WELCOME
PRESENTED BY 
EFTY LELIYA (4301412083) 
HAYYU HIDAYAH (4301412096) 
TOFIK WIDAYAT (4301412103) 
ASTRI ATINA A’IZZAH (43014120105)
IKATAN LOGAM 
SIFAT LOGAM 
SKEMA IKATAN LOGAM 
KLASIFIKASI IKATAN LOGAM 
ALLOY 
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IKATAN LOGAM 
KESIMPULAN
SIFAT LOGAM 
1. Mengkilap 
2. menghantarkan arus listrik atau panas, 
3. dapat ditempa, ditarik, dan dibengkokkan
SIFAT LOGAM 
4. Logam tersusun secara teratur dalam suatu kisi kristal yang terdiri 
dari ion – ion positif logam di dalam lautan elektron 
5. Masing – masing elektron valensi tersebut dapat bergerak bebas 
mengelilingi inti atom yang ada dalam Kristal tersebut dan tidak 
hanya terpaku pada salah satu inti atom
SKEMA IKATAN LOGAM
APA ITU IKATAN LOGAM.??
IKATAN LOGAM 
 ikatan yang disebabkan oleh adanya elektron valensi suatu logam yang 
tidak terarah 
 ikatan yang disebabkan oleh tumpang tindih orbital valensi dari atom-atom 
logam. 
 ikatan antara inti positif unsur logam di dalam lautan elektron yang 
dihasilkan oleh elektron valensi unsur logam yang bersangkutan
PEMBENTUKAN IKATAN
CONTOH 
CONTOH IKATAN LOGAM PADA NATRIUM
KLASIFIKASI IKATAN LOGAM 
BERDASARKAN IKATAN LOGAMNYA 
IKATAN LOGAM PADA LOGAM GOLONGAN UTAMA 
Ikatan logam pada unsur golongan utama relatif lebih lemah dibandingkan dengan dengan unsur 
golongan transisi. 
IKATAN LOGAM PADA LOGAM GOLONGAN TRANSISI UTAMA 
Logam transisi cenderung memiliki titik leleh dan titik didih yang tinggi. 
Contoh ikatan logam pada unsur transisi transisi adalah Ag, Fe, Cu dan lain-lain.
KLASIFIKASI IKATAN LOGAM 
BERDASARKAN UNSUR PENYUSUNNYA IKATAN LOGAM 
IKATAN LOGAM ANTAR UNSUR SEJENIS 
Misalnya Ikatan antara unsur litium dengan unsur litium yang lainnya. 
IKATAN LOGAM ANTAR UNSUR YANG BERBEDA JENIS (ALLOY).
ALLOY 
 Alloy terbentuk apabila leburan dua atau lebih macam logam dicampur 
atau leburan suatu logam dicampur dengan unsur-unsur logam yang 
campuran tersebut tidak saling bereaksi serta masih menunjukan sifat 
sebagai logam setelah didinginkan. 
 Aloi dibagi menjadi dua macam yaitu aloi selitan dan aloi substitusi. 
 aloi selitan bila jari-jari atom unsur yang dipadukan sama atau lebih 
kecil dari jari-jari atom logam. 
 aloi substitusi terbentuk apabila jari-jari unsur yang dipadukan lebih 
besar dari jari-jari atom logam
FAKTA EKSPERIMEN 
1. TEORI AWAN ELEKTRON 
 teori awan atau lautan elektron pada ikatan logam itu didefinisikan 
sebagai gaya tarik antara muatan positif dari ion-ion logam (kation 
logam) dengan muatan negatif yang terbentuk dari elektron-elektron 
valensi dari atom-atom logam
FAKTA EKSPERIMEN 
1. TEORI AWAN ELEKTRON 
Teori lautan atau awan elektron ini dapat menjelaskan berbagai sifat 
fisika dari logam : 
 Logam dapat ditempa, dapat dibengkokkan, direntangkan dan tidak 
rapuh 
 Sifat Mengkilap 
 Daya hantar listrik 
 Daya hantar panas 
 Titik didih dan titik leleh tinggi
2. TEORI PITA 
• semikonduktor dapat dijelaskan melalui Teori Pita 
• Misalnya kisi kristal Li dalam satu dimensi 
LIHAT GAMBAR 
FAKTA EKSPERIMEN
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IKATAN LOGAM 
• Titik leleh dan titik didih 
• Jari-jari atom 
• Jumlah elektron valensi (elektron yang terdelokalisasi) 
• Bilangan koordinasi
SIMPULAN 
1. Ikatan logam merupakan salah satu jenis ikatan kimia yang tak dapat 
dijelaskan secara teori ikatan ionik dan ikatan kovalen. 
2. Ikatan logam adalah ikatan yang terbentuk akibat adanya gaya tarik 
– menarik antara muatan positif dari ion – ion logam dengan muatan 
negatif dari elekton – elektron yang bebas bergerak dalam logam 
tersebut. 
3. Sifat Fisika dari logam seperti dapat ditempa, menghantarkan arus 
listrik, mengkilap, dan titik didih yang tinggi dapat dijelaskan dengan 
teori awan elektron, dan teori pita.
SIMPULAN 
4. Ikatan logam dapat dibagi menjadi 2 bagian berdasarkan golongan dan 
berdasarkan unsure penyusunnya 
5. Teori awan elektron atau teori elektron bebas, ikatan logam terdapat 
antara ion logam bermuatan positif dan elektron yang mudah bergerak 
dalam lautan elektron. 
6. Teori pita dapat menjelaskan mengenai sifat logam sebagai 
konduktor, semikonduktor dan isolator. 
7. Faktor-faktor yang mempengaruhi kuatnya ikatan logam adalah: 
titik didih dan titik leleh, jari-jari atom, jumlah elektron valensi yang 
terdelokalisasi, dan bilangan koordinasi.
