SlideShare a Scribd company logo
KELOMPOK 2B
PENGEMBANGAN
PARAGRAF
1.Nisa Fatdillah (4311420072)
2.Trianti Widiastutik (4401420020)
3.Zulfatul Aliyah (4401420023)
4.Latifah Yuni Putriyani (4401420044)
5.Ridho Ananda Saputra (4401420058)
6.Fadhila Fitra Melati (4401420064)
Anggota Kelompok
Pengertian
Paragraf
Paragraf adalah kumpulan kalimat yang
memiliki sebuah ide pokok dan diikuti
oleh kalimat-kalimat penjelas dari ide
pokoknya serta memiliki unsur
kelengkapan kalimat untuk mendukung
penjelasan-penjelasan mengenai ide
pokoknya.
Unsur – Unsur Paragraf
1. Gagasan Utama
• Unsur yang paling penting karena
unsur inilah yang menjadi jiwa atau
isi dari keseluruhan paragraf.
• Hal pokok yang diungkapkan dalam
paragraf dan menjadi inti
keseluruhan isi paragraf.
2. Kalimat Utama
•adalah kalimat inti suatu paragraf yang
biasanya terdapat topik atau gagasan utama.
•Kalimat ini adalah kalimat yang mengandung
suatu gagasan utama yang diletakan secara
tersirat.
.
3. Kalimat Pendukung
•Suatu kalimat yang mengandung gagasan –
gagasan penjelas.
•Fungsi untuk menguatkan atau mendukung
gagasan utamanya yang ada pada kalimat utama
dengan cara memberikan data berupa fakta,
contoh, opini, dan lain–lain.
4. Transisi/ Konjungsi
• Konjungsi intrakalimat yaitu kata sambung
yang menghubungkan antara induk kalimat dan
anak kalimat. Contohnya yaitu “dan”, “tetapi”,
“karena”, “agar”, dan lain sebagainya.
• Konjungsi antarkalimat yaitu sebuah
konjungsi yang menghubungkan antara
kalimat–kalimat yang ada di dalam
paragraf.Contohnya yaitu;“Lagipula”, “Oleh
karena itu”, “Terlebih lagi”, “Namun”,
“Disamping itu”,dan lain– lain.
5. Penegas
Fungsi dari penegas ini yaitu untuk menambah
daya Tarik sebuah paragraf, menghindari
kebosanan saat membacanya, dan sebagai
penegas atau pengulang gagasan utama.
.
Macam – Macam Paragraf
Berdasarkan Tujuannya
1. Paragraf Pembuka 🡪 berfungsi untuk menjelaskan tentang
tujuan dari penulisan, sebagai pengantar bagi pembaca
untuk sampai pada masalah yang akan diuraikan oleh
penulis.
2. Paragraf Penghubung 🡪 berfungsi menguraikanmasalah
yang akan dibahas oleh seorang penulis.
3. Paragraf Penutup 🡪 bertujuan untuk mengakhiri sebuah
karangan tulisan
Syarat – Syarat
Pembentukan Paragraf
1. Kesatuan
• Tiap paragraf hanya mengandung satu gagasan pokok.
• Fungsi paragraf adalah untuk mengembangkan
gagasan pokok tersebut
• Di dalam pengembangannya, uraian-uraian dalam
sebuah paragraf tidak boleh menyimpang dari
gagasan pokok tersebut.
2.Kepaduan
• Paragraf bukanlah sekedar kumpulan atau tumpukan
kalimat-kalimat yang masing-masing berdiri
sendiri-sendiri,tetapi dibangun oleh kalimat-kalimat
yang mempunyai hubungan timbal balik.
.
3. Kelengkapan
Paragraf dikatakan lengkap jika
berisi kalimat-kalimat penjelas yang
cukup untuk menunjang kejelasan
kalimat topik/gagasan utama.
Contoh:
Suku Dayak tidak termasuk suku
yang suka bertengkar. Mereka tidak
suka berselisih atau bersengketa.
4. Panjang Paragraf
Panjang paragraf dalam sebagai goresan pena tidak sama,
bergantung pada beberapa jauh/dalamnya suatu Bahasa
dan tingkat pembaca yang menjadi sasaran.
Memperhitungkan, 4 hal :
• Penyusunan kalimat topik,
• Penonjolan kalimat topik dalam paragraf,
• Pengembangan detail-detail penjelas yang tepat, dan
• Penggunaan kata-kata transisi, frase, dan alat-alat lain
di dalam paragraf.
5. Pola Susunan Paragraf
Rangkaian pernyataan dalam paragraf harus disusun
berdasarkan contoh yang taat asas, pernyataan yang satu
disusun oleh pernyatan yang lain dengan masuk akal dan
bersetalian secara logis. Dengan cara itu pembaca diajak
oleh penulis untuk memahami paragraf sebagai satu
kesatuan gagasan yang bulat. Pola susunannya
bermacam-macam, dan yang sering diterapkan dalam
goresan pena ilmiah antara lain :
(1) Contoh runtunan waktu.
(2) Contoh uraian lantaran akibat.
(3) Contoh perbandingan dan pertentangan.
(4) Contoh analogi.
(5) Contoh daftar.
Letak Kalimat Utama
Pada Awal Paragraf / Paragraf Deduktif
Contoh
Kosa kata memegang peranan dan merupakan
unsur yang paling mendasar dalam kemampuan
berbahasa, khususnya dalam karang mengarang.
Jumlah kosa kata yang dimiliki seseorang akan menjadi
petunjuk tentang pengetahuan seseorang. Di samping
itu, jumlah kosa kata yang dikuasai seseorang juga
akan menjadi indikator bahwa orang itu mengetahui
sekian banyak konsep. Semakin banyak kosa kata yang
dikuasai, semakin tinggi pula tingkat pengetahuan
seseorang. Dengan demikian, seorang penulis akan
mudah memilih kata-kata yang tepat/cocok untuk
mengungkapkan gagasan yang ada di dalam
pikirannya.
.
Pada Akhir Paragraf / Paragraf Induktif
Contoh
Pada waktu anak memasuki dunia pendidikan,
pengajaran bahasa Indonesia secara metodologis dan
sistematis bukanlah merupakan halangan baginya untuk
memperluas dan memantapkan bahasa daerahnya.
Setelah anak didik meninggalkan kelas, ia kembali
mempergunakan bahasa daerah, baik dalam pergaulan
dengan teman-temannya atau dengan orang tuanya. Ia
merasa lebih intim dengan bahasa daerah. Jam sekolah
berlangsung beberapa jam. Baik waktu istirahat maupun
di antara jam-jam pelajaran, unsur-unsur bahasa
daerah tetap menerobos. Ditambah lagi jika sekolah itu
bersifat homogen dan gurunya pun penutur asli bahasa
daerah itu. Faktor-factor inilah yang menyebabkan
pengetahuan si anak terhadap bahasa daerahnya akan
melaju terusdengan cepat.
Pada Awal dan Akhir Paragraf / Paragraf Campuran
Contoh
Peningkatan taraf pendidikan para petani, dirasakan sama
pentingnya dengan usaha peningkatan taraf hidup mereka.
Petani yang berpendidikan cukup, dapat mengubah sistem
pertanian tradisional misalnya bercocok tanam hanya
untuk memenuhi kebutuhan pangan, menjadi petani
modern yang produktif. Petani yang berpendidikan cukup,
mampu menunjang pembangunan secara positif. Mereka
dapat memberikan umpan balik yang setimpal terhadap
gagasan-gagasan yang dilontarkan perencana
pembangunan, baik ditingkat pusat maupun ditingkat
daerah. Itulah sebabnya, peningkatan taraf pendidikan
sangatlah penting.
Tanpa Kalimat Utama / Paragraf Deskriptif / Naratif /
Menyebar
Contoh
Keributan ayam berkeruyuk bersahut-sahutan
mengendur. Kian lama kian berkurang. Akhirnya tinggal
satu-satu saja terdengar kokok yang nyaring. Dan
ayam-ayam itu sudah mulai turun dari kandangnya, pergi
ke ladang dan pelataran. Dengung dan ruang lalu lintas di
jalan raya kembali menggila seperti kemarin. Raung
klakson mobil dan suara kereta api bergema-gema
menerobos ke relun-relung rumah sepanjang jalan.
Sayup-sayup terdengar dentang lonceng gereja
menyongsong hari baru dan menyatakan selamat tinggal
pada hari kemarin.
Pada Tengah Paragraf / Paragraf Ineratif
Contoh :
Kekurangan mengonsumsi sayuran hijau bisa
menyebabkan tubuh lesu karena kekurangan vitamin.
Daya tahan tubuh pun berkurangan karena hal tersebut.
Jika demikian, penyakit bisa dengan mudah masuk
menyerang tubuh. Kurang mengonsumsi sayuran hijau bisa
berisiko negatif bagi tubuh. Serat dalam sayuran hijau
dapat memperlancar metabolisme tubuh. Tidak sedikit
orang sembelit karena kurang mengonsumsi sayuran
hijau.
Kegunaan Paragraf
Kegunaan Paragraf
• Kegunaan paragraf antara lain sebagai berikut :
• Untuk menandai pembukaan topic baru, atau pengembangan lebih lanjut topik
sebelumnya.
• Untuk menambah hal-hal yang penting atau untuk merinci apa yang sudah diutarakan
dalam paragraf sebelumnya atau paragraph yang terdahulu.
• Paragraf dalam sebuah kalimat dapat menjadi pengantar sebuah ide-ide, isi kalimat dan
kalimat penutup pada tulisan yang dibuat oleh penulis.
• Mencurahkan suatu perasan dan pemikiran penulis dalam sebuah karya atau kalimat
dalam bentuk tulisan yang dibuat secara logis dan dapat diterima oleh pembaca.
• Paragraf dapat membantu pembaca untuk memahami segala sesuatu mengenai isi dan
topik dalam sebuah tulisan.
• Memudahkan penulis untuk menyusun ide-ide tentang tulisan yang akan dibuatnya.
• Dapat membantu penulis dalam mengembangkan gagasan-gagasan atau ide dari segala
sesuatu yang berhubungan dengan topik yang ingin ditulis menjadi sebuah karya tulis.
Pengembangan Paragraf
Salah satu cara berlatih mengembangkan paragraf dapat dilakukan dengan membuat kerangka
paragraf dahulu sebelum menulis paragraf itu. Sebagai contoh dapat dilihat paparan di bawah
ini.
Kerangka paragraf
Pikiran utama : Keindahan alam di Tawangmangu makin surut
Pikiran penjelas :
1. manusia telah mengubah segala-galanya
2. hutan, sawah, dan ladang tergusur
3. pohon-pohon tidak ada lagi
4. pagar bunga sudah diganti
5. gedung-gedung mewah dibangun
Pengembangan paragraf:
Bernostalgia tentang indahnya alam di Tawangmangu hanya akan menimbulkan
kekecewaan saja. Dalam kurun waktu 25 tahun, dinamika kehidupan manusia telah
mengubah segala-galanya. Hutan, sawah, dan ladang telah tergusur oleh berbagai bentuk
bangunan. Ranting dan cabang pohon telah berganti dengan jeruji besi. Pagartanaman dan
bunga yang dulu bermekaran dengan indahnya telah diterjang tembok beton yang kokoh.
Batu-batu gunung telah menghadirkan gedung plaza megah yang menelan biaya triliunan
rupiah. Arus modernisasi dengan angkuh nya telah menelan kemesraan dan indahnya alam
ini.
Pengembangan paragraf dapat dibedakan berdasarkan teknik dan isi paragraf
1. Berdasarkan teknik
❑ Secara alamiah
• Dalam hal ini penulis sekadar menggunakan pola yang sudah ada pada objek atau kejadian yang di
bicarakan. Susunan logis ini mengenal dua macam urutan :
• Urutan ruang (spesial) yang membaca dari satu titik ke titik berikutnya yang berdekatan dalam sebuah
ruang. Misalnya gambaran dari depan ke belakang, dari luar ke dalam, dari atas ke bawah dari kanan ke
kiri, dan sebagainya.
• Urutan waktu (urutan kronologis) yang menggambarkan urutan terjadinya peristiwa, perbuatan atau
tindakan.
❑ Klimaks dan anti klimaks
• Pikiran utama mula-mula diperinci dengan sebuah gagasan bawahan yang dianggap paling rendah
kedudukannya. Kemudian berangsur-angsur dengan gagasan lain hingga gagasan yang paling tinggi
kedudukan/kepentingannya
