Skip to main content
PENYUSUNAN POHON KINERJA
BIRO ORGANISASI SETDA ACEH
PENGERTIAN:
POHON KINERJA VS PENJENJANGAN
KINERJA
A
PENGERTIAN:
POHON KINERJA
POHON KINERJA adalah alat bantu bagi organisasi untuk
mengawal struktur logika sebab-akibat atas berbagai kondisi
yang diperlukan organisasi dalam menghasilkan outcome.
Menyusun POHON KINERJA sebenarnya seperti mengurai rute
atau jalur kinerja yang secara logis dianggap paling terkait dan
dibutuhkan dalam pencapaian outcome yang diinginkan.
Pohon Kinerja merupakan tahapan awal dalam proses
penjabaran/penyelarasan kinerja organisasi
Sumber : Permenpan 89 Tahun 2021
PENYUSUNAN POHON KINERJA
Prinsip Teknis
12
PRINSIP PENYUSUNAN POHON KINERJA
TAHAPAN PENYUSUNAN POHON KINERJA
DALAM PENJENJANGAN KINERJA
1 2 3 4 5
Menentukan
Hasil
(Outcome)
yang akan
dijabarkan
dalam
penjenjangan
kinerja
Menentukan
Faktor Kunci
Keberhasilan
(Critical
Succes
Factor)
MenguraikanFakt
or Kunci
Keberhasilan
(Critical Succes
Factor) kepada
kondisi antara
sampai kondisi
paling operasional
Merumuskan
Indikator
Kinerja
Menerjemahka
n Pohon
Kinerja ke
dalam
Komponen
Perencanaan
dan Kinerja
Jabatan
POHON KINERJA
MENINGKATKAN KINERJA
Penjejangan Kinerja adalah proses penjabaran
dan penyelarasan sasaran strategis, indikator
kinerja, dan target kinerja organisasi kepada
unit organisasi sampai dengan individu
pegawai
DEFINISI PENJENJANGAN KINERJA
TUJUAN PENJENJANGAN
KINERJA
PENTINGNYA PENJENJANGAN KINERJA
1. MENYELARASKAN KINERJA ORGANISASI KEPADA KINERJA UNIT
DAN KINERJA INDIVIDU;
2. PENILAIAN KINERJA ORGANISASI, UNIT KERJA, DAN INDIVIDU;
3. PENETAPAN PROGRAM DAN KEGIATAN SECARA FOKUS DAN
TEPAT;
4. PENGGUNAAN SUMBER DAYA SECARA EFEKTIF DAN EFISIEN;
5. PENATAAN STRUKTUR ORGANISASI
POLA PROGRAM LOGIC
DALAM PENYUSUNAN POHON
KINERJA
B
POLA PROGRAM LOGIC
✖
PERFORMANCE BASED PLANNING
DIMULAI DARI HASIL YANG INGIN
DICAPAI, BUKAN DARI INPUT YANG
DIMILIKI
®onn 2016
INPUT KEGIATAN OUTPUT OUTCOME
INPUT KEGIATAN OUTPUT OUTCOME
✔
POLA PROGRAM LOGIC
1. UNTUK MENGHASILKAN OUTCOME TIDAK BISA
LANGSUNG OUTPUT.
2. TERDAPAT SERANGKAIAN OUTCOME ANTARA YANG
MENJEMBATANI OUTCOME AKHIR DENGAN OUTPUT
INPUT KEGIATAN OUTPUT OUTCOME
✔ ✖
INPUT KEGIATAN OUTPUT
IMMEDIA
TE
OUTCOME
INTER-
MEDIATE
OUTCOME
ULTIMATE
OUTCOME ✔
VARIABEL YANG MENYEBABKAN OUTCOME TIDAK
SELALU LINIER HANYA BERASAL DARI SATU INPUT.
