KEBUDAYAAN BATIK INDONESIA
Makalah Ini Disusun Untuk Memenuhi Nilai Semester 107
Mata Kuliah Pendidikan Seni Kerajinan dan Prakarya SD
Dosen: Dra. Edwita, M.Pd
Disusun Oleh:
1. Egha Rhiyanti Putri (1815152641)
2. Erlita Dwi Anindyawu (1815153400)
3. Putri Harsyah Fadillah (1815153191)
4. Regita Aprilia (1815153803)
Kelas: C / 2015
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
November – 2017
i
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat,
karunia, serta taufik dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah tentang
Kebudayaan Batik Indonesia ini dengan baik. Dan juga penulis berterima kasih kepada Ibu
Dra. Edwita M.Pd selaku Dosen mata kuliah Pendidikan Seni Kerajinan dan Prakarya SD
yang telah memberikan tugas ini.
Penulis sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan
serta pengetahuan kita mengenai Kebudayaan Batik Indonesia. Penulis juga menyadari
sepenuhnya bahwa makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab
itu, penulis berharap adanya kritik dan saran yang membangun dari para pembaca.
Sebelumnya penulis mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang
berkenan. Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya.
Jakarta, 17 November 2017
Penulis
ii
DAFTAR ISI
Kata Pengantar............................................................................................................................i
Daftar Isi .....................................................................................................................................ii
BAB I Pendahuluan
A. Latar Belakang...................................................................................................................1
B. Rumusan Masalah ............................................................................................................1
C. Tujuan ..............................................................................................................................2
BAB II Pembahasan
A. Pengertian Batik Indonesia ................................................................................................3
B. Sejarah Batik Indonesia ...................................................................................................4
C. Perkembangan Batik Indonesai .......................................................................................4
D. Motif Batik di Indonesia ..................................................................................................5
1. Jenis – jenis Batik Berdasarkan Corak/ Motifnya .......................................................5
2. Jenis – jenis Batik Berdasarkan Tekniknya .................................................................8
3. Jenis – jenis Batik Berdasarkan Asal Pembuatannya ..................................................9
E. Cara Membuat Batik Tulis ...............................................................................................9
BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan ......................................................................................................................11
B. Saran..................................................................................................................................11
DaftrarPustaka ...........................................................................................................................13
1
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang
merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai haL – hal yang
berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa inggris, kebudayaan disebut culture,
yang berasal dari kata latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan sebagai ”kultur” dalam
bahasa Indonesia.
Definisi Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh
sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya tebentuk dari
banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, pakaian,
dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri
manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis.
Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang - orang yang berbeda budaya dan
menyesuaikan perbedaan - perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.
Budaya juga dapat diartikan sebagai suatu pola hidup menyeluruh , budaya bersifat
kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan prilaku komunikatif.
Unsur - unsur sosio - budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.
Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk
mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku orang
lain
Kebudayaan Indonesia bisa diartikan seluruh ciri khas suatu daerah yang ada sebelum
terbentuknya nasional Indonesia, yang termasuk kebudayaan Indonesia itu adalah seluruh
kebudayaan lokal dari seluruh ragam suku - suku di Indonesia.
B. RUMUSAN MASALAH
Salah satu kebudayaan yang harus dilestarikan di Indonesia adalah batik. Sejak Malaysia
pernah mengklaim bahwa batik berasal dari Malaysia, barulah bangsa Indonesia tersadar dari
mimpinya bahwa batik harus segera dilestarikan kembali keberadaannya. Dan sejak saat itu
banyak motif batik bermunculan kembali bahkan sudah menjadi tren kalau batik merupakan
pakaian khas bangsa Indonesia. Bahkan oleh UNESCO telah ditetapkan bahwa batik sebagai
2
2
Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi sejak 2 Oktober 2009.
Apa itu batik, mengapa batik harus dilestarikan dan bagaimana batik bisa menjadi suatu
kebudayaan yang ada di Indonesia akan dibahas satu persatu dalam makalah ini
C. TUJUAN PENULISAN
Penulisan makalah ini bertujuan untuk menambah pengetahuan tentang kebudayaan,
terutama tentang sejarah batik tradisional Indonesia, mengetahui jenis-jenis batik berdasarkan
gologannya masing-masing dan mengetahui cara pembuatan batik tulis. Serta diharapkan
agar warga indonesia mencintai dan melestarikan kebudayaan batik. Sehingga batik yang ada
diIndonesia terus berkembang dan diakui keberadaannya di seluruh dunia.
3
3
BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN BATIK INDONESIA
Kerajinan batik ini di Indonesia telah dikenal sejak zaman Majapahit dan terus
berkembang hingga kerajaan berikutnya. Meluasnya kesenian batik menjadi milik rakyat
Indonesia dan khususnya suku Jawa ialah setelah akhir abad XVIII atau awal abad XIX.
Batik yang dihasilkan ialah batik tulis sampai awal abad XX dan batik cap dikenal baru
setelah usai Perang Dunia I atau sekitar 1920. Kini batik sudah menjadi bagian pakaian
tradisional Indonesia.
Batik adalah salah satu cara pembuatan bahan kain. Selain itu batik bisa mengacu pada
dua hal. Yang pertama adalah teknik pewarnaan kain dengan menggunakan malam, teknik ini
adalah salah satu bentuk seni kuno yang berguna untuk mencegah pewarnaan sebagian dari
kain. Dalam literature Internasional, teknik ini dikenal sebagai wax-resist dyeing. Pengertian
kedua adalah kain atau busana yang dibuat dengan teknik tersebut, termasuk penggunaan
motif-motif tertentu yang memiliki kekhasan. Batik Indonesia, sebagai keseluruhan teknik,
teknologi, serta pengembangan motif dan budaya yang terkait.
Batik juga termasuk jenis kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi
bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Perempuan-perempuan Jawa di
masa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian,
sehingga di masa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif bagi kaum perempuan.
Semenjak industrialisasi dan globalisasi, yang memperkenalkan teknik otomatisasi, batik
jenis baru muncul, dikenal sebagai “Batik Cap dan Batik Cetak”, yang memungkinkan
masuknya laki-laki ke dalam bidang ini. Pengecualian bagi fenomena ini, yaitu batik pesisir
yang memiliki garis maskulin seperti yang bisa dilihat pada corak “Mega Mendung”, dimana
di beberapa daerah pesisir pekerjaan membatik adalah lazim bagi kaum lelaki. Sementara
batik tradisional yang diproduksi dengan teknik tulisan tangan menggunakan canting dan
malam disebut batik tulis.