❑ Umum ke khusus, khusus ke umum (deduktif, induktif)
• Cara pengungkapan paragraf yang paling banyak digunakan adalah cara deduktif dan induktif. Dan karya
ilmiah umunya berbentuk deduktif artinya dari umum ke khusus.
Pengembangan paragraf dapat dibedakan berdasarkan teknik dan isi paragraf
1. Berdasarkan Isi
❑ Perbandingan dan Pertentangan
• Untuk menambah kejelasan sebuah paparan, kadang-kadang penulis berusaha membandingkan atau
mempertentangkan. Dalam hal ini penulis berusaha menunjukkan persamaan dan berbedaan antara dua hal.
Syarat perbandingan/pertentangan adalah dua hal yang tingkatannya sama dan kedua hal itu mempunyai
persamaan sekaligus perbedaan.
❑ Analogi
• Analogi biasanya digunakan untuk membandingkan sesuatu yang sudah dikenal umum dengan hal yang belum
dikenal. Analogi ini dimaksud kan untuk menjelaskan hal yang kurang dikenal tersebut.
❑ Contoh – contoh
• Sebuah karangan generalisasi yang terlalu umum sifatnya agar dapat memberikan penjelasan kepada pembaca,
kadang-kadang memerlukan contoh-contoh yang konkret.
❑ Sebab-Akibat
• Hubungan kalimat dalam sebuah paragraf dapat berbentuk sebab akibat. Dalam hal ini sebab dapat berfungsi
sebagai pikiran utama, dan akibat sebagai pikiran penjelas; atau sebaliknya.
❑ Definisi Luas
• Untuk memberikan batasan tentang sesuatu, kadang-kadang penulis terpaksa menguraikan dengan beberapa
kalimat, bahkan beberapa alinea.
❑ Klasifikasi
• Dalam pengembangan karangan, kadang-kadang kita mengelompokan hal-hal yang mempunyai persamaan.
Pengelompokan ini biasanya diperinci lagi lebih lanjut ke dalam kelompok-kelompok yang lebih kecil.
Implementasi Paragraf pada
Jenis Tulisan
Deskripsi adalah karangan yang sifatnya melukiskan,
menggambarkan sesuatu dengan jelas dan terperinci.Tujuannya
ialah memberikan pelukisan atau gambaran terhadap sesuatu
dengan sejelas-jelasnya sehingga pembaca seolah-olah melihat,
mendengar, dan merasakan hal yang dideskripsikan.
Contoh :
Malam itu, indah sekali. Dilangit, bintang-bintang berkelip-kelip
memancarkan cahaya. Hawa dingin menusuk kulit. Sesekali
terdengar suara jangkrik. Binatang malam dan kelelawar
mengusik sepinya malam. Angin berembus pelan dan tenang.
1. Deskripsi
2. Argumentasi
• Argumentasi adalah karanan yang mengutarakan gagasan, pendapat, dan ide dengan
menyertakan alasan-alasan dengan tujuan untuk meyakinkan orang lain (pembaca)
terhadap gagasan, pendapat, dan ide yang diungkapkan penulis.
• Contoh :
Pantai Parangtritis memang memiki keindahan eksotis yang membuat wisatawan ramai
berkunjung, tetapi juga sering menelan korban. Yang disayangkan, sebagian masyarakat
Indonesia masih saja menganggap peristiwa tersebut berkaitan dengan hal-hal mistis,
yakni dikarenakan Ratu Pantai Selatan meminta tumbal. Padahal, ada penjelasan ilmiah di
balik musibah tersebut. Para praktisi ilmu kebumian menegaskan bahwa penyebab utama
hilangnya sejumlah wisatawan di Pantai Parangtritis, Bantul, adalah akibat terseret rip
current. Dengan kecepatan mencapai 80 kilometer per jam, arus balik tidak hanya kuat,
tetapi juga mematikan. Jadi, banyaknya korban tenggelam tidak ada kaitannya sama sekali
dengan anggapan para masyarakat. Ali Susanto, Komandan SAR Pantai Parangtritis, juga
menambahkan bahwa disepanjang Pantai Parangtritis juga banyak terdapat palung (pusaran
air) yang tempatnya selalu berpindah-pindah dan sulit diprediksi. Kondisi inilah yang sering
banyak menimbulkan korban mati tenggelam.
3. Eksposisi
Eksposisi adalah karangan yang bertujuan menjelaskan, menerangkan, dan memberitahukan
suatu peristiwa atau objek dengan tujuan agar orang lain mengetahuinya (menambah
wawasan).
Contoh :
Tim peneliti yang dipimpin Graham Hutchings, seorang kimiawan dari Cardiff University
Inggris telah menemukan cara agar reaksi kimia menjadi ramah lingkungan. Mereka
menggunkan partikel emas yang masing-masing berukuran 25 nanometer untuk mengaktifkan
oksign dari udara. Oksigen sangat diperlukan dalam proses oksidai. Oksidasi adalah proses
penmbahan atom-atom oksigen dalam senyawa karbon untuk menghasilkan produk organik
yang bermanfaat. Pada prinsipnya, proses ini akan ramah lingkunan jika menggunakan
oksigen murni (O2) dari udara. Dalam reaksi oksidasi, ikatan kimia diantara kedua atom
oksigen harus dilepaskan sehingga masing-masing atomnya bebas digunakan dalam reaksi.
Hal inilah yang sulit dilakukan. Hampir seluruh reaksi oksidasi yang dilakukan dalam industri
menggunakan oksidasi yang berbahaya seperti asam parasetik yang menghasilkan limbah
beracun. Oksigen yang telah diaktifkan mudah ditambahkan pada molekul karbon. Dalam
berbagai reaksi kimia, cairan digunakan untuk membantu melarutkan reaktan (zat yang
direaksikan) dan mendorong atom untuk mengaktifkan oksigen tanpa harus menggunakan
bahan-bahan pelarut seperti itu.
4. Narasi
Narasi adalah karangan yang mengisahkan suatu peristiwa yang disusun secara
kronologis ( sistematika waktu ). Wacana narasi disebut juga karangan kisahan karena
isinya menceritakan suatu peristiwa atau kisah seseorang.
Contoh :
Tepat ketika tanggal 25 Oktober, sekolahku libur selama tiga hari dan akan berakhir pada
tanggal 27 Oktober. Aku dan seluruh keluargaku tidak menyia-nyiakan waktu ini untuk
mengadakan liburan keluarga. Ketika itu aku memilih berlibur ke Pantai Kute. Pagi-pagi aku
telah berbenah dan menyiapkan semua perbekalan yang nantinya diperlukan. Sepanjang
perjalanan, aku iringi dengan nyanyian lagu riang. Betapa senangnya aku ketika sampai di
pantai tersebut. Dengan hati suka ria, aku sambut Pantai Kute dengan senyumku. Pantai Kute,
pantai nan elok yang menjadi favoritku. Tanpa menyia-nyiakan waktu, aku mengajak kakakku
untuk bermain air. Kuambil air dan aku ayunkan ke mukanya. Dengan canda tawa, kami saling
berbalasan. Puas rasanya, terasa hilang semua kepenatan karena kesibukan tiap harinya. Di
sana, aku dan seluruh keluargaku saling berfoto-foto untuk mengabadikan momen yang indah
ini. Tak terasa waktu berjam-jam telah kuhabiskan disana. Hari pun mulai sore menandakan
perpisahan dan kembali pulang. Tak rela rasanya kebahagiaan ini akhirnya selesai. Dalam
benakku, aku kan kembali esok.
5. Persuasi
Persuasi adalah karangan yang sifatnya memengaruhi, mengajak, dan menganjurkan
sesuatu pada orang lain ( pembaca ) untuk berbuat atau bertindak sesuai dengan harapan
penulis. Dalam wacana persuasi, terdapat kata ajakan seperti ayoatau mari.
• Contoh :
Setiap orang normal akan senang pada kebersihan, baik kebersihan lingkungan maupun
kebersihan dirinya sendiri. Bahkan bagi umat islam upaya menciptakan kebersihan itu
merupakan sebagian dari iman, sehingga orang yang menciptakan kebersihan berarti
memperkokoh imanya untuk itulah sebaiknya setiap saat kita harus menjaga dan
menciptakan kebersihan agar iman kita semakin tebal. Setiap saat diri kita harus bersih,
baik bersih lahir maupun batin. Demikian pula lingkungan kita.Tempat tinggal kita harus
bersih, karena selain enak dipandang mata juga dapat menjauhkan diri kita dari bibit
penyakit. Oleh karena itu, marilah sama-sama kita ciptakan budaya hidup bersih pada
diri kita sendiri dan lingkungan kita.
Aturan Penulisan Paragraf
Sebuah paragraf (dari bahasa Yunani paragraphos = menulis di samping/tertulis
disamping) adalah satu jenis tulisan yang memiliki suatu tujuan atau ide. Awal
paragraf ditandai dengan masuknya ke baris baru lebih kedalam atau biasa
disebut alinea. Terkadang baris pertama dimasukkan dan kadang-kadang
dimasukkan tanpa memulai baris baru. Dalam beberapa hal awal paragraf telah
ditandai oleh pilcrow ( ¶ ).
Ciri-ciri paragraf yaitu:
• Terdiri dari pikiran, gagasan, atau ide pokok yang dibantu dengan kalimat
pendukung beserta kalimat penjelas.
• Paragraf non-fiksi biasanya dimulai dengan hal yang umum lalu dijelaskan dan
mengarah menuju hal yang lebih spesifik sehingga memunculkan sudut
pandang.
• Umumnya terdiri dari 3 hingga 7 kalimat yang semuanya tergabung dalam
pernyataan berparagraf tunggal.
Teknik menulis paragraf berdasarkan beberapa aturan:
1. Memasukkan baris pertama.
• Praktik di Amerika secara umum adalah menandakan paragraf baru dengan
memasukkan baris pertama (tiga hingga lima spasi), dengan baris kosong antara
paragraf,sementara penulisan bisnis menggunakan baris kosong dan tanpa masukan (hal
ini biasanya dikenal sebagai "paragraf blok"). Untuk karya tulis masukan dan tanpa
baris kosong digunakan. Banyak terbitan buku menggunakan alat untuk memisahkan
paragraph lebih jauh ketika ada perubahan adegan atau waktu.
2. Menggantungkan baris pertama.
• Sebuah "paragraf gantung" adalah paragraf dimana baris pertama paragraf tidak
dimasukkan dan dimana baris selanjutnya dimasukkan.
Kerangka paragraf:
• Dimulai dengan kalimat topik yang menyatakan gagasan utama paragraf. Memberikan
detail pendukung untuk mendukung gagasan utama. Ditutup dengan kalimat penutup
yang menyatakan kembali ke gagasan utama.
•
Kesimpulan
Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan, Paragraf atau alinea adalah
himpunan dari kalimat-kalimat yang bertalian dalam suatu rangkaian untuk
membentuk sebuah gagasan. Paragraf dapat dikatakan efektif apabila memenuhi
dua syarat yaitu kesatuan (unity) dan kepaduan bentuk (kohesi). Paragraf
memiliki beberapa unsur didalamnya meliputi gagasan utama, kalimat utama,
kalimat penjelas, transisi, dan penegas. Menurut letak gagasan utama, jenis
paragraf dibagi menjadi tiga yaitu paragraf deduktif, induktif, dan campuran.
Paragraf yang baik harus memenuhi syarat kesatuan, kepaduan dan kelengkapan.
Pengembangan pragaraf dibagi dua berdasarkan isi dan teknik. Pengembangan
berdasarkan isi meliputi perbandingan dan pertentangan, analogi, contoh-contoh,
sebab akibat, definisi luas dan klasifikasi, sedangkan pada teknik pengembangan
paragraf meliputi teknik secara alamiah, klimaks dan anti klimaks, dan deduktif
atau induktif. Implementasi atau penerapan paragraf pada jenis deskripsi,
argumentasi, eksposisi, narasi, dan persuasi.
Terima
Kasih