Metallic Bonding

Metallic Bonding

  • 1.
  • 2.
    PRESENTED BY EFTYLELIYA (4301412083) HAYYU HIDAYAH (4301412096) TOFIK WIDAYAT (4301412103) ASTRI ATINA A’IZZAH (43014120105)
  • 3.
    IKATAN LOGAM SIFATLOGAM SKEMA IKATAN LOGAM KLASIFIKASI IKATAN LOGAM ALLOY FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IKATAN LOGAM KESIMPULAN
  • 4.
    SIFAT LOGAM 1.Mengkilap 2. menghantarkan arus listrik atau panas, 3. dapat ditempa, ditarik, dan dibengkokkan
  • 5.
    SIFAT LOGAM 4.Logam tersusun secara teratur dalam suatu kisi kristal yang terdiri dari ion – ion positif logam di dalam lautan elektron 5. Masing – masing elektron valensi tersebut dapat bergerak bebas mengelilingi inti atom yang ada dalam Kristal tersebut dan tidak hanya terpaku pada salah satu inti atom
  • 6.
  • 7.
  • 8.
    IKATAN LOGAM ikatan yang disebabkan oleh adanya elektron valensi suatu logam yang tidak terarah  ikatan yang disebabkan oleh tumpang tindih orbital valensi dari atom-atom logam.  ikatan antara inti positif unsur logam di dalam lautan elektron yang dihasilkan oleh elektron valensi unsur logam yang bersangkutan
  • 9.
  • 10.
    CONTOH CONTOH IKATANLOGAM PADA NATRIUM
  • 11.
    KLASIFIKASI IKATAN LOGAM BERDASARKAN IKATAN LOGAMNYA IKATAN LOGAM PADA LOGAM GOLONGAN UTAMA Ikatan logam pada unsur golongan utama relatif lebih lemah dibandingkan dengan dengan unsur golongan transisi. IKATAN LOGAM PADA LOGAM GOLONGAN TRANSISI UTAMA Logam transisi cenderung memiliki titik leleh dan titik didih yang tinggi. Contoh ikatan logam pada unsur transisi transisi adalah Ag, Fe, Cu dan lain-lain.
  • 12.
    KLASIFIKASI IKATAN LOGAM BERDASARKAN UNSUR PENYUSUNNYA IKATAN LOGAM IKATAN LOGAM ANTAR UNSUR SEJENIS Misalnya Ikatan antara unsur litium dengan unsur litium yang lainnya. IKATAN LOGAM ANTAR UNSUR YANG BERBEDA JENIS (ALLOY).
  • 13.
    ALLOY  Alloyterbentuk apabila leburan dua atau lebih macam logam dicampur atau leburan suatu logam dicampur dengan unsur-unsur logam yang campuran tersebut tidak saling bereaksi serta masih menunjukan sifat sebagai logam setelah didinginkan.  Aloi dibagi menjadi dua macam yaitu aloi selitan dan aloi substitusi.  aloi selitan bila jari-jari atom unsur yang dipadukan sama atau lebih kecil dari jari-jari atom logam.  aloi substitusi terbentuk apabila jari-jari unsur yang dipadukan lebih besar dari jari-jari atom logam
  • 14.
    FAKTA EKSPERIMEN 1.TEORI AWAN ELEKTRON  teori awan atau lautan elektron pada ikatan logam itu didefinisikan sebagai gaya tarik antara muatan positif dari ion-ion logam (kation logam) dengan muatan negatif yang terbentuk dari elektron-elektron valensi dari atom-atom logam
  • 15.
    FAKTA EKSPERIMEN 1.TEORI AWAN ELEKTRON Teori lautan atau awan elektron ini dapat menjelaskan berbagai sifat fisika dari logam :  Logam dapat ditempa, dapat dibengkokkan, direntangkan dan tidak rapuh  Sifat Mengkilap  Daya hantar listrik  Daya hantar panas  Titik didih dan titik leleh tinggi
  • 16.
    2. TEORI PITA • semikonduktor dapat dijelaskan melalui Teori Pita • Misalnya kisi kristal Li dalam satu dimensi LIHAT GAMBAR FAKTA EKSPERIMEN
  • 18.
    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHIIKATAN LOGAM • Titik leleh dan titik didih • Jari-jari atom • Jumlah elektron valensi (elektron yang terdelokalisasi) • Bilangan koordinasi
  • 19.
    SIMPULAN 1. Ikatanlogam merupakan salah satu jenis ikatan kimia yang tak dapat dijelaskan secara teori ikatan ionik dan ikatan kovalen. 2. Ikatan logam adalah ikatan yang terbentuk akibat adanya gaya tarik – menarik antara muatan positif dari ion – ion logam dengan muatan negatif dari elekton – elektron yang bebas bergerak dalam logam tersebut. 3. Sifat Fisika dari logam seperti dapat ditempa, menghantarkan arus listrik, mengkilap, dan titik didih yang tinggi dapat dijelaskan dengan teori awan elektron, dan teori pita.
  • 20.
    SIMPULAN 4. Ikatanlogam dapat dibagi menjadi 2 bagian berdasarkan golongan dan berdasarkan unsure penyusunnya 5. Teori awan elektron atau teori elektron bebas, ikatan logam terdapat antara ion logam bermuatan positif dan elektron yang mudah bergerak dalam lautan elektron. 6. Teori pita dapat menjelaskan mengenai sifat logam sebagai konduktor, semikonduktor dan isolator. 7. Faktor-faktor yang mempengaruhi kuatnya ikatan logam adalah: titik didih dan titik leleh, jari-jari atom, jumlah elektron valensi yang terdelokalisasi, dan bilangan koordinasi.