Tradisi membatik pada mulanya merupakan tradisi yang turun temurun, sehingga kadang
kala suatu motif dapat dikenal berasal dari batik keluarga tertentu. Beberapa motif batik dapat
menunjukkan status seseorang. Bahkan sampai saat ini, beberapa motif batik tradisonal hanya
dipakai oleh keluarga keraton Yogyakarta dan Surakart
4
4
B. SEJARAH BATIK INDONESIA
Sejarah batik yang tepat tidak dapat dipastikan tetapi artifak batik berusia lebih 2000
tahun pernah ditemui. Dari manapun asalnya, hasil seni ini telah menjadi warisan peradaban
dunia. Jenis corak batik tradisional tergolong amat banyak, namun corak dan variasinya
sesuai dengan filosofi dan budaya masingmasing daerah yang amat beragam. Khas budaya
Bangsa Indonesia yang demikian kaya telah mendorong lahirnya berbagai corak dan jenis
batik tradisional dengan ciri kekhususannya sendiri.
Pemakaian batik dalam busana tradisi mempunyai sejarah yang lama berlangsung dari
zaman awal tamadun Melayu. Dipakai oleh semua golongan, dari raja ke bangsawan sampai
rakyat jelata, batik menzahirkan dirinya sebagai seni asli yang praktikal dan popular. Dalam
tradisi penulisan kain cindai misalnya disebut dalam banyak hikayat-hikayat silam. Batik
menjadi hadiah perpisahan dan perlambangan cinta dalam hikayat Malim Demam dan
dijadikan tanda penganugerahan derajat dalam Hikayat Hang Tua.
C. PERKEMBANGAN BATIK INDONESIA
Sejarah pembatikan di Indonesia berkaitan dengan perkembangan kerajaan majapahit
dan kerajaan sesudahnya. Dalam beberapa catatan, pengembangan batik banyak dilakukan
pada masa-masa kerajaan Mataram, kemudian pada masa kerajaan Solo dan Yogyakarta.
Kesenian batik merupakan kesenian gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah
satu kebudayaan keluarga raja-raja Indonesia zaman dahulu. Awalnya batik dikerjakan hanya
terbatas dalam kraton saja dan hasilnya untuk pakaian raja dan keluarga serta para
pengikutnya. Oleh karena banyak dari pengikut raja yang tinggal di luar kraton, maka
kesenian batik ini dibawah oleh mereka keluar kraton dan dikerjakan ditempatnya masing-
masing.
Dalam perkembangannya lambat laun kesenian batik ini ditiru oleh rakyat terdekat dan
selanjutnya meluas menjadi pekerjaan kaum wanita dalam rumah tangganya untuk mengisi
waktu senggang. Selanjutnya, batik yang tadinya hanya pakaian keluarga istana, kemudian
menjadi pakaian rakyat yang digemari, baik wanita maupun pria. Bahan kain putih yang
dipergunakan waktu itu adalah hasil tenunan sendiri. Sedangkan bahan-bahan pewarna yang
dipakai terdiri dari tumbu-tumbuhan asli Indonesia yang dibuat sendiri antara lain : pohon
mengkudu, soga, nila, dan bahan sodanya dibuat dari soda abu, serta garamnya dibuat dari
tanah lumpur.
Jadi kerajinan batik di Indonesia telah dikenal sejak zaman kerajaan Majapahit dan terus
berkembang hingga kerajaan berikutnya. Adapun mulai meluasnya kesenian batik ini menjadi
5
5
milik rakyat Indonesia dan khususnya suku Jawa ialah setelah akhir abad ke-XVIII atau awal
abad ke-XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad ke-XX dan
batik cap dikenal baru setelah usai perang dunia kesatu atau sekitar tahun 1920. Kini batik
sudah menjadi bagian pakaian tradisional Indonesia.
D. MOTIF BATIK DI INDONESIA
Ragam corak dan warna Batik dipengaruhi oleh berbagai pengaruh asing. Awalnya, batik
memiliki ragam corak dan warna yang terbatas, dan beberapa corak hanya boleh di pakai oleh
kalangan tertentu. Namun batik pesisir menyerap berbagai pengaruh luar, seperti para
pedagang asing dan juga para penjajah. Warna-warna cerah seperti merah dipopulerkan oleh
Tionghoa, yang juga mempopulerkan corak phoenix. Batik tradisional tetap mempertahankan
coraknya, dan masih dipakai dalam upacara-upacara adat, karena biasanya masing-masing
corak memiliki perlambangan masing-masing.
1. Jenis-jenis Batik Berdasarkan Corak / Motifnya yang ada di Indonesia sampai saat ini
adalah sebagai berikut:
a) Batik Pekalongan
Batik Pekalongan termasuk batik pesisir yang paling kaya akan warna. Sebagaimana ciri
khas batik pesisir, ragam hiasnya biasanya bersifat naturalis. Jika dibandingkan dengan batik
pesisir lainnya Batik Pekalongan ini sangat dipengaruhi pendatang keturunan China dan
Belanda. Motif Batik Pekalongan sangant bebas, dan menarik, meskipun sering kali
dimodifikasi dengan variasi warna yang atraktif. Tak jarang pada sehelai kain batik dijumpai
hingga 8 warna yang berani, dan kombinasi yang dinamis.
(Gambar. 1: Batik Pekalongan Motif Semen)
b) Batik Mega Mending
Salah satu motif yang paling terkenal dari daerah Cirebon adalah batik Mega Mendung
atau Awan-awanan. Pada motif ini dapat dilihat baik dalam bentuk maupun warnanya
bergaya selera cina.
6
6
Motif Mega Mendung melambangkan pembawa hujan yang di nanti-natikan sebagai
pembawa kesuburan, dan pemberi kehidupan. Motif ini didominasi dengan warna biru, mulai
biru muda hingga biru tua. Warna biru tua menggambarkan awan gelap yang mengandung air
hujan, pemberi kehidupan, sedangkan warna biru muda melambangkan semakin cerahnya
kehidupan.
(Gambar. 2: Batik Mega Mendung Cirebon)
c) Batik Motif Truntum
Boleh dibilang motif Truntum merupakan simbol dari cinta yang bersemi kembali.
