PT MANDALA MULTI FINANCE Tbk.

Laporan Tahunan 2012
2012 Annual Report

Synergize to Escalate Performance

JL. Menteng Raya No. 24 A-B
Jakarta Pusat 10340, Indonesia
Telp	 : +6221 292 59955
Fax	 : +6221 292 59950
www.mandalafinance.com

Laporan Tahunan 2012 Annual Report

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk

Synergize to Escalate Performance
DAFTAR ISI
Table of Content

.01

Kinerja 2012
2012 Performance Highlights
02
04
06
08
11
15

.02

Company Profile

19
20
22
23
24
28
30

.03

Ikhtisar Keuangan
Financial Highlights
Ikhtisar Saham
Share Highlights
Peristiwa Penting di tahun 2012
Significant Events in 2012
Penghargaan dan Pencapaian
Awards and Achievement
Laporan Komisaris Utama
Report from the President Commissioner
Laporan Direktur Utama
Report from the President Director

Profil Perusahaan
19

.04

Visi dan Misi
Vision and Mission
Nilai – nilai Utama
Core Values
Jejak Langkah
Milestones
Sejarah Singkat Perusahaan
A Brief History of the Company
Struktur Organisasi
Corporate Group Structure
Komposisi Pemegang Saham
Shareholders Composition
Profil Dewan Komisaris
Board of Commisioners Profile
Profil Direksi
Board of Directors Profile

Pembahasan dan
Analisis Manajemen
Management Discussion and Analysis
37
37
44
45

.05

Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance
46
47
60
62
63

.06

Implementasi Tata Kelola Perusahaan
GCG Implementation
Struktur Tata Kelola Perusahaan
GCG Structures
Manajemen Risiko
Risk Management
Permasalahan Hukum
Legal Issues
Pengungkapan Informasi
Information Disclosure

Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social Responsibility
66

Sumber Daya Manusia
Human Resources

Tinjauan Kinerja Operasi Perusahaan
Operational Performance Review
Tinjauan Kinerja Keuangan
Financial Performance Review
Strategi Pemasaran
Marketing Strategy
Prospek Usaha
Business Prospect

67

Pernyataan Pertanggungjawaban
Laporan Tahunan
Annual Report Responsibility Statement
Laporan Keuangan
Financial Statements
1.
Laporan Tahunan
Annual Report

2012

Bersinergi Meningkatkan Kinerja
Synergize to Escalate Performance
Sinergi menjadi dasar kuat yang
menggerakkan Perusahaan dalam
mengarungi tantangan di tahun 2012.
Dengan bersinergi bersama semua
pihak PT Mandala Multifinance Tbk
dapat meningkatkan performa melebihi
pencapaian tahun lalu.

Synergy becomes the strong foundation
that drives the Company in facing the
challenges in 2012. By synergizing with
all stakeholders, PT Mandala Multifinance
Tbk is able to improve its performance
compared to last year’s achievement.
.2
Tahunan
2012 LaporanReport
Annual

Kinerja 2012
2012 Performance

Ikhtisar keuangan
Financial Highlights

Dalam jutaan Rupiah
In a million Rupiahs

Laporan Laba Rugi Komprehensif
Comprehensive Income Statement

2012

Jumlah Pembiayaan
Total Financing
Pendapatan
Revenue
Laba Kotor
Gross Income
Laba Sebelum Beban Pajak
Income before tax expenses
Laba Bersih
Net Income
Jumlah Laba Komprehensif
Total Comprehensive Income
Laba Bersih per Saham Dasar (dalam Rupiah)
Basic earnings per share (in Rupiahs)

Pendapatan
Revenue

2011

2010

2009

2008

4.064.993

3.818.604

3.686.025

1.564.554

2.162.064

1.291.914

1.170.319

853.891

672.495

644.137

927.743

806.121

603.643

463.490

437.018

291.385

240.777

176.897

148.187

146.415

218.002

180.261

132.663

108.105

105.308

218.002

180.261

132.663

108.105

105.308

165

136

100

82

79

Dalam jutaan Rupiah
In a million Rupiahs

Laba Bersih
Net Income

0

0

2012

200000
2011

400000

200000

2010

400000

2009

600000

2008

800000

600000

2012

800000

2011

1000000

2010

1200000

1000000

2009

1400000

1200000

2008

1400000

Dalam jutaan Rupiah
In a million Rupiahs
3.
Laporan Tahunan
Annual Report

2012

Dalam jutaan Rupiah
In a million Rupiahs

Laporan Posisi Keuangan
Financial Position Statements
Jumlah Aset
Total asset
Jumlah Liabilitas
Total liabilities
Jumlah Ekuitas
Total Equity
Jumlah Saham Beredar
Total Outstanding Shares

2012

2011

2010

2009

2008

4.062.766

3.782.414

3.128.916

2.057.703

2.211.603

3.174.288

3.057.878

2.544.891

1.584.748

1.815.166

888.478

724.536

584.025

472.955

396.438

1.325.000.000

1.325.000.000

1.325.000.000

1.325.000.000

1.325.000.000

Dalam (%)
In (%)

Rasio Keuangan
Financial Ratio
Rasio Laba Komprehensif terhadap Ekuitas
Comprehensive Income to Equity Ratio
Rasio Laba Komprehensif terhadap Aset
Comprehensive Income to Asset Ratio
Rasio Laba Komprehensif terhadap
Pendapatan
Comprehensive Income to Revenue Ratio
Rasio Lancar
Current Ratio
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas (x)
Liabilities to Equity Ratio (x)
Rasio Liabilitas terhadap Aset (x)
Liabilities to Asset Ratio (x)
Rasio Liabilitas terhadap Aset
Liabilities ratio to asset
Pertumbuhan Liabilitas
Growth of Liabilities
Pertumbuhan Ekuitas
Growth of Equity
Pertumbuhan Laba Bersih
Growth of Net Income

2012

2011

2010

2009

2008

24,54

24,88

22,72

22,86

26,56

5,37

4,77

4,24

5,25

4,76

16,87

15,40

15,54

16,08

16,35

129,19

150,76

144,92

92,94

96,42

3,57

4,22

4,36

3,35

4,58

0,78

0,81

0,81

0,77

0,82

7

21

52

-7

46

4

20

61

-13

51

23

24

23

19

28

21

36

23

3

34
.4
Tahunan
2012 LaporanReport
Annual

Ikhtisar Saham
Shares Highlights
Perusahaan telah memperoleh pernyataan efektif dari Ketua
Bapepam dengan surat No. S-2303/ PM/2005 tertanggal
23 Agustus 2005, untuk melakukan penawaran umum
atas 325.000.000 lembar saham atau 24,53% dari saham
perusahaan kepada masyarakat. Saham ditawarkan dengan
nilai nominal Rp100 per lembar saham dengan harga
penawaran sebesar Rp195 per lembar saham. Perusahaan
telah mencatatkan seluruh sahamnya di Bursa Efek
Indonesia (BEI) pada tanggal 6 September 2005, dari hasil
penawaran tersebut keseluruhan dananya setelah dikurangi
biaya penawaran umum dipergunakan untuk modal kerja.

The Company obtained the effective letter from the Chairman
of the Capital Market and Supervisor Agency (BAPEPAM)
in its letter No. S-2303/ PM/2005 dated August 23, 2005,
to conduct the public offering of its 325,000,000 shares or
24.5% of Company’s share, with a par value Rp100 per
share and offering value Rp195 per share. The Company
has registered its entire share in Indonesia Stock Exchange
on September 6, 2005, the total funds is used as working
capital after deducted by public offering fee.

900

20,000,000

800

18,000,000

700

16,000,000
14,000,000

600

12,000,000

500

10,000,000
400

8,000,000

300

6,000,000

200

4,000,000

100

2,000,000
0

J
Ja anu
nu ar
ar i
y
Fe
Ja bru
nu ar
ar i
y
Ja Ma
nu re
ar t
y
Ja A
nu pr
ar il
y
Ja M
nu e
ar i
y
Ja J
nu un
ar i
y
Ja
nu Ju
ar li
Ag y
Ja us
nu tu
Se ary s
pt
Ja em
nu be
ar r
O y
Ja kto
nu be
r
No ary
ve
Ja m
nu be
r
De ary
se
Ja m
nu be
ar r
y

0

Price (Rp)
Volume (share)

Informasi Harga Saham (dalam Rupiah)
Share Price Information (in Rupiah)
Dalam Rupiah
In Rupiahs

Informasi
Harga Saham
Share Price
Information
Triwulan 1
First quarter
Triwulan 2
Second quarter
Triwulan 3
Third quarter
Triwulan 4
Fourth quarter

2012
Terendah
Lowest

Tertinggi Penutupan Volume (Saham)
Highest
Closing Volume (Shares)

640

910

740

16.067.500

640

880

700

24.391.500

640

760

650

4.635.000

560

660

600

8.294.500

Dalam Rupiah
In Rupiahs

Informasi
Harga Saham
Share Price
Information
Triwulan 1
First quarter
Triwulan 2
Second quarter
Triwulan 3
Third quarter
Triwulan 4
Fourth quarter

2011
Terendah
Lowest

Tertinggi Penutupan Volume (Saham)
Highest
Closing Volume (Shares)

400

560

465

16.702.000

460

850

820

34.363.000

800

1.300

1.020

26.304.000

850

1.050

880

2.695.000
5.
Laporan Tahunan
Annual Report

2012

Data Perdagangan Efek di Bursa Efek Indonesia
Stock Trading Data in Indonesia Stock Exchange
Dalam Rupiah
In Rupiahs

Bulan
Month
Januari
January
Februari
February
Maret
March
April
April
Mei
May
Juni
June
Juli
July
Agustus
August
September
September
Oktober
October
November
November
Desember
December
TOTAL

Harga Tertinggi
Highest

Harga Terendah
Lowest

Harga Akhir
Final

Volume (lembar)
Volume (shares)

Nilai
Value

910

720

730

5.474.000

4.216.805.000

770

640

690

8.331.500

5.885.635.000

740

640

740

2.262.000

1.558.320.000

880

710

790

17.828.000

14.564.965.000

820

640

660

4.377.500

3.218.530.000

700

600

700

2.186.000

1.434.900.000

760

700

730

2.026.000

1.467.165.000

750

640

660

2.036.500

1.451.765.000

680

640

650

572.500

376.235.000

660

590

610

1.635.500

1.005.930.000

640

560

580

5.159.500

3.103.530.000

610

560

600

1.499.500

878.735.000

53.388.500

39.162.515.000

Tindakan Korporasi
Corporate Action
Pada bulan November 2011, Perusahaan menerbitkan Medium
Term Notes I Tahun 2011 (MTN I) dengan jumlah nominal secara
keseluruhan adalah sebesar Rp115.000 juta dengan tingkat bunga
tetap sebesar 10,75% per tahun. MTN I terdiri dari 2 (dua) tahap
penerbitan, yaitu MTN I Tahap Pertama dengan jumlah pokok
sebesar Rp5 miliar yang diterbitkan tanggal 9 November 2011;
dan MTN I Tahap Kedua dengan pokok sebesar Rp65 miliar yang
diterbitkan tanggal 15 Desember 2011. MTN I Tahap Pertama dan
MTN I Tahap Kedua akan jatuh tempo secara bersamaan pada
tanggal 20 November 2014.

In November 2011, the Company issued Medium Term Notes I
Year 2011 (MTN I) with total nominal value of Rp115,000 million
with fixed interest rate of 10.75% per annum. MTN I consist of two
(2) phases, ie: MTN I Phase 1, amounting to Rp5 billion ssued on
November 9th, 2011 and MTN I Phase 2, amounting to Rp65 billion
issued on December 15th, 2011. MTN I Phase 1 and MTN I Phase
2 will matured on November 20th, 2014.

Pada bulan Juni 2012, Perusahaan menerbitkan Obligasi
Berkelanjutan I Mandala Multifinance Tahap I Tahun 2012 (Obligasi
Berkelanjutan I Tahap I) melalui Bursa Efek Indonesia dengan
jumlah nominal secara keseluruhan sebesar Rp100 miliar. Obligasi
Berkelanjutan I Tahap I ini terbagi menjadi 3 seri, yaitu Seri A
sebesar Rp90 miliar yang akan jatuh tempo pada tanggal 20 Juli
2013 dengan tingkat suku bunga sebesar 8,00% per tahun, Seri
B sebesar Rp5 miliar yang akan jatuh tempo pada tanggal 10 Juli
2014 dengan tingkat suku bunga sebesar 9,00% per tahun, dan
Seri C sebesar Rp5 miliar yang akan jatuh tempo pada tanggal 10
Juli 2015 dengan tingkat suku bunga sebesar 9,50% per tahun.

In June 2012, the Company issued Mandala Multifinance
Sustainable Bond I Phase I Year 2012 (Sustainable Bond I Phase I)
through the Indonesia Stock Exchange with a total nominal value of
Rp100 billion. Sustainable Bond I Phase I consist of of three series,
i.e. Serial A amounting to Rp90 billion which will mature on July
20th, 2013 and bear interest rate of 8.00% per annum, Serial B
amounting to Rp5 billion which will mature on July 10th, 2014 and
bear interest rate of 9.00% per annum and Serial C amounting to
Rp5 billion which will mature on July 10th, 2015 and bear interest
rate of 9.50% per annum.
.6
Tahunan
2012 LaporanReport
Annual

Peristiwa Penting 2012
Significant Events in 2012

29 Maret / March 29th

Rapat Umum Pemegang Saham
Luar Biasa (RUPSLB)
Extraordinary General Meeting of
Shareholders (EGMS)

9 Mei / May 9th

Memperoleh penghargaan sebagai emiten terbaik
2012 dalam sektor Multifinance dari majalah Investor.
Awarded as the best companies 2012 in Multifinance
sector from Investor magazine.

15 Juni / June 15th
•	

•	

•	
•	

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan
(RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham
Luar Biasa (RUPSLB).
Public Expose mengenai kinerja PT Mandala
Multifinance Tbk tahun 2011
Annual General Meeting (AGM) and Extraordinary
General Meeting of Shareholders (EGMS).
Public Expose mengenai kinerja PT Mandala
Multifinance Tbk tahun 2011

29 Juni / June 29th
Memperoleh Pernyataan Efektif dari Badan
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
untuk
melaksanakan
Penawaran
Umum
Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan I Mandala
Multifinance.
Getting Effective Statement from Capital Market
Supervisory Board and Financial Institution to
implement Sustainable Public Offering of Sustainable
Bonds I Multifinance Mandala.
7.
Laporan Tahunan
Annual Report

2012

21 Juli / July 21th

Memperingati ulang tahun Perusahaan yang
dilaksanakan secara serentak di semua cabang di
seluruh Indonesia dan disertai dengan acara bakti
sosial oleh karyawan Perusahaan.
Celebrating Company’s anniversary that held
simultaneously in every branches throughout Indonesia
and accompanied by social event held by employees.

14 Juli / July 14th
•	

Memperoleh penghargaan sebagai Multifinance
dengan kinerja keuangan 2011 Sangat Bagus,
dari Majalah Infobank. (Penghargaan ini diterima
ketujuh kalinya berturut-turut sejak tahun 2006).
Getting awards as Multifinance with Very Good
financial performance in 2011 from Infobank
magazine. (The award was accepted seventh
time in a row since 2006).

•	

Memperoleh penghargaan Golden Trophy, dari
InfoBank, penghargaan ini diterima karena lima
kali berturut-turut mendapat predikat sangat
Bagus (Penghargaan ini diterima untuk ketiga
kalinya sejak tahun 2010).
Getting Golden Trophy Award from InfoBank,
received this award five times in a row with very
good title (The award was received for the third
time since 2010).

	

6 September / September 6th

Rp40,8,per saham
per share

Pembayaran Dividen Tunai tahun buku 2011 sebesar
Rp54.060.000.000,- atau Rp40,8,- per saham.
Dividend Payment for 2011 financial year in amount of
Rp54.060.000.000, - or Rp40.8.- per share.
.8
Tahunan
2012 LaporanReport
Annual

Penghargaan dan Pencapaian
Awards and Achievement

2012

Emiten Terbaik - Sektor Multifinance 2012 dari majalah
Investor.
Best Listed Company - Multifinance Sector in 2012 from
Investor magazine.

Multifinance dengan kinerja keuangan 2011 berpredikat
Sangat Bagus dari Majalah Infobank.
Multifinance with Very Good financial performance in 2011
from Infobank magazine.

Golden Trophy Award dari InfoBank.
Golden Trophy Award from InfoBank.
9.
Laporan Tahunan
Annual Report

2012

2011

2009

Memperoleh penghargaan dari majalah InfoBank sebagai
Multifinance dengan kinerja keuangan 2010 berpredikat
Sangat Bagus. Penghargaan ini diterima berturut-turut
untuk keenam kalinya sejak tahun 2006.
Awarded as Multifinance with financial performance
predicated Very Good from InfoBank magazine in 2010.
This award received for the sixth consecutive time since
2006.

Memperoleh penghargaan dari majalah InfoBank sebagai
Multifinance dengan kinerja keuangan 2008 berpredikat
Sangat Bagus.
Awarded as Multifinance with financial performance
predicated Very Good from InfoBank magazine in 2008.

Memperoleh penghargaan Golden Trophy dari majalah
InfoBank karena lima kali berturut-turut mendapat predikat
Sangat Bagus. Penghargaan ini diterima Perusahaan untuk
kedua kalinya sejak tahun 2010.
Received Golden Trophy award from Infobank magazine
for five times in a row with Very Good title. The award was
received by the Company for the second time since 2010.
Peringkat kedua untuk kategori The Best Islamic Finance
Company dari Karim Business Consulting.
Second ranked for category of The Best Islamic Finance
Company from Karim Business Consulting.
2010
Memperoleh penghargaan dari majalah InfoBank sebagai
Multifinance dengan kinerja keuangan 2009 berpredikat
Sangat Bagus. Penghargaan ini diterima berturut-turut
untuk kelima kalinya sejak tahun 2006.
Awarded as Multifinance with financial performance
predicated Very Good from InfoBank magazine in 2009.
This award received for the fifth consecutive time since
2006.
Memperoleh penghargaan Golden Trophy dari majalah
InfoBank karena lima kali berturut-turut mendapat predikat
Sangat Bagus.
Received Golden Trophy award from Infobank magazine for
five times in a row with Very Good title.
Perusahaan pembiayaan terbaik 2010 dari Asosiasi
Perusahaan Pembiayaan Indonesia.
Best finance companies in 2010 from Indonesian Financial
Services Association.

Multifinance Unit Syariah Terbaik 2009 dari majalah Investor.
Best Sharia Unit Multifinance in 2009 from Investor
magazine.

2008
Memperoleh penghargaan dari majalah InfoBank sebagai
Multifinance dengan kinerja keuangan 2007 berpredikat
Sangat Bagus.
Multifinance Unit Syariah Terbaik 2008 untuk kategori aset di
bawah Rp2 triliun dari majalah Investor.
Memperoleh penghargaan The Best Small Listed Company
2008 dari majalah Investor.
Awarded as Multifinance with financial performance
predicated Very Good from InfoBank magazine in 2007.
Best Sharia Multifinance Unit in 2008 for assets under Rp2
trillion from Investor magazine.
Awarded as The Best Small Listed Company in 2008 from
Investor magazine.

2007
Memperoleh penghargaan dari majalah InfoBank sebagai
Multifinance dengan kinerja keuangan 2006 berpredikat
Sangat Bagus.
Awarded as Multifinance with financial performance
predicated Very Good from InfoBank magazine in 2006.

2006
Memperoleh penghargaan dari majalah InfoBank sebagai
Multifinance dengan kinerja keuangan 2005 berpredikat
Sangat Bagus.
Awarded as Multifinance with financial performance
predicated Very Good from Infobank magazine in 2005.

2005
Mendapat penghargaan sebagai Multifinance Terbaik 2005
untuk kategori aset Rp250 miliar sampai dengan Rp500
miliar dari majalah Investor.
Awarded as Best Multifinance in 2005 for assets category
of Rp250 billion to Rp500 billion from Investor magazine.
.10
Tahunan
2012 LaporanReport
Annual

Alex Hendrawan
Komisaris Utama
President Commissioner
11.
Laporan Tahunan
Annual Report

2012

Laporan Komisaris Utama
Report from the President Commissioner

Pemegang saham yang terhormat,

Dear shareholders,

Puji syukur kami sampaikan ke hadirat Tuhan Yang Maha
Esa dan ucapan terima kasih kami sampaikan kepada
seluruh jajaran PT Mandala Multifinance Tbk atas kinerja
Perusahaan yang terus tumbuh di sepanjang tahun 2012.

Praise we convey to the presence of Almighty God and our
gratitude goes to the entire range of PT Mandala Multifinance
Tbk for company’s performance that grow continuesly in
2012.

Di tengah perlambatan kondisi ekonomi global yang
melanda berbagai negara di dunia, kami bersyukur bahwa
Indonesia dapat meningkatkan pertumbuhan ekonominya.
Pertumbuhan tersebut juga dirasakan Perusahaan dengan
berhasil mencatatkan peningkatan laba bersih di tahun
2012.

In the middle of downturn of global economic conditions
that hit many countries in the world, we are thankful that
Indonesia can enhance its economic growth. The growth is
also felt by the company by successfully makes increase in
net income in 2012.

Kinerja 2012
Kendati bagi beberapa negara di Eropa dan Amerika tahun
2012 merupakan tahun yang penuh dengan gejolak dan
ketidakpastian, namun hal tersebut tidak terlalu berpengaruh
terhadap kemajuan ekonomi nasional. Berdasarkan data dari
Badan Pusat Statistik pada akhir tahun 2012 perekonomian
Indonesia mengalami pertumbuhan sebesar 6,23%. Tingkat
suku bunga Bank Indonesia juga relatif stabil, yaitu sebesar
5,75%. Tingkat suku bunga ini terhitung masih konsisten
dengan tekanan inflasi yang rendah dan terkendali.
Kondisi ekonomi makro yang stabil ini secara keseluruhan
menciptakan iklim bisnis yang baik di tahun 2012.

2012 Performances
Although for some countries in Europe and America, 2012
was a year full of turmoil and uncertainty, but it does not
significantly affect to the national economy progress. Based
on data from the Central Bureau of Statistics at the end of
2012, Indonesian economy grew by 6.23%. The interest rate
of Bank of Indonesia is also relatively stable, amounting to
5.75%. The interest rate is consistent with low and controlled
inflation. Stable macro-economic conditions create a good
business climate in 2012.

Kinerja Perusahaan di tahun 2012 cukup menggembirakan.
Kenaikan laba bersih perusahaan menjadi sebesar Rp218
miliar atau meningkat 21% dibandingkan tahun 2011.
Dewan Komisaris sangat mengapresiasi
pencapaian
tersebut sebagai bukti kerja keras dan profesionalitas
manajemen dan karyawan PT Mandala Multifinance Tbk.

The Company’s performance in 2012 was encouraging.
The Company’s net profit increased to Rp218 billion
which increasing by 21% compared to 2011. Board Of
Commissioners greatly appreciate the achievement that
possible to be made from management’s and employees’
hard work and professionalism of PT Mandala Multifinance
Tbk.
.12
Tahunan
2012 LaporanReport
Annual

Tata Kelola Perusahaan
Dewan Komisaris terus memantau dan memberi masukan
mengenai penerapan prinsip-prinsip Good Corporate
Governance (GCG) di Perusahaan kepada Direksi dengan
bantuan Komite Audit, saat ini komite di bawah Dewan
Komisaris baru ada Komite Audit. Dewan Komisaris
senantiasa mengawasi penerapan prinsip-prinsip GCG yaitu
kewajaran, independensi, tanggung jawab, akuntabilitas
dan transparansi. Dewan Komisaris berkomitmen bahwa
prinsip-prinsip GCG adalah hal yang harus ditegakkan dalam
keberlangsungan usaha Perusahaan. Pelaksanaan GCG
yang terarah dan senantiasa disempurnakan merupakan
salah satu bagian dari komitmen PT Mandala Multifinance
Tbk sebagai perusahaan yang mengedepankan unsur tata
kelola yang baik dan disiplin tinggi. Selama periode tahun
2012 tidak terjadi perubahan komposisi Dewan Komisaris.

Good Corporate Governance
Board of Commissioners always monitoring and giving
advice on the application of Good Corporate Governance
(GCG) principles to the Board of Directors with the help of
Audit Committee which at this time, the committee that goes
directly under the Board of Commissioners is only the Audit
Committee. Board Of Commissioners always supervises the
implementation of GCG principles ie. fairness, independence,
responsibility, accountability and transparency. The Board
of Commissioners committed that the principles of good
corporate governance are things that must be upheld for
Company’s business sustainability. Targeted and refined
GCG implementation always become part of PT Mandala
Multifinance Tbk commitment as a company that puts
good governance elements and high discipline. During
2012 there were no changes in composition of the Board
of Commissioners.

Tanggung Jawab Sosial
Dewan Komisaris menilai pelaksanaan CSR oleh
Manajemen PT Mandala Multifinance Tbk sudah cukup
baik. Pelaksanaan CSR yang dilakukan manajemen antara
lain mencakup bidang pendidikan dan bantuan sosial.
Program-program tersebut diharapkan dapat memberikan
manfaat yang berarti di lingkungan sekitar Perusahaan.

Corporate Social Responsibility
Board of Commissioners considers that CSR implementation
that held by PT Mandala Multifinance Tbk Management
had running well. The CSR implementation are held in the
program of education and social aid. The programs are
expected to provide significant benefits for the communities
in which the Company operates.

Prospek 2013
Prospek industri pembiayaan kendaraan bermotor di tahun
2013 akan tetap baik meskipun akan menghadapi berbagai
tantangan. Hal ini dikarenakan tingginya kebutuhan
masyarakat akan kendaraan bermotor.

2013 Prospects
The prospects of auto finance industry in 2013 will remain
prosperous but also exposed to various challenges. This is
due to the high demand of motor vehicles.
13.
Laporan Tahunan
Annual Report

Apresiasi
Akhir kata, ijinkanlah saya, atas nama Dewan Komisaris
untuk menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh
Pemegang Saham atas segenap dukungan yang
diberikan. Kami juga memberikan apresiasi kepada Direksi,
Manajemen dan seluruh Karyawan atas kerja keras,
semangat, dan dedikasi yang tinggi sehingga Perusahaan
dapat berkembang. Penghargaan juga kami sampaikan
kepada segenap pemangku kepentingan dan mitra usaha
Perusahaan mengingat segenap pencapaian kami pada
tahun 2012 juga tidak terlepas dari peran dan kontribusi
yang telah diberikan.

2012

Appreciation
Finally, please allow me, on behalf of the Board of
Commissioners to express our heartfelt gratitude to all
shareholders for all the support. We also give appreciation to
the Board of Directors, management and all employees for
their hard work, passion and dedication so that the Company
could grow. Our appreciation also goes to all stakeholders
and business partners of the Company, considering all our
achievements in 2012 that can not be separated from the
role and contribution that has been given.

Alex Hendrawan

Komisaris Utama
President Commissioner
.14
Tahunan
2012 LaporanReport
Annual

Harryjanto Lasmana
Direktur Utama
President Director
15.
Laporan Tahunan
Annual Report

2012

Laporan Direktur Utama
Report from the President Director
Pemegang Saham yang terhormat,

Dear Shareholders,

Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang
Maha Esa atas berkah dan rahmat yang dilimpahkan-Nya
sehingga PT Mandala Multifinance Tbk berhasil mencapai
kinerja yang cukup menggembirakan di tahun 2012
ini. Pencapaian ini didorong oleh kinerja perekonomian
Indonesia yang menunjukkan hasil yang cukup baik.
Meskipun perekonomian global mengalami perlambatan
namun perekonomian Indonesia mengalami pertumbuhan
sebesar 6,23%. Hal ini dipengaruhi oleh tingginya
permintaan domestik yang berasal dari konsumsi rumah
tangga dan investasi.

Praise and gratitude we pray to the Lord Almighty’s blessing
and grace bestowed so that PT Mandala Multifinance Tbk
managed to achieve quite satisfactory performance in
2012. This achievement is driven by Indonesian economy
performance that showed good results. Despite the global
economic downturn, the national economic condition
managed to grew by 6.23%. This is influenced by the high
demand from the domestic household consumption and
investment.

Kinerja 2012
Perusahaan berhasil memperoleh laba bersih sebesar
Rp218 miliar atau meningkat 21% dibanding tahun 2011.
Perolehan laba bersih ini membuat rasio-rasio keuangan
relatif stabil, antara lain Return On Asset sebesar 5,37% dan
Return On Equity sebesar 24,54%.

2012 Performance
The Company managed to earn net profit in amount of
Rp218 billion or increased by 21% compared to 2011. The
achievement of net profit made the financial ratios relatively
stable ie. Return On Asset in amount of 5.37% and Return
On Equity in amount of 24.54%.

Meskipun laba bersih per lembar saham naik 21% menjadi
Rp165,- namun kinerja saham Perusahaan mengalami
sedikit penurunan, hal ini terjadi pada sebagian besar saham
perusahaan pembiayaan khususnya pembiayaan roda dua.
Kami yakin penurunan ini hanya berlangsung sementara
karena pada akhirnya kinerja saham akan menemukan
sebuah titik baru menuju situasi yang akan lebih baik di
masa mendatang.

Even when the earning per share rose by 21% to Rp165.the Company’s shares performance declined slightly; this
happens to most of the financing companies, especially
motorcycles financing. We believe the decline is only
temporary because eventually, the stock performance will
find new point towards better situation in the future.

Secara keseluruhan kinerja operasional Perusahaan berjalan
cukup baik. Selama tahun 2012 Perusahaan telah berhasil
membukukan pembiayaan sebesar Rp4.065 miliar atau
meningkat 6% dibanding tahun 2011 walaupun pencapaian
ini masih di bawah target yang telah ditetapkan pada tahun
2012 yaitu sebesar Rp5 triliun.

Overall, the Company’s operational performance has run
pretty well. Throughout 2012, the Company has managed to
recorded financing in amount of Rp4,065 billion or increased
by 6% compared to 2011 even when the achievement is still
under the target that has been set in 2012 which amounted
to Rp5 billion.

Kebijakan Strategis
Kebijakan strategis yang ditetapkan Perusahaan di
sepanjang tahun 2012 masih tetap berfokus pada
pembiayaan kendaraan roda dua dengan tingkat imbal hasil
yang tinggi melalui pengembangan ke wilayah-wilayah yang
mempunyai tingkat kompetisi belum terlalu ketat, disertai
dengan usaha untuk membina dan menjaga hubungan yang
baik dengan mitra kerja.

Strategic Policies
The strategic policies that have been settled by the
Company throughout 2012 still focused on the financing of
two-wheels vehicles with high yields through the expansion
to areas which have low competition level, accompanied
with the effort to build and maintain decent relationship with
business partners.
.16
Tahunan
2012 LaporanReport
Annual

Sumber Daya Manusia
Tentunya peningkatan kinerja Perusahaan di tahun 2012
tidak lepas dari peran serta sumber daya manusia yang
berkualitas. Semua ini terwujud karena pembinaan dan
pelatihan yang dilakukan telah membentuk sebuah tim yang
solid. Pendidikan dan pelatihan secara berkesinambungan
dilaksanakan baik dari internal maupun dari lembaga di luar
Perusahaan, karena sumber daya manusia yang berkualitas
merupakan pendorong pertumbuhan dan perkembangan
Perusahaan.

Human Resources
Company’s performance in 2012 was not separated from
the role of qualified human resources. These all can be
realized because the coaching and training that have been
held have managed to form a solid team. The Company
always held education and training which conducted by
both from internal and external institutions, because decent
human resources are the driving force of Company’s growth
and development.

Tata Kelola Perusahaan
Perusahaan selalu berkomitmen untuk menerapkan
Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG) sesuai dengan
standar yang ditetapkan. Penerapan praktik-praktik GCG
merupakan salah satu langkah penting bagi Perusahaan
untuk meningkatkan dan memaksimalkan nilai Perusahaan
(corporate value), mendorong pengelolaan Perusahaan
yang profesional, transparan dan efisien dengan cara
meningkatkan prinsip kewajaran, independensi, tanggung
jawab, akuntabilitas dan transparansi sehingga dapat
memenuhi kewajiban secara baik kepada Pemegang
Saham, Dewan Komisaris, mitra bisnis, serta pemangku
kepentingan. Susunan Direksi Perusahaan tidak mengalami
perubahan di tahun 2012.

Good Coporate Governance
The Company has always committed to implement Good
Corporate Governance (GCG) in accordance prevailing
standards. Good corporate governance practices are
important steps for the Company in order to improve
and maximize Company’s value, creating professional
management, and transparent and efficient. With the
principles of fairness, independence, responsibility,
accountability and transparency in order to meet
Company’s obligations to the Shareholders, the Board of
Commissioners, business partners, and stakeholders. The
composition on the Board of Directors’ members has not
changed in 2012.

Tanggung Jawab Sosial
Masyarakat menjadi bagian penting dari keberlangsungan
usaha Perusahaan, oleh karena itu Perusahaan
berkomitmen untuk berperan aktif dalam membantu
masyarakat. Tanggung jawab sosial Perusahaan (CSR)
ini diharapkan dapat membantu masyarakat sekitar dan
menumbuhkan rasa peduli. Untuk mewujudkan komitmen
tersebut, PT Mandala Multifinance Tbk mengembangkan
program-program CSR antara lain di bidang pendidikan dan
kepedulian sosial.

Corporate Social Responsibility
Community has become an important part of our business
continuity, therefore the Company committed to play an
active role in helping the community. Corporate social
responsibility (CSR) is expected to help the community and
foster a sense of caring. To realize this commitment, PT
Mandala Multifinance Tbk develops CSR programs in the
fields of educational and social care.

Prospek Usaha 2013
Memasuki tahun 2013, Perusahaan masih dihadapkan pada
tantangan yang sama dengan tahun 2012, hal ini berkaitan
dengan prediksi penjualan kendaraan roda dua dari
Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) pada tahun
2013 sebesar 6 juta unit yang merupakan penurunan jika
dibandingkan dengan realisasi tahun 2012 yang mencapai 7
juta unit. Namun Perusahaan berkeyakinan bahwa prospek
pembiayaan pada tahun 2013 akan tetap baik, karena
kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan roda dua masih
cukup tinggi.

2013 Business Prospects
Entering 2013, Company still faced with the same challenges
in 2012, which related to the prediction of two-wheeled
vehicles’ sales target from Indonesian Motorcycle Industry
Association (AISI) in 2013 which amounted to 6.3 million
units which decreasing compared to the realization in 2012
that reached 7 million units. However, the Company believes
that the financing prospect in 2013 remains favorable
because the society’s needs two-wheeled vehicles is still
high.
17.
Laporan Tahunan
Annual Report

Apresiasi
Sebagai penutup, mewakili Direksi, ijinkan saya untuk
menyampaikan rasa terima kasih kepada Dewan Komisaris
atas segenap dukungan yang diberikan. Kami juga
memberikan apresiasi kepada Manajemen dan seluruh
Karyawan atas kerja keras, semangat, dan dedikasinya.
Penghargaan juga kami sampaikan kepada segenap
pemangku kepentingan dan mitra usaha Perusahaan,
dimana kontribusi mereka telah mendukung kemajuan yang
dicapai selama tahun ini.

Appreciation
To enclose this statements, on behalf of the Board of
Directors, allow me to express my gratitude to the Board
of Commissioners for all the support given. We also give
appreciation to the management and all employees for
their hard work, passion, and dedication. Our appreciation
also goes to all stakeholders and the Company’s business
partners, where their contributions have supported the
progress made during this year.

Harryjanto Lasmana

Direktur Utama
President Director

2012
.18
Tahunan
2012 LaporanReport
Annual

Profil Perusahaan
Company Profile
19.
Laporan Tahunan
Annual Report

2012

Visi dan Misi
Vision and Mission
Visi

Vision

Menjadi
perusahaan
pembiayaan
terbaik
secara
finansial
yang
berorientasi kepada pelanggan

Become the best financing company
financially and stakehlders oriented.

Misi

Mission

•	

•	
•	

Menyediakan fasilitas pembiayaan
dengan cepat dan efektif melalui
perbaikan proses kerja, teknologi
informasi serta perluasan jaringan
Mengutamakan
kepuasan
pelanggan dan mitra usaha
Menjaga
kredibilitas
dan
kepercayaan perbankan

•	

•	
•	

Providing fast and effective
financing
facilities
through
improvement
in
working
processes, information technology,
and networking expansion.
Focusing on customers’ and
business partners’ satisfaction
Maintaining the credibility and trust
of the banking industry

Nilai - Nilai utama
Core Value
Honesty

Jujur
Memperoleh kepercayaan
melaporkan yang benar.

dengan

Gaining trust with the correct reporting.

Rendah Hati

Humility

Mengakui bahwa keberhasilan saya
adalah merupakan sebagian dari hasil
kontribusi orang lain dalam hidup saya.

Admitting that a success is a part of the
contributions of others in my life.

Tekad

Determination

Bertekad untuk mencapai tujuan yang
benar, pada saat yang tepat meskipun
menghadapi tantangan.

Determined to reach right objectives at
the right time despite the challenges.
.20
Tahunan
2012 LaporanReport
Annual

Jejak langkah
Milestone

1983
Didirikan dengan nama
PT Vidya Cipta Leasing Corp
Established under the name
PT Cipta Vidya Leasing Corp.
1997
Berganti nama menjadi
PT Mandala Multifinance
Changed its name into
PT Mandala Multifinance.
2005
Penawaran umum saham perdana
Initial public offering

2006
Membuka unit usaha syariah
Opened syariah unit

2011
Menerbitkan medium term notes
pertama sebesar Rp115 miliar
Issued first medium term notes in
amount of Rp115 billion
2012
Menerbitkan obligasi pertama sebesar Rp100 miliar
Issued first obligation in amount of Rp100 billion
21.
Laporan Tahunan
Annual Report

2012
.22
Tahunan
2012 LaporanReport
Annual

Sejarah Singkat Perusahaan
Company History

PT Mandala Multifinance Tbk (Perusahaan) berdiri sejak tahun
1983 dengan nama PT Vidya Cipta Leasing Corporation.
Setelah mengalami beberapa perubahan nama, akhirnya
pada tanggal 21 Juli 1997 nama PT Mandala Multifinance
disahkan berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan RI
No. 323/KMK.017/1997. Berdasarkan keputusan tersebut,
kegiatan usaha Perusahaan meliputi Sewa Guna Usaha,
Anjak Piutang, Usaha Kartu Kredit, dan Pembiayaan
Konsumen. Sampai saat ini Perusahaan memfokuskan diri
pada kegiatan usaha pembiayaan konsumen, khususnya
pembiayaan kendaraan roda dua.

PT Mandala Multifinance Tbk (Company) established in
1983 by the name of PT Cipta Vidya Leasing Corporation.
After changing its name for quite several times, finally on July
21st, 1997, the name of PT Mandala Multifinance has been
approved by the Ministry of Finance of Republic Indonesia
No. 323/KMK.017/1997. Based on this decision, the
Company’s business activities include Leasing, Factoring,
Credit Cards, and Consumer Financing. As of this writing,
the Company focuses itself on consumer financing business
activities, especially in motorcycle financing.

Perusahaan mencatatkan sahamnya dengan kode [MFIN]
di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 6 September 2005
dengan menjual sahamnya kepada publik sebesar 24,53%.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat struktur
permodalan serta meningkatkan sumber dana untuk modal
kerja Perusahaan.

The Company listed its shares with commercial code [MFIN]
in the Indonesia Stock Exchange on September 6th, 2005
by selling the shares to public amounted to 24.53%. This
activity aims to strengthen the capital structure and financial
resources to increase the Company’s working capital.

Guna memenuhi kebutuhan masyarkat terhadap
pembiayaan dengan skema syariah, Perusahaan telah
mendirikan Unit Usaha Syariah pada bulan April 2006
berdasarkan Rekomendasi Dewan Syariah Nasional –
Majelis Ulama Indonesia No.U-075/ DSN-MUI/IV/2006.

In order to meet the needs of the society on the Islamic
financing scheme in sharia, the Company has established
the Sharia Business Unit in April 2006, based on the
recommendation of National Sharia Board – the Board of
Indonesian Ulamas No.U-075/ DSN-MUI/IV/2006.

Pemegang saham utama PT Mandala Multifinance Tbk
adalah para profesional yang berpengalaman lebih dari
20 tahun di bidang otomotif, berawal sebagai main dealer
sepeda motor di wilayah Lampung dan Jawa Barat.

The main shareholders of PT Mandala Multifinance Tbk are
the professionals with more than 20 years of experiences
in the automotive industry, initiated as the main motorcycle
dealers in Lampung and west Java.

Perusahaan memegang teguh komitmen untuk memberikan
pelayanan terbaik terhadap konsumen dan mitra bisnis,
melalui pelayanan optimal yang didukung oleh pengelolaan
sumber daya manusia yang terarah, terpadu dan
berkesinambungan, serta ketersediaan infrastruktur yang
memadai.

The Company uphold the firm commitment in providing the
best services to consumers and business partners, through
optimal services which supported by well-planned human
resource management in an integrated and sustainable
manner, as well as the availability of adequate infrastructure.
23.
Laporan Tahunan
Annual Report

2012

Struktur Organisasi
Organization Structure

Rapat Umum
Pemegang Saham
General Meeting of
Shareholders
Dewan Komisaris
Komisaris Utama
Komisaris Independen
Board of Commissioners
President Commissioner
Independent Commissioner

Sekretaris
Perusahaan
Corporate
Secretary

GM
HRD & GA

GM
IT

Komisaris Utama / President Commissioner	

Direksi
Presiden Directur
Direktur
Board of Directors
President Director
Director

Audit Internal
Internal Audit

GM
Operation

GM
Finance

			: Alex Hendrawan

Komisaris Independen / Independent Commissioner				: Deddy Heruwanto
Direktur Utama / President Director 					: Harryjanto Lasmana
Direktur / Director 	 						: Elise
Sekretaris Perusahaan / Corporate Secretary				: Mahrus
Internal Audit / Internal Audit	

					: Haryadi Yusuf

Unit Kerja Prinsip Mengenal Nasabah / Consumer Principal Work Unit	

	

: Mahrus

GM HRD & GA*) / GM HRD & GA*)					: Elise
GM IT / GM IT							: Aponso Johan
GM Operation / GM Operation	 					: Lucas Putradinata
GM Finance / GM Finance						: Sandi Lesmana
GM Marketing*) / GM Marketing*)					: Harryjanto Lasmana
Keterangan:
*) Merangkap sementara
*) Temporarily held

Unit Kerja Prinsip
Mengenal Nasabah
Consumer Principal
Work Unit

GM
Marketing
.24
Tahunan
2012 LaporanReport
Annual

Komposisi Pemegang Saham
Shareholders Composition

Keterangan
Description

Jumlah (saham)
Total (share)

PT Jayamandiri Gemasejati
PT Jayamandiri Gemasejati
Alex Hendrawan (Komisaris Utama)
Alex Hendrawan (President Comissioner)
Lain-lain (masing-masing dengan kepemilikan di bawah 5%)
Others (each below 5% ownership)
Jumlah
Total

Nilai Nominal (Rp)
Nominal Value (Rp)

Persentase Kepemilikan
Ownership Percentage

933.000.000

93.300.000.000

70,42%

67.000.000

6.700.000.000

5,05%

325.000.000

32.500.000.000

24,53%

1.325.000.000

132.500.000.000

100,00%

PT Jayamandiri Gemasejati

Publik

Alex Hendrawan

70,42%

24,53%

5,05%

PT Mandala Multifinance Tbk

207 Jaringan Kantor Pelayanan
207 Bussiness Services Network
Se
la
tM
al
ak

L a u t Ch in a S e la t a n

a

16

4
L a u t Na t u n a

L a u t Su l a w e s i

6

15
10
tM
al

1

ak
a

L a u t J a wa

16
4

1
25

8

3

Laut Halmahera

ar
t Ma
kas

la

10
19

Sela

Se

8

7

5
3

4
7
20

4

Laut Banda

10
1

6

S a mu de ra Hin dia

L a u t Ar a f u r u
25.
Laporan Tahunan
Annual Report

2012

Lembaga & Profesi Penunjang Pasar Modal
Institutions & Capital Market Supporting Professionals
Pencatatan Saham
Share Listing

Agen Pemantau
Monitoring Agent

Bursa Efek Indonesia
(Indonesia Stock Exchanges)
Building Tower I
Jl. Jend. Sudirman Kav 52-53
Jakarta 12190 Indonesia
Telp. (62-21) 5150 515

PT Bank Mega Tbk
Menara Bank Mega, Lt.16
Jl. Kapten Tendean Kav.12-14 A
Jakarta 12790 Indonesia
Telp. (+62 21) 7917 5000

Biro Administrasi Efek
Securities Administration
Agency

Agen Pembayaran
Payment Agent

PT Sinartama Gunita
Plaza BII Menara 3 lt. 12
Jl. M.H. Thamrin No. 15
Jakarta 10350 Indonesia
Telp. (62-21) 392 2332

PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI)
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
Jakarta 12190 Indonesia
Telp. (+62 21) 5299 1099

Kantor Akuntan Publik
Public Accountant Office

Wali Amanat
Trustee

Budiman, Wawan, Pamudji & Rekan
Konica Building lt. 5
Jl. Gunung Sahari Raya No. 78
Jakarta 10610 Indonesia
Telp. (62-21) 425 8282, 424 8806

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Jl. Jend Sudirman Kav. 44 & 46
Jakarta 10210 Indonesia
Telp. (+62 21) 2500 124, 575 8140, 575 8130

Sekretaris Perusahaan
Coorporate Secretary
Gedung Mandala Finance
Jl. Menteng Raya No. 24 A-B
Jakarta 10340 Indonesia
Telp. (62 21) 2925 9955
.26
Tahunan
2012 LaporanReport
Annual

Profil Dewan Komisaris dan Direksi
Board of Commisioners’ and Board of Directors’ Profile
27.
Laporan Tahunan
Annual Report

2012
.28
Tahunan
2012 LaporanReport
Annual

Profil Dewan Komisaris
Board of Commisioners Profile

Alex Hendrawan
Komisaris Utama

President Commissioner
Warga Negara Indonesia , 56 tahun, lahir di Prabumulih pada tahun 1956. Menyelesaikan pendidikan hingga Sekolah Menengah
Tingkat Atas di IBA pada tahun 1976 di Palembang. Mengawali Karirnya di CV Lautan Teduh (Main DealerYamaha Jawa Barat
& Lampung) sebagai Kepala Cabang tahun 1982-1988, kemudian menjabat sebagai Wakil Direktur tahun 1990-2000. Selain
itu beliau juga pernah bergabung dengan PT Lautan Berlian Utama sebagai Kepala Cabang tahun 1985-1986, PT Lautan
Berlian Leasing sebagai Direktur tahun 1988-1990, dan PT Lautan Berlian Multi Finance sebagai Direktur Utama tahun 19901991. Sejak tahun 1997 beliau menjabat sebagai Komisaris di PT Mandala Multifinance. Saat ini beliau memegang 5 jabatan
sekaligus yaitu sebagai Komisaris Utama di PT Mandala Multifinance sejak tahun 2005, Komisaris Utama PT Jayamandiri
Gemasejati sejak tahun 2004, Komisaris PT Lautan Teduh Interniaga sejak tahun 2000, Komisaris PT Lautan Teduh sejak
tahun 2010, dan Komisaris Utama PT Mandala Multinvest Capital sejak tahun 2011.
Indonesian citizen, 56 years old, born in Prabumulih in 1956. Completed his education in IBA in 1976 at Palembang. His
career started in CV Lautan Teduh (Yamaha Main Dealer at West Java and Lampung) as a Branch Head in 1982-1988, then
served as Vice Director in 1990-2000. In addition, he also joined with PT Lautan Berlian Utama as Branch Head in 1985-1986,
as Leasing Director of PT Lautan Berlian Multi Finance in 1988-1990 and as President of PT Lautan Berlian in 1990-1991.
Since 1997 he has served as a Commissioner of PT Mandala Multifinance. Currently he holds 5 positions as well as the
President Commissioner of PT Mandala Multifinance since 2005, Commissioner of PT Jayamandiri Gemasejati since 2004,
Commissioner of PT Lautan Teduh Interniaga since 2000, Commissioner of the PT Lautan Teduh since 2010, and President
Commissioner of PT Mandala Multinvest Capital since 2011.
29.
Laporan Tahunan
Annual Report

2012

Deddy Heruwanto
Komisaris Independen
Independent Commissioner

Warga Negara Indonesia, 60 tahun, lahir di Yogyakarta pada tahun 1952. Meraih gelar Sarjana Ekonomi pada tahun 1982 dari
Universitas Trisakti Jakarta, dan MBA pada tahun 1993 dari Asian Business School, serta Magister Manajemen dari Sekolah
Tinggi llmu Ekonomi IPWI pada tahun 1995. Beliau mengawali karimya di PT (Persero) Danareksa Sekuritas sebagai Kepala
Seksi Penilaian Efek dan Kepala Seksi Pengelolaan Portofolio tahun 1984-1992, sebagai Kepala Divisi Investasi tahun
1993-1994, sebagai Executive Director tahun 1994-1996 dan terakhir sebagai Direktur Investment Banking tahun 19972002. Kemudian beliau melanjutkan karimya di PT Bank Bumiputera Tbk, pada awalnya sebagai Advisor/Staff Ahli Presiden
Direktur pada tahun 2002, kemudian pada tahun yang sama bergabung dalam Dewan Audit hingga tahun 2003 di PT Mega
Finadana Finance sebagai Direktur Utama tahun 2003-2007, di BPR Lumasindo Perkasa Putra sebagai Komisaris Utama
tahun 2003-2007, di PT Danareksa Finance sebagai Direktur Utama tahun 2007-2009. Saat ini beliau menjabat sebagai
Komisaris Independen di PT Mandala Multifinance Tbk. sejak tahun 2005.
Indonesian citizen, 60 years old, born in Yogyakarta in 1952. He holds Economics degree in 1982 from Trisakti University,
and MBA from the Asian Business School in 1993, as well as the Master of Management from IPWI School of Economics
in 1995. He began his career at PT Danareksa Securities as Head of Effects Assessment and Head of Portfolio Management
in 1984-1992, Head of the Investment Division in 1993-1994, Executive Director in 1994-1996 and recently he served as
Director of Investment Banking in 1997-2002. Then he went to PT Bank Bumiputera Tbk, initially as Advisor / President Director
Expert Staff in 2002, later in the same year he joined Board of Auditors until 2003 at PT Mega Finadana Finance as Managing
Director in 2003-2007, at BPR Lumasindo Putra Perkasa as President Commissioner in 2003-2007, as Managing Director
at PT Danareksa Finance in 2007-2009. He currently serves as Independent Commissioner of PT Mandala Multifinance Tbk.
since 2005.
.30
Tahunan
2012 LaporanReport
Annual

Profil Direksi
Board of Directors Profile

Harryjanto Lasmana
Direktur Utama
President Director

Warga Negara Indonesia, 53 tahun, lahir di Sukabumi, Jawa Barat pada tahun 1959. Menyelesaikan pendidikan di Sekolah
Tinggi llmu Ekonomi Indonesia, Jakarta Jurusan Akuntansi pada tahun 1981. Beliau memulai karimya pada berbagai jabatan
dan perusahaan antara lain sebagai Accounting Staff PT Galic Bina Mada tahun 1981-1982, Accounting Supervisor PT Talang
Sewu tahun 1982 1983, Chief Accounting PT Intertradista tahun 1983-1985, Assistant Finance Manager PT Hume Sakti
Indonesia tahun 1985-1986, Assistant Finance & Accounting Manager PT Lembah Sari Tirta Hijau (Park Royal Apartment)
tahun 1986-1990, Finance Manager PT Putra Surya Prima tahun 1991-1992, Direktur PT Putra Surya Multifinance tahun
1993-1994, Direktur PT Citradwipa Finance tahun 1995-1997. Beliau menjabat sebagai Direktur Utama Perseroan sejak tahun
1997 hingga saat ini.
Indonesian citizen, 53 years old, born in Sukabumi, West Java in 1959. Graduated from Indonesian Economic College, Jakarta
majoring in Accounting in 1981. He started his career in various positions and companies, such as Accounting Staff at PT
Galic Bina Mada in 1981-1982, Accounting Supervisor at PT Gutters Sewu in 1982 1983, Chief Accounting at PT Intertradista
in1983-1985, Finance Manager Assistant at PT Hume Sakti Indonesia in 1985 - 1986, Finance Assistant & Accounting Manager
at PT Tirta Sari Green Valley (Park Royal Apartment) in 1986-1990, Finance Manager at PT Putra Surya Prima in 1991-1992,
Director at PT Putra Surya Multifinance in 1993-1994, Finance Director at PT Citradwipa 1995-1997. He served as a Director
at PT Mandala Multifinance since 1997 until today.
31.
Laporan Tahunan
Annual Report

2012

Elise
Direktur
Director

Warga Negara Indonesia, 51 tahun, lahir di Jakarta tahun 1961. Mendapatkan gelar Sarjana Akuntansi dari Universitas
Parahyangan, Bandung pada tahun 1986. Beliau memulai karirnya sebagai Auditor di Kantor Akuntan Publik Drs Karl Widyarta
& Rekan tahun 1986-1990, Asisten Direksi pada Grup Lautan Teduh pada tahun 1990-2004. Beliau bergabung dengan PT
Mandala Multifinance Tbk pada tahun 2004 hingga kini.
Indonesian citizen, 51 years old, born in Jakarta in 1961. Graduated from of Parahyangan University, Bandung in 1986 majoring
in Accounting. She began her career as auditor in public accounting firm Widyarta & Partners Drs Karl in 1986-1990, Director
Assistant at Lautan Teduh Group in 1990-2004. She joined PT Mandala Multifinance Tbk since 2004 until now.
.32
Tahunan
2012 LaporanReport
Annual

Sumber Daya Manusia
Human Resources

Menyadari betapa pentingnya keberadaan sumber daya
manusia yang berkualitas, Perusahaan secara terus menerus
dan berkesinambungan meningkatkan kualitasnya. Dengan
adanya pengelolaan sumber daya manusia yang baik, maka
kinerja yang optimal pun akan muncul.

Realizing the importance of high quality human resources,
the Company continually and sustainably improve its
quality. By managing the human resources, thus the optimal
performance will definetely occur.

Untuk mewujudkan komitmen Perusahaan dalam
pengelolaan sumber daya manusia, beberapa kebijakan
pengembangan telah disusun diantaranya adalah program
pengembangan karyawan, kesehatan, dan kesejahteraan.
Kebijakan-kebijakan tersebut terintegrasi dengan seluruh
aspek operasional Perusahaan. Implementasi kebijakan
dilaksanakan antara lain dalam bentuk pendidikan dan
pelatihan yang dilaksanakan secara internal oleh Perusahaan
maupun bekerjasama dengan lembaga lain. Program
pendidikan dan pelatihan yang telah dilakukan antara lain
adalah mengenai Effective Supervisory Skill, Fundamental
Leadership Program, Advanced Leadership Training,
Leadership Training for Manager, Negotiation Skill, Selling
Skill, Practical Marketing, Time & Territory Management,
Risk Management, Analisa Kredit, Teknik Penagihan, dan
training hard skill lainnya termasuk IT yang disesuaikan
dengan kebutuhan.

To make the Company’s commitment in human resource
management comes true, some policies of development
has been arranged which some of them consist of the
employees’ development programs, health, and welfare.
The policies are integrated with all aspects of the Company’s
operations. The policies were implemented, among others,
in the form of education and training which conducted both
internally and also in cooperation with other institutions. The
education and training programs that have been carried out,
among others, are Effective Supervisory Skill, Fundamental
Leadership Program, Advanced Leadership Training,
Leadership Training for Manager, Negotiation Skill, Selling
Skill, Practical Marketing, Time & Territory Management,
Risk Management, Credit Analysis, Collecting Technic, and
other hard skills training including IT according to needs.
33.
Laporan Tahunan
Annual Report

2012

Pengembangan karyawan dimulai sejak saat penerimaan
karyawan baru hingga masa akhir kerja. Program
pengembangan ini dilakukan untuk semua karyawan karena
setiap karyawan di Perusahaan berhak mendapatkan
kesempatan yang sama. Melalui program-program
pengembangan tersebut, Perusahaan selalu menanamkan
visi, misi, dan nilai-nilai Perusahaan. Dengan adanya
penyatuan tersebut Perusahaan berkeyakinan akan lebih
mudah untuk meningkatkan kinerja Perusahaan dan
memperkuat ikatan kebersamaan antar seluruh karyawan.

The employees’ development have been started since
their employment until the end of their work time. These
development programs were done to all employees because
every employee in the Company has equal right. Through the
development programs, the Company always embedded
and integrated the vision, mission, and Company’s values.
The integration will make the Company easier to develop the
Company’s performance as well as strengthening the bonds
of togetherness along all employees.

Perusahaan juga memperhatikan aspek-aspek penting
lainnya yaitu keselamatan kerja dan kesempatan kerja.
Perusahaan juga memberikan kesempatan yang sama
terhadap semua gender serta jenjang karir yang terbuka
untuk seluruh karyawan.

The Company also pays attention to other important aspects
in safety and job opportunities. The Company also provides
equal opportunities for all gender and career paths that are
open to all employees.

Per 31 Desember 2012, jumlah karyawan Perusahaan
adalah 8.279 orang. Berikut adalah jumlah dan komposisi
karyawan Perusahaan berdasarkan jenjang jabatan, tingkat
pendidikan, dan usia:

As of December 31st, 2012, the number of Company’s
employees is 8,279 people. Here are the numbers and
composition of the Company’s employees based on the
hierarchy, level of education, and age:
.34
Tahunan
2012 LaporanReport
Annual

Komposisi karyawan berdasarkan tingkat pendidikan:
Employees’ compostion based on educational level:
Sarjana/Pasca Sarjana

4,178

Bachelor/Post Graduate
Sarjana Muda/sederajat

2,509

Tingkat Pendidikan

Non-Graduate/equivalent
SLTA/sederajat

1,498

High School/equivalent
SLTP,SD/sederajat
Junior High/equivalent

94

Educational Level
35.
Laporan Tahunan
Annual Report

Komposisi karyawan berdasarkan jabatan:
Employees’ compostion based on positon level:
Direktur

2

Director
Manajer Umum

3

General Manager
Manajer

46

Manager
Kepala Bagian

Tingkat Jabatan

283

Position Level

Head
Koordinator

1,055

Supervisor
Staf

6,890

Staff
Komposisi karyawan berdasarkan usia:
Employees’ compostion based on age:
18-25

4,178

26-35

2,509

36-45

1,498

46-55

94

> 55

5

Tingkat usia
Age Level

Komposisi karyawan berdasarkan jenis kelamin:
Employees’ compostion based on gender:

Pria

6,790

Male

Jenis Kelamin
Wanita
Female

1,489

Gender

2012
.36
Tahunan
2012 LaporanReport
Annual

Analisa dan Pembahasan Manajemen
Management Discussion & Analysis

Kondisi Makro Ekonomi

Macroeconomic Overview

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS),
perekonomian Indonesia di tahun 2012 tumbuh sebesar
6,23%. Pertumbuhan ini memang sedikit di bawah target
APBN 2012 yaitu sebesar 6,5%; walaupun demikian
pencapaian ini merupakan prestasi yang patut diapresiasi
di tengah kondisi perekonomian global yang mengalami
hambatan. Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap
solid didorong oleh tingginya permintaan domestik yang
berasal dari konsumsi rumah tangga dan investasi.
Investasi menjadi salah satu komponen utama pendorong
pertumbuhan ekonomi, bahkan menggantikan kinerja
ekspor yang saat ini mengalami perlambatan. Namun, baik
investasi maupun konsumsi rumah tangga tetap sama-

Based on Central Statistics Agency (BPS) data, the national
economic condition grew by 6.23% in 2012. This growth
was slightly below the target for 2012 ie. 6.5%, however
this achievement should be appreciated in the middle of a
downturn in global economic condition. The solid growth
was mainly driven by domestic demand that comes from
domestic consumption and investment. Investment
becomes one of the main components that driving economic
growth in 2012, that even replaces the export performances.
37.
Laporan Tahunan
Annual Report

2012

sama berkontribusi besar dalam menjaga stabilnya kondisi
ekonomi makro terutama karena membaiknya persepsi
pasar dan peningkatan daya beli masyarakat.

However, both investment and household consumption
still contributed in maintaining stable macro-economic
conditions that caused by improvement in market perception
and purchasing power.

Perkembangan Industri Pembiayaan Sepeda Motor

Motorcycle Financing Industry Development

Selama tahun 2012 kondisi industri pembiayaan sepeda
motor mengalami banyak tantangan, sehubungan dengan
regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah di sepanjang
tahun 2012, yakni ketentuan pembatasan pembiayaan
untuk kendaraan bermotor.

In 2012, the motorcycle financing industry faced many
challenges, regarding to policies and regulations that set by
government throughout 2012, regarding the settlement on
financing limit to motor vehicles.

Penetapan kebijakan ini berpengaruh kepada penurunan
angka penjualan sepeda motor di tahun 2012 tercatat
bahwa penjualan sepeda motor baru hanya mencapai 7 juta
unit, menurun 11% jika dibandingkan dengan penjualan di
tahun 2011 yang mencapai 8 juta unit.

The policy affected the decrease in motorcycle sales, it was
noted that a new motorcycle sales reached 7 million units in
2012, decreased 11% compared 2011 sales that reached
8 million units.

Tinjauan Kinerja Operasi

Operational Performance Review

Meskipun di tahun 2012 industri pembiayaan mengalami
banyak
tantangan,
Perusahaan
berhasil
meraih
pertumbuhan. Perusahaan telah menyalurkan pembiayaan
sebanyak 468.632 unit kendaraan roda dua dengan nilai
pembiayaan sebesar Rp4.065 miliar atau mengalami
peningkatan sebesar 6% jika dibandingkan dengan
pencapaian tahun lalu. Peningkatan ini berhasil diraih
meskipun pencapaian tersebut masih di bawah target
pembiayaan yang telah ditetapkan pada tahun 2012 yaitu
sebesar Rp5 triliun.

Although the financing industry in 2012 experienced a lot
of challenges, the Company managed to achieve growth.
The Company has disbursed financing which amounted to
468,632 units of motorcycles with financing value which of
Rp4,065 billion or an increase of 6% compared with last
year’s achievement. This increase was achieved although
still below the funding target that has been set in the year
2012 amounting to Rp5 trillion.

Tinjauan Kinerja Keuangan

Financial Performance Overview

I.	Pendapatan
Pengelolaan aset produktif yang cukup baik selama
tahun 2012 telah berhasil meningkatkan pendapatan
sebesar 10% yakni Rp1.292 miliar dibandingkan tahun
2011 sebesar Rp1.170 miliar.

I.	Revenue
	 A good management in productive assets in 2012 has
succesfully increased revenues by 10% or Rp1,292
billion compared to 2011 which amounted to Rp1,170
billion.
.38
Tahunan
2012 LaporanReport
Annual

Pendapatan (dalam jutaan Rupiah)
Revenue (in million Rupiah)

Keterangan
Description
Pembiayaan Konsumen – Bersih
Consumer Financing – Net
Bunga
Interest
Lain-lain
Others
Total

II.	Beban
Jumlah beban di tahun 2012 adalah sebesar Rp1.001
miliar atau meningkat sebesar 8% dibanding tahun
2011. Peningkatan ini terutama disebabkan kenaikan
pada beban gaji dan kesejahteraan karyawan karena
semakin meningkatnya piutang pembiayaan konsumen
yang dikelola perusahaan.

2012

2011

Persentase
Percentage

1.277.938

1.167.805

9%

380

782

-51%

13.596

1.732

685%

1.291.914

1.170.319

10%

II.	Expenses
	 Total expenses in 2012 amounted to Rp1,001 billion or
increasing as much as 8% compared to 2011 mainly due
to the increase in expenses of salaries and employees’
benefits along with the increased in consumer financing
receivables that managed by the Company.

Pendapatan (dalam jutaan Rupiah)
Expenses (in million Rupiah)

Keterangan
Description

2012

2011

Persentase
Percentage

Beban Pendanaan
Funding Expenses

364.171

364.198

0%

Gaji dan Kesejahteraan Karyawan
Salaries and Employee’ Benefits

347.484

281.419

23%

Umum dan Administrasi
General and Administrative

144.467

135.275

7%

23.987

55.166

-57%

30.257

24.090

26%

5.623

3.611

56%

84.540

65.783

29%

1.000.529

929.542

8%

Pembentukan Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai
Provision for Impairment Losses
Penurunan Nilai
Penyusutan
Depreciation
Beban Imbalan Kerja Karyawan
Employees’ Benefit Expenses
Lain-lain
Others
Total
Total

II.	

Laba Bersih
Secara keseluruhan dari pendapatan yang diterima
dan beban yang dikeluarkan telah menghasilkan
kenaikan laba bersih sebesar 21% yakni Rp218 miliar
dibandingkan laba bersih tahun 2011 sebesar Rp180
miliar.

III.	 Net Income
	 In Overall, the net income received and expenses
incurred has resulted in an increase by 21% or amounted
to Rp218 billion of net income compared to 2011 which
amounted to Rp180 billion.
39.
Laporan Tahunan
Annual Report

2012

Laba Bersih (dalam jutaan Rupiah)
Net Income (in million Rupiah)

Keterangan
Description

2012

2011

Persentase
Percentage

291.385

240.777

21%

Beban Pajak
Tax expense

73.383

60.516

21%

Laba Bersih
Net Income

218.002

180.261

21%

Laba Usaha Sebelum Pajak
Income before tax

IV.	Aset
Pada tahun 2012 total aset Perusahaan tercatat
sebesar Rp4.063 milliar atau naik sebesar 7% dari
tahun 2011 sebesar Rp3.782 milliar. Kenaikan ini
disebabkan karena adanya peningkatan aset produktif
berupa piutang pembiayaan konsumen sebesar 7%
menjadi Rp3.745 miliar. Pertumbuhan aset produktif
ini terjadi karena Perusahaan senantiasa menerapkan
prinsip kehati-hatian di dalam melaksanakan proses
pemberian kredit.

IV.	Assets
	 In 2012, the Company’s total assets were recorded
at Rp4,063 billion or increasing as much as 7% from
2011 which amounted to Rp3,782 billion. The increase
occured because the Company’s productive assets
also increased in the form of consumer financing
receivables as much as 7% to Rp3,745 billion. The spike
of productive assets occurred because the Company
always apply the precautionary principle in implementing
the granting process of credits.

Aset (dalam jutaan Rupiah)
Assets (in million Rupiah)

Keterangan
Net Income (in million Rupiah)

2012

2011

Persentase
Percentage

96.845

76.088

27%

82

862

-90 %

3.744.786

3.497.049

7%

5.356

3.570

50%

16.838

14.286

18%

69

244

-72%

Biaya DIbayar di Muka.
Prepaid Expanses

45.129

34.068

32%

Uang Muka
Down payment

13.272

14.229

-7%

7.769

128

5.970%

132.620

141.890

-7%

4.062.766

3.782.414

7%

Kas dan Setara Kas
Cash and Cash Equivalent
Deposito Berjangka yang Dijaminkan
Pledged Deposits
Piutang Pembiayaan Konsumen - Bersih
Consumer Financing Receivable – Net
Piutang Lain-lain
Other Receivables
Agunan yang Diambil Alih
Foreclosed Assets
Piutang Kepada Pihak Berelasi
Receivables from related parties

Piutang Derivatif
Derivative Receivables
Aset Tetap
Fixed Assets
Total
Total
.40
Tahunan
2012 LaporanReport
Annual

V.	Liabilitas
Di tahun 2012 total liabilitas Perusahaan tercatat
sebesar Rp3.174 miliar atau meningkat 4% dari tahun
2011 sebesar Rp3.058 miliar. Kenaikan ini sebagian
besar disebabkan oleh karena adanya kenaikan utang
usaha yang belum jatuh tempo pada akhir tahun 2012.

V.	Liabilities
	 In 2012, the Company’s total liabilities recorded at
Rp3,174 billion, or increasing as much as 4% from
2011 which amounted to Rp3,058 billion. This increase
occured mainly because there was an increased in
accounts payable that have not yet matured in 2012.

Liabilitas (dalam jutaan Rupiah)
Liabilities (in million Rupiah)

Keterangan
Description

2012

2011

2.832.610

2.857.900

-1

Medium Term Note – Bersih
Medium Term Note – Net

76.397

114.622

-33

Utang Obligasi – Bersih
Bond Debt – Net

98.801

0

100

Utang Usaha
Accounts Payable

97.362

31.712

207

Utang Sewa Pembiayaan
Financing Leases Debt

4.810

5.299

-9

Utang Derivatif
Derivative Payable

5.485

4.125

33

22.783

7.234

215

Utang Lain-lain
Other Debts

4.104

1.829

124

Utang Pajak
Taxes Payable

17.037

17.556

-3

3.109

6.937

-55

Estimasi Liabilitas Atas Imbalan Kerja Karyawan
11.790
The Estimated of Liabilities on Employees’ Benefits

10.664

11

3.057.878

4

Pinjaman Bank
Bank Loan

Biaya Masih Harus Dibayar
Accrued Expenses

Liabilitas Pajak Tangguhan – Bersih
Deferred Tax Liabilities – Net

Total

VI.	Ekuitas
Saldo ekuitas tahun 2012 tercatat sebesar Rp888
miliar atau naik 23% dibandingkan tahun 2011 sebesar
Rp725 miliar. Kenaikan ini terjadi karena adanya
peningkatan perolehan laba bersih Perusahaan di
tahun 2012.

3.174.288

Persentase
Percentage

VI.	Equity
	
The balance of equity in 2012 amounted to Rp888 billion
or increasing as much as 23% compared to 2011 which
amounted to Rp725 billion. This increase occured due
to the spike in net profit in 2012.

Ekuitas (dalam jutaan Rupiah)
Equity (in million Rupiah)

Keterangan
Description

2012

2011

Persentase
Percentage

132.500

132.500

0

27.277

27.277

0

Saldo Laba
Retained Earnings

728.701

564.759

29

Total
Total

888.478

724.536

23

Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
Issued and Fully Paid Capital
Tambahan Modal Disetor - Bersih
Additional Paid in Capital - Net
41.
Laporan Tahunan
Annual Report

VII.	 Arus Kas
Posisi kas Perusahaan di akhir tahun 2012 mengalami
kenaikan sebesar 27% menjadi Rp97 miliar. Perubahan
ini dikarenakan adanya peningkatan uang tunai hasil
tagihan pada akhir bulan Desember 2012.

2012

VII. 	Cash Flow
	 The Company’s cash position at the end of 2012
increased by 27% to Rp97 billion. This changes occured
due to an increase in cash proceeds bill at the end of
December 2012.

Arus Kas (dalam jutaan Rupiah)
Cash Flow (in million Rupiah)

Keterangan
Description

2012

2011

Kas bersih digunakan untuk aktivitas operasi
Net Cash Used for Operating Activities

525.266

(825.736)

Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi
Net Cash Used in Investing Activities

(15.452)

(27.585)

(489.984)

858.080

20.757

3.624

927

(1.135)

Kas dan Setara Kas pada Awal Tahun
Cash and Cash Equivalents at Beginning of Year

76.088

72.464

Kas dan Setara Kas pada Akhir Tahun
Cash and Cash Equivalents at End of Year

96.845

76.088

Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan
Net Cash Used for Financing Activities
Kenaikan Bersih kas dan Setara Kas
Net Increase in Cash and Cash Equivalent
Dampak Bersih Atas Perubahan Nilai Tukar Atas Kas dan Setara kas
Net Impact on Exchange Rate Changes On Cash and Cash Equivalents

VIII.	Solvabilitas
Perusahaan tidak mengalami kesulitan di dalam
memenuhi semua kewajiban-kewajibannya yang terlihat
pada jumlah aset dibandingkan liabilitas menunjukkan
kondisi surplus.

VIII. Solvency
	 The Company does not have any trouble in paying its
liabilities which can be seen on assets compared to
liabilities that shows a surplus condition.

IX.	 Tingkat Kolektibilitas Piutang
Pada tahun 2012, kemampuan Perusahaan dalam
menagih piutang relatif stabil yang terbukti dengan
tingkat NPL yang masih tetap terjaga dalam batas
terkendali.

IX. 	 Receivables Collectibility
	 In 2012, the Company’s ability in collecting its
receivables is relatively stable which proven with the
level of NPL that still in the controlable state.

X.	 Struktur Modal dan Kebijakan Manajemen atas Struktur
Modal
	 Perusahaan berkomitmen untuk memiliki struktur
modal yang optimal dengan mempertahankan rasio
modal yang sehat, peringkat pinjaman yang kuat, dan
maksimalisasi nilai pemegang saham. Manajemen
memantau modal dengan menggunakan instrumen
pengukuran yang tepat dan dapat diandalkan seperti
yang terdapat pada perhitungan rasio ekuitas terhadap
utang. Selama dua tahun berturut-turut yaitu pada
tahun 2012 dan 2011 yang berakhir pada tanggal

X. 	 Capital Structure and Management Policy on Capital
Structure
	 The Company committed to have an optimal capital
structure in order to achieve business objectives by
maintaining healthy capital ratios, strong debt rating,
and maximization of shareholder value. Management
monitors the capital by using precise and reliable
measuring instruments that consist on equity to debt
rato. For two consecutive years, namely in 2012 and
2011 which ended on December 31st, the ratio of
liabilities to equity amounted to 3.57x and 4.22x,
.42
Tahunan
2012 LaporanReport
Annual

31 Desember rasio liabilitas terhadap ekuitas tercatat
masing-masing sebesar 3,57x dan 4,22x. Hasil ini
masih jauh di bawah ketentuan rasio liabilitas terhadap
ekuitas yang sehat yaitu maksimal 10x sehingga
dapat dikategorikan bahwa Perusahaan telah dapat
mempertahankan modal yang sehat.
Hal ini penting untuk dipertahankan dimana rasio
ekuitas terhadap utang dengan besaran yang cukup
akan membuat Perusahaan mencapai keseimbangan
antara risiko dan tingkat pengembalian. Hal ini
sangat penting untuk dilakukan sebagai upaya
Perusahaan dalam meminimalkan potensi turunnya
kinerja keuangan. Struktur permodalan Perusahaan
dapat berubah sesuai dengan kebijakan manajemen
dalam rangka melakukan penyesuaian berdasarkan
perubahan kondisi ekonomi.

respectively. The figure is still categorized as a healty
one which stated the liabilities to equity ratio should
below 10x. Thus, with the stated, the Company able to
maintain a healthy capital.

	

This is important preserved so that the Company will
be able to maintain a sufficient debt to equity ratio to
ensure good balance between risk and return which very
important to minimize the potential decline in financial
performance. The capital structure can be changed in
accordance with management policies to adjust based
on changes in economic conditions.

Pendapatan (dalam jutaan Rupiah)
Pendapatan (dalam jutaan Rupiah)

Keterangan
Description

2012

2011

Persentase

Liabilitas Jangka Pendek
Current Liabilities

2.051.560

1.627.363

26%

Liabilitas Jangka Panjang
Non-Current Liabilities

1.122.728

1.430.515

-22%

Total Liabilitas
Total Liabilities

3.174.288

3.057.878

4%

888.478

724.536

23%

3,57

4,22

-15%

Total Ekuitas Neto
Total Net Equity
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas
Liabilities to Equity Ratio

Kebijakan Dividen

Dividend Policy

Tahun 2012
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)
tanggal 15 Juni 2012, sebagaimana diaktakan dalam akta
Notaris Leolin Jayayanti, SH, No. 15, pada tanggal yang
sama, para pemegang saham menyetujui pembagian
dividen tunai sebesar Rp54.060 juta atau Rp40,80 per
saham, yang dibayarkan pada tanggal 6 September 2012
kepada pemegang saham yang tercatat pada Daftar
Pemegang Saham pada tanggal 23 Agustus 2012.

Year 2012
Based on Company’s Annual Shareholders’ General
Meeting (AGMS) on June 15th, 2012, which was notarized
by notarial deed No. 15 of Leolin Jayayanti, SH, on the
same date, the shareholders ratified the declaration of cash
dividends amounting to Rp54,060 million or Rp40.80 per
share, payable on September 6th, 2012, to shareholders
who were registered at the Company’s share registrar as of
August 23th, 2012.

Tahun 2011
Sesuai dengan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham
Tahunan yang dilaksanakan pada pada tanggal 19 Mei

Year 2011
In accordance with the decision of the Annual General
Meeting of Shareholders which held on May 19th, 2011,
43.
Laporan Tahunan
Annual Report

2011, yang diaktakan dalam akta notaris nomor 13 tanggal
19 Mei 2011 dibuat oleh Leolin Jayayanti SH, Notaris di
Jakarta, menyetujui pembagian dividen tunai dari laba bersih
tahun 2010 sebesar Rp39.750 juta atau Rp30,- per saham,
yang dibayarkan pada tanggal 19 Agustus 2011 kepada
pemegang saham yang tercatat pada daftar pemegang
saham pada tanggal 4 Agustus 2011.

2012

which was notarized by Notarial Deed No. 13 dated May
19th, 2011 made by Leolin Jayayanti SH, Notary in Jakarta,
ratified the declaration of cash dividends from net income in
2010 which amounting to Rp39,750 million or Rp30.- per
share, payable on August 19th, 2011 to shareholders which
stated on the lists of shareholders on August 4th, 2011.

Pendapatan (dalam jutaan Rupiah)
Pendapatan (dalam jutaan Rupiah)

Keterangan
Description

2012

2011

Laba Bersih 2011
Net Income 2011

180.261

-

Laba Bersih 2010
Net Income 2010

-

132.663

30%

30%

54.060

39.750

40,80

30

Presentase Dividen
Pay-out Ratio
Dividen yang Dibagikan
Paid Dividend
Dividen per Lembar Saham (dalam Rupiah)
Dividend per Share (in Rupiah)

Ikatan yang Material untuk Investasi Barang Modal

Material Commitments for Capital Investments

Tidak terdapat ikatan material atas investasi barang modal
sepanjang tahun 2012.

There is no material commitments related to capital
investment throughout 2012.

Transaksi dengan Pihak-pihak yang Berelasi

Transactions with Related Parties

Dalam kegiatan usahanya Perusahaan melakukan transaksi
dengan pihak-pihak yang berelasi, yang meliputi transaksi
usaha dan transaksi keuangan. Perusahaan mengadakan
kerjasama dengan PT Jayamandiri Gemasejati (JMG)
sebagai dealer kendaraan bermotor dalam kegiatan usaha
normalnya. Jumlah biaya administrasi dealer kepada JMG
adalah sebesar Rp5,5 miliar pada tahun 2012 dan Rp9.1
miliar pada tahun 2011, atau sebesar 0,55% dan 0,98% dari
jumlah beban, pada tahun 2012 dan 2011.

In doing their business, Company held transactions with
related parties, which include business transactions and
financial transactions. Company held a collaboration with
PT Jayamandiri Gemasejati (JMG) as a motor vehicle dealer
in the normal business activities. Administrative costs to JG
is Rp5,514 million (Rp9,096 million) in 2012 (2011), or by
0.55% (0.98%) of total expenses, in the year 2012 (2011).
Details of balances with related parties are as follows:

Dampak Perubahan Kebijakan Akuntansi

Accountant Policy Change Impact

Tidak terdapat dampak perubahan kebijakan akuntansi
yang terjadi setelah tanggal laporan akuntan yang perlu

There were no changes in accounting policies that occur
after the date of the accountant’s report that need to be
.44
Tahunan
2012 LaporanReport
Annual

diungkapkan Perusahaan sepanjang tahun 2012.

disclosed in the Company during 2012.

Peristiwa Penting Setelah Tanggal Neraca

Significant Events After the Balance Sheet Date

Pada tanggal 28 Februari 2013 Perusahaan memperoleh
fasilitas Murabahah dan memperoleh fasilitas “The Structured
Commodity Financing”. Fasilitas Murabahah adalah fasilitas
untuk pembiayaan konsumen dalam rangka pembelian
kendaraan bermotor dari ICD dengan jumlah maksimum
USD35 juta dan berlaku untuk jangka waktu 4 (empat)
tahun. Pada fasilitas “The Structured Commodity Financing”
adalah fasilitas untuk pembiayaan konsumen dalam rangka
pembelian kendaraan bermotor dari Al Rajhi Banking &
Investment Corporation (Malaysia) Bhd dengan ICD sebagai
agen jaminan. Fasilitas tersebut memiliki jumlah maksimum
USD10 juta dan berlaku untuk jangka waktu 4 (empat) tahun
dimulai sejak tanggal transaksi penjualan pertama. Fasilitasfasilitas tersebut dijamin, antara lain dengan jaminan fidusia
berupa piutang pembiayaan konsumen sebesar 110%,
jaminan perusahaan dari JMG, jaminan pribadi dari pihak
berelasi.

On February 28yh, 2013, the Company obtained a
Murabaha facility and obtained “The Structured Commodity
Financing”. Murabaha facility is finance consumer facility to
purchases motorcycles from ICD with maximum USD35
million and valid for 4 (four) years. While “The Structured
Commodity Financing” facility is finance consumer facility
in order to purchases motorcycles from Al Rajhi Banking
& Investment Corporation (Malaysia) Bhd with ICD as
collateral agent. The facility has a maximum amount of
USD10 million and is valid for 4 (four) years starting from the
date of first sale. The facilities are secured by a fiduciary in
form of consumer financing receivables in amount of 110%,
from JMG corporate guarantees, personal guarantees from
related parties.

Strategi Pemasaran

Marketing Strategy

Kegiatan pemasaran memiliki peranan yang sangat penting
dalam kegiatan usaha Perseroan. Pemasaran adalah salah
satu bagian dari rangkaian kegiatan pengelolaan pelanggan,
untuk itu Perseroan telah menyusun program pemasaran
untuk sepanjang tahun 2012. Perseroan melakukan
langkah-langkah sebagai berikut:

Marketing activities have a very important role in the
Company business activities. Marketing is part of customer
management activities, Company has prepared marketing
program for 2012. The Company implement the following
steps:

1.	

1.	

2.	
3.	
4.	

Fokus pada pembiayaan dengan tingkat imbal hasil
yang tinggi, yaitu dengan pengembangan pasar secara efektif dan hati-hati ke wilayah-wilayah dimana
kompetisi belum terlalu ketat dan mengoptimalkan
captive market.
Menerapkan manajemen risiko secara disiplin dan
konsisten.
Sinergi dengan induk Perusahaan.
Membina dan menjaga hubungan yang baik dengan
mitra kerja, terutama perbankan, dealer, dan konsumen.

2.	
3.	
4.	

Focus on financing with a high yield rate by developing an effective market in a prudent manner into
areas where competition is not too tight and also by
optimizing the captive market.
Implementing the risk management in a discipline
and consistent manner.
Synergizing with holding entity.
Fostering and maintaining good relationships with
partners, especially banking, dealers, and consumers
45.
Laporan Tahunan
Annual Report

2012

Prospek Usaha

Business Prospects

Menurut Bank Dunia walaupun pertumbuhan ekonomi dunia
cenderung melemah, pertumbuhan ekonomi Indonesia di
tahun 2013 diperkirakan masih tetap positif. Pada tahun
2013 Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi
Indonesia mencapai 6,3%, meningkat dari proyeksi tahun
2012 sebesar 6,1%. Tentunya proyeksi angka pertumbuhan
ini mengasumsikan konsumsi domestik dan pertumbuhan
investasi masih bertahan kuat, dengan membaiknya
pertumbuhan mitra dagang utama Indonesia secara
bertahap yang juga sedikit mendorong pemulihan ekspor.
Sementara pemerintah Indonesia sendiri lebih optimis
dengan menargetkan pertumbuhan sebesar 6,8%. Tentunya
target ini diproyeksikan dengan mempertimbangkan
pertumbuhan investasi yang mencapai 11,2%.

According to World Bank, global economic growth will
weaken and Indonesia’s economic growth in 2013 is
expected to remain positive. In 2013 the World Bank
projected economic growth in Indonesia will reach 6.3%,
an increase from the 2012 projection of 6.1%. Surely this
projection assumes domestic consumption growth and
investment remained strong, with the growth of Indonesia’s
major trading partners that gradually push exports recovery.
While the Indonesian government is optimistic about
the 6.8% growth target. Surely the target is projected by
considering investment growth that reached 11.2%.

Selain itu, ada beberapa aspek yang mendukung industri
pembiayaan kendaraan bermotor yaitu jumlah penduduk
Indonesia yang mencapai 240 juta jiwa tetapi tingkat
kepemilikan kendaraan motor masih rendah dibandingkan
dengan negara tetangga.

In addition, there are several aspects that support automotive
financing industry there are; Indonesia’s population is 240
million, but the rate of motorcycles ownership is still low
compared to neighbor countries.

Memasuki tahun 2013, Asosiasi Industri Sepeda Motor
Indonesia (AISI) menargetkan penjualan hingga akhir
tahun hanya 6 juta unit yang merupakan penurunan jika
dibandingkan dengan realisasi tahun 2012 yang mencapai
7 juta unit. Namun penjualan sepeda motor di Indonesia
diyakini akan pulih di tahun depan sehingga prospek industri
pembiayaan sepeda motor pun diperkirakan akan mencapai
tingkat pertumbuhan yang lebih baik dari tahun 2012.

Entering 2013, Indonesian Motorcycle Industry Association
(AISI) sales targets by the end of the year only 6 million
units which is a decrease compared to the realization in
2012 which amounted to 7 million unit. However, Indonesia
motorcycles sales will be recovered in the next year, so the
prospect of motorcycles financing industry is expected to
achieve a better growth in 2012.

Optimisme ini juga didukung oleh sifat sepeda motor
yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat. Bagi
masyarakat Indonesia, sepeda motor masih menjadi alat
transportasi yang murah dan mudah baik di perkotaan
maupun di pedesaan. Pengoperasiannya juga praktis dan
lebih mudah menembus kemacetan lalu lintas di perkotaan
yang semakin parah. Apalagi pengadaan sarana transportasi
masal yang masih belum memadai, baik dari sisi kuantitas
maupun kualitas. Sebagai sarana transportasi personal
yang populis, sepeda motor digunakan tidak saja untuk
kegiatan sehari-hari keluarga, tetapi juga untuk bekerja,
bahkan untuk sumber mata pencaharian.

This optimism is also supported by the very nature of
motorcycle itslef that already attached to people’s lives.
For Indonesian people, motorcycle is still a means of
transportation that considered to be cheap and easy in
both urban and rural area. The operation is also easier to
penetrate urban traffic congestion that is getting worse.
Moreover, the provision of means of mass transportation is
still inadequate, both in terms of quantity and quality. As a
means of personal transportation that populist, motorcycles
used not only for day-to-day activities for families, but also
to work, and even for a livelihood.
.46
Tahunan
2012 LaporanReport
Annual

Tata Kelola Perusahaan
Good Corporate Governance

Implementasi Tata Kelola Perusahaan Yang Baik

Implementation of Good Corporate Governance

PT
Mandala
Multifinance
Tbk
senantiasa
mengimplementasikan tata kelola perusahaan yang baik
sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Penerapannya
dibuat sejalan dengan prinsip keterbukaan, akuntabilitas,
pertanggungjawaban,
independensi,
dan
keadilan
sehingga Perusahaan yang ideal dengan kinerja maksimal
dapat terwujud. Kesadaran perusahaan untuk selalu
memperhatikan penerapan tata kelola perusahaan yang
baik dilaksanakan demi kesinambungan usaha Perusahaan
dan meningkatkan nilai bagi para pemegang saham dengan
mengacu pada lima prinsip dasar sebagai berikut:

PT Mandala Multifinance Tbk always implements good
corporate governance in accordance with applicable
regulations. Its application is made in accordance with the
principles of transparency, accountability, responsibility,
independence, and justice, so that the ideal company
with maximal performance can be realized. Company’s
awareness to always pay attention to good corporate
governance implementation is enforced for the continuity of
operations and increase value for shareholders by reference
to the following five basic principles:

•	

•	

Transparansi – Menyediakan secara terbuka informasi
yang akurat, jelas, dan tepat waktu, mencakup, laporan
keuangan, laporan tahunan, dan hal lain yang relevan.

Transparency - Provide accurate information in an
open, clear, and timely, include, financial statements,
annual reports, and other relevant matters.
47.
Laporan Tahunan
Annual Report

•	

•	

•	

•	

Akuntabilitas – Memastikan semua keputusan dan
tindakan Perusahaan dapat dipertanggungjawabkan
kepada publik.
Pertanggungjawaban – Melaksanakan tanggung
jawab dengan selalu memperhatikan asas kepatuhan
terhadap undang-undang yang berlaku.
Kemandirian – Menjalankan kegiatan Perusahaan
secara mandiri, tanpa paksaan, atau tekanan dari pihak
manapun.
Kesetaraan – Memenuhi hak-hak pemangku
kepentingan dan bersikap secara adil dan setara.

2012

•	

Accountability - Ensure all company decisions and
actions to be accountable to the public.

•	

Accountability - Implementing responsibility to always
pay attention to the principle of compliance with
applicable regulations.
Independence - Running Company activities
independently, without coercion, or pressure from any
party.
Equality - Fulfilling the rights of stakeholders and act
fair and equal.

•	

•	

Struktur Tata Kelola Perusahaan

Corporate Governance Structure

Rapat Umum Pemegang Saham
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) merupakan
pemegang kekuasan tertinggi dalam struktur kepengurusan
Perusahaan dan memiliki wewenang yang tidak dimiliki
Dewan Komisaris atau Direksi. Wewenang tersebut
meliputi pengambilan keputusan tentang pengubahan
Anggaran Dasar Perusahaan, penggabungan, peleburan,
pengambilalihan, kepailitan, dan pembubaran Perusahaan.
Dasar wewenang tersebut diatur dan dibatasi oleh UndangUndang Perusahaan Terbatas dan Anggaran Dasar
Perusahaan.

General Meeting of Shareholders
General Meeting of Shareholders (AGMS) hold the highest
power in the management structure and have authorities
that not owned by Board of Commissioners or Directors.
The authority includes modifying the Articles of Association,
merger, consolidation, acquisition, bankruptcy, and
dissolution. The basic authority governed and limited by
Limited Companies Regulation and Company Articles of
Association.

Selama tahun 2012 Perusahaan menyelenggarakan RUPS
sebanyak 2 (dua) kali.

During 2012, the Company has held 2 (two) GMS.

Pada tanggal 29 Maret 2012 diselenggarakan Rapat
Umum Pemegang Saham Luar Biasa dengan hasil
sebagai berikut:
1.	a)	
Menyetujui rencana Perusahaan menerbitkan
obligasi atau surat utang lainnya;
b) Menyetujui memberi kuasa dan wewenang kepada
Direksi Perusahaan untuk melakukan segala
tindakan yang diperlukan sehubungan dengan
penerbitan obligasi atau surat utang lainnya, dengan
terlebih dahulu mendapat persetujuan dari Dewan
Komisaris Perusahaan.
2.	 a)	
Menyetujui menjaminkan sebagian besar atau
seluruh kekayaan milik Perusahaan dalam rangka
penerbitan obligasi atau surat utang lainnya, dengan
terlebih dahulu mendapat persetujuan dari Dewan
Komisaris Perusahaan.
	 b)	Menyetujui tindakan yang diperlukan sehubungan
dengan menjaminkan sebagian besar atau seluruh

On March 29th, 2012, the Extraordinary General
Meeting of Shareholders has been held with results
are as following:
1.	 a) Approved the Company’s plan to issue obligation or
other debt securities;
	
b) Approved to give power and authority to the Board
of Directors to conduct any action that is necessary
regarding the issuance of obligation or other debt
securities by first having the approval from the
Company’s Board of Commissioners.
2.	 a) Approved to guarantee most or the entire Company’s
assets in bonds and other debts issuance by first
having the approval from the Company’s Board of
Commissioners.
b)	Approved the necessary action to guarantee most
or the entire Company’s assets as mentioned above
.48
Tahunan
2012 LaporanReport
Annual

kekayaan milik Perusahaan sebagaimana dimaksud
di atas dengan jangka waktu sampai dengan
dilaksanakannya Rapat Umum Pemegang Saham
Tahunan pada tahun 2013.

with time maturity up until the initiation of the Annual
General Meeting of Shareholders in 2013.

Pada tanggal 19 Juni 2012 diselenggarakan Rapat
Umum Pemegang Saham Tahunan dan Rapat Umum
Pemegang Saham Luar Biasa.

On June 19th, 2012, the Company has held the Annual
General Meeting of Shareholders and Extraordinary
General Meeting of Shareholders.

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dengan hasil
sebagai berikut:
Agenda 1
1.	 Menerima dengan baik Laporan Tahunan Direksi
mengenai kegiatan Perusahaan untuk tahun buku
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 dan
mengesahkan Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
dan Laporan Laba Rugi Komprehensif Perusahaan
untuk tahun buku 2011 yang telah diaudit Kantor
Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo &
Rekan sebagaimana dinyatakan dalam Laporan
Auditor Independen tertanggal 20 Maret 2012 No.:
KN&TR-C2/0032/12, dengan pendapat Wajar Tanpa
Pengecualian.

Annual General Meeting of Shareholders with results
are as following:
Agenda 1
1.	 Accepted the report of the Board of Directors
on the activities of the Company and the financial
administration for the fiscal year ended December 31st,
2011 and ratified the Balance Sheet and Profit and Loss
Statement for the year ended December 31st, 2011
which has been audited by Public Accountant Akuntan
Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan as stated
in the Independent Auditors’ Report dated March 20th,
2011 No: KN&TR-C2/0032/12with unqualified opinion.

2.	 Dengan diterimanya Laporan Tahunan Direksi dan
mengesahkan Laporan Posisi Keuangan serta Laporan
Laba Rugi Komprehensif Perusahaan untuk tahun
buku 2011, maka dengan demikian memberikan
pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit
et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris
atas tindakan kepengurusan dan pengawasan yang
dilakukan dalam tahun buku yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2011 sejauh tindakan-tindakan
kepengurusan dan pengawasan tersebut tercermin
dalam Laporan Posisi Keuangan (Neraca) dan Laporan
Laba Rugi Komprehensif Perusahaan.

2.	 Upon the acceptance of the Company’s Annual Report
and the ratification of the Balance Sheet and Profit and
Loss Statement for the fiscal year ended December
31st, 2011, thereby also provides fully release and
discharge (acquit et de charge) to the Board of Directors
and Commissioners for all the management actions
and supervision that they conducted during 2011 as
far as the actions of the management and supervision
are reflected in the Balance Sheet and Comprehensive
Profit and Loss Statement.

Agenda 2
1.	 Menyetujui dan menetapkan penggunaan laba bersih
untuk tahun buku 2011 sebesar Rp180.261.465.623,yang digunakan untuk:
	
a.	Sebesar Rp54.060.000.000,- atau Rp40,8.- per
saham dibagikan sebagai dividen tunai kepada para
pemegang saham.

Agenda 2
1.	 Approved and authorized the use of net income for
fiscal year 2011 amounting to Rp180,261,465,623.for:
	
a.	 In amount of Rp54.06 billion,- or Rp40.8,- per share
distributed as cash dividends to shareholders.
49.
Laporan Tahunan
Annual Report

	
	

b.	Sebesar Rp21.400.000.000,- digunakan sebagai
cicilan untuk dana cadangan.
c.	Sisanya sebesar Rp104.801.465.623,- digunakan
sebagai laba ditahan.

2012

	

b.	In amount of Rp21,400,000,000.- used used as
payment for reserve funds;
	c.	
The
remaining
which
amounted
to
Rp104,801,465,623.- used as retained earnings.

2.	
Menyetujui pemberian kuasa kepada Direksi
untuk melakukan segala tindakan yang diperlukan
sehubungan dengan pembagian dividen.

2.	 Authorized Board of Directors to do all necessary acts
related to dividend distribution.

3.	 Menyetujui penetapan remunerasi Dewan Komisaris
Perusahaan untuk tahun buku 2012 dengan besaran
maksimal Rp7 miliar.

3.	 Approved the determination of remuneration for the
Board of Commissioners for fiscal year 2011 with
maximum figure of Rp7 billion.

4.	 Menyetujui pemberian wewenang kepada Dewan
Komisaris untuk menetapkan remunerasi dan
pembagian tugas Direksi Perusahaan.

4.	 Approved to authorize the Board of Commissioners to
determine the remuneration and distribution of duties
for the Board of Directors.

5.	 Menyetujui pemberian wewenang kepada Dewan
Komisaris dan/atau Direksi untuk
memilih dan
menunjuk Kantor Akuntan Publik independen yang
terdaftar di BAPEPAM dan LK untuk mengaudit
pembukuan Perusahaan tahun buku 2012 serta
memberikan wewenang kepada Direksi Perusahaan
untuk menetapkan honorarium dan persyaratan lain
mengenai penunjukannya.

5.	 Approved to authorize the Board of Commissioners
and/or Directors to select and appoint a registered
Public Accounting Firm in BAPEPAM-LK to audit the
books of financial year 2012 and authorized the Board
of Directors to determine the honorarium and other
requirements for appointment.

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa dengan
hasil sebagai berikut:
Agenda 1
1.	 Menyetujui untuk menjadikan jaminan hutang atas
aset atau kekayaan Perusahaan yang merupakan
lebih dari 50% (lima puluh persen) jumlah kekayaan
bersih Perusahaan yang terkait dengan fasilitas kredit
yang diperoleh Perusahaan, sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
2.	 Memberi kuasa dan wewenang kepada Direksi
Perusahaan untuk menjadikan jaminan hutang
sebagaimana dimaksud dalam huruf 1 di atas
dengan persetujuan Dewan Komisaris Perusahaan,
yang diberikan untuk jangka waktu sampai dengan
ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan
yang akan diselenggarakan pada tahun 2013.
3.	 Memberikan kuasa dan wewenang kepada Direksi
Perusahaan untuk melakukan segala tindakan yang
diperlukan sehubungan dengan jaminan hutang
kekayaan Perusahaan tersebut, sesuai dengan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Annual General Meeting of Shareholders with results
are as follows:
Agenda 1
1.	 Approved to make loan guarantees on Company’s
assets or property which constitute more than 50%
(fifty percent) of Company’s total net assets associated
with credit facilities obtained by the Company, in
accordance with the regulation.
2.	 Authorized the Board of Directors to make loan
guarantees referred to number 1 above with the
approval of Board of Commissioners, which given for
a period until the closing of Annual General Meeting of
Shareholders in 2013.

3.	 Authorized the power and authority to the Board of
Directors to do all necessary acts related to Company’s
collateral property, in accordance with the regulation.
.50
Tahunan
2012 LaporanReport
Annual

Dewan Komisaris
Dewan Komisaris bertanggung jawab dalam pelaksanaan
pengawasan terhadap operasional perusahaan serta
pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direksi. Adapun
kegiatan ini meliputi pengarahan, memantau, memberikan
nasihat, serta mengevaluasi kebijakan strategis yang telah
disusun oleh Direksi. Selama tahun 2012 Dewan Komisaris
telah melaksanakan rapat dengan Dewan Direksi minimal 1
(satu) kali dalam sebulan atau setiap saat bila diperlukan.
Presentase tingkat kehadiran Dewan Komisaris dalam
rapat-rapat tersebut mencapai 100%.

Board of Commissioners
Board of Commissioners is responsible for monitoring the
implementation of the company’s operations as well as
Board of Directors duties and responsibilities. The activities
include directing, monitoring, advising and evaluating
strategic policies that have been prepared by Board of
Directors. During 2012 Board of Commissioners has
conducted meetings with the Board of Directors at least
1 (one) once a month or at any time when needed. BOC
percentage attendance in these meetings reached 100%.

Adapun di sepanjang tahun 2012, Dewan Komisaris telah
memberikan rekomendasi kepada Direksi untuk terus
berupaya meningkatkan kinerja Perusahaan dengan
memaksimalkan setiap potensi yang ada

During 2012, The Board of Commissioners had made some
recommendations to the Board of Directors to always strive
to enhance the Company’s performance by maximizing the
Company’s potential.

Perusahaan menyediakan anggaran untuk program
pelatihan melalui seminar dan workshop bagi Dewan
Komisaris, untuk meningkatkan pengetahuan anggota
Dewan Komisaris yang pada akhirnya akan meningkatkan
kinerja Perusahaan.

Company provides a budget for Directors training program
through seminars and workshop, to improve Board
of Directors knowledge which will improve Company
performance.

Struktur Dewan Komisaris:
•	 Komisaris Utama		
•	 Komisaris Independen		

Board of Commissioners Structure
Komisaris Utama			
Komisaris Independen		

Alex Hendrawan
Deddy Heruwanto

Tugas dan Wewenang Dewan Komisaris:
1.	 Dewan Komisaris bertugas:
	
a.	 Mengawasi segenap kebijakan yang dilakukan 		
Direksi serta memberi nasihat kepada Direksi 	
		 menyangkut rencana pengembangan, rencana
kerja, anggaran tahunan, pelaksanaan Anggaran
Dasar, keputusan RUPS dan peraturan perundangundangan 	 ang berlaku.
y
	 b.	
Melaksanakan tugas, wewenang, dan tanggung
jawab berdasarkan Anggaran Dasar dan keputusan
RUPS.
	 Melaksanakan
c.	
kepentingan
Perusahaan
dengan 	
memperhatikan
kepentingan
para
pemegang saham 	 dan bertanggung jawab kepada
RUPS.
	 d.	
Meneliti dan menelaah serta menandatangani
laporan tahunan Direksi.

Alex Hendrawan
Deddy Heruwanto

Board of Commissioners Duties and Authorities:
1.	 Board of Commissioners:
	 a.	
Supervise all policies undertaken by Board of
Directors and also advicing Board of Directors
regarding the development plans, work plans,
annual budgets, implementation of the Articles
of Association, GMS implementation and the
regulations.

	

	

	

b.	Carry out the duties, powers, and responsibilities
based on the Articles of Association and the GMS
resolutions.
c.	Implement the Company’s interests by considering
shareholders’ interests and responsible to the
General Meeting of Shareholders.
d.	Research, review, and sign the Board of Directors
annual report.
51.
Laporan Tahunan
Annual Report

2.	 Para anggota Komisaris, baik secara bersama-sama
maupun sendiri-sendiri, setiap saat berhak memasuki
bangunan atau tempat yang dikuasai oleh Perusahaan
untuk memeriksa pembukuan, surat berharga, dan
barang-barang demi keperluan verifikasi serta berhak
mengetahui segala tindakan Direksi.
3.	 Jika dipandang perlu Dewan Komisaris dapat meminta 	
bantuan tenaga ahli untuk hal tertentu dan jangka
waktu tertentu atas beban Perusahaan.
4.	 Untuk membantu pelaksanaan tugasnya, Dewan
Komisaris wajib membentuk Komite Audit dan komite
lain sesuai dengan kebutuhan Perusahaan dan
berdasarkan peraturan perundang-undangan yang
berlaku.
5.	 Setiap anggota Direksi wajib untuk memberikan
penjelasan atas pertanyaan Dewan Komisaris atau
tenaga yang membantunya.
6.	Rapat Dewan Komisaris setiap saat berhak
memberhentikan untuk sementara seseorang atau
lebih anggota Direksi apabila anggota Direksi tersebut
bertindak bertentangan dengan Anggaran Dasar
atau peraturan perundang-undangan yang berlaku,
merugikan Perusahaan, melalaikan kewajibannya atau
terdapat alasan yang mendesak bagi Perusahaan.
7.	 Pemberhentian sementara itu harus diberitahukan
kepada yang bersangkutan dengan disertai alasannya.
8.	 Dewan Komisaris wajib menyelenggarakan RUPS
untuk memutuskan apakah anggota Direksi yang
bersangkutan akan diberhentikan seterusnya atau
dikembalikan kepada kedudukannya semula, dalam
jangka waktu selambat-lambatnya 45 (empat puluh lima)
hari sesudah pemberhentian sementara, sedangkan
anggota Direksi yang diberhentikan sementara diberi
kesempatan untuk membela diri.
9.	 Komisaris Utama memimpin rapat tersebut dalam butir
8. Apabila ia tidak hadir, maka rapat dipimpin oleh salah
seorang anggota Komisaris lainnya yang ditunjuk dalam
rapat tersebut. Apabila semua anggota Komisaris tidak
hadir, maka rapat dipimpin oleh pemegang saham yang
dipilih oleh mereka yang hadir dalam rapat tersebut.
Pemanggilan rapat harus dilakukan berdasarkan
ketentuan dalam Anggaran Dasar.
10.	 Apabila dalam jangka waktu 45 (empat puluh lima) hari
setelah pemberhentian sementara tersebut Dewan
Komisaris tidak menyelenggarakan RUPS dalam butir
8, maka pemberhentian sementara menjadi batal demi
hukum dan anggota Direksi berhak menduduki jabatan
yang semula.

2012

2.	 Board of Commissioners, either jointly or individually, at
any time have the right to enter the building or the area
controlled by Company to inspect the books, securities
and goods for the purposes of verification, as well as the
right to know all Board of Directors acts.
3.	 necessary Board of Commissioners may request
If
expert assistance for certain things in a certain period at
Company’s expense.
4.	 To help its duties, Board of Commissioners shall establish
Audit Committee and other committees in accordance
with the Company’s needs and based on legislation.

5.	Each member of Board of Directors is obliged to give
explanation to Board of Commissioners question or staff
who helped him.
6.	 Board of Commissioners Meetings held the right at any
time to temporarily lay off on or more members of Board
of Directors when the Board of Directors acted contrary
to the Articles of Association or the laws, harm Company,
neglect their duties or there any other compelling reason
for the Company.
7.	 The layoffs should be notified to the person accompanied
by the reason.
8.	
Board of Commissioners shall convene a General
Meeting of Shareholders to decide whether the relevant
members of the Board of Directors will be dismissed or
returned to its original position, within 45 (forty five) days
after the suspension, when the members of the Board is
suspended, he has opportunity to defend himselves.

9.	President Commissioner led the meeting mentioned in
point 8. If he is not present, then the meeting led byanother
member of the Board of Commissioners appointed at
the meeting. If all members of the Commissioner is not
present, the meeting led by the shareholders elected
by those present at the meeting. The meeting must
be conducted under the provisions of the Articles of
Association.
10.	 If within 45 (forty five) days after the suspension Board
of Commissioners is not organizing AGMS in item 8, then
the suspension is null and the Directors member have the
right to occupy the original position.
.52
Tahunan
2012 LaporanReport
Annual

11.	 Jikalau karena sebab apapun juga Perusahaan tidak
mempunyai seorangpun anggota Komisaris, maka
dalam waktu selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari
setelah terjadi kekosongan, harus diselenggarakan
RUPS Luar Biasa untuk mengangkat Komisaris baru.
12.	
Berkaitan dengan tugas dan wewenang Dewan
Komisaris yang dimaksud butir 1, maka Dewan
Komisaris wajib:
a.	Memberikan saran dan pendapat kepada
RUPS mengenai rencana pengembangan
Perusahaan, laporan 			
tahunan dan laporan berkala lainnya dari Direksi.
	b.	 Segera memberikan saran langkah perbaikan
yang harus ditempuh kepada RUPS apabila
Perusahaan menunjukkan gejala kemunduran.
c.	 Memberikan saran dan pendapat perihal
persoalan 				
penting bagi pengelolaan Perusahaan kepada
RUPS.
	d.	 Mengesahkan Rencana Kerja dan Anggaran 	
Perusahaan yang disampaikan Direksi dalam
waktu selambat-lambatnya sebelum tahun buku
dimulai. Apabila Rencana Kerja dan Anggaran
Perusahaan belum disahkan, maka Rencana
Kerja dan Anggaran Perusahaan yang diusulkan
Direksi atau yang terakhir dibahas dengan Dewan
Komisaris dianggap telah disahkan sepanjang
telah memenuhi aturan yang berlaku.
	e.	 Melalui Direksi, mengusulkan kepada RUPS
mengenai penunjukan kantor akuntan publik yang
akan melakukan audit atas laporan keuangan
Perusahaan.
	f.	 Melakukan tugas pengawasan lainnya yang
ditentukan oleh Rapat Umum Pemegang Saham.

11.	 If for any reason the Company didn’t have any
Commissioners, then within no later than 30 (thirty) days
after the vacancy occurs, the Extraordinary General
Meeting must be held to appoint a new Commissioner.

Remunerasi Komisaris
Dewan Komisaris menerima imbalan jasa dalam bentuk
gaji, tunjangan, dan fasilitas. Sesuai Anggaran Dasar
Perusahaan, remunerasi Dewan Komisaris ditetapkan
melalui RUPS. Pada tahun 2012, besarnya remunerasi yang
diterima Dewan Komisaris mencapai Rp8,677 juta.

Commissioners remuneration
Board of Commissioners receive payment in the form
of salaries, allowances, and facilities. Proper to Articles
of Association, Board of Commissioners’ remuneration
stated through GMS. In 2012, Board of Commissioners
remuneration reached Rp 8,677 million.

Direksi
Direksi bertugas dan bertanggung jawab secara kolegial
dalam mengelola Perusahaan. Setiap anggota Direksi
memiliki kedudukan yang setara, termasuk Direktur Utama,
serta memiliki tugas dan wewenang masing-masing.
Direktur Utama mengemban tugas sebagai primus inter

Board of Directors
Board of directors in charge and responsibility collegially in
managing the Company. Each member of Board of Directors
hasan equal footing, including President Director, and has
each duties and authorities. President directors took over as
primus inter pares to coordinate Directors activities. Overall,

12.	 Related to Board of Commissioners duties and 		
	 authority referred in point 1, Board of Commissioners 	
	shall:
a.	 Gives advice and opinions to the AGM regarding
the Company’s development plans, annual
reports and other periodic reports from Board of
Directors.
b.	 Immediately advise corrective measures to be
taken by AGM when the company showed
withdrawal symptoms.
c.	

Provide advice and opinions regarding important
issues for Company’s management to AGM.
d.	 Ratify the Work Plan and Company Budget
that delivered by Directors, before the fiscal
year begins. If the Work Plan and Budget has
not passed, then the Work Plan and Company
Budget proposed by Directors or the last
discussed with Board of Commissioners consider
meets all applicable rules.

e.	

f.	

Through Board of Directors, proposes to
General Meeting of Shareholders concerning the
appointment of a public accounting firm to audit
the Company’s financial statements.
Perform other supervise duties prescribed by the
General Meeting of Shareholders.
53.
Laporan Tahunan
Annual Report

2012

pares untuk mengkoordinasikan kegiatan Direksi. Secara
keseluruhan Direksi memikul tanggung jawab bersama atas
pelaksanaan tugas masing-masing disamping bertanggung
jawab kepada RUPS.

directors hold mutual responsible on the implementation of
each task besides responsible to the GMS.

Struktur Direksi:
•	 Direktur Utama		
Harryjanto Lasmana
•	 Direktur			Elise

Board of Directors Structure:
•	 Director		
Harryjanto Lasmana
•	 Director		 Elise

Tugas dan Wewenang Direksi:
1.	
Memastikan
tercapainya
target
Perusahaan
berdasarkan maksud dan tujuan, visi dan misi
serta Rencana Jangka Panjang Perusahaan, dan
bertanggung jawab atas jalannya Perusahaan.
2.	
Memastikan
terlaksananya
pengelolaan
dan
pengendalian fungsi Sekretaris Perusahaan, fungsi
Pengawasan Intern, dan fungsi Manajemen Risiko.
3.	 Memimpin dan mengurus Perusahaan sesuai dengan
kepentingan dan tujuan Perusahaan.
4.	 Menguasai, memelihara dan mengurus kekayaan
Perusahaan.
5.	Mematuhi peraturan perundang-undangan yang
berlaku.
6.	 Mewakili Perusahaan di dalam dan di luar pengadilan
serta melakukan segala tindakan dan perbuatan, baik
mengenai pengurusan maupun mengenai pemilikan
kekayaan Perusahaan serta mengikat Perusahaan
dengan pihak lain dan atau pihak lain dengan
Perusahaan, sesuai dengan batasan-batasan yang
ditetapkan oleh Anggaran Dasar.
7.	 Menetapkan kebijakan pengurusan Perusahaan melalui
Rapat Direksi.
8.	 Presiden Direktur berhak dan berwenang bertindak
untuk dan atas nama Direksi serta mewakili Perusahaan
dengan ketentuan semua tindakan Presiden Direktur
dimaksud telah disetujui oleh Rapat Direksi.
9.	 Bersama dengan Dewan Komisaris memastikan
bahwa Auditor Internal maupun Eksternal dan Komite
Audit memiliki akses terhadap informasi mengenai
Perusahaan yang dianggap perlu dalam melaksanakan
tugasnya.
10.	 Memantau tindak lanjut temuan dan rekomendasi dari
Komite Audit serta hasil pengawasan dari BAPEPAMLK dan/atau pengawasan otoritas lainnya.

Directors Duties and Powers:
1.	 Ensure the achievement of company target based on the
intent, vision and mission as well as Company’s LongTerm Plan, and responsible for Company operational.
2.	 Ensure effective management and Corporate Secretary
control functions, Internal Audit function, and Risk
Management functions.
3.	 Lead and manage Company in accordance to Company
interests and objectives.
4.	
Mastering, maintaining, and administering Company
assets.
5.	 Comply with the regulation.
6.	 Representing company inside and outside the court and
do all acts and deeds, both management and Company’s
assets ownership as well as binding to other parties, in
accordance with the limits set by Articles of Association.

7.	Set company management policies through Board of
Directors Meeting.
8.	President Director is entitled and authorized to act for
and on behalf of the Board of Directors and represent the
Company with the provisions that all act is approved by
Board of Directors.
9.	 Together with Board of Commissioners ensure that the
Internal and External Auditors and the Audit Committee
have access to information concerning Company that
needed, to carry out their duties.
10.	 Monitor the follow-up findings and recommendations
from the Audit Committee as well as the supervision from
Bapepam-LK and other authority.
.54
Tahunan
2012 LaporanReport
Annual

11.	 Mengkaji dan mengelola risiko usaha.
12.	 Menerapkan praktek Tata Kelola Perusahaan yang Baik
secara efektif.
13.	
Memastikan Perusahaan melaksanakan Tanggung
Jawab Sosial Perusahaan sesuai dengan peraturan
perundangan yang berlaku.
14.	 Melaksanakan petunjuk yang diberikan oleh RUPS.

11.	 Assessing and managing business risks.
12.	 Applying the practice of Good Corporate Governance 	
	effectively.
13.	 The company ensures Corporate Social Responsibility 	
	 implement in accordance with applicable legislation.

Secara khusus Direksi bertugas untuk:
1.	 Menyusun kebijakan strategis dalam bidang pemasaran
pembiayaan sepeda motor.
2.	 Menyusun kebijakan strategis di bidang pemasaran
pembiayaan sepeda motor untuk jangka pendek,
jangka menengah, serta jangka panjang.
3.	 Menyusun kebijakan yang diperlukan untuk memenuhi
tantangan pasar pembiayaan kendaraan sepeda motor.
4.	 Menyusun pengembangan produk-produk pembiayaan
sepeda motor sesuai dengan kebutuhan pasar
pembiayaan kendaraan sepeda motor.
5.	 Memastikan kegiatan pemasaran sesuai dengan
standar prosedur kerja yang telah ditetapkan.

Specifically the Board of Directors responsible for:
1.	Arrange strategic policies in the field of motorcycle
financing marketing.
2.	 Arrange policies in the field of strategic marketing for the
motorcycle financing for short-term, medium-term, and
long-term.
3.	 Arrange policies that needed to meet the challenges of
motorcycle financing market.
4.	Arrange financing products development according to
the needs of motorcycle financing market.

Rapat dengan Dewan Komisaris diadakan secara berkala
dalam satu bulan dengan jumlah pertemuan minimal satu
kali. Presentase kehadiran Direksi dalam rapat-rapat yang
dilakukan sepanjang tahun 2012 mencapai 100%. Rapat
tersebut diadakan untuk melakukan koordinasi intensif
terhadap pelaksanaan operasional Perusahaan, mengkaji
dan membahas laporan keuangan bulanan, triwulanan,
semester, dan tahunan.

Meeting with the Board of Commissioners are held regularly
with the number of meetings at least once. Directors
attendance percentage at meetings conducted in 2012
reached 100%. The meeting was held to coordinate the
implementation of intensive operations, review and discuss
the financial statements monthly, quarterly, semester,
andannualy.

Perusahaan menyediakan anggaran untuk program
pelatihan melalui seminar dan workshop bagi Direksi, untuk
meningkatkan pengetahuan anggota Direksi yang pada
akhirnya akan meningkatkan kinerja Perusahaan.

Company provide a budget for Directors training program
through seminars and workshop, to improve Board
of Directors knowledge which will improve Company
performance.

Remunerasi Direksi
Dewan Direksi menerima imbalan jasa dalam bentuk gaji,
tunjangan, dan fasilitas. Sesuai Anggaran Dasar Perusahaan,
remunerasi Direksi ditetapkan oleh Dewan Komisaris setelah
mendapat mandat dari RUPS. Pada tahun 2012, besarnya
remunerasi yang diterima oleh Direksi mencapai Rp12.273
juta.

Board of Directors Remuneration
Board of Directors receives a service fee in the form of
salaries, allowances, and facilities. Proper to Articles of
Association, the Board of Directors remuneration stated
by the Board of Commissioners after received mandate
from GMS. In 2012, the remuneration received by Board of
Directors reached Rp12,273 million.

Komite Audit
Merujuk pada peraturan pemerintah yang mengatur tentang
pedoman dan pelaksanaan kerja Komite Audit melalui Surat
Keputusan Bapepam nomor Kep-29/PM/2004 tertanggal

Audit Committee
Referring to government regulations and guidelines
governing the implementation of Audit Committee’s work
through Bapepam Decree number Kep-29/PM/2004 dated

14.	 Carry out the instructions given by the AGMS.

5.	 Ensuring marketing activities in accordance with standard
operating procedures that have been established.
55.
Laporan Tahunan
Annual Report

2012

24 September 2004, Peraturan Bursa Efek Jakarta No.
1-A tentang Ketentuan Umum Pencatatan Efek Bersifat
Ekuitas di Bursa dan Lampiran Keputusan Ketua Bursa Efek
Jakarta No. Kep 305/BEJ/07/2004 tertanggal 19 Juli 2004
tentang Komite Audit. Maka komite audit melaksanakan
tugasnya sebagai salah satu komite yang membantu Dewan
Komisaris dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap
kinerja Perusahaan, Komite Audit melakukan evaluasi hasil
kerja terhadap Direksi beserta seluruh jajarannya.

24 September 2004, Jakarta Stock Exchange Regulation
No. 1-A about General Provisions Securities Registration
on Equity and Chairman Decree Attachment Jakarta Stock
Exchange No. Kep 305/BEJ/07/2004 dated July 19,
2004 about Audit Committee. Then the audit committee
performed their duties as one of committees that assist
Board of Commissioners in exercising supervision on
Company performance, the Audit Committee evaluates
Board of Directors work and all his staff.

Komite Audit dibentuk berdasarkan keputusan Dewan
Komisaris dengan Deddy Heruwanto menjabat sebagai
ketua dan beranggotakan Elly Bujung dan Yulianti S. Sitorus.
Anggota Komite Audit diangkat oleh dan bertanggung jawab
kepada Dewan Komisaris sesuai ketentuan yang tercantum
dalam Piagam Komite Audit dengan tanggung jawab
yang relevan dalam pengelolaan Perusahaan agar dapat
berlangsung dengan efisien dan efektif melalui sistem dan
pelaksanaan pengawasan yang kompeten dan independen.

The Audit Committee was established by Board of
Commissioners decision with Heruwanto Deddy serves
as the chairman and Elly Bujung and Yulianti S. Sitorus as
members. Audit Committee members are appointed by and
responsible to the Board of Commissioners in accordance
with the provisions of Audit Committee Charter with relevant
responsibilities in Company management in order to be
efficient and effective through the system and competent
and independent supervision implementation.

Perusahaan menyadari pentingnya independensi bagi
komite dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.
Untuk menjamin berlangsungnya independensi komite maka
setiap komite yang ada di Mandala Finance diketuai oleh
Komisaris Independen. Adapun selama tahun 2012 Komite
Audit tidak mengalami perubahan susunan keanggotaan.

Company realizes the importance of independency for
committees in carrying out its duties and responsibilities.
To guarantee the independence of committees, each
committee in Mandala Finance lead by an Independent
Commissioner. during 2012 Audit Committee did not
change its composition.

Tugas Komite Audit:
1.	
Memastikan sistem pengendalian intern dan
pelaksanaan tugas eksternal auditor dan internal
auditor berjalan secara efektif.
2.	 Menilai pelaksanaan kegiatan serta hasil audit yang
dilakukan oleh Satuan Pengawas intern maupun
auditor eksternal.
3.	
Memberikan
rekomendasi
terkait
dengan
penyempurnaan sistem pengendalian manajemen
Perusahaan serta pelaksanaannya.
4.	Memastikan segala informasi yang dikeluarkan
Perusahaan telah ditinjau sesuai prosedur.
5.	 Melakuan identifikasi terhadap hal-hal yang memerlukan
perhatian serta tugas Komisaris lainnya.
6.	 Tugas-tugas lain yang dapat diberikan oleh Komisaris
kepada Komite Audit antara lain:
a.	
Melakukan telaah atas informasi mengenai
Perusahaan serta Rencana Kerja dan Anggaran
Perusahaan, Laporan Manajemen dan informasi
lainnya.

Audit Committee Duties:
1.	
Ensure internal system control implementation and
external and internal auditor tasks working effectively.
2.	 Assess audit implementation and results conducted by
the internal and external Control Unit auditors.
3.	 Giving recommendations regarding management control
system improvement and its implementation.
4.	 Make sure all the information that the issued by Company
has been reviewed in accordance with procedures.
5.	
Performs the identification of matters that require
attention as well as other Commissioner tasks.
6.	 Other tasks that may be given by the Commissioner to
the Audit Committee include:
a.	
Conducting a review on information concerning
the Company and Company’s Business Plan
and Budget, Management Reports and other
information.
.56
Tahunan
2012 LaporanReport
Annual

b.	
Melakukan telaah atas ketaatan perusahaan
terhadap peraturan perundang-undangan yang
berlaku.
c.	Melakukan telaah atas pengaduan yang berkaitan
dengan Perusahaan.
d.	Mengkaji kecukupan fungsi audit internal.
e.	 Mengkaji kecukupan pelaksanaan audit eksternal.

b.	Conducting a review of the companies’ compliance
with laws and regulations.

Pelaksanaan tugas Komite Audit
Selama tahun 2012, Komite Audit telah melakukan ...
kali pertemuan rutin dengan tingkat kehadiran 100%.
Disamping pertemuan rutin Komite Audit juga melakukan
pertemuan guna membahas perkembangan kinerja dan
laporan keuangan Perusahaan secara keseluruhan.

Implementation of Audit Committee duties
During 2012, Audit Committee has been doing ... regular
meetings with a 100% attendance rate. Besides regular
meetings, Audit Committee also held metting to discuss
Company’s financial statements development and
performance.

Laporan singkat kegiatan Komite Audit selama tahun 2012
adalah sebagai berikut:
1.	 Pelaksanaan sistem pengendalian internal perusahaan.
2.	 Melakukan penelaahan terhadap laporan keuangan
internal maupun eksternal.
3.	 Mengevaluasi pelaksanaan penindaklanjutan temuantemuan.
4.	 Memastikan pengelolaan Perusahaan sesuai dengan
undang-undang dan peraturan yang berlaku.
	
Berdasarkan pertemuan tersebut Komite Audit beserta
Dewan Komisaris dan Dewan Direksi mencapai kesepakatan
bersama untuk:
1.	 Terus meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional
Perusahaan sehingga dapat memberikan pelayanan
yang lebih baik kepada para nasabah dan semua
pemangku kepentingan.
2.	 Peningkatan kewaspadaan atas dampak dari berbagai
krisis yang terjadi baik dari akibat terjadinya krisis
ekonomi ataupun kendala lainnya.
3.	 Terus melanjutkan pengembangan sistem informasi
teknologi dan sumber daya manusia untuk
meningkatkan
kinerja
Perusahaan
semaksimal
mungkin.
4.	 Selalu melaksanakan penyempurnaan pada semua
aspek tata kerja dan organisasi perusahaan dalam
mengantisipasi terjadinya beberapa perubahan baik
yang berasal dari internal maupun dari eksternal
Perusahaan dalam rangka tercapainya pelaksanaan
tata kelola perusahaan yang baik.

Audit Committee Brief report during 2012 are as follows:

c.	Conducting a review on complaints related to the
Company.
d.	Reviewing the adequacy of internal audit function.
e.	 Reviewing the adequacy of external audit.

1.	 Internal control system Implementation.
2.	Conduct a review on internal and external financial
reports.
3.	 Evaluating the implementation of finding follow up.
4.	Ensuring Company management in accordance with
laws and regulations.
Based on the meeting, Audit Committee, Board of
Commissioners and Board of Directors reach agreementto:
1.	
Continue to improve Company’s efficiency and
effectiveness to provide better service to customers and
all stakeholders.
2.	Increased awareness as the impact of various crises
that occur either due to the economic crisis or other
constraints.
3.	
Continuing information technology development
systems and human resources to improve Company’s
performance as closely as possible.
4.	Always carry out improvement on all work governance
aspects and corporate organizations in anticipating
changes coming from both internal and external, in order
to achieve good corporate governance implementation.
57.
Laporan Tahunan
Annual Report

2012

Profil Komite Audit:

Audit Committee Profile:

Ketua Komite Audit – Deddy Heruwanto
Mengawali kariernya pada tahun 1984 di PT Danareksa
(Persero) sebagai Kepala Seksi Penilaian Efek dan kemudian
berturut-turut menjabat sebagai Kepala Seksi Pengelolaan
Portofolio, Kepala Divisi Investasi, Executive Director dan
terakhir sebagai Direktur Investment Banking PT Danareksa
Sekuritas di tahun 2002. Selanjutnya di tahun yang sama
beliau bergabung dengan PT Bank Bumiputera Tbk.
sebagai staf ahli Presiden Direktur lalu menjadi Dewan Audit
hingga tahun 2003. Pada tahun 2003 hingga 2007, beliau
menjabat sebagai Presiden Direktur PT Mega Finadana
Finance merangkap sebagai Komisaris di BPR Lumasindo
Perkasa Putra. Selanjutnya pada tahun 2007 hingga 2009,
beliau menjadi Direktur Utama di PT Danareksa Finance.
Sejak tahun 2005 beliau juga menjabat sebagai Komisaris
Independen PT Mandala Multifinance Tbk.

Audit Committee Chairman - Deddy Heruwanto
Began his career in 1984 at PT Danareksa (Persero) as Head
of Effects Assessment and then successively served as
Head of Portfolio Management, Investment Division Head,
Executive Director and later as Director of Investment Banking
of PT Danareksa Securities in 2002. Later in the same year
he joined PT Bank Bumiputera Tbk. as president director
staff and Board of Auditors until 2003. In 2003 to 2007, he
served as President Director of PT Mega Finadana Finance
and also serves as Commissioner of BPR Lumasindo Putra
Perkasa. Subsequently in the 2007 to 2009, he became
Managing Director at PT Danareksa Finance. Since 2005 he
also serves as Independent Commissioner of PT Mandala
Multifinance Tbk.

Anggota – Julianti Soewito Sitorus Pane

Members of Audit Committee - Julianti Soewito
Sitorus Pane
Graduated from Faculty of Law, University of Atma Jaya
Yogyakarta and Master of Business Law Universitas Gajah
Mada. Began her career as Head of Marketing PT Sumber
New Car Yogya (1984 - 1986), then became Head of
Finance PT Sumber Niaga Baru Commerce Yogyakarta
(1986 - 1988), Head of Credit Control PT Sumber Ark Motor
Yogyakarta (1991 - 1992), Head of Legal PT Bank Gunung
Kencana Jakarta (1991-1992). Subsequently he served as
Legal & Credit Administration Manager (1992 - 1993) in PT
PSP and trusted as Treasury Finance & Legal Manager at
PT Lasting Finance (1993-1998). In addition, she is also an
Advocate and Legal Consultants Law Office “Binsar Sitorus
& Partners” (1998 - present) and the Law Office “Sitorus &
Associates” (2007 - present).

Lulusan dari Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya
Yogyakarta dan Magister Hukum Bisnis Universitas Gajah
Mada Yogyakarta. Memulai kariernya sebagai Kabag
Pemasaran PT Sumber Mobil Baru Yogya (1984 – 1986), lalu
menjadi Kabag Keuangan PT Sumber Niaga Baru Karoseri
Yogyakarta (1986 – 1988), Kabag Kredit Kontrol PT Sumber
Bahtera Motor Yogyakarta (1991 – 1992), Kabag Legal PT
Bank Gunung Kencana Jakarta (1991 – 1992). Selanjutnya
beliau menjabat sebagai Legal & Credit Administration
Manager (1992 – 1993) di PT PSP Finance lalu dipercaya
sebagai Treasury & Legal Manajer di PT Langgeng Finance
(1993 – 1998). Selain itu beliau juga merupakan seorang
Advokat dan Konsultan Hukum Law Office “Binsar Sitorus
& Rekan” (1998 – sekarang) serta Law Office “Sitorus &
Associates” (2007 – sekarang).
Anggota – Elly Bujung
Setelah lulus dari Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti
beliau mengawali karier sebagai Chief Accounting (1992
– 1993) di PT Angkasindo Dunia lalu menjadi Assistant
to GM PT Nisshin Ceramics Indonesia (1993 – 1996)
dan kemudian menjabat sebagai Assistant to Director PT
Angkasindo Dunia (1996 – 1997). Pada tahun 2001 hingga
2003, beliau menjabat sebagai Supervisor Internal Auditor
PT Lautan Teduh Interniaga. Di tahun 2007 – 2008 beliau

Members of Audit Committee - Elly Bujung
After graduating from Faculty of Economics, Trisakti
University, she began his career as Accounting Officer (1992
- 1993) in the last World Angkasindo PT became Assistant
to GM PT Nisshin Ceramics Indonesia (1993 - 1996) and
then served as Assistant to the Director of PT Angkasindo
World (1996 - 1997 ). In 2001 to 2003, she served as
Internal Auditor Supervisor PT Interniaga Pacific Ocean. In
2007 - 2008 she served as an SAP consultant PT Maruni
.58
Tahunan
2012 LaporanReport
Annual

menjabat sebagai konsultan SAP PT Maruni Daya Sakti
dan dari tahun 2008 hingga sekarang menjabat sebagai
Production and Financial System Consultant untuk PT
Mental Diameter. Sejak bulan Februari 2009 beliau menjadi
Financial Consultant untuk PT Abdi Sarana Nusa dan mulai
menjadi anggota Komite Audit PT Mandala Multifinance
Tbk. sejak 2005 hingga sekarang.

Daya Sakti and from 2008 she served as Production and
Financial System Consultant for PT Mental Diameter. Since
February 2009 she served as Financial Consultant for Nusa
PT Abdi Means and began served as Audit Committee
members of PT Mandala Multifinance Tbk. since 2005 until
now.

Sekretaris Perusahaan
Sekretaris Perusahaan diangkat oleh Direksi sesuai dengan
Peraturan BAPEPAM-LK No. IX.I.4 tentang Pembentukan
Sekretaris Perusahaan. Sekretaris Perusahaan bertanggung
jawab terhadap Direksi dan berperan dalam menjaga
kelancaran hubungan antara Perusahaan dengan
pemerintah, pemegang saham, dan masyarakat luas.

Corporate Secretary
Company Secretary appointed by Board of Directors in
accordance with Bapepam-LK No. IX.I.4 about Corporate
Secretary Establishment. Company Secretary is responsible
to the Board of Directors and takes part in maintaining
good relationship between company and government,
shareholders, and society.

Profil Sekretaris Perusahaan

Corprate Secretary Profile

Mahrus
Mengawali karier sebagai auditor di kantor akuntan publik
Dra. Koesbandijah pada tahun 1992 – 1994 kemudian
bekerja di Intan International Hotels & Resort Denpasar
Bali (1994 – 2002) dengan jabatan terakhir sebagai Chief
Accountant. Mulai bergabung dengan Perusahaan sejak
tahun 2003 dengan menjabat sebagai Head Finance hingga
tahun 2004. Kemudian menjabat sebagai Branch Finance
Manager (2004 – 2006), Regional Finance Manager (2006
– 2007), lalu dipercaya menjadi Sekretaris Perusahaan
semenjak tahun 2007.

Mahrus
Began his career as an auditor in public accounting firms
Dra. Koesbandijah in 1992 - 1994 and then worked at
Diamond International Hotels & Resort Denpasar Bali (1994
- 2002) his last position is Chief Accountant. Started joining
Company since 2003 served as Head of Finance until 2004.
Later served as Finance Branch Manager (2004 - 2006),
Regional Finance Manager (2006 - 2007), then served as
Company Secretary since 2007.

Fungsi utama Sekretaris Perusahaan adalah membantu
Direksi melalui beberapa kegiatan seperti:
1.	 Mengelola informasi yang berkaitan dengan lingkungan
bisnis Perusahaan dan menjalin hubungan baik dengan
para pihak lembaga penunjang industri pasar modal
dan regulator pasar modal.
2.	 Memastikan Perusahaan menjalankan prinsip Tata
Kelola Perusahaan yang Baik (GCG) serta memenuhi
peraturan perundangan yang berlaku.
3.	 Menyelenggarakan kegiatan Rapat Umum Pemegang
Saham Perusahaan.
4.	 Menyelenggarakan kegiatan komunikasi antara Direksi
dan manajemen dengan pemangku kepentingan dalam
rangka membangun citra Perusahaan.
5.	 Menyelenggarakan kegiatan kesekretariatan pengurus
Perusahaan serta memfasilitasi hubungan Perusahaan
atau pimpinan dengan para pemangku kepentingan.

Corporate Secretary main function is to assist Board of
Directors with a number of activities such as:
1.	 Managing information relating to the Company’s business
environment and establish good relationships with the
supporting institutions parties and the capital market
regulator of capital markets.
2.	
Ensuring Company to implement Good Corporate
Governance (GCG) principles and meet applicable laws
and regulations.
3.	 Conducting General Meeting of Shareholders.
4.	Conducting communication between the Board and
management with stakeholders in order to build
Company image.
5.	
Organizing secretariat activities on Company’s
management and facilitates Company’s relation or
management to stakeholders.
59.
Laporan Tahunan
Annual Report

2012

6.	 Memantau Daftar Pemegang Saham.
7.	 Memonitor perkembangan yang terjadi di pasar modal
dan peraturan-peraturan yang berlaku.
8.	 Menyebarkan informasi kepada semua unsur dalam
organisasi yang menyangkut program-program
Perusahaan, termasuk memberikan informasi kepada
masyarakat tentang kondisi Perusahaan.