OUTCOME BIASANYA TERJADI DARI KOMBINASI
BERBAGAI OUTCOME YANG LEBIH RENDAH, OUTPUT,
PROSES KEGIATAN, DAN INPUT
INPUT KEGIATAN OUTPUT
IMMEDIA
TE
OUTCOME
INTER-
MEDIATE
OUTCOME
ULTIMATE
OUTCOME
INPUT KEGIATAN OUTPUT
IMMEDIA
TE
OUTCOME
INTER-
MEDIATE
OUTCOME
ULTIMATE
OUTCOME
INPUT KEGIATAN OUTPUT
IMMEDIA
TE
OUTCOME
INTER-
MEDIATE
OUTCOME
✔✖
✔
®onn 2016
POLA PROGRAM LOGIC
POHON KINERJA
CROSSCUTTING
CROSSCUTTING
CROSSCUTTING
OUT-
PUT
OUTCOME
INTERMED
OUTCOME
OUT-
PUT
OUT-
PUT
OUT-
PUT
OUT-
PUT
INTERMED
OUTCOME
INTERMED
OUTCOME
INTERMED
OUTCOME
INTERMED
OUTCOME
INTERMED
OUTCOME
INTERMED
OUTCOME
INTERMED
OUTCOME
OUT-
PUT
OUT-
PUT
OUT-
PUT
OUT-
PUT
OUT-
PUT
OUT-
PUT
OUT-
PUT
OUT-
PUT
OUT-
PUT
OUT-
PUT
OUT-
PUT
OUTCOME OUTCOME
ALIGNED
POHON KINERJA
OUT
-PUT
OUTCOME
INTERMED
OUTCOME
OUT
-PUT
OUT
-PUT
OUT
-PUT
OUT
-PUT
OUT
-PUT
INTERMED
OUTCOME
INTERMED
OUTCOME
INTERMED
OUTCOME
INTERMED
OUTCOME
INTERMED
OUTCOME
INTERMED
OUTCOME
INTERMED
OUTCOME
OUT
-PUT
OUT
-PUT
OUT
-PUT
OUT
-PUT
OUT
-PUT
OUT
-PUT
OUT
-PUT
OUT
-PUT
OUT
-PUT
OUT
-PUT
OUT
-PUT
OUT
-PUT
OUTCOME OUTCOME
TUJUAN
SASARAN
PROGRAM
KEGIATAN
✖
✖
✖
✖
®onn 2018
POHON KINERJA
MAKA
JI
KA
MAKA
JIKA
AKIBAT AKIBAT
SEBAB
✖
✖
✔
✔
JI
KA
JI
KA
SE
BAB
SE
BAB
SE
BAB
®onn 2018
TAHAPAN PENYUSUNAN
POHON KINERJA
C
SKEMA POHON KINERJA
Ultimate
Outcame
Intermediate
Outcame
Immediate
Outcame
output Output Output
Intermediate
Outcame
Immediate
Outcame
Output Output
Proses
Immediate
Outcame
Proses
Proses
Proses
Proses
TAHAP I TENTUKAN OUTCAME
DAN TAHAP 2 TENTUKAN CSF
Outcame:
menurunnya
Kemacetan Lalu Lintas
CSF I :
Meningkatnya
kapasitas Jalan
dibanding kendaraan
CSF II:
Menurunnya
Pelanggaran Berlalu
Lintas
CSF III:
Meningkatnya
Kualitas Permukaan
Jalan
CSF IV:
Berkurangnya
Parkir Liar
CSF V:
Terciptanya
Penataan Kota
yang Baik
Sumber: PermenPAN RB No. 89 Tahun 2021
1
Menentukan
Hasil (Outcome)
yang akan
dijabarkan
dalam
penjenjangan
kinerja
1. Tusi
2. Isu/Permasla
han Strategis
3. Ekspektasi dr
Masy/stakeh
olders
MENENTUKAN CSF
• Menetapkan CSF yang menggambarkan isu/permasalahan
• CSF mengaggabarkan kebutuhan mencapai outcame/kinerja di
masa datang
• CSF mempertimbangkan perubahan lingkungan
• CCF harus dilakukan secara holistik (tidak tersekat urusan)
• CSF merupakan sebab atau cara dan outcome/kinerja merupakan
akibat
CSF adalah aspek-aspek kunci dan kritis yang berpengaruh
dalam pencapaian Kinerja
2
Menentukan
Faktor Kunci
Keberhasilan
(Critical
Succes
Factor)
TAHAP III URAIKAN CSF MENUJU KONDISI ANTARA
SAMPAI PALING TEKNIS/OPERASIONAL
Outcame:
menurunnya
Kemacetan Lalu
Lintas
CSF I :
Meningkatnya
kapasitas
Jalan
dibanding
kendaraan
CSF II:
Menurunny
a
Pelanggara
n Berlalu
Lintas
CSF III:
Meningkatnya
Kualitas
Permukaan Jalan
CSF IV:
Berkuran
gnya
Parkir Liar
CSF V:
Terciptanya