Menurut kisahnya, motif ini diciptakan oleh seorang Ratu Keraton Yogyakarta. Sang Ratu
yang selama ini dicintai dan dimanja oleh Raja, merasa dilupakan oleh Raja yang telah
mempunyai kekasih baru. Untuk mengisi waktu dan menghilangkan kesedihan, Ratu pun
mulai membatik. Secara tidak sadar ratu membuat motif berbentuk bintang-bintang di langit
yang kelam, yang selama ini menemaninya dalam kesendirian. Ketekunan Ratu dalam
membatik menarik perhatian Raja yang kemudian mulai mendekati Ratu untuk melihat
pembatikannya. Sejak itu Raja selalu memantau perkembangan pembatikan Sang Ratu,
sedikit demi sedikit kasih sayang Raja terhadap Ratu tumbuh kembali. Berkat motif ini cinta
raja bersemi kembali atau tum-tum kembali, sehingga motif ini diberi nama Truntum, sebagai
lambang cinta Raja yang bersemi kembali.
(Gambar. 3: Motif Batik Truntum Yogyakarta)
7
7
d) Batik Jlamprang
Motif – motif Jlamprang atau di Yogyakarta dengan nama Nitik adalah salah satu batik
yang cukup popular diproduksi di daerah Krapyak Pekalongan. Batik ini merupakan
pengembangan dari motif kain Potola dari India yang berbentuk geometris kadang berbentuk
bintang atau mata angin dan menggunakan ranting yang ujungnya berbentuk segi empat.
Batik Jlamprang ini diabadikan menjadi salah satu jalan di Pekalongan.
(Gambar. 4: Batik Jlamprang)
e) Batik Pengantin
Motif Sido-Mukti biasanya dipakai oleh pengantin pria dan wanita pada acara
perkawinan, dinamakan juga sebagai Sawitan (sepasang). Sido berarti terus menerus atau
menjadi dan mukti berarti hidup dalam berkecukupan dan kebahagiaan. jadi dapat
disimpulkan motif ini melambangka harapan akan masa depan yang baik, penuh kebahagiaan
unuk kedua mempelai. Selain Sido Mukti terdapat pula motif Sido Asih yang maknanya
hidup dalam kasih sayang. Masih ada lagi motif Sido Mulyo yang berarti hidup dalam
kemuliana dan Sido Luhur yang berarti dalam hidup selalu berbudi luhur.
(Gambar. 5: Batik Pengantin Motif Sido-Mukti)
f) Batik Tiga Negeri
Motif Batik Tiga Negeri merupakan gabungan batik khas Lasem, Pekalongan dan Solo,
pada jaman kolonial wilayah memiliki otonomi sendiri dan disebut negeri. Mungkin kalau
hanya perpaduan motifnya yang khas masing-masing daerah masih wajar dan biasa, tetapi
yang membuat batik ini memiliki nilai seni tinggi adalah prosesnya. Konon menurut para
8
8
pembatik, air disetiap daerah memiliki pengaruh besar terhadap pewarnaan, dan ini masuk
akal karena kandungan mineral air tanah berbeda menurut letak geografisnya. Maka dibuatlah
batik ini di masing-masing daerah.
(Gambar. 6: Batik Tiga Negeri)
g) Batik Pagi Sore
Desain batik pagi sore mulai ada pada jaman penjajahan Jepang. Pada waktu itu karena
sulitnya hidup, untuk penghematan, pembatik membuat kain batik pagi sore. Satu kain batik
dibuat dengan dua desain motif yang berbeda. Sehingga jika pada pagi hari kita
menggunakan sisi motif yang satu, maka sore harinya kita dapat mengenakan motif yg
berbeda dari sisi kain yang lainnya, jadi terkesan kita memakai 2 kain yang berbeda padahal
hanya 1 lembar kain
(Gambar. 7: Batik Pagi Sore)
2. Jenis-jenis Batik Berdasarkan Tekniknya adalah sebagai berikut :
a) Batik Tulis adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik menggunakan
tangan. Pembuatan batik jenis ini memakan waktu kurang lebih 2-3 bulan
b) Batik Cap adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik yang dibentuk dengan
cap ( biasanya terbuat dari tembaga). Proses pembuatan batik jenis ini membutuhkan
waktu kurang lebih 2-3 hari.
c) Batik Lukis adalah proses pembuatan batik dengan cara langsung melukis pada kain
putih.
9
9
3. Jenis-jenis Batik Berdasarkan Asal Pembuatannya adalah sebagai baerikut:
a) Batik Jawa
Batik Jawa adalah sebuah warisan kesenian budaya orang Indonesia, khususnya daerah
Jawa yang dikuasai orang Jawa dari turun temurun. Batik Jawa mempunyai motif-motif
yang berbeda-beda. Perbedaan motif ini biasa terjadi dikarnakan motif-motif itu
mempunyai makna, maksudnya bukan hanya sebuah gambar akan tetapi mengandung
makna yang mereka dapat dari leluhur mereka, yaitu penganut agama animisme,
dinamisme atau Hindu dan Buddha. Batik jawa banyak berkembang di daerah Solo atau
yang biasa disebut dengan batik Solo.
E. CARA MEMBUAT BATIK TULIS
Mari bersama kita melestarikan budaya batik dan kesenian Bangsa dengan mengetahui
cara pembuatan batik tulis. Alat dan bahan yang harus disiapkan adalah sebagai berikut:
1. Kain mori (bisa terbuat dari sutra atau katun)
2. Canting sebagai alat pembentuk motif
3. Gawangan (tempat untuk menyampirkan kain)
4. Lilin (malam) yang dicairkan
5. Panci dan kompor kecil untuk memanaskan
6. Larutan pewarna
Adapun tahap – tahap pembuatan batik tulis:
1. Langkah pertama adalah membuat desain batik yang biasa disebut molani. Dalam
penentuan motif, biasanya tiap orang memiliki selera berbeda-beda. Ada yang lebih suka
untuk membuat motif sendiri, namun yang lain lebih memilih untuk mengikuti motif-
motif umum yang telah ada. Motif yang kerap dipakai di Indonesia sendiri adalah batik
yang terbagi menjadi 2 : batik klasik, yang banyak bermain dengan simbol-simbol, dan
batik pesisiran dengan ciri khas natural seperti gambar bunga dan kupu-kupu. Membuat
design atau motif ini dapat menggunakan pensil..
