium). b) Kelas Zygomycetes (spora seksual zigospora) terdiri dari ordo Mucorales (spora aseksual adalah sporangiospora) seperti: Mucor mucedo, Zygorrhynchus, Rhizopus, Absidia dan Thamnidium. 2. Kapang Bersepta a) Kelas fungi tidak sempurna (imperfecti) tidak mempungai spora seksual
  • 15.
    • Ordo Moniales a.Famili Monialiaceae : Aspergillus, Penicillium, Trichothecium, Geotrichum, Neurospora, Sporatrichum, Botrytis, Cephalosporium, Trichoderma, Scopulariopsis, Pullularia. b. Famili Dematiceae : Cladosporium, Helminthosporium, Alternaria, Stempylium. c. Famili Tuberculariaceae : Fusarium d. Famili Cryptococcaceae (fungsi seperti khusus atau false yeast) : Candida (khamir),Cryptococcus e. Famili Rhodotorulacee : Rhodotorula (khamir)
  • 16.
    • Ordo Melancoliaceae: Colletotrichum, Gleosporium, Pestalozzia • Ordo Sphaeropsidales (konidia berbentuk botol dinamakan piknidia): Phoma, Dlipodia b). Kelas Ascomycetes. Spora seksual adalah askospora, seperti: jenis Endomyces, Monascus, Sclerotinia. Yang termasuk dalam fungi imperfecti : Neurospora, Eurotium (tahap seksual dari Aspergillus), dan Penicillium.
  • 17.
    3. Klasifikasi Yeast(Kamir) Berdasarkanmorfologinya, khamir diklasifikasikan menjadi dua kelompok yaitu: 1) Kelompok yeast sejati Kelompok yeast sejati pada dasarnya termasuk kedalam kelas Ascomycetes, dengan ciri memiliki spora. Termasuk kedalam kelompok ini adalah berbagai spesies Saccharomyces, Schizosaccharomyces, Zygosaccharomyces, Pichia, Hansenula, Debaryomyces dan Hanseniaspora. Sedangkan pada kelompok jenis yeast sejati ini spesies yang umum digunakan dalam industri adalah Saccharomyces cerevisiae yaitu untuk pembuatan roti, minuman beralkohol, glyserol dan enzim invertase.
  • 18.
    2). Kelompok yeastyang liar Kelompok yeast ini tidak mempunyai spora. Yeast liar ini pertumbuhannya terkadang diharapkan ada yang tidak diharapkan dalam suatu fermentasi. Termasuk dalam kelompok yeast ini adalah Candida, Torulopsis, Brettanomyces, Rhodotorula, Trichosporon dan Kloeckera.
  • 19.
    F. CONTOH MIKOLOGI 1.Jamur sejati (cendawan) ) jamur Klasifikasi Jamur Shitake (Lentinula edodes) Kingdom : Fungi Phylum : Basidiomycota Class : Homobasidiomycetes Ordo : Argaricales Familia : Marasmaceae Genus : Lentinula Species : Lentinula edodes Jamir beracun Amanita muscaria Kingdom : Fungi Subkingdom : Dikarya Phylum : Basidiomycota Class : Argaricomycetidae Ordo : Argaricales Familia : Amanitaceae Genus : Amanita Species : Amanita muscaria Lentinula edodes Amanita muscaria
  • 20.
    2. Kapang (Mold) KapangKlasifikasi Jamur pada roti (Mucor sp) Kingdom : Fungi Divisio : Zygomycota Class : Zygomycetes Order : Mucorals Familia : Mucoraceae Genus : Mucor Species : Mucor sp. Jamur oncom ( Monilia sitophila / Neurospora ) Kingdom : fungi Phylum : Ascomycota Subpylum : Pezizomycotina Class : Ascomycetes Ordo : Sordariales Familia : Sordariaceae Genus : Neurospora Mucor sp Monilia sp
  • 21.
    3. Kamir (Yeast) KamirKlasifikasi Kingdom : fungi Phylum : Ascomycota Class : Saccharomycetes Ordo : Saccharomycetales Familia : Saccharomycetaceae Genus : Saccharomyces Kingdom : fungi Devisio : Ascomycota Class : Saccharomycetes Ordo : Saccharomycetales Familia : Saccharomycetaceae Genus : Candida Species : Candida albicans Saccharomyces Candida albicans