6.	 Monitoring Shareholders Register.
7.	 Monitor capital markets developments and the rules and
regulations.
8.	 Disseminate information to all elements of the organization
concerning Company programs, including providing
information to the public about Company condition.

Audit Internal
Untuk memastikan operasional berjalan sesuai dengan
Prosedur Operasi Standar Perusahaan, maka dalam
pelaksanaannya Direksi dibantu oleh Audit Internal.Audit
Internal bertugas meninjau kebijakan Direksi dan memberikan
peringatan dini kepada Direktur Utama terhadap potensi
masalah yang mungkin timbul. Selain itu Audit Internal juga
bertugas membina hubungan dengan instansi pemeriksa
dari luar Perusahaan agar bisa mendapat informasi lebih dini
tentang perkembangan standar internal audit yang berlaku.

Internal audit
To ensure the operation runs in accordance with the
Company’s Standard Operating Procedures, Board of
Directors is helped by Internal Audit. Internal Audit in charge
of reviewing Directors policies and provide early warning
to the Managing Director of the potential problems that
may arise. In addition Internal Audit also tasked to build
relationships with agency examiners from outside the
company, in order to get more information about the early
development of internal audit standards and regulations.

Audit Internal berfungsi dalam mengimplementasikan visi
dan misi Perusahaan ke dalam konsep audit internal dan
pengawasan manajemen di tingkat korporasi. Audit Internal
juga berperan dalam mengendalikan kegiatan pemeriksaan
internal agar mencapai sasaran dan sesuai dengan Standar
Profesi Audit Internal serta Audit Charter. Satuan ini juga
bertanggung jawab terhadap terlaksananya pengkajian
kebijakan Direksi dan terselenggaranya kegiatan audit
terhadap implementasi kebijakan/peraturan Perusahaan di
unit kerja.

Internal Audit serves in implementing company’s vision and
mission to the internal audit concept and management
oversight at the corporate level. Internal audit also plays a
role in controlling internal audit activities in order to achieve
objectives in accordance with the Internal Audit Professional
Standards and Audit Charter. This unit is also responsible
for Board policy assessment and audit activities towards
policies/regulations implementation.

Sistem Pengendalian Internal
Direksi bertanggung jawab untuk menerapkan sistem
pengendalian internal yang baik untuk mencapai tujuan
Perusahaan. Sistem pengendalian internal merupakan
proses yang dijalankan oleh Direksi dan seluruh jajaran
Manajemen Perusahaan yang memberikan arahan,
petunjuk, dan pengawasan yang pelaksanaannya dilakukan
secara bersama-sama dengan Komite Audit dan Audit
Internal.

Internal Control Systems
The Board of Directors are responsible for implementing a
good system of internal control to achieve Company’s goals.
The system of internal control is a process that performed
by the Board of Directors and all levels of management
of the Company, which provides direction, guidance, and
supervision along with its implementation which monitored
by the Audit Committee and Internal Audit.

Sistem pengendalian internal yang baik tidak dapat berjalan
sendiri dan membutuhkan kerja sama dan komitmen, serta
dedikasi yang kuat dari setiap pihak yang terkait. Sistem
pengendalian internal juga berkoordinasi dengan auditor
eksternal dalam kaitannya dengan tugas-tugas pengawasan
dalam Perusahaan. Koordinasi audit harus direncanakan
dan didefinisikan sebagai bagian dari ruang lingkup audit

A good internal control system could not work well on his
own and require cooperation and commitment, as well as a
strong dedication from every party involved. Internal control
system also coordinates with the external auditors in relation
to the duties of supervision. The audit coordination should
be planned and defined as part of the scope of the audit
.60
Tahunan
2012 LaporanReport
Annual

oleh auditor eksternal, sehingga seluruh pekerjaan audit oleh
auditor eksternal dapat dilaksanakan dengan komprehensif,
efisien, dan efektif. Pengendalian internal diterapkan dalam
aspek-aspek penting seperti aspek operasional, keuangan,
dan juga kepatuhan terhadap perundang-undangan.

activity by the external auditors, so the entire audit work by
external auditors can be implemented with comprehensive,
efficient, and effective manner. Internal control is applied in
important aspects such as operational aspects, financial,
and compliance with prevailing legislation.

Kode Etik
Perusahaan telah merumuskan Kode Etik sebagai landasan
bagi setiap karyawan dalam berinteraksi dengan pemangku
kepentingan dan dengan sesama. Perusahaan yakin
bahwa dengan penerapan GCG secara konsisten dapat
meningkatkan reputasi Perusahaan dan mempengaruhi
pola pikir, sikap, dan perilaku setiap karyawan. Kode Etik
Perusahaan seperti yang tercantum dalam Nilai-Nilai Utama
Perusahaan adalah sebagai berikut:

Code of Conduct
The Company has formulated a Code of Conduct as the
basis for each employee to interact with stakeholders
and others. The Company believes that with consistent
implemention in GCG, it will improve Company’s reputation
and affect the mindset, attitudes, and behavior of every
employee. The Company’s Code of Ethics as stated in the
Core Values are as follows

•	Jujur
	Memperoleh kepercayaan dengan melaporkan yang
benar.

•	Honesty
	 Gaining trust with the correct reporting.

•	Rendah Hati
	 Mengakui bahwa keberhasilan saya adalah merupakan
sebagian dari hasil kontribusi orang lain dalam hidup
saya.

•	Humility
	 Admitting that a success is a part of the contributions of
others in my life.

•	Tekad
	 Bertekad untuk mencapai tujuan yang benar, pada saat
yang tepat meskipun menghadapi tantangan.

•	Determination
	 Determined to reach right objectives at the right time
despite the challenges.

Manajemen Risiko
Prosedur pengelolaan risiko merupakan aspek yang
mutlak dan harus dimiliki oleh Perusahaan. Perusahaan
wajib memiliki panduan untuk mengidentifikasi, menilai,
mengukur, serta memantau risiko sehingga penanganan
dan tindakan yang diperlukan dapat dilakukan secara cepat
untuk mengantisipasi risiko yang berpotensi merugikan
Perusahaan secara finansial. Berikut ini merupakan risikorisiko yang berpotensi untuk muncul:

Risk Management
Risk management procedures is absolute Aspects and
must be owned by the Company. The company must have
a guide to identify, assess, measure, and monitor risk so
that treatment and action neededcan be done quickly to
anticipate risks that could potentially obstruct Company’s
financial performance. The following are risks that have the
potential to emerge:
61.
Laporan Tahunan
Annual Report

2012

Risiko Pasar
Risiko pasar merupakan risiko yang terutama disebabkan
karena perubahan tingkat bunga, nilai tukar mata uang
Rupiah, harga komoditas dan harga modal atau pinjaman,
yang dapat membawa risiko bagi Perusahaan. Dalam
perencanaan usaha Perusahaan, risiko pasar yang memiliki
dampak langsung kepada Perusahaan adalah dalam hal
pengelolaan tingkat bunga.

Market Risk
Market risk is the risk that is mainly caused by changes in
interest rates, Rupiah currency exchange rates, commodity
prices and capital price or loans, which may carry a risk for
the Company. In Company’s business planning, market risk
that has direct impact to the Company is the interest rate
management.

Perubahan tingkat bunga acuan akan menjadi risiko
pada saat perubahannya, terutama ketika tingkat bunga
dinaikkan, yang menyebabkan kerugian bagi Perusahaan
sehingga dapat menyebabkan risiko kredit Perusahaan
meningkat. Untuk itu, Perusahaan menerapkan pengelolaan
tingkat bunga tetap secara konsisten dengan menyesuaikan
tingkat bunga kredit terhadap tingkat bunga pinjaman dan
beban dana.

Changes in interest rate levels will be risk when it changes,
especially when the interest rate is increased, which causes
Company loss and cause increases in Company’s credit
risk. Therefore, Company adopted fixed rate interest rate
management consistently that adjusting the interest rate on
loans and fund expenses.

Risiko Kredit
Risiko kredit merupakan risiko utama karena Perusahaan
bergerak dalam bidang pembiayaan konsumen, dimana
Perusahaan menawarkan jasa kredit bagi masyarakat yang
hendak memiliki kendaraan bermotor. Secara langsung,
Perusahaan menghadapi risiko seandainya konsumen
tidak mampu memenuhi kewajibannya dalam melunasi
kredit sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati antara
konsumen dengan Perusahaan.

Credit Risk
Credit risk is Company main risk that engaged in consumer
financing, which company is offering loans to people who
want to have a motorcycle. Directly, Company faces risks
if consumers are not able to fulfill its obligation to repay the
loan according to the agreement between the consumer
and Company.

Risiko kredit merupakan risiko yang akan dihadapi, namun
dapat dikelola hingga pada batasan yang dapat diterima.
Perseroan telah memiliki kebijakan dalam menghadapi risiko
ini. Dimulai dari proses awal penerimaan aplikasi kredit yang
selektif dan ditangani dengan prinsip kehati-hatian, yang
mana aplikasi kredit akan melalui proses survey dan analisa
kredit untuk kemudian disetujui oleh Kepala Cabang. Selain
itu, Perusahaan juga melakukan pengawasan terhadap
saldo piutang pembiayaan konsumen yang dilakukan
secara berkesinambungan untuk meminimalisasi piutang
yang tidak dapat ditagih.

Credit risk is the risk to be faced, but can run up to an
acceptable limit. Company has a policy to deal with this risk.
Starting from the beginning of selective credit application
acceptance and dealt with the precautionary principle,
which the loan application will go through survey and
credit analysis for subsequently approved by the Head of
the Branch. In addition, the Company also monitors the
balance of consumer financing receivables that carried out
continuously to minimize uncollectible receivables.
.62
Tahunan
2012 LaporanReport
Annual

Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas merupakan risiko, yang mana Perusahaan
tidak memiliki sumber keuangan yang mencukupi untuk
memenuhi liabilitasnya yang telah jatuh tempo. Perusahaan
mengatasi risiko tersebut dengan menggunakan perangkat
rencana likuiditas. Perangkat ini mempertimbangkan jatuh
tempo untuk aset keuangan yaitu piutang pembiayaan
konsumen dan membuat rencana arus kas dari operasi.
Perusahaan mempunyai jangka waktu pinjaman dari
bank yang disesuaikan dengan jangka waktu (tenor) yang
diberikan kepada konsumen.

Liquidity Risk
Liquidity risk is the risk, which the Company does not have
sufficient financial resources to meet the liabilities which
have maturing. Company addresses these risks by using
the liquidity plan. The device is considered financial assets
maturing that are consumer financing and operations cash
flow plan. The Company has a bank term loan adapted by
period that given to consumers.

Permasalahan Hukum
Selama periode tahun 2012 baik Perusahaan maupun
Direksi dan Dewan Komisaris tidak mengalami
permasalahan hukum baik secara perdata maupun pidana
yang berpengaruh terhadap kelangsungan Perusahaan.

Legal Issues
During 2012, both Company, Board of Directors and Board
of Commissioners did not have legal issues both in civil and
criminal that affect Company’s continuity.

Sistem Whistleblowing
Sebagai upaya menghindari terjadinya penyimpangan atau
kecurangan yang dapat merugikan Perusahaan, maka
sistem Whistleblowing dibentuk. Upaya pelaksanaan sistem
Whistleblowing mencakup:

Whistleblowing System
In an effort to avoid irregularities or fraud then Whistleblowing
system is formed. Whistleblowing systems implementation
include:

•	
•	
•	
•	
•	

•	
•	
•	
•	
•	

cara penyampaian laporan pelanggaran;
perlindungan bagi pelapor;
penanganan pengaduan;
pihak yang mengelola pengaduan; dan
hasil dari penanganan pengaduan

Selain itu Perusahaan juga memiliki nomor sms pengaduan
di 0812 29 700 700 baik untuk karyawan maupun nasabah
yang digunakan untuk pelaporan terkait penyimpangan atau
kecurangan yang berkaitan dengan Perusahaan. Selama
tahun 2012, total keluhan yang masuk adalah berjumlah 165
keluhan yang semuanya berasal dari pihak eksternal dan
telah ditangani dengan baik oleh tim internal PT Mandala
Multifinance Tbk.

violations reporting;
protection for whistleblowers;
complaints handling;
those who manage complaints;
result of the complaints handling.

In addition, Company also has complaints sms center in
0812 29 700 700 for both employees and customers that
used to report irregularities or fraud related to the Company.
Throughout 2012, total incoming complaints are 165
complaints of which that came only from an external party
and have been handled in well manner by the internal team
of PT Mandala Multifinance Tbk.
63.
Laporan Tahunan
Annual Report

2012

Pengungkapan Informasi
Untuk memastikan kemudahan untuk memperoleh informasi
Perusahaan, publik dapat mengakses informasi melalui situs
resmi Perusahaan yaitu www.mandalafinance.com. Selain
memuat berita tentang Perusahaan, situs ini juga memuat
informasi mengenai profil perusahaan, laporan tahunan,
serta informasi lain yang menghubungkan Perusahaan
dengan publik secara langsung. Informasi tersebut selalu
diperbarui secara berkala agar publik dapat menerima
informasi terbaru mengenai Perusahaan.

Information Disclosure
To ensure Company information disclosure, public can
access information through the company’s official website
www.mandalafinance.com. The site contain the latest
news and also information about company profiles, annual
reports, and other information that relate companies with
the public. Such information is always updated regularly so
that the public can receive the latest information about the
Company.

Informasi Perusahaan dapat juga didapat melalui media
publikasi lain seperti koran dan radio. Upaya penyebaran
informasi merupakan komitmen Perusahaan dalam
menampilkan akuntabilitas sekaligus memenuhi hak publik
akan kebutuhan informasi mengenai Perusahaan.

Company information can also be obtained through
other media publications such as newspapers and
radio. Information disclosure is our commitment to show
accountability while meeting of public’s needs to information
concerning the Company.
.64
Tahunan
2012 LaporanReport
Annual

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Corporate Social Responsibility

Tanggung Jawab Sosial selalu menjadi komitmen yang tidak

The Social Responsibility has always been an unseperable

terpisahkan dalam kegiatan usaha Perusahaan. Kesadaran akan

commitment in Company’s business activity. The importance of

pentingnya faktor eksternal terhadap keberlanjutan usaha, menjadi

external factors importance on business sustainability, become

komitmen Perusahaan untuk berperan dan memiliki rasa tanggung

Company’s commitment to play role along with having a sense

jawab terhadap masyarakat di sekitar perusahaan. Komitmen

of responsibility towards the community around the Company.

tersebut dilandasi hal-hal sebagai berikut:

Commitment is based on the following matters:

•	

Tuntutan global terhadap penerapan CSR.

•	

Global demand for CSR implementation.

•	

CSR merupakan bagian dari pelaksanaan tata kelola

•	

CSR is part of good corporate governance implementation.

•	

Public attention increased to business ethics and accountability.

•	

Company expectation that surrounding environment can grow

perusahaan yang baik.
•	

Meningkatnya perhatian masyarakat luas terhadap etika dan
akuntabilitas bisnis.

•	

Harapan bahwa Perusahaan dan lingkungan sekitarnya dapat
tumbuh bersama secara berdampingan.

together side by side.

Sedangkan berdasarkan Lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK

While based on Bapepam-LK Chairman Charter Attachment

Nomor: Kep-431/BL/2012 tertanggal 1 Agustus 2012, pelaksanaan

No.: Kep-431/BL/2012 dated August 1st, 2012, corporate social

tanggung jawab sosial perusahaan publik harus memenuhi

responsibility implementation must meet the following aspects:

kewajiban terhadap aspek-aspek berikut:
•	

Pengembangan sosial dan kemasyarakatan

•	

Social and community development

•	

Lingkungan hidup

•	

Environment

•	

Praktik ketenagakerjaan, kesehatan dan keselamatan kerja

•	

Employment practices, health and safety

•	

Tanggung jawab terhadap produk atau layanan

•	

Product or service responsibility

Dari keempat aspek tersebut, penyelenggaraan kegiatan CSR

From the four aspects, the Company’s CSR implementation is

di Perusahaan lebih ditekankan pada aspek pengembangan

emphasized on the social and community development. But this

sosial dan kemasyarakatan. Namun hal ini tidak berarti bahwa

does not mean that the company is forgetting the vital role of

Perusahaan melupakan peran vital dari aspek-aspek lainnya. Untuk

other aspects. The Company is fully committed to promote the

mewujudkan suatu keberlanjutan usaha, Perusahaan berkomitmen

implementation on those four aspects evenly.

penuh untuk mengedepankan implementasi dari keempat aspek
tersebut secara merata.
65.
Laporan Tahunan
Annual Report

2012

Perusahaan telah melaksanakan beberapa kegiatan CSR yang

Company has implemented several CSR activities that had been

direalisasikan dari anggaran CSR yang telah ditetapkan. Pada

realized from the initial CSR budget. In 2012 total budget for CSR

tahun 2012 total dana yang dikeluarkan untuk kegiatan CSR adalah

activities amounted to Rp644 million. The figure increased compared

sebesar Rp644 juta. Jumlah ini meningkat dibandingkan total dana

to the total number of CSR funds in 2011 which in accordance with

CSR pada tahun 2011 seiring dengan perkembangan Perusahaan

the Company’s improvement as well as evidence of commitment

sekaligus sebagai bukti komitmen PT Manda Multifinance Tbk

from PT Manda Multifinance Tbk to perform the business activity

dalam menjalankan usaha yang bermanfaat dan memberikan nilai

in healthy manner along with the deliverance of added value for all

bagi segenap pemangku kepentingan. Data perbandingan antara

stakeholders. The comparison data between CSR activities in 2011

kegiatan CSR tahun 2011 dengan 2012 adalah sebagai berikut:

to 2012 are as follows:

CSR (dalam Rupiah)
CSR (in Rupiah)

Keterangan
Description
Bakti Sosial
Charity

2012

2011

155.000.000

73.000.000

Sumbangan Bencana Alam
Donation for Natural Disaster

117.000.000

57.000.000

Anak Asuh
Foster Children

372.000.000

353.000.000

Total
Total

644.000.000

483.000.000

Dari tahun ke tahun, Perusahaan selalu mengadakan kegiatan

From each year, the Company has always held Foster Children

Anak Asuh yang sudah berjalan lebih dari lima tahun. Selama

activity that has been running for more than five years. During the

kegiatan berlangsung Perusahaan telah membantu anak-anak

activity, Company has helped excellence children who are less

yang berprestasi dan kurang mampu dari tingkat SD sampai

capable from elementary through high school level. This activity is

SMA. Kegiatan ini dilaksanakan di seluruh daerah dimana jaringan

carried out in all Company’s areas of network, which will be widened

Perusahaan berada, yang akan diperluas jangkauannya dan terus

and continue to be developed and evaluated so that it could be

dikembangkan serta dievaluasi agar dapat bejalan lebih baik lagi.

better for years to come.

Pada setiap hari jadinya, Perusahaan mempunyai agenda

On each of its anniversary, the Company has always held a routine

rutin yang selalu dilaksanakan dalam bentuk Bakti Sosial pada

agenda in the form of charity to communities in need, such as

masyarakat yang membutuhkan. Antara lain dengan pemberian

donation to the orphanages and also held a blood donor which held

bantuan ke panti-panti asuhan dan mengadakan donor darah yang

at the same time throughout the Company’s service offices. The

dilaksanakan serentak di seluruh kantor pelayanan Perusahaan.

Company is also active in social care, especially for helping those

Perusahaan juga aktif dalam kepedulian sosial terutama terhadap

who need help due to natural disasters.

mereka yang kurang beruntung karena tertimpa bencana alam.
.66
Tahunan
2012 LaporanReport
Annual

Pertanggungjawaban Laporan Tahunan 2012
Responsibility Statement towards 2012 Annual Report

Laporan Tahunan 2012 ini berikut dengan Laporan Keuangan dan

This Annual Report, along with the Financial Statements and other

informasi terkait lainnya merupakan tanggung jawab manajemen

related information is the responsibility of the management of

PT Mandala Multifinance Tbk. Seluruh anggota Dewan Komisaris dan

PT Mandala Multifinance Tbk. The entire members of the Board

Direksi membubuhkan tanda tangannya masing-masing di bawah ini

of Commissioners and the Board of Directors put each of their

sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan tugasnya untuk

signatures as a form responsibilities of their duties for the year ended

tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012.

on December 31st, 2012.

Dewan Komisaris
Board of Commissioners

Alex Hendrawan

Deddy Heruwanto

Komisaris Utama
President Commissioner

Komisaris Independen
Independent Commissioner

Direksi
Board of Directors

Harryjanto Lasmana

Elise

Direktur Utama
President Director

Direktur
Director
Laporan Tahunan
Annual Report

Laporan keuangan
Financial Statements

2012
This page is intentionally left blank
Halaman ini sengaja dikosongkan
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
LAPORAN KEUANGAN
DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(DISAJIKAN DALAM JUTAAN RUPIAH, KECUALI
DINYATAKAN LAIN)

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
FINANCIAL STATEMENTS
AND INDEPENDENT AUDITORS’ REPORT
THE YEARS ENDED
DECEMBER 31, 2012 AND 2011
(EXPRESSED IN MILLIONS OF RUPIAH, UNLESS
OTHERWISE STATED)

DAFTAR ISI

TABLE OF CONTENTS
Halaman/
Page
Independent Auditors‟ Report

Laporan Auditor Independen
Laporan Posisi Keuangan

1-2

Statement of Financial Position

Laporan Laba Rugi Komprehensif

3

Statement of Comprehensive Income

Laporan Perubahan Ekuitas

4

Statement of Changes in Equity

Laporan Arus Kas

5-6

Catatan Atas Laporan Keuangan

7 - 91

***************************

Statement of Cash Flows
Notes to the Financial Statements
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Catatan

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
STATEMENT OF FINANCIAL POSITION
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

2012

2011

Notes

ASET
KAS DAN SETARA KAS
Kas
Bank
Pihak ketiga
Setara kas
Pihak ketiga

ASSETS

64.195

48.766

30.150

24.822

2.500

2.500

CASH AND CASH
EQUIVALENTS
Cash on hand
Cash in banks
Third parties
Cash equivalent
Third parties

96.845

76.088

Total

82

862

2b, 2d, 4

2b, 2d, 4

Jumlah
DEPOSITO BERJANGKA
YANG DIJAMINKAN

2b, 2d, 5,
12

PIUTANG PEMBIAYAAN
KONSUMEN - BERSIH
Pihak ketiga
Piutang pembiayaan
konsumen - setelah
dikurangi bagian yang
dibiayai bank
Pendapatan pembiayaan
konsumen yang belum
diakui
Cadangan kerugian
penurunan nilai

2d, 2f, 2g,
3, 6,
12, 30a

PIUTANG LAIN-LAIN
Pihak ketiga

2d, 2f, 2g,
3, 6,
12, 30a

4.772.055

4.467.082

(995.791 )

(32.708 )

3.744.786

3.570

CONSUMER
FINANCING
RECEIVABLES - NET
Third parties
Consumer financing
receivables - net of
amounts financed
by bank

3.497.049

5.356

PLEDGED TIME
DEPOSITS

Unearned consumer
financing income
Allowance for
impairment losses

(937.325 )

(31.478 )

Bersih

2b, 2d, 5,
12

2d, 7

Net

2d, 7

OTHER RECEIVABLES
Third parties

AGUNAN YANG DIAMBIL
ALIH - setelah dikurangi
dengan cadangan
penurunan nilai pasar
sebesar Rp 7.689 pada
31 Desember 2012
(Rp 4.355 pada
31 Desember 2011)

2k, 2m, 8

16.838

14.286

2k, 2m, 8

REPOSSESSED
ASSETS - net of
allowance for decline
in market value
of Rp 7,689 as of
December 31, 2012
(Rp 4,355 as of
December 31, 2011)

PIUTANG KEPADA PIHAK
BERELASI

2c, 2d, 31

69

244

2c, 2d, 31

DUE FROM
RELATED PARTIES

BIAYA DIBAYAR DI MUKA

2d, 2h, 9

45.129

34.068

2d, 2h, 9

PREPAID EXPENSES

UANG MUKA

2d, 2i, 10

13.272

14.229

2d, 2i, 10

ADVANCES

2d, 2e, 13

7.769

128

2d, 2e, 13

DERIVATIVE
RECEIVABLES

2j, 3,
11, 12, 17

PROPERTY AND
EQUIPMENT - net
of accumulated
of Rp 105,922 as of
December 31, 2012
(Rp 86,094 as of
December 31, 2011)

PIUTANG DERIVATIF
ASET TETAP - BERSIH
setelah dikurangi akumulasi
penyusutan sejumlah
Rp 105.922 pada
31 Desember 2012
(Rp 86.094 pada
31 Desember 2011)
JUMLAH ASET

2j, 3,
11, 12, 17

132.620

141.890

4.062.766

3.782.414

Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

TOTAL ASSETS

The accompanying Notes to Financial Statements form
an integral part of these financial statements.

1
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN
(lanjutan)
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Catatan

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
STATEMENT OF FINANCIAL POSITION
(continued)
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

2012

2011

Notes

LIABILITAS DAN
EKUITAS

LIABILITIES AND
EQUITY

LIABILITAS
PINJAMAN BANK

LIABILITIES
2d, 2h, 2o,
5, 6, 11,
12

2.832.610

2.857.900

2d, 2h, 2o,
5, 6, 11,
12

MEDIUM TERM NOTE
(MTN) - BERSIH

2d, 2r, 14

76.397

114.622

2d, 2r, 14

MEDIUM TERM NOTE
(MTN) - NET

UTANG OBLIGASI BERSIH

2d, 2r,15

98.801

-

2d, 2r, 15

BONDS PAYABLES NET

2d, 16
2c, 2d, 16,
31

94.918

29.900

2.444

1.812

2d, 16
2c, 2d, 16,
31

2l, 17

4.810

5.299

2l, 17

OBLIGATIONS UNDER
FINANCE LEASES

UTANG
DERIVATIF

2d, 2e, 2o,
13

5.485

4.125

2d, 2e, 2o,
13

DERIVATIVES
PAYABLE

BIAYA MASIH HARUS
DIBAYAR
Pihak ketiga

2d, 2o, 18

22.783

7.234

2d, 2o, 18

ACCRUED EXPENSES
Third parties

UTANG LAIN-LAIN
Pihak ketiga

2d, 2f

4.104

1.829

2d, 2f

OTHER PAYABLES
Third parties

UTANG PAJAK

2q, 19

17.037

17.556

2q, 19

TAXES PAYABLE

LIABILITAS PAJAK
TANGGUHAN - BERSIH

2q, 19

3.109

6.937

2q, 19

DEFERRED TAX
LIABILITIES - NET

2p, 3, 29

ESTIMATED LIABILITIES
FOR EMPLOYEES’
BENEFITS

Pihak ketiga

UTANG USAHA
Pihak ketiga
Pihak berelasi
UTANG SEWA
PEMBIAYAAN

ESTIMASI LIABILITAS
ATAS IMBALAN KERJA
KARYAWAN

2p, 3, 29

EKUITAS
Modal saham - nilai nominal
Rp 100 (dalam nilai penuh)
per saham
Modal dasar 4.000.000.000 saham
Modal ditempatkan dan
disetor penuh 1.325.000.000 saham
Tambahan modal disetor bersih
Saldo laba
Telah ditentukan
penggunaannya untuk
dana cadangan umum
Belum ditentukan
penggunaannya

10.664

3.174.288

JUMLAH LIABILITAS

11.790

3.057.878

Third parties

TRADE PAYABLES
Third parties
Related party

TOTAL LIABILITIES
EQUITY
Capital stock - Rp 100
(in full amount) par
value per share
Authorized 4,000,000,000 shares
Issued and fully paid 1,325,000,000
20
shares
Additional paid-in
2r, 21
capital - net
Retained earnings
Appropriated
for general
22
reserve

20

132.500

132.500

2r, 21

27.277

27.277

22

26.500

5.100

702.201

559.659

888.478

724.536

TOTAL EQUITY

4.062.766

3.782.414

TOTAL LIABILITIES
AND EQUITY

JUMLAH EKUITAS
JUMLAH LIABILITAS
DAN EKUITAS

BANK LOANS

Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

Unappropriated

The accompanying Notes to Financial Statements form
an integral part of these financial statements.

2
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Catatan
PENDAPATAN
Pembiayaan konsumen bersih
Bunga
Lain-lain

2n, 2u, 23,
30a
2n, 24
2n, 2o, 11,
13, 25

Umum dan administrasi
Pembentukan cadangan
kerugian penurunan nilai
Penyusutan
Beban imbalan kerja
karyawan
Lain-lain

2012

Notes

1.277.938
380

1.167.805
782

13.596

1.732

2n, 2u, 23,
30a
2n, 24
2n, 2o, 11,
13, 25

1.170.319

(364.171 )

(364.198 )

2n, 26

2n

(347.484 )

(281.419 )

2n

2n, 27, 30b
2d, 2f, 2g,
6
2j, 2k, 2l,
11

(144.467 )

(135.275 ) 2n, 27, 30b
2d, 2f, 2g,
(55.166 )
6
2j, 2k, 2l,
(24.090 )
11

2p, 3, 29
2m, 2n, 2o,
8, 13, 28

(5.623 )

(23.987 )
(30.257 )

(84.540 )
(1.000.529 )

LABA SEBELUM BEBAN
PAJAK

291.385

REVENUES
Consumer financing
- net
Interests
Others

Total Revenues

2n, 26

Jumlah Beban

MANFAAT (BEBAN)
PAJAK
Tahun berjalan
Tangguhan

2011

1.291.914

Jumlah Pendapatan

BEBAN
Beban pendanaan
Gaji dan kesejahteraan
karyawan

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
STATEMENT OF COMPREHENSIVE INCOME
The Years Ended
December 31, 2012 and 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

(3.611 )

2p, 3, 29
2m, 2n, 2o,
(65.783 )
8, 13, 28
(929.542 )

EXPENSES
Financing costs
Salaries and
employees‟ benefits
General and
administrative
Provision for
impairment losses
Depreciation
Employees‟ benefits
expense
Others
Total Expenses

INCOME BEFORE
TAX EXPENSE

240.777

(77.211 )
3.828

(66.374 )
5.858

TAX BENEFIT
(EXPENSE)
Current
Deferred

Jumlah Beban Pajak

(73.383 )

(60.516 )

Total Tax Expense

LABA BERSIH

218.002

180.261

NET INCOME

-

OTHER
COMPREHENSIVE
INCOME

218.002

180.261

TOTAL
COMPREHENSIVE
INCOME

165

136

2q, 19

2q, 19

PENDAPATAN
KOMPREHENSIF LAIN

-

JUMLAH LABA
KOMPREHENSIF
LABA BERSIH PER
SAHAM DASAR

2s, 35

Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

2s, 35

BASIC EARNINGS
PER SHARE

The accompanying Notes to Financial Statements form
an integral part of these financial statements.

3
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
STATEMENT OF CHANGES IN EQUITY
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

Saldo Laba/
Retained Earnings
Telah Ditentukan
Tambahan

Penggunaannya

Modal Disetor -

Untuk Dana

Bersih/

Saldo, 31 Desember 2010

Cadangan Umum/

Modal Saham/
Catatan

Belum Ditentukan

Additional

Penggunaannya/

Appropriated for

Jumlah/

Jumlah Ekuitas/
Total

Capital Stock

Paid-in Capital - Net

Unappropriated

General Reserve

Total

Equity

420.148

4.100

Notes

132.500

27.277

Dividen tunai

22

-

-

(39.750)

-

424.248

584.025

(39.750)

(39.750)

Dana cadangan umum

22

-

-

(1.000)

1.000

-

-

-

-

180.261

-

180.261

180.261

132.500

27.277

559.659

5.100

564.759

Balance, December 31, 2010

724.536

22

Cash dividends

22

General reserve

Jumlah laba komprehensif

Total comprehensive

tahun 2011
Saldo, 31 Desember 2011

income in 2011
Balance, December 31, 2011

Dividen tunai

22

-

-

(54.060)

-

(54.060)

(54.060)

22

Cash dividends

Dana cadangan umum

22

-

-

(21.400)

21.400

-

-

22

General reserve

-

-

218.002

-

218.002

218.002

132.500

27.277

702.201

26.500

728.701

888.478

Jumlah laba komprehensif
tahun 2012
Saldo, 31 Desember 2012

Total comprehensive

Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

income in 2012
Balance, December 31, 2012

The accompanying Notes to Financial Statements form
an integral part of these financial statements.

4
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
LAPORAN ARUS KAS
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Catatan
ARUS KAS DARI
AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari:
Konsumen
Bank-bank sehubungan
dengan transaksi
kerjasama penerusan
pinjaman dan
pembiayaan bersama
Lain-lain

2012

2011

Notes

4.875.643

4.462.184

2f, 23

2n,12

2.622.190
1.170

1.209.666
4.334

2n,12

7.499.003

5.676.184

(4.004.133 )

(3.798.300 )

(2.052.211 )

(1.834.006 )

27

(147.098 )

(126.046 )

27

19

(345.610 )
(343.344 )
(81.341 )

(280.587 )
(398.658 )
(64.323 )

19

(6.973.737 )

(6.501.920 )

Total cash disbursements

(825.736 )

Net Cash Provided By
(Used In)
Operating Activities

Pembayaran kas untuk/kepada:
Dealer
Bank-bank sehubungan
dengan transaksi
kerjasama penerusan
pinjaman dan
pembiayaan bersama

Jumlah pengeluaran kas
Kas Bersih Diperoleh Dari
(Digunakan Untuk)
Aktivitas Operasi

525.266

Total cash receipts

ARUS KAS DARI
AKTIVITAS INVESTASI
Penambahan aset tetap
dan uang muka pembelian
aset tetap

11

(19.096 )

Penerimaan dari
penjualan aset tetap

11

3.644

Kas Bersih Digunakan Untuk
Aktivitas Investasi

(15.452 )

ARUS KAS DARI
AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan dari pinjaman bank
Pembayaran pinjaman bank
Pembayaran dividen tunai
Pembayaran utang sewa
pembiayaan
Penerimaan dari penerbitan
MTN - bersih
Pembayaran pokok MTN
Penerimaan dari penerbitan
obligasi - bersih

CASH FLOWS FROM
OPERATING ACTIVITIES
Cash receipts from:
Consumers
Banks in connection
with the transaction
of loan channelling
cooperation and joint
financing cooperation
Others

2f, 23

Jumlah penerimaan kas

Beban umum dan
administrasi
dan lain-lain
Beban gaji dan
kesejahteraan
karyawan
Beban pinjaman
Pajak penghasilan

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
STATEMENT OF CASH FLOWS
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

(28.432 )

847

(54.060 )

(39.750 )
(7.092 )

14

(38.333 )

15

98.245

(489.984 )

Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

22

114.602
-

14

-

15

858.080

CASH FLOWS FROM
INVESTING ACTIVITIES
Acquisitions of property
and equipment and
advance for purchases of
property and equipment
Proceed from sales
of property and
equipment
Net Cash Used In
Investing Activities

1.237.441
(447.121 )

(6.398 )

Kas Bersih Diperoleh Dari
(Digunakan Untuk)
Aktivitas Pendanaan

11

(27.585 )

313.956
(803.394 )
22

11

Cash disbursements for/to:
Dealers
Banks in connection
with the transaction
of loan channelling
cooperation and joint
financing cooperation
General and
administrative
and miscellaneous
expenses
Salaries and
employees‟ benefits
expenses
Financing costs
Income tax

CASH FLOWS FROM
FINANCING ACTIVITIES
Proceed from bank loans
Payment of bank loans
Payment of cash
dividends
Payments of obligations
under finance leases
Proceed from issued
MTN - net
Payments of MTN principal
Proceed from issued
bonds - net
Net Cash Provided By
(Used In)
Financing Activities

The accompanying Notes to Financial Statements form
an integral part of these financial statements.

5
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
LAPORAN ARUS KAS
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Catatan

2012

KENAIKAN
BERSIH KAS DAN
SETARA KAS

KAS DAN SETARA KAS
AKHIR TAHUN

2011

20.757

DAMPAK BERSIH ATAS
PERUBAHAN NILAI
TUKAR ATAS KAS DAN
SETARA KAS

KAS DAN SETARA KAS
AWAL TAHUN

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
STATEMENT OF CASH FLOWS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

927

4

4

76.088

96.845

Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

Notes

3.624

NET INCREASE
IN CASH AND
CASH EQUIVALENTS

(1.135)

NET EFFECT OF
CHANGES IN EXCHANGE
RATES ON CASH AND
CASH EQUIVALENTS

72.464

4

CASH AND
CASH EQUIVALENTS
AT BEGINNING OF YEAR

4

CASH AND
CASH EQUIVALENTS
AT END OF YEAR

76.088

The accompanying Notes to Financial Statements form
an integral part of these financial statements.

6
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

UMUM
a.

1.

Pendirian dan Informasi Umum

GENERAL
a.

Establishment and General Information

PT Mandala Multifinance Tbk (Perusahaan),
didirikan dengan nama PT Vidya Cipta Leasing
Corporation berdasarkan akta Notaris Joenoes
Enoeng Maogiman, S.H., No. 147 tanggal
13 Agustus 1983. Akta pendirian tersebut
disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik
Indonesia
dengan
Surat
Keputusan
No. C2-6783.HT.01.01.TH.83 tanggal 15 Oktober
1983 dan telah diumumkan dalam Lembaran
Berita Negara Republik Indonesia No. 63 tanggal
8 Agustus 1989, Tambahan Berita Negara
No. 1526. Pada tahun 1990, nama Perusahaan
diubah menjadi PT Lautan Berlian Leasing, yang
kemudian diubah lagi menjadi PT Gracia
Dinamika Multifinance pada tahun 1996.
Selanjutnya, sesuai dengan akta Notaris
H. Asmawel Amin, S.H., No. 155
tanggal
31 Januari 1997, Perusahaan melakukan
perubahan
nama
menjadi
PT
Mandala
Multifinance, yang telah disahkan oleh Menteri
Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia
dengan
Surat
Keputusan
No. C2-1845.HT.01.04.TH.97 tanggal 17 Maret
1997. Pada tahun 2005, Anggaran Dasar
Perusahaan mengalami perubahan dengan akta
No. 34 tanggal 28 April 2005 yang dibuat di
hadapan Notaris Leolin Jayayanti, S.H.,
sehubungan dengan rencana penawaran umum
saham
Perusahaan
kepada
masyarakat,
peningkatan
modal
dasar
dan
modal
ditempatkan, perubahan nilai nominal saham
menjadi Rp 100 per saham serta perubahan
nama Perusahaan menjadi PT Mandala
Multifinance Tbk. Akta perubahan tersebut telah
mendapatkan
pengesahan
dari
Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia
dengan
Surat
Keputusan
No. C-13165.HT.01.04.TH.2005 tanggal 16 Mei
2005.

PT Mandala Multifinance Tbk (“the Company”)
was established under the name of PT Vidya
Cipta Leasing Corporation based on Notarial Deed
No. 147 dated August 13, 1983 of Joenoes
Enoeng Maogiman, S.H. The deed of
establishment was approved by the Minister of
Justice of The Republic of Indonesia in its
Decision Letter No. C2-6783.HT.01.01.TH.83
dated October 15, 1983, and was published in
State Gazette No. 63 dated August 8, 1989,
Supplement No. 1526. In 1990, the Company
changed its name into PT Lautan Berlian Leasing,
and re-changed its name into PT Gracia Dinamika
Multifinance in 1996. Furthermore, based on
Notarial Deed H. Asmawel Amin, S.H., No. 155
dated January 31, 1997, the Company changed
its name into PT Mandala Multifinance, and was
approved by Minister of Justice and Human Rights
of The Republic of Indonesia in its Decision Letter
No. C2-1845.HT.01.04.TH.97 dated March 17,
1997. In 2005, the Company‟s Article of
Association amended by Notarial Deed No. 34
dated April 28, 2005 of Leolin Jayayanti, S.H.,
regarding the initial offering of the Company‟s
shares to the public, the increase in the
Company‟s authorized and issued capital, change
in the Company‟s share par value into Rp 100 per
share and change in its name into PT Mandala
Multifinance Tbk. This amendment was approved
by the Minister of Law and Human Rights of the
Republic of Indonesia in its Decision Letter
No. C-13165.HT.01.04.TH.2005 dated May 16,
2005.

Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami
beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta
Notaris Leolin Jayayanti, S.H., No. 03 tanggal
5 Agustus 2008, antara lain, mengenai
perubahan seluruh anggaran dasar untuk
disesuaikan dengan UU No. 40 Tahun 2007
tentang Perseroan Terbatas. Akta perubahan
tersebut telah mendapatkan pengesahan dari
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia
dengan
Surat
Keputusan
No. AHU-80054.AH.01.02.Tahun 2008 tanggal
31 Oktober 2008 dan telah diumumkan dalam
Berita Negara Republik Indonesia No.99 tanggal
9 Desember 2008, Tambahan Berita Negara
Republik Indonesia No. 27103/2008.

The Company„s Article of Association has been
amended several times, the latest of which was
covered by Notarial Deed No. 03 of Leolin
Jayayanti, S.H., dated August 5, 2008, among
others, changes of the Company‟s articles of
association to conform with the Corporate Law
No. 40 Year 2007 of Limited Liability Company.
This amendment was approved by Minister of
Law and Human Rights of the Republic of
Indonesia
in
its
Decision
Letter
No. AHU-80054.AH.01.02.Tahun 2008 dated
October 31, 2008 and was published in State
Gazette No.99 dated December 9, 2008,
Supplement No. 27103/2008.

Entitas induk adalah PT Jayamandiri Gemasejati
yang berkedudukan di Bandung dan entitas induk
utama adalah PT Lautan Teduh, sebuah
perusahaan yang berdiri dan berkedudukan di
Jakarta.

The parent of the Company is PT Jayamandiri
Gemasejati, domiciled in Bandung and the
ultimate parent of the Company is PT Lautan
Teduh, a company which is incorporated and
domiciled in Jakarta.

7
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

U M U M (lanjutan)
a.

1.

Pendirian dan Informasi Umum (lanjutan)

GENERAL (continued)
a.

Establishment
(continued)

and

General

Information

Perusahaan memperoleh izin usaha sebagai
perusahaan pembiayaan dari Menteri Keuangan
dalam Surat Keputusan No. 323/KMK.017/1997
tanggal 21 Juli 1997, yang merupakan perubahan
Keputusan Menteri Keuangan No. KEP002/KM.11/1984 tanggal 6 Januari 1984 tentang
Pemberian
Izin
Usaha
Leasing kepada
PT Mandala Multifinance (dahulu PT Vidya Cipta
Leasing Corporation) yang telah diperpanjang
terakhir dengan Keputusan Menteri Keuangan
No. KEP-133/KM.13/1988 tanggal 18 Juli 1988.
Dengan diperolehnya izin tersebut maka
Perusahaan, sebagai perusahaan pembiayaan,
dapat melakukan kegiatan dalam bidang sewa
guna usaha, anjak piutang, usaha kartu kredit
dan pembiayaan konsumen. Pada saat ini,
Perusahaan bergerak dalam bidang pembiayaan
konsumen.
Perusahaan berdomisili di Jalan Menteng Raya
No. 24 A-B, Jakarta Pusat dan memiliki 207
jaringan kantor pelayanan yang beroperasi di 24
propinsi di Indonesia.

The Company„s registered office is located at
Jalan Menteng Raya No. 24 A-B, Jakarta Pusat
with 207 point of services which operated in 24
provinces in Indonesia.

Perusahaan memulai operasi komersialnya pada
tahun 1984.
b.

The Company obtained its license to operate as a
financing company from the Minister of Finance
based
on
its
Decision
Letter
No. 323/KMK.017/1997 dated July 21, 1997,
which was an amendment of the Decision Letter of
the Minister of Finance No. KEP-002/KM.11/1984
dated January 6, 1984 regarding the granting of
the operating license as Leasing Company to
PT Mandala Multifinance (formerly PT Vidya Cipta
Leasing
Corporation).
This
license
was
subsequently extended, the latest of which by the
Decision Letter of the Ministry of Finance
No. KEP-133/KM.13/1988 dated July 18, 1988.
With this license, the Company is allowed to
engage in leasing, factoring, credit card and
consumer financing activities. Currently, the
Company is engaged in consumer financing
activities.

The Company started its commercial operations in
1984.

Penawaran Umum saham Perusahaan

b.

Pada tanggal 23 Agustus 2005, Perusahaan
memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan
Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) dengan
suratnya No. S-2303/PM/2005 untuk melakukan
penawaran umum atas 325.000.000 lembar
saham Perusahaan kepada masyarakat dengan
nilai nominal Rp 100 (dalam nilai penuh) per
saham dan harga penawaran Rp 195 (dalam nilai
penuh)
per
saham.
Perusahaan
telah
mencatatkan seluruh sahamnya pada Bursa Efek
Jakarta (BEJ) (sekarang Bursa Efek Indonesia
(BEI)) pada tanggal 6 September 2005.
c.

Public Offering of the Company’s shares
As of August 23, 2005, the Company obtained the
effective letter from the Chairman of the Capital
Market and Supervisory Agency (BAPEPAM) in its
letter No. S-2303/PM/2005 to conduct the public
offering of its 325,000,000 shares with a par value
Rp 100 (in full amount) per share and offering
value Rp 195 (in full amount) per share. All of the
Company‟s shares were listed at the Jakarta
Stock Exchange (JSX) (now Indonesia Stock
Exchange (ISX)) on September 6, 2005.

Penawaran Umum efek utang Perusahaan

c.

Pada bulan November 2011, Perusahaan
menerbitkan Medium Term Notes I Tahun 2011
(MTN I) dengan jumlah nominal secara
keseluruhan adalah sebesar Rp 115.000, dengan
tingkat bunga tetap sebesar 10,75% per tahun.
MTN I terdiri dari 2 (dua) tahap penerbitan, yaitu
MTN I Tahap Pertama dengan jumlah pokok
sebesar Rp 50.000 yang diterbitkan tanggal
9 November 2011; dan MTN I Tahap Kedua
dengan pokok sebesar Rp 65.000 yang
diterbitkan tanggal 15 Desember 2011. MTN I
Tahap Pertama dan MTN I Tahap Kedua akan
jatuh tempo secara bersamaan pada tanggal
20 November 2014.

Public Offering
securities

of

the

Company’s

debt

In November 2011, the Company issued Medium
Term Notes I Year 2011 (MTN I) with total nominal
value of Rp 115,000 with fixed interest rate of
10.75% per annum. MTN I consist of two (2)
phases, ie: MTN I Phase 1, amounting to
Rp 50,000, issued on November 9, 2011 and MTN
I Phase 2, amounting to Rp 65,000, issued on
December 15, 2011. MTN I Phase 1 and MTN I
Phase 2 will matured on November 20, 2014.

8
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

U M U M (lanjutan)
c.

1.

Penawaran Umum efek utang Perusahaan
(lanjutan)

GENERAL (continued)
c.

Pada bulan Juni 2012, Perusahaan menerbitkan
Obligasi Berkelanjutan I Mandala Multifinance
Tahap I Tahun 2012 (Obligasi Berkelanjutan I
Tahap I) melalui Bursa Efek Indonesia dengan
jumlah nominal secara keseluruhan sebesar
Rp 100.000. Obligasi Berkelanjutan I Tahap I ini
terbagi menjadi 3 seri, yaitu Seri A sebesar
Rp 90.000 yang akan jatuh tempo pada tanggal
20 Juli 2013 dengan tingkat suku bunga sebesar
8,00% per tahun, Seri B sebesar Rp 5.000 yang
akan jatuh tempo pada tanggal 10 Juli 2014
dengan tingkat suku bunga sebesar 9,00% per
tahun, dan Seri C sebesar Rp 5.000 yang akan
jatuh tempo pada tanggal 10 Juli 2015 dengan
tingkat suku bunga sebesar 9,50% per tahun.
d.

Public Offering of the
securities (continued)

Company’s

debt

In June 2012, the Company issued Mandala
Multifinance Sustainable Bond I Phase I Year 2012
(Sustainable Bond I Phase I) through the Indonesia
Stock Exchange with a total nominal value of
Rp 100,000. Sustainable Bond I Phase I consist of
of three series, i.e. Serial A amounting to
Rp 90,000 which will mature on July 20, 2013 and
bear interest rate of 8.00% per annum, Serial B
amounting to Rp 5,000 which will mature on July
10, 2014 and bear interest rate of 9.00% per
annum and Serial C amounting to Rp 5,000 which
will mature on July 10, 2015 and bear interest rate
of 9.50% per annum.

Komisaris, Direksi dan Komite Audit

d.

Commissioners,
Committee

Directors

and

Audit

The Company‟s Commissioners, Directors and
Audit Committee as of December 31, 2012 (2011)
are as follows:

Susunan Komisaris, Direksi dan Komite Audit
Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2012
(2011) adalah sebagai berikut:
Komisaris
Komisaris Utama
Komisaris Independen

:
:

Alex Hendrawan
Deddy Heruwanto

:
:

Commissioners
President Commissioner
Independent Commissioner

Direksi
Direktur Utama
Direktur

:
:

Harryjanto Lasmana*)
Elise**)

:
:

Directors
President Director
Director

Komite Audit
Ketua Komite Audit
Anggota
Anggota

:
:
:

Deddy Heruwanto
Elly Bujung
Yulianti S. Sitorus

:
:
:

Audit Committee
Head of Audit Committee
Member
Member

*)

Membawahi bidang operasional, pemasaran dan
teknologi informasi
**) Membawahi bidang akuntansi, keuangan dan
sumber daya manusia

*)

Managing operational, marketing and information
technology area.
**) Managing accounting, finance and human resource
area.

Berdasarkan
Surat
Keputusan
Direksi
PT Mandala Multifinance Tbk No. 156/MMDIR/VI/07 tanggal 20 Juni 2007, Sekretaris
Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2012
(2011) adalah Mahrus.

Based on Directors‟ Decision Letter of
PT Mandala Multifinance Tbk No. 156/MMDIR/VI/07, dated June 20, 2007, Corporate
Secretary as at December 31, 2012 (2011), is
Mahrus.

Berdasarkan
Surat
Keputusan
Direksi
PT Mandala Multifinance Tbk No. 002/SEDIRUT/VII/12 tanggal 31 Juli 2012 Kepala Unit
Audit
Internal
Perseroan
pada
tanggal
31 Desember 2012 adalah Haryadi Yusuf.
Berdasarkan
Surat
Keputusan
Direksi
PT Mandala Multifinance Tbk No. 002/SEDIR/IV/08 tanggal 8 April 2008, Kepala Unit Audit
Internal Perseroan pada tanggal 31 Desember
2011 adalah R. Sutaryo.

Based on Directors‟ Decision Letter of
PT Mandala Multifinance Tbk No. 002/SEDIRUT/VII/12, dated July 31, 2012 the Head of
Internal Audit Unit as at December 31, 2012, is
Haryadi Yusuf. Based on Directors‟ Decision Letter
of PT Mandala Multifinance Tbk No. 002/SEDIR/IV/08, dated April 8, 2008, the Head of Internal
Audit Unit as at December 31, 2011, is R. Sutaryo.

Gaji dan tunjangan yang diterima dewan
komisaris dan direksi Perusahaan, masingmasing berjumlah Rp 8.667 juta dan Rp 12.273
juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2012 dan masing-masing
berjumlah Rp 7.625 juta dan Rp 13.069 juta untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2011.

Total salaries and benefits received by the
Company‟s
commissioners
and
directors
amounted to Rp 8,667 million and Rp 12,273
million, respectively, for the year ended
December 31, 2012 and Rp 7,625 million and
Rp 13,069 million, respectively, for the year ended
December 31, 2011.

9
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

U M U M (lanjutan)
d.

Komisaris, Direksi
(lanjutan)

1.
dan

Komite Audit

GENERAL (continued)
d.

Commissioners,
Directors
Committee (continued)

and

Audit

Pada tanggal 31 Desember 2012 (2011), jumlah
karyawan Perusahaan sejumlah 3.763 orang
(2.959 orang) (tidak diaudit).
Laporan keuangan ini telah diselesaikan dan
diotorisasi untuk terbit oleh Direksi Perusahaan
pada tanggal 7 Maret 2013.
2.

As of December 31, 2012 (2011) the Company has
3,763 employees (2,959 employees) (unaudited).
The accompanying financial statements were
completed and authorized for issue by the
Company‟s Directors on March 7, 2013.

IKHTISAR
KEBIJAKAN
SIGNIFIKAN
a.

AKUNTANSI

Pernyataan
Kepatuhan
dan
Penyusunan Laporan Keuangan

YANG

2.

Dasar

SUMMARY
POLICIES
a.

OF

SIGNIFICANT

ACCOUNTING

Statements of Compliance and Basis of
Preparation of the Financial Statements

Laporan keuangan telah disusun sesuai dengan
Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia yang
diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)
dan Peraturan Bapepam–LK No. VIII.G.7 tentang
“Penyajian
dan
Pengungkapan
Laporan
Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik” yang
terdapat dalam Lampiran Keputusan Ketua
Bapepam-LK No. KEP-347/BL/2012 tanggal 25
Juni 2012. Seperti diungkapkan dalam catatancatatan terkait berikut di bawah ini beberapa
standar akuntansi yang telah direvisi dan
diterbitkan, diterapkan efektif tanggal 1 Januari
2012.

The financial statements have been prepared in
accordance with Indonesian Financial Accounting
Standards as issued by the Indonesian Institute of
Accountants and the Bapepam-LK regulation No.
VIII.G.7 regarding “Emiten of Public Company‟s
Financial Statements Presentation and Disclosure
Guidelines” as included in the Appendix of the
Decision Decree of the Chairman of Bapepam-LK
No. KEP-347/BL/2012 dated June 25, 2012. As
disclosed further in the relevant succeeding notes,
several amended and published accounting
standarts were adopted effectively on January 1,
2012.

Laporan keuangan disusun berdasarkan konsep
akrual, kecuali untuk laporan arus kas dan
menggunakan konsep biaya perolehan (historical
cost), kecuali untuk akun tertentu dinyatakan
berdasarkan pengukuran lain sebagaimana
diuraikan dalam kebijakan akuntansi masingmasing akun tersebut.

The financial statements have been prepared on
the accrual basis except for the statement of cash
flows and using the historical cost basis of
accounting, except for certain accounts which are
stated based on other measurement as explained
in the related accounting policies.

Laporan arus kas menyajikan penerimaan dan
pengeluaran kas yang diklasifikasikan ke dalam
aktivitas operasi, investasi dan pendanaan
dengan menggunakan metode langsung.

The statements of cash flows are prepared using
the direct method that classify cash flows into
operating, investing and financing activities.

Mata uang penyajian yang digunakan dalam
penyusunan laporan keuangan ini adalah mata
uang Rupiah yang merupakan mata uang
fungsional.

The presentation currency used in the financial
statements in Rupiah, which is the functional
currency.

Seluruh angka dalam laporan keuangan ini
dibulatkan menjadi dan disajikan dalam jutaan
Rupiah yang terdekat, kecuali dinyatakan lain.

Figures in the financial statements are rounded to
and expressed in millions of Rupiah, unless
otherwise stated

Dalam penyusunan laporan keuangan sesuai
dengan Standar Akuntansi Keuangan di
Indonesia, dibutuhkan pertimbangan, estimasi
dan asumsi yang mempengaruhi:

The preparation of financial statements in
conformity with Indonesian Financial Accounting
Standards requires the use of judgments,
estimates and assumptions that affect:

- penerapan kebijakan akuntansi;
- jumlah aset dan liabilitas yang dilaporkan, dan
pengungkapan atas aset dan liabilitas
kontinjensi pada tanggal laporan keuangan;
- jumlah pendapatan dan beban yang dilaporkan
selama periode pelaporan;

-

-

10

the application of accounting policies;
the reported amounts of assets and liabilities
and disclosure of contingent assets and
liabilities at the date of the financial
statements.
the reported amounts of income and expenses
during the reporting period.
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.

IKHTISAR
(lanjutan)
a.

KEBIJAKAN

AKUNTANSI

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

PENTING

2.

Pernyataan
Kepatuhan
dan
Dasar
Penyusunan Laporan Keuangan (lanjutan)

SUMMARY
OF
SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
a.

ACCOUNTING

Statements of Compliance and Basis of
Preparation of the Financial Statements
(continued)

Walaupun estimasi ini dibuat berdasarkan
pengetahuan terbaik manajemen atas kejadian
dan tindakan saat ini, hasil akrual mungkin
berbeda dengan jumlah yang diestimasi semua.
Estimasi dan asumsi yang digunakan ditelaah
secara berkesinambungan. Revisi atas estimasi
akuntansi diakui pada periode dimana estimasi
tersebut direvisi dan periode-periode yang akan
datang yang dipengaruhi oleh revisi estimasi
tersebut.

Estimates and underlying assumptions are
received on an ongoing basis. Revisions to
accounting estimates are recognized in the period
in which the estimate is received and in any future
periods affected.

Secara khusus, informasi mengenai hal-hal
penting yang terkait dengan ketidakpastian
estimasi dan pertimbangan penting dalam
penerapan kebijakan akuntansi yang memiliki
dampak yang signifikan terhadap jumlah yang
diakui dalam laporan keuangan dijelaskan dalam
Catatan 3.
b.

Although these estimates are based on
management‟s best knowledge of current events
and activities, actual results may differ from those
estimates.

In particular, information about significant areas of
estimation uncertainly and critical judgments in
applying accounting policies that have significant
effect on the amount recognized in the financial
statements are described in Note 3.

Kas dan Setara Kas

b.

Kas dan setara kas terdiri dari kas, bank serta
deposito berjangka dengan jangka waktu 3 (tiga)
bulan atau kurang sejak tanggal penempatan dan
tidak digunakan sebagai jaminan atas utang serta
tidak
dibatasi
penggunaannya.
Deposito
berjangka yang digunakan sebagai jaminan atas
pinjaman disajikan secara terpisah pada laporan
posisi keuangan.
c.

Cash and Cash Equivalents
Cash and cash equivalents consist of cash on
hand, cash in banks and time deposits with
maturities of three (3) months or less at the time of
placement, with no restriction as to usage, or not
pledged as collateral for loans and other
borrowings. Time deposits pledged as collateral to
loans are presented as a separate item in the
statement of financial position.

Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi

c.

Transactions with Related Parties

Perusahaan memiliki transaksi dengan pihak
berelasi sebagaimana yang didefinisikan dalam
PSAK No. 7 (Revisi 2010), “Pengungkapan
Pihak-pihak Berelasi”. PSAK ini mensyaratkan
pengungkapan hubungan, transaksi dan saldo
pihak-pihak berelasi, termasuk komitmen dalam
laporan keuangan.

The Company has transactions with related
parties as defined under SFAS No. 7 (Revised
2010), “Related Party Disclosures”. These SFAS
requires disclosure of related party relationships,
transactions and outstanding balances, including
commitments, in the financial statement.

Suatu
pihak
dianggap
Perusahaan jika:

dengan

A party is considered to be related to the Company
if:

a. Langsung, atau tidak langsung yang melalui
satu atau lebih perantara, suatu pihak (i)
mengendalikan, atau dikendalikan oleh, atau
berada di bawah pengendalian bersama,
dengan Perusahaan; (ii) memiliki kepentingan
dalam
Perusahaan
yang
memberikan
pengaruh signifikan atas Perusahaan; atau
(iii) memiliki pengendalian bersama atas
Perusahaan.
b. Suatu
pihak
yang
berelasi
dengan
Perusahaan;
c. Suatu pihak adalah ventura bersama di mana
Perusahaan sebagai venturer;
d. Suatu pihak adalah anggota dari personil
manajemen kunci Perusahaan;

a. Directly, or indirectly through one or more
intermediaries, the party (i) controls, is
controlled by, or is under common control with,
the Company; (ii) has an interest in the
Company that gives its significant influence
over the Company; or, (iii) has joint control
over the Company.

berelasi

b. The party is an associate of the Company;
c. The party is a joint venture in which the
Company is a venturer;
d. The party is a member of the key management
personnel of the Company or its parent;

11
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.

IKHTISAR
(lanjutan)
c.

KEBIJAKAN

Transaksi
(lanjutan)

dengan

AKUNTANSI

Pihak-pihak

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

PENTING

2.

Berelasi

SUMMARY
OF
SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
c.

ACCOUNTING

Transactions with Related Parties (continued)

e. Suatu pihak adalah anggota keluarga dekat
dari individu yang diuraikan dalam butir (a)
atau (d);
f. Suatu
pihak
adalah
entitas
yang
dikendalikan, dikendalikan bersama atau
dipengaruhi signifikan oleh atau untuk di
mana hak suara signifikan pada beberapa
entitas, langsung maupun tidak langsung,
individu seperti diuraikan dalam butir (d) atau
(e); atau
g. Suatu pihak adalah suatu program imbalan
pascakerja untuk imbalan kerja dari
Perusahaan atau entitas yang terkait dengan
Perusahaan.
Transaksi ini dilakukan berdasarkan persyaratan
yang disetujui oleh kedua belah pihak, dimana
persyaratan tersebut mungkin tidak sama dengan
transaksi lain yang dilakukan dengan pihak-pihak
yang tidak berelasi.

The transaction are made based on terms agreed
by the parties in which such terms may not be the
same as those of the transaction between
unrelated parties.

Seluruh transaksi dan saldo yang signifikan
dengan pihak-pihak berelasi diungkapkan dalam
catatan atas laporan keuangan yang relevan.
d.

e. The party is a close member of the family of
any individual referred to in (a) or (d);

All significant transactions and balances with
related parties are disclosed in the relevant Notes.

f.

The party is an entity that is controlled, jointly
controlled or significantly influenced by or for
which significant voting power in such entity
resides with, directly or indirectly, any
individual referred to in (d) or (e); or

g. The party is a post employment benefit plan for
the benefit of employees of the Company, or of
any entity that is a related party of the
Company.

Instrumen Keuangan

d.

Financial Instruments

Efektif tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan
menerapkan PSAK No.50 (Revisi 2010),
“Instrumen Keuangan: Penyajian”, PSAK No.55
(Revisi 2011), “Instrumen Keuangan: Pengakuan
dan Pengukuran”, dan PSAK No.60, “Instrumen
Keuangan: Pengungkapan”, yang menggantikan
PSAK
No.50
(Revisi
2006),
“Instrumen
Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan” dan
PSAK
No.55
(Revisi
2006),
“Instrumen
Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran”.

Effective on January 1, 2012, the Company
applied SFAS No.50 (Revised 2010), “Financial
Instruments: Presentation”, SFAS No.55 (Revised
2011), “Financial Instruments: Recognition and
Measurement”, and SFAS No. 60, “Financial
Instruments: Disclosures”, which superseded
SFAS
No.50
(Revised
2006),
“Financial
Instruments: Presentation and Disclosures” and
SFAS
No.55
(Revised
2006),
“Financial
Instruments: Recognition and Measurement”.

PSAK No.50 (Revisi 2010), berisi persyaratan
penyajian dari instrumen keuangan dan
pengidentifikasian
informasi
yang
harus
diungkapkan. Persyaratan penyajian tersebut
diterapkan
terhadap
klasifikasi
instrument
keuangan, dari perspektif penerbit, dalam asset
keuangan, kewajiban keuangan dan instrument
ekuitas; pengklasifikasian yang terkait dengan
suku bunga, dividen, kerugian dan keuntungan,
dan keadaan dimana aset keuangan dan
kewajiban keuangan akan saling hapus. PSAK ini
mensyaratkan pengungkapan, antara lain,
informasi mengenai faktor yang mempengaruhi
jumlah, waktu dan tingkat kepastian arus kas
masa depan suatu entitas terkait dengan
instrument keuangan dan kebijakan akuntansi
yang diterapkan untuk instrumen tersebut.

SFAS No.50 (Revised 2010) contains the
requirements for the presentation of financial
instruments and identifies the information that
should
be
disclosed.
The
presentation
requirements apply to the classification of financial
instruments, from the perspective of the issuer,
into financial assets, financial liabilities and equity
instruments; the classification of related interest,
dividends,
losses
and
gains;
and
the
circumstances in which financial assets and
financial liabilities should be offset. This SFAS
requires the disclosure of, among others,
information about factors that affect the amount,
timing and certainty of an entity‟s future cash flows
relating to financial instruments and the
accounting policies applied to those instruments.

12
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.

IKHTISAR
(lanjutan)
d.

KEBIJAKAN

AKUNTANSI

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

PENTING

2.

Instrumen Keuangan (lanjutan)

SUMMARY
OF
SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
d.

ACCOUNTING

Financial Instruments (continued)

PSAK No.60 mensyaratkan pengungkapan
signifikansi atas masing-masing instrument
keuangan untuk posisi keuangan dan kinerja,
serta sifat dan tingkat risiko yang timbul dari
instrumen keuangan yang dihadapi Perusahaan
selama periode berjalan dan pada akhir periode
pelaporan,
dan
bagaimana
Perusahaan
mengelola risiko tersebut.

SFAS No.60 requires disclosures of significance
of financial instruments for financial position and
performance; and the nature and extent of risks
arising from financial instruments to which the
Company is exposed during the period and at the
end of the reporting period, and how the Company
manages those risks.

1.

1.

Aset Keuangan

Financial Assets

Pengakuan dan Pengukuran

Recognition and Measurement

Aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset
keuangan yang diukur pada nilai wajar
melalui laporan laba rugi, pinjaman yang
diberikan dan piutang, investasi dimiliki
hingga jatuh tempo, aset keuangan tersedia
untuk dijual, atau sebagai derivatif yang
ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai
yang efektif, jika sesuai. Perusahaan
menentukan klasifikasi atas aset keuangan
pada saat pengakuan awal.

Financial assets are classified as financial
assets at fair value through profit or loss,
loans and receivables, held-to-maturity
investments,
available-for-sale
financial
assets, or as derivatives designated as
hedging instruments in an effective hedge, as
appropriate. The Company determines the
classification of its financial assets at initial
recognition.

Pada saat pengakuan awal, aset keuangan
diukur pada nilai wajarnya, ditambah, dalam
hal aset keuangan tidak diukur pada nilai
wajar dalam laporan laba rugi, biaya
transaksi yang dapat diatribusikan secara
langsung dengan perolehan atau penerbitan
aset keuangan tersebut. Pengukuran aset
keuangan
setelah
pengakuan
awal
tergantung pada klasifikasi aset.

Financial assets are recognized initially at fair
value, plus, in the case of financial assets not
at fair value through profit or loss, directly
attributable
transaction
costs.
The
subsequent measurement of financial assets
depends on their classification.

Aset keuangan Perusahaan terdiri dari kas
dan setara kas, deposito berjangka yang
dijaminkan, piutang pembiayaan konsumen bersih, piutang lain-lain, piutang pihak
berelasi, biaya dibayar dimuka, uang muka
diklasifikasikan sebagai pinjaman yang
diberikan dan piutang serta piutang derivatif
yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan
yang diukur pada nilai wajar dalam laporan
laba rugi.

The Company‟s financial assets consist of
cash and cash equivalents, pledged time
deposit, consumer financing receivables net, other receivables, due from a related
parties,
prepaid
expenses,
advances
classified as loans and receivables and
derivatives receivable classified as financial
assets at fair value through profit and loss.

Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah
aset
keuangan
non-derivatif
dengan
pembayaran tetap atau telah ditentukan dan
tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif.
Setelah pengakuan awal, aset keuangan
tersebut dicatat pada biaya perolehan
diamortisasi menggunakan metode suku
bunga efektif. Keuntungan atau kerugian
diakui pada laporan laba rugi komprehensif
ketika aset keuangan tersebut dihentikan
pengakuannya atau mengalami penurunan
nilai, dan melalui proses amortisasi.

Loans and receivables are non-derivative
financial assets with fixed or determinable
payments that are not quoted in an active
market. Subsequent to initial recognition,
such financial assets are carried at amortized
cost using the effective interest rate method.
Gains or losses are recognized in the
statements of comprehensive income when
the financial assets are derecognized or
impaired, as well as through the amortization
process.

13
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.

IKHTISAR
(lanjutan)
d.

KEBIJAKAN

AKUNTANSI

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

PENTING

2.

Instrumen Keuangan (lanjutan)
1.

SUMMARY
OF
SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
d.

Aset Keuangan (lanjutan)

ACCOUNTING

Financial Instruments (continued)
1.

Financial Assets (continued)

Pengakuan dan Pengukuran (lanjutan)

Recognition and Measurement (continued)

Setelah pengakuan awal, aset keuangan
yang diukur pada nilai wajar melalui laporan
laba rugi ditetapkan pada nilai wajar dalam
laporan posisi keuangan. Keuntungan atau
kerugian yang timbul dari perubahan nilai
wajar aset keuangan diakui sebagai laba
rugi tahun berjalan

Subsequent to initial recognition, financial
assets at fair value through profit or loss are
measured at fair value in statement of
financial position. Any gains or losses arising
from changes in fair value of the financial
assets are recognized in the profit or loss for
the current year.

Biaya
amortisasi
dihitung
dengan
menggunakan metode suku bunga efektif
dikurangi
cadangan
kerugian
atas
penurunan nilai dan pembayaran atau
pengurangan pokok. Perhitungan tersebut
memperhitungkan premium atau diskonto
pada saat perolehan dan termasuk biayabiaya transaksi yang merupakan bagian tak
terpisahkan dari suku bunga efektif.

Amortized cost is computed using the
effective interest method less any allowance
for impairment and principal repayment or
reduction. The calculation takes into account
any premium or discount on acquisition and
includes transaction costs and fees that are
integral part of the effective interest rate.

Penghentian Pengakuan

Derecognition

Perusahaan menghentikan pengakuan aset
keuangan, jika dan hanya jika, hak
kontraktual untuk menerima arus kas yang
berasal dari aset keuangan tersebut
berakhir; atau Perusahaan mentransfer hak
untuk menerima arus kas yang berasal
dari aset keuangan atau menanggung
kewajiban
untuk
membayarkan
arus
kas yang diterima tersebut secara
penuh tanpa penundaan berarti kepada
pihak
ketiga
dibawah
kesepakatan
pelepasan (pass-through arrangement); dan

The Company derecognizes a financial asset
if, and only if, the contractual rights to receive
cash
flows
from
the
asset
have expired; or the Company has
transferred its rights to receive cash flows
from the asset or has assumed an obligation
to pay the received cash flows in full
without material delay to a third party under
a „pass-through‟ arrangement; and either

(a) Perusahaan telah mentransfer secara
substansial seluruh risiko dan manfaat atas
aset, atau (b) Perusahaan tidak mentransfer
maupun tidak memiliki secara substansial
seluruh risiko dan manfaat atas aset, namun
telah mentransfer pengendalian atas aset.

(a) the Company has transferred substantially
all the risks and rewards of the asset, or (b)
the Company has neither transferred nor
retained substantially all the risks and
rewards of the asset, but has transferred
control of the asset.

Penurunan Nilai Aset Keuangan

Impairment of Financial Assets

Setiap akhir periode pelaporan, Perusahaan
mengevaluasi apakah terdapat bukti yang
obyektif bahwa aset keuangan atau
kelompok aset keuangan mengalami
penurunan nilai. Aset keuangan atau
kelompok aset keuangan diturunkan nilainya
dan kerugian penurunan nilai telah terjadi
jika, dan hanya jika, terdapat bukti yang
obyektif mengenai penurunan nilai tersebut
sebagai akibat dari satu atau lebih peristiwa
yang terjadi setelah pengakuan awal aset
tersebut (peristiwa yang merugikan), dan
peristiwa
yang
merugikan
tersebut
berdampak pada estimasi arus kas masa
depan atas aset keuangan atau kelompok
aset keuangan yang dapat diestimasi
secara handal.

The Company assesses at each reporting
date whether there is any objective evidence
that a financial asset or a group of financial
assets is impaired. A financial asset or a
group of financial assets is deemed to be
impaired if,and only if, there is objective
evidence of impairment as a result of one or
more events that has occurred after the initial
recognition of the asset (an incurred „loss
event‟) and that loss event has an impact on
the estimated future cash flows of the
financial asset or the group of financial
assets that can be reliably estimated.

14
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.

IKHTISAR
(lanjutan)
d.

KEBIJAKAN

AKUNTANSI

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

PENTING

2.

Instrumen Keuangan (lanjutan)
1.

d.

Aset Keuangan (lanjutan)
Penurunan
(lanjutan)

Nilai

Aset

SUMMARY
OF
SIGNIFICANT
POLICIES (continued)

Financial Instruments (continued)
1.

Keuangan

ACCOUNTING

Financial Assets (continued)
Impairment
(continued)

of

Financial

Assets

Bukti penurunan nilai meliputi indikasi
bahwa kesulitan keuangan signifikan yang
dialami penerbit atau pihak peminjam,
wanprestasi atau tunggakan pembayaran
pokok atau bunga, kemungkinan bahwa
pihak peminjam akan dinyatakan pailit atau
melakukan reorganisasi keuangan lainnya
dan
data
yang
dapat
diobservasi
mengindikasikan adanya penurunan yang
dapat diukur atas estimasi arus kas masa
datang,
misalnya
perubahan
kondisi
ekonomi
yang
berkorelasi
dengan
wanprestasi atas aset dalam kelompok
tersebut.

Evidence of impairment may include
indications that the debtors or a group of
debtors is experiencing significant financial
difficulty, default or delinquency in interest or
principal payments, the probability that they
will enter bankruptcy or other financial
reorganization and where observable data
indicate that there is a measurable decrease
in the estimated future cash flows, such as
changes in arrears or economic conditions
that correlate with defaults.

Pertimbangan utama untuk penilaian
penurunan nilai kredit yang diberikan
termasuk pembayaran-pembayaran pokok
atau bunga yang jatuh tempo lebih dari 90
hari atau ada kesulitan atau pelanggaran
yang diketahui dari persyaratan yang
terdapat dalam kontrak.

The main considerations for the loan
impairment assessment include whether any
payments of principal or interest are overdue
by more than 90 days or there are any
known difficulties, or infringement of the
original terms of contract.

Untuk aset keuangan yang dicatat pada
biaya perolehan diamortisasi, Perusahaan
menentukan apakah terdapat bukti obyektif
penurunan nilai secara kolektif untuk aset
keuangan. Perusahaan memasukkan aset
tersebut ke dalam kelompok aset keuangan
yang memiliki karakteristik risiko kredit yang
sejenis dan menilai penurunan nilai
kelompok tersebut secara kolektif.

For financial assets carried at amortized
cost, the Company assesses whether
objective evidence of impairment exists
collectively for financial assets. The
Company includes the asset in a group of
financial assets with similar credit risk
characteristics and collectively assesses
them for impairment.

Perusahaan pertama kali menentukan
apakah terdapat bukti obyektif penurunan
nilai secara individual atas aset keuangan
yang signifikan secara individual, atau
secara kolektif untuk aset keuangan yang
tidak signifikan secara individual.

The Company firstly assesses individually
whether objective evidence of impairment
exists individually for financial assets that are
individually significant, or collectively for
financial assets that are not individually
significant.

Penilaian secara individual dilakukan atas
aset keuangan yang signifikan yang
memiliki bukti obyektif penurunan nilai. Aset
keuangan yang tidak signifikan dimasukkan
dalam kelompok aset keuangan yang
memiliki karakteristik risiko kredit yang
sejenis dan dilakukan penilaian secara
kolektif.

Individual assessment is performed on the
significant financial assets that had objective
evidence of impairment. The insignificant
financial assets include in the group of
financial assets with similar credit risk
characteristics and assessed collectively.

15
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.

IKHTISAR
(lanjutan)
d.

KEBIJAKAN

AKUNTANSI

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

PENTING

2.

Instrumen Keuangan (lanjutan)
1.

d.

Aset Keuangan (lanjutan)
Penurunan
(lanjutan)

Nilai

Aset

SUMMARY
OF
SIGNIFICANT
POLICIES (continued)

ACCOUNTING

Financial Instruments (continued)
1.

Keuangan

Financial Assets (continued)
Impairment
(continued)

of

Financial

Assets

Dalam mengevaluasi penurunan nilai secara
kolektif, Perusahaan menggunakan model
statistik dari tren historis atas probabilitas
wanprestasi, waktu pemulihan kembali dan
jumlah kerugian yang terjadi, yang
disesuaikan
dengan
pertimbangan
manajemen mengenai apakah kondisi
ekonomi dan kredit terkini sedemikian rupa
sehingga dapat mengakibatkan kerugian
aktual yang jumlahnya akan lebih besar
atau lebih kecil daripada jumlah yang
ditentukan oleh model historis. Tingkat
wanprestasi, tingkat kerugian dan waktu
yang diharapkan untuk pemulihan di masa
datang akan diperbandingkan secara
berkala terhadap hasil aktual untuk
memastikan estimasi tersebut masih
memadai.
Nilai tercatat aset tersebut diturunkan
melalui akun cadangan dan jumlah kerugian
yang terjadi diakui pada laporan laba rugi
komprehensif. Pendapatan bunga terus
diakui atas nilai tercatat yang menurun
tersebut berdasarkan suku bunga efektif
awal dari aset. Jika, pada tahun berikutnya,
jumlah estimasi kerugian penurunan nilai
meningkat atau menurun karena peristiwa
yang terjadi setelah pengakuan kerugian
penurunan
nilai,
maka
kerugian
penurunan nilai yang sudah diakui
sebelumnya dinaikkan atau diturunkan
dengan menyesuaikan akun cadangan.

The carrying amount of the asset is reduced
through the use of an allowance account and
the amount of the loss is recognized in the
statements of comprehensive income.
Interest income continues to be accrued on
the reduced carrying amount based on the
original effective interest rate of the asset. If,
in a subsequent year, the amount of
the estimated impairment loss increases
or decreases because of an event
occurring after the impairment was
recognized, the previously recognized
impairment
loss
is
increased
or
reduced by adjusting the allowance account.

Jika penghapusan di masa datang
kemudian diperoleh kembali, pemulihan
tersebut diakui sebagai laba rugi pada
laporan laba rugi komrehensif.
2.

In assessing collective impairment, the
Company uses statistical modeling of
historical trends of the probability of default,
timing of recoveries and the amount of loss
incurred,
adjusted
for
management's
judgment as to whether current economic
and credit conditions are such that the actual
losses are likely to be greater or less than
suggested by historical modeling. Default
rates, loss rates and the expected timing of
future recoveries are regularly benchmarked
against actual outcomes to ensure that they
remain appropriate.

If a future write-off is later recovered, the
recovery is recognized in the statement of
comprehensive income.

Liabilitas Keuangan

2.

Financial Liabilities

Liabilitas keuangan dalam ruang lingkup
PSAK No.55 (Revisi 2011) diklasifikasikan
sebagai liabilitas keuangan yang diukur
pada nilai wajar melalui laporan laba rugi,
utang dan pinjaman atau derivatif yang telah
ditetapkan untuk tujuan lindung nilai yang
efektif, jika sesuai.

Financial liabilities within the scope of SFAS
No.55 (Revised 2011) are classified as
financial liabilities at fair value through profit
or loss, loans and borrowings, or as
derivatives
designated
as
hedging
instruments in an effective hedge as
appropriate.

Perusahaan menentukan klasifikasi atas
liabilitas keuangan pada saat pengakuan
awal.

The Company determines the classification
of its financial liabilities in initial recognition.

Pada saat pengakuan awal liabilitas
keuangan diukur pada nilai wajarnya.

Financial liabilities are recognized initially at
fair value.

16
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.

IKHTISAR
(lanjutan)
d.

KEBIJAKAN

AKUNTANSI

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

PENTING

2.

Instrumen Keuangan (lanjutan)
2.

SUMMARY
OF
SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
d.

Liabilitas Keuangan (lanjutan)

ACCOUNTING

Financial Instruments (continued)
2.

Financial Liabilities (continued)

Liabilitas keuangan Perusahaan terdiri dari
pinjaman bank, utang usaha, Medium Term
Notes (MTN), utang obligasi, utang sewa
pembiayaan, biaya masih harus dibayar dan
utang lain-lain diklasifikasikan sebagai utang
dan pinjaman serta utang derivatif yang
diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan
yang diukur pada nilai wajar melalui laporan
laba rugi.

The Company‟s financial liabilities consist of
bank loans, trade payables, Medium Term
Notes (MTN), bonds payables, obligations
under finance leases, accrued expenses and
other payables, classified as loans and
borrowings
and
derivatives
payable
classified as financial liabilities at fair value
through profit or loss.

Dalam hal utang dan pinjaman, pada
awalnya diakui pada nilai wajar dikurangi
dengan
biaya
transaksi yang
bisa
diatribusikan
secara
langsung
dan
selanjutnya diukur pada biaya perolehan
diamortisasi, menggunakan suku bunga
efektif kecuali jika dampak diskonto tidak
material, maka dinyatakan pada biaya
perolehan. Beban bunga diakui dalam
“Beban Bunga” dalam laporan laba rugi
komprehensif. Keuntungan atau kerugian
diakui pada laporan laba rugi komprehensif
ketika
liabilitas
keuangan
tersebut
dihentikan pengakuannya dan melalui
proses amortisasi.

In the case of loans and borrowings, these
are initially stated at fair value less directly
attributable transaction costs and are
subsequently measured at amortised cost,
using the effective interest rate method
unless the effect of discounting would be
immaterial, in which case they are stated at
cost. The related interest expense is
recognized within “Interest Expense” in the
statements of comprehensive income. Gains
and losses are recognized in the statement
of comprehensive income when the financial
liabilities are derecognized as well as
through the amortization process.

Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai
wajar melalui laporan laba rugi ditetapkan
pada nilai wajar dalam laporan posisi
keuangan. Keuntungan atau kerugian yang
timbul dari perubahan nilai wajar liabilitas
keuangan diakui sebagai laba rugi.

Financial liabilities at fair value through profit
or loss are measured at fair value in
statements of financial position. Any gains or
losses arising from changes in fair value of
the financial liabilities are recognized in the
profit or loss.

Liabilitas
keuangan
dihentikan
pengakuannya
ketika
liabilitas
yang
ditetapkan dalam kontrak dihentikan atau
dibatalkan atau kadaluwarsa.

A financial liability is derecognized when the
obligation specified in the contract is
discharged or cancelled or expired.

Ketika liabilitas keuangan saat ini digantikan
dengan yang lain dari pemberi pinjaman
yang sama dengan persyaratan yang
berbeda secara substansial, atau modifikasi
secara substansial atas ketentuan liabilitas
keuangan yang saat ini ada, maka
pertukaran atau modifikasi tersebut dicatat
sebagai penghapusan liabilitas keuangan
awal dan pengakuan liabilitas keuangan
baru, dan selisih antara nilai tercatat
liabilitas keuangan tersebut diakui sebagai
laba rugi.

When an existing financial liability is replaced
by another from the same lender on
substantially different terms, or the terms of
an existing liability are substantially modified,
such an exchange or modification is treated
as a derecognition of the original liability and
the recognition of a new liability, and the
difference in the respective carrying amounts
is recognized in the profit or loss.

Aset keuangan dan liabilitas keuangan
saling hapus dan nilai bersihnya dilaporkan
dalam laporan posisi keuangan jika, dan
hanya jika, terdapat hak yang berkekuatan
hukum untuk saling hapus atas jumlah yang
diakui
dan
terdapat
niat
untuk
menyelesaikan secara neto, atau untuk
merealisasikan aset dan menyelesaikan
liabilitas secara bersamaan.

Financial assets and financial liabilities are
offset and the net amount are reported in the
statement of financial position if, and only if,
there is a currently enforceable legal right to
offset the recognized amounts and there is
an intention to settle on a net basis, or to
realize the assets and settle the liabilities
simultaneously.

17
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.

IKHTISAR
(lanjutan)
e.

KEBIJAKAN

AKUNTANSI

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

PENTING

2.

Instrumen Keuangan Derivatif

SUMMARY
OF
SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
e.

ACCOUNTING

Derivative Financial Instruments

Perusahaan mempunyai perjanjian kontrak valuta
berjangka dan juga “cross currency interest rate
swap” untuk tujuan lindung nilai atas risiko pasar
yang timbul dari fluktuasi nilai tukar yang
berkaitan dengan pinjaman dalam mata uang
asing.
Setiap instrumen derivatif (termasuk instrumen
derivatif melekat), diakui sebagai aset atau
liabilitas berdasarkan nilai wajar setiap kontrak.
Nilai wajar merupakan perhitungan nilai kini
(present value) dengan mempergunakan asumsiasumsi dan data yang berlaku umum.

Every derivative instrument (including embedded
derivatives) are recognized as either asset or
liability based on the fair value of each contract.
Fair value is a computation of present value by
using data and assumption that are generally
accepted.

Berdasarkan kriteria khusus untuk akuntansi
lindung nilai, semua instrumen derivatif yang ada
pada Perusahaan tidak memenuhi persyaratan
tersebut dan oleh karena itu tidak dikategorikan
sebagai lindung nilai yang efektif untuk tujuan
akuntansi. Oleh sebab itu, perubahan atas nilai
wajar dari instrumen derivatif diakui langsung
sebagai laba rugi tahun berjalan.
f.

The Company has entered into forward currency
contract and “cross currency interest rate” swap to
hedge market risks arisng from fluctuations in
exchange rate relating to its foreign currency
denominated loans.

Based on the specific requirements for hedge
accounting, the said instruments do not qualify
and are not designated as hedge activities for
accounting purposes. Accordingly, changes in the
fair value of such derivative instruments are
recognized directly as profit or loss in the current
year.

Piutang Pembiayaan Konsumen dan Piutang
Pembiayaan Murabahah

f.

Consumer
Financing
Receivables
Murabahah Financing Receivables

and

Piutang pembiayaan konsumen merupakan
jumlah piutang setelah dikurangi dengan bagian
yang dibiayai bank-bank sehubungan dengan
transaksi kerjasama penerusan pinjaman serta
kerjasama pembiayaan bersama, pendapatan
pembiayaan konsumen yang belum diakui dan
cadangan kerugian penurunan nilai.

Consumer financing receivables are presented net
of amounts financed by banks relating to the
cooperation transactions of loan channeling, joint
financing, unearned consumer financing income
and allowance for Impairment Losses.

Berdasarkan perjanjian kerjasama pembiayaan
bersama konsumen tanpa jaminan (without
recourse), Perusahaan hanya menyajikan porsi
jumlah
angsuran
piutang
yang
dibiayai
Perusahaan (pendekatan neto). Pendapatan
pembiayaan
konsumen
disajikan
setelah
dikurangi dengan bagian yang merupakan hak
bank-bank dalam rangka transaksi tersebut.
Untuk pembiayaan bersama konsumen dengan
jaminan (with recourse), piutang pembiayaan
konsumen merupakan seluruh jumlah angsuran
dari pelanggan sedangkan kredit yang disalurkan
oleh penyedia dana dicatat sebagai utang
(pendekatan bruto).

Based on the consumer joint financing
agreements (without recourse), the Company only
presents the portion of the total installments
receivable financing by the Company (net
approach). The consumer financing income is
presented net of amounts of the banks‟ rights on
such income relating to the transactions. For
consumer joint financing agreements (with
recourse), consumer financing receivables
represent all consumers‟ installments and the total
facilities financed by creditors are recorded as
liability (gross approach).

Bunga yang dikenakan kepada pelanggan dicatat
sebagai bagian dari pendapatan bunga,
sedangkan bunga yang dikenakan penyedia dana
dicatat sebagai beban pendanaan.

Total interest earned from customers is recorded
as part of interest income, while interest charged
by the creditors is recorded as financing cost.

Pendapatan pembiayaan konsumen yang belum
diakui tersebut diakui sebagai pendapatan sesuai
dengan jangka waktu kontrak pembiayaan
konsumen berdasarkan tingkat suku bunga efektif
dari piutang pembiayaan konsumen.

Unearned income on consumer financing is
recognized as income over the term of the
respective agreement using the effective interest
rate method.

18
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.

IKHTISAR
(lanjutan)
f.

KEBIJAKAN

AKUNTANSI

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

PENTING

2.

Piutang Pembiayaan Konsumen dan Piutang
Pembiayaan Murabahah (lanjutan)

SUMMARY
OF
SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
f.

ACCOUNTING

Consumer
Financing
Receivables
and
Murabahah Financing Receivables (continued)

Selisih bersih tersebut ditangguhkan dan
disajikan
sebagai
bagian
dari
“Piutang
Pembiayaan Konsumen” pada laporan posisi
keuangan dan diakui sebagai penyesuaian atas
imbal hasil selama periode pembiayaan
konsumen berdasarkan tingkat suku bunga efektif
dan disajikan sebagai bagian dari “Pendapatan
Pembiayaan Konsumen - Bersih” pada Laporan
Laba Rugi Komprehensif tahun berjalan.
Murabahah adalah akad jual beli barang dengan
harga jual sebesar biaya perolehan ditambah
keuntungan yang disepakati dan Perusahaan
harus mengungkapkan biaya perolehan barang
tersebut kepada konsumen.

Murabahah is goods sell-buy contract with a sold
price amounting to acquisition cost plus agreed
margin and the Company must to disclose the
acquisition cost to customer.

Pada saat akad murabahah, piutang pembiayaan
murabahah diakui sebesar biaya perolehan
ditambah keuntungan (margin). Keuntungan
murabahah diakui selama periode akad
berdasarkan pengakuan margin dari piutang
pembiayaan murabahah.

When the murabahah contract is signed,
murabahah financing receivables are recognized
as at acquisition cost plus agreed margin.
Murabahah margin are recognized over the period
of the contract based on margin of the murabahah
financing receivables.

Pada akhir tahun laporan keuangan, piutang
pembiayaan murabahah disajikan sebesar nilai
neto yang dapat direalisasi, yaitu saldo piutang
murabahah dikurangi margin yang ditangguhkan
dan penyisihan kerugian penurunan nilai.
g.

Net difference is deferred and presented as part of
“Consumer Financing Receivables” in the
statemens of financial position and recognized as
an adjustment to the yield received throughout the
consumer financing period using effective interest
rate method and presented as a part of
“Consumer Financing Revenue - Net” in
Statements of Comprehensive Income for the
current year.

At the end of the year of financial statement,
murabahah financing receivables are stated at net
realizable
value,
consist
of
outstanding
murabahah receivables less unearned margin and
allowance for impairment losses.

Cadangan Kerugian Penurunan Nilai

g.

Allowance for Impairment Losses

Perusahaan mengevaluasi apakah terdapat bukti
yang obyektif bahwa aset keuangan mengalami
penurunan nilai sesuai dengan PSAK No. 55
(Revisi 2011) seperti dijelaskan pada Catatan 2d.
Piutang yang tak tertagih dihapuskan pada saat
dinyatakan tidak tertagih oleh manajemen
Perusahaan. Penerimaan dari piutang yang telah
dihapusbukukan, jika ada, diakui sebagai
pendapatan lain-lain pada saat terjadinya.
h.

The Company assess whether there is any
objective evidence that a financial asset is
impaired according to SFAS No. 55 (Revised
2011) as explained in Note 2d.
Receivables are written-off when they are deemed
to be uncollectible based on an evaluation of the
aging schedule. Collection of receivables
previously written-off is recognized as other
income at the time of occurence.

Biaya Dibayar di Muka

h.

Prepaid Expenses

Biaya dibayar di muka, termasuk biaya asuransi
dan sewa, dibebankan dengan menggunakan
metode garis lurus sesuai masa manfaat masingmasing biaya bersangkutan yang berkisar antara
1 - 5 tahun. Pengeluaran untuk renovasi kantor
dengan jangka waktu sewa yang relatif pendek,
umumnya kurang dari 5 (lima) tahun, disajikan
sebagai bagian dari akun “Biaya Dibayar di Muka”
dan diamortisasi sepanjang masa manfaatnya.

Prepaid expenses, including insurance expenses
and rent expenses are amortized using the
straight line method over the periods of benefit,
ranging from 1 - 5 years, respectively. Expenses
for office renovations with relatively short rental
periods, generally less than five (5) years, are
presented as part of “Prepaid Expenses” account
and being amortized over their benefited period.

Provisi dan administrasi bank diakui sebagai
biaya transaksi yang bisa diatribusikan secara
langsung terhadap utang bank dan diamortisasi
menggunakan suku bunga efektif dan disajikan
sebagai bagian dari Pinjaman Bank.

Bank provision and administration fees is
recognized as directly attributable transaction cost
of bank loans and amortized using effective
interest rate and presented as part of Bank Loans.

19
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.

IKHTISAR
(lanjutan)
i.

KEBIJAKAN

AKUNTANSI

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

PENTING

2.

Uang Muka

SUMMARY
OF
SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
i.

Uang muka, termasuk untuk pembelian aset
tetap, renovasi bangunan dan keperluan kantor
diakui pada saat terjadinya.
j.

ACCOUNTING

Advances
Advances, including for purchase of property and
equipment, buildings renovation and office
supplies are recognized when these are incurred.

Aset Tetap - Pemilikan Langsung

j.

Property and Equipment - Direct Ownership

Efektif tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan
mengadopsi secara prospektif PSAK No. 16
(Revisi 2011), “Aset Tetap”.

Effective January 1, 2012, the Company has
prospectively adopted SFAS No. 16 (Revised
2011), “Fixed Assets.”

ISAK No. 25, “Hak Atas Tanah”, yang merupakan
interpretasi dari PSAK No. 16 (Revisi 2011)
menetapkan bahwa biaya pengurusan legal hak
atas tanah dalam bentuk Hak Guna Usaha
(HGU), Hak Guna Bangunan (HGB) dan Hak
Pakai (HP) yang dikeluarkan pada saat tanah
diperoleh pertama kali diakui sebagai bagian dari
biaya perolehan tanah dan tidak diamortisasi.
Sementara itu, biaya yang terjadi sehubungan
dengan perpanjangan atau pembaharuan hakhak tersebut diatas diakui sebagai aset tak
berwujud dan diamortisasi sepanjang umur
hukum hak atau umur ekonomi tanah, mana yang
lebih pendek.

ISAK No. 25, “Land Rights”, which is an
interpretation of SFAS No. 16 (Revised 2011),
prescribes that the costs incurred in order to
acquire legal rights over land in form of “Hak Guna
Usaha” (HGU), “Hak Guna Bangunan” (HGB) and
“Hak Pakai” (HP) upon initial acquisition cost of
the land and are not amortized. Meanwhile, costs
incurred in connection with the extension or
renewal of the above rights are recognized as
intangible assets and are amortized throughout
the validity period of the rights or the economic
useful life of land, whichever is shorter.

Penerapan PSAK No. 16 (Revisi 2011) tidak
memberikan pengaruh yang signifikan terhadap
laporan keuangan Perusahaan.

The adoption of SFAS No. 16 (Revised 2011) has
no significant impact on the Company‟s financial
statements.

Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan
dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi
penurunan nilai. Biaya perolehan termasuk biaya
penggantian bagian aset tetap saat biaya
tersebut
terjadi,
jika
memenuhi
kriteria
pengakuan. Selanjutnya, pada saat inspeksi yang
signifikan dilakukan, biaya inspeksi itu diakui ke
dalam jumlah tercatat (carrying amount) aset
tetap sebagai suatu penggantian jika memenuhi
kriteria pengakuan. Semua biaya perbaikan dan
pemeliharaan yang tidak memenuhi kriteria
pengakuan diakui sebagai laba rugi pada saat
terjadinya.

Property and equipment are stated at cost less
accumulated depreciation and impairment losses.
Such acquisition cost includes the cost of
replacing part of the property and equipment when
that cost is incurred, if the recognition criteria are
met. Likewise, when a major inspection is
performed, its cost is recognized in the carrying
amount of the property and equipment as a
replacement if the recognition criteria are satisfied.
All other repairs and maintenance costs that do
not meet the recognition criteria are recognized in
the profit or loss as incurred.

Penyusutan dihitung dengan menggunakan
metode garis lurus (straight-line method)
berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis
aset tetap sebagai berikut:

Depreciation is computed using the straight-line
method over the estimated useful lifes of the
assets as follows:

Tahun/
Years
Bangunan
Kendaraan
Peralatan kantor

20
4
4

Aset dalam penyelesaian disajikan sebesar biaya
perolehan. Akumulasi biaya perolehan akan
direklasifikasi ke akun aset tetap pada saat aset
tersebut telah diselesaikan dan siap untuk
digunakan.

Buildings
Vehicles
Office equipment
Constructions in progress are stated at cost. The
accumulated costs will be reclassified to the
appropriate fixed assets account when the
construction is completed and the asset is ready
for its intended use.

20
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.

IKHTISAR
(lanjutan)
j.

KEBIJAKAN

AKUNTANSI

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

PENTING

2.

Aset Tetap - Pemilikan Langsung (lanjutan)

SUMMARY
OF
SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
j.

ACCOUNTING

Property and Equipment - Direct Ownership
(continued)

Beban perbaikan dan pemeliharaan dibebankan
pada laporan laba rugi komprehensif pada saat
terjadinya; pengeluaran dalam jumlah signifikan
dan yang memperpanjang masa manfaat aset
atau yang memberikan tambahan manfaat
ekonomis dikapitalisasi. Aset tetap yang sudah
tidak dipergunakan lagi atau yang dijual,
dikeluarkan dari kelompok aset
tetap yang
bersangkutan dan laba atau rugi yang terjadi
diakui dalam laporan laba rugi komprehensif pada
tahun yang bersangkutan.
Pada setiap akhir periode buku, umur manfaat
dan metode penyusutan direview, dan jika sesuai
dengan keadaan, disesuaikan secara prospektif.
k.

The costs of repairs and maintenance are charged
to income as incurred; significant renewals and
betterments are capitalized. When assets are
retired or otherwise disposed of, their net book
values are removed from the accounts and any
resulting gain or loss is reflected in statement of
comprehensive income for the year.

The useful life and methods of depreciation of
fixed assets are reviewed, and adjusted
prospectively if appropriate, at each financial
period end.

Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan

k.

Pada setiap akhir periode pelaporan, Perusahaan
menilai apakah terdapat indikasi suatu aset
mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi
tersebut atau pada saat pengujian penurunan
nilai aset diperlukan, maka Perusahaan membuat
estimasi formal jumlah terpulihkan aset tersebut.
l.

Impairment of Non-Financial Asset Values
The Company assesses at each reporting date
whether there is an indication that an asset may
be impaired. If any such indication exists, or when
annual impairment testing for an asset is required,
the Company makes an estimate of the asset‟s
recoverable amount.

Sewa

l.

Leases

Efektif tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan
menerapkan PSAK No. 30 (Revisi 2011), “Sewa”.
Penerapan PSAK No. 30 (Revisi 2011) tidak
memberikan dampak yang signifikan terhadap
laporan keuangan Perusahaan.

Effective January 1, 2012, the Company adopted
SFAS No. 30 (Revised 2011), “Lease”. The
adoption of SFAS No. 30 (Revised 2011) did not
have significant impact on the Company‟s financial
statements.

Perusahaan
mengklasifikasikan
sewa
berdasarkan sejauh mana risiko dan manfaat
yang terkait dengan kepemilikan aset sewaan
berada pada lessor atau lessee, dan pada
substansi transaksi daripada bentuk kontraknya,
pada tanggal pengakuan awal.

The Company classifies leases based on the
extent to which risks and rewards incidental to the
ownership of a leased asset are vested upon the
lessor or the lessee, and the substance of the
transaction rather than the form of the contract, at
inception date

Sewa Pembiayaan

Finance Lease

Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa
pembiayaan jika sewa tersebut mengalihkan
secara substansial seluruh risiko dan manfaat
yang terkait dengan kepemilikan suatu aset.

A lease is classified as a finance lease if it
transfers substantially all the risks and rewards
incidental to ownership of an asset.

Sewa Operasi

Operating Lease

Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa operasi
jika sewa tidak mengalihkan secara substansial
seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan
kepemilikan aset. Dengan demikian, pembayaran
sewa yang dilakukan oleh Perusahaan sebagai
lessee diakui sebagai beban dengan metode
garis lurus (straight-line method) selama masa
sewa.

A lease is classified as an operating lease if it
does not transfer substantially all the risk and
rewards incidental to ownership of the leased
asset. Accordingly, the lease payments made by
the Company as a lessee are recognized as
expense using the straight-line method over the
lease term.

21
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.

IKHTISAR
(lanjutan)
m.

KEBIJAKAN

AKUNTANSI

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

PENTING

2.

Agunan yang Diambil Alih

SUMMARY
OF
SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
m.

ACCOUNTING

Repossessed Assets

Agunan yang diambil alih dicatat sebesar nilai
realisasi bersih. Selisih antara nilai realisasi
bersih atas agunan yang diambil alih dengan
saldo piutang pembiayaan konsumen yang tidak
tertagih dibukukan dalam laporan laba rugi
komprehensif.
Pada saat agunan yang diambil alih tersebut
dijual, nilai tercatatnya dikeluarkan dari akun yang
bersangkutan. Laba atau rugi yang timbul,
termasuk biaya-biaya yang timbul setelah
pengambilalihan agunan tersebut, dicatat dalam
laporan laba rugi tahun yang bersangkutan.
n.

Repossessed assets is stated at net realizable
value. The difference between the net realizable
value of the repossessed assets and the balance
of uncollectible consumer financing receivables is
reflected in the current year statements of
comprehensive income.
If they are subsequently disposed, their carrying
amounts are removed from the related account.
Any resulting gains or losses, including expenses
incurred subsequent to the foreclosure, are
recognized in the statements of income for the
related year.

Pengakuan Pendapatan dan Beban
i.

n.

Pendapatan
pembiayaan
konsumen,
pendapatan bunga dan beban bunga

Revenue and Expense Recognition
i.

Consumer financing income,
income and interest expense

interest

Perusahaan mengakui pendapatan atas
pembiayaan
konsumen
seperti
yang
dijelaskan pada Catatan 2f.

The Company recognizes revenue on
consumer financing as plained in Note 2f
above.

Pendapatan
pembiayaan
konsumen
dinyatakan sebesar pendapatan bersih
setelah dikurangi dengan bagian pendapatan
milik
bank-bank
sehubungan
dengan
transaksi-transaksi kerjasama pembiayaan
bersama (lihat Catatan 2f).

The consumer financing income is presented
net of amounts of the banks‟ portion on such
income
relating
to
the
cooperation
transactions of joint financing (see Note 2f).

Pelunasan sebelum masa pembiayaan
konsumen berakhir dianggap sebagai suatu
pembatalan kontrak pembiayaan konsumen
dan laba atau rugi yang timbul, diakui dalam
laporan laba rugi komprehensif tahun
berjalan.

Early termination is treated as cancellation of
existing agreement and the resulting gain or
loss is reflected in the statements of
comprehensive income for the year.

Perusahaan berhak menentukan tingkat
bunga yang lebih tinggi ke konsumen
daripada tingkat bunga yang ditetapkan oleh
bank-bank sehubungan dengan transaksi
kerjasama pembiayaan bersama. Selisihnya
merupakan pendapatan dari transaksitransaksi tersebut bagi Perusahaan dan
disajikan sebagai “Pendapatan Pembiayaan
Konsumen, Bersih” pada laporan laba rugi
komprehensif tahun berjalan.

The Company has the right to set higher
interest rates to customers than that stated by
the banks for the cooperation transaction of
joint financing. The difference is recognized
as revenue from such transactions and
presented as “Consumer Financing Income,
Net” in the statements of comprehensive
income for the year.

Pendapatan dan beban administrasi, kecuali
biaya-biaya/pendapatan yang timbul pertama
kali yang terkait langsung dengan kredit
pembiayaan konsumen seperti dijelaskan
pada Catatan 2f, diakui pada saat diperoleh
atau terjadinya.

Administration income and expenses, except
for the initial direct cost/income relating to the
consumer financing as explained in Note 2f,
are recognized when earned or incurred.

22
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.

IKHTISAR
(lanjutan)
n.

KEBIJAKAN

AKUNTANSI

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

PENTING

2.

Pengakuan Pendapatan dan Beban (lanjutan)

SUMMARY
OF
SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
n.

ii. Pendapatan dan beban lain-lain

ACCOUNTING

Revenue and Expense Recognition (continued)
ii.

Other Income and charges

Pendapatan denda keterlambatan dan pinalti
diakui pada saat denda keterlambatan dan
pinalti diterima.
Beban, kecuali beban-beban yang timbul
pertama kali yang terkait langsung dengan
kredit
pembiayaan
konsumen
seperti
dijelaskan pada Catatan 2f, serta pendapatan
lainnya diakui pada saat terjadinya (accrual
basis).
o.

Late charges and penalty income are
recognized when the late charges and
penalty are received.
Expenses, except for the initial direct cost
relating to the consumer financing as
discussed in Note 2f and others income, are
recognized when realized (accrual basis).

Transaksi dan Saldo Dalam Mata Uang Asing

o.

Foreign Currency Transactions and Balances

Mulai tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan
menerapkan PSAK No.10 (Revisi 2010),
“Transaksi dalam Mata Uang Asing”.
Penerapan PSAK No.10 (Revisi 2010) tidak
menimbulkan dampak yang signifikan terhadap
pelaporan keuangan dan pengungkapan dalam
laporan keuangan.

The adoption of SFAS No.10 (Revised 2010) has
no significant impact on the financial reporting and
disclosures in the financial statements.

Transaksi dalam mata uang asing dicatat
berdasarkan kurs yang berlaku pada saat
transaksi dilakukan. Pada tanggal laporan posisi
keuangan, aset dan liabilitas moneter dalam mata
uang asing disesuaikan ke dalam Rupiah
berdasarkan kurs rata-rata Bank Indonesia yang
berlaku pada tanggal tersebut. Laba atau rugi
kurs yang terjadi, dikreditkan atau dibebankan
pada laba rugi komprehensif tahun berjalan.

Transactions involving foreign currencies are
recorded at the rates of exchange prevailing at the
time of the transactions are made. At statement of
financial position date, monetary assets and
liabilities are denominated in foreign currencies
are adjusted to Indonesian Rupiah to reflect the
prevailing average rates of exchange at such date
as published by Bank Indonesia. Any resulting
gains or losses are credited or charged to the
statements of comprehensive income for the year.

Pada tanggal 31 Desember 2012 (2011), kurs
rata-rata mata uang asing yang digunakan,
adalah Rp 9.670 (dalam nilai penuh) (Rp 9.068
(dalam nilai penuh)) per US$ 1.
p.

Starting January 1, 2012, the Company adopted
SFAS No.10 (Revised 2010), “Transactions in
Foreign Currencies”.

As of December 31, 2012 (2011) the rate average
rates of exchange used were Rp 9,670 (in full
amount) (Rp 9,068 (in full amount)) to US$ 1.

Estimasi Liabilitas
Karyawan

atas

Imbalan

Kerja

p.

Estimated Liabilities for Employees’ Benefits

Mulai tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan
menerapkan PSAK No.24 (Revisi 2010), “Imbalan
Kerja”.

Starting January 1, 2012, the Company adopted
SFAS No.24 (Revised 2010), “Employee Benefit”.

Penerapan PSAK No.24 (Revisi 2010) tidak
menimbulkan perubahan yang besar terhadap
pelaporan keuangan dan pengungkapan dalam
laporan keuangan.

The adoption of SFAS No.24 (Revised 2010) has
no significant impact on the financial reporting and
disclosures in the financial statements.

23
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.

IKHTISAR
(lanjutan)
p.

KEBIJAKAN

Liabilitas
(lanjutan)

atas

AKUNTANSI

Imbalan

Kerja

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

PENTING

2.

Karyawan

SUMMARY
OF
SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
p.

ACCOUNTING

Liabilities for Employees’ Benefits (continued)

Perusahaan mencatat penyisihan manfaat untuk
memenuhi imbalan minimum yang harus dibayar
kepada karyawan-karyawan sesuai dengan
Undang-undang Ketenagakerjaan No.13/2003
(“Undang-undang Tenaga Kerja”). Penyisihan
tersebut diestimasi dengan menggunakan
perhitungan aktuarial metode “Projected Unit
Credit”.
Penyisihan biaya jasa masa lalu ditangguhkan
dan diamortisasi selama sisa masa kerja rata rata
yang diharapkan dari karyawan yang memenuhi
syarat tersebut. Selain itu, penyisihan untuk biaya
jasa kini dibebankan langsung pada operasi
tahun berjalan. Keuntungan atau kerugian
aktuarial yang timbul dari penyesuaian dan
perubahan dalam asumsi-asumsi aktuarial diakui
sebagai pendapatan atau beban apabila
akumulasi keuntungan atau kerugian aktuarial
neto yang belum diakui pada akhir periode
pelaporan sebelumnya melebihi 10,00% dari nilai
kini kewajiban imbalan pasti atau 10,00% dari
nilai wajar aset dana pensiun, pada tanggal
tersebut. Keuntungan atau kerugian actuarial
yang melebihi batas 10,00% tersebut diakui atas
dasar metode garis lurus selama ekspektasi ratarata sisa masa kerja karyawan yang memenuhi
syarat.

Provisions made pertaining to past service costs
are deferred and amortized over the expected
average remaining service years of the qualified
employees. On the other hand, provisions for
current service costs are directly charged to
operations of the current year. Actuarial gains or
losses arising from experience adjustments and
changes in actuarial assumptions are recognized
as income or expense when the net cumulative
unrecognized actuarial gains or losses at the end
of the previous reporting period exceed the
greater of 10.00% of the present value of the
defined benefit obligations or 10.00% of the fair
value of plan assets, at that date. The actuarial
gains or losses in excess of the said 10.00%
threshold are recognized on a straight-line method
over the expected average remaining service
years of the qualified employees.

Perusahaan mengakui laba atau rugi dari
kurtailmen atas program pensiun manfaat pasti
pada saat kurtailmen terjadi (apabila terdapat
komitmen
untuk
melakukan
pengurangan
material terhadap jumlah karyawan yang
mengikuti program pensiun atau apabila terdapat
perubahan terhadap ketentuan program pensiun
manfaat pasti dimana bagian yang material untuk
jasa yang diberikan oleh karyawan aktif pada
masa depan tidak lagi memenuhi ketentuan dari
program pensiun, atau akan memenuhi ketentuan
untuk manfaat yang lebih rendah). Keuntungan
atau kerugian kurtailmen terdiri dari perubahan
yang terjadi dalam nilai wajar aset dana pensiun,
perubahan yang terjadi dalam nilai kini kewajiban
pensiun manfaat pasti dan keuntungan atau
kerugian actuarial dan biaya jasa lalu yang belum
diakui sebelumnya.
q.

The Company made provisions in order to meet
the minimum benefits required to be paid to the
qualified employees under Labor Law No.13/2003
(the “Labor Law”). The said provisions are
estimated using actuarial calculations using the
“Projected Unit Credit” method.

The Company recognizes gains or losses on the
curtailment of a defined benefit plan when the
curtailment occurs (when there is a commitment to
make a material reduction in the number of
employees covered by a plan or when there is an
amendment of the defined benefit plan terms such
that a material element of future services to be
provided by current employees will no longer
qualify for benefits, or will qualify only for reduced
benefits). The gain or loss on curtailment
comprises any resulting change in the fair value of
plan assets, change in the present value of
defined benefit obligation and any related actuarial
gains and losses and past service cost that had
not previously been recognized.

Pajak Penghasilan

q.

Efektif tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan
menerapkan PSAK No.46 (Revisi 2010), “Pajak
Penghasilan”, yang mengharuskan Perusahaan
untuk memperhitungkan konsekuensi pajak kini
dan pajak masa depan atas pemulihan di masa
depan (penyelesaian) dari jumlah tercatat aset
(liabilitas) yang diakui dalam laporan posisi
keuangan, dan transaksi transaksi serta peristiwa
lain yang terjadi dalam tahun berjalan yang diakui
dalam laporan keuangan.

Income Tax
Effective on January 1, 2012, the Company
applied SFAS No.46 (Revised 2010), “Accounting
for Income Tax”, which requires the Company to
account for the current and future tax
consequences of the future recovery (settlement)
of the carrying amount of assets (liabilities) that
are recognized in the statement of financial
position; and transactions and other events of the
current year that are recognized in the financial
statements.

24
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.

IKHTISAR
(lanjutan)
q.

KEBIJAKAN

AKUNTANSI

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

PENTING

2.

Pajak Penghasilan (lanjutan)

SUMMARY
OF
SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
q.

ACCOUNTING

Income Tax (continued)

Beban pajak kini ditetapkan berdasarkan taksiran
penghasilan kena pajak tahun berjalan. Aset dan
liabilitas pajak tangguhan diakui atas perbedaan
temporer antara aset dan liabilitas untuk tujuan
komersial dan untuk tujuan perpajakan setiap
tanggal pelaporan. Manfaat pajak di masa
mendatang, seperti nilai terbawa atas saldo rugi
fiskal yang belum digunakan, jika ada, juga diakui
sejauh realisasi atas manfaat pajak tersebut
dimungkinkan.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur pada
tarif pajak yang diharapkan akan digunakan pada
tahun ketika aset direalisasi atau ketika liabilitas
dilunasi berdasarkan tarif pajak (dan peraturan
perpajakan) yang berlaku atau secara substansial
telah diberlakukan pada tanggal laporan posisi
keuangan.

Deferred tax assets and liabilities are measured at
the tax rates that are expected to apply to the year
when the assets are realized or the liabilities are
settled, based on the applicable tax rates (and tax
laws) that have been enacted or substantively
enacted at statements of financial position date.

Perubahan nilai tercatat aset dan liabilitas pajak
tangguhan yang disebabkan oleh perubahan tarif
pajak dibebankan pada tahun berjalan, kecuali
untuk transaksi-transaksi yang sebelumnya telah
langsung dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas.

Changes in the carrying amount of deferred tax
assets and liabilities due to a change in tax rates
is charged to current year operations, except to
the extent that it relates to items previously
charged or credited to equity.

Perubahan terhadap kewajiban perpajakan diakui
pada saat penetapan pajak diterima atau jika
Perusahaan mengajukan keberatan, pada saat
keputusan atas keberatan telah ditetapkan.

Amendments to tax obligations are recorded when
an assessment is received or, if appealed against
by the Company, when the result of the appeal is
determined.

Sebelum tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan
mencatat bunga dan denda untuk kekurangan
pembayaran pajak penghasilan, jika ada, dalam
“Beban Operasi Lainnya” dalam laporan laba rugi
komprehensif.

Prior to January 1, 2012, the Company presented
interest and penalties for the underpayment of
income tax, if any, as part of “Other Operating
Expense” in the statement of comprehensive
income.

Efektif tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan
menerapkan PSAK No.46 (Revisi 2010), yang
mensyaratkan Perusahaan mencatat bunga dan
denda untuk kekurangan/kelebihan pembayaran
pajak penghasilan, jika ada, sebagai bagian dari
“Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan - Kini”
dalam laporan laba rugi komprehensif.
r.

Current tax expense is provided based on the
estimated taxable income for the current year.
Deferred tax assets and liabilities are recognized
for temporary differences between commercial
and tax bases of assets and liabilities at each
reporting date. Future tax benefit, such as the
carry-forward of unused tax losses, if any, is also
recognized to the extent that realization of such
tax benefit is probable.

Effective January 1, 2012, the Company applied
SFAS No.46 (Revised 2010), which requires the
Company to present interest and penalties for the
underpayment/overpayment of income tax, if any,
as part of “Income Tax Benefit (Expense)“Current” in the statement of comprehensive
income.

Biaya Penerbitan Emisi Efek Ekuitas, Emisi
Obligasi dan Medium Term Note (MTN)

r.

Stock, Bonds and Medium Term Note (MTN)
Issuance Costs

Biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan
penawaran umum saham Perusahaan kepada
masyarakat dicatat dan disajikan sebagai
pengurang terhadap akun “Tambahan Modal
Disetor - Bersih” (agio saham) yang berasal dari
penawaran
umum
saham
tersebut
(lihat Catatan 21).

Costs incurred in connection with the public
offering of the Company‟s shares were recorded
and accounted as an offset against the related
“Additional Paid-in Capital - Net” arising from the
public offering of the Company‟s shares
(see Note 21).

Biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan
penerbitan Medium Term Note (MTN) atau
obligasi dicatat sebagai pengurang terhadap hasil
penerbitan
dan
diamortisasi
dengan
menggunakan suku bunga efektif selama jangka
waktu MTN atau obligasi (lihat Catatan 2d).

Costs incurred relating to the Medium Term Notes
(MTN) or bonds issuance are presented as
deduction from issuance proceeds and amortized
using the effective interest rate over the term of
the MTN or bonds (see Note 2d).

25
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.

IKHTISAR
(lanjutan)
s.

KEBIJAKAN

AKUNTANSI

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

PENTING

2.

Laba Bersih per Saham Dasar

SUMMARY
OF
SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
s.

Laba bersih per saham dasar dihitung dengan
membagi laba bersih masing-masing tahun
dengan jumlah rata-rata tertimbang saham
Perusahaan yang beredar pada tahun yang
bersangkutan yaitu sebesar 1.325.000.000
saham pada tahun 2012 (2011) (lihat Catatan
35).
t.

ACCOUNTING

Basic Earnings per Share
Basic earnings per share are computed by
dividing net income by the weighted average
number of shares outstanding during the year,
amounted to 1,325,000,000 shares in 2012 (2011)
(see Note 35).

Informasi Segmen

t.

Segment Information

Segmen adalah bagian khusus dari Perusahaan
yang terlibat baik menyediakan produk dan jasa
(segmen usaha), maupun dalam menyediakan
produk dan jasa dalam lingkungan ekonomi
tertentu (segmen geografis), yang memiliki risiko
dan imbalan yang berbeda dari segmen lainnya.
Jumlah setiap unsur segmen dilaporkan
merupakan ukuran yang dilaporkan kepada
pengambil keputusan operasional untuk tujuan
pengambilan keputusan untuk mengalokasikan
sumber daya kepada segmen dan menilai
kinerjanya.

The amount of each segment item reported is the
measure reported to the chief operation decision
maker for the purposes of making decisions about
allocating resources to the segment and
assessing its performance.

Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas
segmen termasuk item-item yang dapat
diatribusikan langsung kepada suatu segmen
serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan
dasar yang sesuai kepada segmen tersebut.

Segment revenue, expenses, result, assets and
liabilities include items directly attributable to a
segment as well as those that can be allocated on
a reasonable basis to that segment.

Informasi keuangan dilaporkan berdasarkan
informasi yang digunakan oleh manajemen dalam
mengevaluasi kinerja setiap segmen dan
menentukan pengalokasian sumber daya.
Sehubungan dengan ini, informasi segmen dalam
laporan
keuangan
disajikan
berdasarkan
pengklasifikasian umum atas daerah pemasaran
sebagai segmen geografis. Rincian informasi
segmen tersebut diungkapkan dalam Catatan 34.
u.

A segment is a distinguishable component of the
Company that is engaged either in providing
certain products within a particular economic
environment (geographical segment), which is
subject to risks and reward that are different from
those of other segments.

Financial information is reported based on the
information used by management in evaluating the
performance of each segment and determining the
allocation of resources. In this respect, the
business segment information in the financial
statements is presented based on general
classification of marketing areas as geographical
segments. The details of segment information are
disclosed in Note 34.

Provisi

u.

Provisions

Provisi diakui jika Perusahaan memiliki kewajiban
kini (baik bersifat hukum maupun bersifat
konstruktif) yang akibat peristiwa masa lalu besar
kemungkinannya
penyelesaian
kewajiban
tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya
yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi
yang andal mengenai jumlah kewajiban tersebut
dapat dibuat.

Provisions are recognized when the Company has
a present obligation (legal or constructive) where,
as a result of a past event, it is probable that an
outflow of resources embodying economic
benefits will be required to settle the obligation
and a reliable estimate can be made of the
amount of the obligation.

Provisi ditelaah pada setiap akhir periode
pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan
estimasi kini terbaik. Jika tidak terdapat
kemungkinan arus keluar sumber daya yang
mengandung
manfaat
ekonomi
untuk
menyelesaikan kewajiban tersebut, provisi tidak
diakui.

Provisions are reviewed at each reporting date
and adjusted to reflect the current best estimate. If
it is no longer probable that an outflow of
resources embodying economic benefits will be
required to settle the obligation, the provision is
reversed.

26
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN
ASUMSI

3.

USE
OF
JUDGMENTS,
ASSUMPTIONS

ESTIMATES

AND

Pertimbangan

Judgments

Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan Standar
Akuntansi Keuangan di Indonesia mewajibkan
manajemen untuk membuat estimasi dan asumsi yang
mempengaruhi jumlah-jumlah yang dilaporkan dalam
laporan keuangan. Ketidakpastian mengenai asumsi
dan
estimasi
tersebut
dapat
mengakibatkan
penyesuaian material terhadap nilai tercatat aset dan
liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya.

The preparation of financial statements, in conformity
with Indonesian Financial Accounting Standards
requires management to make estimations and
assumptions that affect amounts reported therein.
Uncertainty about these assumptions and estimation
could result material adjustments to the carrying amount
of assets and liabilities within the next financial period.

Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam
rangka penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan
yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah
yang diakui dalam laporan keuangan:

The following judgments are made by management in
the process of applying the Company accounting
policies that have the most significant effects on the
amounts recognized in the financial statements:

Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan

Classification
Liabilities

Perusahaan menetapkan klasifikasi atas aset dan
liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas
keuangan dengan mempertimbangkan bila definisi yang
ditetapkan PSAK No. 55 (Revisi 2011) dipenuhi.
Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas
keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi
Perusahaan seperti diungkapkan pada Catatan 2d.

The Company determine the classifications of certain
assets and liabilities as financial assets and financial
liabilities by judging if they meet the definition set forth
in SFAS No. 55 (Revised 2011). Accordingly, the
financial assets and financial liabilities are accounted for
in accordance with the Company accounting policies
disclosed in Note 2d.

Estimasi dan Asumsi

Estimation and Assumptions

Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi
ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang
memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang
material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk
tahun/periode berikutnya diungkapkan di bawah ini.
Perusahaan mendasarkan asumsi dan estimasi pada
parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan
disusun.

The key assumptions concerning the future and other
key sources of estimation uncertainty at the reporting
date that have a significant risk of causing a material
adjustment to the carrying amounts of assets and
liabilities within the next financial year/period are
disclosed below. The Company based its assumptions
and estimates on parameters available when the
financial statements were prepared.

Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa
depan mungkin berubah akibat perubahan pasar atau
situasi di luar kendali Perusahaan. Perubahan tersebut
dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.

Existing circumstances and assumptions about future
developments may change due to market changes or
circumstances arising beyond the control of the
Company. Such changes are reflected in the
assumptions when they occur.

Cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan

Allowance for impairment losses on financial assets

Evaluasi atas cadangan kerugian penurunan nilai aset
keuangan yang dicatat pada biaya perolehan
diamortisasi dijelaskan pada Catatan 2d dan 2g.

Allowance for impairment losses on financial assets
carried at amortized cost are evaluated as explained in
Notes 2d and 2g.

Evaluasi cadangan kerugian penurunan nilai secara
kolektif mencakup kerugian kredit yang melekat pada
portofolio piutang pembiayaan konsumen dengan
karakteristik risiko kredit yang sejenis ketika terdapat
bukti obyektif bahwa telah terjadi penurunan nilai
piutang dalam portofolio tersebut. Dalam menentukan
perlunya untuk membentuk cadangan kerugian
penurunan
nilai
secara
kolektif,
manajemen
mempertimbangkan faktor-faktor seperti kualitas kredit,
besarnya portofolio, konsentrasi kredit dan faktor-faktor
ekonomi.

Allowance for impairment losses collectively assessed
includes inherent credit losses in consumer financing
receivables portfolios with similar credit risk
characteristics when objective evidence of impairment
exist for those portfolios. In assessing the need for
collective
allowances
for
impairment
losses,
management considers factors such as credit quality,
portfolio size, credit concentrations and economic
factors.

27

of

Financial

Assets

and

Financial
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN
ASUMSI (lanjutan)

3.

USE
OF
JUDGMENTS,
ASSUMPTIONS (continued)

ESTIMATES

AND

Estimasi dan Asumsi (lanjutan)

Estimation and Assumptions (continued)

Cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan
(lanjutan)

Allowance for impairment losses on financial assets
(continued)

Dalam mengestimasi cadangan yang dibutuhkan,
asumsi-asumsi dibuat untuk menentukan model
kerugian bawaan dan untuk menentukan parameter
input yang diperlukan, berdasarkan pengalaman
historis dan keadaan ekonomi saat ini. Ketepatan dari
cadangan ini bergantung pada asumsi model dan
parameter yang digunakan dalam penentuan cadangan
kolektif.

In order to estimate the required allowance,
assumptions are made to define the way inherent
losses are modeled and to determine the required input
parameters, based on historical experience and current
economic conditions. The accuracy of the allowances
depends on the model assumptions and parameters
used in determining collective allowances.

Nilai tercatat atas estimasi cadangan kerugian
penurunan nilai piutang pembiayaan konsumen
Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2012 (2011)
adalah sebesar Rp 31.478 (Rp 32.708). Penjelasan
lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 6.

The carrying amount of the Company‟s estimated
allowance for impairment losses of consumer financing
receivables as of December 31, 2012 (2011) is
Rp 31,478 (Rp 32,708). Further details are discussed in
Note 6.

Imbalan Kerja Karyawan

Employee Benefits

Penentuan biaya imbalan kerja dan liabilitas imbalan
kerja Perusahaan bergantung pada pemilihan asumsi
yang digunakan oleh aktuaris independen dalam
menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut
termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan
gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan
tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat
kematian. Hasil aktual yang berbeda dari asumsi yang
ditetapkan Perusahaan yang memiliki pengaruh lebih
dari 10% dari kewajiban imbalan pasti, ditangguhkan
dan diamortisasi secara garis lurus selama rata-rata
sisa masa kerja karyawan. Walaupun Perusahaan
berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan
sesuai, perbedaan signifikan pada hasil aktual atau
perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan
Perusahaan dapat mempengaruhi secara material
liabilitas diestimasi atas imbalan kerja dan beban
imbalan kerja bersih. Nilai tercatat atas liabilitas
diestimasi imbalan kerja Perusahaan berjumlah
Rp 11.790 (Rp 10.664) pada tanggal 31 Desember
2012 (2011). Penjelasan lebih lanjut diungkapkan
dalam Catatan 29.

The determination of the Company‟s retirement benefit
expenses and employee benefits liabilities is dependent
on its selection of certain assumptions used by the
independent actuaries in calculating such amounts.
Those assumptions include among others, discount
rates, future annual salary increase, annual employee
turn-over rate, disability rate, retirement age and
mortality rate. Actual results that differ from the
Company assumptions which affects are more than
10% of the defined benefit obligations are deferred and
being amortized on a straight line method over the
expected average remaining service years of the
qualified employees. While the Company believes that
its assumptions are reasonable and appropriate,
significant differences in the Company actual
experiences or significant changes in the Company
assumptions may materially affect its estimated
liabilities for employee benefits and net employee
benefits expense. The carrying amount of the Company
estimated liabilities for employee benefits amounting to
Rp 11,790 (Rp 10,664) as of December 31, 2012
(2011). Further details are contained in Note 29.

Penyusutan Aset Tetap

Depreciation of Fixed Assets

Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan
menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran
masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi
masa manfaat ekonomis aset tetap antara 4 sampai
dengan 20 tahun. Ini adalah umur yang secara umum
diharapkan dalam industri di mana Perusahaan
menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat pemakaian
dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi
masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset, dan
karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin
direvisi. Nilai tercatat bersih atas aset tetap Perusahaan
pada tanggal 31 Desember 2012 (2011) berjumlah
Rp 132.620 (Rp 141.890). Penjelasan lebih lanjut
diungkapkan dalam Catatan 11.

The costs of fixed assets are depreciated on a straightline basis over their estimated useful lifes. Management
estimates the useful lifes of these fixed assets to be
within 4 to 20 years. These are common life
expectancies applied in the industries where the
Company conducts their businesses. Changes in the
expected level of usage and technological development
could impact the economic useful lifes and the residual
values of these assets, and therefore future
depreciation charges could be revised. The net carrying
amount of the Company fixed assets amounting to
Rp 132,620 (Rp 141,890) as of December 31, 2012
(2011). Further details are contained in Note 11.

28
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN
ASUMSI (lanjutan)

3.

USE
OF
JUDGMENTS,
ASSUMPTIONS (continued)

ESTIMATES

AND

Estimasi dan Asumsi (lanjutan)
Instrumen Keuangan

Financial Instruments

Perusahaan mencatat aset dan liabilitas keuangan
tertentu pada nilai wajar, yang mengharuskan
penggunaan
estimasi
akuntansi.
Sementara
komponen
signifikan
atas
pengukuran
nilai
wajar ditentukan menggunakan bukti obyektif
yang dapat diverifikasi, jumlah perubahan nilai
wajar
dapat
berbeda
bila
Perusahaan
menggunakan metodologi penilaian yang berbeda.

The Company carries certain financial assets and
liabilities at fair values, which requires the use of
accounting estimates. While significant components
of fair value measurement were determined
using
verifiable
objective
evidences,
the
amount of changes in fair values would differ
if the Company utilized different valuation methodology.

Perubahan nilai wajar aset dan liabilitas keuangan
tersebut dapat mempengaruhi secara langsung laba
atau rugi Perusahaan. Nilai tercatat dari aset dan
liabilitas keuangan pada nilai wajar dalam laporan
posisi keuangan berjumlah Rp 3.913.294 dan
Rp 3.142.352 pada tanggal 31 Desember 2012
(Rp 3.626.197 dan Rp 3.022.721 pada tanggal
31 Desember 2011).

Any changes in fair values of these financial assets and
liabilities would affect directly the Company profit or
loss. The carrying amount of financial assets carried at
fair values in the interim consolidated statement of
financial position was amounting to Rp 3,913,294 and
Rp 3,142,352 as of December 31, 2012 (Rp 3,626,197
and Rp 3,022,721 as of December 31, 2011).

Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan

Impairment of Non-financial Assets

Penurunan nilai muncul saat nilai tercatat aset atau
UPK melebihi nilai terpulihkannya, yang lebih besar
antara nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual dan
nilai pakainya. Nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual
didasarkan pada ketersediaan data dari perjanjian
penjualan yang mengikat yang dibuat dalam transaksi
normal atas aset serupa atau harga pasar yang dapat
diamati dikurangi dengan biaya tambahan yang dapat
diatribusikan dengan pelepasan aset.

An impairment exists when the carrying value of an
asset or CGU exceeds its recoverable amount, which is
the higher of its fair value less costs to sell and its value
in use. The fair value less costs to sell calculation is
based on available data from binding sales transactions
in an arm‟s length transaction of similar assets or
observable market prices less incremental costs for
disposing the asset.

Nilai tercatat atas estimasi cadangan penurunan nilai
pasar atas agunan yang diambil alih adalah sebesar
Rp 7.689 (Rp 4.355) pada tanggal 31 Desember 2012
(2011).
4.

Estimation and Assumptions (continued)

The net carrying amount of estimated allowane for
decline in market value are Rp 7,689 (Rp 4,355) as of
December 31, 2012 (2011).

KAS DAN SETARA KAS

4.

Akun ini terdiri dari:

This account consists of:
2012

Kas
Bank
Pihak ketiga
Rupiah
PT Bank Central Asia Tbk
PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk
PT Bank Syariah Mandiri
PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk
PT Bank Danamon
Indonesia Tbk
PT Bank CIMB Niaga Tbk

CASH AND CASH EQUIVALENTS

2011
64.195

48.766

8.728

10.182

5.983
5.542

4.504
112

5.122

4.279

1.441
913

1.969
1.528

29

Cash on hand
Cash in banks
Third parties
Rupiah
PT Bank Central Asia Tbk
PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk
PT Bank Syariah Mandiri
PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk
PT Bank Danamon
Indonesia Tbk
PT Bank CIMB Niaga Tbk
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

KAS DAN SETARA KAS (lanjutan)

4.