2. Setelah selesai melakukan molani, langkah kedua adalah melukis dengan (lilin) malam
menggunakan canting (dikandangi/dicantangi) dengan mengikuti pola tersebut.
3. Tahap selanjutnya, menutupi dengan lilin malam bagian-bagian yang akan tetap
berwarna putih (tidak berwarna). Canting untuk bagian halus, atau kuas untuk bagian
berukuran besar. Tujuannya adalah supaya saat pencelupan bahan kedalam larutan
pewarna, bagian yang diberi lapisan lilin tidak terkena.
10
10
4. Tahap berikutnya, proses pewarnaan pertama pada bagian yang tidak tertutup oleh lilin
dengan mencelupkan kain tersebut pada warna tertentu.
5. Setelah dicelupkan, kain tersebut di jemur dan dikeringkan.
6. Setelah kering, kembali melakukan proses pembatikan yaitu melukis dengan lilin malam
menggunakan canting untuk menutup bagian yang akan tetap dipertahankan pada
pewarnaan yang pertama.
7. Kemudian, dilanjutkan dengan proses pencelupan warna yang kedua.
8. Proses berikutnya, menghilangkan lilin malam dari kain tersebut dengan cara meletakkan
kain tersebut dengan air panas diatas tungku.
9. Setelah kain bersih dari lilin dan kering, dapat dilakukan kembali proses pembatikan
dengan penutupan lilin (menggunakan alat canting)untuk menahan warna pertama dan
kedua.
10. Proses membuka dan menutup lilin malam dapat dilakukan berulangkali sesuai dengan
banyaknya warna dan kompleksitas motif yang diinginkan.
11. Proses selanjutnya adalah nglorot, dimana kain yang telah berubah warna direbus air
panas. Tujuannya adalah untuk menghilangkan lapisan lilin, sehingga motif yang telah
digambar sebelumnya terlihat jelas.
12. Proses terakhir adalah mencuci kain batik tersebut dan kemudian mengeringkannya
dengan menjemurnya sebelum dapat digunakan dan dipakai.
11
11
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Kesimpulan yang bisa kita ambil dari banyak kasus klaim kebudayaan Indonesia dan
penghargaan dari UNESCO adalah bahwa bangsa yang dihargai adalah bangsa yang
memelihara budayanya, bukan sebagai yang menciptakan pertama kalinya.
Akhirnya dunia mengakui batik merupakan salah satu warisan umat manusia yang
dihasilkan oleh bangsa Indonesia. Pengakuan serta penghargaan itu akan disampaikan secara
resmi oleh United Nations Educational, Scientific, and Culture Organization (UNESCO).
Pengakuan dilakukan pada 28 September 2009 dan penghargaan resmi pada hari ini (2
Oktober) di Abu Dhabi.
Pengakuan UNESCO itu diberikan terutama karena penilaian terhadap keragaman motif
batik yang penuh makna filosofi mendalam. Penghargaan itu juga diberikan karena
pemerintah dan rakyat Indonesia juga dinilai telah melakukan berbagai langkah nyata untuk
melindungi dan melestarikan warisan budaya itu secara turun-menurun.
Setelah proses pengakuan ini apa yang harus dilakukan oleh masyarakat dan bangsa
Indonesia selaku pemilik sah batik? Apakah akan membiarkannya begitu saja? Ada banyak
cara yang bisa kita lakukan sekaligus mempromosikan batik secara kontinyu, dengan
memakai batik sebagai busana kita sehari-hari. Disamping untuk menghidupkan industri
batik secara tidak langsung, kita ikut menjaga kebudayaan Indonesia.
B. SARAN
Agar warna batik berbahan sutra dan serat tidak cepat pudar, awet dan tetap tampak
indah. Mencuci kain batik dengan menggunakan shampo rambut. Sebelumnya, larutkan dulu
shampo hingga tak ada lagi bagian yang mengental. Setelah itu baru kain batik dicelupkan.
Anda juga bisa menggunakan sabun pencuci khusus untuk kain batik yang dijual di
pasaran. Pada saat mencuci batik jangan digosok. Jangan pakai deterjen. Kalau batik tidak
kotor cukup dicuci dengan air hangat. Sedangkan, kalau kotor, misalnya terkena noda
makanan, bisa dihilangkan dengan sabun mandi atau bila kotor sekali, seperti terkena
buangan knalpot, noda bisa dihilangkan dengan kulit jeruk dengan mengusapkan sabun atau
kulit jeruk pada bagian yang kotor.
Sebaiknya Anda juga tidak menjemur kain batik di bawah sinar matahari langsung
(tempat teduh). Kain batik jangan dicuci dengan menggunakan mesin cuci. Tak perlu
12
12
memeras kain batik sebelum menjemurnya. Namun, pada saat menjemur, bagian tepi kain
agak ditarik pelan-pelan supaya serat yang terlipat kembali seperti semula.
Sebaiknya hindari penyeterikaan. Kalaupun terlalu kusut, semprotkan air di atas kain
kemudian letakkan sebuah alas kain di bagian atas batik itu baru diseterika. Jadi, yang
diseterika adalah kain lain yang ditaruh di atas kain batik.
Disarankan untuk menyimpan batik dalam plastik agar tidak dimakan ngengat. Jangan
diberi kapur barus, karena zat padat ini terlalu keras sehingga bisa merusak batik. Sebaiknya,
almari tempat menyimpan batik diberi merica yang dibungkus dengan tisu untuk mengusir
ngengat. Alternatif lain menggunakan akar wangi yang sebelumnya dicelup dulu ke dalam air
panas, kemudian dijemur, lalu dicelup sekali lagi ke dalam air panas dan dijemur. Setelah
akar wangi kering, baru digunakan.
Anda sebaiknya juga tidak menyemprotkan parfum atau minyak wangi langsung ke kain
atau pakaian berbahan batik sutera berpewarna alami.
Bila Anda ingin memberi pewangi dan pelembut kain pada batik tulis, jangan
disemprotkan langsung pada kainnya. Sebelumnya, tutupi dulu kain dengan koran, baru
semprotkan cairan pewangi dan pelembut kain.
13
13
DAFTAR PUSTAKA
Buku:
Deddy Mulyana dan Jalaluddin Rakhmat. Komunikasi Antarbudaya:Panduan
Berkomunikasi dengan Orang-Orang Berbeda Budaya. 2006. Bandung:Remaja Rosdakarya.
