LENGSER
Kelompok 7
FiraNursya’bani 0906856
Luciyana Dwiningrum 0902428
Prita Annisa Utami 0902542
Sandi Juandi 0906947
Pengertian Lengser
Sejarah Lengser
Fungsi Lengser
Struktur Lengser
Pengertian Lengser
Menurut Jakob Sumadjo (2003), kata‘lengser’ berarti ‘turun’yaitudari
dunia ataske dunia manusia.
Dalam Kamus Basa Sunda Lengser,“Jelema kepercayaanrajajaman
baheula”
Dalam Kamus Umum Basa Sunda, “Lengser adalahkabayanrajabaheula
dinacarita-caritapantun,tokohistimewadinadedegan,dangdanan
jeungtingkahlaku”
Lengserdalam upacarakhususmapagpanganten
diartikan seseorang yang dianggap mampu
memimpinupacara
Sebutan untuklengser:
Batara Lengser
KiLengser
Ua Lengser
MamangLengser
Si Lengser
Sejarah Lengser
• Seni pertunjukanPantun
– Tokoh lengser pada awalnya hanya terdapat didalam cerita-cerita pantun.
– Tugas lengser dalam cerita pantun adalah sebagai perantara antara raja
dengan rakyatnya.
– Menurut Ajip Rosidi (1985), peranan lengser dalam cerita pantun adalah
tetap, yaitu seorang abdi raja yang usianya sudah tua, sehingga disebut ua
lengser.
• Sandiwara Sunda,
• Gending Karesmen,
• Upacara KhususMapag Panganten
Upacara Khusus Mapag Panganten
• Terdiri dari para penari monggawaan(baksa), pembawa
payung, lengser, mamayang.
• Tahun1964, WahyuWibisanamengukuhkanupacara
khususmapag pangantensebagai suatubentukseniyang
dikhususkanuntukupacara penyambutan-penyambutan
pengantinatautamuagung.
• Tahun1968, memasukkantokohlengserke dalam upacara
khususmapag pengantenpria.
Fungsi Lengser
Fungsi utama:
Sebagaipresentasi estetis
Iip Rudi Rifa’I (2003),
Lengserberfungsi sebagaisesepuhdari pihakpengantin
wanitayang menyambutkedatanganpengantin pria
FungsiLengser
• Identitas upacara khususmapag panganten
• Orangyang mengaturjalannya upacara/pancakar.
• Sosok yang melaksanakan tugas palatuk, yaitu sebagai
pembuka jalan.
• Sesepuh,orangyang dituakan.
• Pemimpin upacara khusus mapag penganten membawahi
penari monggawaan (baksa), pembawa payung,
pamayang.
Struktur Lengser
o Unsur gerak
o Busana dan Tata Rias
o IringanMusik
o Tarian Pengiring
o JenisLagu
Unsur gerak• Gerakmaknawi
o Nyawang: Telapaktangan di depan kepala sejajar dahi
o Sembahan:Bersatunya kedua telapaktangan
o Mamandapan:Tanganyang dikepalkan, kecualiibu jari
o Ngarajah/ngadoa:Menengadahkantangan
• Gerak murni
o Gerak berjalandan geleng kepala
o Gerak mincidjiwirsinjang
o Gerak berlutut
o Gerak adeg-adeg
.....
• Busanapamayang: Anggun,Indah dan Gemerlap
• Busanalengser:
- Celanapangsi
- Bajukampret/baju takwa
- Kaos (dibalik baju kampret)
- Totopong
- Koja
Busana dan TataRias
• Rias karakter:
o Merubah warna alis,jambang, kumis, jenggotmenjadi
putih
o Garis-garis hitamdi sekitar hidung,pipidan bawah mata
o Gigidibuatseperti ompong
.....
Iringan Musik
g a m e l a n
Tarian Pengiring
• Tari merak
• Badaya
• Ratu graeni
• Kukupu
Jenis Lagu
• Kadewan
• Lutungbingung
Sumber:
SumberUtama: Tesis Ace Irwan Suryana, Transformasi
Lengser dari Pantunke dalam Mapag Pangantendi
BandungJawa Barat. Pasca Sarjana, Universitas Gajah
Mada, 2006.
http://repository.upi.edu/operator/upload/s_c0951_0607
866_chapter2.pdf
Lengser

Lengser

  • 1.