More Related Content

Similar to Materi Pengembangan Paragraf Kel 2B.pptx.pdf

Paragraf
ParagrafParagraf
Cover,pengantar,daftar isi (wiwin 142)
Cover,pengantar,daftar isi (wiwin 142)Cover,pengantar,daftar isi (wiwin 142)
Cover,pengantar,daftar isi (wiwin 142)
taufiq99
 
wiwin
wiwin wiwin
wiwin
taufiq99
 
3_JENIS_PARAGRAF_pptx.pptx
3_JENIS_PARAGRAF_pptx.pptx3_JENIS_PARAGRAF_pptx.pptx
3_JENIS_PARAGRAF_pptx.pptx
Ardiyah1
 
ini adalaha sebuah makalah tentang -paragraf.pdf
ini adalaha sebuah makalah tentang -paragraf.pdfini adalaha sebuah makalah tentang -paragraf.pdf
ini adalaha sebuah makalah tentang -paragraf.pdf
AriaSonta1
 
3_JENIS_PARAGRAF_pptx.pptx
3_JENIS_PARAGRAF_pptx.pptx3_JENIS_PARAGRAF_pptx.pptx
3_JENIS_PARAGRAF_pptx.pptx
muhnurrahmanhadi1
 
3_JENIS_PARAGRAF_pptx.pptx
3_JENIS_PARAGRAF_pptx.pptx3_JENIS_PARAGRAF_pptx.pptx
3_JENIS_PARAGRAF_pptx.pptx
INDAHWATIHUTABARAT17
 
Tugas tik firda
Tugas tik firdaTugas tik firda
Tugas tik firda
Azharfirda
 
Makalah bahasa indonesia kalimat efektif
Makalah bahasa indonesia kalimat efektifMakalah bahasa indonesia kalimat efektif
Makalah bahasa indonesia kalimat efektif
Septian Muna Barakati
 
Makalah bahasa indonesia kalimat efektif
Makalah bahasa indonesia kalimat efektifMakalah bahasa indonesia kalimat efektif
Makalah bahasa indonesia kalimat efektif
Warnet Raha
 
Rpp bi new
Rpp bi newRpp bi new
Rpp bi new
Akio Hiba
 
Makalah bahasa indonesia kalimat efektif
Makalah bahasa indonesia kalimat efektifMakalah bahasa indonesia kalimat efektif
Makalah bahasa indonesia kalimat efektif
Operator Warnet Vast Raha
 
Makalah bahasa indonesia kalimat efektif
Makalah bahasa indonesia kalimat efektifMakalah bahasa indonesia kalimat efektif
Makalah bahasa indonesia kalimat efektif
Septian Muna Barakati
 