Internet:
https://spensabayalibrary.files.wordpress.com/2016/05/makalah-kebudayaan-batik-
indonesia1.pdf. Diakses pada: 17 November 2017, pukul: 20:34
www.google.com

Makalah Kebudayaan Batik Indonesia

  • 1.
    KEBUDAYAAN BATIK INDONESIA MakalahIni Disusun Untuk Memenuhi Nilai Semester 107 Mata Kuliah Pendidikan Seni Kerajinan dan Prakarya SD Dosen: Dra. Edwita, M.Pd Disusun Oleh: 1. Egha Rhiyanti Putri (1815152641) 2. Erlita Dwi Anindyawu (1815153400) 3. Putri Harsyah Fadillah (1815153191) 4. Regita Aprilia (1815153803) Kelas: C / 2015 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA November – 2017
  • 2.
    i KATA PENGANTAR Puji syukurpenulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah tentang Kebudayaan Batik Indonesia ini dengan baik. Dan juga penulis berterima kasih kepada Ibu Dra. Edwita M.Pd selaku Dosen mata kuliah Pendidikan Seni Kerajinan dan Prakarya SD yang telah memberikan tugas ini. Penulis sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai Kebudayaan Batik Indonesia. Penulis juga menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, penulis berharap adanya kritik dan saran yang membangun dari para pembaca. Sebelumnya penulis mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan. Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Jakarta, 17 November 2017 Penulis
  • 3.
    ii DAFTAR ISI Kata Pengantar............................................................................................................................i DaftarIsi .....................................................................................................................................ii BAB I Pendahuluan A. Latar Belakang...................................................................................................................1 B. Rumusan Masalah ............................................................................................................1 C. Tujuan ..............................................................................................................................2 BAB II Pembahasan A. Pengertian Batik Indonesia ................................................................................................3 B. Sejarah Batik Indonesia ...................................................................................................4 C. Perkembangan Batik Indonesai .......................................................................................4 D. Motif Batik di Indonesia ..................................................................................................5 1. Jenis – jenis Batik Berdasarkan Corak/ Motifnya .......................................................5 2. Jenis – jenis Batik Berdasarkan Tekniknya .................................................................8 3. Jenis – jenis Batik Berdasarkan Asal Pembuatannya ..................................................9 E. Cara Membuat Batik Tulis ...............................................................................................9 BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan ......................................................................................................................11 B. Saran..................................................................................................................................11 DaftrarPustaka ...........................................................................................................................13
  • 4.
    1 1 BAB I PENDAHULUAN A. LATARBELAKANG Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai haL – hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan sebagai ”kultur” dalam bahasa Indonesia. Definisi Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya tebentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, pakaian, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang - orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan - perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari. Budaya juga dapat diartikan sebagai suatu pola hidup menyeluruh , budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan prilaku komunikatif. Unsur - unsur sosio - budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia. Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku orang lain Kebudayaan Indonesia bisa diartikan seluruh ciri khas suatu daerah yang ada sebelum terbentuknya nasional Indonesia, yang termasuk kebudayaan Indonesia itu adalah seluruh kebudayaan lokal dari seluruh ragam suku - suku di Indonesia. B. RUMUSAN MASALAH Salah satu kebudayaan yang harus dilestarikan di Indonesia adalah batik. Sejak Malaysia pernah mengklaim bahwa batik berasal dari Malaysia, barulah bangsa Indonesia tersadar dari mimpinya bahwa batik harus segera dilestarikan kembali keberadaannya. Dan sejak saat itu banyak motif batik bermunculan kembali bahkan sudah menjadi tren kalau batik merupakan pakaian khas bangsa Indonesia. Bahkan oleh UNESCO telah ditetapkan bahwa batik sebagai
  • 5.
    2 2 Warisan Kemanusiaan untukBudaya Lisan dan Nonbendawi sejak 2 Oktober 2009. Apa itu batik, mengapa batik harus dilestarikan dan bagaimana batik bisa menjadi suatu kebudayaan yang ada di Indonesia akan dibahas satu persatu dalam makalah ini C. TUJUAN PENULISAN Penulisan makalah ini bertujuan untuk menambah pengetahuan tentang kebudayaan, terutama tentang sejarah batik tradisional Indonesia, mengetahui jenis-jenis batik berdasarkan gologannya masing-masing dan mengetahui cara pembuatan batik tulis. Serta diharapkan agar warga indonesia mencintai dan melestarikan kebudayaan batik. Sehingga batik yang ada diIndonesia terus berkembang dan diakui keberadaannya di seluruh dunia.
  • 6.
    3 3 BAB II PEMBAHASAN A. PENGERTIANBATIK INDONESIA Kerajinan batik ini di Indonesia telah dikenal sejak zaman Majapahit dan terus berkembang hingga kerajaan berikutnya. Meluasnya kesenian batik menjadi milik rakyat Indonesia dan khususnya suku Jawa ialah setelah akhir abad XVIII atau awal abad XIX. Batik yang dihasilkan ialah batik tulis sampai awal abad XX dan batik cap dikenal baru setelah usai Perang Dunia I atau sekitar 1920. Kini batik sudah menjadi bagian pakaian tradisional Indonesia. Batik adalah salah satu cara pembuatan bahan kain. Selain itu batik bisa mengacu pada dua hal. Yang pertama adalah teknik pewarnaan kain dengan menggunakan malam, teknik ini adalah salah satu bentuk seni kuno yang berguna untuk mencegah pewarnaan sebagian dari kain. Dalam literature Internasional, teknik ini dikenal sebagai wax-resist dyeing. Pengertian kedua adalah kain atau busana yang dibuat dengan teknik tersebut, termasuk penggunaan motif-motif tertentu yang memiliki kekhasan. Batik Indonesia, sebagai keseluruhan teknik, teknologi, serta pengembangan motif dan budaya yang terkait. Batik juga termasuk jenis kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Perempuan-perempuan Jawa di masa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian, sehingga di masa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif bagi kaum perempuan. Semenjak industrialisasi dan globalisasi, yang memperkenalkan teknik otomatisasi, batik jenis baru muncul, dikenal sebagai “Batik Cap dan Batik Cetak”, yang memungkinkan masuknya laki-laki ke dalam bidang ini. Pengecualian bagi fenomena ini, yaitu batik pesisir yang memiliki garis maskulin seperti yang bisa dilihat pada corak “Mega Mendung”, dimana di beberapa daerah pesisir pekerjaan membatik adalah lazim bagi kaum lelaki. Sementara batik tradisional yang diproduksi dengan teknik tulisan tangan menggunakan canting dan malam disebut batik tulis. Tradisi membatik pada mulanya merupakan tradisi yang turun temurun, sehingga kadang kala suatu motif dapat dikenal berasal dari batik keluarga tertentu. Beberapa motif batik dapat menunjukkan status seseorang. Bahkan sampai saat ini, beberapa motif batik tradisonal hanya dipakai oleh keluarga keraton Yogyakarta dan Surakart
  • 7.