2012
Bank (lanjutan)
Pihak ketiga (lanjutan)
Rupiah (lanjutan)
PT Bank Commonwealth
PT Bank Permata Syariah Tbk
PT Bank ICBC Indonesia
PT Bank Internasional
Indonesia Tbk
PT Bank Permata Tbk
PT Bank Mayora
PT Bank Harda International
PT Bank Artha Graha
Internasional Tbk
PT Bank ICB Bumiputera Tbk
(dahulu PT Bank
Bumiputera Indonesia Tbk)
PT Bank Pembangunan
Daerah Jawa Tengah
PT Bank Jabar Banten Divisi Syariah
PT Bank OCBC NISP
PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk - Divisi
Syariah
PT Bank Pan Indonesia Tbk
Bank of China
PT Bank Hana
PT Bank Mega Tbk
PT Bank Pembangunan Daerah
Sumatera Barat
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk
PT Bank Agris
PT Bank CIMB Niaga Tbk Divisi Syariah
PT Bank Victoria
PT Bank Danamon Indonesia Tbk Divisi Syariah
PT Bank Internasional
Indonesia Tbk Divisi Syariah
PT Bank Central Asia Tbk Divisi Syariah
PT Bank Sinarmas
PT Bank Pan Indonesia Tbk Divisi Syariah
PT Bank Pembangunan Daerah
Sumatera Selatan
PT Bank Pembangunan
Daerah Jambi
PT Bank Jabar Banten
PT Bank Agroniaga Tbk
PT Bank Windu Kentjana

CASH AND CASH EQUIVALENTS (continued)

2011

376
337
187

2
355

156
144
89
83

138
143
10
129

75

28

72

18

65

82

61
51

581
52

39
31
27
18
16

89
27
11
18
108

16
15
15

1
15
-

14
13

199
91

12

18

12

17

12
11

15
14

11

11

2

3

1
1
-

1
16
10

30

Cash in banks (continued)
Third parties (continued)
Rupiah (continued)
PT Bank Commonwealth
PT Bank Permata SyariahTbk
PT Bank ICBC Indonesia
PT Bank Internasional
Indonesia Tbk
PT Bank Permata Tbk
PT Bank Mayora
PT Bank Harda International
PT Bank Artha Graha
Internasional Tbk
PT Bank ICB Bumiputera Tbk
(formerly PT Bank
Bumiputera Indonesia Tbk)
PT Bank Pembangunan
Daerah Jawa Tengah
PT Bank Jabar Banten Syariah Division
PT Bank OCBC NISP
PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk - Syariah
Division
PT Bank Pan Indonesia Tbk
Bank of China
PT Bank Hana
PT Bank Mega Tbk
PT Bank Pembangunan Daerah
Sumatera Barat
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk
PT Bank Agris
PT Bank CIMB Niaga Tbk Syariah Divison
PT Bank Victoria
PT Bank Danamon Indonesia Tbk
- Syariah Division
PT Bank Internasional
Indonesia Tbk Syariah Division
PT Bank Central Asia Tbk Syariah Division
PT Bank Sinarmas
PT Bank Pan Indonesia Tbk Syariah Division
PT Bank Pembangunan Daerah
Sumatera Selatan
PT Bank Pembangunan
Daerah Jambi
PT Bank Jabar Banten
PT Bank Agroniaga Tbk
PT Bank Windu Kentjana
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

KAS DAN SETARA KAS (lanjutan)

4.
2012

CASH AND CASH EQUIVALENTS (continued)
2011

Bank (lanjutan)
Pihak ketiga (lanjutan)
Dolar Amerika Serikat
PT Bank Permata Tbk
(US$ 43.154 pada tahun
2012), dalam nilai penuh
PT Bank Danamon Indonesia Tbk
(US$ 2.017 (US$ 2.095)
pada tahun 2012 (2011)),
dalam nilai penuh
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk
(US$ 1.940 (US$ 2.495)
pada tahun 2012 (2011)),
dalam nilai penuh
PT Bank CIMB Niaga Tbk
(US$ 348 (US$ 471)
pada tahun 2012 (2011)),
dalam nilai penuh

417

20

19

19

23

3

4

94.345

Jumlah Kas dan Bank

-

73.588

Cash in banks (continued)
Third parties (continued)
United States Dollar
PT Bank Permata Tbk
(US$ 43,154 in 2012),
in full amount
PT Bank Danamon Indonesia Tbk
(US$ 2,017 (US$ 2,095)
in 2012 (2011)),
in full amount
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk
(US$ 1,940 (US$ 2,495)
in 2012 (2011)),
in full amount
PT Bank CIMB Niaga Tbk
(US$ 348 (US$ 471)
in 2012 (2011)),
in full amount
Total Cash on Hand and in Banks

Setara Kas
Pihak ketiga
Deposito on Call
Rupiah
PT Bank Permata Tbk

2.500

2.500

Cash Equivalents
Third parties
Deposits on Call
Rupiah
PT Bank Permata Tbk

Jumlah Setara Kas

2.500

2.500

Total Cash Equivalents

96.845

76.088

Total Cash and Cash Equivalents

4,00% - 6,60%

Annual interest rate of
deposits on call
Rupiah Currency

Jumlah Kas dan Setara Kas
Tingkat bunga deposito on call
per tahun
Mata uang Rupiah

5.

3,25% - 5,75%

DEPOSITO BERJANGKA YANG DIJAMINKAN

5.

Akun ini terdiri dari:

This account consists of:
2012

Rupiah
PT Bank Danamon Indonesia Tbk
Tingkat bunga deposito
berjangka per tahun

2011

82

862

Rupiah
PT Bank Danamon Indonesia Tbk

5,00% - 5,50%

5,00% - 5,50%

Annual interest rate
of time deposits

Deposito berjangka tersebut dijadikan sebagai jaminan
atas fasilitas kredit dari bank yang sama (lihat
Catatan 12).

6.

PLEDGED TIME DEPOSITS

The above time deposits are used as collateral for the
credit facilities from the same bank (see Note 12).

PIUTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN - BERSIH

6.

Akun ini merupakan piutang yang timbul dari kegiatan
pembiayaan dalam bentuk penyediaan kendaraan
bermotor kepada konsumen dengan pembayaran
angsuran secara berkala.

CONSUMER FINANCING RECEIVABLES - NET
This account represents receivables arising from
financing activities in the from of providing two-wheeled
motor vehicles to consumers with periodic installment
payment schedule.

31
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

6.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

PIUTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN - BERSIH
(lanjutan)

6.

Rincian piutang pembiayaan konsumen adalah sebagai
berikut:

Piutang pembiayaan konsumen
Pendapatan pembiayaan konsumen
yang belum diakui
Cadangan kerugian penurunan
nilai
Piutang Pembiayaan Konsumen Bersih
Rata-rata tingkat bunga efektif
per tahun - Rupiah

- NET

The details of consumer financing receivables are as
follows:

2012
Pihak ketiga
Piutang pembiayaan
konsumen - kotor
Dikurangi:
Bagian pinjaman yang
dibiayai bank-bank
sehubungan dengan
transaksi kerjasama
pembiayaan bersama
dan penerusan pinjaman
(lihat Catatan 30a)

CONSUMER FINANCING RECEIVABLES
(continued)

2011

5.157.525

(385.470 )
4.772.055

4.725.088

(258.006 )
4.467.082

(995.791 )

(937.325 )

(31.478 )

(32.708 )

3.744.786

3.497.049

25% - 41%

25% - 41%

Angsuran piutang pembiayaan konsumen yang akan
diterima dari konsumen sesuai dengan tanggal jatuh
temponya adalah sebagai berikut:

Third parties
Consumer financing
receivables - gross

Less:
Amounts financed by banks
relating to joint financing
cooperation and loan
channelling cooperation
(see Note 30a)
Consumer financing receivables
Unearned consumer financing
income
Allowance for impairment
losses
Consumer Financing Reveivables Net
Average effective annual interest
rates - Rupiah

Installment receivables which will be collected from
consumers in accordance with due dates are as follows:

2012

2011

Jatuh Tempo Dalam Waktu
< 1 tahun
1 - 2 tahun
> 2 tahun

3.638.360
1.253.674
265.491

3.310.935
1.168.701
245.452

Due In
< 1 year
1 - 2 years
> 2 years

Jumlah Piutang Pembiayaan
Konsumen - Kotor

5.157.525

4.725.088

Total Consumer Financing
Receivables - Gross

Analisis umur piutang pembiayaan konsumen - kotor
adalah sebagai berikut:

The aging analysis of the gross consumer financing
receivables are as follows:

2012

2011

Belum jatuh tempo
Lewat jatuh tempo:
1-30 hari
31-60 hari
61-90 hari
Lebih dari 90 hari

5.090.072

4.666.803

32.296
8.379
5.729
21.049

23.904
7.980
5.111
21.290

Not yet due
Over due:
1-30 days
31-60 days
61-90 days
More than 90 days

Jumlah

5.157.525

4.725.088

Total

32
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

PIUTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN - BERSIH
(lanjutan)

6.

Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai adalah
sebagai berikut:

- NET

The changes of allowance for impairment losses are as
follows:

2012
Saldo awal tahun
Cadangan selama tahun berjalan
Penghapusan piutang

CONSUMER FINANCING RECEIVABLES
(continued)

2011

32.708
23.987
(25.217 )

30.467
55.166
(52.925 )

Beginning balance of the year
Addition during the year
Write - off during the year

31.478

32.708

Ending balance of the year

Saldo Akhir Tahun

Berdasarkan hasil penelaahan keadaan piutang
pembiayaan konsumen pada akhir tahun, manajemen
berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian
penurunan nilai di atas adalah cukup untuk menutupi
kerugian yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya
piutang pembiayaan konsumen.

Based on review of the status of consumer financing
receivables at the end of the year, management
believes that the above allowance for impairment losses
is adequate to cover possible losses that may arise
from non-collection of consumer financing receivables.

Kualitas piutang pembiayaan konsumen pada tanggal
31 Desember 2012 dan 2011 adalah sebagai berikut:

The quality of consumer financing receivables as of
December 31, 2012 and 2011 are as follow:

2012
Tidak mengalami penurunan
Mengalami penurunan nilai

nilai

Jumlah

2011

3.744.948
31.316

3.496.260
33.497

Impaired
Not impaired

3.776.264

3.529.757

Total

Sebagai jaminan atas piutang pembiayaan konsumen
yang diberikan, Perusahaan menerima jaminan dari
konsumen berupa Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor
(BPKB) atas kendaraan bermotor yang dibiayai.
Pada tanggal 31 Desember 2012 (2011), piutang
pembiayaan konsumen sebesar Rp 3.077 miliar
(Rp 3.285 miliar) dijadikan jaminan dengan penyerahan
hak secara fidusia atas fasilitas pinjaman yang
diperoleh dari bank (lihat Catatan 12).
7.

As collateral to the consumer financing receivables, the
company receives the ownership certificates (BPKB) of
the financed motor vehicles.
As of December 31, 2012 (2011), the consumer
financing receivables amounting to Rp 3,077 billion
(Rp 3,285 billion), are pledged as collateral through
fiduciary transfer to the bank loans (see Note 12).

PIUTANG LAIN-LAIN

7.

Akun ini terdiri dari :

OTHER RECEIVABLES
This account consists of:

2012

2011

Pihak ketiga
Piutang penerimaan angsuran
konsumen
Klaim asuransi
Piutang karyawan
Lain-lain

1.124
429
330
3.473

376
763
2.431

Third parties
Consumer installment receipt
receivables
Insurance claim
Employee receivables
Others

Jumlah

5.356

3.570

Total

Piutang penerimaan angsuran konsumen merupakan
pembayaran angsuran konsumen melalui PT Pos
Indonesia. Pembayaran angsuran konsumen melalui
PT Pos Indonesia akan dibayarkan ke Perusahaan
melalui transfer ke rekening bank dengan jangka waktu
1 (satu) hari kerja terhitung dari tanggal penerimaan
angsuran konsumen.

Consumer installment receipt receivables are consumer
installment payments through PT Pos Indonesia.
Consumer installment payments through PT Pos
Indonesia will be paid to the Company by transfer to
bank account within one (1) working day from the date
of receipt of the consumer installment.

Manajemen berpendapat bahwa seluruh piutang lainlain dapat tertagih sehingga tidak diperlukan cadangan
penurunan nilai atas piutang lain-lain.

Management believes that all of other receivables can
be fully collectible, and, hence no allowance for
impairment of other receivables is necessary.

33
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
8.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

AGUNAN YANG DIAMBIL ALIH - BERSIH

8.

REPOSSESSED ASSETS - NET

Akun ini terdiri dari:

This account consists of:
2012

2011

Agunan yang diambil alih
Dikurangi:
Cadangan penurunan
nilai pasar

24.527

18.641

(7.689 )

(4.355)

Repossessed assets
Less:
Allowance for decline
in market value

Bersih

16.838

14.286

Net

Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan
penurunan nilai pasar atas agunan yang diambil alih
cukup untuk menutupi kerugian yang mungkin timbul
akibat penurunan nilai pasar atas agunan yang diambil
alih.
9.

Management believes that the allowance for decline in
market value of repossessed assets are adequate to
cover a decrease in market value of repossessed
assets.

BIAYA DIBAYAR DI MUKA

9.

PREPAID EXPENSES

Biaya dibayar di muka terdiri dari:

Prepaid expenses consist of:
2012

2011

Sewa dan renovasi
Provisi dan administrasi
utang bank - Fasilitas
Syariah
Instalasi telepon dan listrik
Asuransi
Lain-lain

20.274

17.377
1.821
506
3.677

5.740
2.191
495
5.368

Rentals and renovations
Provision and administration
in relation to bank loans Sharia Facilities
Telephone and electrical installations
Insurance
Others

Jumlah

10.

21.748

45.129

34.068

Total

UANG MUKA

10.

ADVANCES

Uang muka terdiri dari:

Advances consist of:
2012

Dealer
Keperluan kantor
Pembelian aset tetap
Renovasi bangunan
Lain-lain

6.415
2.685
2.491
1.307
374

8.752
2.340
340
2.005
792

Dealer
Office supplies
Purchases of property and equipment
Building renovations
Others

13.272

Jumlah

11.

2011

14.229

Total

ASET TETAP

2012
Biaya Perolehan
Pemilikan Langsung
Tanah
Bangunan
Kendaraan
Peralatan kantor
Jumlah
Aset dalam
Penyelesaian
Bangunan

11.
Saldo Awal/
Beginning
Balance

Penambahan/
Addition

PROPERTY AND EQUIPMENT

Pengurangan/
Deduction

Reklasifikasi/
Reclassification

Saldo Akhir/
Ending
Balance

2012
Cost
Direct Ownership
Land
Buildings
Vehicles
Office equipment

21.169
77.771
14.638
74.192

274
342
12.156

1.403
517

-

21.169
78.045
13.577
85.831

187.770

12.772

1.920

-

198.622

Total

3.818

Construction in
Progress
Buildings

-

3.818

-

34

-
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

ASET TETAP (lanjutan)

2012

11.

Saldo Awal/
Beginning
Balance

Penambahan/
Addition

PROPERTY AND EQUIPMENT (continued)

Pengurangan/
Deduction

Reklasifikasi/
Reclassification

Saldo Akhir/
Ending
Balance

2012

Aset Sewa
Kendaraan

Assets Under Finance
Leases
40.214

6.194

10.306

-

36.102

Vehicles

Jumlah Biaya Perolehan

227.984

22.784

12.226

-

238.542

Total Cost

Akumulasi Penyusutan
Pemilikan Langsung
Bangunan
Kendaraan
Peralatan kantor

8.073
8.571
45.693

4.292
2.793
14.399

776
508

-

12.365
10.588
59.584

Accumulated Depreciation
Direct Ownership
Buildings
Vehicles
Office equipment

Jumlah

62.337

21.484

1.284

-

82.537

Total

Aset Sewa
Kendaraan

23.757

8.773

9.145

-

23.385

Assets Under Finance
Leases
Vehicles

Jumlah Akumulasi
Penyusutan

86.094

30.257

10.429

-

105.922

Total Accumulated
Depreciation

132.620

Net Book Value

Nilai Buku

2011
Biaya Perolehan
Pemilikan Langsung
Tanah
Bangunan
Kendaraan
Peralatan kantor
Jumlah
Aset dalam
Penyelesaian
Bangunan

141.890

Saldo Awal/
Beginning
Balance

Penambahan/
Addition

Pengurangan/
Deduction

Reklasifikasi/
Reclassification

Saldo Akhir/
Ending
Balance

2011

299
3.334
1.965
12.853

1.697
2.438

48.603
3.398

21.169
77.771
14.638
74.192

121.453

18.451

4.135

52.001

187.770

Total

-

Construction in
Progress
Buildings

42.332

9.669

-

(52.001)

Aset Sewa
Kendaraan
Jumlah Biaya Perolehan

Cost
Direct Ownership
Land
Buildings
Vehicles
Office equipment

20.870
25.834
14.370
60.379

Assets Under Finance
Leases
35.240

6.189

1.215

-

40.214

Vehicles

199.025

34.309

5.350

-

227.984

Total Cost
Accumulated Depreciation
Direct Ownership
Buildings
Vehicles
Office equipment

Akumulasi Penyusutan
Pemilikan Langsung
Bangunan
Kendaraan
Peralatan kantor

6.489
5.648
35.670

1.584
3.178
12.448

255
2.425

-

8.073
8.571
45.693

Jumlah

47.807

17.210

2.680

-

62.337

Total

Aset Sewa
Kendaraan

17.505

6.880

628

-

23.757

Assets Under Finance
Leases
Vehicles

Jumlah Akumulasi
Penyusutan

65.312

24.090

3.308

-

86.094

Total Accumulated
Depreciation

141.890

Net Book Value

Nilai Buku

133.713

Beban penyusutan yang dibebankan pada laporan laba
rugi komprehensif untuk tahun 2012 (2011), adalah
sebesar Rp 30.257 (Rp 24.090).

Depreciation expenses were charged to statements of
comprehensive income in 2012 (2011) amounted to
Rp 30,257 (Rp 24,090).

Pada tanggal laporan posisi keuangan, seluruh aset
tetap, termasuk agunan yang diambil alih (lihat
Catatan 8), kecuali tanah, telah diasuransikan terhadap
risiko kerugian kebakaran, kebanjiran dan risiko lainnya
melalui perusahaan asuransi pihak ketiga yaitu
PT Asuransi Jaya Proteksi, PT Lippo General Insurance
Tbk, PT Asuransi Indrapura, PT Asuransi MSIG
Indonesia, PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk. Nilai
pertanggungan
keseluruhan
adalah
sebesar
Rp 224.379 (Rp 209.863), pada tanggal 31 Desember
2012 (2011).

At statement of financial position date, all property and
equipment include repossessed assets (see Note 8),
except land, are covered by insurance against losses
by fire, flood and other risks, through third parties
insurance companies, PT Asuransi Jaya Proteksi,
PT Lippo General Insurance Tbk, PT Asuransi
Indrapura, PT Asuransi MSIG Indonesia, PT Asuransi
Bina Dana Arta Tbk. Under the blanket policies, total
coverage is amounting to Rp 224,379 (Rp 209,863), as
of December 31, 2012 (2011).

35
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

ASET TETAP (lanjutan)

11.

PROPERTY AND EQUIPMENT (continued)

Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan
asuransi tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan
kerugian yang timbul dari risiko-risiko tersebut.

Management believes that the insurance coverage is
adequate to cover possible losses that may arise from
such risks.

Persentase penyelesaian dari aset dalam penyelesaian
pada tanggal 31 Desember 2012 (2011), dipandang
dari sudut keuangan, adalah 76% (100%). Aset dalam
penyelesaian tersebut diestimasi akan selesai dalam
waktu 1 (satu) tahun.

The percentage of completion of contruction in progress
as of December 31, 2012 (2011) determinated based
on financial perspective is about 76% (100%).
Estimated time of completion of construction in
progress is within one (1) year.

Rincian penjualan aset tetap adalah sebagai berikut:

The details of sales of property and equipment are as
follows:

2012
Nilai tercatat
Akumulasi penyusutan

2011

11.793
(10.409 )

2.162
(1.415 )

Carrying value
Accumulated depreciation

Nilai buku
Harga jual

1.384
3.644

747
847

Net book value
Proceeds from sales

Laba Penjualan Aset Tetap
(Catatan 25)

2.260

100

Gain on Sale of Property
and Equipment (Note 25)

Pada tanggal 31 Desember 2012 (2011), tanah dan
bangunan milik Perusahaan senilai Rp 36.438
(Rp 66.391) dijadikan sebagai jaminan atas fasilitas
pinjaman yang diperoleh dari bank (lihat Catatan 12).
Berdasarkan penelaahan atas jumlah aset tetap yang
dapat diperoleh kembali, manajemen Perusahaan
berkeyakinan bahwa tidak ada kejadian-kejadian atau
perubahan-perubahan keadaan yang mengindikasikan
bahwa nilai tercatatnya mungkin tidak dapat dipulihkan
kembali pada tanggal-tanggal 31 Desember 2012
(2011).

12.

As of December 31, 2012 (2011), land and buildings
amounted to Rp 36,438 (Rp 66,391), are used as
collateral for the borrowings from banks (see Note 12).

Based on the assessment of the recoverability of the
property and equipment, management believes that
there are no events or changes in circumstances, which
may indicate that the carrying amounts of these assets
are not recoverable as of December 31, 2012 (2011).

PINJAMAN BANK
Akun ini terdiri dari pinjaman yang
Perusahaan dengan rincian sebagai berikut:

12.
diperoleh

This account represents the Company borrowings with
details as follows:

2012
A. Fasilitas Pinjaman
Pihak ketiga
Rupiah
1. Pinjaman Sindikasi - PT Bank
Internasional Indonesia Tbk
(Nilai kontrak sebesar
Rp 600.000 (Rp 1.080.000)
dikurangi arranger fee dan
provisi bank yang belum
diamortisasi sebesar
Rp 5.144 (Rp 13.938) pada
tahun 2012 (2011))

BANK LOANS

2011

594.856

36

1.066.062

Loan Facilities A.
Third party
Rupiah
Syndicated Loan - PT Bank
Internasional Indonesia Tbk
(Contract value of
Rp 600,000 (Rp 1,080,000)
net of unamortized
arranger fee and
bank provision of
Rp 5,144 (Rp 13,938)
in 2012 (2011))
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

12.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

PINJAMAN BANK (lanjutan)

12.
2012

A. Fasilitas Pinjaman (lanjutan)
Pihak ketiga (lanjutan)
Rupiah (lanjutan)
2. PT Bank Danamon Indonesia Tbk
(Nilai kontrak sebesar
Rp 262.695 (Rp 265.492)
dikurangi provisi bank yang
belum diamortisasi sebesar
Rp 949 (Rp 729) pada
tahun 2012 (2011))
3. PT Bank Pan Indonesia Tbk
(Nilai kontrak sebesar
Rp 150.000 dikurangi
provisi bank yang belum
diamortisasi sebesar Rp 257
pada tahun 2012)
4. PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk
(Nilai kontrak sebesar
Rp 122.885 (Rp 89.289)
dikurangi provisi bank yang
belum diamortisasi sebesar
Rp 462 (Rp 280) pada
tahun 2012 (2011))
5. Pinjaman Sindikasi - PT Bank
Central Asia Tbk
(Nilai kontrak sebesar
Rp 110.000 (Rp 330.000)
dikurangi arranger fee dan
provisi bank yang belum
diamortisasi sebesar
Rp 525 (Rp 3.032) pada
tahun 2012 (2011))
6. PT Bank Permata Tbk
(Nilai kontrak sebesar
Rp 108.384 (Rp 165.324)
dikurangi provisi bank yang
diamortisasi sebesar
Rp 336 (Rp 513) pada
tahun 2012 (2011))
7. PT Bank CIMB Niaga Tbk
(Nilai kontrak sebesar
Rp 72.500 (Rp 139.167)
dikurangi provisi bank yang
belum diamortisasi sebesar
Rp 140 (Rp 406) pada
tahun 2012 (2011))
8. PT Bank ICBC Indonesia
(Nilai kontrak sebesar
Rp 72.778 (Rp 122.778)
dikurangi provisi bank yang
belum diamortisasi sebesar
Rp 432 (Rp 862) pada
tahun 2012 (2011))
9. PT Bank OCBC NISP
(Nilai kontrak sebesar
Rp 66.528 (Rp 74.167)
dikurangi provisi bank yang
belum diamortisasi sebesar
Rp 449 (Rp 650) pada
tahun 2012 (2011))

BANK LOANS (continued)
2011

261.746

264.763

149.743

-

122.423

89.009

109.475

326.968

108.048

164.811

72.360

138.761

72.346

121.916

66.079

73.517

37

Loan Facilities (continued) A.
Third party (continued)
Rupiah (continued)
PT Bank Danamon Indonesia Tbk
(Contract value of
Rp 262,695 (Rp 265,492)
net of unamortized
bank provision of
Rp 949 (Rp 729)
in 2012 (2011))
PT Bank Pan Indonesia Tbk
(Contract value of
Rp 150,000 net of
unamortized
bank provision of
Rp 257 in 2012)
PT Bank Negara Indonesia
(Persero)Tbk
(Contract value of
Rp 122,885 (Rp 89,289)
net of unamortized
bank provision of
Rp 462 (Rp 280)
in 2012 (2011))
Syndicated Loan - PT Bank
Central Asia Tbk
(Contract value of
Rp 110,000 (Rp 330,000)
net of unamortized
arranger fee and
bank provision of
Rp 525 (Rp 3,032)
in 2012 (2011))
PT Bank Permata Tbk
(Contract value of
Rp 108,384 (Rp 165,324)
net of unamortized
bank provision of
Rp 336 (Rp 513)
in 2012 (2011))
PT Bank CIMB Niaga Tbk
Contract value of
Rp 72,500 (Rp 139,167)
net of unamortized
bank provision of
Rp 140 (Rp 406)
in 2012 (2011))
PT Bank ICBC Indonesia
(Contract value of
Rp 72,778 (Rp 122,778)
net of unamortized
bank provision of
Rp 432 (Rp 862)
in 2012 (2011))
PT Bank OCBC NISP
(Contract value of
Rp 66,528 (Rp 74,167)
net of unamortized
bank provision of
Rp 449 (Rp 650)
in 2012 (2011))
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

PINJAMAN BANK (lanjutan)

12.
2012

A. Fasilitas Pinjaman (lanjutan)
Pihak ketiga (lanjutan)
Rupiah (lanjutan)
10. PT Bank Central Asia Tbk.
(Nilai kontrak sebesar
Rp 62.989 (Rp 112.989)
dikurangi provisi bank yang
belum diamortisasi sebesar
Rp 295 (Rp 866) pada
tahun 2012 (2011))
11. PT Bank ICB Bumiputera Tbk
(Nilai kontrak sebesar
Rp 47.586 dikurangi
provisi bank yang belum
diamortisasi sebesar
Rp 195 pada tahun 2012)
12. PT Bank Victoria
(Nilai kontrak sebesar
Rp 35.444 (Rp 3.972)
dikurangi provisi bank yang
belum diamortisasi sebesar
Rp 255 (Rp 252) pada
tahun 2012 (2011))
13. PT Bank Commonwealth
(Nilai kontrak sebesar
Rp 29.445 dikurangi
provisi bank yang belum
diamortisasi sebesar
Rp 70 pada tahun 2012)
14. PT Bank Artha Graha
Internasional Tbk
(Nilai kontrak sebesar
Rp 24.840 (Rp 110.598)
dikurangi provisi bank yang
belum diamortisasi sebesar
Rp 124 dan (Rp 549) pada
tahun 2012 (2011))
15. PT Bank Agris
(Nilai kontrak sebesar
Rp 21.000 dikurangi
provisi bank yang belum
diamortisasi sebesar
Rp 43 pada tahun 2012)
16. Bank of China Limited
(Nilai kontrak sebesar
Rp 18.055 (Rp 34.722)
dikurangi provisi bank yang
belum diamortisasi sebesar
Rp 121 (Rp 53) pada
tahun 2012 (2011))
17. PT Bank Hana
(Nilai kontrak sebesar
Rp 4.984 (Rp 20.332)
dikurangi provisi bank yang
belum diamortisasi sebesar
Rp 9 (Rp 133) pada
tahun 2012 (2011))
18. PT Bank Mayora
(Nilai kontrak sebesar
Rp 2.000 dikurangi
provisi bank yang belum
diamortisasi sebesar
Rp 39 pada tahun 2012)

BANK LOANS (continued)
2011

62.694

112.123

47.391

-

35.189

3.720

29.375

-

24.716

110.049

20.957

-

17.934

34.669

4.975

20.199

1.961

-

38

Loan Facilities (continued) A.
Third party (continued)
Rupiah (continued)
PT Bank Central Asia Tbk
(Contract value of
Rp 62,989 (Rp 112,989)
net of unamortized
bank provision of
Rp 295 (Rp 866)
in 2012 (2011))
PT Bank ICB Bumiputera Tbk
(Contract value of
Rp 47,586 net of
unamortized
bank provision of
Rp 195 in 2012)
PT Bank Victoria
(Contract value of
Rp 35,444 (Rp 3,972)
net of unamortized
bank provision of
Rp 255 (Rp 252)
in 2012 (2011))
PT Bank Commonwealth
(Contract value of
Rp 29,445 net of
unamortized
bank provision of
Rp 70 in 2012)
PT Bank Artha Graha
Internasional Tbk
(Contract value of
Rp 24,840 (Rp 110,598)
net of unamortized
bank provision of
Rp 124 (Rp 549)
in 2012 (2011))
PT Bank Agris
(Contract value of
Rp 21,000 net of
unamortized
bank provision of
Rp 43 in 2012)
Bank of China Limited
(Contract value of
Rp 18,055 (Rp 34,722)
net of unamortized
bank provision of
Rp 121 (Rp 53)
in 2012 (2011))
PT Bank Hana
(Contract value of
Rp 4,984 (Rp 20,332)
net of unamortized
bank provision of
Rp 9 (Rp 133)
in 2012 (2011))
PT Bank Mayora
(Contract value of
Rp 2,000 net of
unamortized
bank provision of
Rp 39 in 2012)
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

PINJAMAN BANK (lanjutan)

12.
2012

A. Fasilitas Pinjaman (lanjutan)
Pihak ketiga (lanjutan)
Rupiah (lanjutan)
19. PT Bank Harda International
(Nilai kontrak sebesar
Rp 96 (Rp 1.321)
dikurangi provisi bank yang
belum diamortisasi sebesar
Rp 0,4 (Rp 6) pada
tahun 2012 (2011))
20. PT Bank Sinarmas Tbk
(Nilai kontrak sebesar
Rp 32.630 dikurangi
provisi bank yang belum
diamortisasi sebesar
Rp 123 pada tahun 2011)
21. PT Bank Agroniaga Tbk
(Nilai kontrak sebesar
Rp 13.092 dikurangi
provisi bank yang belum
diamortisasi sebesar
Rp 31 pada tahun 2011)
Dolar Amerika Serikat
22. PT Bank CIMB Niaga Tbk
(US$ 3,5 (US$ 5,5) pada
tahun 2012 (2011))
B. Fasilitas Syariah
Pihak ketiga
Rupiah
1. PT Bank Syariah Mandiri
2. PT Bank Permata SyariahTbk
3. PT Bank CIMB Niaga Syariah
4. PT Bank Danamon Indonesia
Tbk - Divisi Syariah
5. PT Bank Rakyat Indonesia Divisi Syariah
6. PT Bank Pan Indonesia Tbk Divisi Syariah
7. PT Bank Central Asia Syariah
8. PT Bank Muamalat Indonesia Tbk
9. PT Bank Internasional Indonesia
Tbk - Divisi Syariah
Dolar Amerika Serikat
10. Islamic Corporation for the
Development of the Private
Sector (US$ 26,75 (US$ 3,75)
pada tahun 2012 (2011))
Jumlah

BANK LOANS (continued)
2011

96

1.315

-

32.507

-

13.061

Loan Facilities (continued) A.
Third party (continued)
Rupiah (continued)
PT Bank Harda International
(Contract value of
Rp 96 (Rp 1,321)
net of unamortized
bank provision of
Rp 0.4 (Rp 6)
in 2012 (2011))
PT Bank Sinarmas Tbk
(Contract value of
Rp 32,630 net of
unamortized
bank provision of
Rp 123 in 2011)
PT Bank Agroniaga Tbk
(Contract value of
Rp 13,092 net of
unamortized
bank provision of
Rp 31 in 2011)

49.874

United States Dollar
PT Bank CIMB Niaga Tbk
(US$ 3.5 (US$ 5.5)
in 2012 (2011))

33.845

208.817
130.906
108.848

49.018
27.963

98.903

-

69.831

54.066

69.563
39.016
7.886

9.970
23.653
27.985

3.958

7.916

Sharia Facilities B.
Third party
Rupiah
PT Bank Syariah Mandiri
PT Bank Permata Syariah Tbk
PT Bank CIMB Niaga Syariah
PT Bank Danamon Indonesia
Tbk - Syariah Division
PT Bank Rakyat Indonesia Syariah Division
PT Bank Pan Indonesia Tbk Syariah Division
PT Bank Central Asia Syariah
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk
PT Bank Internasional Indonesia
Tbk - Syariah Division

258.673

34.005

United States Dollar
Islamic Corporation for the
Development of the Private
Sector (US$ 26.75 (US$ 3.75
in 2012 (2011))

2.832.610

2.857.900

39

Total
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

PINJAMAN BANK (lanjutan)

12.

BANK LOANS (continued)

A.

Fasilitas Pinjaman

A.

Loan Facilities

1.

Pinjaman Sindikasi - PT Bank Internasional
Indonesia Tbk (Sindikasi Bank BII)

1.

Syndicated Loan - PT Bank Internasional
Indonesia Tbk (Bank BII Syndicated)

Berdasarkan Perjanjian Fasilitas Kredit Sindikasi
tanggal 1 April 2011, para kreditur setuju untuk
memberikan fasilitas kredit kepada Perusahaan
sebesar Rp 1.200.000, untuk Fasilitas Kredit
Sindikasi dan Fasilitas Murabahah dengan jumlah
maksimum masing-masing sebesar Rp 1.000.000
dan Rp 200.000.

Based on Syndicated Credit Facility Agreement
dated April 1, 2011, the creditors agreed to
provide credit facility with a maximum amount of
Rp 1,200,000 for Syndicated Loan Facility and
Murabahah Facility, with maximum amount of
Rp 1,000,000 and Rp 200,000, respectively.

Jumlah maksimum
fasilitas/ Total
maximum facility
Para kreditur terdiri dari:
Fasilitas kredit sindikasi
PT Bank Internasional Indonesia Tbk
(sebagai joint mandated lead arranger
dan facility agent )
PT Bank Central Asia Tbk
(sebagai joint mandated lead arranger
dan security agent)
PT Bank Pan Indonesia Tbk
PT Bank Pembangunan Daerah Papua
PT Bank Jawa Barat dan Banten Tbk
PT Bank Sinarmas Tbk
PT Bank SBI Indonesia

The Creditors consist of:

Rp

200.000

Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp

250.000
250.000
140.000
80.000
50.000
30.000

Syndicated loan facility
PT Bank Internasional Indonesia Tbk
(as joint mandated lead arranger
and facility agent)
PT Bank Central AsiaTbk
(as joint mandated lead arranger
and security agent)
PT Bank Pan Indonesia Tbk
PT Bank Pembangunan Daerah Papua
PT Bank Jawa Barat dan Banten Tbk
PT Bank Sinarmas Tbk
PT Bank SBI Indonesia

Fasilitas Murabahah
PT Bank Permata Tbk - Divisi Syariah
PT Maybank Syariah Indonesia

Rp
Rp

130.000
70.000

Murabahah Facility
PT Bank Permata Tbk - Syariah Division
PT Maybank Syariah Indonesia

Jumlah

Rp

1.200.000

Total

Jangka waktu fasilitas kredit ini adalah selama
3 (tiga) tahun terhitung sejak tanggal
penandatanganan perjanjian ini termasuk masa
tenggang selama 6 (enam) bulan dan dikenakan
tingkat bunga per tahun sebesar 11,5%.

The term of this facility is three (3) years, included
six (6) months grace periods since the agreement
is signed and bear annual interest rate of 11.5%.

Fasilitas ini dijamin, antara lain dengan piutang
Perusahaan dan jaminan Perusahaan dari
PT Jayamandiri Gemasejati (JMG), jaminan
pribadi dari pihak berelasi.

This facility is secured by Company‟s receivables,
corporate guarantee from PT Jayamandiri
Gemasejati (JMG), and personal guarantee from
related party.

Berdasarkan perjanjian pinjaman tersebut, tanpa
persetujuan tertulis terlebih dahulu dari bank
peserta sindikasi, Perusahaan tidak boleh
melakukan hal-hal sebagai berikut, antara lain
mengubah anggaran dasar, susunan pengurus,
melakukan merger dan akuisisi.

Based on the agreement, the Company is not
allowed, among others, changes the Company‟s
article of association and management, enters to
merger and acquisition without written consent
from the syndicated bank participants.

Selama masa berlakunya perjanjian tersebut,
antara lain Perusahaan harus mempertahankan
rasio utang terhadap ekuitas maksimum sebesar
8 (delapan) kali dan rasio non performing loan
lebih dari 30 (tiga puluh) hari
maksimum
sebesar 4%.

While the loan is still outstanding, the Company is
obliged to maintain maximum debt to equity ratio
eight (8) times and maximum non performing loan
more than thirty (30) days at maksimum 4%.

40
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

PINJAMAN BANK (lanjutan)

12.

BANK LOANS (continued)

A.

Fasilitas Pinjaman (lanjutan)

A.

Loan Facilities (continued)

1.

Pinjaman Sindikasi - PT Bank Internasional
Indonesia Tbk (Sindikasi Bank BII) (lanjutan)

1.

Syndicated Loan - PT Bank Internasional
Indonesia
Tbk
(Bank
BII
Syndicated)
(continued)

Pada tanggal 31 Desember 2012 (2011),
Perusahaan telah mematuhi seluruh persyaratan
penting tersebut di atas.
Saldo
pinjaman
tersebut
pada
tanggal
31 Desember 2012 (2011), sesuai dengan nilai
kontrak
adalah
sebesar
Rp
600.000
(Rp 1.080.000).
2.

As of December 31, 2012 (2011), the Company
has complied with all important loan covenants
above.
As of December 31, 2012 (2011), the balance of
this facility based on the contract value amounted
to Rp 600,000 (Rp 1,080,000).

PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Bank
Danamon)

2.

PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Bank
Danamon)

Berdasarkan Perjanjian Kredit tanggal 17 Oktober
2006 yang telah beberapa kali mengalami
perubahan dan terakhir pada tanggal 19 Oktober
2012, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit
pembiayaan konsumen dalam bentuk “asset buy”
dari Bank Danamon yang bersifat revolving
dengan jumlah maksimum fasilitas terakhir
sebesar Rp 5.000 yang akan jatuh tempo pada
tanggal 26 Agustus 2013.

Based on the Credit Agreement dated October 17,
2006 which has been amended several times and
the latest on October 19, 2012, the Company
obtained the consumer financing credit facility in
the form of “asset buy” from Bank Danamon with
the latest revolving maximum facility amounted to
Rp 5,000 which will mature on August 26, 2013.

Tingkat bunga kontraktual tahunan yang
diberlakukan oleh Bank Danamon terhadap
Perusahaan bersifat tetap untuk setiap kelompok
pencairan dimana ditentukan untuk jangka waktu
pembiayaan 1 (satu) tahun sebesar 12,25%, 2
(dua) tahun sebesar 12,50% dan 3 (tiga) tahun
sebesar 12,75%. Fasilitas pinjaman tersebut
dijamin dengan Bukti Pemilikan Kendaraan
Bermotor (BPKB) kendaraan yang dibiayai
dengan fasilitas tersebut dan deposito berjangka.
(lihat Catatan 5)

The contractual annual interest rate charged by
Bank Danamon for each withdrawal batch, with a
financing period one (1) year is 12.25%, two (2)
years is 12.50% and three (3) years is 12.75%.
This facility is secured by original BPKB of the
financed motor vehicles and pleldged time
deposit. (see Note 5)

Saldo
pinjaman
tersebut
pada
tanggal
31 Desember 2012 (2011), sesuai dengan nilai
kontrak adalah sebesar Rp 1.478 (Rp 16.364).

As of December 31, 2012 (2011), the balance of
this facility based on the contract value amounted
to Rp 1,478 (Rp16,364).

Berdasarkan Perjanjian Kredit pada tanggal
17 Januari 2008, Perusahaan memperoleh
fasilitas kredit pembiayaan konsumen dalam
bentuk fasilitas Kredit Angsuran Berjangka dari
Bank Danamon dengan jumlah fasilitas
maksimum sebesar Rp 125.000, terakhir diubah
pada tanggal 11 Oktober 2012 dengan jumlah
fasilitas maksimum menjadi Rp 510.000 dengan
sub limit Medium Term Notes (MTN)/ Bonds
dengan maksimum limit sebesar Rp 200.000
yang akan jatuh tempo pada 26 Agustus 2013
dan dikenakan tingkat bunga mengambang
sebesar 11% untuk satu tahun pertama. (lihat
Catatan 14)

Based on the Credit Agreement dated January 17,
2008, the Company obtained joint financing facility
in Revolving Term Loan facility from Bank
Danamon with maximum amount of Rp 125,000,
which was last amended on October 11, 2012 to
become maximum amount of Rp 510,000 with sub
limit of Medium Term Notes (MTN). Bonds with
maximum limit amount of Rp 200,000 which will
matured on August 26, 2013, and for the first year
bears floating annual interest rate of 11%. (see
Note 14)

41
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

PINJAMAN BANK (lanjutan)

12.

BANK LOANS (continued)

A.

Fasilitas Pinjaman (lanjutan)

A.

Loan Facilities (continued)

2.

PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Bank
Danamon) (lanjutan)

2.

PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Bank
Danamon) (continued)

Fasilitas ini memiliki jangka waktu maksimal
4 (empat) tahun sejak setiap tanggal penarikan
fasilitas dan dijamin dengan piutang Perusahaan
minimum sebesar 105%, dari jumlah fasilitas
yang digunakan. Saldo pinjaman tersebut pada
tanggal 31 Desember 2012 (2011), sesuai
dengan nilai kontrak adalah sebesar Rp 261.217
(Rp 249.128).
Selama fasilitas kredit tersebut belum dilunasi,
Perusahaan, antara lain, harus mempertahankan
rasio utang terhadap ekuitas maksimum sebesar
8 (delapan) kali dan
rasio net credit loss
terhadap rata-rata piutang maksimum sebesar
4%.

While the credit facility is still outstanding, the
Company, among others, is obliged to maintain
debt to equity ratio of a maximum of eight (8)
times and the ratio of net credit loss to average
receivables maximum of 4%.

Berdasarkan
Perjanjian
Kredit
tanggal
16 September 2009, yang telah beberapa kali
mengalami perubahan dan terakhir pada tanggal
16 Agustus 2012, Perusahaan memperoleh
fasilitas pinjaman rekening koran dari Bank
Danamon untuk modal kerja yang bersifat
revolving sebesar Rp 5.000. Fasilitas pinjaman
rekening koran memiliki jangka waktu sampai
dengan tanggal 26 Agustus 2013 dengan tingkat
bunga sebesar 12% per tahun.

Based on the Credit Agreement dated
September 16, 2009, which has been amended
several times and the latest on August 16, 2012,
the Company obtained the revolving current
account loan facility for working capital from Bank
Danamon with a maximum amount of Rp 5,000.
The term of current account loan is up to
August 26, 2013, with annual interest rate of 12%.

Berdasarkan
perjanjian-perjanjian
tersebut,
Perusahaan harus memberitahukan secara
tertulis kepada Bank Danamon, antara lain, untuk
melakukan likuidasi, merger, konsolidasi, akuisisi
dan melakukan perubahan kepemilikan saham
dan pengurus Perusahaan.

Based on the agreement, the Company is not
allowed to, among others, enter into liquidation,
merger, consolidation, acquisition and changes
the shareholders‟ ownership and management
without written consent from Bank Danamon.

Pada tanggal 31 Desember 2012 (2011),
Perusahaan telah mematuhi seluruh persyaratan
penting tersebut di atas.
3.

The term of this facility maximum up to four (4)
years since the withdrawal date. This facility is
secured by Company`s consumer financing
receivables at minimum 105% of the amount of
the outstanding facility. As of December 31, 2012
(2011), the balance of this facility based on the
contract value amounted to Rp
261,217
(Rp 249,128).

As of December 31, 2012 (2011), the Company
has complied with all important loan covenants
above.

PT Bank Pan Indonesia Tbk (Bank Panin)

3.

PT Bank Pan Indonesia Tbk (Bank Panin)

Berdasarkan Perjanjian Kredit dan Perjanjian
Jaminan tanggal 12 Oktober 2010, Perusahaan
memperoleh fasilitas Pinjaman Money Market
dari Bank Panin dengan jumlah maksimum
sebesar Rp 150.000 untuk keperluan modal kerja
pembiayaan konsumen. Fasilitas kredit ini
memiliki jangka waktu pinjaman sampai dengan
tanggal 12 Oktober 2011. Seluruh fasilitas
Pinjaman Money Market tersebut telah dilunasi
pada tahun 2011. Pada tanggal 3 Februari 2012,
Perusahaan memperoleh kembali fasilitas
pinjaman yang sama, yang akan jatuh tempo
pada tanggal 10 April 2013.

Based on the Credit and Collateral Agreement
dated October 12, 2010, the Company obtained
Money Market Loan facility from Bank Panin with
a maximum amount of Rp 150,000 for the purpose
of customer financing working capital. The facility
period is up to October 12, 2011. In 2011, all
outstanding loan of Money Market Loan facility
has been fuly repaid. On February 3, 2012, the
Company reobtained the same loan facility which
will matured on April 10, 2013.

Fasilitas ini dijamin dengan piutang Perusahaan
sebesar minimum 110% dari jumlah pokok,
jaminan pribadi pihak berelasi dan jaminan
perusahaan dari JMG dan dikenakan tingkat suku
bunga per tahun sebesar 4% di atas JIBOR
1 (satu) bulan.

This facility is secured by the Company‟s
receivables at minimum 110% from outstanding
loan, personal guarantee from related party and
corporate guarantee from JMG and bears annual
interest rate one (1) month JIBOR plus 4%.

42
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

PINJAMAN BANK (lanjutan)

12.

BANK LOANS (continued)

A.

Fasilitas Pinjaman (lanjutan)

A.

Loan Facilities (continued)

3.

PT Bank Pan Indonesia Tbk (Bank Panin)
(lanjutan)

3.

PT Bank Pan Indonesia Tbk (Bank Panin)
(continued)

Selama masa berlakunya perjanjian tersebut,
antara lain, Perusahaan harus mempertahankan
rasio nilai jaminan dengan pokok pinjaman
minimum 110% dari jumlah pokok outstanding,
rasio utang terhadap ekuitas maksimum sebesar
8 (delapan) kali, dan bad debt ratio 0% atas
piutang yang dijaminkan.
Berdasarkan perjanjian tersebut, Perusahaan
tanpa persetujuan tertulis dari Bank Panin
dilarang melakukan hal-hal berikut ini, antara lain
untuk membubarkan Perusahaan, mengikatkan
diri sebagai penjamin terhadap pihak lain,
membayar utang kepada pemegang saham
dalam bentuk apapun juga dan melakukan
merger dan akuisisi.

Based on the agreement, the Company is not
allowed, among others, liquidate the Company,
act as guarantor of obligation of other parties,
repay the Shareholders‟ loan and enters to merger
and acquisition without written consent from the
Bank Panin.

Pada tanggal 31 Desember 2012 (2011),
Perusahaan telah mematuhi seluruh persyaratan
penting tersebut di atas.
4.

While the loan is still outstanding, among others,
the Company shall maintain security coverage
ratio at minimum 110% from outstanding loan,
debt to equity ratio at the maximum of eight (8)
times, and bad debt ratio 0% of collateralized
receivables.

As of December 31, 2012 (2011), the Company
has complied with all important loan covenants
above.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
(Bank BNI)

4.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (Bank
BNI)

Pada tanggal 25 Februari 2008, Perusahaan
memperoleh fasilitas Kredit Modal Kerja dari
Bank BNI dengan batas maksimum pinjaman
sebesar Rp 215.000 dengan jangka waktu
penarikan 1 (satu) tahun sejak tanggal
penandatanganan perjanjian.

On February 25, 2008, the Company obtained
Working Capital Loan Facility from Bank BNI with
a maximum amount of Rp 215,000 with the term
of withdrawal one (1) year since the agreement is
signed.

Pada tanggal 28 Oktober 2011, Bank BNI
menyetujui penambahan fasilitas Kredit Modal
Kerja sehingga menjadi Rp 265.000. Pada
tanggal 26 Juli 2012, Bank BNI menyetujui
perpanjangan jangka waktu fasilitas yang akan
berakhir pada tanggal 24 Februari 2013. Fasilitas
pinjaman yang diperoleh dari Bank BNI tersebut
di atas dikenakan tingkat bunga sebesar 11%.

On October 28, 2011, Bank BNI agreed to provide
additional Working Capital Loan facility amounted
of Rp 265,000. On July 26, 2012, Bank BNI
agreed to extend the term of facility up to February
24, 2013. This loan facility from Bank BNI bears
annual interest rate at 11%.

Fasilitas ini dijamin, antara lain, dengan jaminan
pribadi dari pihak berelasi, jaminan perusahaan
dari JMG dan piutang pembiayaan konsumen
sebesar maksimum 105% dari jumlah fasilitas
kredit.

This facility is secured by personal guarantee from
related parties, corporate guarantee from JMG
and consumer financing receivables at maximum
105% of total credit facility.

Selama masa berlakunya perjanjian tersebut,
antara lain Perusahaan harus mempertahankan
rasio utang terhadap ekuitas maksimum sebesar
10 (sepuluh) kali, rasio aktiva lancar terhadap
liabilitas lancar minimum 1 (satu) kali dan non
performing loan ≤ 2% dari total pembiayaan
konsumen.

While the loan is still outstanding, the Company is
obliged to maintain maximum debt to equity ratio
of ten (10) times, minimum current ratio of one (1)
time and non performing loan ≤ 2% from the total
of consumers financing.

Berdasarkan perjanjian tersebut, Perusahaan
wajib memberitahu Bank BNI secara tertulis
apabila terdapat, antara lain, perubahan
anggaran dasar, perubahan struktur pemegang
saham
dan/atau
perubahan
pengurus,
pembubaran
Perusahaan,
merger
atau
penggabungan usaha.

Based on the agreement, the Company is obliged
to inform Bank BNI in writing, among others, in
case there are changes in the Company‟s article
of association, the changes in shareholders‟
structure and/or changes in the management,
enters into liquidation, merger or consolidation
effort.

43
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

PINJAMAN BANK (lanjutan)

12.

BANK LOANS (continued)

A.

Fasilitas Pinjaman (lanjutan)

A.

Loan Facilities (continued)

4.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
(Bank BNI) (lanjutan)

4.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (Bank
BNI) (continued)

Pada tanggal 31 Desember 2012 (2011),
Perusahaan telah mematuhi seluruh persyaratan
penting tersebut di atas.
5.

As of December 31, 2012 (2011), the Company
has complied with all important loan covenants
above.

Pinjaman Sindikasi - PT Bank Central Asia
Tbk (Sindikasi Bank BCA)

5.

Berdasarkan Perjanjian Kredit Sindikasi tanggal
5 Mei 2010, para kreditur setuju untuk
memberikan fasilitas kredit kepada Perusahaan
dengan jumlah maksimum sebesar Rp 550.000.

Syndicated Loan - PT Bank Central Asia Tbk
(Bank BCA Syndicated)
Based on Syndicated Credit Agreement dated
May 5, 2010, the creditors agreed to provide credit
facility with a maximum amount of Rp 550,000.

Jumlah maksimum
fasilitas/ Total
maximum facility
Para kreditur terdiri dari:
PT Bank Central Asia, Tbk
(sebagai joint mandated lead arranger
dan facility agent )
PT Bank Internasional Indonesia Tbk
(sebagai joint mandated lead arranger
dan security agent)
PT Bank Maybank Indocorp
PT Bank Victoria International Tbk
PT Bank Pan Indonesia Tbk
Jumlah

Rp

200.000

Rp
Rp
Rp
Rp

150.000
100.000
50.000
50.000

The Creditors consist of:
PT Bank Central Asia, Tbk
(as joint mandated lead arranger
and facility agent)
PT Bank Internasional Indonesia Tbk
(as joint mandated lead arranger
and security agent)
PT Bank Maybank Indocorp
PT Bank Victoria International Tbk
PT Bank Pan Indonesia Tbk

Rp

550.000

Total

Jangka waktu fasilitas kredit ini adalah selama
3 (tiga) tahun terhitung sejak tanggal
penandatanganan perjanjian ini termasuk masa
tenggang selama 6 (enam) bulan dan dikenakan
tingkat bunga per tahun sebesar 12,5%.

The term of this facility is three (3) years, included
six (6) months grace periods since the agreement
is signed and bear annual interest rate of 12.5%.

Fasilitas ini dijamin, antara lain dengan piutang
Perusahaan dan jaminan Perusahaan dari JMG,
jaminan pribadi dari pihak berelasi.

This facility is secured by Company‟s receivables,
corporate guarantee from JMG and personal
guarantee from related party.

Berdasarkan perjanjian pinjaman tersebut, tanpa
persetujuan tertulis terlebih dahulu dari bank
peserta sindikasi, Perusahaan tidak boleh
melakukan hal-hal sebagai berikut, antara lain
mengubah anggaran dasar, susunan pengurus,
melakukan merger dan akuisisi.

Based on the agreement, the Company is not
allowed, among others, changes the Company‟s
article of association and management, enters to
merger and acquisition without written consent
from the syndicated bank participants.

Selama masa berlakunya perjanjian tersebut,
antara lain Perusahaan harus mempertahankan
rasio utang terhadap ekuitas maksimum sebesar
8 (delapan) kali, dan rasio non performing loan
diatas 30 (tiga puluh) hari maksimum sebesar
4%.

While the loan is still outstanding, the Company is
obliged to maintain maximum debt to equity ratio
eight (8) times, and maximum non performing loan
above thirty (30) days of 4%.

Pada tanggal 31 Desember 2012 (2011),
Perusahaan telah mematuhi seluruh persyaratan
penting tersebut di atas.

As of December 31, 2012 (2011), the Company
has complied with all important loan covenants
above.

Saldo
pinjaman
tersebut
pada
tanggal
31 Desember 2012 (2011), sesuai dengan nilai
kontrak
adalah
sebesar
Rp
110.000
(Rp 330.000).

As of December 31, 2012 (2011), the balance of
this facility, based on the contract value amounted
to Rp 110,000 (Rp 330,000).

44
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

PINJAMAN BANK (lanjutan)

12.

BANK LOANS (continued)

A.

Fasilitas Pinjaman (lanjutan)

A.

Loan Facilities (continued)

6.

PT Bank Permata Tbk (Bank Permata)

6.

PT Bank Permata Tbk (Bank Permata)

Berdasarkan Perjanjian Pemberian Fasilitas
Pinjaman Atas Piutang Pembiayaan Kendaraan
tanggal 31 Maret 2010, Bank Permata setuju
untuk memberikan fasilitas pinjaman berupa
pembiayaan atas piutang kendaraan dengan
jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp 300.000,
yang terakhir diubah pada tanggal 2 Maret 2011
sehingga jumlah fasilitas maksimum menjadi
Rp 350.000 dengan jangka waktu fasilitas selama
12 (dua belas) bulan, yang dapat diperpanjang
sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak.
Pada tanggal 31 Desember 2012 (2011), saldo
pinjaman tersebut sesuai dengan nilai kontrak
adalah sebesar Rp 104.081 (Rp 111.048).

Based on the Revolving Loan Receivables
Financing Facility Agreement dated March 31,
2010, Bank Permata agreed to provide loan facility
in the form of revolving loan receivables financing
with a total maximum facility amounting
Rp 300,000, which was last amended on March 2,
2011 to become maximum amount of Rp 350,000
with the term of the facility is twelve (12) months,
and can be extended by mutual agreement of both
parties. As of December 31, 2012 (2011), the
balance of this facility based on the contract value
amounted to Rp 104,081 (Rp 111,048).

Tingkat bunga fasilitas pinjaman berupa
pembiayaan atas piutang kendaraan yang
dikenakan oleh Bank Permata bersifat tetap untuk
setiap kelompok pencairan dimana ditentukan
untuk jangka waktu pembiayaan 1 (satu) tahun:
10,5%, 2 (dua) tahun: 10,75% dan 3 (tiga) tahun:
11%. Jaminan atas fasilitas ini antara lain adalah
piutang Perusahaan sebesar 100% dari jumlah
outstanding, jaminan pribadi dari pihak berelasi
dan jaminan perusahaan dari JMG.

The fixed interest rate for revolving loan
receivables financing facility charged by Bank
Permata for each withdrawal batch, with a
financing period of one (1) year: 10.5%, two (2)
years: 10.75%, three (3) years: 11%. This facility
is secured by Company‟s receivables amounted to
100% of outstanding loan, personal guarantee
from related parties, corporate guarantee from
JMG.

Pada tanggal 15 Desember 2009, Bank Permata
memberikan fasilitas term loan maksimum
sebesar Rp 150.000 dan jangka waktu fasilitas
selama 36 (tiga puluh enam) bulan. Pada tanggal
5 September 2012, Bank Permata menyetujui
perpanjangan jangka waktu fasilitas yang akan
berakhir pada tanggal 23 Juni 2013. Pada tanggal
31 Desember 2012 (2011) saldo pinjaman
fasilitas term loan sesuai dengan nilai kontrak
adalah sebesar Rp 4.303 (Rp 54.276).

On December 15, 2009, Bank Permata agreed to
provide the term loan facility with maximum facility
amount of Rp 150,000, and the term of the facility
is thirty-six (36) months. On September 5, 2012,
Bank Permata agreed to extended the term of
facility up to June 23, 2013. As of December 31,
2012 (2011), the balance of the term loan facility
based on the contract value amounted to
Rp 4,303 (Rp 54,276).

Tingkat bunga fasilitas term loan adalah sebesar
13% per tahun. Perjanjian tersebut dijamin
dengan jaminan fidusia atas piutang Perusahaan
minimum sebesar 100% dari jumlah outstanding,
jaminan pribadi dari pihak berelasi dan jaminan
perusahaan dari JMG.

The annual interest rate for term loan facility is at
13%. The agreement was secured by fiduciary
transfer of the Company‟s receivables from
customers minimum of 100% of outstanding loan,
personal guarantee from related party and
corporate guarantee from JMG.

Berdasarkan perjanjian tersebut, Perusahaan,
antara lain wajib menjaga persentase rata-rata
penghapusan piutang terhadap total portofolio
selama 12 (dua belas) bulan terakhir dibawah
5%, persentase rata-rata tunggakan pinjaman
maksimum 4% dan perbandingan utang terhadap
ekuitas tidak melebihi 9,5 (sembilan koma lima)
kali.

Based on the agreement, the Company, among
other shall maintain the percentage average net
write-off to total portfolio at maximum 5% in the
last twelve (12) months, maximum deliquency in
average loan of 4% and maximum debt to equity
ratio of nine poin five (9.5) times.

45
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

PINJAMAN BANK (lanjutan)

12.

A.

Fasilitas Pinjaman (lanjutan)

6.

PT Bank
(lanjutan)

Permata

Tbk

BANK LOANS (continued)
A.

(Bank

6.

Permata)

Loan Facilities (continued)
PT Bank Permata
(continued)

Tbk

(Bank

Permata)

Berdasarkan perjanjian kredit pada tanggal
31 Mei 2012, Perusahaan memperoleh Fasilitas
Money Market dengan jumlah maksimum sebesar
Rp 200.000. Fasilitas ini mempunyai jangka
waktu kredit sampai dengan tanggal 31
Desember 2012 atau sampai dengan 1 (satu)
minggu setelah penerbitan obligasi. Saldo
pinjaman tersebut sudah dilunasi seluruhnya
pada bulan Juli 2012.
Fasilitas ini dijamin dengan piutang Perusahaan
senilai fasilitas pembiayaan, jaminan pribadi dari
pihak berelasi dan jaminan Perusahaan dari
JMG.
Selain
itu,
Perusahaan
wajib
memberitahukan secara tertulis kepada Bank
Permata,
antara
lain,
untuk
melakukan
perubahan
anggaran
dasar,
perubahan
pemegang saham, melakukan pembubaran,
merger dan atau konsolidasi.

This facility is secured by the Company‟s
receivables at outstanding amount of this loan
facility, personal guarantee from related party and
corporate guarantee from JMG. Moreover, the
Company is obliged to inform Bank Permata in
writing, among others, in case there are changes in
the Company‟s article of association, the changes
in shareholders‟, enters into liquidation, merger
and or consolidation.

Pada tanggal 31 Desember 2012 (2011),
Perusahaan telah mematuhi seluruh persyaratan
penting tersebut di atas.
7.

Based on the credit agreement dated May 31,
2012, Company obtained Money Market Facility
with maximum amount to Rp 200,000. The term of
this credit facility is up to December 31, 2012 or up
to one (1) week after the bonds issued. On July
2012, all of outstanding loan has been fully repaid.

As of December 31, 2012 (2011), the Company
has complied with all important loan covenants
above.

PT Bank CIMB Niaga Tbk (Bank CIMB Niaga)

7.

PT Bank CIMB Niaga Tbk (Bank CIMB Niaga)

Pada tanggal 1 September 2010 dan
23 Desember 2010, Perusahaan memperoleh
fasilitas pinjaman transaksi khusus dari Bank
CIMB Niaga dengan jumlah fasilitas maksimum
masing-masing sebesar Rp 100.000 dengan
jangka waktu fasilitas 36 (tiga puluh enam) bulan
sejak tanggal penandatanganan perjanjian.
Fasilitas ini dikenakan bunga per tahun masingmasing sebesar 11,75% dan 12%. Saldo fasilitas
ini pada tanggal 31 Desember 2012 (2011)
sesuai dengan nilai kontrak adalah sebesar
Rp 72.500 (Rp 139.167).

On September 1, 2010 and December 23, 2010,
the Company obtained special transaction facility
from Bank CIMB Niaga with a maximum amount
of Rp 100,000, respectively, with the term of
withdrawal thirty-six (36) months since the
agreement is signed. This facility bears annual
interest rate of 11.75% and 12%. As of
December 31, 2012 (2011) the balance of this
facility, based on the contract value is amounted
to Rp 72,500 (Rp 139,167).

Fasilitas ini dijamin secara fidusia dengan
kendaraan bermotor yang dibiayai dengan jumlah
minimum 110% dari jumlah outstanding. Selama
masa berlakunya perjanjian tersebut, antara lain
Perusahaan harus mempertahankan rasio utang
terhadap ekuitas maksimum sebesar 8 (delapan)
kali, rasio likuiditas minimum 1 (satu) kali dan non
performing loan maksimum 5% dari total
pembiayaan konsumen.

This facility is secured by fiduciary guarantee of
the financed motor vehicles with minimum amount
110% of outstanding loan. While the loan is still
outstanding, the Company is obliged to maintain
maximum debt to equity ratio of eight (8) times,
minimum liquidity ratio of one (1) time and non
performing loan at maximum 5% from the total of
consumers financing.

Pada tanggal 31 Desember 2012 (2011),
Perusahaan telah mematuhi seluruh persyaratan
penting tersebut di atas.

As of December 31, 2012 (2011), the Company
has complied with all important loan covenants
above.

46
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

PINJAMAN BANK (lanjutan)

12.

BANK LOANS (continued)

A.

Fasilitas Pinjaman (lanjutan)

A.

Loan Facilities (continued)

8.

PT Bank ICBC Indonesia (Bank ICBC)

8.

PT Bank ICBC Indonesia (Bank ICBC)

Pada tanggal 25 Agustus 2010, Perusahaan
memperoleh fasilitas Pinjaman Tetap Installment
(PTI) 1 dan 2 dari Bank ICBC untuk pembiayaan
piutang konsumen dengan jumlah maksimum
fasilitas masing-masing sebesar Rp 25.000.
Fasilitas kredit ini memiliki jangka waktu selama
3 (tiga) tahun dengan tingkat bunga pinjaman
sebesar 12% per tahun. Fasilitas ini dijamin
dengan piutang pembiayaan konsumen sebesar
110% dari jumlah fasilitas kredit.
Pada tanggal 10 Mei 2011, Perusahaan
memperoleh fasilitas Pinjaman Tetap Installment
(PTI) 3 sebesar Rp 100.000. Fasilitas kredit ini
memiliki jangka waktu selama 3 (tiga) tahun
dengan tingkat bunga pinjaman sebesar 11,5%
per tahun. Fasilitas ini dijamin dengan piutang
pembiayaan konsumen sebesar 110% dari
jumlah fasilitas kredit dan jaminan pribadi dari
pihak berelasi.

On May 10, 2011, the Company obtained the
Installment Fixed Loan (PTI) 3 with maximum
facility amount to Rp 100,000. The term of this
facility is three (3) years with bear annual interest
rate of 11.5%. This facility is secured by
Company‟s consumer financing receivables at
minimum 110% of the amount of the outstanding
facility and personal guarantee from related
parties.

Pada tanggal 31 Desember 2012 (2011), saldo
pinjaman sesuai dengan nilai kontrak adalah
sebesar Rp 72.778 (Rp 122.778).

As of December 31, 2012 (2011), the balance of
this facility based on the contract value amounted
to Rp 72,778 (Rp 122,778).

Selama masa berlakunya perjanjian tersebut,
antara lain Perusahaan harus mempertahankan
rasio utang terhadap ekuitas maksimum sebesar
8 (delapan) kali dan non performing piutang lebih
dari 30 (tiga puluh) hari maksimum 4% terhadap
rata-rata piutang.

While the loan is still outstanding, the Company is
obliged to maintain maximum debt to equity ratio
of eight (8) times, and non performing receivable
more than thirty (30) days at maximum 4% from
the average receivables.

Pada tanggal 31 Desember 2012 (2011),
Perusahaan telah mematuhi seluruh persyaratan
penting tersebut di atas.
9.

On August 25, 2010, the Company obtained the
Installment Fixed Loan 1 and 2 facility from Bank
ICBC for the purpose of account receivables
financing with a maximum facility amounted of
Rp 25,000, respectively. The term of this facility is
three (3) years with the annual interest rate of
12%. This facility is secured by consumer
financing receivables at 110% of total credit
facility.

As of December 31, 2012 (2011), the Company
has complied with all important loan covenants
above.

PT Bank OCBC NISP Tbk (Bank OCBC NISP)

9.

Pada tanggal 22 Juli 2011, Bank OCBC NISP
menyetujui pemberian fasilitas Term Loan
dengan jumlah maksimum sebesar Rp 100.000.
Fasilitas tersebut dikenakan tingkat bunga per
tahun sebesar 3,75% di atas JIBOR 1 (satu)
bulan dan jangka waktu 36 (tiga puluh enam)
bulan.
Berdasarkan
perjanjian
tersebut,
Perusahaan wajib mempertahankan Gearing
rasio maksimum 8 (delapan) kali dan jumlah
angsuran tertunggak selama 90 (sembilan puluh)
hari tidak boleh melebihi 1,5% dari jumlah saldo
piutang pembiayaan konsumen. Fasilitas ini
dijamin dengan piutang Perusahaan minimum
110% dari jumlah fasilitas yang digunakan,
jaminan pribadi dari pihak berelasi dan jaminan
Perusahaan dari JMG.

PT Bank OCBC NISP Tbk (Bank OCBC NISP)
On July 22, 2011, Bank OCBC NISP ageed to
provide the Term Loan facility with maximum
amounted to Rp 100,000. That facility bear annual
interest rate is one (1) month and thirty six (36)
months JIBOR plus 3.75%. Based on the
agreement, the Company is obliged to maintain
maximum Gearing Ratio of eight (8) times and
Non Performing Loan for ninety (90) days
maximum 1.5% of total outstanding customer
receivables. This facility is secured by Company`s
receivables, minimum at 110% from total
maximum facility, personal guarantee from related
parties and corporate guarantee from JMG.

47
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

PINJAMAN BANK (lanjutan)

12.

BANK LOANS (continued)

A.

Fasilitas Pinjaman (lanjutan)

A.

Loan Facilities (continued)

9.

PT Bank OCBC NISP Tbk (Bank OCBC NISP)
(lanjutan)

9.

PT Bank OCBC NISP Tbk (Bank OCBC NISP)
(continued)

Berdasarkan perjanjian pinjaman tersebut, tanpa
persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Bank
OCBC NISP, Perusahaan tidak boleh melakukan
hal-hal sebagai berikut, antara lain melakukan
merger, akuisisi dan konsolidasi, investasi ke
perusahaan lain, mengubah usaha atau status
hukum, serta memberikan pinjaman kepada pihak
lain.
Pada tanggal 31 Desember 2012 (2011),
Perusahaan telah mematuhi seluruh persyaratan
penting tersebut di atas.
10.

Based on the agreement, the Company is not
allowed, among others, enters to merger,
acquisition and consolidation, investment to other
company, change the Company‟s activity or status
and give loan to other without written consent from
Bank OCBC NISP.

As of December 31, 2012 (2011), the Company
has complied with all important loan covenants
above.

PT Bank Central Asia Tbk (Bank BCA)

10. PT Bank Central Asia Tbk (Bank BCA)

Pada tanggal 23 April 2010, Perusahaan
mamperoleh Fasilitas Kredit Rekening Koran
dengan jumlah maksimum Rp 25.000 dari Bank
BCA dengan jangka waktu fasilitas sampai
dengan tanggal 23 April 2013. Tingkat bunga per
tahun sebesar 10%. Sesuai dengan perjanjian,
Perusahaan harus menjaga dan memelihara
rasio total utang terhadap ekuitas maksimum 8
(delapan) berbanding 1 (satu) dan jumlah
tunggakan diatas 30 (tiga puluh) hari maksimum
4%.

On April 23, 2010, the Company obtained
revolving current account loan facility with a
maksimum amount of Rp 25,000 from Bank BCA
with the term of facility up to April 23, 2013. The
annual interest rates is 10%. Based on the
agreement, the Company is obliged to maintain
debt to equity ratio maximum eight (8) to one (1)
times, maximum total delinquency above thirty
(30) days of 4%.

Fasilitas tersebut dijaminkan dengan piutang
sebesar 110%, jaminan dari pihak berelasi dan
jaminan perusahaan JMG.

This facility is secured by consumer financing
receivables at 110%, personal guarantee from
related party and corporate guarantee from JMG.

Pada tanggal 21 Februari 2011, Perusahaan
mamperoleh fasilitas Installment Loan dengan
jumlah maksimum Rp 150.000 dari Bank BCA,
dengan jangka waktu selama 36 (tiga puluh
enam) bulan dan tingkat bunga pinjaman sebesar
11,25% per tahun.

On February 21, 2011, the Company obtained the
Installment Loan facility with a maximum amount
of Rp 150,000 from Bank BCA, the term of this
facility is thirty six (36) months and bear prior
annual interest rate of 11.25%.

Selain itu, sesuai dengan perjanjian tersebut,
Perusahaan harus mendapatkan persetujuan
tertulis sebelum melakukan hal-hal berikut ini,
antara lain, memperoleh pinjaman baru,
melakukan transaksi dengan pihak ketiga,
likuidasi, investasi baru, akuisisi, merger dan
merubah status, anggaran dasar, susunan Direksi
dan Dewan Komisaris serta para pemegang
saham.

Moreover, based on the agreement, without
written consent, the Company is not allowed to,
among others, obtain new loan, doing transaction
with related parties, enter into liquidation,
investment, acquisition, merger and change the
Company‟s status, Company‟s article of
association,
Boards
of
Directors
and
Commissioners, and Shareholders.

Pada tanggal 31 Desember 2012 (2011)
Perusahaan telah mematuhi seluruh persyaratan
penting tersebut di atas.

As of December 31, 2012 (2011) the Company
has complied with all important loan covenants
above.

48
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

PINJAMAN BANK (lanjutan)
A.

Fasilitas Pinjaman (lanjutan)

11.

PT Bank ICB
Bumiputera)

12.

Bumiputera

BANK LOANS (continued)
A.

Tbk

(Bank

Loan Facilities (continued)

11. PT Bank ICB
Bumiputera)

Bumiputera

Tbk

(Bank

Berdasarkan Perjanjian Kredit pada tanggal 3 Mei
2012, Bank Bumiputera menyetujui pemberian
fasilitas Term Loan dengan jumlah maksimum
sebesar Rp 58.000 dan tingkat suku bunga yang
dikenakan untuk kendaraan bermotor baru
selama 3 (tiga) tahun sebesar 11,5% per tahun
dan untuk kendaraan bermotor bekas selama 2
(dua) tahun sebesar 13% per tahun. Fasilitas ini
memiliki jangka waktu sampai dengan tanggal
3 November 2016.
Selama masa berlakunya perjanjian tersebut,
antara lain, Perusahaan harus mempertahankan
persentase collateral coverage minimum 110%,
persentase penghapusan piutang terhadap total
portofolio selama 12 (dua belas) bulan terakhir
dibawah 2%, rasio total utang terhadap modal
tidak melebihi 8 (delapan) kali, persentase ratarata tunggakan pinjaman di atas 90 hari
maksimum 2%. Selain itu, Perusahaan tidak
diperkenankan, antara lain, untuk melakukan
melakukan likuidasi, merger, konsolidasi, akuisisi,
mengubah anggaran dasar, tanpa persetujuan
tertulis dari Bank Bumiputera.

While the loan is still outstanding, the Company is
obliged to maintain percentage of collateral
coverage at minimum 110%, percentage net writeoff receivable to total portofolio at maximum 2% in
the last twelve (12) months, total debt to equity
ratio maximum eight (8) times, percentage of
deliquency in average loan for ninety (90) days
maximum 2%. Moreover, the Company is not
allowed, among others, enter into liquidation,
merger, consolidation, acquisition, changes in the
Company‟s article of association, without written
consent from Bank Bumiputera.

Pada tanggal 31 Desember 2012, Perusahaan
telah mematuhi seluruh persyaratan penting
tersebut di atas.
12.

Based on the Credit Agreement dated May 3,
2012, Bank Bumiputera agreed to provide Term
Loan Facility with maximum amount of Rp 58,000
and bears annual interest rate for new motorcycle
is 11.5% for three (3) years and for used
motorcycle is 13% for two (2) years. The term of
this facility is up to November 3, 2016.

As of December 31, 2012, the Company has
complied with all important loan covenants above.

PT Bank Victoria International Tbk (Bank
Victoria)

12. PT Bank Victoria International Tbk (Bank
Victoria)

Pada tanggal 22 Juli 2011, Bank Victoria
menyetujui pemberian fasilitas Kredit Modal Kerja
Pinjaman Tetap Angsuran II (KMK-PTDA II)
dengan jumlah maksimum sebesar Rp 50.000.
Fasilitas tersebut dikenakan tingkat bunga tetap
sebesar 12% per tahun dan jangka waktu 36 (tiga
puluh enam) bulan. Fasilitas ini dijamin dengan
piutang Perusahaan minimum 110% dari jumlah
fasilitas yang digunakan, jaminan pribadi dari
pihak berelasi dan jaminan Perusahaan dari
JMG.

On July 22, 2011, Bank Victoria agreed to provide
the fixed loan working capital (KMK-PTDA II)
facility with a maximum amount of Rp 50,000. This
loan facility bear fixed annual interest rate of 12%
and the term of the facility thirty six (36) months.
This facility was secured by Company‟s
receivables at minimum 110% of total credit
facility, personal guarantee from related parties
and corporate guarantee from JMG.

Berdasarkan perjanjian tersebut, Perusahaan
diwajibkan menjaga rasio jaminan dengan
fasilitas kredit, selain itu, Perusahaan tanpa
persetujuan tertulis dari Bank Victoria dilarang
melakukan hal-hal berikut ini, antara lain
melakukan merger, akuisisi dan menjual atau
memindahtangankan hak atas harta kekayaan,
mengajukan
permohonan
dipailitkan
dan
memberikan pinjaman kepada pihak lain.

Based on the agreement, the Company is obliged
to maintain guarantee to credit facility ratio, not
allowed, moreover, the Company is not allowed
among others, merger, acquisition and sale or
give the right of assets, liquidate the Company
and give new loan to other parties without written
consent from the Bank Victoria.

Pada tanggal 31 Desember 2012 (2011),
Perusahaan telah mematuhi seluruh persyaratan
penting tersebut di atas.

As of December 31, 2012 (2011), the Company
has complied with all important loan covenants
above.

49
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

PINJAMAN BANK (lanjutan)
A.

Fasilitas Pinjaman (lanjutan)

13.

PT
Bank
Commonwealth)

12.

Commonwealth

BANK LOANS (continued)
A.

(Bank

Loan Facilities (continued)

13. PT
Bank
Commonwealth)

Commonwealth

(Bank

Pada tanggal 3 Oktober 2012, Perusahaan
memperoleh fasilitas Term Loan dari Bank
Commonwealth dengan jumlah maksimum
sebesar Rp 60.000. Fasilitas ini mempunyai
jangka waktu selama 36 (tiga puluh enam) bulan
untuk setiap penarikan dan tingkat suku bunga
tetap sebesar 10,75% per tahun. Pinjaman
tersebut dijaminkan dengan piutang sebesar
110%.
Berdasarkan perjanjian tersebut, Perusahaan
tidak diperkenankan untuk merubah susunan
pemegang saham, anggaran dasar, Dewan
Direksi dan Komisaris, serta pembayaran deviden
tanpa
persetujuan
tertulis
dari
Bank
Commonwealth. Selain itu, Perusahaan wajib
menjaga persentase kepemilikan pemegang
saham mayoritas minimum 51% dari total modal,
jumlah tunggakan diatas 90 (sembilan puluh) hari
maksimum 2% dan gearing ratio maksimum 8
(delapan) kali.

Based on this agreement, the Company is not
allowed to changes the Company‟s shareholders,
the Company‟s article of association, the Board of
Directors and Commissioners, payment of
dividend without written consent from Bank
Commonwealth. Moreover, the Company is
obliged to maintain the percentage of mayority
shareholder‟s ownership at minimum 51% of total
capital, maximum total delinquency above ninety
(90) days of 2% and maximum gearing ratio of
eight (8) times.

Pada tanggal 31 Desember 2012, Perusahaan
telah mematuhi seluruh persyaratan penting
tersebut di atas.
14.

On October 3, 2012, Company obtained Term
Loan facility from Bank Commonwealth with
maximum amount of Rp 60,000. The term of this
facility is thirty six (36) months for each withdrawal
and the fixed annual interest rate of 10.75%. This
facility was secured by Company‟s receivables at
110%.

As of December 31, 2012, the Company has
complied with all important loan covenants above.

PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (Bank
Artha Graha)

14. PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (Bank
Artha Graha)

Berdasarkan Perjanjian Kredit untuk fasilitas
Revolving Loan tanggal 26 Maret 2008,
Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman untuk
pembiayaan
konsumen
dengan
jumlah
maksimum Rp 50.000. Fasilitas kredit ini memiliki
jangka waktu selama 1 (satu) tahun sampai
dengan tanggal 26 Maret 2009, dengan tingkat
bunga pinjaman floating sebesar 14% per tahun.

Based on the Credit Agreement for the Revolving
Loan facility dated March 26, 2008, the Company
obtained the joint financing facility with a
maximum facility amounted of Rp 50,000. The
term of this facility is one (1) year until March 26,
2009 with the floating annual interest rate of 14%.

Pada tanggal 25 Maret 2011, Perusahaan
memperpanjang fasilitas Revolving Loan dan
memperoleh tambahan fasilitas pinjaman Fixed
Loan dengan jumlah maksimum Rp 50.000
dengan syarat dan ketentuan sesuai dengan
Perjanjian Kredit tanggal 26 Maret 2008. Fasilitas
kredit ini memiliki jangka waktu selama 1 (satu)
tahun dengan tingkat bunga pinjaman floating
sebesar 14% per tahun. Pada tanggal
31 Desember 2011 saldo pinjaman fasilitas
revolving loan adalah sebesar Rp 49.994.
Seluruh fasilitas Pinjaman Revolving Loan
tersebut telah dilunasi pada tahun 2012.

On March 25, 2011, the Company extended the
Revolving Loan and obtained the Fixed Loan
facility with a maximum facility amounting of
Rp 50,000 with term and condition as mentioned
in Credit Agreement on March 26, 2008. The term
of this facility is up to one (1) year with the floating
annual interest rate of 14%. As of December 31,
2011, the balance of the revolving loan facility
amounted to Rp 49,994. In 2012, all outstanding
loan of Revolving Loan facility has been fully
repaid.

Pada tanggal 6 Desember 2010, Perusahaan
memperoleh fasilitas kredit Fixed Loan-2 dengan
jumlah maksimum Rp 50.000. Pada tanggal
11 Februari 2011, Bank Artha Graha menyetujui
penambahan
fasilitas
sehingga
menjadi
Rp 100.000 dengan jangka waktu maksimum
3 (tiga) tahun setelah pencairan terakhir atau
tanggal 14 Agustus 2014. Fasilitas kredit ini
memiliki tingkat bunga pinjaman floating sebesar
13,5% per tahun. Pada tanggal 31 Desember
2012 (2011), saldo pinjaman fasilitas pinjaman
Fixed Loan sesuai dengan nilai kontrak adalah
sebesar Rp 24.840 (Rp 60.604).

On December 6, 2010, the Company obtained the
Fixed Loan-2 credit facility with a maximum
facility amounting of Rp 50,000. On February 11,
2011, Bank Artha Graha agreed to provide
additional facility amounted of Rp 100,000, with
the term of this facility maximum up to three (3)
years after the last withdrawal or on August 14,
2014. This credit facility have the floating annual
interest rate of 13.5%. As of December 31, 2012
(2011), the balance of the Fixed Loan facility
based on the contract value amounted to
Rp 24,840 (Rp 60,604).

50
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

PINJAMAN BANK (lanjutan)

12.

BANK LOANS (continued)

A.

Fasilitas Pinjaman (lanjutan)

A.

14.

PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (Bank
Artha Graha) (lanjutan)

14. PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (Bank
Artha Graha) (continued)

Jaminan atas fasilitas ini adalah piutang, jaminan
pribadi dari pihak berelasi dan jaminan
perusahaan dari JMG, pemegang saham
Perusahaan.

This facility is secured by the Company‟s
receivables, personal guarantees from related
parties and the corporate guarantee from JMG,
the Company's shareholders.

Selain itu, berdasarkan perjanjian tersebut,
selama pinjaman belum dilunasi, Perusahaan
harus memberitahu Bank Artha Graha secara
tertulis apabila terdapat, antara lain, perubahan
anggaran dasar, perubahan struktur pemegang
saham
dan/atau
perubahan
pengurus,
pembubaran
Perusahaan,
merger
atau
penggabungan usaha.

Moreover, based on the agreement, as long as the
loan is still outstanding, the Company is obliged to
inform Bank Artha Graha in writing in case there
are changes in the Company‟s article of
association, the changes in shareholders structure
and/or changes in the management, enters into
liquidation, merger or consolidation.

Pada tanggal 31 Desember 2012 (2011),
Perusahaan telah mematuhi seluruh persyaratan
penting tersebut di atas.

As of December 31, 2012 (2011), the Company
has complied with all important loan covenants
above.

15.

PT Bank Agris (Bank Agris)

15.

Loan Facilities (continued)

PT Bank Agris (Bank Agris)

Berdasarkan Perjanjian Kredit pada tanggal
7 September 2012, Perusahaan memperoleh
fasilitas pinjaman Kredit Modal Kerja dari Bank
Agris dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar
Rp 45.000. Jangka waktu fasilitas 24 (dua puluh
empat) bulan sejak tanggal penandatanganan
perjanjian. Fasilitas ini dijaminkan secara fidusia
sebesar 110% dari total pinjaman dan dikenakan
bunga per tahun sebesar 11%.
Selama masa berlakunya perjanjian tersebut,
antara lain Perusahaan harus menjaga gearing
ratio maksimum sebesar 10 (sepuluh) kali,
delinquency ratio untuk piutang lebih dari 90 hari
≤ 5%, serta memberitahukan secara tertulis
kepada Bank Agris apabila terdapat perubahan
susunan pengurus dan atau komposisi pemegang
saham mayoritas Perusahaan, melakukan merger
atau akuisisi.

While the loan is still outstanding, the Company is
obliged to maintain maximum gearing ratio of ten
(10) times, maximun delinquency ratio for
receivable above ninety (90) days of 5% and the
Company is obliged to inform Bank Agris with
writing consent in case there are changes in the
Company‟s management and or mayority
Company‟s shareholders composition, merger or
acquisition.

Pada tanggal 31 Desember 2012, Perusahaan
telah mematuhi seluruh persyaratan penting
tersebut di atas.
16.

Based on Credit Agreement dated September 7,
2012, the Company obtained Working Capital
facility from Bank Agris with maximum amount of
Rp 45,000. The term of this facility is twenty-four
(24) months since the agreement is signed. This
facility is secured by fiduciary guarantee with
amount 110% of outstanding loan and bears
annual interest rate is 11%.

As of December 31, 2012, the Company has
complied with all important loan covenants above.

Bank of China Limited (Bank of China)

16. Bank of China Limited (Bank of China)

Pada tanggal 31 Agustus 2010, Perusahaan
memperoleh fasilitas pinjaman berjangka dari
Bank of China untuk modal kerja dengan jumlah
maksimum fasilitas sebesar Rp 50.000. Fasilitas
kredit ini memiliki jangka waktu selama
3 (tiga) tahun dengan tingkat bunga pinjaman
sebesar tingkat suku bunga JIBOR 1 (satu) bulan
ditambah 4,25% per tahun.

On August 31, 2010, the Company obtained the
Term Loan facility from Bank of China for the
purpose of working capital with a maximum facility
amounted of Rp 50,000. The term of this facility is
three (3) years with the annual interest rate of one
(1) month JIBOR plus 4.25%.

Jaminan atas fasilitas ini adalah piutang sebesar
110% dari saldo pinjaman dan jaminan
perusahaan dari JMG, pemegang saham
Perusahaan.

This facility is secured by the Company‟s
receivables up to 110% of the outstanding loan
and the corporate guarantee from JMG, the
Company's shareholders.

51
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

PINJAMAN BANK (lanjutan)

12.

BANK LOANS (continued)

A.

Fasilitas Pinjaman (lanjutan)

A.

16.

Bank of China Limited (Bank of China)
(lanjutan)

16. Bank of China Limited
(continued)

Loan Facilities (continued)
(Bank of China)

Selama masa berlakunya perjanjian tersebut,
antara lain Perusahaan harus mempertahankan
rasio utang terhadap ekuitas maksimum sebesar
10 (sepuluh) kali, rasio biaya terhadap
pendapatan maksimum 70% dan rasio non
performing assets lebih dari 90 (sembilan puluh)
hari terhadap piutang sebesar 4%.
Pada tanggal 31 Desember 2012 (2011),
Perusahaan telah mematuhi seluruh persyaratan
penting tersebut di atas.
17.

While the loan is still outstanding, the Company is
obliged to maintain debt to equity ratio at the
maximum of ten (10) times, Cost to Income ratio
not to exceed 70% and non performing over ninety
(90) days to total receivables at 4%.

As of December 31, 2012 (2011), the Company
has complied with all important loan covenants
above.

PT Bank Hana (Bank Hana)

17. PT Bank Hana (Bank Hana)

Berdasarkan Perjanjian Kredit tanggal 27 Mei
2009, Perusahaan memperoleh fasilitas Pinjaman
Modal Kerja Pembiayaan Konsumen dari Bank
Hana dengan batas maksimum kredit sejumlah
Rp 30.000 dengan jangka waktu selama 2 (dua)
tahun dan tingkat bunga pinjaman sebesar 15%
untuk satu tahun pertama.
Selanjutnya, pada tanggal 1 Desember 2009 dan
22 Februari 2011, Bank Hana menyetujui
penambahan fasilitas sejumlah Rp 20.000 dan
Rp 30.000, sehingga jumlah fasilitas maksimum
menjadi Rp 80.000, dengan jangka waktu fasilitas
selama 2 (dua) tahun sejak tanggal pencairan
dan tingkat bunga pinjaman sebesar 12,5% untuk
satu tahun pertama.

Furthermore, on December 1, 2009 and
February 22, 2011, Bank Hana agreed to provide
additional facility amounted of Rp 20,000 and
Rp 30,000, therefore the maximum facility amount
become Rp 80,000 and the term of facility is up to
two (2) years since the withdrawal date and bears
annual interest rate of 12.5% for the first year.

Fasilitas ini dijamin dengan piutang Perusahaan
minimum sebesar 110% dari jumlah fasilitas yang
digunakan.

This facility is secured by the Company‟s
consumer financing receivables minimum at 110%
from used facility.

Berdasarkan perjanjian tersebut, Perusahaan
tanpa persetujuan tertulis dari Bank Hana
dilarang melakukan hal-hal berikut ini, antara lain
merubah anggaran dasar perusahaan dan/atau
susunan pengurusnya, mengikatkan diri sebagai
penjamin terhadap pihak ketiga, menerima
fasilitas kredit apapun bentuknya dari bank lain,
membagi deviden, membayar utang kepada
pemegang saham.

Based on the agreement, the Company is obliged
to inform Bank Hana with writing consent in case
there are changes in the Company‟s article of
association and/or changes in the management,
act as guarantor of obligation of other parties,
obtain credit facility from other banks, distribute
dividends, repay the Shareholders‟ loan.

Pada tanggal 31 Desember 2012 (2011),
Perusahaan telah mematuhi seluruh persyaratan
penting tersebut di atas.
18.

Based on the Credit Agreement dated May 27,
2009, the Company obtained the Working Capital
Consumer Financing facility from Bank Hana with
a maximum credit facility amounting Rp 30,000,
the term of facility is two (2) years and bears
annual interest rate of 15% for the first year.

As of December 31, 2012 (2011), the Company
has complied with all important loan covenants
above.

PT Bank Mayora (Bank Mayora)

18. PT Bank Mayora (Bank Mayora)

Berdasarkan
Perjanjian
Kredit
tanggal
25 Juni 2008, Perusahaan memperoleh fasilitas
pinjaman berjangka dari Bank Mayora dengan
batas maksimum kredit sejumlah Rp 5.000, yang
telah beberapa kali mengalami perubahan dan
terakhir pada tanggal 25 September 2012,
dengan batas maksimum fasiltas Rp 20.000 dan
jangka waktu pinjaman sampai dengan tanggal
1 Juli 2013.

Based on the Credit Agreement dated
June 25, 2008, the Company obtained term loan
facility from Bank Mayora with maximum credit
limit of Rp 5,000 which has been amended several
times, the latest on September 25, 2012, with
maximum credit limit of Rp 20,000 and the term of
facility is up to July 1, 2013.

52
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

PINJAMAN BANK (lanjutan)

12.

BANK LOANS (continued)

A.

Fasilitas Pinjaman (lanjutan)

A.

18.

PT Bank Mayora (Bank Mayora) (lanjutan)

18. PT Bank Mayora (Bank Mayora) (continued)

Fasilitas pinjaman yang diperoleh dari Bank
Mayora tersebut dikenakan tingkat bunga
sebesar 11,25% per tahun serta dijamin dengan
BPKB asli kendaraan yang dibiayai melalui
fasilitas ini dan piutang pembiayaan Perusahaan
sebesar 112% (Catatan 6).
19.

Loan Facilities (continued)

This loan facility from Bank Mayora bears annual
interest rate of 11.25% and secured by original
BPKB of the financed motor vehicles and
Company‟s consumer financing receivables at
112% (Note 6).

PT Bank Harda Internasional (Bank Harda)

19. PT Bank Harda Internasional (Bank Harda)

Berdasarkan Akte Pengakuan Utang tanggal
15 Oktober 2009, Perusahaan memperoleh
fasilitas Pinjaman Aksep Menurun (PAM) dari
Bank Harda dengan batas maksimum kredit
sejumlah Rp 10.000 dengan jangka waktu selama
42 (empat puluh dua) bulan yang akan berakhir
pada tanggal 15 April 2013 dan tingkat bunga
pinjaman sebesar 13,5% per tahun.
Pada tanggal 4 Oktober 2010, Bank Harda
menyetujui penambahan fasilitas PAM menjadi
Rp 15.000 dengan jangka waktu fasilitas selama
36 (tiga puluh enam) bulan dan tingkat bunga
pinjaman sebesar 13,5% per tahun. Selanjutnya
pada tanggal 18 Februari 2011, Bank Harda
menyetujui penambahan fasilitas PAM menjadi
Rp 20.000.

On October 4, 2010, Bank Harda agreed to
provide additional PAM facility to become
Rp 15,000 with term of facility is thirty-six (36)
months and bears annual interest rate of 13.5%.
Furthermore on February 18, 2011, Bank Harda
agreed to provide additional PAM facility to
become Rp 20,000.

Berdasarkan perjanjian tersebut, Perusahaan
wajib mempertahankan Gearing rasio maksimum
10 (sepuluh) kali dan non performing loan
maksimum 5%. Fasilitas tersebut dijamin dengan
penyerahan hak milik secara fidusia atas piutang
Perusahaan sebesar 115% dari jumlah
maksimum fasilitas kredit dan jaminan untuk
membeli kembali (Buy Back Guarantee).

Based on the agreement, the Company is obliged
to maintain maximum Gearing Ratio of ten (10)
times and Non Performing Loan maximum 5%.
This facility is secured by fiduciary transfer of
Company`s receivables at 115% of total maximum
credit facility and Buy Back Guarantee.

Selain itu, sesuai dengan perjanjian tersebut,
Perusahaan harus mendapatkan persetujuan
tertulis dari Bank Harda sebelum melakukan halhal berikut ini, antara lain melakukan merger,
akuisisi, likuidasi, mengalihkan pinjaman dan/atau
jaminan kepada pihak lain.

Moreover, based on the agreement, the Company
is not allowed, among others, enters into a merger
and acquisition, liquidate the Company, transfer
the loan and/or collateral to other parties without
prior written consent from Bank Harda.

Pada tanggal 31 Desember 2012 (2011),
Perusahaan telah mematuhi seluruh persyaratan
penting tersebut di atas.
20.

Based on the Deed of Debt Recognition dated
October 15, 2009, the Company obtained the
PAM facility from Bank Harda with a maximum
credit limit of Rp 10,000, the term of facility is
forty-two (42) months up to April 15, 2013 and
bears annual interest rate of 13.5%.

As of December 31, 2012 (2011), the Company
has complied with all important loan covenants
above.

PT Bank Sinarmas (Bank Sinarmas)

20. PT Bank Sinarmas (Bank Sinarmas)

Berdasarkan
Perjanjian
Kredit
tanggal
28 Maret 2006, Perusahaan memperoleh fasilitas
kredit modal kerja berupa demand loan dari Bank
Sinarmas dengan jumlah maksimum sebesar
Rp 20.000 pada awal perjanjian dan terakhir telah
diubah menjadi maksimum Rp 50.000. Pada
tanggal 14 Juli 2009, Bank Sinarmas menyetujui
untuk
mengubah
fasilitas
demand
loan
menjadi
maksimum
Rp
20.000
dan
memberikan tambahan fasilitas term loan
dengan jumlah maksimum Rp 100.000.

Based on the Credit Agreement dated March 28,
2006, the Company obtained the demand loan
revolving working capital credit facility from Bank
Sinarmas at the initially maximum amount of
Rp 20,000, which was last amended to become
maximum of Rp 50,000. On July 14, 2009, Bank
Sinarmas agreed to amend the demand loan
facility
become
maximum
of
Rp 20,000
and
provided
additional
term
loan
with a maximum facility amount of Rp 100,000.

53
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

PINJAMAN BANK (lanjutan)

12.

BANK LOANS (continued)

A.

Fasilitas Pinjaman (lanjutan)

A.

20.

PT Bank Sinarmas (Bank Sinarmas) (lanjutan)

20. PT
Bank
(continued)

Loan Facilities (continued)
Sinarmas

(Bank

Sinarmas)

Fasilitas demand loan memiliki jangka waktu
sampai dengan tanggal 28 Maret 2010
sedangkan fasilitas term loan berlaku 36 (tiga
puluh enam) bulan sejak tanggal pencairan. Pada
tanggal 31 Desember 2011, saldo pinjaman untuk
fasilitas term loan sesuai dengan nilai kontrak
adalah sebesar Rp 32.630. Fasilitas pinjaman
demand loan dan term loan tersebut telah
dilunasi seluruhnya pada tahun 2012.
Sesuai perjanjian tersebut, Perusahaan wajib
memberitahu Bank Sinarmas secara tertulis
apabila terdapat perubahan struktur modal,
susunan para pemegang saham, susunan Direksi
dan Komisaris Perusahaan dan perubahan
anggaran dasar Perusahaan.

Based on agreements, the Company is obliged to
inform Bank Sinarmas in writing in case there is
changes in the Company‟s capital structure,
Shareholders‟,
Boards
of
Directors
and
Commissioners and changes in the Company‟s
article of association.

Pada tanggal 31 Desember 2011 Perusahaan
telah mematuhi seluruh persyaratan penting
tersebut di atas.

As of December 31, 2011, the Company has
complied with all important loan covenants above.

Fasilitas tersebut dijamin dengan piutang
pembiayaan konsumen sebesar 110% dari
jumlah maksimum fasilitas kredit dan aset tetap
Perusahaan berupa tanah dan bangunan dan
dikenakan tingkat bunga floating sebesar 14%
per tahun.
21.

The demand loan facility will mature on March 28,
2010, while the term loan facility is up to thirty-six
(36) months since the withdrawal date. As of
December 31, 2011, the balance of the term loan
facility based on contract amounted to Rp 32,630.
In 2012, all outstanding loan of demand loan and
term loan facility has been fully repaid.

This facility is secured by the consumer financing
receivables at 110% of total maximum credit
facility and Company‟s land and building. This
facility bears annual floating interest rate at 14%.

PT Bank Agroniaga Tbk (Bank Agro)

21. PT Bank Agroniaga Tbk (Bank Agro)

Berdasarkan
Perjanjian
Kredit
tanggal
15 Juli 2008, Perusahaan memperoleh fasilitas
kredit modal kerja dari Bank Agro dengan jumlah
maksimum sebesar Rp 25.000. Fasilitas kredit ini
memiliki jangka waktu selama 4 (empat) tahun
sampai dengan tanggal 15 Juli 2012 dengan
tingkat bunga pinjaman floating sebesar 14% per
tahun.

Based on the Credit Agreement dated
July 15, 2008, the Company obtained working
capital credit facility from Bank Agro with a
maximum amount of Rp 25,000. The term
of this credit facility is four (4) years up to
July 15, 2012 and bears annual floating interest
rate of 14%.

Selanjutnya, pada tanggal 12 April 2010, Bank
Agro memberikan fasilitas Pinjaman Tetap
Angsuran II sebesar maksimum Rp 45.000
dengan jangka waktu fasilitas selama 36 (tiga
puluh enam) bulan dengan tingkat bunga
pinjaman floating sebesar 14% per tahun.

Furthermore, on April 12, 2010, Bank Agro
agreed to provide the fixed loan facility
Installment II with maximum facility amount of
Rp 45,000, and the term of the facility is thirty-six
(36) months and bears annual floating interest
rate of 14%.

Berdasarkan perjanjian tersebut, Perusahaan
harus memberitahukan secara tertulis kepada
Bank Agro, antara lain, untuk melakukan likuidasi,
merger, konsolidasi, akuisisi dan melakukan
perubahan kepemilikan saham dan pengurus
Perusahaan. Fasilitas ini dijamin dengan piutang
Perusahaan senilai fasilitas pembiayaan dan
jaminan perusahaan JMG. Fasilitas Pinjaman
Tetap Angsuran II tersebut telah dilunasi
seluruhnya pada tahun 2012.

Based on the agreement, the Company is obliged
to inform Bank Agro in writing, among others, to
liquidate the Company, enters into merger,
consolidation, acquisition and changes of the
Company‟s ownership and the management. This
facility is secured by the Company‟s financing
receivable at the same amount of financing facility
and corporate guarantee from JMG. In 2012, all
outstanding loan of Installment II facility has been
fully repaid.

Pada tanggal 31 Desember 2012 (2011),
Perusahaan telah mematuhi seluruh persyaratan
penting tersebut di atas.

As of December 31, 2012 (2011), the Company
has complied with all important loan covenants
above.

54
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

PINJAMAN BANK (lanjutan)

12.

BANK LOANS (continued)

A.

Fasilitas Pinjaman (lanjutan)

A.

22.

PT Bank CIMB Niaga Tbk - USD (Bank CIMB
Niaga)

22. PT Bank CIMB Niaga Tbk - USD (Bank CIMB
Niaga)

Berdasarkan Perjanjian Kredit pada tanggal
21 September 2011, Perusahaan memperoleh
fasilitas pinjaman transaksi khusus dari Bank
CIMB Niaga dengan jumlah fasilitas maksimum
sebesar US$ 6 yang ekuivalen sebesar
Rp 52.590. Jangka waktu fasilitas 36 (tiga puluh
enam) bulan sejak tanggal penandatanganan
perjanjian. Fasilitas ini dikenakan bunga per
tahun untuk mata uang Rupiah sebesar 10,8%
sedangkan suku bunga mengambang per tahun
untuk mata uang Dollar Amerika Serikat adalah
sebesar 2%, di atas tingkat suku bunga LIBOR
yang berlaku untuk jangka waktu 6 (enam) bulan.
Saldo fasilitas pada tanggal 31 Desember 2012
(2011), sesuai dengan nilai kontrak adalah
sebesar Rp 33.845 (Rp 49.874).

Based on the Credit Agreement, dated
September 21, 2011, the Company obtained the
transaction credit facility from Bank CIMB Niaga
with maximum amounted to US$ 6, equivalent to
Rp 52,590. The term of this facility is thirty six (36)
months since the agreement is signed. The bears
annual interest rate in Rupiah is 10.8%, while
floating annual interest rate in United States Dollar
is 2% above the 6 (six) months interest of LIBOR.
As of December 31, 2012 (2011), the balance of
this facility, based on the contract value, is
amounted to Rp 33,845 (Rp 49,874).

Selain itu, sesuai dengan perjanjian tersebut,
Perusahaan harus mendapatkan persetujuan
tertulis sebelum melakukan hal-hal berikut ini,
antara lain, memberikan pinjaman kepada pihak
lain, merubah kegiatan usaha dan melakukan
merger, konsolidasi atau akuisis. Fasilitas ini
dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen
sebesar 110% dari jumlah fasilitas kredit.

Moreover, based on the agreement, without
written consent, the Company is not allowed to,
among others, give new loan to other parties,
changes in the Company‟s activity and enters to
merger, consolidation or acquisition. This facility is
secured by Company`s consumer financing
receivables at minimum 110% of the amount of
the outstanding facility.

Selama masa berlakunya perjanjian tersebut,
Perusahaan harus mempertahankan consolidated
tangible networth minimum Rp 200.000, gearing
rasio maksimum sebesar 8 (delapan) kali, piutang
yang jatuh tempo melebihi 30 (tiga puluh) hari
maksimum 4% dari total piutang, rasio likuiditas
minimum 1 (satu) kali dan net credit losses
maksimum 5% dari total pembiayaan konsumen.

While the loan is still outstanding, the Company
shall maintain consolidated tangible networth
minimum Rp 200,000, ratio at the maximum of
eight (8) times, over thirty (30) days overdue
account receivables maximum 4% of total account
receivables, liquidity ratio at the minimum of one
(1) time, net credit losses maximum of 5% from
total consumer receivables.

Pada tanggal 31 Desember 2012 (2011),
Perusahaan telah mematuhi seluruh persyaratan
penting tersebut di atas.

As of December 31, 2012 (2011), the Company
has complied with all important loan covenants
above.

Loan Facilities (continued)

B.

Fasilitas Syariah

B.

Sharia Facilities

1.

PT Bank Syariah Mandiri (Bank Syariah
Mandiri)

1.

PT Bank
Mandiri)

Syariah

Mandiri

(Bank

Syariah

Based on the credit agreement “Akad Pembiayaan
Al Murabahah” with Bank Syariah Mandiri dated
March 27, 2006, which has been amended several
times, the latest on January 26, 2012, the
Company obtained the revolving joint financing
facility “Murabahah Financing” to finance the
purchases of new two-wheeled motor vehicles
(Japan) from Bank Syariah Mandiri with a
maximum facility amount of Rp 250,000 and the
term of this facility is fourty eight (48) months
since the agreement is signed.

Berdasarkan perjanjian kredit dengan Akad
Pembiayaan Al Murabahah antara Perusahaan
dan Bank Syariah Mandiri pada tanggal 27 Maret
2006, yang telah beberapa kali mengalami
perubahan dan terakhir pada tanggal 26 Januari
2012, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit
pembiayaan
bersama
untuk
pembiayaan
murabahah dalam rangka pembelian kendaraan
bermotor roda dua khusus untuk sepeda motor
baru merk Jepang dari Bank Syariah Mandiri
dengan jumlah fasilitas maksimum Rp 250.000
yang bersifat revolving dengan jangka waktu 48
(empat puluh delapan) bulan sejak tanggal
penandatanganan perjanjian.

55
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

PINJAMAN BANK (lanjutan)

12.

BANK LOANS (continued)

B.

Fasilitas Syariah (lanjutan)

B.

Sharia Facilities (continued)

1.

PT Bank Syariah Mandiri (Bank Syariah
Mandiri) (lanjutan)

1.

PT Bank Syariah Mandiri
Mandiri) (continued)

(Bank

Syariah

Berdasarkan perjanjian tersebut, besarnya
margin keuntungan Bank Syariah Mandiri adalah
sebesar 12% per tahun dan Perusahaan tidak
diperkenankan, antara lain, untuk melakukan
akuisisi,
merger,
restrukturisasi
dan/atau
konsolidasi, mengubah anggaran dasar, susunan
pemegang saham, Komisaris atau Direksi tanpa
persetujuan tertulis dari Bank Syariah Mandiri.
Selain itu, Perusahaan wajib menjaga persentase
jumlah tunggakan (NPF) maksimum 2% dan
gearing ratio maksimum 10 (sepuluh) kali.
Pada tanggal 31 Desember 2012 (2011),
Perusahaan telah mematuhi seluruh persyaratan
penting tersebut di atas.

As of December 31, 2012 (2011), the Company
has complied with all important loan covenants
above.

Fasilitas ini dijamin dengan piutang Perusahaan
senilai fasilitas pembiayaan, kendaraan yang
dibiayai dengan fasilitas tersebut dan jaminan
perusahaan JMG.
2.

Based on the agreement, the annual profit margin
Bank Syariah Mandiri is 12% and the Company is
not allowed, among others, enter into acquisition,
merger, restructurization and/or consolidation,
change the Company‟s article of association,
Company‟s shareholders and Commissioners and
Boards of Directors without prior written consent
from Bank Syariah Mandiri. Moreover, the
Company obliged to maintain maximum non
performing loan of 2% and maximum gearing ratio
ten (10) times.

This facility is secured by the Company‟s
consumer financing receivables at the same
amount of financing facility, motor vehicles which
are financed by this facility and corporate
guarantee from JMG.

PT Bank Permata Syariah Tbk (Bank Permata
Syariah)

2.

PT Bank Permata Syariah Tbk (Bank Permata
Syariah)

Pada tanggal 11 September 2012, Perusahaan
memperoleh fasilitas pembiayaan murabahah
dari Bank Permata Syariah dalam rangka modal
kerja pembiayaan sepeda motor baru maupun
bekas dengan jumlah maksimum sebesar
Rp 200.000 yang bersifat berulang (revolving).
Fasilitas ini mempunyai jangka waktu pinjaman 3
(tiga) tahun sejak tanggal penandatanganan
perjanjian.
Fasilitas ini dijamin dengan piutang Perusahaan
senilai fasilitas pembiayaan, jaminan pribadi dari
pihak berelasi, jaminan perusahaan JMG. Selain
itu, Perusahaan wajib menjaga persentase ratarata penghapusan piutang terhadap total
portofolio selama 12 (dua belas) bulan terakhir
dibawah 5%, persentase rata-rata tunggakan
pinjaman maksimum 4% dan gearing rasio tidak
melebihi 9,5 (sembilan koma lima) kali.

This facility is secured with the Company‟s
consumer financing at the same amount of the
financing facility, personal guarantee from related
parties, corporate guarantee from JMG. Moreover,
the Company is obliged to maintain the
percentage average net write-off to total portfolio
at maximum 5% in the last twelve (12) months,
maximum deliquency in average loan of 4% and
maximum gearing ratio of nine poin five (9.5)
times.

Pada tanggal 31 Desember 2012, Perusahaan
telah mematuhi seluruh persyaratan penting
tersebut di atas.
3.

On September 11, 2012, Company obtained
revolving “Murabahah Financing” facility from Bank
Permata Syariah to financing new and used
motorcycle with maximum amount of Rp 200,000.
The term of this facility is three (3) years since the
agreement is signed.

As of December 31, 2012, the Company has
complied with all important loan covenants above.

PT Bank CIMB Niaga Tbk - Syariah (Bank
CIMB Niaga - Syariah)

3.

Pada tanggal 30 Juni 2010, Perusahaan
memperoleh fasilitas pembiayaan investasi
Murabahah dari Bank CIMB Niaga - Syariah
untuk pembiayaan pembangunan gedung kantor
dengan jumlah maksimum sebesar Rp 32.000,
dengan jangka waktu fasilitas selama 6 (enam)
tahun dengan masa grace period 6 (enam) bulan.
Berdasarkan perjanjian tersebut, besarnya
margin keuntungan Bank CIMB Niaga - Syariah
adalah sebesar 12,5% per tahun.

PT Bank CIMB Niaga Tbk - Syariah (Bank CIMB
Niaga - Syariah)
On June 30, 2010, the Company obtained a
“Murabahah” investment financing facility from
Bank CIMB Niaga Syariah to finance the
Company‟s office building with the maximum
amount of Rp 32,000, and the term of facility is six
(6) years with six (6) months grace period. Based
on the agreement, the annual profit margin Bank
CIMB Niaga - Syariah is 12.5%.

56
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

PINJAMAN BANK (lanjutan)

12.

BANK LOANS (continued)

B.

Fasilitas Syariah (lanjutan)

B.

Sharia Facilities (continued)

3.

PT Bank CIMB Niaga Tbk - Syariah (Bank
CIMB Niaga - Syariah) (lanjutan)

3.

PT Bank CIMB Niaga Tbk - Syariah (Bank CIMB
Niaga - Syariah) (continued)

Fasilitas ini dijamin dengan aset tetap
Perusahaan berupa tanah dan bangunan.
Berdasarkan perjanjian, Perusahaan tidak
diperkenankan,
antara
lain,
melakukan
perubahan susunan pemegang saham dan
pengurus, melakukan pembagian dividen dan
melakukan investasi tanpa persetujuan tertulis
dari Bank CIMB Niaga - Syariah.
Saldo
pinjaman
tersebut
pada
tanggal
31 Desember 2012 (2011), sesuai dengan nilai
kontrak adalah sebesar Rp 23.022 (Rp 27.963).

As of December 31, 2012 (2011), the balance of
this facility based on the contract value amounted
to Rp 23,022 (Rp 27,963).

Pada tanggal 27 Juli 2012 dan 24 Oktober 2012,
Perusahaan memperoleh fasilitas Pembiayaan
Transaksi Khusus (PTK) - Murabahah berupa
PTK VI dan PTK VII dari Bank CIMB Niaga Syariah untuk pembiayaan konsumen dalam
rangka pembelian sepeda motor baru dengan
jumlah maksimum, masing-masing sebesar
Rp 50.000, dengan jangka waktu untuk masingmasing fasilitas selama 42 (empat puluh dua)
bulan dan 38 (tiga puluh delapan) bulan sejak
perjanjian ditandatangani.

On July 27, 2012 and October 24, 2012, the
Company obtained “Pembiayaan Transaksi
Khusus” (PTK) - Murabahah facility in form of PTK
VI and PTK VII from Bank CIMB Niaga - Syariah
to used for consumers financing to purchase new
motorcycle with maximum amount of Rp 50,000,
respectively, the term of each facility is fourty-two
(42) months and thirty-eight (38) months since the
agreement signed.

Margin keuntungan Bank CIMB Niaga - Syariah
adalah sebesar 11% per tahun. Perjanjian
tersebut dijamin dengan jaminan fidusia atas
piutang Perusahaan minimum sebesar 110% dari
jumlah
outstanding.
Perusahaan
tidak
diperkenankan melakukan hal-hal sebagai
berikut, antara lain melakukan merger, akuisisi
dan konsolidasi, mengubah anggaran dasar,
serta struktur permodalan tanpa persetujuan
tertulis dari pihak Bank CIMB Niaga - Syariah.
Selain itu, Perusahaan wajib mempertahankan
gearing rasio maksimum 8 (delapan) kali dan non
performing loan maksimum 4%

The annual profit margin bank CIMB Niaga –
Syariah is 11%. The agreement was secured by
fiduciary guarantee of minimum outstanding loan
of 110%. The Company is not allowed, among
others, merger, acquisition and consolidation,
changes in the Company‟s article of association
and capital structure, without written concent from
Bank CIMB Niaga - Syariah. Moreover, the
Company obliged to maintain gearing ratio
maximum eigth (8) times and non performing loan
maximum 4%.

Saldo
pinjaman
tersebut
pada
tanggal
31 Desember 2012, sesuai dengan nilai kontrak
adalah sebesar Rp 85.826.

As of December 31, 2012, the balance of this
facility based on the contract value amounted to
Rp 85,826.

Pada tanggal 31 Desember 2012 (2011),
Perusahaan telah mematuhi seluruh persyaratan
penting tersebut di atas.
4.

This facility is secured by the Company‟s land and
building. Based on the agreement, the Company
is not allowed, among others, changes the
Company`s management and shareholders,
distribute dividend and enter into new investment
without prior written consent from Bank CIMB
Niaga - Syariah.

As of December 31, 2012 (2011), the Company
has complied with all important loan covenants
above.

PT Bank Danamon Indonesia Tbk - Divisi
Syariah (Bank Danamon Syariah)

4.

Berdasarkan Perjanjian Pembiayaan Mudharabah
pada tanggal 19 September 2012, Perusahaan
memperoleh fasilitas kredit pembiayaan dalam
rangka pembelian kendaraan bermotor dengan
jumlah maksimum sebesar Rp 100.000. Fasilitas
kredit ini memiliki jangka waktu selama 48 (empat
puluh delapan) bulan, termasuk masa penarikan
12 (dua belas) bulan. Sesuai perjanjian tersebut,
besarnya margin keuntungan Bank Danamon
Syariah adalah sebesar 11% per tahun.

PT Bank Danamon Indonesia Tbk - Syariah
Division (Bank Danamon Syariah)
Based on Mudharabah Financing Agreement
dated September 19, 2012, the Company
obtained credit facility to finance purchases of
motorcycle with maximum amount of Rp 100,000.
The term of this facility is up to fourty-eight (48)
months, included twelve (12) months utilisation
periods. Based on the agreement, the annual
profit margin Bank Danamon Syariah is 11%.

57
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

PINJAMAN BANK (lanjutan)

12.

BANK LOANS (continued)

B.

Fasilitas Syariah (lanjutan)

B.

Sharia Facilities (continued)

4.

PT Bank Danamon Indonesia Tbk - Divisi
Syariah (Bank Danamon Syariah) (lanjutan)

4.

PT Bank Danamon Indonesia Tbk - Syariah
Division (Bank Danamon Syariah) (continued)

Fasilitas pinjaman tersebut dijamin dengan
tagihan nasabah yang diikat secara fidusia
minimum
105%
dari
total
outstanding
pembiayaan.
Pada tanggal 31 Desember 2012, Perusahaan
telah mematuhi seluruh persyaratan penting
tersebut di atas.
5.

This facility is secured by fiduciary guarantee of
minimum 105% from outstanding consumer
financing receivables.
As of December 31, 2012, the Company has
complied with all important loan covenants above.

PT Bank Rakyat Indonesia - Divisi Syariah
(Bank BRI - Syariah)

5.

PT Bank Rakyat Indonesia - Syariah Division
(Bank BRI - Syariah)

Pada tanggal 29 Mei 2009, Perusahaan
memperoleh
fasilitas
pembiayaan
modal
“Musyarakah bil Murabahah” dari Bank BRISyariah dalam rangka modal kerja pembiayaan
konsumen dengan jumlah maksimum sebesar
Rp 75.000, selanjutnya pada tanggal 22 Februari
2010, Bank BRI-Syariah menyetujui penambahan
fasilitas menjadi Rp 80.000 yang bersifat
revolving basis dengan ketentuan bahwa bagian
pembiayaan Bank BRI - Syariah adalah sebesar
95% dan bagian pembiayaan Perusahaan adalah
sebesar 5%. Pada tanggal 29 Mei 2012, Bank
BRI - Syariah menyetujui perpanjangan jangka
waktu fasilitas yang berakhir pada tanggal 29 Mei
2013.
Bank BRI - Syariah menetapkan nisbah bagi hasil
per tahun sebesar 11,75%. Fasilitas ini dijamin
dengan piutang pembiayaan minimum sebesar
105% dari jumlah fasilitas pembiayaan. Selama
masa berlakunya perjanjian tersebut, antara lain,
Perusahaan harus mempertahankan gearing
rasio kurang dari 10 (sepuluh)

The annual profit-sharing charged by Bank BRI Syariah is at 11.75%. This facility is secured by
financing receivables at 105% of total financing
facility. While the loan is still outstanding, the
Company is obliged to maintain maximum Gearing
ratio of ten (10) times.

Pada tanggal 31 Desember 2012 (2011),
Perusahaan telah mematuhi seluruh persyaratan
penting tersebut di atas.
6.

On May 29, 2009, the Company obtained a
“Musyarakah bil Murabahah” capital financing
facility from Bank BRI - Syariah in the form of
working capital consumers financing, the
maximum amount of Rp 75,000, furthermore on
February 22, 2010, Bank BRI - Syariah agreed to
provide additional revolving facility to become
Rp 80,000, provided that Bank BRI - Syariah
financing portion is 95% and the Company‟s
financing portion is 5%. On May 29, 2012, Bank
BNI - Syariah agreed to extend the term of facility
up to May 29, 2013.

As of December 31, 2012 (2011), the Company
has complied with all important loan covenants
above.

PT Bank Pan Indonesia - Syariah (Bank Panin
Syariah)

6.

PT Bank Pan Indonesia - Syariah (Bank Panin
Syariah)

Pada tanggal 14 Juli 2010, Perusahaan
memperoleh
fasilitas
pembiayaan
modal
Musyarakah wal Murabahah dari Bank Panin
Syariah dalam rangka modal kerja pembiayaan
konsumen dengan jumlah maksimum sebesar
Rp 20.000, dengan jangka waktu fasilitas selama
42 (empat puluh dua) bulan.

On July 14, 2010, the Company obtained a
“Musyarakah wal Murabahah” capital financing
facility from Bank Panin Syariah in the form of
working capital consumers financing with the
maximum amount of Rp 20,000, and the term of
facility is forty-two (42) months.

Bank Panin Syariah menetapkan nisbah bagi
hasil per tahun sebesar 13,5%. Fasilitas ini
dijamin dengan piutang pembiayaan minimum
sebesar 100% dari jumlah fasilitas pembiayaan
dan jaminan pribadi dari pihak berelasi.

The annual profit-sharing charged by Bank Panin
Syariah is at 13.5%. This facility is secured by
financing receivables at 100% of total financing
facility and personal guarantee from related party.

Berdasarkan perjanjian tersebut, Perusahaan
diwajibkan mempertahankan bad debt ratio tidak
lebih dari 5% atas piutang pembiayaan secara
keseluruhan dan tidak diperkenankan, antara lain,
menyatakan pailit dan melakukan perubahan
susunan pengurus tanpa persetujuan tertulis dari
Bank Panin Syariah.

Based on the agreement, the Company is obliged
to maintain bad debt ratio at maximum 5% of total
financing receivables and not allowed, among
others, make statement of liquidation and changes
in the management without prior written consent
from Bank Panin Syariah.

58
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

PINJAMAN BANK (lanjutan)

12.

BANK LOANS (continued)

B.

Fasilitas Syariah (lanjutan)

B.

Sharia Facilities (continued)

6.

PT Bank Pan Indonesia - Syariah (Bank Panin
Syariah) (lanjutan)

6.

PT Bank Pan Indonesia - Syariah (Bank Panin
Syariah) (continued)

Saldo
pinjaman
tersebut
pada
tanggal
31 Desember 2012 (2011), sesuai dengan nilai
kontrak adalah sebesar Rp 3.008 (Rp 9.970).
Pada tanggal 10 September 2012, Perusahaan
memperoleh fasilitas Musyarakah wal Murabahah
dari Bank Panin Syariah dalam rangka
pembiayaan
konsumen
dengan
jumlah
maksimum sebesar Rp 80.000, dengan jangka
waktu fasilitas selama 54 (lima puluh empat)
bulan terhitung sejak tanggal penandatanganan
perjanjian ini termasuk masa tenggang selama 6
(enam) bulan dan besaran nisbah bagi hasil per
tahun sebesar 11% untuk 3 (tiga) tahun dan
12,5% untuk diatas 3 (tiga) tahun sampai dengan
4 (empat) tahun.

On September 10, 2012, the Company obtained a
“Musyarakah wal Murabahah” from Bank Panin
Syariah in the form of consumer financing with
maximum amount of Rp 80,000 with the facility
term is fivety-four (54) months since the
agreement signed, include grace period six (6)
months and expected return is 11% for three (3)
years and 12.5% for above three (3) years to four
(4) years.

Fasilitas ini dijamin dengan piutang pembiayaan
minimum sebesar 110% dari total piutang.
Berdasarkan perjanjian tersebut, Perusahaan
diwajibkan mempertahankan gearing ratio sesuai
dengan ketentuan Menteri Keuangan dan tidak
diperkenankan, antara lain, menyatakan pailit dan
mengubah nama, maksud dan tujuan kegiatan
usaha,
serta
status
perusahaan
tanpa
persetujuan tertulis dari Bank Panin Syariah.

This facility is secured by minimum financing
receivables at 110% of total receivables. Based on
the agreement, the Company is obliged to
maintain maximum gearing ratio under the
Minister of Finance condition and not allowed
among others, make statement of liquidation and
changes the name, the Company‟s activity
purposes and the Company‟s status without
written consent from Bank Panin Syariah.

Saldo
pinjaman
tersebut
pada
tanggal
31 Desember 2012, sesuai dengan nilai kontrak
adalah sebesar Rp 66.555.

As of December 31, 2012, the balance of this
facility based on the contract value amounted to
Rp 66,555.

Pada tanggal 31 Desember 2012 (2011),
Perusahaan telah mematuhi seluruh persyaratan
penting tersebut di atas.
7.

As of December 31, 2012 (2011), the balance of
this facility based on the contract value amounted
to Rp 3,008 (Rp 9,970).

As of December 31, 2012 (2011), the Company
has complied with all important loan covenants
above.

PT Bank BCA Syariah (Bank BCA Syariah)

7.

PT Bank BCA Syariah (Bank BCA Syariah)

Pada tanggal 20 September 2010, Perusahaan
memperoleh fasilitas channelling dengan akad
“Wakalah Murabahah” dari Bank BCA Syariah
dengan jumlah maksimum sebesar Rp 50.000,
dengan jangka waktu pembiayaan selama 36
(tiga puluh enam) bulan. Bank BCA Syariah
menetapkan margin per tahun sebesar 12,5%.
Fasilitas ini dijamin dengan BPKB asli kendaraan
yang dibiayai melalui fasilitas ini.

On September 20, 2010, the Company obtained a
“Wakalah Murabahah” channelling facility from
Bank BCA Syariah with the maximum amount of
Rp 50,000 and the term of financing periods is
thirty six (36) months. The annual margin charged
by Bank BCA Syariah is at 12.5%. This facility is
secured by secured by original BPKB of the
financed motor vehicles.

Pada tanggal 25 September 2012, Bank BCA
Syariah
menyetujui
perubahan
fasilitas
channelling dengan akad “Wakalah Murabahah”
menjadi fasilitas “Executing Murabahah” dengan
jumlah maksimum sebesar Rp 50.000 dan
bersifat revolving, dengan jangka waktu
penarikan sampai dengan 12 Juli 2013 dan
margin pertahun sebesar 11%.

On September 25, 2012, Bank BCA Syariah
agreed the changes of “Wakalah Murabahah”
channelling facility to “Executing Murabahah”
revolving facility with maksimum amount of
Rp 50,000 and the term of utilisation up to July 12,
2013 and the annual margin rate is 11%.

Berdasarkan perjanjian tersebut, Perusahaan
diwajibkan
mempertahankan
rasio
utang
terhadap ekuitas maksimum sebesar 8 (delapan)
kali dan rasio non performing loan maksimum
sebesar
4%.
Perusahaan
juga
tidak
diperkenankan,
antara
lain,
melakukan
perubahan susunan pemegang saham dan
pengurus tanpa persetujuan tertulis dari Bank
BCA Syariah.

Based on the agreement, the Company is obliged
to maintain debt to equity ratio at the maximum of
eight (8) times and maximum non performing loan
of 4%. The Company is not allowed, among
others, changes the Company`s shareholders and
management without prior written consent from
Bank BCA Syariah.

59
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

PINJAMAN BANK (lanjutan)
B.
7.

12.

Fasilitas Syariah (lanjutan)

BANK LOANS (continued)
B.
7.

PT Bank BCA Syariah (Bank BCA Syariah
(lanjutan)

Sharia Facilities (continued)
PT Bank BCA Syariah (Bank BCA Syariah)
(continued)

Pada tanggal 31 Desember 2012 (2011),
Perusahaan telah mematuhi seluruh persyaratan
penting tersebut di atas.
8.

As of December 31, 2012 (2011), the Company
has complied with all important loan covenants
above.

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (Bank
Muamalat)

8.

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk
Muamalat)

(Bank

Berdasarkan Perjanjian Pembiayaan Wa’d (Line)
Al Murabahah pada tanggal 21 Maret 2005,
Perusahaan memperoleh fasilitas untuk modal
kerja pembiayaan konsumen untuk kendaraan
bermotor dari Bank Muamalat dengan jumlah
maksimum Rp 50.000 dan berlaku untuk jangka
waktu 36 (tiga puluh enam) bulan.
Perjanjian
tersebut
telah
beberapa
kali
mengalami perubahan, terakhir pada tanggal
9 Juni 2010, Perusahaan memperoleh fasilitas
Wa’d al Musyarakah untuk modal kerja
pembiayaan
konsumen
untuk
kendaraan
bermotor dengan jumlah maksimum Rp 150.000
dan berlaku untuk jangka waktu 48 (empat puluh
delapan) bulan.

The agreement, which has been amended several
times and the lates on June 9, 2010, the Company
obtained Wa‟d al Musyarakah for working capital
consumer financing facility for the purchases of
two-wheeled motor vehicles with maximum
amount of Rp 150,000, and valid for forty-eight
(48) months.

Berdasarkan perjanjian, Perusahaan tidak
diperkenankan, antara lain, untuk membubarkan
Perusahaan, mengalihkan jaminan pada pihak
lain, menerima fasilitas pembiayaan dari pihak
lain, tanpa persetujuan dari Bank Muamalat.
Fasilitas ini dijamin dengan piutang Perusahaan
senilai fasilitas pembiayaan dan BPKB kendaraan
yang dibiayai dengan fasilitas tersebut. Sesuai
perjanjian tersebut, besarnya margin keuntungan
Bank Muamalat adalah sebesar 13,5% per tahun.

Based on the agreement, the Company is not
allowed, among others, liquidate the Company,
transfer the collateral to other parties, obtained the
financing facility from other parties without prior
consent from Bank Muamalat. This facility is
secured by the Company‟s receivables at the
same amount of financing facility and BPKB of the
financed motor vehicles. Based on the agreement,
the annual profit margin of Bank Muamalat is
13.5%.

Pada tanggal 31 Desember 2012 (2011),
Perusahaan telah mematuhi seluruh persyaratan
penting tersebut di atas.
9.

Based on the Financing Agreement Wa‟d (Line) Al
Murabahah dated March 21, 2005, the Company
obtained working capital consumer financing
facility for the purchases of two-wheeled motor
vehicles from Bank Muamalat with maximum
amount of Rp 50,000 and valid for thirty-six (36)
months.

As of December 31, 2012 (2011), the Company
has complied with all important loan covenants
above.

PT Bank Internasional Indonesia Tbk - Divisi
Syariah (Bank BII Syariah)

9.

PT Bank Internasional Indonesia Tbk - Syariah
Division (Bank BII Syariah)

Pada tanggal 24 Oktober 2007, Perusahaan
memperoleh fasilitas kredit pembiayaan bersama
untuk pembiayaan musyarakah dalam rangka
pembelian kendaraan bermotor roda dua khusus
untuk sepeda motor baru merk Jepang dari Bank
BII Syariah dengan ketentuan bahwa bagian
pembiayaan Bank
BII
Syariah
adalah
sebesar
95%
dan
bagian
pembiayaan
Perusahaan adalah sebesar 5%.

On October 24, 2007, the Company obtained the
“Musyarakah Financing” facility to finance the
purchases of new two-wheeled motor vehicles
(Japan) from Bank BII Syariah, provided that Bank
BII Syariah‟s financing portion is 95% and the
Company‟s portion is 5%.

Fasilitas pembiayaan bersama ini mempunyai
jumlah maksimum sejumlah Rp 25.000 yang
bersifat tidak berulang dengan jangka waktu
pembiayaan kepada konsumen adalah 3 (tiga)
tahun. Sesuai perjanjian tersebut, besarnya
margin keuntungan Bank BII Syariah adalah
sebesar EBR 12% per tahun.

This non-revolving joint financing facility has a
maximum amount of Rp 25,000, and the term of
the financing is up to three (3) years. Based on the
agreement, the annual profit margin of Bank BII
Syariah is EBR 12%. In 2011, all outstanding loan
to Bank BII Syariah has been fully repaid.

60
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

PINJAMAN BANK (lanjutan)

12.

BANK LOANS (continued)

B.

Fasilitas Syariah (lanjutan)

B.

Sharia Facilities (continued)

9.

PT Bank Internasional Indonesia Tbk - Divisi
Syariah (Bank BII Syariah) (lanjutan)

9.

PT Bank Internasional Indonesia Tbk - Syariah
Division (Bank BII Syariah) (continued)

Pada tanggal 2 Desember 2010, Bank BII Syariah
menyetujui
penambahan
fasilitas
menjadi
Rp 75.000 dengan jangka waktu fasilitas selama
3 (tiga) tahun. Sesuai perjanjian tersebut,
besarnya margin keuntungan Bank BII Syariah
adalah sebesar EBR 12% per tahun.
Fasilitas tersebut dijamin dengan BPKB
kendaraan yang dibiayai dengan fasilitas tersebut
dan jaminan perusahaan dari JMG dan piutang
Perusahaan (lihat Catatan 6). Selain itu,
Perusahaan wajib menjaga rasio utang terhadap
ekuitas, maksimum sebesar 8 (delapan) kali, dan
rasio Non Performing Loan lebih dari 90 hari
maksimum 4%, serta memberitahukan secara
tertulis kepada Bank BII Syariah apabila terdapat
perubahan anggaran dasar dan pengurus
Perusahaan.

This facility is secured by original BPKB of the
financed motor vehicles, corporate guarantee
from JMG and Company‟s receivables (see Note
6). Moreover, the Company is obliged to maintain
maximum debt to equity of eight (8) times,
maximum non performing loan ratio above ninety
(90) days of 4% and inform Bank BII Syariah in
writing, in case there is changes in the Company‟s
article of association and management.

Pada tanggal 31 Desember 2012 (2011),
Perusahaan telah mematuhi seluruh persyaratan
penting tersebut di atas.
10.

On December 2, 2010, Bank BII Syariah agreed to
provide additional facility to become Rp 75,000,
the term of this facility is three (3) years. Based on
the agreement, the annual profit margin of Bank
BII Syariah is EBR 12%.

As of December 31, 2012 (2011), the Company
has complied with all important loan covenants
above.

Islamic Corporation For The Development of
The Private Sector (ICD)

10. Islamic Corporation For The Development of
The Private Sector (ICD)

Pada tanggal 26 November 2008, Perusahaan
memperoleh
fasilitas
Murabahah
untuk
pembiayaan konsumen dalam rangka pembelian
kendaraan bermotor dari ICD dengan jumlah
maksimum US$ 8 dan berlaku untuk jangka
waktu 5 (lima) tahun.

On November 26, 2008, the Company obtained
Murabahah facility to financing consumers for the
purchases of two-wheeled motor vehicles from
ICD at maximum amount of US$ 8, and valid for
five (5) years.

Selanjutnya, pada tanggal 14 September 2011,
ICD menyetujui penambahan fasilitas sejumlah
US$ 25, dengan jangka waktu fasilitas selama 4
(empat) tahun sejak tanggal pencairan, termasuk
masa penarikan 6 (enam) bulan.

Furthermore, on September 14, 2011, ICD agreed
to provide additional facility amounted of US$ 25,
the term of facility is up to four (4) years since the
withdrawal date, included six (6) months utilisation
periods.

Fasilitas ini dijamin, antara lain oleh BPKB
kendaraan bermotor yang dibiayai Perusahaan,
jaminan pribadi dari pihak berelasi, jaminan
perusahaan dari JMG.

This facility is secured, among others, by BPKB of
the financed motor vehicles, personal guarantee
from related party, corporate guarantee from JMG.

Selain itu, berdasarkan perjanjian tersebut,
Perusahaan tidak boleh melakukan hal-hal
berikut ini, antara lain, melakukan perubahan
anggaran dasar, perubahan komposisi para
pemegang saham dan pengurus Perusahaan,
perubahan jenis usaha, melakukan merger dan
konsolidasi.

Furthermore, based on the agreement, the
Company is not allowed to, among others, change
the Company‟s article of association, the
composition shareholders and managements,
changes in the Company‟s bussiness and enters
into a merger and consolidation.

Selama masa berlakunya perjanjian tersebut,
antara lain Perusahaan harus mempertahankan
rasio utang terhadap ekuitas maksimum sebesar
8 (delapan) kali, rasio aset lancar terhadap
liabilitas jangka pendek sekurangnya 100%, rasio
total biaya operasional terhadap laba kotor
operasional ≤ 55% pada tahun 2012 dan ≤ 60%
pada tahun 2011, rasio cadangan kerugian
penurunan nilai terhadap piutang pembiayaan
konsumen ≤ 4%.

While the loan is still outstanding, the Company is
obliged to maintain debt to equity ratio at the
maximum of eight (8) times, ratio of liquid assets
to short-term liabilities at least 100%, ratio of total
operating expenses to gross operating income at
≤ 55% in 2012 and ≤ 60% in 2011, ratio of
allowance for doubtful accounts to consumer
financing receivables at ≤ 4%.

61
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

PINJAMAN BANK (lanjutan)

12.

BANK LOANS (continued)

B.

B.

10.

Islamic Corporation For The Development of
The Private Sector (ICD) (lanjutan)

10. Islamic Corporation For The Development of
The Private Sector (ICD) (continued)

Pada tanggal 31 Desember 2012 (2011),
Perusahaan telah mematuhi seluruh persyaratan
penting tersebut di atas.
13.

Fasilitas Syariah (lanjutan)

As of December 31, 2012 (2011), the Company
has complied with all important loan covenants
above.

INSTRUMEN DERIVATIF

13.

Sharia Facilities (continued)

DERIVATIVE INSTRUMENTS

Pada tanggal 31 Desember 2012 (2011) saldo piutang
derivatif adalah sebesar Rp 7.769 (Rp 128), sedangkan
saldo utang derivatif adalah sebesar Rp 5.485
(Rp 4.125).

As of December 31, 2012 (2011) the balance of
derivatives receivable amounted to Rp 7,769 (Rp 128)
and the balance of derivatives payable amounted to
Rp 5,485 (Rp 4,125).

Perusahaan menghadapi risiko pasar atas perubahan
nilai tukar mata uang asing dan menggunakan
instrumen derivatif untuk mengurangi risiko tersebut.
Perusahaan tidak memiliki atau mengeluarkan
instrumen
keuangan
derivatif
untuk
tujuan
perdagangan.

The Company faces uncertain market risks on
fluctuation of foreign currency exchange rate and
manages to reduce the risks by entering into financial
derivative instruments. The Company did not own or
issue a financial derivative instrument for trading
purposes.

Perusahaan mengadakan perjanjian kontrak valuta
berjangka pertukaran mata uang asing untuk
melindungi Perusahaan terhadap risiko nilai tukar mata
uang Dolar Amerika Serikat.

The Company entered into a cross currency swap
transactions agreement to cover currency risks of
United States Dollar exchange rate fluctuation.