Kelompok-4 silabus 7.pdf
Kelompok-4 silabus 7.pdfKelompok-4 silabus 7.pdf
Kelompok-4 silabus 7.pdf
CiciParamida4
 
Makalah Tentang Paragraf
Makalah Tentang ParagrafMakalah Tentang Paragraf
Makalah Tentang ParagrafLalu Enji
 
Rpp kls x 2013
Rpp kls x 2013Rpp kls x 2013
Rpp kls x 2013
Teguh Santoso
 
Rpp bahas indonesia sma xii bab 2
Rpp bahas indonesia sma xii bab 2Rpp bahas indonesia sma xii bab 2
Rpp bahas indonesia sma xii bab 2
eli priyatna laidan
 
Hanna sofiah
Hanna sofiahHanna sofiah
Hanna sofiah
taufiq99
 

Similar to Materi Pengembangan Paragraf Kel 2B.pptx.pdf (20)

Paragraf
ParagrafParagraf
Paragraf
 
Cover,pengantar,daftar isi (wiwin 142)
Cover,pengantar,daftar isi (wiwin 142)Cover,pengantar,daftar isi (wiwin 142)
Cover,pengantar,daftar isi (wiwin 142)
 
wiwin
wiwin wiwin
wiwin
 
Makalah Bahasa Indonesia
Makalah Bahasa IndonesiaMakalah Bahasa Indonesia
Makalah Bahasa Indonesia
 
3_JENIS_PARAGRAF_pptx.pptx
3_JENIS_PARAGRAF_pptx.pptx3_JENIS_PARAGRAF_pptx.pptx
3_JENIS_PARAGRAF_pptx.pptx
 
ini adalaha sebuah makalah tentang -paragraf.pdf
ini adalaha sebuah makalah tentang -paragraf.pdfini adalaha sebuah makalah tentang -paragraf.pdf
ini adalaha sebuah makalah tentang -paragraf.pdf
 
3_JENIS_PARAGRAF_pptx.pptx
3_JENIS_PARAGRAF_pptx.pptx3_JENIS_PARAGRAF_pptx.pptx
3_JENIS_PARAGRAF_pptx.pptx
 
3_JENIS_PARAGRAF_pptx.pptx
3_JENIS_PARAGRAF_pptx.pptx3_JENIS_PARAGRAF_pptx.pptx
3_JENIS_PARAGRAF_pptx.pptx
 
Tugas tik firda
Tugas tik firdaTugas tik firda
Tugas tik firda
 
Makalah bahasa indonesia kalimat efektif
Makalah bahasa indonesia kalimat efektifMakalah bahasa indonesia kalimat efektif
Makalah bahasa indonesia kalimat efektif
 
Makalah bahasa indonesia kalimat efektif
Makalah bahasa indonesia kalimat efektifMakalah bahasa indonesia kalimat efektif
Makalah bahasa indonesia kalimat efektif
 
Rpp bi new
Rpp bi newRpp bi new
Rpp bi new
 
Makalah bahasa indonesia kalimat efektif
Makalah bahasa indonesia kalimat efektifMakalah bahasa indonesia kalimat efektif
Makalah bahasa indonesia kalimat efektif
 
Makalah bahasa indonesia kalimat efektif
Makalah bahasa indonesia kalimat efektifMakalah bahasa indonesia kalimat efektif
Makalah bahasa indonesia kalimat efektif
 
Definisi membaca
Definisi membacaDefinisi membaca
Definisi membaca
 
Kelompok-4 silabus 7.pdf
Kelompok-4 silabus 7.pdfKelompok-4 silabus 7.pdf
Kelompok-4 silabus 7.pdf
 
Makalah Tentang Paragraf
Makalah Tentang ParagrafMakalah Tentang Paragraf
Makalah Tentang Paragraf
 
Rpp kls x 2013
Rpp kls x 2013Rpp kls x 2013
Rpp kls x 2013
 
Rpp bahas indonesia sma xii bab 2
Rpp bahas indonesia sma xii bab 2Rpp bahas indonesia sma xii bab 2
Rpp bahas indonesia sma xii bab 2
 
Hanna sofiah
Hanna sofiahHanna sofiah
Hanna sofiah
 

More from ZulfatulAliyah

Zulfatul Aliyah_Sistem Rangka Biologi SMA Kelas XI.pptx
Zulfatul Aliyah_Sistem Rangka Biologi SMA Kelas XI.pptxZulfatul Aliyah_Sistem Rangka Biologi SMA Kelas XI.pptx
Zulfatul Aliyah_Sistem Rangka Biologi SMA Kelas XI.pptx
ZulfatulAliyah
 
Kelompok 2_Hak dan Kewajiban Guru_Etika Profesi Pendidik
Kelompok 2_Hak dan Kewajiban Guru_Etika Profesi PendidikKelompok 2_Hak dan Kewajiban Guru_Etika Profesi Pendidik
Kelompok 2_Hak dan Kewajiban Guru_Etika Profesi Pendidik
ZulfatulAliyah
 
Kelompok 3_Pencernaan Lemak_Biokimia.pptx
Kelompok 3_Pencernaan Lemak_Biokimia.pptxKelompok 3_Pencernaan Lemak_Biokimia.pptx
Kelompok 3_Pencernaan Lemak_Biokimia.pptx
ZulfatulAliyah
 
Lab Report Parenchyma Tissue on The Leaves of Canna Edulis.pptx
Lab Report Parenchyma Tissue on The Leaves of Canna Edulis.pptxLab Report Parenchyma Tissue on The Leaves of Canna Edulis.pptx
Lab Report Parenchyma Tissue on The Leaves of Canna Edulis.pptx
ZulfatulAliyah
 
Jaringan Meristem (Revisi) Kelompok 4.pdf
Jaringan Meristem (Revisi) Kelompok 4.pdfJaringan Meristem (Revisi) Kelompok 4.pdf
Jaringan Meristem (Revisi) Kelompok 4.pdf
ZulfatulAliyah
 
Biodiversitas Tingkat Gen (Keanekaragaman Tingkat Gen).pptx
Biodiversitas Tingkat Gen (Keanekaragaman Tingkat Gen).pptxBiodiversitas Tingkat Gen (Keanekaragaman Tingkat Gen).pptx
Biodiversitas Tingkat Gen (Keanekaragaman Tingkat Gen).pptx
ZulfatulAliyah
 
Daun Majemuk dan Phillotaxis Daun Mortum.pptx
Daun Majemuk dan Phillotaxis Daun Mortum.pptxDaun Majemuk dan Phillotaxis Daun Mortum.pptx
Daun Majemuk dan Phillotaxis Daun Mortum.pptx
ZulfatulAliyah
 

More from ZulfatulAliyah (7)

Zulfatul Aliyah_Sistem Rangka Biologi SMA Kelas XI.pptx
Zulfatul Aliyah_Sistem Rangka Biologi SMA Kelas XI.pptxZulfatul Aliyah_Sistem Rangka Biologi SMA Kelas XI.pptx
Zulfatul Aliyah_Sistem Rangka Biologi SMA Kelas XI.pptx
 
Kelompok 2_Hak dan Kewajiban Guru_Etika Profesi Pendidik
Kelompok 2_Hak dan Kewajiban Guru_Etika Profesi PendidikKelompok 2_Hak dan Kewajiban Guru_Etika Profesi Pendidik
Kelompok 2_Hak dan Kewajiban Guru_Etika Profesi Pendidik
 
Kelompok 3_Pencernaan Lemak_Biokimia.pptx
Kelompok 3_Pencernaan Lemak_Biokimia.pptxKelompok 3_Pencernaan Lemak_Biokimia.pptx
Kelompok 3_Pencernaan Lemak_Biokimia.pptx
 
Lab Report Parenchyma Tissue on The Leaves of Canna Edulis.pptx
Lab Report Parenchyma Tissue on The Leaves of Canna Edulis.pptxLab Report Parenchyma Tissue on The Leaves of Canna Edulis.pptx
Lab Report Parenchyma Tissue on The Leaves of Canna Edulis.pptx
 
Jaringan Meristem (Revisi) Kelompok 4.pdf
Jaringan Meristem (Revisi) Kelompok 4.pdfJaringan Meristem (Revisi) Kelompok 4.pdf
Jaringan Meristem (Revisi) Kelompok 4.pdf
 
Biodiversitas Tingkat Gen (Keanekaragaman Tingkat Gen).pptx
Biodiversitas Tingkat Gen (Keanekaragaman Tingkat Gen).pptxBiodiversitas Tingkat Gen (Keanekaragaman Tingkat Gen).pptx
Biodiversitas Tingkat Gen (Keanekaragaman Tingkat Gen).pptx
 
Daun Majemuk dan Phillotaxis Daun Mortum.pptx
Daun Majemuk dan Phillotaxis Daun Mortum.pptxDaun Majemuk dan Phillotaxis Daun Mortum.pptx
Daun Majemuk dan Phillotaxis Daun Mortum.pptx
 

Recently uploaded

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 11 Fase F Kurikulum MerdekaModul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
Fathan Emran
 