Penataan Kota
yang Baik
CSF KONDISI YANG DIPERLUKAN
Meningkatnya
kapasitas jalan
dibanding kendaraan
•Kendararaan di jalan raya berkurang
•Panjang atau lajur kendaraan di jalan
bertambah
•Proyek pembangunan jalan/galian
dilakukan bukan pada jam sibuk
Menurunnya
pelanggaran Berlalu
lintas
•Pemahaman masyarakat tentang
rambu lalu lintas meningkat
•Alat dan sarana prasarana memadai
dan terbuat dititik rawan pelanggaran
•Penegakan aturan pelanggaran lalu
lintas berjalan
•dll
Meningkatnya
kualitas permukaan
jalan
•Terbangunnya jalan mantap
•dll
Berkurangnya parker
liar
•Sistem perparkiran yang andal
•dll
Terciptanya penataan
kota yang baik
•Rencana Tata Ruang Wilayah yang
berkualitas
•Terkendalinya pembangunan kota
yang sesuai dengan RTRW
3
TAHAP 4 LENGKAPI DENGAN INDIKATOR KINERJA
Menurunnya Kemacetan
IK: Level of Service
Berkurangnya Parkir liar
IK: Jumlah titik parker liar
Meningkatnya kapasitas
jalan
IK: smp/jam
Meningkatnya kualitas
permukaan jalan
IK: Panjang jalan
mantap
Menurunnya
pelanggaran lalu lintas
IK: Jlh pelanggaran LL
POHON KINERJA
Menurunnya Volume
Kendaraan
IK: Jlh Kendaraan dijam
sibuk
Meningkatnya lajur jalan
kendaraan
IK: Jlh lajur jalan raya
Terlaksananya sosialisasi
ganjil genap
IK: Jlh sosialisasi
Terlaksananya penegakan
ganjil genap
IK: Jlh penegakan ganjil
genap
4
TAHAP 5 MENERJEMAHKAN POHON KINERJA KEDALAM KOMPONEN
PERENCANAAN DAN KINERJA JABATAN
Komponen Perencanaan
Tujuan
Sasaran
Sasaran Program
Sasaran Kegiatan
Sumber: PermenPAN RB No. 89 Tahun 2021
5
POHON KINERJA TURUNKAN KEPADA CASCADING
IMPACT
TUJUAN PD
INDIKATOR TUJUAN PD
ULTIMATE
OUTCAME
SASARAN PD
INDIKATOR SASARAN PD INDIKATOR SASARAN PD
INTERMEDIATE
OUTCAME
IMMEDIATE
OUTCAME
OUTPUT
PEMERINTAH DAERAH KEMENTERIAN/LEMBAGA
Level
Kinerja
Komponen
Perencanaan
Komponen
Perencanaan
Kinerja
Jabatan
Kinerja Strategis
Nasional/
Daerah
(Ultimate
Outcome)
RPJMN
RPJMD;
Tujuan/Sasaran
Pemda
Kinerja Strategis
Sektor/ Bidang
Urusan
(Intermediate
Outcome)
Renstra Unit Kerja;
Tujuan/Sasaran
Unit Kerja;
Sasaran Program
Renstra Perangkat
Daerah;
Tujuan/Sasaran
Perangkat Daerah
Kinerja strategis
subsektor/
Kinerja Taktikal
(Intermediate
Outcome)
Kinerja Taktikal
(Immediate
Outcome)
Kinerja
Operasional
Sasaran Program
Sasaran Kegiatan
Sasaran Kegiatan
Output
(KRO/RO)
Sasaran
Subkegiatan
Kinerja
Jabatan
PK Kepala
Daerah
PK Eselon I
PK Kepala
Perangkat
Daerah
PK Eselon II
PK Eselon III
PK /SKP
Jafung
PK/SKP
Jafung
Renstra KL;
Tujuan/Sasaran KL
PK Menteri/
Kepala
Lembaga
POHON KINERJA
Penyempurnaan Pilar Manajemen Kinerja
11
PENYELARASAN KINERJA PEMERINTAH DAERAH
29
2
9
Sasaran : Meningkatnya sektor Pertanian dalam mendukung pertumbuhan
ekonomi
Indikator Kinerja : Pertumbuhan PDRB sektor pertanian
Sasaran:
Terjaganya fungsi
lahan sesuai
peruntukannya.