Rincian saldo transaksi derivatif Perusahaan adalah
sebagai berikut:

The outstanding derivative transactions are as follows:

31 Desember 2012 / December 31, 2012
Nilai wajar
(dalam nilai penuh)/
Nilai Nosional (dalam nilai penuh)/
Fair value
Notional Amount (in full amount)
(in full amount)

Tanggal jatuh tempo

Nilai Kontrak
Keseluruhan/
Total Contract
Amount

Piutang ($)/
Receivables ($)

Utang (Rp)/
Payables (Rp)

Piutang (Utang)/
Receivables
(Payables)

Kontrak Valuta Berjangka
Bank of America Merrill Lynch
14 Mar 2016
14 Mar 2016
14 Mar 2016
14 Mar 2016

Forward Contract

$ 5,000,000
$ 5,000,000
$ 5,000,000
$ 5,000,000

$ 205,478
$ 205,478
$ 205,478
$ 186,928

Rp
Rp
Rp
Rp

Jumlah Piutang Derivatif

Bank of America Merrill Lynch
1.986.975.262
Mar 14, 2016
1.986.975.262
Mar 14, 2016
1.986.975.262
Mar 14, 2016
1.807.595.894
Mar 14, 2016

Rp 7.768.521.680 Total Derivative Receivables

Cross Currency Interest Rate Swap dan Kontrak Valuta
Berjangka
PT Bank CIMB Niaga Tbk
29 Maret 2013
28 Juni 2013
30 September 2013
30 Desember 2013
31 Maret 2014
30 Juni 2014
19 September 2014

Maturity Date

$ 6,000,000
$ 6,000,000
$ 6,000,000
$ 6,000,000
$ 6,000,000
$ 6,000,000
$ 6,000,000

Cross Currency Interest Rate Swap and Forward Contract

Sub jumlah

62

Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp

4.382.500.000
4.382.500.000
4.382.500.000
4.382.500.000
4.382.500.000
4.382.500.000
4.382.500.000

109.074.922
(14.837.129 )
(146.581.075 )
(295.351.736 )
(431.405.378 )
(565.065.943 )
(696.309.153 )

PT Bank CIMB Niaga Tbk
March 29, 2013
June 28, 2013
September 30, 2013
December 30, 2013
March 31, 2014
June 30, 2014
September 19, 2014

Rp (2.040.475.492 )

$ 500,000
$ 500,000
$ 500,000
$ 500,000
$ 500,000
$ 500,000
$ 500,000

Sub total

Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

INSTRUMEN DERIVATIF (lanjutan)

13.

DERIVATIVE INSTRUMENTS (continued)

31 Desember 2012 / December 31, 2012
Nilai wajar
(dalam nilai penuh)/
Nilai Nosional (dalam nilai penuh)/
Fair value
Notional Amount (in full amount)
(in full amount)

Tanggal jatuh tempo

Nilai Kontrak
Keseluruhan/
Total Contract
Amount

Piutang ($)/
Receivables ($)

Piutang (Utang)/
Receivables
(Payables)

Utang (Rp)/
Payables (Rp)

Interest Rate Swap
PT Bank Danamon
Indonesia Tbk
28 Oktober 2013
14 Juni 2013
27 Februari 2015

Interest Rate Swap

-

-

Rp 100.000.000.000

-

-

Jumlah Utang Derivatif

Rp (622.325.564 )
Rp (143.198.697 )
Rp (1.213.422.641 )

PT Bank Danamon
Indonesia Tbk
October 28, 2013
June 14, 2013
February 27, 2015

Rp (1.978.946.902 )

Rp 96.000.000.000
Rp 52.800.000.000
Rp 100.000.000.000

Sub jumlah
PT Bank OCBC NISP Tbk
22 Juli 2014

Maturity Date

Sub total

Rp (1.466.050.907 )

PT Bank OCBC NISP Tbk
July 22, 2014

Rp (5.485.473.301 ) Total Derivative Payables

31 Desember 2011 / December 31, 2011
Nilai wajar
(dalam nilai penuh)/
Nilai Nosional (dalam nilai penuh)/
Fair value
Notional Amount (in full amount)
(in full amount)

Tanggal jatuh tempo

Nilai Kontrak
Keseluruhan/
Total Contract
Amount

Piutang ($)/
Receivables ($)

Cross Currency Interest Rate Swap dan Kontrak Valuta
Berjangka
PT Bank CIMB Niaga Tbk
29 Maret 2012
29 Juni 2012
28 September 2012
31 Desember 2012
29 Maret 2013
28 Juni 2013
30 September 2013
30 Desember 2013
31 Maret 2014
30 Juni 2014
19 September 2014

$ 6,000,000
$ 6,000,000
$ 6,000,000
$ 6,000,000
$ 6,000,000
$ 6,000,000
$ 6,000,000
$ 6,000,000
$ 6,000,000
$ 6,000,000
$ 6,000,000

Piutang (Utang)/
Receivables
(Payables)

Utang (Rp)/
Payables (Rp)

Cross Currency Interest Rate Swap and Forward Contract

$ 500,000
$ 500,000
$ 500,000
$ 500,000
$ 500,000
$ 500,000
$ 500,000
$ 500,000
$ 500,000
$ 500,000
$ 500,000

Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp

4.382.500.000
4.382.500.000
4.382.500.000
4.382.500.000
4.382.500.000
4.382.500.000
4.382.500.000
4.382.500.000
4.382.500.000
4.382.500.000
4.382.500.000

Jumlah Piutang Derivatif
PT Bank Danamon
Indonesia Tbk
7 Februari 2012
7 Maret 2012
7 Mei 2012
5 Juni 2012

Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp

781.253.330
640.305.462
471.110.647
323.433.130
125.791.279
(13.031.381 )
(153.015.44 )
(315.696.038 )
(448.946.454 )
(579.945.043 )
(702.899.791 )

128.359.695 Total Derivative Receivables

$ 250,000
$ 250,000
$ 250,000
$ 250,000

Rp
Rp
Rp
Rp

2.304.500.000
2.315.250.000
2.338.250.000
2.349.000.000

Rp (29.807.786 )
Rp (34.245.332 )
Rp (45.231.201 )
Rp (51.262.415 )

PT Bank Danamon
Indonesia Tbk
February 7, 2012
March 7, 2012
May 7, 2012
June 5, 2012
Sub total

Interest Rate Swap

Interest Rate Swap

Rp 96.000.000.000
Rp 52.800.000.000

-

-

Sub jumlah
PT Bank OCBC NISP Tbk
22 Juli 2014

PT Bank CIMB Niaga Tbk
March 29, 2012
June 29, 2012
September 28, 2012
December 31, 2012
March 29, 2013
June 28, 2013
September 30, 2013
30 Desember 2013
March 31, 2014
June 30, 2014
September 19, 2014

Rp (160.546.734 )

$ 1,500,000
$ 1,500,000
$ 1,500,000
$ 1,500,000

Sub jumlah

PT Bank Danamon
Indonesia Tbk
28 Oktober 2013
14 Juni 2013

Maturity Date

Rp (1.790.039.872 )
Rp (869.791.958 )

PT Bank Danamon
Indonesia Tbk
October 28, 2013
June 14, 2013

Rp (2.659.831.830 )
-

Jumlah Utang Derivatif

63

-

Rp (1.304.561.980 )
Rp (4.124.940.544 )

Rp 100.000.000.000

Sub total
PT Bank OCBC NISP Tbk
July 22, 2014
Total Derivative Payable
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

INSTRUMEN DERIVATIF (lanjutan)

13.

DERIVATIVE INSTRUMENTS (continued)

Nilai nosional merupakan nilai yang digunakan untuk
melakukan pembayaran pada saat jatuh tempo
berdasarkan kontrak valuta berjangka pertukaran mata
uang asing. Nilai nosional merupakan nilai nominal dari
setiap transaksi dan menyatakan volume dari transaksi
tersebut, akan tetapi bukan merupakan suatu alat ukur.

Notional amount is used to calculate the payment to be
exchanged under foreign exchange contracts. A
notional amount represents the face value of each
transaction and accordingly, expresses the volume of
these transactions, but is not a measure of exposure.

Bank of America Merrill Lynch (Bank of America)

Bank of America Merrill Lynch (Bank of America)

Pada tanggal 12 Juni 2012, 27 Agustus 2012,
17 September 2012 dan 5 November 2012,
Perusahaan mengadakan perjanjian Kontrak Valuta
Berjangka dengan Bank of America, untuk tujuan
lindung nilai terhadap perubahan nilai tukar, nilai
kontrak valuta berjangka yang ditransaksikan masingmasing adalah sebesar US$ 5.000.000 (dalam nilai
penuh) dengan nilai tukar forward adalah antara
Rp 9.500 (dalam nilai penuh) sampai dengan
Rp 10.250 (dalam nilai penuh). Jangka waktu perjanjian
adalah sampai dengan 15 Maret 2016.

As of June 12, 2012, August 27, 2012, September 17,
2012 and November 5, 2012, the Company entered into
a Forward Contract agreement with Bank of America to
hedge the changes in forex exchange. The Forward
Contract have notional amounts of US$ 5,000,000 (in
full amount), with a forward currency exchange rate per
US$1 is ranging from Rp 9,500 (in full amount) to
Rp 10,250 (in full amount). The term of this agreement
is up to March 15, 2016.

Pada tanggal 31 Desember 2012, nilai wajar kontrak
tersebut adalah sebesar Rp 7.769 yang disajikan
sebagai bagian dari “Piutang Derivatif” pada laporan
posisi keuangan.

As of December 31, 2012, the fair value contract
amounted to Rp 7,769, are presented as part of
“Derivatives Receivable” in the statement of financial
position.

Keuntungan yang timbul dari transaksi - transaksi
tersebut pada tahun 2012 adalah sebesar Rp 8.180.

Gain incurred from those transactions in 2012,
amounted to Rp 8,180.

PT Bank CIMB Niaga Tbk (Bank CIMB Niaga)

PT Bank CIMB Niaga Tbk (Bank CIMB Niaga)

Pada tanggal 21 September 2011, Perusahaan
mengadakan perjanjian cross currency interest rate
swap dengan Bank CIMB Niaga, dimana Perusahaan
akan membayar Rp 52.590 dan menerima
US$ 6.000.000 (dalam nilai penuh) untuk tujuan
lindung nilai terhadap perubahan nilai tukar dan
suku bunga pinjaman yang diperoleh dari Bank
CIMB Niaga sejumlah US$ 6.000.000 (dalam nilai
penuh) (lihat Catatan 12). Berdasarkan perjanjian ini
Perusahaan wajib membayar Bank CIMB Niaga
sejumlah Rp 4.383 setiap 3 (tiga) bulan mulai tanggal
29 Desember 2011 sampai dengan 19 September
2014 atau keseluruhan berjumlah Rp 52.590.
Sebaliknya, Bank CIMB Niaga wajib membayar
Perusahaan sejumlah US$ 500.000 (dalam nilai penuh)
setiap 3 (tiga) bulan dalam periode yang sama atau
keseluruhan berjumlah US$ 6.000.000 (dalam nilai
penuh).

On September 21, 2011, the Company entered into
cross currency interest rate swap contracts with Bank
CIMB Niaga, where the Company paid Rp 52,590 and
received US$ 6,000,000 (in full amount) intended to
hedge the syndicated loan of changing exchange rate
and interest rate the US$ 6,000,000 (in full amount)
loan payable acquired from Bank CIMB Niaga (see
Note 12). Based on the agreement, the Company
should pay Bank CIMB Niaga a sum of Rp 4,383 every
three (3) months commencing December 29, 2011
to September 19, 2014 or totaling Rp 52,590. In return,
Bank CIMB Niaga should pay the Company a sum of
US$ 500,000 (in full amount) every three (3) months for
the same period or totaling US$ 6,000,000 (in full
amount).

Pada tanggal 31 Desember 2012, nilai wajar kontrak
tersebut adalah sebesar Rp (2.040) yang disajikan
sebagai bagian dari “Utang Derivatif”, sedangkan pada
tanggal 31 Desember 2011, nilai wajar kontrak tersebut
adalah sebesar Rp 128 yang disajikan sebagai bagian
dari “Piutang Derivatif” pada laporan posisi keuangan,
masing-masing pada tanggal 31 Desember 2012
(2011).

As of December 31, 2012, the fair value contract
amounted to (Rp 2,040), are presented as part of
“Derivatives Payables”, while as of December 31, 2011,
the fair value contract amounted to Rp 128, are
presented as part of “Derivatives Receivables”, in the
statement of financial position as of December 31, 2012
(2011), respectively.

Dalam perjanjian, Perusahaan menyetujui untuk
membayar bunga dengan tingkat suku bunga tetap
dalam mata uang Rupiah dan menerima bunga dengan
tingkat suku bunga mengambang untuk mata uang
Dolar Amerika Serikat. Suku bunga tetap per tahun
untuk mata uang Rupiah, adalah sebesar 10,8%
sedangkan suku bunga mengambang per tahun untuk
mata uang Dolar Amerika Serikat adalah sebesar 2%,
di atas tingkat suku bunga LIBOR yang berlaku untuk
jangka waktu 6 (enam) bulan.

Under these contracts, the Company agreed to pay
fixed interest rates on the Rupiah amounts and floating
rate on the United States Dollar amount. Fixed annual
interest rate in Rupiah is 10.8%, while floating annual
interest rate in United States Dollar is 2% above the 6
(six) months interest of LIBOR.

64
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

INSTRUMEN DERIVATIF (lanjutan)

13.

DERIVATIVE INSTRUMENTS (continued)

PT Bank CIMB Niaga Tbk (Bank CIMB Niaga)
(lanjutan)

PT Bank CIMB Niaga Tbk (Bank CIMB Niaga)
(continued)

Kerugian yang timbul dari transaksi - transaksi tersebut
pada tahun 2012 (2011) adalah sebesar Rp 3.670
(Rp 1.538).

Loss incurred from those transactions in 2012 (2011),
amounted to Rp 3,670 (Rp 1,538)

PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Bank Danamon)

PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Bank Danamon)

Pada tahun 2008, Perusahaan memiliki perjanjian
kontrak valuta berjangka dengan PT Bank Danamon
Indonesia Tbk. Pada tanggal 31 Desember 2011, nilai
kontrak valuta berjangka yang ditransaksikan adalah
sebesar US$ 1.000.000 (dalam nilai penuh) dengan
nilai tukar forward adalah antara Rp 9.218 (dalam nilai
penuh) sampai dengan Rp 9.396 (dalam nilai penuh).

In 2008, the Company signed the forward contract
agreement with PT Bank Danamon Indonesia Tbk. As
of December 31, 2011 the outstanding forward foreign
exchange contracts have notional amounts totalling
US$ 1,000,000 (in full amount), with a forward currency
exchange rate per US$1 is ranging from Rp 9,218 (in
full amount) to Rp 9,396 (in full amount).

Pada tanggal 31 Desember 2011, nilai wajar kontrak
tersebut adalah sebesar Rp 161 yang disajikan sebagai
bagian dari “Utang Derivatif” pada laporan posisi
keuangan.

As of December 31, 2011, the fair value contract
amounted to Rp 161, are presented as part of
“Derivatives Payable” in the statement of financial
position.

Keuntungan (kerugian) yang timbul dari transaksi transaksi tersebut pada tahun 2012 (2011) adalah
sebesar Rp 161 (Rp (161)).

Gain (loss) incurred from those transactions in 2012
(2011), amounted to Rp 161 (Rp (161)).

Interest Rate Swap

Interest Rate Swap

PT Bank Danamon Indonesia Tbk - Interest Rate
Swap (Bank Danamon - IRS)

PT Bank Danamon Indonesia Tbk - Interest Rate
Swap (Bank Danamon - IRS)

Pada tanggal 22 Maret 2011, 14 Juni 2011 dan
15 Maret 2012, Perusahaan menandatangani perjanjian
transaksi swap tingkat bunga dengan Bank Danamon IRS dengan nilai kontrak valuta berjangka yang
ditransaksikan
adalah
masing-masing
sebesar
Rp 96.000, Rp 52.800 dan Rp 100.000 dengan jangka
waktu kontrak masing-masing selama 31 bulan,
24 bulan dan 26 bulan. Perusahaan setuju untuk
melakukan pembayaran bunga secara berkala
berdasarkan suku bunga tetap masing-masing sebesar
8,4%, 8,3% dan 6,6% per tahun kepada Bank
Danamon - IRS, yang akan melakukan pembayaran
secara berkala berdasarkan suku bunga mengambang
sebesar tingkat bunga BI Time Deposit 1 (satu) bulan.

On March 22, 2011, June 14, 2011 and March 15,
2012, the Company signed interest rate swap
agreement with Bank Danamon - IRS with notional
amounts Rp 96,000, Rp 52,800 and Rp 100,000,
respectively, with the term of contract is 31 months,
24 months and 26 months. The company agrees to
make periodic interest payments based on fixed interest
rate is 8.4%, 8.3% and 6.6% to Bank Danamon - IRS,
who in turn makes periodic interest payments based on
floating interest rate is BI Time Deposit one (1) month,
respectively.

Pada tanggal 31 Desember 2012 (2011), nilai wajar
kontrak tersebut adalah sebesar Rp 1.979 (Rp 2.660)
yang disajikan sebagai bagian dari “Utang Derivatif”
pada laporan posisi keuangan 31 Desember 2012
(2011).

As of December 31, 2012 (2011), the fair value contract
amounted to Rp 1,979 (Rp 2,660) are presented as part
of “Derivatives Payable” in the statement of financial
position as of December 31, 2012 (2011).

Kerugian yang timbul dari transaksi - transaksi tersebut
pada tahun 2012 (2011) adalah sebesar Rp 4.105
(Rp 4.602).

Loss incurred from those transactions in 2012 (2011),
amounted to Rp 4,105 (Rp 4,602).

PT Bank OCBC NISP

PT Bank OCBC NISP

Pada
tanggal
22
Juli
2011,
Perusahaan
menandatangani perjanjian transaksi swap tingkat
bunga dengan Bank OCBC NISP - IRS untuk tujuan
lindung nilai terhadap perubahan suku bunga pinjaman
yang diperoleh dari Bank OCBC-NISP sejumlah
Rp 100.000 (lihat Catatan 12) dengan nilai kontrak
valuta berjangka yang ditransaksikan adalah sebesar
Rp 100.000 dengan jangka waktu kontrak selama
3 (tiga) tahun.

On July 22, 2011, the Company signed interest rate
swap agreement with Bank OCBC NISP - IRS intended
to hedge the loan of changing interest rate the
Rp 100,000 loan payable acquired from Bank OCBCNISP (see Note 12) with forward contract notional
amounts Rp 100,000, with the term of contract is
3 (three) years.

65
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

INSTRUMEN DERIVATIF (lanjutan)

13.

DERIVATIVE INSTRUMENTS (continued)

Interest Rate Swap (lanjutan)
PT Bank OCBC NISP (lanjutan)

PT Bank OCBC NISP (continued)

Pada tanggal 31 Desember 2012, tingkat bunga tetap
sehubungan dengan swap tingkat bunga adalah antara
10,9% - 11,2% per tahun dan tingkat suku bunga
mengambang adalah sebesar tingkat bunga JIBOR
1 (satu) bulan ditambah 3,75%.

As of December 31, 2011, the fixed interest rate relating
to interest rate swaps is ranging from 10.9% to 11.2%
per year and floating interest rate is JIBOR one (1)
month plus 3.75%.

Pada tanggal 31 Desember 2012 (2011) nilai wajar
kontrak tersebut adalah sebesar Rp 1.466 (Rp 1.305)
yang disajikan sebagai bagian dari “Utang Derivatif”
pada laporan posisi keuangan pada tanggal
31 Desember 2012 (2011).

As of December 31, 2012 (2011), the fair value contract
amounted to Rp 1,466 (Rp 1,305) are presented as part
of “Derivatives Payable” in the statement of financial
position as of December 31, 2012 (2011).

Kerugian yang timbul dari transaksi tersebut pada tahun
2012 (2011) adalah sebesar Rp 162 (Rp 1.305).

Loss incurred from those transactions in 2012 (2011)
amounted to Rp 162 (Rp 1,305).

Jumlah keuntungan yang timbul dari transaksi transaksi derivatif tersebut pada tahun 2012 adalah
sebesar Rp 8.341 yang disajikan sebagai bagian dari
“Pendapatan lain-lain” (lihat Catatan 25), sedangkan
kerugian yang timbul pada tahun 2012 (2011) adalah
sebesar Rp 7.937 (Rp 7.606) yang disajikan sebagai
bagian dari “Beban - Lain-lain” (lihat Catatan 28) dalam
laporan laba rugi komprehensif.
14.

Interest Rate Swap (continued)

Total gain incurred from those derivative transactions in
2012, amounted to Rp 8,341, is presented as part of
“Other Income” (see Note 25), and total loss incurred
from those derivative transactions in 2012 (2011),
amounted to Rp 7,937 (Rp 7,606), is presented as part
of “Other Expense” (see Note 28) in the statements of
comprehensive income.

MEDIUM TERM NOTES (MTN) - BERSIH

14.
2012

Nilai nominal
Dikurangi biaya emisi MTN
ditangguhkan (setelah dikurangi
akumulasi amortisasi sebesar
Rp 261 (Rp 20) pada
31 Desember 2012 (2011))
(lihat Catatan 26)
Bersih
Rata-rata tingkat bunga efektif tahunan

MEDIUM TERM NOTES (MTN) - NET
2011

76.667

115.000

(270 )

(378)

76.397

114.622

10,75%

10,99%

Nominal value
Less unamortized MTN
issuance cost (net of
accumulated amortization of
Rp 261 (Rp 20) as of
December 31, 2012 (2011))
(see Note 26)
Net
Average effective annual interest rate

Pada tanggal 3 November 2011, Perusahaan
menerbitkan Medium Term Notes I Tahun 2011 (MTN I)
dengan jumlah nominal secara keseluruhan adalah
sebesar Rp 115.000, dengan tingkat bunga tetap
sebesar 10,75% per tahun. MTN I terdiri dari 2 (dua)
tahap penerbitan, yaitu:

On November 3, 2011, the Company issued Medium
Term Notes I Year 2011 (MTN I) with total nominal
value of Rp 115,000 with fixed interest rate of 10.75%
per annum. MTN I consist of two (2) phases, are as
follows:

a.

a.

MTN I Phase 1, amounting to Rp 50,000, issued
on November 9, 2011; and

b.

MTN I Phase 2, amounting to Rp 65,000, issued
on December 15, 2011.

b.

MTN I Tahap Pertama dengan jumlah pokok
sebesar Rp 50.000 yang diterbitkan tanggal
9 November 2011; dan
MTN I Tahap Kedua dengan pokok sebesar
Rp 65.000 yang diterbitkan tanggal 15 Desember
2011.

MTN I Tahap Pertama dan MTN I Tahap Kedua akan
jatuh tempo secara bersamaan pada tanggal
20 November 2014.

MTN I Phase 1 and MTN I Phase 2 will matured on
November 20, 2014.

Bunga MTN dibayarkan setiap bulan sejak tanggal
penerbitan, dimana bunga MTN pertama akan
dibayarkan pada tanggal 20 Februari 2012. Bunga MTN
terakhir yang sekaligus jatuh tempo akan dibayarkan
pada tanggal 20 November 2014.

The MTN interest is paid on a monthly basis starting
from the issuance date, whereby the first MTN interest
will be paid on February 20, 2012. The last interest of
MTN which falls due at the maturity of the MTN will be
paid on November 20, 2014.
66
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

MEDIUM TERM NOTES (MTN) - BERSIH (lanjutan)

14.

MEDIUM TERM NOTES (MTN) - NET (continued)

Perusahaan menunjuk PT Bank Mega Tbk sebagai
Agen Pemantauan, PT Indopremier Securities sebagai
Arranger dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI)
sebagai Agen Pembayaran untuk MTN I.
Berdasarkan perjanjian Penerbitan dan Agen
Pemantauan, untuk MTN I juga diatur beberapa
pembatasan yang harus dipenuhi oleh Perusahaan
antara lain, memberikan jaminan fidusia berupa piutang
pembiayaan konsumen sebesar 100% (lihat Catatan 6)
dari jumlah pokok MTN, Perusahaan wajib menjaga
rasio Net Credit Loss dibagi rata-rata piutang
pembiayaan, maksimum 4% dan Gearing rasio sebesar
10 (sepuluh) kali. Selain itu, selama pokok MTN belum
dilunasi, Perusahaan tidak diperkenankan antara lain,
menjaminkan harta kekayaan Perusahaan, melakukan
penggabungan usaha, memberi pinjaman kepada pihak
afiliasi, merubah bidang usaha utama Perusahaan,
mengurangi modal dasar, modal ditempatkan, dan
modal disetor Perusahaan, mengajukan permohonan
pailit, serta mengadakan segala bentuk kerjasama yang
mengakibatkan kegiatan/operasi Penerbit diatur oleh
pihak lain. Perusahaan telah memenuhi batasanbatasan yang diwajibkan dalam perjanjian tersebut.

15.

The Company assigned PT Bank Mega Tbk as
monitoring agent, PT Indopremier Securities as
Arranger and KSEI as payment agent for MTN I.

Based on the issued and trustee agreement for MTN I
provide several negative covenants to the Company,
among others, collateral with fiduciary transfer of
account receivables amounting to 100% (see Note 6) of
total outstanding MTN principals, the Company is
obliged to maintain Net Credit Loss divided to financing
receivable average, maximum 4% and Gearing ratio at
ten (10) times. Moreover, on the condition that the MTN
payables are still outstanding, the Company is not
allowed to, among others, give Company‟s assets as
collateral, mergers, grant a loan or credit to affiliated
company, change Company‟s main activity, reduce
authorized, issued and fully paid shares of the
Company, make statement of bankruptcy, make
cooperation that caused other party operate the
Company‟s business. The Company has complied with
the covenants in those agreements.

UTANG OBLIGASI

15.

BONDS PAYABLE

2012
Nilai nominal
Dikurangi biaya emisi obligasi ditangguhkan
(setelah dikurangi akumulasi amortisasi
sebesar Rp 555 pada tanggal 31 Desember
2012) (lihat Catatan 26)

100.000

(1.199 )

Bersih
Rata-rata tingkat bunga efektif tahunan

Nominal value
Less unamortized bonds issuance cost
(net of accumulated amortization of
Rp 555 as of December 31, 2012)
(see Note 26)

98.801

Net

8,00% - 9,50%

Average effective annual interest rate

Rincian nilai nominal utang obligasi pada tanggal
31 Desember 2012 menurut tahun jatuh temponya
adalah sebagai berikut:

The details of nominal value of the bonds payable as of
December 31, 2012 by year of maturity are as follows:
2012

2013
2014
2015
Jumlah

90.000
5.000
5.000
100.000

Pada bulan Juni 2012, Perusahaan menerbitkan
Obligasi Berkelanjutan I Mandala Multifinance Tahap I
Tahun 2012 (Obligasi Berkelanjutan I Tahap I) melalui
Bursa Efek Indonesia dengan jumlah nominal secara
keseluruhan
sebesar
Rp
100.000.
Obligasi
Berkelanjutan I Tahap I ini terbagi menjadi 3 seri, yaitu
Seri A sebesar Rp 90.000 yang akan jatuh tempo pada
tanggal 20 Juli 2013 dengan tingkat suku bunga
sebesar 8,00% per tahun, Seri B sebesar Rp 5.000
yang akan jatuh tempo pada tanggal 10 Juli 2014
dengan tingkat suku bunga sebesar 9,00% per tahun,
dan Seri C sebesar Rp 5.000 yang akan jatuh tempo
pada tanggal 10 Juli 2015 dengan tingkat suku bunga
sebesar 9,50% per tahun.

2013
2014
2015
Total

In June 2012, the Company issued Mandala
Multifinance Sustainable Bond I Phase I Year 2012
(Sustainable Bond I Phase I) through the Indonesia
Stock Exchange with a total nominal value of
Rp 100,000. Sustainable Bond I Phase I consist of of
three series, i.e. Serial A amounting to Rp 90,000
which will mature on July 20, 2013 and bear interest
rate of 8.00% per annum, Serial B amounting to Rp
5,000 which will mature on July 10, 2014 and bear
interest rate of 9.00% per annum and Serial C
amounting to Rp 5,000 which will mature on July 10,
2015 and bear interest rate of 9.50% per annum.

67
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

UTANG OBLIGASI (lanjutan)

15.

BONDS PAYABLE (continued)

Berdasarkan hasil pemeringkatan atas Obligasi
Berkelanjutan I Tahap I sesuai dengan surat
No.645/PEF-Dir/IV/2012 tanggal 11 April 2012 dari
PT Pemeringkatan Efek Indonesia (Pefindo), obligasiobligasi tersebut mendapat peringkat “idA“(Stable
Outlook), yang berlaku sampai dengan tanggal 1 April
2013.
Penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I dilakukan
sesuai dengan Akta Perjanjian Perwaliamanatan
Obligasi Berkelanjutan I Mandala Multifinance Tahap I
Tahun 2012 No.40 tanggal 13 April 2012, Perubahan I
Perwaliamanatan Obligasi Berkelanjutan I Mandala
Multifinance Tahap I Tahun 2012 No.44 tanggal 22 Mei
2012 dan Perubahan II Perwaliamanatan Obligasi
Berkelanjutan I Mandala Multifinance Tahap I Tahun
2012 No.92 tanggal 25 Juni 2012 yang ketiganya dibuat
di hadapan Fatiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta,
antara Perusahaan dengan PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk.

The issuance of Bonds IV is covered in the Deed of the
Trusteeship Agreement of Sustainable Bond I Mandala
Multifinance Phase I Year 2012 No.40 dated April 13,
2012, Amendment I on the Trusteeship Agreement of
Sustainable Bond I Mandala Multifinance Phase I Year
2012 No.44 dated May 22, 2012 and Amendment II on
the Trusteeship Agreement of Sustainable Bond I
Mandala Multifinance Phase I Year 2012 No.92 dated
June 25, 2012, all of Fatiah Helmi, S.H., Notary in
Jakarta, between the Company and PT Bank Rakyat
Indonesia (Persero) Tbk.

Obligasi Berkelanjutan I Tahap I ini dijamin secara
fidusia piutang pembiayaan konsumen dengan jumlah
minimum 60% dari Pokok Obligasi. Selain itu,
Perusahaan wajib menambah jaminan hingga minimum
80%
apabila
hasil
pemeringkatan mengalami
penurunan menjadi di bawah hasil pemeringkatan awal.

These Sustainable Bond I Phase I are fiduciary
secured by the consumer financing receivables with a
minimum aggregate amount of 60% of the principal
amount of Bonds payable. Moreover, the Company is
obliged to increase the collateral up to 80% if the result
of bonds rating is lower than previous rating.

Perusahaan tanpa persetujuan tertulis dari Wali Amanat
tidak diperkenankan melakukan tindakan-tindakan,
antara lain, membayar pembayaran lain selama
Perusahaan lalai dalam melakukan pembayaran
jumlah,
terutang
berdasarkan
Perjanjian
Perwaliamanatan,
melakukan
penggabungan,
konsolidasi dan peleburan usaha yang akan
mempunyai akibat yang negatif terhadap Perusahaan,
melakukan kegiatan usaha selain yang disebutkan
dalam Anggaran Dasar, melakukan penurunan modal
dasar, modal ditempatkan dan disetor. Pada tanggal
31 Desember 2012, Perusahaan telah mematuhi
seluruh persyaratan penting tersebut di atas.

The Company, without the written consent of the
Trustee shall not undertake, among others, make any
payment while the Company failed in servicing the
loans based on the Trusteeship Agreement, merger or
consolidation and business combination which will
have a negative effect to the Company, change the
main business of the Company‟s Article of Association,
decrease the Company‟s authorized, issued and paid
in capital. As of December 31, 2012, the Company has
complied with all important covenants above.

Pembayaran bunga dan pokok obligasi telah
dibayarkan oleh Perusahaan sesuai dengan jadwal.
16.

Based on the result of annual rating evaluation on
Sustainable Bond I Phase I in accordance with Letter
No.645/PEF-Dir/IV/2012 dated April 11, 2012 from
Pefindo, the bonds were rated at “idA“ (Stable Outlook)
which was valid up to April 1, 2013.

Interest and principal bonds repayments have been
paid by the Company as scheduled.

UTANG USAHA

16.
2012

Pihak ketiga
Utang dealer
Asuransi

TRADE PAYABLES
2011
Third parties
Dealer payables
Insurance

88.539
6.379

28.648
1.252

94.918

29.900

2.444

1.812

Related party
Dealer payable (see Note 31)

97.362

31.712

Total

Pihak berelasi
Utang dealer (lihat Catatan 31)
Jumlah

Dealer payables represent the Company‟s liabilities to
the dealer for the approved consumer financing contract
to the consumers, where the dealers have delivered the
vehicles to the consumers.

Utang dealer merupakan liabilitas Perusahaan kepada
dealer
atas
konsumen-konsumen
yang
telah
memperoleh persetujuan kredit dari Perusahaan dan
pihak dealer telah menyerahkan kendaraan yang
dibiayai kepada konsumen tersebut.

68
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

UTANG SEWA PEMBIAYAAN

17.

Akun ini merupakan liabilitas sehubungan dengan sewa
pembiayaan - kendaraan dengan rincian sebagai
berikut:

This account represents liabilities connected to vehicle lease with details as follows:

2012
PT BCA Finance

OBLIGATION UNDER FINANCE LEASES

2011
4.810

5.299

Pembayaran sewa minimum masa datang (future
minimum lease payment) sesuai perjanjian sewa
pembiayaan pada tanggal 31 Desember 2012 adalah
sebagai berikut:

PT BCA Finance

The future minimum lease payment based on lease
agreements as of December 31, 2012 are as follows:

Jumlah/
Total
Pembayaran yang jatuh tempo pada tahun
2013
2014

3.867
1.217

Jumlah pembayaran minimum sewa pembiayaan
Bunga

5.084
(274 )

Utang Sewa Pembiayaan - Bersih

Payment due in
2013
2014

4.810

Total minimum lease payment
Interest
Obligations Under Finance Leases - Net

Utang sewa pembiayaan dijamin dengan aset sewa
pembiayaan yang bersangkutan.
Pada saat perjanjian sewa pembiayaan dimulai, lessee
memberikan simpanan jaminan. Simpanan jaminan ini
akan digunakan sebagai pembayaran pada akhir masa
sewa pembiayaan, bila hak opsi dilaksanakan lessee.
Apabila lessee tidak melaksanakan hak opsinya untuk
membeli aset sewa pembiayaan tersebut maka
simpanan jaminan dikembalikan kepada lessee
sepanjang memenuhi ketentuan dalam perjanjian sewa
pembiayaan dengan hak opsi.
18.

The obligations under finance leases are secured by
the related leased assets.
At the time of execution of the finance leases contracts,
the lessee pays the security deposits. The security
deposits are used as the final installment at the end of
the finance lease period, if the lessee exercise the
option to purchase the leased asset. If the lessee does
not exercise the purchase option, the security deposit
will be returned to the lessee as long as it meets the
conditions in the finance lease agreement.

BIAYA MASIH HARUS DIBAYAR

18.

Akun ini terdiri dari akrual atas:

ACCRUED EXPENSES
The details of this account are as follows:

2012

2011

Beban umum dan administrasi
dealer
Beban bunga

6.940
294

Dealer‟s general and administration
expenses
Interest expenses

Jumlah

19.

11.741
11.042
22.783

7.234

Total

PERPAJAKAN

19.

TAXATION

Utang Pajak

Taxes Payable

Akun ini terdiri dari:

This account consists of:
2012

Pajak penghasilan:
Pasal 21
Pasal 23
Pasal 25
Pasal 26
Pasal 29
Jumlah

2011
5.197
7
6.504
141
5.188

2.518
9
4.645
131
10.253

Income taxes:
Article 21
Article 23
Article 25
Article 26
Article 29

17.037

17.556

Total

69
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

PERPAJAKAN (lanjutan)

19.

TAXATION (continued)

Beban Pajak dan Taksiran Utang Pajak Penghasilan
- Pasal 29

Tax Expense and Estimated Income Taxes Payable Article 29

Rekonsiliasi antara laba sebelum beban pajak
penghasilan Perusahaan, seperti yang disajikan dalam
laporan laba rugi komprehensif dan taksiran
penghasilan kena pajak untuk tahun yang berakhir
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2012 (2011)
adalah sebagai berikut:

A reconciliation between the income before corporate
income tax expenses, as shown in the statements of
comprehensive income and estimated taxable income
for the years ended December 31, 2012 (2011) are as
follows:

2012
Laba sebelum beban pajak
penghasilan menurut
laporan laba rugi komprehensif
Beda temporer:
Amortisasi beban administrasi,
provisi bank, biaya emisi
MTN dan obligasi
Cadangan penurunan nilai pasar
agunan yang diambil alih
Liabilitas atas imbalan kerja
karyawan - bersih
Sewa pembiayaan
Penghapusan piutang
pembiayaan konsumen
yang diragukan
Biaya provisi bank
Biaya penyusutan aset tetap
Beda tetap:
Jamuan dan sumbangan
Pendapatan yang telah
dikenakan pajak
penghasilan bersifat
final - bersih
Lain-lain
Taksiran penghasilan kena
pajak - tahun berjalan

2011

291.385

240.777

36.693

69.701

3.334

100

191
(5.371 )

601
876

(25.664 )
6.130

(10.844 )
(37.002 )
-

1.990

1.207

(380 )
538
308.846

Perhitungan beban pajak penghasilan (tahun berjalan)
dan taksiran utang pajak penghasilan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2012
(2011) adalah sebagai berikut:

Beban pajak penghasilan
tahun berjalan
Dikurangi pajak penghasilan
dibayar di muka (Pasal 25)

265.495

Write - off of consumer
financing receivables
Bank provision fee
Depreciation of fixed assets
Permanent differences:
Donation and representation

Income already subjected
to final tax - net
Others
Estimated taxable income
- current year

Income tax expenses (current) calculation and
estimated income tax payable for the years ended
December 31, 2012 (2011) are as follows:

2012
Taksiran penghasilan kena
pajak

(782 )
861

Income before income tax
expenses per statements
of comprehensive income
Temporary differences:
Amortization on administration
expenses,bank provision fees,
issued MTN and bond
Provision for decline
in market value of
repossessed assets
Liabilities for employees'
benefits - net
Finance leases

2011

308.846

265.495

Estimated taxable income

77.211

66.374

(72.023 )

(56.121 )

Income tax expense current
Less prepayments of income taxes
(Article 25)

5.188

10.253

Estimated income tax payable Article 29

Taksiran utang pajak
penghasilan - Pasal 29
Rekonsiliasi antara beban pajak penghasilan dihitung
dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atas
laba sebelum beban pajak penghasilan, dengan beban
pajak penghasilan sebagaimana disajikan pada laporan
laba rugi komprehensif untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2012 (2011) adalah
sebagai berikut:

A reconciliation between income tax expense calculated
by applying applicable tax rates to the income before
tax expense per statements of comprehensive income
for the years ended December 31, 2012 (2011) are as
follows:

70
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

PERPAJAKAN (lanjutan)

19.

Beban Pajak dan Taksiran Utang Pajak Penghasilan
- Pasal 29 (lanjutan)

Tax Expense and Estimated Income Taxes Payable Article 29 (continued)

2012
Laba sebelum beban pajak
penghasilan menurut
laporan laba rugi komprehensif
Beban pajak penghasilan
dengan tarif pajak yang
berlaku
Pengaruh pajak atas beda tetap
Jamuan dan sumbangan
Pendapatan yang telah
dikenakan pajak
penghasilan bersifat
final - bersih
Lain-lain
Beban pajak penghasilan - bersih

TAXATION (continued)

2011

291.385

240.777

(72.846 )

(60.195 )

(498 )

(302 )

95
(134 )

196
(215 )

(73.383 )

(60.516 )

Income before income
tax expenses per statements of
comprehensive income
Income tax expense
computed using the
prevailing tax rates
Tax effect of permanent differences:
Donation and representation

Income already subjected
to final tax - net
Others
Income tax expenses - Net

Liabilitas Pajak Tangguhan - Bersih

Deferred Tax Liabilities - Net

Dampak signifikan atas beda temporer antara
pelaporan komersial dan pajak adalah sebagai berikut:

The deferred tax effects of the significant temporary
differences between commercial and tax reporting are
as follows:

2012
Aset pajak tangguhan
Liabilitas atas
imbalan kerja karyawan
Cadangan kerugian penurunan
nilai pasar agunan yang
diambil alih
Biaya penyusutan aset tetap

2011

2.714

1.922
1.533

1.089
-

6.169

Jumlah

2.666

Deferred tax asset
Liabilities employees‟
benefits
Allowance for decline
in market value of
repossessed assets
Depreciation of fixed assets

3.755

Total

Liabilitas pajak tangguhan
Amortisasi beban administrasi,
provisi bank, biaya emisi
MTN dan obligasi
Sewa pembiayaan

(7.208 )
(2.070 )

(9.965 )
(727 )

Deferred tax liabilities
Amortization on administration
expenses,bank provision fees,
issued MTN and bond
Finance leases

Jumlah

(9.278 )

(10.692 )

Total

Liabilitas pajak tangguhan bersih

(3.109 )

(6.937 )

Deferred tax liabilities net

Administrasi

Administration

Berdasarkan
peraturan
perpajakan
Indonesia,
Perusahaan menghitung, menetapkan dan membayar
secara sendiri pajak penghasilannya (self-assessment).
Untuk tahun pajak sebelum tahun 2008, Direktorat
Jenderal Pajak (DJP) dapat menetapkan atau
mengubah liabilitas pajak dalam batas waktu
10 (sepuluh) tahun sejak saat terutangnya pajak, atau
akhir tahun 2013, mana yang lebih awal.

Under the taxation laws of Indonesia, the Company
submit tax return on the basis of self assessment. For
the fiscal year before 2008, the Directorate General of
Taxation (DGT) may assess or amend taxes within
10 (ten) years of the time the tax becomes due, or until
the end of 2013, whichever is earlier.

Ketentuan baru yang diberlakukan terhadap tahun
pajak 2008 dan tahun-tahun selanjutnya menetapkan
bahwa DJP dapat menetapkan atau mengubah liabilitas
pajak tersebut dalam batas waktu lima tahun sejak saat
terutangnya pajak.

There are new rules applicable to fiscal year 2008 and
subsequent years stipulating that the DGT may assess
or amend taxes within five years of the time the tax
becomes due.

71
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

PERPAJAKAN (lanjutan)

19.

TAXATION (continued)

Perubahan Undang-undang Pajak Penghasilan
Sesuai dengan perubahan Undang-Undang Pajak
Penghasilan, tarif pajak penghasilan badan ditetapkan
pada
tarif
tetap
sebesar
25%
sejak
1 Januari 2010. Perhitungan pajak penghasilan
tangguhan telah menggunakan tarif pajak baru
tersebut.
20.

Amendment of Income Tax Law
Under the amendment, the corporate income tax will be
set at a flat rate of 25% starting January 1, 2010.
Calculation of deferred income tax has applied these
new tax rates.

MODAL SAHAM

20.

The Company‟s shareholders as at December 31, 2012
(2011) were as follows:

Pemegang
saham
Perusahaan
pada
tanggal
31 Desember 2012 (2011) adalah sebagai berikut:

Pemegang Saham
PT Jayamandiri Gemasejati
Alex Hendrawan (Komisaris
Utama)
Lain-lain (masing-masing
dengan kepemilikan
di bawah 5%)
Jumlah

Jumlah Saham
Ditempatkan dan
Disetor Penuh/
Number of
Shares Issued
and Fully Paid

CAPITAL STOCK

Persentase
Kepemilikan/
Percentage
of
Ownership

Jumlah (Rp)/
Amount (Rp)

Shareholders

933.000.000

70,42%

93.300

67.000.000

5,06%

6.700

PT Jayamandiri Gemasejati
Alex Hendrawan (President
Commissioner)

325.000.000

24,52%

32.500

Others (each with ownership
interest below 5%)

1.325.000.000

100,00%

132.500

Total

Pengelolaan modal

Capital management

Tujuan utama pengelolaan modal Perusahaan adalah
menjaga kelangsungan usaha Perusahaan, agar
imbalan
kepada
pemegang
saham
dapat
dimaksimumkan dan memelihara optimalisasi struktur
permodalan untuk mengurangi biaya modal (cost of
capital).

The main purpose of the Company's capital
management is to maintain it‟s going concern, in order
to maximized shareholder‟s return and capital structure
to reduce the cost of capital.

Perusahaan dipersyaratkan oleh Undang-undang
Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007 untuk
menyisihkan dan mempertahankan suatu dana
cadangan yang tidak boleh didistribusikan sampai dana
cadangan tersebut mencapai 20% dari modal saham
diterbitkan dan dibayar penuh. Pada tanggal 31
Desember 2012, persyaratan permodalan eksternal
tersebut telah dipenuhi oleh Perusahaan.

The Company is also required by the Limited Liability
Company Law No. 40, Year 2007 to contribute and
maintain a non-distributable reserve fund until the said
reserve reaches 20% of the issued and fully paid share
capital. As of December 31, 2012, this externally
imposed capital requirements has been fullfiled by the
Company.

Perusahaan mengelola struktur permodalan dan
melakukan penyesuaian, berdasarkan perubahan
kondisi ekonomi. Untuk memelihara dan menyesuaikan
struktur permodalan, Perusahaan dapat menyesuaikan
pembayaran dividen kepada pemegang saham,
menerbitkan saham baru atau mengusahakan
pendanaan melalui pinjaman. Tidak ada perubahan
atas tujuan, kebijakan maupun proses selama periode
penyajian.

The Company manages its capital structure and makes
adjustments to it, in light of changes in economic
conditions. To maintain or adjust the capital structure,
the Company may adjust the dividend payment to
shareholders, issue new shares or raise debt financing.
No changes were made in the objectives, policies or
processes during the periods presented.

Kebijakan Perusahaan adalah mempertahankan
struktur permodalan yang sehat untuk mengamankan
akses terhadap pendanaan pada biaya yang wajar.
Dalam mengelola permodalan, Perusahaan melakukan
analisa secara bulanan untuk memastikan bahwa
Perusahaan tetap mengikuti Peraturan Menteri
Keuangan Republik Indonesia No. 84/PMK.012/2006
tanggal 29 September 2006 tentang Perusahaan
Pembiayaan yang diantaranya mengatur ketentuan
sebagai berikut:

The Company‟s policy is to maintain a healthy capital
structure in order to secure access to finance at a
reasonable cost. In managing capital, the Company
conducts monthly analysis to ensure that the Company
complies with the Regulation of the Ministry of Finance
Republic of Indonesia No. 84/PMK.012/2006 dated
September 29, 2006 regarding Financing Companies
which have some provisions as follows:

72
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
20.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

MODAL SAHAM (lanjutan)

20.

CAPITAL STOCK (continued)

Pengelolaan modal (lanjutan)

Capital management (continued)








21.

Modal disetor Perusahaan minimum sebesar
Rp 100.000;
Modal sendiri Perusahaan minimum sebesar
50,00% dari modal disetor;
Jumlah pinjaman yang dimiliki Perusahaan
dibandingkan modal sendiri dan pinjaman
subordinasi dikurangi penyertaan (gearing ratio)
ditetapkan setinggi-tingginya 10 kali, baik untuk
pinjaman luar negeri maupun dalam negeri.




TAMBAHAN MODAL DISETOR - BERSIH

21.

The Company‟s paid-up capital of minimum
Rp 100,000;
The Company‟s equity amounting to minimum
50.00% of paid-up capital;
The amount of the Company‟s loan to equityand
subordinated loan deducted by investment
(gearing ratio) is maximum 10 times, both for offshore and on-shore domestic loans.

ADDITIONAL PAID-IN CAPITAL - NET

Akun ini merupakan agio saham, yang merupakan
selisih antara jumlah harga jual dengan jumlah nilai
nominal saham yang diterbitkan sehubungan dengan
penawaran umum saham Perusahaan kepada
masyarakat (lihat Catatan 1b), setelah dikurangi
dengan seluruh biaya yang berhubungan dengan
penawaran umum saham Perusahaan tersebut.

This account represents the excess of the proceeds
over the par value of shares offered to the public (see
Note 1b) after netting with the stock issuance costs
incurred in relation to the said public offering.

Rincian tambahan modal disetor - bersih adalah
sebagai berikut:

The details of additional paid in capital - net are as
follows:

Jumlah/
Amount
Agio saham sehubungan penawaran
umum saham (lihat Catatan 1b)
Biaya emisi saham (lihat Catatan 2r)
Bersih

22.

30.875
(3.598 )
27.277

DIVIDEN TUNAI DAN DANA CADANGAN UMUM

22.

Additional paid-in capital arising from
public offering (see Note 1b)
Stock issuance costs (see Note 2r)
Net

CASH DIVIDENDS AND GENERAL RESERVE

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan
(RUPST) tanggal 15 Juni 2012, sebagaimana diaktakan
dalam akta Notaris Leolin Jayayanti, S.H., No. 15, pada
tanggal yang sama, para pemegang saham menyetujui
pembagian dividen tunai sebesar Rp 54.060 atau
Rp 40,80 (dalam nilai penuh) per saham, yang akan
dibayarkan pada tanggal 6 September 2012 kepada
pemegang saham yang tercatat pada Daftar Pemegang
Saham pada tanggal 23 Agustus 2012. Dalam RUPST
tersebut, para pemegang saham juga menyetujui untuk
mencadangkan sejumlah Rp 21.400 dari laba bersih
Perusahaan tahun 2011, sebagai dana cadangan
umum Perusahaan sesuai ketentuan yang berlaku.

Based on Company‟s Annual Shareholders‟ General
Meeting (AGM) on June 15, 2012, which was notarized
by notarial deed No. 15 of Leolin Jayayanti, S.H., on the
same date, the shareholders ratified the declaration of
cash dividends amounting to Rp 54,060 or
Rp 40.80 (in full amount) per share, payable on
September 6, 2012, to shareholders who were
registered at the Company‟s share registrar as of
August 23, 2012. On the same AGM, the shareholders
also agreed to appropriate portions of retained earnings
for general reserve purposes amounting to Rp 21,400
for 2011, in accordance with the existing regulations.

Dalam RUPST tanggal 19 Mei 2011, sebagaimana
diaktakan dalam akta Notaris Leolin Jayayanti, S.H.,
No. 13, pada tanggal yang sama, para pemegang
saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar
Rp 39.750 atau Rp 30 (dengan nilai penuh) per saham,
yang akan dibayarkan pada tanggal 19 Agustus 2011
kepada pemegang saham yang tercatat pada Daftar
Pemegang Saham pada tanggal 4 Agustus 2011.
Dalam RUPST tersebut, para pemegang saham juga
menyetujui untuk mencadangkan sejumlah Rp 1.000
dari laba bersih Perusahaan tahun 2010, sebagai dana
cadangan umum Perusahaan sesuai ketentuan yang
berlaku.

Based on Company‟s AGM on May 19, 2011, which
was notarized by notarial deed No. 13 of Leolin
Jayayanti, S.H., on the same date, the shareholders
ratified the declaration of cash dividends amounting to
Rp 39,750 or Rp 30 (in full amount) per share, payable
on August 19, 2011, to shareholders who were
registered at the Company‟s share registrar as of
August 4, 2011. On the same AGM, the shareholders
also agreed to appropriate portions of retained earnings
for general reserve purposes amounting to Rp 1,000 for
2010, in accordance with the existing regulations.

73
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
23.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

PENDAPATAN PEMBIAYAAN KONSUMEN

23.

Rincian akun ini adalah sebagai berikut:

The details of this account are as follows:
2012

Pendapatan pembiayaan
konsumen - kotor
Dikurangi hak bank-bank
sehubungan dengan transaksi
kerjasama pembiayaan
bersama dan penerusan
pinjaman (lihat Catatan 30a)
Bersih

CONSUMERS FINANCING INCOME

2011
1.213.632

1.277.938

Less amounts of the banks‟
rights on such income relating
to joint financing and loan
channelling (see Note 30a)

1.167.805

(29.654 )

Consumer financing income gross

(45.827)

1.307.592

Net

Pada tahun 2012 (2011), Perusahaan tidak memiliki
pendapatan pembiayaan konsumen yang diperoleh dari
pihak berelasi.
Pada tahun 2012 (2011), tidak ada pendapatan
pembiayaan konsumen yang melebihi 10% dari total
pendapatan kepada satu konsumen saja.
24.

In years 2012 (2011), the Company has no consumer
financing income earned from related parties.
In years 2012 (2011), the Company has no consumer
financing income in excess of 10% of total revenues to
a customer.

PENDAPATAN BUNGA

24.

Rincian akun ini adalah sebagai berikut:

INTEREST INCOME
The details of this account are as follows:

2012

2011

Jasa giro
Deposito

97
685

Current accounts
Time deposits

Jumlah

25.

298
82
380

782

Total

PENDAPATAN LAIN-LAIN

25.

Rincian akun ini adalah sebagai berikut:

The details of this account are as follows:
2012

Pendapatan transaksi derivatif
(lihat Catatan 13)
Laba penjualan aset tetap
(lihat Catatan 11)
Penerimaan kembali piutang
yang telah dihapusbukukan
Laba selisih kurs
Lain-lain
Jumlah

26.

OTHER INCOME

2011
8.341

-

2.260

100

2.248
747

733
513
386

Gain on derivative transaction
(see Note 13)
Gain on sales of property
and equipment (see Note 11)
Collection of receivables
previously written-off
Gain on foreign exchange
Others

13.596

1.732

Total

BEBAN PENDANAAN

26.

Rincian akun ini adalah sebagai berikut:

FINANCING COSTS
The details of this account are as follows:

2012

2011

Beban bunga, provisi dan
administrasi bank
Beban emisi obligasi (lihat Catatan 15)
Beban bunga sewa pembiayaan
Beban emisi MTN (lihat Catatan 14)

362.916
555
439
261

363.540
638
20

Bank interest, provision and
administration expenses
Bonds issuance expense (see Note 15)
Finance leases interest expense
MTN issuance expense (see Note 14)

Jumlah

364.171

364.198

Total

74
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI

27.

Rincian akun ini adalah sebagai berikut:

The details of this account are as follows:
2012

2011

42.542
20.734
13.078
10.706
10.435
10.266
10.043
6.734
4.401
4.169
3.228
1.990
1.100
5.041

Jumlah

40.732
19.773
15.121
8.395
8.761
9.722
8.773
8.601
4.395
1.267
2.355
1.207
918
5.255

Transportation and
telecommunication
Office equipment
Advertising and promotion
Postage and stamp
Rental (see Note 30b)
Utility
Repair and maintenance
Business travel
Printing and documentation
Taxes and license fees
Training and education
Donations and representation
Insurance
Others

144.467

Transportasi dan telekomunikasi
Perlengkapan kantor
Iklan dan promosi
Pos dan materai
Sewa (lihat Catatan 30b)
Utilitas
Perbaikan dan pemeliharaan
Perjalanan dinas
Cetakan dan dokumentasi
Pajak dan perijinan
Pendidikan dan pelatihan
Jamuan dan sumbangan
Asuransi
Lain-lain

28.

135.275

Total

BEBAN LAIN-LAIN

28.

Rincian akun ini adalah sebagai berikut:

Beban dan rugi atas penarikan
agunan yang diambil alih
Rugi selisih kurs
Rugi transaksi derivatif
(lihat Catatan 13)
Cadangan penurunan nilai pasar
agunan yang diambil alih
(lihat Catatan 8)
Beban administrasi bank
Beban lain-lain

OTHER EXPENSES
The details of this account are as follows:

2012

2011

ESTIMASI LIABILITAS
KARYAWAN

ATAS

56.771
8.282

49.880
-

7.937

7.606

7.689
3.861
-

4.355
3.133
809

Loss and expense on assets
repossessions
Loss on foreign exchange
Loss on derivative transaction
(see Note 13)
Allowance of decline in
market value of repossessed
assets (see Note 8)
Bank administration expenses
Other expenses

84.540

Jumlah

29.

GENERAL AND ADMINISTRATIVE EXPENSES

65.783

Total

IMBALAN KERJA

29.

ESTIMATED
BENEFITS

LIABILITIES

FOR

EMPLOYEES’

Perusahaan mencatat estimasi liabilitas atas imbalan
kerja karyawan pada tanggal 31 Desember 2012 dan
2011 berdasarkan perhitungan aktuarial yang dilakukan
oleh PT Bumi Dharma Aktuaria dan PT Jasa Aktuaria
Pensiun dan Asuransi, keduanya merupakan aktuaris
independen,
dalam
laporannya
masing-masing
menggunakan metode “Projected Unit Credit”. (lihat
Catatan 2p)

The Company records the estimated liabilities for
employees‟ benefits as of December 31, 2012 and 2011
based on the actuarial calculation prepared by PT Bumi
Dharma Aktuaria and PT Jasa Aktuaria Pensiun dan
Asuransi, both of them are independent actuary, in
which applies the “Projected Unit Credit” method,
respectively. (see Note 2p).

Asumsi-asumsi pokok yang digunakan dalam
perhitungan aktuaria tahun 2012 dan 2011 tersebut
adalah sebagai berikut:

Key assumption used for years 2012 and 2011 actuarial
calculation are as follows:

Tingkat diskonto
Tingkat kenaikan gaji
Tingkat kecacatan
Tabel mortalita
Umur pensiun

:
:
:
:
:

6,00% per tahun/per year (2011: 7,50%)
5% (2011:7%)
10% x TMI-II (2011: 10% x CSO-80)
TMI-II (2011: CSO-80)
55 tahun/year
75

:
Discount rate
:Annual salary increase
:
Disability Rate
:
Mortality table
:
Retirement age
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
29.

ESTIMASI LIABILITAS
KARYAWAN (lanjutan)

ATAS

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

IMBALAN KERJA

29.

ESTIMATED
LIABILITIES
BENEFITS (continued)

FOR

EMPLOYEES’

Analisis liabilitas diestimasi atas imbalan kerja
karyawan yang disajikan di laporan posisi keuangan
pada tanggal 31 Desember 2012 (2011) dan beban
imbalan kerja karyawan yang dicatat dalam laporan
laba rugi komprehensif untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal tersebut adalah sebagai berikut:

Analysis of estimated liabilities for employees‟ benefits
as presented in the statement of financial position as of
December 31, 2012 (2011) and employees‟ benefits
expense as recorded in the statements of
comprehensive income for the years then ended are as
follows:

a.

a.

Liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan
2012
Nilai kini liabilitas imbalan
kerja
Biaya jasa lampau yang
tidak diakui
Koreksi aktuarial yang
tidak diakui

2011
19.254

(1.070 )

(1.150 )

Unrecognized past service cost

(14.799 )

(7.440 )

Unrecognized actuarial correction

11.790

Beban imbalan kerja karyawan

b.

Biaya jasa kini
Biaya bunga
Amortisasi atas kerugian/
(keuntungan) aktuarial
Amortisasi atas biaya jasa
lampau

Net liabilities recognized in
statement of financial position

10.664

2012

Employees‟ benefits expense
2011

4.196
1.107

2.673
858

240

-

80

80

Current service costs
Interest costs
Amortization of actuarial
loss (gain)
Amortization of past service
costs

5.623

Beban yang diakui pada
tahun berjalan
c.

Present value of employees‟ benefits
obligation

27.659

Nilai bersih liabilitas yang
diakui dalam laporan
posisi keuangan
b.

Estimated liabilities for employees‟ benefits

3.611

Employees’ benefits expense
recognized in the current year

Mutasi nilai bersih atas liabilitas imbalan kerja
karyawan

c.

2012

The change in the liability of employees‟ benefit
2011

Saldo awal liabilitas bersih
Beban imbalan kerja karyawan
selama tahun berjalan
Pembayaran selama
tahun berjalan

10.664

10.063

5.623

3.611

(4.497 )

(3.010 )

Saldo akhir liabilitas bersih

11.790

10.664

Jumlah imbalan kerja untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2012 dan empat tahun
sebelumnya adalah sebagai berikut:
2012
Nilai kini liabilitas
imbalan kerja
Beban jasa lalu yang
tidak diakui
Koreksi aktuarial yang
tidak diakui
Nilai bersih liabilitas
yang diakui dalam
laporan posisi
keuangan

2011

Beginning balance of liability
Employees‟ benefits expense for
current year

Ending balance of liability

Amounts for the year endes December 31, 2012 and
previous four annual periods of employee benefits:
2010

2009

2008

27.659

19.254

12.047

11.510

(1.070)

(1.150 )

(1.230)

(1.310 )

(14.799)

(7.440 )

(754)

(1.595 )

11.790

Payments during the year

10.664

10.063

Manajemen berkeyakinan bahwa estimasi liabilitas
tersebut di atas cukup untuk memenuhi ketentuan yang
berlaku.

8.605

Present value of employees‟
benefits obligation
Unrecoqnized
(1.390 )
past service cost
Unrecognized
2.153
actuarial correction
7.467

8.230

Net liabilities
recognized in
statement of
financial position

Management believes that the above
liabilities are adequate to cover the
requirements.
76

estimated
prevailing
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

30.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

PERJANJIAN PENTING
a.

30.

Perjanjian-perjanjian Kerjasama
(i)

SIGNIFICANT AGREEMENTS
a.

PT Bank Mega Tbk (Bank Mega)

Cooperation Agreements
(i)

PT Bank Mega Tbk (Bank Mega)

Berdasarkan
Perjanjian
Pembiayaan
Bersama Mega Oto Joint Financing (MOJF)
tanggal 18 November 2003, Bank Mega dan
Perusahaan
setuju
untuk melakukan
kerjasama pembiayaan bersama berupa
pemberian fasilitas MOJF dalam rangka
pembelian kendaraan bermotor dengan
ketentuan
bahwa
bagian pembiayaan
Bank Mega adalah sebesar 95% dan bagian
pembiayaan Perusahaan adalah sebesar
5% dari total pembiayaan konsumen.

Based on the Mega Oto Joint Financing
Cooperation Agreement (MOJF) dated
November 18, 2003, Bank Mega and the
Company agreed to cooperate in joint
financing to provide MOJF facility in order to
purchases two-wheeled motor vehicles,
provided that Bank Mega‟s financing portion
is 95% and the Company‟s financing portion
is 5% from the total of consumers financing.

Fasilitas
pembiayaan
bersama
ini
mempunyai jumlah maksimum sejumlah
Rp 50.000 dengan jangka waktu pencairan
fasilitas MOJF selama 48 (empat puluh
delapan)
bulan
sejak
tanggal
penandatanganan Perjanjian Pembiayaan
Bersama fasilitas MOJF.

This joint financing facility has a maximum
amount of Rp 50,000, with the period of
withdrawals of the MOJF facility is forty-eight
(48) months started from the signing
date of MOJF Cooperation Agreement.

Tingkat bunga tahunan yang diberlakukan
oleh Bank Mega terhadap Perusahaan
bersifat tetap untuk setiap kelompok
pencairan dimana ditentukan pertama kali
untuk jangka waktu pembiayaan 1 (satu)
tahun: 17,5%, 2 (dua) tahun: 18% dan 3
(tiga) tahun: 19%.

The fixed annual interest rates charged by
Bank Mega for each withdrawal batch with a
financing period of one (1) year: 17.5%, two
(2) years: 18%, three (3) years: 19%.

Fasilitas
tersebut
dijamin
dengan
penyerahan hak secara fidusia atas Bukti
Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) asli
kendaraan yang dibiayai oleh fasilitas
MOJF.

This facility is secured by fiduciary transfer of
the original BPKB of the motor vehicles which
are financed by MOJF facility.

Selanjutnya pada tanggal 28 Januari 2004,
25 Juni 2004, 9 November 2004 dan
20 November 2006, Bank Mega setuju
untuk menambah fasilitas pembiayaan
bersama berupa fasilitas MOJF, dengan
batas
maksimum
kredit
masingmasing sejumlah Rp 150.000, Rp 100.000,
Rp 150.000 dan Rp 350.000 yang bersifat
revolving dengan jangka waktu pencairan
fasilitas MOJF selama 1 (satu) tahun sejak
tanggal
penandatanganan
Perjanjian
Pembiayaan Bersama.

Furthermore, on January 28, 2004, June 25,
2004, November 9, 2004 and November 20,
2006, Bank Mega agreed to
provide
additional MOJF revolving joint financing
facility, with a maximum credit amount of
Rp 150,000, Rp 100,000, Rp 150,000 and
Rp 350,000, respectively, and period of
withdrawals of the MOJF facility is one (1)
year started from the signing date of MOJF
Cooperation Agreement.

Fasilitas
tersebut
dijamin
dengan
penyerahan hak secara fidusia atas BPKB
asli kendaraan yang dibiayai oleh fasilitas
MOJF.

This facility is secured by fiduciary transfer of
the original BPKB of the motor vehicles which
are financed by MOJF facility.

Pada tanggal 21 April 2005, Bank Mega
menyetujui penambahan fasilitas MOJF
Rp 250.000 jangka waktu pencairan fasilitas
MOJF 1 (satu) tahun sejak penandatangan
addendum Perjanjian Pembiayaan Bersama
fasilitas MOJF.

On April 21, 2005, Bank Mega agreed to
provide additional MOJF joint financing
facility amounted to Rp 250,000 with period
of withdrawals of the MOJF facility is one (1)
year started from the signing date of the
amendment
of
MOJF
Cooperation
Agreement.

]

77
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

PERJANJIAN PENTING (lanjutan)
a.

30.

Perjanjian-perjanjian Kerjasama (lanjutan)
(i)

PT Bank
(lanjutan)

Mega

Tbk

(Bank

SIGNIFICANT AGREEMENTS (continued)
a.

Mega)

Cooperation Agreements (continued)
(i)

PT Bank Mega
(continued)

Tbk

(Bank

Mega)

Perjanjian tersebut terakhir diubah pada
tanggal 2 Maret 2011, Bank Mega
menyetujui penambahan fasilitas MOJF,
sehingga
jumlah
maksimum
porsi
pembiayaan kreditur mayoritas sebesar
Rp 350.000 dengan jangka waktu pencairan
fasilitas MOJF 12 (dua belas) bulan sejak
tanggal
penandatangan
addendum
perjanjian. Tingkat bunga tahunan yang
diberlakukan oleh Bank Mega terhadap
Perusahaan bersifat tetap untuk setiap
kelompok pencairan dimana ditentukan
pertama
kali
untuk
jangka
waktu
pembiayaan 1 (satu) tahun: 13,5%, 2 (dua)
tahun: 14%, 3 (tiga) tahun: 14%, 4 (empat)
tahun: 14,5%.

The agreement was last amended on March
2, 2011, Bank Mega agreed to provide
additional MOJF facility amounted to
Rp 350,000 with the term of withdrawal
twelve (12) months since the amendment of
agreement is signed. The fixed annual
interest rates charged by Bank Mega for
each withdrawal batch with a financing period
of one (1) year: 13.5%, two (2) years: 14%,
three (3) years: 14%, four (4) years: 14.5%.

Selanjutnya, pada tanggal 25 April 2005,
Bank Mega menyetujui pemberian fasilitas
Mega
Oto
Pengalihan
Portofolio
Pembiayaan (MOPP) sebesar Rp 50.000
dengan jangka waktu pencairan fasilitas
MOPP selama 1 (satu) tahun sejak
penandatanganan Perjanjian Pembiayaan
Bersama fasilitas MOPP.

Furthermore, on April 25, 2005, Bank Mega
agreed to provide the MOPP facility
amounted to Rp 50,000 with period of
withdrawals of the MOPP facility is one (1)
year started from the signing date of the
MOPP Cooperation Agreement.

Tingkat bunga tahunan yang diberlakukan
oleh Bank Mega atas fasilitas-fasilitas
tersebut bersifat tetap untuk setiap
kelompok pencairan, yaitu untuk jangka
waktu pembiayaan 1 (satu) tahun: 20,5%,
2 (dua) tahun: 20,5% dan 3 (tiga) tahun:
20,75%.

The fixed annual interest rates charged by
Bank Mega for each withdrawal batch with a
financing period of one (1) year: 20.5%, two
(2) years: 20.5%, three (3) years: 20.75%.

Pada tanggal 2 Maret 2011, Perusahaan
memperoleh fasilitas MOPP dari Bank Mega
dengan
jumlah
maksimum
sebesar
Rp 50.000 dan jangka waktu pencairan
fasilitas MOJF 1 (satu) tahun sejak
penandatangan
addendum
Perjanjian
Pengalihan Portfolio Pembiayaan Konsumen
dan Penunjukan Agen Fasilitas serta Agen
Jaminan. Tingkat bunga tahunan yang
diberlakukan oleh Bank Mega terhadap
Perusahaan bersifat tetap untuk setiap
kelompok pencairan dimana ditentukan
pertama
kali
untuk
jangka
waktu
pembiayaan 1 (satu) tahun: 13,5%, 2 (dua)
tahun: 14%, 3 (tiga) tahun: 14%, 4 (empat)
tahun: 14,5%.

On March 2, 2011, the Company obtained
the MOPP facility with a maximum amount of
Rp 50,000 from Bank Mega, the term of this
facility is one (1) year since since the
amendment of MOPP agreement is signed.
The fixed annual interest rates charged by
Bank Mega for each withdrawal batch with a
financing period of one (1) year: 13.5%, two
(2) years: 14%, three (3) years: 14%, four (4)
years: 14.5%.

Fasilitas-fasilitas tersebut dijamin dengan
kendaraan bermotor yang dibiayai oleh
fasilitas pembiayaan yang bersangkutan.

Those facilities are secured by the financed
motor vehicles.

Fasilitas
tersebut
pada
tanggal
31 Desember 2011 adalah sejumlah Rp 63.
Seluruh fasilitas-fasilitas pinjaman tersebut
telah dilunasi pada tahun 2012.

The balances of this facility amounting to
Rp 63 as of December 31, 2011. In 2012, all
outstanding loan of this loan facility has been
fully repaid.

78
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

PERJANJIAN PENTING (lanjutan)
a.

30.

Perjanjian-perjanjian Kerjasama (lanjutan)
(ii)

SIGNIFICANT AGREEMENTS (continued)
a.

PT Bank ICB Bumiputera Indonesia Tbk
(Bank Bumiputera)

Cooperation Agreements (continued)
(ii)

PT Bank ICB Bumiputera Indonesia Tbk
(Bank Bumiputera)

Pada tanggal 19 Januari 2005, Perusahaan
memperoleh fasilitas pembiayaan bersama
dari Bank Bumiputera dalam rangka
pembelian kendaraan roda dua baru dengan
jumlah maksimum sebesar Rp 7.500,
dengan
ketentuan
bahwa
bagian
pembiayaan Bank Bumiputera adalah
sebesar 90% dan bagian pembiayaan
Perusahaan adalah sebesar 10% dari harga
kendaraan, dan jangka waktu fasilitas
adalah 3 (tiga) tahun.

On January 19, 2005, the Company obtained
the joint financing facility from Bank
Bumiputera for purchases of new
twowheeled motor vehicles with a maximum
amount of Rp 7,500, provided that, Bank
Bumiputera‟s financing portion is 90% and
the Company‟s portion is 10%, and the term
of facility is three (3) years.

Pada
tanggal
16
Agustus
2005,
14 Oktober 2005, 9 Desember 2005,
27 Maret 2006, 4 Oktober 2006 dan
29 Mei 2007, Bank Bumiputera menyetujui
penambahan fasilitas pembiayaan bersama,
masing-masing
sebesar
Rp
25.000,
Rp 50.000,
Rp 100.000,
Rp 50.000,
Rp 50.000 dan Rp 50.000 sehingga jumlah
fasilitas maksimum menjadi Rp 332.500.

On August 16, 2005, October 14, 2005,
December 9, 2005, March 27, 2006,
October 4, 2006 and May 29, 2007, Bank
Bumiputera agreed to provide additional joint
financing facility amounting to Rp 25,000,
Rp 50,000,
Rp 100,000,
Rp
50,000,
Rp 50,000 and Rp 50,000, therefore a total
maximum facility become Rp 332,500.

Perjanjian
tersebut
telah
mengalami
beberapa perubahan, terakhir pada tanggal
11 Maret 2011, Bank Bumiputera menyetujui
perubahan fasilitas pembiayaan bersama
menjadi maksimum Rp 110.000. Bank
Bumiputera menetapkan suku bunga per
tahun berkisar antara 12% dengan jaminan
berupa kendaraan bermotor yang dibiayai.

The facility has been amended several times
and the latest on March 11, 2011, Bank
Bumiputera agreed to provide joint financing
facility to become Rp 110,000. The annual
interest rates charged by Bank Bumiputera is
ranging from 12% and secured by the
financed motor vehicles.

Selain itu, sesuai perjanjian, Perusahaan
wajib
memberitahukan
kepada
Bank
Bumiputera apabila Perusahaan mengubah
susunan pengurus dan pemegang saham,
menambah fasilitas kredit pada bank atau
lembaga keuangan lain, memberikan
pinjaman kepada pemegang saham dan
membuka kantor cabang baru.

Moreover, based on the agreement,
Company is obliged to inform Bank
Bumiputera, in case there is changes in the
composition of the Company‟s management
and shareholders, obtain additional credit
facility from other bank or financial institution,
grant loan to the shareholders and open the
new branches.

Saldo atas fasilitas tersebut pada tanggal
31 Desember 2012 (2011), adalah sejumlah
Rp 3.267 (Rp 25.439).

The balances of this facility amounting to
Rp 3,267 (Rp 25,439), as of December 31,
2012 (2011).

(iii) PT Bank Internasional Indonesia Tbk
(Bank BII)

(iii) PT Bank International Indonesia Tbk
(Bank BII)

Berdasarkan
Perjanjian
Kerjasama
Penyaluran Kredit Kendaraan Bermotor
(KKB) pada tanggal 7 Agustus 2007 yang
telah beberapa kali mengalami perubahan
dan terakhir pada tanggal 22 Agustus 2011,
Perusahaan dan Bank BII setuju untuk
melakukan kerjasama penerusan pinjaman
kepada konsumen dengan ketentuan bahwa
bagian pembiayaan Bank BII adalah
sebesar 95% dan bagian pembiayaan
Perusahaan adalah sebesar 5%.

Based on Motor Vehicles Credit Channelling
Cooperation Agreement dated August 7,
2007 which has been amended several times
and the latest on August 22, 2011, the
Company and Bank BII agreed to cooperate
in channelling the loans to consumers,
provide that Bank BII financing portion is 95%
and the Company‟s financing portion is 5%.

79
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

PERJANJIAN PENTING (lanjutan)
a.

30.

Perjanjian-perjanjian Kerjasama (lanjutan)

SIGNIFICANT AGREEMENTS (continued)
a.

Cooperation Agreements (continued)

(iii) PT Bank Internasional Indonesia Tbk
(Bank BII) (lanjutan)

(iii) PT Bank International Indonesia Tbk
(Bank BII) (continued)

Fasilitas
pembiayaan
bersama
ini
mempunyai jumlah maksimum sejumlah
Rp 250.000 (Rp 150.000 untuk motor baru
dan Rp 100.000 untuk motor bekas), yang
akan jatuh tempo pada tanggal 7 Juni 2013,
dengan jangka waktu pembiayaan kepada
konsumen adalah 3 (tiga) tahun. Jaminan
atas fasilitas ini adalah BPKB kendaraan
yang dibiayai. Bank BII menetapkan tingkat
bunga per tahun untuk motor baru sebesar
11,25% dan untuk motor bekas sebesar
11,75%.

This joint financing facility has a maximum
amount of Rp 250,000 (Rp 150,000 for new
motorcycle and Rp 100,000 for used
motorcycle), which will be due on June 7,
2013, and the term of financing to consumers
is three (3) years. This facility is secured with
original BPKB of the financed motor vehicles.
The annual interest rates charged by Bank
BII for new motorcycle is 11.25% and for
used motorcycle is 11.75%.

Saldo atas transaksi kerjasama penerusan
pinjaman
tersebut
pada
tanggal
31 Desember 2012 (2011) adalah sebesar
Rp 29.454 (Rp 49.187).

The balances of this credit facility as of
December 31, 2012 (2011) amounted to
Rp 29,454 (Rp 49,187).

Selain itu, sesuai perjanjian, Perusahaan
wajib memberitahukan kepada Bank BII
apabila Perusahaan mengubah susunan
pengurus dan pemegang saham.

Moreover, based on the agreement, the
Company obliged to inform Bank BII in
writing in case there are changes in the
Company‟s management and shareholders.

(iv) PT Bank CIMB Niaga Tbk (Bank CIMB
Niaga)

(iv) PT Bank CIMB Niaga Tbk (Bank CIMB
Niaga)

Berdasarkan Perjanjian Kerjasama Dalam
Rangka Pemberian Fasilitas Pembiayaan
Bersama tanggal 19 Agustus 2004,
Perusahaan
memperoleh
fasilitas
pembiayaan bersama dari Bank CIMB Niaga
dalam
rangka
pembelian
kendaraan
bermotor roda dua baru dengan ketentuan
bahwa bagian pembiayaan Bank CIMB
Niaga adalah sebesar 90% dan bagian
pembiayaan Perusahaan adalah sebesar
10%. Fasilitas pembiayaan bersama ini
mempunyai jumlah maksimum sejumlah
Rp 15.000 pada awal perjanjian dan terakhir
telah diubah menjadi Rp 214.500 dengan
jangka waktu penarikan fasilitas pembiayaan
bersama sampai dengan tanggal 2 Mei
2013. Fasilitas ini dikenakan bunga per
tahun sebesar 11,5%.

Based on the Cooperation Agreement on the
Joint Financing Credit Facility dated
August 19, 2004, the Company obtained joint
financing facility from Bank CIMB Niaga for
purchases of new two-wheeled motor
vehicles, provided that, Bank CIMB Niaga
financing portion is 90% and the Company‟s
portion is 10%. This revolving joint financing
facility has a initially maximum amount of
Rp 15,000, which was last amended become
Rp 214,500 with the term of the joint
financing facility withdrawal up to May 2,
2013. This loan facility bear fixed annual
interest rate of 11.5%

Saldo atas transaksi pinjaman kerjasama
tersebut pada tanggal 31 Desember 2012
(2011), adalah sebesar Rp 35.968
(Rp 45.257).

The balances of this credit facility as of
December 31, 2012 (2011) amounted to
Rp 35,968 (Rp 45,257).

(v)

PT Bank CIMB Niaga Tbk - Divisi Syariah
(Bank CIMB Niaga - Syariah)

(v)

Pada tanggal 25 September 2008,
Perusahaan memperoleh fasilitas kredit
pembiayaan bersama untuk “pembiayaan
murabahah” dalam rangka pembelian
kendaraan bermotor roda dua khusus untuk
sepeda motor baru merk Jepang dari Bank
CIMB Niaga - Syariah dengan ketentuan
bahwa bagian pembiayaan Bank CIMB
Niaga - Syariah adalah sebesar 90% dan
bagian pembiayaan Perusahaan adalah
sebesar 10%.

PT Bank CIMB Niaga Tbk - Syariah
Division (Bank CIMB Niaga - Syariah)
On September 25, 2008, the Company
obtained a credit financing facility for
“murabahah financing” to finance the
purchases of new two-wheeled motor
vehicles (Japan), provided that Bank CIMB
Niaga - Syariah‟s financing portion is 90%
and the Company‟s financing portion is 10%.

80
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

PERJANJIAN PENTING (lanjutan)
a.

30.

Perjanjian-perjanjian Kerjasama (lanjutan)
(v)

SIGNIFICANT AGREEMENTS (continued)
a.

PT Bank CIMB Niaga Tbk - Divisi Syariah
(Bank CIMB Niaga - Syariah) (lanjutan)

Cooperation Agreements (continued)
(v)

PT Bank CIMB Niaga Tbk - Syariah
Division (Bank CIMB Niaga - Syariah)
(continued)

Berdasarkan perjanjian tersebut, yang telah
beberapa kali mengalami perubahan dan
terakhir pada tanggal 20 November 2012,
Bank CIMB Niaga - Syariah menyetujui
penambahan fasilitas sebesar Rp 35.500
sehingga total fasilitas pembiayaan bersama
menjadi
Rp 175.000 yang akan jatuh
tempo pada tanggal 1 September 2015.
Sesuai
dengan
perjanjian
tersebut,
Perusahaan wajib menjaga rasio non
performing loan maksimum 5%.

Based on the agreement, that has been
amended several times and the latest on
November 20, 2012, Bank CIMB Niaga Syariah agreed to provide additional facility
amount of Rp 35,500 with total joint financing
facility amounting Rp 175,000 and will
matured on September 1, 2015. Based on
the agreement, the Company is obliged to
maintain maximum non performing loan ratio
of 5%.

Bank CIMB Niaga - Syariah menetapkan
nisbah bagi hasil per tahun sebesar 11,25%
untuk jangka waktu 1 (satu) tahun, 11,50%
untuk jangka waktu 2 (dua) tahun dan
11,75% untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun.

The annual expected yield charged by Bank
CIMB Niaga - Syariah for each joint financing
with a financing period of one (1) year:
11.25%, two (2) years: 11.50% and three (3)
years: 11.75%.

Fasilitas tersebut dijamin dengan BPKB asli
kendaraan yang dibiayai melalui fasilitas ini
dan jaminan perusahaan dari JMG.

This facility is secured with original BPKB of
the financed motor vehicles and corporate
guarantee from JMG.

Saldo atas fasilitas tersebut pada tanggal
31 Desember 2012 (2011) adalah sejumlah
Rp 91.943 (Rp 44.381).

The
balances
of
these
facilities
amounting to Rp 91,943 (Rp 44,381) as of
December 31, 2012 (2011).

Selain itu, sesuai perjanjian, Perusahaan
wajib memberitahukan kepada Bank CIMB
Niaga - Syariah apabila Perusahaan
mengubah kegiatan usaha, mengubah
susunan pengurus dan struktur perusahaan.
Selama
masa
berlakunya
perjanjian
tersebut, antara lain Perusahaan harus
mempertahankan gearing rasio maksimum
10 (sepuluh) kali dan 5 (lima) kali, masingmasing dalam Rupiah dan valuta asing.

Moreover, based on the agreement, the
Company is obliged to inform Bank CIMB
Niaga - Syariah in case there are changes in
Company business activities, Boards of
Directors and Commisioners. While the loan
is outstanding, the Company is obliged to
maintain gearing ratio maximum ten (10)
times and five (5) times, in Rupiah and
foreign exchange, respectively.

Pada tanggal 29 April 2008, Perusahaan
memperoleh fasilitas kredit pembiayaan
bersama
dalam
rangka
pembelian
kendaraan bermotor roda dua khusus untuk
sepeda motor baru merk Yamaha dan
Honda dari Bank CIMB Niaga - Syariah
dengan
ketentuan
bahwa
bagian
pembiayaan Bank adalah sebesar 90% dan
bagian pembiayaan Perusahaan adalah
sebesar 10%.

On April 29, 2008, the Company obtained a
credit joint financing facility to finance the
purchases of new two-wheeled motor
vehicles (Yamaha and Honda), provided that
Bank CIMB Niaga - Syariah financing portion
is 90% and the Company‟s financing portion
is 10%.

Fasilitas
pembiayaan
bersama
ini
mempunyai jumlah maksimum sejumlah
Rp 50.000 yang akan jatuh tempo pada
tanggal 29 April 2009, dengan jangka waktu
pembiayaan kepada konsumen adalah
3 (tiga) tahun.

This joint financing facility has a total
maximum amounted to Rp 50,000 and the
term of facility will matured on April 29, 2009,
the term of financing to consumers is three
(3) years.

Pada tanggal 13 Oktober 2009, Perusahaan
memperoleh fasilitas kredit pembiayaan
bersama dari Bank CIMB Niaga - Syariah
yang mempunyai jumlah maksimum sebesar
Rp
30.000,
dengan
jangka
waktu
pembiayaan selama 12 (dua belas) bulan
sejak penandatanganan perjanjian tersebut.

On October 13, 2009, the Company obtained
a credit joint financing facility from Bank
CIMB Niaga - Syariah with maximum facility
amounted to Rp 30,000, and the term of the
facility is up to twelve (12) months since the
signing date of the agreement.

81
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

PERJANJIAN PENTING (lanjutan)
a.

30.

Perjanjian-perjanjian Kerjasama (lanjutan)
(v)

SIGNIFICANT AGREEMENTS (continued)
a.

PT Bank CIMB Niaga Tbk - Divisi Syariah
(Bank CIMB Niaga - Syariah) (lanjutan)

Cooperation Agreements (continued)
(v)

PT Bank CIMB Niaga Tbk - Syariah
Division (Bank CIMB Niaga - Syariah)
(continued)

Fasilitas ini mempunyai ketentuan bahwa
bagian pembiayaan Bank CIMB Niaga Syariah adalah sebesar 90% dan bagian
pembiayaan Perusahaan adalah sebesar
10%.
Saldo atas transaksi pinjaman kerjasama
tersebut pada tanggal 31 Desember 2012
(2011), adalah sebesar Rp 16 (Rp 2.220).

The balances of this credit facility as of
December 31, 2012 (2011) amounted to
Rp 16 (Rp 2,220).

Perjanjian-perjanjian kerjasama (i - v) tersebut
merupakan pinjaman yang bersifat without
recourse.
1.

This facility provided that, Bank CIMB Niaga Syariah financing portion is 90% and the
Company‟s financing portion is 10%.

The above cooperation agreements (i - v) are
without recourse loans.

PT Bank Rakyat Indonesia - Divisi Syariah
(Bank BRI - Syariah)

1.

PT Bank Rakyat Indonesia - Syariah Division
(Bank BRI - Syariah)

Pada tanggal 17 Juni 2010, Bank BRI - Syariah
memberikan Fasilitas Pembiayaan secara
Syariah dalam bentuk Murabahah dengan nilai
Rp 95.000 dan bersifat revolving. Jangka waktu
fasilitas adalah 1 (satu) tahun sejak tanggal
penandatanganan perjanjian. Pada tanggal
29 Mei 2012, Bank BRI - Syariah menyetujui
perpanjangan jangka waktu fasilitas sampai
dengan tanggal 17 Juni 2013. Ekspektasi margin
pembiayaan bank sebesar 11,75%. Fasilitas ini
dijamin dengan piutang pembiayaan minimum
sebesar 105% dari jumlah fasilitas pembiayaan.
Berdasarkan perjanjian tersebut, Perusahaan
diwajibkan mempertahankan Gearing rasio tidak
melebihi
10
(sepuluh)
kali
dan
tidak
diperkenankan, antara lain, untuk menjaminkan
kekayaan kepada pihak lain, melakukan
pembayaran
utang
pemegang
saham,
mengajukan penyataan pailit tanpa persetujuan
tertulis dari Bank BRI - Syariah.
2.

On June 17, 2010 the Company obtained a
revolving “Murabahah” capital financing facility
from Bank BRI - Syariah with the maximum
amount of Rp 95,000. The term of this facility is up
to one (1) year from the signed date of agreement.
As of May 29, 2012, Bank BRI - Syariah agreed to
extend the term of facility up to June 17, 2013.
The expectation financing margin is 11.75%. This
facility is secured by financing receivables at
minimum 105% of total credit facility.

Based on the agreement, the Company is obliged
to maintain maximum gearing ratio of ten (10)
times and not allowed, among others, give assets
as collateral to other parties, pay shareholders‟
loan, make statement of bankruptcy, without prior
written consent from Bank BRI - Syariah.

PT Bank Jawa Barat dan Banten Tbk - Divisi
Syariah (Bank Jabar Banten Syariah)

2. PT Bank Jawa Barat dan Banten Tbk - Syariah
Division (Bank Jabar Banten Syariah)

Berdasarkan Perjanjian Kerjasama mengenai
Penyaluran Pembiayaan Murabahah Channelling
tanggal 18 Juni 2010, Perusahaan memperoleh
Fasilitas Pembiayaan Murabahah dari PT Bank
Jabar Banten Syariah dengan jumlah maksimum
fasilitas sebesar Rp 100.000 dan jangka waktu
pembiayaan kepada konsumen adalah selama
3 (tiga) tahun. Margin keuntungan bersifat tetap
adalah sebesar 11% per tahun. Perjanjian
tersebut telah mengalami beberapa kali
perubahan, terakhir pada tanggal 12 Maret 2012,
dengan jumlah maksimum fasilitas menjadi
Rp 75.000.

Based on the Cooperation Agreement of
Murabahah Channelling Financing Facility dated
June 18, 2010, the Company obtained Murabahah
Financing Facility from PT Bank Jabar Banten
Syariah with maximum amount facility of
Rp 100,000, and the term of the financing is up to
three (3) years. The fixed annual expected yield
from the bank is 11%. The facility has been
amended several times and the latest on
March 12, 2012, with maximum facility amounted
to Rp 75,000.

Selama masa berlakunya perjanjian tersebut,
antara lain, Perusahaan harus mempertahankan
Gearing rasio kurang dari 10 (sepuluh), jumlah
angsuran tertunggak selama 90 (sembilan puluh)
hari tidak boleh melebihi 2% dari jumlah saldo
piutang pembiayaan konsumen.

While the loan is still outstanding, the Company is
obliged to maintain gearing ratio less than ten (10)
dan Non Performing Loan for ninety (90) days
maximum 2% of total outstanding customer
receivables.

82
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

PERJANJIAN PENTING (lanjutan)

30.

SIGNIFICANT AGREEMENTS (continued)

a.

Perjanjian-perjanjian Kerjasama (lanjutan)

2.

PT Bank Jawa Barat dan Banten Tbk - Divisi
Syariah (Bank Jabar Banten Syariah)
(lanjutan)

2. PT Bank Jawa Barat dan Banten Tbk - Syariah
Division (Bank Jabar Banten Syariah)

Pembiayaan tersebut dijaminkan secara fidusia
atas motor yang dibiayai bersama dengan nilai
penjaminan minimum 100% dari nilai plafond
pembiayaan.

This facility is secured by fiduciary transfer of
Company`s receivables at 100% from total
maximum facility.

3.

a.

PT Bank BCA Syariah (Bank BCA Syariah)

Cooperation Agreements (continued)

3. PT Bank BCA Syariah (Bank BCA Syariah)

Pada tanggal 20 September 2010, Perusahaan
memperoleh fasilitas channelling dengan akad
“Wakalah Murabahah” dari Bank BCA Syariah
dengan jumlah maksimum sebesar Rp 50.000,
dengan jangka waktu pembiayaan selama 36
(tiga puluh enam) bulan. Bank BCA Syariah
menetapkan margin per tahun sebesar 12,5%.
Fasilitas ini dijamin dengan BPKB asli kendaraan
yang dibiayai melalui fasilitas ini.
Berdasarkan perjanjian tersebut, Perusahaan
diwajibkan
mempertahankan
rasio
utang
terhadap ekuitas maksimum sebesar 8 (delapan)
kali dan rasio non performing loan maksimum
sebesar
4%.
Perusahaan
juga
tidak
diperkenankan,
antara
lain,
melakukan
perubahan susunan pemegang saham dan
pengurus tanpa persetujuan tertulis dari Bank
BCA Syariah.
b.

On September 20, 2010, the Company obtained a
“Wakalah Murabahah” channelling facility from
Bank BCA Syariah with the maximum amount of
Rp 50,000 and the term of financing periods is
thirty six (36) months. The annual margin charged
by Bank BCA Syariah is at 12.5%. This facility is
secured by secured by original BPKB of the
financed motor vehicles.
Based on the agreement, the Company is obliged
to maintain debt to equity ratio at the maximum of
eight (8) times and maximum non performing loan
of 4%. The Company is not allowed, among
others, changes the Company`s shareholders and
management without prior written consent from
Bank BCA Syariah.

Perjanjian Lainnya
(i)

b.

Other Agreements
(i)

The Company has an office rental agreement
with third parties for supporting operational
activity of branches office over the Indonesia
region, with rental time ranging from
1 up to 5 years. Rent expense in 2012
(2011) amounted to Rp 10,435 (Rp 8,761)
and presented as part of “General and
Administrative Expenses” in the statements
of comprehensive income (see Note 27).

(ii) Perusahaan memiliki perjanjian pemberian
hak opsi pembelian kendaraan dengan
karyawan kunci tertentu, yang memberikan
opsi kepada karyawan tersebut untuk
membeli kendaraan motor yang disediakan
Perusahaan pada tanggal jatuh tempo opsi
pembelian, yaitu tahun kelima sejak tanggal
perjanjian, dengan syarat dan ketentuan
yang diatur dalam perjanjian tersebut.

31.

Perusahaan memiliki perjanjian
sewa
bangunan
kantor
untuk
keperluan
operasional kantor cabang di berbagai
wilayah di Indonesia dengan pihak ketiga,
dengan jangka waktu sewa rata-rata antara
1 - 5 tahun. Jumlah beban sewa adalah
sebesar Rp 10.435 (Rp 8.761) pada tahun
2012 (2011) dan disajikan sebagai bagian
dari “Beban Umum dan Administrasi” pada
laporan laba rugi komprehensif (lihat
Catatan 27).

(ii)

The Company has agreements with certain
key employees regarding the options to
purchase motor vehicles in which the
Company grants the option to those
employees to purchase motor vehicles which
are provided by the Company on the due
date of purchase option which is on the fifth
year since the date of agreement with the
term and condition as mentioned in the
agreement.

TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK-PIHAK
YANG BERELASI

31.

Dalam kegiatan usaha normal, Perusahaan melakukan
transaksi dengan pihak-pihak yang berelasi, yang
meliputi transaksi usaha dan transaksi keuangan.
Perusahaan
mengadakan
kerjasama
dengan
PT Jayamandiri Gemasejati (JMG) sebagai dealer
kendaraan bermotor dalam kegiatan usaha normalnya.

TRANSACTIONS AND ACCOUNTS WITH RELATED
PARTIES
In the regular conduct of business, the Company
engages in transactions with related parties, which are
consist of business transactions and financial
transactions.
The
Company
cooperated
with
PT Jayamandiri Gemasejati (JMG) as a dealer of motor
vehicle in normal course of business.

83
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK-PIHAK
YANG BERELASI (lanjutan)

31.

TRANSACTIONS AND ACCOUNTS WITH RELATED
PARTIES (continued)

Jumlah biaya administrasi dealer (lihat Catatan 2d)
kepada JMG adalah sebesar Rp 5.514 (Rp 9.096)
pada tahun 2012 (2011), atau sebesar 0,55% (0,98%)
dari jumlah beban, pada tahun 2012 (2011).

Total dealer administration expense (see Note 2d) paid
to JMG amounted to Rp 5,514 (Rp 9,096) in 2012
(2011) or amounted of 0.55% (0.98%) from total
expenses in 2012 (2011).

Rincian saldo dengan pihak-pihak yang berelasi adalah
sebagai berikut:

The details of balance with related parties are as
follows:
Persentase Terhadap
Jumlah Aset / Liabilitas/
Percentage of Total Assets/
Liabilities

Jumlah/
Amount
2012
Piutang Pihak
Berelasi
Karyawan kunci
Utang Usaha
Utang Dealer
(lihat Catatan 16)
PT Jayamandiri
Gemasejati

2011

69

2.444

2012

244

2011

0,002%

1.812

0,077%

0,006%

Due From Related
Parties
Key employees

0,059%

Trade Payables
Dealer payable
(see Note 16)
PT Jayamandiri
Gemasejati

Piutang berelasi tersebut merupakan piutang kepada
karyawan kunci yang tidak dikenakan bunga.

Due from related parties represents non-interest
receivables from key employees.

Sifat hubungan dengan pihak yang berelasi tersebut
adalah:

Relationship with related party is as follows:

Pihak berelasi/
Related Party

Sifat Hubungan/
Relationship

PT Jayamandiri Gemasejati

Entitas Induk/
Parent Company

Jumlah remunerasi yang diberikan kepada Direksi dan
Komisaris Perusahaan adalah Rp 20,9 miliar (Rp 20,7
miliar) pada tahun 2012 (2011).
32.

Total remuneration incurred and paid to the
Company‟s directors and commissioners amounted to
Rp 20.9 billion (Rp 20.7 billion) in 2012 (2011).

MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN

32.

FINANCIAL RISK MANAGEMENT

Perusahaan dihadapkan pada risiko pasar, risiko kredit
dan risiko likuiditas.

The Company is exposed to market risk, credit risk and
liquidity risk.

Risiko Pasar

Market Risk

Risiko pasar merupakan risiko yang terutama
disebabkan karena perubahan tingkat bunga, nilai tukar
mata uang Rupiah, harga komoditas dan harga modal
atau pinjaman, yang dapat membawa risiko bagi
Perusahaan. Dalam perencanaan usaha Perusahaan,
risiko pasar yang memiliki dampak langsung kepada
Perusahaan adalah dalam hal pengelolaan tingkat
bunga.

Market risk is the risk primarily due to changes in
interest rates, exchange rate of Rupiah currency,
commodity prices and the price of capital or loans,
which could incur risks to the Company. In the
Company's business planning, market risk with direct
impact to the Company is in terms of interest rates
management.

Perubahan tingkat bunga acuan akan menjadi risiko
pada saat perubahannya, terutama ketika tingkat bunga
dinaikkan,
yang
menyebabkan
kerugian
bagi
Perusahaan sehingga dapat menyebabkan risiko kredit
Perusahaan meningkat. Untuk itu, Perusahaan
menerapkan pengelolaan tingkat bunga tetap secara
konsisten dengan menyesuaikan tingkat bunga kredit
terhadap tingkat bunga pinjaman dan beban dana.

Changes in interest rates would become a risk at the
point of change, especially when the interest rate is
raised, which would cause losses to the Company,
hence resulting in increased Company's credit risk.
Therefore, the Company implements fixed interest rate
management consistently by doing adjustment on
lending interest rate and cost of funds.

84
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)

32.

FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)

Risiko Pasar (lanjutan)

Market Risk (continued)

Tabel di bawah ini menggambarkan rincian jatuh tempo
aset dan liabilitas Perusahaan yang dipengaruhi oleh
tingkat bunga.

The following table represents a breakdown of maturity
dates of the Company‟s assets and liabilities which are
affected by interest rate.

31 Desember 2012/December 31, 2012
Tidak
dikenakan
bunga/Non
interest
sensitive

Tingkat bunga tetap/Fixed interest rate

0 -12 bulan/
0 - 12 months

Lebih dari
2 tahun/
More than
2 years

1 - 2 tahun/
1 - 2 years

ASET
Kas dan setara kas
Deposito berjangka
yang dijaminkan
Piutang pembiayaan
konsumen - bersih
Piutang lain-lain
Piutang pihak berelasi
Biaya dibayar di muka
Uang muka
Piutang derivatif
Aset non keuangan

-

-

5.356
69
45.129
13.272
149.458

2.548.261
-

Jumlah aset

277.479

2.548.261

973.493

LIABILITAS
Pinjaman bank
Medium Term Note (MTN)
Utang obligasi
Utang usaha
Utang derivatif
Beban masih harus dibayar
Utang lain-lain
Liabilitas non keuangan

64.195

-

-

Tingkat bunga
mengambang/
Floating
interest rate

Jumlah/
Total

32.650

-

-

82

82

973.493
-

223.032
-

7.769
-

3.744.786
5.356
69
45.129
13.272
7.769
149.458

223.032

40.501

4.062.766

Total assets

46.622
5.485
-

2.832.610
76.397
98.801
97.362
5.485
22.783
4.104
36.746

LIABILITIES
Bank loans
Medium Term Note (MTN)
Bonds payables
Trade payables
Derivatives payables
Accrued expenses
Other payables
Non financial liabilities

329.864
4.963
-

96.845

ASSETS
Cash and cash equivalents

-

Pledge time deposit
Consumer financing
receivables - net
Others receivables
Due from related parties
Prepaid expenses
Advances
Derivatives receivable
Non financial assets

97.362
22.783
4.104
36.746

1.751.415
38.141
88.953
-

704.709
38.256
4.885
-

Total liabilitas

160.995

1.878.509

747.850

334.827

52.107

3.174.288

Total liabilities

Bersih

116.484

669.752

225.643

(111.795)

(11.606)

888.478

Net

31 Desember 2011/December 31, 2011
Tidak
dikenakan
bunga/Non
interest
sensitive

Tingkat bunga tetap/Fixed interest rate
0 -12 bulan/
0 - 12 months

Lebih dari
2 tahun/
More than
2 years

1 - 2 tahun/
1 - 2 years

ASET
Kas dan setara kas
Deposito berjangka
yang dijaminkan
Piutang pembiayaan
konsumen - bersih
Piutang lain-lain
Piutang pihak berelasi
Biaya dibayar di muka
Uang muka
Piutang derivatif
Aset non keuangan

-

-

3.570
244
34.068
14.229
156.176

2.372.994
-

Jumlah aset

257.053

2.372.994

920.286

LIABILITAS
Pinjaman bank
Medium Term Note (MTN)
Utang usaha
Utang derivatif
Beban masih harus dibayar
Utang lain-lain
Liabilitas non keuangan
Total liabilitas
Bersih

48.766

-

-

Tingkat bunga
mengambang/
Floating
interest rate

Jumlah/
Total

27.322

-

-

862

862

920.286
-

203.769
-

128
-

3.497.049
3.570
244
34.068
14.229
128
156.176

203.769

28.312

3.782.414

Total assets

270.088
4.125
-

2.857.900
114.622
31.712
4.125
7.234
1.829
40.456

LIABILITIES
Bank loans
Medium Term Note (MTN)
Trade payables
Derivatives payables
Accrued expenses
Other payables
Non financial liabilities

247.958
38.285
-

76.088

ASSETS
Cash and cash equivalents

-

Pledge time deposit
Consumer financing
receivables - net
Others receivables
Due from related parties
Prepaid expenses
Advances
Derivatives receivable
Non financial assets

31.712
7.234
1.829
40.456

1.374.425
38.134
-

965.429
38.203
-

81.231

1.412.559

1.003.632

286.243

274.213

3.057.878

Total liabilities

175.822

960.435

(83.346)

(82.474)

(245.901)

724.536

Net

Risiko Kredit

Credit Risk

Risiko kredit merupakan risiko utama karena
Perusahaan bergerak dalam bidang pembiayaan
konsumen, dimana Perusahaan menawarkan jasa
kredit bagi masyarakat yang hendak memiliki
kendaraan bermotor. Secara langsung, Perusahaan
menghadapi risiko seandainya konsumen tidak mampu
memenuhi kewajibannya dalam melunasi kredit sesuai
dengan perjanjian yang telah disepakati antara
konsumen dengan Perusahaan.

Credit risk is a major risk because the Company is
engaged in consumer financing activity, in which the
Company offers credit services to public who would like
to own motor vehicles. Directly, the Company faces
risks when consumers are not able to fulfill their
obligations in paying off loans already agreed upon in
the contract between consumers and the Company.

85
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)

32.

FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)

Risiko Kredit (lanjutan)

Credit Risk (continued)

Risiko kredit merupakan risiko yang akan dihadapi,
namun dapat dikelola hingga pada batasan yang dapat
diterima. Perseroan telah memiliki kebijakan dalam
menghadapi risiko ini. Dimulai dari proses awal
penerimaan aplikasi kredit yang selektif dan ditangani
dengan prinsip kehati-hatian, yang mana aplikasi kredit
akan melalui proses survey dan analisa kredit untuk
kemudian disetujui oleh Kepala Cabang. Selain itu,
Perusahaan juga melakukan pengawasan terhadap
saldo piutang pembiayaan konsumen yang dilakukan
secara berkesinambungan untuk meminimalisasi
piutang yang tidak dapat ditagih.

Credit risk is a risk that Company will faced, however,
could be managed to an acceptable limit. The Company
already has a policy in order to deal with this risk.
Starting from the beginning of the process in receiving
credit applications selectively and handling them with
prudence principle, whereby the credit application
would go through survey and credit analysis process in
order to be approved subsequently by the Head of
Branch. The company also monitored receivable
balances continuously in order to minimize the
exposure to bad debts.

Risiko Likuiditas

Liquidity Risk

Risiko likuiditas merupakan risiko, yang mana
Perusahaan tidak memiliki sumber keuangan yang
mencukupi untuk memenuhi liabilitasnya yang telah
jatuh tempo. Perusahaan mengatasi risiko tersebut
dengan menggunakan perangkat rencana likuiditas.
Perangkat ini mempertimbangkan jatuh tempo untuk
aset keuangan yaitu piutang pembiayaan konsumen
dan membuat rencana arus kas dari operasi.
Perusahaan mempunyai jangka waktu pinjaman dari
bank yang disesuaikan dengan jangka waktu (tenor)
yang diberikan kepada konsumen.

Liquidity risk is the risk, whereby the Company does not
have sufficient financial resources to discharge its
matured liabilities. The Company solve the problem
using a liquidity planning tool. This tool considers the
maturity of both its financial assets, which is consumer
financing receivables and prepare projected cash flows
from operations. The Company has the term of bank
loan facility which adjusted with the consumers‟ tenor.

Tabel di bawah ini menggambarkan profil jatuh tempo
atas aset dan liabilitas keuangan Perusahaan pada
tanggal 31 Desember 2012 (2011) berdasarkan
pembayaran kontraktual yang tidak didiskontokan.

The table below summarizes the maturity profile of the
Company‟s financial assets and liabilities at December
31, 2012 (2011) based on contractual undiscounted
payments.

31 Desember 2012/December 31, 2012
Kurang dari
1 tahun/
Less than
1 year

Lebih dari
2 tahun/
More than
2 years

1 - 2 tahun/
1 - 2 years

Jumlah/
Total

ASET
Kas dan setara kas
Deposito berjangka
yang dijaminkan
Piutang pembiayaan
konsumen - bersih
Piutang lain-lain
Piutang pihak berelasi

82

-

-

82

2.548.261
5.247
68

973.493
77
1

223.032
32
-

3.744.786
5.356
69

Jumlah aset

2.650.503

973.571

223.064

3.847.138

Total assets

329.864
4.963
-

2.832.610
76.397
98.801
97.362
22.783
4.104
4.782

LIABILITIES
Bank loans
Medium Term Note (MTN)
Bonds payables
Trade payables
Accrued expenses
Other payables
Non financial liabilities

96.845

-

-

96.845

ASSET
Cash and cash equivalents
Pledge time deposit
Consumer financing
receivables - net
Others receivables
Due from related parties

LIABILITAS
Pinjaman bank
Medium Term Note (MTN)
Utang obligasi
Utang usaha
Beban masih harus dibayar
Utang lain-lain
Liabilitas non keuangan

1.796.650
38.141
88.953
97.362
22.783
4.104
3.567

706.096
38.256
4.885
1.215

Jumlah liabilitas

2.051.560

750.452

334.827

3.136.839

Total liabilities

598.943

223.119

(111.763)

710.299

Net

Bersih

31 Desember 2011/December 31, 2011
Kurang dari
1 tahun/
Less than
1 year

Lebih dari
2 tahun/
More than
2 years

1 - 2 tahun/
1 - 2 years

Jumlah/
Total

ASET
Kas dan setara kas
Deposito berjangka
yang dijaminkan
Piutang pembiayaan
konsumen - bersih
Piutang lain-lain
Piutang pihak berelasi

862

-

-

862

2.372.994
3.361
166

920.286
113
77

203.769
96
1

3.497.049
3.570
244

Pledge time deposit
Consumer financing
receivables - net
Others receivables
Due from related parties

Jumlah aset

2.453.471

920.476

203.866

3.577.813

Total assets

76.088

-

86

-

76.088

ASSET
Cash and cash equivalents
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)

32.

Risiko Likuiditas (lanjutan)

FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)
Liquidity Risk (continued)

31 Desember 2011/December 31, 2011
Kurang dari
1 tahun/
Less than
1 year

Lebih dari
2 tahun/
More than
2 years

1 – 2 tahun/
1 – 2 years

LIABILITAS
Pinjaman bank
Medium Term Note (MTN)
Utang usaha
Beban masih harus dibayar
Utang lain-lain
Liabilitas non keuangan

1.544.412
38.134
31.712
7.234
1.829
4.042

1.064.141
38.203
1.257

Jumlah liabilitas

1.627.363
826.108

Bersih

33.

Jumlah/
Total

249.347
38.285
-

2.857.900
114.622
31.712
7.234
1.829
5.299

LIABILITIES
Bank loans
Medium Term Note (MTN)
Trade payables
Accrued expenses
Other payables
Non financial liabilities

1.103.601

287.632

3.018.596

Total liabilities

(183.125)

(83.766)

559.217

Net

ASET DAN LIABILITAS KEUANGAN

33.

Tabel di bawah ini menyajikan perbandingan atas nilai
tercatat dengan nilai wajar dari instrumen keuangan
Perusahaan yang tercatat dalam laporan keuangan.

FINANCIAL ASSETS AND LIABILITIES
The table below is a comparison by class of the
carrying amounts and fair value of the Company‟s
financial instrument that are carried in the financial
statements.

2012
Nilai tercatat/
Carrying amount
Aset Keuangan
Kas dan setara kas
Deposito berjangka
yang dijaminkan
Piutang pembiayaan
konsumen - bersih
Piutang lain-lain
Piutang pihak berelasi
Biaya dibayar dimuka
Uang muka
Piutang derivatif

Nilai wajar/
Fair value
Financial Assets
Cash and cash equivalents

96.845

96.845

82

82

3.744.786
5.356
69
45.129
13.272
7.769

3.744.786
5.356
55
45.129
13.272
7.769

Pledged time deposit
Consumer financing
receivables - net
Other receivables
Due from related parties
Prepaid expenses
Advances
Derivatives receivable

Jumlah Aset Keuangan

3.913.308

3.913.294

Total Financial Assets

Liabilitas Keuangan
Pinjaman bank
Medium Term Note (MTN)
Utang obligasi
Utang usaha
Utang sewa pembiayaan
Utang derivatif
Biaya masih harus dibayar
Utang lain-lain

2.832.610
76.397
98.801
97.362
4.810
5.485
22.783
4.104

2.832.610
76.397
98.801
97.362
4.810
5.485
22.783
4.104

Financial Liabilities
Bank loans
Medium Term Note (MTN)
Bonds payables
Trade payables
Obligation under finance leases
Derivatives payable
Accrued expenses
Other payables

Jumlah Liabilitas Keuangan

3.142.352

3.142.352

Total Financial Liabilities

2011
Nilai tercatat/
Carrying amount
Aset Keuangan
Kas dan setara kas
Deposito berjangka
yang dijaminkan
Piutang pembiayaan
konsumen - bersih
Piutang lain-lain
Piutang pihak berelasi
Biaya dibayar dimuka
Uang muka
Piutang derivatif
Jumlah Aset Keuangan

Nilai wajar/
Fair value
Financial Assets
Cash and cash equivalents

76.088

76.088

862

862

3.497.049
3.570
244
34.068
14.229
128

3.497.049
3.570
203
34.068
14.229
128

Pledged time deposit
Consumer financing
receivables - net
Other receivables
Due from related parties
Prepaid expenses
Advances
Derivatives receivable

3.626.238

3.626.197

Total Financial Assets

87
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
33.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

ASET DAN LIABILITAS KEUANGAN (lanjutan)

33.

FINANCIAL ASSETS AND LIABILITIES (continued)

2011
Nilai tercatat/
Carrying amount

Nilai wajar/
Fair value

Liabilitas Keuangan
Pinjaman bank
Medium Term Note (MTN)
Utang usaha
Utang sewa pembiayaan
Utang derivatif
Biaya masih harus dibayar
Utang lain-lain

2.857.900
114.622
31.712
5.299
4.125
7.234
1.829

2.857.900
114.622
31.712
5.299
4.125
7.234
1.829

Financial Liabilities
Bank loans
Medium Term Note (MTN)
Trade payables
Obligation under finance leases
Derivatives payable
Accrued expenses
Other payables

Jumlah Liabilitas Keuangan

3.022.721

3.022.721

Total Financial Liabilities

Berikut metode dan asumsi yang digunakan untuk
estimasi nilai wajar:
Nilai wajar kas dan setara kas, deposito berjangka yang
dijaminkan, biaya dibayar dimuka dan uang muka uang muka dealer, utang usaha, utang lain-lain dan
biaya masih harus dibayar mendekati nilai tercatat
karena jangka waktu jatuh tempo yang singkat atas
instrumen keuangan tersebut.

Fair value of cash and cash equivalents, pledged time
deposit, and prepaid expenses, advances - dealer
advances, trade payable, other payables and accrued
expenses approximate their carrying amounts largely
due to short-term maturities of these instruments.

Nilai wajar dari piutang pembiayaan konsumen,
pinjaman bank, Medium Term Note (MTN) dan utang
obligasi ditentukan menggunakan diskonto arus kas
berdasarkan tingkat suku bunga efektif.

The fair value of consumer financing receivables, bank
loans, Medium Term Note (MTN) and bonds payables
are determined by discounted cash flow using effective
interest rate.

Nilai wajar dari piutang lain-lain - pinjaman karyawan
ditentukan
menggunakan
diskonto
arus
kas
berdasarkan tingkat suku bunga pasar.

The fair value of other receivables - loan to employees
is determined by discounting cash flows using market
interest rate.

Nilai wajar dari piutang derivatif dan utang derivatif
dinilai berdasarkan harga pasar.
34.

The following methods and assumptions are used to
estimate the fair value:

The fair value of derivatives receivable and derivatives
payable is calculated using market price.

INFORMASI SEGMEN USAHA

34.

BUSINESS SEGMENT INFORMATION

Perusahaan melakukan kegiatan usahanya di berbagai
wilayah di Indonesia, yang meliputi Jawa, Sumatera,
Sulawesi dan Kalimantan.

The Company primarily classifies its business activities
into geographical segment consisting of Java,
Sumatera, Sulawesi and Kalimantan.

Oleh karena itu, bentuk primer pelaporan segmen
Perusahaan adalah informasi segmen geografis.
Informasi
segmen
menurut
daerah
geografis
pemasaran disajikan sebagai berikut:

Therefore, geographical segment information is
presented as the primary basis of segment reporting.
The segment information based on marketing
geographical area is as follows:
2012

Jawa/
Java
Pendapatan segmen/
Segment revenues
Pendapatan tidak dapat dialokasi/
Unallocated revenues
Pendapatan segmen - bersih/
Segment revenues - net
Beban segmen/
Segment expenses:
Gaji dan kesejahteraan karyawan/
Salaries and employees‟ benefits
Umum dan administrasi/
General and administrative
Lain-lain/
Others
Beban penyusutan/
Depreciation expenses
Jumlah beban/
Total expenses

Sumatera/
Sumatera

Sulawesi/
Sulawesi

Kalimantan/
Kalimantan

Dikurangi Hak
Bank-bank/
Less Banks’
Rights

Jumlah/
Total

362.294

373.247

474.877

102.810

1.313.228

-

-

-

-

-

8.341

362.294

373.247

474.877

102.810

1.313.228

1.291.914

(99.630)

(99.831)

(119.630)

(28.391)

(347.482)

(347.482 )

(39.527)

(43.140)

(47.794)

(14.006)

(144.467)

(144.467 )

(14.390)

(25.971)

(24.845)

(3.116)

(68.322)

(68.322 )

(7.746)

(9.598)

(10.582)

(2.332)

(30.258)

(30.258 )

(161.293)

(178.540)

(202.851)

(47.845)

(590.529)

(590.529 )

88

(29.655 )

Jumlah Bersih/
Amount Net
1.283.573
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
34.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

INFORMASI SEGMEN USAHA (lanjutan)

34.

BUSINESS SEGMENT INFORMATION (continued)

2012

Jawa/
Java
Hasil segmen/
Segment results

201.001

Sumatera/
Sumatera
194.707

Sulawesi/
Sulawesi
272.026

Kalimantan/
Kalimantan
54.965

Jumlah/
Total

Dikurangi Hak
Bank-bank/
Less Banks’
Rights

722.699

Jumlah Bersih/
Amount Net
701.385

Beban usaha tidak dapat dialokasi/
Unallocated operating expenses

(45.829 )

Beban pinjaman tidak dapat dialokasi/
Unallocated financing costs

(364.171 )

Laba sebelum beban pajak penghasilan/
Income before income tax expenses

291.385

Beban pajak penghasilan/
Income tax expenses

(73.383 )

Laba bersih/
Net income

218.002

Pendapatan komprehensif lain/
Other comprehensive income

-

Jumlah laba komprehensif/
Total comprehensive income
Aset dan Liabilitas/
Assets and Liabilities
Aset segmen/
Segment assets

218.002

1.360.742

1.312.381

1.463.471

223.436

4.360.030

(305.033 )

Aset tidak dapat dialokasi/
Unallocated assets

7.769

Jumlah aset/
Total assets
Liabilitas segmen/
Segment liabilities

4.054.997

4.062.766

34.397

39.803

50.534

4.719

129.453

129.453

Liabilitas tidak dapat dialokasi/
Unallocated liabilities

3.044.835

Jumlah liabilitas/
Total liabilities

3.174.288

2011

Jawa/
Java
Pendapatan segmen - bersih/
Segment revenues - net

Sumatera/
Sumatera

Sulawesi/
Sulawesi

Kalimantan/
Kalimantan

Jumlah/
Total

Dikurangi Hak
Bank-bank/
Less Banks’
Rights

357.015

335.671

421.323

102.137

1.216.146

(84.053)

(81.964)

(92.506)

(22.896)

(281.419)

281.419

(40.575)

(40.257)

(40.958)

(13.485)

(135.275)

135.275

(18.472)

(21.162)

(23.396)

(2.753)

(65.783)

65.783

(5.984)

(7.881)

(8.298)

(1.927)

(24.090)

24.090

Jumlah beban/
Total expenses

(149.084)

(151.264)

(165.158)

(41.061)

(506.567)

506.567

Hasil segmen/
Segment results

207.931

184.407

256.165

61.076

709.579

Beban segmen/
Segment expenses:
Gaji dan kesejahteraan karyawan/
Salaries and employees‟ benefits
Umum dan administrasi/
General and administrative
Lain-lain/
Others
Beban penyusutan/
Depreciation expenses

Beban usaha tidak dapat dialokasi/
Unallocated operating expenses

(45.827 )

Jumlah Bersih/
Amount Net

(45.827 )

1.170.319

663.752

(58.777 )

Beban pinjaman tidak dapat dialokasi/
Unallocated financing costs

(364.198 )

Laba sebelum beban pajak penghasilan/
Income before income tax expenses

240.777

Beban pajak penghasilan/
Income tax expenses

(60.516)

Laba bersih/
Net income

180.261

Pendapatan komprehensif lain/
Other comprehensive income

-

89
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

34.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

INFORMASI SEGMEN USAHA (lanjutan)

34.

BUSINESS SEGMENT INFORMATION (continued)
2011

Jawa/
Java

Sumatera/
Sumatera

Sulawesi/
Sulawesi

Kalimantan/
Kalimantan

Jumlah/
Total

Dikurangi Hak
Bank-bank/
Less Banks’
Rights

Jumlah laba komprehensif/
Total comprehensive income
Aset dan Liabilitas/
Assets and Liabilities
Aset segmen/
Segment assets

Jumlah Bersih/
Amount Net
180.261

985.487

1.284.604

1.463.989

252.204

3.986.284

(203.870 )

3.782.414

Aset tidak dapat dialokasi/
Unallocated assets

-

Jumlah aset/
Total assets

3.782.414

Liabilitas segmen/
Segment liabilities

9.237

15.132

18.639

3.066

46.074

46.074

Liabilitas tidak dapat dialokasi/
Unallocated liabilities

3.011.804

Jumlah liabilitas/
Total liabilities

3.057.878

35.

LABA BERSIH PER SAHAM DASAR

35.

Laba bersih per saham dasar dihitung dengan membagi
laba bersih dengan rata-rata tertimbang jumlah saham
yang beredar pada tahun yang bersangkutan.
Perhitungannya adalah sebagai berikut:

BASIC EARNINGS PER SHARE
Basic earning per share is calculated by dividing net
income by the weighted average of shares outstanding
during the year. The calculation as follows:

2012
Jumlah laba bersih untuk tujuan
perhitungan laba bersih per
saham dasar

180.261

Net income for the purpose
to calculate basic earnings
per share

1.325

1.325

Weighted average
number of shares
outstanding

165

136

218.002

Jumlah rata-rata tertimbang
saham untuk tujuan perhitungan
laba bersih per saham dasar
Laba bersih per saham dasar

36.

2011

INFORMASI TAMBAHAN ATAS TRANSAKSI YANG
TIDAK MEMPENGARUHI ARUS KAS

36.

Transaksi yang tidak mempengaruhi arus kas pada
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012
(2011) adalah Rp 6.194 (Rp 6.189) yang berasal dari
aset tetap - kendaraan yang diperoleh dari utang sewa
pembiayaan.

37.

PERISTIWA
PENTING
LAPORAN KEUANGAN


SETELAH

Basic earnings per share

ADDITIONAL
INFORMATION
REGARDING
ACTIVITIES NOT AFFECTING CASH FLOW
Activities not affecting cash flow for the years ended
December 31, 2012 (2011), amounted to Rp 6,194
(Rp 6,189), which derived from acquisition of property
and equipment from obligations under finance leases.

TANGGAL

37.

SIGNIFICANT EVENTS AFTER THE REPORTING
PERIOD


Perjanjian Pinjaman Bank

Bank Loan Agreement

Islamic Corporation For The Development of
The Private Sector (ICD)

Islamic Corporation For The Development of
The Private Sector (ICD)

Pada tanggal 28 Februari 2013, Perusahaan
memperoleh
fasilitas
Murabahah
untuk
pembiayaan konsumen dalam rangka pembelian
kendaraan bermotor dari ICD dengan jumlah
maksimum US$ 35 dan berlaku untuk jangka
waktu 4 (empat) tahun.

On Februari 28, 2013, the Company obtained
Murabahah facility to financing consumers for the
purchases of two-wheeled motor vehicles from
ICD at maximum amount of US$ 35, and valid for
four (4) years.

90
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2012 Dan 2011
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37.

PERISTIWA
PENTING
SETELAH
LAPORAN KEUANGAN (lanjutan)


PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
(continued)
The Years Ended
December 31, 2012 And 2011
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

TANGGAL

37.

SIGNIFICANT EVENTS AFTER THE REPORTING
PERIOD (continued)


Perjanjian Pinjaman Bank (lanjutan)

Bank Loan Agreement (continued)

Islamic Corporation For The Development of
The Private Sector (ICD) (lanjutan)

Islamic Corporation For The Development of
The Private Sector (ICD) (continued)

Pada tanggal 28 Februari 2013, Perusahaan
memperoleh fasilitas “The Structured Commodity
Financing” untuk pembiayaan konsumen dalam
rangka pembelian kendaraan bermotor dari Al
Rajhi Banking & Investment Corporation
(Malaysia) Bhd dengan ICD sebagai agen
jaminan. Fasilitas tersebut memiliki jumlah
maksimum US$ 10 dan berlaku untuk jangka
waktu 4 (empat) tahun dimulai sejak tanggal
transaksi penjualan pertama.

On Februari 28, 2013, the Company obtained “the
Structured Commodity Financing” facility to
financing consumers for the purchases of twowheeled motor vehicles from Al Rajhi Banking &
Investment Corporation (Malaysia) Bhd with ICD
as the security agent. This facility have a
maximum amount of US$ 10 and valid for four (4)
years starting from the date of the first Sales
Transaction.

Fasilitas-fasilitas tersebut dijamin, antara lain
dengan jaminan fidusia berupa piutang
pembiayaan konsumen sebesar 110%, jaminan
perusahaan dari JMG, jaminan pribadi dari pihak
berelasi.

This facilities are secured, among others,
collateral with fiduciary transfer of account
receivables amounting to 110%, corporate
guarantee from JMG, personal guarantee from
related party.

Selama masa berlakunya perjanjian-perjanjian
tersebut, antara lain, Perusahaan harus
mempertahankan rasio Piutang Ragu-ragu
Pembiayaan Konsumen (lebih dari 90 hari)
minimum 4% dari total piutang konsumen, rasio
utang terhadap ekuitas maksimum sebesar 8
(delapan) kali, rasio nilai jaminan dengan pokok
pinjaman minimum 110% dari jumlah pokok
outstanding.

While the loans are still outstanding, among
others, the Company shall maintain minimum
Doubtful Consumer Financing Receivable (more
than 90 days) ratio of 4% from total consumer
receivables, debt to equity ratio at the maximum of
eight (8) times, security coverage ratio at minimum
110% from outstanding loan.