REVIEW KSP PERMENDIKBUDRISTEK 12 TH 2024.pptx
REVIEW KSP PERMENDIKBUDRISTEK 12 TH 2024.pptxREVIEW KSP PERMENDIKBUDRISTEK 12 TH 2024.pptx
REVIEW KSP PERMENDIKBUDRISTEK 12 TH 2024.pptx
adityanoor64
 
Integrasi Isu Prioritas dalam Capaian Pembelajaran
Integrasi Isu Prioritas dalam Capaian PembelajaranIntegrasi Isu Prioritas dalam Capaian Pembelajaran
Integrasi Isu Prioritas dalam Capaian Pembelajaran
walidumar
 
pdf-powerpoint-kesehatan-reproduksi-remaja-ppt-kespro-remaja-_compress (1).pptx
pdf-powerpoint-kesehatan-reproduksi-remaja-ppt-kespro-remaja-_compress (1).pptxpdf-powerpoint-kesehatan-reproduksi-remaja-ppt-kespro-remaja-_compress (1).pptx
pdf-powerpoint-kesehatan-reproduksi-remaja-ppt-kespro-remaja-_compress (1).pptx
vivi211570
 
UNIT 4 PB 3 MODUL AJAR PPKn KELAS 5 - modulguruku.com.docx
UNIT 4 PB 3 MODUL AJAR PPKn KELAS 5 - modulguruku.com.docxUNIT 4 PB 3 MODUL AJAR PPKn KELAS 5 - modulguruku.com.docx
UNIT 4 PB 3 MODUL AJAR PPKn KELAS 5 - modulguruku.com.docx
nengenok23
 
Modul Ajar PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Fase C Kurikulum Merdeka
Modul Ajar PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Fase C Kurikulum MerdekaModul Ajar PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Fase C Kurikulum Merdeka
Modul Ajar PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Fase C Kurikulum Merdeka
Fathan Emran
 
Aksi Nyata Modul 1.1. Pendidikan Guru Penggerak
Aksi Nyata Modul 1.1. Pendidikan Guru PenggerakAksi Nyata Modul 1.1. Pendidikan Guru Penggerak
Aksi Nyata Modul 1.1. Pendidikan Guru Penggerak
TitisNindiasariAnggr
 
RENCANA + Link2 Materi BimTek _"Ketentuan TERBARU_PTK 007 Rev-5 Tahun 2023 & ...
RENCANA + Link2 Materi BimTek _"Ketentuan TERBARU_PTK 007 Rev-5 Tahun 2023 & ...RENCANA + Link2 Materi BimTek _"Ketentuan TERBARU_PTK 007 Rev-5 Tahun 2023 & ...
RENCANA + Link2 Materi BimTek _"Ketentuan TERBARU_PTK 007 Rev-5 Tahun 2023 & ...
Kanaidi ken
 
Modul Ajar Biologi Kelas 10 Fase E Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Biologi Kelas 10 Fase E Kurikulum MerdekaModul Ajar Biologi Kelas 10 Fase E Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Biologi Kelas 10 Fase E Kurikulum Merdeka
Fathan Emran
 
KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 2.1 SRI WAHYUNI.pdf
KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 2.1 SRI WAHYUNI.pdfKONEKSI ANTAR MATERI MODUL 2.1 SRI WAHYUNI.pdf
KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 2.1 SRI WAHYUNI.pdf
SriWahyuni58535
 
SABDA MLC - Kelas Bedah Kitab Wahyu (BKW)
SABDA MLC - Kelas Bedah Kitab Wahyu (BKW)SABDA MLC - Kelas Bedah Kitab Wahyu (BKW)
SABDA MLC - Kelas Bedah Kitab Wahyu (BKW)
SABDA
 
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 10 Fase E Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 10 Fase E Kurikulum MerdekaModul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 10 Fase E Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 10 Fase E Kurikulum Merdeka
Fathan Emran
 
Materi Geografi Kelas 11 Mitigasi Bencana
Materi Geografi Kelas 11 Mitigasi BencanaMateri Geografi Kelas 11 Mitigasi Bencana
Materi Geografi Kelas 11 Mitigasi Bencana
AyuniDwiLestari
 
UNIT 3 PB 2 MODUL AJAR PPKn KELAS 5 - modulguruku.com.docx
UNIT 3 PB 2 MODUL AJAR PPKn KELAS 5 - modulguruku.com.docxUNIT 3 PB 2 MODUL AJAR PPKn KELAS 5 - modulguruku.com.docx
UNIT 3 PB 2 MODUL AJAR PPKn KELAS 5 - modulguruku.com.docx
nengenok23
 
Menyambut Masyarakat 4.0 dan Indonesia Emas 2045
Menyambut Masyarakat 4.0 dan Indonesia Emas 2045Menyambut Masyarakat 4.0 dan Indonesia Emas 2045
Menyambut Masyarakat 4.0 dan Indonesia Emas 2045
RizkiArdhan
 
(Fase B ) - Gaya Hidup Berkelanjutan (P5).docx
(Fase B ) - Gaya Hidup Berkelanjutan (P5).docx(Fase B ) - Gaya Hidup Berkelanjutan (P5).docx
(Fase B ) - Gaya Hidup Berkelanjutan (P5).docx
BAHTIARMUHAMAD
 
Panduan E_KSP SMK 2024 Program Kemendikbud SMK
Panduan E_KSP SMK 2024 Program Kemendikbud SMKPanduan E_KSP SMK 2024 Program Kemendikbud SMK
Panduan E_KSP SMK 2024 Program Kemendikbud SMK
PujiMaryati
 
Modul AJar Rekayasa Perangkat Lunak 2024
Modul AJar Rekayasa Perangkat Lunak 2024Modul AJar Rekayasa Perangkat Lunak 2024
Modul AJar Rekayasa Perangkat Lunak 2024
Herry Prasetyo
 
MATERI Penguatan Kelembagaan BKK SMK PGRI 2.pptx
MATERI  Penguatan Kelembagaan BKK SMK PGRI 2.pptxMATERI  Penguatan Kelembagaan BKK SMK PGRI 2.pptx
MATERI Penguatan Kelembagaan BKK SMK PGRI 2.pptx
NindiBeautyandHealth
 
LAPORAN GUrU PIKET laporan piket lap.pdf
LAPORAN GUrU PIKET laporan piket lap.pdfLAPORAN GUrU PIKET laporan piket lap.pdf
LAPORAN GUrU PIKET laporan piket lap.pdf
kompdua2
 

Recently uploaded (20)

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 11 Fase F Kurikulum MerdekaModul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
 
REVIEW KSP PERMENDIKBUDRISTEK 12 TH 2024.pptx
REVIEW KSP PERMENDIKBUDRISTEK 12 TH 2024.pptxREVIEW KSP PERMENDIKBUDRISTEK 12 TH 2024.pptx
REVIEW KSP PERMENDIKBUDRISTEK 12 TH 2024.pptx
 
Integrasi Isu Prioritas dalam Capaian Pembelajaran
Integrasi Isu Prioritas dalam Capaian PembelajaranIntegrasi Isu Prioritas dalam Capaian Pembelajaran
Integrasi Isu Prioritas dalam Capaian Pembelajaran
 
pdf-powerpoint-kesehatan-reproduksi-remaja-ppt-kespro-remaja-_compress (1).pptx
pdf-powerpoint-kesehatan-reproduksi-remaja-ppt-kespro-remaja-_compress (1).pptxpdf-powerpoint-kesehatan-reproduksi-remaja-ppt-kespro-remaja-_compress (1).pptx
pdf-powerpoint-kesehatan-reproduksi-remaja-ppt-kespro-remaja-_compress (1).pptx
 
UNIT 4 PB 3 MODUL AJAR PPKn KELAS 5 - modulguruku.com.docx
UNIT 4 PB 3 MODUL AJAR PPKn KELAS 5 - modulguruku.com.docxUNIT 4 PB 3 MODUL AJAR PPKn KELAS 5 - modulguruku.com.docx
UNIT 4 PB 3 MODUL AJAR PPKn KELAS 5 - modulguruku.com.docx
 
Modul Ajar PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Fase C Kurikulum Merdeka
Modul Ajar PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Fase C Kurikulum MerdekaModul Ajar PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Fase C Kurikulum Merdeka
Modul Ajar PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Fase C Kurikulum Merdeka
 
Aksi Nyata Modul 1.1. Pendidikan Guru Penggerak
Aksi Nyata Modul 1.1. Pendidikan Guru PenggerakAksi Nyata Modul 1.1. Pendidikan Guru Penggerak
Aksi Nyata Modul 1.1. Pendidikan Guru Penggerak
 
RENCANA + Link2 Materi BimTek _"Ketentuan TERBARU_PTK 007 Rev-5 Tahun 2023 & ...
RENCANA + Link2 Materi BimTek _"Ketentuan TERBARU_PTK 007 Rev-5 Tahun 2023 & ...RENCANA + Link2 Materi BimTek _"Ketentuan TERBARU_PTK 007 Rev-5 Tahun 2023 & ...
RENCANA + Link2 Materi BimTek _"Ketentuan TERBARU_PTK 007 Rev-5 Tahun 2023 & ...
 