Sasaran:
Meningkatnya
produksi pertanian.
Sasaran:
Meningkatnya
kualitas dan
Kuantitas Sarana dan
prasarana
Sasaran:
Meningkatnya Usaha
Koperasi dan Usaha
Kecil Menengah
Indikator Kinerja:
% Lahan pertanian
terhadap luas wilayah
Target: 20%
Indikator Kinerja:
Jumlah produksi
pertanian
Target: 100.000 ton
Indikator Kinerja:
Panjang jalan dengan
kualitas baik.
Target: 95%
Indikator Kinerja:
Jumlah koperasi aktif
bidang pertanian.
Target: 100 Koperasi
Kegiatan:
Menetapkan lahan
pertanian agar
digunakan sesuai
dengan fungsinya.
Kegiatan:
•Menerapkan
teknologi pertanian.
•Penggunaan bibit
unggul.
Kegiatan:
•Membangun jalan
akses ke sentra
pertanian
Kegiatan:
Penyaluran kredit
usaha mikro bidang
pertanian.
RPJMD
Anggaran:
Rp. 150.000.000
Anggaran:
Rp. 2.000.000.000
Anggaran:
Rp. 4.000.000.0000
Anggaran:
Rp. 1.500.000.000
BAPPEDA
DINAS
DINAS PU
DINAS KOPERASI DAN
UKM
MENINGKATKAN
INDUSTRI
PARIWISATA
Pengembangan
Usaha
Pengembangan
sarana dan
prasarana
Pengembangan
Aksesbilitas
Pemasaran dan
Promosi
Pengembangan
Produk Wisata
Peningkatan
manajemen
pengelolaan
pariwisata
secara lebih
profesional
Pengelola dan
pelaku usaha
wisata perlu
melakukan
diversifikasi atau
pengembangan
usaha produk
wisata secara
beragam yang
inovatif dan kreatif
Peningkatan
pemasaran dan
promosi melalui
penyebaran
informasi di
berbagai media,
baik media cetak
maupun
elektronik
Perlu diadakan
upaya pemberian
insentif untuk
memotivasi
pengelola obyek
wisata dalam
meningkatkan
pengelolaan obyek
wisata.
Peningkatan
kemudahan
akses angkutan
umum/
kendaraan
pribadi untuk
mencapai obyek
wisata
Peningkatan
kemudahan akses
informasi agar
obyek wisata dapat
diakses dengan
mudah dari
berbagai macam
sumber
Perbaikan dan
peningkatan
sarana dan
prasarana yang
ada di obyek
wisata.
Peningkatan
kualitas
pelayanan
kepada
pengunjung
obyek wisata
Pengembangan
obyek wisata yang
masih berupa
potensi menjadi
obyek wisata yang
riil dalam
mendukung PAD.
Meningkatkan
Rasa Aman
Wisatawan
Peningkatan
keamanan
khusus daerah
wisata
Sumber Daya
yang
dibutuhkan
Sumber Daya
yang dibutuhkan
1. SDM
2. Anggaran
1. SDM
2. Anggaran
Sumber Daya
yang dibutuhkan
1. SDM
2. Anggaran
Sumber Daya
yang dibutuhkan
1. SDM
2. Anggaran
Sumber Daya
yang dibutuhkan
1. SDM
2. Anggaran
Sumber Daya
yang dibutuhkan
1. SDM
2. Anggaran
SATPOL PP
Koperasi dan
UKM
Pariwisata
Perhubungan
dan
Informatika
Dinas PU Pariwisata
CONTOH PERENCANAAN
TERINTEGRASI
PERUBAHAN PARADIGMA
D
TINGKATAN PERENCANAAN DAN RUANG
LINGKUP DALAM MANAJEMEN KINERJA
Strategic
Planning
Manajerial
Planning
Operasional
Planning
MENETAPKAN UKURAN
KEBERHASILAN
MERUMUSKAN PROSES DAN
KEGIATAN, STRUKTUR
ORGANISASI, UKURAN
KINERJA INDIVIDU
DAILY ACTIVITY
ROBERT ANTHONY dalam ALAN WALTER STEISS. (2003). STRATEGIC MANAGEMENT
FOR PUBLIC NON PROFIT ORGANIZATION. NEW YORK : MARCELL DEKKER , INC.