    4 4 B. SEJARAH BATIKINDONESIA Sejarah batik yang tepat tidak dapat dipastikan tetapi artifak batik berusia lebih 2000 tahun pernah ditemui. Dari manapun asalnya, hasil seni ini telah menjadi warisan peradaban dunia. Jenis corak batik tradisional tergolong amat banyak, namun corak dan variasinya sesuai dengan filosofi dan budaya masingmasing daerah yang amat beragam. Khas budaya Bangsa Indonesia yang demikian kaya telah mendorong lahirnya berbagai corak dan jenis batik tradisional dengan ciri kekhususannya sendiri. Pemakaian batik dalam busana tradisi mempunyai sejarah yang lama berlangsung dari zaman awal tamadun Melayu. Dipakai oleh semua golongan, dari raja ke bangsawan sampai rakyat jelata, batik menzahirkan dirinya sebagai seni asli yang praktikal dan popular. Dalam tradisi penulisan kain cindai misalnya disebut dalam banyak hikayat-hikayat silam. Batik menjadi hadiah perpisahan dan perlambangan cinta dalam hikayat Malim Demam dan dijadikan tanda penganugerahan derajat dalam Hikayat Hang Tua. C. PERKEMBANGAN BATIK INDONESIA Sejarah pembatikan di Indonesia berkaitan dengan perkembangan kerajaan majapahit dan kerajaan sesudahnya. Dalam beberapa catatan, pengembangan batik banyak dilakukan pada masa-masa kerajaan Mataram, kemudian pada masa kerajaan Solo dan Yogyakarta. Kesenian batik merupakan kesenian gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluarga raja-raja Indonesia zaman dahulu. Awalnya batik dikerjakan hanya terbatas dalam kraton saja dan hasilnya untuk pakaian raja dan keluarga serta para pengikutnya. Oleh karena banyak dari pengikut raja yang tinggal di luar kraton, maka kesenian batik ini dibawah oleh mereka keluar kraton dan dikerjakan ditempatnya masing- masing. Dalam perkembangannya lambat laun kesenian batik ini ditiru oleh rakyat terdekat dan selanjutnya meluas menjadi pekerjaan kaum wanita dalam rumah tangganya untuk mengisi waktu senggang. Selanjutnya, batik yang tadinya hanya pakaian keluarga istana, kemudian menjadi pakaian rakyat yang digemari, baik wanita maupun pria. Bahan kain putih yang dipergunakan waktu itu adalah hasil tenunan sendiri. Sedangkan bahan-bahan pewarna yang dipakai terdiri dari tumbu-tumbuhan asli Indonesia yang dibuat sendiri antara lain : pohon mengkudu, soga, nila, dan bahan sodanya dibuat dari soda abu, serta garamnya dibuat dari tanah lumpur. Jadi kerajinan batik di Indonesia telah dikenal sejak zaman kerajaan Majapahit dan terus berkembang hingga kerajaan berikutnya. Adapun mulai meluasnya kesenian batik ini menjadi
  • 8.
    5 5 milik rakyat Indonesiadan khususnya suku Jawa ialah setelah akhir abad ke-XVIII atau awal abad ke-XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad ke-XX dan batik cap dikenal baru setelah usai perang dunia kesatu atau sekitar tahun 1920. Kini batik sudah menjadi bagian pakaian tradisional Indonesia. D. MOTIF BATIK DI INDONESIA Ragam corak dan warna Batik dipengaruhi oleh berbagai pengaruh asing. Awalnya, batik memiliki ragam corak dan warna yang terbatas, dan beberapa corak hanya boleh di pakai oleh kalangan tertentu. Namun batik pesisir menyerap berbagai pengaruh luar, seperti para pedagang asing dan juga para penjajah. Warna-warna cerah seperti merah dipopulerkan oleh Tionghoa, yang juga mempopulerkan corak phoenix. Batik tradisional tetap mempertahankan coraknya, dan masih dipakai dalam upacara-upacara adat, karena biasanya masing-masing corak memiliki perlambangan masing-masing. 1. Jenis-jenis Batik Berdasarkan Corak / Motifnya yang ada di Indonesia sampai saat ini adalah sebagai berikut: a) Batik Pekalongan Batik Pekalongan termasuk batik pesisir yang paling kaya akan warna. Sebagaimana ciri khas batik pesisir, ragam hiasnya biasanya bersifat naturalis. Jika dibandingkan dengan batik pesisir lainnya Batik Pekalongan ini sangat dipengaruhi pendatang keturunan China dan Belanda. Motif Batik Pekalongan sangant bebas, dan menarik, meskipun sering kali dimodifikasi dengan variasi warna yang atraktif. Tak jarang pada sehelai kain batik dijumpai hingga 8 warna yang berani, dan kombinasi yang dinamis. (Gambar. 1: Batik Pekalongan Motif Semen) b) Batik Mega Mending Salah satu motif yang paling terkenal dari daerah Cirebon adalah batik Mega Mendung atau Awan-awanan. Pada motif ini dapat dilihat baik dalam bentuk maupun warnanya bergaya selera cina.
  • 9.