Modul Ajar Biologi Kelas 10 Fase E Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Biologi Kelas 10 Fase E Kurikulum MerdekaModul Ajar Biologi Kelas 10 Fase E Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Biologi Kelas 10 Fase E Kurikulum Merdeka
 
KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 2.1 SRI WAHYUNI.pdf
KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 2.1 SRI WAHYUNI.pdfKONEKSI ANTAR MATERI MODUL 2.1 SRI WAHYUNI.pdf
KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 2.1 SRI WAHYUNI.pdf
 
SABDA MLC - Kelas Bedah Kitab Wahyu (BKW)
SABDA MLC - Kelas Bedah Kitab Wahyu (BKW)SABDA MLC - Kelas Bedah Kitab Wahyu (BKW)
SABDA MLC - Kelas Bedah Kitab Wahyu (BKW)
 
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 10 Fase E Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 10 Fase E Kurikulum MerdekaModul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 10 Fase E Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 10 Fase E Kurikulum Merdeka
 
Materi Geografi Kelas 11 Mitigasi Bencana
Materi Geografi Kelas 11 Mitigasi BencanaMateri Geografi Kelas 11 Mitigasi Bencana
Materi Geografi Kelas 11 Mitigasi Bencana
 
UNIT 3 PB 2 MODUL AJAR PPKn KELAS 5 - modulguruku.com.docx
UNIT 3 PB 2 MODUL AJAR PPKn KELAS 5 - modulguruku.com.docxUNIT 3 PB 2 MODUL AJAR PPKn KELAS 5 - modulguruku.com.docx
UNIT 3 PB 2 MODUL AJAR PPKn KELAS 5 - modulguruku.com.docx
 
Menyambut Masyarakat 4.0 dan Indonesia Emas 2045
Menyambut Masyarakat 4.0 dan Indonesia Emas 2045Menyambut Masyarakat 4.0 dan Indonesia Emas 2045
Menyambut Masyarakat 4.0 dan Indonesia Emas 2045
 
(Fase B ) - Gaya Hidup Berkelanjutan (P5).docx
(Fase B ) - Gaya Hidup Berkelanjutan (P5).docx(Fase B ) - Gaya Hidup Berkelanjutan (P5).docx
(Fase B ) - Gaya Hidup Berkelanjutan (P5).docx
 
Panduan E_KSP SMK 2024 Program Kemendikbud SMK
Panduan E_KSP SMK 2024 Program Kemendikbud SMKPanduan E_KSP SMK 2024 Program Kemendikbud SMK
Panduan E_KSP SMK 2024 Program Kemendikbud SMK
 
Modul AJar Rekayasa Perangkat Lunak 2024
Modul AJar Rekayasa Perangkat Lunak 2024Modul AJar Rekayasa Perangkat Lunak 2024
Modul AJar Rekayasa Perangkat Lunak 2024
 
MATERI Penguatan Kelembagaan BKK SMK PGRI 2.pptx
MATERI  Penguatan Kelembagaan BKK SMK PGRI 2.pptxMATERI  Penguatan Kelembagaan BKK SMK PGRI 2.pptx
MATERI Penguatan Kelembagaan BKK SMK PGRI 2.pptx
 
LAPORAN GUrU PIKET laporan piket lap.pdf
LAPORAN GUrU PIKET laporan piket lap.pdfLAPORAN GUrU PIKET laporan piket lap.pdf
LAPORAN GUrU PIKET laporan piket lap.pdf
 