  • 2.
    Kelompok 7 FiraNursya’bani 0906856 LuciyanaDwiningrum 0902428 Prita Annisa Utami 0902542 Sandi Juandi 0906947
  • 3.
  • 4.
    Pengertian Lengser Menurut JakobSumadjo (2003), kata‘lengser’ berarti ‘turun’yaitudari dunia ataske dunia manusia. Dalam Kamus Basa Sunda Lengser,“Jelema kepercayaanrajajaman baheula” Dalam Kamus Umum Basa Sunda, “Lengser adalahkabayanrajabaheula dinacarita-caritapantun,tokohistimewadinadedegan,dangdanan jeungtingkahlaku”
  • 5.
    Lengserdalam upacarakhususmapagpanganten diartikan seseorangyang dianggap mampu memimpinupacara Sebutan untuklengser: Batara Lengser KiLengser Ua Lengser MamangLengser Si Lengser
  • 6.
    Sejarah Lengser • SenipertunjukanPantun – Tokoh lengser pada awalnya hanya terdapat didalam cerita-cerita pantun. – Tugas lengser dalam cerita pantun adalah sebagai perantara antara raja dengan rakyatnya. – Menurut Ajip Rosidi (1985), peranan lengser dalam cerita pantun adalah tetap, yaitu seorang abdi raja yang usianya sudah tua, sehingga disebut ua lengser. • Sandiwara Sunda, • Gending Karesmen, • Upacara KhususMapag Panganten
  • 7.
    Upacara Khusus MapagPanganten • Terdiri dari para penari monggawaan(baksa), pembawa payung, lengser, mamayang. • Tahun1964, WahyuWibisanamengukuhkanupacara khususmapag pangantensebagai suatubentukseniyang dikhususkanuntukupacara penyambutan-penyambutan pengantinatautamuagung. • Tahun1968, memasukkantokohlengserke dalam upacara khususmapag pengantenpria.
  • 8.
    Fungsi Lengser Fungsi utama: Sebagaipresentasiestetis Iip Rudi Rifa’I (2003), Lengserberfungsi sebagaisesepuhdari pihakpengantin wanitayang menyambutkedatanganpengantin pria
  • 9.
    FungsiLengser • Identitas upacarakhususmapag panganten • Orangyang mengaturjalannya upacara/pancakar. • Sosok yang melaksanakan tugas palatuk, yaitu sebagai pembuka jalan. • Sesepuh,orangyang dituakan. • Pemimpin upacara khusus mapag penganten membawahi penari monggawaan (baksa), pembawa payung, pamayang.
  • 10.
    Struktur Lengser o Unsurgerak o Busana dan Tata Rias o IringanMusik o Tarian Pengiring o JenisLagu
  • 11.
    Unsur gerak• Gerakmaknawi oNyawang: Telapaktangan di depan kepala sejajar dahi o Sembahan:Bersatunya kedua telapaktangan o Mamandapan:Tanganyang dikepalkan, kecualiibu jari o Ngarajah/ngadoa:Menengadahkantangan
  • 12.
    • Gerak murni oGerak berjalandan geleng kepala o Gerak mincidjiwirsinjang o Gerak berlutut o Gerak adeg-adeg .....
  • 13.
    • Busanapamayang: Anggun,Indahdan Gemerlap • Busanalengser: - Celanapangsi - Bajukampret/baju takwa - Kaos (dibalik baju kampret) - Totopong - Koja Busana dan TataRias
  • 14.
    • Rias karakter: oMerubah warna alis,jambang, kumis, jenggotmenjadi putih o Garis-garis hitamdi sekitar hidung,pipidan bawah mata o Gigidibuatseperti ompong .....
  • 15.
  • 16.
    Tarian Pengiring • Tarimerak • Badaya • Ratu graeni • Kukupu
  • 17.
  • 18.
    Sumber: SumberUtama: Tesis AceIrwan Suryana, Transformasi Lengser dari Pantunke dalam Mapag Pangantendi BandungJawa Barat. Pasca Sarjana, Universitas Gajah Mada, 2006. http://repository.upi.edu/operator/upload/s_c0951_0607 866_chapter2.pdf