    6 6 Motif Mega Mendungmelambangkan pembawa hujan yang di nanti-natikan sebagai pembawa kesuburan, dan pemberi kehidupan. Motif ini didominasi dengan warna biru, mulai biru muda hingga biru tua. Warna biru tua menggambarkan awan gelap yang mengandung air hujan, pemberi kehidupan, sedangkan warna biru muda melambangkan semakin cerahnya kehidupan. (Gambar. 2: Batik Mega Mendung Cirebon) c) Batik Motif Truntum Boleh dibilang motif Truntum merupakan simbol dari cinta yang bersemi kembali. Menurut kisahnya, motif ini diciptakan oleh seorang Ratu Keraton Yogyakarta. Sang Ratu yang selama ini dicintai dan dimanja oleh Raja, merasa dilupakan oleh Raja yang telah mempunyai kekasih baru. Untuk mengisi waktu dan menghilangkan kesedihan, Ratu pun mulai membatik. Secara tidak sadar ratu membuat motif berbentuk bintang-bintang di langit yang kelam, yang selama ini menemaninya dalam kesendirian. Ketekunan Ratu dalam membatik menarik perhatian Raja yang kemudian mulai mendekati Ratu untuk melihat pembatikannya. Sejak itu Raja selalu memantau perkembangan pembatikan Sang Ratu, sedikit demi sedikit kasih sayang Raja terhadap Ratu tumbuh kembali. Berkat motif ini cinta raja bersemi kembali atau tum-tum kembali, sehingga motif ini diberi nama Truntum, sebagai lambang cinta Raja yang bersemi kembali. (Gambar. 3: Motif Batik Truntum Yogyakarta)
  • 10.
    7 7 d) Batik Jlamprang Motif– motif Jlamprang atau di Yogyakarta dengan nama Nitik adalah salah satu batik yang cukup popular diproduksi di daerah Krapyak Pekalongan. Batik ini merupakan pengembangan dari motif kain Potola dari India yang berbentuk geometris kadang berbentuk bintang atau mata angin dan menggunakan ranting yang ujungnya berbentuk segi empat. Batik Jlamprang ini diabadikan menjadi salah satu jalan di Pekalongan. (Gambar. 4: Batik Jlamprang) e) Batik Pengantin Motif Sido-Mukti biasanya dipakai oleh pengantin pria dan wanita pada acara perkawinan, dinamakan juga sebagai Sawitan (sepasang). Sido berarti terus menerus atau menjadi dan mukti berarti hidup dalam berkecukupan dan kebahagiaan. jadi dapat disimpulkan motif ini melambangka harapan akan masa depan yang baik, penuh kebahagiaan unuk kedua mempelai. Selain Sido Mukti terdapat pula motif Sido Asih yang maknanya hidup dalam kasih sayang. Masih ada lagi motif Sido Mulyo yang berarti hidup dalam kemuliana dan Sido Luhur yang berarti dalam hidup selalu berbudi luhur. (Gambar. 5: Batik Pengantin Motif Sido-Mukti) f) Batik Tiga Negeri Motif Batik Tiga Negeri merupakan gabungan batik khas Lasem, Pekalongan dan Solo, pada jaman kolonial wilayah memiliki otonomi sendiri dan disebut negeri. Mungkin kalau hanya perpaduan motifnya yang khas masing-masing daerah masih wajar dan biasa, tetapi yang membuat batik ini memiliki nilai seni tinggi adalah prosesnya. Konon menurut para
  • 11.
    8 8 pembatik, air disetiapdaerah memiliki pengaruh besar terhadap pewarnaan, dan ini masuk akal karena kandungan mineral air tanah berbeda menurut letak geografisnya. Maka dibuatlah batik ini di masing-masing daerah. (Gambar. 6: Batik Tiga Negeri) g) Batik Pagi Sore Desain batik pagi sore mulai ada pada jaman penjajahan Jepang. Pada waktu itu karena sulitnya hidup, untuk penghematan, pembatik membuat kain batik pagi sore. Satu kain batik dibuat dengan dua desain motif yang berbeda. Sehingga jika pada pagi hari kita menggunakan sisi motif yang satu, maka sore harinya kita dapat mengenakan motif yg berbeda dari sisi kain yang lainnya, jadi terkesan kita memakai 2 kain yang berbeda padahal hanya 1 lembar kain (Gambar. 7: Batik Pagi Sore) 2. Jenis-jenis Batik Berdasarkan Tekniknya adalah sebagai berikut : a) Batik Tulis adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik menggunakan tangan. Pembuatan batik jenis ini memakan waktu kurang lebih 2-3 bulan b) Batik Cap adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik yang dibentuk dengan cap ( biasanya terbuat dari tembaga). Proses pembuatan batik jenis ini membutuhkan waktu kurang lebih 2-3 hari. c) Batik Lukis adalah proses pembuatan batik dengan cara langsung melukis pada kain putih.
  • 12.
    9 9 3. Jenis-jenis BatikBerdasarkan Asal Pembuatannya adalah sebagai baerikut: a) Batik Jawa Batik Jawa adalah sebuah warisan kesenian budaya orang Indonesia, khususnya daerah Jawa yang dikuasai orang Jawa dari turun temurun. Batik Jawa mempunyai motif-motif yang berbeda-beda. Perbedaan motif ini biasa terjadi dikarnakan motif-motif itu mempunyai makna, maksudnya bukan hanya sebuah gambar akan tetapi mengandung makna yang mereka dapat dari leluhur mereka, yaitu penganut agama animisme, dinamisme atau Hindu dan Buddha. Batik jawa banyak berkembang di daerah Solo atau yang biasa disebut dengan batik Solo. E. CARA MEMBUAT BATIK TULIS Mari bersama kita melestarikan budaya batik dan kesenian Bangsa dengan mengetahui cara pembuatan batik tulis. Alat dan bahan yang harus disiapkan adalah sebagai berikut: 1. Kain mori (bisa terbuat dari sutra atau katun) 2. Canting sebagai alat pembentuk motif 3. Gawangan (tempat untuk menyampirkan kain) 4. Lilin (malam) yang dicairkan 5. Panci dan kompor kecil untuk memanaskan 6. Larutan pewarna Adapun tahap – tahap pembuatan batik tulis: 1. Langkah pertama adalah membuat desain batik yang biasa disebut molani. Dalam penentuan motif, biasanya tiap orang memiliki selera berbeda-beda. Ada yang lebih suka untuk membuat motif sendiri, namun yang lain lebih memilih untuk mengikuti motif- motif umum yang telah ada. Motif yang kerap dipakai di Indonesia sendiri adalah batik yang terbagi menjadi 2 : batik klasik, yang banyak bermain dengan simbol-simbol, dan batik pesisiran dengan ciri khas natural seperti gambar bunga dan kupu-kupu. Membuat design atau motif ini dapat menggunakan pensil.. 2. Setelah selesai melakukan molani, langkah kedua adalah melukis dengan (lilin) malam menggunakan canting (dikandangi/dicantangi) dengan mengikuti pola tersebut. 3. Tahap selanjutnya, menutupi dengan lilin malam bagian-bagian yang akan tetap berwarna putih (tidak berwarna). Canting untuk bagian halus, atau kuas untuk bagian berukuran besar. Tujuannya adalah supaya saat pencelupan bahan kedalam larutan pewarna, bagian yang diberi lapisan lilin tidak terkena.