91
Laporan Tahunan
Annual Report

2012

Kantor Pelayanan
Points of Services

Propinsi

Alamat

Nangroe Aceh Darussalam
Aluebilie
Banda Aceh
Bireun
Blang Pidie
Idi
Kuala Simpang
Langsa
Lhokseumawe
Lkoksukon
Meulaboh
Nagan
Panton Labu
Sabang
Sigli
Takengon
Ulee Gle

Jl. Nasional , Desa Sukaraja, Kec. Darul Makmur, Kab. Nagan Raya
Jl. T. Imum Lueng Bata , Banda Aceh
Jl. Medan Banda Aceh, Kel. Geulanggang Gampong, Kec. Kota Juang, Kab. Bireun
Jl. Persada Ds. Keude Siblah,Kec. Blangpidie, Kab. Aceh Barat Daya
Jl. Medan - Banda Aceh, Kel. Kuta Blang, Kec. Idi Rayeuk
Jl. Kuala Simpang - medan, Kec. Karang Baru, Kab. Aceh Tamiang, Kota Kuala Simpang
Jl. A.Yani, Desa Paya Bujok Tunong, Kec. Langsa Baro, Langsa
Jl. Darussalam No. 5-6 A, Desa Lancang Garam, Kec. Banda Sakti, Lhokseumawe
Jl. Medan Banda Aceh Simpang Cot Girek, desa Meunasah Cibrek, Kec. Lhoksukon, Kab. Aceh Utara
Jl. Sisingamangaraja No. 39, Kel. Drien Rampak, Kec. Johan Pahlawan, Meulaboh
Jl. Nasional MBO Tapak Tuan, Desa Simpang Peut, Kec. Kuala, Kab. Nagan Raya
Jl. Tengku Cik Ditiro No 5, Panton Labu, Aceh Utara
Jl. O. Surapati No. 44, Kel. Kota Atas, Kec. Sukakarya, Kab. Sabang
Jl. Prof. A. Majid Ibrahim No. 3-4 Sigli, Kel. Blok Sawah, Kec. Kota Sigli, Kab. Pidie
Jl. RSUD Datu Beru, Desa Lentik, Kec. Kebayakan, Kab. Aceh Tengah, Takengon
Jl. Medan Banda Aceh, Kel. Keudee Ulee Gle, Kec. Bandar Dua, Kab. Pidie Jaya

Sumatera Utara
Medan
Binjai
Pekanbaru
Pematang Siantar

Jl. Ringroad Bunga Melur No. 1B Pasar III, Kel. Tanjung sari, Kec. Medan Selayang, Medan, Sumatera Utara
Jl. Sukarno Hatta No. 179, Kel. Dataran Tinggi, Kec. Binjai Timur, Kota Binjai, Sumatera Utara
Jl. Jend. Sudirman Komplek Perkantoran Sudirman Raya Blok C No.6, Kec. Tangkerang, Pekanbaru
Jl. Asahan Blok A 46, Komp Mega Land, Pematang Siantar

Sumatera Barat
Batusangkar
Bukit Tinggi
Kotobaru
Lubuk Basung
Padang
Pariaman
Pasaman
Payakumbuh
Sijunjung
Ujung Gading

Jl. End. Sudirman No.78 Kubu Rajo Kel. Limo Kaum, Kec. Limo Kaum, Kab. Tanah Datar, Sumatera Barat
Jl. Veteran No. 20, Kel. Puhun Tembok, Kec. Mandiangin Koto Selayan, Bukittinggi, Sumatera Barat
Jl. Lintas Sumatera KM 12 Kel. Kotobaru, Kec. Kotobaru, Kab. Dharmastraya, Sumatera Barat
Jl. Caniago Padang Baru, Kec. Lubuk Basung, Kab. Agam
Jl. By Pass Baru Km. 6, Kel. Tanjung Saba Pitameh, Kec. Lubuk Begalung, Padang Sumatera Barat
Jl. Diponegoro Kel. Kampung Pondok, Kec. Pariaman Tengah, Sumatera Barat
Jl. Lintas Manggopoh Simpang Empat Pasaman, Kab. Pasaman Barat, Sumatera Barat
Jl. Soekarno Hatta No. 101, Kel. Bulakan Balai Kandi, Kec. Payakumbuh Barat, Payakumbuh , Sumatera Barat
Jl. Imam Bonjol Jorong Ilie Pasa Jumak Nagari Muaro, Kec. Sijunjung , Kab. Sijunjung, Sumatera Barat
Jl. Flores Kuamang No.34 A, Kel. Ujung Gading, Kec. Lembah Melintang, Kab.Pasaman Barat

Jambi
Bangko
Bulian
Bungo
Jambi
Sarolangun
Tebo
Tungkal

Jl. Jend. Sudirman Km. 3 No. 036, Sungai Ulak, Kec. Nalo Tantan, Bangko, Jambi
Jl. Gajah Mada No. 70, Kel. Pasar Baru, Kec. Muara Bulian, Kab. Batang Hari Bulian, Jambi
Jl. Lintas Sumatera KM. 0 No. 140-141, Kel. Bungo Barat, Kec. Pasar Muara Bungo, Kab. Bungo
Jl. Hayam Wuruk No. 05, Jelutung, Jambi
Jl. Lintas Sumatera Km. 01, Kel. Aur Gading, Kec. Sarolangun, Kab. Sarolangun, Sumatera Selatan
Jl. Sultan Thaha Syaifudin, Kel. Tebing Tinggi, Kec. Tebo Tengah, Kab. Tebo
Jl. Prof. Dr. Sri Soedewi Maschun Sofwan SH No. 30, Kel. Tungkal IV Kota, Kec. Tungkal Ilir Tanjung Jabung Barat,
Tahunan
2012 LaporanReport
Annual

Propinsi

Alamat

Sumatera Selatan
Arga Makmur
Babat Toman
Baturaja
Bayung Lencir
Belitang
Bengkulu
Betung
Curup
Indralaya
Kayu Agung
Lahat
Lubuk Linggau
Martapura Sumsel
Muara Enim
Palembang
Prabumulih
Sekayu
Sungai Lilin
Tugumulyo

Jl. Moch. Hatta, Desa Rama Agung, Kec.Arga Makmur, Kab. Bengkulu Utara
Jl. Raya Sekayu Lubuk Linggau Lk.1 Babat Toman, Ruko Ali Muzar ,Babat Toman, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan
Jl. Dr. Moh Hatta Lintas Sumatera No.585 A, Kec. Sukaraya, Baturaja Timur, Oku Sumatera Selatan
Jl. Palembang Jambi Km. 204, Kab. Musi Banyuasin , Bayung Lencir, Sumatera Selatan
Jl. Charitas Blok Durenan, Ds.Tegal Rejo, Kel. Tegal Rejo, Kec. Belitang, Kab. OKU Timur, Sumatera Selatan
Jl. May Jend. Sutoyo No. 49, Kel. Jembatan Kecil, Kec. Singaran Pati, Kota Bengkulu
Jl. Merdeka No.212, Pangkalan Balai, Banyuasin, Sumatera Selatan
Jl. A.Yani No.77 Kel. Sukaraja, Kec. Curup, Kab. Rejang Lebong, Bengkulu
Jl. Lintas Timur KM 34, Komplek Persada, Kel. Indralaya, Kec. Indralaya , Kab. Ogan Ilir, Sumatera Selatan
Jl. Letjend. Muchtar Saleh, Kel.Mangun Jaya, Kec. Kayu Agung, Kab. Ogan Komering, Palembang
Jl. Letnan Marzuki No.311, Kel. Talang Jawa Utara, Kec. Lahat, Kab. Lahat, Sumatera Selatan
Jl. Yos Sudarso No.72, Kel. Taba Jemekeh, Lubuk Linggau, Sumatera Selatan
Jl. Merdeka No.657 Cidawang, Kel. Paku Sengkunyit, Kec. Martapura, Kab. OKU Timur, Sumatera Selatan
Jl. Jend. Sudirman No.05 A T1 Jawa Atas, Kel. Lebuay Bandung, Kec. Merapi Timur, Kab. Muara Enim, Sumatera Selatan
Jl. Residen Abdul Rozak 41 No.11-12 , Ruko Markas Futsal, Kel. Bukit Sangkal, Palembang
Jl. Jend. Sudirman KM 3.5, Kel. Muara Dua,Prabumulih Timur, Prabumulih
Jl. Kol. Wahid Udin, Kel. Kayuara , Kec. Sekayu, Kab. Musi Banyuasin, Palembang, Sumatera Selatan
Jl. Palembang Km. 112 , Sungai Lilin, Kab. Musi , Banyuasin, Sumatera Selatan
Jl. Lintas Timur, Desa Tugu Mulyo Kampung IV, Kec. Lempuing, Kab. Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan

Bangka Belitung
Bangka
Belinyu
Belitung
Jebus
Kelapa
Koba
Manggar/Beltim
Mentok
Sungai Liat
Toboali

Jl. Raya Koba Komp. Ruko Bangka Asri Blok A9-10, Pangkal Pinang, Bangka
Jl. Jend. Sudirman No.37, Kel. Kuto Panji, Kec. Belinyu, Kab.Sungai Liat, Bangka Belitung
Jl. Jend Sudirman No. 8, Desa Pangkal Lalang, Kec.Tanjungpandan. Belitung
Jl. Raya Kimjung Puput Bawah, Kel.Puput, Kec. Parit Tiga, Kab.Bangka Barat, Bangka Belitung
Jl. Raya Kelapa No.9, Kel. Kelapa, Kab.Bangka Barat, Bangka Belitung
Jl. Kenanga Atas No.69 Simpang Terlang , Kel. Koba, Kec.Koba, Kab.Bangka Tengah, Bangka Belitung
Jl. Assalam No.10, Desa Baru, Kec.Manggar, Belitung Timur
Jl. Sudirman PAL II Air Belo, Kel.Air Belo, Kec.Muntok, Kab.Bangka Barat, Bangka Belitung
Jl. Jend. Sudirman Ruko Permata Indah No.4, Sungailiat, Bangka
Jl. Jend. Sudirman No.56 Simpang Nanas, Kel. Teladan, Kec.Toboali, Bangka Selatan, Bangka Belitung

Lampung
Bandar Lampung
Bandarjaya
Daya Murni
Kalianda
Kotaagung
Kotabumi
Liwa
Metro
Pringsewu
Rawajitu

Jl. Hasanudin No 3 A-D, Kel. Gunung Mas, Kec. Teluk Betung, Bandar Lampung
Jl. Proklamator No.98, Kel. Bandarjaya Barat, Kec. Terbanggi, Lampung Tengah
Jl. Jendral Sudirman, Kel. Dayamurni , Kec. Tumijajar , Kab. Tulang Bawang Barat, Lampung
Jl. Raden Intan No.12 Kota Baru, Kel. Way Urang, Kec. Kalianda , Lampung Selatan
Jl. Merdeka No.693, Kel. Kuripan, Kec. Kota Agung, Kab. Tanggamus, Lampung
Jl. Alamsyah Ratu Perwira Negara , Kel. Kelapa Tujuh, Kec. Kotabumi Selatan, Kab. Lampung Utara
Jl. Raden Intan, Kel. Way Mengaku, Kec. Balik Bukit, Lampung Barat
Jl. Jend.Sudirman No.21, Imopuro, Metro, Lampung
Jl. A. Yani No. 45, Kel. Pringombo, Kec. Pringsewu Timur , Kab. Pringsewu, Lampung
Jl. Poros, Pasar Rawajitu, Kel. Gedung Karya Jitu, Kec. Rawajitu Selatan, Kab.Tulang Bawang
Laporan Tahunan
Annual Report

Propinsi
Rumbia
Simpang Pematang
Tanjung Bintang
Tulang Bawang
Way Jepara
Way Kanan

Alamat
Jl. Raya Pasar Lama, Kel.Rukti Basuki, Kec.Rumbia, Lampung Tengah
Jl. Lintas Timur Simpang Pematang, Kel. Simpang Pematang , Kab. Mesuji Lampung
Jl. Dusun 4A, Kel. Serdang, Kec. Tanjung Bintang
Jl. Lintas Timur Pasar Unit II, Kel. Dwi Warga Tunggal Jaya, Kec. Banjar Agung , Tulang Bawang
Jl. Raya Way Jepara, Kel. Labuhan Ratu I, Kec. Way Jepara, Lampung Timur
Jl. Lintas Sumatera, Kel. Tiuh Balak Pasar, Kec. Baradatu Way Kanan, Kab.Way Kanan, Lampung

D.K.I Jakarta
Wr.Buncit

Jl. Warung Jati Barat No.10 E, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan

Banten
Balaraja
Ciledug
Serang
Tangerang

Jl. Raya Serang Km. 24 Komp. Balaraja Center Blok C1, Balaraja, Tangerang
Jl. Ciledug Raya No. 11A, Larangan, Tangerang
Jl. Raya Serang, Ruko Legok Sukmajaya Blok 5, D5-D6, Drangong, Takakan, Serang
Jl. Imam Bonjol Blok A1 No.16-17, Ruko Victoria Park, Karawaci, Tangerang

Jawa Barat
Bandung
Banjar
Bekasi
Bogor
Bogor 2
Cianjur
Ciawi
Cileungsi
Cimahi
Cirebon
Garut
Jatibarang
Kadipaten
Karawang
Kuningan
Pangandaran
Parung Kuda
Pelabuhan Ratu
Purwakarta
Sukabumi
Sumedang
Tanggeung
Tasikmalaya
Tegal
Ujung Berung

Jl. BKR No. 3 A, Bandung
Jl. Mayjend. Didi Kartasasmita, Ruko Victoria Plaza Kav. B 8-9, Banjar
Jl. Jend Sudirman Blok D 37-38, Ruko Grand Mall, Bekasi
Jl. Siliwangi No. 42, Kel. Batu Tulis , Kec. Bogor Selatan, Bogor
Jl. Cemplang , Kel. Cemplang, Kec. Cibungbulang, Leuwi Liang, Bogor
Jl. Dr. Muwardi 148 C, Cianjur
Jl. Raya Perjuangan, Komplek Ruko Al Rusyudu No. 2A, Ciawi
Jl. Raya Narogong Km 21, Kp. Rawahingkik, Cileungsi
Jl. Raya Barat No. 815 A, Cimahi
Jl. Brigjen Darsono No.34, Baypass, Cirebon
Jl. Guntur No 30 Blok Loji, Kel. Pakuwon, Kec. Garut, Kab. Garut
Jl. Raya Kongsijaya No 69, Indramayu , Kec.Widasari, Jatibarang
Jl. Raya Cideres No. 10, Dawuan, Kadipaten, Majalengka
Jl. A.Yani By Pass No. 82, Kel. Karang Pawitan, Karawang Barat
Jl. Ir. Juanda, Kel. Kuningan, Kec. Kuningan, Kab. Kuningan
Jl. Raya Cijulang No 186, Wonoharjo , Pangandaran
Jl. Kp.Sundawenang , Desa Sundawenang, Kec.Parung Kuda, Kab.Sukabumi
Jl. Cangehgar No.43, Kel.Pelabuhan Ratu, Kec.Pelabuhan Ratu, Sukabumi
Jl. Ibrahim Singadilaga No. 28, Kel. Nagrikaler, Kec. Purwakarta, Kab. Purwakarta
Jl. Raya Siliwangi No. 65/71, Sukabumi
Jl. Pangeran Sugih No.60, Kel.Kotakulon, Kec.Sumedang Selatan, Kab.Sumedang, Jawa Barat
Jl. Raya Tanggeung Km. 1 Tanggeung, Cianjur Selatan
Jl. Mohamad Hatta No. 169, Tasikmalaya
Jl. Yos Sudarso, Ruko Nirmala Estate 20/5, Kel.Mintaragen, Kec. Tegal Timur, Tegal
Jl. AH.Nasution, Kel.Antapani, Kec.Cicadas, Bandung, Jawa Barat

2012
Tahunan
2012 LaporanReport
Annual

Propinsi

Alamat

Jawa Tengah
Bawen
Boyolali
Karanganyar
Kebumen
Semarang
Solo
Sragen
Temanggung
Wonogiri
Wonosari

Jl. Diponegoro No.187, Unggaran, Kab. Semarang, Jawa Tengah
Jl. Pandanaran 203, Boyolali
Jl. Lawu No.20, Karanganyar, Jawa Tengah
Jl. Kutoarjo No.5, Panjer Kebumen, Kab.Kebumen, Jawa Tengah
Jl. Arteri Sukarno Hatta No.64, Kel. Tlogosari, Kec. Pedurungan , Semarang
Jl. Honggowongso No. 150, Tipes Surakarta, Kel. Tipes, Kec. Serengan, Surakarta
Jl. Setia Budi No.52 Ruko Mojosari Sragen Jawa Tengah
Jl. Pahlawan No.8, Kel. Giyanti, Kec. Temanggung, Jawa Tengah
Jl. A. Yani No. 45 C , Wonokarto , Wonogiri
Jl. KH. Agus Salim No.37, Kel. Kepek, Kec. Wonosari, Gunung Kidul, Jawa Tengah

D.I.Yogyakarta
Yogyakarta

Jl. Kenari No.77, Kel. Muja Muju, Kec. Umbulharjo , Yogyakarta

Jawa Timur
Blitar
Kediri
Malang
Sidoarjo
Surabaya
Tulungagung

Jl. Dr. Wahidin No.72, Kel. Kepanjen Lor, Kec. Kepanjen Kidul, Blitar.
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.127, Kel.Mojoroto Kediri
Jl. Ade Irma Suryani No 9 B-5 , Ruko Ade Irma, Malang
Jl. Jenggolo 9, Ruko Sentral Jenggolo, No.6-7 C Sidoarjo
Jl. Ngagel Jaya Selatan, Ruko RMI Blok L 11-12, Surabaya
Jl. Panglima Sudirman, Kel.Kepatihan, Kec.Tulungagung, Kab.Tulungagung, Jawa Timur

Kalimantan Tengah
Palangkaraya

Jl. Dr. Murjani No. 23, Kel. Pahandut Palangkaraya, Kalimantan Tengah

Kalimantan Selatan
Banjarmasin
Barabai
Batulicin
Kapuas
Kotabaru
Martapura
Pleihari
Tanjung

Jl. Gatot Subroto Raya No.10 B-C, Niaga Megah, Banjarmasin
Jl. Pangeran Antasari, Kel. Barabai Utara,Kec. Barabai Kota Barabai, Kab. Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan
Jl. Raya Batulicin , Kel. Kampung Baru, Kec. Simpang Empat
Jl. A Yani No.32 , Kel. Selat Hilir, Kec. Selat, Kab. Kuala Kapuas, Kalimantan Tengah
Jl. Bakti Desa Kotabaru Tengah, Kec. Pulau Laut Utara Kotabaru, Kalimantan Selatan
Jl. A Yani Km 37,5 No. 98 A, Ruko Graha Satria, Kel. Sungai Paring, Kec. Martapura, Kab. Banjar, Kalimantan Selatan
Jl. A. Yani Km. 2, Kel. Angsau, Kec. Pleihari, Kab. Tanah Laut, Kalimantan Selatan
Jl. A. Yani , Selongan Tanjung Tabalong, Kalimantan Selatan

Kalimantan Timur
Balikpapan
Berau
Penajam
Samarinda
Sanggatta
Tanah Grogot
Tarakan
Tenggarong

Jl. MT Haryono No. 2, Kel. Gunung Bahagia, Balikpapan
Jl. H.Isa II, Kel. Gayam, Kec. Tanjung Redeb Berau , Kalimantan Timur
Jl. Propinsi Km. 18 No.50, Kel. Petung, Kec. Penajam, Kab. Penajam Pasir Utara
Jl. Hasan Basri No. 61 A-B, Samarinda
Jl. H.A. Wahab Syahranie No. 96, Kel. Sanggata Utara, Kec. Sanggata Utara, Kab. Kutai Timur, Kalimantan Timur
Jl. Modang No.14, Kel. Tanah Grogot, Kec. Tanah Grogot, Kab. Paser, Kalimantan Timur
Jl. Kusuma Bangsa No.21, Kel. Gunung Lingkas, Kec. Tarakan Timur, Kalimantan Timur
Jl. A.Yani No.12 -13, Kel. Melayu, Kec. Tenggarong, Kab. Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur
Laporan Tahunan
Annual Report

Propinsi

2012

Alamat

Sulawesi Utara
Bitung
Kotamobagu
Manado
Siau
Tahuna

Jl. Babe Palar No. 26, Madidir Unet, Kec. Madidir, Bitung, Sulawesi Utara
Jl. KS. Tubun No. 44, Kel. Sinindian, Kec. Kotamobagu Timur, Kotamobagu, Sulawesi Utara
Jl. Wolter Monginsidi No. 36, Malalayang I Timur, Manado, Sulawesi Utara
Jl. Bahu, Kel. Bahu, Kec. Siau Timur, Kab. Sitaro, Sulawesi Utara
Jl. Malahasa No. 17, Tahuna

Gorontalo
Boalemo
Gorontalo
Marisa

Jl. Radja Hurudji, Kel. Modelomo, Kec. Tilamuta , Kab. Boalemo, Gorontalo
Jl. Raden Saleh, Kel. Limbah U II, Kec. Kota Selatan, Gorontalo
Jl. Trans Sulawesi, Kel. Bulalo, Kec. Marisa Utara, Kab. Pohuwato, Gorontalo

Sulawesi Tengah
Ampana
Bungku
Bunta
Buol
Kotaraya
Luwuk
Morowali
Palu
Parigi
Pendolo
Poso
Salakan
Toili
Toli Toli
Tompe

Jl. Yos Sudarso, Komp. Pertokoan Ampana, Kel. Uentanaga Bawah, Kec. Ampana, Kab.Tajo Unauna, Sulawesi Tengah
Jl. Trans Sulawesi, Kel. Matansala, Kec. Bungku Tengah, Kab. Morowali, Sulawesi Tengah
Jl. Ahmad Yani, Kel. Salabenda, Kec. Bunta, Kab. Luwuk Banggai, Sulawesi Tengah
Jl. Syarif Mansur, Kel. Buol, Kec. Lipunoto, Kab. Buol, Sulawesi Tengah
Jl. Tadulako, Desa Kotaraya, Kec. Mepanga, Kab. Parigi Moutong , Sulawesi Tengah
Jl. R.A. Kartini, Kel. Keraton, Kec. Luwuk, Kab. Banggai, Sulawesi Tengah
Jl. Trans Sulawesi, Desa Betemele, Morowali Sulawesi Tengah
Jl. Emmy Saelan No. 80-82, Kel. Tatura Selatan, Palu, Sulawesi Tengah
Jl. Trans Sulawes, Parigi, Sulawesi Tengah
Jl. Jend. Sudirman, Kel. Pasir Putih, Kec. Pamona Selatan, Kab. Poso, Sulawesi Tengah
Jl. Pulau Sabang No. 26, Kel. Kayamaya, Poso, Sulawesi Tengah
Jl. KRI Imam Bonjol, Kel. Salakan, Kec. Tinangkung, Kab. Banggai Kepulauan, Sulawesi Selatan
Jl. Trans Sulawesi, Kel. Singkoyo, Kec. Toili, Kab. Banggai, Sulawesi Tengah
Jl. Usman Binol, Kel. Baru, Kec. Baolan, Kab. Toli Toli, Sulawesi Tengah
Jl. Poros Trans Sulawesi, Desa Lompio, Sulawesi Tengah

Sulawesi Barat
Mamuju
Pasangkayu
Polman
Toppoyo

Jl. Jenderal Sudirman, Kel. Karema, Kec. Mamuju, Kab. Mamuju, Sulawesi barat
Jl. Nangka, Pasangkayu Mamuju Utara, Sulawesi Barat
Jl.Andi Depu, Kel. Lontaran, Kec. Polewali, Kab. Polman, Sulawesi Barat
Jl. Poros Mamuju Palu Desa, Toppoyo

Sulawesi Selatan
Belopa
Bone
Bulukumba
Enrekang
Gowa
Jeneponto
Makassar
Makassar 2
Malili
Mangkutana
Maros

Jl. Topoka, Kel. Tampumia, Kec. Belopa, Kab. Luwu, Sulawesi Selatan
Jl. M.H. Thamrin No. 1, Watampone, Sulawesi
Jl. Sam Ratulangi, Kel. Caile, Kec. Ujung Bulu, Kab. Bulukumba
Jl. Poros Enrekang - Tator, Kel. Mataran, Kec.Anggeraja, Kab. Enrekang, Sulawesi Selatan
Jl. Poros Palangga No.17 A, Kel. Manggali, Kec. Palangga, Kab. Gowa
Jl. Pahlawan, Ruko 6 Jeneponto, Kec. Binamu, Kab. Jeneponto, Sulawesi Selatan
Jl. Pelita Raya Blok A 28, Kel. Balla Parang, Kec. Rappocini, Makassar
Jl. Pelita Raya Blok A 28, Kel. Balla Parang, Kec. Rappocini, Makassar
Jl. Dr. Samratulangi, Kel. Puncak Indah, Kec. Malili, Kab. Luwu Timur
Jl. Trans Sulawesi, Desa Mandiri, Kec. Tomoni, Kab. Luwu Timur, Sulawesi Selatan
Jl. Ruko Azalea Blok C No.04, Kel. Pettudae, Kec.Turikale, Kab. Maros, Sulawesi Selatan
Tahunan
2012 LaporanReport
Annual

Propinsi
Masamba
Palopo
Pangkep
Pare Pare
Pinrang
Sengkang
Sidrap
Takalar
Toraja

Alamat
Jl. Muh. Hatta, Kel. Baliase, Kec. Masamba, Kab. Luwu Utara, Sulawesi Selatan
Jl. Andi Djemma No.6-7, Kota Palopo, Sulawesi Selatan
Jl. Poros Makassar - Pare Pare, Kabupaten Pangkep
Jl. Agus Salim No. 31, Kel.Tiro Sampe, Pare Pare
Jl. Jend. Sudirman, Kel. Maccorawalie, Kec. Watang Sawitto, Kab. Pinrang, Sulawesi Selatan
Jl. Andi Magga Amirullah No.43, Kel. Teddaopu, Kec. Tempe, Kab. Wajo Sengkang, Sulawesi Selatan
Jl. Jend. Sudirman No. 29, Kel. Lakessi, Kec. Maritenggae, Kab. Sidrap, Sulawesi Selatan
Jl. Jend. Sudirman No.77, Ruko Haji Kanang, Kel. Kalabbirang, Kec. Pattalassang, Kab. Takalar, Sulawesi Selatan
Jl. Poros Rantepao - Palopo (Bolu), Kel. Tallunglipu Matatto, Kec. Tallunglipu, Kab. Toraja Utara

Sulawesi Tenggara
Bau Bau
Boepinang
Kendari
Kolaka
Ladongi
Lasusua
Raha

Jl. Bentoambari No. 68 C, Kel. Lamangga, Kec. Murhun,Kota Bau Bau, Sulawesi Tenggara
Jl. Poros Jend. Sudirman, Kel. Boepinang, Kec. Poleang, Kab. Bombana
Jl. Ahmad Yani No. 23, Kendari
Jl. Pramuka No. 65, Kel. Lamakato, Kec. Kolaka, Kab. Kolaka
Jl. Abdullah Silondae, Kel. Atula, Kec. Ladongi, Kab. Kolaka, Sulawesi Tenggara
Jl. Masjid Raya Lama No. 30 Kampung Bugis, Kel. Patowonua, Kec. Lasusua, Kab. Kolaka Utara
Jl. Gatot Subroto Raya No. 62 Raha, Kel. Raha III, Kec. Katobu, Kab. Muna, Sulawesi Tenggara

Maluku
Ambon
Masohi
Namlea
Waisarisa

Jl. Tulukabessy, Kel. Rijali, Kec. Sirimau, Ambon
Jl. Abdullah Soelissa No. 39, Kel. Ampera, Masohi , Maluku Tengah
Jl. Ahmad Yani Pilaar Dusun Sehe, Kel. Namlea, Kec. Namlea, Kab. Buru Maluku
Jl. Trans Seram, Desa Kamal, Kec. Kairatu Barat, Kab. Seram Bagian Barat, Maluku

Maluku Utara
Ternate
Jailolo
Tobelo

Jl. Mononutu, Kel. Stadion, Ternate Tengah
Jl. Raya Hatebicara, Kel. Hatebicara, Kec. Jailolo, Kab. Halmahera Barat, Maluku Utara
Jl. Kemakmuran, Kel. Wosia, Kec. Tobelo Sulawesi, Kab. Halmahera Utara, Maluku Utara
DAFTAR ISI
Table of Content

.01

Kinerja 2012
2012 Performance Highlights
02
04
06
08
11
15

.02

Company Profile

19
20
22
23
24
28
30

.03

Ikhtisar Keuangan
Financial Highlights
Ikhtisar Saham
Share Highlights
Peristiwa Penting di tahun 2012
Significant Events in 2012
Penghargaan dan Pencapaian
Awards and Achievement
Laporan Komisaris Utama
Report from the President Commissioner
Laporan Direktur Utama
Report from the President Director

Profil Perusahaan
19

.04

Visi dan Misi
Vision and Mission
Nilai – nilai Utama
Core Values
Jejak Langkah
Milestones
Sejarah Singkat Perusahaan
A Brief History of the Company
Struktur Organisasi
Corporate Group Structure
Komposisi Pemegang Saham
Shareholders Composition
Profil Dewan Komisaris
Board of Commisioners Profile
Profil Direksi
Board of Directors Profile

Pembahasan dan
Analisis Manajemen
Management Discussion and Analysis
37
37
44
45

.05

Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance
46
47
60
62
63

.06

Implementasi Tata Kelola Perusahaan
GCG Implementation
Struktur Tata Kelola Perusahaan
GCG Structures
Manajemen Risiko
Risk Management
Permasalahan Hukum
Legal Issues
Pengungkapan Informasi
Information Disclosure

Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
Corporate Social Responsibility
66

Sumber Daya Manusia
Human Resources

Tinjauan Kinerja Operasi Perusahaan
Operational Performance Review
Tinjauan Kinerja Keuangan
Financial Performance Review
Strategi Pemasaran
Marketing Strategy
Prospek Usaha
Business Prospect

67

Pernyataan Pertanggungjawaban
Laporan Tahunan
Annual Report Responsibility Statement
Laporan Keuangan
Financial Statements
PT MANDALA MULTI FINANCE Tbk.

Laporan Tahunan 2012
2012 Annual Report

Synergize to Escalate Performance

JL. Menteng Raya No. 24 A-B
Jakarta Pusat 10340, Indonesia
Telp	 : +6221 292 59955
Fax	 : +6221 292 59950
www.mandalafinance.com