ILUSTRASI BEASISWA PENDIDIKAN
Rp. 1.000.000
Membeli Tas Sekolah
Rp. 1.000.000
Membeli 2 Buku Asli
(Berwarna)
Rp. 1.000.000
Membeli 4 Buku (Foto
Copyan)
Rp. 1.000.000
PERTANGGUNGJAWABAN
KEUANGAN
WTP
WTP
WTP
PERTANGGUNGJAWABAN
KINERJA
A
LULUS 4 MATA
KULIAH
cc
LULUS 2 MATA
KULIAH
D
TIDAK LULUS 4 MATA
KULIAH
1
2
3
TUJUAN : “LULUS
4 MATA KULIAH”
PERUBAHAN PARADIGMA
TUJUAN/SASARAN
OUTCOME/IMPACT
KEGIATAN
OUTPUT
KERJA
(EFISIEN DAN EKONOMIS)
KINERJA
(EFEKTIF & EFISIEN)
INPUT
KEUANGAN
(REALISASI
ANGGARAN)
PERUBAHAN PARADIGMA:
MANAJERIAL
MANAJER
MANAJERIAL
(STRATEGIC DECISION)
STAF
ADMINISTRATIF
(TATA USAHA, KLERIKAL,
CATAT MENCATAT)
ACT
CHECK
PLAN
DO
KINERJA VS KERJA
KINERJA
KERJA
• Tujuan
• Sasaran
• Outcome
• Hasil
• Kondisi positif yang
ingin diwujudkan
• Kondisi Negatif yang
ingin dihilangkan
• Strategi/cara
untuk mencapai
kinerja
• Program, Kegiatan,
Sub-kegiatan,
komponen, dan
anggaran
KINERJA ATAU KERJA?
PERNYATAAN KONDISI YANG INGIN DIWUJUDKAN:
1. Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam
pembangunan  DPMG
2. Terlaksananya bimbingan teknis penyusunan
laporan keuangan Kabid pada DPKA
3. Terwujudnya pemanfaatan teknologi tepat
guna dalam sektor pertanian Kabid Dinas
Pertanian
4. Tersalurkannya bantuan hibah pendidikan
kepada masyarakat terpencil Dinas Sosial
5. Menurunnya kecelakaan yang terjadi di
lingkungan kerja Disnaker
6. Terbangunnya perumahan rakyat di wilayah
pesisir  Dinas Perkim
KINERJA
KERJA
KERJA
KERJA
KINERJA
KINERJA
POLARISASI Indikator Kinerja
Maximize •
•
•
Indeks profesionalitas ASN
Nilai rekonsiliasi kinerja
Persentase pemenuhan LKE
PMPRB
dll
Semakin tinggi
pencapaian dari target
maka kinerja semakin
baik
Semakin
•
• Batas tertinggi nilai temuan
LHP BPK atas LK dibandingkan
realisasi anggaran
Rasio Jumlah Pemberitaan
Negatif terhadap total
pemberitaan tentang sektor
kelautan dan perikanan
dll
Minimize
Semakin rendah
pencapaian dari target
maka kinerja semakin
baik
•
Semakin
Semakin
•
Stabilize
Semakin stabil (tidak
naik dan tidak turun)
pencapaian dari target
maka kinerja semakin
baik
• Semakin stabil (tidak naik dan
tidak turun) pencapaian dari
target maka kinerja semakin
baik
Buruk Buruk
31
Capaian
Semakin Baik
Capaian Capaian
Semakin Nilai Aktual < Target Nilai Aktual > Target Semakin
Capaian Nilai Aktual < Target Nilai Aktual > Target Capaian
Baik Buruk
Capaian
Semakin Nilai Aktual < Target Nilai Aktual > Target Capaian
Buruk Baik
TIPE
INDIKATOR KINERJA
- KUALITATIF
(TINGKAT KEPUASAN MASYARAKAT TERHADAP PELAYANAN PUSKESMAS)
- KUANTITATIF ABSOLUT
(JUMLAH PASIEN)
- PERSENTASE
(PERSENTASE PASANGAN USIA SUBUR YANG MENJADI AKSEPTOR KB)
- RASIO
(RASIO DOKTER PER 100.000 PENDUDUK)
- RATA-RATA
(ANGKA KEMATIAN IBU MELAHIRKAN PER 100.000 KELAHIRAN HIDUP)
- INDEKS
(INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA/HDI)
®onn 2006
©oaching
JENIS
ASPEK TARGET
32
Biaya
Target Indikator Kinerja yang
sifat ukurannya berhubungan
dengan biaya atau anggaran
Contoh:
Nilai PNBP bidang
Diklat Penjenjangan
Kualitas
Target Indikator Kinerja yang
sifatnya subjektif dan ditentukan
oleh persepsi dengan ukuran yang
berhubungan dengan mutu
Contoh:
Tingkat Kepuasan Pelayanan
Waktu
Target Indikator Kinerja yang
sifat ukurannya berhubungan
dengan waktu
Contoh:
Ketepatan waktu Penyampaian
LKJ/LPPA
Kuantitas
Target Indikator Kinerja yang
menggambarkan satuan ukuran
yang berhubungan dengan
jumlah output
Contoh:
Jumlah Dokumen Kerja Sama
yang disepakati
SASARAN INDIKATOR KINERJA
Meningkatnya peran serta tokoh
masyarakat dalam mewujudkan
kehidupan yang harmoni.