Materi Pengembangan Paragraf Kel 2B.pptx.pdf

  • 2. 1.Nisa Fatdillah (4311420072) 2.Trianti Widiastutik (4401420020) 3.Zulfatul Aliyah (4401420023) 4.Latifah Yuni Putriyani (4401420044) 5.Ridho Ananda Saputra (4401420058) 6.Fadhila Fitra Melati (4401420064) Anggota Kelompok
  • 4. Paragraf adalah kumpulan kalimat yang memiliki sebuah ide pokok dan diikuti oleh kalimat-kalimat penjelas dari ide pokoknya serta memiliki unsur kelengkapan kalimat untuk mendukung penjelasan-penjelasan mengenai ide pokoknya.
  • 5. Unsur – Unsur Paragraf
  • 6. 1. Gagasan Utama • Unsur yang paling penting karena unsur inilah yang menjadi jiwa atau isi dari keseluruhan paragraf. • Hal pokok yang diungkapkan dalam paragraf dan menjadi inti keseluruhan isi paragraf.
  • 7. 2. Kalimat Utama •adalah kalimat inti suatu paragraf yang biasanya terdapat topik atau gagasan utama. •Kalimat ini adalah kalimat yang mengandung suatu gagasan utama yang diletakan secara tersirat. .
  • 8. 3. Kalimat Pendukung •Suatu kalimat yang mengandung gagasan – gagasan penjelas. •Fungsi untuk menguatkan atau mendukung gagasan utamanya yang ada pada kalimat utama dengan cara memberikan data berupa fakta, contoh, opini, dan lain–lain.
  • 9. 4. Transisi/ Konjungsi • Konjungsi intrakalimat yaitu kata sambung yang menghubungkan antara induk kalimat dan anak kalimat. Contohnya yaitu “dan”, “tetapi”, “karena”, “agar”, dan lain sebagainya. • Konjungsi antarkalimat yaitu sebuah konjungsi yang menghubungkan antara kalimat–kalimat yang ada di dalam paragraf.Contohnya yaitu;“Lagipula”, “Oleh karena itu”, “Terlebih lagi”, “Namun”, “Disamping itu”,dan lain– lain.
  • 10. 5. Penegas Fungsi dari penegas ini yaitu untuk menambah daya Tarik sebuah paragraf, menghindari kebosanan saat membacanya, dan sebagai penegas atau pengulang gagasan utama. .
  • 11. Macam – Macam Paragraf
  • 12. Berdasarkan Tujuannya 1. Paragraf Pembuka 🡪 berfungsi untuk menjelaskan tentang tujuan dari penulisan, sebagai pengantar bagi pembaca untuk sampai pada masalah yang akan diuraikan oleh penulis. 2. Paragraf Penghubung 🡪 berfungsi menguraikanmasalah yang akan dibahas oleh seorang penulis. 3. Paragraf Penutup 🡪 bertujuan untuk mengakhiri sebuah karangan tulisan
  • 14. 1. Kesatuan • Tiap paragraf hanya mengandung satu gagasan pokok. • Fungsi paragraf adalah untuk mengembangkan gagasan pokok tersebut • Di dalam pengembangannya, uraian-uraian dalam sebuah paragraf tidak boleh menyimpang dari gagasan pokok tersebut. 2.Kepaduan • Paragraf bukanlah sekedar kumpulan atau tumpukan kalimat-kalimat yang masing-masing berdiri sendiri-sendiri,tetapi dibangun oleh kalimat-kalimat yang mempunyai hubungan timbal balik. .
  • 15. 3. Kelengkapan Paragraf dikatakan lengkap jika berisi kalimat-kalimat penjelas yang cukup untuk menunjang kejelasan kalimat topik/gagasan utama. Contoh: Suku Dayak tidak termasuk suku yang suka bertengkar. Mereka tidak suka berselisih atau bersengketa.
  • 16. 4. Panjang Paragraf Panjang paragraf dalam sebagai goresan pena tidak sama, bergantung pada beberapa jauh/dalamnya suatu Bahasa dan tingkat pembaca yang menjadi sasaran. Memperhitungkan, 4 hal : • Penyusunan kalimat topik, • Penonjolan kalimat topik dalam paragraf, • Pengembangan detail-detail penjelas yang tepat, dan • Penggunaan kata-kata transisi, frase, dan alat-alat lain di dalam paragraf.
  • 17. 5. Pola Susunan Paragraf Rangkaian pernyataan dalam paragraf harus disusun berdasarkan contoh yang taat asas, pernyataan yang satu disusun oleh pernyatan yang lain dengan masuk akal dan bersetalian secara logis. Dengan cara itu pembaca diajak oleh penulis untuk memahami paragraf sebagai satu kesatuan gagasan yang bulat. Pola susunannya bermacam-macam, dan yang sering diterapkan dalam goresan pena ilmiah antara lain : (1) Contoh runtunan waktu. (2) Contoh uraian lantaran akibat. (3) Contoh perbandingan dan pertentangan. (4) Contoh analogi. (5) Contoh daftar.
  • 19. Pada Awal Paragraf / Paragraf Deduktif Contoh Kosa kata memegang peranan dan merupakan unsur yang paling mendasar dalam kemampuan berbahasa, khususnya dalam karang mengarang. Jumlah kosa kata yang dimiliki seseorang akan menjadi petunjuk tentang pengetahuan seseorang. Di samping itu, jumlah kosa kata yang dikuasai seseorang juga akan menjadi indikator bahwa orang itu mengetahui sekian banyak konsep. Semakin banyak kosa kata yang dikuasai, semakin tinggi pula tingkat pengetahuan seseorang. Dengan demikian, seorang penulis akan mudah memilih kata-kata yang tepat/cocok untuk mengungkapkan gagasan yang ada di dalam pikirannya. .
  • 20. Pada Akhir Paragraf / Paragraf Induktif Contoh Pada waktu anak memasuki dunia pendidikan, pengajaran bahasa Indonesia secara metodologis dan sistematis bukanlah merupakan halangan baginya untuk memperluas dan memantapkan bahasa daerahnya. Setelah anak didik meninggalkan kelas, ia kembali mempergunakan bahasa daerah, baik dalam pergaulan dengan teman-temannya atau dengan orang tuanya. Ia merasa lebih intim dengan bahasa daerah. Jam sekolah berlangsung beberapa jam. Baik waktu istirahat maupun di antara jam-jam pelajaran, unsur-unsur bahasa daerah tetap menerobos. Ditambah lagi jika sekolah itu bersifat homogen dan gurunya pun penutur asli bahasa daerah itu. Faktor-factor inilah yang menyebabkan pengetahuan si anak terhadap bahasa daerahnya akan melaju terusdengan cepat.
  • 21. Pada Awal dan Akhir Paragraf / Paragraf Campuran Contoh Peningkatan taraf pendidikan para petani, dirasakan sama pentingnya dengan usaha peningkatan taraf hidup mereka. Petani yang berpendidikan cukup, dapat mengubah sistem pertanian tradisional misalnya bercocok tanam hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan, menjadi petani modern yang produktif. Petani yang berpendidikan cukup, mampu menunjang pembangunan secara positif. Mereka dapat memberikan umpan balik yang setimpal terhadap gagasan-gagasan yang dilontarkan perencana pembangunan, baik ditingkat pusat maupun ditingkat daerah. Itulah sebabnya, peningkatan taraf pendidikan sangatlah penting.
  • 22. Tanpa Kalimat Utama / Paragraf Deskriptif / Naratif / Menyebar Contoh Keributan ayam berkeruyuk bersahut-sahutan mengendur. Kian lama kian berkurang. Akhirnya tinggal satu-satu saja terdengar kokok yang nyaring. Dan ayam-ayam itu sudah mulai turun dari kandangnya, pergi ke ladang dan pelataran. Dengung dan ruang lalu lintas di jalan raya kembali menggila seperti kemarin. Raung klakson mobil dan suara kereta api bergema-gema menerobos ke relun-relung rumah sepanjang jalan. Sayup-sayup terdengar dentang lonceng gereja menyongsong hari baru dan menyatakan selamat tinggal pada hari kemarin.
  • 23. Pada Tengah Paragraf / Paragraf Ineratif Contoh : Kekurangan mengonsumsi sayuran hijau bisa menyebabkan tubuh lesu karena kekurangan vitamin. Daya tahan tubuh pun berkurangan karena hal tersebut. Jika demikian, penyakit bisa dengan mudah masuk menyerang tubuh. Kurang mengonsumsi sayuran hijau bisa berisiko negatif bagi tubuh. Serat dalam sayuran hijau dapat memperlancar metabolisme tubuh. Tidak sedikit orang sembelit karena kurang mengonsumsi sayuran hijau.
  • 25. Kegunaan Paragraf • Kegunaan paragraf antara lain sebagai berikut : • Untuk menandai pembukaan topic baru, atau pengembangan lebih lanjut topik sebelumnya. • Untuk menambah hal-hal yang penting atau untuk merinci apa yang sudah diutarakan dalam paragraf sebelumnya atau paragraph yang terdahulu. • Paragraf dalam sebuah kalimat dapat menjadi pengantar sebuah ide-ide, isi kalimat dan kalimat penutup pada tulisan yang dibuat oleh penulis. • Mencurahkan suatu perasan dan pemikiran penulis dalam sebuah karya atau kalimat dalam bentuk tulisan yang dibuat secara logis dan dapat diterima oleh pembaca. • Paragraf dapat membantu pembaca untuk memahami segala sesuatu mengenai isi dan topik dalam sebuah tulisan. • Memudahkan penulis untuk menyusun ide-ide tentang tulisan yang akan dibuatnya. • Dapat membantu penulis dalam mengembangkan gagasan-gagasan atau ide dari segala sesuatu yang berhubungan dengan topik yang ingin ditulis menjadi sebuah karya tulis.
  • 27. Salah satu cara berlatih mengembangkan paragraf dapat dilakukan dengan membuat kerangka paragraf dahulu sebelum menulis paragraf itu. Sebagai contoh dapat dilihat paparan di bawah ini. Kerangka paragraf Pikiran utama : Keindahan alam di Tawangmangu makin surut Pikiran penjelas : 1. manusia telah mengubah segala-galanya 2. hutan, sawah, dan ladang tergusur 3. pohon-pohon tidak ada lagi 4. pagar bunga sudah diganti 5. gedung-gedung mewah dibangun Pengembangan paragraf: Bernostalgia tentang indahnya alam di Tawangmangu hanya akan menimbulkan kekecewaan saja. Dalam kurun waktu 25 tahun, dinamika kehidupan manusia telah mengubah segala-galanya. Hutan, sawah, dan ladang telah tergusur oleh berbagai bentuk bangunan. Ranting dan cabang pohon telah berganti dengan jeruji besi. Pagartanaman dan bunga yang dulu bermekaran dengan indahnya telah diterjang tembok beton yang kokoh. Batu-batu gunung telah menghadirkan gedung plaza megah yang menelan biaya triliunan rupiah. Arus modernisasi dengan angkuh nya telah menelan kemesraan dan indahnya alam ini.
  • 28. Pengembangan paragraf dapat dibedakan berdasarkan teknik dan isi paragraf 1. Berdasarkan teknik ❑ Secara alamiah • Dalam hal ini penulis sekadar menggunakan pola yang sudah ada pada objek atau kejadian yang di bicarakan. Susunan logis ini mengenal dua macam urutan : • Urutan ruang (spesial) yang membaca dari satu titik ke titik berikutnya yang berdekatan dalam sebuah ruang. Misalnya gambaran dari depan ke belakang, dari luar ke dalam, dari atas ke bawah dari kanan ke kiri, dan sebagainya. • Urutan waktu (urutan kronologis) yang menggambarkan urutan terjadinya peristiwa, perbuatan atau tindakan. ❑ Klimaks dan anti klimaks • Pikiran utama mula-mula diperinci dengan sebuah gagasan bawahan yang dianggap paling rendah kedudukannya. Kemudian berangsur-angsur dengan gagasan lain hingga gagasan yang paling tinggi kedudukan/kepentingannya ❑ Umum ke khusus, khusus ke umum (deduktif, induktif) • Cara pengungkapan paragraf yang paling banyak digunakan adalah cara deduktif dan induktif. Dan karya ilmiah umunya berbentuk deduktif artinya dari umum ke khusus.