Laporan Tahunan 2012 Annual Report

PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk

Synergize to Escalate Performance

Laporan Tahunan 2012

  • 1.
    PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk. Laporan Tahunan 2012 2012 Annual Report Synergize to Escalate Performance JL. Menteng Raya No. 24 A-B Jakarta Pusat 10340, Indonesia Telp : +6221 292 59955 Fax : +6221 292 59950 www.mandalafinance.com Laporan Tahunan 2012 Annual Report PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk Synergize to Escalate Performance
  • 2.
    DAFTAR ISI Table ofContent .01 Kinerja 2012 2012 Performance Highlights 02 04 06 08 11 15 .02 Company Profile 19 20 22 23 24 28 30 .03 Ikhtisar Keuangan Financial Highlights Ikhtisar Saham Share Highlights Peristiwa Penting di tahun 2012 Significant Events in 2012 Penghargaan dan Pencapaian Awards and Achievement Laporan Komisaris Utama Report from the President Commissioner Laporan Direktur Utama Report from the President Director Profil Perusahaan 19 .04 Visi dan Misi Vision and Mission Nilai – nilai Utama Core Values Jejak Langkah Milestones Sejarah Singkat Perusahaan A Brief History of the Company Struktur Organisasi Corporate Group Structure Komposisi Pemegang Saham Shareholders Composition Profil Dewan Komisaris Board of Commisioners Profile Profil Direksi Board of Directors Profile Pembahasan dan Analisis Manajemen Management Discussion and Analysis 37 37 44 45 .05 Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance 46 47 60 62 63 .06 Implementasi Tata Kelola Perusahaan GCG Implementation Struktur Tata Kelola Perusahaan GCG Structures Manajemen Risiko Risk Management Permasalahan Hukum Legal Issues Pengungkapan Informasi Information Disclosure Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Corporate Social Responsibility 66 Sumber Daya Manusia Human Resources Tinjauan Kinerja Operasi Perusahaan Operational Performance Review Tinjauan Kinerja Keuangan Financial Performance Review Strategi Pemasaran Marketing Strategy Prospek Usaha Business Prospect 67 Pernyataan Pertanggungjawaban Laporan Tahunan Annual Report Responsibility Statement Laporan Keuangan Financial Statements
  • 3.
    1. Laporan Tahunan Annual Report 2012 BersinergiMeningkatkan Kinerja Synergize to Escalate Performance Sinergi menjadi dasar kuat yang menggerakkan Perusahaan dalam mengarungi tantangan di tahun 2012. Dengan bersinergi bersama semua pihak PT Mandala Multifinance Tbk dapat meningkatkan performa melebihi pencapaian tahun lalu. Synergy becomes the strong foundation that drives the Company in facing the challenges in 2012. By synergizing with all stakeholders, PT Mandala Multifinance Tbk is able to improve its performance compared to last year’s achievement.
  • 4.
    .2 Tahunan 2012 LaporanReport Annual Kinerja 2012 2012Performance Ikhtisar keuangan Financial Highlights Dalam jutaan Rupiah In a million Rupiahs Laporan Laba Rugi Komprehensif Comprehensive Income Statement 2012 Jumlah Pembiayaan Total Financing Pendapatan Revenue Laba Kotor Gross Income Laba Sebelum Beban Pajak Income before tax expenses Laba Bersih Net Income Jumlah Laba Komprehensif Total Comprehensive Income Laba Bersih per Saham Dasar (dalam Rupiah) Basic earnings per share (in Rupiahs) Pendapatan Revenue 2011 2010 2009 2008 4.064.993 3.818.604 3.686.025 1.564.554 2.162.064 1.291.914 1.170.319 853.891 672.495 644.137 927.743 806.121 603.643 463.490 437.018 291.385 240.777 176.897 148.187 146.415 218.002 180.261 132.663 108.105 105.308 218.002 180.261 132.663 108.105 105.308 165 136 100 82 79 Dalam jutaan Rupiah In a million Rupiahs Laba Bersih Net Income 0 0 2012 200000 2011 400000 200000 2010 400000 2009 600000 2008 800000 600000 2012 800000 2011 1000000 2010 1200000 1000000 2009 1400000 1200000 2008 1400000 Dalam jutaan Rupiah In a million Rupiahs
  • 5.
    3. Laporan Tahunan Annual Report 2012 Dalamjutaan Rupiah In a million Rupiahs Laporan Posisi Keuangan Financial Position Statements Jumlah Aset Total asset Jumlah Liabilitas Total liabilities Jumlah Ekuitas Total Equity Jumlah Saham Beredar Total Outstanding Shares 2012 2011 2010 2009 2008 4.062.766 3.782.414 3.128.916 2.057.703 2.211.603 3.174.288 3.057.878 2.544.891 1.584.748 1.815.166 888.478 724.536 584.025 472.955 396.438 1.325.000.000 1.325.000.000 1.325.000.000 1.325.000.000 1.325.000.000 Dalam (%) In (%) Rasio Keuangan Financial Ratio Rasio Laba Komprehensif terhadap Ekuitas Comprehensive Income to Equity Ratio Rasio Laba Komprehensif terhadap Aset Comprehensive Income to Asset Ratio Rasio Laba Komprehensif terhadap Pendapatan Comprehensive Income to Revenue Ratio Rasio Lancar Current Ratio Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas (x) Liabilities to Equity Ratio (x) Rasio Liabilitas terhadap Aset (x) Liabilities to Asset Ratio (x) Rasio Liabilitas terhadap Aset Liabilities ratio to asset Pertumbuhan Liabilitas Growth of Liabilities Pertumbuhan Ekuitas Growth of Equity Pertumbuhan Laba Bersih Growth of Net Income 2012 2011 2010 2009 2008 24,54 24,88 22,72 22,86 26,56 5,37 4,77 4,24 5,25 4,76 16,87 15,40 15,54 16,08 16,35 129,19 150,76 144,92 92,94 96,42 3,57 4,22 4,36 3,35 4,58 0,78 0,81 0,81 0,77 0,82 7 21 52 -7 46 4 20 61 -13 51 23 24 23 19 28 21 36 23 3 34
  • 6.
    .4 Tahunan 2012 LaporanReport Annual Ikhtisar Saham SharesHighlights Perusahaan telah memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Bapepam dengan surat No. S-2303/ PM/2005 tertanggal 23 Agustus 2005, untuk melakukan penawaran umum atas 325.000.000 lembar saham atau 24,53% dari saham perusahaan kepada masyarakat. Saham ditawarkan dengan nilai nominal Rp100 per lembar saham dengan harga penawaran sebesar Rp195 per lembar saham. Perusahaan telah mencatatkan seluruh sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 6 September 2005, dari hasil penawaran tersebut keseluruhan dananya setelah dikurangi biaya penawaran umum dipergunakan untuk modal kerja. The Company obtained the effective letter from the Chairman of the Capital Market and Supervisor Agency (BAPEPAM) in its letter No. S-2303/ PM/2005 dated August 23, 2005, to conduct the public offering of its 325,000,000 shares or 24.5% of Company’s share, with a par value Rp100 per share and offering value Rp195 per share. The Company has registered its entire share in Indonesia Stock Exchange on September 6, 2005, the total funds is used as working capital after deducted by public offering fee. 900 20,000,000 800 18,000,000 700 16,000,000 14,000,000 600 12,000,000 500 10,000,000 400 8,000,000 300 6,000,000 200 4,000,000 100 2,000,000 0 J Ja anu nu ar ar i y Fe Ja bru nu ar ar i y Ja Ma nu re ar t y Ja A nu pr ar il y Ja M nu e ar i y Ja J nu un ar i y Ja nu Ju ar li Ag y Ja us nu tu Se ary s pt Ja em nu be ar r O y Ja kto nu be r No ary ve Ja m nu be r De ary se Ja m nu be ar r y 0 Price (Rp) Volume (share) Informasi Harga Saham (dalam Rupiah) Share Price Information (in Rupiah) Dalam Rupiah In Rupiahs Informasi Harga Saham Share Price Information Triwulan 1 First quarter Triwulan 2 Second quarter Triwulan 3 Third quarter Triwulan 4 Fourth quarter 2012 Terendah Lowest Tertinggi Penutupan Volume (Saham) Highest Closing Volume (Shares) 640 910 740 16.067.500 640 880 700 24.391.500 640 760 650 4.635.000 560 660 600 8.294.500 Dalam Rupiah In Rupiahs Informasi Harga Saham Share Price Information Triwulan 1 First quarter Triwulan 2 Second quarter Triwulan 3 Third quarter Triwulan 4 Fourth quarter 2011 Terendah Lowest Tertinggi Penutupan Volume (Saham) Highest Closing Volume (Shares) 400 560 465 16.702.000 460 850 820 34.363.000 800 1.300 1.020 26.304.000 850 1.050 880 2.695.000
  • 7.
    5. Laporan Tahunan Annual Report 2012 DataPerdagangan Efek di Bursa Efek Indonesia Stock Trading Data in Indonesia Stock Exchange Dalam Rupiah In Rupiahs Bulan Month Januari January Februari February Maret March April April Mei May Juni June Juli July Agustus August September September Oktober October November November Desember December TOTAL Harga Tertinggi Highest Harga Terendah Lowest Harga Akhir Final Volume (lembar) Volume (shares) Nilai Value 910 720 730 5.474.000 4.216.805.000 770 640 690 8.331.500 5.885.635.000 740 640 740 2.262.000 1.558.320.000 880 710 790 17.828.000 14.564.965.000 820 640 660 4.377.500 3.218.530.000 700 600 700 2.186.000 1.434.900.000 760 700 730 2.026.000 1.467.165.000 750 640 660 2.036.500 1.451.765.000 680 640 650 572.500 376.235.000 660 590 610 1.635.500 1.005.930.000 640 560 580 5.159.500 3.103.530.000 610 560 600 1.499.500 878.735.000 53.388.500 39.162.515.000 Tindakan Korporasi Corporate Action Pada bulan November 2011, Perusahaan menerbitkan Medium Term Notes I Tahun 2011 (MTN I) dengan jumlah nominal secara keseluruhan adalah sebesar Rp115.000 juta dengan tingkat bunga tetap sebesar 10,75% per tahun. MTN I terdiri dari 2 (dua) tahap penerbitan, yaitu MTN I Tahap Pertama dengan jumlah pokok sebesar Rp5 miliar yang diterbitkan tanggal 9 November 2011; dan MTN I Tahap Kedua dengan pokok sebesar Rp65 miliar yang diterbitkan tanggal 15 Desember 2011. MTN I Tahap Pertama dan MTN I Tahap Kedua akan jatuh tempo secara bersamaan pada tanggal 20 November 2014. In November 2011, the Company issued Medium Term Notes I Year 2011 (MTN I) with total nominal value of Rp115,000 million with fixed interest rate of 10.75% per annum. MTN I consist of two (2) phases, ie: MTN I Phase 1, amounting to Rp5 billion ssued on November 9th, 2011 and MTN I Phase 2, amounting to Rp65 billion issued on December 15th, 2011. MTN I Phase 1 and MTN I Phase 2 will matured on November 20th, 2014. Pada bulan Juni 2012, Perusahaan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Mandala Multifinance Tahap I Tahun 2012 (Obligasi Berkelanjutan I Tahap I) melalui Bursa Efek Indonesia dengan jumlah nominal secara keseluruhan sebesar Rp100 miliar. Obligasi Berkelanjutan I Tahap I ini terbagi menjadi 3 seri, yaitu Seri A sebesar Rp90 miliar yang akan jatuh tempo pada tanggal 20 Juli 2013 dengan tingkat suku bunga sebesar 8,00% per tahun, Seri B sebesar Rp5 miliar yang akan jatuh tempo pada tanggal 10 Juli 2014 dengan tingkat suku bunga sebesar 9,00% per tahun, dan Seri C sebesar Rp5 miliar yang akan jatuh tempo pada tanggal 10 Juli 2015 dengan tingkat suku bunga sebesar 9,50% per tahun. In June 2012, the Company issued Mandala Multifinance Sustainable Bond I Phase I Year 2012 (Sustainable Bond I Phase I) through the Indonesia Stock Exchange with a total nominal value of Rp100 billion. Sustainable Bond I Phase I consist of of three series, i.e. Serial A amounting to Rp90 billion which will mature on July 20th, 2013 and bear interest rate of 8.00% per annum, Serial B amounting to Rp5 billion which will mature on July 10th, 2014 and bear interest rate of 9.00% per annum and Serial C amounting to Rp5 billion which will mature on July 10th, 2015 and bear interest rate of 9.50% per annum.
  • 8.
    .6 Tahunan 2012 LaporanReport Annual Peristiwa Penting2012 Significant Events in 2012 29 Maret / March 29th Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Extraordinary General Meeting of Shareholders (EGMS) 9 Mei / May 9th Memperoleh penghargaan sebagai emiten terbaik 2012 dalam sektor Multifinance dari majalah Investor. Awarded as the best companies 2012 in Multifinance sector from Investor magazine. 15 Juni / June 15th • • • • Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Public Expose mengenai kinerja PT Mandala Multifinance Tbk tahun 2011 Annual General Meeting (AGM) and Extraordinary General Meeting of Shareholders (EGMS). Public Expose mengenai kinerja PT Mandala Multifinance Tbk tahun 2011 29 Juni / June 29th Memperoleh Pernyataan Efektif dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan untuk melaksanakan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan I Mandala Multifinance. Getting Effective Statement from Capital Market Supervisory Board and Financial Institution to implement Sustainable Public Offering of Sustainable Bonds I Multifinance Mandala.
  • 9.
    7. Laporan Tahunan Annual Report 2012 21Juli / July 21th Memperingati ulang tahun Perusahaan yang dilaksanakan secara serentak di semua cabang di seluruh Indonesia dan disertai dengan acara bakti sosial oleh karyawan Perusahaan. Celebrating Company’s anniversary that held simultaneously in every branches throughout Indonesia and accompanied by social event held by employees. 14 Juli / July 14th • Memperoleh penghargaan sebagai Multifinance dengan kinerja keuangan 2011 Sangat Bagus, dari Majalah Infobank. (Penghargaan ini diterima ketujuh kalinya berturut-turut sejak tahun 2006). Getting awards as Multifinance with Very Good financial performance in 2011 from Infobank magazine. (The award was accepted seventh time in a row since 2006). • Memperoleh penghargaan Golden Trophy, dari InfoBank, penghargaan ini diterima karena lima kali berturut-turut mendapat predikat sangat Bagus (Penghargaan ini diterima untuk ketiga kalinya sejak tahun 2010). Getting Golden Trophy Award from InfoBank, received this award five times in a row with very good title (The award was received for the third time since 2010). 6 September / September 6th Rp40,8,per saham per share Pembayaran Dividen Tunai tahun buku 2011 sebesar Rp54.060.000.000,- atau Rp40,8,- per saham. Dividend Payment for 2011 financial year in amount of Rp54.060.000.000, - or Rp40.8.- per share.
  • 10.
    .8 Tahunan 2012 LaporanReport Annual Penghargaan danPencapaian Awards and Achievement 2012 Emiten Terbaik - Sektor Multifinance 2012 dari majalah Investor. Best Listed Company - Multifinance Sector in 2012 from Investor magazine. Multifinance dengan kinerja keuangan 2011 berpredikat Sangat Bagus dari Majalah Infobank. Multifinance with Very Good financial performance in 2011 from Infobank magazine. Golden Trophy Award dari InfoBank. Golden Trophy Award from InfoBank.
  • 11.
    9. Laporan Tahunan Annual Report 2012 2011 2009 Memperolehpenghargaan dari majalah InfoBank sebagai Multifinance dengan kinerja keuangan 2010 berpredikat Sangat Bagus. Penghargaan ini diterima berturut-turut untuk keenam kalinya sejak tahun 2006. Awarded as Multifinance with financial performance predicated Very Good from InfoBank magazine in 2010. This award received for the sixth consecutive time since 2006. Memperoleh penghargaan dari majalah InfoBank sebagai Multifinance dengan kinerja keuangan 2008 berpredikat Sangat Bagus. Awarded as Multifinance with financial performance predicated Very Good from InfoBank magazine in 2008. Memperoleh penghargaan Golden Trophy dari majalah InfoBank karena lima kali berturut-turut mendapat predikat Sangat Bagus. Penghargaan ini diterima Perusahaan untuk kedua kalinya sejak tahun 2010. Received Golden Trophy award from Infobank magazine for five times in a row with Very Good title. The award was received by the Company for the second time since 2010. Peringkat kedua untuk kategori The Best Islamic Finance Company dari Karim Business Consulting. Second ranked for category of The Best Islamic Finance Company from Karim Business Consulting. 2010 Memperoleh penghargaan dari majalah InfoBank sebagai Multifinance dengan kinerja keuangan 2009 berpredikat Sangat Bagus. Penghargaan ini diterima berturut-turut untuk kelima kalinya sejak tahun 2006. Awarded as Multifinance with financial performance predicated Very Good from InfoBank magazine in 2009. This award received for the fifth consecutive time since 2006. Memperoleh penghargaan Golden Trophy dari majalah InfoBank karena lima kali berturut-turut mendapat predikat Sangat Bagus. Received Golden Trophy award from Infobank magazine for five times in a row with Very Good title. Perusahaan pembiayaan terbaik 2010 dari Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia. Best finance companies in 2010 from Indonesian Financial Services Association. Multifinance Unit Syariah Terbaik 2009 dari majalah Investor. Best Sharia Unit Multifinance in 2009 from Investor magazine. 2008 Memperoleh penghargaan dari majalah InfoBank sebagai Multifinance dengan kinerja keuangan 2007 berpredikat Sangat Bagus. Multifinance Unit Syariah Terbaik 2008 untuk kategori aset di bawah Rp2 triliun dari majalah Investor. Memperoleh penghargaan The Best Small Listed Company 2008 dari majalah Investor. Awarded as Multifinance with financial performance predicated Very Good from InfoBank magazine in 2007. Best Sharia Multifinance Unit in 2008 for assets under Rp2 trillion from Investor magazine. Awarded as The Best Small Listed Company in 2008 from Investor magazine. 2007 Memperoleh penghargaan dari majalah InfoBank sebagai Multifinance dengan kinerja keuangan 2006 berpredikat Sangat Bagus. Awarded as Multifinance with financial performance predicated Very Good from InfoBank magazine in 2006. 2006 Memperoleh penghargaan dari majalah InfoBank sebagai Multifinance dengan kinerja keuangan 2005 berpredikat Sangat Bagus. Awarded as Multifinance with financial performance predicated Very Good from Infobank magazine in 2005. 2005 Mendapat penghargaan sebagai Multifinance Terbaik 2005 untuk kategori aset Rp250 miliar sampai dengan Rp500 miliar dari majalah Investor. Awarded as Best Multifinance in 2005 for assets category of Rp250 billion to Rp500 billion from Investor magazine.
  • 12.
  • 13.
    11. Laporan Tahunan Annual Report 2012 LaporanKomisaris Utama Report from the President Commissioner Pemegang saham yang terhormat, Dear shareholders, Puji syukur kami sampaikan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa dan ucapan terima kasih kami sampaikan kepada seluruh jajaran PT Mandala Multifinance Tbk atas kinerja Perusahaan yang terus tumbuh di sepanjang tahun 2012. Praise we convey to the presence of Almighty God and our gratitude goes to the entire range of PT Mandala Multifinance Tbk for company’s performance that grow continuesly in 2012. Di tengah perlambatan kondisi ekonomi global yang melanda berbagai negara di dunia, kami bersyukur bahwa Indonesia dapat meningkatkan pertumbuhan ekonominya. Pertumbuhan tersebut juga dirasakan Perusahaan dengan berhasil mencatatkan peningkatan laba bersih di tahun 2012. In the middle of downturn of global economic conditions that hit many countries in the world, we are thankful that Indonesia can enhance its economic growth. The growth is also felt by the company by successfully makes increase in net income in 2012. Kinerja 2012 Kendati bagi beberapa negara di Eropa dan Amerika tahun 2012 merupakan tahun yang penuh dengan gejolak dan ketidakpastian, namun hal tersebut tidak terlalu berpengaruh terhadap kemajuan ekonomi nasional. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik pada akhir tahun 2012 perekonomian Indonesia mengalami pertumbuhan sebesar 6,23%. Tingkat suku bunga Bank Indonesia juga relatif stabil, yaitu sebesar 5,75%. Tingkat suku bunga ini terhitung masih konsisten dengan tekanan inflasi yang rendah dan terkendali. Kondisi ekonomi makro yang stabil ini secara keseluruhan menciptakan iklim bisnis yang baik di tahun 2012. 2012 Performances Although for some countries in Europe and America, 2012 was a year full of turmoil and uncertainty, but it does not significantly affect to the national economy progress. Based on data from the Central Bureau of Statistics at the end of 2012, Indonesian economy grew by 6.23%. The interest rate of Bank of Indonesia is also relatively stable, amounting to 5.75%. The interest rate is consistent with low and controlled inflation. Stable macro-economic conditions create a good business climate in 2012. Kinerja Perusahaan di tahun 2012 cukup menggembirakan. Kenaikan laba bersih perusahaan menjadi sebesar Rp218 miliar atau meningkat 21% dibandingkan tahun 2011. Dewan Komisaris sangat mengapresiasi pencapaian tersebut sebagai bukti kerja keras dan profesionalitas manajemen dan karyawan PT Mandala Multifinance Tbk. The Company’s performance in 2012 was encouraging. The Company’s net profit increased to Rp218 billion which increasing by 21% compared to 2011. Board Of Commissioners greatly appreciate the achievement that possible to be made from management’s and employees’ hard work and professionalism of PT Mandala Multifinance Tbk.
  • 14.
    .12 Tahunan 2012 LaporanReport Annual Tata KelolaPerusahaan Dewan Komisaris terus memantau dan memberi masukan mengenai penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) di Perusahaan kepada Direksi dengan bantuan Komite Audit, saat ini komite di bawah Dewan Komisaris baru ada Komite Audit. Dewan Komisaris senantiasa mengawasi penerapan prinsip-prinsip GCG yaitu kewajaran, independensi, tanggung jawab, akuntabilitas dan transparansi. Dewan Komisaris berkomitmen bahwa prinsip-prinsip GCG adalah hal yang harus ditegakkan dalam keberlangsungan usaha Perusahaan. Pelaksanaan GCG yang terarah dan senantiasa disempurnakan merupakan salah satu bagian dari komitmen PT Mandala Multifinance Tbk sebagai perusahaan yang mengedepankan unsur tata kelola yang baik dan disiplin tinggi. Selama periode tahun 2012 tidak terjadi perubahan komposisi Dewan Komisaris. Good Corporate Governance Board of Commissioners always monitoring and giving advice on the application of Good Corporate Governance (GCG) principles to the Board of Directors with the help of Audit Committee which at this time, the committee that goes directly under the Board of Commissioners is only the Audit Committee. Board Of Commissioners always supervises the implementation of GCG principles ie. fairness, independence, responsibility, accountability and transparency. The Board of Commissioners committed that the principles of good corporate governance are things that must be upheld for Company’s business sustainability. Targeted and refined GCG implementation always become part of PT Mandala Multifinance Tbk commitment as a company that puts good governance elements and high discipline. During 2012 there were no changes in composition of the Board of Commissioners. Tanggung Jawab Sosial Dewan Komisaris menilai pelaksanaan CSR oleh Manajemen PT Mandala Multifinance Tbk sudah cukup baik. Pelaksanaan CSR yang dilakukan manajemen antara lain mencakup bidang pendidikan dan bantuan sosial. Program-program tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat yang berarti di lingkungan sekitar Perusahaan. Corporate Social Responsibility Board of Commissioners considers that CSR implementation that held by PT Mandala Multifinance Tbk Management had running well. The CSR implementation are held in the program of education and social aid. The programs are expected to provide significant benefits for the communities in which the Company operates. Prospek 2013 Prospek industri pembiayaan kendaraan bermotor di tahun 2013 akan tetap baik meskipun akan menghadapi berbagai tantangan. Hal ini dikarenakan tingginya kebutuhan masyarakat akan kendaraan bermotor. 2013 Prospects The prospects of auto finance industry in 2013 will remain prosperous but also exposed to various challenges. This is due to the high demand of motor vehicles.
  • 15.
    13. Laporan Tahunan Annual Report Apresiasi Akhirkata, ijinkanlah saya, atas nama Dewan Komisaris untuk menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh Pemegang Saham atas segenap dukungan yang diberikan. Kami juga memberikan apresiasi kepada Direksi, Manajemen dan seluruh Karyawan atas kerja keras, semangat, dan dedikasi yang tinggi sehingga Perusahaan dapat berkembang. Penghargaan juga kami sampaikan kepada segenap pemangku kepentingan dan mitra usaha Perusahaan mengingat segenap pencapaian kami pada tahun 2012 juga tidak terlepas dari peran dan kontribusi yang telah diberikan. 2012 Appreciation Finally, please allow me, on behalf of the Board of Commissioners to express our heartfelt gratitude to all shareholders for all the support. We also give appreciation to the Board of Directors, management and all employees for their hard work, passion and dedication so that the Company could grow. Our appreciation also goes to all stakeholders and business partners of the Company, considering all our achievements in 2012 that can not be separated from the role and contribution that has been given. Alex Hendrawan Komisaris Utama President Commissioner
  • 16.
  • 17.
    15. Laporan Tahunan Annual Report 2012 LaporanDirektur Utama Report from the President Director Pemegang Saham yang terhormat, Dear Shareholders, Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkah dan rahmat yang dilimpahkan-Nya sehingga PT Mandala Multifinance Tbk berhasil mencapai kinerja yang cukup menggembirakan di tahun 2012 ini. Pencapaian ini didorong oleh kinerja perekonomian Indonesia yang menunjukkan hasil yang cukup baik. Meskipun perekonomian global mengalami perlambatan namun perekonomian Indonesia mengalami pertumbuhan sebesar 6,23%. Hal ini dipengaruhi oleh tingginya permintaan domestik yang berasal dari konsumsi rumah tangga dan investasi. Praise and gratitude we pray to the Lord Almighty’s blessing and grace bestowed so that PT Mandala Multifinance Tbk managed to achieve quite satisfactory performance in 2012. This achievement is driven by Indonesian economy performance that showed good results. Despite the global economic downturn, the national economic condition managed to grew by 6.23%. This is influenced by the high demand from the domestic household consumption and investment. Kinerja 2012 Perusahaan berhasil memperoleh laba bersih sebesar Rp218 miliar atau meningkat 21% dibanding tahun 2011. Perolehan laba bersih ini membuat rasio-rasio keuangan relatif stabil, antara lain Return On Asset sebesar 5,37% dan Return On Equity sebesar 24,54%. 2012 Performance The Company managed to earn net profit in amount of Rp218 billion or increased by 21% compared to 2011. The achievement of net profit made the financial ratios relatively stable ie. Return On Asset in amount of 5.37% and Return On Equity in amount of 24.54%. Meskipun laba bersih per lembar saham naik 21% menjadi Rp165,- namun kinerja saham Perusahaan mengalami sedikit penurunan, hal ini terjadi pada sebagian besar saham perusahaan pembiayaan khususnya pembiayaan roda dua. Kami yakin penurunan ini hanya berlangsung sementara karena pada akhirnya kinerja saham akan menemukan sebuah titik baru menuju situasi yang akan lebih baik di masa mendatang. Even when the earning per share rose by 21% to Rp165.the Company’s shares performance declined slightly; this happens to most of the financing companies, especially motorcycles financing. We believe the decline is only temporary because eventually, the stock performance will find new point towards better situation in the future. Secara keseluruhan kinerja operasional Perusahaan berjalan cukup baik. Selama tahun 2012 Perusahaan telah berhasil membukukan pembiayaan sebesar Rp4.065 miliar atau meningkat 6% dibanding tahun 2011 walaupun pencapaian ini masih di bawah target yang telah ditetapkan pada tahun 2012 yaitu sebesar Rp5 triliun. Overall, the Company’s operational performance has run pretty well. Throughout 2012, the Company has managed to recorded financing in amount of Rp4,065 billion or increased by 6% compared to 2011 even when the achievement is still under the target that has been set in 2012 which amounted to Rp5 billion. Kebijakan Strategis Kebijakan strategis yang ditetapkan Perusahaan di sepanjang tahun 2012 masih tetap berfokus pada pembiayaan kendaraan roda dua dengan tingkat imbal hasil yang tinggi melalui pengembangan ke wilayah-wilayah yang mempunyai tingkat kompetisi belum terlalu ketat, disertai dengan usaha untuk membina dan menjaga hubungan yang baik dengan mitra kerja. Strategic Policies The strategic policies that have been settled by the Company throughout 2012 still focused on the financing of two-wheels vehicles with high yields through the expansion to areas which have low competition level, accompanied with the effort to build and maintain decent relationship with business partners.
  • 18.
    .16 Tahunan 2012 LaporanReport Annual Sumber DayaManusia Tentunya peningkatan kinerja Perusahaan di tahun 2012 tidak lepas dari peran serta sumber daya manusia yang berkualitas. Semua ini terwujud karena pembinaan dan pelatihan yang dilakukan telah membentuk sebuah tim yang solid. Pendidikan dan pelatihan secara berkesinambungan dilaksanakan baik dari internal maupun dari lembaga di luar Perusahaan, karena sumber daya manusia yang berkualitas merupakan pendorong pertumbuhan dan perkembangan Perusahaan. Human Resources Company’s performance in 2012 was not separated from the role of qualified human resources. These all can be realized because the coaching and training that have been held have managed to form a solid team. The Company always held education and training which conducted by both from internal and external institutions, because decent human resources are the driving force of Company’s growth and development. Tata Kelola Perusahaan Perusahaan selalu berkomitmen untuk menerapkan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG) sesuai dengan standar yang ditetapkan. Penerapan praktik-praktik GCG merupakan salah satu langkah penting bagi Perusahaan untuk meningkatkan dan memaksimalkan nilai Perusahaan (corporate value), mendorong pengelolaan Perusahaan yang profesional, transparan dan efisien dengan cara meningkatkan prinsip kewajaran, independensi, tanggung jawab, akuntabilitas dan transparansi sehingga dapat memenuhi kewajiban secara baik kepada Pemegang Saham, Dewan Komisaris, mitra bisnis, serta pemangku kepentingan. Susunan Direksi Perusahaan tidak mengalami perubahan di tahun 2012. Good Coporate Governance The Company has always committed to implement Good Corporate Governance (GCG) in accordance prevailing standards. Good corporate governance practices are important steps for the Company in order to improve and maximize Company’s value, creating professional management, and transparent and efficient. With the principles of fairness, independence, responsibility, accountability and transparency in order to meet Company’s obligations to the Shareholders, the Board of Commissioners, business partners, and stakeholders. The composition on the Board of Directors’ members has not changed in 2012. Tanggung Jawab Sosial Masyarakat menjadi bagian penting dari keberlangsungan usaha Perusahaan, oleh karena itu Perusahaan berkomitmen untuk berperan aktif dalam membantu masyarakat. Tanggung jawab sosial Perusahaan (CSR) ini diharapkan dapat membantu masyarakat sekitar dan menumbuhkan rasa peduli. Untuk mewujudkan komitmen tersebut, PT Mandala Multifinance Tbk mengembangkan program-program CSR antara lain di bidang pendidikan dan kepedulian sosial. Corporate Social Responsibility Community has become an important part of our business continuity, therefore the Company committed to play an active role in helping the community. Corporate social responsibility (CSR) is expected to help the community and foster a sense of caring. To realize this commitment, PT Mandala Multifinance Tbk develops CSR programs in the fields of educational and social care. Prospek Usaha 2013 Memasuki tahun 2013, Perusahaan masih dihadapkan pada tantangan yang sama dengan tahun 2012, hal ini berkaitan dengan prediksi penjualan kendaraan roda dua dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) pada tahun 2013 sebesar 6 juta unit yang merupakan penurunan jika dibandingkan dengan realisasi tahun 2012 yang mencapai 7 juta unit. Namun Perusahaan berkeyakinan bahwa prospek pembiayaan pada tahun 2013 akan tetap baik, karena kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan roda dua masih cukup tinggi. 2013 Business Prospects Entering 2013, Company still faced with the same challenges in 2012, which related to the prediction of two-wheeled vehicles’ sales target from Indonesian Motorcycle Industry Association (AISI) in 2013 which amounted to 6.3 million units which decreasing compared to the realization in 2012 that reached 7 million units. However, the Company believes that the financing prospect in 2013 remains favorable because the society’s needs two-wheeled vehicles is still high.
  • 19.
    17. Laporan Tahunan Annual Report Apresiasi Sebagaipenutup, mewakili Direksi, ijinkan saya untuk menyampaikan rasa terima kasih kepada Dewan Komisaris atas segenap dukungan yang diberikan. Kami juga memberikan apresiasi kepada Manajemen dan seluruh Karyawan atas kerja keras, semangat, dan dedikasinya. Penghargaan juga kami sampaikan kepada segenap pemangku kepentingan dan mitra usaha Perusahaan, dimana kontribusi mereka telah mendukung kemajuan yang dicapai selama tahun ini. Appreciation To enclose this statements, on behalf of the Board of Directors, allow me to express my gratitude to the Board of Commissioners for all the support given. We also give appreciation to the management and all employees for their hard work, passion, and dedication. Our appreciation also goes to all stakeholders and the Company’s business partners, where their contributions have supported the progress made during this year. Harryjanto Lasmana Direktur Utama President Director 2012
  • 20.
  • 21.
    19. Laporan Tahunan Annual Report 2012 Visidan Misi Vision and Mission Visi Vision Menjadi perusahaan pembiayaan terbaik secara finansial yang berorientasi kepada pelanggan Become the best financing company financially and stakehlders oriented. Misi Mission • • • Menyediakan fasilitas pembiayaan dengan cepat dan efektif melalui perbaikan proses kerja, teknologi informasi serta perluasan jaringan Mengutamakan kepuasan pelanggan dan mitra usaha Menjaga kredibilitas dan kepercayaan perbankan • • • Providing fast and effective financing facilities through improvement in working processes, information technology, and networking expansion. Focusing on customers’ and business partners’ satisfaction Maintaining the credibility and trust of the banking industry Nilai - Nilai utama Core Value Honesty Jujur Memperoleh kepercayaan melaporkan yang benar. dengan Gaining trust with the correct reporting. Rendah Hati Humility Mengakui bahwa keberhasilan saya adalah merupakan sebagian dari hasil kontribusi orang lain dalam hidup saya. Admitting that a success is a part of the contributions of others in my life. Tekad Determination Bertekad untuk mencapai tujuan yang benar, pada saat yang tepat meskipun menghadapi tantangan. Determined to reach right objectives at the right time despite the challenges.
  • 22.
    .20 Tahunan 2012 LaporanReport Annual Jejak langkah Milestone 1983 Didirikandengan nama PT Vidya Cipta Leasing Corp Established under the name PT Cipta Vidya Leasing Corp. 1997 Berganti nama menjadi PT Mandala Multifinance Changed its name into PT Mandala Multifinance. 2005 Penawaran umum saham perdana Initial public offering 2006 Membuka unit usaha syariah Opened syariah unit 2011 Menerbitkan medium term notes pertama sebesar Rp115 miliar Issued first medium term notes in amount of Rp115 billion 2012 Menerbitkan obligasi pertama sebesar Rp100 miliar Issued first obligation in amount of Rp100 billion
  • 23.
  • 24.
    .22 Tahunan 2012 LaporanReport Annual Sejarah SingkatPerusahaan Company History PT Mandala Multifinance Tbk (Perusahaan) berdiri sejak tahun 1983 dengan nama PT Vidya Cipta Leasing Corporation. Setelah mengalami beberapa perubahan nama, akhirnya pada tanggal 21 Juli 1997 nama PT Mandala Multifinance disahkan berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan RI No. 323/KMK.017/1997. Berdasarkan keputusan tersebut, kegiatan usaha Perusahaan meliputi Sewa Guna Usaha, Anjak Piutang, Usaha Kartu Kredit, dan Pembiayaan Konsumen. Sampai saat ini Perusahaan memfokuskan diri pada kegiatan usaha pembiayaan konsumen, khususnya pembiayaan kendaraan roda dua. PT Mandala Multifinance Tbk (Company) established in 1983 by the name of PT Cipta Vidya Leasing Corporation. After changing its name for quite several times, finally on July 21st, 1997, the name of PT Mandala Multifinance has been approved by the Ministry of Finance of Republic Indonesia No. 323/KMK.017/1997. Based on this decision, the Company’s business activities include Leasing, Factoring, Credit Cards, and Consumer Financing. As of this writing, the Company focuses itself on consumer financing business activities, especially in motorcycle financing. Perusahaan mencatatkan sahamnya dengan kode [MFIN] di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 6 September 2005 dengan menjual sahamnya kepada publik sebesar 24,53%. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat struktur permodalan serta meningkatkan sumber dana untuk modal kerja Perusahaan. The Company listed its shares with commercial code [MFIN] in the Indonesia Stock Exchange on September 6th, 2005 by selling the shares to public amounted to 24.53%. This activity aims to strengthen the capital structure and financial resources to increase the Company’s working capital. Guna memenuhi kebutuhan masyarkat terhadap pembiayaan dengan skema syariah, Perusahaan telah mendirikan Unit Usaha Syariah pada bulan April 2006 berdasarkan Rekomendasi Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia No.U-075/ DSN-MUI/IV/2006. In order to meet the needs of the society on the Islamic financing scheme in sharia, the Company has established the Sharia Business Unit in April 2006, based on the recommendation of National Sharia Board – the Board of Indonesian Ulamas No.U-075/ DSN-MUI/IV/2006. Pemegang saham utama PT Mandala Multifinance Tbk adalah para profesional yang berpengalaman lebih dari 20 tahun di bidang otomotif, berawal sebagai main dealer sepeda motor di wilayah Lampung dan Jawa Barat. The main shareholders of PT Mandala Multifinance Tbk are the professionals with more than 20 years of experiences in the automotive industry, initiated as the main motorcycle dealers in Lampung and west Java. Perusahaan memegang teguh komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik terhadap konsumen dan mitra bisnis, melalui pelayanan optimal yang didukung oleh pengelolaan sumber daya manusia yang terarah, terpadu dan berkesinambungan, serta ketersediaan infrastruktur yang memadai. The Company uphold the firm commitment in providing the best services to consumers and business partners, through optimal services which supported by well-planned human resource management in an integrated and sustainable manner, as well as the availability of adequate infrastructure.
  • 25.
    23. Laporan Tahunan Annual Report 2012 StrukturOrganisasi Organization Structure Rapat Umum Pemegang Saham General Meeting of Shareholders Dewan Komisaris Komisaris Utama Komisaris Independen Board of Commissioners President Commissioner Independent Commissioner Sekretaris Perusahaan Corporate Secretary GM HRD & GA GM IT Komisaris Utama / President Commissioner Direksi Presiden Directur Direktur Board of Directors President Director Director Audit Internal Internal Audit GM Operation GM Finance : Alex Hendrawan Komisaris Independen / Independent Commissioner : Deddy Heruwanto Direktur Utama / President Director : Harryjanto Lasmana Direktur / Director : Elise Sekretaris Perusahaan / Corporate Secretary : Mahrus Internal Audit / Internal Audit : Haryadi Yusuf Unit Kerja Prinsip Mengenal Nasabah / Consumer Principal Work Unit : Mahrus GM HRD & GA*) / GM HRD & GA*) : Elise GM IT / GM IT : Aponso Johan GM Operation / GM Operation : Lucas Putradinata GM Finance / GM Finance : Sandi Lesmana GM Marketing*) / GM Marketing*) : Harryjanto Lasmana Keterangan: *) Merangkap sementara *) Temporarily held Unit Kerja Prinsip Mengenal Nasabah Consumer Principal Work Unit GM Marketing
  • 26.
    .24 Tahunan 2012 LaporanReport Annual Komposisi PemegangSaham Shareholders Composition Keterangan Description Jumlah (saham) Total (share) PT Jayamandiri Gemasejati PT Jayamandiri Gemasejati Alex Hendrawan (Komisaris Utama) Alex Hendrawan (President Comissioner) Lain-lain (masing-masing dengan kepemilikan di bawah 5%) Others (each below 5% ownership) Jumlah Total Nilai Nominal (Rp) Nominal Value (Rp) Persentase Kepemilikan Ownership Percentage 933.000.000 93.300.000.000 70,42% 67.000.000 6.700.000.000 5,05% 325.000.000 32.500.000.000 24,53% 1.325.000.000 132.500.000.000 100,00% PT Jayamandiri Gemasejati Publik Alex Hendrawan 70,42% 24,53% 5,05% PT Mandala Multifinance Tbk 207 Jaringan Kantor Pelayanan 207 Bussiness Services Network Se la tM al ak L a u t Ch in a S e la t a n a 16 4 L a u t Na t u n a L a u t Su l a w e s i 6 15 10 tM al 1 ak a L a u t J a wa 16 4 1 25 8 3 Laut Halmahera ar t Ma kas la 10 19 Sela Se 8 7 5 3 4 7 20 4 Laut Banda 10 1 6 S a mu de ra Hin dia L a u t Ar a f u r u
  • 27.
    25. Laporan Tahunan Annual Report 2012 Lembaga& Profesi Penunjang Pasar Modal Institutions & Capital Market Supporting Professionals Pencatatan Saham Share Listing Agen Pemantau Monitoring Agent Bursa Efek Indonesia (Indonesia Stock Exchanges) Building Tower I Jl. Jend. Sudirman Kav 52-53 Jakarta 12190 Indonesia Telp. (62-21) 5150 515 PT Bank Mega Tbk Menara Bank Mega, Lt.16 Jl. Kapten Tendean Kav.12-14 A Jakarta 12790 Indonesia Telp. (+62 21) 7917 5000 Biro Administrasi Efek Securities Administration Agency Agen Pembayaran Payment Agent PT Sinartama Gunita Plaza BII Menara 3 lt. 12 Jl. M.H. Thamrin No. 15 Jakarta 10350 Indonesia Telp. (62-21) 392 2332 PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 Jakarta 12190 Indonesia Telp. (+62 21) 5299 1099 Kantor Akuntan Publik Public Accountant Office Wali Amanat Trustee Budiman, Wawan, Pamudji & Rekan Konica Building lt. 5 Jl. Gunung Sahari Raya No. 78 Jakarta 10610 Indonesia Telp. (62-21) 425 8282, 424 8806 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Jl. Jend Sudirman Kav. 44 & 46 Jakarta 10210 Indonesia Telp. (+62 21) 2500 124, 575 8140, 575 8130 Sekretaris Perusahaan Coorporate Secretary Gedung Mandala Finance Jl. Menteng Raya No. 24 A-B Jakarta 10340 Indonesia Telp. (62 21) 2925 9955
  • 28.
    .26 Tahunan 2012 LaporanReport Annual Profil DewanKomisaris dan Direksi Board of Commisioners’ and Board of Directors’ Profile
  • 29.
  • 30.
    .28 Tahunan 2012 LaporanReport Annual Profil DewanKomisaris Board of Commisioners Profile Alex Hendrawan Komisaris Utama President Commissioner Warga Negara Indonesia , 56 tahun, lahir di Prabumulih pada tahun 1956. Menyelesaikan pendidikan hingga Sekolah Menengah Tingkat Atas di IBA pada tahun 1976 di Palembang. Mengawali Karirnya di CV Lautan Teduh (Main DealerYamaha Jawa Barat & Lampung) sebagai Kepala Cabang tahun 1982-1988, kemudian menjabat sebagai Wakil Direktur tahun 1990-2000. Selain itu beliau juga pernah bergabung dengan PT Lautan Berlian Utama sebagai Kepala Cabang tahun 1985-1986, PT Lautan Berlian Leasing sebagai Direktur tahun 1988-1990, dan PT Lautan Berlian Multi Finance sebagai Direktur Utama tahun 19901991. Sejak tahun 1997 beliau menjabat sebagai Komisaris di PT Mandala Multifinance. Saat ini beliau memegang 5 jabatan sekaligus yaitu sebagai Komisaris Utama di PT Mandala Multifinance sejak tahun 2005, Komisaris Utama PT Jayamandiri Gemasejati sejak tahun 2004, Komisaris PT Lautan Teduh Interniaga sejak tahun 2000, Komisaris PT Lautan Teduh sejak tahun 2010, dan Komisaris Utama PT Mandala Multinvest Capital sejak tahun 2011. Indonesian citizen, 56 years old, born in Prabumulih in 1956. Completed his education in IBA in 1976 at Palembang. His career started in CV Lautan Teduh (Yamaha Main Dealer at West Java and Lampung) as a Branch Head in 1982-1988, then served as Vice Director in 1990-2000. In addition, he also joined with PT Lautan Berlian Utama as Branch Head in 1985-1986, as Leasing Director of PT Lautan Berlian Multi Finance in 1988-1990 and as President of PT Lautan Berlian in 1990-1991. Since 1997 he has served as a Commissioner of PT Mandala Multifinance. Currently he holds 5 positions as well as the President Commissioner of PT Mandala Multifinance since 2005, Commissioner of PT Jayamandiri Gemasejati since 2004, Commissioner of PT Lautan Teduh Interniaga since 2000, Commissioner of the PT Lautan Teduh since 2010, and President Commissioner of PT Mandala Multinvest Capital since 2011.
  • 31.
    29. Laporan Tahunan Annual Report 2012 DeddyHeruwanto Komisaris Independen Independent Commissioner Warga Negara Indonesia, 60 tahun, lahir di Yogyakarta pada tahun 1952. Meraih gelar Sarjana Ekonomi pada tahun 1982 dari Universitas Trisakti Jakarta, dan MBA pada tahun 1993 dari Asian Business School, serta Magister Manajemen dari Sekolah Tinggi llmu Ekonomi IPWI pada tahun 1995. Beliau mengawali karimya di PT (Persero) Danareksa Sekuritas sebagai Kepala Seksi Penilaian Efek dan Kepala Seksi Pengelolaan Portofolio tahun 1984-1992, sebagai Kepala Divisi Investasi tahun 1993-1994, sebagai Executive Director tahun 1994-1996 dan terakhir sebagai Direktur Investment Banking tahun 19972002. Kemudian beliau melanjutkan karimya di PT Bank Bumiputera Tbk, pada awalnya sebagai Advisor/Staff Ahli Presiden Direktur pada tahun 2002, kemudian pada tahun yang sama bergabung dalam Dewan Audit hingga tahun 2003 di PT Mega Finadana Finance sebagai Direktur Utama tahun 2003-2007, di BPR Lumasindo Perkasa Putra sebagai Komisaris Utama tahun 2003-2007, di PT Danareksa Finance sebagai Direktur Utama tahun 2007-2009. Saat ini beliau menjabat sebagai Komisaris Independen di PT Mandala Multifinance Tbk. sejak tahun 2005. Indonesian citizen, 60 years old, born in Yogyakarta in 1952. He holds Economics degree in 1982 from Trisakti University, and MBA from the Asian Business School in 1993, as well as the Master of Management from IPWI School of Economics in 1995. He began his career at PT Danareksa Securities as Head of Effects Assessment and Head of Portfolio Management in 1984-1992, Head of the Investment Division in 1993-1994, Executive Director in 1994-1996 and recently he served as Director of Investment Banking in 1997-2002. Then he went to PT Bank Bumiputera Tbk, initially as Advisor / President Director Expert Staff in 2002, later in the same year he joined Board of Auditors until 2003 at PT Mega Finadana Finance as Managing Director in 2003-2007, at BPR Lumasindo Putra Perkasa as President Commissioner in 2003-2007, as Managing Director at PT Danareksa Finance in 2007-2009. He currently serves as Independent Commissioner of PT Mandala Multifinance Tbk. since 2005.
  • 32.
    .30 Tahunan 2012 LaporanReport Annual Profil Direksi Boardof Directors Profile Harryjanto Lasmana Direktur Utama President Director Warga Negara Indonesia, 53 tahun, lahir di Sukabumi, Jawa Barat pada tahun 1959. Menyelesaikan pendidikan di Sekolah Tinggi llmu Ekonomi Indonesia, Jakarta Jurusan Akuntansi pada tahun 1981. Beliau memulai karimya pada berbagai jabatan dan perusahaan antara lain sebagai Accounting Staff PT Galic Bina Mada tahun 1981-1982, Accounting Supervisor PT Talang Sewu tahun 1982 1983, Chief Accounting PT Intertradista tahun 1983-1985, Assistant Finance Manager PT Hume Sakti Indonesia tahun 1985-1986, Assistant Finance & Accounting Manager PT Lembah Sari Tirta Hijau (Park Royal Apartment) tahun 1986-1990, Finance Manager PT Putra Surya Prima tahun 1991-1992, Direktur PT Putra Surya Multifinance tahun 1993-1994, Direktur PT Citradwipa Finance tahun 1995-1997. Beliau menjabat sebagai Direktur Utama Perseroan sejak tahun 1997 hingga saat ini. Indonesian citizen, 53 years old, born in Sukabumi, West Java in 1959. Graduated from Indonesian Economic College, Jakarta majoring in Accounting in 1981. He started his career in various positions and companies, such as Accounting Staff at PT Galic Bina Mada in 1981-1982, Accounting Supervisor at PT Gutters Sewu in 1982 1983, Chief Accounting at PT Intertradista in1983-1985, Finance Manager Assistant at PT Hume Sakti Indonesia in 1985 - 1986, Finance Assistant & Accounting Manager at PT Tirta Sari Green Valley (Park Royal Apartment) in 1986-1990, Finance Manager at PT Putra Surya Prima in 1991-1992, Director at PT Putra Surya Multifinance in 1993-1994, Finance Director at PT Citradwipa 1995-1997. He served as a Director at PT Mandala Multifinance since 1997 until today.
  • 33.
    31. Laporan Tahunan Annual Report 2012 Elise Direktur Director WargaNegara Indonesia, 51 tahun, lahir di Jakarta tahun 1961. Mendapatkan gelar Sarjana Akuntansi dari Universitas Parahyangan, Bandung pada tahun 1986. Beliau memulai karirnya sebagai Auditor di Kantor Akuntan Publik Drs Karl Widyarta & Rekan tahun 1986-1990, Asisten Direksi pada Grup Lautan Teduh pada tahun 1990-2004. Beliau bergabung dengan PT Mandala Multifinance Tbk pada tahun 2004 hingga kini. Indonesian citizen, 51 years old, born in Jakarta in 1961. Graduated from of Parahyangan University, Bandung in 1986 majoring in Accounting. She began her career as auditor in public accounting firm Widyarta & Partners Drs Karl in 1986-1990, Director Assistant at Lautan Teduh Group in 1990-2004. She joined PT Mandala Multifinance Tbk since 2004 until now.
  • 34.
    .32 Tahunan 2012 LaporanReport Annual Sumber DayaManusia Human Resources Menyadari betapa pentingnya keberadaan sumber daya manusia yang berkualitas, Perusahaan secara terus menerus dan berkesinambungan meningkatkan kualitasnya. Dengan adanya pengelolaan sumber daya manusia yang baik, maka kinerja yang optimal pun akan muncul. Realizing the importance of high quality human resources, the Company continually and sustainably improve its quality. By managing the human resources, thus the optimal performance will definetely occur. Untuk mewujudkan komitmen Perusahaan dalam pengelolaan sumber daya manusia, beberapa kebijakan pengembangan telah disusun diantaranya adalah program pengembangan karyawan, kesehatan, dan kesejahteraan. Kebijakan-kebijakan tersebut terintegrasi dengan seluruh aspek operasional Perusahaan. Implementasi kebijakan dilaksanakan antara lain dalam bentuk pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan secara internal oleh Perusahaan maupun bekerjasama dengan lembaga lain. Program pendidikan dan pelatihan yang telah dilakukan antara lain adalah mengenai Effective Supervisory Skill, Fundamental Leadership Program, Advanced Leadership Training, Leadership Training for Manager, Negotiation Skill, Selling Skill, Practical Marketing, Time & Territory Management, Risk Management, Analisa Kredit, Teknik Penagihan, dan training hard skill lainnya termasuk IT yang disesuaikan dengan kebutuhan. To make the Company’s commitment in human resource management comes true, some policies of development has been arranged which some of them consist of the employees’ development programs, health, and welfare. The policies are integrated with all aspects of the Company’s operations. The policies were implemented, among others, in the form of education and training which conducted both internally and also in cooperation with other institutions. The education and training programs that have been carried out, among others, are Effective Supervisory Skill, Fundamental Leadership Program, Advanced Leadership Training, Leadership Training for Manager, Negotiation Skill, Selling Skill, Practical Marketing, Time & Territory Management, Risk Management, Credit Analysis, Collecting Technic, and other hard skills training including IT according to needs.
  • 35.
    33. Laporan Tahunan Annual Report 2012 Pengembangankaryawan dimulai sejak saat penerimaan karyawan baru hingga masa akhir kerja. Program pengembangan ini dilakukan untuk semua karyawan karena setiap karyawan di Perusahaan berhak mendapatkan kesempatan yang sama. Melalui program-program pengembangan tersebut, Perusahaan selalu menanamkan visi, misi, dan nilai-nilai Perusahaan. Dengan adanya penyatuan tersebut Perusahaan berkeyakinan akan lebih mudah untuk meningkatkan kinerja Perusahaan dan memperkuat ikatan kebersamaan antar seluruh karyawan. The employees’ development have been started since their employment until the end of their work time. These development programs were done to all employees because every employee in the Company has equal right. Through the development programs, the Company always embedded and integrated the vision, mission, and Company’s values. The integration will make the Company easier to develop the Company’s performance as well as strengthening the bonds of togetherness along all employees. Perusahaan juga memperhatikan aspek-aspek penting lainnya yaitu keselamatan kerja dan kesempatan kerja. Perusahaan juga memberikan kesempatan yang sama terhadap semua gender serta jenjang karir yang terbuka untuk seluruh karyawan. The Company also pays attention to other important aspects in safety and job opportunities. The Company also provides equal opportunities for all gender and career paths that are open to all employees. Per 31 Desember 2012, jumlah karyawan Perusahaan adalah 8.279 orang. Berikut adalah jumlah dan komposisi karyawan Perusahaan berdasarkan jenjang jabatan, tingkat pendidikan, dan usia: As of December 31st, 2012, the number of Company’s employees is 8,279 people. Here are the numbers and composition of the Company’s employees based on the hierarchy, level of education, and age:
  • 36.
    .34 Tahunan 2012 LaporanReport Annual Komposisi karyawanberdasarkan tingkat pendidikan: Employees’ compostion based on educational level: Sarjana/Pasca Sarjana 4,178 Bachelor/Post Graduate Sarjana Muda/sederajat 2,509 Tingkat Pendidikan Non-Graduate/equivalent SLTA/sederajat 1,498 High School/equivalent SLTP,SD/sederajat Junior High/equivalent 94 Educational Level
  • 37.
    35. Laporan Tahunan Annual Report Komposisikaryawan berdasarkan jabatan: Employees’ compostion based on positon level: Direktur 2 Director Manajer Umum 3 General Manager Manajer 46 Manager Kepala Bagian Tingkat Jabatan 283 Position Level Head Koordinator 1,055 Supervisor Staf 6,890 Staff Komposisi karyawan berdasarkan usia: Employees’ compostion based on age: 18-25 4,178 26-35 2,509 36-45 1,498 46-55 94 > 55 5 Tingkat usia Age Level Komposisi karyawan berdasarkan jenis kelamin: Employees’ compostion based on gender: Pria 6,790 Male Jenis Kelamin Wanita Female 1,489 Gender 2012
  • 38.
    .36 Tahunan 2012 LaporanReport Annual Analisa danPembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis Kondisi Makro Ekonomi Macroeconomic Overview Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Indonesia di tahun 2012 tumbuh sebesar 6,23%. Pertumbuhan ini memang sedikit di bawah target APBN 2012 yaitu sebesar 6,5%; walaupun demikian pencapaian ini merupakan prestasi yang patut diapresiasi di tengah kondisi perekonomian global yang mengalami hambatan. Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap solid didorong oleh tingginya permintaan domestik yang berasal dari konsumsi rumah tangga dan investasi. Investasi menjadi salah satu komponen utama pendorong pertumbuhan ekonomi, bahkan menggantikan kinerja ekspor yang saat ini mengalami perlambatan. Namun, baik investasi maupun konsumsi rumah tangga tetap sama- Based on Central Statistics Agency (BPS) data, the national economic condition grew by 6.23% in 2012. This growth was slightly below the target for 2012 ie. 6.5%, however this achievement should be appreciated in the middle of a downturn in global economic condition. The solid growth was mainly driven by domestic demand that comes from domestic consumption and investment. Investment becomes one of the main components that driving economic growth in 2012, that even replaces the export performances.
  • 39.
    37. Laporan Tahunan Annual Report 2012 samaberkontribusi besar dalam menjaga stabilnya kondisi ekonomi makro terutama karena membaiknya persepsi pasar dan peningkatan daya beli masyarakat. However, both investment and household consumption still contributed in maintaining stable macro-economic conditions that caused by improvement in market perception and purchasing power. Perkembangan Industri Pembiayaan Sepeda Motor Motorcycle Financing Industry Development Selama tahun 2012 kondisi industri pembiayaan sepeda motor mengalami banyak tantangan, sehubungan dengan regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah di sepanjang tahun 2012, yakni ketentuan pembatasan pembiayaan untuk kendaraan bermotor. In 2012, the motorcycle financing industry faced many challenges, regarding to policies and regulations that set by government throughout 2012, regarding the settlement on financing limit to motor vehicles. Penetapan kebijakan ini berpengaruh kepada penurunan angka penjualan sepeda motor di tahun 2012 tercatat bahwa penjualan sepeda motor baru hanya mencapai 7 juta unit, menurun 11% jika dibandingkan dengan penjualan di tahun 2011 yang mencapai 8 juta unit. The policy affected the decrease in motorcycle sales, it was noted that a new motorcycle sales reached 7 million units in 2012, decreased 11% compared 2011 sales that reached 8 million units. Tinjauan Kinerja Operasi Operational Performance Review Meskipun di tahun 2012 industri pembiayaan mengalami banyak tantangan, Perusahaan berhasil meraih pertumbuhan. Perusahaan telah menyalurkan pembiayaan sebanyak 468.632 unit kendaraan roda dua dengan nilai pembiayaan sebesar Rp4.065 miliar atau mengalami peningkatan sebesar 6% jika dibandingkan dengan pencapaian tahun lalu. Peningkatan ini berhasil diraih meskipun pencapaian tersebut masih di bawah target pembiayaan yang telah ditetapkan pada tahun 2012 yaitu sebesar Rp5 triliun. Although the financing industry in 2012 experienced a lot of challenges, the Company managed to achieve growth. The Company has disbursed financing which amounted to 468,632 units of motorcycles with financing value which of Rp4,065 billion or an increase of 6% compared with last year’s achievement. This increase was achieved although still below the funding target that has been set in the year 2012 amounting to Rp5 trillion. Tinjauan Kinerja Keuangan Financial Performance Overview I. Pendapatan Pengelolaan aset produktif yang cukup baik selama tahun 2012 telah berhasil meningkatkan pendapatan sebesar 10% yakni Rp1.292 miliar dibandingkan tahun 2011 sebesar Rp1.170 miliar. I. Revenue A good management in productive assets in 2012 has succesfully increased revenues by 10% or Rp1,292 billion compared to 2011 which amounted to Rp1,170 billion.
  • 40.
    .38 Tahunan 2012 LaporanReport Annual Pendapatan (dalamjutaan Rupiah) Revenue (in million Rupiah) Keterangan Description Pembiayaan Konsumen – Bersih Consumer Financing – Net Bunga Interest Lain-lain Others Total II. Beban Jumlah beban di tahun 2012 adalah sebesar Rp1.001 miliar atau meningkat sebesar 8% dibanding tahun 2011. Peningkatan ini terutama disebabkan kenaikan pada beban gaji dan kesejahteraan karyawan karena semakin meningkatnya piutang pembiayaan konsumen yang dikelola perusahaan. 2012 2011 Persentase Percentage 1.277.938 1.167.805 9% 380 782 -51% 13.596 1.732 685% 1.291.914 1.170.319 10% II. Expenses Total expenses in 2012 amounted to Rp1,001 billion or increasing as much as 8% compared to 2011 mainly due to the increase in expenses of salaries and employees’ benefits along with the increased in consumer financing receivables that managed by the Company. Pendapatan (dalam jutaan Rupiah) Expenses (in million Rupiah) Keterangan Description 2012 2011 Persentase Percentage Beban Pendanaan Funding Expenses 364.171 364.198 0% Gaji dan Kesejahteraan Karyawan Salaries and Employee’ Benefits 347.484 281.419 23% Umum dan Administrasi General and Administrative 144.467 135.275 7% 23.987 55.166 -57% 30.257 24.090 26% 5.623 3.611 56% 84.540 65.783 29% 1.000.529 929.542 8% Pembentukan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Provision for Impairment Losses Penurunan Nilai Penyusutan Depreciation Beban Imbalan Kerja Karyawan Employees’ Benefit Expenses Lain-lain Others Total Total II. Laba Bersih Secara keseluruhan dari pendapatan yang diterima dan beban yang dikeluarkan telah menghasilkan kenaikan laba bersih sebesar 21% yakni Rp218 miliar dibandingkan laba bersih tahun 2011 sebesar Rp180 miliar. III. Net Income In Overall, the net income received and expenses incurred has resulted in an increase by 21% or amounted to Rp218 billion of net income compared to 2011 which amounted to Rp180 billion.
  • 41.
    39. Laporan Tahunan Annual Report 2012 LabaBersih (dalam jutaan Rupiah) Net Income (in million Rupiah) Keterangan Description 2012 2011 Persentase Percentage 291.385 240.777 21% Beban Pajak Tax expense 73.383 60.516 21% Laba Bersih Net Income 218.002 180.261 21% Laba Usaha Sebelum Pajak Income before tax IV. Aset Pada tahun 2012 total aset Perusahaan tercatat sebesar Rp4.063 milliar atau naik sebesar 7% dari tahun 2011 sebesar Rp3.782 milliar. Kenaikan ini disebabkan karena adanya peningkatan aset produktif berupa piutang pembiayaan konsumen sebesar 7% menjadi Rp3.745 miliar. Pertumbuhan aset produktif ini terjadi karena Perusahaan senantiasa menerapkan prinsip kehati-hatian di dalam melaksanakan proses pemberian kredit. IV. Assets In 2012, the Company’s total assets were recorded at Rp4,063 billion or increasing as much as 7% from 2011 which amounted to Rp3,782 billion. The increase occured because the Company’s productive assets also increased in the form of consumer financing receivables as much as 7% to Rp3,745 billion. The spike of productive assets occurred because the Company always apply the precautionary principle in implementing the granting process of credits. Aset (dalam jutaan Rupiah) Assets (in million Rupiah) Keterangan Net Income (in million Rupiah) 2012 2011 Persentase Percentage 96.845 76.088 27% 82 862 -90 % 3.744.786 3.497.049 7% 5.356 3.570 50% 16.838 14.286 18% 69 244 -72% Biaya DIbayar di Muka. Prepaid Expanses 45.129 34.068 32% Uang Muka Down payment 13.272 14.229 -7% 7.769 128 5.970% 132.620 141.890 -7% 4.062.766 3.782.414 7% Kas dan Setara Kas Cash and Cash Equivalent Deposito Berjangka yang Dijaminkan Pledged Deposits Piutang Pembiayaan Konsumen - Bersih Consumer Financing Receivable – Net Piutang Lain-lain Other Receivables Agunan yang Diambil Alih Foreclosed Assets Piutang Kepada Pihak Berelasi Receivables from related parties Piutang Derivatif Derivative Receivables Aset Tetap Fixed Assets Total Total
  • 42.
    .40 Tahunan 2012 LaporanReport Annual V. Liabilitas Di tahun2012 total liabilitas Perusahaan tercatat sebesar Rp3.174 miliar atau meningkat 4% dari tahun 2011 sebesar Rp3.058 miliar. Kenaikan ini sebagian besar disebabkan oleh karena adanya kenaikan utang usaha yang belum jatuh tempo pada akhir tahun 2012. V. Liabilities In 2012, the Company’s total liabilities recorded at Rp3,174 billion, or increasing as much as 4% from 2011 which amounted to Rp3,058 billion. This increase occured mainly because there was an increased in accounts payable that have not yet matured in 2012. Liabilitas (dalam jutaan Rupiah) Liabilities (in million Rupiah) Keterangan Description 2012 2011 2.832.610 2.857.900 -1 Medium Term Note – Bersih Medium Term Note – Net 76.397 114.622 -33 Utang Obligasi – Bersih Bond Debt – Net 98.801 0 100 Utang Usaha Accounts Payable 97.362 31.712 207 Utang Sewa Pembiayaan Financing Leases Debt 4.810 5.299 -9 Utang Derivatif Derivative Payable 5.485 4.125 33 22.783 7.234 215 Utang Lain-lain Other Debts 4.104 1.829 124 Utang Pajak Taxes Payable 17.037 17.556 -3 3.109 6.937 -55 Estimasi Liabilitas Atas Imbalan Kerja Karyawan 11.790 The Estimated of Liabilities on Employees’ Benefits 10.664 11 3.057.878 4 Pinjaman Bank Bank Loan Biaya Masih Harus Dibayar Accrued Expenses Liabilitas Pajak Tangguhan – Bersih Deferred Tax Liabilities – Net Total VI. Ekuitas Saldo ekuitas tahun 2012 tercatat sebesar Rp888 miliar atau naik 23% dibandingkan tahun 2011 sebesar Rp725 miliar. Kenaikan ini terjadi karena adanya peningkatan perolehan laba bersih Perusahaan di tahun 2012. 3.174.288 Persentase Percentage VI. Equity The balance of equity in 2012 amounted to Rp888 billion or increasing as much as 23% compared to 2011 which amounted to Rp725 billion. This increase occured due to the spike in net profit in 2012. Ekuitas (dalam jutaan Rupiah) Equity (in million Rupiah) Keterangan Description 2012 2011 Persentase Percentage 132.500 132.500 0 27.277 27.277 0 Saldo Laba Retained Earnings 728.701 564.759 29 Total Total 888.478 724.536 23 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Issued and Fully Paid Capital Tambahan Modal Disetor - Bersih Additional Paid in Capital - Net
  • 43.
    41. Laporan Tahunan Annual Report VII. Arus Kas Posisi kas Perusahaan di akhir tahun 2012 mengalami kenaikan sebesar 27% menjadi Rp97 miliar. Perubahan ini dikarenakan adanya peningkatan uang tunai hasil tagihan pada akhir bulan Desember 2012. 2012 VII. Cash Flow The Company’s cash position at the end of 2012 increased by 27% to Rp97 billion. This changes occured due to an increase in cash proceeds bill at the end of December 2012. Arus Kas (dalam jutaan Rupiah) Cash Flow (in million Rupiah) Keterangan Description 2012 2011 Kas bersih digunakan untuk aktivitas operasi Net Cash Used for Operating Activities 525.266 (825.736) Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi Net Cash Used in Investing Activities (15.452) (27.585) (489.984) 858.080 20.757 3.624 927 (1.135) Kas dan Setara Kas pada Awal Tahun Cash and Cash Equivalents at Beginning of Year 76.088 72.464 Kas dan Setara Kas pada Akhir Tahun Cash and Cash Equivalents at End of Year 96.845 76.088 Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan Net Cash Used for Financing Activities Kenaikan Bersih kas dan Setara Kas Net Increase in Cash and Cash Equivalent Dampak Bersih Atas Perubahan Nilai Tukar Atas Kas dan Setara kas Net Impact on Exchange Rate Changes On Cash and Cash Equivalents VIII. Solvabilitas Perusahaan tidak mengalami kesulitan di dalam memenuhi semua kewajiban-kewajibannya yang terlihat pada jumlah aset dibandingkan liabilitas menunjukkan kondisi surplus. VIII. Solvency The Company does not have any trouble in paying its liabilities which can be seen on assets compared to liabilities that shows a surplus condition. IX. Tingkat Kolektibilitas Piutang Pada tahun 2012, kemampuan Perusahaan dalam menagih piutang relatif stabil yang terbukti dengan tingkat NPL yang masih tetap terjaga dalam batas terkendali. IX. Receivables Collectibility In 2012, the Company’s ability in collecting its receivables is relatively stable which proven with the level of NPL that still in the controlable state. X. Struktur Modal dan Kebijakan Manajemen atas Struktur Modal Perusahaan berkomitmen untuk memiliki struktur modal yang optimal dengan mempertahankan rasio modal yang sehat, peringkat pinjaman yang kuat, dan maksimalisasi nilai pemegang saham. Manajemen memantau modal dengan menggunakan instrumen pengukuran yang tepat dan dapat diandalkan seperti yang terdapat pada perhitungan rasio ekuitas terhadap utang. Selama dua tahun berturut-turut yaitu pada tahun 2012 dan 2011 yang berakhir pada tanggal X. Capital Structure and Management Policy on Capital Structure The Company committed to have an optimal capital structure in order to achieve business objectives by maintaining healthy capital ratios, strong debt rating, and maximization of shareholder value. Management monitors the capital by using precise and reliable measuring instruments that consist on equity to debt rato. For two consecutive years, namely in 2012 and 2011 which ended on December 31st, the ratio of liabilities to equity amounted to 3.57x and 4.22x,
  • 44.
    .42 Tahunan 2012 LaporanReport Annual 31 Desemberrasio liabilitas terhadap ekuitas tercatat masing-masing sebesar 3,57x dan 4,22x. Hasil ini masih jauh di bawah ketentuan rasio liabilitas terhadap ekuitas yang sehat yaitu maksimal 10x sehingga dapat dikategorikan bahwa Perusahaan telah dapat mempertahankan modal yang sehat. Hal ini penting untuk dipertahankan dimana rasio ekuitas terhadap utang dengan besaran yang cukup akan membuat Perusahaan mencapai keseimbangan antara risiko dan tingkat pengembalian. Hal ini sangat penting untuk dilakukan sebagai upaya Perusahaan dalam meminimalkan potensi turunnya kinerja keuangan. Struktur permodalan Perusahaan dapat berubah sesuai dengan kebijakan manajemen dalam rangka melakukan penyesuaian berdasarkan perubahan kondisi ekonomi. respectively. The figure is still categorized as a healty one which stated the liabilities to equity ratio should below 10x. Thus, with the stated, the Company able to maintain a healthy capital. This is important preserved so that the Company will be able to maintain a sufficient debt to equity ratio to ensure good balance between risk and return which very important to minimize the potential decline in financial performance. The capital structure can be changed in accordance with management policies to adjust based on changes in economic conditions. Pendapatan (dalam jutaan Rupiah) Pendapatan (dalam jutaan Rupiah) Keterangan Description 2012 2011 Persentase Liabilitas Jangka Pendek Current Liabilities 2.051.560 1.627.363 26% Liabilitas Jangka Panjang Non-Current Liabilities 1.122.728 1.430.515 -22% Total Liabilitas Total Liabilities 3.174.288 3.057.878 4% 888.478 724.536 23% 3,57 4,22 -15% Total Ekuitas Neto Total Net Equity Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas Liabilities to Equity Ratio Kebijakan Dividen Dividend Policy Tahun 2012 Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tanggal 15 Juni 2012, sebagaimana diaktakan dalam akta Notaris Leolin Jayayanti, SH, No. 15, pada tanggal yang sama, para pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp54.060 juta atau Rp40,80 per saham, yang dibayarkan pada tanggal 6 September 2012 kepada pemegang saham yang tercatat pada Daftar Pemegang Saham pada tanggal 23 Agustus 2012. Year 2012 Based on Company’s Annual Shareholders’ General Meeting (AGMS) on June 15th, 2012, which was notarized by notarial deed No. 15 of Leolin Jayayanti, SH, on the same date, the shareholders ratified the declaration of cash dividends amounting to Rp54,060 million or Rp40.80 per share, payable on September 6th, 2012, to shareholders who were registered at the Company’s share registrar as of August 23th, 2012. Tahun 2011 Sesuai dengan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang dilaksanakan pada pada tanggal 19 Mei Year 2011 In accordance with the decision of the Annual General Meeting of Shareholders which held on May 19th, 2011,
  • 45.
    43. Laporan Tahunan Annual Report 2011,yang diaktakan dalam akta notaris nomor 13 tanggal 19 Mei 2011 dibuat oleh Leolin Jayayanti SH, Notaris di Jakarta, menyetujui pembagian dividen tunai dari laba bersih tahun 2010 sebesar Rp39.750 juta atau Rp30,- per saham, yang dibayarkan pada tanggal 19 Agustus 2011 kepada pemegang saham yang tercatat pada daftar pemegang saham pada tanggal 4 Agustus 2011. 2012 which was notarized by Notarial Deed No. 13 dated May 19th, 2011 made by Leolin Jayayanti SH, Notary in Jakarta, ratified the declaration of cash dividends from net income in 2010 which amounting to Rp39,750 million or Rp30.- per share, payable on August 19th, 2011 to shareholders which stated on the lists of shareholders on August 4th, 2011. Pendapatan (dalam jutaan Rupiah) Pendapatan (dalam jutaan Rupiah) Keterangan Description 2012 2011 Laba Bersih 2011 Net Income 2011 180.261 - Laba Bersih 2010 Net Income 2010 - 132.663 30% 30% 54.060 39.750 40,80 30 Presentase Dividen Pay-out Ratio Dividen yang Dibagikan Paid Dividend Dividen per Lembar Saham (dalam Rupiah) Dividend per Share (in Rupiah) Ikatan yang Material untuk Investasi Barang Modal Material Commitments for Capital Investments Tidak terdapat ikatan material atas investasi barang modal sepanjang tahun 2012. There is no material commitments related to capital investment throughout 2012. Transaksi dengan Pihak-pihak yang Berelasi Transactions with Related Parties Dalam kegiatan usahanya Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak-pihak yang berelasi, yang meliputi transaksi usaha dan transaksi keuangan. Perusahaan mengadakan kerjasama dengan PT Jayamandiri Gemasejati (JMG) sebagai dealer kendaraan bermotor dalam kegiatan usaha normalnya. Jumlah biaya administrasi dealer kepada JMG adalah sebesar Rp5,5 miliar pada tahun 2012 dan Rp9.1 miliar pada tahun 2011, atau sebesar 0,55% dan 0,98% dari jumlah beban, pada tahun 2012 dan 2011. In doing their business, Company held transactions with related parties, which include business transactions and financial transactions. Company held a collaboration with PT Jayamandiri Gemasejati (JMG) as a motor vehicle dealer in the normal business activities. Administrative costs to JG is Rp5,514 million (Rp9,096 million) in 2012 (2011), or by 0.55% (0.98%) of total expenses, in the year 2012 (2011). Details of balances with related parties are as follows: Dampak Perubahan Kebijakan Akuntansi Accountant Policy Change Impact Tidak terdapat dampak perubahan kebijakan akuntansi yang terjadi setelah tanggal laporan akuntan yang perlu There were no changes in accounting policies that occur after the date of the accountant’s report that need to be
  • 46.
    .44 Tahunan 2012 LaporanReport Annual diungkapkan Perusahaansepanjang tahun 2012. disclosed in the Company during 2012. Peristiwa Penting Setelah Tanggal Neraca Significant Events After the Balance Sheet Date Pada tanggal 28 Februari 2013 Perusahaan memperoleh fasilitas Murabahah dan memperoleh fasilitas “The Structured Commodity Financing”. Fasilitas Murabahah adalah fasilitas untuk pembiayaan konsumen dalam rangka pembelian kendaraan bermotor dari ICD dengan jumlah maksimum USD35 juta dan berlaku untuk jangka waktu 4 (empat) tahun. Pada fasilitas “The Structured Commodity Financing” adalah fasilitas untuk pembiayaan konsumen dalam rangka pembelian kendaraan bermotor dari Al Rajhi Banking & Investment Corporation (Malaysia) Bhd dengan ICD sebagai agen jaminan. Fasilitas tersebut memiliki jumlah maksimum USD10 juta dan berlaku untuk jangka waktu 4 (empat) tahun dimulai sejak tanggal transaksi penjualan pertama. Fasilitasfasilitas tersebut dijamin, antara lain dengan jaminan fidusia berupa piutang pembiayaan konsumen sebesar 110%, jaminan perusahaan dari JMG, jaminan pribadi dari pihak berelasi. On February 28yh, 2013, the Company obtained a Murabaha facility and obtained “The Structured Commodity Financing”. Murabaha facility is finance consumer facility to purchases motorcycles from ICD with maximum USD35 million and valid for 4 (four) years. While “The Structured Commodity Financing” facility is finance consumer facility in order to purchases motorcycles from Al Rajhi Banking & Investment Corporation (Malaysia) Bhd with ICD as collateral agent. The facility has a maximum amount of USD10 million and is valid for 4 (four) years starting from the date of first sale. The facilities are secured by a fiduciary in form of consumer financing receivables in amount of 110%, from JMG corporate guarantees, personal guarantees from related parties. Strategi Pemasaran Marketing Strategy Kegiatan pemasaran memiliki peranan yang sangat penting dalam kegiatan usaha Perseroan. Pemasaran adalah salah satu bagian dari rangkaian kegiatan pengelolaan pelanggan, untuk itu Perseroan telah menyusun program pemasaran untuk sepanjang tahun 2012. Perseroan melakukan langkah-langkah sebagai berikut: Marketing activities have a very important role in the Company business activities. Marketing is part of customer management activities, Company has prepared marketing program for 2012. The Company implement the following steps: 1. 1. 2. 3. 4. Fokus pada pembiayaan dengan tingkat imbal hasil yang tinggi, yaitu dengan pengembangan pasar secara efektif dan hati-hati ke wilayah-wilayah dimana kompetisi belum terlalu ketat dan mengoptimalkan captive market. Menerapkan manajemen risiko secara disiplin dan konsisten. Sinergi dengan induk Perusahaan. Membina dan menjaga hubungan yang baik dengan mitra kerja, terutama perbankan, dealer, dan konsumen. 2. 3. 4. Focus on financing with a high yield rate by developing an effective market in a prudent manner into areas where competition is not too tight and also by optimizing the captive market. Implementing the risk management in a discipline and consistent manner. Synergizing with holding entity. Fostering and maintaining good relationships with partners, especially banking, dealers, and consumers
  • 47.
    45. Laporan Tahunan Annual Report 2012 ProspekUsaha Business Prospects Menurut Bank Dunia walaupun pertumbuhan ekonomi dunia cenderung melemah, pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2013 diperkirakan masih tetap positif. Pada tahun 2013 Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6,3%, meningkat dari proyeksi tahun 2012 sebesar 6,1%. Tentunya proyeksi angka pertumbuhan ini mengasumsikan konsumsi domestik dan pertumbuhan investasi masih bertahan kuat, dengan membaiknya pertumbuhan mitra dagang utama Indonesia secara bertahap yang juga sedikit mendorong pemulihan ekspor. Sementara pemerintah Indonesia sendiri lebih optimis dengan menargetkan pertumbuhan sebesar 6,8%. Tentunya target ini diproyeksikan dengan mempertimbangkan pertumbuhan investasi yang mencapai 11,2%. According to World Bank, global economic growth will weaken and Indonesia’s economic growth in 2013 is expected to remain positive. In 2013 the World Bank projected economic growth in Indonesia will reach 6.3%, an increase from the 2012 projection of 6.1%. Surely this projection assumes domestic consumption growth and investment remained strong, with the growth of Indonesia’s major trading partners that gradually push exports recovery. While the Indonesian government is optimistic about the 6.8% growth target. Surely the target is projected by considering investment growth that reached 11.2%. Selain itu, ada beberapa aspek yang mendukung industri pembiayaan kendaraan bermotor yaitu jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 240 juta jiwa tetapi tingkat kepemilikan kendaraan motor masih rendah dibandingkan dengan negara tetangga. In addition, there are several aspects that support automotive financing industry there are; Indonesia’s population is 240 million, but the rate of motorcycles ownership is still low compared to neighbor countries. Memasuki tahun 2013, Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menargetkan penjualan hingga akhir tahun hanya 6 juta unit yang merupakan penurunan jika dibandingkan dengan realisasi tahun 2012 yang mencapai 7 juta unit. Namun penjualan sepeda motor di Indonesia diyakini akan pulih di tahun depan sehingga prospek industri pembiayaan sepeda motor pun diperkirakan akan mencapai tingkat pertumbuhan yang lebih baik dari tahun 2012. Entering 2013, Indonesian Motorcycle Industry Association (AISI) sales targets by the end of the year only 6 million units which is a decrease compared to the realization in 2012 which amounted to 7 million unit. However, Indonesia motorcycles sales will be recovered in the next year, so the prospect of motorcycles financing industry is expected to achieve a better growth in 2012. Optimisme ini juga didukung oleh sifat sepeda motor yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat. Bagi masyarakat Indonesia, sepeda motor masih menjadi alat transportasi yang murah dan mudah baik di perkotaan maupun di pedesaan. Pengoperasiannya juga praktis dan lebih mudah menembus kemacetan lalu lintas di perkotaan yang semakin parah. Apalagi pengadaan sarana transportasi masal yang masih belum memadai, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas. Sebagai sarana transportasi personal yang populis, sepeda motor digunakan tidak saja untuk kegiatan sehari-hari keluarga, tetapi juga untuk bekerja, bahkan untuk sumber mata pencaharian. This optimism is also supported by the very nature of motorcycle itslef that already attached to people’s lives. For Indonesian people, motorcycle is still a means of transportation that considered to be cheap and easy in both urban and rural area. The operation is also easier to penetrate urban traffic congestion that is getting worse. Moreover, the provision of means of mass transportation is still inadequate, both in terms of quantity and quality. As a means of personal transportation that populist, motorcycles used not only for day-to-day activities for families, but also to work, and even for a livelihood.
  • 48.
    .46 Tahunan 2012 LaporanReport Annual Tata KelolaPerusahaan Good Corporate Governance Implementasi Tata Kelola Perusahaan Yang Baik Implementation of Good Corporate Governance PT Mandala Multifinance Tbk senantiasa mengimplementasikan tata kelola perusahaan yang baik sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Penerapannya dibuat sejalan dengan prinsip keterbukaan, akuntabilitas, pertanggungjawaban, independensi, dan keadilan sehingga Perusahaan yang ideal dengan kinerja maksimal dapat terwujud. Kesadaran perusahaan untuk selalu memperhatikan penerapan tata kelola perusahaan yang baik dilaksanakan demi kesinambungan usaha Perusahaan dan meningkatkan nilai bagi para pemegang saham dengan mengacu pada lima prinsip dasar sebagai berikut: PT Mandala Multifinance Tbk always implements good corporate governance in accordance with applicable regulations. Its application is made in accordance with the principles of transparency, accountability, responsibility, independence, and justice, so that the ideal company with maximal performance can be realized. Company’s awareness to always pay attention to good corporate governance implementation is enforced for the continuity of operations and increase value for shareholders by reference to the following five basic principles: • • Transparansi – Menyediakan secara terbuka informasi yang akurat, jelas, dan tepat waktu, mencakup, laporan keuangan, laporan tahunan, dan hal lain yang relevan. Transparency - Provide accurate information in an open, clear, and timely, include, financial statements, annual reports, and other relevant matters.
  • 49.
    47. Laporan Tahunan Annual Report • • • • Akuntabilitas– Memastikan semua keputusan dan tindakan Perusahaan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. Pertanggungjawaban – Melaksanakan tanggung jawab dengan selalu memperhatikan asas kepatuhan terhadap undang-undang yang berlaku. Kemandirian – Menjalankan kegiatan Perusahaan secara mandiri, tanpa paksaan, atau tekanan dari pihak manapun. Kesetaraan – Memenuhi hak-hak pemangku kepentingan dan bersikap secara adil dan setara. 2012 • Accountability - Ensure all company decisions and actions to be accountable to the public. • Accountability - Implementing responsibility to always pay attention to the principle of compliance with applicable regulations. Independence - Running Company activities independently, without coercion, or pressure from any party. Equality - Fulfilling the rights of stakeholders and act fair and equal. • • Struktur Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance Structure Rapat Umum Pemegang Saham Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) merupakan pemegang kekuasan tertinggi dalam struktur kepengurusan Perusahaan dan memiliki wewenang yang tidak dimiliki Dewan Komisaris atau Direksi. Wewenang tersebut meliputi pengambilan keputusan tentang pengubahan Anggaran Dasar Perusahaan, penggabungan, peleburan, pengambilalihan, kepailitan, dan pembubaran Perusahaan. Dasar wewenang tersebut diatur dan dibatasi oleh UndangUndang Perusahaan Terbatas dan Anggaran Dasar Perusahaan. General Meeting of Shareholders General Meeting of Shareholders (AGMS) hold the highest power in the management structure and have authorities that not owned by Board of Commissioners or Directors. The authority includes modifying the Articles of Association, merger, consolidation, acquisition, bankruptcy, and dissolution. The basic authority governed and limited by Limited Companies Regulation and Company Articles of Association. Selama tahun 2012 Perusahaan menyelenggarakan RUPS sebanyak 2 (dua) kali. During 2012, the Company has held 2 (two) GMS. Pada tanggal 29 Maret 2012 diselenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa dengan hasil sebagai berikut: 1. a) Menyetujui rencana Perusahaan menerbitkan obligasi atau surat utang lainnya; b) Menyetujui memberi kuasa dan wewenang kepada Direksi Perusahaan untuk melakukan segala tindakan yang diperlukan sehubungan dengan penerbitan obligasi atau surat utang lainnya, dengan terlebih dahulu mendapat persetujuan dari Dewan Komisaris Perusahaan. 2. a) Menyetujui menjaminkan sebagian besar atau seluruh kekayaan milik Perusahaan dalam rangka penerbitan obligasi atau surat utang lainnya, dengan terlebih dahulu mendapat persetujuan dari Dewan Komisaris Perusahaan. b) Menyetujui tindakan yang diperlukan sehubungan dengan menjaminkan sebagian besar atau seluruh On March 29th, 2012, the Extraordinary General Meeting of Shareholders has been held with results are as following: 1. a) Approved the Company’s plan to issue obligation or other debt securities; b) Approved to give power and authority to the Board of Directors to conduct any action that is necessary regarding the issuance of obligation or other debt securities by first having the approval from the Company’s Board of Commissioners. 2. a) Approved to guarantee most or the entire Company’s assets in bonds and other debts issuance by first having the approval from the Company’s Board of Commissioners. b) Approved the necessary action to guarantee most or the entire Company’s assets as mentioned above
  • 50.
    .48 Tahunan 2012 LaporanReport Annual kekayaan milikPerusahaan sebagaimana dimaksud di atas dengan jangka waktu sampai dengan dilaksanakannya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada tahun 2013. with time maturity up until the initiation of the Annual General Meeting of Shareholders in 2013. Pada tanggal 19 Juni 2012 diselenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa. On June 19th, 2012, the Company has held the Annual General Meeting of Shareholders and Extraordinary General Meeting of Shareholders. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dengan hasil sebagai berikut: Agenda 1 1. Menerima dengan baik Laporan Tahunan Direksi mengenai kegiatan Perusahaan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 dan mengesahkan Laporan Posisi Keuangan (Neraca) dan Laporan Laba Rugi Komprehensif Perusahaan untuk tahun buku 2011 yang telah diaudit Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan sebagaimana dinyatakan dalam Laporan Auditor Independen tertanggal 20 Maret 2012 No.: KN&TR-C2/0032/12, dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian. Annual General Meeting of Shareholders with results are as following: Agenda 1 1. Accepted the report of the Board of Directors on the activities of the Company and the financial administration for the fiscal year ended December 31st, 2011 and ratified the Balance Sheet and Profit and Loss Statement for the year ended December 31st, 2011 which has been audited by Public Accountant Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan as stated in the Independent Auditors’ Report dated March 20th, 2011 No: KN&TR-C2/0032/12with unqualified opinion. 2. Dengan diterimanya Laporan Tahunan Direksi dan mengesahkan Laporan Posisi Keuangan serta Laporan Laba Rugi Komprehensif Perusahaan untuk tahun buku 2011, maka dengan demikian memberikan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas tindakan kepengurusan dan pengawasan yang dilakukan dalam tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 sejauh tindakan-tindakan kepengurusan dan pengawasan tersebut tercermin dalam Laporan Posisi Keuangan (Neraca) dan Laporan Laba Rugi Komprehensif Perusahaan. 2. Upon the acceptance of the Company’s Annual Report and the ratification of the Balance Sheet and Profit and Loss Statement for the fiscal year ended December 31st, 2011, thereby also provides fully release and discharge (acquit et de charge) to the Board of Directors and Commissioners for all the management actions and supervision that they conducted during 2011 as far as the actions of the management and supervision are reflected in the Balance Sheet and Comprehensive Profit and Loss Statement. Agenda 2 1. Menyetujui dan menetapkan penggunaan laba bersih untuk tahun buku 2011 sebesar Rp180.261.465.623,yang digunakan untuk: a. Sebesar Rp54.060.000.000,- atau Rp40,8.- per saham dibagikan sebagai dividen tunai kepada para pemegang saham. Agenda 2 1. Approved and authorized the use of net income for fiscal year 2011 amounting to Rp180,261,465,623.for: a. In amount of Rp54.06 billion,- or Rp40.8,- per share distributed as cash dividends to shareholders.
  • 51.
    49. Laporan Tahunan Annual Report b. SebesarRp21.400.000.000,- digunakan sebagai cicilan untuk dana cadangan. c. Sisanya sebesar Rp104.801.465.623,- digunakan sebagai laba ditahan. 2012 b. In amount of Rp21,400,000,000.- used used as payment for reserve funds; c. The remaining which amounted to Rp104,801,465,623.- used as retained earnings. 2. Menyetujui pemberian kuasa kepada Direksi untuk melakukan segala tindakan yang diperlukan sehubungan dengan pembagian dividen. 2. Authorized Board of Directors to do all necessary acts related to dividend distribution. 3. Menyetujui penetapan remunerasi Dewan Komisaris Perusahaan untuk tahun buku 2012 dengan besaran maksimal Rp7 miliar. 3. Approved the determination of remuneration for the Board of Commissioners for fiscal year 2011 with maximum figure of Rp7 billion. 4. Menyetujui pemberian wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan remunerasi dan pembagian tugas Direksi Perusahaan. 4. Approved to authorize the Board of Commissioners to determine the remuneration and distribution of duties for the Board of Directors. 5. Menyetujui pemberian wewenang kepada Dewan Komisaris dan/atau Direksi untuk memilih dan menunjuk Kantor Akuntan Publik independen yang terdaftar di BAPEPAM dan LK untuk mengaudit pembukuan Perusahaan tahun buku 2012 serta memberikan wewenang kepada Direksi Perusahaan untuk menetapkan honorarium dan persyaratan lain mengenai penunjukannya. 5. Approved to authorize the Board of Commissioners and/or Directors to select and appoint a registered Public Accounting Firm in BAPEPAM-LK to audit the books of financial year 2012 and authorized the Board of Directors to determine the honorarium and other requirements for appointment. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa dengan hasil sebagai berikut: Agenda 1 1. Menyetujui untuk menjadikan jaminan hutang atas aset atau kekayaan Perusahaan yang merupakan lebih dari 50% (lima puluh persen) jumlah kekayaan bersih Perusahaan yang terkait dengan fasilitas kredit yang diperoleh Perusahaan, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 2. Memberi kuasa dan wewenang kepada Direksi Perusahaan untuk menjadikan jaminan hutang sebagaimana dimaksud dalam huruf 1 di atas dengan persetujuan Dewan Komisaris Perusahaan, yang diberikan untuk jangka waktu sampai dengan ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang akan diselenggarakan pada tahun 2013. 3. Memberikan kuasa dan wewenang kepada Direksi Perusahaan untuk melakukan segala tindakan yang diperlukan sehubungan dengan jaminan hutang kekayaan Perusahaan tersebut, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Annual General Meeting of Shareholders with results are as follows: Agenda 1 1. Approved to make loan guarantees on Company’s assets or property which constitute more than 50% (fifty percent) of Company’s total net assets associated with credit facilities obtained by the Company, in accordance with the regulation. 2. Authorized the Board of Directors to make loan guarantees referred to number 1 above with the approval of Board of Commissioners, which given for a period until the closing of Annual General Meeting of Shareholders in 2013. 3. Authorized the power and authority to the Board of Directors to do all necessary acts related to Company’s collateral property, in accordance with the regulation.
  • 52.
    .50 Tahunan 2012 LaporanReport Annual Dewan Komisaris DewanKomisaris bertanggung jawab dalam pelaksanaan pengawasan terhadap operasional perusahaan serta pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direksi. Adapun kegiatan ini meliputi pengarahan, memantau, memberikan nasihat, serta mengevaluasi kebijakan strategis yang telah disusun oleh Direksi. Selama tahun 2012 Dewan Komisaris telah melaksanakan rapat dengan Dewan Direksi minimal 1 (satu) kali dalam sebulan atau setiap saat bila diperlukan. Presentase tingkat kehadiran Dewan Komisaris dalam rapat-rapat tersebut mencapai 100%. Board of Commissioners Board of Commissioners is responsible for monitoring the implementation of the company’s operations as well as Board of Directors duties and responsibilities. The activities include directing, monitoring, advising and evaluating strategic policies that have been prepared by Board of Directors. During 2012 Board of Commissioners has conducted meetings with the Board of Directors at least 1 (one) once a month or at any time when needed. BOC percentage attendance in these meetings reached 100%. Adapun di sepanjang tahun 2012, Dewan Komisaris telah memberikan rekomendasi kepada Direksi untuk terus berupaya meningkatkan kinerja Perusahaan dengan memaksimalkan setiap potensi yang ada During 2012, The Board of Commissioners had made some recommendations to the Board of Directors to always strive to enhance the Company’s performance by maximizing the Company’s potential. Perusahaan menyediakan anggaran untuk program pelatihan melalui seminar dan workshop bagi Dewan Komisaris, untuk meningkatkan pengetahuan anggota Dewan Komisaris yang pada akhirnya akan meningkatkan kinerja Perusahaan. Company provides a budget for Directors training program through seminars and workshop, to improve Board of Directors knowledge which will improve Company performance. Struktur Dewan Komisaris: • Komisaris Utama • Komisaris Independen Board of Commissioners Structure Komisaris Utama Komisaris Independen Alex Hendrawan Deddy Heruwanto Tugas dan Wewenang Dewan Komisaris: 1. Dewan Komisaris bertugas: a. Mengawasi segenap kebijakan yang dilakukan Direksi serta memberi nasihat kepada Direksi menyangkut rencana pengembangan, rencana kerja, anggaran tahunan, pelaksanaan Anggaran Dasar, keputusan RUPS dan peraturan perundangundangan ang berlaku. y b. Melaksanakan tugas, wewenang, dan tanggung jawab berdasarkan Anggaran Dasar dan keputusan RUPS. Melaksanakan c. kepentingan Perusahaan dengan memperhatikan kepentingan para pemegang saham dan bertanggung jawab kepada RUPS. d. Meneliti dan menelaah serta menandatangani laporan tahunan Direksi. Alex Hendrawan Deddy Heruwanto Board of Commissioners Duties and Authorities: 1. Board of Commissioners: a. Supervise all policies undertaken by Board of Directors and also advicing Board of Directors regarding the development plans, work plans, annual budgets, implementation of the Articles of Association, GMS implementation and the regulations. b. Carry out the duties, powers, and responsibilities based on the Articles of Association and the GMS resolutions. c. Implement the Company’s interests by considering shareholders’ interests and responsible to the General Meeting of Shareholders. d. Research, review, and sign the Board of Directors annual report.
  • 53.
    51. Laporan Tahunan Annual Report 2. Para anggota Komisaris, baik secara bersama-sama maupun sendiri-sendiri, setiap saat berhak memasuki bangunan atau tempat yang dikuasai oleh Perusahaan untuk memeriksa pembukuan, surat berharga, dan barang-barang demi keperluan verifikasi serta berhak mengetahui segala tindakan Direksi. 3. Jika dipandang perlu Dewan Komisaris dapat meminta bantuan tenaga ahli untuk hal tertentu dan jangka waktu tertentu atas beban Perusahaan. 4. Untuk membantu pelaksanaan tugasnya, Dewan Komisaris wajib membentuk Komite Audit dan komite lain sesuai dengan kebutuhan Perusahaan dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 5. Setiap anggota Direksi wajib untuk memberikan penjelasan atas pertanyaan Dewan Komisaris atau tenaga yang membantunya. 6. Rapat Dewan Komisaris setiap saat berhak memberhentikan untuk sementara seseorang atau lebih anggota Direksi apabila anggota Direksi tersebut bertindak bertentangan dengan Anggaran Dasar atau peraturan perundang-undangan yang berlaku, merugikan Perusahaan, melalaikan kewajibannya atau terdapat alasan yang mendesak bagi Perusahaan. 7. Pemberhentian sementara itu harus diberitahukan kepada yang bersangkutan dengan disertai alasannya. 8. Dewan Komisaris wajib menyelenggarakan RUPS untuk memutuskan apakah anggota Direksi yang bersangkutan akan diberhentikan seterusnya atau dikembalikan kepada kedudukannya semula, dalam jangka waktu selambat-lambatnya 45 (empat puluh lima) hari sesudah pemberhentian sementara, sedangkan anggota Direksi yang diberhentikan sementara diberi kesempatan untuk membela diri. 9. Komisaris Utama memimpin rapat tersebut dalam butir 8. Apabila ia tidak hadir, maka rapat dipimpin oleh salah seorang anggota Komisaris lainnya yang ditunjuk dalam rapat tersebut. Apabila semua anggota Komisaris tidak hadir, maka rapat dipimpin oleh pemegang saham yang dipilih oleh mereka yang hadir dalam rapat tersebut. Pemanggilan rapat harus dilakukan berdasarkan ketentuan dalam Anggaran Dasar. 10. Apabila dalam jangka waktu 45 (empat puluh lima) hari setelah pemberhentian sementara tersebut Dewan Komisaris tidak menyelenggarakan RUPS dalam butir 8, maka pemberhentian sementara menjadi batal demi hukum dan anggota Direksi berhak menduduki jabatan yang semula. 2012 2. Board of Commissioners, either jointly or individually, at any time have the right to enter the building or the area controlled by Company to inspect the books, securities and goods for the purposes of verification, as well as the right to know all Board of Directors acts. 3. necessary Board of Commissioners may request If expert assistance for certain things in a certain period at Company’s expense. 4. To help its duties, Board of Commissioners shall establish Audit Committee and other committees in accordance with the Company’s needs and based on legislation. 5. Each member of Board of Directors is obliged to give explanation to Board of Commissioners question or staff who helped him. 6. Board of Commissioners Meetings held the right at any time to temporarily lay off on or more members of Board of Directors when the Board of Directors acted contrary to the Articles of Association or the laws, harm Company, neglect their duties or there any other compelling reason for the Company. 7. The layoffs should be notified to the person accompanied by the reason. 8. Board of Commissioners shall convene a General Meeting of Shareholders to decide whether the relevant members of the Board of Directors will be dismissed or returned to its original position, within 45 (forty five) days after the suspension, when the members of the Board is suspended, he has opportunity to defend himselves. 9. President Commissioner led the meeting mentioned in point 8. If he is not present, then the meeting led byanother member of the Board of Commissioners appointed at the meeting. If all members of the Commissioner is not present, the meeting led by the shareholders elected by those present at the meeting. The meeting must be conducted under the provisions of the Articles of Association. 10. If within 45 (forty five) days after the suspension Board of Commissioners is not organizing AGMS in item 8, then the suspension is null and the Directors member have the right to occupy the original position.
  • 54.
    .52 Tahunan 2012 LaporanReport Annual 11. Jikalaukarena sebab apapun juga Perusahaan tidak mempunyai seorangpun anggota Komisaris, maka dalam waktu selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari setelah terjadi kekosongan, harus diselenggarakan RUPS Luar Biasa untuk mengangkat Komisaris baru. 12. Berkaitan dengan tugas dan wewenang Dewan Komisaris yang dimaksud butir 1, maka Dewan Komisaris wajib: a. Memberikan saran dan pendapat kepada RUPS mengenai rencana pengembangan Perusahaan, laporan tahunan dan laporan berkala lainnya dari Direksi. b. Segera memberikan saran langkah perbaikan yang harus ditempuh kepada RUPS apabila Perusahaan menunjukkan gejala kemunduran. c. Memberikan saran dan pendapat perihal persoalan penting bagi pengelolaan Perusahaan kepada RUPS. d. Mengesahkan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan yang disampaikan Direksi dalam waktu selambat-lambatnya sebelum tahun buku dimulai. Apabila Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan belum disahkan, maka Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan yang diusulkan Direksi atau yang terakhir dibahas dengan Dewan Komisaris dianggap telah disahkan sepanjang telah memenuhi aturan yang berlaku. e. Melalui Direksi, mengusulkan kepada RUPS mengenai penunjukan kantor akuntan publik yang akan melakukan audit atas laporan keuangan Perusahaan. f. Melakukan tugas pengawasan lainnya yang ditentukan oleh Rapat Umum Pemegang Saham. 11. If for any reason the Company didn’t have any Commissioners, then within no later than 30 (thirty) days after the vacancy occurs, the Extraordinary General Meeting must be held to appoint a new Commissioner. Remunerasi Komisaris Dewan Komisaris menerima imbalan jasa dalam bentuk gaji, tunjangan, dan fasilitas. Sesuai Anggaran Dasar Perusahaan, remunerasi Dewan Komisaris ditetapkan melalui RUPS. Pada tahun 2012, besarnya remunerasi yang diterima Dewan Komisaris mencapai Rp8,677 juta. Commissioners remuneration Board of Commissioners receive payment in the form of salaries, allowances, and facilities. Proper to Articles of Association, Board of Commissioners’ remuneration stated through GMS. In 2012, Board of Commissioners remuneration reached Rp 8,677 million. Direksi Direksi bertugas dan bertanggung jawab secara kolegial dalam mengelola Perusahaan. Setiap anggota Direksi memiliki kedudukan yang setara, termasuk Direktur Utama, serta memiliki tugas dan wewenang masing-masing. Direktur Utama mengemban tugas sebagai primus inter Board of Directors Board of directors in charge and responsibility collegially in managing the Company. Each member of Board of Directors hasan equal footing, including President Director, and has each duties and authorities. President directors took over as primus inter pares to coordinate Directors activities. Overall, 12. Related to Board of Commissioners duties and authority referred in point 1, Board of Commissioners shall: a. Gives advice and opinions to the AGM regarding the Company’s development plans, annual reports and other periodic reports from Board of Directors. b. Immediately advise corrective measures to be taken by AGM when the company showed withdrawal symptoms. c. Provide advice and opinions regarding important issues for Company’s management to AGM. d. Ratify the Work Plan and Company Budget that delivered by Directors, before the fiscal year begins. If the Work Plan and Budget has not passed, then the Work Plan and Company Budget proposed by Directors or the last discussed with Board of Commissioners consider meets all applicable rules. e. f. Through Board of Directors, proposes to General Meeting of Shareholders concerning the appointment of a public accounting firm to audit the Company’s financial statements. Perform other supervise duties prescribed by the General Meeting of Shareholders.
  • 55.
    53. Laporan Tahunan Annual Report 2012 paresuntuk mengkoordinasikan kegiatan Direksi. Secara keseluruhan Direksi memikul tanggung jawab bersama atas pelaksanaan tugas masing-masing disamping bertanggung jawab kepada RUPS. directors hold mutual responsible on the implementation of each task besides responsible to the GMS. Struktur Direksi: • Direktur Utama Harryjanto Lasmana • Direktur Elise Board of Directors Structure: • Director Harryjanto Lasmana • Director Elise Tugas dan Wewenang Direksi: 1. Memastikan tercapainya target Perusahaan berdasarkan maksud dan tujuan, visi dan misi serta Rencana Jangka Panjang Perusahaan, dan bertanggung jawab atas jalannya Perusahaan. 2. Memastikan terlaksananya pengelolaan dan pengendalian fungsi Sekretaris Perusahaan, fungsi Pengawasan Intern, dan fungsi Manajemen Risiko. 3. Memimpin dan mengurus Perusahaan sesuai dengan kepentingan dan tujuan Perusahaan. 4. Menguasai, memelihara dan mengurus kekayaan Perusahaan. 5. Mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku. 6. Mewakili Perusahaan di dalam dan di luar pengadilan serta melakukan segala tindakan dan perbuatan, baik mengenai pengurusan maupun mengenai pemilikan kekayaan Perusahaan serta mengikat Perusahaan dengan pihak lain dan atau pihak lain dengan Perusahaan, sesuai dengan batasan-batasan yang ditetapkan oleh Anggaran Dasar. 7. Menetapkan kebijakan pengurusan Perusahaan melalui Rapat Direksi. 8. Presiden Direktur berhak dan berwenang bertindak untuk dan atas nama Direksi serta mewakili Perusahaan dengan ketentuan semua tindakan Presiden Direktur dimaksud telah disetujui oleh Rapat Direksi. 9. Bersama dengan Dewan Komisaris memastikan bahwa Auditor Internal maupun Eksternal dan Komite Audit memiliki akses terhadap informasi mengenai Perusahaan yang dianggap perlu dalam melaksanakan tugasnya. 10. Memantau tindak lanjut temuan dan rekomendasi dari Komite Audit serta hasil pengawasan dari BAPEPAMLK dan/atau pengawasan otoritas lainnya. Directors Duties and Powers: 1. Ensure the achievement of company target based on the intent, vision and mission as well as Company’s LongTerm Plan, and responsible for Company operational. 2. Ensure effective management and Corporate Secretary control functions, Internal Audit function, and Risk Management functions. 3. Lead and manage Company in accordance to Company interests and objectives. 4. Mastering, maintaining, and administering Company assets. 5. Comply with the regulation. 6. Representing company inside and outside the court and do all acts and deeds, both management and Company’s assets ownership as well as binding to other parties, in accordance with the limits set by Articles of Association. 7. Set company management policies through Board of Directors Meeting. 8. President Director is entitled and authorized to act for and on behalf of the Board of Directors and represent the Company with the provisions that all act is approved by Board of Directors. 9. Together with Board of Commissioners ensure that the Internal and External Auditors and the Audit Committee have access to information concerning Company that needed, to carry out their duties. 10. Monitor the follow-up findings and recommendations from the Audit Committee as well as the supervision from Bapepam-LK and other authority.
  • 56.
    .54 Tahunan 2012 LaporanReport Annual 11. Mengkajidan mengelola risiko usaha. 12. Menerapkan praktek Tata Kelola Perusahaan yang Baik secara efektif. 13. Memastikan Perusahaan melaksanakan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. 14. Melaksanakan petunjuk yang diberikan oleh RUPS. 11. Assessing and managing business risks. 12. Applying the practice of Good Corporate Governance effectively. 13. The company ensures Corporate Social Responsibility implement in accordance with applicable legislation. Secara khusus Direksi bertugas untuk: 1. Menyusun kebijakan strategis dalam bidang pemasaran pembiayaan sepeda motor. 2. Menyusun kebijakan strategis di bidang pemasaran pembiayaan sepeda motor untuk jangka pendek, jangka menengah, serta jangka panjang. 3. Menyusun kebijakan yang diperlukan untuk memenuhi tantangan pasar pembiayaan kendaraan sepeda motor. 4. Menyusun pengembangan produk-produk pembiayaan sepeda motor sesuai dengan kebutuhan pasar pembiayaan kendaraan sepeda motor. 5. Memastikan kegiatan pemasaran sesuai dengan standar prosedur kerja yang telah ditetapkan. Specifically the Board of Directors responsible for: 1. Arrange strategic policies in the field of motorcycle financing marketing. 2. Arrange policies in the field of strategic marketing for the motorcycle financing for short-term, medium-term, and long-term. 3. Arrange policies that needed to meet the challenges of motorcycle financing market. 4. Arrange financing products development according to the needs of motorcycle financing market. Rapat dengan Dewan Komisaris diadakan secara berkala dalam satu bulan dengan jumlah pertemuan minimal satu kali. Presentase kehadiran Direksi dalam rapat-rapat yang dilakukan sepanjang tahun 2012 mencapai 100%. Rapat tersebut diadakan untuk melakukan koordinasi intensif terhadap pelaksanaan operasional Perusahaan, mengkaji dan membahas laporan keuangan bulanan, triwulanan, semester, dan tahunan. Meeting with the Board of Commissioners are held regularly with the number of meetings at least once. Directors attendance percentage at meetings conducted in 2012 reached 100%. The meeting was held to coordinate the implementation of intensive operations, review and discuss the financial statements monthly, quarterly, semester, andannualy. Perusahaan menyediakan anggaran untuk program pelatihan melalui seminar dan workshop bagi Direksi, untuk meningkatkan pengetahuan anggota Direksi yang pada akhirnya akan meningkatkan kinerja Perusahaan. Company provide a budget for Directors training program through seminars and workshop, to improve Board of Directors knowledge which will improve Company performance. Remunerasi Direksi Dewan Direksi menerima imbalan jasa dalam bentuk gaji, tunjangan, dan fasilitas. Sesuai Anggaran Dasar Perusahaan, remunerasi Direksi ditetapkan oleh Dewan Komisaris setelah mendapat mandat dari RUPS. Pada tahun 2012, besarnya remunerasi yang diterima oleh Direksi mencapai Rp12.273 juta. Board of Directors Remuneration Board of Directors receives a service fee in the form of salaries, allowances, and facilities. Proper to Articles of Association, the Board of Directors remuneration stated by the Board of Commissioners after received mandate from GMS. In 2012, the remuneration received by Board of Directors reached Rp12,273 million. Komite Audit Merujuk pada peraturan pemerintah yang mengatur tentang pedoman dan pelaksanaan kerja Komite Audit melalui Surat Keputusan Bapepam nomor Kep-29/PM/2004 tertanggal Audit Committee Referring to government regulations and guidelines governing the implementation of Audit Committee’s work through Bapepam Decree number Kep-29/PM/2004 dated 14. Carry out the instructions given by the AGMS. 5. Ensuring marketing activities in accordance with standard operating procedures that have been established.
  • 57.
    55. Laporan Tahunan Annual Report 2012 24September 2004, Peraturan Bursa Efek Jakarta No. 1-A tentang Ketentuan Umum Pencatatan Efek Bersifat Ekuitas di Bursa dan Lampiran Keputusan Ketua Bursa Efek Jakarta No. Kep 305/BEJ/07/2004 tertanggal 19 Juli 2004 tentang Komite Audit. Maka komite audit melaksanakan tugasnya sebagai salah satu komite yang membantu Dewan Komisaris dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap kinerja Perusahaan, Komite Audit melakukan evaluasi hasil kerja terhadap Direksi beserta seluruh jajarannya. 24 September 2004, Jakarta Stock Exchange Regulation No. 1-A about General Provisions Securities Registration on Equity and Chairman Decree Attachment Jakarta Stock Exchange No. Kep 305/BEJ/07/2004 dated July 19, 2004 about Audit Committee. Then the audit committee performed their duties as one of committees that assist Board of Commissioners in exercising supervision on Company performance, the Audit Committee evaluates Board of Directors work and all his staff. Komite Audit dibentuk berdasarkan keputusan Dewan Komisaris dengan Deddy Heruwanto menjabat sebagai ketua dan beranggotakan Elly Bujung dan Yulianti S. Sitorus. Anggota Komite Audit diangkat oleh dan bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris sesuai ketentuan yang tercantum dalam Piagam Komite Audit dengan tanggung jawab yang relevan dalam pengelolaan Perusahaan agar dapat berlangsung dengan efisien dan efektif melalui sistem dan pelaksanaan pengawasan yang kompeten dan independen. The Audit Committee was established by Board of Commissioners decision with Heruwanto Deddy serves as the chairman and Elly Bujung and Yulianti S. Sitorus as members. Audit Committee members are appointed by and responsible to the Board of Commissioners in accordance with the provisions of Audit Committee Charter with relevant responsibilities in Company management in order to be efficient and effective through the system and competent and independent supervision implementation. Perusahaan menyadari pentingnya independensi bagi komite dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Untuk menjamin berlangsungnya independensi komite maka setiap komite yang ada di Mandala Finance diketuai oleh Komisaris Independen. Adapun selama tahun 2012 Komite Audit tidak mengalami perubahan susunan keanggotaan. Company realizes the importance of independency for committees in carrying out its duties and responsibilities. To guarantee the independence of committees, each committee in Mandala Finance lead by an Independent Commissioner. during 2012 Audit Committee did not change its composition. Tugas Komite Audit: 1. Memastikan sistem pengendalian intern dan pelaksanaan tugas eksternal auditor dan internal auditor berjalan secara efektif. 2. Menilai pelaksanaan kegiatan serta hasil audit yang dilakukan oleh Satuan Pengawas intern maupun auditor eksternal. 3. Memberikan rekomendasi terkait dengan penyempurnaan sistem pengendalian manajemen Perusahaan serta pelaksanaannya. 4. Memastikan segala informasi yang dikeluarkan Perusahaan telah ditinjau sesuai prosedur. 5. Melakuan identifikasi terhadap hal-hal yang memerlukan perhatian serta tugas Komisaris lainnya. 6. Tugas-tugas lain yang dapat diberikan oleh Komisaris kepada Komite Audit antara lain: a. Melakukan telaah atas informasi mengenai Perusahaan serta Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan, Laporan Manajemen dan informasi lainnya. Audit Committee Duties: 1. Ensure internal system control implementation and external and internal auditor tasks working effectively. 2. Assess audit implementation and results conducted by the internal and external Control Unit auditors. 3. Giving recommendations regarding management control system improvement and its implementation. 4. Make sure all the information that the issued by Company has been reviewed in accordance with procedures. 5. Performs the identification of matters that require attention as well as other Commissioner tasks. 6. Other tasks that may be given by the Commissioner to the Audit Committee include: a. Conducting a review on information concerning the Company and Company’s Business Plan and Budget, Management Reports and other information.
  • 58.
    .56 Tahunan 2012 LaporanReport Annual b. Melakukan telaahatas ketaatan perusahaan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. c. Melakukan telaah atas pengaduan yang berkaitan dengan Perusahaan. d. Mengkaji kecukupan fungsi audit internal. e. Mengkaji kecukupan pelaksanaan audit eksternal. b. Conducting a review of the companies’ compliance with laws and regulations. Pelaksanaan tugas Komite Audit Selama tahun 2012, Komite Audit telah melakukan ... kali pertemuan rutin dengan tingkat kehadiran 100%. Disamping pertemuan rutin Komite Audit juga melakukan pertemuan guna membahas perkembangan kinerja dan laporan keuangan Perusahaan secara keseluruhan. Implementation of Audit Committee duties During 2012, Audit Committee has been doing ... regular meetings with a 100% attendance rate. Besides regular meetings, Audit Committee also held metting to discuss Company’s financial statements development and performance. Laporan singkat kegiatan Komite Audit selama tahun 2012 adalah sebagai berikut: 1. Pelaksanaan sistem pengendalian internal perusahaan. 2. Melakukan penelaahan terhadap laporan keuangan internal maupun eksternal. 3. Mengevaluasi pelaksanaan penindaklanjutan temuantemuan. 4. Memastikan pengelolaan Perusahaan sesuai dengan undang-undang dan peraturan yang berlaku. Berdasarkan pertemuan tersebut Komite Audit beserta Dewan Komisaris dan Dewan Direksi mencapai kesepakatan bersama untuk: 1. Terus meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional Perusahaan sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada para nasabah dan semua pemangku kepentingan. 2. Peningkatan kewaspadaan atas dampak dari berbagai krisis yang terjadi baik dari akibat terjadinya krisis ekonomi ataupun kendala lainnya. 3. Terus melanjutkan pengembangan sistem informasi teknologi dan sumber daya manusia untuk meningkatkan kinerja Perusahaan semaksimal mungkin. 4. Selalu melaksanakan penyempurnaan pada semua aspek tata kerja dan organisasi perusahaan dalam mengantisipasi terjadinya beberapa perubahan baik yang berasal dari internal maupun dari eksternal Perusahaan dalam rangka tercapainya pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik. Audit Committee Brief report during 2012 are as follows: c. Conducting a review on complaints related to the Company. d. Reviewing the adequacy of internal audit function. e. Reviewing the adequacy of external audit. 1. Internal control system Implementation. 2. Conduct a review on internal and external financial reports. 3. Evaluating the implementation of finding follow up. 4. Ensuring Company management in accordance with laws and regulations. Based on the meeting, Audit Committee, Board of Commissioners and Board of Directors reach agreementto: 1. Continue to improve Company’s efficiency and effectiveness to provide better service to customers and all stakeholders. 2. Increased awareness as the impact of various crises that occur either due to the economic crisis or other constraints. 3. Continuing information technology development systems and human resources to improve Company’s performance as closely as possible. 4. Always carry out improvement on all work governance aspects and corporate organizations in anticipating changes coming from both internal and external, in order to achieve good corporate governance implementation.
  • 59.
    57. Laporan Tahunan Annual Report 2012 ProfilKomite Audit: Audit Committee Profile: Ketua Komite Audit – Deddy Heruwanto Mengawali kariernya pada tahun 1984 di PT Danareksa (Persero) sebagai Kepala Seksi Penilaian Efek dan kemudian berturut-turut menjabat sebagai Kepala Seksi Pengelolaan Portofolio, Kepala Divisi Investasi, Executive Director dan terakhir sebagai Direktur Investment Banking PT Danareksa Sekuritas di tahun 2002. Selanjutnya di tahun yang sama beliau bergabung dengan PT Bank Bumiputera Tbk. sebagai staf ahli Presiden Direktur lalu menjadi Dewan Audit hingga tahun 2003. Pada tahun 2003 hingga 2007, beliau menjabat sebagai Presiden Direktur PT Mega Finadana Finance merangkap sebagai Komisaris di BPR Lumasindo Perkasa Putra. Selanjutnya pada tahun 2007 hingga 2009, beliau menjadi Direktur Utama di PT Danareksa Finance. Sejak tahun 2005 beliau juga menjabat sebagai Komisaris Independen PT Mandala Multifinance Tbk. Audit Committee Chairman - Deddy Heruwanto Began his career in 1984 at PT Danareksa (Persero) as Head of Effects Assessment and then successively served as Head of Portfolio Management, Investment Division Head, Executive Director and later as Director of Investment Banking of PT Danareksa Securities in 2002. Later in the same year he joined PT Bank Bumiputera Tbk. as president director staff and Board of Auditors until 2003. In 2003 to 2007, he served as President Director of PT Mega Finadana Finance and also serves as Commissioner of BPR Lumasindo Putra Perkasa. Subsequently in the 2007 to 2009, he became Managing Director at PT Danareksa Finance. Since 2005 he also serves as Independent Commissioner of PT Mandala Multifinance Tbk. Anggota – Julianti Soewito Sitorus Pane Members of Audit Committee - Julianti Soewito Sitorus Pane Graduated from Faculty of Law, University of Atma Jaya Yogyakarta and Master of Business Law Universitas Gajah Mada. Began her career as Head of Marketing PT Sumber New Car Yogya (1984 - 1986), then became Head of Finance PT Sumber Niaga Baru Commerce Yogyakarta (1986 - 1988), Head of Credit Control PT Sumber Ark Motor Yogyakarta (1991 - 1992), Head of Legal PT Bank Gunung Kencana Jakarta (1991-1992). Subsequently he served as Legal & Credit Administration Manager (1992 - 1993) in PT PSP and trusted as Treasury Finance & Legal Manager at PT Lasting Finance (1993-1998). In addition, she is also an Advocate and Legal Consultants Law Office “Binsar Sitorus & Partners” (1998 - present) and the Law Office “Sitorus & Associates” (2007 - present). Lulusan dari Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Yogyakarta dan Magister Hukum Bisnis Universitas Gajah Mada Yogyakarta. Memulai kariernya sebagai Kabag Pemasaran PT Sumber Mobil Baru Yogya (1984 – 1986), lalu menjadi Kabag Keuangan PT Sumber Niaga Baru Karoseri Yogyakarta (1986 – 1988), Kabag Kredit Kontrol PT Sumber Bahtera Motor Yogyakarta (1991 – 1992), Kabag Legal PT Bank Gunung Kencana Jakarta (1991 – 1992). Selanjutnya beliau menjabat sebagai Legal & Credit Administration Manager (1992 – 1993) di PT PSP Finance lalu dipercaya sebagai Treasury & Legal Manajer di PT Langgeng Finance (1993 – 1998). Selain itu beliau juga merupakan seorang Advokat dan Konsultan Hukum Law Office “Binsar Sitorus & Rekan” (1998 – sekarang) serta Law Office “Sitorus & Associates” (2007 – sekarang). Anggota – Elly Bujung Setelah lulus dari Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti beliau mengawali karier sebagai Chief Accounting (1992 – 1993) di PT Angkasindo Dunia lalu menjadi Assistant to GM PT Nisshin Ceramics Indonesia (1993 – 1996) dan kemudian menjabat sebagai Assistant to Director PT Angkasindo Dunia (1996 – 1997). Pada tahun 2001 hingga 2003, beliau menjabat sebagai Supervisor Internal Auditor PT Lautan Teduh Interniaga. Di tahun 2007 – 2008 beliau Members of Audit Committee - Elly Bujung After graduating from Faculty of Economics, Trisakti University, she began his career as Accounting Officer (1992 - 1993) in the last World Angkasindo PT became Assistant to GM PT Nisshin Ceramics Indonesia (1993 - 1996) and then served as Assistant to the Director of PT Angkasindo World (1996 - 1997 ). In 2001 to 2003, she served as Internal Auditor Supervisor PT Interniaga Pacific Ocean. In 2007 - 2008 she served as an SAP consultant PT Maruni
  • 60.
    .58 Tahunan 2012 LaporanReport Annual menjabat sebagaikonsultan SAP PT Maruni Daya Sakti dan dari tahun 2008 hingga sekarang menjabat sebagai Production and Financial System Consultant untuk PT Mental Diameter. Sejak bulan Februari 2009 beliau menjadi Financial Consultant untuk PT Abdi Sarana Nusa dan mulai menjadi anggota Komite Audit PT Mandala Multifinance Tbk. sejak 2005 hingga sekarang. Daya Sakti and from 2008 she served as Production and Financial System Consultant for PT Mental Diameter. Since February 2009 she served as Financial Consultant for Nusa PT Abdi Means and began served as Audit Committee members of PT Mandala Multifinance Tbk. since 2005 until now. Sekretaris Perusahaan Sekretaris Perusahaan diangkat oleh Direksi sesuai dengan Peraturan BAPEPAM-LK No. IX.I.4 tentang Pembentukan Sekretaris Perusahaan. Sekretaris Perusahaan bertanggung jawab terhadap Direksi dan berperan dalam menjaga kelancaran hubungan antara Perusahaan dengan pemerintah, pemegang saham, dan masyarakat luas. Corporate Secretary Company Secretary appointed by Board of Directors in accordance with Bapepam-LK No. IX.I.4 about Corporate Secretary Establishment. Company Secretary is responsible to the Board of Directors and takes part in maintaining good relationship between company and government, shareholders, and society. Profil Sekretaris Perusahaan Corprate Secretary Profile Mahrus Mengawali karier sebagai auditor di kantor akuntan publik Dra. Koesbandijah pada tahun 1992 – 1994 kemudian bekerja di Intan International Hotels & Resort Denpasar Bali (1994 – 2002) dengan jabatan terakhir sebagai Chief Accountant. Mulai bergabung dengan Perusahaan sejak tahun 2003 dengan menjabat sebagai Head Finance hingga tahun 2004. Kemudian menjabat sebagai Branch Finance Manager (2004 – 2006), Regional Finance Manager (2006 – 2007), lalu dipercaya menjadi Sekretaris Perusahaan semenjak tahun 2007. Mahrus Began his career as an auditor in public accounting firms Dra. Koesbandijah in 1992 - 1994 and then worked at Diamond International Hotels & Resort Denpasar Bali (1994 - 2002) his last position is Chief Accountant. Started joining Company since 2003 served as Head of Finance until 2004. Later served as Finance Branch Manager (2004 - 2006), Regional Finance Manager (2006 - 2007), then served as Company Secretary since 2007. Fungsi utama Sekretaris Perusahaan adalah membantu Direksi melalui beberapa kegiatan seperti: 1. Mengelola informasi yang berkaitan dengan lingkungan bisnis Perusahaan dan menjalin hubungan baik dengan para pihak lembaga penunjang industri pasar modal dan regulator pasar modal. 2. Memastikan Perusahaan menjalankan prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG) serta memenuhi peraturan perundangan yang berlaku. 3. Menyelenggarakan kegiatan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan. 4. Menyelenggarakan kegiatan komunikasi antara Direksi dan manajemen dengan pemangku kepentingan dalam rangka membangun citra Perusahaan. 5. Menyelenggarakan kegiatan kesekretariatan pengurus Perusahaan serta memfasilitasi hubungan Perusahaan atau pimpinan dengan para pemangku kepentingan. Corporate Secretary main function is to assist Board of Directors with a number of activities such as: 1. Managing information relating to the Company’s business environment and establish good relationships with the supporting institutions parties and the capital market regulator of capital markets. 2. Ensuring Company to implement Good Corporate Governance (GCG) principles and meet applicable laws and regulations. 3. Conducting General Meeting of Shareholders. 4. Conducting communication between the Board and management with stakeholders in order to build Company image. 5. Organizing secretariat activities on Company’s management and facilitates Company’s relation or management to stakeholders.
  • 61.
    59. Laporan Tahunan Annual Report 2012 6. Memantau Daftar Pemegang Saham. 7. Memonitor perkembangan yang terjadi di pasar modal dan peraturan-peraturan yang berlaku. 8. Menyebarkan informasi kepada semua unsur dalam organisasi yang menyangkut program-program Perusahaan, termasuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang kondisi Perusahaan. 6. Monitoring Shareholders Register. 7. Monitor capital markets developments and the rules and regulations. 8. Disseminate information to all elements of the organization concerning Company programs, including providing information to the public about Company condition. Audit Internal Untuk memastikan operasional berjalan sesuai dengan Prosedur Operasi Standar Perusahaan, maka dalam pelaksanaannya Direksi dibantu oleh Audit Internal.Audit Internal bertugas meninjau kebijakan Direksi dan memberikan peringatan dini kepada Direktur Utama terhadap potensi masalah yang mungkin timbul. Selain itu Audit Internal juga bertugas membina hubungan dengan instansi pemeriksa dari luar Perusahaan agar bisa mendapat informasi lebih dini tentang perkembangan standar internal audit yang berlaku. Internal audit To ensure the operation runs in accordance with the Company’s Standard Operating Procedures, Board of Directors is helped by Internal Audit. Internal Audit in charge of reviewing Directors policies and provide early warning to the Managing Director of the potential problems that may arise. In addition Internal Audit also tasked to build relationships with agency examiners from outside the company, in order to get more information about the early development of internal audit standards and regulations. Audit Internal berfungsi dalam mengimplementasikan visi dan misi Perusahaan ke dalam konsep audit internal dan pengawasan manajemen di tingkat korporasi. Audit Internal juga berperan dalam mengendalikan kegiatan pemeriksaan internal agar mencapai sasaran dan sesuai dengan Standar Profesi Audit Internal serta Audit Charter. Satuan ini juga bertanggung jawab terhadap terlaksananya pengkajian kebijakan Direksi dan terselenggaranya kegiatan audit terhadap implementasi kebijakan/peraturan Perusahaan di unit kerja. Internal Audit serves in implementing company’s vision and mission to the internal audit concept and management oversight at the corporate level. Internal audit also plays a role in controlling internal audit activities in order to achieve objectives in accordance with the Internal Audit Professional Standards and Audit Charter. This unit is also responsible for Board policy assessment and audit activities towards policies/regulations implementation. Sistem Pengendalian Internal Direksi bertanggung jawab untuk menerapkan sistem pengendalian internal yang baik untuk mencapai tujuan Perusahaan. Sistem pengendalian internal merupakan proses yang dijalankan oleh Direksi dan seluruh jajaran Manajemen Perusahaan yang memberikan arahan, petunjuk, dan pengawasan yang pelaksanaannya dilakukan secara bersama-sama dengan Komite Audit dan Audit Internal. Internal Control Systems The Board of Directors are responsible for implementing a good system of internal control to achieve Company’s goals. The system of internal control is a process that performed by the Board of Directors and all levels of management of the Company, which provides direction, guidance, and supervision along with its implementation which monitored by the Audit Committee and Internal Audit. Sistem pengendalian internal yang baik tidak dapat berjalan sendiri dan membutuhkan kerja sama dan komitmen, serta dedikasi yang kuat dari setiap pihak yang terkait. Sistem pengendalian internal juga berkoordinasi dengan auditor eksternal dalam kaitannya dengan tugas-tugas pengawasan dalam Perusahaan. Koordinasi audit harus direncanakan dan didefinisikan sebagai bagian dari ruang lingkup audit A good internal control system could not work well on his own and require cooperation and commitment, as well as a strong dedication from every party involved. Internal control system also coordinates with the external auditors in relation to the duties of supervision. The audit coordination should be planned and defined as part of the scope of the audit
  • 62.
    .60 Tahunan 2012 LaporanReport Annual oleh auditoreksternal, sehingga seluruh pekerjaan audit oleh auditor eksternal dapat dilaksanakan dengan komprehensif, efisien, dan efektif. Pengendalian internal diterapkan dalam aspek-aspek penting seperti aspek operasional, keuangan, dan juga kepatuhan terhadap perundang-undangan. activity by the external auditors, so the entire audit work by external auditors can be implemented with comprehensive, efficient, and effective manner. Internal control is applied in important aspects such as operational aspects, financial, and compliance with prevailing legislation. Kode Etik Perusahaan telah merumuskan Kode Etik sebagai landasan bagi setiap karyawan dalam berinteraksi dengan pemangku kepentingan dan dengan sesama. Perusahaan yakin bahwa dengan penerapan GCG secara konsisten dapat meningkatkan reputasi Perusahaan dan mempengaruhi pola pikir, sikap, dan perilaku setiap karyawan. Kode Etik Perusahaan seperti yang tercantum dalam Nilai-Nilai Utama Perusahaan adalah sebagai berikut: Code of Conduct The Company has formulated a Code of Conduct as the basis for each employee to interact with stakeholders and others. The Company believes that with consistent implemention in GCG, it will improve Company’s reputation and affect the mindset, attitudes, and behavior of every employee. The Company’s Code of Ethics as stated in the Core Values are as follows • Jujur Memperoleh kepercayaan dengan melaporkan yang benar. • Honesty Gaining trust with the correct reporting. • Rendah Hati Mengakui bahwa keberhasilan saya adalah merupakan sebagian dari hasil kontribusi orang lain dalam hidup saya. • Humility Admitting that a success is a part of the contributions of others in my life. • Tekad Bertekad untuk mencapai tujuan yang benar, pada saat yang tepat meskipun menghadapi tantangan. • Determination Determined to reach right objectives at the right time despite the challenges. Manajemen Risiko Prosedur pengelolaan risiko merupakan aspek yang mutlak dan harus dimiliki oleh Perusahaan. Perusahaan wajib memiliki panduan untuk mengidentifikasi, menilai, mengukur, serta memantau risiko sehingga penanganan dan tindakan yang diperlukan dapat dilakukan secara cepat untuk mengantisipasi risiko yang berpotensi merugikan Perusahaan secara finansial. Berikut ini merupakan risikorisiko yang berpotensi untuk muncul: Risk Management Risk management procedures is absolute Aspects and must be owned by the Company. The company must have a guide to identify, assess, measure, and monitor risk so that treatment and action neededcan be done quickly to anticipate risks that could potentially obstruct Company’s financial performance. The following are risks that have the potential to emerge:
  • 63.
    61. Laporan Tahunan Annual Report 2012 RisikoPasar Risiko pasar merupakan risiko yang terutama disebabkan karena perubahan tingkat bunga, nilai tukar mata uang Rupiah, harga komoditas dan harga modal atau pinjaman, yang dapat membawa risiko bagi Perusahaan. Dalam perencanaan usaha Perusahaan, risiko pasar yang memiliki dampak langsung kepada Perusahaan adalah dalam hal pengelolaan tingkat bunga. Market Risk Market risk is the risk that is mainly caused by changes in interest rates, Rupiah currency exchange rates, commodity prices and capital price or loans, which may carry a risk for the Company. In Company’s business planning, market risk that has direct impact to the Company is the interest rate management. Perubahan tingkat bunga acuan akan menjadi risiko pada saat perubahannya, terutama ketika tingkat bunga dinaikkan, yang menyebabkan kerugian bagi Perusahaan sehingga dapat menyebabkan risiko kredit Perusahaan meningkat. Untuk itu, Perusahaan menerapkan pengelolaan tingkat bunga tetap secara konsisten dengan menyesuaikan tingkat bunga kredit terhadap tingkat bunga pinjaman dan beban dana. Changes in interest rate levels will be risk when it changes, especially when the interest rate is increased, which causes Company loss and cause increases in Company’s credit risk. Therefore, Company adopted fixed rate interest rate management consistently that adjusting the interest rate on loans and fund expenses. Risiko Kredit Risiko kredit merupakan risiko utama karena Perusahaan bergerak dalam bidang pembiayaan konsumen, dimana Perusahaan menawarkan jasa kredit bagi masyarakat yang hendak memiliki kendaraan bermotor. Secara langsung, Perusahaan menghadapi risiko seandainya konsumen tidak mampu memenuhi kewajibannya dalam melunasi kredit sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati antara konsumen dengan Perusahaan. Credit Risk Credit risk is Company main risk that engaged in consumer financing, which company is offering loans to people who want to have a motorcycle. Directly, Company faces risks if consumers are not able to fulfill its obligation to repay the loan according to the agreement between the consumer and Company. Risiko kredit merupakan risiko yang akan dihadapi, namun dapat dikelola hingga pada batasan yang dapat diterima. Perseroan telah memiliki kebijakan dalam menghadapi risiko ini. Dimulai dari proses awal penerimaan aplikasi kredit yang selektif dan ditangani dengan prinsip kehati-hatian, yang mana aplikasi kredit akan melalui proses survey dan analisa kredit untuk kemudian disetujui oleh Kepala Cabang. Selain itu, Perusahaan juga melakukan pengawasan terhadap saldo piutang pembiayaan konsumen yang dilakukan secara berkesinambungan untuk meminimalisasi piutang yang tidak dapat ditagih. Credit risk is the risk to be faced, but can run up to an acceptable limit. Company has a policy to deal with this risk. Starting from the beginning of selective credit application acceptance and dealt with the precautionary principle, which the loan application will go through survey and credit analysis for subsequently approved by the Head of the Branch. In addition, the Company also monitors the balance of consumer financing receivables that carried out continuously to minimize uncollectible receivables.
  • 64.
    .62 Tahunan 2012 LaporanReport Annual Risiko Likuiditas Risikolikuiditas merupakan risiko, yang mana Perusahaan tidak memiliki sumber keuangan yang mencukupi untuk memenuhi liabilitasnya yang telah jatuh tempo. Perusahaan mengatasi risiko tersebut dengan menggunakan perangkat rencana likuiditas. Perangkat ini mempertimbangkan jatuh tempo untuk aset keuangan yaitu piutang pembiayaan konsumen dan membuat rencana arus kas dari operasi. Perusahaan mempunyai jangka waktu pinjaman dari bank yang disesuaikan dengan jangka waktu (tenor) yang diberikan kepada konsumen. Liquidity Risk Liquidity risk is the risk, which the Company does not have sufficient financial resources to meet the liabilities which have maturing. Company addresses these risks by using the liquidity plan. The device is considered financial assets maturing that are consumer financing and operations cash flow plan. The Company has a bank term loan adapted by period that given to consumers. Permasalahan Hukum Selama periode tahun 2012 baik Perusahaan maupun Direksi dan Dewan Komisaris tidak mengalami permasalahan hukum baik secara perdata maupun pidana yang berpengaruh terhadap kelangsungan Perusahaan. Legal Issues During 2012, both Company, Board of Directors and Board of Commissioners did not have legal issues both in civil and criminal that affect Company’s continuity. Sistem Whistleblowing Sebagai upaya menghindari terjadinya penyimpangan atau kecurangan yang dapat merugikan Perusahaan, maka sistem Whistleblowing dibentuk. Upaya pelaksanaan sistem Whistleblowing mencakup: Whistleblowing System In an effort to avoid irregularities or fraud then Whistleblowing system is formed. Whistleblowing systems implementation include: • • • • • • • • • • cara penyampaian laporan pelanggaran; perlindungan bagi pelapor; penanganan pengaduan; pihak yang mengelola pengaduan; dan hasil dari penanganan pengaduan Selain itu Perusahaan juga memiliki nomor sms pengaduan di 0812 29 700 700 baik untuk karyawan maupun nasabah yang digunakan untuk pelaporan terkait penyimpangan atau kecurangan yang berkaitan dengan Perusahaan. Selama tahun 2012, total keluhan yang masuk adalah berjumlah 165 keluhan yang semuanya berasal dari pihak eksternal dan telah ditangani dengan baik oleh tim internal PT Mandala Multifinance Tbk. violations reporting; protection for whistleblowers; complaints handling; those who manage complaints; result of the complaints handling. In addition, Company also has complaints sms center in 0812 29 700 700 for both employees and customers that used to report irregularities or fraud related to the Company. Throughout 2012, total incoming complaints are 165 complaints of which that came only from an external party and have been handled in well manner by the internal team of PT Mandala Multifinance Tbk.
  • 65.
    63. Laporan Tahunan Annual Report 2012 PengungkapanInformasi Untuk memastikan kemudahan untuk memperoleh informasi Perusahaan, publik dapat mengakses informasi melalui situs resmi Perusahaan yaitu www.mandalafinance.com. Selain memuat berita tentang Perusahaan, situs ini juga memuat informasi mengenai profil perusahaan, laporan tahunan, serta informasi lain yang menghubungkan Perusahaan dengan publik secara langsung. Informasi tersebut selalu diperbarui secara berkala agar publik dapat menerima informasi terbaru mengenai Perusahaan. Information Disclosure To ensure Company information disclosure, public can access information through the company’s official website www.mandalafinance.com. The site contain the latest news and also information about company profiles, annual reports, and other information that relate companies with the public. Such information is always updated regularly so that the public can receive the latest information about the Company. Informasi Perusahaan dapat juga didapat melalui media publikasi lain seperti koran dan radio. Upaya penyebaran informasi merupakan komitmen Perusahaan dalam menampilkan akuntabilitas sekaligus memenuhi hak publik akan kebutuhan informasi mengenai Perusahaan. Company information can also be obtained through other media publications such as newspapers and radio. Information disclosure is our commitment to show accountability while meeting of public’s needs to information concerning the Company.
  • 66.
    .64 Tahunan 2012 LaporanReport Annual Tanggung JawabSosial Perusahaan Corporate Social Responsibility Tanggung Jawab Sosial selalu menjadi komitmen yang tidak The Social Responsibility has always been an unseperable terpisahkan dalam kegiatan usaha Perusahaan. Kesadaran akan commitment in Company’s business activity. The importance of pentingnya faktor eksternal terhadap keberlanjutan usaha, menjadi external factors importance on business sustainability, become komitmen Perusahaan untuk berperan dan memiliki rasa tanggung Company’s commitment to play role along with having a sense jawab terhadap masyarakat di sekitar perusahaan. Komitmen of responsibility towards the community around the Company. tersebut dilandasi hal-hal sebagai berikut: Commitment is based on the following matters: • Tuntutan global terhadap penerapan CSR. • Global demand for CSR implementation. • CSR merupakan bagian dari pelaksanaan tata kelola • CSR is part of good corporate governance implementation. • Public attention increased to business ethics and accountability. • Company expectation that surrounding environment can grow perusahaan yang baik. • Meningkatnya perhatian masyarakat luas terhadap etika dan akuntabilitas bisnis. • Harapan bahwa Perusahaan dan lingkungan sekitarnya dapat tumbuh bersama secara berdampingan. together side by side. Sedangkan berdasarkan Lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK While based on Bapepam-LK Chairman Charter Attachment Nomor: Kep-431/BL/2012 tertanggal 1 Agustus 2012, pelaksanaan No.: Kep-431/BL/2012 dated August 1st, 2012, corporate social tanggung jawab sosial perusahaan publik harus memenuhi responsibility implementation must meet the following aspects: kewajiban terhadap aspek-aspek berikut: • Pengembangan sosial dan kemasyarakatan • Social and community development • Lingkungan hidup • Environment • Praktik ketenagakerjaan, kesehatan dan keselamatan kerja • Employment practices, health and safety • Tanggung jawab terhadap produk atau layanan • Product or service responsibility Dari keempat aspek tersebut, penyelenggaraan kegiatan CSR From the four aspects, the Company’s CSR implementation is di Perusahaan lebih ditekankan pada aspek pengembangan emphasized on the social and community development. But this sosial dan kemasyarakatan. Namun hal ini tidak berarti bahwa does not mean that the company is forgetting the vital role of Perusahaan melupakan peran vital dari aspek-aspek lainnya. Untuk other aspects. The Company is fully committed to promote the mewujudkan suatu keberlanjutan usaha, Perusahaan berkomitmen implementation on those four aspects evenly. penuh untuk mengedepankan implementasi dari keempat aspek tersebut secara merata.
  • 67.
    65. Laporan Tahunan Annual Report 2012 Perusahaantelah melaksanakan beberapa kegiatan CSR yang Company has implemented several CSR activities that had been direalisasikan dari anggaran CSR yang telah ditetapkan. Pada realized from the initial CSR budget. In 2012 total budget for CSR tahun 2012 total dana yang dikeluarkan untuk kegiatan CSR adalah activities amounted to Rp644 million. The figure increased compared sebesar Rp644 juta. Jumlah ini meningkat dibandingkan total dana to the total number of CSR funds in 2011 which in accordance with CSR pada tahun 2011 seiring dengan perkembangan Perusahaan the Company’s improvement as well as evidence of commitment sekaligus sebagai bukti komitmen PT Manda Multifinance Tbk from PT Manda Multifinance Tbk to perform the business activity dalam menjalankan usaha yang bermanfaat dan memberikan nilai in healthy manner along with the deliverance of added value for all bagi segenap pemangku kepentingan. Data perbandingan antara stakeholders. The comparison data between CSR activities in 2011 kegiatan CSR tahun 2011 dengan 2012 adalah sebagai berikut: to 2012 are as follows: CSR (dalam Rupiah) CSR (in Rupiah) Keterangan Description Bakti Sosial Charity 2012 2011 155.000.000 73.000.000 Sumbangan Bencana Alam Donation for Natural Disaster 117.000.000 57.000.000 Anak Asuh Foster Children 372.000.000 353.000.000 Total Total 644.000.000 483.000.000 Dari tahun ke tahun, Perusahaan selalu mengadakan kegiatan From each year, the Company has always held Foster Children Anak Asuh yang sudah berjalan lebih dari lima tahun. Selama activity that has been running for more than five years. During the kegiatan berlangsung Perusahaan telah membantu anak-anak activity, Company has helped excellence children who are less yang berprestasi dan kurang mampu dari tingkat SD sampai capable from elementary through high school level. This activity is SMA. Kegiatan ini dilaksanakan di seluruh daerah dimana jaringan carried out in all Company’s areas of network, which will be widened Perusahaan berada, yang akan diperluas jangkauannya dan terus and continue to be developed and evaluated so that it could be dikembangkan serta dievaluasi agar dapat bejalan lebih baik lagi. better for years to come. Pada setiap hari jadinya, Perusahaan mempunyai agenda On each of its anniversary, the Company has always held a routine rutin yang selalu dilaksanakan dalam bentuk Bakti Sosial pada agenda in the form of charity to communities in need, such as masyarakat yang membutuhkan. Antara lain dengan pemberian donation to the orphanages and also held a blood donor which held bantuan ke panti-panti asuhan dan mengadakan donor darah yang at the same time throughout the Company’s service offices. The dilaksanakan serentak di seluruh kantor pelayanan Perusahaan. Company is also active in social care, especially for helping those Perusahaan juga aktif dalam kepedulian sosial terutama terhadap who need help due to natural disasters. mereka yang kurang beruntung karena tertimpa bencana alam.
  • 68.
    .66 Tahunan 2012 LaporanReport Annual Pertanggungjawaban LaporanTahunan 2012 Responsibility Statement towards 2012 Annual Report Laporan Tahunan 2012 ini berikut dengan Laporan Keuangan dan This Annual Report, along with the Financial Statements and other informasi terkait lainnya merupakan tanggung jawab manajemen related information is the responsibility of the management of PT Mandala Multifinance Tbk. Seluruh anggota Dewan Komisaris dan PT Mandala Multifinance Tbk. The entire members of the Board Direksi membubuhkan tanda tangannya masing-masing di bawah ini of Commissioners and the Board of Directors put each of their sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan tugasnya untuk signatures as a form responsibilities of their duties for the year ended tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012. on December 31st, 2012. Dewan Komisaris Board of Commissioners Alex Hendrawan Deddy Heruwanto Komisaris Utama President Commissioner Komisaris Independen Independent Commissioner Direksi Board of Directors Harryjanto Lasmana Elise Direktur Utama President Director Direktur Director
  • 69.
    Laporan Tahunan Annual Report Laporankeuangan Financial Statements 2012
  • 70.
    This page isintentionally left blank Halaman ini sengaja dikosongkan
  • 73.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk LAPORAN KEUANGAN DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (DISAJIKAN DALAM JUTAAN RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN) PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk FINANCIAL STATEMENTS AND INDEPENDENT AUDITORS’ REPORT THE YEARS ENDED DECEMBER 31, 2012 AND 2011 (EXPRESSED IN MILLIONS OF RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED) DAFTAR ISI TABLE OF CONTENTS Halaman/ Page Independent Auditors‟ Report Laporan Auditor Independen Laporan Posisi Keuangan 1-2 Statement of Financial Position Laporan Laba Rugi Komprehensif 3 Statement of Comprehensive Income Laporan Perubahan Ekuitas 4 Statement of Changes in Equity Laporan Arus Kas 5-6 Catatan Atas Laporan Keuangan 7 - 91 *************************** Statement of Cash Flows Notes to the Financial Statements
  • 76.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk LAPORAN POSISI KEUANGAN 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) Catatan PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk STATEMENT OF FINANCIAL POSITION December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 2012 2011 Notes ASET KAS DAN SETARA KAS Kas Bank Pihak ketiga Setara kas Pihak ketiga ASSETS 64.195 48.766 30.150 24.822 2.500 2.500 CASH AND CASH EQUIVALENTS Cash on hand Cash in banks Third parties Cash equivalent Third parties 96.845 76.088 Total 82 862 2b, 2d, 4 2b, 2d, 4 Jumlah DEPOSITO BERJANGKA YANG DIJAMINKAN 2b, 2d, 5, 12 PIUTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN - BERSIH Pihak ketiga Piutang pembiayaan konsumen - setelah dikurangi bagian yang dibiayai bank Pendapatan pembiayaan konsumen yang belum diakui Cadangan kerugian penurunan nilai 2d, 2f, 2g, 3, 6, 12, 30a PIUTANG LAIN-LAIN Pihak ketiga 2d, 2f, 2g, 3, 6, 12, 30a 4.772.055 4.467.082 (995.791 ) (32.708 ) 3.744.786 3.570 CONSUMER FINANCING RECEIVABLES - NET Third parties Consumer financing receivables - net of amounts financed by bank 3.497.049 5.356 PLEDGED TIME DEPOSITS Unearned consumer financing income Allowance for impairment losses (937.325 ) (31.478 ) Bersih 2b, 2d, 5, 12 2d, 7 Net 2d, 7 OTHER RECEIVABLES Third parties AGUNAN YANG DIAMBIL ALIH - setelah dikurangi dengan cadangan penurunan nilai pasar sebesar Rp 7.689 pada 31 Desember 2012 (Rp 4.355 pada 31 Desember 2011) 2k, 2m, 8 16.838 14.286 2k, 2m, 8 REPOSSESSED ASSETS - net of allowance for decline in market value of Rp 7,689 as of December 31, 2012 (Rp 4,355 as of December 31, 2011) PIUTANG KEPADA PIHAK BERELASI 2c, 2d, 31 69 244 2c, 2d, 31 DUE FROM RELATED PARTIES BIAYA DIBAYAR DI MUKA 2d, 2h, 9 45.129 34.068 2d, 2h, 9 PREPAID EXPENSES UANG MUKA 2d, 2i, 10 13.272 14.229 2d, 2i, 10 ADVANCES 2d, 2e, 13 7.769 128 2d, 2e, 13 DERIVATIVE RECEIVABLES 2j, 3, 11, 12, 17 PROPERTY AND EQUIPMENT - net of accumulated of Rp 105,922 as of December 31, 2012 (Rp 86,094 as of December 31, 2011) PIUTANG DERIVATIF ASET TETAP - BERSIH setelah dikurangi akumulasi penyusutan sejumlah Rp 105.922 pada 31 Desember 2012 (Rp 86.094 pada 31 Desember 2011) JUMLAH ASET 2j, 3, 11, 12, 17 132.620 141.890 4.062.766 3.782.414 Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan. TOTAL ASSETS The accompanying Notes to Financial Statements form an integral part of these financial statements. 1
  • 77.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk LAPORAN POSISI KEUANGAN (lanjutan) 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) Catatan PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk STATEMENT OF FINANCIAL POSITION (continued) December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 2012 2011 Notes LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITIES AND EQUITY LIABILITAS PINJAMAN BANK LIABILITIES 2d, 2h, 2o, 5, 6, 11, 12 2.832.610 2.857.900 2d, 2h, 2o, 5, 6, 11, 12 MEDIUM TERM NOTE (MTN) - BERSIH 2d, 2r, 14 76.397 114.622 2d, 2r, 14 MEDIUM TERM NOTE (MTN) - NET UTANG OBLIGASI BERSIH 2d, 2r,15 98.801 - 2d, 2r, 15 BONDS PAYABLES NET 2d, 16 2c, 2d, 16, 31 94.918 29.900 2.444 1.812 2d, 16 2c, 2d, 16, 31 2l, 17 4.810 5.299 2l, 17 OBLIGATIONS UNDER FINANCE LEASES UTANG DERIVATIF 2d, 2e, 2o, 13 5.485 4.125 2d, 2e, 2o, 13 DERIVATIVES PAYABLE BIAYA MASIH HARUS DIBAYAR Pihak ketiga 2d, 2o, 18 22.783 7.234 2d, 2o, 18 ACCRUED EXPENSES Third parties UTANG LAIN-LAIN Pihak ketiga 2d, 2f 4.104 1.829 2d, 2f OTHER PAYABLES Third parties UTANG PAJAK 2q, 19 17.037 17.556 2q, 19 TAXES PAYABLE LIABILITAS PAJAK TANGGUHAN - BERSIH 2q, 19 3.109 6.937 2q, 19 DEFERRED TAX LIABILITIES - NET 2p, 3, 29 ESTIMATED LIABILITIES FOR EMPLOYEES’ BENEFITS Pihak ketiga UTANG USAHA Pihak ketiga Pihak berelasi UTANG SEWA PEMBIAYAAN ESTIMASI LIABILITAS ATAS IMBALAN KERJA KARYAWAN 2p, 3, 29 EKUITAS Modal saham - nilai nominal Rp 100 (dalam nilai penuh) per saham Modal dasar 4.000.000.000 saham Modal ditempatkan dan disetor penuh 1.325.000.000 saham Tambahan modal disetor bersih Saldo laba Telah ditentukan penggunaannya untuk dana cadangan umum Belum ditentukan penggunaannya 10.664 3.174.288 JUMLAH LIABILITAS 11.790 3.057.878 Third parties TRADE PAYABLES Third parties Related party TOTAL LIABILITIES EQUITY Capital stock - Rp 100 (in full amount) par value per share Authorized 4,000,000,000 shares Issued and fully paid 1,325,000,000 20 shares Additional paid-in 2r, 21 capital - net Retained earnings Appropriated for general 22 reserve 20 132.500 132.500 2r, 21 27.277 27.277 22 26.500 5.100 702.201 559.659 888.478 724.536 TOTAL EQUITY 4.062.766 3.782.414 TOTAL LIABILITIES AND EQUITY JUMLAH EKUITAS JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS BANK LOANS Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan. Unappropriated The accompanying Notes to Financial Statements form an integral part of these financial statements. 2
  • 78.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) Catatan PENDAPATAN Pembiayaan konsumen bersih Bunga Lain-lain 2n, 2u, 23, 30a 2n, 24 2n, 2o, 11, 13, 25 Umum dan administrasi Pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai Penyusutan Beban imbalan kerja karyawan Lain-lain 2012 Notes 1.277.938 380 1.167.805 782 13.596 1.732 2n, 2u, 23, 30a 2n, 24 2n, 2o, 11, 13, 25 1.170.319 (364.171 ) (364.198 ) 2n, 26 2n (347.484 ) (281.419 ) 2n 2n, 27, 30b 2d, 2f, 2g, 6 2j, 2k, 2l, 11 (144.467 ) (135.275 ) 2n, 27, 30b 2d, 2f, 2g, (55.166 ) 6 2j, 2k, 2l, (24.090 ) 11 2p, 3, 29 2m, 2n, 2o, 8, 13, 28 (5.623 ) (23.987 ) (30.257 ) (84.540 ) (1.000.529 ) LABA SEBELUM BEBAN PAJAK 291.385 REVENUES Consumer financing - net Interests Others Total Revenues 2n, 26 Jumlah Beban MANFAAT (BEBAN) PAJAK Tahun berjalan Tangguhan 2011 1.291.914 Jumlah Pendapatan BEBAN Beban pendanaan Gaji dan kesejahteraan karyawan PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk STATEMENT OF COMPREHENSIVE INCOME The Years Ended December 31, 2012 and 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) (3.611 ) 2p, 3, 29 2m, 2n, 2o, (65.783 ) 8, 13, 28 (929.542 ) EXPENSES Financing costs Salaries and employees‟ benefits General and administrative Provision for impairment losses Depreciation Employees‟ benefits expense Others Total Expenses INCOME BEFORE TAX EXPENSE 240.777 (77.211 ) 3.828 (66.374 ) 5.858 TAX BENEFIT (EXPENSE) Current Deferred Jumlah Beban Pajak (73.383 ) (60.516 ) Total Tax Expense LABA BERSIH 218.002 180.261 NET INCOME - OTHER COMPREHENSIVE INCOME 218.002 180.261 TOTAL COMPREHENSIVE INCOME 165 136 2q, 19 2q, 19 PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN - JUMLAH LABA KOMPREHENSIF LABA BERSIH PER SAHAM DASAR 2s, 35 Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan. 2s, 35 BASIC EARNINGS PER SHARE The accompanying Notes to Financial Statements form an integral part of these financial statements. 3
  • 79.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk STATEMENT OF CHANGES IN EQUITY The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) Saldo Laba/ Retained Earnings Telah Ditentukan Tambahan Penggunaannya Modal Disetor - Untuk Dana Bersih/ Saldo, 31 Desember 2010 Cadangan Umum/ Modal Saham/ Catatan Belum Ditentukan Additional Penggunaannya/ Appropriated for Jumlah/ Jumlah Ekuitas/ Total Capital Stock Paid-in Capital - Net Unappropriated General Reserve Total Equity 420.148 4.100 Notes 132.500 27.277 Dividen tunai 22 - - (39.750) - 424.248 584.025 (39.750) (39.750) Dana cadangan umum 22 - - (1.000) 1.000 - - - - 180.261 - 180.261 180.261 132.500 27.277 559.659 5.100 564.759 Balance, December 31, 2010 724.536 22 Cash dividends 22 General reserve Jumlah laba komprehensif Total comprehensive tahun 2011 Saldo, 31 Desember 2011 income in 2011 Balance, December 31, 2011 Dividen tunai 22 - - (54.060) - (54.060) (54.060) 22 Cash dividends Dana cadangan umum 22 - - (21.400) 21.400 - - 22 General reserve - - 218.002 - 218.002 218.002 132.500 27.277 702.201 26.500 728.701 888.478 Jumlah laba komprehensif tahun 2012 Saldo, 31 Desember 2012 Total comprehensive Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan. income in 2012 Balance, December 31, 2012 The accompanying Notes to Financial Statements form an integral part of these financial statements. 4
  • 80.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk LAPORAN ARUS KAS Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) Catatan ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan kas dari: Konsumen Bank-bank sehubungan dengan transaksi kerjasama penerusan pinjaman dan pembiayaan bersama Lain-lain 2012 2011 Notes 4.875.643 4.462.184 2f, 23 2n,12 2.622.190 1.170 1.209.666 4.334 2n,12 7.499.003 5.676.184 (4.004.133 ) (3.798.300 ) (2.052.211 ) (1.834.006 ) 27 (147.098 ) (126.046 ) 27 19 (345.610 ) (343.344 ) (81.341 ) (280.587 ) (398.658 ) (64.323 ) 19 (6.973.737 ) (6.501.920 ) Total cash disbursements (825.736 ) Net Cash Provided By (Used In) Operating Activities Pembayaran kas untuk/kepada: Dealer Bank-bank sehubungan dengan transaksi kerjasama penerusan pinjaman dan pembiayaan bersama Jumlah pengeluaran kas Kas Bersih Diperoleh Dari (Digunakan Untuk) Aktivitas Operasi 525.266 Total cash receipts ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Penambahan aset tetap dan uang muka pembelian aset tetap 11 (19.096 ) Penerimaan dari penjualan aset tetap 11 3.644 Kas Bersih Digunakan Untuk Aktivitas Investasi (15.452 ) ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Penerimaan dari pinjaman bank Pembayaran pinjaman bank Pembayaran dividen tunai Pembayaran utang sewa pembiayaan Penerimaan dari penerbitan MTN - bersih Pembayaran pokok MTN Penerimaan dari penerbitan obligasi - bersih CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIES Cash receipts from: Consumers Banks in connection with the transaction of loan channelling cooperation and joint financing cooperation Others 2f, 23 Jumlah penerimaan kas Beban umum dan administrasi dan lain-lain Beban gaji dan kesejahteraan karyawan Beban pinjaman Pajak penghasilan PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk STATEMENT OF CASH FLOWS The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) (28.432 ) 847 (54.060 ) (39.750 ) (7.092 ) 14 (38.333 ) 15 98.245 (489.984 ) Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan. 22 114.602 - 14 - 15 858.080 CASH FLOWS FROM INVESTING ACTIVITIES Acquisitions of property and equipment and advance for purchases of property and equipment Proceed from sales of property and equipment Net Cash Used In Investing Activities 1.237.441 (447.121 ) (6.398 ) Kas Bersih Diperoleh Dari (Digunakan Untuk) Aktivitas Pendanaan 11 (27.585 ) 313.956 (803.394 ) 22 11 Cash disbursements for/to: Dealers Banks in connection with the transaction of loan channelling cooperation and joint financing cooperation General and administrative and miscellaneous expenses Salaries and employees‟ benefits expenses Financing costs Income tax CASH FLOWS FROM FINANCING ACTIVITIES Proceed from bank loans Payment of bank loans Payment of cash dividends Payments of obligations under finance leases Proceed from issued MTN - net Payments of MTN principal Proceed from issued bonds - net Net Cash Provided By (Used In) Financing Activities The accompanying Notes to Financial Statements form an integral part of these financial statements. 5
  • 81.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk LAPORAN ARUS KAS (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) Catatan 2012 KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 2011 20.757 DAMPAK BERSIH ATAS PERUBAHAN NILAI TUKAR ATAS KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk STATEMENT OF CASH FLOWS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 927 4 4 76.088 96.845 Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan. Notes 3.624 NET INCREASE IN CASH AND CASH EQUIVALENTS (1.135) NET EFFECT OF CHANGES IN EXCHANGE RATES ON CASH AND CASH EQUIVALENTS 72.464 4 CASH AND CASH EQUIVALENTS AT BEGINNING OF YEAR 4 CASH AND CASH EQUIVALENTS AT END OF YEAR 76.088 The accompanying Notes to Financial Statements form an integral part of these financial statements. 6
  • 82.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 1. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) UMUM a. 1. Pendirian dan Informasi Umum GENERAL a. Establishment and General Information PT Mandala Multifinance Tbk (Perusahaan), didirikan dengan nama PT Vidya Cipta Leasing Corporation berdasarkan akta Notaris Joenoes Enoeng Maogiman, S.H., No. 147 tanggal 13 Agustus 1983. Akta pendirian tersebut disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-6783.HT.01.01.TH.83 tanggal 15 Oktober 1983 dan telah diumumkan dalam Lembaran Berita Negara Republik Indonesia No. 63 tanggal 8 Agustus 1989, Tambahan Berita Negara No. 1526. Pada tahun 1990, nama Perusahaan diubah menjadi PT Lautan Berlian Leasing, yang kemudian diubah lagi menjadi PT Gracia Dinamika Multifinance pada tahun 1996. Selanjutnya, sesuai dengan akta Notaris H. Asmawel Amin, S.H., No. 155 tanggal 31 Januari 1997, Perusahaan melakukan perubahan nama menjadi PT Mandala Multifinance, yang telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-1845.HT.01.04.TH.97 tanggal 17 Maret 1997. Pada tahun 2005, Anggaran Dasar Perusahaan mengalami perubahan dengan akta No. 34 tanggal 28 April 2005 yang dibuat di hadapan Notaris Leolin Jayayanti, S.H., sehubungan dengan rencana penawaran umum saham Perusahaan kepada masyarakat, peningkatan modal dasar dan modal ditempatkan, perubahan nilai nominal saham menjadi Rp 100 per saham serta perubahan nama Perusahaan menjadi PT Mandala Multifinance Tbk. Akta perubahan tersebut telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C-13165.HT.01.04.TH.2005 tanggal 16 Mei 2005. PT Mandala Multifinance Tbk (“the Company”) was established under the name of PT Vidya Cipta Leasing Corporation based on Notarial Deed No. 147 dated August 13, 1983 of Joenoes Enoeng Maogiman, S.H. The deed of establishment was approved by the Minister of Justice of The Republic of Indonesia in its Decision Letter No. C2-6783.HT.01.01.TH.83 dated October 15, 1983, and was published in State Gazette No. 63 dated August 8, 1989, Supplement No. 1526. In 1990, the Company changed its name into PT Lautan Berlian Leasing, and re-changed its name into PT Gracia Dinamika Multifinance in 1996. Furthermore, based on Notarial Deed H. Asmawel Amin, S.H., No. 155 dated January 31, 1997, the Company changed its name into PT Mandala Multifinance, and was approved by Minister of Justice and Human Rights of The Republic of Indonesia in its Decision Letter No. C2-1845.HT.01.04.TH.97 dated March 17, 1997. In 2005, the Company‟s Article of Association amended by Notarial Deed No. 34 dated April 28, 2005 of Leolin Jayayanti, S.H., regarding the initial offering of the Company‟s shares to the public, the increase in the Company‟s authorized and issued capital, change in the Company‟s share par value into Rp 100 per share and change in its name into PT Mandala Multifinance Tbk. This amendment was approved by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. C-13165.HT.01.04.TH.2005 dated May 16, 2005. Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta Notaris Leolin Jayayanti, S.H., No. 03 tanggal 5 Agustus 2008, antara lain, mengenai perubahan seluruh anggaran dasar untuk disesuaikan dengan UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Akta perubahan tersebut telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-80054.AH.01.02.Tahun 2008 tanggal 31 Oktober 2008 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.99 tanggal 9 Desember 2008, Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. 27103/2008. The Company„s Article of Association has been amended several times, the latest of which was covered by Notarial Deed No. 03 of Leolin Jayayanti, S.H., dated August 5, 2008, among others, changes of the Company‟s articles of association to conform with the Corporate Law No. 40 Year 2007 of Limited Liability Company. This amendment was approved by Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. AHU-80054.AH.01.02.Tahun 2008 dated October 31, 2008 and was published in State Gazette No.99 dated December 9, 2008, Supplement No. 27103/2008. Entitas induk adalah PT Jayamandiri Gemasejati yang berkedudukan di Bandung dan entitas induk utama adalah PT Lautan Teduh, sebuah perusahaan yang berdiri dan berkedudukan di Jakarta. The parent of the Company is PT Jayamandiri Gemasejati, domiciled in Bandung and the ultimate parent of the Company is PT Lautan Teduh, a company which is incorporated and domiciled in Jakarta. 7
  • 83.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 1. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) U M U M (lanjutan) a. 1. Pendirian dan Informasi Umum (lanjutan) GENERAL (continued) a. Establishment (continued) and General Information Perusahaan memperoleh izin usaha sebagai perusahaan pembiayaan dari Menteri Keuangan dalam Surat Keputusan No. 323/KMK.017/1997 tanggal 21 Juli 1997, yang merupakan perubahan Keputusan Menteri Keuangan No. KEP002/KM.11/1984 tanggal 6 Januari 1984 tentang Pemberian Izin Usaha Leasing kepada PT Mandala Multifinance (dahulu PT Vidya Cipta Leasing Corporation) yang telah diperpanjang terakhir dengan Keputusan Menteri Keuangan No. KEP-133/KM.13/1988 tanggal 18 Juli 1988. Dengan diperolehnya izin tersebut maka Perusahaan, sebagai perusahaan pembiayaan, dapat melakukan kegiatan dalam bidang sewa guna usaha, anjak piutang, usaha kartu kredit dan pembiayaan konsumen. Pada saat ini, Perusahaan bergerak dalam bidang pembiayaan konsumen. Perusahaan berdomisili di Jalan Menteng Raya No. 24 A-B, Jakarta Pusat dan memiliki 207 jaringan kantor pelayanan yang beroperasi di 24 propinsi di Indonesia. The Company„s registered office is located at Jalan Menteng Raya No. 24 A-B, Jakarta Pusat with 207 point of services which operated in 24 provinces in Indonesia. Perusahaan memulai operasi komersialnya pada tahun 1984. b. The Company obtained its license to operate as a financing company from the Minister of Finance based on its Decision Letter No. 323/KMK.017/1997 dated July 21, 1997, which was an amendment of the Decision Letter of the Minister of Finance No. KEP-002/KM.11/1984 dated January 6, 1984 regarding the granting of the operating license as Leasing Company to PT Mandala Multifinance (formerly PT Vidya Cipta Leasing Corporation). This license was subsequently extended, the latest of which by the Decision Letter of the Ministry of Finance No. KEP-133/KM.13/1988 dated July 18, 1988. With this license, the Company is allowed to engage in leasing, factoring, credit card and consumer financing activities. Currently, the Company is engaged in consumer financing activities. The Company started its commercial operations in 1984. Penawaran Umum saham Perusahaan b. Pada tanggal 23 Agustus 2005, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) dengan suratnya No. S-2303/PM/2005 untuk melakukan penawaran umum atas 325.000.000 lembar saham Perusahaan kepada masyarakat dengan nilai nominal Rp 100 (dalam nilai penuh) per saham dan harga penawaran Rp 195 (dalam nilai penuh) per saham. Perusahaan telah mencatatkan seluruh sahamnya pada Bursa Efek Jakarta (BEJ) (sekarang Bursa Efek Indonesia (BEI)) pada tanggal 6 September 2005. c. Public Offering of the Company’s shares As of August 23, 2005, the Company obtained the effective letter from the Chairman of the Capital Market and Supervisory Agency (BAPEPAM) in its letter No. S-2303/PM/2005 to conduct the public offering of its 325,000,000 shares with a par value Rp 100 (in full amount) per share and offering value Rp 195 (in full amount) per share. All of the Company‟s shares were listed at the Jakarta Stock Exchange (JSX) (now Indonesia Stock Exchange (ISX)) on September 6, 2005. Penawaran Umum efek utang Perusahaan c. Pada bulan November 2011, Perusahaan menerbitkan Medium Term Notes I Tahun 2011 (MTN I) dengan jumlah nominal secara keseluruhan adalah sebesar Rp 115.000, dengan tingkat bunga tetap sebesar 10,75% per tahun. MTN I terdiri dari 2 (dua) tahap penerbitan, yaitu MTN I Tahap Pertama dengan jumlah pokok sebesar Rp 50.000 yang diterbitkan tanggal 9 November 2011; dan MTN I Tahap Kedua dengan pokok sebesar Rp 65.000 yang diterbitkan tanggal 15 Desember 2011. MTN I Tahap Pertama dan MTN I Tahap Kedua akan jatuh tempo secara bersamaan pada tanggal 20 November 2014. Public Offering securities of the Company’s debt In November 2011, the Company issued Medium Term Notes I Year 2011 (MTN I) with total nominal value of Rp 115,000 with fixed interest rate of 10.75% per annum. MTN I consist of two (2) phases, ie: MTN I Phase 1, amounting to Rp 50,000, issued on November 9, 2011 and MTN I Phase 2, amounting to Rp 65,000, issued on December 15, 2011. MTN I Phase 1 and MTN I Phase 2 will matured on November 20, 2014. 8