Tingkat KEBERDAYAAN
masyarakat pedesaan.
Tingkat KEPEKAAN masyarakat
terhadap informasi.
Meningkatnya peran dan fungsi
rumah ibadah dalam berbagai
kegiatan ekonomi, kepemudaan,
kesenian, dan lain-lain.
Meningkatnya PERANAN tokoh
agama dan ormas dalam
pembangunan agama.
Berkembangnya pola pembinaan
keamanan dan ketertiban
masyarakat secara mandiri.
Tercapainya KEAMANAN dan
KENYAMANAN Lingkungan.
Terciptanya situasi yang
KONDUSIF dan TERKENDALI.
Terciptanya KERUKUNAN umat
beragama.
INDIKATOR KINERJA YANG TIDAK DAPAT DIUKUR
SECARA OBYEKTIF
©oaching
INDIKATOR KINERJA YANG TIDAK RELEVAN
SASARAN INDIKATOR KINERJA
Meningkatkan partisipasi tiap
jenjang Pendidikan.
Meningkatnya kompetensi tenaga
pendidik.
Meningkatnya perekonomian
berbasis potensi daerah.
Terlaksananya pengelolaan dan
pemanfaatan hutan.
Terciptanya masyarakat yang cinta
lingkungan / alam.
Terlatihnya petani dan pelaku
agribisnis.
Meningkatnya daya saing produk
pertanian dan perkebunan.
Terpenuhinya monitoring, evaluasi,
dan pelaporan.
Terkumpulnya data perkebunan
yang benar.
©oaching
CONTOH
VALIDASI Indikator Kinerja
dibanding total informasi
reformasi birokrasi
transparansi dan
anggaran
sektor perikanan
30
No Sasaran Strategis Indikator input-lead Indikator process-lead Indikator Antara Indikator outcome-
1
Meningkatnya
kompetensi SDM
Jumlah SDM yang bergelar
S-2
Frekuensi pelatihan per
tahun
Indeks kesenjangan
kompetensi
Rasio produktifitas SDM
2
Tersedianya informasi
yang mudah diakses
Ketersediaan sistem
informasi
Jumlah laporan yang
dihasilkan sistem informasi
Tingkat kepuasan pengguna
atas sistem informasi
Rasio informasi yang
digunakan dalam
pengambilan keputusan
yang dihasilkan sistem
informasi
3
Terselenggaranya
reformasi birokrasi
Ketersediaan dokumen
reformasi birokrasi
% rencana aksi RB yang
dilaksanakan sesuai road
map
Nilai implementasi RB
Persepsi masyarakat atas
4
Terkelolanya anggaran
secara transparan dan
akuntabel
Tersedianya SOP sistem
anggaran
Tingkat kepatuhan
pengelola keuangan
terhadap SOP sistem
anggaran
Opini BPK atas laporan
keuangan
Opini masyarakat terkait
akuntabilitas pengelolaan
5
Meningkatnya
kesejahteraan
nelayan
Jumlah dokumen sosialisasi
tentang usaha dan investasi
masyarakat
Jumlah sosialisasi tentang
usaha dan investasi
masyarakat per tahun
Nilai Tukar Masyarakat
/Nelayan
Produk domestik bruto
TERIMA KASIH