  • 29. Pengembangan paragraf dapat dibedakan berdasarkan teknik dan isi paragraf 1. Berdasarkan Isi ❑ Perbandingan dan Pertentangan • Untuk menambah kejelasan sebuah paparan, kadang-kadang penulis berusaha membandingkan atau mempertentangkan. Dalam hal ini penulis berusaha menunjukkan persamaan dan berbedaan antara dua hal. Syarat perbandingan/pertentangan adalah dua hal yang tingkatannya sama dan kedua hal itu mempunyai persamaan sekaligus perbedaan. ❑ Analogi • Analogi biasanya digunakan untuk membandingkan sesuatu yang sudah dikenal umum dengan hal yang belum dikenal. Analogi ini dimaksud kan untuk menjelaskan hal yang kurang dikenal tersebut. ❑ Contoh – contoh • Sebuah karangan generalisasi yang terlalu umum sifatnya agar dapat memberikan penjelasan kepada pembaca, kadang-kadang memerlukan contoh-contoh yang konkret. ❑ Sebab-Akibat • Hubungan kalimat dalam sebuah paragraf dapat berbentuk sebab akibat. Dalam hal ini sebab dapat berfungsi sebagai pikiran utama, dan akibat sebagai pikiran penjelas; atau sebaliknya. ❑ Definisi Luas • Untuk memberikan batasan tentang sesuatu, kadang-kadang penulis terpaksa menguraikan dengan beberapa kalimat, bahkan beberapa alinea. ❑ Klasifikasi • Dalam pengembangan karangan, kadang-kadang kita mengelompokan hal-hal yang mempunyai persamaan. Pengelompokan ini biasanya diperinci lagi lebih lanjut ke dalam kelompok-kelompok yang lebih kecil.
  • 31. Deskripsi adalah karangan yang sifatnya melukiskan, menggambarkan sesuatu dengan jelas dan terperinci.Tujuannya ialah memberikan pelukisan atau gambaran terhadap sesuatu dengan sejelas-jelasnya sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar, dan merasakan hal yang dideskripsikan. Contoh : Malam itu, indah sekali. Dilangit, bintang-bintang berkelip-kelip memancarkan cahaya. Hawa dingin menusuk kulit. Sesekali terdengar suara jangkrik. Binatang malam dan kelelawar mengusik sepinya malam. Angin berembus pelan dan tenang. 1. Deskripsi
  • 32. 2. Argumentasi • Argumentasi adalah karanan yang mengutarakan gagasan, pendapat, dan ide dengan menyertakan alasan-alasan dengan tujuan untuk meyakinkan orang lain (pembaca) terhadap gagasan, pendapat, dan ide yang diungkapkan penulis. • Contoh : Pantai Parangtritis memang memiki keindahan eksotis yang membuat wisatawan ramai berkunjung, tetapi juga sering menelan korban. Yang disayangkan, sebagian masyarakat Indonesia masih saja menganggap peristiwa tersebut berkaitan dengan hal-hal mistis, yakni dikarenakan Ratu Pantai Selatan meminta tumbal. Padahal, ada penjelasan ilmiah di balik musibah tersebut. Para praktisi ilmu kebumian menegaskan bahwa penyebab utama hilangnya sejumlah wisatawan di Pantai Parangtritis, Bantul, adalah akibat terseret rip current. Dengan kecepatan mencapai 80 kilometer per jam, arus balik tidak hanya kuat, tetapi juga mematikan. Jadi, banyaknya korban tenggelam tidak ada kaitannya sama sekali dengan anggapan para masyarakat. Ali Susanto, Komandan SAR Pantai Parangtritis, juga menambahkan bahwa disepanjang Pantai Parangtritis juga banyak terdapat palung (pusaran air) yang tempatnya selalu berpindah-pindah dan sulit diprediksi. Kondisi inilah yang sering banyak menimbulkan korban mati tenggelam.
  • 33. 3. Eksposisi Eksposisi adalah karangan yang bertujuan menjelaskan, menerangkan, dan memberitahukan suatu peristiwa atau objek dengan tujuan agar orang lain mengetahuinya (menambah wawasan). Contoh : Tim peneliti yang dipimpin Graham Hutchings, seorang kimiawan dari Cardiff University Inggris telah menemukan cara agar reaksi kimia menjadi ramah lingkungan. Mereka menggunkan partikel emas yang masing-masing berukuran 25 nanometer untuk mengaktifkan oksign dari udara. Oksigen sangat diperlukan dalam proses oksidai. Oksidasi adalah proses penmbahan atom-atom oksigen dalam senyawa karbon untuk menghasilkan produk organik yang bermanfaat. Pada prinsipnya, proses ini akan ramah lingkunan jika menggunakan oksigen murni (O2) dari udara. Dalam reaksi oksidasi, ikatan kimia diantara kedua atom oksigen harus dilepaskan sehingga masing-masing atomnya bebas digunakan dalam reaksi. Hal inilah yang sulit dilakukan. Hampir seluruh reaksi oksidasi yang dilakukan dalam industri menggunakan oksidasi yang berbahaya seperti asam parasetik yang menghasilkan limbah beracun. Oksigen yang telah diaktifkan mudah ditambahkan pada molekul karbon. Dalam berbagai reaksi kimia, cairan digunakan untuk membantu melarutkan reaktan (zat yang direaksikan) dan mendorong atom untuk mengaktifkan oksigen tanpa harus menggunakan bahan-bahan pelarut seperti itu.
  • 34. 4. Narasi Narasi adalah karangan yang mengisahkan suatu peristiwa yang disusun secara kronologis ( sistematika waktu ). Wacana narasi disebut juga karangan kisahan karena isinya menceritakan suatu peristiwa atau kisah seseorang. Contoh : Tepat ketika tanggal 25 Oktober, sekolahku libur selama tiga hari dan akan berakhir pada tanggal 27 Oktober. Aku dan seluruh keluargaku tidak menyia-nyiakan waktu ini untuk mengadakan liburan keluarga. Ketika itu aku memilih berlibur ke Pantai Kute. Pagi-pagi aku telah berbenah dan menyiapkan semua perbekalan yang nantinya diperlukan. Sepanjang perjalanan, aku iringi dengan nyanyian lagu riang. Betapa senangnya aku ketika sampai di pantai tersebut. Dengan hati suka ria, aku sambut Pantai Kute dengan senyumku. Pantai Kute, pantai nan elok yang menjadi favoritku. Tanpa menyia-nyiakan waktu, aku mengajak kakakku untuk bermain air. Kuambil air dan aku ayunkan ke mukanya. Dengan canda tawa, kami saling berbalasan. Puas rasanya, terasa hilang semua kepenatan karena kesibukan tiap harinya. Di sana, aku dan seluruh keluargaku saling berfoto-foto untuk mengabadikan momen yang indah ini. Tak terasa waktu berjam-jam telah kuhabiskan disana. Hari pun mulai sore menandakan perpisahan dan kembali pulang. Tak rela rasanya kebahagiaan ini akhirnya selesai. Dalam benakku, aku kan kembali esok.
  • 35. 5. Persuasi Persuasi adalah karangan yang sifatnya memengaruhi, mengajak, dan menganjurkan sesuatu pada orang lain ( pembaca ) untuk berbuat atau bertindak sesuai dengan harapan penulis. Dalam wacana persuasi, terdapat kata ajakan seperti ayoatau mari. • Contoh : Setiap orang normal akan senang pada kebersihan, baik kebersihan lingkungan maupun kebersihan dirinya sendiri. Bahkan bagi umat islam upaya menciptakan kebersihan itu merupakan sebagian dari iman, sehingga orang yang menciptakan kebersihan berarti memperkokoh imanya untuk itulah sebaiknya setiap saat kita harus menjaga dan menciptakan kebersihan agar iman kita semakin tebal. Setiap saat diri kita harus bersih, baik bersih lahir maupun batin. Demikian pula lingkungan kita.Tempat tinggal kita harus bersih, karena selain enak dipandang mata juga dapat menjauhkan diri kita dari bibit penyakit. Oleh karena itu, marilah sama-sama kita ciptakan budaya hidup bersih pada diri kita sendiri dan lingkungan kita.
  • 37. Sebuah paragraf (dari bahasa Yunani paragraphos = menulis di samping/tertulis disamping) adalah satu jenis tulisan yang memiliki suatu tujuan atau ide. Awal paragraf ditandai dengan masuknya ke baris baru lebih kedalam atau biasa disebut alinea. Terkadang baris pertama dimasukkan dan kadang-kadang dimasukkan tanpa memulai baris baru. Dalam beberapa hal awal paragraf telah ditandai oleh pilcrow ( ¶ ). Ciri-ciri paragraf yaitu: • Terdiri dari pikiran, gagasan, atau ide pokok yang dibantu dengan kalimat pendukung beserta kalimat penjelas. • Paragraf non-fiksi biasanya dimulai dengan hal yang umum lalu dijelaskan dan mengarah menuju hal yang lebih spesifik sehingga memunculkan sudut pandang. • Umumnya terdiri dari 3 hingga 7 kalimat yang semuanya tergabung dalam pernyataan berparagraf tunggal.
  • 38. Teknik menulis paragraf berdasarkan beberapa aturan: 1. Memasukkan baris pertama. • Praktik di Amerika secara umum adalah menandakan paragraf baru dengan memasukkan baris pertama (tiga hingga lima spasi), dengan baris kosong antara paragraf,sementara penulisan bisnis menggunakan baris kosong dan tanpa masukan (hal ini biasanya dikenal sebagai "paragraf blok"). Untuk karya tulis masukan dan tanpa baris kosong digunakan. Banyak terbitan buku menggunakan alat untuk memisahkan paragraph lebih jauh ketika ada perubahan adegan atau waktu. 2. Menggantungkan baris pertama. • Sebuah "paragraf gantung" adalah paragraf dimana baris pertama paragraf tidak dimasukkan dan dimana baris selanjutnya dimasukkan. Kerangka paragraf: • Dimulai dengan kalimat topik yang menyatakan gagasan utama paragraf. Memberikan detail pendukung untuk mendukung gagasan utama. Ditutup dengan kalimat penutup yang menyatakan kembali ke gagasan utama. •
  • 39. Kesimpulan Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan, Paragraf atau alinea adalah himpunan dari kalimat-kalimat yang bertalian dalam suatu rangkaian untuk membentuk sebuah gagasan. Paragraf dapat dikatakan efektif apabila memenuhi dua syarat yaitu kesatuan (unity) dan kepaduan bentuk (kohesi). Paragraf memiliki beberapa unsur didalamnya meliputi gagasan utama, kalimat utama, kalimat penjelas, transisi, dan penegas. Menurut letak gagasan utama, jenis paragraf dibagi menjadi tiga yaitu paragraf deduktif, induktif, dan campuran. Paragraf yang baik harus memenuhi syarat kesatuan, kepaduan dan kelengkapan. Pengembangan pragaraf dibagi dua berdasarkan isi dan teknik. Pengembangan berdasarkan isi meliputi perbandingan dan pertentangan, analogi, contoh-contoh, sebab akibat, definisi luas dan klasifikasi, sedangkan pada teknik pengembangan paragraf meliputi teknik secara alamiah, klimaks dan anti klimaks, dan deduktif atau induktif. Implementasi atau penerapan paragraf pada jenis deskripsi, argumentasi, eksposisi, narasi, dan persuasi.