  • 84.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 1. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) U M U M (lanjutan) c. 1. Penawaran Umum efek utang Perusahaan (lanjutan) GENERAL (continued) c. Pada bulan Juni 2012, Perusahaan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Mandala Multifinance Tahap I Tahun 2012 (Obligasi Berkelanjutan I Tahap I) melalui Bursa Efek Indonesia dengan jumlah nominal secara keseluruhan sebesar Rp 100.000. Obligasi Berkelanjutan I Tahap I ini terbagi menjadi 3 seri, yaitu Seri A sebesar Rp 90.000 yang akan jatuh tempo pada tanggal 20 Juli 2013 dengan tingkat suku bunga sebesar 8,00% per tahun, Seri B sebesar Rp 5.000 yang akan jatuh tempo pada tanggal 10 Juli 2014 dengan tingkat suku bunga sebesar 9,00% per tahun, dan Seri C sebesar Rp 5.000 yang akan jatuh tempo pada tanggal 10 Juli 2015 dengan tingkat suku bunga sebesar 9,50% per tahun. d. Public Offering of the securities (continued) Company’s debt In June 2012, the Company issued Mandala Multifinance Sustainable Bond I Phase I Year 2012 (Sustainable Bond I Phase I) through the Indonesia Stock Exchange with a total nominal value of Rp 100,000. Sustainable Bond I Phase I consist of of three series, i.e. Serial A amounting to Rp 90,000 which will mature on July 20, 2013 and bear interest rate of 8.00% per annum, Serial B amounting to Rp 5,000 which will mature on July 10, 2014 and bear interest rate of 9.00% per annum and Serial C amounting to Rp 5,000 which will mature on July 10, 2015 and bear interest rate of 9.50% per annum. Komisaris, Direksi dan Komite Audit d. Commissioners, Committee Directors and Audit The Company‟s Commissioners, Directors and Audit Committee as of December 31, 2012 (2011) are as follows: Susunan Komisaris, Direksi dan Komite Audit Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2012 (2011) adalah sebagai berikut: Komisaris Komisaris Utama Komisaris Independen : : Alex Hendrawan Deddy Heruwanto : : Commissioners President Commissioner Independent Commissioner Direksi Direktur Utama Direktur : : Harryjanto Lasmana*) Elise**) : : Directors President Director Director Komite Audit Ketua Komite Audit Anggota Anggota : : : Deddy Heruwanto Elly Bujung Yulianti S. Sitorus : : : Audit Committee Head of Audit Committee Member Member *) Membawahi bidang operasional, pemasaran dan teknologi informasi **) Membawahi bidang akuntansi, keuangan dan sumber daya manusia *) Managing operational, marketing and information technology area. **) Managing accounting, finance and human resource area. Berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT Mandala Multifinance Tbk No. 156/MMDIR/VI/07 tanggal 20 Juni 2007, Sekretaris Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2012 (2011) adalah Mahrus. Based on Directors‟ Decision Letter of PT Mandala Multifinance Tbk No. 156/MMDIR/VI/07, dated June 20, 2007, Corporate Secretary as at December 31, 2012 (2011), is Mahrus. Berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT Mandala Multifinance Tbk No. 002/SEDIRUT/VII/12 tanggal 31 Juli 2012 Kepala Unit Audit Internal Perseroan pada tanggal 31 Desember 2012 adalah Haryadi Yusuf. Berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT Mandala Multifinance Tbk No. 002/SEDIR/IV/08 tanggal 8 April 2008, Kepala Unit Audit Internal Perseroan pada tanggal 31 Desember 2011 adalah R. Sutaryo. Based on Directors‟ Decision Letter of PT Mandala Multifinance Tbk No. 002/SEDIRUT/VII/12, dated July 31, 2012 the Head of Internal Audit Unit as at December 31, 2012, is Haryadi Yusuf. Based on Directors‟ Decision Letter of PT Mandala Multifinance Tbk No. 002/SEDIR/IV/08, dated April 8, 2008, the Head of Internal Audit Unit as at December 31, 2011, is R. Sutaryo. Gaji dan tunjangan yang diterima dewan komisaris dan direksi Perusahaan, masingmasing berjumlah Rp 8.667 juta dan Rp 12.273 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 dan masing-masing berjumlah Rp 7.625 juta dan Rp 13.069 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011. Total salaries and benefits received by the Company‟s commissioners and directors amounted to Rp 8,667 million and Rp 12,273 million, respectively, for the year ended December 31, 2012 and Rp 7,625 million and Rp 13,069 million, respectively, for the year ended December 31, 2011. 9
  • 85.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 1. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) U M U M (lanjutan) d. Komisaris, Direksi (lanjutan) 1. dan Komite Audit GENERAL (continued) d. Commissioners, Directors Committee (continued) and Audit Pada tanggal 31 Desember 2012 (2011), jumlah karyawan Perusahaan sejumlah 3.763 orang (2.959 orang) (tidak diaudit). Laporan keuangan ini telah diselesaikan dan diotorisasi untuk terbit oleh Direksi Perusahaan pada tanggal 7 Maret 2013. 2. As of December 31, 2012 (2011) the Company has 3,763 employees (2,959 employees) (unaudited). The accompanying financial statements were completed and authorized for issue by the Company‟s Directors on March 7, 2013. IKHTISAR KEBIJAKAN SIGNIFIKAN a. AKUNTANSI Pernyataan Kepatuhan dan Penyusunan Laporan Keuangan YANG 2. Dasar SUMMARY POLICIES a. OF SIGNIFICANT ACCOUNTING Statements of Compliance and Basis of Preparation of the Financial Statements Laporan keuangan telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia yang diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan Peraturan Bapepam–LK No. VIII.G.7 tentang “Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik” yang terdapat dalam Lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK No. KEP-347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012. Seperti diungkapkan dalam catatancatatan terkait berikut di bawah ini beberapa standar akuntansi yang telah direvisi dan diterbitkan, diterapkan efektif tanggal 1 Januari 2012. The financial statements have been prepared in accordance with Indonesian Financial Accounting Standards as issued by the Indonesian Institute of Accountants and the Bapepam-LK regulation No. VIII.G.7 regarding “Emiten of Public Company‟s Financial Statements Presentation and Disclosure Guidelines” as included in the Appendix of the Decision Decree of the Chairman of Bapepam-LK No. KEP-347/BL/2012 dated June 25, 2012. As disclosed further in the relevant succeeding notes, several amended and published accounting standarts were adopted effectively on January 1, 2012. Laporan keuangan disusun berdasarkan konsep akrual, kecuali untuk laporan arus kas dan menggunakan konsep biaya perolehan (historical cost), kecuali untuk akun tertentu dinyatakan berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masingmasing akun tersebut. The financial statements have been prepared on the accrual basis except for the statement of cash flows and using the historical cost basis of accounting, except for certain accounts which are stated based on other measurement as explained in the related accounting policies. Laporan arus kas menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas yang diklasifikasikan ke dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan dengan menggunakan metode langsung. The statements of cash flows are prepared using the direct method that classify cash flows into operating, investing and financing activities. Mata uang penyajian yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan ini adalah mata uang Rupiah yang merupakan mata uang fungsional. The presentation currency used in the financial statements in Rupiah, which is the functional currency. Seluruh angka dalam laporan keuangan ini dibulatkan menjadi dan disajikan dalam jutaan Rupiah yang terdekat, kecuali dinyatakan lain. Figures in the financial statements are rounded to and expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated Dalam penyusunan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, dibutuhkan pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi: The preparation of financial statements in conformity with Indonesian Financial Accounting Standards requires the use of judgments, estimates and assumptions that affect: - penerapan kebijakan akuntansi; - jumlah aset dan liabilitas yang dilaporkan, dan pengungkapan atas aset dan liabilitas kontinjensi pada tanggal laporan keuangan; - jumlah pendapatan dan beban yang dilaporkan selama periode pelaporan; - - 10 the application of accounting policies; the reported amounts of assets and liabilities and disclosure of contingent assets and liabilities at the date of the financial statements. the reported amounts of income and expenses during the reporting period.
  • 86.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2. IKHTISAR (lanjutan) a. KEBIJAKAN AKUNTANSI PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PENTING 2. Pernyataan Kepatuhan dan Dasar Penyusunan Laporan Keuangan (lanjutan) SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) a. ACCOUNTING Statements of Compliance and Basis of Preparation of the Financial Statements (continued) Walaupun estimasi ini dibuat berdasarkan pengetahuan terbaik manajemen atas kejadian dan tindakan saat ini, hasil akrual mungkin berbeda dengan jumlah yang diestimasi semua. Estimasi dan asumsi yang digunakan ditelaah secara berkesinambungan. Revisi atas estimasi akuntansi diakui pada periode dimana estimasi tersebut direvisi dan periode-periode yang akan datang yang dipengaruhi oleh revisi estimasi tersebut. Estimates and underlying assumptions are received on an ongoing basis. Revisions to accounting estimates are recognized in the period in which the estimate is received and in any future periods affected. Secara khusus, informasi mengenai hal-hal penting yang terkait dengan ketidakpastian estimasi dan pertimbangan penting dalam penerapan kebijakan akuntansi yang memiliki dampak yang signifikan terhadap jumlah yang diakui dalam laporan keuangan dijelaskan dalam Catatan 3. b. Although these estimates are based on management‟s best knowledge of current events and activities, actual results may differ from those estimates. In particular, information about significant areas of estimation uncertainly and critical judgments in applying accounting policies that have significant effect on the amount recognized in the financial statements are described in Note 3. Kas dan Setara Kas b. Kas dan setara kas terdiri dari kas, bank serta deposito berjangka dengan jangka waktu 3 (tiga) bulan atau kurang sejak tanggal penempatan dan tidak digunakan sebagai jaminan atas utang serta tidak dibatasi penggunaannya. Deposito berjangka yang digunakan sebagai jaminan atas pinjaman disajikan secara terpisah pada laporan posisi keuangan. c. Cash and Cash Equivalents Cash and cash equivalents consist of cash on hand, cash in banks and time deposits with maturities of three (3) months or less at the time of placement, with no restriction as to usage, or not pledged as collateral for loans and other borrowings. Time deposits pledged as collateral to loans are presented as a separate item in the statement of financial position. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi c. Transactions with Related Parties Perusahaan memiliki transaksi dengan pihak berelasi sebagaimana yang didefinisikan dalam PSAK No. 7 (Revisi 2010), “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”. PSAK ini mensyaratkan pengungkapan hubungan, transaksi dan saldo pihak-pihak berelasi, termasuk komitmen dalam laporan keuangan. The Company has transactions with related parties as defined under SFAS No. 7 (Revised 2010), “Related Party Disclosures”. These SFAS requires disclosure of related party relationships, transactions and outstanding balances, including commitments, in the financial statement. Suatu pihak dianggap Perusahaan jika: dengan A party is considered to be related to the Company if: a. Langsung, atau tidak langsung yang melalui satu atau lebih perantara, suatu pihak (i) mengendalikan, atau dikendalikan oleh, atau berada di bawah pengendalian bersama, dengan Perusahaan; (ii) memiliki kepentingan dalam Perusahaan yang memberikan pengaruh signifikan atas Perusahaan; atau (iii) memiliki pengendalian bersama atas Perusahaan. b. Suatu pihak yang berelasi dengan Perusahaan; c. Suatu pihak adalah ventura bersama di mana Perusahaan sebagai venturer; d. Suatu pihak adalah anggota dari personil manajemen kunci Perusahaan; a. Directly, or indirectly through one or more intermediaries, the party (i) controls, is controlled by, or is under common control with, the Company; (ii) has an interest in the Company that gives its significant influence over the Company; or, (iii) has joint control over the Company. berelasi b. The party is an associate of the Company; c. The party is a joint venture in which the Company is a venturer; d. The party is a member of the key management personnel of the Company or its parent; 11
  • 87.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2. IKHTISAR (lanjutan) c. KEBIJAKAN Transaksi (lanjutan) dengan AKUNTANSI Pihak-pihak PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PENTING 2. Berelasi SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) c. ACCOUNTING Transactions with Related Parties (continued) e. Suatu pihak adalah anggota keluarga dekat dari individu yang diuraikan dalam butir (a) atau (d); f. Suatu pihak adalah entitas yang dikendalikan, dikendalikan bersama atau dipengaruhi signifikan oleh atau untuk di mana hak suara signifikan pada beberapa entitas, langsung maupun tidak langsung, individu seperti diuraikan dalam butir (d) atau (e); atau g. Suatu pihak adalah suatu program imbalan pascakerja untuk imbalan kerja dari Perusahaan atau entitas yang terkait dengan Perusahaan. Transaksi ini dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak, dimana persyaratan tersebut mungkin tidak sama dengan transaksi lain yang dilakukan dengan pihak-pihak yang tidak berelasi. The transaction are made based on terms agreed by the parties in which such terms may not be the same as those of the transaction between unrelated parties. Seluruh transaksi dan saldo yang signifikan dengan pihak-pihak berelasi diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan yang relevan. d. e. The party is a close member of the family of any individual referred to in (a) or (d); All significant transactions and balances with related parties are disclosed in the relevant Notes. f. The party is an entity that is controlled, jointly controlled or significantly influenced by or for which significant voting power in such entity resides with, directly or indirectly, any individual referred to in (d) or (e); or g. The party is a post employment benefit plan for the benefit of employees of the Company, or of any entity that is a related party of the Company. Instrumen Keuangan d. Financial Instruments Efektif tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan menerapkan PSAK No.50 (Revisi 2010), “Instrumen Keuangan: Penyajian”, PSAK No.55 (Revisi 2011), “Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran”, dan PSAK No.60, “Instrumen Keuangan: Pengungkapan”, yang menggantikan PSAK No.50 (Revisi 2006), “Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan” dan PSAK No.55 (Revisi 2006), “Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran”. Effective on January 1, 2012, the Company applied SFAS No.50 (Revised 2010), “Financial Instruments: Presentation”, SFAS No.55 (Revised 2011), “Financial Instruments: Recognition and Measurement”, and SFAS No. 60, “Financial Instruments: Disclosures”, which superseded SFAS No.50 (Revised 2006), “Financial Instruments: Presentation and Disclosures” and SFAS No.55 (Revised 2006), “Financial Instruments: Recognition and Measurement”. PSAK No.50 (Revisi 2010), berisi persyaratan penyajian dari instrumen keuangan dan pengidentifikasian informasi yang harus diungkapkan. Persyaratan penyajian tersebut diterapkan terhadap klasifikasi instrument keuangan, dari perspektif penerbit, dalam asset keuangan, kewajiban keuangan dan instrument ekuitas; pengklasifikasian yang terkait dengan suku bunga, dividen, kerugian dan keuntungan, dan keadaan dimana aset keuangan dan kewajiban keuangan akan saling hapus. PSAK ini mensyaratkan pengungkapan, antara lain, informasi mengenai faktor yang mempengaruhi jumlah, waktu dan tingkat kepastian arus kas masa depan suatu entitas terkait dengan instrument keuangan dan kebijakan akuntansi yang diterapkan untuk instrumen tersebut. SFAS No.50 (Revised 2010) contains the requirements for the presentation of financial instruments and identifies the information that should be disclosed. The presentation requirements apply to the classification of financial instruments, from the perspective of the issuer, into financial assets, financial liabilities and equity instruments; the classification of related interest, dividends, losses and gains; and the circumstances in which financial assets and financial liabilities should be offset. This SFAS requires the disclosure of, among others, information about factors that affect the amount, timing and certainty of an entity‟s future cash flows relating to financial instruments and the accounting policies applied to those instruments. 12
  • 88.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2. IKHTISAR (lanjutan) d. KEBIJAKAN AKUNTANSI PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PENTING 2. Instrumen Keuangan (lanjutan) SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) d. ACCOUNTING Financial Instruments (continued) PSAK No.60 mensyaratkan pengungkapan signifikansi atas masing-masing instrument keuangan untuk posisi keuangan dan kinerja, serta sifat dan tingkat risiko yang timbul dari instrumen keuangan yang dihadapi Perusahaan selama periode berjalan dan pada akhir periode pelaporan, dan bagaimana Perusahaan mengelola risiko tersebut. SFAS No.60 requires disclosures of significance of financial instruments for financial position and performance; and the nature and extent of risks arising from financial instruments to which the Company is exposed during the period and at the end of the reporting period, and how the Company manages those risks. 1. 1. Aset Keuangan Financial Assets Pengakuan dan Pengukuran Recognition and Measurement Aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, pinjaman yang diberikan dan piutang, investasi dimiliki hingga jatuh tempo, aset keuangan tersedia untuk dijual, atau sebagai derivatif yang ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai yang efektif, jika sesuai. Perusahaan menentukan klasifikasi atas aset keuangan pada saat pengakuan awal. Financial assets are classified as financial assets at fair value through profit or loss, loans and receivables, held-to-maturity investments, available-for-sale financial assets, or as derivatives designated as hedging instruments in an effective hedge, as appropriate. The Company determines the classification of its financial assets at initial recognition. Pada saat pengakuan awal, aset keuangan diukur pada nilai wajarnya, ditambah, dalam hal aset keuangan tidak diukur pada nilai wajar dalam laporan laba rugi, biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan atau penerbitan aset keuangan tersebut. Pengukuran aset keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasi aset. Financial assets are recognized initially at fair value, plus, in the case of financial assets not at fair value through profit or loss, directly attributable transaction costs. The subsequent measurement of financial assets depends on their classification. Aset keuangan Perusahaan terdiri dari kas dan setara kas, deposito berjangka yang dijaminkan, piutang pembiayaan konsumen bersih, piutang lain-lain, piutang pihak berelasi, biaya dibayar dimuka, uang muka diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang serta piutang derivatif yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar dalam laporan laba rugi. The Company‟s financial assets consist of cash and cash equivalents, pledged time deposit, consumer financing receivables net, other receivables, due from a related parties, prepaid expenses, advances classified as loans and receivables and derivatives receivable classified as financial assets at fair value through profit and loss. Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif. Setelah pengakuan awal, aset keuangan tersebut dicatat pada biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif. Keuntungan atau kerugian diakui pada laporan laba rugi komprehensif ketika aset keuangan tersebut dihentikan pengakuannya atau mengalami penurunan nilai, dan melalui proses amortisasi. Loans and receivables are non-derivative financial assets with fixed or determinable payments that are not quoted in an active market. Subsequent to initial recognition, such financial assets are carried at amortized cost using the effective interest rate method. Gains or losses are recognized in the statements of comprehensive income when the financial assets are derecognized or impaired, as well as through the amortization process. 13
  • 89.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2. IKHTISAR (lanjutan) d. KEBIJAKAN AKUNTANSI PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PENTING 2. Instrumen Keuangan (lanjutan) 1. SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) d. Aset Keuangan (lanjutan) ACCOUNTING Financial Instruments (continued) 1. Financial Assets (continued) Pengakuan dan Pengukuran (lanjutan) Recognition and Measurement (continued) Setelah pengakuan awal, aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi ditetapkan pada nilai wajar dalam laporan posisi keuangan. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar aset keuangan diakui sebagai laba rugi tahun berjalan Subsequent to initial recognition, financial assets at fair value through profit or loss are measured at fair value in statement of financial position. Any gains or losses arising from changes in fair value of the financial assets are recognized in the profit or loss for the current year. Biaya amortisasi dihitung dengan menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi cadangan kerugian atas penurunan nilai dan pembayaran atau pengurangan pokok. Perhitungan tersebut memperhitungkan premium atau diskonto pada saat perolehan dan termasuk biayabiaya transaksi yang merupakan bagian tak terpisahkan dari suku bunga efektif. Amortized cost is computed using the effective interest method less any allowance for impairment and principal repayment or reduction. The calculation takes into account any premium or discount on acquisition and includes transaction costs and fees that are integral part of the effective interest rate. Penghentian Pengakuan Derecognition Perusahaan menghentikan pengakuan aset keuangan, jika dan hanya jika, hak kontraktual untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir; atau Perusahaan mentransfer hak untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan atau menanggung kewajiban untuk membayarkan arus kas yang diterima tersebut secara penuh tanpa penundaan berarti kepada pihak ketiga dibawah kesepakatan pelepasan (pass-through arrangement); dan The Company derecognizes a financial asset if, and only if, the contractual rights to receive cash flows from the asset have expired; or the Company has transferred its rights to receive cash flows from the asset or has assumed an obligation to pay the received cash flows in full without material delay to a third party under a „pass-through‟ arrangement; and either (a) Perusahaan telah mentransfer secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset, atau (b) Perusahaan tidak mentransfer maupun tidak memiliki secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset, namun telah mentransfer pengendalian atas aset. (a) the Company has transferred substantially all the risks and rewards of the asset, or (b) the Company has neither transferred nor retained substantially all the risks and rewards of the asset, but has transferred control of the asset. Penurunan Nilai Aset Keuangan Impairment of Financial Assets Setiap akhir periode pelaporan, Perusahaan mengevaluasi apakah terdapat bukti yang obyektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai. Aset keuangan atau kelompok aset keuangan diturunkan nilainya dan kerugian penurunan nilai telah terjadi jika, dan hanya jika, terdapat bukti yang obyektif mengenai penurunan nilai tersebut sebagai akibat dari satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset tersebut (peristiwa yang merugikan), dan peristiwa yang merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan atas aset keuangan atau kelompok aset keuangan yang dapat diestimasi secara handal. The Company assesses at each reporting date whether there is any objective evidence that a financial asset or a group of financial assets is impaired. A financial asset or a group of financial assets is deemed to be impaired if,and only if, there is objective evidence of impairment as a result of one or more events that has occurred after the initial recognition of the asset (an incurred „loss event‟) and that loss event has an impact on the estimated future cash flows of the financial asset or the group of financial assets that can be reliably estimated. 14
  • 90.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2. IKHTISAR (lanjutan) d. KEBIJAKAN AKUNTANSI PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PENTING 2. Instrumen Keuangan (lanjutan) 1. d. Aset Keuangan (lanjutan) Penurunan (lanjutan) Nilai Aset SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) Financial Instruments (continued) 1. Keuangan ACCOUNTING Financial Assets (continued) Impairment (continued) of Financial Assets Bukti penurunan nilai meliputi indikasi bahwa kesulitan keuangan signifikan yang dialami penerbit atau pihak peminjam, wanprestasi atau tunggakan pembayaran pokok atau bunga, kemungkinan bahwa pihak peminjam akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan lainnya dan data yang dapat diobservasi mengindikasikan adanya penurunan yang dapat diukur atas estimasi arus kas masa datang, misalnya perubahan kondisi ekonomi yang berkorelasi dengan wanprestasi atas aset dalam kelompok tersebut. Evidence of impairment may include indications that the debtors or a group of debtors is experiencing significant financial difficulty, default or delinquency in interest or principal payments, the probability that they will enter bankruptcy or other financial reorganization and where observable data indicate that there is a measurable decrease in the estimated future cash flows, such as changes in arrears or economic conditions that correlate with defaults. Pertimbangan utama untuk penilaian penurunan nilai kredit yang diberikan termasuk pembayaran-pembayaran pokok atau bunga yang jatuh tempo lebih dari 90 hari atau ada kesulitan atau pelanggaran yang diketahui dari persyaratan yang terdapat dalam kontrak. The main considerations for the loan impairment assessment include whether any payments of principal or interest are overdue by more than 90 days or there are any known difficulties, or infringement of the original terms of contract. Untuk aset keuangan yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi, Perusahaan menentukan apakah terdapat bukti obyektif penurunan nilai secara kolektif untuk aset keuangan. Perusahaan memasukkan aset tersebut ke dalam kelompok aset keuangan yang memiliki karakteristik risiko kredit yang sejenis dan menilai penurunan nilai kelompok tersebut secara kolektif. For financial assets carried at amortized cost, the Company assesses whether objective evidence of impairment exists collectively for financial assets. The Company includes the asset in a group of financial assets with similar credit risk characteristics and collectively assesses them for impairment. Perusahaan pertama kali menentukan apakah terdapat bukti obyektif penurunan nilai secara individual atas aset keuangan yang signifikan secara individual, atau secara kolektif untuk aset keuangan yang tidak signifikan secara individual. The Company firstly assesses individually whether objective evidence of impairment exists individually for financial assets that are individually significant, or collectively for financial assets that are not individually significant. Penilaian secara individual dilakukan atas aset keuangan yang signifikan yang memiliki bukti obyektif penurunan nilai. Aset keuangan yang tidak signifikan dimasukkan dalam kelompok aset keuangan yang memiliki karakteristik risiko kredit yang sejenis dan dilakukan penilaian secara kolektif. Individual assessment is performed on the significant financial assets that had objective evidence of impairment. The insignificant financial assets include in the group of financial assets with similar credit risk characteristics and assessed collectively. 15
  • 91.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2. IKHTISAR (lanjutan) d. KEBIJAKAN AKUNTANSI PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PENTING 2. Instrumen Keuangan (lanjutan) 1. d. Aset Keuangan (lanjutan) Penurunan (lanjutan) Nilai Aset SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) ACCOUNTING Financial Instruments (continued) 1. Keuangan Financial Assets (continued) Impairment (continued) of Financial Assets Dalam mengevaluasi penurunan nilai secara kolektif, Perusahaan menggunakan model statistik dari tren historis atas probabilitas wanprestasi, waktu pemulihan kembali dan jumlah kerugian yang terjadi, yang disesuaikan dengan pertimbangan manajemen mengenai apakah kondisi ekonomi dan kredit terkini sedemikian rupa sehingga dapat mengakibatkan kerugian aktual yang jumlahnya akan lebih besar atau lebih kecil daripada jumlah yang ditentukan oleh model historis. Tingkat wanprestasi, tingkat kerugian dan waktu yang diharapkan untuk pemulihan di masa datang akan diperbandingkan secara berkala terhadap hasil aktual untuk memastikan estimasi tersebut masih memadai. Nilai tercatat aset tersebut diturunkan melalui akun cadangan dan jumlah kerugian yang terjadi diakui pada laporan laba rugi komprehensif. Pendapatan bunga terus diakui atas nilai tercatat yang menurun tersebut berdasarkan suku bunga efektif awal dari aset. Jika, pada tahun berikutnya, jumlah estimasi kerugian penurunan nilai meningkat atau menurun karena peristiwa yang terjadi setelah pengakuan kerugian penurunan nilai, maka kerugian penurunan nilai yang sudah diakui sebelumnya dinaikkan atau diturunkan dengan menyesuaikan akun cadangan. The carrying amount of the asset is reduced through the use of an allowance account and the amount of the loss is recognized in the statements of comprehensive income. Interest income continues to be accrued on the reduced carrying amount based on the original effective interest rate of the asset. If, in a subsequent year, the amount of the estimated impairment loss increases or decreases because of an event occurring after the impairment was recognized, the previously recognized impairment loss is increased or reduced by adjusting the allowance account. Jika penghapusan di masa datang kemudian diperoleh kembali, pemulihan tersebut diakui sebagai laba rugi pada laporan laba rugi komrehensif. 2. In assessing collective impairment, the Company uses statistical modeling of historical trends of the probability of default, timing of recoveries and the amount of loss incurred, adjusted for management's judgment as to whether current economic and credit conditions are such that the actual losses are likely to be greater or less than suggested by historical modeling. Default rates, loss rates and the expected timing of future recoveries are regularly benchmarked against actual outcomes to ensure that they remain appropriate. If a future write-off is later recovered, the recovery is recognized in the statement of comprehensive income. Liabilitas Keuangan 2. Financial Liabilities Liabilitas keuangan dalam ruang lingkup PSAK No.55 (Revisi 2011) diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, utang dan pinjaman atau derivatif yang telah ditetapkan untuk tujuan lindung nilai yang efektif, jika sesuai. Financial liabilities within the scope of SFAS No.55 (Revised 2011) are classified as financial liabilities at fair value through profit or loss, loans and borrowings, or as derivatives designated as hedging instruments in an effective hedge as appropriate. Perusahaan menentukan klasifikasi atas liabilitas keuangan pada saat pengakuan awal. The Company determines the classification of its financial liabilities in initial recognition. Pada saat pengakuan awal liabilitas keuangan diukur pada nilai wajarnya. Financial liabilities are recognized initially at fair value. 16
  • 92.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2. IKHTISAR (lanjutan) d. KEBIJAKAN AKUNTANSI PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PENTING 2. Instrumen Keuangan (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) d. Liabilitas Keuangan (lanjutan) ACCOUNTING Financial Instruments (continued) 2. Financial Liabilities (continued) Liabilitas keuangan Perusahaan terdiri dari pinjaman bank, utang usaha, Medium Term Notes (MTN), utang obligasi, utang sewa pembiayaan, biaya masih harus dibayar dan utang lain-lain diklasifikasikan sebagai utang dan pinjaman serta utang derivatif yang diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi. The Company‟s financial liabilities consist of bank loans, trade payables, Medium Term Notes (MTN), bonds payables, obligations under finance leases, accrued expenses and other payables, classified as loans and borrowings and derivatives payable classified as financial liabilities at fair value through profit or loss. Dalam hal utang dan pinjaman, pada awalnya diakui pada nilai wajar dikurangi dengan biaya transaksi yang bisa diatribusikan secara langsung dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi, menggunakan suku bunga efektif kecuali jika dampak diskonto tidak material, maka dinyatakan pada biaya perolehan. Beban bunga diakui dalam “Beban Bunga” dalam laporan laba rugi komprehensif. Keuntungan atau kerugian diakui pada laporan laba rugi komprehensif ketika liabilitas keuangan tersebut dihentikan pengakuannya dan melalui proses amortisasi. In the case of loans and borrowings, these are initially stated at fair value less directly attributable transaction costs and are subsequently measured at amortised cost, using the effective interest rate method unless the effect of discounting would be immaterial, in which case they are stated at cost. The related interest expense is recognized within “Interest Expense” in the statements of comprehensive income. Gains and losses are recognized in the statement of comprehensive income when the financial liabilities are derecognized as well as through the amortization process. Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi ditetapkan pada nilai wajar dalam laporan posisi keuangan. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar liabilitas keuangan diakui sebagai laba rugi. Financial liabilities at fair value through profit or loss are measured at fair value in statements of financial position. Any gains or losses arising from changes in fair value of the financial liabilities are recognized in the profit or loss. Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika liabilitas yang ditetapkan dalam kontrak dihentikan atau dibatalkan atau kadaluwarsa. A financial liability is derecognized when the obligation specified in the contract is discharged or cancelled or expired. Ketika liabilitas keuangan saat ini digantikan dengan yang lain dari pemberi pinjaman yang sama dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara substansial atas ketentuan liabilitas keuangan yang saat ini ada, maka pertukaran atau modifikasi tersebut dicatat sebagai penghapusan liabilitas keuangan awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru, dan selisih antara nilai tercatat liabilitas keuangan tersebut diakui sebagai laba rugi. When an existing financial liability is replaced by another from the same lender on substantially different terms, or the terms of an existing liability are substantially modified, such an exchange or modification is treated as a derecognition of the original liability and the recognition of a new liability, and the difference in the respective carrying amounts is recognized in the profit or loss. Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya dilaporkan dalam laporan posisi keuangan jika, dan hanya jika, terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk saling hapus atas jumlah yang diakui dan terdapat niat untuk menyelesaikan secara neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan. Financial assets and financial liabilities are offset and the net amount are reported in the statement of financial position if, and only if, there is a currently enforceable legal right to offset the recognized amounts and there is an intention to settle on a net basis, or to realize the assets and settle the liabilities simultaneously. 17
  • 93.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2. IKHTISAR (lanjutan) e. KEBIJAKAN AKUNTANSI PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PENTING 2. Instrumen Keuangan Derivatif SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) e. ACCOUNTING Derivative Financial Instruments Perusahaan mempunyai perjanjian kontrak valuta berjangka dan juga “cross currency interest rate swap” untuk tujuan lindung nilai atas risiko pasar yang timbul dari fluktuasi nilai tukar yang berkaitan dengan pinjaman dalam mata uang asing. Setiap instrumen derivatif (termasuk instrumen derivatif melekat), diakui sebagai aset atau liabilitas berdasarkan nilai wajar setiap kontrak. Nilai wajar merupakan perhitungan nilai kini (present value) dengan mempergunakan asumsiasumsi dan data yang berlaku umum. Every derivative instrument (including embedded derivatives) are recognized as either asset or liability based on the fair value of each contract. Fair value is a computation of present value by using data and assumption that are generally accepted. Berdasarkan kriteria khusus untuk akuntansi lindung nilai, semua instrumen derivatif yang ada pada Perusahaan tidak memenuhi persyaratan tersebut dan oleh karena itu tidak dikategorikan sebagai lindung nilai yang efektif untuk tujuan akuntansi. Oleh sebab itu, perubahan atas nilai wajar dari instrumen derivatif diakui langsung sebagai laba rugi tahun berjalan. f. The Company has entered into forward currency contract and “cross currency interest rate” swap to hedge market risks arisng from fluctuations in exchange rate relating to its foreign currency denominated loans. Based on the specific requirements for hedge accounting, the said instruments do not qualify and are not designated as hedge activities for accounting purposes. Accordingly, changes in the fair value of such derivative instruments are recognized directly as profit or loss in the current year. Piutang Pembiayaan Konsumen dan Piutang Pembiayaan Murabahah f. Consumer Financing Receivables Murabahah Financing Receivables and Piutang pembiayaan konsumen merupakan jumlah piutang setelah dikurangi dengan bagian yang dibiayai bank-bank sehubungan dengan transaksi kerjasama penerusan pinjaman serta kerjasama pembiayaan bersama, pendapatan pembiayaan konsumen yang belum diakui dan cadangan kerugian penurunan nilai. Consumer financing receivables are presented net of amounts financed by banks relating to the cooperation transactions of loan channeling, joint financing, unearned consumer financing income and allowance for Impairment Losses. Berdasarkan perjanjian kerjasama pembiayaan bersama konsumen tanpa jaminan (without recourse), Perusahaan hanya menyajikan porsi jumlah angsuran piutang yang dibiayai Perusahaan (pendekatan neto). Pendapatan pembiayaan konsumen disajikan setelah dikurangi dengan bagian yang merupakan hak bank-bank dalam rangka transaksi tersebut. Untuk pembiayaan bersama konsumen dengan jaminan (with recourse), piutang pembiayaan konsumen merupakan seluruh jumlah angsuran dari pelanggan sedangkan kredit yang disalurkan oleh penyedia dana dicatat sebagai utang (pendekatan bruto). Based on the consumer joint financing agreements (without recourse), the Company only presents the portion of the total installments receivable financing by the Company (net approach). The consumer financing income is presented net of amounts of the banks‟ rights on such income relating to the transactions. For consumer joint financing agreements (with recourse), consumer financing receivables represent all consumers‟ installments and the total facilities financed by creditors are recorded as liability (gross approach). Bunga yang dikenakan kepada pelanggan dicatat sebagai bagian dari pendapatan bunga, sedangkan bunga yang dikenakan penyedia dana dicatat sebagai beban pendanaan. Total interest earned from customers is recorded as part of interest income, while interest charged by the creditors is recorded as financing cost. Pendapatan pembiayaan konsumen yang belum diakui tersebut diakui sebagai pendapatan sesuai dengan jangka waktu kontrak pembiayaan konsumen berdasarkan tingkat suku bunga efektif dari piutang pembiayaan konsumen. Unearned income on consumer financing is recognized as income over the term of the respective agreement using the effective interest rate method. 18
  • 94.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2. IKHTISAR (lanjutan) f. KEBIJAKAN AKUNTANSI PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PENTING 2. Piutang Pembiayaan Konsumen dan Piutang Pembiayaan Murabahah (lanjutan) SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) f. ACCOUNTING Consumer Financing Receivables and Murabahah Financing Receivables (continued) Selisih bersih tersebut ditangguhkan dan disajikan sebagai bagian dari “Piutang Pembiayaan Konsumen” pada laporan posisi keuangan dan diakui sebagai penyesuaian atas imbal hasil selama periode pembiayaan konsumen berdasarkan tingkat suku bunga efektif dan disajikan sebagai bagian dari “Pendapatan Pembiayaan Konsumen - Bersih” pada Laporan Laba Rugi Komprehensif tahun berjalan. Murabahah adalah akad jual beli barang dengan harga jual sebesar biaya perolehan ditambah keuntungan yang disepakati dan Perusahaan harus mengungkapkan biaya perolehan barang tersebut kepada konsumen. Murabahah is goods sell-buy contract with a sold price amounting to acquisition cost plus agreed margin and the Company must to disclose the acquisition cost to customer. Pada saat akad murabahah, piutang pembiayaan murabahah diakui sebesar biaya perolehan ditambah keuntungan (margin). Keuntungan murabahah diakui selama periode akad berdasarkan pengakuan margin dari piutang pembiayaan murabahah. When the murabahah contract is signed, murabahah financing receivables are recognized as at acquisition cost plus agreed margin. Murabahah margin are recognized over the period of the contract based on margin of the murabahah financing receivables. Pada akhir tahun laporan keuangan, piutang pembiayaan murabahah disajikan sebesar nilai neto yang dapat direalisasi, yaitu saldo piutang murabahah dikurangi margin yang ditangguhkan dan penyisihan kerugian penurunan nilai. g. Net difference is deferred and presented as part of “Consumer Financing Receivables” in the statemens of financial position and recognized as an adjustment to the yield received throughout the consumer financing period using effective interest rate method and presented as a part of “Consumer Financing Revenue - Net” in Statements of Comprehensive Income for the current year. At the end of the year of financial statement, murabahah financing receivables are stated at net realizable value, consist of outstanding murabahah receivables less unearned margin and allowance for impairment losses. Cadangan Kerugian Penurunan Nilai g. Allowance for Impairment Losses Perusahaan mengevaluasi apakah terdapat bukti yang obyektif bahwa aset keuangan mengalami penurunan nilai sesuai dengan PSAK No. 55 (Revisi 2011) seperti dijelaskan pada Catatan 2d. Piutang yang tak tertagih dihapuskan pada saat dinyatakan tidak tertagih oleh manajemen Perusahaan. Penerimaan dari piutang yang telah dihapusbukukan, jika ada, diakui sebagai pendapatan lain-lain pada saat terjadinya. h. The Company assess whether there is any objective evidence that a financial asset is impaired according to SFAS No. 55 (Revised 2011) as explained in Note 2d. Receivables are written-off when they are deemed to be uncollectible based on an evaluation of the aging schedule. Collection of receivables previously written-off is recognized as other income at the time of occurence. Biaya Dibayar di Muka h. Prepaid Expenses Biaya dibayar di muka, termasuk biaya asuransi dan sewa, dibebankan dengan menggunakan metode garis lurus sesuai masa manfaat masingmasing biaya bersangkutan yang berkisar antara 1 - 5 tahun. Pengeluaran untuk renovasi kantor dengan jangka waktu sewa yang relatif pendek, umumnya kurang dari 5 (lima) tahun, disajikan sebagai bagian dari akun “Biaya Dibayar di Muka” dan diamortisasi sepanjang masa manfaatnya. Prepaid expenses, including insurance expenses and rent expenses are amortized using the straight line method over the periods of benefit, ranging from 1 - 5 years, respectively. Expenses for office renovations with relatively short rental periods, generally less than five (5) years, are presented as part of “Prepaid Expenses” account and being amortized over their benefited period. Provisi dan administrasi bank diakui sebagai biaya transaksi yang bisa diatribusikan secara langsung terhadap utang bank dan diamortisasi menggunakan suku bunga efektif dan disajikan sebagai bagian dari Pinjaman Bank. Bank provision and administration fees is recognized as directly attributable transaction cost of bank loans and amortized using effective interest rate and presented as part of Bank Loans. 19
  • 95.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2. IKHTISAR (lanjutan) i. KEBIJAKAN AKUNTANSI PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PENTING 2. Uang Muka SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) i. Uang muka, termasuk untuk pembelian aset tetap, renovasi bangunan dan keperluan kantor diakui pada saat terjadinya. j. ACCOUNTING Advances Advances, including for purchase of property and equipment, buildings renovation and office supplies are recognized when these are incurred. Aset Tetap - Pemilikan Langsung j. Property and Equipment - Direct Ownership Efektif tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan mengadopsi secara prospektif PSAK No. 16 (Revisi 2011), “Aset Tetap”. Effective January 1, 2012, the Company has prospectively adopted SFAS No. 16 (Revised 2011), “Fixed Assets.” ISAK No. 25, “Hak Atas Tanah”, yang merupakan interpretasi dari PSAK No. 16 (Revisi 2011) menetapkan bahwa biaya pengurusan legal hak atas tanah dalam bentuk Hak Guna Usaha (HGU), Hak Guna Bangunan (HGB) dan Hak Pakai (HP) yang dikeluarkan pada saat tanah diperoleh pertama kali diakui sebagai bagian dari biaya perolehan tanah dan tidak diamortisasi. Sementara itu, biaya yang terjadi sehubungan dengan perpanjangan atau pembaharuan hakhak tersebut diatas diakui sebagai aset tak berwujud dan diamortisasi sepanjang umur hukum hak atau umur ekonomi tanah, mana yang lebih pendek. ISAK No. 25, “Land Rights”, which is an interpretation of SFAS No. 16 (Revised 2011), prescribes that the costs incurred in order to acquire legal rights over land in form of “Hak Guna Usaha” (HGU), “Hak Guna Bangunan” (HGB) and “Hak Pakai” (HP) upon initial acquisition cost of the land and are not amortized. Meanwhile, costs incurred in connection with the extension or renewal of the above rights are recognized as intangible assets and are amortized throughout the validity period of the rights or the economic useful life of land, whichever is shorter. Penerapan PSAK No. 16 (Revisi 2011) tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap laporan keuangan Perusahaan. The adoption of SFAS No. 16 (Revised 2011) has no significant impact on the Company‟s financial statements. Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan nilai. Biaya perolehan termasuk biaya penggantian bagian aset tetap saat biaya tersebut terjadi, jika memenuhi kriteria pengakuan. Selanjutnya, pada saat inspeksi yang signifikan dilakukan, biaya inspeksi itu diakui ke dalam jumlah tercatat (carrying amount) aset tetap sebagai suatu penggantian jika memenuhi kriteria pengakuan. Semua biaya perbaikan dan pemeliharaan yang tidak memenuhi kriteria pengakuan diakui sebagai laba rugi pada saat terjadinya. Property and equipment are stated at cost less accumulated depreciation and impairment losses. Such acquisition cost includes the cost of replacing part of the property and equipment when that cost is incurred, if the recognition criteria are met. Likewise, when a major inspection is performed, its cost is recognized in the carrying amount of the property and equipment as a replacement if the recognition criteria are satisfied. All other repairs and maintenance costs that do not meet the recognition criteria are recognized in the profit or loss as incurred. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap sebagai berikut: Depreciation is computed using the straight-line method over the estimated useful lifes of the assets as follows: Tahun/ Years Bangunan Kendaraan Peralatan kantor 20 4 4 Aset dalam penyelesaian disajikan sebesar biaya perolehan. Akumulasi biaya perolehan akan direklasifikasi ke akun aset tetap pada saat aset tersebut telah diselesaikan dan siap untuk digunakan. Buildings Vehicles Office equipment Constructions in progress are stated at cost. The accumulated costs will be reclassified to the appropriate fixed assets account when the construction is completed and the asset is ready for its intended use. 20
  • 96.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2. IKHTISAR (lanjutan) j. KEBIJAKAN AKUNTANSI PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PENTING 2. Aset Tetap - Pemilikan Langsung (lanjutan) SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) j. ACCOUNTING Property and Equipment - Direct Ownership (continued) Beban perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada laporan laba rugi komprehensif pada saat terjadinya; pengeluaran dalam jumlah signifikan dan yang memperpanjang masa manfaat aset atau yang memberikan tambahan manfaat ekonomis dikapitalisasi. Aset tetap yang sudah tidak dipergunakan lagi atau yang dijual, dikeluarkan dari kelompok aset tetap yang bersangkutan dan laba atau rugi yang terjadi diakui dalam laporan laba rugi komprehensif pada tahun yang bersangkutan. Pada setiap akhir periode buku, umur manfaat dan metode penyusutan direview, dan jika sesuai dengan keadaan, disesuaikan secara prospektif. k. The costs of repairs and maintenance are charged to income as incurred; significant renewals and betterments are capitalized. When assets are retired or otherwise disposed of, their net book values are removed from the accounts and any resulting gain or loss is reflected in statement of comprehensive income for the year. The useful life and methods of depreciation of fixed assets are reviewed, and adjusted prospectively if appropriate, at each financial period end. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan k. Pada setiap akhir periode pelaporan, Perusahaan menilai apakah terdapat indikasi suatu aset mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat pengujian penurunan nilai aset diperlukan, maka Perusahaan membuat estimasi formal jumlah terpulihkan aset tersebut. l. Impairment of Non-Financial Asset Values The Company assesses at each reporting date whether there is an indication that an asset may be impaired. If any such indication exists, or when annual impairment testing for an asset is required, the Company makes an estimate of the asset‟s recoverable amount. Sewa l. Leases Efektif tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan menerapkan PSAK No. 30 (Revisi 2011), “Sewa”. Penerapan PSAK No. 30 (Revisi 2011) tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap laporan keuangan Perusahaan. Effective January 1, 2012, the Company adopted SFAS No. 30 (Revised 2011), “Lease”. The adoption of SFAS No. 30 (Revised 2011) did not have significant impact on the Company‟s financial statements. Perusahaan mengklasifikasikan sewa berdasarkan sejauh mana risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset sewaan berada pada lessor atau lessee, dan pada substansi transaksi daripada bentuk kontraknya, pada tanggal pengakuan awal. The Company classifies leases based on the extent to which risks and rewards incidental to the ownership of a leased asset are vested upon the lessor or the lessee, and the substance of the transaction rather than the form of the contract, at inception date Sewa Pembiayaan Finance Lease Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan jika sewa tersebut mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan suatu aset. A lease is classified as a finance lease if it transfers substantially all the risks and rewards incidental to ownership of an asset. Sewa Operasi Operating Lease Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa operasi jika sewa tidak mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Dengan demikian, pembayaran sewa yang dilakukan oleh Perusahaan sebagai lessee diakui sebagai beban dengan metode garis lurus (straight-line method) selama masa sewa. A lease is classified as an operating lease if it does not transfer substantially all the risk and rewards incidental to ownership of the leased asset. Accordingly, the lease payments made by the Company as a lessee are recognized as expense using the straight-line method over the lease term. 21
  • 97.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2. IKHTISAR (lanjutan) m. KEBIJAKAN AKUNTANSI PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PENTING 2. Agunan yang Diambil Alih SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) m. ACCOUNTING Repossessed Assets Agunan yang diambil alih dicatat sebesar nilai realisasi bersih. Selisih antara nilai realisasi bersih atas agunan yang diambil alih dengan saldo piutang pembiayaan konsumen yang tidak tertagih dibukukan dalam laporan laba rugi komprehensif. Pada saat agunan yang diambil alih tersebut dijual, nilai tercatatnya dikeluarkan dari akun yang bersangkutan. Laba atau rugi yang timbul, termasuk biaya-biaya yang timbul setelah pengambilalihan agunan tersebut, dicatat dalam laporan laba rugi tahun yang bersangkutan. n. Repossessed assets is stated at net realizable value. The difference between the net realizable value of the repossessed assets and the balance of uncollectible consumer financing receivables is reflected in the current year statements of comprehensive income. If they are subsequently disposed, their carrying amounts are removed from the related account. Any resulting gains or losses, including expenses incurred subsequent to the foreclosure, are recognized in the statements of income for the related year. Pengakuan Pendapatan dan Beban i. n. Pendapatan pembiayaan konsumen, pendapatan bunga dan beban bunga Revenue and Expense Recognition i. Consumer financing income, income and interest expense interest Perusahaan mengakui pendapatan atas pembiayaan konsumen seperti yang dijelaskan pada Catatan 2f. The Company recognizes revenue on consumer financing as plained in Note 2f above. Pendapatan pembiayaan konsumen dinyatakan sebesar pendapatan bersih setelah dikurangi dengan bagian pendapatan milik bank-bank sehubungan dengan transaksi-transaksi kerjasama pembiayaan bersama (lihat Catatan 2f). The consumer financing income is presented net of amounts of the banks‟ portion on such income relating to the cooperation transactions of joint financing (see Note 2f). Pelunasan sebelum masa pembiayaan konsumen berakhir dianggap sebagai suatu pembatalan kontrak pembiayaan konsumen dan laba atau rugi yang timbul, diakui dalam laporan laba rugi komprehensif tahun berjalan. Early termination is treated as cancellation of existing agreement and the resulting gain or loss is reflected in the statements of comprehensive income for the year. Perusahaan berhak menentukan tingkat bunga yang lebih tinggi ke konsumen daripada tingkat bunga yang ditetapkan oleh bank-bank sehubungan dengan transaksi kerjasama pembiayaan bersama. Selisihnya merupakan pendapatan dari transaksitransaksi tersebut bagi Perusahaan dan disajikan sebagai “Pendapatan Pembiayaan Konsumen, Bersih” pada laporan laba rugi komprehensif tahun berjalan. The Company has the right to set higher interest rates to customers than that stated by the banks for the cooperation transaction of joint financing. The difference is recognized as revenue from such transactions and presented as “Consumer Financing Income, Net” in the statements of comprehensive income for the year. Pendapatan dan beban administrasi, kecuali biaya-biaya/pendapatan yang timbul pertama kali yang terkait langsung dengan kredit pembiayaan konsumen seperti dijelaskan pada Catatan 2f, diakui pada saat diperoleh atau terjadinya. Administration income and expenses, except for the initial direct cost/income relating to the consumer financing as explained in Note 2f, are recognized when earned or incurred. 22
  • 98.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2. IKHTISAR (lanjutan) n. KEBIJAKAN AKUNTANSI PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PENTING 2. Pengakuan Pendapatan dan Beban (lanjutan) SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) n. ii. Pendapatan dan beban lain-lain ACCOUNTING Revenue and Expense Recognition (continued) ii. Other Income and charges Pendapatan denda keterlambatan dan pinalti diakui pada saat denda keterlambatan dan pinalti diterima. Beban, kecuali beban-beban yang timbul pertama kali yang terkait langsung dengan kredit pembiayaan konsumen seperti dijelaskan pada Catatan 2f, serta pendapatan lainnya diakui pada saat terjadinya (accrual basis). o. Late charges and penalty income are recognized when the late charges and penalty are received. Expenses, except for the initial direct cost relating to the consumer financing as discussed in Note 2f and others income, are recognized when realized (accrual basis). Transaksi dan Saldo Dalam Mata Uang Asing o. Foreign Currency Transactions and Balances Mulai tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan menerapkan PSAK No.10 (Revisi 2010), “Transaksi dalam Mata Uang Asing”. Penerapan PSAK No.10 (Revisi 2010) tidak menimbulkan dampak yang signifikan terhadap pelaporan keuangan dan pengungkapan dalam laporan keuangan. The adoption of SFAS No.10 (Revised 2010) has no significant impact on the financial reporting and disclosures in the financial statements. Transaksi dalam mata uang asing dicatat berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal laporan posisi keuangan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing disesuaikan ke dalam Rupiah berdasarkan kurs rata-rata Bank Indonesia yang berlaku pada tanggal tersebut. Laba atau rugi kurs yang terjadi, dikreditkan atau dibebankan pada laba rugi komprehensif tahun berjalan. Transactions involving foreign currencies are recorded at the rates of exchange prevailing at the time of the transactions are made. At statement of financial position date, monetary assets and liabilities are denominated in foreign currencies are adjusted to Indonesian Rupiah to reflect the prevailing average rates of exchange at such date as published by Bank Indonesia. Any resulting gains or losses are credited or charged to the statements of comprehensive income for the year. Pada tanggal 31 Desember 2012 (2011), kurs rata-rata mata uang asing yang digunakan, adalah Rp 9.670 (dalam nilai penuh) (Rp 9.068 (dalam nilai penuh)) per US$ 1. p. Starting January 1, 2012, the Company adopted SFAS No.10 (Revised 2010), “Transactions in Foreign Currencies”. As of December 31, 2012 (2011) the rate average rates of exchange used were Rp 9,670 (in full amount) (Rp 9,068 (in full amount)) to US$ 1. Estimasi Liabilitas Karyawan atas Imbalan Kerja p. Estimated Liabilities for Employees’ Benefits Mulai tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan menerapkan PSAK No.24 (Revisi 2010), “Imbalan Kerja”. Starting January 1, 2012, the Company adopted SFAS No.24 (Revised 2010), “Employee Benefit”. Penerapan PSAK No.24 (Revisi 2010) tidak menimbulkan perubahan yang besar terhadap pelaporan keuangan dan pengungkapan dalam laporan keuangan. The adoption of SFAS No.24 (Revised 2010) has no significant impact on the financial reporting and disclosures in the financial statements. 23
  • 99.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2. IKHTISAR (lanjutan) p. KEBIJAKAN Liabilitas (lanjutan) atas AKUNTANSI Imbalan Kerja PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PENTING 2. Karyawan SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) p. ACCOUNTING Liabilities for Employees’ Benefits (continued) Perusahaan mencatat penyisihan manfaat untuk memenuhi imbalan minimum yang harus dibayar kepada karyawan-karyawan sesuai dengan Undang-undang Ketenagakerjaan No.13/2003 (“Undang-undang Tenaga Kerja”). Penyisihan tersebut diestimasi dengan menggunakan perhitungan aktuarial metode “Projected Unit Credit”. Penyisihan biaya jasa masa lalu ditangguhkan dan diamortisasi selama sisa masa kerja rata rata yang diharapkan dari karyawan yang memenuhi syarat tersebut. Selain itu, penyisihan untuk biaya jasa kini dibebankan langsung pada operasi tahun berjalan. Keuntungan atau kerugian aktuarial yang timbul dari penyesuaian dan perubahan dalam asumsi-asumsi aktuarial diakui sebagai pendapatan atau beban apabila akumulasi keuntungan atau kerugian aktuarial neto yang belum diakui pada akhir periode pelaporan sebelumnya melebihi 10,00% dari nilai kini kewajiban imbalan pasti atau 10,00% dari nilai wajar aset dana pensiun, pada tanggal tersebut. Keuntungan atau kerugian actuarial yang melebihi batas 10,00% tersebut diakui atas dasar metode garis lurus selama ekspektasi ratarata sisa masa kerja karyawan yang memenuhi syarat. Provisions made pertaining to past service costs are deferred and amortized over the expected average remaining service years of the qualified employees. On the other hand, provisions for current service costs are directly charged to operations of the current year. Actuarial gains or losses arising from experience adjustments and changes in actuarial assumptions are recognized as income or expense when the net cumulative unrecognized actuarial gains or losses at the end of the previous reporting period exceed the greater of 10.00% of the present value of the defined benefit obligations or 10.00% of the fair value of plan assets, at that date. The actuarial gains or losses in excess of the said 10.00% threshold are recognized on a straight-line method over the expected average remaining service years of the qualified employees. Perusahaan mengakui laba atau rugi dari kurtailmen atas program pensiun manfaat pasti pada saat kurtailmen terjadi (apabila terdapat komitmen untuk melakukan pengurangan material terhadap jumlah karyawan yang mengikuti program pensiun atau apabila terdapat perubahan terhadap ketentuan program pensiun manfaat pasti dimana bagian yang material untuk jasa yang diberikan oleh karyawan aktif pada masa depan tidak lagi memenuhi ketentuan dari program pensiun, atau akan memenuhi ketentuan untuk manfaat yang lebih rendah). Keuntungan atau kerugian kurtailmen terdiri dari perubahan yang terjadi dalam nilai wajar aset dana pensiun, perubahan yang terjadi dalam nilai kini kewajiban pensiun manfaat pasti dan keuntungan atau kerugian actuarial dan biaya jasa lalu yang belum diakui sebelumnya. q. The Company made provisions in order to meet the minimum benefits required to be paid to the qualified employees under Labor Law No.13/2003 (the “Labor Law”). The said provisions are estimated using actuarial calculations using the “Projected Unit Credit” method. The Company recognizes gains or losses on the curtailment of a defined benefit plan when the curtailment occurs (when there is a commitment to make a material reduction in the number of employees covered by a plan or when there is an amendment of the defined benefit plan terms such that a material element of future services to be provided by current employees will no longer qualify for benefits, or will qualify only for reduced benefits). The gain or loss on curtailment comprises any resulting change in the fair value of plan assets, change in the present value of defined benefit obligation and any related actuarial gains and losses and past service cost that had not previously been recognized. Pajak Penghasilan q. Efektif tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan menerapkan PSAK No.46 (Revisi 2010), “Pajak Penghasilan”, yang mengharuskan Perusahaan untuk memperhitungkan konsekuensi pajak kini dan pajak masa depan atas pemulihan di masa depan (penyelesaian) dari jumlah tercatat aset (liabilitas) yang diakui dalam laporan posisi keuangan, dan transaksi transaksi serta peristiwa lain yang terjadi dalam tahun berjalan yang diakui dalam laporan keuangan. Income Tax Effective on January 1, 2012, the Company applied SFAS No.46 (Revised 2010), “Accounting for Income Tax”, which requires the Company to account for the current and future tax consequences of the future recovery (settlement) of the carrying amount of assets (liabilities) that are recognized in the statement of financial position; and transactions and other events of the current year that are recognized in the financial statements. 24
  • 100.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2. IKHTISAR (lanjutan) q. KEBIJAKAN AKUNTANSI PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PENTING 2. Pajak Penghasilan (lanjutan) SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) q. ACCOUNTING Income Tax (continued) Beban pajak kini ditetapkan berdasarkan taksiran penghasilan kena pajak tahun berjalan. Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer antara aset dan liabilitas untuk tujuan komersial dan untuk tujuan perpajakan setiap tanggal pelaporan. Manfaat pajak di masa mendatang, seperti nilai terbawa atas saldo rugi fiskal yang belum digunakan, jika ada, juga diakui sejauh realisasi atas manfaat pajak tersebut dimungkinkan. Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur pada tarif pajak yang diharapkan akan digunakan pada tahun ketika aset direalisasi atau ketika liabilitas dilunasi berdasarkan tarif pajak (dan peraturan perpajakan) yang berlaku atau secara substansial telah diberlakukan pada tanggal laporan posisi keuangan. Deferred tax assets and liabilities are measured at the tax rates that are expected to apply to the year when the assets are realized or the liabilities are settled, based on the applicable tax rates (and tax laws) that have been enacted or substantively enacted at statements of financial position date. Perubahan nilai tercatat aset dan liabilitas pajak tangguhan yang disebabkan oleh perubahan tarif pajak dibebankan pada tahun berjalan, kecuali untuk transaksi-transaksi yang sebelumnya telah langsung dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas. Changes in the carrying amount of deferred tax assets and liabilities due to a change in tax rates is charged to current year operations, except to the extent that it relates to items previously charged or credited to equity. Perubahan terhadap kewajiban perpajakan diakui pada saat penetapan pajak diterima atau jika Perusahaan mengajukan keberatan, pada saat keputusan atas keberatan telah ditetapkan. Amendments to tax obligations are recorded when an assessment is received or, if appealed against by the Company, when the result of the appeal is determined. Sebelum tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan mencatat bunga dan denda untuk kekurangan pembayaran pajak penghasilan, jika ada, dalam “Beban Operasi Lainnya” dalam laporan laba rugi komprehensif. Prior to January 1, 2012, the Company presented interest and penalties for the underpayment of income tax, if any, as part of “Other Operating Expense” in the statement of comprehensive income. Efektif tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan menerapkan PSAK No.46 (Revisi 2010), yang mensyaratkan Perusahaan mencatat bunga dan denda untuk kekurangan/kelebihan pembayaran pajak penghasilan, jika ada, sebagai bagian dari “Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan - Kini” dalam laporan laba rugi komprehensif. r. Current tax expense is provided based on the estimated taxable income for the current year. Deferred tax assets and liabilities are recognized for temporary differences between commercial and tax bases of assets and liabilities at each reporting date. Future tax benefit, such as the carry-forward of unused tax losses, if any, is also recognized to the extent that realization of such tax benefit is probable. Effective January 1, 2012, the Company applied SFAS No.46 (Revised 2010), which requires the Company to present interest and penalties for the underpayment/overpayment of income tax, if any, as part of “Income Tax Benefit (Expense)“Current” in the statement of comprehensive income. Biaya Penerbitan Emisi Efek Ekuitas, Emisi Obligasi dan Medium Term Note (MTN) r. Stock, Bonds and Medium Term Note (MTN) Issuance Costs Biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan penawaran umum saham Perusahaan kepada masyarakat dicatat dan disajikan sebagai pengurang terhadap akun “Tambahan Modal Disetor - Bersih” (agio saham) yang berasal dari penawaran umum saham tersebut (lihat Catatan 21). Costs incurred in connection with the public offering of the Company‟s shares were recorded and accounted as an offset against the related “Additional Paid-in Capital - Net” arising from the public offering of the Company‟s shares (see Note 21). Biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan penerbitan Medium Term Note (MTN) atau obligasi dicatat sebagai pengurang terhadap hasil penerbitan dan diamortisasi dengan menggunakan suku bunga efektif selama jangka waktu MTN atau obligasi (lihat Catatan 2d). Costs incurred relating to the Medium Term Notes (MTN) or bonds issuance are presented as deduction from issuance proceeds and amortized using the effective interest rate over the term of the MTN or bonds (see Note 2d). 25
  • 101.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2. IKHTISAR (lanjutan) s. KEBIJAKAN AKUNTANSI PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PENTING 2. Laba Bersih per Saham Dasar SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) s. Laba bersih per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih masing-masing tahun dengan jumlah rata-rata tertimbang saham Perusahaan yang beredar pada tahun yang bersangkutan yaitu sebesar 1.325.000.000 saham pada tahun 2012 (2011) (lihat Catatan 35). t. ACCOUNTING Basic Earnings per Share Basic earnings per share are computed by dividing net income by the weighted average number of shares outstanding during the year, amounted to 1,325,000,000 shares in 2012 (2011) (see Note 35). Informasi Segmen t. Segment Information Segmen adalah bagian khusus dari Perusahaan yang terlibat baik menyediakan produk dan jasa (segmen usaha), maupun dalam menyediakan produk dan jasa dalam lingkungan ekonomi tertentu (segmen geografis), yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dari segmen lainnya. Jumlah setiap unsur segmen dilaporkan merupakan ukuran yang dilaporkan kepada pengambil keputusan operasional untuk tujuan pengambilan keputusan untuk mengalokasikan sumber daya kepada segmen dan menilai kinerjanya. The amount of each segment item reported is the measure reported to the chief operation decision maker for the purposes of making decisions about allocating resources to the segment and assessing its performance. Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen termasuk item-item yang dapat diatribusikan langsung kepada suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang sesuai kepada segmen tersebut. Segment revenue, expenses, result, assets and liabilities include items directly attributable to a segment as well as those that can be allocated on a reasonable basis to that segment. Informasi keuangan dilaporkan berdasarkan informasi yang digunakan oleh manajemen dalam mengevaluasi kinerja setiap segmen dan menentukan pengalokasian sumber daya. Sehubungan dengan ini, informasi segmen dalam laporan keuangan disajikan berdasarkan pengklasifikasian umum atas daerah pemasaran sebagai segmen geografis. Rincian informasi segmen tersebut diungkapkan dalam Catatan 34. u. A segment is a distinguishable component of the Company that is engaged either in providing certain products within a particular economic environment (geographical segment), which is subject to risks and reward that are different from those of other segments. Financial information is reported based on the information used by management in evaluating the performance of each segment and determining the allocation of resources. In this respect, the business segment information in the financial statements is presented based on general classification of marketing areas as geographical segments. The details of segment information are disclosed in Note 34. Provisi u. Provisions Provisi diakui jika Perusahaan memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) yang akibat peristiwa masa lalu besar kemungkinannya penyelesaian kewajiban tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat. Provisions are recognized when the Company has a present obligation (legal or constructive) where, as a result of a past event, it is probable that an outflow of resources embodying economic benefits will be required to settle the obligation and a reliable estimate can be made of the amount of the obligation. Provisi ditelaah pada setiap akhir periode pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi kini terbaik. Jika tidak terdapat kemungkinan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi untuk menyelesaikan kewajiban tersebut, provisi tidak diakui. Provisions are reviewed at each reporting date and adjusted to reflect the current best estimate. If it is no longer probable that an outflow of resources embodying economic benefits will be required to settle the obligation, the provision is reversed. 26
  • 102.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 3. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI 3. USE OF JUDGMENTS, ASSUMPTIONS ESTIMATES AND Pertimbangan Judgments Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mewajibkan manajemen untuk membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah-jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan. Ketidakpastian mengenai asumsi dan estimasi tersebut dapat mengakibatkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya. The preparation of financial statements, in conformity with Indonesian Financial Accounting Standards requires management to make estimations and assumptions that affect amounts reported therein. Uncertainty about these assumptions and estimation could result material adjustments to the carrying amount of assets and liabilities within the next financial period. Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan: The following judgments are made by management in the process of applying the Company accounting policies that have the most significant effects on the amounts recognized in the financial statements: Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan Classification Liabilities Perusahaan menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan mempertimbangkan bila definisi yang ditetapkan PSAK No. 55 (Revisi 2011) dipenuhi. Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi Perusahaan seperti diungkapkan pada Catatan 2d. The Company determine the classifications of certain assets and liabilities as financial assets and financial liabilities by judging if they meet the definition set forth in SFAS No. 55 (Revised 2011). Accordingly, the financial assets and financial liabilities are accounted for in accordance with the Company accounting policies disclosed in Note 2d. Estimasi dan Asumsi Estimation and Assumptions Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk tahun/periode berikutnya diungkapkan di bawah ini. Perusahaan mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan disusun. The key assumptions concerning the future and other key sources of estimation uncertainty at the reporting date that have a significant risk of causing a material adjustment to the carrying amounts of assets and liabilities within the next financial year/period are disclosed below. The Company based its assumptions and estimates on parameters available when the financial statements were prepared. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi di luar kendali Perusahaan. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya. Existing circumstances and assumptions about future developments may change due to market changes or circumstances arising beyond the control of the Company. Such changes are reflected in the assumptions when they occur. Cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan Allowance for impairment losses on financial assets Evaluasi atas cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi dijelaskan pada Catatan 2d dan 2g. Allowance for impairment losses on financial assets carried at amortized cost are evaluated as explained in Notes 2d and 2g. Evaluasi cadangan kerugian penurunan nilai secara kolektif mencakup kerugian kredit yang melekat pada portofolio piutang pembiayaan konsumen dengan karakteristik risiko kredit yang sejenis ketika terdapat bukti obyektif bahwa telah terjadi penurunan nilai piutang dalam portofolio tersebut. Dalam menentukan perlunya untuk membentuk cadangan kerugian penurunan nilai secara kolektif, manajemen mempertimbangkan faktor-faktor seperti kualitas kredit, besarnya portofolio, konsentrasi kredit dan faktor-faktor ekonomi. Allowance for impairment losses collectively assessed includes inherent credit losses in consumer financing receivables portfolios with similar credit risk characteristics when objective evidence of impairment exist for those portfolios. In assessing the need for collective allowances for impairment losses, management considers factors such as credit quality, portfolio size, credit concentrations and economic factors. 27 of Financial Assets and Financial
  • 103.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 3. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI (lanjutan) 3. USE OF JUDGMENTS, ASSUMPTIONS (continued) ESTIMATES AND Estimasi dan Asumsi (lanjutan) Estimation and Assumptions (continued) Cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan (lanjutan) Allowance for impairment losses on financial assets (continued) Dalam mengestimasi cadangan yang dibutuhkan, asumsi-asumsi dibuat untuk menentukan model kerugian bawaan dan untuk menentukan parameter input yang diperlukan, berdasarkan pengalaman historis dan keadaan ekonomi saat ini. Ketepatan dari cadangan ini bergantung pada asumsi model dan parameter yang digunakan dalam penentuan cadangan kolektif. In order to estimate the required allowance, assumptions are made to define the way inherent losses are modeled and to determine the required input parameters, based on historical experience and current economic conditions. The accuracy of the allowances depends on the model assumptions and parameters used in determining collective allowances. Nilai tercatat atas estimasi cadangan kerugian penurunan nilai piutang pembiayaan konsumen Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2012 (2011) adalah sebesar Rp 31.478 (Rp 32.708). Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 6. The carrying amount of the Company‟s estimated allowance for impairment losses of consumer financing receivables as of December 31, 2012 (2011) is Rp 31,478 (Rp 32,708). Further details are discussed in Note 6. Imbalan Kerja Karyawan Employee Benefits Penentuan biaya imbalan kerja dan liabilitas imbalan kerja Perusahaan bergantung pada pemilihan asumsi yang digunakan oleh aktuaris independen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat kematian. Hasil aktual yang berbeda dari asumsi yang ditetapkan Perusahaan yang memiliki pengaruh lebih dari 10% dari kewajiban imbalan pasti, ditangguhkan dan diamortisasi secara garis lurus selama rata-rata sisa masa kerja karyawan. Walaupun Perusahaan berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai, perbedaan signifikan pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Perusahaan dapat mempengaruhi secara material liabilitas diestimasi atas imbalan kerja dan beban imbalan kerja bersih. Nilai tercatat atas liabilitas diestimasi imbalan kerja Perusahaan berjumlah Rp 11.790 (Rp 10.664) pada tanggal 31 Desember 2012 (2011). Penjelasan lebih lanjut diungkapkan dalam Catatan 29. The determination of the Company‟s retirement benefit expenses and employee benefits liabilities is dependent on its selection of certain assumptions used by the independent actuaries in calculating such amounts. Those assumptions include among others, discount rates, future annual salary increase, annual employee turn-over rate, disability rate, retirement age and mortality rate. Actual results that differ from the Company assumptions which affects are more than 10% of the defined benefit obligations are deferred and being amortized on a straight line method over the expected average remaining service years of the qualified employees. While the Company believes that its assumptions are reasonable and appropriate, significant differences in the Company actual experiences or significant changes in the Company assumptions may materially affect its estimated liabilities for employee benefits and net employee benefits expense. The carrying amount of the Company estimated liabilities for employee benefits amounting to Rp 11,790 (Rp 10,664) as of December 31, 2012 (2011). Further details are contained in Note 29. Penyusutan Aset Tetap Depreciation of Fixed Assets Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 4 sampai dengan 20 tahun. Ini adalah umur yang secara umum diharapkan dalam industri di mana Perusahaan menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi. Nilai tercatat bersih atas aset tetap Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2012 (2011) berjumlah Rp 132.620 (Rp 141.890). Penjelasan lebih lanjut diungkapkan dalam Catatan 11. The costs of fixed assets are depreciated on a straightline basis over their estimated useful lifes. Management estimates the useful lifes of these fixed assets to be within 4 to 20 years. These are common life expectancies applied in the industries where the Company conducts their businesses. Changes in the expected level of usage and technological development could impact the economic useful lifes and the residual values of these assets, and therefore future depreciation charges could be revised. The net carrying amount of the Company fixed assets amounting to Rp 132,620 (Rp 141,890) as of December 31, 2012 (2011). Further details are contained in Note 11. 28
  • 104.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 3. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI (lanjutan) 3. USE OF JUDGMENTS, ASSUMPTIONS (continued) ESTIMATES AND Estimasi dan Asumsi (lanjutan) Instrumen Keuangan Financial Instruments Perusahaan mencatat aset dan liabilitas keuangan tertentu pada nilai wajar, yang mengharuskan penggunaan estimasi akuntansi. Sementara komponen signifikan atas pengukuran nilai wajar ditentukan menggunakan bukti obyektif yang dapat diverifikasi, jumlah perubahan nilai wajar dapat berbeda bila Perusahaan menggunakan metodologi penilaian yang berbeda. The Company carries certain financial assets and liabilities at fair values, which requires the use of accounting estimates. While significant components of fair value measurement were determined using verifiable objective evidences, the amount of changes in fair values would differ if the Company utilized different valuation methodology. Perubahan nilai wajar aset dan liabilitas keuangan tersebut dapat mempengaruhi secara langsung laba atau rugi Perusahaan. Nilai tercatat dari aset dan liabilitas keuangan pada nilai wajar dalam laporan posisi keuangan berjumlah Rp 3.913.294 dan Rp 3.142.352 pada tanggal 31 Desember 2012 (Rp 3.626.197 dan Rp 3.022.721 pada tanggal 31 Desember 2011). Any changes in fair values of these financial assets and liabilities would affect directly the Company profit or loss. The carrying amount of financial assets carried at fair values in the interim consolidated statement of financial position was amounting to Rp 3,913,294 and Rp 3,142,352 as of December 31, 2012 (Rp 3,626,197 and Rp 3,022,721 as of December 31, 2011). Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan Impairment of Non-financial Assets Penurunan nilai muncul saat nilai tercatat aset atau UPK melebihi nilai terpulihkannya, yang lebih besar antara nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakainya. Nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual didasarkan pada ketersediaan data dari perjanjian penjualan yang mengikat yang dibuat dalam transaksi normal atas aset serupa atau harga pasar yang dapat diamati dikurangi dengan biaya tambahan yang dapat diatribusikan dengan pelepasan aset. An impairment exists when the carrying value of an asset or CGU exceeds its recoverable amount, which is the higher of its fair value less costs to sell and its value in use. The fair value less costs to sell calculation is based on available data from binding sales transactions in an arm‟s length transaction of similar assets or observable market prices less incremental costs for disposing the asset. Nilai tercatat atas estimasi cadangan penurunan nilai pasar atas agunan yang diambil alih adalah sebesar Rp 7.689 (Rp 4.355) pada tanggal 31 Desember 2012 (2011). 4. Estimation and Assumptions (continued) The net carrying amount of estimated allowane for decline in market value are Rp 7,689 (Rp 4,355) as of December 31, 2012 (2011). KAS DAN SETARA KAS 4. Akun ini terdiri dari: This account consists of: 2012 Kas Bank Pihak ketiga Rupiah PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Syariah Mandiri PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Danamon Indonesia Tbk PT Bank CIMB Niaga Tbk CASH AND CASH EQUIVALENTS 2011 64.195 48.766 8.728 10.182 5.983 5.542 4.504 112 5.122 4.279 1.441 913 1.969 1.528 29 Cash on hand Cash in banks Third parties Rupiah PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Syariah Mandiri PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Danamon Indonesia Tbk PT Bank CIMB Niaga Tbk
  • 105.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 4. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) KAS DAN SETARA KAS (lanjutan) 4. 2012 Bank (lanjutan) Pihak ketiga (lanjutan) Rupiah (lanjutan) PT Bank Commonwealth PT Bank Permata Syariah Tbk PT Bank ICBC Indonesia PT Bank Internasional Indonesia Tbk PT Bank Permata Tbk PT Bank Mayora PT Bank Harda International PT Bank Artha Graha Internasional Tbk PT Bank ICB Bumiputera Tbk (dahulu PT Bank Bumiputera Indonesia Tbk) PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah PT Bank Jabar Banten Divisi Syariah PT Bank OCBC NISP PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk - Divisi Syariah PT Bank Pan Indonesia Tbk Bank of China PT Bank Hana PT Bank Mega Tbk PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat PT Bank Muamalat Indonesia Tbk PT Bank Agris PT Bank CIMB Niaga Tbk Divisi Syariah PT Bank Victoria PT Bank Danamon Indonesia Tbk Divisi Syariah PT Bank Internasional Indonesia Tbk Divisi Syariah PT Bank Central Asia Tbk Divisi Syariah PT Bank Sinarmas PT Bank Pan Indonesia Tbk Divisi Syariah PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan PT Bank Pembangunan Daerah Jambi PT Bank Jabar Banten PT Bank Agroniaga Tbk PT Bank Windu Kentjana CASH AND CASH EQUIVALENTS (continued) 2011 376 337 187 2 355 156 144 89 83 138 143 10 129 75 28 72 18 65 82 61 51 581 52 39 31 27 18 16 89 27 11 18 108 16 15 15 1 15 - 14 13 199 91 12 18 12 17 12 11 15 14 11 11 2 3 1 1 - 1 16 10 30 Cash in banks (continued) Third parties (continued) Rupiah (continued) PT Bank Commonwealth PT Bank Permata SyariahTbk PT Bank ICBC Indonesia PT Bank Internasional Indonesia Tbk PT Bank Permata Tbk PT Bank Mayora PT Bank Harda International PT Bank Artha Graha Internasional Tbk PT Bank ICB Bumiputera Tbk (formerly PT Bank Bumiputera Indonesia Tbk) PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah PT Bank Jabar Banten Syariah Division PT Bank OCBC NISP PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk - Syariah Division PT Bank Pan Indonesia Tbk Bank of China PT Bank Hana PT Bank Mega Tbk PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat PT Bank Muamalat Indonesia Tbk PT Bank Agris PT Bank CIMB Niaga Tbk Syariah Divison PT Bank Victoria PT Bank Danamon Indonesia Tbk - Syariah Division PT Bank Internasional Indonesia Tbk Syariah Division PT Bank Central Asia Tbk Syariah Division PT Bank Sinarmas PT Bank Pan Indonesia Tbk Syariah Division PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan PT Bank Pembangunan Daerah Jambi PT Bank Jabar Banten PT Bank Agroniaga Tbk PT Bank Windu Kentjana
  • 106.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 4. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) KAS DAN SETARA KAS (lanjutan) 4. 2012 CASH AND CASH EQUIVALENTS (continued) 2011 Bank (lanjutan) Pihak ketiga (lanjutan) Dolar Amerika Serikat PT Bank Permata Tbk (US$ 43.154 pada tahun 2012), dalam nilai penuh PT Bank Danamon Indonesia Tbk (US$ 2.017 (US$ 2.095) pada tahun 2012 (2011)), dalam nilai penuh PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (US$ 1.940 (US$ 2.495) pada tahun 2012 (2011)), dalam nilai penuh PT Bank CIMB Niaga Tbk (US$ 348 (US$ 471) pada tahun 2012 (2011)), dalam nilai penuh 417 20 19 19 23 3 4 94.345 Jumlah Kas dan Bank - 73.588 Cash in banks (continued) Third parties (continued) United States Dollar PT Bank Permata Tbk (US$ 43,154 in 2012), in full amount PT Bank Danamon Indonesia Tbk (US$ 2,017 (US$ 2,095) in 2012 (2011)), in full amount PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (US$ 1,940 (US$ 2,495) in 2012 (2011)), in full amount PT Bank CIMB Niaga Tbk (US$ 348 (US$ 471) in 2012 (2011)), in full amount Total Cash on Hand and in Banks Setara Kas Pihak ketiga Deposito on Call Rupiah PT Bank Permata Tbk 2.500 2.500 Cash Equivalents Third parties Deposits on Call Rupiah PT Bank Permata Tbk Jumlah Setara Kas 2.500 2.500 Total Cash Equivalents 96.845 76.088 Total Cash and Cash Equivalents 4,00% - 6,60% Annual interest rate of deposits on call Rupiah Currency Jumlah Kas dan Setara Kas Tingkat bunga deposito on call per tahun Mata uang Rupiah 5. 3,25% - 5,75% DEPOSITO BERJANGKA YANG DIJAMINKAN 5. Akun ini terdiri dari: This account consists of: 2012 Rupiah PT Bank Danamon Indonesia Tbk Tingkat bunga deposito berjangka per tahun 2011 82 862 Rupiah PT Bank Danamon Indonesia Tbk 5,00% - 5,50% 5,00% - 5,50% Annual interest rate of time deposits Deposito berjangka tersebut dijadikan sebagai jaminan atas fasilitas kredit dari bank yang sama (lihat Catatan 12). 6. PLEDGED TIME DEPOSITS The above time deposits are used as collateral for the credit facilities from the same bank (see Note 12). PIUTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN - BERSIH 6. Akun ini merupakan piutang yang timbul dari kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan kendaraan bermotor kepada konsumen dengan pembayaran angsuran secara berkala. CONSUMER FINANCING RECEIVABLES - NET This account represents receivables arising from financing activities in the from of providing two-wheeled motor vehicles to consumers with periodic installment payment schedule. 31
  • 107.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 6. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PIUTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN - BERSIH (lanjutan) 6. Rincian piutang pembiayaan konsumen adalah sebagai berikut: Piutang pembiayaan konsumen Pendapatan pembiayaan konsumen yang belum diakui Cadangan kerugian penurunan nilai Piutang Pembiayaan Konsumen Bersih Rata-rata tingkat bunga efektif per tahun - Rupiah - NET The details of consumer financing receivables are as follows: 2012 Pihak ketiga Piutang pembiayaan konsumen - kotor Dikurangi: Bagian pinjaman yang dibiayai bank-bank sehubungan dengan transaksi kerjasama pembiayaan bersama dan penerusan pinjaman (lihat Catatan 30a) CONSUMER FINANCING RECEIVABLES (continued) 2011 5.157.525 (385.470 ) 4.772.055 4.725.088 (258.006 ) 4.467.082 (995.791 ) (937.325 ) (31.478 ) (32.708 ) 3.744.786 3.497.049 25% - 41% 25% - 41% Angsuran piutang pembiayaan konsumen yang akan diterima dari konsumen sesuai dengan tanggal jatuh temponya adalah sebagai berikut: Third parties Consumer financing receivables - gross Less: Amounts financed by banks relating to joint financing cooperation and loan channelling cooperation (see Note 30a) Consumer financing receivables Unearned consumer financing income Allowance for impairment losses Consumer Financing Reveivables Net Average effective annual interest rates - Rupiah Installment receivables which will be collected from consumers in accordance with due dates are as follows: 2012 2011 Jatuh Tempo Dalam Waktu < 1 tahun 1 - 2 tahun > 2 tahun 3.638.360 1.253.674 265.491 3.310.935 1.168.701 245.452 Due In < 1 year 1 - 2 years > 2 years Jumlah Piutang Pembiayaan Konsumen - Kotor 5.157.525 4.725.088 Total Consumer Financing Receivables - Gross Analisis umur piutang pembiayaan konsumen - kotor adalah sebagai berikut: The aging analysis of the gross consumer financing receivables are as follows: 2012 2011 Belum jatuh tempo Lewat jatuh tempo: 1-30 hari 31-60 hari 61-90 hari Lebih dari 90 hari 5.090.072 4.666.803 32.296 8.379 5.729 21.049 23.904 7.980 5.111 21.290 Not yet due Over due: 1-30 days 31-60 days 61-90 days More than 90 days Jumlah 5.157.525 4.725.088 Total 32
  • 108.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 6. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PIUTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN - BERSIH (lanjutan) 6. Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai adalah sebagai berikut: - NET The changes of allowance for impairment losses are as follows: 2012 Saldo awal tahun Cadangan selama tahun berjalan Penghapusan piutang CONSUMER FINANCING RECEIVABLES (continued) 2011 32.708 23.987 (25.217 ) 30.467 55.166 (52.925 ) Beginning balance of the year Addition during the year Write - off during the year 31.478 32.708 Ending balance of the year Saldo Akhir Tahun Berdasarkan hasil penelaahan keadaan piutang pembiayaan konsumen pada akhir tahun, manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai di atas adalah cukup untuk menutupi kerugian yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya piutang pembiayaan konsumen. Based on review of the status of consumer financing receivables at the end of the year, management believes that the above allowance for impairment losses is adequate to cover possible losses that may arise from non-collection of consumer financing receivables. Kualitas piutang pembiayaan konsumen pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 adalah sebagai berikut: The quality of consumer financing receivables as of December 31, 2012 and 2011 are as follow: 2012 Tidak mengalami penurunan Mengalami penurunan nilai nilai Jumlah 2011 3.744.948 31.316 3.496.260 33.497 Impaired Not impaired 3.776.264 3.529.757 Total Sebagai jaminan atas piutang pembiayaan konsumen yang diberikan, Perusahaan menerima jaminan dari konsumen berupa Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) atas kendaraan bermotor yang dibiayai. Pada tanggal 31 Desember 2012 (2011), piutang pembiayaan konsumen sebesar Rp 3.077 miliar (Rp 3.285 miliar) dijadikan jaminan dengan penyerahan hak secara fidusia atas fasilitas pinjaman yang diperoleh dari bank (lihat Catatan 12). 7. As collateral to the consumer financing receivables, the company receives the ownership certificates (BPKB) of the financed motor vehicles. As of December 31, 2012 (2011), the consumer financing receivables amounting to Rp 3,077 billion (Rp 3,285 billion), are pledged as collateral through fiduciary transfer to the bank loans (see Note 12). PIUTANG LAIN-LAIN 7. Akun ini terdiri dari : OTHER RECEIVABLES This account consists of: 2012 2011 Pihak ketiga Piutang penerimaan angsuran konsumen Klaim asuransi Piutang karyawan Lain-lain 1.124 429 330 3.473 376 763 2.431 Third parties Consumer installment receipt receivables Insurance claim Employee receivables Others Jumlah 5.356 3.570 Total Piutang penerimaan angsuran konsumen merupakan pembayaran angsuran konsumen melalui PT Pos Indonesia. Pembayaran angsuran konsumen melalui PT Pos Indonesia akan dibayarkan ke Perusahaan melalui transfer ke rekening bank dengan jangka waktu 1 (satu) hari kerja terhitung dari tanggal penerimaan angsuran konsumen. Consumer installment receipt receivables are consumer installment payments through PT Pos Indonesia. Consumer installment payments through PT Pos Indonesia will be paid to the Company by transfer to bank account within one (1) working day from the date of receipt of the consumer installment. Manajemen berpendapat bahwa seluruh piutang lainlain dapat tertagih sehingga tidak diperlukan cadangan penurunan nilai atas piutang lain-lain. Management believes that all of other receivables can be fully collectible, and, hence no allowance for impairment of other receivables is necessary. 33
  • 109.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 8. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) AGUNAN YANG DIAMBIL ALIH - BERSIH 8. REPOSSESSED ASSETS - NET Akun ini terdiri dari: This account consists of: 2012 2011 Agunan yang diambil alih Dikurangi: Cadangan penurunan nilai pasar 24.527 18.641 (7.689 ) (4.355) Repossessed assets Less: Allowance for decline in market value Bersih 16.838 14.286 Net Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan penurunan nilai pasar atas agunan yang diambil alih cukup untuk menutupi kerugian yang mungkin timbul akibat penurunan nilai pasar atas agunan yang diambil alih. 9. Management believes that the allowance for decline in market value of repossessed assets are adequate to cover a decrease in market value of repossessed assets. BIAYA DIBAYAR DI MUKA 9. PREPAID EXPENSES Biaya dibayar di muka terdiri dari: Prepaid expenses consist of: 2012 2011 Sewa dan renovasi Provisi dan administrasi utang bank - Fasilitas Syariah Instalasi telepon dan listrik Asuransi Lain-lain 20.274 17.377 1.821 506 3.677 5.740 2.191 495 5.368 Rentals and renovations Provision and administration in relation to bank loans Sharia Facilities Telephone and electrical installations Insurance Others Jumlah 10. 21.748 45.129 34.068 Total UANG MUKA 10. ADVANCES Uang muka terdiri dari: Advances consist of: 2012 Dealer Keperluan kantor Pembelian aset tetap Renovasi bangunan Lain-lain 6.415 2.685 2.491 1.307 374 8.752 2.340 340 2.005 792 Dealer Office supplies Purchases of property and equipment Building renovations Others 13.272 Jumlah 11. 2011 14.229 Total ASET TETAP 2012 Biaya Perolehan Pemilikan Langsung Tanah Bangunan Kendaraan Peralatan kantor Jumlah Aset dalam Penyelesaian Bangunan 11. Saldo Awal/ Beginning Balance Penambahan/ Addition PROPERTY AND EQUIPMENT Pengurangan/ Deduction Reklasifikasi/ Reclassification Saldo Akhir/ Ending Balance 2012 Cost Direct Ownership Land Buildings Vehicles Office equipment 21.169 77.771 14.638 74.192 274 342 12.156 1.403 517 - 21.169 78.045 13.577 85.831 187.770 12.772 1.920 - 198.622 Total 3.818 Construction in Progress Buildings - 3.818 - 34 -
  • 110.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 11. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) ASET TETAP (lanjutan) 2012 11. Saldo Awal/ Beginning Balance Penambahan/ Addition PROPERTY AND EQUIPMENT (continued) Pengurangan/ Deduction Reklasifikasi/ Reclassification Saldo Akhir/ Ending Balance 2012 Aset Sewa Kendaraan Assets Under Finance Leases 40.214 6.194 10.306 - 36.102 Vehicles Jumlah Biaya Perolehan 227.984 22.784 12.226 - 238.542 Total Cost Akumulasi Penyusutan Pemilikan Langsung Bangunan Kendaraan Peralatan kantor 8.073 8.571 45.693 4.292 2.793 14.399 776 508 - 12.365 10.588 59.584 Accumulated Depreciation Direct Ownership Buildings Vehicles Office equipment Jumlah 62.337 21.484 1.284 - 82.537 Total Aset Sewa Kendaraan 23.757 8.773 9.145 - 23.385 Assets Under Finance Leases Vehicles Jumlah Akumulasi Penyusutan 86.094 30.257 10.429 - 105.922 Total Accumulated Depreciation 132.620 Net Book Value Nilai Buku 2011 Biaya Perolehan Pemilikan Langsung Tanah Bangunan Kendaraan Peralatan kantor Jumlah Aset dalam Penyelesaian Bangunan 141.890 Saldo Awal/ Beginning Balance Penambahan/ Addition Pengurangan/ Deduction Reklasifikasi/ Reclassification Saldo Akhir/ Ending Balance 2011 299 3.334 1.965 12.853 1.697 2.438 48.603 3.398 21.169 77.771 14.638 74.192 121.453 18.451 4.135 52.001 187.770 Total - Construction in Progress Buildings 42.332 9.669 - (52.001) Aset Sewa Kendaraan Jumlah Biaya Perolehan Cost Direct Ownership Land Buildings Vehicles Office equipment 20.870 25.834 14.370 60.379 Assets Under Finance Leases 35.240 6.189 1.215 - 40.214 Vehicles 199.025 34.309 5.350 - 227.984 Total Cost Accumulated Depreciation Direct Ownership Buildings Vehicles Office equipment Akumulasi Penyusutan Pemilikan Langsung Bangunan Kendaraan Peralatan kantor 6.489 5.648 35.670 1.584 3.178 12.448 255 2.425 - 8.073 8.571 45.693 Jumlah 47.807 17.210 2.680 - 62.337 Total Aset Sewa Kendaraan 17.505 6.880 628 - 23.757 Assets Under Finance Leases Vehicles Jumlah Akumulasi Penyusutan 65.312 24.090 3.308 - 86.094 Total Accumulated Depreciation 141.890 Net Book Value Nilai Buku 133.713 Beban penyusutan yang dibebankan pada laporan laba rugi komprehensif untuk tahun 2012 (2011), adalah sebesar Rp 30.257 (Rp 24.090). Depreciation expenses were charged to statements of comprehensive income in 2012 (2011) amounted to Rp 30,257 (Rp 24,090). Pada tanggal laporan posisi keuangan, seluruh aset tetap, termasuk agunan yang diambil alih (lihat Catatan 8), kecuali tanah, telah diasuransikan terhadap risiko kerugian kebakaran, kebanjiran dan risiko lainnya melalui perusahaan asuransi pihak ketiga yaitu PT Asuransi Jaya Proteksi, PT Lippo General Insurance Tbk, PT Asuransi Indrapura, PT Asuransi MSIG Indonesia, PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk. Nilai pertanggungan keseluruhan adalah sebesar Rp 224.379 (Rp 209.863), pada tanggal 31 Desember 2012 (2011). At statement of financial position date, all property and equipment include repossessed assets (see Note 8), except land, are covered by insurance against losses by fire, flood and other risks, through third parties insurance companies, PT Asuransi Jaya Proteksi, PT Lippo General Insurance Tbk, PT Asuransi Indrapura, PT Asuransi MSIG Indonesia, PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk. Under the blanket policies, total coverage is amounting to Rp 224,379 (Rp 209,863), as of December 31, 2012 (2011). 35
  • 111.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 11. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) ASET TETAP (lanjutan) 11. PROPERTY AND EQUIPMENT (continued) Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan asuransi tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian yang timbul dari risiko-risiko tersebut. Management believes that the insurance coverage is adequate to cover possible losses that may arise from such risks. Persentase penyelesaian dari aset dalam penyelesaian pada tanggal 31 Desember 2012 (2011), dipandang dari sudut keuangan, adalah 76% (100%). Aset dalam penyelesaian tersebut diestimasi akan selesai dalam waktu 1 (satu) tahun. The percentage of completion of contruction in progress as of December 31, 2012 (2011) determinated based on financial perspective is about 76% (100%). Estimated time of completion of construction in progress is within one (1) year. Rincian penjualan aset tetap adalah sebagai berikut: The details of sales of property and equipment are as follows: 2012 Nilai tercatat Akumulasi penyusutan 2011 11.793 (10.409 ) 2.162 (1.415 ) Carrying value Accumulated depreciation Nilai buku Harga jual 1.384 3.644 747 847 Net book value Proceeds from sales Laba Penjualan Aset Tetap (Catatan 25) 2.260 100 Gain on Sale of Property and Equipment (Note 25) Pada tanggal 31 Desember 2012 (2011), tanah dan bangunan milik Perusahaan senilai Rp 36.438 (Rp 66.391) dijadikan sebagai jaminan atas fasilitas pinjaman yang diperoleh dari bank (lihat Catatan 12). Berdasarkan penelaahan atas jumlah aset tetap yang dapat diperoleh kembali, manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa tidak ada kejadian-kejadian atau perubahan-perubahan keadaan yang mengindikasikan bahwa nilai tercatatnya mungkin tidak dapat dipulihkan kembali pada tanggal-tanggal 31 Desember 2012 (2011). 12. As of December 31, 2012 (2011), land and buildings amounted to Rp 36,438 (Rp 66,391), are used as collateral for the borrowings from banks (see Note 12). Based on the assessment of the recoverability of the property and equipment, management believes that there are no events or changes in circumstances, which may indicate that the carrying amounts of these assets are not recoverable as of December 31, 2012 (2011). PINJAMAN BANK Akun ini terdiri dari pinjaman yang Perusahaan dengan rincian sebagai berikut: 12. diperoleh This account represents the Company borrowings with details as follows: 2012 A. Fasilitas Pinjaman Pihak ketiga Rupiah 1. Pinjaman Sindikasi - PT Bank Internasional Indonesia Tbk (Nilai kontrak sebesar Rp 600.000 (Rp 1.080.000) dikurangi arranger fee dan provisi bank yang belum diamortisasi sebesar Rp 5.144 (Rp 13.938) pada tahun 2012 (2011)) BANK LOANS 2011 594.856 36 1.066.062 Loan Facilities A. Third party Rupiah Syndicated Loan - PT Bank Internasional Indonesia Tbk (Contract value of Rp 600,000 (Rp 1,080,000) net of unamortized arranger fee and bank provision of Rp 5,144 (Rp 13,938) in 2012 (2011))
  • 112.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 12. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PINJAMAN BANK (lanjutan) 12. 2012 A. Fasilitas Pinjaman (lanjutan) Pihak ketiga (lanjutan) Rupiah (lanjutan) 2. PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Nilai kontrak sebesar Rp 262.695 (Rp 265.492) dikurangi provisi bank yang belum diamortisasi sebesar Rp 949 (Rp 729) pada tahun 2012 (2011)) 3. PT Bank Pan Indonesia Tbk (Nilai kontrak sebesar Rp 150.000 dikurangi provisi bank yang belum diamortisasi sebesar Rp 257 pada tahun 2012) 4. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (Nilai kontrak sebesar Rp 122.885 (Rp 89.289) dikurangi provisi bank yang belum diamortisasi sebesar Rp 462 (Rp 280) pada tahun 2012 (2011)) 5. Pinjaman Sindikasi - PT Bank Central Asia Tbk (Nilai kontrak sebesar Rp 110.000 (Rp 330.000) dikurangi arranger fee dan provisi bank yang belum diamortisasi sebesar Rp 525 (Rp 3.032) pada tahun 2012 (2011)) 6. PT Bank Permata Tbk (Nilai kontrak sebesar Rp 108.384 (Rp 165.324) dikurangi provisi bank yang diamortisasi sebesar Rp 336 (Rp 513) pada tahun 2012 (2011)) 7. PT Bank CIMB Niaga Tbk (Nilai kontrak sebesar Rp 72.500 (Rp 139.167) dikurangi provisi bank yang belum diamortisasi sebesar Rp 140 (Rp 406) pada tahun 2012 (2011)) 8. PT Bank ICBC Indonesia (Nilai kontrak sebesar Rp 72.778 (Rp 122.778) dikurangi provisi bank yang belum diamortisasi sebesar Rp 432 (Rp 862) pada tahun 2012 (2011)) 9. PT Bank OCBC NISP (Nilai kontrak sebesar Rp 66.528 (Rp 74.167) dikurangi provisi bank yang belum diamortisasi sebesar Rp 449 (Rp 650) pada tahun 2012 (2011)) BANK LOANS (continued) 2011 261.746 264.763 149.743 - 122.423 89.009 109.475 326.968 108.048 164.811 72.360 138.761 72.346 121.916 66.079 73.517 37 Loan Facilities (continued) A. Third party (continued) Rupiah (continued) PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Contract value of Rp 262,695 (Rp 265,492) net of unamortized bank provision of Rp 949 (Rp 729) in 2012 (2011)) PT Bank Pan Indonesia Tbk (Contract value of Rp 150,000 net of unamortized bank provision of Rp 257 in 2012) PT Bank Negara Indonesia (Persero)Tbk (Contract value of Rp 122,885 (Rp 89,289) net of unamortized bank provision of Rp 462 (Rp 280) in 2012 (2011)) Syndicated Loan - PT Bank Central Asia Tbk (Contract value of Rp 110,000 (Rp 330,000) net of unamortized arranger fee and bank provision of Rp 525 (Rp 3,032) in 2012 (2011)) PT Bank Permata Tbk (Contract value of Rp 108,384 (Rp 165,324) net of unamortized bank provision of Rp 336 (Rp 513) in 2012 (2011)) PT Bank CIMB Niaga Tbk Contract value of Rp 72,500 (Rp 139,167) net of unamortized bank provision of Rp 140 (Rp 406) in 2012 (2011)) PT Bank ICBC Indonesia (Contract value of Rp 72,778 (Rp 122,778) net of unamortized bank provision of Rp 432 (Rp 862) in 2012 (2011)) PT Bank OCBC NISP (Contract value of Rp 66,528 (Rp 74,167) net of unamortized bank provision of Rp 449 (Rp 650) in 2012 (2011))
  • 113.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 12. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PINJAMAN BANK (lanjutan) 12. 2012 A. Fasilitas Pinjaman (lanjutan) Pihak ketiga (lanjutan) Rupiah (lanjutan) 10. PT Bank Central Asia Tbk. (Nilai kontrak sebesar Rp 62.989 (Rp 112.989) dikurangi provisi bank yang belum diamortisasi sebesar Rp 295 (Rp 866) pada tahun 2012 (2011)) 11. PT Bank ICB Bumiputera Tbk (Nilai kontrak sebesar Rp 47.586 dikurangi provisi bank yang belum diamortisasi sebesar Rp 195 pada tahun 2012) 12. PT Bank Victoria (Nilai kontrak sebesar Rp 35.444 (Rp 3.972) dikurangi provisi bank yang belum diamortisasi sebesar Rp 255 (Rp 252) pada tahun 2012 (2011)) 13. PT Bank Commonwealth (Nilai kontrak sebesar Rp 29.445 dikurangi provisi bank yang belum diamortisasi sebesar Rp 70 pada tahun 2012) 14. PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (Nilai kontrak sebesar Rp 24.840 (Rp 110.598) dikurangi provisi bank yang belum diamortisasi sebesar Rp 124 dan (Rp 549) pada tahun 2012 (2011)) 15. PT Bank Agris (Nilai kontrak sebesar Rp 21.000 dikurangi provisi bank yang belum diamortisasi sebesar Rp 43 pada tahun 2012) 16. Bank of China Limited (Nilai kontrak sebesar Rp 18.055 (Rp 34.722) dikurangi provisi bank yang belum diamortisasi sebesar Rp 121 (Rp 53) pada tahun 2012 (2011)) 17. PT Bank Hana (Nilai kontrak sebesar Rp 4.984 (Rp 20.332) dikurangi provisi bank yang belum diamortisasi sebesar Rp 9 (Rp 133) pada tahun 2012 (2011)) 18. PT Bank Mayora (Nilai kontrak sebesar Rp 2.000 dikurangi provisi bank yang belum diamortisasi sebesar Rp 39 pada tahun 2012) BANK LOANS (continued) 2011 62.694 112.123 47.391 - 35.189 3.720 29.375 - 24.716 110.049 20.957 - 17.934 34.669 4.975 20.199 1.961 - 38 Loan Facilities (continued) A. Third party (continued) Rupiah (continued) PT Bank Central Asia Tbk (Contract value of Rp 62,989 (Rp 112,989) net of unamortized bank provision of Rp 295 (Rp 866) in 2012 (2011)) PT Bank ICB Bumiputera Tbk (Contract value of Rp 47,586 net of unamortized bank provision of Rp 195 in 2012) PT Bank Victoria (Contract value of Rp 35,444 (Rp 3,972) net of unamortized bank provision of Rp 255 (Rp 252) in 2012 (2011)) PT Bank Commonwealth (Contract value of Rp 29,445 net of unamortized bank provision of Rp 70 in 2012) PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (Contract value of Rp 24,840 (Rp 110,598) net of unamortized bank provision of Rp 124 (Rp 549) in 2012 (2011)) PT Bank Agris (Contract value of Rp 21,000 net of unamortized bank provision of Rp 43 in 2012) Bank of China Limited (Contract value of Rp 18,055 (Rp 34,722) net of unamortized bank provision of Rp 121 (Rp 53) in 2012 (2011)) PT Bank Hana (Contract value of Rp 4,984 (Rp 20,332) net of unamortized bank provision of Rp 9 (Rp 133) in 2012 (2011)) PT Bank Mayora (Contract value of Rp 2,000 net of unamortized bank provision of Rp 39 in 2012)
  • 114.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 12. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PINJAMAN BANK (lanjutan) 12. 2012 A. Fasilitas Pinjaman (lanjutan) Pihak ketiga (lanjutan) Rupiah (lanjutan) 19. PT Bank Harda International (Nilai kontrak sebesar Rp 96 (Rp 1.321) dikurangi provisi bank yang belum diamortisasi sebesar Rp 0,4 (Rp 6) pada tahun 2012 (2011)) 20. PT Bank Sinarmas Tbk (Nilai kontrak sebesar Rp 32.630 dikurangi provisi bank yang belum diamortisasi sebesar Rp 123 pada tahun 2011) 21. PT Bank Agroniaga Tbk (Nilai kontrak sebesar Rp 13.092 dikurangi provisi bank yang belum diamortisasi sebesar Rp 31 pada tahun 2011) Dolar Amerika Serikat 22. PT Bank CIMB Niaga Tbk (US$ 3,5 (US$ 5,5) pada tahun 2012 (2011)) B. Fasilitas Syariah Pihak ketiga Rupiah 1. PT Bank Syariah Mandiri 2. PT Bank Permata SyariahTbk 3. PT Bank CIMB Niaga Syariah 4. PT Bank Danamon Indonesia Tbk - Divisi Syariah 5. PT Bank Rakyat Indonesia Divisi Syariah 6. PT Bank Pan Indonesia Tbk Divisi Syariah 7. PT Bank Central Asia Syariah 8. PT Bank Muamalat Indonesia Tbk 9. PT Bank Internasional Indonesia Tbk - Divisi Syariah Dolar Amerika Serikat 10. Islamic Corporation for the Development of the Private Sector (US$ 26,75 (US$ 3,75) pada tahun 2012 (2011)) Jumlah BANK LOANS (continued) 2011 96 1.315 - 32.507 - 13.061 Loan Facilities (continued) A. Third party (continued) Rupiah (continued) PT Bank Harda International (Contract value of Rp 96 (Rp 1,321) net of unamortized bank provision of Rp 0.4 (Rp 6) in 2012 (2011)) PT Bank Sinarmas Tbk (Contract value of Rp 32,630 net of unamortized bank provision of Rp 123 in 2011) PT Bank Agroniaga Tbk (Contract value of Rp 13,092 net of unamortized bank provision of Rp 31 in 2011) 49.874 United States Dollar PT Bank CIMB Niaga Tbk (US$ 3.5 (US$ 5.5) in 2012 (2011)) 33.845 208.817 130.906 108.848 49.018 27.963 98.903 - 69.831 54.066 69.563 39.016 7.886 9.970 23.653 27.985 3.958 7.916 Sharia Facilities B. Third party Rupiah PT Bank Syariah Mandiri PT Bank Permata Syariah Tbk PT Bank CIMB Niaga Syariah PT Bank Danamon Indonesia Tbk - Syariah Division PT Bank Rakyat Indonesia Syariah Division PT Bank Pan Indonesia Tbk Syariah Division PT Bank Central Asia Syariah PT Bank Muamalat Indonesia Tbk PT Bank Internasional Indonesia Tbk - Syariah Division 258.673 34.005 United States Dollar Islamic Corporation for the Development of the Private Sector (US$ 26.75 (US$ 3.75 in 2012 (2011)) 2.832.610 2.857.900 39 Total
  • 115.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 12. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PINJAMAN BANK (lanjutan) 12. BANK LOANS (continued) A. Fasilitas Pinjaman A. Loan Facilities 1. Pinjaman Sindikasi - PT Bank Internasional Indonesia Tbk (Sindikasi Bank BII) 1. Syndicated Loan - PT Bank Internasional Indonesia Tbk (Bank BII Syndicated) Berdasarkan Perjanjian Fasilitas Kredit Sindikasi tanggal 1 April 2011, para kreditur setuju untuk memberikan fasilitas kredit kepada Perusahaan sebesar Rp 1.200.000, untuk Fasilitas Kredit Sindikasi dan Fasilitas Murabahah dengan jumlah maksimum masing-masing sebesar Rp 1.000.000 dan Rp 200.000. Based on Syndicated Credit Facility Agreement dated April 1, 2011, the creditors agreed to provide credit facility with a maximum amount of Rp 1,200,000 for Syndicated Loan Facility and Murabahah Facility, with maximum amount of Rp 1,000,000 and Rp 200,000, respectively. Jumlah maksimum fasilitas/ Total maximum facility Para kreditur terdiri dari: Fasilitas kredit sindikasi PT Bank Internasional Indonesia Tbk (sebagai joint mandated lead arranger dan facility agent ) PT Bank Central Asia Tbk (sebagai joint mandated lead arranger dan security agent) PT Bank Pan Indonesia Tbk PT Bank Pembangunan Daerah Papua PT Bank Jawa Barat dan Banten Tbk PT Bank Sinarmas Tbk PT Bank SBI Indonesia The Creditors consist of: Rp 200.000 Rp Rp Rp Rp Rp Rp 250.000 250.000 140.000 80.000 50.000 30.000 Syndicated loan facility PT Bank Internasional Indonesia Tbk (as joint mandated lead arranger and facility agent) PT Bank Central AsiaTbk (as joint mandated lead arranger and security agent) PT Bank Pan Indonesia Tbk PT Bank Pembangunan Daerah Papua PT Bank Jawa Barat dan Banten Tbk PT Bank Sinarmas Tbk PT Bank SBI Indonesia Fasilitas Murabahah PT Bank Permata Tbk - Divisi Syariah PT Maybank Syariah Indonesia Rp Rp 130.000 70.000 Murabahah Facility PT Bank Permata Tbk - Syariah Division PT Maybank Syariah Indonesia Jumlah Rp 1.200.000 Total Jangka waktu fasilitas kredit ini adalah selama 3 (tiga) tahun terhitung sejak tanggal penandatanganan perjanjian ini termasuk masa tenggang selama 6 (enam) bulan dan dikenakan tingkat bunga per tahun sebesar 11,5%. The term of this facility is three (3) years, included six (6) months grace periods since the agreement is signed and bear annual interest rate of 11.5%. Fasilitas ini dijamin, antara lain dengan piutang Perusahaan dan jaminan Perusahaan dari PT Jayamandiri Gemasejati (JMG), jaminan pribadi dari pihak berelasi. This facility is secured by Company‟s receivables, corporate guarantee from PT Jayamandiri Gemasejati (JMG), and personal guarantee from related party. Berdasarkan perjanjian pinjaman tersebut, tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari bank peserta sindikasi, Perusahaan tidak boleh melakukan hal-hal sebagai berikut, antara lain mengubah anggaran dasar, susunan pengurus, melakukan merger dan akuisisi. Based on the agreement, the Company is not allowed, among others, changes the Company‟s article of association and management, enters to merger and acquisition without written consent from the syndicated bank participants. Selama masa berlakunya perjanjian tersebut, antara lain Perusahaan harus mempertahankan rasio utang terhadap ekuitas maksimum sebesar 8 (delapan) kali dan rasio non performing loan lebih dari 30 (tiga puluh) hari maksimum sebesar 4%. While the loan is still outstanding, the Company is obliged to maintain maximum debt to equity ratio eight (8) times and maximum non performing loan more than thirty (30) days at maksimum 4%. 40
  • 116.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 12. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PINJAMAN BANK (lanjutan) 12. BANK LOANS (continued) A. Fasilitas Pinjaman (lanjutan) A. Loan Facilities (continued) 1. Pinjaman Sindikasi - PT Bank Internasional Indonesia Tbk (Sindikasi Bank BII) (lanjutan) 1. Syndicated Loan - PT Bank Internasional Indonesia Tbk (Bank BII Syndicated) (continued) Pada tanggal 31 Desember 2012 (2011), Perusahaan telah mematuhi seluruh persyaratan penting tersebut di atas. Saldo pinjaman tersebut pada tanggal 31 Desember 2012 (2011), sesuai dengan nilai kontrak adalah sebesar Rp 600.000 (Rp 1.080.000). 2. As of December 31, 2012 (2011), the Company has complied with all important loan covenants above. As of December 31, 2012 (2011), the balance of this facility based on the contract value amounted to Rp 600,000 (Rp 1,080,000). PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Bank Danamon) 2. PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Bank Danamon) Berdasarkan Perjanjian Kredit tanggal 17 Oktober 2006 yang telah beberapa kali mengalami perubahan dan terakhir pada tanggal 19 Oktober 2012, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit pembiayaan konsumen dalam bentuk “asset buy” dari Bank Danamon yang bersifat revolving dengan jumlah maksimum fasilitas terakhir sebesar Rp 5.000 yang akan jatuh tempo pada tanggal 26 Agustus 2013. Based on the Credit Agreement dated October 17, 2006 which has been amended several times and the latest on October 19, 2012, the Company obtained the consumer financing credit facility in the form of “asset buy” from Bank Danamon with the latest revolving maximum facility amounted to Rp 5,000 which will mature on August 26, 2013. Tingkat bunga kontraktual tahunan yang diberlakukan oleh Bank Danamon terhadap Perusahaan bersifat tetap untuk setiap kelompok pencairan dimana ditentukan untuk jangka waktu pembiayaan 1 (satu) tahun sebesar 12,25%, 2 (dua) tahun sebesar 12,50% dan 3 (tiga) tahun sebesar 12,75%. Fasilitas pinjaman tersebut dijamin dengan Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) kendaraan yang dibiayai dengan fasilitas tersebut dan deposito berjangka. (lihat Catatan 5) The contractual annual interest rate charged by Bank Danamon for each withdrawal batch, with a financing period one (1) year is 12.25%, two (2) years is 12.50% and three (3) years is 12.75%. This facility is secured by original BPKB of the financed motor vehicles and pleldged time deposit. (see Note 5) Saldo pinjaman tersebut pada tanggal 31 Desember 2012 (2011), sesuai dengan nilai kontrak adalah sebesar Rp 1.478 (Rp 16.364). As of December 31, 2012 (2011), the balance of this facility based on the contract value amounted to Rp 1,478 (Rp16,364). Berdasarkan Perjanjian Kredit pada tanggal 17 Januari 2008, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit pembiayaan konsumen dalam bentuk fasilitas Kredit Angsuran Berjangka dari Bank Danamon dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp 125.000, terakhir diubah pada tanggal 11 Oktober 2012 dengan jumlah fasilitas maksimum menjadi Rp 510.000 dengan sub limit Medium Term Notes (MTN)/ Bonds dengan maksimum limit sebesar Rp 200.000 yang akan jatuh tempo pada 26 Agustus 2013 dan dikenakan tingkat bunga mengambang sebesar 11% untuk satu tahun pertama. (lihat Catatan 14) Based on the Credit Agreement dated January 17, 2008, the Company obtained joint financing facility in Revolving Term Loan facility from Bank Danamon with maximum amount of Rp 125,000, which was last amended on October 11, 2012 to become maximum amount of Rp 510,000 with sub limit of Medium Term Notes (MTN). Bonds with maximum limit amount of Rp 200,000 which will matured on August 26, 2013, and for the first year bears floating annual interest rate of 11%. (see Note 14) 41
  • 117.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 12. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PINJAMAN BANK (lanjutan) 12. BANK LOANS (continued) A. Fasilitas Pinjaman (lanjutan) A. Loan Facilities (continued) 2. PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Bank Danamon) (lanjutan) 2. PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Bank Danamon) (continued) Fasilitas ini memiliki jangka waktu maksimal 4 (empat) tahun sejak setiap tanggal penarikan fasilitas dan dijamin dengan piutang Perusahaan minimum sebesar 105%, dari jumlah fasilitas yang digunakan. Saldo pinjaman tersebut pada tanggal 31 Desember 2012 (2011), sesuai dengan nilai kontrak adalah sebesar Rp 261.217 (Rp 249.128). Selama fasilitas kredit tersebut belum dilunasi, Perusahaan, antara lain, harus mempertahankan rasio utang terhadap ekuitas maksimum sebesar 8 (delapan) kali dan rasio net credit loss terhadap rata-rata piutang maksimum sebesar 4%. While the credit facility is still outstanding, the Company, among others, is obliged to maintain debt to equity ratio of a maximum of eight (8) times and the ratio of net credit loss to average receivables maximum of 4%. Berdasarkan Perjanjian Kredit tanggal 16 September 2009, yang telah beberapa kali mengalami perubahan dan terakhir pada tanggal 16 Agustus 2012, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman rekening koran dari Bank Danamon untuk modal kerja yang bersifat revolving sebesar Rp 5.000. Fasilitas pinjaman rekening koran memiliki jangka waktu sampai dengan tanggal 26 Agustus 2013 dengan tingkat bunga sebesar 12% per tahun. Based on the Credit Agreement dated September 16, 2009, which has been amended several times and the latest on August 16, 2012, the Company obtained the revolving current account loan facility for working capital from Bank Danamon with a maximum amount of Rp 5,000. The term of current account loan is up to August 26, 2013, with annual interest rate of 12%. Berdasarkan perjanjian-perjanjian tersebut, Perusahaan harus memberitahukan secara tertulis kepada Bank Danamon, antara lain, untuk melakukan likuidasi, merger, konsolidasi, akuisisi dan melakukan perubahan kepemilikan saham dan pengurus Perusahaan. Based on the agreement, the Company is not allowed to, among others, enter into liquidation, merger, consolidation, acquisition and changes the shareholders‟ ownership and management without written consent from Bank Danamon. Pada tanggal 31 Desember 2012 (2011), Perusahaan telah mematuhi seluruh persyaratan penting tersebut di atas. 3. The term of this facility maximum up to four (4) years since the withdrawal date. This facility is secured by Company`s consumer financing receivables at minimum 105% of the amount of the outstanding facility. As of December 31, 2012 (2011), the balance of this facility based on the contract value amounted to Rp 261,217 (Rp 249,128). As of December 31, 2012 (2011), the Company has complied with all important loan covenants above. PT Bank Pan Indonesia Tbk (Bank Panin) 3. PT Bank Pan Indonesia Tbk (Bank Panin) Berdasarkan Perjanjian Kredit dan Perjanjian Jaminan tanggal 12 Oktober 2010, Perusahaan memperoleh fasilitas Pinjaman Money Market dari Bank Panin dengan jumlah maksimum sebesar Rp 150.000 untuk keperluan modal kerja pembiayaan konsumen. Fasilitas kredit ini memiliki jangka waktu pinjaman sampai dengan tanggal 12 Oktober 2011. Seluruh fasilitas Pinjaman Money Market tersebut telah dilunasi pada tahun 2011. Pada tanggal 3 Februari 2012, Perusahaan memperoleh kembali fasilitas pinjaman yang sama, yang akan jatuh tempo pada tanggal 10 April 2013. Based on the Credit and Collateral Agreement dated October 12, 2010, the Company obtained Money Market Loan facility from Bank Panin with a maximum amount of Rp 150,000 for the purpose of customer financing working capital. The facility period is up to October 12, 2011. In 2011, all outstanding loan of Money Market Loan facility has been fuly repaid. On February 3, 2012, the Company reobtained the same loan facility which will matured on April 10, 2013. Fasilitas ini dijamin dengan piutang Perusahaan sebesar minimum 110% dari jumlah pokok, jaminan pribadi pihak berelasi dan jaminan perusahaan dari JMG dan dikenakan tingkat suku bunga per tahun sebesar 4% di atas JIBOR 1 (satu) bulan. This facility is secured by the Company‟s receivables at minimum 110% from outstanding loan, personal guarantee from related party and corporate guarantee from JMG and bears annual interest rate one (1) month JIBOR plus 4%. 42
  • 118.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 12. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PINJAMAN BANK (lanjutan) 12. BANK LOANS (continued) A. Fasilitas Pinjaman (lanjutan) A. Loan Facilities (continued) 3. PT Bank Pan Indonesia Tbk (Bank Panin) (lanjutan) 3. PT Bank Pan Indonesia Tbk (Bank Panin) (continued) Selama masa berlakunya perjanjian tersebut, antara lain, Perusahaan harus mempertahankan rasio nilai jaminan dengan pokok pinjaman minimum 110% dari jumlah pokok outstanding, rasio utang terhadap ekuitas maksimum sebesar 8 (delapan) kali, dan bad debt ratio 0% atas piutang yang dijaminkan. Berdasarkan perjanjian tersebut, Perusahaan tanpa persetujuan tertulis dari Bank Panin dilarang melakukan hal-hal berikut ini, antara lain untuk membubarkan Perusahaan, mengikatkan diri sebagai penjamin terhadap pihak lain, membayar utang kepada pemegang saham dalam bentuk apapun juga dan melakukan merger dan akuisisi. Based on the agreement, the Company is not allowed, among others, liquidate the Company, act as guarantor of obligation of other parties, repay the Shareholders‟ loan and enters to merger and acquisition without written consent from the Bank Panin. Pada tanggal 31 Desember 2012 (2011), Perusahaan telah mematuhi seluruh persyaratan penting tersebut di atas. 4. While the loan is still outstanding, among others, the Company shall maintain security coverage ratio at minimum 110% from outstanding loan, debt to equity ratio at the maximum of eight (8) times, and bad debt ratio 0% of collateralized receivables. As of December 31, 2012 (2011), the Company has complied with all important loan covenants above. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (Bank BNI) 4. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (Bank BNI) Pada tanggal 25 Februari 2008, Perusahaan memperoleh fasilitas Kredit Modal Kerja dari Bank BNI dengan batas maksimum pinjaman sebesar Rp 215.000 dengan jangka waktu penarikan 1 (satu) tahun sejak tanggal penandatanganan perjanjian. On February 25, 2008, the Company obtained Working Capital Loan Facility from Bank BNI with a maximum amount of Rp 215,000 with the term of withdrawal one (1) year since the agreement is signed. Pada tanggal 28 Oktober 2011, Bank BNI menyetujui penambahan fasilitas Kredit Modal Kerja sehingga menjadi Rp 265.000. Pada tanggal 26 Juli 2012, Bank BNI menyetujui perpanjangan jangka waktu fasilitas yang akan berakhir pada tanggal 24 Februari 2013. Fasilitas pinjaman yang diperoleh dari Bank BNI tersebut di atas dikenakan tingkat bunga sebesar 11%. On October 28, 2011, Bank BNI agreed to provide additional Working Capital Loan facility amounted of Rp 265,000. On July 26, 2012, Bank BNI agreed to extend the term of facility up to February 24, 2013. This loan facility from Bank BNI bears annual interest rate at 11%. Fasilitas ini dijamin, antara lain, dengan jaminan pribadi dari pihak berelasi, jaminan perusahaan dari JMG dan piutang pembiayaan konsumen sebesar maksimum 105% dari jumlah fasilitas kredit. This facility is secured by personal guarantee from related parties, corporate guarantee from JMG and consumer financing receivables at maximum 105% of total credit facility. Selama masa berlakunya perjanjian tersebut, antara lain Perusahaan harus mempertahankan rasio utang terhadap ekuitas maksimum sebesar 10 (sepuluh) kali, rasio aktiva lancar terhadap liabilitas lancar minimum 1 (satu) kali dan non performing loan ≤ 2% dari total pembiayaan konsumen. While the loan is still outstanding, the Company is obliged to maintain maximum debt to equity ratio of ten (10) times, minimum current ratio of one (1) time and non performing loan ≤ 2% from the total of consumers financing. Berdasarkan perjanjian tersebut, Perusahaan wajib memberitahu Bank BNI secara tertulis apabila terdapat, antara lain, perubahan anggaran dasar, perubahan struktur pemegang saham dan/atau perubahan pengurus, pembubaran Perusahaan, merger atau penggabungan usaha. Based on the agreement, the Company is obliged to inform Bank BNI in writing, among others, in case there are changes in the Company‟s article of association, the changes in shareholders‟ structure and/or changes in the management, enters into liquidation, merger or consolidation effort. 43
  • 119.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 12. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PINJAMAN BANK (lanjutan) 12. BANK LOANS (continued) A. Fasilitas Pinjaman (lanjutan) A. Loan Facilities (continued) 4. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (Bank BNI) (lanjutan) 4. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (Bank BNI) (continued) Pada tanggal 31 Desember 2012 (2011), Perusahaan telah mematuhi seluruh persyaratan penting tersebut di atas. 5. As of December 31, 2012 (2011), the Company has complied with all important loan covenants above. Pinjaman Sindikasi - PT Bank Central Asia Tbk (Sindikasi Bank BCA) 5. Berdasarkan Perjanjian Kredit Sindikasi tanggal 5 Mei 2010, para kreditur setuju untuk memberikan fasilitas kredit kepada Perusahaan dengan jumlah maksimum sebesar Rp 550.000. Syndicated Loan - PT Bank Central Asia Tbk (Bank BCA Syndicated) Based on Syndicated Credit Agreement dated May 5, 2010, the creditors agreed to provide credit facility with a maximum amount of Rp 550,000. Jumlah maksimum fasilitas/ Total maximum facility Para kreditur terdiri dari: PT Bank Central Asia, Tbk (sebagai joint mandated lead arranger dan facility agent ) PT Bank Internasional Indonesia Tbk (sebagai joint mandated lead arranger dan security agent) PT Bank Maybank Indocorp PT Bank Victoria International Tbk PT Bank Pan Indonesia Tbk Jumlah Rp 200.000 Rp Rp Rp Rp 150.000 100.000 50.000 50.000 The Creditors consist of: PT Bank Central Asia, Tbk (as joint mandated lead arranger and facility agent) PT Bank Internasional Indonesia Tbk (as joint mandated lead arranger and security agent) PT Bank Maybank Indocorp PT Bank Victoria International Tbk PT Bank Pan Indonesia Tbk Rp 550.000 Total Jangka waktu fasilitas kredit ini adalah selama 3 (tiga) tahun terhitung sejak tanggal penandatanganan perjanjian ini termasuk masa tenggang selama 6 (enam) bulan dan dikenakan tingkat bunga per tahun sebesar 12,5%. The term of this facility is three (3) years, included six (6) months grace periods since the agreement is signed and bear annual interest rate of 12.5%. Fasilitas ini dijamin, antara lain dengan piutang Perusahaan dan jaminan Perusahaan dari JMG, jaminan pribadi dari pihak berelasi. This facility is secured by Company‟s receivables, corporate guarantee from JMG and personal guarantee from related party. Berdasarkan perjanjian pinjaman tersebut, tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari bank peserta sindikasi, Perusahaan tidak boleh melakukan hal-hal sebagai berikut, antara lain mengubah anggaran dasar, susunan pengurus, melakukan merger dan akuisisi. Based on the agreement, the Company is not allowed, among others, changes the Company‟s article of association and management, enters to merger and acquisition without written consent from the syndicated bank participants. Selama masa berlakunya perjanjian tersebut, antara lain Perusahaan harus mempertahankan rasio utang terhadap ekuitas maksimum sebesar 8 (delapan) kali, dan rasio non performing loan diatas 30 (tiga puluh) hari maksimum sebesar 4%. While the loan is still outstanding, the Company is obliged to maintain maximum debt to equity ratio eight (8) times, and maximum non performing loan above thirty (30) days of 4%. Pada tanggal 31 Desember 2012 (2011), Perusahaan telah mematuhi seluruh persyaratan penting tersebut di atas. As of December 31, 2012 (2011), the Company has complied with all important loan covenants above. Saldo pinjaman tersebut pada tanggal 31 Desember 2012 (2011), sesuai dengan nilai kontrak adalah sebesar Rp 110.000 (Rp 330.000). As of December 31, 2012 (2011), the balance of this facility, based on the contract value amounted to Rp 110,000 (Rp 330,000). 44
  • 120.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 12. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PINJAMAN BANK (lanjutan) 12. BANK LOANS (continued) A. Fasilitas Pinjaman (lanjutan) A. Loan Facilities (continued) 6. PT Bank Permata Tbk (Bank Permata) 6. PT Bank Permata Tbk (Bank Permata) Berdasarkan Perjanjian Pemberian Fasilitas Pinjaman Atas Piutang Pembiayaan Kendaraan tanggal 31 Maret 2010, Bank Permata setuju untuk memberikan fasilitas pinjaman berupa pembiayaan atas piutang kendaraan dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp 300.000, yang terakhir diubah pada tanggal 2 Maret 2011 sehingga jumlah fasilitas maksimum menjadi Rp 350.000 dengan jangka waktu fasilitas selama 12 (dua belas) bulan, yang dapat diperpanjang sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak. Pada tanggal 31 Desember 2012 (2011), saldo pinjaman tersebut sesuai dengan nilai kontrak adalah sebesar Rp 104.081 (Rp 111.048). Based on the Revolving Loan Receivables Financing Facility Agreement dated March 31, 2010, Bank Permata agreed to provide loan facility in the form of revolving loan receivables financing with a total maximum facility amounting Rp 300,000, which was last amended on March 2, 2011 to become maximum amount of Rp 350,000 with the term of the facility is twelve (12) months, and can be extended by mutual agreement of both parties. As of December 31, 2012 (2011), the balance of this facility based on the contract value amounted to Rp 104,081 (Rp 111,048). Tingkat bunga fasilitas pinjaman berupa pembiayaan atas piutang kendaraan yang dikenakan oleh Bank Permata bersifat tetap untuk setiap kelompok pencairan dimana ditentukan untuk jangka waktu pembiayaan 1 (satu) tahun: 10,5%, 2 (dua) tahun: 10,75% dan 3 (tiga) tahun: 11%. Jaminan atas fasilitas ini antara lain adalah piutang Perusahaan sebesar 100% dari jumlah outstanding, jaminan pribadi dari pihak berelasi dan jaminan perusahaan dari JMG. The fixed interest rate for revolving loan receivables financing facility charged by Bank Permata for each withdrawal batch, with a financing period of one (1) year: 10.5%, two (2) years: 10.75%, three (3) years: 11%. This facility is secured by Company‟s receivables amounted to 100% of outstanding loan, personal guarantee from related parties, corporate guarantee from JMG. Pada tanggal 15 Desember 2009, Bank Permata memberikan fasilitas term loan maksimum sebesar Rp 150.000 dan jangka waktu fasilitas selama 36 (tiga puluh enam) bulan. Pada tanggal 5 September 2012, Bank Permata menyetujui perpanjangan jangka waktu fasilitas yang akan berakhir pada tanggal 23 Juni 2013. Pada tanggal 31 Desember 2012 (2011) saldo pinjaman fasilitas term loan sesuai dengan nilai kontrak adalah sebesar Rp 4.303 (Rp 54.276). On December 15, 2009, Bank Permata agreed to provide the term loan facility with maximum facility amount of Rp 150,000, and the term of the facility is thirty-six (36) months. On September 5, 2012, Bank Permata agreed to extended the term of facility up to June 23, 2013. As of December 31, 2012 (2011), the balance of the term loan facility based on the contract value amounted to Rp 4,303 (Rp 54,276). Tingkat bunga fasilitas term loan adalah sebesar 13% per tahun. Perjanjian tersebut dijamin dengan jaminan fidusia atas piutang Perusahaan minimum sebesar 100% dari jumlah outstanding, jaminan pribadi dari pihak berelasi dan jaminan perusahaan dari JMG. The annual interest rate for term loan facility is at 13%. The agreement was secured by fiduciary transfer of the Company‟s receivables from customers minimum of 100% of outstanding loan, personal guarantee from related party and corporate guarantee from JMG. Berdasarkan perjanjian tersebut, Perusahaan, antara lain wajib menjaga persentase rata-rata penghapusan piutang terhadap total portofolio selama 12 (dua belas) bulan terakhir dibawah 5%, persentase rata-rata tunggakan pinjaman maksimum 4% dan perbandingan utang terhadap ekuitas tidak melebihi 9,5 (sembilan koma lima) kali. Based on the agreement, the Company, among other shall maintain the percentage average net write-off to total portfolio at maximum 5% in the last twelve (12) months, maximum deliquency in average loan of 4% and maximum debt to equity ratio of nine poin five (9.5) times. 45
  • 121.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 12. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PINJAMAN BANK (lanjutan) 12. A. Fasilitas Pinjaman (lanjutan) 6. PT Bank (lanjutan) Permata Tbk BANK LOANS (continued) A. (Bank 6. Permata) Loan Facilities (continued) PT Bank Permata (continued) Tbk (Bank Permata) Berdasarkan perjanjian kredit pada tanggal 31 Mei 2012, Perusahaan memperoleh Fasilitas Money Market dengan jumlah maksimum sebesar Rp 200.000. Fasilitas ini mempunyai jangka waktu kredit sampai dengan tanggal 31 Desember 2012 atau sampai dengan 1 (satu) minggu setelah penerbitan obligasi. Saldo pinjaman tersebut sudah dilunasi seluruhnya pada bulan Juli 2012. Fasilitas ini dijamin dengan piutang Perusahaan senilai fasilitas pembiayaan, jaminan pribadi dari pihak berelasi dan jaminan Perusahaan dari JMG. Selain itu, Perusahaan wajib memberitahukan secara tertulis kepada Bank Permata, antara lain, untuk melakukan perubahan anggaran dasar, perubahan pemegang saham, melakukan pembubaran, merger dan atau konsolidasi. This facility is secured by the Company‟s receivables at outstanding amount of this loan facility, personal guarantee from related party and corporate guarantee from JMG. Moreover, the Company is obliged to inform Bank Permata in writing, among others, in case there are changes in the Company‟s article of association, the changes in shareholders‟, enters into liquidation, merger and or consolidation. Pada tanggal 31 Desember 2012 (2011), Perusahaan telah mematuhi seluruh persyaratan penting tersebut di atas. 7. Based on the credit agreement dated May 31, 2012, Company obtained Money Market Facility with maximum amount to Rp 200,000. The term of this credit facility is up to December 31, 2012 or up to one (1) week after the bonds issued. On July 2012, all of outstanding loan has been fully repaid. As of December 31, 2012 (2011), the Company has complied with all important loan covenants above. PT Bank CIMB Niaga Tbk (Bank CIMB Niaga) 7. PT Bank CIMB Niaga Tbk (Bank CIMB Niaga) Pada tanggal 1 September 2010 dan 23 Desember 2010, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman transaksi khusus dari Bank CIMB Niaga dengan jumlah fasilitas maksimum masing-masing sebesar Rp 100.000 dengan jangka waktu fasilitas 36 (tiga puluh enam) bulan sejak tanggal penandatanganan perjanjian. Fasilitas ini dikenakan bunga per tahun masingmasing sebesar 11,75% dan 12%. Saldo fasilitas ini pada tanggal 31 Desember 2012 (2011) sesuai dengan nilai kontrak adalah sebesar Rp 72.500 (Rp 139.167). On September 1, 2010 and December 23, 2010, the Company obtained special transaction facility from Bank CIMB Niaga with a maximum amount of Rp 100,000, respectively, with the term of withdrawal thirty-six (36) months since the agreement is signed. This facility bears annual interest rate of 11.75% and 12%. As of December 31, 2012 (2011) the balance of this facility, based on the contract value is amounted to Rp 72,500 (Rp 139,167). Fasilitas ini dijamin secara fidusia dengan kendaraan bermotor yang dibiayai dengan jumlah minimum 110% dari jumlah outstanding. Selama masa berlakunya perjanjian tersebut, antara lain Perusahaan harus mempertahankan rasio utang terhadap ekuitas maksimum sebesar 8 (delapan) kali, rasio likuiditas minimum 1 (satu) kali dan non performing loan maksimum 5% dari total pembiayaan konsumen. This facility is secured by fiduciary guarantee of the financed motor vehicles with minimum amount 110% of outstanding loan. While the loan is still outstanding, the Company is obliged to maintain maximum debt to equity ratio of eight (8) times, minimum liquidity ratio of one (1) time and non performing loan at maximum 5% from the total of consumers financing. Pada tanggal 31 Desember 2012 (2011), Perusahaan telah mematuhi seluruh persyaratan penting tersebut di atas. As of December 31, 2012 (2011), the Company has complied with all important loan covenants above. 46
  • 122.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 12. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PINJAMAN BANK (lanjutan) 12. BANK LOANS (continued) A. Fasilitas Pinjaman (lanjutan) A. Loan Facilities (continued) 8. PT Bank ICBC Indonesia (Bank ICBC) 8. PT Bank ICBC Indonesia (Bank ICBC) Pada tanggal 25 Agustus 2010, Perusahaan memperoleh fasilitas Pinjaman Tetap Installment (PTI) 1 dan 2 dari Bank ICBC untuk pembiayaan piutang konsumen dengan jumlah maksimum fasilitas masing-masing sebesar Rp 25.000. Fasilitas kredit ini memiliki jangka waktu selama 3 (tiga) tahun dengan tingkat bunga pinjaman sebesar 12% per tahun. Fasilitas ini dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen sebesar 110% dari jumlah fasilitas kredit. Pada tanggal 10 Mei 2011, Perusahaan memperoleh fasilitas Pinjaman Tetap Installment (PTI) 3 sebesar Rp 100.000. Fasilitas kredit ini memiliki jangka waktu selama 3 (tiga) tahun dengan tingkat bunga pinjaman sebesar 11,5% per tahun. Fasilitas ini dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen sebesar 110% dari jumlah fasilitas kredit dan jaminan pribadi dari pihak berelasi. On May 10, 2011, the Company obtained the Installment Fixed Loan (PTI) 3 with maximum facility amount to Rp 100,000. The term of this facility is three (3) years with bear annual interest rate of 11.5%. This facility is secured by Company‟s consumer financing receivables at minimum 110% of the amount of the outstanding facility and personal guarantee from related parties. Pada tanggal 31 Desember 2012 (2011), saldo pinjaman sesuai dengan nilai kontrak adalah sebesar Rp 72.778 (Rp 122.778). As of December 31, 2012 (2011), the balance of this facility based on the contract value amounted to Rp 72,778 (Rp 122,778). Selama masa berlakunya perjanjian tersebut, antara lain Perusahaan harus mempertahankan rasio utang terhadap ekuitas maksimum sebesar 8 (delapan) kali dan non performing piutang lebih dari 30 (tiga puluh) hari maksimum 4% terhadap rata-rata piutang. While the loan is still outstanding, the Company is obliged to maintain maximum debt to equity ratio of eight (8) times, and non performing receivable more than thirty (30) days at maximum 4% from the average receivables. Pada tanggal 31 Desember 2012 (2011), Perusahaan telah mematuhi seluruh persyaratan penting tersebut di atas. 9. On August 25, 2010, the Company obtained the Installment Fixed Loan 1 and 2 facility from Bank ICBC for the purpose of account receivables financing with a maximum facility amounted of Rp 25,000, respectively. The term of this facility is three (3) years with the annual interest rate of 12%. This facility is secured by consumer financing receivables at 110% of total credit facility. As of December 31, 2012 (2011), the Company has complied with all important loan covenants above. PT Bank OCBC NISP Tbk (Bank OCBC NISP) 9. Pada tanggal 22 Juli 2011, Bank OCBC NISP menyetujui pemberian fasilitas Term Loan dengan jumlah maksimum sebesar Rp 100.000. Fasilitas tersebut dikenakan tingkat bunga per tahun sebesar 3,75% di atas JIBOR 1 (satu) bulan dan jangka waktu 36 (tiga puluh enam) bulan. Berdasarkan perjanjian tersebut, Perusahaan wajib mempertahankan Gearing rasio maksimum 8 (delapan) kali dan jumlah angsuran tertunggak selama 90 (sembilan puluh) hari tidak boleh melebihi 1,5% dari jumlah saldo piutang pembiayaan konsumen. Fasilitas ini dijamin dengan piutang Perusahaan minimum 110% dari jumlah fasilitas yang digunakan, jaminan pribadi dari pihak berelasi dan jaminan Perusahaan dari JMG. PT Bank OCBC NISP Tbk (Bank OCBC NISP) On July 22, 2011, Bank OCBC NISP ageed to provide the Term Loan facility with maximum amounted to Rp 100,000. That facility bear annual interest rate is one (1) month and thirty six (36) months JIBOR plus 3.75%. Based on the agreement, the Company is obliged to maintain maximum Gearing Ratio of eight (8) times and Non Performing Loan for ninety (90) days maximum 1.5% of total outstanding customer receivables. This facility is secured by Company`s receivables, minimum at 110% from total maximum facility, personal guarantee from related parties and corporate guarantee from JMG. 47
  • 123.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 12. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PINJAMAN BANK (lanjutan) 12. BANK LOANS (continued) A. Fasilitas Pinjaman (lanjutan) A. Loan Facilities (continued) 9. PT Bank OCBC NISP Tbk (Bank OCBC NISP) (lanjutan) 9. PT Bank OCBC NISP Tbk (Bank OCBC NISP) (continued) Berdasarkan perjanjian pinjaman tersebut, tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Bank OCBC NISP, Perusahaan tidak boleh melakukan hal-hal sebagai berikut, antara lain melakukan merger, akuisisi dan konsolidasi, investasi ke perusahaan lain, mengubah usaha atau status hukum, serta memberikan pinjaman kepada pihak lain. Pada tanggal 31 Desember 2012 (2011), Perusahaan telah mematuhi seluruh persyaratan penting tersebut di atas. 10. Based on the agreement, the Company is not allowed, among others, enters to merger, acquisition and consolidation, investment to other company, change the Company‟s activity or status and give loan to other without written consent from Bank OCBC NISP. As of December 31, 2012 (2011), the Company has complied with all important loan covenants above. PT Bank Central Asia Tbk (Bank BCA) 10. PT Bank Central Asia Tbk (Bank BCA) Pada tanggal 23 April 2010, Perusahaan mamperoleh Fasilitas Kredit Rekening Koran dengan jumlah maksimum Rp 25.000 dari Bank BCA dengan jangka waktu fasilitas sampai dengan tanggal 23 April 2013. Tingkat bunga per tahun sebesar 10%. Sesuai dengan perjanjian, Perusahaan harus menjaga dan memelihara rasio total utang terhadap ekuitas maksimum 8 (delapan) berbanding 1 (satu) dan jumlah tunggakan diatas 30 (tiga puluh) hari maksimum 4%. On April 23, 2010, the Company obtained revolving current account loan facility with a maksimum amount of Rp 25,000 from Bank BCA with the term of facility up to April 23, 2013. The annual interest rates is 10%. Based on the agreement, the Company is obliged to maintain debt to equity ratio maximum eight (8) to one (1) times, maximum total delinquency above thirty (30) days of 4%. Fasilitas tersebut dijaminkan dengan piutang sebesar 110%, jaminan dari pihak berelasi dan jaminan perusahaan JMG. This facility is secured by consumer financing receivables at 110%, personal guarantee from related party and corporate guarantee from JMG. Pada tanggal 21 Februari 2011, Perusahaan mamperoleh fasilitas Installment Loan dengan jumlah maksimum Rp 150.000 dari Bank BCA, dengan jangka waktu selama 36 (tiga puluh enam) bulan dan tingkat bunga pinjaman sebesar 11,25% per tahun. On February 21, 2011, the Company obtained the Installment Loan facility with a maximum amount of Rp 150,000 from Bank BCA, the term of this facility is thirty six (36) months and bear prior annual interest rate of 11.25%. Selain itu, sesuai dengan perjanjian tersebut, Perusahaan harus mendapatkan persetujuan tertulis sebelum melakukan hal-hal berikut ini, antara lain, memperoleh pinjaman baru, melakukan transaksi dengan pihak ketiga, likuidasi, investasi baru, akuisisi, merger dan merubah status, anggaran dasar, susunan Direksi dan Dewan Komisaris serta para pemegang saham. Moreover, based on the agreement, without written consent, the Company is not allowed to, among others, obtain new loan, doing transaction with related parties, enter into liquidation, investment, acquisition, merger and change the Company‟s status, Company‟s article of association, Boards of Directors and Commissioners, and Shareholders. Pada tanggal 31 Desember 2012 (2011) Perusahaan telah mematuhi seluruh persyaratan penting tersebut di atas. As of December 31, 2012 (2011) the Company has complied with all important loan covenants above. 48
  • 124.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 12. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PINJAMAN BANK (lanjutan) A. Fasilitas Pinjaman (lanjutan) 11. PT Bank ICB Bumiputera) 12. Bumiputera BANK LOANS (continued) A. Tbk (Bank Loan Facilities (continued) 11. PT Bank ICB Bumiputera) Bumiputera Tbk (Bank Berdasarkan Perjanjian Kredit pada tanggal 3 Mei 2012, Bank Bumiputera menyetujui pemberian fasilitas Term Loan dengan jumlah maksimum sebesar Rp 58.000 dan tingkat suku bunga yang dikenakan untuk kendaraan bermotor baru selama 3 (tiga) tahun sebesar 11,5% per tahun dan untuk kendaraan bermotor bekas selama 2 (dua) tahun sebesar 13% per tahun. Fasilitas ini memiliki jangka waktu sampai dengan tanggal 3 November 2016. Selama masa berlakunya perjanjian tersebut, antara lain, Perusahaan harus mempertahankan persentase collateral coverage minimum 110%, persentase penghapusan piutang terhadap total portofolio selama 12 (dua belas) bulan terakhir dibawah 2%, rasio total utang terhadap modal tidak melebihi 8 (delapan) kali, persentase ratarata tunggakan pinjaman di atas 90 hari maksimum 2%. Selain itu, Perusahaan tidak diperkenankan, antara lain, untuk melakukan melakukan likuidasi, merger, konsolidasi, akuisisi, mengubah anggaran dasar, tanpa persetujuan tertulis dari Bank Bumiputera. While the loan is still outstanding, the Company is obliged to maintain percentage of collateral coverage at minimum 110%, percentage net writeoff receivable to total portofolio at maximum 2% in the last twelve (12) months, total debt to equity ratio maximum eight (8) times, percentage of deliquency in average loan for ninety (90) days maximum 2%. Moreover, the Company is not allowed, among others, enter into liquidation, merger, consolidation, acquisition, changes in the Company‟s article of association, without written consent from Bank Bumiputera. Pada tanggal 31 Desember 2012, Perusahaan telah mematuhi seluruh persyaratan penting tersebut di atas. 12. Based on the Credit Agreement dated May 3, 2012, Bank Bumiputera agreed to provide Term Loan Facility with maximum amount of Rp 58,000 and bears annual interest rate for new motorcycle is 11.5% for three (3) years and for used motorcycle is 13% for two (2) years. The term of this facility is up to November 3, 2016. As of December 31, 2012, the Company has complied with all important loan covenants above. PT Bank Victoria International Tbk (Bank Victoria) 12. PT Bank Victoria International Tbk (Bank Victoria) Pada tanggal 22 Juli 2011, Bank Victoria menyetujui pemberian fasilitas Kredit Modal Kerja Pinjaman Tetap Angsuran II (KMK-PTDA II) dengan jumlah maksimum sebesar Rp 50.000. Fasilitas tersebut dikenakan tingkat bunga tetap sebesar 12% per tahun dan jangka waktu 36 (tiga puluh enam) bulan. Fasilitas ini dijamin dengan piutang Perusahaan minimum 110% dari jumlah fasilitas yang digunakan, jaminan pribadi dari pihak berelasi dan jaminan Perusahaan dari JMG. On July 22, 2011, Bank Victoria agreed to provide the fixed loan working capital (KMK-PTDA II) facility with a maximum amount of Rp 50,000. This loan facility bear fixed annual interest rate of 12% and the term of the facility thirty six (36) months. This facility was secured by Company‟s receivables at minimum 110% of total credit facility, personal guarantee from related parties and corporate guarantee from JMG. Berdasarkan perjanjian tersebut, Perusahaan diwajibkan menjaga rasio jaminan dengan fasilitas kredit, selain itu, Perusahaan tanpa persetujuan tertulis dari Bank Victoria dilarang melakukan hal-hal berikut ini, antara lain melakukan merger, akuisisi dan menjual atau memindahtangankan hak atas harta kekayaan, mengajukan permohonan dipailitkan dan memberikan pinjaman kepada pihak lain. Based on the agreement, the Company is obliged to maintain guarantee to credit facility ratio, not allowed, moreover, the Company is not allowed among others, merger, acquisition and sale or give the right of assets, liquidate the Company and give new loan to other parties without written consent from the Bank Victoria. Pada tanggal 31 Desember 2012 (2011), Perusahaan telah mematuhi seluruh persyaratan penting tersebut di atas. As of December 31, 2012 (2011), the Company has complied with all important loan covenants above. 49
  • 125.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 12. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PINJAMAN BANK (lanjutan) A. Fasilitas Pinjaman (lanjutan) 13. PT Bank Commonwealth) 12. Commonwealth BANK LOANS (continued) A. (Bank Loan Facilities (continued) 13. PT Bank Commonwealth) Commonwealth (Bank Pada tanggal 3 Oktober 2012, Perusahaan memperoleh fasilitas Term Loan dari Bank Commonwealth dengan jumlah maksimum sebesar Rp 60.000. Fasilitas ini mempunyai jangka waktu selama 36 (tiga puluh enam) bulan untuk setiap penarikan dan tingkat suku bunga tetap sebesar 10,75% per tahun. Pinjaman tersebut dijaminkan dengan piutang sebesar 110%. Berdasarkan perjanjian tersebut, Perusahaan tidak diperkenankan untuk merubah susunan pemegang saham, anggaran dasar, Dewan Direksi dan Komisaris, serta pembayaran deviden tanpa persetujuan tertulis dari Bank Commonwealth. Selain itu, Perusahaan wajib menjaga persentase kepemilikan pemegang saham mayoritas minimum 51% dari total modal, jumlah tunggakan diatas 90 (sembilan puluh) hari maksimum 2% dan gearing ratio maksimum 8 (delapan) kali. Based on this agreement, the Company is not allowed to changes the Company‟s shareholders, the Company‟s article of association, the Board of Directors and Commissioners, payment of dividend without written consent from Bank Commonwealth. Moreover, the Company is obliged to maintain the percentage of mayority shareholder‟s ownership at minimum 51% of total capital, maximum total delinquency above ninety (90) days of 2% and maximum gearing ratio of eight (8) times. Pada tanggal 31 Desember 2012, Perusahaan telah mematuhi seluruh persyaratan penting tersebut di atas. 14. On October 3, 2012, Company obtained Term Loan facility from Bank Commonwealth with maximum amount of Rp 60,000. The term of this facility is thirty six (36) months for each withdrawal and the fixed annual interest rate of 10.75%. This facility was secured by Company‟s receivables at 110%. As of December 31, 2012, the Company has complied with all important loan covenants above. PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (Bank Artha Graha) 14. PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (Bank Artha Graha) Berdasarkan Perjanjian Kredit untuk fasilitas Revolving Loan tanggal 26 Maret 2008, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman untuk pembiayaan konsumen dengan jumlah maksimum Rp 50.000. Fasilitas kredit ini memiliki jangka waktu selama 1 (satu) tahun sampai dengan tanggal 26 Maret 2009, dengan tingkat bunga pinjaman floating sebesar 14% per tahun. Based on the Credit Agreement for the Revolving Loan facility dated March 26, 2008, the Company obtained the joint financing facility with a maximum facility amounted of Rp 50,000. The term of this facility is one (1) year until March 26, 2009 with the floating annual interest rate of 14%. Pada tanggal 25 Maret 2011, Perusahaan memperpanjang fasilitas Revolving Loan dan memperoleh tambahan fasilitas pinjaman Fixed Loan dengan jumlah maksimum Rp 50.000 dengan syarat dan ketentuan sesuai dengan Perjanjian Kredit tanggal 26 Maret 2008. Fasilitas kredit ini memiliki jangka waktu selama 1 (satu) tahun dengan tingkat bunga pinjaman floating sebesar 14% per tahun. Pada tanggal 31 Desember 2011 saldo pinjaman fasilitas revolving loan adalah sebesar Rp 49.994. Seluruh fasilitas Pinjaman Revolving Loan tersebut telah dilunasi pada tahun 2012. On March 25, 2011, the Company extended the Revolving Loan and obtained the Fixed Loan facility with a maximum facility amounting of Rp 50,000 with term and condition as mentioned in Credit Agreement on March 26, 2008. The term of this facility is up to one (1) year with the floating annual interest rate of 14%. As of December 31, 2011, the balance of the revolving loan facility amounted to Rp 49,994. In 2012, all outstanding loan of Revolving Loan facility has been fully repaid. Pada tanggal 6 Desember 2010, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit Fixed Loan-2 dengan jumlah maksimum Rp 50.000. Pada tanggal 11 Februari 2011, Bank Artha Graha menyetujui penambahan fasilitas sehingga menjadi Rp 100.000 dengan jangka waktu maksimum 3 (tiga) tahun setelah pencairan terakhir atau tanggal 14 Agustus 2014. Fasilitas kredit ini memiliki tingkat bunga pinjaman floating sebesar 13,5% per tahun. Pada tanggal 31 Desember 2012 (2011), saldo pinjaman fasilitas pinjaman Fixed Loan sesuai dengan nilai kontrak adalah sebesar Rp 24.840 (Rp 60.604). On December 6, 2010, the Company obtained the Fixed Loan-2 credit facility with a maximum facility amounting of Rp 50,000. On February 11, 2011, Bank Artha Graha agreed to provide additional facility amounted of Rp 100,000, with the term of this facility maximum up to three (3) years after the last withdrawal or on August 14, 2014. This credit facility have the floating annual interest rate of 13.5%. As of December 31, 2012 (2011), the balance of the Fixed Loan facility based on the contract value amounted to Rp 24,840 (Rp 60,604). 50
  • 126.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 12. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PINJAMAN BANK (lanjutan) 12. BANK LOANS (continued) A. Fasilitas Pinjaman (lanjutan) A. 14. PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (Bank Artha Graha) (lanjutan) 14. PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (Bank Artha Graha) (continued) Jaminan atas fasilitas ini adalah piutang, jaminan pribadi dari pihak berelasi dan jaminan perusahaan dari JMG, pemegang saham Perusahaan. This facility is secured by the Company‟s receivables, personal guarantees from related parties and the corporate guarantee from JMG, the Company's shareholders. Selain itu, berdasarkan perjanjian tersebut, selama pinjaman belum dilunasi, Perusahaan harus memberitahu Bank Artha Graha secara tertulis apabila terdapat, antara lain, perubahan anggaran dasar, perubahan struktur pemegang saham dan/atau perubahan pengurus, pembubaran Perusahaan, merger atau penggabungan usaha. Moreover, based on the agreement, as long as the loan is still outstanding, the Company is obliged to inform Bank Artha Graha in writing in case there are changes in the Company‟s article of association, the changes in shareholders structure and/or changes in the management, enters into liquidation, merger or consolidation. Pada tanggal 31 Desember 2012 (2011), Perusahaan telah mematuhi seluruh persyaratan penting tersebut di atas. As of December 31, 2012 (2011), the Company has complied with all important loan covenants above. 15. PT Bank Agris (Bank Agris) 15. Loan Facilities (continued) PT Bank Agris (Bank Agris) Berdasarkan Perjanjian Kredit pada tanggal 7 September 2012, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman Kredit Modal Kerja dari Bank Agris dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp 45.000. Jangka waktu fasilitas 24 (dua puluh empat) bulan sejak tanggal penandatanganan perjanjian. Fasilitas ini dijaminkan secara fidusia sebesar 110% dari total pinjaman dan dikenakan bunga per tahun sebesar 11%. Selama masa berlakunya perjanjian tersebut, antara lain Perusahaan harus menjaga gearing ratio maksimum sebesar 10 (sepuluh) kali, delinquency ratio untuk piutang lebih dari 90 hari ≤ 5%, serta memberitahukan secara tertulis kepada Bank Agris apabila terdapat perubahan susunan pengurus dan atau komposisi pemegang saham mayoritas Perusahaan, melakukan merger atau akuisisi. While the loan is still outstanding, the Company is obliged to maintain maximum gearing ratio of ten (10) times, maximun delinquency ratio for receivable above ninety (90) days of 5% and the Company is obliged to inform Bank Agris with writing consent in case there are changes in the Company‟s management and or mayority Company‟s shareholders composition, merger or acquisition. Pada tanggal 31 Desember 2012, Perusahaan telah mematuhi seluruh persyaratan penting tersebut di atas. 16. Based on Credit Agreement dated September 7, 2012, the Company obtained Working Capital facility from Bank Agris with maximum amount of Rp 45,000. The term of this facility is twenty-four (24) months since the agreement is signed. This facility is secured by fiduciary guarantee with amount 110% of outstanding loan and bears annual interest rate is 11%. As of December 31, 2012, the Company has complied with all important loan covenants above. Bank of China Limited (Bank of China) 16. Bank of China Limited (Bank of China) Pada tanggal 31 Agustus 2010, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman berjangka dari Bank of China untuk modal kerja dengan jumlah maksimum fasilitas sebesar Rp 50.000. Fasilitas kredit ini memiliki jangka waktu selama 3 (tiga) tahun dengan tingkat bunga pinjaman sebesar tingkat suku bunga JIBOR 1 (satu) bulan ditambah 4,25% per tahun. On August 31, 2010, the Company obtained the Term Loan facility from Bank of China for the purpose of working capital with a maximum facility amounted of Rp 50,000. The term of this facility is three (3) years with the annual interest rate of one (1) month JIBOR plus 4.25%. Jaminan atas fasilitas ini adalah piutang sebesar 110% dari saldo pinjaman dan jaminan perusahaan dari JMG, pemegang saham Perusahaan. This facility is secured by the Company‟s receivables up to 110% of the outstanding loan and the corporate guarantee from JMG, the Company's shareholders. 51
  • 127.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 12. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PINJAMAN BANK (lanjutan) 12. BANK LOANS (continued) A. Fasilitas Pinjaman (lanjutan) A. 16. Bank of China Limited (Bank of China) (lanjutan) 16. Bank of China Limited (continued) Loan Facilities (continued) (Bank of China) Selama masa berlakunya perjanjian tersebut, antara lain Perusahaan harus mempertahankan rasio utang terhadap ekuitas maksimum sebesar 10 (sepuluh) kali, rasio biaya terhadap pendapatan maksimum 70% dan rasio non performing assets lebih dari 90 (sembilan puluh) hari terhadap piutang sebesar 4%. Pada tanggal 31 Desember 2012 (2011), Perusahaan telah mematuhi seluruh persyaratan penting tersebut di atas. 17. While the loan is still outstanding, the Company is obliged to maintain debt to equity ratio at the maximum of ten (10) times, Cost to Income ratio not to exceed 70% and non performing over ninety (90) days to total receivables at 4%. As of December 31, 2012 (2011), the Company has complied with all important loan covenants above. PT Bank Hana (Bank Hana) 17. PT Bank Hana (Bank Hana) Berdasarkan Perjanjian Kredit tanggal 27 Mei 2009, Perusahaan memperoleh fasilitas Pinjaman Modal Kerja Pembiayaan Konsumen dari Bank Hana dengan batas maksimum kredit sejumlah Rp 30.000 dengan jangka waktu selama 2 (dua) tahun dan tingkat bunga pinjaman sebesar 15% untuk satu tahun pertama. Selanjutnya, pada tanggal 1 Desember 2009 dan 22 Februari 2011, Bank Hana menyetujui penambahan fasilitas sejumlah Rp 20.000 dan Rp 30.000, sehingga jumlah fasilitas maksimum menjadi Rp 80.000, dengan jangka waktu fasilitas selama 2 (dua) tahun sejak tanggal pencairan dan tingkat bunga pinjaman sebesar 12,5% untuk satu tahun pertama. Furthermore, on December 1, 2009 and February 22, 2011, Bank Hana agreed to provide additional facility amounted of Rp 20,000 and Rp 30,000, therefore the maximum facility amount become Rp 80,000 and the term of facility is up to two (2) years since the withdrawal date and bears annual interest rate of 12.5% for the first year. Fasilitas ini dijamin dengan piutang Perusahaan minimum sebesar 110% dari jumlah fasilitas yang digunakan. This facility is secured by the Company‟s consumer financing receivables minimum at 110% from used facility. Berdasarkan perjanjian tersebut, Perusahaan tanpa persetujuan tertulis dari Bank Hana dilarang melakukan hal-hal berikut ini, antara lain merubah anggaran dasar perusahaan dan/atau susunan pengurusnya, mengikatkan diri sebagai penjamin terhadap pihak ketiga, menerima fasilitas kredit apapun bentuknya dari bank lain, membagi deviden, membayar utang kepada pemegang saham. Based on the agreement, the Company is obliged to inform Bank Hana with writing consent in case there are changes in the Company‟s article of association and/or changes in the management, act as guarantor of obligation of other parties, obtain credit facility from other banks, distribute dividends, repay the Shareholders‟ loan. Pada tanggal 31 Desember 2012 (2011), Perusahaan telah mematuhi seluruh persyaratan penting tersebut di atas. 18. Based on the Credit Agreement dated May 27, 2009, the Company obtained the Working Capital Consumer Financing facility from Bank Hana with a maximum credit facility amounting Rp 30,000, the term of facility is two (2) years and bears annual interest rate of 15% for the first year. As of December 31, 2012 (2011), the Company has complied with all important loan covenants above. PT Bank Mayora (Bank Mayora) 18. PT Bank Mayora (Bank Mayora) Berdasarkan Perjanjian Kredit tanggal 25 Juni 2008, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman berjangka dari Bank Mayora dengan batas maksimum kredit sejumlah Rp 5.000, yang telah beberapa kali mengalami perubahan dan terakhir pada tanggal 25 September 2012, dengan batas maksimum fasiltas Rp 20.000 dan jangka waktu pinjaman sampai dengan tanggal 1 Juli 2013. Based on the Credit Agreement dated June 25, 2008, the Company obtained term loan facility from Bank Mayora with maximum credit limit of Rp 5,000 which has been amended several times, the latest on September 25, 2012, with maximum credit limit of Rp 20,000 and the term of facility is up to July 1, 2013. 52
  • 128.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 12. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PINJAMAN BANK (lanjutan) 12. BANK LOANS (continued) A. Fasilitas Pinjaman (lanjutan) A. 18. PT Bank Mayora (Bank Mayora) (lanjutan) 18. PT Bank Mayora (Bank Mayora) (continued) Fasilitas pinjaman yang diperoleh dari Bank Mayora tersebut dikenakan tingkat bunga sebesar 11,25% per tahun serta dijamin dengan BPKB asli kendaraan yang dibiayai melalui fasilitas ini dan piutang pembiayaan Perusahaan sebesar 112% (Catatan 6). 19. Loan Facilities (continued) This loan facility from Bank Mayora bears annual interest rate of 11.25% and secured by original BPKB of the financed motor vehicles and Company‟s consumer financing receivables at 112% (Note 6). PT Bank Harda Internasional (Bank Harda) 19. PT Bank Harda Internasional (Bank Harda) Berdasarkan Akte Pengakuan Utang tanggal 15 Oktober 2009, Perusahaan memperoleh fasilitas Pinjaman Aksep Menurun (PAM) dari Bank Harda dengan batas maksimum kredit sejumlah Rp 10.000 dengan jangka waktu selama 42 (empat puluh dua) bulan yang akan berakhir pada tanggal 15 April 2013 dan tingkat bunga pinjaman sebesar 13,5% per tahun. Pada tanggal 4 Oktober 2010, Bank Harda menyetujui penambahan fasilitas PAM menjadi Rp 15.000 dengan jangka waktu fasilitas selama 36 (tiga puluh enam) bulan dan tingkat bunga pinjaman sebesar 13,5% per tahun. Selanjutnya pada tanggal 18 Februari 2011, Bank Harda menyetujui penambahan fasilitas PAM menjadi Rp 20.000. On October 4, 2010, Bank Harda agreed to provide additional PAM facility to become Rp 15,000 with term of facility is thirty-six (36) months and bears annual interest rate of 13.5%. Furthermore on February 18, 2011, Bank Harda agreed to provide additional PAM facility to become Rp 20,000. Berdasarkan perjanjian tersebut, Perusahaan wajib mempertahankan Gearing rasio maksimum 10 (sepuluh) kali dan non performing loan maksimum 5%. Fasilitas tersebut dijamin dengan penyerahan hak milik secara fidusia atas piutang Perusahaan sebesar 115% dari jumlah maksimum fasilitas kredit dan jaminan untuk membeli kembali (Buy Back Guarantee). Based on the agreement, the Company is obliged to maintain maximum Gearing Ratio of ten (10) times and Non Performing Loan maximum 5%. This facility is secured by fiduciary transfer of Company`s receivables at 115% of total maximum credit facility and Buy Back Guarantee. Selain itu, sesuai dengan perjanjian tersebut, Perusahaan harus mendapatkan persetujuan tertulis dari Bank Harda sebelum melakukan halhal berikut ini, antara lain melakukan merger, akuisisi, likuidasi, mengalihkan pinjaman dan/atau jaminan kepada pihak lain. Moreover, based on the agreement, the Company is not allowed, among others, enters into a merger and acquisition, liquidate the Company, transfer the loan and/or collateral to other parties without prior written consent from Bank Harda. Pada tanggal 31 Desember 2012 (2011), Perusahaan telah mematuhi seluruh persyaratan penting tersebut di atas. 20. Based on the Deed of Debt Recognition dated October 15, 2009, the Company obtained the PAM facility from Bank Harda with a maximum credit limit of Rp 10,000, the term of facility is forty-two (42) months up to April 15, 2013 and bears annual interest rate of 13.5%. As of December 31, 2012 (2011), the Company has complied with all important loan covenants above. PT Bank Sinarmas (Bank Sinarmas) 20. PT Bank Sinarmas (Bank Sinarmas) Berdasarkan Perjanjian Kredit tanggal 28 Maret 2006, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit modal kerja berupa demand loan dari Bank Sinarmas dengan jumlah maksimum sebesar Rp 20.000 pada awal perjanjian dan terakhir telah diubah menjadi maksimum Rp 50.000. Pada tanggal 14 Juli 2009, Bank Sinarmas menyetujui untuk mengubah fasilitas demand loan menjadi maksimum Rp 20.000 dan memberikan tambahan fasilitas term loan dengan jumlah maksimum Rp 100.000. Based on the Credit Agreement dated March 28, 2006, the Company obtained the demand loan revolving working capital credit facility from Bank Sinarmas at the initially maximum amount of Rp 20,000, which was last amended to become maximum of Rp 50,000. On July 14, 2009, Bank Sinarmas agreed to amend the demand loan facility become maximum of Rp 20,000 and provided additional term loan with a maximum facility amount of Rp 100,000. 53