  • 13.
    10 10 4. Tahap berikutnya,proses pewarnaan pertama pada bagian yang tidak tertutup oleh lilin dengan mencelupkan kain tersebut pada warna tertentu. 5. Setelah dicelupkan, kain tersebut di jemur dan dikeringkan. 6. Setelah kering, kembali melakukan proses pembatikan yaitu melukis dengan lilin malam menggunakan canting untuk menutup bagian yang akan tetap dipertahankan pada pewarnaan yang pertama. 7. Kemudian, dilanjutkan dengan proses pencelupan warna yang kedua. 8. Proses berikutnya, menghilangkan lilin malam dari kain tersebut dengan cara meletakkan kain tersebut dengan air panas diatas tungku. 9. Setelah kain bersih dari lilin dan kering, dapat dilakukan kembali proses pembatikan dengan penutupan lilin (menggunakan alat canting)untuk menahan warna pertama dan kedua. 10. Proses membuka dan menutup lilin malam dapat dilakukan berulangkali sesuai dengan banyaknya warna dan kompleksitas motif yang diinginkan. 11. Proses selanjutnya adalah nglorot, dimana kain yang telah berubah warna direbus air panas. Tujuannya adalah untuk menghilangkan lapisan lilin, sehingga motif yang telah digambar sebelumnya terlihat jelas. 12. Proses terakhir adalah mencuci kain batik tersebut dan kemudian mengeringkannya dengan menjemurnya sebelum dapat digunakan dan dipakai.
  • 14.
    11 11 BAB III PENUTUP A. KESIMPULAN Kesimpulanyang bisa kita ambil dari banyak kasus klaim kebudayaan Indonesia dan penghargaan dari UNESCO adalah bahwa bangsa yang dihargai adalah bangsa yang memelihara budayanya, bukan sebagai yang menciptakan pertama kalinya. Akhirnya dunia mengakui batik merupakan salah satu warisan umat manusia yang dihasilkan oleh bangsa Indonesia. Pengakuan serta penghargaan itu akan disampaikan secara resmi oleh United Nations Educational, Scientific, and Culture Organization (UNESCO). Pengakuan dilakukan pada 28 September 2009 dan penghargaan resmi pada hari ini (2 Oktober) di Abu Dhabi. Pengakuan UNESCO itu diberikan terutama karena penilaian terhadap keragaman motif batik yang penuh makna filosofi mendalam. Penghargaan itu juga diberikan karena pemerintah dan rakyat Indonesia juga dinilai telah melakukan berbagai langkah nyata untuk melindungi dan melestarikan warisan budaya itu secara turun-menurun. Setelah proses pengakuan ini apa yang harus dilakukan oleh masyarakat dan bangsa Indonesia selaku pemilik sah batik? Apakah akan membiarkannya begitu saja? Ada banyak cara yang bisa kita lakukan sekaligus mempromosikan batik secara kontinyu, dengan memakai batik sebagai busana kita sehari-hari. Disamping untuk menghidupkan industri batik secara tidak langsung, kita ikut menjaga kebudayaan Indonesia. B. SARAN Agar warna batik berbahan sutra dan serat tidak cepat pudar, awet dan tetap tampak indah. Mencuci kain batik dengan menggunakan shampo rambut. Sebelumnya, larutkan dulu shampo hingga tak ada lagi bagian yang mengental. Setelah itu baru kain batik dicelupkan. Anda juga bisa menggunakan sabun pencuci khusus untuk kain batik yang dijual di pasaran. Pada saat mencuci batik jangan digosok. Jangan pakai deterjen. Kalau batik tidak kotor cukup dicuci dengan air hangat. Sedangkan, kalau kotor, misalnya terkena noda makanan, bisa dihilangkan dengan sabun mandi atau bila kotor sekali, seperti terkena buangan knalpot, noda bisa dihilangkan dengan kulit jeruk dengan mengusapkan sabun atau kulit jeruk pada bagian yang kotor. Sebaiknya Anda juga tidak menjemur kain batik di bawah sinar matahari langsung (tempat teduh). Kain batik jangan dicuci dengan menggunakan mesin cuci. Tak perlu
  • 15.
    12 12 memeras kain batiksebelum menjemurnya. Namun, pada saat menjemur, bagian tepi kain agak ditarik pelan-pelan supaya serat yang terlipat kembali seperti semula. Sebaiknya hindari penyeterikaan. Kalaupun terlalu kusut, semprotkan air di atas kain kemudian letakkan sebuah alas kain di bagian atas batik itu baru diseterika. Jadi, yang diseterika adalah kain lain yang ditaruh di atas kain batik. Disarankan untuk menyimpan batik dalam plastik agar tidak dimakan ngengat. Jangan diberi kapur barus, karena zat padat ini terlalu keras sehingga bisa merusak batik. Sebaiknya, almari tempat menyimpan batik diberi merica yang dibungkus dengan tisu untuk mengusir ngengat. Alternatif lain menggunakan akar wangi yang sebelumnya dicelup dulu ke dalam air panas, kemudian dijemur, lalu dicelup sekali lagi ke dalam air panas dan dijemur. Setelah akar wangi kering, baru digunakan. Anda sebaiknya juga tidak menyemprotkan parfum atau minyak wangi langsung ke kain atau pakaian berbahan batik sutera berpewarna alami. Bila Anda ingin memberi pewangi dan pelembut kain pada batik tulis, jangan disemprotkan langsung pada kainnya. Sebelumnya, tutupi dulu kain dengan koran, baru semprotkan cairan pewangi dan pelembut kain.
  • 16.
    13 13 DAFTAR PUSTAKA Buku: Deddy Mulyanadan Jalaluddin Rakhmat. Komunikasi Antarbudaya:Panduan Berkomunikasi dengan Orang-Orang Berbeda Budaya. 2006. Bandung:Remaja Rosdakarya. Internet: https://spensabayalibrary.files.wordpress.com/2016/05/makalah-kebudayaan-batik- indonesia1.pdf. Diakses pada: 17 November 2017, pukul: 20:34 www.google.com