  • 129.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 12. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PINJAMAN BANK (lanjutan) 12. BANK LOANS (continued) A. Fasilitas Pinjaman (lanjutan) A. 20. PT Bank Sinarmas (Bank Sinarmas) (lanjutan) 20. PT Bank (continued) Loan Facilities (continued) Sinarmas (Bank Sinarmas) Fasilitas demand loan memiliki jangka waktu sampai dengan tanggal 28 Maret 2010 sedangkan fasilitas term loan berlaku 36 (tiga puluh enam) bulan sejak tanggal pencairan. Pada tanggal 31 Desember 2011, saldo pinjaman untuk fasilitas term loan sesuai dengan nilai kontrak adalah sebesar Rp 32.630. Fasilitas pinjaman demand loan dan term loan tersebut telah dilunasi seluruhnya pada tahun 2012. Sesuai perjanjian tersebut, Perusahaan wajib memberitahu Bank Sinarmas secara tertulis apabila terdapat perubahan struktur modal, susunan para pemegang saham, susunan Direksi dan Komisaris Perusahaan dan perubahan anggaran dasar Perusahaan. Based on agreements, the Company is obliged to inform Bank Sinarmas in writing in case there is changes in the Company‟s capital structure, Shareholders‟, Boards of Directors and Commissioners and changes in the Company‟s article of association. Pada tanggal 31 Desember 2011 Perusahaan telah mematuhi seluruh persyaratan penting tersebut di atas. As of December 31, 2011, the Company has complied with all important loan covenants above. Fasilitas tersebut dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen sebesar 110% dari jumlah maksimum fasilitas kredit dan aset tetap Perusahaan berupa tanah dan bangunan dan dikenakan tingkat bunga floating sebesar 14% per tahun. 21. The demand loan facility will mature on March 28, 2010, while the term loan facility is up to thirty-six (36) months since the withdrawal date. As of December 31, 2011, the balance of the term loan facility based on contract amounted to Rp 32,630. In 2012, all outstanding loan of demand loan and term loan facility has been fully repaid. This facility is secured by the consumer financing receivables at 110% of total maximum credit facility and Company‟s land and building. This facility bears annual floating interest rate at 14%. PT Bank Agroniaga Tbk (Bank Agro) 21. PT Bank Agroniaga Tbk (Bank Agro) Berdasarkan Perjanjian Kredit tanggal 15 Juli 2008, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit modal kerja dari Bank Agro dengan jumlah maksimum sebesar Rp 25.000. Fasilitas kredit ini memiliki jangka waktu selama 4 (empat) tahun sampai dengan tanggal 15 Juli 2012 dengan tingkat bunga pinjaman floating sebesar 14% per tahun. Based on the Credit Agreement dated July 15, 2008, the Company obtained working capital credit facility from Bank Agro with a maximum amount of Rp 25,000. The term of this credit facility is four (4) years up to July 15, 2012 and bears annual floating interest rate of 14%. Selanjutnya, pada tanggal 12 April 2010, Bank Agro memberikan fasilitas Pinjaman Tetap Angsuran II sebesar maksimum Rp 45.000 dengan jangka waktu fasilitas selama 36 (tiga puluh enam) bulan dengan tingkat bunga pinjaman floating sebesar 14% per tahun. Furthermore, on April 12, 2010, Bank Agro agreed to provide the fixed loan facility Installment II with maximum facility amount of Rp 45,000, and the term of the facility is thirty-six (36) months and bears annual floating interest rate of 14%. Berdasarkan perjanjian tersebut, Perusahaan harus memberitahukan secara tertulis kepada Bank Agro, antara lain, untuk melakukan likuidasi, merger, konsolidasi, akuisisi dan melakukan perubahan kepemilikan saham dan pengurus Perusahaan. Fasilitas ini dijamin dengan piutang Perusahaan senilai fasilitas pembiayaan dan jaminan perusahaan JMG. Fasilitas Pinjaman Tetap Angsuran II tersebut telah dilunasi seluruhnya pada tahun 2012. Based on the agreement, the Company is obliged to inform Bank Agro in writing, among others, to liquidate the Company, enters into merger, consolidation, acquisition and changes of the Company‟s ownership and the management. This facility is secured by the Company‟s financing receivable at the same amount of financing facility and corporate guarantee from JMG. In 2012, all outstanding loan of Installment II facility has been fully repaid. Pada tanggal 31 Desember 2012 (2011), Perusahaan telah mematuhi seluruh persyaratan penting tersebut di atas. As of December 31, 2012 (2011), the Company has complied with all important loan covenants above. 54
  • 130.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 12. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PINJAMAN BANK (lanjutan) 12. BANK LOANS (continued) A. Fasilitas Pinjaman (lanjutan) A. 22. PT Bank CIMB Niaga Tbk - USD (Bank CIMB Niaga) 22. PT Bank CIMB Niaga Tbk - USD (Bank CIMB Niaga) Berdasarkan Perjanjian Kredit pada tanggal 21 September 2011, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman transaksi khusus dari Bank CIMB Niaga dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar US$ 6 yang ekuivalen sebesar Rp 52.590. Jangka waktu fasilitas 36 (tiga puluh enam) bulan sejak tanggal penandatanganan perjanjian. Fasilitas ini dikenakan bunga per tahun untuk mata uang Rupiah sebesar 10,8% sedangkan suku bunga mengambang per tahun untuk mata uang Dollar Amerika Serikat adalah sebesar 2%, di atas tingkat suku bunga LIBOR yang berlaku untuk jangka waktu 6 (enam) bulan. Saldo fasilitas pada tanggal 31 Desember 2012 (2011), sesuai dengan nilai kontrak adalah sebesar Rp 33.845 (Rp 49.874). Based on the Credit Agreement, dated September 21, 2011, the Company obtained the transaction credit facility from Bank CIMB Niaga with maximum amounted to US$ 6, equivalent to Rp 52,590. The term of this facility is thirty six (36) months since the agreement is signed. The bears annual interest rate in Rupiah is 10.8%, while floating annual interest rate in United States Dollar is 2% above the 6 (six) months interest of LIBOR. As of December 31, 2012 (2011), the balance of this facility, based on the contract value, is amounted to Rp 33,845 (Rp 49,874). Selain itu, sesuai dengan perjanjian tersebut, Perusahaan harus mendapatkan persetujuan tertulis sebelum melakukan hal-hal berikut ini, antara lain, memberikan pinjaman kepada pihak lain, merubah kegiatan usaha dan melakukan merger, konsolidasi atau akuisis. Fasilitas ini dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen sebesar 110% dari jumlah fasilitas kredit. Moreover, based on the agreement, without written consent, the Company is not allowed to, among others, give new loan to other parties, changes in the Company‟s activity and enters to merger, consolidation or acquisition. This facility is secured by Company`s consumer financing receivables at minimum 110% of the amount of the outstanding facility. Selama masa berlakunya perjanjian tersebut, Perusahaan harus mempertahankan consolidated tangible networth minimum Rp 200.000, gearing rasio maksimum sebesar 8 (delapan) kali, piutang yang jatuh tempo melebihi 30 (tiga puluh) hari maksimum 4% dari total piutang, rasio likuiditas minimum 1 (satu) kali dan net credit losses maksimum 5% dari total pembiayaan konsumen. While the loan is still outstanding, the Company shall maintain consolidated tangible networth minimum Rp 200,000, ratio at the maximum of eight (8) times, over thirty (30) days overdue account receivables maximum 4% of total account receivables, liquidity ratio at the minimum of one (1) time, net credit losses maximum of 5% from total consumer receivables. Pada tanggal 31 Desember 2012 (2011), Perusahaan telah mematuhi seluruh persyaratan penting tersebut di atas. As of December 31, 2012 (2011), the Company has complied with all important loan covenants above. Loan Facilities (continued) B. Fasilitas Syariah B. Sharia Facilities 1. PT Bank Syariah Mandiri (Bank Syariah Mandiri) 1. PT Bank Mandiri) Syariah Mandiri (Bank Syariah Based on the credit agreement “Akad Pembiayaan Al Murabahah” with Bank Syariah Mandiri dated March 27, 2006, which has been amended several times, the latest on January 26, 2012, the Company obtained the revolving joint financing facility “Murabahah Financing” to finance the purchases of new two-wheeled motor vehicles (Japan) from Bank Syariah Mandiri with a maximum facility amount of Rp 250,000 and the term of this facility is fourty eight (48) months since the agreement is signed. Berdasarkan perjanjian kredit dengan Akad Pembiayaan Al Murabahah antara Perusahaan dan Bank Syariah Mandiri pada tanggal 27 Maret 2006, yang telah beberapa kali mengalami perubahan dan terakhir pada tanggal 26 Januari 2012, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit pembiayaan bersama untuk pembiayaan murabahah dalam rangka pembelian kendaraan bermotor roda dua khusus untuk sepeda motor baru merk Jepang dari Bank Syariah Mandiri dengan jumlah fasilitas maksimum Rp 250.000 yang bersifat revolving dengan jangka waktu 48 (empat puluh delapan) bulan sejak tanggal penandatanganan perjanjian. 55
  • 131.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 12. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PINJAMAN BANK (lanjutan) 12. BANK LOANS (continued) B. Fasilitas Syariah (lanjutan) B. Sharia Facilities (continued) 1. PT Bank Syariah Mandiri (Bank Syariah Mandiri) (lanjutan) 1. PT Bank Syariah Mandiri Mandiri) (continued) (Bank Syariah Berdasarkan perjanjian tersebut, besarnya margin keuntungan Bank Syariah Mandiri adalah sebesar 12% per tahun dan Perusahaan tidak diperkenankan, antara lain, untuk melakukan akuisisi, merger, restrukturisasi dan/atau konsolidasi, mengubah anggaran dasar, susunan pemegang saham, Komisaris atau Direksi tanpa persetujuan tertulis dari Bank Syariah Mandiri. Selain itu, Perusahaan wajib menjaga persentase jumlah tunggakan (NPF) maksimum 2% dan gearing ratio maksimum 10 (sepuluh) kali. Pada tanggal 31 Desember 2012 (2011), Perusahaan telah mematuhi seluruh persyaratan penting tersebut di atas. As of December 31, 2012 (2011), the Company has complied with all important loan covenants above. Fasilitas ini dijamin dengan piutang Perusahaan senilai fasilitas pembiayaan, kendaraan yang dibiayai dengan fasilitas tersebut dan jaminan perusahaan JMG. 2. Based on the agreement, the annual profit margin Bank Syariah Mandiri is 12% and the Company is not allowed, among others, enter into acquisition, merger, restructurization and/or consolidation, change the Company‟s article of association, Company‟s shareholders and Commissioners and Boards of Directors without prior written consent from Bank Syariah Mandiri. Moreover, the Company obliged to maintain maximum non performing loan of 2% and maximum gearing ratio ten (10) times. This facility is secured by the Company‟s consumer financing receivables at the same amount of financing facility, motor vehicles which are financed by this facility and corporate guarantee from JMG. PT Bank Permata Syariah Tbk (Bank Permata Syariah) 2. PT Bank Permata Syariah Tbk (Bank Permata Syariah) Pada tanggal 11 September 2012, Perusahaan memperoleh fasilitas pembiayaan murabahah dari Bank Permata Syariah dalam rangka modal kerja pembiayaan sepeda motor baru maupun bekas dengan jumlah maksimum sebesar Rp 200.000 yang bersifat berulang (revolving). Fasilitas ini mempunyai jangka waktu pinjaman 3 (tiga) tahun sejak tanggal penandatanganan perjanjian. Fasilitas ini dijamin dengan piutang Perusahaan senilai fasilitas pembiayaan, jaminan pribadi dari pihak berelasi, jaminan perusahaan JMG. Selain itu, Perusahaan wajib menjaga persentase ratarata penghapusan piutang terhadap total portofolio selama 12 (dua belas) bulan terakhir dibawah 5%, persentase rata-rata tunggakan pinjaman maksimum 4% dan gearing rasio tidak melebihi 9,5 (sembilan koma lima) kali. This facility is secured with the Company‟s consumer financing at the same amount of the financing facility, personal guarantee from related parties, corporate guarantee from JMG. Moreover, the Company is obliged to maintain the percentage average net write-off to total portfolio at maximum 5% in the last twelve (12) months, maximum deliquency in average loan of 4% and maximum gearing ratio of nine poin five (9.5) times. Pada tanggal 31 Desember 2012, Perusahaan telah mematuhi seluruh persyaratan penting tersebut di atas. 3. On September 11, 2012, Company obtained revolving “Murabahah Financing” facility from Bank Permata Syariah to financing new and used motorcycle with maximum amount of Rp 200,000. The term of this facility is three (3) years since the agreement is signed. As of December 31, 2012, the Company has complied with all important loan covenants above. PT Bank CIMB Niaga Tbk - Syariah (Bank CIMB Niaga - Syariah) 3. Pada tanggal 30 Juni 2010, Perusahaan memperoleh fasilitas pembiayaan investasi Murabahah dari Bank CIMB Niaga - Syariah untuk pembiayaan pembangunan gedung kantor dengan jumlah maksimum sebesar Rp 32.000, dengan jangka waktu fasilitas selama 6 (enam) tahun dengan masa grace period 6 (enam) bulan. Berdasarkan perjanjian tersebut, besarnya margin keuntungan Bank CIMB Niaga - Syariah adalah sebesar 12,5% per tahun. PT Bank CIMB Niaga Tbk - Syariah (Bank CIMB Niaga - Syariah) On June 30, 2010, the Company obtained a “Murabahah” investment financing facility from Bank CIMB Niaga Syariah to finance the Company‟s office building with the maximum amount of Rp 32,000, and the term of facility is six (6) years with six (6) months grace period. Based on the agreement, the annual profit margin Bank CIMB Niaga - Syariah is 12.5%. 56
  • 132.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 12. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PINJAMAN BANK (lanjutan) 12. BANK LOANS (continued) B. Fasilitas Syariah (lanjutan) B. Sharia Facilities (continued) 3. PT Bank CIMB Niaga Tbk - Syariah (Bank CIMB Niaga - Syariah) (lanjutan) 3. PT Bank CIMB Niaga Tbk - Syariah (Bank CIMB Niaga - Syariah) (continued) Fasilitas ini dijamin dengan aset tetap Perusahaan berupa tanah dan bangunan. Berdasarkan perjanjian, Perusahaan tidak diperkenankan, antara lain, melakukan perubahan susunan pemegang saham dan pengurus, melakukan pembagian dividen dan melakukan investasi tanpa persetujuan tertulis dari Bank CIMB Niaga - Syariah. Saldo pinjaman tersebut pada tanggal 31 Desember 2012 (2011), sesuai dengan nilai kontrak adalah sebesar Rp 23.022 (Rp 27.963). As of December 31, 2012 (2011), the balance of this facility based on the contract value amounted to Rp 23,022 (Rp 27,963). Pada tanggal 27 Juli 2012 dan 24 Oktober 2012, Perusahaan memperoleh fasilitas Pembiayaan Transaksi Khusus (PTK) - Murabahah berupa PTK VI dan PTK VII dari Bank CIMB Niaga Syariah untuk pembiayaan konsumen dalam rangka pembelian sepeda motor baru dengan jumlah maksimum, masing-masing sebesar Rp 50.000, dengan jangka waktu untuk masingmasing fasilitas selama 42 (empat puluh dua) bulan dan 38 (tiga puluh delapan) bulan sejak perjanjian ditandatangani. On July 27, 2012 and October 24, 2012, the Company obtained “Pembiayaan Transaksi Khusus” (PTK) - Murabahah facility in form of PTK VI and PTK VII from Bank CIMB Niaga - Syariah to used for consumers financing to purchase new motorcycle with maximum amount of Rp 50,000, respectively, the term of each facility is fourty-two (42) months and thirty-eight (38) months since the agreement signed. Margin keuntungan Bank CIMB Niaga - Syariah adalah sebesar 11% per tahun. Perjanjian tersebut dijamin dengan jaminan fidusia atas piutang Perusahaan minimum sebesar 110% dari jumlah outstanding. Perusahaan tidak diperkenankan melakukan hal-hal sebagai berikut, antara lain melakukan merger, akuisisi dan konsolidasi, mengubah anggaran dasar, serta struktur permodalan tanpa persetujuan tertulis dari pihak Bank CIMB Niaga - Syariah. Selain itu, Perusahaan wajib mempertahankan gearing rasio maksimum 8 (delapan) kali dan non performing loan maksimum 4% The annual profit margin bank CIMB Niaga – Syariah is 11%. The agreement was secured by fiduciary guarantee of minimum outstanding loan of 110%. The Company is not allowed, among others, merger, acquisition and consolidation, changes in the Company‟s article of association and capital structure, without written concent from Bank CIMB Niaga - Syariah. Moreover, the Company obliged to maintain gearing ratio maximum eigth (8) times and non performing loan maximum 4%. Saldo pinjaman tersebut pada tanggal 31 Desember 2012, sesuai dengan nilai kontrak adalah sebesar Rp 85.826. As of December 31, 2012, the balance of this facility based on the contract value amounted to Rp 85,826. Pada tanggal 31 Desember 2012 (2011), Perusahaan telah mematuhi seluruh persyaratan penting tersebut di atas. 4. This facility is secured by the Company‟s land and building. Based on the agreement, the Company is not allowed, among others, changes the Company`s management and shareholders, distribute dividend and enter into new investment without prior written consent from Bank CIMB Niaga - Syariah. As of December 31, 2012 (2011), the Company has complied with all important loan covenants above. PT Bank Danamon Indonesia Tbk - Divisi Syariah (Bank Danamon Syariah) 4. Berdasarkan Perjanjian Pembiayaan Mudharabah pada tanggal 19 September 2012, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit pembiayaan dalam rangka pembelian kendaraan bermotor dengan jumlah maksimum sebesar Rp 100.000. Fasilitas kredit ini memiliki jangka waktu selama 48 (empat puluh delapan) bulan, termasuk masa penarikan 12 (dua belas) bulan. Sesuai perjanjian tersebut, besarnya margin keuntungan Bank Danamon Syariah adalah sebesar 11% per tahun. PT Bank Danamon Indonesia Tbk - Syariah Division (Bank Danamon Syariah) Based on Mudharabah Financing Agreement dated September 19, 2012, the Company obtained credit facility to finance purchases of motorcycle with maximum amount of Rp 100,000. The term of this facility is up to fourty-eight (48) months, included twelve (12) months utilisation periods. Based on the agreement, the annual profit margin Bank Danamon Syariah is 11%. 57
  • 133.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 12. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PINJAMAN BANK (lanjutan) 12. BANK LOANS (continued) B. Fasilitas Syariah (lanjutan) B. Sharia Facilities (continued) 4. PT Bank Danamon Indonesia Tbk - Divisi Syariah (Bank Danamon Syariah) (lanjutan) 4. PT Bank Danamon Indonesia Tbk - Syariah Division (Bank Danamon Syariah) (continued) Fasilitas pinjaman tersebut dijamin dengan tagihan nasabah yang diikat secara fidusia minimum 105% dari total outstanding pembiayaan. Pada tanggal 31 Desember 2012, Perusahaan telah mematuhi seluruh persyaratan penting tersebut di atas. 5. This facility is secured by fiduciary guarantee of minimum 105% from outstanding consumer financing receivables. As of December 31, 2012, the Company has complied with all important loan covenants above. PT Bank Rakyat Indonesia - Divisi Syariah (Bank BRI - Syariah) 5. PT Bank Rakyat Indonesia - Syariah Division (Bank BRI - Syariah) Pada tanggal 29 Mei 2009, Perusahaan memperoleh fasilitas pembiayaan modal “Musyarakah bil Murabahah” dari Bank BRISyariah dalam rangka modal kerja pembiayaan konsumen dengan jumlah maksimum sebesar Rp 75.000, selanjutnya pada tanggal 22 Februari 2010, Bank BRI-Syariah menyetujui penambahan fasilitas menjadi Rp 80.000 yang bersifat revolving basis dengan ketentuan bahwa bagian pembiayaan Bank BRI - Syariah adalah sebesar 95% dan bagian pembiayaan Perusahaan adalah sebesar 5%. Pada tanggal 29 Mei 2012, Bank BRI - Syariah menyetujui perpanjangan jangka waktu fasilitas yang berakhir pada tanggal 29 Mei 2013. Bank BRI - Syariah menetapkan nisbah bagi hasil per tahun sebesar 11,75%. Fasilitas ini dijamin dengan piutang pembiayaan minimum sebesar 105% dari jumlah fasilitas pembiayaan. Selama masa berlakunya perjanjian tersebut, antara lain, Perusahaan harus mempertahankan gearing rasio kurang dari 10 (sepuluh) The annual profit-sharing charged by Bank BRI Syariah is at 11.75%. This facility is secured by financing receivables at 105% of total financing facility. While the loan is still outstanding, the Company is obliged to maintain maximum Gearing ratio of ten (10) times. Pada tanggal 31 Desember 2012 (2011), Perusahaan telah mematuhi seluruh persyaratan penting tersebut di atas. 6. On May 29, 2009, the Company obtained a “Musyarakah bil Murabahah” capital financing facility from Bank BRI - Syariah in the form of working capital consumers financing, the maximum amount of Rp 75,000, furthermore on February 22, 2010, Bank BRI - Syariah agreed to provide additional revolving facility to become Rp 80,000, provided that Bank BRI - Syariah financing portion is 95% and the Company‟s financing portion is 5%. On May 29, 2012, Bank BNI - Syariah agreed to extend the term of facility up to May 29, 2013. As of December 31, 2012 (2011), the Company has complied with all important loan covenants above. PT Bank Pan Indonesia - Syariah (Bank Panin Syariah) 6. PT Bank Pan Indonesia - Syariah (Bank Panin Syariah) Pada tanggal 14 Juli 2010, Perusahaan memperoleh fasilitas pembiayaan modal Musyarakah wal Murabahah dari Bank Panin Syariah dalam rangka modal kerja pembiayaan konsumen dengan jumlah maksimum sebesar Rp 20.000, dengan jangka waktu fasilitas selama 42 (empat puluh dua) bulan. On July 14, 2010, the Company obtained a “Musyarakah wal Murabahah” capital financing facility from Bank Panin Syariah in the form of working capital consumers financing with the maximum amount of Rp 20,000, and the term of facility is forty-two (42) months. Bank Panin Syariah menetapkan nisbah bagi hasil per tahun sebesar 13,5%. Fasilitas ini dijamin dengan piutang pembiayaan minimum sebesar 100% dari jumlah fasilitas pembiayaan dan jaminan pribadi dari pihak berelasi. The annual profit-sharing charged by Bank Panin Syariah is at 13.5%. This facility is secured by financing receivables at 100% of total financing facility and personal guarantee from related party. Berdasarkan perjanjian tersebut, Perusahaan diwajibkan mempertahankan bad debt ratio tidak lebih dari 5% atas piutang pembiayaan secara keseluruhan dan tidak diperkenankan, antara lain, menyatakan pailit dan melakukan perubahan susunan pengurus tanpa persetujuan tertulis dari Bank Panin Syariah. Based on the agreement, the Company is obliged to maintain bad debt ratio at maximum 5% of total financing receivables and not allowed, among others, make statement of liquidation and changes in the management without prior written consent from Bank Panin Syariah. 58
  • 134.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 12. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PINJAMAN BANK (lanjutan) 12. BANK LOANS (continued) B. Fasilitas Syariah (lanjutan) B. Sharia Facilities (continued) 6. PT Bank Pan Indonesia - Syariah (Bank Panin Syariah) (lanjutan) 6. PT Bank Pan Indonesia - Syariah (Bank Panin Syariah) (continued) Saldo pinjaman tersebut pada tanggal 31 Desember 2012 (2011), sesuai dengan nilai kontrak adalah sebesar Rp 3.008 (Rp 9.970). Pada tanggal 10 September 2012, Perusahaan memperoleh fasilitas Musyarakah wal Murabahah dari Bank Panin Syariah dalam rangka pembiayaan konsumen dengan jumlah maksimum sebesar Rp 80.000, dengan jangka waktu fasilitas selama 54 (lima puluh empat) bulan terhitung sejak tanggal penandatanganan perjanjian ini termasuk masa tenggang selama 6 (enam) bulan dan besaran nisbah bagi hasil per tahun sebesar 11% untuk 3 (tiga) tahun dan 12,5% untuk diatas 3 (tiga) tahun sampai dengan 4 (empat) tahun. On September 10, 2012, the Company obtained a “Musyarakah wal Murabahah” from Bank Panin Syariah in the form of consumer financing with maximum amount of Rp 80,000 with the facility term is fivety-four (54) months since the agreement signed, include grace period six (6) months and expected return is 11% for three (3) years and 12.5% for above three (3) years to four (4) years. Fasilitas ini dijamin dengan piutang pembiayaan minimum sebesar 110% dari total piutang. Berdasarkan perjanjian tersebut, Perusahaan diwajibkan mempertahankan gearing ratio sesuai dengan ketentuan Menteri Keuangan dan tidak diperkenankan, antara lain, menyatakan pailit dan mengubah nama, maksud dan tujuan kegiatan usaha, serta status perusahaan tanpa persetujuan tertulis dari Bank Panin Syariah. This facility is secured by minimum financing receivables at 110% of total receivables. Based on the agreement, the Company is obliged to maintain maximum gearing ratio under the Minister of Finance condition and not allowed among others, make statement of liquidation and changes the name, the Company‟s activity purposes and the Company‟s status without written consent from Bank Panin Syariah. Saldo pinjaman tersebut pada tanggal 31 Desember 2012, sesuai dengan nilai kontrak adalah sebesar Rp 66.555. As of December 31, 2012, the balance of this facility based on the contract value amounted to Rp 66,555. Pada tanggal 31 Desember 2012 (2011), Perusahaan telah mematuhi seluruh persyaratan penting tersebut di atas. 7. As of December 31, 2012 (2011), the balance of this facility based on the contract value amounted to Rp 3,008 (Rp 9,970). As of December 31, 2012 (2011), the Company has complied with all important loan covenants above. PT Bank BCA Syariah (Bank BCA Syariah) 7. PT Bank BCA Syariah (Bank BCA Syariah) Pada tanggal 20 September 2010, Perusahaan memperoleh fasilitas channelling dengan akad “Wakalah Murabahah” dari Bank BCA Syariah dengan jumlah maksimum sebesar Rp 50.000, dengan jangka waktu pembiayaan selama 36 (tiga puluh enam) bulan. Bank BCA Syariah menetapkan margin per tahun sebesar 12,5%. Fasilitas ini dijamin dengan BPKB asli kendaraan yang dibiayai melalui fasilitas ini. On September 20, 2010, the Company obtained a “Wakalah Murabahah” channelling facility from Bank BCA Syariah with the maximum amount of Rp 50,000 and the term of financing periods is thirty six (36) months. The annual margin charged by Bank BCA Syariah is at 12.5%. This facility is secured by secured by original BPKB of the financed motor vehicles. Pada tanggal 25 September 2012, Bank BCA Syariah menyetujui perubahan fasilitas channelling dengan akad “Wakalah Murabahah” menjadi fasilitas “Executing Murabahah” dengan jumlah maksimum sebesar Rp 50.000 dan bersifat revolving, dengan jangka waktu penarikan sampai dengan 12 Juli 2013 dan margin pertahun sebesar 11%. On September 25, 2012, Bank BCA Syariah agreed the changes of “Wakalah Murabahah” channelling facility to “Executing Murabahah” revolving facility with maksimum amount of Rp 50,000 and the term of utilisation up to July 12, 2013 and the annual margin rate is 11%. Berdasarkan perjanjian tersebut, Perusahaan diwajibkan mempertahankan rasio utang terhadap ekuitas maksimum sebesar 8 (delapan) kali dan rasio non performing loan maksimum sebesar 4%. Perusahaan juga tidak diperkenankan, antara lain, melakukan perubahan susunan pemegang saham dan pengurus tanpa persetujuan tertulis dari Bank BCA Syariah. Based on the agreement, the Company is obliged to maintain debt to equity ratio at the maximum of eight (8) times and maximum non performing loan of 4%. The Company is not allowed, among others, changes the Company`s shareholders and management without prior written consent from Bank BCA Syariah. 59
  • 135.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 12. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PINJAMAN BANK (lanjutan) B. 7. 12. Fasilitas Syariah (lanjutan) BANK LOANS (continued) B. 7. PT Bank BCA Syariah (Bank BCA Syariah (lanjutan) Sharia Facilities (continued) PT Bank BCA Syariah (Bank BCA Syariah) (continued) Pada tanggal 31 Desember 2012 (2011), Perusahaan telah mematuhi seluruh persyaratan penting tersebut di atas. 8. As of December 31, 2012 (2011), the Company has complied with all important loan covenants above. PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (Bank Muamalat) 8. PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Muamalat) (Bank Berdasarkan Perjanjian Pembiayaan Wa’d (Line) Al Murabahah pada tanggal 21 Maret 2005, Perusahaan memperoleh fasilitas untuk modal kerja pembiayaan konsumen untuk kendaraan bermotor dari Bank Muamalat dengan jumlah maksimum Rp 50.000 dan berlaku untuk jangka waktu 36 (tiga puluh enam) bulan. Perjanjian tersebut telah beberapa kali mengalami perubahan, terakhir pada tanggal 9 Juni 2010, Perusahaan memperoleh fasilitas Wa’d al Musyarakah untuk modal kerja pembiayaan konsumen untuk kendaraan bermotor dengan jumlah maksimum Rp 150.000 dan berlaku untuk jangka waktu 48 (empat puluh delapan) bulan. The agreement, which has been amended several times and the lates on June 9, 2010, the Company obtained Wa‟d al Musyarakah for working capital consumer financing facility for the purchases of two-wheeled motor vehicles with maximum amount of Rp 150,000, and valid for forty-eight (48) months. Berdasarkan perjanjian, Perusahaan tidak diperkenankan, antara lain, untuk membubarkan Perusahaan, mengalihkan jaminan pada pihak lain, menerima fasilitas pembiayaan dari pihak lain, tanpa persetujuan dari Bank Muamalat. Fasilitas ini dijamin dengan piutang Perusahaan senilai fasilitas pembiayaan dan BPKB kendaraan yang dibiayai dengan fasilitas tersebut. Sesuai perjanjian tersebut, besarnya margin keuntungan Bank Muamalat adalah sebesar 13,5% per tahun. Based on the agreement, the Company is not allowed, among others, liquidate the Company, transfer the collateral to other parties, obtained the financing facility from other parties without prior consent from Bank Muamalat. This facility is secured by the Company‟s receivables at the same amount of financing facility and BPKB of the financed motor vehicles. Based on the agreement, the annual profit margin of Bank Muamalat is 13.5%. Pada tanggal 31 Desember 2012 (2011), Perusahaan telah mematuhi seluruh persyaratan penting tersebut di atas. 9. Based on the Financing Agreement Wa‟d (Line) Al Murabahah dated March 21, 2005, the Company obtained working capital consumer financing facility for the purchases of two-wheeled motor vehicles from Bank Muamalat with maximum amount of Rp 50,000 and valid for thirty-six (36) months. As of December 31, 2012 (2011), the Company has complied with all important loan covenants above. PT Bank Internasional Indonesia Tbk - Divisi Syariah (Bank BII Syariah) 9. PT Bank Internasional Indonesia Tbk - Syariah Division (Bank BII Syariah) Pada tanggal 24 Oktober 2007, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit pembiayaan bersama untuk pembiayaan musyarakah dalam rangka pembelian kendaraan bermotor roda dua khusus untuk sepeda motor baru merk Jepang dari Bank BII Syariah dengan ketentuan bahwa bagian pembiayaan Bank BII Syariah adalah sebesar 95% dan bagian pembiayaan Perusahaan adalah sebesar 5%. On October 24, 2007, the Company obtained the “Musyarakah Financing” facility to finance the purchases of new two-wheeled motor vehicles (Japan) from Bank BII Syariah, provided that Bank BII Syariah‟s financing portion is 95% and the Company‟s portion is 5%. Fasilitas pembiayaan bersama ini mempunyai jumlah maksimum sejumlah Rp 25.000 yang bersifat tidak berulang dengan jangka waktu pembiayaan kepada konsumen adalah 3 (tiga) tahun. Sesuai perjanjian tersebut, besarnya margin keuntungan Bank BII Syariah adalah sebesar EBR 12% per tahun. This non-revolving joint financing facility has a maximum amount of Rp 25,000, and the term of the financing is up to three (3) years. Based on the agreement, the annual profit margin of Bank BII Syariah is EBR 12%. In 2011, all outstanding loan to Bank BII Syariah has been fully repaid. 60
  • 136.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 12. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PINJAMAN BANK (lanjutan) 12. BANK LOANS (continued) B. Fasilitas Syariah (lanjutan) B. Sharia Facilities (continued) 9. PT Bank Internasional Indonesia Tbk - Divisi Syariah (Bank BII Syariah) (lanjutan) 9. PT Bank Internasional Indonesia Tbk - Syariah Division (Bank BII Syariah) (continued) Pada tanggal 2 Desember 2010, Bank BII Syariah menyetujui penambahan fasilitas menjadi Rp 75.000 dengan jangka waktu fasilitas selama 3 (tiga) tahun. Sesuai perjanjian tersebut, besarnya margin keuntungan Bank BII Syariah adalah sebesar EBR 12% per tahun. Fasilitas tersebut dijamin dengan BPKB kendaraan yang dibiayai dengan fasilitas tersebut dan jaminan perusahaan dari JMG dan piutang Perusahaan (lihat Catatan 6). Selain itu, Perusahaan wajib menjaga rasio utang terhadap ekuitas, maksimum sebesar 8 (delapan) kali, dan rasio Non Performing Loan lebih dari 90 hari maksimum 4%, serta memberitahukan secara tertulis kepada Bank BII Syariah apabila terdapat perubahan anggaran dasar dan pengurus Perusahaan. This facility is secured by original BPKB of the financed motor vehicles, corporate guarantee from JMG and Company‟s receivables (see Note 6). Moreover, the Company is obliged to maintain maximum debt to equity of eight (8) times, maximum non performing loan ratio above ninety (90) days of 4% and inform Bank BII Syariah in writing, in case there is changes in the Company‟s article of association and management. Pada tanggal 31 Desember 2012 (2011), Perusahaan telah mematuhi seluruh persyaratan penting tersebut di atas. 10. On December 2, 2010, Bank BII Syariah agreed to provide additional facility to become Rp 75,000, the term of this facility is three (3) years. Based on the agreement, the annual profit margin of Bank BII Syariah is EBR 12%. As of December 31, 2012 (2011), the Company has complied with all important loan covenants above. Islamic Corporation For The Development of The Private Sector (ICD) 10. Islamic Corporation For The Development of The Private Sector (ICD) Pada tanggal 26 November 2008, Perusahaan memperoleh fasilitas Murabahah untuk pembiayaan konsumen dalam rangka pembelian kendaraan bermotor dari ICD dengan jumlah maksimum US$ 8 dan berlaku untuk jangka waktu 5 (lima) tahun. On November 26, 2008, the Company obtained Murabahah facility to financing consumers for the purchases of two-wheeled motor vehicles from ICD at maximum amount of US$ 8, and valid for five (5) years. Selanjutnya, pada tanggal 14 September 2011, ICD menyetujui penambahan fasilitas sejumlah US$ 25, dengan jangka waktu fasilitas selama 4 (empat) tahun sejak tanggal pencairan, termasuk masa penarikan 6 (enam) bulan. Furthermore, on September 14, 2011, ICD agreed to provide additional facility amounted of US$ 25, the term of facility is up to four (4) years since the withdrawal date, included six (6) months utilisation periods. Fasilitas ini dijamin, antara lain oleh BPKB kendaraan bermotor yang dibiayai Perusahaan, jaminan pribadi dari pihak berelasi, jaminan perusahaan dari JMG. This facility is secured, among others, by BPKB of the financed motor vehicles, personal guarantee from related party, corporate guarantee from JMG. Selain itu, berdasarkan perjanjian tersebut, Perusahaan tidak boleh melakukan hal-hal berikut ini, antara lain, melakukan perubahan anggaran dasar, perubahan komposisi para pemegang saham dan pengurus Perusahaan, perubahan jenis usaha, melakukan merger dan konsolidasi. Furthermore, based on the agreement, the Company is not allowed to, among others, change the Company‟s article of association, the composition shareholders and managements, changes in the Company‟s bussiness and enters into a merger and consolidation. Selama masa berlakunya perjanjian tersebut, antara lain Perusahaan harus mempertahankan rasio utang terhadap ekuitas maksimum sebesar 8 (delapan) kali, rasio aset lancar terhadap liabilitas jangka pendek sekurangnya 100%, rasio total biaya operasional terhadap laba kotor operasional ≤ 55% pada tahun 2012 dan ≤ 60% pada tahun 2011, rasio cadangan kerugian penurunan nilai terhadap piutang pembiayaan konsumen ≤ 4%. While the loan is still outstanding, the Company is obliged to maintain debt to equity ratio at the maximum of eight (8) times, ratio of liquid assets to short-term liabilities at least 100%, ratio of total operating expenses to gross operating income at ≤ 55% in 2012 and ≤ 60% in 2011, ratio of allowance for doubtful accounts to consumer financing receivables at ≤ 4%. 61
  • 137.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 12. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PINJAMAN BANK (lanjutan) 12. BANK LOANS (continued) B. B. 10. Islamic Corporation For The Development of The Private Sector (ICD) (lanjutan) 10. Islamic Corporation For The Development of The Private Sector (ICD) (continued) Pada tanggal 31 Desember 2012 (2011), Perusahaan telah mematuhi seluruh persyaratan penting tersebut di atas. 13. Fasilitas Syariah (lanjutan) As of December 31, 2012 (2011), the Company has complied with all important loan covenants above. INSTRUMEN DERIVATIF 13. Sharia Facilities (continued) DERIVATIVE INSTRUMENTS Pada tanggal 31 Desember 2012 (2011) saldo piutang derivatif adalah sebesar Rp 7.769 (Rp 128), sedangkan saldo utang derivatif adalah sebesar Rp 5.485 (Rp 4.125). As of December 31, 2012 (2011) the balance of derivatives receivable amounted to Rp 7,769 (Rp 128) and the balance of derivatives payable amounted to Rp 5,485 (Rp 4,125). Perusahaan menghadapi risiko pasar atas perubahan nilai tukar mata uang asing dan menggunakan instrumen derivatif untuk mengurangi risiko tersebut. Perusahaan tidak memiliki atau mengeluarkan instrumen keuangan derivatif untuk tujuan perdagangan. The Company faces uncertain market risks on fluctuation of foreign currency exchange rate and manages to reduce the risks by entering into financial derivative instruments. The Company did not own or issue a financial derivative instrument for trading purposes. Perusahaan mengadakan perjanjian kontrak valuta berjangka pertukaran mata uang asing untuk melindungi Perusahaan terhadap risiko nilai tukar mata uang Dolar Amerika Serikat. The Company entered into a cross currency swap transactions agreement to cover currency risks of United States Dollar exchange rate fluctuation. Rincian saldo transaksi derivatif Perusahaan adalah sebagai berikut: The outstanding derivative transactions are as follows: 31 Desember 2012 / December 31, 2012 Nilai wajar (dalam nilai penuh)/ Nilai Nosional (dalam nilai penuh)/ Fair value Notional Amount (in full amount) (in full amount) Tanggal jatuh tempo Nilai Kontrak Keseluruhan/ Total Contract Amount Piutang ($)/ Receivables ($) Utang (Rp)/ Payables (Rp) Piutang (Utang)/ Receivables (Payables) Kontrak Valuta Berjangka Bank of America Merrill Lynch 14 Mar 2016 14 Mar 2016 14 Mar 2016 14 Mar 2016 Forward Contract $ 5,000,000 $ 5,000,000 $ 5,000,000 $ 5,000,000 $ 205,478 $ 205,478 $ 205,478 $ 186,928 Rp Rp Rp Rp Jumlah Piutang Derivatif Bank of America Merrill Lynch 1.986.975.262 Mar 14, 2016 1.986.975.262 Mar 14, 2016 1.986.975.262 Mar 14, 2016 1.807.595.894 Mar 14, 2016 Rp 7.768.521.680 Total Derivative Receivables Cross Currency Interest Rate Swap dan Kontrak Valuta Berjangka PT Bank CIMB Niaga Tbk 29 Maret 2013 28 Juni 2013 30 September 2013 30 Desember 2013 31 Maret 2014 30 Juni 2014 19 September 2014 Maturity Date $ 6,000,000 $ 6,000,000 $ 6,000,000 $ 6,000,000 $ 6,000,000 $ 6,000,000 $ 6,000,000 Cross Currency Interest Rate Swap and Forward Contract Sub jumlah 62 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 4.382.500.000 4.382.500.000 4.382.500.000 4.382.500.000 4.382.500.000 4.382.500.000 4.382.500.000 109.074.922 (14.837.129 ) (146.581.075 ) (295.351.736 ) (431.405.378 ) (565.065.943 ) (696.309.153 ) PT Bank CIMB Niaga Tbk March 29, 2013 June 28, 2013 September 30, 2013 December 30, 2013 March 31, 2014 June 30, 2014 September 19, 2014 Rp (2.040.475.492 ) $ 500,000 $ 500,000 $ 500,000 $ 500,000 $ 500,000 $ 500,000 $ 500,000 Sub total Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp
  • 138.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 13. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) INSTRUMEN DERIVATIF (lanjutan) 13. DERIVATIVE INSTRUMENTS (continued) 31 Desember 2012 / December 31, 2012 Nilai wajar (dalam nilai penuh)/ Nilai Nosional (dalam nilai penuh)/ Fair value Notional Amount (in full amount) (in full amount) Tanggal jatuh tempo Nilai Kontrak Keseluruhan/ Total Contract Amount Piutang ($)/ Receivables ($) Piutang (Utang)/ Receivables (Payables) Utang (Rp)/ Payables (Rp) Interest Rate Swap PT Bank Danamon Indonesia Tbk 28 Oktober 2013 14 Juni 2013 27 Februari 2015 Interest Rate Swap - - Rp 100.000.000.000 - - Jumlah Utang Derivatif Rp (622.325.564 ) Rp (143.198.697 ) Rp (1.213.422.641 ) PT Bank Danamon Indonesia Tbk October 28, 2013 June 14, 2013 February 27, 2015 Rp (1.978.946.902 ) Rp 96.000.000.000 Rp 52.800.000.000 Rp 100.000.000.000 Sub jumlah PT Bank OCBC NISP Tbk 22 Juli 2014 Maturity Date Sub total Rp (1.466.050.907 ) PT Bank OCBC NISP Tbk July 22, 2014 Rp (5.485.473.301 ) Total Derivative Payables 31 Desember 2011 / December 31, 2011 Nilai wajar (dalam nilai penuh)/ Nilai Nosional (dalam nilai penuh)/ Fair value Notional Amount (in full amount) (in full amount) Tanggal jatuh tempo Nilai Kontrak Keseluruhan/ Total Contract Amount Piutang ($)/ Receivables ($) Cross Currency Interest Rate Swap dan Kontrak Valuta Berjangka PT Bank CIMB Niaga Tbk 29 Maret 2012 29 Juni 2012 28 September 2012 31 Desember 2012 29 Maret 2013 28 Juni 2013 30 September 2013 30 Desember 2013 31 Maret 2014 30 Juni 2014 19 September 2014 $ 6,000,000 $ 6,000,000 $ 6,000,000 $ 6,000,000 $ 6,000,000 $ 6,000,000 $ 6,000,000 $ 6,000,000 $ 6,000,000 $ 6,000,000 $ 6,000,000 Piutang (Utang)/ Receivables (Payables) Utang (Rp)/ Payables (Rp) Cross Currency Interest Rate Swap and Forward Contract $ 500,000 $ 500,000 $ 500,000 $ 500,000 $ 500,000 $ 500,000 $ 500,000 $ 500,000 $ 500,000 $ 500,000 $ 500,000 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 4.382.500.000 4.382.500.000 4.382.500.000 4.382.500.000 4.382.500.000 4.382.500.000 4.382.500.000 4.382.500.000 4.382.500.000 4.382.500.000 4.382.500.000 Jumlah Piutang Derivatif PT Bank Danamon Indonesia Tbk 7 Februari 2012 7 Maret 2012 7 Mei 2012 5 Juni 2012 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 781.253.330 640.305.462 471.110.647 323.433.130 125.791.279 (13.031.381 ) (153.015.44 ) (315.696.038 ) (448.946.454 ) (579.945.043 ) (702.899.791 ) 128.359.695 Total Derivative Receivables $ 250,000 $ 250,000 $ 250,000 $ 250,000 Rp Rp Rp Rp 2.304.500.000 2.315.250.000 2.338.250.000 2.349.000.000 Rp (29.807.786 ) Rp (34.245.332 ) Rp (45.231.201 ) Rp (51.262.415 ) PT Bank Danamon Indonesia Tbk February 7, 2012 March 7, 2012 May 7, 2012 June 5, 2012 Sub total Interest Rate Swap Interest Rate Swap Rp 96.000.000.000 Rp 52.800.000.000 - - Sub jumlah PT Bank OCBC NISP Tbk 22 Juli 2014 PT Bank CIMB Niaga Tbk March 29, 2012 June 29, 2012 September 28, 2012 December 31, 2012 March 29, 2013 June 28, 2013 September 30, 2013 30 Desember 2013 March 31, 2014 June 30, 2014 September 19, 2014 Rp (160.546.734 ) $ 1,500,000 $ 1,500,000 $ 1,500,000 $ 1,500,000 Sub jumlah PT Bank Danamon Indonesia Tbk 28 Oktober 2013 14 Juni 2013 Maturity Date Rp (1.790.039.872 ) Rp (869.791.958 ) PT Bank Danamon Indonesia Tbk October 28, 2013 June 14, 2013 Rp (2.659.831.830 ) - Jumlah Utang Derivatif 63 - Rp (1.304.561.980 ) Rp (4.124.940.544 ) Rp 100.000.000.000 Sub total PT Bank OCBC NISP Tbk July 22, 2014 Total Derivative Payable
  • 139.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 13. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) INSTRUMEN DERIVATIF (lanjutan) 13. DERIVATIVE INSTRUMENTS (continued) Nilai nosional merupakan nilai yang digunakan untuk melakukan pembayaran pada saat jatuh tempo berdasarkan kontrak valuta berjangka pertukaran mata uang asing. Nilai nosional merupakan nilai nominal dari setiap transaksi dan menyatakan volume dari transaksi tersebut, akan tetapi bukan merupakan suatu alat ukur. Notional amount is used to calculate the payment to be exchanged under foreign exchange contracts. A notional amount represents the face value of each transaction and accordingly, expresses the volume of these transactions, but is not a measure of exposure. Bank of America Merrill Lynch (Bank of America) Bank of America Merrill Lynch (Bank of America) Pada tanggal 12 Juni 2012, 27 Agustus 2012, 17 September 2012 dan 5 November 2012, Perusahaan mengadakan perjanjian Kontrak Valuta Berjangka dengan Bank of America, untuk tujuan lindung nilai terhadap perubahan nilai tukar, nilai kontrak valuta berjangka yang ditransaksikan masingmasing adalah sebesar US$ 5.000.000 (dalam nilai penuh) dengan nilai tukar forward adalah antara Rp 9.500 (dalam nilai penuh) sampai dengan Rp 10.250 (dalam nilai penuh). Jangka waktu perjanjian adalah sampai dengan 15 Maret 2016. As of June 12, 2012, August 27, 2012, September 17, 2012 and November 5, 2012, the Company entered into a Forward Contract agreement with Bank of America to hedge the changes in forex exchange. The Forward Contract have notional amounts of US$ 5,000,000 (in full amount), with a forward currency exchange rate per US$1 is ranging from Rp 9,500 (in full amount) to Rp 10,250 (in full amount). The term of this agreement is up to March 15, 2016. Pada tanggal 31 Desember 2012, nilai wajar kontrak tersebut adalah sebesar Rp 7.769 yang disajikan sebagai bagian dari “Piutang Derivatif” pada laporan posisi keuangan. As of December 31, 2012, the fair value contract amounted to Rp 7,769, are presented as part of “Derivatives Receivable” in the statement of financial position. Keuntungan yang timbul dari transaksi - transaksi tersebut pada tahun 2012 adalah sebesar Rp 8.180. Gain incurred from those transactions in 2012, amounted to Rp 8,180. PT Bank CIMB Niaga Tbk (Bank CIMB Niaga) PT Bank CIMB Niaga Tbk (Bank CIMB Niaga) Pada tanggal 21 September 2011, Perusahaan mengadakan perjanjian cross currency interest rate swap dengan Bank CIMB Niaga, dimana Perusahaan akan membayar Rp 52.590 dan menerima US$ 6.000.000 (dalam nilai penuh) untuk tujuan lindung nilai terhadap perubahan nilai tukar dan suku bunga pinjaman yang diperoleh dari Bank CIMB Niaga sejumlah US$ 6.000.000 (dalam nilai penuh) (lihat Catatan 12). Berdasarkan perjanjian ini Perusahaan wajib membayar Bank CIMB Niaga sejumlah Rp 4.383 setiap 3 (tiga) bulan mulai tanggal 29 Desember 2011 sampai dengan 19 September 2014 atau keseluruhan berjumlah Rp 52.590. Sebaliknya, Bank CIMB Niaga wajib membayar Perusahaan sejumlah US$ 500.000 (dalam nilai penuh) setiap 3 (tiga) bulan dalam periode yang sama atau keseluruhan berjumlah US$ 6.000.000 (dalam nilai penuh). On September 21, 2011, the Company entered into cross currency interest rate swap contracts with Bank CIMB Niaga, where the Company paid Rp 52,590 and received US$ 6,000,000 (in full amount) intended to hedge the syndicated loan of changing exchange rate and interest rate the US$ 6,000,000 (in full amount) loan payable acquired from Bank CIMB Niaga (see Note 12). Based on the agreement, the Company should pay Bank CIMB Niaga a sum of Rp 4,383 every three (3) months commencing December 29, 2011 to September 19, 2014 or totaling Rp 52,590. In return, Bank CIMB Niaga should pay the Company a sum of US$ 500,000 (in full amount) every three (3) months for the same period or totaling US$ 6,000,000 (in full amount). Pada tanggal 31 Desember 2012, nilai wajar kontrak tersebut adalah sebesar Rp (2.040) yang disajikan sebagai bagian dari “Utang Derivatif”, sedangkan pada tanggal 31 Desember 2011, nilai wajar kontrak tersebut adalah sebesar Rp 128 yang disajikan sebagai bagian dari “Piutang Derivatif” pada laporan posisi keuangan, masing-masing pada tanggal 31 Desember 2012 (2011). As of December 31, 2012, the fair value contract amounted to (Rp 2,040), are presented as part of “Derivatives Payables”, while as of December 31, 2011, the fair value contract amounted to Rp 128, are presented as part of “Derivatives Receivables”, in the statement of financial position as of December 31, 2012 (2011), respectively. Dalam perjanjian, Perusahaan menyetujui untuk membayar bunga dengan tingkat suku bunga tetap dalam mata uang Rupiah dan menerima bunga dengan tingkat suku bunga mengambang untuk mata uang Dolar Amerika Serikat. Suku bunga tetap per tahun untuk mata uang Rupiah, adalah sebesar 10,8% sedangkan suku bunga mengambang per tahun untuk mata uang Dolar Amerika Serikat adalah sebesar 2%, di atas tingkat suku bunga LIBOR yang berlaku untuk jangka waktu 6 (enam) bulan. Under these contracts, the Company agreed to pay fixed interest rates on the Rupiah amounts and floating rate on the United States Dollar amount. Fixed annual interest rate in Rupiah is 10.8%, while floating annual interest rate in United States Dollar is 2% above the 6 (six) months interest of LIBOR. 64
  • 140.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 13. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) INSTRUMEN DERIVATIF (lanjutan) 13. DERIVATIVE INSTRUMENTS (continued) PT Bank CIMB Niaga Tbk (Bank CIMB Niaga) (lanjutan) PT Bank CIMB Niaga Tbk (Bank CIMB Niaga) (continued) Kerugian yang timbul dari transaksi - transaksi tersebut pada tahun 2012 (2011) adalah sebesar Rp 3.670 (Rp 1.538). Loss incurred from those transactions in 2012 (2011), amounted to Rp 3,670 (Rp 1,538) PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Bank Danamon) PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Bank Danamon) Pada tahun 2008, Perusahaan memiliki perjanjian kontrak valuta berjangka dengan PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Pada tanggal 31 Desember 2011, nilai kontrak valuta berjangka yang ditransaksikan adalah sebesar US$ 1.000.000 (dalam nilai penuh) dengan nilai tukar forward adalah antara Rp 9.218 (dalam nilai penuh) sampai dengan Rp 9.396 (dalam nilai penuh). In 2008, the Company signed the forward contract agreement with PT Bank Danamon Indonesia Tbk. As of December 31, 2011 the outstanding forward foreign exchange contracts have notional amounts totalling US$ 1,000,000 (in full amount), with a forward currency exchange rate per US$1 is ranging from Rp 9,218 (in full amount) to Rp 9,396 (in full amount). Pada tanggal 31 Desember 2011, nilai wajar kontrak tersebut adalah sebesar Rp 161 yang disajikan sebagai bagian dari “Utang Derivatif” pada laporan posisi keuangan. As of December 31, 2011, the fair value contract amounted to Rp 161, are presented as part of “Derivatives Payable” in the statement of financial position. Keuntungan (kerugian) yang timbul dari transaksi transaksi tersebut pada tahun 2012 (2011) adalah sebesar Rp 161 (Rp (161)). Gain (loss) incurred from those transactions in 2012 (2011), amounted to Rp 161 (Rp (161)). Interest Rate Swap Interest Rate Swap PT Bank Danamon Indonesia Tbk - Interest Rate Swap (Bank Danamon - IRS) PT Bank Danamon Indonesia Tbk - Interest Rate Swap (Bank Danamon - IRS) Pada tanggal 22 Maret 2011, 14 Juni 2011 dan 15 Maret 2012, Perusahaan menandatangani perjanjian transaksi swap tingkat bunga dengan Bank Danamon IRS dengan nilai kontrak valuta berjangka yang ditransaksikan adalah masing-masing sebesar Rp 96.000, Rp 52.800 dan Rp 100.000 dengan jangka waktu kontrak masing-masing selama 31 bulan, 24 bulan dan 26 bulan. Perusahaan setuju untuk melakukan pembayaran bunga secara berkala berdasarkan suku bunga tetap masing-masing sebesar 8,4%, 8,3% dan 6,6% per tahun kepada Bank Danamon - IRS, yang akan melakukan pembayaran secara berkala berdasarkan suku bunga mengambang sebesar tingkat bunga BI Time Deposit 1 (satu) bulan. On March 22, 2011, June 14, 2011 and March 15, 2012, the Company signed interest rate swap agreement with Bank Danamon - IRS with notional amounts Rp 96,000, Rp 52,800 and Rp 100,000, respectively, with the term of contract is 31 months, 24 months and 26 months. The company agrees to make periodic interest payments based on fixed interest rate is 8.4%, 8.3% and 6.6% to Bank Danamon - IRS, who in turn makes periodic interest payments based on floating interest rate is BI Time Deposit one (1) month, respectively. Pada tanggal 31 Desember 2012 (2011), nilai wajar kontrak tersebut adalah sebesar Rp 1.979 (Rp 2.660) yang disajikan sebagai bagian dari “Utang Derivatif” pada laporan posisi keuangan 31 Desember 2012 (2011). As of December 31, 2012 (2011), the fair value contract amounted to Rp 1,979 (Rp 2,660) are presented as part of “Derivatives Payable” in the statement of financial position as of December 31, 2012 (2011). Kerugian yang timbul dari transaksi - transaksi tersebut pada tahun 2012 (2011) adalah sebesar Rp 4.105 (Rp 4.602). Loss incurred from those transactions in 2012 (2011), amounted to Rp 4,105 (Rp 4,602). PT Bank OCBC NISP PT Bank OCBC NISP Pada tanggal 22 Juli 2011, Perusahaan menandatangani perjanjian transaksi swap tingkat bunga dengan Bank OCBC NISP - IRS untuk tujuan lindung nilai terhadap perubahan suku bunga pinjaman yang diperoleh dari Bank OCBC-NISP sejumlah Rp 100.000 (lihat Catatan 12) dengan nilai kontrak valuta berjangka yang ditransaksikan adalah sebesar Rp 100.000 dengan jangka waktu kontrak selama 3 (tiga) tahun. On July 22, 2011, the Company signed interest rate swap agreement with Bank OCBC NISP - IRS intended to hedge the loan of changing interest rate the Rp 100,000 loan payable acquired from Bank OCBCNISP (see Note 12) with forward contract notional amounts Rp 100,000, with the term of contract is 3 (three) years. 65
  • 141.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 13. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) INSTRUMEN DERIVATIF (lanjutan) 13. DERIVATIVE INSTRUMENTS (continued) Interest Rate Swap (lanjutan) PT Bank OCBC NISP (lanjutan) PT Bank OCBC NISP (continued) Pada tanggal 31 Desember 2012, tingkat bunga tetap sehubungan dengan swap tingkat bunga adalah antara 10,9% - 11,2% per tahun dan tingkat suku bunga mengambang adalah sebesar tingkat bunga JIBOR 1 (satu) bulan ditambah 3,75%. As of December 31, 2011, the fixed interest rate relating to interest rate swaps is ranging from 10.9% to 11.2% per year and floating interest rate is JIBOR one (1) month plus 3.75%. Pada tanggal 31 Desember 2012 (2011) nilai wajar kontrak tersebut adalah sebesar Rp 1.466 (Rp 1.305) yang disajikan sebagai bagian dari “Utang Derivatif” pada laporan posisi keuangan pada tanggal 31 Desember 2012 (2011). As of December 31, 2012 (2011), the fair value contract amounted to Rp 1,466 (Rp 1,305) are presented as part of “Derivatives Payable” in the statement of financial position as of December 31, 2012 (2011). Kerugian yang timbul dari transaksi tersebut pada tahun 2012 (2011) adalah sebesar Rp 162 (Rp 1.305). Loss incurred from those transactions in 2012 (2011) amounted to Rp 162 (Rp 1,305). Jumlah keuntungan yang timbul dari transaksi transaksi derivatif tersebut pada tahun 2012 adalah sebesar Rp 8.341 yang disajikan sebagai bagian dari “Pendapatan lain-lain” (lihat Catatan 25), sedangkan kerugian yang timbul pada tahun 2012 (2011) adalah sebesar Rp 7.937 (Rp 7.606) yang disajikan sebagai bagian dari “Beban - Lain-lain” (lihat Catatan 28) dalam laporan laba rugi komprehensif. 14. Interest Rate Swap (continued) Total gain incurred from those derivative transactions in 2012, amounted to Rp 8,341, is presented as part of “Other Income” (see Note 25), and total loss incurred from those derivative transactions in 2012 (2011), amounted to Rp 7,937 (Rp 7,606), is presented as part of “Other Expense” (see Note 28) in the statements of comprehensive income. MEDIUM TERM NOTES (MTN) - BERSIH 14. 2012 Nilai nominal Dikurangi biaya emisi MTN ditangguhkan (setelah dikurangi akumulasi amortisasi sebesar Rp 261 (Rp 20) pada 31 Desember 2012 (2011)) (lihat Catatan 26) Bersih Rata-rata tingkat bunga efektif tahunan MEDIUM TERM NOTES (MTN) - NET 2011 76.667 115.000 (270 ) (378) 76.397 114.622 10,75% 10,99% Nominal value Less unamortized MTN issuance cost (net of accumulated amortization of Rp 261 (Rp 20) as of December 31, 2012 (2011)) (see Note 26) Net Average effective annual interest rate Pada tanggal 3 November 2011, Perusahaan menerbitkan Medium Term Notes I Tahun 2011 (MTN I) dengan jumlah nominal secara keseluruhan adalah sebesar Rp 115.000, dengan tingkat bunga tetap sebesar 10,75% per tahun. MTN I terdiri dari 2 (dua) tahap penerbitan, yaitu: On November 3, 2011, the Company issued Medium Term Notes I Year 2011 (MTN I) with total nominal value of Rp 115,000 with fixed interest rate of 10.75% per annum. MTN I consist of two (2) phases, are as follows: a. a. MTN I Phase 1, amounting to Rp 50,000, issued on November 9, 2011; and b. MTN I Phase 2, amounting to Rp 65,000, issued on December 15, 2011. b. MTN I Tahap Pertama dengan jumlah pokok sebesar Rp 50.000 yang diterbitkan tanggal 9 November 2011; dan MTN I Tahap Kedua dengan pokok sebesar Rp 65.000 yang diterbitkan tanggal 15 Desember 2011. MTN I Tahap Pertama dan MTN I Tahap Kedua akan jatuh tempo secara bersamaan pada tanggal 20 November 2014. MTN I Phase 1 and MTN I Phase 2 will matured on November 20, 2014. Bunga MTN dibayarkan setiap bulan sejak tanggal penerbitan, dimana bunga MTN pertama akan dibayarkan pada tanggal 20 Februari 2012. Bunga MTN terakhir yang sekaligus jatuh tempo akan dibayarkan pada tanggal 20 November 2014. The MTN interest is paid on a monthly basis starting from the issuance date, whereby the first MTN interest will be paid on February 20, 2012. The last interest of MTN which falls due at the maturity of the MTN will be paid on November 20, 2014. 66
  • 142.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 14. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) MEDIUM TERM NOTES (MTN) - BERSIH (lanjutan) 14. MEDIUM TERM NOTES (MTN) - NET (continued) Perusahaan menunjuk PT Bank Mega Tbk sebagai Agen Pemantauan, PT Indopremier Securities sebagai Arranger dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai Agen Pembayaran untuk MTN I. Berdasarkan perjanjian Penerbitan dan Agen Pemantauan, untuk MTN I juga diatur beberapa pembatasan yang harus dipenuhi oleh Perusahaan antara lain, memberikan jaminan fidusia berupa piutang pembiayaan konsumen sebesar 100% (lihat Catatan 6) dari jumlah pokok MTN, Perusahaan wajib menjaga rasio Net Credit Loss dibagi rata-rata piutang pembiayaan, maksimum 4% dan Gearing rasio sebesar 10 (sepuluh) kali. Selain itu, selama pokok MTN belum dilunasi, Perusahaan tidak diperkenankan antara lain, menjaminkan harta kekayaan Perusahaan, melakukan penggabungan usaha, memberi pinjaman kepada pihak afiliasi, merubah bidang usaha utama Perusahaan, mengurangi modal dasar, modal ditempatkan, dan modal disetor Perusahaan, mengajukan permohonan pailit, serta mengadakan segala bentuk kerjasama yang mengakibatkan kegiatan/operasi Penerbit diatur oleh pihak lain. Perusahaan telah memenuhi batasanbatasan yang diwajibkan dalam perjanjian tersebut. 15. The Company assigned PT Bank Mega Tbk as monitoring agent, PT Indopremier Securities as Arranger and KSEI as payment agent for MTN I. Based on the issued and trustee agreement for MTN I provide several negative covenants to the Company, among others, collateral with fiduciary transfer of account receivables amounting to 100% (see Note 6) of total outstanding MTN principals, the Company is obliged to maintain Net Credit Loss divided to financing receivable average, maximum 4% and Gearing ratio at ten (10) times. Moreover, on the condition that the MTN payables are still outstanding, the Company is not allowed to, among others, give Company‟s assets as collateral, mergers, grant a loan or credit to affiliated company, change Company‟s main activity, reduce authorized, issued and fully paid shares of the Company, make statement of bankruptcy, make cooperation that caused other party operate the Company‟s business. The Company has complied with the covenants in those agreements. UTANG OBLIGASI 15. BONDS PAYABLE 2012 Nilai nominal Dikurangi biaya emisi obligasi ditangguhkan (setelah dikurangi akumulasi amortisasi sebesar Rp 555 pada tanggal 31 Desember 2012) (lihat Catatan 26) 100.000 (1.199 ) Bersih Rata-rata tingkat bunga efektif tahunan Nominal value Less unamortized bonds issuance cost (net of accumulated amortization of Rp 555 as of December 31, 2012) (see Note 26) 98.801 Net 8,00% - 9,50% Average effective annual interest rate Rincian nilai nominal utang obligasi pada tanggal 31 Desember 2012 menurut tahun jatuh temponya adalah sebagai berikut: The details of nominal value of the bonds payable as of December 31, 2012 by year of maturity are as follows: 2012 2013 2014 2015 Jumlah 90.000 5.000 5.000 100.000 Pada bulan Juni 2012, Perusahaan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Mandala Multifinance Tahap I Tahun 2012 (Obligasi Berkelanjutan I Tahap I) melalui Bursa Efek Indonesia dengan jumlah nominal secara keseluruhan sebesar Rp 100.000. Obligasi Berkelanjutan I Tahap I ini terbagi menjadi 3 seri, yaitu Seri A sebesar Rp 90.000 yang akan jatuh tempo pada tanggal 20 Juli 2013 dengan tingkat suku bunga sebesar 8,00% per tahun, Seri B sebesar Rp 5.000 yang akan jatuh tempo pada tanggal 10 Juli 2014 dengan tingkat suku bunga sebesar 9,00% per tahun, dan Seri C sebesar Rp 5.000 yang akan jatuh tempo pada tanggal 10 Juli 2015 dengan tingkat suku bunga sebesar 9,50% per tahun. 2013 2014 2015 Total In June 2012, the Company issued Mandala Multifinance Sustainable Bond I Phase I Year 2012 (Sustainable Bond I Phase I) through the Indonesia Stock Exchange with a total nominal value of Rp 100,000. Sustainable Bond I Phase I consist of of three series, i.e. Serial A amounting to Rp 90,000 which will mature on July 20, 2013 and bear interest rate of 8.00% per annum, Serial B amounting to Rp 5,000 which will mature on July 10, 2014 and bear interest rate of 9.00% per annum and Serial C amounting to Rp 5,000 which will mature on July 10, 2015 and bear interest rate of 9.50% per annum. 67
  • 143.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 15. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) UTANG OBLIGASI (lanjutan) 15. BONDS PAYABLE (continued) Berdasarkan hasil pemeringkatan atas Obligasi Berkelanjutan I Tahap I sesuai dengan surat No.645/PEF-Dir/IV/2012 tanggal 11 April 2012 dari PT Pemeringkatan Efek Indonesia (Pefindo), obligasiobligasi tersebut mendapat peringkat “idA“(Stable Outlook), yang berlaku sampai dengan tanggal 1 April 2013. Penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I dilakukan sesuai dengan Akta Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Berkelanjutan I Mandala Multifinance Tahap I Tahun 2012 No.40 tanggal 13 April 2012, Perubahan I Perwaliamanatan Obligasi Berkelanjutan I Mandala Multifinance Tahap I Tahun 2012 No.44 tanggal 22 Mei 2012 dan Perubahan II Perwaliamanatan Obligasi Berkelanjutan I Mandala Multifinance Tahap I Tahun 2012 No.92 tanggal 25 Juni 2012 yang ketiganya dibuat di hadapan Fatiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, antara Perusahaan dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. The issuance of Bonds IV is covered in the Deed of the Trusteeship Agreement of Sustainable Bond I Mandala Multifinance Phase I Year 2012 No.40 dated April 13, 2012, Amendment I on the Trusteeship Agreement of Sustainable Bond I Mandala Multifinance Phase I Year 2012 No.44 dated May 22, 2012 and Amendment II on the Trusteeship Agreement of Sustainable Bond I Mandala Multifinance Phase I Year 2012 No.92 dated June 25, 2012, all of Fatiah Helmi, S.H., Notary in Jakarta, between the Company and PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Obligasi Berkelanjutan I Tahap I ini dijamin secara fidusia piutang pembiayaan konsumen dengan jumlah minimum 60% dari Pokok Obligasi. Selain itu, Perusahaan wajib menambah jaminan hingga minimum 80% apabila hasil pemeringkatan mengalami penurunan menjadi di bawah hasil pemeringkatan awal. These Sustainable Bond I Phase I are fiduciary secured by the consumer financing receivables with a minimum aggregate amount of 60% of the principal amount of Bonds payable. Moreover, the Company is obliged to increase the collateral up to 80% if the result of bonds rating is lower than previous rating. Perusahaan tanpa persetujuan tertulis dari Wali Amanat tidak diperkenankan melakukan tindakan-tindakan, antara lain, membayar pembayaran lain selama Perusahaan lalai dalam melakukan pembayaran jumlah, terutang berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan, melakukan penggabungan, konsolidasi dan peleburan usaha yang akan mempunyai akibat yang negatif terhadap Perusahaan, melakukan kegiatan usaha selain yang disebutkan dalam Anggaran Dasar, melakukan penurunan modal dasar, modal ditempatkan dan disetor. Pada tanggal 31 Desember 2012, Perusahaan telah mematuhi seluruh persyaratan penting tersebut di atas. The Company, without the written consent of the Trustee shall not undertake, among others, make any payment while the Company failed in servicing the loans based on the Trusteeship Agreement, merger or consolidation and business combination which will have a negative effect to the Company, change the main business of the Company‟s Article of Association, decrease the Company‟s authorized, issued and paid in capital. As of December 31, 2012, the Company has complied with all important covenants above. Pembayaran bunga dan pokok obligasi telah dibayarkan oleh Perusahaan sesuai dengan jadwal. 16. Based on the result of annual rating evaluation on Sustainable Bond I Phase I in accordance with Letter No.645/PEF-Dir/IV/2012 dated April 11, 2012 from Pefindo, the bonds were rated at “idA“ (Stable Outlook) which was valid up to April 1, 2013. Interest and principal bonds repayments have been paid by the Company as scheduled. UTANG USAHA 16. 2012 Pihak ketiga Utang dealer Asuransi TRADE PAYABLES 2011 Third parties Dealer payables Insurance 88.539 6.379 28.648 1.252 94.918 29.900 2.444 1.812 Related party Dealer payable (see Note 31) 97.362 31.712 Total Pihak berelasi Utang dealer (lihat Catatan 31) Jumlah Dealer payables represent the Company‟s liabilities to the dealer for the approved consumer financing contract to the consumers, where the dealers have delivered the vehicles to the consumers. Utang dealer merupakan liabilitas Perusahaan kepada dealer atas konsumen-konsumen yang telah memperoleh persetujuan kredit dari Perusahaan dan pihak dealer telah menyerahkan kendaraan yang dibiayai kepada konsumen tersebut. 68
  • 144.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 17. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) UTANG SEWA PEMBIAYAAN 17. Akun ini merupakan liabilitas sehubungan dengan sewa pembiayaan - kendaraan dengan rincian sebagai berikut: This account represents liabilities connected to vehicle lease with details as follows: 2012 PT BCA Finance OBLIGATION UNDER FINANCE LEASES 2011 4.810 5.299 Pembayaran sewa minimum masa datang (future minimum lease payment) sesuai perjanjian sewa pembiayaan pada tanggal 31 Desember 2012 adalah sebagai berikut: PT BCA Finance The future minimum lease payment based on lease agreements as of December 31, 2012 are as follows: Jumlah/ Total Pembayaran yang jatuh tempo pada tahun 2013 2014 3.867 1.217 Jumlah pembayaran minimum sewa pembiayaan Bunga 5.084 (274 ) Utang Sewa Pembiayaan - Bersih Payment due in 2013 2014 4.810 Total minimum lease payment Interest Obligations Under Finance Leases - Net Utang sewa pembiayaan dijamin dengan aset sewa pembiayaan yang bersangkutan. Pada saat perjanjian sewa pembiayaan dimulai, lessee memberikan simpanan jaminan. Simpanan jaminan ini akan digunakan sebagai pembayaran pada akhir masa sewa pembiayaan, bila hak opsi dilaksanakan lessee. Apabila lessee tidak melaksanakan hak opsinya untuk membeli aset sewa pembiayaan tersebut maka simpanan jaminan dikembalikan kepada lessee sepanjang memenuhi ketentuan dalam perjanjian sewa pembiayaan dengan hak opsi. 18. The obligations under finance leases are secured by the related leased assets. At the time of execution of the finance leases contracts, the lessee pays the security deposits. The security deposits are used as the final installment at the end of the finance lease period, if the lessee exercise the option to purchase the leased asset. If the lessee does not exercise the purchase option, the security deposit will be returned to the lessee as long as it meets the conditions in the finance lease agreement. BIAYA MASIH HARUS DIBAYAR 18. Akun ini terdiri dari akrual atas: ACCRUED EXPENSES The details of this account are as follows: 2012 2011 Beban umum dan administrasi dealer Beban bunga 6.940 294 Dealer‟s general and administration expenses Interest expenses Jumlah 19. 11.741 11.042 22.783 7.234 Total PERPAJAKAN 19. TAXATION Utang Pajak Taxes Payable Akun ini terdiri dari: This account consists of: 2012 Pajak penghasilan: Pasal 21 Pasal 23 Pasal 25 Pasal 26 Pasal 29 Jumlah 2011 5.197 7 6.504 141 5.188 2.518 9 4.645 131 10.253 Income taxes: Article 21 Article 23 Article 25 Article 26 Article 29 17.037 17.556 Total 69
  • 145.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 19. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PERPAJAKAN (lanjutan) 19. TAXATION (continued) Beban Pajak dan Taksiran Utang Pajak Penghasilan - Pasal 29 Tax Expense and Estimated Income Taxes Payable Article 29 Rekonsiliasi antara laba sebelum beban pajak penghasilan Perusahaan, seperti yang disajikan dalam laporan laba rugi komprehensif dan taksiran penghasilan kena pajak untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2012 (2011) adalah sebagai berikut: A reconciliation between the income before corporate income tax expenses, as shown in the statements of comprehensive income and estimated taxable income for the years ended December 31, 2012 (2011) are as follows: 2012 Laba sebelum beban pajak penghasilan menurut laporan laba rugi komprehensif Beda temporer: Amortisasi beban administrasi, provisi bank, biaya emisi MTN dan obligasi Cadangan penurunan nilai pasar agunan yang diambil alih Liabilitas atas imbalan kerja karyawan - bersih Sewa pembiayaan Penghapusan piutang pembiayaan konsumen yang diragukan Biaya provisi bank Biaya penyusutan aset tetap Beda tetap: Jamuan dan sumbangan Pendapatan yang telah dikenakan pajak penghasilan bersifat final - bersih Lain-lain Taksiran penghasilan kena pajak - tahun berjalan 2011 291.385 240.777 36.693 69.701 3.334 100 191 (5.371 ) 601 876 (25.664 ) 6.130 (10.844 ) (37.002 ) - 1.990 1.207 (380 ) 538 308.846 Perhitungan beban pajak penghasilan (tahun berjalan) dan taksiran utang pajak penghasilan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2012 (2011) adalah sebagai berikut: Beban pajak penghasilan tahun berjalan Dikurangi pajak penghasilan dibayar di muka (Pasal 25) 265.495 Write - off of consumer financing receivables Bank provision fee Depreciation of fixed assets Permanent differences: Donation and representation Income already subjected to final tax - net Others Estimated taxable income - current year Income tax expenses (current) calculation and estimated income tax payable for the years ended December 31, 2012 (2011) are as follows: 2012 Taksiran penghasilan kena pajak (782 ) 861 Income before income tax expenses per statements of comprehensive income Temporary differences: Amortization on administration expenses,bank provision fees, issued MTN and bond Provision for decline in market value of repossessed assets Liabilities for employees' benefits - net Finance leases 2011 308.846 265.495 Estimated taxable income 77.211 66.374 (72.023 ) (56.121 ) Income tax expense current Less prepayments of income taxes (Article 25) 5.188 10.253 Estimated income tax payable Article 29 Taksiran utang pajak penghasilan - Pasal 29 Rekonsiliasi antara beban pajak penghasilan dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atas laba sebelum beban pajak penghasilan, dengan beban pajak penghasilan sebagaimana disajikan pada laporan laba rugi komprehensif untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2012 (2011) adalah sebagai berikut: A reconciliation between income tax expense calculated by applying applicable tax rates to the income before tax expense per statements of comprehensive income for the years ended December 31, 2012 (2011) are as follows: 70
  • 146.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 19. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PERPAJAKAN (lanjutan) 19. Beban Pajak dan Taksiran Utang Pajak Penghasilan - Pasal 29 (lanjutan) Tax Expense and Estimated Income Taxes Payable Article 29 (continued) 2012 Laba sebelum beban pajak penghasilan menurut laporan laba rugi komprehensif Beban pajak penghasilan dengan tarif pajak yang berlaku Pengaruh pajak atas beda tetap Jamuan dan sumbangan Pendapatan yang telah dikenakan pajak penghasilan bersifat final - bersih Lain-lain Beban pajak penghasilan - bersih TAXATION (continued) 2011 291.385 240.777 (72.846 ) (60.195 ) (498 ) (302 ) 95 (134 ) 196 (215 ) (73.383 ) (60.516 ) Income before income tax expenses per statements of comprehensive income Income tax expense computed using the prevailing tax rates Tax effect of permanent differences: Donation and representation Income already subjected to final tax - net Others Income tax expenses - Net Liabilitas Pajak Tangguhan - Bersih Deferred Tax Liabilities - Net Dampak signifikan atas beda temporer antara pelaporan komersial dan pajak adalah sebagai berikut: The deferred tax effects of the significant temporary differences between commercial and tax reporting are as follows: 2012 Aset pajak tangguhan Liabilitas atas imbalan kerja karyawan Cadangan kerugian penurunan nilai pasar agunan yang diambil alih Biaya penyusutan aset tetap 2011 2.714 1.922 1.533 1.089 - 6.169 Jumlah 2.666 Deferred tax asset Liabilities employees‟ benefits Allowance for decline in market value of repossessed assets Depreciation of fixed assets 3.755 Total Liabilitas pajak tangguhan Amortisasi beban administrasi, provisi bank, biaya emisi MTN dan obligasi Sewa pembiayaan (7.208 ) (2.070 ) (9.965 ) (727 ) Deferred tax liabilities Amortization on administration expenses,bank provision fees, issued MTN and bond Finance leases Jumlah (9.278 ) (10.692 ) Total Liabilitas pajak tangguhan bersih (3.109 ) (6.937 ) Deferred tax liabilities net Administrasi Administration Berdasarkan peraturan perpajakan Indonesia, Perusahaan menghitung, menetapkan dan membayar secara sendiri pajak penghasilannya (self-assessment). Untuk tahun pajak sebelum tahun 2008, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dapat menetapkan atau mengubah liabilitas pajak dalam batas waktu 10 (sepuluh) tahun sejak saat terutangnya pajak, atau akhir tahun 2013, mana yang lebih awal. Under the taxation laws of Indonesia, the Company submit tax return on the basis of self assessment. For the fiscal year before 2008, the Directorate General of Taxation (DGT) may assess or amend taxes within 10 (ten) years of the time the tax becomes due, or until the end of 2013, whichever is earlier. Ketentuan baru yang diberlakukan terhadap tahun pajak 2008 dan tahun-tahun selanjutnya menetapkan bahwa DJP dapat menetapkan atau mengubah liabilitas pajak tersebut dalam batas waktu lima tahun sejak saat terutangnya pajak. There are new rules applicable to fiscal year 2008 and subsequent years stipulating that the DGT may assess or amend taxes within five years of the time the tax becomes due. 71
  • 147.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 19. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PERPAJAKAN (lanjutan) 19. TAXATION (continued) Perubahan Undang-undang Pajak Penghasilan Sesuai dengan perubahan Undang-Undang Pajak Penghasilan, tarif pajak penghasilan badan ditetapkan pada tarif tetap sebesar 25% sejak 1 Januari 2010. Perhitungan pajak penghasilan tangguhan telah menggunakan tarif pajak baru tersebut. 20. Amendment of Income Tax Law Under the amendment, the corporate income tax will be set at a flat rate of 25% starting January 1, 2010. Calculation of deferred income tax has applied these new tax rates. MODAL SAHAM 20. The Company‟s shareholders as at December 31, 2012 (2011) were as follows: Pemegang saham Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2012 (2011) adalah sebagai berikut: Pemegang Saham PT Jayamandiri Gemasejati Alex Hendrawan (Komisaris Utama) Lain-lain (masing-masing dengan kepemilikan di bawah 5%) Jumlah Jumlah Saham Ditempatkan dan Disetor Penuh/ Number of Shares Issued and Fully Paid CAPITAL STOCK Persentase Kepemilikan/ Percentage of Ownership Jumlah (Rp)/ Amount (Rp) Shareholders 933.000.000 70,42% 93.300 67.000.000 5,06% 6.700 PT Jayamandiri Gemasejati Alex Hendrawan (President Commissioner) 325.000.000 24,52% 32.500 Others (each with ownership interest below 5%) 1.325.000.000 100,00% 132.500 Total Pengelolaan modal Capital management Tujuan utama pengelolaan modal Perusahaan adalah menjaga kelangsungan usaha Perusahaan, agar imbalan kepada pemegang saham dapat dimaksimumkan dan memelihara optimalisasi struktur permodalan untuk mengurangi biaya modal (cost of capital). The main purpose of the Company's capital management is to maintain it‟s going concern, in order to maximized shareholder‟s return and capital structure to reduce the cost of capital. Perusahaan dipersyaratkan oleh Undang-undang Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007 untuk menyisihkan dan mempertahankan suatu dana cadangan yang tidak boleh didistribusikan sampai dana cadangan tersebut mencapai 20% dari modal saham diterbitkan dan dibayar penuh. Pada tanggal 31 Desember 2012, persyaratan permodalan eksternal tersebut telah dipenuhi oleh Perusahaan. The Company is also required by the Limited Liability Company Law No. 40, Year 2007 to contribute and maintain a non-distributable reserve fund until the said reserve reaches 20% of the issued and fully paid share capital. As of December 31, 2012, this externally imposed capital requirements has been fullfiled by the Company. Perusahaan mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian, berdasarkan perubahan kondisi ekonomi. Untuk memelihara dan menyesuaikan struktur permodalan, Perusahaan dapat menyesuaikan pembayaran dividen kepada pemegang saham, menerbitkan saham baru atau mengusahakan pendanaan melalui pinjaman. Tidak ada perubahan atas tujuan, kebijakan maupun proses selama periode penyajian. The Company manages its capital structure and makes adjustments to it, in light of changes in economic conditions. To maintain or adjust the capital structure, the Company may adjust the dividend payment to shareholders, issue new shares or raise debt financing. No changes were made in the objectives, policies or processes during the periods presented. Kebijakan Perusahaan adalah mempertahankan struktur permodalan yang sehat untuk mengamankan akses terhadap pendanaan pada biaya yang wajar. Dalam mengelola permodalan, Perusahaan melakukan analisa secara bulanan untuk memastikan bahwa Perusahaan tetap mengikuti Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 84/PMK.012/2006 tanggal 29 September 2006 tentang Perusahaan Pembiayaan yang diantaranya mengatur ketentuan sebagai berikut: The Company‟s policy is to maintain a healthy capital structure in order to secure access to finance at a reasonable cost. In managing capital, the Company conducts monthly analysis to ensure that the Company complies with the Regulation of the Ministry of Finance Republic of Indonesia No. 84/PMK.012/2006 dated September 29, 2006 regarding Financing Companies which have some provisions as follows: 72
  • 148.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 20. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) MODAL SAHAM (lanjutan) 20. CAPITAL STOCK (continued) Pengelolaan modal (lanjutan) Capital management (continued)     21. Modal disetor Perusahaan minimum sebesar Rp 100.000; Modal sendiri Perusahaan minimum sebesar 50,00% dari modal disetor; Jumlah pinjaman yang dimiliki Perusahaan dibandingkan modal sendiri dan pinjaman subordinasi dikurangi penyertaan (gearing ratio) ditetapkan setinggi-tingginya 10 kali, baik untuk pinjaman luar negeri maupun dalam negeri.   TAMBAHAN MODAL DISETOR - BERSIH 21. The Company‟s paid-up capital of minimum Rp 100,000; The Company‟s equity amounting to minimum 50.00% of paid-up capital; The amount of the Company‟s loan to equityand subordinated loan deducted by investment (gearing ratio) is maximum 10 times, both for offshore and on-shore domestic loans. ADDITIONAL PAID-IN CAPITAL - NET Akun ini merupakan agio saham, yang merupakan selisih antara jumlah harga jual dengan jumlah nilai nominal saham yang diterbitkan sehubungan dengan penawaran umum saham Perusahaan kepada masyarakat (lihat Catatan 1b), setelah dikurangi dengan seluruh biaya yang berhubungan dengan penawaran umum saham Perusahaan tersebut. This account represents the excess of the proceeds over the par value of shares offered to the public (see Note 1b) after netting with the stock issuance costs incurred in relation to the said public offering. Rincian tambahan modal disetor - bersih adalah sebagai berikut: The details of additional paid in capital - net are as follows: Jumlah/ Amount Agio saham sehubungan penawaran umum saham (lihat Catatan 1b) Biaya emisi saham (lihat Catatan 2r) Bersih 22. 30.875 (3.598 ) 27.277 DIVIDEN TUNAI DAN DANA CADANGAN UMUM 22. Additional paid-in capital arising from public offering (see Note 1b) Stock issuance costs (see Note 2r) Net CASH DIVIDENDS AND GENERAL RESERVE Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tanggal 15 Juni 2012, sebagaimana diaktakan dalam akta Notaris Leolin Jayayanti, S.H., No. 15, pada tanggal yang sama, para pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 54.060 atau Rp 40,80 (dalam nilai penuh) per saham, yang akan dibayarkan pada tanggal 6 September 2012 kepada pemegang saham yang tercatat pada Daftar Pemegang Saham pada tanggal 23 Agustus 2012. Dalam RUPST tersebut, para pemegang saham juga menyetujui untuk mencadangkan sejumlah Rp 21.400 dari laba bersih Perusahaan tahun 2011, sebagai dana cadangan umum Perusahaan sesuai ketentuan yang berlaku. Based on Company‟s Annual Shareholders‟ General Meeting (AGM) on June 15, 2012, which was notarized by notarial deed No. 15 of Leolin Jayayanti, S.H., on the same date, the shareholders ratified the declaration of cash dividends amounting to Rp 54,060 or Rp 40.80 (in full amount) per share, payable on September 6, 2012, to shareholders who were registered at the Company‟s share registrar as of August 23, 2012. On the same AGM, the shareholders also agreed to appropriate portions of retained earnings for general reserve purposes amounting to Rp 21,400 for 2011, in accordance with the existing regulations. Dalam RUPST tanggal 19 Mei 2011, sebagaimana diaktakan dalam akta Notaris Leolin Jayayanti, S.H., No. 13, pada tanggal yang sama, para pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 39.750 atau Rp 30 (dengan nilai penuh) per saham, yang akan dibayarkan pada tanggal 19 Agustus 2011 kepada pemegang saham yang tercatat pada Daftar Pemegang Saham pada tanggal 4 Agustus 2011. Dalam RUPST tersebut, para pemegang saham juga menyetujui untuk mencadangkan sejumlah Rp 1.000 dari laba bersih Perusahaan tahun 2010, sebagai dana cadangan umum Perusahaan sesuai ketentuan yang berlaku. Based on Company‟s AGM on May 19, 2011, which was notarized by notarial deed No. 13 of Leolin Jayayanti, S.H., on the same date, the shareholders ratified the declaration of cash dividends amounting to Rp 39,750 or Rp 30 (in full amount) per share, payable on August 19, 2011, to shareholders who were registered at the Company‟s share registrar as of August 4, 2011. On the same AGM, the shareholders also agreed to appropriate portions of retained earnings for general reserve purposes amounting to Rp 1,000 for 2010, in accordance with the existing regulations. 73
  • 149.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 23. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PENDAPATAN PEMBIAYAAN KONSUMEN 23. Rincian akun ini adalah sebagai berikut: The details of this account are as follows: 2012 Pendapatan pembiayaan konsumen - kotor Dikurangi hak bank-bank sehubungan dengan transaksi kerjasama pembiayaan bersama dan penerusan pinjaman (lihat Catatan 30a) Bersih CONSUMERS FINANCING INCOME 2011 1.213.632 1.277.938 Less amounts of the banks‟ rights on such income relating to joint financing and loan channelling (see Note 30a) 1.167.805 (29.654 ) Consumer financing income gross (45.827) 1.307.592 Net Pada tahun 2012 (2011), Perusahaan tidak memiliki pendapatan pembiayaan konsumen yang diperoleh dari pihak berelasi. Pada tahun 2012 (2011), tidak ada pendapatan pembiayaan konsumen yang melebihi 10% dari total pendapatan kepada satu konsumen saja. 24. In years 2012 (2011), the Company has no consumer financing income earned from related parties. In years 2012 (2011), the Company has no consumer financing income in excess of 10% of total revenues to a customer. PENDAPATAN BUNGA 24. Rincian akun ini adalah sebagai berikut: INTEREST INCOME The details of this account are as follows: 2012 2011 Jasa giro Deposito 97 685 Current accounts Time deposits Jumlah 25. 298 82 380 782 Total PENDAPATAN LAIN-LAIN 25. Rincian akun ini adalah sebagai berikut: The details of this account are as follows: 2012 Pendapatan transaksi derivatif (lihat Catatan 13) Laba penjualan aset tetap (lihat Catatan 11) Penerimaan kembali piutang yang telah dihapusbukukan Laba selisih kurs Lain-lain Jumlah 26. OTHER INCOME 2011 8.341 - 2.260 100 2.248 747 733 513 386 Gain on derivative transaction (see Note 13) Gain on sales of property and equipment (see Note 11) Collection of receivables previously written-off Gain on foreign exchange Others 13.596 1.732 Total BEBAN PENDANAAN 26. Rincian akun ini adalah sebagai berikut: FINANCING COSTS The details of this account are as follows: 2012 2011 Beban bunga, provisi dan administrasi bank Beban emisi obligasi (lihat Catatan 15) Beban bunga sewa pembiayaan Beban emisi MTN (lihat Catatan 14) 362.916 555 439 261 363.540 638 20 Bank interest, provision and administration expenses Bonds issuance expense (see Note 15) Finance leases interest expense MTN issuance expense (see Note 14) Jumlah 364.171 364.198 Total 74
  • 150.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 27. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI 27. Rincian akun ini adalah sebagai berikut: The details of this account are as follows: 2012 2011 42.542 20.734 13.078 10.706 10.435 10.266 10.043 6.734 4.401 4.169 3.228 1.990 1.100 5.041 Jumlah 40.732 19.773 15.121 8.395 8.761 9.722 8.773 8.601 4.395 1.267 2.355 1.207 918 5.255 Transportation and telecommunication Office equipment Advertising and promotion Postage and stamp Rental (see Note 30b) Utility Repair and maintenance Business travel Printing and documentation Taxes and license fees Training and education Donations and representation Insurance Others 144.467 Transportasi dan telekomunikasi Perlengkapan kantor Iklan dan promosi Pos dan materai Sewa (lihat Catatan 30b) Utilitas Perbaikan dan pemeliharaan Perjalanan dinas Cetakan dan dokumentasi Pajak dan perijinan Pendidikan dan pelatihan Jamuan dan sumbangan Asuransi Lain-lain 28. 135.275 Total BEBAN LAIN-LAIN 28. Rincian akun ini adalah sebagai berikut: Beban dan rugi atas penarikan agunan yang diambil alih Rugi selisih kurs Rugi transaksi derivatif (lihat Catatan 13) Cadangan penurunan nilai pasar agunan yang diambil alih (lihat Catatan 8) Beban administrasi bank Beban lain-lain OTHER EXPENSES The details of this account are as follows: 2012 2011 ESTIMASI LIABILITAS KARYAWAN ATAS 56.771 8.282 49.880 - 7.937 7.606 7.689 3.861 - 4.355 3.133 809 Loss and expense on assets repossessions Loss on foreign exchange Loss on derivative transaction (see Note 13) Allowance of decline in market value of repossessed assets (see Note 8) Bank administration expenses Other expenses 84.540 Jumlah 29. GENERAL AND ADMINISTRATIVE EXPENSES 65.783 Total IMBALAN KERJA 29. ESTIMATED BENEFITS LIABILITIES FOR EMPLOYEES’ Perusahaan mencatat estimasi liabilitas atas imbalan kerja karyawan pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 berdasarkan perhitungan aktuarial yang dilakukan oleh PT Bumi Dharma Aktuaria dan PT Jasa Aktuaria Pensiun dan Asuransi, keduanya merupakan aktuaris independen, dalam laporannya masing-masing menggunakan metode “Projected Unit Credit”. (lihat Catatan 2p) The Company records the estimated liabilities for employees‟ benefits as of December 31, 2012 and 2011 based on the actuarial calculation prepared by PT Bumi Dharma Aktuaria and PT Jasa Aktuaria Pensiun dan Asuransi, both of them are independent actuary, in which applies the “Projected Unit Credit” method, respectively. (see Note 2p). Asumsi-asumsi pokok yang digunakan dalam perhitungan aktuaria tahun 2012 dan 2011 tersebut adalah sebagai berikut: Key assumption used for years 2012 and 2011 actuarial calculation are as follows: Tingkat diskonto Tingkat kenaikan gaji Tingkat kecacatan Tabel mortalita Umur pensiun : : : : : 6,00% per tahun/per year (2011: 7,50%) 5% (2011:7%) 10% x TMI-II (2011: 10% x CSO-80) TMI-II (2011: CSO-80) 55 tahun/year 75 : Discount rate :Annual salary increase : Disability Rate : Mortality table : Retirement age
  • 151.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 29. ESTIMASI LIABILITAS KARYAWAN (lanjutan) ATAS PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) IMBALAN KERJA 29. ESTIMATED LIABILITIES BENEFITS (continued) FOR EMPLOYEES’ Analisis liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan yang disajikan di laporan posisi keuangan pada tanggal 31 Desember 2012 (2011) dan beban imbalan kerja karyawan yang dicatat dalam laporan laba rugi komprehensif untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut adalah sebagai berikut: Analysis of estimated liabilities for employees‟ benefits as presented in the statement of financial position as of December 31, 2012 (2011) and employees‟ benefits expense as recorded in the statements of comprehensive income for the years then ended are as follows: a. a. Liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan 2012 Nilai kini liabilitas imbalan kerja Biaya jasa lampau yang tidak diakui Koreksi aktuarial yang tidak diakui 2011 19.254 (1.070 ) (1.150 ) Unrecognized past service cost (14.799 ) (7.440 ) Unrecognized actuarial correction 11.790 Beban imbalan kerja karyawan b. Biaya jasa kini Biaya bunga Amortisasi atas kerugian/ (keuntungan) aktuarial Amortisasi atas biaya jasa lampau Net liabilities recognized in statement of financial position 10.664 2012 Employees‟ benefits expense 2011 4.196 1.107 2.673 858 240 - 80 80 Current service costs Interest costs Amortization of actuarial loss (gain) Amortization of past service costs 5.623 Beban yang diakui pada tahun berjalan c. Present value of employees‟ benefits obligation 27.659 Nilai bersih liabilitas yang diakui dalam laporan posisi keuangan b. Estimated liabilities for employees‟ benefits 3.611 Employees’ benefits expense recognized in the current year Mutasi nilai bersih atas liabilitas imbalan kerja karyawan c. 2012 The change in the liability of employees‟ benefit 2011 Saldo awal liabilitas bersih Beban imbalan kerja karyawan selama tahun berjalan Pembayaran selama tahun berjalan 10.664 10.063 5.623 3.611 (4.497 ) (3.010 ) Saldo akhir liabilitas bersih 11.790 10.664 Jumlah imbalan kerja untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 dan empat tahun sebelumnya adalah sebagai berikut: 2012 Nilai kini liabilitas imbalan kerja Beban jasa lalu yang tidak diakui Koreksi aktuarial yang tidak diakui Nilai bersih liabilitas yang diakui dalam laporan posisi keuangan 2011 Beginning balance of liability Employees‟ benefits expense for current year Ending balance of liability Amounts for the year endes December 31, 2012 and previous four annual periods of employee benefits: 2010 2009 2008 27.659 19.254 12.047 11.510 (1.070) (1.150 ) (1.230) (1.310 ) (14.799) (7.440 ) (754) (1.595 ) 11.790 Payments during the year 10.664 10.063 Manajemen berkeyakinan bahwa estimasi liabilitas tersebut di atas cukup untuk memenuhi ketentuan yang berlaku. 8.605 Present value of employees‟ benefits obligation Unrecoqnized (1.390 ) past service cost Unrecognized 2.153 actuarial correction 7.467 8.230 Net liabilities recognized in statement of financial position Management believes that the above liabilities are adequate to cover the requirements. 76 estimated prevailing
  • 152.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 30. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PERJANJIAN PENTING a. 30. Perjanjian-perjanjian Kerjasama (i) SIGNIFICANT AGREEMENTS a. PT Bank Mega Tbk (Bank Mega) Cooperation Agreements (i) PT Bank Mega Tbk (Bank Mega) Berdasarkan Perjanjian Pembiayaan Bersama Mega Oto Joint Financing (MOJF) tanggal 18 November 2003, Bank Mega dan Perusahaan setuju untuk melakukan kerjasama pembiayaan bersama berupa pemberian fasilitas MOJF dalam rangka pembelian kendaraan bermotor dengan ketentuan bahwa bagian pembiayaan Bank Mega adalah sebesar 95% dan bagian pembiayaan Perusahaan adalah sebesar 5% dari total pembiayaan konsumen. Based on the Mega Oto Joint Financing Cooperation Agreement (MOJF) dated November 18, 2003, Bank Mega and the Company agreed to cooperate in joint financing to provide MOJF facility in order to purchases two-wheeled motor vehicles, provided that Bank Mega‟s financing portion is 95% and the Company‟s financing portion is 5% from the total of consumers financing. Fasilitas pembiayaan bersama ini mempunyai jumlah maksimum sejumlah Rp 50.000 dengan jangka waktu pencairan fasilitas MOJF selama 48 (empat puluh delapan) bulan sejak tanggal penandatanganan Perjanjian Pembiayaan Bersama fasilitas MOJF. This joint financing facility has a maximum amount of Rp 50,000, with the period of withdrawals of the MOJF facility is forty-eight (48) months started from the signing date of MOJF Cooperation Agreement. Tingkat bunga tahunan yang diberlakukan oleh Bank Mega terhadap Perusahaan bersifat tetap untuk setiap kelompok pencairan dimana ditentukan pertama kali untuk jangka waktu pembiayaan 1 (satu) tahun: 17,5%, 2 (dua) tahun: 18% dan 3 (tiga) tahun: 19%. The fixed annual interest rates charged by Bank Mega for each withdrawal batch with a financing period of one (1) year: 17.5%, two (2) years: 18%, three (3) years: 19%. Fasilitas tersebut dijamin dengan penyerahan hak secara fidusia atas Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) asli kendaraan yang dibiayai oleh fasilitas MOJF. This facility is secured by fiduciary transfer of the original BPKB of the motor vehicles which are financed by MOJF facility. Selanjutnya pada tanggal 28 Januari 2004, 25 Juni 2004, 9 November 2004 dan 20 November 2006, Bank Mega setuju untuk menambah fasilitas pembiayaan bersama berupa fasilitas MOJF, dengan batas maksimum kredit masingmasing sejumlah Rp 150.000, Rp 100.000, Rp 150.000 dan Rp 350.000 yang bersifat revolving dengan jangka waktu pencairan fasilitas MOJF selama 1 (satu) tahun sejak tanggal penandatanganan Perjanjian Pembiayaan Bersama. Furthermore, on January 28, 2004, June 25, 2004, November 9, 2004 and November 20, 2006, Bank Mega agreed to provide additional MOJF revolving joint financing facility, with a maximum credit amount of Rp 150,000, Rp 100,000, Rp 150,000 and Rp 350,000, respectively, and period of withdrawals of the MOJF facility is one (1) year started from the signing date of MOJF Cooperation Agreement. Fasilitas tersebut dijamin dengan penyerahan hak secara fidusia atas BPKB asli kendaraan yang dibiayai oleh fasilitas MOJF. This facility is secured by fiduciary transfer of the original BPKB of the motor vehicles which are financed by MOJF facility. Pada tanggal 21 April 2005, Bank Mega menyetujui penambahan fasilitas MOJF Rp 250.000 jangka waktu pencairan fasilitas MOJF 1 (satu) tahun sejak penandatangan addendum Perjanjian Pembiayaan Bersama fasilitas MOJF. On April 21, 2005, Bank Mega agreed to provide additional MOJF joint financing facility amounted to Rp 250,000 with period of withdrawals of the MOJF facility is one (1) year started from the signing date of the amendment of MOJF Cooperation Agreement. ] 77
  • 153.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 30. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PERJANJIAN PENTING (lanjutan) a. 30. Perjanjian-perjanjian Kerjasama (lanjutan) (i) PT Bank (lanjutan) Mega Tbk (Bank SIGNIFICANT AGREEMENTS (continued) a. Mega) Cooperation Agreements (continued) (i) PT Bank Mega (continued) Tbk (Bank Mega) Perjanjian tersebut terakhir diubah pada tanggal 2 Maret 2011, Bank Mega menyetujui penambahan fasilitas MOJF, sehingga jumlah maksimum porsi pembiayaan kreditur mayoritas sebesar Rp 350.000 dengan jangka waktu pencairan fasilitas MOJF 12 (dua belas) bulan sejak tanggal penandatangan addendum perjanjian. Tingkat bunga tahunan yang diberlakukan oleh Bank Mega terhadap Perusahaan bersifat tetap untuk setiap kelompok pencairan dimana ditentukan pertama kali untuk jangka waktu pembiayaan 1 (satu) tahun: 13,5%, 2 (dua) tahun: 14%, 3 (tiga) tahun: 14%, 4 (empat) tahun: 14,5%. The agreement was last amended on March 2, 2011, Bank Mega agreed to provide additional MOJF facility amounted to Rp 350,000 with the term of withdrawal twelve (12) months since the amendment of agreement is signed. The fixed annual interest rates charged by Bank Mega for each withdrawal batch with a financing period of one (1) year: 13.5%, two (2) years: 14%, three (3) years: 14%, four (4) years: 14.5%. Selanjutnya, pada tanggal 25 April 2005, Bank Mega menyetujui pemberian fasilitas Mega Oto Pengalihan Portofolio Pembiayaan (MOPP) sebesar Rp 50.000 dengan jangka waktu pencairan fasilitas MOPP selama 1 (satu) tahun sejak penandatanganan Perjanjian Pembiayaan Bersama fasilitas MOPP. Furthermore, on April 25, 2005, Bank Mega agreed to provide the MOPP facility amounted to Rp 50,000 with period of withdrawals of the MOPP facility is one (1) year started from the signing date of the MOPP Cooperation Agreement. Tingkat bunga tahunan yang diberlakukan oleh Bank Mega atas fasilitas-fasilitas tersebut bersifat tetap untuk setiap kelompok pencairan, yaitu untuk jangka waktu pembiayaan 1 (satu) tahun: 20,5%, 2 (dua) tahun: 20,5% dan 3 (tiga) tahun: 20,75%. The fixed annual interest rates charged by Bank Mega for each withdrawal batch with a financing period of one (1) year: 20.5%, two (2) years: 20.5%, three (3) years: 20.75%. Pada tanggal 2 Maret 2011, Perusahaan memperoleh fasilitas MOPP dari Bank Mega dengan jumlah maksimum sebesar Rp 50.000 dan jangka waktu pencairan fasilitas MOJF 1 (satu) tahun sejak penandatangan addendum Perjanjian Pengalihan Portfolio Pembiayaan Konsumen dan Penunjukan Agen Fasilitas serta Agen Jaminan. Tingkat bunga tahunan yang diberlakukan oleh Bank Mega terhadap Perusahaan bersifat tetap untuk setiap kelompok pencairan dimana ditentukan pertama kali untuk jangka waktu pembiayaan 1 (satu) tahun: 13,5%, 2 (dua) tahun: 14%, 3 (tiga) tahun: 14%, 4 (empat) tahun: 14,5%. On March 2, 2011, the Company obtained the MOPP facility with a maximum amount of Rp 50,000 from Bank Mega, the term of this facility is one (1) year since since the amendment of MOPP agreement is signed. The fixed annual interest rates charged by Bank Mega for each withdrawal batch with a financing period of one (1) year: 13.5%, two (2) years: 14%, three (3) years: 14%, four (4) years: 14.5%. Fasilitas-fasilitas tersebut dijamin dengan kendaraan bermotor yang dibiayai oleh fasilitas pembiayaan yang bersangkutan. Those facilities are secured by the financed motor vehicles. Fasilitas tersebut pada tanggal 31 Desember 2011 adalah sejumlah Rp 63. Seluruh fasilitas-fasilitas pinjaman tersebut telah dilunasi pada tahun 2012. The balances of this facility amounting to Rp 63 as of December 31, 2011. In 2012, all outstanding loan of this loan facility has been fully repaid. 78
  • 154.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 30. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PERJANJIAN PENTING (lanjutan) a. 30. Perjanjian-perjanjian Kerjasama (lanjutan) (ii) SIGNIFICANT AGREEMENTS (continued) a. PT Bank ICB Bumiputera Indonesia Tbk (Bank Bumiputera) Cooperation Agreements (continued) (ii) PT Bank ICB Bumiputera Indonesia Tbk (Bank Bumiputera) Pada tanggal 19 Januari 2005, Perusahaan memperoleh fasilitas pembiayaan bersama dari Bank Bumiputera dalam rangka pembelian kendaraan roda dua baru dengan jumlah maksimum sebesar Rp 7.500, dengan ketentuan bahwa bagian pembiayaan Bank Bumiputera adalah sebesar 90% dan bagian pembiayaan Perusahaan adalah sebesar 10% dari harga kendaraan, dan jangka waktu fasilitas adalah 3 (tiga) tahun. On January 19, 2005, the Company obtained the joint financing facility from Bank Bumiputera for purchases of new twowheeled motor vehicles with a maximum amount of Rp 7,500, provided that, Bank Bumiputera‟s financing portion is 90% and the Company‟s portion is 10%, and the term of facility is three (3) years. Pada tanggal 16 Agustus 2005, 14 Oktober 2005, 9 Desember 2005, 27 Maret 2006, 4 Oktober 2006 dan 29 Mei 2007, Bank Bumiputera menyetujui penambahan fasilitas pembiayaan bersama, masing-masing sebesar Rp 25.000, Rp 50.000, Rp 100.000, Rp 50.000, Rp 50.000 dan Rp 50.000 sehingga jumlah fasilitas maksimum menjadi Rp 332.500. On August 16, 2005, October 14, 2005, December 9, 2005, March 27, 2006, October 4, 2006 and May 29, 2007, Bank Bumiputera agreed to provide additional joint financing facility amounting to Rp 25,000, Rp 50,000, Rp 100,000, Rp 50,000, Rp 50,000 and Rp 50,000, therefore a total maximum facility become Rp 332,500. Perjanjian tersebut telah mengalami beberapa perubahan, terakhir pada tanggal 11 Maret 2011, Bank Bumiputera menyetujui perubahan fasilitas pembiayaan bersama menjadi maksimum Rp 110.000. Bank Bumiputera menetapkan suku bunga per tahun berkisar antara 12% dengan jaminan berupa kendaraan bermotor yang dibiayai. The facility has been amended several times and the latest on March 11, 2011, Bank Bumiputera agreed to provide joint financing facility to become Rp 110,000. The annual interest rates charged by Bank Bumiputera is ranging from 12% and secured by the financed motor vehicles. Selain itu, sesuai perjanjian, Perusahaan wajib memberitahukan kepada Bank Bumiputera apabila Perusahaan mengubah susunan pengurus dan pemegang saham, menambah fasilitas kredit pada bank atau lembaga keuangan lain, memberikan pinjaman kepada pemegang saham dan membuka kantor cabang baru. Moreover, based on the agreement, Company is obliged to inform Bank Bumiputera, in case there is changes in the composition of the Company‟s management and shareholders, obtain additional credit facility from other bank or financial institution, grant loan to the shareholders and open the new branches. Saldo atas fasilitas tersebut pada tanggal 31 Desember 2012 (2011), adalah sejumlah Rp 3.267 (Rp 25.439). The balances of this facility amounting to Rp 3,267 (Rp 25,439), as of December 31, 2012 (2011). (iii) PT Bank Internasional Indonesia Tbk (Bank BII) (iii) PT Bank International Indonesia Tbk (Bank BII) Berdasarkan Perjanjian Kerjasama Penyaluran Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) pada tanggal 7 Agustus 2007 yang telah beberapa kali mengalami perubahan dan terakhir pada tanggal 22 Agustus 2011, Perusahaan dan Bank BII setuju untuk melakukan kerjasama penerusan pinjaman kepada konsumen dengan ketentuan bahwa bagian pembiayaan Bank BII adalah sebesar 95% dan bagian pembiayaan Perusahaan adalah sebesar 5%. Based on Motor Vehicles Credit Channelling Cooperation Agreement dated August 7, 2007 which has been amended several times and the latest on August 22, 2011, the Company and Bank BII agreed to cooperate in channelling the loans to consumers, provide that Bank BII financing portion is 95% and the Company‟s financing portion is 5%. 79
  • 155.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 30. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PERJANJIAN PENTING (lanjutan) a. 30. Perjanjian-perjanjian Kerjasama (lanjutan) SIGNIFICANT AGREEMENTS (continued) a. Cooperation Agreements (continued) (iii) PT Bank Internasional Indonesia Tbk (Bank BII) (lanjutan) (iii) PT Bank International Indonesia Tbk (Bank BII) (continued) Fasilitas pembiayaan bersama ini mempunyai jumlah maksimum sejumlah Rp 250.000 (Rp 150.000 untuk motor baru dan Rp 100.000 untuk motor bekas), yang akan jatuh tempo pada tanggal 7 Juni 2013, dengan jangka waktu pembiayaan kepada konsumen adalah 3 (tiga) tahun. Jaminan atas fasilitas ini adalah BPKB kendaraan yang dibiayai. Bank BII menetapkan tingkat bunga per tahun untuk motor baru sebesar 11,25% dan untuk motor bekas sebesar 11,75%. This joint financing facility has a maximum amount of Rp 250,000 (Rp 150,000 for new motorcycle and Rp 100,000 for used motorcycle), which will be due on June 7, 2013, and the term of financing to consumers is three (3) years. This facility is secured with original BPKB of the financed motor vehicles. The annual interest rates charged by Bank BII for new motorcycle is 11.25% and for used motorcycle is 11.75%. Saldo atas transaksi kerjasama penerusan pinjaman tersebut pada tanggal 31 Desember 2012 (2011) adalah sebesar Rp 29.454 (Rp 49.187). The balances of this credit facility as of December 31, 2012 (2011) amounted to Rp 29,454 (Rp 49,187). Selain itu, sesuai perjanjian, Perusahaan wajib memberitahukan kepada Bank BII apabila Perusahaan mengubah susunan pengurus dan pemegang saham. Moreover, based on the agreement, the Company obliged to inform Bank BII in writing in case there are changes in the Company‟s management and shareholders. (iv) PT Bank CIMB Niaga Tbk (Bank CIMB Niaga) (iv) PT Bank CIMB Niaga Tbk (Bank CIMB Niaga) Berdasarkan Perjanjian Kerjasama Dalam Rangka Pemberian Fasilitas Pembiayaan Bersama tanggal 19 Agustus 2004, Perusahaan memperoleh fasilitas pembiayaan bersama dari Bank CIMB Niaga dalam rangka pembelian kendaraan bermotor roda dua baru dengan ketentuan bahwa bagian pembiayaan Bank CIMB Niaga adalah sebesar 90% dan bagian pembiayaan Perusahaan adalah sebesar 10%. Fasilitas pembiayaan bersama ini mempunyai jumlah maksimum sejumlah Rp 15.000 pada awal perjanjian dan terakhir telah diubah menjadi Rp 214.500 dengan jangka waktu penarikan fasilitas pembiayaan bersama sampai dengan tanggal 2 Mei 2013. Fasilitas ini dikenakan bunga per tahun sebesar 11,5%. Based on the Cooperation Agreement on the Joint Financing Credit Facility dated August 19, 2004, the Company obtained joint financing facility from Bank CIMB Niaga for purchases of new two-wheeled motor vehicles, provided that, Bank CIMB Niaga financing portion is 90% and the Company‟s portion is 10%. This revolving joint financing facility has a initially maximum amount of Rp 15,000, which was last amended become Rp 214,500 with the term of the joint financing facility withdrawal up to May 2, 2013. This loan facility bear fixed annual interest rate of 11.5% Saldo atas transaksi pinjaman kerjasama tersebut pada tanggal 31 Desember 2012 (2011), adalah sebesar Rp 35.968 (Rp 45.257). The balances of this credit facility as of December 31, 2012 (2011) amounted to Rp 35,968 (Rp 45,257). (v) PT Bank CIMB Niaga Tbk - Divisi Syariah (Bank CIMB Niaga - Syariah) (v) Pada tanggal 25 September 2008, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit pembiayaan bersama untuk “pembiayaan murabahah” dalam rangka pembelian kendaraan bermotor roda dua khusus untuk sepeda motor baru merk Jepang dari Bank CIMB Niaga - Syariah dengan ketentuan bahwa bagian pembiayaan Bank CIMB Niaga - Syariah adalah sebesar 90% dan bagian pembiayaan Perusahaan adalah sebesar 10%. PT Bank CIMB Niaga Tbk - Syariah Division (Bank CIMB Niaga - Syariah) On September 25, 2008, the Company obtained a credit financing facility for “murabahah financing” to finance the purchases of new two-wheeled motor vehicles (Japan), provided that Bank CIMB Niaga - Syariah‟s financing portion is 90% and the Company‟s financing portion is 10%. 80
  • 156.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 30. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PERJANJIAN PENTING (lanjutan) a. 30. Perjanjian-perjanjian Kerjasama (lanjutan) (v) SIGNIFICANT AGREEMENTS (continued) a. PT Bank CIMB Niaga Tbk - Divisi Syariah (Bank CIMB Niaga - Syariah) (lanjutan) Cooperation Agreements (continued) (v) PT Bank CIMB Niaga Tbk - Syariah Division (Bank CIMB Niaga - Syariah) (continued) Berdasarkan perjanjian tersebut, yang telah beberapa kali mengalami perubahan dan terakhir pada tanggal 20 November 2012, Bank CIMB Niaga - Syariah menyetujui penambahan fasilitas sebesar Rp 35.500 sehingga total fasilitas pembiayaan bersama menjadi Rp 175.000 yang akan jatuh tempo pada tanggal 1 September 2015. Sesuai dengan perjanjian tersebut, Perusahaan wajib menjaga rasio non performing loan maksimum 5%. Based on the agreement, that has been amended several times and the latest on November 20, 2012, Bank CIMB Niaga Syariah agreed to provide additional facility amount of Rp 35,500 with total joint financing facility amounting Rp 175,000 and will matured on September 1, 2015. Based on the agreement, the Company is obliged to maintain maximum non performing loan ratio of 5%. Bank CIMB Niaga - Syariah menetapkan nisbah bagi hasil per tahun sebesar 11,25% untuk jangka waktu 1 (satu) tahun, 11,50% untuk jangka waktu 2 (dua) tahun dan 11,75% untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun. The annual expected yield charged by Bank CIMB Niaga - Syariah for each joint financing with a financing period of one (1) year: 11.25%, two (2) years: 11.50% and three (3) years: 11.75%. Fasilitas tersebut dijamin dengan BPKB asli kendaraan yang dibiayai melalui fasilitas ini dan jaminan perusahaan dari JMG. This facility is secured with original BPKB of the financed motor vehicles and corporate guarantee from JMG. Saldo atas fasilitas tersebut pada tanggal 31 Desember 2012 (2011) adalah sejumlah Rp 91.943 (Rp 44.381). The balances of these facilities amounting to Rp 91,943 (Rp 44,381) as of December 31, 2012 (2011). Selain itu, sesuai perjanjian, Perusahaan wajib memberitahukan kepada Bank CIMB Niaga - Syariah apabila Perusahaan mengubah kegiatan usaha, mengubah susunan pengurus dan struktur perusahaan. Selama masa berlakunya perjanjian tersebut, antara lain Perusahaan harus mempertahankan gearing rasio maksimum 10 (sepuluh) kali dan 5 (lima) kali, masingmasing dalam Rupiah dan valuta asing. Moreover, based on the agreement, the Company is obliged to inform Bank CIMB Niaga - Syariah in case there are changes in Company business activities, Boards of Directors and Commisioners. While the loan is outstanding, the Company is obliged to maintain gearing ratio maximum ten (10) times and five (5) times, in Rupiah and foreign exchange, respectively. Pada tanggal 29 April 2008, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit pembiayaan bersama dalam rangka pembelian kendaraan bermotor roda dua khusus untuk sepeda motor baru merk Yamaha dan Honda dari Bank CIMB Niaga - Syariah dengan ketentuan bahwa bagian pembiayaan Bank adalah sebesar 90% dan bagian pembiayaan Perusahaan adalah sebesar 10%. On April 29, 2008, the Company obtained a credit joint financing facility to finance the purchases of new two-wheeled motor vehicles (Yamaha and Honda), provided that Bank CIMB Niaga - Syariah financing portion is 90% and the Company‟s financing portion is 10%. Fasilitas pembiayaan bersama ini mempunyai jumlah maksimum sejumlah Rp 50.000 yang akan jatuh tempo pada tanggal 29 April 2009, dengan jangka waktu pembiayaan kepada konsumen adalah 3 (tiga) tahun. This joint financing facility has a total maximum amounted to Rp 50,000 and the term of facility will matured on April 29, 2009, the term of financing to consumers is three (3) years. Pada tanggal 13 Oktober 2009, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit pembiayaan bersama dari Bank CIMB Niaga - Syariah yang mempunyai jumlah maksimum sebesar Rp 30.000, dengan jangka waktu pembiayaan selama 12 (dua belas) bulan sejak penandatanganan perjanjian tersebut. On October 13, 2009, the Company obtained a credit joint financing facility from Bank CIMB Niaga - Syariah with maximum facility amounted to Rp 30,000, and the term of the facility is up to twelve (12) months since the signing date of the agreement. 81
  • 157.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 30. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PERJANJIAN PENTING (lanjutan) a. 30. Perjanjian-perjanjian Kerjasama (lanjutan) (v) SIGNIFICANT AGREEMENTS (continued) a. PT Bank CIMB Niaga Tbk - Divisi Syariah (Bank CIMB Niaga - Syariah) (lanjutan) Cooperation Agreements (continued) (v) PT Bank CIMB Niaga Tbk - Syariah Division (Bank CIMB Niaga - Syariah) (continued) Fasilitas ini mempunyai ketentuan bahwa bagian pembiayaan Bank CIMB Niaga Syariah adalah sebesar 90% dan bagian pembiayaan Perusahaan adalah sebesar 10%. Saldo atas transaksi pinjaman kerjasama tersebut pada tanggal 31 Desember 2012 (2011), adalah sebesar Rp 16 (Rp 2.220). The balances of this credit facility as of December 31, 2012 (2011) amounted to Rp 16 (Rp 2,220). Perjanjian-perjanjian kerjasama (i - v) tersebut merupakan pinjaman yang bersifat without recourse. 1. This facility provided that, Bank CIMB Niaga Syariah financing portion is 90% and the Company‟s financing portion is 10%. The above cooperation agreements (i - v) are without recourse loans. PT Bank Rakyat Indonesia - Divisi Syariah (Bank BRI - Syariah) 1. PT Bank Rakyat Indonesia - Syariah Division (Bank BRI - Syariah) Pada tanggal 17 Juni 2010, Bank BRI - Syariah memberikan Fasilitas Pembiayaan secara Syariah dalam bentuk Murabahah dengan nilai Rp 95.000 dan bersifat revolving. Jangka waktu fasilitas adalah 1 (satu) tahun sejak tanggal penandatanganan perjanjian. Pada tanggal 29 Mei 2012, Bank BRI - Syariah menyetujui perpanjangan jangka waktu fasilitas sampai dengan tanggal 17 Juni 2013. Ekspektasi margin pembiayaan bank sebesar 11,75%. Fasilitas ini dijamin dengan piutang pembiayaan minimum sebesar 105% dari jumlah fasilitas pembiayaan. Berdasarkan perjanjian tersebut, Perusahaan diwajibkan mempertahankan Gearing rasio tidak melebihi 10 (sepuluh) kali dan tidak diperkenankan, antara lain, untuk menjaminkan kekayaan kepada pihak lain, melakukan pembayaran utang pemegang saham, mengajukan penyataan pailit tanpa persetujuan tertulis dari Bank BRI - Syariah. 2. On June 17, 2010 the Company obtained a revolving “Murabahah” capital financing facility from Bank BRI - Syariah with the maximum amount of Rp 95,000. The term of this facility is up to one (1) year from the signed date of agreement. As of May 29, 2012, Bank BRI - Syariah agreed to extend the term of facility up to June 17, 2013. The expectation financing margin is 11.75%. This facility is secured by financing receivables at minimum 105% of total credit facility. Based on the agreement, the Company is obliged to maintain maximum gearing ratio of ten (10) times and not allowed, among others, give assets as collateral to other parties, pay shareholders‟ loan, make statement of bankruptcy, without prior written consent from Bank BRI - Syariah. PT Bank Jawa Barat dan Banten Tbk - Divisi Syariah (Bank Jabar Banten Syariah) 2. PT Bank Jawa Barat dan Banten Tbk - Syariah Division (Bank Jabar Banten Syariah) Berdasarkan Perjanjian Kerjasama mengenai Penyaluran Pembiayaan Murabahah Channelling tanggal 18 Juni 2010, Perusahaan memperoleh Fasilitas Pembiayaan Murabahah dari PT Bank Jabar Banten Syariah dengan jumlah maksimum fasilitas sebesar Rp 100.000 dan jangka waktu pembiayaan kepada konsumen adalah selama 3 (tiga) tahun. Margin keuntungan bersifat tetap adalah sebesar 11% per tahun. Perjanjian tersebut telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir pada tanggal 12 Maret 2012, dengan jumlah maksimum fasilitas menjadi Rp 75.000. Based on the Cooperation Agreement of Murabahah Channelling Financing Facility dated June 18, 2010, the Company obtained Murabahah Financing Facility from PT Bank Jabar Banten Syariah with maximum amount facility of Rp 100,000, and the term of the financing is up to three (3) years. The fixed annual expected yield from the bank is 11%. The facility has been amended several times and the latest on March 12, 2012, with maximum facility amounted to Rp 75,000. Selama masa berlakunya perjanjian tersebut, antara lain, Perusahaan harus mempertahankan Gearing rasio kurang dari 10 (sepuluh), jumlah angsuran tertunggak selama 90 (sembilan puluh) hari tidak boleh melebihi 2% dari jumlah saldo piutang pembiayaan konsumen. While the loan is still outstanding, the Company is obliged to maintain gearing ratio less than ten (10) dan Non Performing Loan for ninety (90) days maximum 2% of total outstanding customer receivables. 82
  • 158.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 30. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PERJANJIAN PENTING (lanjutan) 30. SIGNIFICANT AGREEMENTS (continued) a. Perjanjian-perjanjian Kerjasama (lanjutan) 2. PT Bank Jawa Barat dan Banten Tbk - Divisi Syariah (Bank Jabar Banten Syariah) (lanjutan) 2. PT Bank Jawa Barat dan Banten Tbk - Syariah Division (Bank Jabar Banten Syariah) Pembiayaan tersebut dijaminkan secara fidusia atas motor yang dibiayai bersama dengan nilai penjaminan minimum 100% dari nilai plafond pembiayaan. This facility is secured by fiduciary transfer of Company`s receivables at 100% from total maximum facility. 3. a. PT Bank BCA Syariah (Bank BCA Syariah) Cooperation Agreements (continued) 3. PT Bank BCA Syariah (Bank BCA Syariah) Pada tanggal 20 September 2010, Perusahaan memperoleh fasilitas channelling dengan akad “Wakalah Murabahah” dari Bank BCA Syariah dengan jumlah maksimum sebesar Rp 50.000, dengan jangka waktu pembiayaan selama 36 (tiga puluh enam) bulan. Bank BCA Syariah menetapkan margin per tahun sebesar 12,5%. Fasilitas ini dijamin dengan BPKB asli kendaraan yang dibiayai melalui fasilitas ini. Berdasarkan perjanjian tersebut, Perusahaan diwajibkan mempertahankan rasio utang terhadap ekuitas maksimum sebesar 8 (delapan) kali dan rasio non performing loan maksimum sebesar 4%. Perusahaan juga tidak diperkenankan, antara lain, melakukan perubahan susunan pemegang saham dan pengurus tanpa persetujuan tertulis dari Bank BCA Syariah. b. On September 20, 2010, the Company obtained a “Wakalah Murabahah” channelling facility from Bank BCA Syariah with the maximum amount of Rp 50,000 and the term of financing periods is thirty six (36) months. The annual margin charged by Bank BCA Syariah is at 12.5%. This facility is secured by secured by original BPKB of the financed motor vehicles. Based on the agreement, the Company is obliged to maintain debt to equity ratio at the maximum of eight (8) times and maximum non performing loan of 4%. The Company is not allowed, among others, changes the Company`s shareholders and management without prior written consent from Bank BCA Syariah. Perjanjian Lainnya (i) b. Other Agreements (i) The Company has an office rental agreement with third parties for supporting operational activity of branches office over the Indonesia region, with rental time ranging from 1 up to 5 years. Rent expense in 2012 (2011) amounted to Rp 10,435 (Rp 8,761) and presented as part of “General and Administrative Expenses” in the statements of comprehensive income (see Note 27). (ii) Perusahaan memiliki perjanjian pemberian hak opsi pembelian kendaraan dengan karyawan kunci tertentu, yang memberikan opsi kepada karyawan tersebut untuk membeli kendaraan motor yang disediakan Perusahaan pada tanggal jatuh tempo opsi pembelian, yaitu tahun kelima sejak tanggal perjanjian, dengan syarat dan ketentuan yang diatur dalam perjanjian tersebut. 31. Perusahaan memiliki perjanjian sewa bangunan kantor untuk keperluan operasional kantor cabang di berbagai wilayah di Indonesia dengan pihak ketiga, dengan jangka waktu sewa rata-rata antara 1 - 5 tahun. Jumlah beban sewa adalah sebesar Rp 10.435 (Rp 8.761) pada tahun 2012 (2011) dan disajikan sebagai bagian dari “Beban Umum dan Administrasi” pada laporan laba rugi komprehensif (lihat Catatan 27). (ii) The Company has agreements with certain key employees regarding the options to purchase motor vehicles in which the Company grants the option to those employees to purchase motor vehicles which are provided by the Company on the due date of purchase option which is on the fifth year since the date of agreement with the term and condition as mentioned in the agreement. TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK-PIHAK YANG BERELASI 31. Dalam kegiatan usaha normal, Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak-pihak yang berelasi, yang meliputi transaksi usaha dan transaksi keuangan. Perusahaan mengadakan kerjasama dengan PT Jayamandiri Gemasejati (JMG) sebagai dealer kendaraan bermotor dalam kegiatan usaha normalnya. TRANSACTIONS AND ACCOUNTS WITH RELATED PARTIES In the regular conduct of business, the Company engages in transactions with related parties, which are consist of business transactions and financial transactions. The Company cooperated with PT Jayamandiri Gemasejati (JMG) as a dealer of motor vehicle in normal course of business. 83
  • 159.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 31. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK-PIHAK YANG BERELASI (lanjutan) 31. TRANSACTIONS AND ACCOUNTS WITH RELATED PARTIES (continued) Jumlah biaya administrasi dealer (lihat Catatan 2d) kepada JMG adalah sebesar Rp 5.514 (Rp 9.096) pada tahun 2012 (2011), atau sebesar 0,55% (0,98%) dari jumlah beban, pada tahun 2012 (2011). Total dealer administration expense (see Note 2d) paid to JMG amounted to Rp 5,514 (Rp 9,096) in 2012 (2011) or amounted of 0.55% (0.98%) from total expenses in 2012 (2011). Rincian saldo dengan pihak-pihak yang berelasi adalah sebagai berikut: The details of balance with related parties are as follows: Persentase Terhadap Jumlah Aset / Liabilitas/ Percentage of Total Assets/ Liabilities Jumlah/ Amount 2012 Piutang Pihak Berelasi Karyawan kunci Utang Usaha Utang Dealer (lihat Catatan 16) PT Jayamandiri Gemasejati 2011 69 2.444 2012 244 2011 0,002% 1.812 0,077% 0,006% Due From Related Parties Key employees 0,059% Trade Payables Dealer payable (see Note 16) PT Jayamandiri Gemasejati Piutang berelasi tersebut merupakan piutang kepada karyawan kunci yang tidak dikenakan bunga. Due from related parties represents non-interest receivables from key employees. Sifat hubungan dengan pihak yang berelasi tersebut adalah: Relationship with related party is as follows: Pihak berelasi/ Related Party Sifat Hubungan/ Relationship PT Jayamandiri Gemasejati Entitas Induk/ Parent Company Jumlah remunerasi yang diberikan kepada Direksi dan Komisaris Perusahaan adalah Rp 20,9 miliar (Rp 20,7 miliar) pada tahun 2012 (2011). 32. Total remuneration incurred and paid to the Company‟s directors and commissioners amounted to Rp 20.9 billion (Rp 20.7 billion) in 2012 (2011). MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN 32. FINANCIAL RISK MANAGEMENT Perusahaan dihadapkan pada risiko pasar, risiko kredit dan risiko likuiditas. The Company is exposed to market risk, credit risk and liquidity risk. Risiko Pasar Market Risk Risiko pasar merupakan risiko yang terutama disebabkan karena perubahan tingkat bunga, nilai tukar mata uang Rupiah, harga komoditas dan harga modal atau pinjaman, yang dapat membawa risiko bagi Perusahaan. Dalam perencanaan usaha Perusahaan, risiko pasar yang memiliki dampak langsung kepada Perusahaan adalah dalam hal pengelolaan tingkat bunga. Market risk is the risk primarily due to changes in interest rates, exchange rate of Rupiah currency, commodity prices and the price of capital or loans, which could incur risks to the Company. In the Company's business planning, market risk with direct impact to the Company is in terms of interest rates management. Perubahan tingkat bunga acuan akan menjadi risiko pada saat perubahannya, terutama ketika tingkat bunga dinaikkan, yang menyebabkan kerugian bagi Perusahaan sehingga dapat menyebabkan risiko kredit Perusahaan meningkat. Untuk itu, Perusahaan menerapkan pengelolaan tingkat bunga tetap secara konsisten dengan menyesuaikan tingkat bunga kredit terhadap tingkat bunga pinjaman dan beban dana. Changes in interest rates would become a risk at the point of change, especially when the interest rate is raised, which would cause losses to the Company, hence resulting in increased Company's credit risk. Therefore, the Company implements fixed interest rate management consistently by doing adjustment on lending interest rate and cost of funds. 84
  • 160.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 32. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 32. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) Risiko Pasar (lanjutan) Market Risk (continued) Tabel di bawah ini menggambarkan rincian jatuh tempo aset dan liabilitas Perusahaan yang dipengaruhi oleh tingkat bunga. The following table represents a breakdown of maturity dates of the Company‟s assets and liabilities which are affected by interest rate. 31 Desember 2012/December 31, 2012 Tidak dikenakan bunga/Non interest sensitive Tingkat bunga tetap/Fixed interest rate 0 -12 bulan/ 0 - 12 months Lebih dari 2 tahun/ More than 2 years 1 - 2 tahun/ 1 - 2 years ASET Kas dan setara kas Deposito berjangka yang dijaminkan Piutang pembiayaan konsumen - bersih Piutang lain-lain Piutang pihak berelasi Biaya dibayar di muka Uang muka Piutang derivatif Aset non keuangan - - 5.356 69 45.129 13.272 149.458 2.548.261 - Jumlah aset 277.479 2.548.261 973.493 LIABILITAS Pinjaman bank Medium Term Note (MTN) Utang obligasi Utang usaha Utang derivatif Beban masih harus dibayar Utang lain-lain Liabilitas non keuangan 64.195 - - Tingkat bunga mengambang/ Floating interest rate Jumlah/ Total 32.650 - - 82 82 973.493 - 223.032 - 7.769 - 3.744.786 5.356 69 45.129 13.272 7.769 149.458 223.032 40.501 4.062.766 Total assets 46.622 5.485 - 2.832.610 76.397 98.801 97.362 5.485 22.783 4.104 36.746 LIABILITIES Bank loans Medium Term Note (MTN) Bonds payables Trade payables Derivatives payables Accrued expenses Other payables Non financial liabilities 329.864 4.963 - 96.845 ASSETS Cash and cash equivalents - Pledge time deposit Consumer financing receivables - net Others receivables Due from related parties Prepaid expenses Advances Derivatives receivable Non financial assets 97.362 22.783 4.104 36.746 1.751.415 38.141 88.953 - 704.709 38.256 4.885 - Total liabilitas 160.995 1.878.509 747.850 334.827 52.107 3.174.288 Total liabilities Bersih 116.484 669.752 225.643 (111.795) (11.606) 888.478 Net 31 Desember 2011/December 31, 2011 Tidak dikenakan bunga/Non interest sensitive Tingkat bunga tetap/Fixed interest rate 0 -12 bulan/ 0 - 12 months Lebih dari 2 tahun/ More than 2 years 1 - 2 tahun/ 1 - 2 years ASET Kas dan setara kas Deposito berjangka yang dijaminkan Piutang pembiayaan konsumen - bersih Piutang lain-lain Piutang pihak berelasi Biaya dibayar di muka Uang muka Piutang derivatif Aset non keuangan - - 3.570 244 34.068 14.229 156.176 2.372.994 - Jumlah aset 257.053 2.372.994 920.286 LIABILITAS Pinjaman bank Medium Term Note (MTN) Utang usaha Utang derivatif Beban masih harus dibayar Utang lain-lain Liabilitas non keuangan Total liabilitas Bersih 48.766 - - Tingkat bunga mengambang/ Floating interest rate Jumlah/ Total 27.322 - - 862 862 920.286 - 203.769 - 128 - 3.497.049 3.570 244 34.068 14.229 128 156.176 203.769 28.312 3.782.414 Total assets 270.088 4.125 - 2.857.900 114.622 31.712 4.125 7.234 1.829 40.456 LIABILITIES Bank loans Medium Term Note (MTN) Trade payables Derivatives payables Accrued expenses Other payables Non financial liabilities 247.958 38.285 - 76.088 ASSETS Cash and cash equivalents - Pledge time deposit Consumer financing receivables - net Others receivables Due from related parties Prepaid expenses Advances Derivatives receivable Non financial assets 31.712 7.234 1.829 40.456 1.374.425 38.134 - 965.429 38.203 - 81.231 1.412.559 1.003.632 286.243 274.213 3.057.878 Total liabilities 175.822 960.435 (83.346) (82.474) (245.901) 724.536 Net Risiko Kredit Credit Risk Risiko kredit merupakan risiko utama karena Perusahaan bergerak dalam bidang pembiayaan konsumen, dimana Perusahaan menawarkan jasa kredit bagi masyarakat yang hendak memiliki kendaraan bermotor. Secara langsung, Perusahaan menghadapi risiko seandainya konsumen tidak mampu memenuhi kewajibannya dalam melunasi kredit sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati antara konsumen dengan Perusahaan. Credit risk is a major risk because the Company is engaged in consumer financing activity, in which the Company offers credit services to public who would like to own motor vehicles. Directly, the Company faces risks when consumers are not able to fulfill their obligations in paying off loans already agreed upon in the contract between consumers and the Company. 85
  • 161.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 32. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 32. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) Risiko Kredit (lanjutan) Credit Risk (continued) Risiko kredit merupakan risiko yang akan dihadapi, namun dapat dikelola hingga pada batasan yang dapat diterima. Perseroan telah memiliki kebijakan dalam menghadapi risiko ini. Dimulai dari proses awal penerimaan aplikasi kredit yang selektif dan ditangani dengan prinsip kehati-hatian, yang mana aplikasi kredit akan melalui proses survey dan analisa kredit untuk kemudian disetujui oleh Kepala Cabang. Selain itu, Perusahaan juga melakukan pengawasan terhadap saldo piutang pembiayaan konsumen yang dilakukan secara berkesinambungan untuk meminimalisasi piutang yang tidak dapat ditagih. Credit risk is a risk that Company will faced, however, could be managed to an acceptable limit. The Company already has a policy in order to deal with this risk. Starting from the beginning of the process in receiving credit applications selectively and handling them with prudence principle, whereby the credit application would go through survey and credit analysis process in order to be approved subsequently by the Head of Branch. The company also monitored receivable balances continuously in order to minimize the exposure to bad debts. Risiko Likuiditas Liquidity Risk Risiko likuiditas merupakan risiko, yang mana Perusahaan tidak memiliki sumber keuangan yang mencukupi untuk memenuhi liabilitasnya yang telah jatuh tempo. Perusahaan mengatasi risiko tersebut dengan menggunakan perangkat rencana likuiditas. Perangkat ini mempertimbangkan jatuh tempo untuk aset keuangan yaitu piutang pembiayaan konsumen dan membuat rencana arus kas dari operasi. Perusahaan mempunyai jangka waktu pinjaman dari bank yang disesuaikan dengan jangka waktu (tenor) yang diberikan kepada konsumen. Liquidity risk is the risk, whereby the Company does not have sufficient financial resources to discharge its matured liabilities. The Company solve the problem using a liquidity planning tool. This tool considers the maturity of both its financial assets, which is consumer financing receivables and prepare projected cash flows from operations. The Company has the term of bank loan facility which adjusted with the consumers‟ tenor. Tabel di bawah ini menggambarkan profil jatuh tempo atas aset dan liabilitas keuangan Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2012 (2011) berdasarkan pembayaran kontraktual yang tidak didiskontokan. The table below summarizes the maturity profile of the Company‟s financial assets and liabilities at December 31, 2012 (2011) based on contractual undiscounted payments. 31 Desember 2012/December 31, 2012 Kurang dari 1 tahun/ Less than 1 year Lebih dari 2 tahun/ More than 2 years 1 - 2 tahun/ 1 - 2 years Jumlah/ Total ASET Kas dan setara kas Deposito berjangka yang dijaminkan Piutang pembiayaan konsumen - bersih Piutang lain-lain Piutang pihak berelasi 82 - - 82 2.548.261 5.247 68 973.493 77 1 223.032 32 - 3.744.786 5.356 69 Jumlah aset 2.650.503 973.571 223.064 3.847.138 Total assets 329.864 4.963 - 2.832.610 76.397 98.801 97.362 22.783 4.104 4.782 LIABILITIES Bank loans Medium Term Note (MTN) Bonds payables Trade payables Accrued expenses Other payables Non financial liabilities 96.845 - - 96.845 ASSET Cash and cash equivalents Pledge time deposit Consumer financing receivables - net Others receivables Due from related parties LIABILITAS Pinjaman bank Medium Term Note (MTN) Utang obligasi Utang usaha Beban masih harus dibayar Utang lain-lain Liabilitas non keuangan 1.796.650 38.141 88.953 97.362 22.783 4.104 3.567 706.096 38.256 4.885 1.215 Jumlah liabilitas 2.051.560 750.452 334.827 3.136.839 Total liabilities 598.943 223.119 (111.763) 710.299 Net Bersih 31 Desember 2011/December 31, 2011 Kurang dari 1 tahun/ Less than 1 year Lebih dari 2 tahun/ More than 2 years 1 - 2 tahun/ 1 - 2 years Jumlah/ Total ASET Kas dan setara kas Deposito berjangka yang dijaminkan Piutang pembiayaan konsumen - bersih Piutang lain-lain Piutang pihak berelasi 862 - - 862 2.372.994 3.361 166 920.286 113 77 203.769 96 1 3.497.049 3.570 244 Pledge time deposit Consumer financing receivables - net Others receivables Due from related parties Jumlah aset 2.453.471 920.476 203.866 3.577.813 Total assets 76.088 - 86 - 76.088 ASSET Cash and cash equivalents
  • 162.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 32. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 32. Risiko Likuiditas (lanjutan) FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) Liquidity Risk (continued) 31 Desember 2011/December 31, 2011 Kurang dari 1 tahun/ Less than 1 year Lebih dari 2 tahun/ More than 2 years 1 – 2 tahun/ 1 – 2 years LIABILITAS Pinjaman bank Medium Term Note (MTN) Utang usaha Beban masih harus dibayar Utang lain-lain Liabilitas non keuangan 1.544.412 38.134 31.712 7.234 1.829 4.042 1.064.141 38.203 1.257 Jumlah liabilitas 1.627.363 826.108 Bersih 33. Jumlah/ Total 249.347 38.285 - 2.857.900 114.622 31.712 7.234 1.829 5.299 LIABILITIES Bank loans Medium Term Note (MTN) Trade payables Accrued expenses Other payables Non financial liabilities 1.103.601 287.632 3.018.596 Total liabilities (183.125) (83.766) 559.217 Net ASET DAN LIABILITAS KEUANGAN 33. Tabel di bawah ini menyajikan perbandingan atas nilai tercatat dengan nilai wajar dari instrumen keuangan Perusahaan yang tercatat dalam laporan keuangan. FINANCIAL ASSETS AND LIABILITIES The table below is a comparison by class of the carrying amounts and fair value of the Company‟s financial instrument that are carried in the financial statements. 2012 Nilai tercatat/ Carrying amount Aset Keuangan Kas dan setara kas Deposito berjangka yang dijaminkan Piutang pembiayaan konsumen - bersih Piutang lain-lain Piutang pihak berelasi Biaya dibayar dimuka Uang muka Piutang derivatif Nilai wajar/ Fair value Financial Assets Cash and cash equivalents 96.845 96.845 82 82 3.744.786 5.356 69 45.129 13.272 7.769 3.744.786 5.356 55 45.129 13.272 7.769 Pledged time deposit Consumer financing receivables - net Other receivables Due from related parties Prepaid expenses Advances Derivatives receivable Jumlah Aset Keuangan 3.913.308 3.913.294 Total Financial Assets Liabilitas Keuangan Pinjaman bank Medium Term Note (MTN) Utang obligasi Utang usaha Utang sewa pembiayaan Utang derivatif Biaya masih harus dibayar Utang lain-lain 2.832.610 76.397 98.801 97.362 4.810 5.485 22.783 4.104 2.832.610 76.397 98.801 97.362 4.810 5.485 22.783 4.104 Financial Liabilities Bank loans Medium Term Note (MTN) Bonds payables Trade payables Obligation under finance leases Derivatives payable Accrued expenses Other payables Jumlah Liabilitas Keuangan 3.142.352 3.142.352 Total Financial Liabilities 2011 Nilai tercatat/ Carrying amount Aset Keuangan Kas dan setara kas Deposito berjangka yang dijaminkan Piutang pembiayaan konsumen - bersih Piutang lain-lain Piutang pihak berelasi Biaya dibayar dimuka Uang muka Piutang derivatif Jumlah Aset Keuangan Nilai wajar/ Fair value Financial Assets Cash and cash equivalents 76.088 76.088 862 862 3.497.049 3.570 244 34.068 14.229 128 3.497.049 3.570 203 34.068 14.229 128 Pledged time deposit Consumer financing receivables - net Other receivables Due from related parties Prepaid expenses Advances Derivatives receivable 3.626.238 3.626.197 Total Financial Assets 87
  • 163.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 33. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) ASET DAN LIABILITAS KEUANGAN (lanjutan) 33. FINANCIAL ASSETS AND LIABILITIES (continued) 2011 Nilai tercatat/ Carrying amount Nilai wajar/ Fair value Liabilitas Keuangan Pinjaman bank Medium Term Note (MTN) Utang usaha Utang sewa pembiayaan Utang derivatif Biaya masih harus dibayar Utang lain-lain 2.857.900 114.622 31.712 5.299 4.125 7.234 1.829 2.857.900 114.622 31.712 5.299 4.125 7.234 1.829 Financial Liabilities Bank loans Medium Term Note (MTN) Trade payables Obligation under finance leases Derivatives payable Accrued expenses Other payables Jumlah Liabilitas Keuangan 3.022.721 3.022.721 Total Financial Liabilities Berikut metode dan asumsi yang digunakan untuk estimasi nilai wajar: Nilai wajar kas dan setara kas, deposito berjangka yang dijaminkan, biaya dibayar dimuka dan uang muka uang muka dealer, utang usaha, utang lain-lain dan biaya masih harus dibayar mendekati nilai tercatat karena jangka waktu jatuh tempo yang singkat atas instrumen keuangan tersebut. Fair value of cash and cash equivalents, pledged time deposit, and prepaid expenses, advances - dealer advances, trade payable, other payables and accrued expenses approximate their carrying amounts largely due to short-term maturities of these instruments. Nilai wajar dari piutang pembiayaan konsumen, pinjaman bank, Medium Term Note (MTN) dan utang obligasi ditentukan menggunakan diskonto arus kas berdasarkan tingkat suku bunga efektif. The fair value of consumer financing receivables, bank loans, Medium Term Note (MTN) and bonds payables are determined by discounted cash flow using effective interest rate. Nilai wajar dari piutang lain-lain - pinjaman karyawan ditentukan menggunakan diskonto arus kas berdasarkan tingkat suku bunga pasar. The fair value of other receivables - loan to employees is determined by discounting cash flows using market interest rate. Nilai wajar dari piutang derivatif dan utang derivatif dinilai berdasarkan harga pasar. 34. The following methods and assumptions are used to estimate the fair value: The fair value of derivatives receivable and derivatives payable is calculated using market price. INFORMASI SEGMEN USAHA 34. BUSINESS SEGMENT INFORMATION Perusahaan melakukan kegiatan usahanya di berbagai wilayah di Indonesia, yang meliputi Jawa, Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan. The Company primarily classifies its business activities into geographical segment consisting of Java, Sumatera, Sulawesi and Kalimantan. Oleh karena itu, bentuk primer pelaporan segmen Perusahaan adalah informasi segmen geografis. Informasi segmen menurut daerah geografis pemasaran disajikan sebagai berikut: Therefore, geographical segment information is presented as the primary basis of segment reporting. The segment information based on marketing geographical area is as follows: 2012 Jawa/ Java Pendapatan segmen/ Segment revenues Pendapatan tidak dapat dialokasi/ Unallocated revenues Pendapatan segmen - bersih/ Segment revenues - net Beban segmen/ Segment expenses: Gaji dan kesejahteraan karyawan/ Salaries and employees‟ benefits Umum dan administrasi/ General and administrative Lain-lain/ Others Beban penyusutan/ Depreciation expenses Jumlah beban/ Total expenses Sumatera/ Sumatera Sulawesi/ Sulawesi Kalimantan/ Kalimantan Dikurangi Hak Bank-bank/ Less Banks’ Rights Jumlah/ Total 362.294 373.247 474.877 102.810 1.313.228 - - - - - 8.341 362.294 373.247 474.877 102.810 1.313.228 1.291.914 (99.630) (99.831) (119.630) (28.391) (347.482) (347.482 ) (39.527) (43.140) (47.794) (14.006) (144.467) (144.467 ) (14.390) (25.971) (24.845) (3.116) (68.322) (68.322 ) (7.746) (9.598) (10.582) (2.332) (30.258) (30.258 ) (161.293) (178.540) (202.851) (47.845) (590.529) (590.529 ) 88 (29.655 ) Jumlah Bersih/ Amount Net 1.283.573
  • 164.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 34. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) INFORMASI SEGMEN USAHA (lanjutan) 34. BUSINESS SEGMENT INFORMATION (continued) 2012 Jawa/ Java Hasil segmen/ Segment results 201.001 Sumatera/ Sumatera 194.707 Sulawesi/ Sulawesi 272.026 Kalimantan/ Kalimantan 54.965 Jumlah/ Total Dikurangi Hak Bank-bank/ Less Banks’ Rights 722.699 Jumlah Bersih/ Amount Net 701.385 Beban usaha tidak dapat dialokasi/ Unallocated operating expenses (45.829 ) Beban pinjaman tidak dapat dialokasi/ Unallocated financing costs (364.171 ) Laba sebelum beban pajak penghasilan/ Income before income tax expenses 291.385 Beban pajak penghasilan/ Income tax expenses (73.383 ) Laba bersih/ Net income 218.002 Pendapatan komprehensif lain/ Other comprehensive income - Jumlah laba komprehensif/ Total comprehensive income Aset dan Liabilitas/ Assets and Liabilities Aset segmen/ Segment assets 218.002 1.360.742 1.312.381 1.463.471 223.436 4.360.030 (305.033 ) Aset tidak dapat dialokasi/ Unallocated assets 7.769 Jumlah aset/ Total assets Liabilitas segmen/ Segment liabilities 4.054.997 4.062.766 34.397 39.803 50.534 4.719 129.453 129.453 Liabilitas tidak dapat dialokasi/ Unallocated liabilities 3.044.835 Jumlah liabilitas/ Total liabilities 3.174.288 2011 Jawa/ Java Pendapatan segmen - bersih/ Segment revenues - net Sumatera/ Sumatera Sulawesi/ Sulawesi Kalimantan/ Kalimantan Jumlah/ Total Dikurangi Hak Bank-bank/ Less Banks’ Rights 357.015 335.671 421.323 102.137 1.216.146 (84.053) (81.964) (92.506) (22.896) (281.419) 281.419 (40.575) (40.257) (40.958) (13.485) (135.275) 135.275 (18.472) (21.162) (23.396) (2.753) (65.783) 65.783 (5.984) (7.881) (8.298) (1.927) (24.090) 24.090 Jumlah beban/ Total expenses (149.084) (151.264) (165.158) (41.061) (506.567) 506.567 Hasil segmen/ Segment results 207.931 184.407 256.165 61.076 709.579 Beban segmen/ Segment expenses: Gaji dan kesejahteraan karyawan/ Salaries and employees‟ benefits Umum dan administrasi/ General and administrative Lain-lain/ Others Beban penyusutan/ Depreciation expenses Beban usaha tidak dapat dialokasi/ Unallocated operating expenses (45.827 ) Jumlah Bersih/ Amount Net (45.827 ) 1.170.319 663.752 (58.777 ) Beban pinjaman tidak dapat dialokasi/ Unallocated financing costs (364.198 ) Laba sebelum beban pajak penghasilan/ Income before income tax expenses 240.777 Beban pajak penghasilan/ Income tax expenses (60.516) Laba bersih/ Net income 180.261 Pendapatan komprehensif lain/ Other comprehensive income - 89
  • 165.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 34. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) INFORMASI SEGMEN USAHA (lanjutan) 34. BUSINESS SEGMENT INFORMATION (continued) 2011 Jawa/ Java Sumatera/ Sumatera Sulawesi/ Sulawesi Kalimantan/ Kalimantan Jumlah/ Total Dikurangi Hak Bank-bank/ Less Banks’ Rights Jumlah laba komprehensif/ Total comprehensive income Aset dan Liabilitas/ Assets and Liabilities Aset segmen/ Segment assets Jumlah Bersih/ Amount Net 180.261 985.487 1.284.604 1.463.989 252.204 3.986.284 (203.870 ) 3.782.414 Aset tidak dapat dialokasi/ Unallocated assets - Jumlah aset/ Total assets 3.782.414 Liabilitas segmen/ Segment liabilities 9.237 15.132 18.639 3.066 46.074 46.074 Liabilitas tidak dapat dialokasi/ Unallocated liabilities 3.011.804 Jumlah liabilitas/ Total liabilities 3.057.878 35. LABA BERSIH PER SAHAM DASAR 35. Laba bersih per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih dengan rata-rata tertimbang jumlah saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan. Perhitungannya adalah sebagai berikut: BASIC EARNINGS PER SHARE Basic earning per share is calculated by dividing net income by the weighted average of shares outstanding during the year. The calculation as follows: 2012 Jumlah laba bersih untuk tujuan perhitungan laba bersih per saham dasar 180.261 Net income for the purpose to calculate basic earnings per share 1.325 1.325 Weighted average number of shares outstanding 165 136 218.002 Jumlah rata-rata tertimbang saham untuk tujuan perhitungan laba bersih per saham dasar Laba bersih per saham dasar 36. 2011 INFORMASI TAMBAHAN ATAS TRANSAKSI YANG TIDAK MEMPENGARUHI ARUS KAS 36. Transaksi yang tidak mempengaruhi arus kas pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 (2011) adalah Rp 6.194 (Rp 6.189) yang berasal dari aset tetap - kendaraan yang diperoleh dari utang sewa pembiayaan. 37. PERISTIWA PENTING LAPORAN KEUANGAN  SETELAH Basic earnings per share ADDITIONAL INFORMATION REGARDING ACTIVITIES NOT AFFECTING CASH FLOW Activities not affecting cash flow for the years ended December 31, 2012 (2011), amounted to Rp 6,194 (Rp 6,189), which derived from acquisition of property and equipment from obligations under finance leases. TANGGAL 37. SIGNIFICANT EVENTS AFTER THE REPORTING PERIOD  Perjanjian Pinjaman Bank Bank Loan Agreement Islamic Corporation For The Development of The Private Sector (ICD) Islamic Corporation For The Development of The Private Sector (ICD) Pada tanggal 28 Februari 2013, Perusahaan memperoleh fasilitas Murabahah untuk pembiayaan konsumen dalam rangka pembelian kendaraan bermotor dari ICD dengan jumlah maksimum US$ 35 dan berlaku untuk jangka waktu 4 (empat) tahun. On Februari 28, 2013, the Company obtained Murabahah facility to financing consumers for the purchases of two-wheeled motor vehicles from ICD at maximum amount of US$ 35, and valid for four (4) years. 90
  • 166.
    The original financialstatements included herein are in the Indonesian language. PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 Dan 2011 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 37. PERISTIWA PENTING SETELAH LAPORAN KEUANGAN (lanjutan)  PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The Years Ended December 31, 2012 And 2011 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) TANGGAL 37. SIGNIFICANT EVENTS AFTER THE REPORTING PERIOD (continued)  Perjanjian Pinjaman Bank (lanjutan) Bank Loan Agreement (continued) Islamic Corporation For The Development of The Private Sector (ICD) (lanjutan) Islamic Corporation For The Development of The Private Sector (ICD) (continued) Pada tanggal 28 Februari 2013, Perusahaan memperoleh fasilitas “The Structured Commodity Financing” untuk pembiayaan konsumen dalam rangka pembelian kendaraan bermotor dari Al Rajhi Banking & Investment Corporation (Malaysia) Bhd dengan ICD sebagai agen jaminan. Fasilitas tersebut memiliki jumlah maksimum US$ 10 dan berlaku untuk jangka waktu 4 (empat) tahun dimulai sejak tanggal transaksi penjualan pertama. On Februari 28, 2013, the Company obtained “the Structured Commodity Financing” facility to financing consumers for the purchases of twowheeled motor vehicles from Al Rajhi Banking & Investment Corporation (Malaysia) Bhd with ICD as the security agent. This facility have a maximum amount of US$ 10 and valid for four (4) years starting from the date of the first Sales Transaction. Fasilitas-fasilitas tersebut dijamin, antara lain dengan jaminan fidusia berupa piutang pembiayaan konsumen sebesar 110%, jaminan perusahaan dari JMG, jaminan pribadi dari pihak berelasi. This facilities are secured, among others, collateral with fiduciary transfer of account receivables amounting to 110%, corporate guarantee from JMG, personal guarantee from related party. Selama masa berlakunya perjanjian-perjanjian tersebut, antara lain, Perusahaan harus mempertahankan rasio Piutang Ragu-ragu Pembiayaan Konsumen (lebih dari 90 hari) minimum 4% dari total piutang konsumen, rasio utang terhadap ekuitas maksimum sebesar 8 (delapan) kali, rasio nilai jaminan dengan pokok pinjaman minimum 110% dari jumlah pokok outstanding. While the loans are still outstanding, among others, the Company shall maintain minimum Doubtful Consumer Financing Receivable (more than 90 days) ratio of 4% from total consumer receivables, debt to equity ratio at the maximum of eight (8) times, security coverage ratio at minimum 110% from outstanding loan. 91
  • 167.
    Laporan Tahunan Annual Report 2012 KantorPelayanan Points of Services Propinsi Alamat Nangroe Aceh Darussalam Aluebilie Banda Aceh Bireun Blang Pidie Idi Kuala Simpang Langsa Lhokseumawe Lkoksukon Meulaboh Nagan Panton Labu Sabang Sigli Takengon Ulee Gle Jl. Nasional , Desa Sukaraja, Kec. Darul Makmur, Kab. Nagan Raya Jl. T. Imum Lueng Bata , Banda Aceh Jl. Medan Banda Aceh, Kel. Geulanggang Gampong, Kec. Kota Juang, Kab. Bireun Jl. Persada Ds. Keude Siblah,Kec. Blangpidie, Kab. Aceh Barat Daya Jl. Medan - Banda Aceh, Kel. Kuta Blang, Kec. Idi Rayeuk Jl. Kuala Simpang - medan, Kec. Karang Baru, Kab. Aceh Tamiang, Kota Kuala Simpang Jl. A.Yani, Desa Paya Bujok Tunong, Kec. Langsa Baro, Langsa Jl. Darussalam No. 5-6 A, Desa Lancang Garam, Kec. Banda Sakti, Lhokseumawe Jl. Medan Banda Aceh Simpang Cot Girek, desa Meunasah Cibrek, Kec. Lhoksukon, Kab. Aceh Utara Jl. Sisingamangaraja No. 39, Kel. Drien Rampak, Kec. Johan Pahlawan, Meulaboh Jl. Nasional MBO Tapak Tuan, Desa Simpang Peut, Kec. Kuala, Kab. Nagan Raya Jl. Tengku Cik Ditiro No 5, Panton Labu, Aceh Utara Jl. O. Surapati No. 44, Kel. Kota Atas, Kec. Sukakarya, Kab. Sabang Jl. Prof. A. Majid Ibrahim No. 3-4 Sigli, Kel. Blok Sawah, Kec. Kota Sigli, Kab. Pidie Jl. RSUD Datu Beru, Desa Lentik, Kec. Kebayakan, Kab. Aceh Tengah, Takengon Jl. Medan Banda Aceh, Kel. Keudee Ulee Gle, Kec. Bandar Dua, Kab. Pidie Jaya Sumatera Utara Medan Binjai Pekanbaru Pematang Siantar Jl. Ringroad Bunga Melur No. 1B Pasar III, Kel. Tanjung sari, Kec. Medan Selayang, Medan, Sumatera Utara Jl. Sukarno Hatta No. 179, Kel. Dataran Tinggi, Kec. Binjai Timur, Kota Binjai, Sumatera Utara Jl. Jend. Sudirman Komplek Perkantoran Sudirman Raya Blok C No.6, Kec. Tangkerang, Pekanbaru Jl. Asahan Blok A 46, Komp Mega Land, Pematang Siantar Sumatera Barat Batusangkar Bukit Tinggi Kotobaru Lubuk Basung Padang Pariaman Pasaman Payakumbuh Sijunjung Ujung Gading Jl. End. Sudirman No.78 Kubu Rajo Kel. Limo Kaum, Kec. Limo Kaum, Kab. Tanah Datar, Sumatera Barat Jl. Veteran No. 20, Kel. Puhun Tembok, Kec. Mandiangin Koto Selayan, Bukittinggi, Sumatera Barat Jl. Lintas Sumatera KM 12 Kel. Kotobaru, Kec. Kotobaru, Kab. Dharmastraya, Sumatera Barat Jl. Caniago Padang Baru, Kec. Lubuk Basung, Kab. Agam Jl. By Pass Baru Km. 6, Kel. Tanjung Saba Pitameh, Kec. Lubuk Begalung, Padang Sumatera Barat Jl. Diponegoro Kel. Kampung Pondok, Kec. Pariaman Tengah, Sumatera Barat Jl. Lintas Manggopoh Simpang Empat Pasaman, Kab. Pasaman Barat, Sumatera Barat Jl. Soekarno Hatta No. 101, Kel. Bulakan Balai Kandi, Kec. Payakumbuh Barat, Payakumbuh , Sumatera Barat Jl. Imam Bonjol Jorong Ilie Pasa Jumak Nagari Muaro, Kec. Sijunjung , Kab. Sijunjung, Sumatera Barat Jl. Flores Kuamang No.34 A, Kel. Ujung Gading, Kec. Lembah Melintang, Kab.Pasaman Barat Jambi Bangko Bulian Bungo Jambi Sarolangun Tebo Tungkal Jl. Jend. Sudirman Km. 3 No. 036, Sungai Ulak, Kec. Nalo Tantan, Bangko, Jambi Jl. Gajah Mada No. 70, Kel. Pasar Baru, Kec. Muara Bulian, Kab. Batang Hari Bulian, Jambi Jl. Lintas Sumatera KM. 0 No. 140-141, Kel. Bungo Barat, Kec. Pasar Muara Bungo, Kab. Bungo Jl. Hayam Wuruk No. 05, Jelutung, Jambi Jl. Lintas Sumatera Km. 01, Kel. Aur Gading, Kec. Sarolangun, Kab. Sarolangun, Sumatera Selatan Jl. Sultan Thaha Syaifudin, Kel. Tebing Tinggi, Kec. Tebo Tengah, Kab. Tebo Jl. Prof. Dr. Sri Soedewi Maschun Sofwan SH No. 30, Kel. Tungkal IV Kota, Kec. Tungkal Ilir Tanjung Jabung Barat,
  • 168.
    Tahunan 2012 LaporanReport Annual Propinsi Alamat Sumatera Selatan ArgaMakmur Babat Toman Baturaja Bayung Lencir Belitang Bengkulu Betung Curup Indralaya Kayu Agung Lahat Lubuk Linggau Martapura Sumsel Muara Enim Palembang Prabumulih Sekayu Sungai Lilin Tugumulyo Jl. Moch. Hatta, Desa Rama Agung, Kec.Arga Makmur, Kab. Bengkulu Utara Jl. Raya Sekayu Lubuk Linggau Lk.1 Babat Toman, Ruko Ali Muzar ,Babat Toman, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan Jl. Dr. Moh Hatta Lintas Sumatera No.585 A, Kec. Sukaraya, Baturaja Timur, Oku Sumatera Selatan Jl. Palembang Jambi Km. 204, Kab. Musi Banyuasin , Bayung Lencir, Sumatera Selatan Jl. Charitas Blok Durenan, Ds.Tegal Rejo, Kel. Tegal Rejo, Kec. Belitang, Kab. OKU Timur, Sumatera Selatan Jl. May Jend. Sutoyo No. 49, Kel. Jembatan Kecil, Kec. Singaran Pati, Kota Bengkulu Jl. Merdeka No.212, Pangkalan Balai, Banyuasin, Sumatera Selatan Jl. A.Yani No.77 Kel. Sukaraja, Kec. Curup, Kab. Rejang Lebong, Bengkulu Jl. Lintas Timur KM 34, Komplek Persada, Kel. Indralaya, Kec. Indralaya , Kab. Ogan Ilir, Sumatera Selatan Jl. Letjend. Muchtar Saleh, Kel.Mangun Jaya, Kec. Kayu Agung, Kab. Ogan Komering, Palembang Jl. Letnan Marzuki No.311, Kel. Talang Jawa Utara, Kec. Lahat, Kab. Lahat, Sumatera Selatan Jl. Yos Sudarso No.72, Kel. Taba Jemekeh, Lubuk Linggau, Sumatera Selatan Jl. Merdeka No.657 Cidawang, Kel. Paku Sengkunyit, Kec. Martapura, Kab. OKU Timur, Sumatera Selatan Jl. Jend. Sudirman No.05 A T1 Jawa Atas, Kel. Lebuay Bandung, Kec. Merapi Timur, Kab. Muara Enim, Sumatera Selatan Jl. Residen Abdul Rozak 41 No.11-12 , Ruko Markas Futsal, Kel. Bukit Sangkal, Palembang Jl. Jend. Sudirman KM 3.5, Kel. Muara Dua,Prabumulih Timur, Prabumulih Jl. Kol. Wahid Udin, Kel. Kayuara , Kec. Sekayu, Kab. Musi Banyuasin, Palembang, Sumatera Selatan Jl. Palembang Km. 112 , Sungai Lilin, Kab. Musi , Banyuasin, Sumatera Selatan Jl. Lintas Timur, Desa Tugu Mulyo Kampung IV, Kec. Lempuing, Kab. Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan Bangka Belitung Bangka Belinyu Belitung Jebus Kelapa Koba Manggar/Beltim Mentok Sungai Liat Toboali Jl. Raya Koba Komp. Ruko Bangka Asri Blok A9-10, Pangkal Pinang, Bangka Jl. Jend. Sudirman No.37, Kel. Kuto Panji, Kec. Belinyu, Kab.Sungai Liat, Bangka Belitung Jl. Jend Sudirman No. 8, Desa Pangkal Lalang, Kec.Tanjungpandan. Belitung Jl. Raya Kimjung Puput Bawah, Kel.Puput, Kec. Parit Tiga, Kab.Bangka Barat, Bangka Belitung Jl. Raya Kelapa No.9, Kel. Kelapa, Kab.Bangka Barat, Bangka Belitung Jl. Kenanga Atas No.69 Simpang Terlang , Kel. Koba, Kec.Koba, Kab.Bangka Tengah, Bangka Belitung Jl. Assalam No.10, Desa Baru, Kec.Manggar, Belitung Timur Jl. Sudirman PAL II Air Belo, Kel.Air Belo, Kec.Muntok, Kab.Bangka Barat, Bangka Belitung Jl. Jend. Sudirman Ruko Permata Indah No.4, Sungailiat, Bangka Jl. Jend. Sudirman No.56 Simpang Nanas, Kel. Teladan, Kec.Toboali, Bangka Selatan, Bangka Belitung Lampung Bandar Lampung Bandarjaya Daya Murni Kalianda Kotaagung Kotabumi Liwa Metro Pringsewu Rawajitu Jl. Hasanudin No 3 A-D, Kel. Gunung Mas, Kec. Teluk Betung, Bandar Lampung Jl. Proklamator No.98, Kel. Bandarjaya Barat, Kec. Terbanggi, Lampung Tengah Jl. Jendral Sudirman, Kel. Dayamurni , Kec. Tumijajar , Kab. Tulang Bawang Barat, Lampung Jl. Raden Intan No.12 Kota Baru, Kel. Way Urang, Kec. Kalianda , Lampung Selatan Jl. Merdeka No.693, Kel. Kuripan, Kec. Kota Agung, Kab. Tanggamus, Lampung Jl. Alamsyah Ratu Perwira Negara , Kel. Kelapa Tujuh, Kec. Kotabumi Selatan, Kab. Lampung Utara Jl. Raden Intan, Kel. Way Mengaku, Kec. Balik Bukit, Lampung Barat Jl. Jend.Sudirman No.21, Imopuro, Metro, Lampung Jl. A. Yani No. 45, Kel. Pringombo, Kec. Pringsewu Timur , Kab. Pringsewu, Lampung Jl. Poros, Pasar Rawajitu, Kel. Gedung Karya Jitu, Kec. Rawajitu Selatan, Kab.Tulang Bawang
  • 169.
    Laporan Tahunan Annual Report Propinsi Rumbia SimpangPematang Tanjung Bintang Tulang Bawang Way Jepara Way Kanan Alamat Jl. Raya Pasar Lama, Kel.Rukti Basuki, Kec.Rumbia, Lampung Tengah Jl. Lintas Timur Simpang Pematang, Kel. Simpang Pematang , Kab. Mesuji Lampung Jl. Dusun 4A, Kel. Serdang, Kec. Tanjung Bintang Jl. Lintas Timur Pasar Unit II, Kel. Dwi Warga Tunggal Jaya, Kec. Banjar Agung , Tulang Bawang Jl. Raya Way Jepara, Kel. Labuhan Ratu I, Kec. Way Jepara, Lampung Timur Jl. Lintas Sumatera, Kel. Tiuh Balak Pasar, Kec. Baradatu Way Kanan, Kab.Way Kanan, Lampung D.K.I Jakarta Wr.Buncit Jl. Warung Jati Barat No.10 E, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan Banten Balaraja Ciledug Serang Tangerang Jl. Raya Serang Km. 24 Komp. Balaraja Center Blok C1, Balaraja, Tangerang Jl. Ciledug Raya No. 11A, Larangan, Tangerang Jl. Raya Serang, Ruko Legok Sukmajaya Blok 5, D5-D6, Drangong, Takakan, Serang Jl. Imam Bonjol Blok A1 No.16-17, Ruko Victoria Park, Karawaci, Tangerang Jawa Barat Bandung Banjar Bekasi Bogor Bogor 2 Cianjur Ciawi Cileungsi Cimahi Cirebon Garut Jatibarang Kadipaten Karawang Kuningan Pangandaran Parung Kuda Pelabuhan Ratu Purwakarta Sukabumi Sumedang Tanggeung Tasikmalaya Tegal Ujung Berung Jl. BKR No. 3 A, Bandung Jl. Mayjend. Didi Kartasasmita, Ruko Victoria Plaza Kav. B 8-9, Banjar Jl. Jend Sudirman Blok D 37-38, Ruko Grand Mall, Bekasi Jl. Siliwangi No. 42, Kel. Batu Tulis , Kec. Bogor Selatan, Bogor Jl. Cemplang , Kel. Cemplang, Kec. Cibungbulang, Leuwi Liang, Bogor Jl. Dr. Muwardi 148 C, Cianjur Jl. Raya Perjuangan, Komplek Ruko Al Rusyudu No. 2A, Ciawi Jl. Raya Narogong Km 21, Kp. Rawahingkik, Cileungsi Jl. Raya Barat No. 815 A, Cimahi Jl. Brigjen Darsono No.34, Baypass, Cirebon Jl. Guntur No 30 Blok Loji, Kel. Pakuwon, Kec. Garut, Kab. Garut Jl. Raya Kongsijaya No 69, Indramayu , Kec.Widasari, Jatibarang Jl. Raya Cideres No. 10, Dawuan, Kadipaten, Majalengka Jl. A.Yani By Pass No. 82, Kel. Karang Pawitan, Karawang Barat Jl. Ir. Juanda, Kel. Kuningan, Kec. Kuningan, Kab. Kuningan Jl. Raya Cijulang No 186, Wonoharjo , Pangandaran Jl. Kp.Sundawenang , Desa Sundawenang, Kec.Parung Kuda, Kab.Sukabumi Jl. Cangehgar No.43, Kel.Pelabuhan Ratu, Kec.Pelabuhan Ratu, Sukabumi Jl. Ibrahim Singadilaga No. 28, Kel. Nagrikaler, Kec. Purwakarta, Kab. Purwakarta Jl. Raya Siliwangi No. 65/71, Sukabumi Jl. Pangeran Sugih No.60, Kel.Kotakulon, Kec.Sumedang Selatan, Kab.Sumedang, Jawa Barat Jl. Raya Tanggeung Km. 1 Tanggeung, Cianjur Selatan Jl. Mohamad Hatta No. 169, Tasikmalaya Jl. Yos Sudarso, Ruko Nirmala Estate 20/5, Kel.Mintaragen, Kec. Tegal Timur, Tegal Jl. AH.Nasution, Kel.Antapani, Kec.Cicadas, Bandung, Jawa Barat 2012
  • 170.
    Tahunan 2012 LaporanReport Annual Propinsi Alamat Jawa Tengah Bawen Boyolali Karanganyar Kebumen Semarang Solo Sragen Temanggung Wonogiri Wonosari Jl.Diponegoro No.187, Unggaran, Kab. Semarang, Jawa Tengah Jl. Pandanaran 203, Boyolali Jl. Lawu No.20, Karanganyar, Jawa Tengah Jl. Kutoarjo No.5, Panjer Kebumen, Kab.Kebumen, Jawa Tengah Jl. Arteri Sukarno Hatta No.64, Kel. Tlogosari, Kec. Pedurungan , Semarang Jl. Honggowongso No. 150, Tipes Surakarta, Kel. Tipes, Kec. Serengan, Surakarta Jl. Setia Budi No.52 Ruko Mojosari Sragen Jawa Tengah Jl. Pahlawan No.8, Kel. Giyanti, Kec. Temanggung, Jawa Tengah Jl. A. Yani No. 45 C , Wonokarto , Wonogiri Jl. KH. Agus Salim No.37, Kel. Kepek, Kec. Wonosari, Gunung Kidul, Jawa Tengah D.I.Yogyakarta Yogyakarta Jl. Kenari No.77, Kel. Muja Muju, Kec. Umbulharjo , Yogyakarta Jawa Timur Blitar Kediri Malang Sidoarjo Surabaya Tulungagung Jl. Dr. Wahidin No.72, Kel. Kepanjen Lor, Kec. Kepanjen Kidul, Blitar. Jl. KH. Ahmad Dahlan No.127, Kel.Mojoroto Kediri Jl. Ade Irma Suryani No 9 B-5 , Ruko Ade Irma, Malang Jl. Jenggolo 9, Ruko Sentral Jenggolo, No.6-7 C Sidoarjo Jl. Ngagel Jaya Selatan, Ruko RMI Blok L 11-12, Surabaya Jl. Panglima Sudirman, Kel.Kepatihan, Kec.Tulungagung, Kab.Tulungagung, Jawa Timur Kalimantan Tengah Palangkaraya Jl. Dr. Murjani No. 23, Kel. Pahandut Palangkaraya, Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Banjarmasin Barabai Batulicin Kapuas Kotabaru Martapura Pleihari Tanjung Jl. Gatot Subroto Raya No.10 B-C, Niaga Megah, Banjarmasin Jl. Pangeran Antasari, Kel. Barabai Utara,Kec. Barabai Kota Barabai, Kab. Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan Jl. Raya Batulicin , Kel. Kampung Baru, Kec. Simpang Empat Jl. A Yani No.32 , Kel. Selat Hilir, Kec. Selat, Kab. Kuala Kapuas, Kalimantan Tengah Jl. Bakti Desa Kotabaru Tengah, Kec. Pulau Laut Utara Kotabaru, Kalimantan Selatan Jl. A Yani Km 37,5 No. 98 A, Ruko Graha Satria, Kel. Sungai Paring, Kec. Martapura, Kab. Banjar, Kalimantan Selatan Jl. A. Yani Km. 2, Kel. Angsau, Kec. Pleihari, Kab. Tanah Laut, Kalimantan Selatan Jl. A. Yani , Selongan Tanjung Tabalong, Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Balikpapan Berau Penajam Samarinda Sanggatta Tanah Grogot Tarakan Tenggarong Jl. MT Haryono No. 2, Kel. Gunung Bahagia, Balikpapan Jl. H.Isa II, Kel. Gayam, Kec. Tanjung Redeb Berau , Kalimantan Timur Jl. Propinsi Km. 18 No.50, Kel. Petung, Kec. Penajam, Kab. Penajam Pasir Utara Jl. Hasan Basri No. 61 A-B, Samarinda Jl. H.A. Wahab Syahranie No. 96, Kel. Sanggata Utara, Kec. Sanggata Utara, Kab. Kutai Timur, Kalimantan Timur Jl. Modang No.14, Kel. Tanah Grogot, Kec. Tanah Grogot, Kab. Paser, Kalimantan Timur Jl. Kusuma Bangsa No.21, Kel. Gunung Lingkas, Kec. Tarakan Timur, Kalimantan Timur Jl. A.Yani No.12 -13, Kel. Melayu, Kec. Tenggarong, Kab. Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur
  • 171.
    Laporan Tahunan Annual Report Propinsi 2012 Alamat SulawesiUtara Bitung Kotamobagu Manado Siau Tahuna Jl. Babe Palar No. 26, Madidir Unet, Kec. Madidir, Bitung, Sulawesi Utara Jl. KS. Tubun No. 44, Kel. Sinindian, Kec. Kotamobagu Timur, Kotamobagu, Sulawesi Utara Jl. Wolter Monginsidi No. 36, Malalayang I Timur, Manado, Sulawesi Utara Jl. Bahu, Kel. Bahu, Kec. Siau Timur, Kab. Sitaro, Sulawesi Utara Jl. Malahasa No. 17, Tahuna Gorontalo Boalemo Gorontalo Marisa Jl. Radja Hurudji, Kel. Modelomo, Kec. Tilamuta , Kab. Boalemo, Gorontalo Jl. Raden Saleh, Kel. Limbah U II, Kec. Kota Selatan, Gorontalo Jl. Trans Sulawesi, Kel. Bulalo, Kec. Marisa Utara, Kab. Pohuwato, Gorontalo Sulawesi Tengah Ampana Bungku Bunta Buol Kotaraya Luwuk Morowali Palu Parigi Pendolo Poso Salakan Toili Toli Toli Tompe Jl. Yos Sudarso, Komp. Pertokoan Ampana, Kel. Uentanaga Bawah, Kec. Ampana, Kab.Tajo Unauna, Sulawesi Tengah Jl. Trans Sulawesi, Kel. Matansala, Kec. Bungku Tengah, Kab. Morowali, Sulawesi Tengah Jl. Ahmad Yani, Kel. Salabenda, Kec. Bunta, Kab. Luwuk Banggai, Sulawesi Tengah Jl. Syarif Mansur, Kel. Buol, Kec. Lipunoto, Kab. Buol, Sulawesi Tengah Jl. Tadulako, Desa Kotaraya, Kec. Mepanga, Kab. Parigi Moutong , Sulawesi Tengah Jl. R.A. Kartini, Kel. Keraton, Kec. Luwuk, Kab. Banggai, Sulawesi Tengah Jl. Trans Sulawesi, Desa Betemele, Morowali Sulawesi Tengah Jl. Emmy Saelan No. 80-82, Kel. Tatura Selatan, Palu, Sulawesi Tengah Jl. Trans Sulawes, Parigi, Sulawesi Tengah Jl. Jend. Sudirman, Kel. Pasir Putih, Kec. Pamona Selatan, Kab. Poso, Sulawesi Tengah Jl. Pulau Sabang No. 26, Kel. Kayamaya, Poso, Sulawesi Tengah Jl. KRI Imam Bonjol, Kel. Salakan, Kec. Tinangkung, Kab. Banggai Kepulauan, Sulawesi Selatan Jl. Trans Sulawesi, Kel. Singkoyo, Kec. Toili, Kab. Banggai, Sulawesi Tengah Jl. Usman Binol, Kel. Baru, Kec. Baolan, Kab. Toli Toli, Sulawesi Tengah Jl. Poros Trans Sulawesi, Desa Lompio, Sulawesi Tengah Sulawesi Barat Mamuju Pasangkayu Polman Toppoyo Jl. Jenderal Sudirman, Kel. Karema, Kec. Mamuju, Kab. Mamuju, Sulawesi barat Jl. Nangka, Pasangkayu Mamuju Utara, Sulawesi Barat Jl.Andi Depu, Kel. Lontaran, Kec. Polewali, Kab. Polman, Sulawesi Barat Jl. Poros Mamuju Palu Desa, Toppoyo Sulawesi Selatan Belopa Bone Bulukumba Enrekang Gowa Jeneponto Makassar Makassar 2 Malili Mangkutana Maros Jl. Topoka, Kel. Tampumia, Kec. Belopa, Kab. Luwu, Sulawesi Selatan Jl. M.H. Thamrin No. 1, Watampone, Sulawesi Jl. Sam Ratulangi, Kel. Caile, Kec. Ujung Bulu, Kab. Bulukumba Jl. Poros Enrekang - Tator, Kel. Mataran, Kec.Anggeraja, Kab. Enrekang, Sulawesi Selatan Jl. Poros Palangga No.17 A, Kel. Manggali, Kec. Palangga, Kab. Gowa Jl. Pahlawan, Ruko 6 Jeneponto, Kec. Binamu, Kab. Jeneponto, Sulawesi Selatan Jl. Pelita Raya Blok A 28, Kel. Balla Parang, Kec. Rappocini, Makassar Jl. Pelita Raya Blok A 28, Kel. Balla Parang, Kec. Rappocini, Makassar Jl. Dr. Samratulangi, Kel. Puncak Indah, Kec. Malili, Kab. Luwu Timur Jl. Trans Sulawesi, Desa Mandiri, Kec. Tomoni, Kab. Luwu Timur, Sulawesi Selatan Jl. Ruko Azalea Blok C No.04, Kel. Pettudae, Kec.Turikale, Kab. Maros, Sulawesi Selatan
  • 172.
    Tahunan 2012 LaporanReport Annual Propinsi Masamba Palopo Pangkep Pare Pare Pinrang Sengkang Sidrap Takalar Toraja Alamat Jl.Muh. Hatta, Kel. Baliase, Kec. Masamba, Kab. Luwu Utara, Sulawesi Selatan Jl. Andi Djemma No.6-7, Kota Palopo, Sulawesi Selatan Jl. Poros Makassar - Pare Pare, Kabupaten Pangkep Jl. Agus Salim No. 31, Kel.Tiro Sampe, Pare Pare Jl. Jend. Sudirman, Kel. Maccorawalie, Kec. Watang Sawitto, Kab. Pinrang, Sulawesi Selatan Jl. Andi Magga Amirullah No.43, Kel. Teddaopu, Kec. Tempe, Kab. Wajo Sengkang, Sulawesi Selatan Jl. Jend. Sudirman No. 29, Kel. Lakessi, Kec. Maritenggae, Kab. Sidrap, Sulawesi Selatan Jl. Jend. Sudirman No.77, Ruko Haji Kanang, Kel. Kalabbirang, Kec. Pattalassang, Kab. Takalar, Sulawesi Selatan Jl. Poros Rantepao - Palopo (Bolu), Kel. Tallunglipu Matatto, Kec. Tallunglipu, Kab. Toraja Utara Sulawesi Tenggara Bau Bau Boepinang Kendari Kolaka Ladongi Lasusua Raha Jl. Bentoambari No. 68 C, Kel. Lamangga, Kec. Murhun,Kota Bau Bau, Sulawesi Tenggara Jl. Poros Jend. Sudirman, Kel. Boepinang, Kec. Poleang, Kab. Bombana Jl. Ahmad Yani No. 23, Kendari Jl. Pramuka No. 65, Kel. Lamakato, Kec. Kolaka, Kab. Kolaka Jl. Abdullah Silondae, Kel. Atula, Kec. Ladongi, Kab. Kolaka, Sulawesi Tenggara Jl. Masjid Raya Lama No. 30 Kampung Bugis, Kel. Patowonua, Kec. Lasusua, Kab. Kolaka Utara Jl. Gatot Subroto Raya No. 62 Raha, Kel. Raha III, Kec. Katobu, Kab. Muna, Sulawesi Tenggara Maluku Ambon Masohi Namlea Waisarisa Jl. Tulukabessy, Kel. Rijali, Kec. Sirimau, Ambon Jl. Abdullah Soelissa No. 39, Kel. Ampera, Masohi , Maluku Tengah Jl. Ahmad Yani Pilaar Dusun Sehe, Kel. Namlea, Kec. Namlea, Kab. Buru Maluku Jl. Trans Seram, Desa Kamal, Kec. Kairatu Barat, Kab. Seram Bagian Barat, Maluku Maluku Utara Ternate Jailolo Tobelo Jl. Mononutu, Kel. Stadion, Ternate Tengah Jl. Raya Hatebicara, Kel. Hatebicara, Kec. Jailolo, Kab. Halmahera Barat, Maluku Utara Jl. Kemakmuran, Kel. Wosia, Kec. Tobelo Sulawesi, Kab. Halmahera Utara, Maluku Utara
  • 173.
    DAFTAR ISI Table ofContent .01 Kinerja 2012 2012 Performance Highlights 02 04 06 08 11 15 .02 Company Profile 19 20 22 23 24 28 30 .03 Ikhtisar Keuangan Financial Highlights Ikhtisar Saham Share Highlights Peristiwa Penting di tahun 2012 Significant Events in 2012 Penghargaan dan Pencapaian Awards and Achievement Laporan Komisaris Utama Report from the President Commissioner Laporan Direktur Utama Report from the President Director Profil Perusahaan 19 .04 Visi dan Misi Vision and Mission Nilai – nilai Utama Core Values Jejak Langkah Milestones Sejarah Singkat Perusahaan A Brief History of the Company Struktur Organisasi Corporate Group Structure Komposisi Pemegang Saham Shareholders Composition Profil Dewan Komisaris Board of Commisioners Profile Profil Direksi Board of Directors Profile Pembahasan dan Analisis Manajemen Management Discussion and Analysis 37 37 44 45 .05 Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance 46 47 60 62 63 .06 Implementasi Tata Kelola Perusahaan GCG Implementation Struktur Tata Kelola Perusahaan GCG Structures Manajemen Risiko Risk Management Permasalahan Hukum Legal Issues Pengungkapan Informasi Information Disclosure Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Corporate Social Responsibility 66 Sumber Daya Manusia Human Resources Tinjauan Kinerja Operasi Perusahaan Operational Performance Review Tinjauan Kinerja Keuangan Financial Performance Review Strategi Pemasaran Marketing Strategy Prospek Usaha Business Prospect 67 Pernyataan Pertanggungjawaban Laporan Tahunan Annual Report Responsibility Statement Laporan Keuangan Financial Statements
  • 174.
    PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk. Laporan Tahunan 2012 2012 Annual Report Synergize to Escalate Performance JL. Menteng Raya No. 24 A-B Jakarta Pusat 10340, Indonesia Telp : +6221 292 59955 Fax : +6221 292 59950 www.mandalafinance.com Laporan Tahunan 2012 Annual Report PT MANDALA MULTIFINANCE Tbk Synergize to Escalate Performance